Everything – Part 4

Title : Everything [Part 4]

Author : Shineelover14

Main Cast : Member SHINee, Im Yoona SNSD

Support Cast : Han Seung Yeon KARA

Rating : PG-13

Genre : Romance, Friendship

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini terinspirasi waktu aku liat MV-SHINee yang Replay Jap. Versi. Cuma aku buat dalam bentuk imagenasiku loh. FF ini juga pernah aku publis di beberapa blog. Buat yang udah pernah baca, mohon comment lagi. J

A/N: Pertama-tama aku mau ngucapin banyak terima kasih buat admin yang dengan baik hati mau ng-postin FF aku. Ke dua, buat readers yang udah nunggu-nunggu FF ini makasi banget. Jangan lupa commentnya yang.

<><><><><><><><><><> 

Author P.O.V

“Kau ..!” gumam Yoona melihat seorang namja sedang berdiri di dekatnya seraya memayunginya.

“Kenapa kau bisa ada disini?”

“Kebetulan aku ada urusan dengan anak-anak jurusan photografi dan tanpa sengaja aku melihat mu di sini. Ayo ku antar pulang.”

“Baiklah, terima kasih,” ucap Yoona menerima tawaran Key.

Mereka berdua berjalan bersama dalam satu payung menuju mobil Key, dan tanpa mereka sadari sepasang mata sedang mengamati mereka dari kejauhan. Hujan semakin deras hingga memaksa keduanya untuk berlari mencapai mobil Key yang terparkir rapi tak jauh dari pintu gerbang Hansung University.

<><><><><>

“Baju mu basah. Pakai ini.”

Key memberikan mantelnya kepada Yoona. Awalnya Yoona menolak untuk memakainya, tapi setelah dibujuk oleh Key akhirnya ia luluh juga.

“Sudah lama kita tidak berbincang-bincang, bolehkan aku mampir ke apartemen mu?”

“Ah .. Tentu saja.”

“Gomawo.”

Key semakin mempercepat laju mobilnya, menerobos hujan yang berjatuhan menimpa kota Seoul sore itu. Langit terlihat gelap, hawa sejuk mulai menusuk memberikan sensasi dingin kepada siapa saja.

Yoona melihat tangan Key yang semakin memucat. Ia yakin sekali kalau Key sedang kedinginan.

“Key, tangan mu pucat sekali?”

“Ah, benarkah? Aku tidak apa-apa Yoona-ssi,” dusta Key seraya tertawa renyah.

Yoona tau Key pasti berbohong padanya. Ia menatap penuh iba kearah tangan Key yang semakin memutih. Ia bingung apa yang harus dilakukannya.

Selama 30 menit, akhirnya mereka sampai juga di depan apartemen Yoona. Yoona buru-buru lari masuk ke dalam apartemennya disusul Key.

Kini mereka berdua sudah berada di dalam apartemen Yoona. Yoona mempersilahkan Key duduk dan sesaat kemudian berlalu menuju dapur.

Beberapa menit Key menunggu dan tiba-tiba sosok Yoona muncul dengan membawa dua cangkir hot cappucino di tangannya. Yoona memberikan secangkir hot cappucino itu kepada Key. Mereka menyeruputnya bersamaan.

Seketika suasana menghening dan membuat keduanya menjadi canggung. Key terus saja memandangi Yoona, sedangkan Yoona memain-mainkan matanya melihat kesekeliling ruang tamunya.

“Kau lapar?” tanya Yoona memecah keheningan, berusaha mengurangi rasa canggung diantara mereka.

“Sedikit.”

“Baiklah tunggu sebentar, aku akan membuat makan malam untuk kita,” ucap Yoona seraya berlalu meninggalkan Key yang duduk dengan manis menyeruput hot cappucino yang ia buat.

Entahlah apa yang membuat Yoona canggung terhadap Key. Padahal ia sering bersama-sama dengan Key seperti ini ketika ada pemotretan, tapi kali ini berbeda. Mungkin karena kejadian itu …

Yoona memutar ingatannya yang terekam dengan jelas, ia berusaha melupakan kejadian itu. Tapi semakin ia melupakannya, maka semakin jelas pula ingatan itu bernari-nari di benaknya.

Flashback …

Aku benar-benar lelah setelah seharian bermain-main di pantai bersama Key. Ia membawa ku ke Jeju untuk hunting foto di sana, dan tanpa terasa hari mulai semakin gelap. Aku duduk bersandar di sebelah Key dan tanpa terasa aku terlelap. Untuk beberapa menit aku terlelap dan pinggang ku terasa sakit dengan posisi seperti ini. Aku berniat untuk merubah posisi ku, tapi tiba-tiba aku merasakan deru nafas seseorang menerpa wajah ku. Aku tau, itu pasti Key. Apa yang sedang ia lakukan? Aku masih sibuk dengan pikiran ku.

Dan CHU~

Ia mengecup bibir ku. Aku benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lakukan. Ia mengecupku dalam keadaan tidur. Aku menggeliat dan berusaha bangun dari tidur ku. Dan ia terlihat gugup. Aku berusaha menganggap semuanya tidak pernah terjadi.

“Ada apa?”

“Aa .. Aniy, aku hanya ingin menyeliputi tubuh mu saja. Dan tiba-tiba kau terbangun.”

“Oh. Gomawoeyo” jawab ku pura-pura tidak tau dengan apa yang telah dilakukannya tadi kepada ku.

Ia telihat gugup sekali. Keringat meluncur sempurna dari pelipisnya. Aku jadi khawatir ia kenapa-kenapa.

“Kau baik-baik saja Key?”

“Gwenchanayeo Yoona-ssi,” jawab Key tanpa memalingkan wajahnya ke arah ku. Ia masih berkonsentrasi dengan kemudinya.

Flashback end …

Untuk beberapa saat Yoona berkutat dengan pikirannya sendiri dan kemudian melanjutkan aktifitas memasaknya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha menepis pikirannya sendiri.

“Lupakan Im Yoona, lupakan,” gumam Yoona pelan.

“Hey, mau ku bantu,” seru Key dan sukses membuat Yoona terkejut.

“Oh, mianhaeyo aku membuat mu terkejut.”

“Aniy.” Yoona tersenyum getir.

“Boleh aku membantu mu?” tawar Key lagi. Yoona terlihat berpikir sejenak.

“Ya silahkan ….”

Author P.O.V end

<><><><><>

Onew P.O.V

Wajahnya terus saja bermain-main di benak ku. Apa yang sedang ia lakukan bersama Minho sekarang? Ku rasakan hawa sejuk menusuk kulit ku dan pikiran ku semakin menggila membayangkan hal yang tidak-tidak tentang Minho dan Yoona.

“Aiiiish ..” gumam ku kesal seraya memukul kemudi.

“Berhenti berpikir yang tidak-tidak Lee Jinki. Yoona bukanlah gadis yang seperti itu.”

Akhirnya aku sampai di apartemen. Ku putar knop pintu perlahan dan ku lihat Minho sedang asik permain playstation di ruang tengah. Aku memandangnya heran. Bukankan ia ingin menjemput Yoona, kenapa ia masih disini?

“Ya! Kau tidak menjemput Yoona?” tanya ku setengah berteriak agar Minho mendengar ucapannku karna suara volume TV yang lumaya keras bergema membahana keseluruh sudut ruangan.

“Aku tidak jadi menjemputnya hyung. Ia memintaku untuk tidak menjemputnya, katanya ia ingin pulang sendiri,” jawab Minho tanpa memalingkan wajahnya kearah ku. Ia masih berkonsentrasi dengan permainannya.

Seketika aku kembali memasang sepatu ku dan bergegas pergi menuju kampus. Bodoh sekali Minho membiarkannya pulang sendirian. Dia itu namja atau bukan sih! Sudah tau hujannya sangat deras, kenapa ia membiarkannya. Ia pasti kedinginan.

“Haaaah!” aku kembali berguman kesal.

Aku benar-benar khawatir dengan kondisinya saat ini. Mata ku mulai mencari-cari sosoknya dan kulihat ia sedang berdiri mematung di depan gerbang. Aku handak keluar dari mobil ku dan ingin menghampirinya. Tapi langkah ku terhenti ketika ku lihat sosok yang sangat ku kenal sedang berdiri di samping Yoona seraya memayunginya.

“Key ..”gumam ku.

“Sedang apa ia di Hansung?”

Ku lihat mereka berdua berjalan menuju mobil Key hingga akhirnya mereka berdua berlari kecil karena hujan mulai semakin deras.

Beberapa saat kemudian, mobil Key semakin menjauh dari pandangan ku, dan aku hanya mampu terdiam memandangi kepergian mereka.

Selama beberapa menit aku terdiam, dan tiba-tiba ponsel ku bergetar dari balik saku jaket ku. Ku lihat eomma yang memanggil.

“Yeoboseo ..”

“Ah, Jinki~a. Kau ada dimana sekarang?”

“Aku masih di jalan eomma, Ada apa?”

“Eomma ingin bicara sesuatu pada mu, bisa kau temui eomma di cafe tempat biasa eomma bersantai?”

Aku berpikir sejenak mengingat cafe apa yang eomma maksud.

“Oh, ya aku tau. Baiklah 15 menit lagi aku sampai disana.”

Eomma langsung mematikan panggilannya setelah mendapat jawaban dari ku. Tanpa basa-basi lagi aku segera melaju menuju cafe yang dimaksud eomma.

Seperti yang ku katakan tadi, aku tiba di cafe yang eomma maksud dalam waktu 15 menit. Segera saja aku berjalan menuju cafe tersebut. Ku luaskan pandangan ku mencari sesosok wanita paruh baya yang sekitar 15 menit yang lalu menelpon ku dan mengajak ku bertemu. Akhirnya aku menemukan sosok itu. Aku berjalan mendekatinya.

“Jinki~a, ayo duduk. Kau mau minum apa?”

“Tidak usah eomma, aku sedang terburu-buru. Masih ada urusan lain,” dusta ku.

“Baiklah kalau itu keinginan mu. Begini …” kata-kata eomma menggantung. Ia terlihat sedang berpikir dan berusaha untuk menyusun kata-kata yang akan keluar dari mulutnya. Aku menatapnya heran. Sebenarnya apa yang ingin eomma katakan pada ku?

“Kau taukan bahwa eomma sangat menyayangi Seung Yeonnie?” Aku menjawabnya dengan menanggukkan kepala ku.

“Lalu ..”

“…..”

Eomma terdiam sejenak. Sepertinya ia ragu untuk mengatakannya, eomma sudah membuatku benar-benar penasaran.

“Ayolah eomma, katakan saja apa yang ingin eomma sampaikan.”

“Aku ingin kau menikahi Seung Yeonnie ..”

“Mwo?!”

“Eomma sedang tidak bercandakan??”

“Aniyeo Jinki~a. Eomma serius. Eomma ingin kau hidup bahagia dengannya.”

“Minhae eomma, tapi aku tidak bisa. Aku .. Aku sudah mencintai gadis lain.”

“Mwo?! Jinjayeo?! Mengapa kau tidak pernah bilang kepada eomma kalau kau menyukai gadis lain? Kalau begitu besok eomma tunggu gadis itu di rumah. Eomma ingin berbincang-bincang dengannya. Ya, walaupun eomma masih mengharapkan kau menikah dengan Seung Yeon tapi eomma menghargai keputusan mu. Baiklah, eomma pulang dulu. Jaga diri mu.”

Aku masih tidak percaya dengan perkataan eomma tadi. Ia ingin aku menikah dengan Seung Yeon? Itu tidak mungkin. Aku hanya menganggapnya seperti dongsaeng ku, tidak lebih. Tapi ada masalah yang lebih besar lagi dari itu. Eomma ingin bertemu dengan gadis yang ku cintai sedangkan aku sendiri tidak tau apa ia mencintaiku juga atau tidak.

“Matilah kau Lee Jinki,” rutuk ku.

Onew P.O.V end

<><><><><>

Key P.O.V

“Masakan mu benar-benar lezat,” ucap ku seraya meneguk segelas air putih yang ada di sebelah kanan ku.

“Benarkah?”

“Eungg .. Tentu saja.”

“Itu karna kau membantuku memasak. Kalau tidak ada kau, rasanya tidak akan seenak ini.”

Aku tersenyum simpul ke arahnya yang juga sedang tersenyum kearah ku. Dan tiba-tiba pandangan ku beralih ke bibirnya. Bibir yang hangat dan lembut. Entahlah waktu itu keberanian dari mana yang mendorongku untuk sedikit menyicipi bibir manisnya.

Aku menelan liur ku dan berusaha menghilangkan pikiran yang terus bermain di benak ku.

“Ada apa?” tanyanya.

“Aa.. Tidak ada apa-apa.” Aku berusaha menutupi ekspresi wajah ku yang gugup. Aku tidak ingin ia curiga pada ku.

“Benarkah?” tanyanya penuh selidik.

“Tentu saja.”

“Baiklah, aku cuci piring dulu. Kau tunggu disini ya.”

Aku menuruti perintahnya. Aku kembali meneguk air putih yang masih tersisa di gelas ku hingga tandas.

Drrrtt .. Dddrrrrtt ..

Ku lihat ponsel Yoona bergetar di meja makan. Aku ingin tau siapa yang menelpon.

“Minho …”gumam ku seraya menyernyit.

Tak lama Yoona muncul dan segera meraih ponselnya lalu berjalan menjauh dari ku. Apa yang sedang mereka bicarakan?

Aku memasang telinga ku dengan baik dan berusaha mencerna setiap perkataan yang terlontar dari mulut Yoona.

“Yeobose ..”

“Ah ne. Gwenchanayeo.”

“Ne, jangan khawatir, aku baik-baik saja.”

“Kapan? Besok? Mmmm .. Mianhae, tapi aku sibuk. Lain kali saja, bagaimana?”

“Ne. Annyeong.”

Aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, tapi sepertinya Minho ingin mengajak Yoona pergi. Untung saja Yoona menolaknya.

Tak lama Yoona berjalan mendekati ku.

“Siapa?” tanya ku pura-pura tidak tahu.

“Bukan siapa-siapa.”

“Oh ..”

Kenapa ia tidak jujur saja kalau yang menelponnya tadi Minho. Apa mereka memiliki hubungan khusus? Kalau itu terjadi, aku tidak akan membiarkannya.

Key P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

“Annyeong hyung.”

Sapa seorang namja bertubuh kurus yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kaca sebuah cafe. Orang yang di panggil ‘Hyung’ itu pun langsung melemparkan senyumannya pada namja yang bertubuh kurus tadi.

“Taemin! Tumben sekali kau kemari?” tanya namja itu.

“Ne hyung. Pikiran ku sedang kacau saat ini.”

“Ada apa dengan mu. Kau terlihat murung sekali. Maaf aku terlalu sibuk dengan pekerjaan paruh waktu ku ini hingga tidak terlalu memperhatikan mu.”

“Aniy. Aku tidak apa-apa hyung. Sedikit mengalami masalah saja.”

“Benarkah? Coba kau ceritakan pada ku apa masalah mu? Apa tentang kuliah?”

“Bukan hyung. Ini tentang perasaan.”

“Mwo?! Jadi Taeminnie kecil ku sudah tumbuh dewasa ya sekarang,” ucap Jonghyun seraya tertawa renyah.

“Ya! Hyung, aku serius. Aku bukan anak kecil lagi. Aku seorang namja sekarang,” ucap Taemin menggebu-gebu.

“Ara .. Ara .. Aku tau itu. Baiklah ceritakan saja. Aku akan menjadi pendengar yang baik.”

“Aku menyukai seorang gadis hyung.”

“Lalu?”

“Aku benar-benar bingung harus bagaimana.”

“Memangnya kenapa? Kau tidak berani mengutarakan perasaan mu itu pada gadis yang kau suka? Ayo lah, apa gunanya aku. Kau belajar saja dari ku. Kau tau kan aku ini namja sejati.” Jonghyun tertawa setelah mengucapkan semua yang ada di dalam pikirannya.

“Bukan itu. Masalahnya Minho hyung juga menyukai gadis itu?”

“Minho?”

“Eunggg .. Aku menyukai gadis yang datang ke apartemen kita beberapa hari yang lalu.”

Jonghyun berusaha mengingat siapa gadis yang dimaksud Taemin tersebut.

“Kau juga menyukai Im Yoona?!” ucap Jonghyun tak percaya. Taemin mengangguk pelan.

“Bagaimana bisa kita menyukai gadis yang sama?”

“Mwo?! Hyung juga menyukai Yoona noona?!” Jonghyun mengangguk mantap. Seolah tidak percaya dengan semua kenyataan yang menimpanya, Taemin berlari meninggalkan cafe tempat Jonghyun bekerja. Jonghyun tak bisa mengejarnya karna ia tak bisa meninggalkan cafe itu.

Taemin berlari dengan air mata yang membasahi pipinya. Ia berlari dengan sangat cepat dan …

BRRRRUUUUKKK ..

Tanpa sengaja Taemin menabrak seorang gadis ….

To Be Continue …

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

18 thoughts on “Everything – Part 4”

  1. Aigoooo semakin complicated nih.
    Seru seru!
    Tp kasian Taeminnya kyk gak kuat gt! AAAA keep strong(?), Taemin-oppa!
    Aku suka deh thor sm ceritanya! Keren!!!
    Ditunggu next partnya ya!:D

  2. DAEBAK ~

    author, pokoke harus ma MINHO titik gag ada tapi tapian
    *PLAAK*
    di tampar author

    minho ya please:)
    *kitty eyes*

  3. Taemin terpukul lagi. Baru saja sakit hati dengan Minho, sekarang Jonghyun malah menaburkan garam di atas luka. Jadi Yoona sadar, tapi menerima saja ciuman Key? Apa maksudnya?
    Nice story. Lanjut!

  4. uwaaaaaa kacau! ternyata Yoona tau kalau Key……… uwaaaaaa D:

    yoona jangan sama siapa-siapa jebal ea~ Onew sama seungyeon aja ea~ nanti Key sama aju aja ea #plak

  5. Kasian jinki nya,, liat yoona sm key…
    😦

    Ayo jinki perjuangkan yoona… 😀

    Seungyon ny sm taemin aja…
    Trus yoona nya sm jinki aja… Kyny mrk co2k… 😀

  6. Wuah, tho, Daebak and cool banget !!! 10000 Jempol buat author and ff nya d^_^b
    Ditunggu, ya part selanjutnya,thor.. 😀

  7. Hmm… Jadi Yoona tau kalo dy dicium Key???
    Hmm.. JAdi gabisa ditebak sbenarny Yoona suka sm sapa??
    Tp akku dkung Yoona sama Onew… 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s