You Save Me from My Silent World – Part 7

You Save Me from My Silent World-part 7

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Lee Taemin, Yoona SNSD

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-13

Naega ggoomgwug watdun mae aale uhneusae yuhgee

Geudae jabeun soneuro neukkyuhjyuh

Uhjjuhmyun nuhmoo muljee molar malhajee mothaetjyo

Soomgyuhwatdun geu maeumdomoreun chaero

(The everyday that I’ve always dreamed of, I suddenly feel from your hand that I hold.

It may be too far away…I always unable to tell you, who is still unknowing of the feeling I had hidden away)

*DBSK-One*

Achim haessali geudaewa gatayo
Jogeum yuchihagaetjyo
Geuraedo nan eerungae joeun geol

Nareul kkaeweojun geudae yeopae ramyeon
Deo baralgae eopgaetjyo
Eereokhae geudael bogo shipeun geol

(The morning sunlight is like you
It might be a little childish, but I like it
If I’m by your side when you wake me up
I have nothing more to wish for
I want to see you)

*Shinee-One*

Jinki POV

Aku menunggu di depan kampusnya. Ya, hari ini aku harus bertemu dengannya. Berhari-hari aku menahan diriku untuk tidak melihatnya dan tidak bertemu dengannya, tapi memang aku tidak mampu membohongi diriku. Aku tak bisa lepas dari perasaan ini, aku rasa memang perasaan ini sudah melebihi tingkatan sayang ataupun suka. Ya, aku mencintainya. Mungkin, satu hal yang membedakan cinta dengan perasaan yang lainnya adalah, cinta tidak dicampuri oleh perasaan ingin memiliki. Ya, aku tak akan memintanya untuk jadi milikku, karena memang aku akan pergi. Aku hanya ingin ia tahu perasaanku. Aku pernah dengar sebuah ungkapan : lebih baik memberitahu orang yang kita cintai tentang perasaan yang kita untuknya, daripada memendam perasaan cinta kita sampai mati. Ya, setidaknya aku akan memberitahu perasaanku. Apakah ia menyadari perasaanku? Apa dia tahu bahwa yang mengiriminya SMS di malam ia akan ujian esok harinya, adalah aku?

+++++++++

Author POV

“Hyung, kenapa kau terlihat murung?” seseorang mengagetkan Jinki yang sedang melamun di depan televisi yang sedang menyala.

“Tae-ah, aku sebelumnya ingin minta maaf padamu.” Jinki menatap adiknya, Lee Taemin.

“Waeyo? Tentang kau mau ke Paris itu? Aku kan sudah bilang hyung, aku sudah besar dan aku tidak ingin dianggap anak kecil lagi, aku akan baik-baik saja disini hyung.” Taemin tersenyum, meyakinkan hyungnya bahwa apa yang baru diucapkannya itu benar.

“Taem, aku rasa sebaiknya kau tinggal bersama appa dan umma saja ya?” raut wajah Jinki tampak gusar, keningnya berkerut jelas.

“Hyung, aku suka korea, aku tidak mau tinggal di luar negeri, kau tahu kan hyung kalau aku sering di-bullying di sana oleh teman-temanku. Lagipula, aku kurang suka tinggal bersama umma dan appa, rasanya tidak beda jauh dengan aku tinggal sendiri, jadi lebih baik aku tinggal di sini. Aku kan pernah bilang padamu hyung, kau hanya perlu mencarikanku pengasuh untuk jadi temanku di rumah sebesar ini.”

“Sebenarnya inilah yang mau kubilang, aku belum menemukan orang yang pantas jadi pengasuhmu, Taem-ah.” Jinki menarik kepala Taemin ke bahunya.

Lee Taemin adalah adik tunggal Jinki. Usianya sudah 17 tahun namun sifatnya masih kekanakan, itulah yang membuat Jinki tidak tega meninggalkan Taemin sendirian atau menyerahkan Taemin ke seorang pengasuh secara sembarangan. Taemin masih suka bermanja-manja ria, masih suka minta ditemani kalau belajar. Apalagi kalau mau tidur, Taemin tidak akan bisa tidur kalau tidak berbincang dulu dengan orang lain.

“Hyung sendiri bingung. Beberapa waktu lalu hyung menemukan orang yang kepribadiannya tepat. Dia masih seorang mahasiswa, jadi hyung rasa dia teman yang cocok untukmu. Dia juga orang yang lumayan pintar menurut hyung. Dia juga orang yang suka mengamati orang lain sepertinya. Dan satu yang hyung suka, dia pekerja keras.” Mata Jinki mulai berkaca-kaca kini.

“Hyung, kenapa kau malah seperti mau nangis? Aku rasa orang yang hyung maksud sudah tepat, tunggu apalagi hyung?” Taemin terlihat bingung dengan ekspresi Jinki.

“Ada dua penyebab, tapi yang paling utama, aku mencintainya sebelum aku menceritakan kebenaran bahwa sebenarnya aku membuka lowongan jadi pelayan di restoran dan mendekatinya adalah untuk mencari seorang pengasuh.” Jinki mendesah panjang.

“Memang apa salahnya hyung? Coba saja tanya dia mau apa tidak.” Tanya Taemin polos.

“Kau tidak mengerti Taem. Aku takut dia akan marah kalau tahu motif awal aku mendekatinya adalah karena aku ingin tahu kepribadiannya cocok atau tidak untuk jadi pengasuhmu. Alasan kedua, ternyata dia adalah orang yang merasa kesepian, aku takut selama ini dia merasa aku temannya di kala sepi, Yoona sering bilang padaku kalau dia terlihat bahagia setiap kali habis ngobrol denganku. Aku takut mengecewakannya kalau ia tahu maksudku yang sebenarnya.”

“Hyung, kenapa tidak Yoona nuna saja? Aku suka dengan karakter Yoona nuna.” Taemin berusaha member jalan keluar untuk hyung-nya yang tampak sangat pusing.

“Yoona harus merawat dongsaengnya yang punya keterbatasan mental juga, dia menolak tawaran hyung. Hhhh, baiklahm aku akan segera terus terang pada orang yang hyung maksud.”

++++++++++

Hana POV

“Hana nuna~” sebuah suara lembut memanggilku.

Aku baru saja keluar dari kelasku dan aku dibuat bengong oleh si pemilik suara yang memanggilku tadi. Omo, itu namja apa yeoja ya? Noumu Kyeopta…!!

Ah, sadar Hana! Dia memanggilmu nuna, berarti dia namja.

Namja cantik tadi menghampiriku. Omo, benar-benar cantik, matanya seperti yeoja, bibirnya apalagi dan lagi rambut jamurnya itu bikin dia jadi imut sekali. Sepertinya ia masih anak kecil, tapi tingginya melebihi tinggiku. Siapa ya dia? kenapa mencariku? Aku  sama sekali tidak mengenalnya.

“Nuna, ikut denganku, kajja!” bocah cantik itu menarik tanganku. Tidak disangka, wajahnya cantik seperti yeoja, tapi tenaganya kuat betul. Karena penasaran aku menurut saja ditarik olehnya.

Ia menarikku ke gerbang kampus dan  berhenti di depan sebuah mobil. Tunggu, rasanya aku sering melihat mobil ini, tapi dimana?

“Ladies first.” ia mempersilahkan aku masuk duluan.

“Mwo?” Jelas saja aku bingung, pertama aku tidak mengenalnya. Kedua, ia bilang ‘ladies first’, membuatku ingin tertawa…aku sebenarnya merasa anak itu yang lebih mirip ladies. #abis Taemin cantik si, hehe..

“Ayo masuklah nuna…” rengeknya sambil mendorong tubuhku ke arah pintu mobil belakang. Ya ampun…rengekannya saja imut sekali…andai dia adikku, sudah aku cubit-cubit pipinya yang bahkan lebih mulus dari kulitku yang seorang yeoja.

Ya ya…aku kalah, tidak kuat menahan rengekan anak imut ini, lagipula anak kecil ini tidak mungkin orang jahat. Aku pun membuka pintu mobil belakang, dan sekali lagi anak ini mendorong tubuhku, membuatku tersungkur dan kepalaku terbentur pintu mobil yang ada disisi lainnya.

“Aya!” aku berteriak spontan.

“Ya! Taemin-ah, kau membuat kepala Hana nuna terbentur!” seseorang dari jok kemudi setengah berteriak.

Hatiku melonjak kegirangan mendengar suara ini. Kyaa…Jinki! Akhirnya aku bertemu denganmu. Rasanya aku ingin berteriak girang dan melonjak-lonjak, tapi itu jelas memalukan.

“Mianhamnida, nuna, aku tidak sengaja.” Taemin masuk ke dalam mobil lalu mengelus-elus kepalaku.

“Ah, gwenchana, Tae, eh, siapa tadi namamu adik kecil?” aku melepaskan tangannya dari kepalaku. Memang masih sakit sih karena memang cukup keras benturannya, tapi malu ah dilihat Jinki.

Ia mengerucutkan bibirnya imut, “Aku bukan anak kecil, aku sudah 17 tahun!” katanya tegas.

“Omo, 17 tahun?” aku kaget setengah mati. Sepertinya anak ini berbohong, menurutku dia lebih pantas jadi anak SMP.

“Haha, benar kan Taem, takkan ada yang percaya usiamu 17 tahun, kau masih seperti anak kecil.” Jinki tertawa puas meledek anak kecil ini. “Hana-ya, ini Taemin, adikku satu-satunya.”

“Ooo…” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku. Aku cukup bingung dan kaget dengan semua ini. “Lalu, kenapa kalian mengajakku naik mobil?”

“Nanti kujelaskan.” sahut Jinki sambil menyalakan mesin mobil.

Aku tidak protes karena orang yang ada di depanku adalah Jinki, namja yang sudah mulai merenggut hatiku dengan kehangatannya, mungkin aku telah benar-benar jatuh cinta padanya…

+++++++

Author POV

Mobil Jinki memasuki sebuah rumah besar bergaya modern minimalis yang di sekelilingnya terdapat berbagai jenis tanaman bunga. Hana melihat-lihat pemandangan sekitar dari balik kaca mobil Jinki, sesekali ia bergumam mengekspresikan kekagumannya pada arsitektur rumah Jinki yang menurutnya sangat bagus. Permainan warna coklat-abu-hijaunya benar-benar memikat. Di beberapa sisi temboknya ada permainan kaca dan sedikit kayu, namun penggunaan kayunya ini tidak lantas membuat rumah Jinki terlihat bergaya rumah tempo dulu maupun tropis, gayanya tetap modern minimalis. Saking terpesonanya, Hana tidak sadar kalau kedua kakak beradik Lee sedang menunggunya keluar dari mobil.

“Nunaa~palli…Aku kebelet pipis.” Akhirnya rengekan Taemin membawa kembali Hana ke alam nyata. Dan lagi-lagi Hana pasrah ketika tangannya sudah ditarik kencang oleh Taemin.

Taemin sudah menarik Hana masuk ke ruang tamu. Dan kini perhatian Hana tertuju pada foto besar keluarga Lee yang terpajang di salah satu sisi dinding ruang tamu. Di foto itu Jinki dan Taemin masih anak-anak. Taemin masih SD, sementara Jinki baru duduk di bangku SMA.

Hana senyum-senyum melihatnya. Ternyata Jinki memang tampan sejak kecilnya, mata sipitnya itu membuat dia terlihat menggemaskan, batin Hana.

“Kau pasti terpesona oleh Jinki hyung kan?” Taemin menggoda Hana yang masih mematung sejak tadi.

“MWO? Aniyo, aku sama sekali tidak tertarik pada hyung mu.” Hana buru-buru mengalihkan pandangannya dari foto itu. “Kau katanya mau pipis?” Tanya Hana secepat kilat sebelum Taemin menggodanya lagi.

“Ne, tunggu aku sebentar ya.”

Hana POV

“Ne, tunggu aku sebentar ya.” Taemin mengangguk-angguk, lucu sekali…rambut jamurnya ikut bergoyang ketika ia mengangguk…Taemin…nuna ingin mencubit pipimu!!!

Setelah Taemin berlari ke dalam, aku bingung sekarang. Akhirnya aku mengelilingi ruang tamu yang ukurannya cukup luas dan penataan ruangnya sangak apik, mengamati foto-foto Jinki dan Taemin yang banyak tergantung di sini.

Ah…satu lagi orang yang senyumnya menyihirku, senyum Taemin tidak kalah manisnya dengan senyum Jinki. Sepertinya akhir-akhir ini aku bertemu empat namja yang senyumnya sangat menarik. Jinki, Minho, Key, Taemin. Tapi karakteristik senyuman mereka memberikanku perasaan yang berbeda. Senyuman Jinki lah yang memberiku perasaan damai.

“Ehm!”

Aku melirik ke sumber suara, omo, sejak kapan Jinki ada disebelahku. Aissh, semoga saja ia tidak sadar kalau aku senyum-senyum melihat fotonya.

“Hana-ah~” ia tersenyum, tapi bukan senyum yang biasanya.

“Hh?” aku agak aneh dengan raut wajahnya, tidak seperti Jinki yang bisaanya. Aku bisa membaca ada sedikit perasaan canggung di wajahnya.

“Kau pernah dengar lagu My Little Princes-nya DBSK?” tanyanya kemudian.

“Ne, waeyo?”

“Kalau aku yang nyanyi bagus tidak?”

Pertanyaannya membuatku langsung tertawa. “Mana bisa aku nilai, aku belum pernah dengar kau menyanyikannya.”

“Aku nyanyikan ya?”

Baby baby baby baby

Ne gyothe baby

Issojyo

Sarangi gaetwo iron nae maumur (I suppose this feeling in my heart would be love)

Sumgiryo haedo kumsae ibkaui misoman (Although I try to hide it, a smile appears on my lips)

Haruto andwae tto bogoshipojyo (It hasn’t been even a day but I begin to miss you again)

Onjjoju nae mamun gipeun byongie goringor(It hasn’t been even a day but I begin to miss you again)

Gaeinrun nae mujub ijun obsur koyeyo(Now I will not have a lazy appearance anymore)

Jwohan koman boyojugo shipungoryo(I want to show you just my good points)

Jogi nupeun hanurro naraga(Up there, high in the sky, I want to fly)

Saranghandago sesangi marharlae(To tell the world that I love you)

Gipeun bamhanuro kyojiji annun girl(Deep in the night sky, girl)

Nomanur jikinun nanungor twekeyo You’re my love (I will become a star to protect you. You’re my love)

Hyeyo jijan mar, haengbokharan gu mar(Those words “lets break up”, those words “be happy”)

Yongwonhee yuri jurTae hajiangirohae (Lets never say those to each other..)                  

Jigumchoroman nae kyothe issojyo (Like now, please be by my side)

Bujukhan naingor ihaehaejukir barae(I pray that you understand my lacking heart)

Orunsurun nae mosibur kiTaehaejwoyo(Lean against my manly appearance..)

Nege gajang uurrinun namjaga twegoshipungor(I want to become a man that best suits me)

Onjaeggajina guTae mansogae naega turogar su isstorog hurakhaejwo(Please give me approval to go be inside your heart always)

Manir kuTaeto nawa kattamyun(If you are like me, than there won’t be any pain)

apumun opjwo   ijin guTaer na jikirke for you(Because now I will protect you for you)

My little princess ijekko sumkyowon namanae sarang nir boyojirkkoya (My little princess everyday I’m going to show you love that I’ve hid until now)

Yonghwantorok bunji annun mamiro girl (For forever, without a changing heart girl)

Naejasinbota tu tu saranghaejir korago (I’m going to love you more than myself)

You’re my love                              

Aku terbuai dalam lagu yang dinyanyikannya, aku baru tahu kalau ternyata Jinki mempunyai suara yang sangat indah, sama seperti malaikat kecilku. Ya, aku jadi ingat malaikat kecilku, suaranya juga indah, nyaris menyamai Jaejoong DBSK #author demen suara jeje. Apa memang Jinki adalah malaikat kecilku? Rasanya bukan. Wajah memang bisa berubah, tapi garis wajah malaikat kecilku berbeda dengan Jinki. Dari bentuk wajahnya saja sudah beda, malaikat kecilku wajahnya agak lonjong, sementara Jinki cenderung bulat. Tapi suara Jinki mengingatkanku pada suaranya, sama indahnya…ah, kenapa aku jadi memikirkan malaikat kecilku lagi.

“Hana, kau kok bengong? Bagus tidak?”

“Ah, mianhae, aku teringat sesuatu. Suaramu sangat bagus Jinki.”

“Hanya itu?”

“Maksudmu? Kau kan menanyakan apakah suaramu kalau menyanyikan lagu itu bagus atau tidak.” aku tidak mengerti dengan pertanyaan Jinki.

Jinki POV

“Ah, mianhae, aku teringat sesuatu. Suaramu sangat bagus Jinki.” aku senang dia memuji suaraku. Tapi bukan ini yang sebenarnya kuharapkan. Ayolah Hana…masa kau tidak menyadari maksudku? Aku yakin kau tidak bodoh.

“Hanya itu?” aku masih berharap ada lanjutannya.

“Maksudmu? Kau kan menanyakan apakah suaramu kalau menyanyikan lagu itu bagus atau tidak.” Aissh…aku harus bilang apa ya? Ayolah Hana…yang kumaksud adalah makna lagunya. Itu perasaanku untukmu…

“Oh, atau yang kau maksud adalah lagunya?” aku mengangguk kegirangan, akhirnya…

Binggo Hana! Kau memahaminya.

“Lagunya bagus Jinki, yah walaupun aku rasa lagu forever love DBSK lebih bagus dari lagu itu.” aku lemas mendengar jawaban Hana. Ya ampun Hana…bukan itu yang kutunggu dari mulutmu…kalau urusan bagus sih lagu One-nya shine juga bagus .  #onew ga mau kalah.

“Ummm…ya sudahlah, lupakan.”

“Oya, ngomong-ngomong kenapa aku diajak kesini?’

“Nuna, mulai besok kau  jadi pengasuhku ya!!” si baby Taemin-ku muncul disaat yang tepat. Ya, kurasa akan lebih jitu kalau Taemin yang mengatakannya, selain karena jarang ada orang yang bias lolos dari keimutan bocah itu saat memohon, akan terasa canggung kalau aku yang mengucapkannya.

“MWOOO?” Hana berteriak kaget, lalu melirik kearahku, seolah meminta jawaban dariku.

“Ne, itu…maksudku…”

+++++++++

Minho POV

“Hana nunna~”

Memang bukan namaku yang dipanggil, tapi entah kenapa aku ikut melirik? Diam-diam aku memperhatikan bocak cilik yang memanggil Hana tadi. Tunggu, apa betul dia masih bocah? Wajahnya memang masih seperti bocah imut sih, tapi tinggi badannya bahkan memebihi Hana, meskipun belum bias menyamaiku.Eh, kenapa aku tidak suka mendengarnya memanggil Hana, nadanya terdengar manja di telingaku. #abang minho belagu ya, mentang2 tinggi, hehe

 “Nuna, ayo ikut denganku!” bocah itu semena-mena sekali menarik tangan Hana. Yash! Aku rasa Hana tidak mengenal bocah ini sebab Hana terlihat bengong saat namanya dipanggil. Tapi kenapa Hana mau saja ya ditarik tangannya oleh bocah ini?

Ah, sudahlah, tidak lucu seorang Choi Minho cemburu pada seorang bocah. Mwo? Cemburu? Ani, aku hanya tidak suka melihat bocah manja seperti dia, bagaimanapun Hana itu yeoja dan dia itu namja. Aku bukan cemburu!

Rrrr, aku bisa  gila gara-gara Hana!!

+++++++

Kau tahu, cinta itu sangat mengerikan.

Seberapa kuat kau tidak mengakuinya pun, cinta akan terus memberondong pikiranmu, dan makin lama, cinta akan menodongkan pisau untuk memaksamu mengakui keberadaannya.

Semakin kau berusaha lari menjauh, cinta justru akan mengejarmu sampai kau tak kuat berlari lagi dan akhirnya kau kehabisan nafas.

Semakin kau ingin membuangnya, ia justru akan menjelma seperti oksigen yang ujungnya akan kau butuhkan dan kau hirup.

Kau tak akan bisa hidup tenang tanpanya.

Author POV

“Hana-ya, sepertinya di depan ada orang yang menunggumu.” Yoona mendorong Hana yang baru saja mengganti seragam pelayannya dengan pakaian biasa.

“Nuguseyo? Kau salah sepertinya, mana mungkin ada yang menungguku.” Hana malah tertawa saat Yoona mendorongnya untuk segera keluar dari restoran.

“Aniyo, aku yakin. Tadi dia menanyakanmu padaku. Aku padahal sudah mau pulang tadinya, terpaksa masuk lagi deh. Hana ya, dia sangat tampan dan keren sekali, gayanya itu seperti karakter manga di komik-komik jepang.”

Hana bengong, kepalanya sedikit dimiringkan dan bibirnya dimain-mainkan, persis seperti mahasiswa yang sedang memikirkan jawaban yang akan ditulis dilembar ujian.

Apa Jinki yang menungguku? Ani, Jinki tidak mirip seperti karakter manga, lebih mirip karakter kartun chibi, pikir Hana.

“Ya! sudah cepat keluar, kelamaan bengong nanti dia keburu pergi loh.” Yoona menggoyang-goyangkan telapak tangannya keatas-kebawah, tepat di depan mata Hana.

Hana menurut saja karena ia memang tidak berhasil menemukan sebuah nama yang mungkin menjemputnya. Ia berjalan cepat mendahului Yoona, penasaran dengan orang yang dimaksud temannya itu.

Omo. Choi Minho! Hana mundur beberapa langkah, tidak percaya melihat Minho yang sedang berpose dengan kerennya di samping motor balap berwarna biru kesayangannya. Hana seperti melihat hantu, bedanya bukan hantu yang menyeramkan , tapi hantu tampan. #author lagi kesengsem minho.

“Minho sshi?” akhirnya Hana berhasil kembali ke alam nyata dan membuka mulutnya walau masih terasa kaku.

Minho hanya tersenyum tanpa memperlihatkan giginya. Ia terlihat bingung mau melakukan apa. Ia sendiri merasa aneh kenapa tiba-tiba punya ide gila untuk menjemput Hana. Ya, tadi tiba-tiba Minho langsung melonjak dari tempat tidurnya dan mengendarai motornya secepat kilat.

“Err…aku tidak sengaja lewat sini dan aku ingat kau kerja disini, jadi…bagaimana kalau kita sekalian pulang?’ Minho mencari alasan, tapi tetap saja Hana merasa alasan Minho itu janggal.

Terlebih lagi Hana sempat melihat Minho menggaruk-garuk kepalanya, ini menyiratkan bahwa Minho sedang gugup. Apalagi Minho kan biasanya tenang dan cool, jadi jelas saja gerak-geriknya ini aneh.

“Shiro! aku  malas diserbu oleh fans-mu lagi nanti, lagipula jarak dari sini ke restoran tidak terlalu jauh, lebih baik jalan kaki saja.” Hana menolak dengan alasan logis. Ia memang tidak mau lagi berurusan dengan fans Minho lagi.

“Tidak mau ya…padahal aku sudah disini sejak jam 9 tadi, eh, salah…” Minho keceplosan menyebutkan hal yang menunjukkan kalau ia memang sengaja menunggu Hana. Ini membuat wajah putih Minho menjadi merah, apalagi tersorot jelas oleh lampu restoran.

“Mmm, geraeyo, karena kau sudah menunggu lama.” Jawab Hana sambil tertawa kecil.

Hana POV

Dasar aneh namja ini? Apa sih maksudnya? Jelas sekali kalau  ia menungguku, haha, akhirnya dia keceplosan sendiri. Aku senang melihat mukanya memerah seperti tadi. Hh, tapi jahat juga kalau aku menolak, ya sudahlah…alhasil aku duduk di jok melakang motor Minho sekarang.

“Siapa bocah yang mencarimu tadi sore?” Tanya Minho setengah berteriak.

“Bocah? Oh,  kau melihatnya?” aku pun membalas dengan setengah berteriak karena memang suara di jalanan bising sekali.

“I-itu, aku hanya tidak sengaja melihatnya.”

“Lalu kenapa kau menanyakannya?” aku mulai curiga dengan gelagat Minho. Apa Minho menyukaiku? Sikapnya akhir-akhir ini tidak tertalu dingin, dan lagi ia sengaja menungguku tadi, dan sekarang menanyakan hal seperti ini. Tapi apa munkin Minho menyukaiku? Rasanya cukup mustahil namja seperti dia menyukaiku. Apa seleranya tidak terlalu rendah? Aku saja masih minder dengan diriku walaupun Jinki memintaku untuk tidak terus menilai rendah terhadap diri sendiri.

“Karena ia cantik sekali. Aku penasaran kenapa ada namja yang sangat cantik seperti itu.” tetap saja, aku merasa ada nada tidak meyakinkan pada jawabannya tadi.

“Haha, aku juga sempat bengong tadi, memang cantik sekali dia, aku saja kalah telak.”

“Kau juga cantik, ah, maksudku karena kau yeoja, tentu saja kau cantik, semua yeoja di dunia ini kan pada dasarnya cantik.” ia bertambah gugup kini. Sebenarnya aku ingin tertawa, menertawai dugaanku sendiri. Haahaha, rasanya tidak lucu kalau seorang Choi Minho menyukai aku, aku terlalu berlebihan berpikir.

+++++++

Minho POV

Hhhh…aku merasa malu sekali pada Hana, aku telah mempermalukan diriku sendiri di hadapannya. Dia pasti tidak percaya alasanku pura-pura kebetulan lewat, ditambah lagi aku keceplosan. Dan bodohnya lagi aku menanyakan tentang bocah yang tadi siang. Namanya Taemin, aku tahu dari Hana barusan.

Aigo…aku tidak boleh terus membuat diriku terlihat bodoh. Apa sebaiknya aku mengaku saja kalau aku menyukainya? Tapi aku takut setelah dia tahu perasaanku, dia akan menjauh. Ya, apalagi Krystal bilang dia sama sekali tidak tertarik padaku. Tapi sejak kapan aku menjadi pengecut seperti ini? Ani, aku adalah Choi Minho yang  tidak kenal sifat pengecut, Aku tidak akan menyerah sebelum bertanding. Ya, kalau sekarang Hana tidak menyukaiku, aku tidak akan pasrah begitu saja!

TBC…

Di part ini co cwitt bgd Jinkinya, entah knapa aq suka jinki di part ini. Minho gimana? Liat aja kelanjutannya, seperti apa lagi tingkah aneh Minho nantinya. Baca terus ya…Gomawo udah mau baca ff ni. Jgn lupa komennya yah…dikritik juga boleh, makasih banget malahan

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

21 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 7”

  1. Aih,,, aih,,, mulai ada tanda2 nihhh,, Minho bakalan berjuang dapetin Hana,, jadi Jinki mw keluar negeri y?? Ninggalin Hana dong??

    Bner,, bener thor,, disini Jinki so sweet bgt,, mana pake promosi lagu Hana (one) juga lagii,hehehe

    ceritanya kerenn,, makin bikin penasaran ea!!

  2. Jawaban Hana seperti apa ya untuk jadi pengasuhnya Taemin? Wew, Minho sudah bilang tidak akan pasrah. Pertandingannya antara Jinki dan Minho. Siapa yang dipilih Hana?
    Nice story. Lanjut!

  3. iya, di part ini jinki so sweet banget..
    tapi, sayang si hana malah gak ngeh dengan ke-so sweet-an jinki. ckck
    hahaha 😀 minho cemburu ma taemin.
    ditunggu lanjutannya^^

  4. Sama thor,aq suka jinki di sini :3,tp aq ttp setia sm minho,eunhyuk,sm yoseob kq xDD#duagh
    kereeeen!!!jinki mo ke paris??:O jangaan!!k rmhq ajj#eh
    hayoo..hana milih sp coba?minho ato onew??ato taemin#gg nyambung
    ap yah jawaban.a hana??nerima tawaran jinki bwt jd pengasuh.a taem gg yah??semoga iya,hehe..
    Misteri ttg alesannya jinki deketin hana dah ketauan..skrg tgl siapa malaikat keciil.a hana..key??kayaknya key,hehe..ato malah jonghyun? :p
    aq tgu next part.a ;D

  5. pinter di kehidupan akademis belum tentu pinter masalah percintaan, apalagi disuruh membaca gerak-gerik mencurigakan, hahaha

    Hana, sama jinki yg dia suka, tapi gak peka kalo jinkinya juga suka sama dia.
    Giliran sama minho, yg sempet dibenci malah ngira-ngira minho suka sama dia apa enggak.
    Emang benci sama cinta bedanya tipis, yg dibenci lebih sering dipikirin soalnya, haha

    jinki, lain kali kalo mau nyatain cinta gak usah pake makna tersirat deh, ngomong kek langsung, aku suka kamu, gitu, hahaha

  6. huwaaaaa minho-jinki ….
    jinki, jadi cinta sama hana… minho juga cinta sama hana…
    taemin lucuuuu ….
    geregetan pas si jinki nyanyiin lagu buat nyatain cinta tapi ngak tersampaikan .. ahahahah
    sabar ya …
    hana lihat jinkii … kasian.. tapi jinki mau ke pariss.. udah deh sama minho ajah .. ehhh ahh pusing dah ….
    ayoo thor lanjutannya .. ^^

  7. hahaha,, taeminny lucu n polos bgt… 😀

    kasian jinki, niatny mengungkapkan prasaan lwt lagu,, malah yg dtembakny ga ngeh…hehehehe

    keren chingu!!!
    ditunggu ya next part nya… 😉

  8. ad lnjutnny..

    ad taemin.. cowo cntik.. kkk boleh nyulik tuh ank gak? kkkk

    jinki mau k luar negeri ya? ngapain?

    huumm ap itu malaikt kcl hana itu jgn2 key nih.. wjh lonjong.. trus key jg klhtnnya perhtian ma hana

    aish.. pnsrn.. lnjutkn

  9. maap lg ol dr hp jd g bs bls satu2.
    Sblumny mw bilang makasih bwt yg udh mw baca.

    Yeah,ini part yg sempet bkin aq bingung krn mikirin gmn carany jinki nembak hana scr tersirat.
    Minho,haha,wkt bkin part ini authorny lg ksambet abang ganteng ntu.jd yg ada d otak,minho ga blh kalah ama jinki,haha,obsesi pribadi bgd yah.
    Pokokny ff ini msh penuh obsesi pribadi bgd…termasuk yg taemin bertingkah imut bgd.

    Tt malaikat kecil hana, blm aq ceritain.sabar yah…hehe

  10. jinki jangan tinggalin hana ~~
    aku lebih suka couple hana-jinki kkkk~~
    kaya di ditu taemin manaj banget yah sampe belajar harus di tungguin

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s