From Onew Oppa, To Onew Oppa

From Onew Oppa, To Onew Oppa

Title                       : From Onew Oppa, To Onew Oppa

Author                  : Samantha Winch ( Sung Ji Jae )

Main Cast            : Shin Sae Rin (OC), Lee Jin Ki (SHINee)

Support Cast      : Another SHINee members, kim tae kyung ( OC)

Genre                   : AU, Sad, Angst

Length                  : Oneshoot

Rating                   : G

hehehehe….. ini ff pertamaku. pada para sunbae yang udah berpengalaman tolong kasih tau kalo ada yang salah ya… minta bantuannya nih… ini diambil dari pikiran aku sendirilah *PLAK. ff ini aku buat karena waktu itu aku sms-an sama temen aku, trus bahasa menyentuh hati banget. daripada tuh sms nganggur, mendingan dibuat ff aja….:D sms yang nanti ada itu bener2 sms aku sama temen aku. ga ada perubahan sedikit pun dari sms itu… tentunya dan pastinya jangan ditanya kalo nama2 yg terpampang * jiah bahasanya   di sms itu diubah. judul ga nyambung sama cerita? entar tau deh kalo teliti (eh, taunya pada tau semua, gagal deh -.-). happy reading aja deh buat semuanya… minta kritik, saran sama pendapat ya…
~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

aku menghempaskan tubuhku di padang rumput yang sudah terlihat menguning. desiran angin yang menerbangkan rambutku perlahan menambah kegusaranku hari ini. ada apa sebenarnya? akankah sesuatu yang buruk akan terjadi? kutepis rasa penasaran dan kekhawatiran yang semakin menjadi – jadi dalam benakku. menikmati sejuknya udara siang ini yang berawan.

seseorang langsung meletakkan kepalanya di tangan kiriku yang melebar sedari tadi. aku hanya menatap kearah semua orang yang mulai berjatuhan menghempaskan dirinya layaknya aku tadi. seseorang yang bersuara bass yang kutahu pasti itu minho oppa, membisikkan sesuatu di telingaku.

” sae rin, tadi onew hyung mengatakan bahwa ia sedang ada urusan dengan tae kyung noona. jadi ia tidak bisa kemari.”

tae kyung eonnie, dia pelita hatinya. penerang kehidupannya. segalanya untuknya. sebelum dia datang dan masuk ke kehidupan onew oppa, dia sering murung. tak jarang – jarang ekspresinya lenyap. tatapan kosong selalu menghiasi matanya setiap aku melihatnya.

” aku tahu. dia sudah mengatakannya padaku. biarkan mereka bersama.”

” kau selalu tahu yang terbaik untuknya. apakah kau menyukainya?” hah… taemin oppa, aku tak mungkin mencintai oppaku sendiri.

” dia yang selama 2 tahun bersamaku tak mungkin kucintai. dia keluarga utuhku disaat aku tak mendapatkan kasih sayang dan malah mendapat hal – hal yang menyakitkan dari sebuah KELUARGA.” penekanan nada yang kuberikan terhadap kata – kata menyakitkan itu mendapat respon anggukan dari yang lain.

langit kemerahan mulai terlihat. aku segera menggeser kepala yang sedari tadi menyandar di tanganku. kepalaku mendongak sekali lagi melihat warna kemerahan yang mulai menyebar. lalu aku berjalan dalam diam diikuti dengan 4 namja yang menemaniku tadi. mereka menyebar dan menyalakan kendaraannya masing – masing lalu bergegas menyalakannya dan pergi.

hpku bergetar tanda pesan masuk. sebuah lengkungan kecil terbentuk dari tarikan kedua sudut bibirku. onew oppa. setidaknya dia tidak terlalu sibuk dengan yeojachingunya itu dan masih bisa berkumpul dengan kami.

from : ondubu oppa
saengie….

to : ondubu oppa
wae oppa?

from : ondubu oppa
apa yang akan kau lakukan jika bahkan kau sendiri tak tahu apa yang kau rasakan? semua ini menyebalkan…
* apa aku harus menulis send all? dan aku yakin kau tidak akan mengirimnya pada siapapun.

to : ondubu oppa
mengingat masa lalu yang tak pernah bahagia

‘hah… bahasa yang kugunakan terlalu berlebihan. kenapa bahasa kiasan ini bisa keluar begitu saja dari pikiranku?’ pikirku sambil memasang senyum garing.

from : ondubu oppa
mengingat hari ini…

to : ondubu oppa
ada apa dengan hari ini?

from : ondubu oppa
sudah dibilang… bahkan aku juga tidak tahu… satu – satunya hal yang aku tahu, aku ingin dipeluk… mungkin besok juga…

to : ondubu oppa
semuanya bahkan bersedia memelukmu…

from : ondubu oppa
aku ingin dipeluk
besok
aku bahkan tidak tersenyum pada nenekku…
aku… tidak yakin besok aku akan seperti biasa…
semua ini aneh bahkan bersama ri saja tidak cukup…

to : ondubu oppa
perlu seseorang…
benda mati tidak akan membalas perlakuanmu

from : ondubu oppa
tapi itu berarti 12 setengah jam lagi dan belum tentu aku akan langsung dapat pelukan… kenapa semua ini begitu rumit? dasar perasaan bodoh… bahkan pemiliknya tidak tahu apapun…
apa sebuah kesalahan menjadi seorang hugholic?

to : ondubu oppa
hmm.. terkadang kesabaran adalah kunci dari segalanya. mungkin saja, dengan bersabar kau akan melupakannya dan kembali seperti semula.

from : ondubu oppa
tidak tahu…
semuanya aneh…
aku tidak tahu harus bagaimana besok…

to : ondubu oppa
jalani…
satu – satunya hal yang bisa dilakukan. kita bukanlah seorang yang mengetahui masa depan.

from : ondubu oppa
tapi… aku benar – benar ingin dipeluk… ri tidak akan bisa memelukku…
ri tidak punya kehangatan manusia… ri hanya punya kehangatan arwah…
paling tidak bukan arwah yang mengikutiku sampai ke mimpi

to : ondubu oppa
orang terdekatmulah yang bisa melakukannya.
siapapun yang ada di dekatmu

from : ondubu oppa
kau gila? bahkan mereka tidak akan pernah mengerti perasaanku.. mereka hanya akan menertawakanku…
karena mereka tidak tahu bagaimana rasanya jika hati mereka terluka…
mereka tidak akan pernah mengerti…

to : ondubu oppa
mungkin. tapi, belum semuanya kan? lihatlah sekelilingmu
pasti ada

from : ondubu oppa
siapa? nenekku? tidak akan, dia akan menganggapku aneh
kakekku? dia tidak akan peduli…
saudara – saudaraku? seperti yang kubilang, mereka akan menertawakanku…
dan selanjutnya tak ada orang lain lagi…
kau? apa aku harus ke rumahmu untuk memelukmu?
jonghyun? pish, dia terlalu sibuk dengan segala macam hal tentang yeojachingunya.
minho? apa aku pernah menyentuhnya?
taemin? aku rasa dia yang paling jauh dariku
key? aku bahkan tidak tahu rumahnya..
musik buddha ini menambah semua kebingunganku…

to : ondubu  oppa
maaf. mungkin saranku hanya membuang waktu.

senyumanku yang mengembang seketika jadi wajah cemas. aku berjalan gontai saat melihat kembali pesan yang kukirim. apa yang baru saja kau tulis? kenapa kau sebegitu putus asanya menanggapi kata – kata menyakitkan yang bahkan dapat kurasakan dari seorang onew oppa yang begitu bisa mengundang tawa?

from : ondubu oppa
saran yang bagus… hanya saja jika dipikirkan kenyataannya…
semuanya malah terasa menyakitkan…
dan membuat keadaan ini lebih parah…
aku benar – benar menyesali takdirku sebagai hugholic..

to : ondubu oppa
bukan salamu. semua terjadi begitu saja tanpa pernah kita duga.
menyakitkan memang. tapi cepat atau lambat, semuanya pasti berujung manis

from : ondubu oppa
manis… saat seseorang memelukmu
karena sejenak aku bisa melupakan hidup…
tapi seseorang tak akan di sisiku selamanya terlebihjika aku bukanlah seseorang yang berharga dalam hidupnya…
bahkan tidak untuk ayahku sendiri…
juga kalian… kalian tak akan selamanya bisa mendekapku… atau mau…

apa lagi ini? kenapa ia menulis hal yang tidak ingin kubaca? kenapa ia mengatakan seolah – olah ini adalah pesan terakhirnya? kenapa ia membuat beribu pertanyaan di otakku? apakah ini yang membuatku khawatir sejak tadi?

to : ondubu oppa
ya.. kenikamatan itu hanya dapat dirasakan sejenak. seperti menjentikkan jari.
setiap pertemuan pasti ada perpisahan. aku tahu kalimat itu menyakitkan. bahkan aku yang mengatakannya pun,sama sekali tidak ingin menerimanya. tapi terima ataupun tidak, itulah hidup.

from : ondubu oppa
itulah hidup…
roda memuakkan yang penuh trik…
aku akan menyalahkan kakakku karena salahnyalah aku punya hug syndrome…
kenapa ri harus punya arwah? kenapa ri tidak punya kehangatan seperti yang kalian punya saja?
kenapa aku semakin tidak mengerti apa yang kurasakan sekarang?

to : ondubu oppa
semua berbalik pada dirimu sendiri. hanya kau yang tahu apa yang terjadi pada dirimu sendiri…

from : ondubu oppa
tapi bahkan aku tidak tahu apa yang terjadi padaku…
seringkali semua ini terjadi dan aku terpaksa harus puas hanya dengan bersama ri…
semua itu hanya kehangatan palsu, fana, dan tak berwujud…

to : ondubu oppa
otakmu mengatakan demikian. namun hati? bahkan sering kali menolak keinginannya itu.

from : ondubu oppa
memang.. memang hanya otak yang mengatakan semua ini
cukup..
namun pada kenyataannya, hatiku bahkan tak pernah tersenyum dalam kebahagiaan sempurna…
semuanya hanya berlalu begitu saja
bahkan dalam snyuman paling tulus sekalipun, sebuah duka masih terselip, mau ataupun tidak diriku mengingat duka itu…

to : ondubu oppa
tiak ada bedanya… mungkin aku yang tahu perasaanmu… karena semuanya seakan terjadi padaku juga…

dia tidak membalas pesan terakhirku. mungkin dia butuh kesendirian. namun hati yang gelisah membuat cairan bening mengalir melewati pipiku. bagaimana mungkin aku menangis untuk suatu hal yang bahkan belum kuketahui?
*******

onew oppa dan tae kyung eonnie. wah… mereka sangat serasi. tae kyung eonnie yang mengisi kekosongan, bukan hanya onew oppa bahkan kami semua. dan onew oppa yang kata – katanya selalu mengundang gelak tawa serta teriakkan kesal dari kami.

aku berlari ke arah onew oppa yang sedang melamun menatap langit yang ingin menangis. seperti mendukung kesedihan yang terpancar jelas dari wajah onew oppa. kenapa dia? apakah tae kyung eonnie memutuskannya?

” oppa… ” lirih… terdengar lirih karena aku melihat sesuatu yang keluar dari hidungnya.

” hmm.. wae? ” suara lembutnya membuat hatik tambah bergetar. ingin rasanya aku menangis dan memeluknya.

” oppa… ” kupanggil sekali lagi tofu berwujud manusia yang ada dihadapanku ini. ia hanya membalasnya dengan tersenyum. namun senyumannya sangat memilukan.

” hidungmu berdarah… ” ucapku tak tahan menahan tangis. ia tergeletak lemas dan bodohnya aku hanya diam melihat tubuh yang sekarang tumbang. aku menangis dalam diam. seakan semua tubuhku terikat oleh rantai yang besar.
*******

aku tidak berani masuk. aku berada diluar sambil sesekali menggerutu dan berteriak serta menangis tak jelas. semuanya sudah menahanku, namun aku masih terus memberontak. entah aku mendapatkan kekuatan dari siapa, namun dengan mudahnya aku melepaskan semua yang menahanku.

” bukan salamu. semua terjadi begitu saja tanpa pernah kita duga. menyakitkan memang. tapi cepat atau lambat, semuanya pasti berujung manis. ”

DEG

ucapan yang keluar dari mulut key oppa masuk sedalam – dalamnya ke hatiku. kenapa ia bisa mengatakan hal yang kutulis untuk onew oppa? apakah dia membaca semua pesanku? aku seketika diam. entah apa yang dibicarakan oleh tae kyung eonnie dan dokter di ruangan dokter tapi… tae kyung eonnie terlihat sangat bersemangat. tapi aku tahu bahwa hatinya sedang diselimuti kabut kegelisahan.

” aku akan menemui onew, kalian pulanglah duluan.”

” baiklah noona, kami pergi dulu ya. sae rin, mau kuantar?” suara taemin yang seperti anak seumuranku kubalas dengan senyuman dan sekali gelengan.

” aku akan pulang sendiri saja. aku ‘kan membawa mobilku. ” aku melambaikan tangan ke arah tae kyung eonnie. dia membalasnya dengan perlakuan yang sama.

rasa cemas membuat keseimbanganku goyah. seketika itu juga tubuhku seperti terombang – ambing. lalu… gelap. semuanya gelap.
********

” kau sudah bangun?” terdengar suara cemas ala ibu – ibu mengkhawatirkan anaknya. key oppa. dialah yang menjadi ibuku disini. ” hmm.. kamar? ” tanyaku heran.

ah… kemarin tubuhku rubuh di lift saat hendak pulang. lemah sekali kau ini sae rin. disaat seperti ini saja kau masih bisa membuat masalah…

” sudah lama kita tidak ke padang itu. hari ini kita kesana yuk?” ajak onew oppa. ah… syukurlah onew oppa baik – baik saja. entah kenapa wajah murung yang beberapa hari ini sering kulihat lenyap. berganti dengan wajah yang bersemangat. ” aku ikut… aku mau kesana.” aku seketika itu juga bangun dari tempat tidurku.
**********

” kajja, kita kesana. capek.. ” taemin oppa menarik tangaku dan tangan minho oppa. kami hanya menurutinya dan menjatuhkan diriku ke rerumputan yang empuk bagaikan kasur rumahku.

“aku menyayangi kalian..” onew oppa memecahkan keheningan. ” jangan mulai… ” taemin key oppa dengan santainya memotong perkataan onew oppa.

“untuk kali ini saja..”, onew oppa merintih seperti ada benda yang tercekat di tenggorokkannya.

“baiklah..” jonghyun oppa memang selalu mengerti maksud dari semua yang onew oppa katakan.

“bersandarlah, dan tataplah matahari terbenam itu..”

kenapa tiba – tiba semuanya begitu dramatis?kenapa oppa tiba – tiba memerintah dengan nada serius? dan kenapa juga kami hanya manggut – manggut? kenapa waktu berjalan begitu cepat?

“maafkan aku..”

“ya..” minho oppa menjawab dengan polosnya.

“tetaplah bersama..”

“tentu saja..” taemin oppa menjawabnya dengan lebih polos lagi seakan tidak terjadi apa – apa. tapi.. bukankah memang tidak terjadi apa – apa?

“berbahagialah..”

“denganmu..” jonghyun oppa… kata – katamu selalu bisa menyentuh perasaanku… hahaha…

“tegarlah..”

“kau mulai bicara yang aneh-aneh..” aku mulai angkat bicara dengan semua kecanggungan yang onew oppa berikan sore ini.

“aku mencintai kalian semua..”

“apa kami naik pangkat dari ‘sayang’ menjadi ‘cinta’?” key oppa… jangan memulai lawakan yang memperbaiki kehangatan yang kurasakan sekarang.

“kau mau-”

“tetaplah di sana, rinnie..”

seakan ada adegan film, sangat dramatis.

“SHINee..”

suaranya bergetar. kenapa bisa? onew oppa? apakah kau baik – baik saja? kenapa perasaanku menjadi tidak karuan? bahkan untuk berhenti menatapnya pun aku tak bisa?

“berbahagialah, untuk sekarang dan selamanya, aku.. harus pergi..”

“kau akan pulang?” taemin oppa… kenapa kau bertanya hal yang demikian?

gelengannya yang pelan membuat hatiku semakin tak karuan lagi…

“ani.. aku akan pergi..” aku belum bisa mencerna apa yang onew oppa katakan.

“ooh..” semuanya kecuali aku hanya merespon demikian.

“jaljayo..”

“jaljayooo..” ah, semangat sekali mereka…

“SHINee.. keep your head down..”

“kami tahu..” taemin oppa… kau memang selalu mengerti istilah yang onew oppa berikan.

langkahnya gontai.. aku tak tahan melihatnya.. seakan ia ingin ambruk di atas kasur hijau ini..

“SHINee!” ia berteriak..

“ne!”

“saranghae..”

dan kami tersenyum. senyum seperti saat kami tersenyum di hari-hari sebelumnya.
*********

“dia benar-benar bodoh..”

“sae rin?”

“kita.. sepertinya harus menghadiri acara..”

“acara apa?”

“…”

“sae rin?”

“pemakaman..”

“mwo? nugu?”

“…”

“sae rin?”

“onew oppa… ondubu babo….”

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~
<<<FIN>>>

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

45 thoughts on “From Onew Oppa, To Onew Oppa”

  1. mwo??
    Waduh, dikit g ngerti thor 😦
    alnya semua pake bhasa puitis banget T^T
    tp endingx sedih banget hiks…hiks…
    *untung cma fanfic *elus elus dada* phew……*
    thanks buat ceritanya ^____^

  2. sebenarnya aku nggak ngerti ceritanya….tapi nggak tahu ada mukjizat(?) apa endingnya aku ngerti^^ maap thor…saya masih anak ingusan yang nggak ngerti bahasa yang puitis-_-
    nice FF^^

    1. mianhae thor.
      entah comment di com selalu kayak gitu -.- #curcol hehe
      well. aku mau nanya.
      sbnarnya si Onew knpa? kok dia mati?
      dia sakit? sakit apa thor?
      bhasa nya bagus thor. puitis.
      and. daebak thor! 😀
      di tnggu karya slanjutnya 😉

  3. aah, jeongmal keren bangeet TT
    tapi iya sih, rada bingung sama endingnya. Saerin ngomong sama siapa? Kok dia bisa tau onew oppa mati? .__.

  4. hueeeeee, ini chingu buatnya kapan?
    kenapa bisa bertepatan sama kabar ang baru-baru ini ada, kalau onew oppa sakit. jadi ngeri. bagus thor ceritanya, meski untuk ngertinya aku butuh baca berulang-ulang. kekeke.

    btw, sama kayak aku nih, suka ngayal bareng temen lewat sms. haha. seru! ^^

  5. Ada tanda tanya besar di otakku????,, #bingung,,

    Jadi intinya Onew mati??? Apa Saerin???

    Haduhhh,,, bahasanya topp nihh,, biarpun sedikit bingung tp feel sedihnya dapet,,

    Maaf kan otak saya yg sedikit babo ini,, but,, I Like this story,,,
    Endingnya nyesekk,,,

  6. klo boleh jujur, thor…….
    aku gak ngerti jalan ceritanya… -________-
    aku gak ngerti,,,, serius,,,,
    tapi…..
    entah kenapa……
    nyeseknya kerasa banget, nusuk di dada…#reader lebay

    nice ff,,,
    walo aku gak ngerti ceritanya,, tapi fellnya kerasa banget..
    like this!! (y)

  7. sebenernya ga terlalu ngerti, tapi entah kenapa makin di baca kata-katanya nusuk, sambil bayangin kalau onew oppa beneran yang ngomong, rasanya makin jadi sakit, terus air mata netes gitu aja… author hebat…

  8. eonni eonni, maksudnya dalam kehidupan nyata temen eonni meninggal beneran gitu????*ya tuhan.. ngomong apasih gw???* btw ffnya bagus bgt.. aku mengerti ko ceritanya, tapi btw ri itu sopo?? kekekekeke.. nice story:):)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s