Learning Love with Sonsaengnim

Title    : Learning Love With Sonsaengnim
Author : KEYeopta94 a.k.a nhaemisskonci
Main Cast :
-Key (SHINee) as Kibum
-Kim Yoo Na as readers
Support Cast :
-Taemin, Jonghyun (SHINee)
-Hyoyeon (SNSD)
-Teuki (SJ)
-dll
Length : OneShot
Genre : Romance
Ratin : PG-13
A/N: annyeong haseyo! ^^
yang merasa pernah baca judulnya ato FF ini, saya pernah post di note fb saya (RHisna ‘Nha)… jadi ini bukan plagiat atopun copas! happy reading, semoga suka, no bashing ya~! ^^;;

Learning Love with Sonsaengnim

–Yoo Na POV–

Naneun Kim Yoo Na. teman-temanku memanggilku Yoo Na, tetapi terkadang hanya Yoo saja. menurut chingudeul ku, aku yeoja yang cuek. Memang! Penampilanku saja nggak rapih, rambutku kubiarkan tergerai cukup kacau, tapi bukan berarti aku nggak yeppeo, hehe~ cukup banyak namja yang tertarik padaku, tapi aku nggak tertarik pada mereka satupun.

“annyeong, Yoo!!” sapa seorang namja saat aku memasuki kelas, Taemin. Aku hanya membalas sapaannya itu dengan senyumku. Dan langsung masuk kelas, menghempaskan tasku dan duduk dikursiku, dijejeran kedua dekat jendela. Baru saja aku duduk, chingu-ku Hyoyeon datang menghampiriku.

“annyeong, Yoo. Hari ini ada guru trainee yang akan datang kesekolah kita lho!” cerocosnya girang.

“oh ya?” sahutku datar.

“ye, aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya! Pasti sangat keren dan tampan! Hmm” sambungnya.

“hh, aku tidak tertarik! Sepertinya orangnya akan membosankan” lanjutku.

“ah, sayang sekali. Tentu saja tidak, Yoo. Karna dia kan masih muda”

Tiba-tiba sonsaengnim Teuki, pengawas guru trainee masuk.

“ah~dia datang!” seru Hyeyeon girang sambil melangkah kembali ketempat duduknya dibelakang.

“keurae!! A-yo semuanya duduk!!” perintah Teuki-nim pada kami.

–Author POV–

“keurae!! A-yo semuanya duduk!!” perintah sonsaengnim Teuki. Kemudian seseorang masuk, guru trainee yang Hyeyeon maksud sebelumnya. Penampilannya memang keren, dengan setelan jas yang tak berkesan tua untuk seorang guru muda, hanya saja ia menggunakan kacamata polos untuk membuat penampilannya lebih berwibawa dan terlihat layaknya seorang guru.

“annyeong, haksaengdeul!” sapanya mulai memperkenalkan diri.

“saya lulusan dari universitas Seoul, jae ireumeun Kim Kibum imnida! Karna saya dulunya adalah lulusan sekolah ini, maka saya mulai latihan mengajar disini. saya mengajar bahasa Inggris. Mohon bantuannya selama 2 minggu ini” Paparnya panjang lebar.

“hahh~” Yoo Na menghela nafasnya dengan acuh dari tempat ia duduk. Kibum yang mendengar itupun menoleh kaget, kemudian tersenyum semanis mungkin kearah yeoja itu. Sontak Yoo Na kaget, tapi kemudian ia memanyunkan bibirnya.

“apa maksudnya itu?” gumam Yoo. “sok dewasa!” gerutunya dalam hati.

***

 “annyeong, Hyeyeon-ah!! sampai jumpa besok” teriak Yoo Na kearah chingu-nya Hyeyeon, saat keluar dari gerbang sekolah. Dan kemudian langsung melangkah menuju halte bus, dimana biasanya ia menunggu bus untuk pulang. Sambil menunggu, Yoo Na pun memainkan ponselnya menghilangkan jenuh.

–Yoo Na POV–

Seperti biasa, aku menunggu bus menuju rumah. Aku duduk di bangku tempat menunggu sambil asyik memencet-mencet ponselku untuk membunuh waktu.

“annyeong!!” sapa seseorang menghampiriku dan langsung duduk disampingku. Spontan kulirik seseorang itu, ternyata seorang namja yang tak kukenal sepertinya seorang preman. Dengan cuek, aku langsung menatap layer ponselku saja tanpa membalas sapaannya maupun memberinya ekspresi apapun.

“neomu yeppeo-seo!!” cerocosnya basa-basi, tapi aku terus berkutat dengan ponselku. Diapun mendekatkan duduknya deganku.

“apa kau seorang model?” lanjutnya.

“hehehe, atau bukan ya?” timpalnya lagi. Aku terus saja diam tak berekspresi.

BRUUMM~JESS~JESS~

Bus pun tiba, dan berhenti. Langsung saja aku beranjak dari dudukku menuju bus itu. Tapi_

“kau mau pergi bersamaku tidak?” seru namja tadi sambil memegang tanganku. Untuk kali ini, aku mengeluarkan ekspresi, kesal!!

“SHIREO!!” pekikku sambil berusaha melepaskan genggaman kuat itu.

“sebentar saja~” lanjutnya dengan senyum picik dan menjijikkan.

“HEI, APA-APAAN KAU?? LEPASKAN AKU!!” teriakku dengan ekspresi marah. Tiba-tiba kudengar seseorang keluar dari dalam bus itu dan melingkarkan tangannya dipinggangku kemudian menarikku masuk kedalam bus.

“heyyy!!” namja sialan tadi berteriak kearah ku yang sudah berlalu. aku masih sedikit takut, perlahan kulirik namja yang menarikku barusan yang sedari tadi belum melepas tangannya dari pinggangku.

HAHH?? Aku sangat kaget, Kibum-nim!! Guru trainee yang baru saja mengajar dikelasku pagi ini, sekarang sedang berada tepat dibelakangku. Tapi pandangannya cuek, tertuju pada jalan saja seperti tak terjadi apa-apa barusan.

“membuat takut saja!” ocehku dalam hati.

JESS~JESS~

Bus pun berhenti, di halte dekat kompleks perumahanku. Kibum-nim pun ikut turun, tak ku sangka rumahnya disekitar sini. Dengan sedikit ragu, aku mendekatinya.

“gamsahamnida Kibum-nim!” seruku sedikit gugup. Dia hanya terseyum membalas ucapanku. Aku terus memperhatikannya yang langsung melangkah menuju apartment kecil nya diujung jalan.

-DEG-

“apa ini?” omelku pada detak jantungku yang tak menentu.

[ESOKNYA_]

–Author POV–

Hari ini Yoo Na kesiangan, sehingga ia pun berlari-lari mengejar bus karna takut ketinggalan. Sampai di halte, ternyata bus yang biasa ia tumpangi baru saja berhenti.

“ah??” gumamnya kaget melihat gurunya, Kibum-nim yang baru saja masuk kedalam bus itu. Yoo Na pun bergegas masuk dan menghampirinya.

“annyeong sonsaengnim!” sapanya seraya duduk disamping sonsaengnim-nya itu.

“annyeong~” sahut Kibum datar.

“Kibum-nim, kau selalu naik bus ini ya?” tanya Yoo Na sembari tersenyum. “hmmp, aku tidak menyadarinya” sambungnya.

“hmmp?” Kibum hanya mendengung sambil menatap yeoja berseragam SMU itu lekat-lekat. Kemudian__

“nugu iseoyo?” ia melontarkan pertanyaan yang membuat Yoo Na terperanjat kaget dan super-super kesal.

“hah?? Apa maksudnya? Aissh…apa dia lupa atau benar-benar tak kenal? Ah, tidak mungkin!! Menyebalkan sekali!!” ketus Yoo Na mengomel dalam hatinya.

[DIKELAS_]

–Yoo Na POV–

Aisshh…sonsaengnim baru itu sungguh menyebalkan!! Awas saja dia nanti, memang sih seperti yang dikatakan Hyeyeon dia tampan dan penampilannya tetap terlihat muda. Tapi, benar-benar menyebalkan. Apa benar, dia tak mengenaliku? Lalu kemarin? Semudah itukah melupakan seseorang. HUH!!

Aku terus saja menggerutu selagi Kibum-nim mengajar. Kulihat dia terus mengoceh didepan kelas menjelaskan pelajaran bahasa Inggris yang memang ia ajarkan. dia sungguh pandai menyembunyikan gugupnya selagi mengajar yang terus diperhatikan Teuki-nim dan tim penilai guru trainee lainnya dibelakang kelas, tapi aku jelas melihat kegugupannya itu.

“hmm, apa ada yang bisa menjawab pertanyaan ini?” tanya nya pada kami sambil menunjuk soal di papan tulis yang baru saja ia tulis. –hening-

Tak satupun yang mengacungkan tangan, sedangkan tim penilai dibelakang berbisik-bisik mengomentari cara mengajarnya yang pasti mereka anggap ‘tidak mudah dimengerti’ oleh kami.

“hmm…” gumamnya mulai gugup sambil memegang lehernya bagian belakang. Semua teman sekelasku menundukkan kepala tanda bahwa mereka benar-benar tidak mengerti dan merasa tidak enak padanya.

“hihihi…tahu rasa kau!” gerutuku puas melihat mukanya yang salah tingkah persis seperti diriku yang dibuatnya tadi di bus.

Hihihi…aku terus tertawa dalam hati melihatnya yang akhhirnya semakin gugup saja. Mukanya memerah,

SETT~

Entah karna apa, akupun mengacungkan tanganku. Karna aku memang mengerti dan dapat menjawab soal mengenai tenses yang ditulisnya itu.

“eh, keurae! Neomu…” serunya sedikit girang.

SRAKK~

Aku meggeser kursiku dan melangkah menuju papan tulis kemudian mengerjakan soal itu dengan mudah.

“kau bisa mengerjakannya dengan baik! Joheun haksaeng” ia memujiku seraya tersenyum yang menurutku bermakna ‘terimakasih’. Ya, tak apalah…ini balasan kebaikannya kemarin.

Kelas bubar—kulirik Kibum-nim yang melangkah keluar. Teuki-nim menghampirinya, dan samar-samar kudengar ia memuji cara mengajar Kibum-nim. Hh~dasar! Ketusku kemudian kubenamkan wajahku dalam lipatan tanganku.

“aku benar-benar kaget saat Yoo mengangkat tangannya. Kau benar-benar pintar Yoo,” celoteh Taemin mengahampiriku. Akupun mendongak, dengan malas aku tersenyum padanya.

“ne, Taemin-ah! itu seperti bukan diri Yoo yang sebenarnya ya, hahaha” timpal Hyeyeon mendekatiku pula. Memang aku tak pernah sekalipun aktif dalam kelas, mungkin itu yang membuat Teuki-nim memuji cara mengajar Kibum-nim.

“menyebalkan!” ocehku dan kembali membenamkan wajahku.

***

[PULANG SEKOLAH_]

JESS~JESS~

Aku masuk kedalam bus, melirik bangku yang kosong untuk duduk. Aku sedikit menunduk melihat Kibum-nim yang duduk disana juga.

TUK~TUK~

“kau mau duduk?” serunya sambil memukul-mukul bangku tepat didepannya. Aku sedikit kaget, kenapa dia jadi sok ramah padaku. Apa ucapan terimakasihnya? Tapi aku menurut saja, dan duduk dibangku didepannya.

“hiyyyy” spontan aku berteriak karna ada sesuatu dingin yang menempel dipipiku.

“sssstt!” seru Kibum-nim yang yang menempelkan minuman dingin itu, sambil menempelkan telunjuknya dibibir tipisnya. Akupun langsung menjauhi benda dingin itu sambil menutup mulutku yang baru saja berteriak gaje.

“ini ucapan terimakasih dariku karna sudah membantuku hari ini,” ujarnya sambil tersenyum. Aku kaget mendengar ucapannya itu dan terus memegangi pipiku yang dingin. Kurasakan pipiku memerah.

 “ada apa ini?” teriak hatiku.

“kau kan tidak tau siapa aku?” sindirku sambil menerima minuman kaleng itu dengan kasar.

“oh, yang tadi pagi ya?” sahutnya. “mianhae, aku tidak tau kalo kau murid dikelasku”

Lagi-lagi aku terkejut. Masa sih dia tak tau aku haksaeng-nya? Padahal saat pertama masuk dia tersenyum padaku. Aisshh…

“naneun Kim Yoo Na, nomor absen 18. umur 17 tahun!!” cerocosku sedikit emosi yang hanya membuatnya terkekeh.

“memangnya ada yang aneh?” ketusku kesal karna sonsaengnim terus saja terkekeh.

“tidak. Masa kelas 1 umurnya 17 tahun?” sahutnya.

“memangnya umur sonsaengnim berapa?” timpalku memanyunkan bibirku.

“20…”

“ambil jurusan apa?”

“pendidikan,”

“hmm…dilihat saja sudah tau.” Ujarku menyadari bahwa ia memang masih muda. Tiba-tiba ia merampas minuman kaleng itu saat aku sedang berusaha membukanya. Tentu saja aku kaget, apa dia mau mengambilnya kembali?

“chakkaeman! Mianhae, aku hanya bercanda. Hehe” Ujarnya sambil membuka kaleng minuman itu. “kuku-mu cantik sekali. Nanti bisa rusak kan? Nihh~” ia pun kembali menyodorkan minuman itu padaku.

-DEG-

Jantungku berdetak tak karuan, akupun mengambil minuman itu. Lalu meminumnya sambil memegang dada-ku yang terus saja deg-degan. Kibum-nim memandangiku yang duduk menyamping didepannya sambil tersenyum. Hmm~sekarang menurutku dia benar-benar tampan!

***

[ESOKNYA_]

–Kibum POV–

Pagi ini aku berangkat dengan bus menuju Shawol-High School*author ngaco* untuk mengajar.

TAP~TAP~TAP~

Kudengar langkah kaki seseorang tepat saat aku hendak memasuki bus. Kemudian kulirik pemilik suara langkah itu, ternyata haksaengku, Kim Yoo Na. aku melemparkan senyum padanya. “cepatlah!” seruku. Sepertinya ia sedikit terkejut dalam keterburuannya itu, tapi ia menurutiku dan kamipun masuk bus bersama.

BRUUMM~

Bus pun melaju.

“hahaha, untung masih sempat!” ujarku.

“haha, ne.” sahutnya.

***

“Ah!!” sontak Yoo Na saat bus yang membawa kami hampir sampai, sambil mengacak-acak isi tasnya mencari sesuatu. Sepertinya ia sedang merogoh uangnya. Karna terlalu terburu-buru, tiba-tiba sesuatu terjatuh dari tasnya, sebuah buku!

“ah~mianhae!!” serunya sambil membungkuk mengambil buku itu.

“haha, waeyo kau terburu-buru begitu?” ujarku mendahuluinya memungut bukunya.

“ujian bahasa inggris?” tanyaku sedikit kaget setelah membaca judul buku itu.

“ah, ye~ soalnya aku mau sekolah keluar negeri…”jawabnya gugup. “dan akan ada test-nya disekolah,”tambahnya.

“hmm…”gumamku sambil membolak-balik halaman buku itu.

“ng~tapi sepertinya tidak mungkin..karna ini kan sulit~” Timpalnya lagi lirih seraya berdiri dan menarik buku itu dari tanganku. Kenapa dia begitu tak percaya diri dengan impiannya sendiri? Akupun menggenggam buku itu erat, tak membiarkannya untuk mengmbil.

“hmm…yang ini harusnya begini!” ujarku berdiri juga sambil memperbaiki soal yang dikerjakannya kurang tepat didalam buku itu.

“oh?” serunya kaget. “ohh, begitu ya?” sahutnya kemudian sedikit senang. “kalo yang ini, Kibum-nim?” tanyanya menunjuk sebuah soal lain.

JESS~JESS~

“ah~sudah sampai!” serunya menyadari kalo kami telah sampai di Shawol-school. “sampai nanti Kibum-nim” serunya lagi sambil turun mendahuluiku.

“kelanjutannya saat pulang sekolah…arasseo?” ujarku tersenyum dan berhasil membuatnya terbelalak kaget.

[PULANG SEKOLAH_]

–Yoo Na POV–

Aku sempat kaget mendengar ucapan Kibum-nim yang mau mengajariku soal-soal test sekolah luar negeri. Tapi aku senang sekali. Akupun menunggunya dibangku halte bus tempat biasa menunggu bus. Sudah pukul 05.00pm tapi sonsaengnim masih tak terlihat. Apa dia Cuma bercanda ya? Benar, hah~aku sungguh berharap, baboya!!

“annyeong!! Mianhae sudah lama menunggu!” sapanya tiba-tiba datang dan duduk disampingku.

-DEG- jantungku mulai bertingkah lagi.

“ah, gwenchana Kibum-nim!” sahutku.

“kajja kita mulai!” perintahnya sambil memegang sudut kacamata nya. Dia serius! Akupun serius, membuka buku soalku dan kami mulai membahas soal-soal itu. Benar-benar Kibum-nim English teacher yang sangat smart menurutku.

“ohya, ditempat perhentian bus ini…selain murid, orang-orang yang naik bus sedkit ya.” Ujar Kibum-nim beberapa saat kemudian setelah cukup bosan berkutat dengan soal-soal itu.

“ah, ne Kibum-nim! Soalnya yang kearah sini Cuma sedikit. Semua orang lebih memilih ke stasiun.” Sahutku menimpali.

“hahahaha, aku jadi merasa ini seperti tempat rahasia kita berdua saja!” sambungnya sambil tertawa lepas. Aku senang melihatnya tertawa. Dia jadi terlihat seperti seorang namja bukan seorang guru. Haha!

***

“ah! ternyata kau bisa juga” ia memuji hasilku.

“ah!! jeongmal-yeo?” seruku girang.

“ne, keurae!” angguknya. “oh ya, waeyo kau mau sekolah keluar negeri?” tanyanya sambil tersenyum.

“eh~~”aku gugup menjawabnya. “aku mau menjadi orang yang yang berbeda dari diriku, Kibum-nim.” Paparku. “dulu~aku pernah satu kali ke Los Angeles, dan aku pikir…aku ingin pintar berbahasa Inggris.” Jelasku. Ia menatapku dengan raut yang sedikit bangga, dan aku senang.

“begitu ya~” timpalnya.

“kalo sonsangnim, kenapa mau menjadi guru?” balasku.

“karna suka saja, aku suka sekolah…” jawabnya.

“oh~hmmm…”

BRUMM~

Tiba-tiba bus terakhir lewat. Akupun langsung beranjak dan berteriak, sonsaengnim pun begitu. Kami langsung menghentikan bus itu dan bergegas masuk.

“hah~ hampir saja” ujarku lega.

“hahahahahaha~” kami pun tertwa mengingat ekspresi masing-masing yang buru-buru itu.

***

Karna buku test itu, aku dan sonsaengnim Kibum menjadi akrab dan sering bersama membahas soal. Entah kenapa, aku mulai suka pada Kibum-nim. Dan selalu tak sabar menunggu jam pulang untuk belajar bersamanya. Aku mulai mengaguminya, karna aku merasa dia juga menyukaiku. Karna dia selalu meluangkan waktu untuk mengajariku, meskipun sebenarnya ia sangat capek sekali, ia selalu tersenyum sangat manis padaku, bahkan ia pernah tertidur saat menunggu hasil jawabanku. Dan itu memperkuat perasaan dan anggapanku. Aku benar-benar aneh!!

***

[NEXT DAYS_]

–Author POV–

Yoo Na berangkat lebih pagi, melangkahkan kakinya dengan ringan diatas jalan trotoar menuju tempat perhentian bus ato terminal yang biasa ia datangi untuk berangkat sekolah, dengan wajah yang penuh roman ceria, tangannya memegang sebuah tumpukan kertas yang sudah ia satukan dengan penjepit kertas, berisi soal-soal yang rencananya akan ia serahkan pada Kibum, sonsaengnim trainee disekolahnya yang mulai ia kagumi itu. Sepanjang jalan, Yoo Na tersenyum sambil membayangkan ekspresi Kibum yang akan menerima kertas soal buatannya itu.

##“kau membuatkan soal untukku???” tanya Kibum-nim kaget bercampur kesal.

“hihihi XI” Yoo Na menahan tawanya geli.##

Itulah khayalan Yoo Na…*ckckck* sepanjang jalan trotoar menuju halte bus. Sedikit lagi sampai! Batinnya saat melintasi sebuah tikungan yang dibaliknya adalah halte yang ia tuju.

“Kibum-nim…” gumamnya girang melihat sosok yang ia kenal sedang bersandar pada pagar tembok yang membuat jalan itu seperti tikungan.

“hebat! Ini mudah untuk dimengerti~” seru seseorang disamping Kibum dengan nada yang gembira.

-DEG-

–Yoo Na POV–

Aku sangat antusias ingin bertemu dengan Kibum-nim pagi ini, karena aku mau menyerahkan beberapa soal-soal hasil buatanku untuknya. Hihihi__

Aku melangkah ringan menuju tempat perhentian bus yang biasa aku dan Kibum-niim tumpangi saat berangkat dan pulang sekolah.

“Kibum-nim…” gumamku girang melihat sosok sonsaengnim yang bersandar pada pagar tembok didekat halte. Tapi tiba-tiba hatiku terhantam sesuatu–

“hebat! Ini mudah untuk dimengerti~” seru seseorang disamping sonsaengnim dengan nada yang gembira. Apa ini? Benarkah yang kulihat ini? Seorang yeoja berseragam SMA lain sedang berdiri disebelahnya. Yeoja itu sepertinya berseru gembira karna baru diajari Kibum-nim. Wajah Kibum-nim juga sangat senang, karna ia juga tersenyum sangat manis pada yeoja itu. Benarkah ini? Ternyata selama ini aku salah, Kibum-nim tidak hanya memperhatikanku. Dia juga memperhatikan yeoja lain. Aku sudah berfikiran bodoh!! Aku memukul kepalaku dengan tumpukan kertas yang kubawa itu. Melihat pemandangan menyakitkan itu, aku langsung memutar arah, entah kemana, kurasa aku berangkat dengan kereta saja__ ;(

“Kibum-nim, kenapa tiba-tiba selalu naik bus sini?” samar-samar aku masih mendengar suara yeoja yang bersama sonsaengnim itu_

***

[PULANG SEKOLAH_]

TESS~TESS~

Suara ini, ah~hujan!! Gumamku saat tepat keluar dari gedung sekolah. Awalnya gerimis, tapi tiba-tiba tanpa malu-malu segerombolan air dari langit itu turun dengan deras. Sangat deras! Semua murid berlarian menuju halte bus dan stasiun.

“aissh~hujannya deras!” umpatku sembari mengambil sesuatu dari tas, “fuuh~untung saja aku sudah menyiapkannya!” gumamku lega sambil mengeluarkan payung yang sudah kuperkirakan akan berguna dimusim seperti ini. Akupun beranjak meninggalkan gedung ilmu itu setelah membuka lebar payungku.

SET~

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menahan payungku. Ahh! Spontan akupun menoleh.

–Kibum POV–

Hari ini menurutku ada yang janggal. Ya, mengenai Yoo Na. tumben sekali ia tak berangkat dengan bus yang biasa aku tumpangi semenjak dekat dengannya. Padahal dulunya aku tak biasa naik bus, hanya karna waktu itu tak sempat ke stasiun. Semua ini karna haksaengku yang menarik perhatianku itu karna ia pernah membantuku mengajar.

Dan tadi dikelas ia juga begitu cuek dan ketus padaku. Aku bingung, apa aku melakukan salah padanya? Tapi aku tak banyak tanya, mungkin ia sedang banyak masalah.

Saat pulang sekolah aku bermaksud ingin menemuinya, seperti biasa sebelumnya. Mengajarinya!! Melatih bahasa Inggrisnya. Karna dia bilang ingin bersekolah di luar negeri.

Tapi tiba-tiba hujan turun begitu deras, akupun beranjak meninggalkan gedung Shawol-school. Yoo Na-ssi! Gumamku girang melihatnya masih dikoridor gedung sekolah dengan sebuah payung.

SET~

Aku menahan payungnya, sontak ia menolehku. Sepertinya aku membuatnya kaget, terlihat dari ekspresinya.

“boleh aku ikut sampai halte bus?” tanyaku sambil melontarkan senyum terbaikku. Ia tetap dengan ekspresinya tadi. Kudekatkan wajahku kearahnya yang sedikit mendongak karna tubuhku yang cukup tinggi darinya, agar tidak diguyur hujan adalah alasanku melakukan itu.

“hari ini apa kau mau belajar lagi?” tanyaku tak melupakan senyum. Entah apa yang sedang ia fikirkan, ia menunduk. Kemudian ia mendorong dadaku—

“aniyeo!! Sonsaengnim sudah cukup mengajari aku~” suaranya terdengar terpaksa sambil mendorongku ke serbuan air langit itu.

“tidak usah lagi~” lanjutnya lirih.

TES~TES~TES~

Puluhan, ratusan, bahkan jutaan tetes air membasahiku.

“begitu ya?” aku menyahut kecewa memandanginya. Sebelum ia pergi kulihat ia mengepal kuat tangannya yang baru saja mendorongku kedalam hujan.

–Yoo Na POV–

“aniyeo!! Sonsaengnim sudah cukup mengajari aku~” berjuta kekuatan aku mengucapkannya.

“tidak usah lagi~” lanjutku lirih.

“begitu ya?” kudengar Kibum-nim menyahut kecewa. Aku tak berani melihatnya terlebih menatap matanya. Dengan berat kulangkahkan kakiku meninggalkan sonsaengnim yang terguyur hujan didepan gedung sekolah.

***

Setelah kejadian itu, aku selalu menghindari sonsaengnim. Saat ia mengajar, aku tak pernah memperhatikan apalagi menatapnya. Aku hanya menopang kepalaku dengan tangan kananku sambil menunduk berkutat dengan buku. Setiap pagi aku berangkat lebih pagi dengan bus pertama. Entah apa yang kufikirkan!! Kenapa aku begitu sakit hati dengan kejadian pagi itu. Aku benar-benar jatuh cinta pada sonsaengnim.

[NEXT DAYS_]

Hari ini pelajaran bahasa Inggris, tapi yang mengajar malah guru bahasa inggris yang lama, Jonghyun sonsaengnim.

“loh, sonsaengnim! Kibum-nim tidak masuk ya?” tanya Hyeyeon.

“oh, ne. katanya dia kena flu berat.” Jawab Jong-nim.

“eh, besok kan hari terakhirnya!” tambah Taemin.

“ne, keuraeyo. Menyusahkan ya, disaat seperti ini.” Jong-nim menimpali.

“gwenchanayo Kibum-nim?” cemasku dalam hati.

“kalian tau tidak?” lanjut Jong-nim lagi. “kalau flu itu ditularkan pada orang lain, maka flu itu akan sembuh.” Paparnya. “keurae! Sekarang bapak akan absent!”

[PULANG SEKOLAH_]

JESS~JESS~

Aku turun dari bus, dan langsung menuntun kakiku menuju sebuah mini market yang tak jauh dari sana.

“katanya dia kena flu berat! Apa karna hujan hari lalu?” cemasku sambil melangkah menuju apartment kecil diujung jalan kemudian melangkah menuju lantai dua. Apartment milik Kibum-nim. Sambil membawa beberapa obat flu yang baru saja kubeli dan beberapa minuman segar.

SREK~

Aku menyangkutkan plastic yang kubawa itu di kenop pintu apartment-nya.

“hah? Ceroboh sekali” gumamku melihat kunci yang terselip disana. Dengan ragu, akupun masuk untuk meletakkan kunci itu didalam saja.

Kubuka pintu, kulihat seorang namja terbaring lemah diatas ranjang disudut ruangan yang tidak lebar itu. Langsung saja aku meletakkan bawaanku dan kuncinya diatas meja diseberang ranjang. Dan dengan segera meninggalkan apartment kecil itu.

BRUKK~

Tanpa sengaja aku menabrak tas sonsaengnim yang ia letakkan di lantai, dan beberapa buku keluar akibatnya. Aku menunduk dan jongkok berniat memasukkannya kembali.

“hah!” gumamku getir. Kertas soal buatanku, kenapa sampai ditangan sonsaengnim? Kupandang tumpukan kertas itu lekat-lekat sehingga membuatku mengingat masa-masa aku bersamanya sebelumnya. Tanpa kusadari, mataku berkaca-kaca. Ternyata sonsaengnim memperdulikanku~

Aku memeluk kertas soalku yang sudah ditulisi jawaban oleh tangan sonsaengnim itu.

Tiba-tiba ucapan Jong-nim tadi pagi, teringat olehku.

##“kalian tau tidak?” kalau flu itu ditularkan pada orang lain, maka flu itu akan sembuh.”##

Aku mendekati namja yang terbaring lemah diranjang itu, Kibum-nim. Dia tampak beda tanpa kacamata polosnya, pemuda tampan!

Kudekatkan wajahku kewajahnya yang terasa panas. Kemudian aku menciumnya, agar flunya aku saja yang derita. *gaje, nee?*

***

[ESOKNYA_]

–Kibum POV–

Pagi ini aku bangun, tubuhku rasanya sudah pulih. Cepat juga! Pikirku.

Kulihat ada sesuatu diatas mejaku, obat flu? Dan beberapa minuman segar.

***

“siapa yang menaruhnya ?” batinku saat memasuki koridor Shawol-school denga perasaan yang benar-benar ingin tau.

“ah~sonsaengnim Kim! Kau sudah sembuh?” sapa Jonghyun sonsaengnim yang juga baru saja tiba. “gwenchana?”

“ah, ne!” sahutku.

“uhuk!! Uhuk!!” tiba-tiba Yoo Na tiba juga.

“ah? wae? Yang sakit berikutnya Kim Yoo Na?” heran Jong sonsaengnim. “Kim Kibum-ssi, kau jangan ketularan lagi yah! Hahaha” tambahnya diselingi tawa canda.

Aku mengerti sekarang__

***

[PULANG SEKOLAH @BUS_]

–Author POV–

Yoo Na duduk didekat jendela paling belakang bus itu sambil menutupi mulutnya yang sesekali batuk. ‘uhuk! Uhuk!’

BRUKK~

Seseorang menghempaskan tasnya dan duduk disebelah Yoo Na. sontak Yoo Na kaget melihatnya masih menutupi mulutnya, Kibum-nim!!

“pencuri flu!!” seru Kibum datar.

–Yoo Na POV–

Tiba-tiba Kibum-nim duduk disebelahku, jujur saja aku kaget karna gugup.

–DEG- jantungku tak karuan mendengar ucapannya.

“pencuri flu!!”

Aku langsung berdiri hendak turun tapi Kibum-nim langsung mengaitkan jemarinya dengan jemariku mencegahku malakukan niatku.

“waeyo mau turun?” tanyanya.

Aku hanya membisu menanggapi pertanyaannya itu.

JESS~JESS~

Bus berhenti!

Kami pun turun ditempat yang sama, berdua. Aku hanya menundukkan kepala sepanjang turun sampai halte.

Sonsaengnim kemudian duduk dibangku disana, dan menatapku lekat penuh arti. Aku menggigit bibirku melihat ekspresi wajahnya yang seperti memohon untuk duduk disampingnya. Akupun mendekatinya, lalu duduk tepat disampingnya.

–Author POV–

“sonsaengnim…” seru Yoo Na lirih menghadapnya. Kemudian tiba-tiba Kibum membuka kacamatanya dan mendekatkan wajahnya kewajah Yoo.

“pandang aku sebagai seorang namja!” pintanya.

“Oppa…” sahut Yoo Na spontan.

Kemudian tiba-tiba Kibum mengangkat kedua lengannya dan menyentuh kedua pipi Yoo.

“saranghaeyo~” ujar Yoo Na lirih. Kibum tersenyum.

“arasseo…” ujarnya seakan sudah tau sebelumnya, kemudian langsung mengecup lembut bibir Yoo Na. -2minutes-

“gomawo for teaching me a love” seru Yoo dalam pelukan Kibum.

**END**

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “Learning Love with Sonsaengnim”

  1. johayo.. soo sweet.. lama aq bc ff ini hmpir sejam.. coz smbl ngrjain yg laen.. kkkkk
    btw pnsrn sm cewe yg ngobrol sm kibum

  2. ahhhh !!! kenapa serasa yoo na ya .. ahahahah
    dag-dig dug juga jadinya … ahhh kereeen …
    ^^
    mau sequelnya .. mau sequelnya .. >,<
    ayoo dong … si yoo na jadi ngak ke LA ?
    authhorrr nice ff !!

  3. KYAAAAAH!!!!!!
    Ceritanya daebak!!!!!!
    Key-seosaengnim (apalah tulisan gurunya-_-” mianhae-_-)
    Aigooooo kebayang bgt dia pake kacamata!!!
    Keren thor!:D

  4. Emang bisa ya hanya dalam mencium pipi bisa menular? *pasang wajah polos* . Wkwk.
    Coba dulu waktu aku masih SMA, ada guru Trainee kayak Kibum, pasti fansnya banyaknya minta ampun. Waka waka e e

  5. Wuahhh,,, so sweet,,, tersenyum2 sendiri ngbayangin Key pake kacamata, berdiri didepan kelas sambil nerangin materi,,, klo aq yg jd muridnya cuma bisa nopang dagu sambil pasang wajah melting,,kekeke

    nice story,,, tp endingnya nanggung banget,,kayak mau-mau tp nggak,,#apa dehhh,,

  6. Ngebayangin key jadi seonsaengnim,cocok bgt yah!berwibawa..sesuatu :3
    sequel!sequel!sequel!#demo #bakardiri(?)
    masih nanggung” gmn gituuu,
    lanjutannya gmn kalo yoo na dah ke LA??nah lhoo,hahaha

  7. Bingung mau commemnt…
    tp…guru mesuuuuuuum!!!!ya! mana ada guru yang nyium muridnya di tempat umum?masih pake sragam pula! 2 menit punla! (mbaaak…nyante mbaak…nyantee…)

  8. bagian yang paling aku suka pas bagian transfer flu. kekeke :p
    aku baru denger kalo flu bisa ditransfer…
    masih mau lanjutannya~~ kibum kan belum bilang saranghaeyo juga…
    ya ya ya *puppyeyes*

  9. aaaa… keren, buat dong sequelnya biar konfliknya tambah banyak ayo dong author *maksa*

    oh iya hebat yah cium pipi aja flunya bisa sembuh…

    kaget juga waktu key-nim bilang “pencuri flu!!” jadi si Key udah tau kalau si yoona yang nyuri flu-nya??

  10. Somehow kalimat ‘namja yang terbaring lemah’ bikin aku ngakak. Kesannya gimanaa gitu..

    Eh. Kukira Yoo Na nyium bibir Key trus ketularan. (‘-_-)

    Itu mitos flu dapat dari mana nuna?? XD

    Good job nuna. Keep itu up. Lanutan. 😀

  11. huwaaaaa.. kereeen..
    ngebayangin key oppa pas ngajar di depan kelas sama pas lagi ngajarin yoo na, lucu kali ya. hehe
    mau dong masuk shawol high school. pasti seru diajarin sama key oppa *mending ngerti key oppa ngomong apa, dia kan pake bahasa korea*

    so sweet kibum-nim..
    daebak author !!

    bikin sequel nya ya.. yayaya..
    itu ceritanya masih gantung. seru deh kalo di bikin sequel nya !! 😉

  12. Huaaa Kibum sonsaengniimm *_* ngebayanginnya Key pake kacamata yg frame item tebel banget ituu ._. Tapi jadi cool yaahh ahahah
    Suka banget gatau kenapa pas Kibumnya bilang “pencuri flu” wuaaaahhh gitu wkwkwk
    Sequel asik nih kayanya thoor kekeke
    Daebaaaakk! :D:D

  13. kerennnnnnnnnnnnn………….. aku mau bgt punya guru seganteng key, biar punya kisah kaya gini persis. kan romantic gimana gitu..*dipeluk key dipojokan* hahaha. daebakkkkkkkkk

Leave a Reply to Michella Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s