Everything – Part 5

Title : Everything [Part 5]

Author : Shineelover14

Main Cast : Member SHINee, Im Yoona SNSD

Support Cast : Han Seung Yeon KARA, Kim Hyera (as Reader’s)

Rating : PG-13

Genre : Romance, Friendship

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini terinspirasi waktu aku liat MV-SHINee yang Replay Jap. Versi. Cuma aku buat dalam bentuk imagenasiku loh. FF ini juga pernah aku publis di beberapa blog. Buat yang udah pernah baca, mohon comment lagi. J

A/N: Pertama-tama aku mau ngucapin banyak terima kasih buat admin yang dengan baik hati mau ng-postin FF aku. Ke dua, buat readers yang udah nunggu-nunggu FF ini makasi banget. Jangan lupa commentnya yang.

<><><><><> 

Kim Hyera P.O.V

“Aaauuuh ..” Aku jatuh terduduk setelah ditabrak oleh seseorang. Bokong ku benar-benar terasa sangat nyeri. Aku tak tau siapa yang menabrak ku.

“Mianhamnida. Apa kau tidak apa-apa?” Kudengar seseorang berbicara dan aku mendongakkan kepala ku seraya menatapnya ragu.

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya lagi.

“Aku tidak apa-apa.”

Baru saja aku ingin berdiri, tiba-tiba rasa nyeri melanda pergelangan kaki ku.

“Aaaaauuuhh ..”

“Kaki mu terkilir nona,” ucapnya seraya menyambut tangan ku yang hampir kehilangan keseimbangan.

“Bagaimana ini? Aku harus segera pulang. Eomma ku pasti khawatir karna aku pulang terlalu larut.”

“Biar ku bawa kau kerumah sakit, setelah itu kau akan ku antar pulang.”

Aku berpikir sejenak. Sejujurnya aku bukanlah tipe gadis yang mudah percaya dengan orang lain, terlebih dengan orang asing yang belum pernah ku kenal sebelumnya. Tapi entahlah aku merasa ia berbeda.

“Baiklah.”

Ia segera memapahku untuk naik ke atas punggungnya dan sekarang ia menggendongku menuju rumah sakit terdekat.

Kim Hyera P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

Jonghyung berlari dengan cepat menuju apartemennya setelah selesai menutup cafe tempat ia bekerja part time. Segera ia membuka knop pintu dan langsung masuk mencari sosok Taemin. Ia benar-benar khawatir dengan keadaan Taemin.

“Taemin! Taemin!” pekik Jonghyun.

Tapi orang yang dimaksud tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.

“Taemin! Taemin!” pekik Jonghyun lagi seraya berjalan menuju kamar Taemin, namun nihil. Ia tidak menemukan sosok Taemin disana. (*Ya iya lah gak ketemu .. Si Taemin kan lagi nganterin Hyera kerumah sakit ..)

“Kau ini kenapa sih Jjong malam-malam teriak-teriak nyari Taemin? Dia pasti ada di kamarnya,” ucap Onew yang tiba-tiba turun dari lantai 2.

“Tidak ada hyung. Taemin belum pulang, aku baru saja memeriksa kamarnya.”

“Mwo?! Belum pulang?! Kemana dia? Tumben sekali jam segini belum pulang.”

Jonghyun menghemaskan tubuhnya di sofa ruang tengah. Ia menjambak rambutnya dengan keras seraya berdecak kesal.

“Aaaaaiiisssh ..”

Onew berjalan mendekat dan duduk di sebelah Jonghyun. Ia merasa ada yang tak beres antara Jonghyun dan Taemin.

“Sebenarnya ada apa? Beritau aku apa yang sudah terjadi.” Jonghyun menghela nafas panjang sebelum akhirnya menceritakan semua kejadian yang menyebabkan Taemin belum pulang sampai selarut ini. Jonghyun benar-benar cemas dengan keadaan Taemin. Ia benar-benar menyesal dengan apa yang dilontarkannya tadi.

“Apa! Jadi kau berkata padanya kalau kau juga menyukai Yoona?!”

“Ne hyung,” ucap Jonghyun dengan nada pelan.

“Seharusnya kau tidak memberi tahunya. Sekarang ia pasti benar-benar sangat terpukul.”

“Ne hyung aku tau. Aku bodoh hyung. Benar-benar bodoh. Harusnya aku bisa mengontrol bicara ku. Tapi aku malah menyakitinya.”

“Sudahlah, sebaiknya kita cari Taemin sekarang. Apa kau sudah menghubunginya?”

“Ponselnya tidak aktif hyung.”

“Baiklah ayo kita susul dia ketempat latihannya, siapa tau dia ada di sana.” Segera Onew menyambar jaketnya yang tergeletak di tepian sofa dan segera bergegas pergi disusul Jonghyun di belakangnya.

Author P.O.V end

<><><><><>

Taemin P.O.V

Aku menggendongnya hingga sampai ke rumah sakit terdekat. Segera ku bawa gadis itu keruang pengobatan. Selama setengah jam dokter memeriksa pergelangan kaki gadis itu. Aku berharap cederanya tidak parah.

Dasar Lee Taemin babo! Aku mengutuk diri ku sendiri. Kalau saja aku tidak menangis sambil berlari, pasti tidak begini jadinya. Haah .. Aku memang selalu menyusahkan orang lain saja. Aku menatap gadis yang ku tabrak tadi. Ia terlihat kesakitan ketika dokter praktek itu menggerakkan pergelangan kakinya.

“Bagaiman dokter? Apa cederanya parah?” tanya ku khawatir.

“Kau tidak perlu khawatir anak muda. Yeojachingu mu hanya terkilir. Dibawa istirahat beberapa hari saja cederanya akan membaik.”

“Mianhamnida dokter. Gadis ini bukan yeojachingu ku. Tak sengaja aku menabraknya tadi.”

“Oh .. Benarkah. Jeongmal Mianhamnida, ku kira kalian sepasang kekasih. Soalnya kalian benar-benar sangat serasi.”

“Ah .. Tidak apa-apa.” Aku tersenyum simpul kepada dokter itu. Lalu pandangan ku beralih pada gadis yang ku tabrak tadi. Ia menatap ku heran. Entahlah apa yang ia pikirkan.

Setelah membayar semua administrasi serta pengobatannya, aku segera menggendong tubuh gadis itu ke atas punggungku. Aku hendak mengantarnya pulang. Kulirik jam tangan ku yang sudah menunjukkan pukul 01.00 KST. Jalanan benar-benar sudah sepi. Kendaraan umum pun pasti sudah tidak beroperasi lagi jam segini. Mau tidak mau aku mengantar gadis itu dengan berjalan kaki hingga sampai di rumahnya. Untung saja jarak rumahnya tidak jauh dari apartemen ku jadi setelah mengantarnya aku bisa segera pulang.

“Kau sudah menghubungi ibu mu?” tanya ku memulai pembicaraan.

“Belum. Ponselku mati. Aku berharap ibu tidak marah besar pada ku. Aku benar-benar sangat takut.”

“Tenanglah biar aku yang menjelaskan semuanya kepada ibu mu.”

“Gamsahamnida.”

“Boleh ku tau siapa nama mu?” tanya gadis itu.

“Lee Taemin imnida. Kau?”

“Kim Hyera imnida.” Seketika suasana kembali menghening. Aku bingung apa yang harus ku katakan lagi pada gadis yang bernama Hyera itu. Aku hanya berkonsentrasi dengan tangan dan kaki ku yang mulai terasa pegal. Semakin kupercepat langkah ku agar segera sampai ke rumah Hyera.

“Mianhamnida karna sudah membuat mu repot,” ucap Hyera memecah keheningan.

“Aniyeo. Aku yang salah karena telah menabrak mu tadi jadi sudah seharusnya aku bertanggung jawab terhadap diri mu.”

“Jeongmal gamsahamnida Taemin-ssi.”

“Ne.”

Tak lama waktu berselang, akhirnya kami sampai juga di depan rumah Hyera. Aku mulai berjalan memasuki halaman rumah Hyera yang lumayan luas. Ku ketuk pintu rumah yang bergaya minimalis itu. Dan tiba-tiba wanita paruh baya muncul dari balik pintu tersebut.

“Annyeonghaseo. Cheoneun Lee Taemin imnida. Maaf Ny. Kim membuat anda khawatir, tadi tanpa sengaja aku menabrak anak anda dan kakinya terkilir. Aku harus membawanya ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum mengantarnya pulang,” jelas ku panjang lebar. Wanita paruh baya itu menatap ku dengan tatapan penuh ke khawatiran.

“Ne. Gamsahamnida Taemin-ssi karna sudah mau mengantar putri ku pulang.” Ny. Kim pun mempersilahkan ku masuk. Kurasa tubuh Hyera mulai semakin berat, sepertinya ia tertidur di punggung ku.

“Mianhamnida Ny. Kim. Boleh ku tau kamar Hyera dimana? Ia butuh istirahat sekarang,” tanya ku dengan penuh keberanian.

“Ah .. Tentu saja. Kamarnya ada dilantai 2. Kau naiklah dulu, aku ingin mengompres kakinya dengan air hangat.”

“Ne.”

Ku naiki tangga rumah Hyera satu persatu hingga ku temukan sebuah pintu yang bertuliskan ‘This is My Room-Kim Hyera’. Ini pasti kamarnya, gumam ku dalam hati.

Perlahan ku putar knop pintu yang berwarna coklat tua itu dan seketika ku cium aroma bunga violin menyerbak diseluruh sudut kamar Hyera. Kamarnya sangat rapi dengan singel bad ditengah-tengahnya, lalu meja kecil yang berada sisi di kanan dan kiri tempat tidurnya. Kupalingkan wajah ku sebelah kiri dan kulihat disana ada meja belajar yang lengkap dengan satu unti komputer. Disebelah meja belajarnya terdapat rak buku yang cukup besar. Kurasa ia hobi membaca. Lalu ku palingkan lagi wajah ku kesebelah kanan, di sana terdapat lemari pakaian yang memiliki 5 pintu. Seberapa banyak pakaiannya hingga ia memiliki lemari pakaian yang sebesar itu? Diapartemen ku saja lemari 3 pintu milik Onew hyung sudah sangat besar bagi ku. Ternyata ada yang lebih besar lagi.

Dengan segera ku rebahkan tubuh Hyera di tempat tidurnya. Ia tertidur dengan nyenyak. Aku memandang wajahnya lekat-lekat. Ia cantik, gumam ku. Tapi .. Ia tidak secantik Yoona noona. (*Hahahaha .. Mian ya saengi ku ..)

Tiba-tiba hati ku terasa sakit sekali jika mengingat Yoona noona. Tak bisa kubayangkan kedua hyung ku menyukai Yoona noona. Aku benar-benar sudah tidak memiliki kesempatan untuk mendekatinya.

Tak lama Ny. Kim masuk dengan membawa sebaskom air hangat serta handuk di tangannya. Kurasa waktunya aku pulang. Semua hyung ku pasti sangat khawatir.

“Ny. Kim, ku rasa aku harus pulang sekarang. Mianhamnida sudah membuat putri anda cedera.”

“Ah .. Ne. Hati-hati di jalan Taemin-ssi. Putri ku tidak akan apa-apa. Kau tidak perlu meminta maaf seperti itu kepada ku.”

“Gamsahamnida Ny. Kim. Baiklah aku pulang dulu. Annyeonghaseo.” Tak lupa aku membungkuk memberi hormat pada Ny. Kim dan ia pun menundukkan kepalanya.

Taemin P.O.V end

<><><><><>

Onew P.O.V

Ternyata Taemin tidak ada di tempat latihannya. Hati ku mulai semakin kacau memikirkan kondisinya saat ini. Taemin, kau dimana? Ku mohon jangan bertindak bodoh. Sepanjang jalan aku terus saja merutuki diri ku dengan masalah Taemin. Aku benar-benar khawatir.

Pandangan ku terus saja menelusur setiap sisi jalanan. Tapi nihil.

“Hyung, sebaiknya kita pulang sekarang. Siapa tau Taemin sudah pulang,” ajak Jonghyun.

Benar juga. Semoga saja dia sudah pulang ke aparteman.

“Baiklah ayo kita pulang.” Segera ku banting stir dan bergegas kembali ke apartemen kami. Sepanjang jalan aku terus saja berdoa agar Taemin baik-baik saja sekarang. Ku pandang Jonghyun yang ada di sebelah ku, ia pun terlihat sangat mengkhawatirkan Taemin.

Sejak kami kecil, aku dan Jonghyunlah yang selalu menghawatirkan Taemin jika tiba-tiba sikapnya berubah sama seperti sekarang. Dari kecil Taeminlah yang paling cengeng diantara kami. Minho sering sekali menjahilinya dan selalu berhasil membuat Taemin menangis. Taemin selalu menangis di bawah pohon yang berada di belakang rumah ku dan aku serta Jonghyun selalu datang untuk membujuknya agar tidak menangis lagi. Kalau Key, ia memang selalu perhatian pada Taemin bedanya Key tak tahan jika harus melihat Taemin menangis. Ia pasti akan menutup kedua telinganya dan berjongkok membenamkan kepalanya di antara kedua kakinya agar ia tidak mendengar tangisan Taemin.

“Taemin ..! Taemin ..!” pekik ku bersama-sama dengan Jonghyun.

“…..”

Tak ada jawaban sama sekali. Jonghyun segera bergegas menuju kamar Taemin. Aku berharap ia sudah terlelap sekarang.

“Ia belum pulang hyung.”

Deg .. Belum pulang? Sudah jam berapa ini. Taemin, ada dimana kau sekarang? Jantung ku berdetak tak karuan. Aku takut terjadi hal buruk menimpa Taemin. Tak lama Key muncul dari balik pintu kamarnya.

“Ada apa hyung. Mengapa kalian ribut sekali?” Aku hanya diam saja. Pikiran ku benar-benar kacaw sekarang.

“Taemin belum pulang Key. Kami sangat khawatir,” jawab Jonghyun.

“Mwo?! Belum pulang?! Ku pikir ia sudah tidur, jadi aku tidak mengecek ke kamarnya.”

“Apa hyung sudah pergi ke tempat latihannya?” tanya Key.

“Kami baru dari sana. Dan kata penjaganya Taemin sudah pulang dari tadi sore. Ponselnya pun tak bisa dihubungi,” jawab Jonghyun.

JEEGGLLEEKK ..

Suara knop pintu. Spontan mata kami bertiga tertuju kearah pintu.

“Ada apa hyung menatap ku seperti itu.” Ternyata Minho yang pulang.

“Kami sedang khawatir. Taemin belum pulang,” jelas Key yang disusul reaksi terkejut dari Minho.

“Mwo?! Belum pulang? Sekarang sudah pukul 02.15, tumben sekali ia belum pulang? Biasanya jam segini dia sudah mengigau memanggil-manggil banana milk kesukaannya itu,” ucap Minho.

“Ne, aku tau itu. Makanya kami menungguinya pulang,” sahut Jonghyun.

Suasana menghening yang terdengar hanyalah suara detik jam dinding yang ada di sudut ruang tamu yang menyatu dengan ruang tengah.

JEEEGGGGLLLLEEEEK ..

Pintu apartemen kami kembali terbuka dan ku temukan sosok Taemin di ambang pintu. Aku bersyukur sekali melihat tubuhnya dalam keadaan baik-baik saja.

“Taeminnie ..! Kemana saja kau? Aku sangat mengkhawatirkan mu,” ucap Jonghyun.

“…..” Taemin tak bergeming sama sekali. Ia malah nyelonong masuk kedalam kamarnya tanpa memberi penjelasan apa-apa. Aku segera mengikutinya dari belakang dan meminta agar Jonghyun, Key dan Minho tidak ikut masuk kedalam juga.

Kulihat Taemin sudah berbaring, menutup sekujur tubuhnya dengan selimut. Aku tau ia pasti belum tidur.

“Taemin~a .. Kau kemana saja tadi?” tanya ku dengan nada selembut mungkin.

“…..” Ia masih tak menjawab.

“Aku tau kau pasti sangat kecewa dengan apa yang dikatakan Jonghyun. Tapi kau tidak bisa sepenuhnya menyalahkannya karna ia menyukai Yoona. Rasa suka datang begitu saja dan tanpa disengaja. Kau tau itu kan? Ku harap kau dapat menenangkan pikiran mu. Aku tau kau sangat sedih sekarang. Tapi ku mohon, jangan berlarut-larut seperti ini. Optimislah dan berpikir sebijaksana mungkin.”

Ia masih tak merespon perkataan ku. Tapi aku tau ia pasti mendengarkan apa yang ku ucapkan tadi. Ku harap besok keadaanya lebih membaik.

Onew P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

Seperti biasa Key sudah memulai aktifitasnya lebih pagi dari semua teman-temannya. Ia sedang membuat makanan kesukaan Taemin. Ia tidak tau apa yang sebenarnya telah terjadi dengan Taemin semalam, tapi ia berusaha sebaik mungkin untuk menghibur Taemin.

 “Apa Taemin sudah bangun?” tanya Onew yang tiba-tiba datang ke dapur dengan kondisi yang benar-benar sangat rapi.

“Oh .. Hyung .. Kau berangkat pagi sekali?” tanya Key yang terkejut melihat Onew yang sudah mengenakan kemeja berwarna hitam serta jas semi formal berwarna abu-abu.

“Taemin belum bangun,” timpal Key.

“Kalau dia sudah bangun, tolong jangan tanya apa pun kepadanya tentang masalah kemarin. Aku juga sudah memberi tahu Jonghyun dan Minho. Arraseo?”

“Ne, hyung. Tapi apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Key penasaran.

“Sudahlah lupakan saja masalah kemarin. Suasana hatinya sedang buruk sekarang.” Key hanya mengangguk pasrah.

“Baiklah aku harus menjemput Seung Yeon sekarang. Aku akan sarapan di rumah ku saja. Annyeong.”

“Ne, annyeong. Hati-hati hyung,” petik Key yang masih asik membuat sarapan untuk Taemin, Jonghyun dan Minho.

<><><><><>

Onew bergegas pergi menuju rumah orang tuanya. Hatinya benar-benar bingung sekarang. Di satu sisi eommanya sudah mendesak ingin bertemu dengan gadis yang ia cintai tapi masalahnya ini bukan saat yang tepat, ia saja belum mengutarakan perasaannya secara langsung kepada gadis yang ia cinta itu. Ya siapa lagi kalau buka Im Yoona, gadis yang juga ditaksir oleh ke empat sahabatnya. Apalagi sejak kejadian semalam membuat Onew semakin takut untuk mendekati Yoona. Ia benar-benar takut membuat Taemin kecewa.

30 menit berlalu, akhirnya Onew sampai di rumah orang tuanya. Ia pun masuk ke dalam rumah yang bergaya western itu. Keadaan rumahnya sangat sepi, ia berusaha mencari di mana keberadaan kedua orang tuanya serta keberadaan Seung Yeon.

Ternyata eomma Onew sedang duduk bersantai di taman belakang sambil menikmati secangkit teh. Onew menyernyit melihat eommanya yang duduk sendiri tanpa ditemani appanya.

“Eomma, appa kemana?”

“Ah .. Jinki~a. Pagi sekali kau sudah datang? Appa mu sedang ada urusan bisnis, ia ada di Belanda sekarang.”

“Kenapa eomma tidak ikut appa juga?”

“Akukan ingin bertemu calon menantu ku, jadi aku memutuskan untuk tidak ikut appa mu. Lagi pula appa sudah mempercayakan urusan ini pada eomma.”

“……” Onew terdiam mendengar apa yang baru saja dikatakan eommanya. Ia benar-benar bingung harus berkata apa sekarang.

“Bagaimana, apa gadis itu akan datang hari ini? Ayolah, eomma sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya.”

“…….” Onew masih terdiam seribu bahasa. Ia tak tau harus bagaimana menjelaskan semua yang telah terjadi kepada eommanya.

“Jinki~a .. Mengapa kau tidak menjawab eomma? Apa gadis itu akan kemari?”

“Aniyeo eomma. Gadis itu tidak akan pernah kemari.”

“Waeyeo? Apa kau sedang bertengkar dengannya?” Onew hanya menggeleng lemah.

“Lalu apa yang sebenarnya terjadi?”

“…….”

“Entahlah. Terlalu sulit untuk ku pahami eomma. Tapi aku sudah memutuskan.”

“Apa keputusan mu nak?”

“Aa .. Aku .. Aku setuju untuk bertunangan dengan Seung Yeon eomma …”

To Be Continue …

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “Everything – Part 5”

  1. First kah ?
    Aiigo~ pendek skali part 5 nya .
    Hiks . . Hiks T_T

    tambah penasaran ni author~
    lanjutttt
    *moga minho ku sama yoona**

    kekekkeke

  2. taemin kasian ya.. semoga dya jadi suka sama hyera… *berdoa memohon kepada author*
    wah ci onew jadi juga sama Seung Yeon.. frustasi karena ga mau berantem sama member yang lain ya thor?
    hadeuh… makin seru aje…
    lanjutkan… fighting..

  3. Taemin menemukan tambatan hatinya yang baru! Onew tunangan sama Seungyeon AAAAAAAAA setuju! #plak

    aku masih pengennya Yoona ga sama siapa-siapa, jebal~ *meratap di pojokan*

  4. Sukses Taemin membuat keempat hyung-nya cemas. Onew sudah menimbang keputusan yang berat sampai ia memutuskan setuju bertunangan dengan Seung Yeon?
    Nice story. Lanjut!

  5. Aduhhh mianhe baru baca juga koment dipart 5,,, cz pas liat castnya itu Im Yoona SNSD,, agak gimana gituu,, tp pas baca,, baguss ceritanya,, seru,,seru, 5 orang naksir satu cewe,, bener2 mirip ma MV-nya,,,

    Good job!!hehehe

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s