Cyber Love = LDR [2.2]

Cyber Love=LDR

(Part 2.2)

Author : Ji I-el

Main Cast : Lee Taemin, Athena Efrinne (it’s Taemints time) ^^

Support Cast : Lee Taesun (anggap aja kembarannya Taemin), Karrie Hang

Length : Twoshot

Genre : Tragic Romance

Rating : PG-15 (eum.. iya gak ya? @_@)

Summary : ‘Apa yang harus aku lakukan seandainya suatu hari aku tidak bisa lagi memandang nama-namanya dalam layar komputer atau ponselku?’ batinku dalam hati sambil terus mengetik barisan-barisan puisi untuknya. –(“Ketika akhirnya kau sanggup bertahan dengan semuanya, maka semua itu karena kepercayaanmu akan adanya cinta sejati)- quotes: I-el

 

***I-el

***Athena POV***

 

Hubunganku dengan Taemin sudah berjalan lebih dari 2 minggu. Dan itu berarti tak lama lagi, kami akan melewati natal bersama, melewati tahun baru bersama, hingga akhirnya perayaan satu bulan hubungan pacaran kami. Seperti kebanyakan hubungan jarak jauh lainnya, para pasangan akan memanfaatkan seluruh alat komunikasi yang ada. Dan berhubung kami terpisah cukup jauh –Taemin di Seoul dan aku di Indonesia-, nampaknya tidak memungkinkan bagi kami untuk menggunakan ponsel kami untuk saling mengirim pesan atau bertelpon ria, jadi terpaksa kami hanya bisa menggunakan bantuan social network, dan kami pun memilih facebook sebagai penghubung kami.

Memang benar, sebuah artikel yang kubaca pernah menuliskan bahwa, “Social network mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.” Dan agaknya, kalimat tersebut sudah menyindirku secara harafiah. Tapi meskipun begitu, aku sudah kecanduan sejauh ini dan sulit rasanya tidak berkomunikasi sehari saja dengan Taemin. Tanpa candanya, tanpa omelannya, tanpa rajukannya, hari-hariku seakan sepi dan kosong. Dan kali ini kupikir, memang aku sudah tidak bisa lepas dari Taemin.. Benarkah? Kalau iya, maka akan gawat sekali sepertinya.

Oh ya, beberapa waktu yang lalu, Taemin memintaku memanggilnya ‘Tae (re: Te)’, lalu kubilang saja padanya kalau aku juga dipanggil ‘The (re: te)’ juga. Dan Taemin sepakat memberikan julukan Thae couple bagi kami. Ahaha.. ada-ada saja, kan? Tapi, hal konyol seperti itulah yang bisa membuatku tertawa kecil, hingga hal yang bisa membuatku terbahak seperti ketika kami sedang membahas anak kembar.

Ketika itu kira-kira pukul 4 sore –berarti pukul 6 di Korea-, kebetulan Taemin memang sedang demam. Yah, mungkin karena malam sebelumnya dia kedinginan diakibatkan berada di luar rumah terlalu lama, padahal di Korea sendiri udara memasuki musim salju sangatlah extreme. Menurut cerita Taemin, Taesun yang bagiku terlihat sangat hyung-nya itu, tertidur di samping Taemin bersama di atas kasur Taemin. Kata Taemin, Taesun kelelahan menjaganya seharian. Tiba-tiba, badan Taesun berputar menghadap Taemin dan memeluknya Taemin sambil bergumam “Karrie, saranghae.”

Aku tertawa kecil ketika membacanya, apalagi ketika Taemin melanjutkan ceritanya. Masih dengan mata yang terpejam, tangan Taesun yang tadi dipakai untuk memeluk Taemin beranjak turun ke daerah yang sangat sensitive bagi semua pria. Ya, kalian pasti tahu apa itu. Spontan, Taemin langsung menendang daerah sensitive saudara kembarnya, dan tendangan itu membuat Taesun tersentak kaget dan segera berdiri.

Do u wanna know our conversation, dear?

From: Taemin

 

To: Taemin

Ahh~ ofc. What’s that?

 

Aku pun dipaksa menunggu beberapa menit, ternyata Taemin mengetik baris-baris percakapan antara dirinya dengan Taesun secara terperinci. Aku pun membacanya perlahan dan segera saja tertawa lepas saat membaca bagian akhirnya.

            ‘Ya!! Hyung, wae you kick my junior. Aishh.. It’s hurt, pabo!’ kata Taesun sambil mengaduh kesakitan dan tak lupa meninju perut Taemin.

            ‘Why you touch my junior? Wanna make me horny like your dream? Taesun, you are horny when u sleep.’ Sepertinya Taemin berkata seolah membela diri.

      Taesun tertawa mendengar apa yang ia perbuat pada hyung-nya ‘Hehehe.. in my dream, I have sex with some yeoja.’ Kata Taesun dengan wajah innocentnya.

            ‘Ya! Wash your mind from it.’

            ‘I never think about it, hyung.’

            ‘So, why do you dream like that? Hahh?’ dari kata-katanya, sepertinya suasana Taemin agak memanas karena malu tepatnya.

        ‘Eum.. molla. Ahh~ maybe, I want have sex with you, hyung.’ Kata Taesun sambil berlari ke arah pintu kamar Taemin.

       ‘Ya!!!’ dan Taemin pun segera menutup pintunya ketika mendengar teriakan hyung-nya sebelum bantal yang hendak Taemin lemparkan tepat mengenai wajahnya. Dan bagian terakhir itu benar-benar membuatku tertawa keras.

 

Melihat percakapan antara Taemin dan Taesun itu, batinku semakin ingin memiliki anak kembar. Betapa senang dan bahagianya hatiku nanti ketika melihat anak-anak yang tumbuh remaja bersama, saling bercanda seperti itu. Tak ada yang lebih bahagia dari itu, kurasa. Segera saja aku balas personal messages dari Taemin itu sambil tetap terkekeh.

To: Taemin

Ahaha… that’s so funny. Ahaha.. I laugh so loudly in real😄

Don’t just throw a pillow. Why don’t u throw ur dictionary or another thick books to him? ^^

Do u know? It makes me feel wanna have twin children. Kekeke..

 

Well, my chair is so far from me so that I can’t reach that

Then, just make a twin children after you marry

From: Taemin

 

To: Taemin

Mwo? If ur chair is in near u, u wanna throw that to him? Aigo

Ehh? “make twin children” -_-“ Do u think that’s easy, heh?

I have even no any twin in my family generation. How could I “make” it?

 

Yes.

Read books..

I ever read that to learn

U can have twin baby, but there r some rules to have sex

From: Taemin

 

To: Taemin

Rules?

What is the rules to have twin baby?

 

Ahh~ just find that books in bookstore

From: Taemin

Ingin sekali aku tertawa lagi saat ini jika mengingat dan membayangkan lagi percakapan itu dengan kemampuan imajinasi yang aku miliki. Yang tidak habis pikir adalah saat Taemin mengatakan hal-hal  mengenai anak kembar itu. Sampai sekarang pun tampaknya aku masih tercengang, aku yang jelas-jelas sudah berumur 17 tahun saja tidak pernah membayangkan bahwa aku akan membaca sebuah buku penuntun seperti itu. “Aigo, namjachinguku jauh lebih dewasa daripada diriku sendiri.” Kataku saat membaca ulang personal message dari Taemin sembari menunggunya online.

** Clouds El Moon **

Tidak terasa sekarang malam natal. Malam ini Taemin berjanji akan menemaniku sampai pukul 00.00 WIB. Agak konyol memang, tapi aku ingin dia menemaniku berdoa tengah malam nanti. Padahal aku sadar betul, jika dia menepati janjinya, dia akan tidur larut malam, aku sendiri tahu akibatnya bila dia tidur terlalu malam, tapi kenapa aku masih saja memaksanya, ya?

Setelah pulang beribadah di gereja, aku memutuskan untuk membiarkan laptopku menyala dengan paparan akun facebook ku pada layarnya. Untuk berjaga-jaga, jadi saat Taemin online nanti, aku tidak terlambat untuk membalasnya. Dan sengaja aku mem-post­-ing sebaris kata di dindingnya agar dia bisa membalasnya dengan comment disana. Memang biginilah cara kami berkomunikasi, jika tidak melalu personal message, kami akan memanfaatkan comment di status masing-masing dari kami ataupun dengan comment pada wall yang kami posting masing-masing.

** Clouds El Moon **

Akhirnya detik-detik waktu yang ditunggu pun tiba, Taemin akhirnya online 5 menit sebelum pukul 00.00. Tadinya aku merasa sedikit kesal karena tiba-tiba Taemin mengatakan bahwa dia tidak dapat menemaniku karena ada masalah mendadak, tapi ternyata dia hadir juga saat ini. Tak lupa aku mengucapkan “Merry Christmas” padanya setelah aku berdoa sebentar dalam hati. Dan akhirnya, tahun 2011, aku dapat menghabiskan waktu-waktu terindah natal ini bersama orang yang mengisi hati dan hidupku. Tadi aku berdoa, agar supaya aku dapat menghabiskan moment-moment penting lainnya bersama seorang Lee Taemin.

** Clouds El Moon **

 

Entah mengapa subuh-subuh seperti ini, tanganku terasa gatal untuk online. Segera saja aku sambar ponselku yang selalu memutar lagu-lagu berbagai genre yang mengiringi aku tidur untuk online. Tanpa perlu bersusah-susah untuk log in, ponselku secara otomatis akan membawaku pada akun facebook baruku. Aku lihat notification-ku yang banyak dan mataku terbelalalak ketika melihat keterangan ‘Lee Taemin posted on your wall at 5.20.’, segera aku menggeser jari-jariku pada link tersebut dan membacanya.

I have a poetry in Indonesia language for you.i tried to translate it for few days

I know it will be weird,but I hope you like it

 

Sebuah mentari tua tengah berpijar

Namun kini tak secerah dahulu kala

Desir ombak menyapu pasir pantai

Kini mengguncang alam semesta

Banyak pasir yang berteriak

Kini alam menampakkan wajahnya yang dulu

Tersembunyi di balik kehijauan alam ini

Namun tak seoarang pun dapat tahu

Namun  rasa cinta saya terhadap kamu tak akan redup

Tak akan tersapu oleh banyaknya desir ombak yang besar

Tak aka nada yang mampu

Menggoyahkan rasa cinta aku kepada kamu

Aku tidaklah seorang pujangga yang dapat mengarang

Namun inilah ketulusan aku

 

Someone help me to translate my poetry into Indonesia

I know it would be weird for you.I’m not sure that I use the right Indonesia.hehe..

 

            “Manis.” Satu kata itulah yang dapat aku ucap. Pagi-pagi begini, seorang Taemin sudah cukup mengejutkanku dengan puisi itu. Memang bagi orang-orang yang sudah fasih betul bahasa Indonesia, agaknya kata-kata itu terdengar aneh, tapi aku memakluminya. Bagaimanapun pasti sulit baginya men-translate­ puisi yang mungkin dia buat dalam bahasa Inggris untuk dapat diartikan ke bahasa Indonesia. Walaupun begitu, aku masih bisa memahami artinya. Bahkan sangat paham tentang makna tersirat dari usahanya mengartikan puisi itu kedalam bahasa Indonesia. Apalagi artinya jikalau bukan karena Taemin sangat tulus menyayangiku? Apalagi artinya kalau bukan dia sungguh-sungguh untuk mencintaiku? Dan kupikir, aku mulai tak ingin kehilangannya, apapun alasannya.

Segera aku menulis bait-bait puisi itu di dalam binder yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Aku tidak mau terlewatkan satupun kenangan tentang Taemin. Tapi tunggu, kenapa aku harus mencatatnya? Aku kan bisa terus-menerus melihatnya kalau aku online? Gak, hati kecilku memintaku untuk mencatatnya. Ahh iya, bukankah lebih baik jika aku bisa melihat barisan puisi itu dari binder tanpa perlu repot-repot online terlebih dahulu?

Aku pun mencatat barisan puisi itu di bukuku dan tak lupa membuat barisan puisi juga untuk Taemin. Aku ingin Taemin juga memiliki kenangan tentangku.

Taemin-ah, I make u a poetry, too

I’m not good to make an English poetry, so that I’ll write this in bahasa Indonesia then u can translate it..

 

Kau hadir dalam semburat luka yang menganga

terlalu sakit hingga tak dapat dirasa

dan melebar ketika terpercik sedikit nestapa

 

Aku bukanlah seorang yang punya daya

aku hanyalah gadis yang mencoba untuk menghadirkan asa

mencoba terjaga ketika tangan tak mampu lagi meraba

 

Kau tahu?

Hadirmu lebih dari sekedar kekuatan

Ketulusanmu lebih dari sebuah harapan

dan

Cintamu lebih dari segenap udara yang kubutuhkan

Kau tahu?

Sekarang aku lebih kuat

Sekarang aku memiliki pengharapan

Sekarang aku dapat bernapas lega

 

Tapi..

Aku memiliki ketakutan

jauh lebih hebat dari yang pernah kurasa

Aku takut kau meninggalkanku

Aku takut kau menghilang

Aku takut kau pergi hingga tak kembali

Aku takut…

takut bahwa semua ketakutanku terjadi

dan aku kembali

lemah

tak berdaya

dan terpuruk lagi

 

Aku juga tak mengerti kenapa puisi yang ku tulis dengan tanganku menjadi seperti ini. Terlihat agak menyedihkan memang di bagian akhirnya, tapi itulah kenyataannya. Aku terlalu takut kehilangannya. Aku takut suatu saat nanti aku bahkan tidak bisa menggapai apapun dari dirinya.

Akupun langsung menyambangi laptop dan mulai mengetik barisan puisi yang telah kubuat di atas kertas yang sama dengan yang kugunakan untuk menyalin ulang puisi yang Taemin berikan untukku, ‘Apa yang harus aku lakukan seandainya suatu hari aku tidak bisa lagi memandang nama-namanya dalam layar komputer atau ponselku?’ batinku dalam hati sambil terus mengetik barisan-barisan puisi untuknya.

Dan akhirnya, hari ini kami mengobrol sepanjang hari. Mulai dari pagi hingga malam. Dan kalaupun berhenti, itu dikarenakan kami akan makan siang dan makan malam atau karena tiba-tiba orangtua kami memanggil kami untuk melakukan sesuatu perkerjaan rumah. Hari ini tampak seperti hari penghabisan, aku tak tahu tapi itulah yang kurasakan.

** Clouds El Moon **

Hari ini aku ada janji dengan seniorku untuk mengadakan sebuah rapat. Pagi-pagi sekali aku sudah minta izin pada Taemin dengan postinganku di dindingnya, jadi dia tidak perlu menungguku untuk online siang ini. Tapi sampai dua jam aku menunggu di jalan seperti ini, belum juga ada kepastian bahwa dia akan datang atau tidak. Aku uring-uringan di tengah jalan, tidak jelas aku harus kemana. Kutelpon dia, tapi tak juga diangkat. Akhirnya aku memutuskan untuk jalan tak tentu arah dengan menggunakan wedges 10 cm yang kukenakan. Dan akhirnya keputusanku itu malah membuatku tersesat tidak jelas.

Di saat-saat seperti ini, aku masih sempat-sempatnya berpikir untuk meng-update status yang berbunyi “Help me!!!! –shout-“ di situs jejaring facebook dan tak kusangka Taesun mengomentarinya.

Dengan bahasa yang menurutku agak panik, dia menawarkan diri untuk memanggil Taemin. Aishh~ itu tidak akan membantu. Yang aku butuhkan sekarang adalah jalan pulang, bukannya mengobrol dengan Taemin. Tapi, aku juga tidak bisa memungkiri, saat mengobrol bersamanya, ada suatu perasaan tenang di hatiku. Aku bisa merasakan bahwa Taemin memperhatikanku setiap saat dan memahat namaku di pikirannya. Aku tahu, seharusnya yeoja sepertiku, yang pernah benar-benar merasa hancur sekaligus lelah karena perlakuan manis seorang namja yang tiba-tiba saja meninggalkanmu disaat kau masih mencintainya, tidak boleh lagi terlalu terbuai dengan ucapan manis seorang namja lagi, apalagi keadaanmu sekarang adalah kau tidak tahu seperti apa dia sesungguhnya sekalipun kemarin dia sempat mengirimkan foto dirinya yang asli. Tapi, entah kenapa, aku memang tidak merasakan apapun selain tidak ingin kehilangannya. Dia berbeda dari kebanyakan namja yang ku kenal. Orang-orang mungkin berpikir aku bodoh dan sedikit kurang waras, tapi kan diriku yang menjalaninya. Dan aku tahu apa yang aku lakukan.

Dan akhirnya, aku memutuskan untuk naik ojek hingga sampai di depan rumahku daripada aku harus terus berjalan tapi tidak tahu kemana.

Sesampainya dirumah aku melanjutkan kegiatan online ku sambil berbaring, mengatur napasku yang tersendat, dan merenggangkan otot kakiku yang kaku. Sejak tadi aku hanya berbalas comment dengan Taesun tanpa melihat apa statusnya hari ini. Akupun beralih ke akun Taesun dan men-scroll layar ponselku ke bawah. Dan jantungku hampir copot melihat statusnya itu.

I’ll deactive ma acc this 2012

Aku yang baru saja melepas lelah, langsung saja menangis keras. Bagaimana tidak? Jika Taesun deactivate akun facebooknya, maka Taemin pun akan melakukan hal yang sama. Bukan karena mereka kembar jadi mereka selalu melakukan hal yang sama, tapi yang aku pikirkan adalah seorang Taesun yang gemar online saja harus menutup akun facebooknya, apalagi Taemin yang tidak akan membuat akun facebook kalau bukan karena permintaan langsung dari Taesun yang didasari oleh perasaan yang kusimpan untuk Taemin  sejak lama.

Aku menangis sejadi-jadinya, dan beruntungnya aku, rumahku hanya ada adikku. Kedua orangtuaku pergi entah kemana. Aku menangis dari pukul lima sore. Aku tertidur saking lelahnya menangis dan sejam kemudian aku terbangun lalu menangis lagi hingga pukul 10. Taemin tahu aku menangis. Dia merasakannya, maka dari itu sejak pukul  8 tadi dia online dan berusaha menenangkanku sampai berusaha memintaku untuk melupakannya sebelum akhirnya tanggal 1 Januari 2012, aku tidak akan pernah melihat barisan-barisan ketikan tangannya dari ponsel ataupun dari layar laptopku lagi.

Aku benci menunggu apalagi harus menghitung waktu saat menunggu. Aku pikir aku tidak akan mampu. Aku lihat di akun facebook milik Karrie, diapun juga menangis. Aku tahu itu dari status yang dia update ke akun facebooknya. Kenapa kami, para perempuan yang harus selalu menjadi korban dari cinta yang kami berikan untuk laki-laki yang kami cintai? Tidak. Tepatnya, kenapa aku harus selalu seperti ini. Ditinggalkan saat aku masih haus akan perhatian dan kasih sayang namjachingu ku? Dan sekarang, Taemin mencoba membuatku membencinya dengan mengatakan bahwa dia tidak mencintaiku lagi. Dosa apa yang dulu aku perbuat sehingga aku harus mengalami karma seperti ini? Adakah dulu aku melakukan kesalahan yang berat pada laki-laki? Adakah, Tuhan? Disela-sela tangisku, aku berpikir mengenai Tuhan yang tidak pernah berpihak padaku.

Kenapa kau begitu tidak adil padaku, Tuhan? Kenapa kau membiarkan aku jatuh hingga remuk setelah kau mengangkatku tinggi-tinggi di awang batas kebahagiaanku? Tuhan, aku tidak butuh apapun lagi di dunia, aku cuma butuh seorang Taemin yang bisa menyemangatiku untuk belajar, yang selalu mengingatkanku untuk menjaga kesehatanku dan setiap waktu memarahiku jika aku lupa memakai jaketku hingga aku terserang flu karena udara Lembang yang dingin. Aku hanya perlu dia yang pernah bertengkar hebat denganku karena rasa cemburunya padaku yang tidak bisa online karena menelpon teman laki-lakiku, yang selalu meninggalkanku tiba-tiba karena dia ingin membaca buku di perpustakaan, yang selalu memberikan ciuman maya padaku ketika aku meletakan emoticon cemberut saat mengobrol dengannya. Kenapa kau ambil semua yang berharga untukku, Tuhan? Kenapa kau begitu tidak adil padahal kau tahu aku ini adalah gadis lemah.

Dulu, di ulang tahunku yang ke 17, aku kan hanya memintaMu untuk memberikan seseorang untuk menemani natalku dan juga ulang tahunku yang ke 18, dan aku tidak pernah memintaMu untuk mengambilnya setelah kedua hari penting itu, Tuhan.  Bahkan aku tidak pernah mengucapkannya lebih daripada itu. Tapi, kenapa sekarang Kau ingin mengambilnya? Tidakkah aku anak domba yang berharga untukmu, Tuhan? Kenapa kau membiarkanku mendapatkan kado natal yang terburuk dalam hidupku? Kenapa mereka harus hadir dalam kehidupanku jika memang mereka akan pergi lagi dariku? Dan bodohnya aku, membiarkan hal seperti ini terjadi untuk kedua kalinya.

** Clouds El Moon **

Bahkan hingga siang hari, setelah aku menghabiskan malamku dengan isak tangis yang tak berhenti, aku masih saja terdiam di tempat tidurku sambil menangis. Aku terus mengulang-ulang ketidakbaikan Tuhan padaku, ketidakberpihakan Tuhan kepada hambaNya yang bahkan selalu ingat padaNya baik susah ataupun senang. Apa mungkin aku kurang bersyukur pada Tuhan, maka dari itu Ia selalu membiarkanku berlinang air mata karena menangisi kepergiaan seseorang yang berarti dalam hidupku? Iyakah begitu?

Akupun mengetik barisan kata dan ku post sebagai status facebook ku.

God, please listen to me. I never ask u to give me more than a caring and loving. Why do u take all of my happiness in my life? Why do u let me fall down after i’m in hills of my life?? I just ask u to give me someone on my b’day, not to take him away, Lord. Why r u so unfair to me?? I’m a weak girl, Lord. Please, let me together until forever. Amen..

 

Taemin melihat statusku dan kemudian memberikan komentarnya:

Don’t judge Lord
Lord gives you a happiness everytime
but maybe now Lord want you be a strong girl and didn’t want you cry and be a weak girl.
Lord is fair for us.
One day you will find your happiness more than you get now.
Trust to Him

 

Melihat komentarnya itu, aku berpikir ulang. Mencoba menjernihkan otakku yang sudah sejak tadi mengutuki Tuhan. Kami terus saling berbalasan comment, dan dari sanalah aku tahu bahwa sebenarnya dia juga ingin menangis tapi tidak bisa. Dia benar, aku bahagia dengan kehidupan dunia maya seperti ini. Aku tidak pernah merasakan sakit hati lagi bahkan aku bisa tiba-tiba tertawa sendiri sekalipun aku sedang duduk bersama orang tuaku.

Kadang aku bahkan tidak memperhatikan mereka ketika mereka berbicara padaku dan malah asyik sendiri dengan dunia maya yang ku keluti selama beberapa bulan terakhir ini, aku sibuk menjaga agar laptopku tetap stay on pada akun facebook ku dan tak pernah lupa untuk selalu menyiapkan ponselku agar dapat online selama belajar di kelas. Aku mungkin memang sudah keterlaluan, tidak bisa mengatur waktu, bahkan membuat namjachingu ku yang sudah jelas lebih muda dariku, masih sekolah kelas satu SMA jika di Indonesia itu harus begadang demi bisa mengabulkan permintaanku. Nampaknya, aku memang sudah berlebihan.

Tak lama, aku pun sadar. Mungkin memang Tuhan punya rencana baik dari tangisan ini. Taemin benar, aku tidak boleh menyalahkan Tuhan. Karena apapun yang aku dapat hari ini adalah tabunganku untuk hari depan. Aku tidak perlu takut menghadapi apa yang Tuhan inginkan terjadi untuk hidupku.

Tidak seperti mantanku yang sebelumnya, yang mencoba membuatku benci padanya terus-menerus, Taemin pasrah karena tidak bisa memintaku untuk membencinya dan akhirnya dia lebih memilih untuk meninggalkan sepenggal harapan dan kenangan manis di hari terakhir  kami dapat berkomunikasi secara lancar dengan facebook. Dia bercerita kalau beberapa hari belakangan ini, Taesun dan Taemin berubah menjadi seorang pengasuh bayi bagi anak-anak pamannya. Dia bercerita mengenai rasa cemburunya pada Taesun karena si bayi laki-laki yang berumur 9 bulan tidak mau dijaga oleh siapapun  kecuali Taesun, sementara si balita perempuan selalu menganggap Taemin seperti ayahnya sendiri dan selalu mengajak Taemin bermain Barbie.

Dia bilang itu memalukan baginya, tapi aku mencoba menggodanya dengan bertanya, ‘what if ur kid who treat you like your cousin does, heum?’, dan dia pun menjawab ‘yeah, I will play Barbie with my kid.’

Sambil tertawa seraya menggigit bibir bibirku karena aku ragu dengan balasanku untuk pernyataannya tadi aku pun tetap mengetik kata, ‘Ne, later you will play with you and your wife kid.’, dia pun menjawab, ‘yes’. Aku pun kembali menggigit bibirku saat mengetik jawabanku selanjutnya, ‘And I hope she is me..’

Sungguh, aku mungkin terlalu berani mengatakan itu, tapi aku cukup terlonjak ketika melihat balasannya, ‘hope so.’

Melihat kata-kata itu, akhirnya aku punya kemampuan untuk berdiri sekarang. Aku mampu mengatakan padanya bahwa aku akan menunggunya, bahkan untuk waktu yang tidak kami ketahui sampai kapan akan berakhir. Dan akhirnya aku pun berkata, ‘Hhhh.. i want u to be the one who be the father from my children. That’s why, i’ll wait u🙂’

Dia terlihat ragu, hingga menanyakan kesungguhanku. Dan dengan anggukan yang mantap, aku yakinkan dia dengan comment ku selanjutnya. Aku yakin dia melihatku mengangguk seperti sekarang ini dan kuharap dia menungguku juga.

Dan selama kami berbincang-bincang, Taemin memposting sebuah lirik lagu di statusnya:

donna toki mo love
Kono kokoro ni love
afureru hodo always love
Kimi wa boku no egao no riyuu
now aenai toki mo smile
ganbatteru tte
tsutaetai ima sugu
todo ketai ai wo komete

 

Listen this song if u miss me..

I will always love you

** Clouds El Moon **

Akhirnya, dia tidak jadi deactivate akun facebooknya. Dia menuruti permintaanku untuk meninggalkannya dalam keadaan active sehingga aku bisa melihat pembicaraan yang pernah kami lakukan, baik melalui comment di status kami ataupun dari wall-to-wall. Dan aku harap, dia bisa hadir lagi di dunia maya, bertepatan di hari-hari penting seperti valentine, ulang tahunku, natal dan tahun baru di tahun-tahun berikutnya. Dan semoga, permohonan malam tahun baruku di kabulkan, yaitu: bertemu dengan Taemin dengan perasaan cinta yang sama seperti sesaat sebelum dia meninggalkan duniaku yang sempurna, dunia maya.

** Clouds El Moon **

N.B: “Dan jikalau ada hal yang bisa aku lakukan setelah kepergianmu, hal itu pastilah menunggumu..”

Aku akan menunggumu selama yang aku bisa, dan aku harap selama yang aku bisa itu adalah selamanya..

사랑해, Shy boy.

Moonzy

** Clouds El Moon **

 

Yippii… ^^

Akhirnya selesai juga deh FFnya. Tepuk tangan semua ^^ -clap.. clap.. clap..- ^^

Eum.. FF ini didedikasikan bagi kamu kamu yang pernah mengalami hal semacam ini. Kadang kita sering berpikir bahwa ini gak adil, itu gak adil, ahh Tuhan gak berpihak sama aku nih, atau semacamnya.

Hey, Tuhan tahu apa yang kita butuhkan dan karena itulah kita gak perlu tahu apa yang sebenarnya ada dibalik semua yang kita alami, kita cukup bersyukur aja kok ^^

Ditinggal ataupun kehilangan bukan selamanya membawa keterpurukan, tapi justru kebangkitan bagi diri kita sendiri. Kalau kita sadar bahwa kita berharga di mata Tuhan, maka kita juga akan sadar pula bahwa banyak sekali rencana-rencana indah yang Tuhan bentuk dan sediakan bagi umatNya ^^

Oh ya, HAPPY NEW YEAR YA BUAT KALIAN SEMUA!!!!! SEGENAP SSF SEKALIAN ^^

SEMOGA KITA MAKIN AKRAB YA, KAWAN-KAWAN!!!! ^0^

SEMOGA HARAPAN DAN IMPIANNYA TAHUN INI TERKABUL!!

Ppyong ^^

 

©2011 SF3SI, Ji I-El.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Cyber Love = LDR [2.2]

  1. keren..FF nya daebak…btw,aku pernah mengalami hal yg sama…persis malah..mulai dari cara kita komunikasi sampe cowo nya tu emang bnr2 sodara kembar n sifat nya mirip sama tae twins ini..trus ditinggal dgn cara memutuskan satu2 nya jalan komunikasi antara kita berdua.emang blm smpe pacaran sih,tp rasa deket nya itu yg ga bisa dilupakan n ditinggalkan.huaaa….jadi ikutan sedih,rasanya kek baca diary sndri…*maap curcol random..wkwkwk

    dari yg kubaca2,ni FF kayanya bnr2 kisah nyata author deh..bnr ga?tp ya udah lah..kl emang ditinggal ky gitu pasti tuhan emang punya rencana laen..ya memang ga sesuai harapan tapi itu pasti yg the best kl kita menjalani nya dgn iman dan pengharapan..*malah khotbah.haha

    ok,hwaiting bt author..ttp smgt! aku tunggu FF sljnt nya..^^

    1. Ahahaha… Pengalamanku?? Eum.. sok tahu deh. Kekeke..😛
      Eum..
      Iya sih, nyesek bgt ya jadi si Athena. Udh sayang bgt ehh malah ditinggal gitu aja
      Oh ya, masih ada kelanjutannya loh
      Jangan lupa ya
      Dan aku hrp FF selanjutnya bisa bikin km makin mewek.. Loh??😄
      Thanks for ur comment ^^

  2. Kereeeeeeen!!! tapi agak ngegantung thor….T^T
    masih penasaran sama lanjutannya….tapi nggak apa-apalah!
    kata-katanya itu lho thor….dalem banget….tapi serius (limarius malah) kereeeen XDD

    1. Yee… kalian ini pada ga baca part 1 pas aku berkoar-koar ya?
      Kan masih ada part bonusnya ^^
      Well, thans for ur comment ^^

  3. Ngegantuuuuung!T^T
    nih kisah nyata yah thor??#nyolek”author
    soal.a feel.a terasa bgt =3,..aq sesuju sm kt”.a author,walopun kdg qt ngerasa Tuhan gg adil,sbnr.a Tuhan punya rncn sndr bwt qt =D
    aq tgu kelanjutannyaa..hehe,kan kt.a ad part bonus wkwkwk

    1. Ahahaha… ini dia nih reader yg merhatiin koar”annya aku bener” ^^
      Eum.. aku kan klo nasehatin org pinter tau makanya bs bkin kata” kyk gitu ahhhaiii ^
      Kekeke…
      Thanks for ur comment ^^

  4. agak gantung ehehe tapi aku terharu banget sama ceritanya~

    aku penasaran deh, si tokoh ‘Taemin’ di reallifenya orang Korea atau adaptasi aja? trus nasib Taesun bagaimana? aihhh aku terharu, feelnya dapet banget! dan ada sisipan lyric ‘Always Love’nya SHINee, itu mempermanis!

    selamat tahun baru juga🙂

    1. Knp semua org bilang ‘gantung’ sih
      Ya elah.. kan msh ada part bonus, cinta ^^
      Heum.. cerita aslinya sih, yg jd Taemin itu org Jepang. Ohoohoho… ^0^
      Tp agak pusing aku bikinnya klo diceritain Taemin it org Jepang. Kan aneh =.=
      Thanks for ur comment ^^

  5. daebak
    jjang

    rangkaian klmt endingnya keren

    aq ternyata blum bc yg ini.. mlh bc yg drabble itu duluan.. pntes td pgi brasa bingung… kkkkk

    1. Ehehe.. tapi untung ya aku kasih link-nya jd gak salah” lg dong ^^
      Trus udah baca summary kah??
      Jd inget ya, klo Happy ending itu gak ada hubungannya sama sekali dengan sad ending, tp hubungannya dengan yg ini ^^

      Thanks for ur comment🙂

  6. agak sedikit nyesek pas mereka secara tidak langsung “putus”😦
    tapi, baca kata-kata taemin yang sweet bikin aku senyumsenyum gaje🙂
    hahaha😀
    aku pengin happy ending >.<

    1. Ehehe…
      Umm sebenarnya sih mereka ga putus kok, coba deh km baca Not Cyber Love=Not LDR
      Nah, nanti akan ketauan sebenarnya mereka gimana ^^

      Well, thanks for ur comment ^^

    1. Part bonusnya udah ada kok sayang, maaf ya baru bls skrng🙂
      Habisnya aku jarang OL sih
      Umm iya, aku juga suka lgu itu:)
      Thanks for ur comment ^^

  7. Untung critanya ga brakhir dsini, klo bener2 brakhir yaampuun gantung banget author!!

    Ini bneran kisah nyata author? kasian amat org yg jalaninnya. Oya, ffnya bagus author aku suka, two thumbs up deh🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s