Hope Dreams Come True – Part 5

Hope Dreams Come True [eps 5]

Title : Hope Dreams Come True [eps 5]

Author : Park Minri a.k.a charismagirl

Rating : PG-13, T

Genre : Romance, Friendship, Life

Length : Chapter, sequel

Cast (pairing) : Choi Minho – Park Minri,

Kim Jonghyun – Jung Yoonsa,

Kim Kibum – Lee Yeonhae,

Lee Jinki – Kim Soona,

Lee Taemin – Cho Jinra.

And the other cast find by your self.

Summary : Shining Stars Art School, adalah sebuah sekolah seni yang terkenal di Seoul, Korea Selatan. Disinilah tempat siswa bersekolah untuk menjadi seorang entertainer. Sekolah ini menerima siswa yang mempunyai bakat dan potensi. Selama tekad yang kuat dan rasa sungguh-sungguh tertanam dalam hati. Yakinlah, Dreams Come True.

Seperti biasa kritik dan saran sangat di perlukan. Jangan lupa ninggalin jejak setelah baca. Maaf kalau kurang memuaskan. Semoga suka~

Happy reading~

“Aku tidak ingin kehilangan seorang sahabat. Kehilangan satu sahabat sama dengan kehilangan satu bagian penting dari hidupku”

Shine [eps 5]

Yeonhae membalikkan tubuhnya, dan air mata mengalir dipipinya. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.

“Gwaenchana Yeonhae-ya?” sudah dua kali aku mengucapkan kalimat yang sama, namun dia bergeming tidak berkata apapun. Dia menghapus kasar air mata di wajahnya dan melangkahkan kaki meninggalkanku sebelum aku menarik tangannya.

“Apa yang terjadi padamu?”

“…”

“Apa aku berbuat salah padamu? Aku minta maaf. Apa aku menyakiti hatimu? Aku minta maaf. Tapi aku mohon, jebal… jangan diamkan aku seperti ini” air mataku sudah tidak terbendung, kini aku terduduk sedang tanganku masih memegang tangannya.

Yeonhae menatapku. Aku merasakan tersirat kebencian di matanya yang masih sembab karena menangis. Lalu dia mengempas kasar tanganku dan pergi. Sedang aku masih bertahan di posisiku.

Aku melihat sesuatu dekat Yeonhae berdiri tadi, sebuah foto. Aku mengernyitkan dahi. Ini foto Kibum, ku balik foto itu dan aku melihat sebuah tulisan di belakangnya. ‘AKU MENCINTAIMU, TAPI KAU MENCINTAI SAHABATKU!!!’.

Tulisan itu huruf besar semua dan penuh tanda seru. Sahabat Yeonhae, maksudnya Yoonsa? Jinra? Soona? Atau mungkin… aku? Ku rasa aku hanya akan mendapatkan jawabannya dengan Kibum.

Author pov

Minri masih menatap foto Kibum dan membaca tulisan di belakangnya berulang kali. Lalu seseorang yang dia kenal datang dan menampakkan wajah cemas.

“Kau sedang apa Minri-ya?” Minri yang mendengar suara yang di kenalnya langsung memasukkan foto tersebut dalam saku jaketnya.

Kibum melihat mata Minri yang masih sembab, lalu menatap wajahnya. Kibum menarik Minri untuk berdiri dan membawanya ke suatu tempat. Minri hanya diam dan mengikuti Kibum.

Sebuah taman belakang sekolah, tempat biasa mereka kunjungi. Kini mereka sedang duduk di kursi panjang. Sudah setengah jam mereka dalam diam. Keduanya larut dalam fikiran masing-masing.

“Menangislah, kalau itu membuat perasaanmu lebih baik” suara Kibum memecahkan keheningan malam itu.

“Kibum-ah, tolong aku… aku takut kehilangan sahabatku” tanpa di komando air mata Minri sudah jatuh lagi, setelah tadi sempat mereda. Kibum langsung menarik Minri ke dalam pelukannya. Minri terisak di pelukan Kibum.

Kibum hanya diam dan membiarkan air mata Minri membasahi bajunya. Tanpa mereka sadari seseorang yang lebih dulu berada di sana, menyaksikan apa yang mereka berdua lakukan.

***

Yeonhae pov

Aku berusaha menghindar dari Minri, meskipun aku merasa tersiksa tidak bicara atau bercanda dengannya. Aku benar-benar merindukannya. Aku menangis lagi, benar aku cemburu. Aku cemburu karena Kibum sangat perhatian padanya, sangat perhatian.

Samar-samar kudengar ada suara orang, aku coba mengintip di balik pohon yang sejak tadi menjadi tempat persembunyianku.

“Menangislah, kalau itu membuat perasaanmu lebih baik” itu suara Kibum

“Kibum-ah, tolong aku… aku takut kehilangan sahabatku” aku juga takut kehilanganmu Minri-ya, maafkan aku.

Apa lagi ini? Kibum menariknya kedalam pelukannya, untuk yang kedua kali hatiku sakit melihat ini. Lebih baik aku tidak bertemu dengannya saat ini, mungkin tidur di sini lebih baik, toh aku sudah memakai pakaian super tebal, semoga saja tidak ada yang menemukanku disini.

Minri pov

Aku masuk ke dalam kamar, aku tidak melihat Yeonhae di sana. Lalu aku mencuci muka dan pergi tidur.

Aku terbangun dari tidurku, ku rasakan hangatnya matahari pagi masuk lewat sela jendela kamar. Aku membuka pelan mataku, lalu beranjak dari tempat tidur. Ku sempatkan diri melihat ke kasur Yeonhae, masih rapi. Dimana dia tidur tadi malam?

***

Pelajaran sedang berlangsung. Namun, aku tidak melihat Yeonhae. Dimana dia sekarang?

“Apa kau melihat Yeonhae?” tanyaku pada Jinra yang kebetulan duduk di sampingku. Dia hanya menggeleng.

“Park Minri! Konsentrasi!” teriak Han songsaenim. Aku hanya menunduk. Menghela nafas lalu memperhatikan ke depan.

Setelah pejaran selesai ku putuskan untuk mencari Yeonhae dan aku pun minta bantuan chingudeul.

Sampai pelajaran berakhirpun kami belum menemukan Yeonhae. Lalu ku putuskan kembali ke asrama untuk istirahat sebentar. Ku buka pelan pintu. Ah, tidak terkunci. Lalu aku masuk dan melihat Yeonhae di kasurnya. Mungkin ia perlu istirahat jadi ku putuskan tidak mengganggunya dan pergi menemukan jawaban atas sikap Yeonhae akhir-akhir ini.

***

Aku berjalan ke lantai tiga, asrama namja. Ku ketuk pintu, lalu ku lihat Minho membukakan pintu.

“Ah, Minri. Ayo masuk” Minho menarik tangan kiriku, sedang tangan kananku ku gunakan untuk menjitak kepalanya.

“Paboya! Aku bisa kena hukum kalau masuk ke kamar namja” ku lihat dia meringis.

“Kau mencariku?” ucapnya penuh percaya diri.

“Aissh, PD sekali kau. Aku mencari Kibum. Apa dia di dalam?” tanyaku seraya menengok sedikit ke dalam.

“Kibum tidak ada di dalam tapi dia di belakangmu” ucapnya santai.

“Mwo??” aku langsung berbalik dan wajah Kibum sangat dekat denganku. Aku melangkah mundur dan hilang keseimbangan, lalu Minho memeluk pinggangku. Dan membuatku tidak jadi terjatuh. Aku menjauhkan tangannya pelan.

“Kajja Minri-ya, kebetulan aku juga ingin bicara denganmu” Kibum menarik tanganku.

“Ya! tumben kau tidak mengatai ku pervert” teriak Minho.

“Aku sedang tidak ingin berurusan denganmu”

***

Kibum pov

Sekarang aku dan Minri sedang berada di café sekolah. Dia mengaduk pelan milk shake yang aku pesankan. Aku masih ingat dengan minuman favoritnya. Lalu aku meraih tangannya. Aku harus mengatakan sekarang.

“Minri-ya” Dia sedikit terkejut dengan perlakuanku. Ku angkat dagunya, hingga membuat mata beningnya menatapku.

“Saranghae, jeongmal saranghae” ucapku sepenuh hati. Lalu dia menarik tangannya pelan.

“Mwo?”

“Maukah kau jadi yeojachingu-ku?”

“…”

Hening… dia menunduk, tak satu katapun keluar dari mulutnya.

“Mianhae Kibum-ah, aku tidak bisa”

Minri pov

Aku mencoba bicara, setelah beberapa saat lidahku terasa kelu karena terlalu shock dengan pernyataan yang Kibum katakan.

“Apa ini semua karena Yeonhae?” mwo? Jadi dia sudah tahu kenapa Yeonhae bisa bersikap dingin padaku. Aku membungkam mulutku dengan kedua tangan.

“Mak…maksudmu?” ucapku sedikit tergagap.

“Aku melihat kejadian malam itu. Aku melihat kau memungut foto yang sering Yeonhae lihat. Ya, itu fotoku. Jadi karena dia kau menolakku?” aku menggeleng pelan.

“Ahni…Mianhae Kibum-ah, aku benar-benar tidak ada perasaan lebih padamu. Aku hanya mengganggapmu sahabat. Jeongmal”

Hening. Kami larut dalam fikiran masing-masing.

“Geurae, gwaenchana Minri-ya” dia tersenyum, dan mengangkat jari kelingkingnya.

“Kita tetap sahabat. Yaksok?” Aku menautkan jari kelingkingku dengannya.

“Ne, yaksok”

Pletak!

“Ya! kenapa kau menjitak kepalaku huh?”  ucap Kibum kesal.

“Itu hadiah, karena kau tidak menceritakan padaku, tentang Yeonhae” aku berdiri, bersiap untuk melarikan diri darinya.

“Kalau begitu aku juga akan memberimu hadiah karena malam itu kau tidak cerita padaku” teriaknya. Aku berbalik dan ‘mehrong’

“Ya! Park Minri tunggu aku”

***

Aku mencari Yeonhae, karena dia tidak ada di kamar. Ah, ternyata dia berada di beranda lantai satu. Dia memandang lurus ke depan. Lalu aku berdiri di sampingnya.

“Yeonhae-ya” suaraku membuyarkan lamunannya dan dia menatapku sebentar. Lalu hendak menghindar. Lagi? Aku menarik tangannya.

“Aku ingin bertaruh padamu. Kalau ujian tengah semester bulan ini nilaiku lebih tinggi darimu, kau harus melepas Kibum”

“Tap..tap.. tapi, aku… Kibum…” dia melepas tangan yang ku pegang.

“Jangan bicara padaku sebelum hasil ujian keluar” sambungnya.

Otteokhe? Aku harus bersaing dengan sahabatku karena masalah Kibum. Dan dia tidak ingin bicara padaku. Yeonhae-ya, mengapa kau tidak mendengarkan penjelasanku terebih dulu, gumamku dalam hati.

***

DUM DUM CIITT

Suara decitan sepatu dan pantulan bola basket berbaur menjadi satu. Aku benar-benar bingung, apa aku harus mengalah. Tapi itu tidak mungkin, impianku akan tertunda kalau aku tidak bisa mendapat nilai bagus.

BRAKK

Itu adalah bola yang kedua puluh kali menabrak papan ring. Pabo! Aku merutuk dalam diriku. Seseorang memungut bola basket dan memasukkan dalam ring, Minho.

“Apa kau lupa cara melakukan shooting?” dia tertawa kecil. Masih memainkan bola yang ada ditangannya. Sedang aku diam, hanya melihatinya bermain.

“Mau tanding lagi?” Tanya Minho seraya tersenyum, omo~ senyumnya membuat jantungku berdegup tidak karuan, ah mungkin juga karena aku habis bermain basket.

“Shireo! Aku sedang tidak ingin” ucapku pelan lalu mengambil handuk di pinggir lapangan.

“Ya! kau belum memberiku hadiah saat aku menang waktu itu”

Byurrr… air mineral yang baru masuk dalam mulutku kini mambasahi lantai lapangan.

“Aishh, dasar pervert”

***

Ujian tengah semester akan di mulai, sampai saat ini aku belum bicara dengan Yeonhae. Meskipun kami satu kamar, kami seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain.

“Apa yang kau siapkan untuk ujian kali ini?” Tanya Soona yang duduk di depanku. Kini kami sedang berada di café sekolah, sekedar mendiskusikan sesuatu.

“Entahlah” Aku menggeleng.

“Kau ini seperti mayat hidup tau. Nih minum” Soona menyodorkan padaku jus wortel miliknya. Aku bergidik ngeri.

“Yeonhae, kau juga minum ya?” pinta Jinra. Aku menatapnya, sedang dia hanya membuang muka.

***

Ujian di mulai, dan aku telah menampilkan yang terbaik. Begitupun Yeonhae. Tiga hari hasil ujian akan keluar. Aku berharap dia akan menjadi sahabatku kembali.

3 days later…

Aku dan Soona berlari ke papan pengumuman. Aku mencari sebuah nama yang sangat penting.

*result test of this month*

1. Jonghyun

2. Jinki

3. Yoonsa

4. Minri

5. Soona

6. Yeonhae

7. Taemin

8. Minho

9. Key

10. Jinra

Dst.

Huh~ aku menghela nafas. Dimana Yeonhae sekarang? Ku rasakan seseorang menarik tanganku.

“Chukkae Minri-ya” ucap Yeonhae datar. Lalu hendak meninggalkanku.

“Yeonhae-ya, chamkaman! Aku dan Kibum tidak ada hubungan yang khusus, kami hanya bersahabat, jadi kau tidak perlu cemburu padaku” aku tersenyum jahil. Dia tampak mengerutkan kening, sepertinya bingung mengapa aku mengetahui perasaannya. Lalu menghambur ke pelukanku.

“Bogoshippeo Minri-ya, kau tahu aku tersiksa tidak bicara denganmu”

“Nado bogoshippeo Yeonhae-ya”

***

Aku senang semua kembali seperti semula. Kini aku melihat Yeonhae tertawa lagi, dan cerewet seperti biasa. Aku tersenyum tipis. Kini dia mengoceh saat kami hanya berdua di café sekolah.

Aku mengetik sesuatu di ponselku, mengirim pesan pada seseorang. Tidak perlu menunggu lama. Orang yang ku pinta datang pun telah tiba.

“Ada apa Minri-ya?” ucap Kibum yang masih berdiri. Aku pun berdiri dan membawa milk shake-ku.

“Ah, Mianhae Kibum-ah. Tiba-tiba aku ada urusan. Kau bisa kan temani Yeonhae disini?” ucapku cepat seperti kereta express. Aku tersenyum pada Yeonhae sebentar lalu meninggalkan mereka.

“Ya!” teriak mereka secara bersamaan. Aku tidak menghiraukan panggilan mereka.

Author pov

Suasana canggung meliputi Kibum dan Yeonhae.

“Kau sudah lama disini?” Tanya Kibum memecah keheningan antara mereka berdua. Yeonhae mengangguk.

“Ah, ada cream di mulutmu” ucap Kibum lalu mengambilkan tisu, dan menyapukan bibir Yeonhae. Wajah Yeonhae merona, tanpa Kibum menyadarinya.

Diluar café…

Minri yang katanya ada urusan ternyata memantau mereka berdua dari jauh dan bersembunyi di balik dinding.

“Ya! apa yang kau lakukan?” Minri terperanjat dan mengelus dada.

“Minho-ya, kau suka sekali mengejutkan aku. Sekali lagi kau mengejutkanku. Aku beri kau piring cantik” omel Minri yang terdengar seperti bergurau.

“Memangnya apa yang kau lihat? Kau seperti penjahat saja” Minho menengok sedikit ke dalam café. Lalu Minri menarik dan membawa Minho pergi.

“Sebaiknya kau menjauh dari area ini, kau bisa menggagalkan rencanaku” ucap Minri seraya menyeret tubuh besar Minho.

“Kau benar sedang melakukan kejahatan. Apa kau memasang bom di café itu?” Tanya Minho polos. “Dan sekarang kau ingin menculikku? Huaaa~ tolong aku” ucap Minho yang sedikit berteriak. Lalu Minri membungkam mulut Minho, karena beberapa orang telah memperhatikan keanehan mereka berdua.

“Aissh, kau ini menyebalkan sekali” Minri berlalu meninggalkan Minho.

***

“Chingudeul aku dapat kabar bagus” Soona yang datang bersama Jinra, terlihat sangat senang dan antusias.

“Ada apa?” Yeonhae pun penasaran.

“Kita akan debut” jawab Jinra yang diiringi teriakan histeris dari Yeonhae, Soona, Minri dan Yoonsa.

“Kyaaaa!” mereka berpelukan seperti anak-anak, tidak peduli bahwa sekarang mereka berada di café dan membuat sedikit, ehm banyak keributan.

“Kita akan debut bersepuluh” sambung Soona lagi.

“MWO??” semua tampak terkejut dan mulut mereka membentuk huruf ‘O’

“Ne. Bersepuluh” sela Jinra.

“Ah, ada pesan dari Jonghyun Oppa. Katanya tunggu mereka disini, mereka berlima akan menemui kita” Yoonsa memasukan kembali ponsel lipatnya ke dalam saku baju.

Tidak lama mereka menunggu. Datanglah empat namja tampan dan bersinar masuk ke dalam café. Mereka tersenyum senang pada kelima yeoja yang duduk.

“Kibum-ah, sebentar lagi mimpi kita terwujud” gumam Minri dalam hati.

Empat namja itu pun ikut duduk dan mereka berbaur, bercanda dan tawa.

“Gwaenchana Minri-ya?” Tanya Kibum yang melihat Minri hanya diam, seperti memikirkan sesuatu.

“Ah, tidak” Minri tersenyum dan menggeleng cepat kepalanya.

“Dimana Minho?” pertanyaan itu keluar dari mulutnya entah di tujukan pada siapa.

“Katanya ingin membeli sesuatu, di toko buku dekat sini” jawab Jinki.

Minri berdiri lalu menghirup milk shake-nya. Dan berpamitan sebentar pada teman-teman.

“Aku pergi dulu ya” ucapnya seraya menampakkan senyum terbaiknya.

“Mau kemana anak itu?” Tanya Jinra. Sedang yang lain hanya mengendikkan bahu.

***

Minri menyusuri jalan dekat sekolah yang di sana ada sebuah toko buku besar. Lalu Minri melihat Minho keluar dari sana dan membawa cukup banyak buku dalam tas plastik.

Saat hendak menyeberang, buku-buku Minho terjatuh di tengah trotoar dan dia memungut satu per satu, dari arah kanan sebuah truk besar melaju sangat cepat. Minri yang melihat langsung membelalakan mata dan berlari ke tengah jalan lalu mendorong keras tubuh Minho.

TIINN TINN

BRAKKK

Bunyi hantaman keras, terdengar di jalan dekat Shining Stars Art School. Sebelum sempat menyelamatkan dirinya, truk itu sudah menghantam tubuh Minri dan membuat tubuhnya terlempar cukup jauh. Darah merembes di kepala dan seluruh tubuhnya.

“Minri-ya! Park Minri! Irreona! Jebal…” Minho berteriak histeris sedang tubuh Minri yang penuh darah tengah berada dalam pelukan Minho.

Minri tersenyum tipis, lalu perlahan matanya tertutup.

Minri pov

Aku berjalan menyusuri jalan dekat sekolah, perasaanku benar-benar tidak enak. Apakah akan terjadi sesuatu pada Minho atau aku? Meskipun kadang dia menyebalkan tapi dia adalah orang yang pertama membuat jantung ku berdetak tidak karuan. Mungkinkah aku jatuh cinta padanya? entahlah, yang pasti sekarang aku harus mencarinya.

Aku melihat dia keluar dari toko buku dan membawa cukup banyak buku. Tak ku sangka dia gemar membaca. Aku terseyum tipis. Saat dia hendak menyeberang aku melihat buku-buku yang di bawanya terjatuh, mungkin plastic yang membawa buku itu tidak terlalu kuat untuk menampung semuanya. Dia memungut bukunya satu per satu. Tiba-tiba aku melihat sebuah truk besar melaju sangat kencang.

Refleks kakiku berlari ke tengah jalan dan aku mendorong tubuh Minho ketepi jalan.

TINN TINN

Truk besar itu semakin mendekat, ku rasa pandanganku kabur dan kakiku sangat berat untuk melangkah.

BRAKKK

Benda keras menghantam tubuhku dan membuat tubuhku terlempar cukup jauh. Ku rasakah cairan kental merah mengalir di kepalaku. Samar-samar aku mendengar suara Minho memanggil namaku.

“Minri-ya! Park Minri! Irreona! Jebal…” aku tersenyum padanya, lalu semuanya gelap.

TBC

Kyyaaa!! TBC juga, itu kok gantung banget ya.. haha*evillaugh. Apa yang terjadi dengan Minri selanjutnya? Benarkah mereka akan debut? Tunggu episode selanjutnya~~~ A-Yo ninggalin jejak ^^.

http://www.flamestory.wordpress.com

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “Hope Dreams Come True – Part 5”

  1. kenapa tbc ??!!!
    ahhh bentar lagi mereka debut ! ohmy god !! authorr kau membuatku geregetannn
    ayo dong lanjutannya, jgn lama2 .. ne …. ahh yeonhae .. ahahah sama kibum …
    ayooo di tunggu bgt nih… kesel tbcnya pas di tabrak gituuuu … >,<

    1. debut gak yaa~~ hmm,
      tunggu 2 part lagi, bentar part 7 tamat kok.

      tapi pas bacaa part 6 jgn bunuh authornya ya
      (reader: emang knp?)

      soalnya part itu paling nyebelin, paling jelek daaann begitu deh pokonya 😀
      thanks for read^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s