Forever More – Part 1: Farewell

Title: Forever More – Part 1 (Farewell)

Author: Byulicious

Main Cast:
Lee Jinki
Park Hyubyul (OC)
Choi Minho

Support Cast:
Kim Jonghyun
Lee Donghae
Kim Sangjin (OC)

Length:Chaptered

Genre: Family, Romance, Marriage Life, Friendship, Angst

Rating: PG-13

A.N: Well part 1 ini bukan lanjutan dari prolog kemaren loh, prolog kemaren cerita flashback dan konflik dari keseluruhan cerita 🙂

Disclaimer: Story and OCs cast belong to Me! 😀

PART 1 – Farewell

HAPPY READING~!!

Author POV

“Kau mencintaiku?”
“Apa aku harus menjawabnya?” ujarnya sambil terkekeh di pangkuanku
“Ya! Aku serius Choi Minho!”
“Tentu saja, tentu saja aku mencintaimu Byul” ucapnya sambil menatapku dalam
“Nikahi aku!”
“Ne?” Minho menatapku bingung dan beranjak dari pangkuanku
“Nikahi aku Minho-ya! Bukankah kau mencintaiku?”
“Ya! Byul-ah kita sudah pernah membicarakan ini kan? Kau harus menunggu, aku harus membuktikan sesuatu kepada appa, aku akan melanjutkan pendidikanku ke Amerika jagi, kau harus..”
“Umma akan segera mempertemukanku dengan calon suamiku, aku akan segera bertemu dengannya” tubuhnya menegang, Minho menatapku tajam
“Dan kau menolaknya kan Byul? Aku berjanji akan menikahimu, aku berjanji akan membujuk ummamu, kita akan..”
“Aku tidak bisa bertahan lama, umma terus-terusan mendesakku. Tidakkah kau mengerti?” aku terisak
“Ya! Byul-ah jangan menangis, kenapa kau menangis huh?” ucap Minho dengan santainya
Dasar namja bodoh. Bagaimana mungkin aku tidak menangis, aku bahkan hampir gila karene mendengar rencana umma yang akan ssegera mempertemukanku pada calon suamiku. Emosiku tiba-tiba meluap, aku beranjak dari kusi taman universitas ini, sebelum tangan itu mencengkeram lenganku dengan erat
“Jangan pergi..”
“Jangan pergi Byul, jangan pergi karena aku akan melamarmu sekarang juga”
Choi Minho berlutut di hadapanku yang masih berdiri terpaku. Namja itu menggenggam jemariku dan melingkarkan sebuah cincin di jari manisku. Aku mendengus melihat tingkahnya
“Kau melamarku?” aku tersenyum melihat cincin yang ada di jari manisku
“Kau melamarku dengan cincin dari rumput seperti ini? Ya! Choi Minho ini tidak masuk hitungan!” aku tergelak melihat tingkahnya yang konyol ini, dan sesaat melupakan perdebatan kami tadi
“Wae? Kau tunanganku sekarang” Minho menatapku serius
“ Ya! Kau jelek sekali, aku tidak suka melihat tunaganku marah-marah dengan dahi yang berkerut seperti itu”
“Jadi, kita.. kau dan aku..”
“Ne!” aku tersenyum lalu menunduk mengambil sejumput rumput dan merangkainya menyerupai sebuah cincin lalu memasangkannya di jari manis Minho
“Kita bertunangan sekarang” aku memamerkan tangan kananku kepadanya
Minho tersenyum lebar, lalu memelukku dengan erat dalam sekali gerakan
“Aku berangkat besok lusa Byul, hari ini hari terakhir kita bertemu. Aku tidak mau kau mengantarku ke airport, aku tidak bisa..” nafasnya yang dingin menerpa telingaku, suaranya terdengar sangat tenang seakan dia sudah sangat yakin dengan apa  yang diucapkannya
“Geureom, kau harus baik-baik saja disana, belajarlah dengan baik dan cepatlah pulang” aku berbisik dan mengeratkan pelukanku. Kuarasakan tubuhnya menjauh dan melonggarkan pelukannya lalu menatapku
“Kau berjanji?”
“Ne”
“Kau berjanji akan menungguku?”
“Ne”
“Kau benar-benar berjanji akan menungguku kan Park Hyunbyul? Kau akan menungguku pulang dan menikahimu kan? Kau akan tetap menjadi tunanganku bukan?” Minho berbicara cepat sekali, raut wajahnya terlihat bersemangat dan penuh tanda tanya menunggu jawaban dariku
“Ne Choi Minho, aku berjanji” Aku berjanji akan berusaha untuk menepati janjiku Minho-ya. Aku menatapnya tajam dan kembali memeluknya
“Saranghaeyo, jeongmal..”
Biarkan seperti ini, biarkan seperti ini agar aku tidak melupakan janjiku. Biarkan seperti ini agar kau selalu mengingatkanku akan janjiku.
Aku pasti akan sangat merindukannya

***
6 Months Later

From: hyunbyul, park
To: minho, choi

Maafkan aku Minho-ya, sungguh, jika saja detik ini juga kau berada di hadapanku, aku akan berlutut memohon maaf padamu. Aku tidak bisa menghalau umma, aku hampir gila karena menangis semalaman memikirkan hal ini.
Tiga bulan lagi, tiga bulan lagi aku akan menikah dengan seseorang bernama Lee Jinki, aku bahkan belum tahu bagaimana wajah calon suamiku itu, jadi jangan tanyakan aku apakah aku mencintainya atau tidak, tsk konyol sekali bukan? Aku tidak pernah berpikir kita akan berakhir seperti ini
Kembalilah bocah jangkung jelek..

Byul tersenyum miris setelah membaca kembali e-mail yang telah dikirimkannya kepada Minho dua jam yang lalu,sedetik kemudian Byul menyadari betapa bodohnya dirinya. Pulang ke Seoul dan meninggalkan pendidikannya hanya untuk bertemu dirinya kembali dan menikahinya? Minho pasti sudah tidak waras jika melakukan tindakan bodoh seperti itu. Enam bulan tentu saja bukan waktu yang sebentar, Minho pasti sudah memiliki kehidupannya sendiri, menempuh pendidikan manajemen dan berusaha dengan keras untuk dapat lulus dengan nilai cum laude lalu menggantikan ayahnya di perusahaan besar sebagai Presdir. Minho pasti sudah mengubur nama Byul di dasar ingatannya.

*Tok Tok Tok

“Byul-ah” terlihat wajah Ny Seo, ibu tiri Byul, yang menyembul dibalik pintu kamar Byul. Seo In Jung  resmi menjadi ibu tiri Byul sejak 10 tahun yang lalu, ibu kandung Byul meninggal pada sebuah kecelakaan tunggal hebat pada saat Byul berumur 8 tahun, 2 tahun kemudian appanya menikah dengan Ny. Seo. Jangan bayangkan sosok ibu tiri yang memiliki garis rahang kuat, mata yang tajam, dan selalu menyiksa seperti dalam cerita anak-anak populer Cinderella. Sorot matanya yang lembut dan aura wajahnya yang ramah membuat siapa saja betah berada lama-lama dengannya. Mungkin hanya satu hal yang tidak disukai Byul dari ibu tirinya yang sangat ia sayangi ini, Ny. Seo membenci Minho. Entah apa alasannya yang jelas Ny. Seo sangat tidak menyukai Minho, walaupun ia tahu kalau pria itu sudah memacari anaknya dari bangku sekolah menengah.

“Byul sayang apakah kau sudah memilih gaun mana yang akan kau pakai? Aku dengar calon mertuamu menyukai warna putih, bagaimana kalau kau memakai gaun satin putih yang kau beli seminggu yang lalu, atau..”
“Aku tidak akan pergi umma” Ny. Seo terpaku mendengar penolakan dari anaknya, matanya memandang Byul dengan tatapan tidak percaya, sejurus kemudian ia langsung beranjak menuju tempat tidur Byul dan menghenyakkan dirinya disamping Byul yang terdiam sambil menatap notebooknya.
“Maafkan aku, tapi aku tidak akan pergi ke acara makan malam itu” Byul berbisik pelan kepada ibunya. Kepalanya menunduk karena tidak berani memandang langsung ke arah ibunya.
“Kita sudah pernah membicarakan ini kan? Umma tidak mau tahu, kau harus..”
“Andwae umma! Aku tidak bisa..” Byul terisak, ia mencoba sekuat mungkin untuk menahan air matanya. Ny. Seo mendengus kesal, mau tidak mau emosinya ikut terpancing karena masalah lama ini.
“Ck, apa kau masih mengharapkan Choi Minho? Kau bahkan tidak tahu kapan dia kembali Byul! Bangunlah! Apa kau hanya akan terus-terusan up seperti ini? Apa ka hanya akan menunggu Choi Minho pulang dan menikahimu?!!”
“Umma!”
Byul meneriaki ibunya sambil menangis, dia tidak menyangka bahwa ibunya akan membenyaknya seperti itu. Sedetik kemudian Ny. Seo merasa bersalah karena telah membentak Byul. Menyadari bahwa sesungguhnya bukan seperti ini cara untuk membuat Byul mengerti. Ny. Seo beranjak dari tempatnya dan kemudian memeluk Byul sambil mengusap rambutnya dengan lembut.
“Maafkan umma sayang, cepat atau lambat kau tahu kan kalau perjodohan ini akan datang?”
Byul masih terisak dan berusaha menghapus air matanya yang terus mengalirkan tanpa bisa ia kendalikan. Tidak ada jalan lain, umma dan appa memang sudah merencanakan ini sejak dia kecil. Benar-benar tidak ada jalan lain, dia memang harus berpisah dengan Minho.

***

Lee Jinki mengenakan tuksedo terbaiknya malam ini, dia sudah sangat siap menghadapi hari ini. Memikirkan seperti apa calon istrinya nanti membuatnya sangat bersemangat untuk mengikuti acara makan malam dan pertemuan ini.
“Jinki-ya, apa kau sudah siap?” appanya berseru keras dari ruang tamu di lantai satu.
“ Ne, appa” Jinki bergegas menuruni tangga dan menghampiri ayahnya. Langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita paruh baya yang menggunakan gaun malam dan berdandan layaknya wanita berumur 25 tahun. Moodnya mendadak rusak karena melihat wanita tersebut tersenyum padanya sambil menggandeng erat lengan appanya. Jinki tidak pernah suka dengan perempuan tua dengan senyum yang dibuat-buat itu.
“Kau ikut, huh?” Jinki mendecak kesal dan melirik sinis ibu tirinya itu.
“Yeobo, lihat kelakuaan anak sulungmu itu! Aku bahkan sudah menikah denganmu hampir 2 tahun, tapi kenapa di tetap tidak menghormatiku” wanita tua itu merengek sambil menarik lengan suaminya.
“Lee Jinki, seharusnya kau..”
“Aku tidak peduli” Jinki memotong perkataan ayahnya dengan tegas. Matanya menatap tajam kea rah ibu tirinya, menyatakan rasa ketidaksukaanya terhadap ibu tirinya itu secara terang-terangan.
“Dengar baik-baik, jangan sampai kau mengacaukan acaraku Jung agassi” ujar Jinki dengan tegas lalu berlalu menuju kursi kemudi mobilnya.
“Appa, cepat masuk, kita sudah terlambat. Kau pasti tidak ingin mengecewakan calon besanmu kan?”

***

Jinki POV

Matanya sembab, dan ia hanya menjawab ya atau tidak pada setiap pertanyaan appa. Wanita itu tampak sangat tidak tertarik dengan percakapan makan malam tadi. Baiklah jadi namanya Park Hyun Byul, dia cantik dan lebih muda 3 tahun daripada aku. Ada sesuatu dalam dirinya yang akan membuatmu penasaran dan ingin megenal dirinya lebih jauh. Dan itulah yang sedang terjadi padaku saat ini.
“Kau lapar? Apa kau ingin aku mengantarmu ke restoran dan mampir untuk makan malam?” Ujarku memecah keheningan dalam perjalananku mengantarkan wanita itu pulang. Park Hyun Byul sama sekali tidak menyentuh makan malamnya tadi, jadi aku berinisiatif untuk mengantarnya makan malam terlebih dahulu sebelum mengantarnya pulang.
“Ani”
“Tapi kau sama sekali tidak..”
“Animnida, aku tidak lapar Jinki-ssi”
Baiklah, jadi wanita ini keras kepala dan tahan lapar, dia juga tidak menyadari niat baikku untuk mengantarnya makan dulu ck. Sepertinya dia memang tidak menyukai perjodohan ini. Aku hanya mengendikkan bahuku dan melanjutkan perjalanan kami dalam diam. Lima menit kemudian kami sampai dirumahnya, aku mematikan mesin mobilku dan memandang Byul.
“Baiklah kita sudah sampai”
“Ne, hamsahamnida Jinki-ssi” Byul melepaskan safety belt-nya, lalu kembali menatapku.
“Apa kau setuju dengan perjodohan kita? Maksudku, kita baru saling kenal beberapa jam yang lalu dan aku tidak bisa membayangkan bagaimana mungkin kau akan menjadi suamiku tiga bulan mendatang” ucap Byul sambil menatapku, aku mengalihkan pandanganku sambil menghela napas pelan.
“Entahlah, aku hanya menuruti kemauan appa, lagipula appa sudah mengatakan hal ini sejak aku SMP jadi aku tau cepat atau lambat perjodohan ini pasti akan datang”
“Apa kekasihmu tidak keberatan?” aku menaikkan sebelah alisku mendengar pertanyaannya, ck konyol, sepertinya dia sedang berusaha membujukku agar membatalkan perjodohan ini.
“Bagaimana kau tahu aku sudah mempunyai kekasih atau belum?” aku tertawa kecil melihat tingkahnya.
“Err… kupikir pria sepertimu pasti akan mudah memacari seorang perempuan” Byul menunduk kikuk lalu melirikku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Aku kembali tertawa kecil melihat tingkahnya.
“Begitu? Jujur saja, aku belum memiliki seorangpun, aku menunggu takdirku, aku menunggu wanita mana yang akan menjadi calon istriku”
“Menunggu takdir? Kau menungguku huh?” Byul tersenyum jahil sambil memandangku, segurat senyum menghiasi wajahnya. Manis.
“Kau? Bagaimana denganmu?”
“Aku? Err.. aku baru saja putus.. ehm maksudku kami baru saja mengakhirinya. Aku juga akan belajar untuk mengikuti kemauan appa, sepertimu” Jadi Byul sudah mempunyai kekasih sebelumnya? Apa mereka berakhir karena perjodohan ini?
“Bagaimana kalau kita tidak saling mencintai? Maksudku, bagaimana kalau aku tidak bisa mencintaimu nanti?” lanjutnya.
Aku berpikir sejenak.
“Kalau kau tidak mencintaiku? Tidak mungkin, aku pasti akan membuatmu mencintaiku, secepatnya.”

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

25 thoughts on “Forever More – Part 1: Farewell”

  1. KYAAAAA!!!!!
    ““Kalau kau tidak mencintaiku? Tidak mungkin, aku pasti akan membuatmu mencintaiku, secepatnya.”
    Astaga!!!!! Kok mules jadinya (?)
    Seru nih kyknya. Ditunggu next partnya ya thor:B

  2. ahhh kereeeen…. di tunggu nih,.. dari dalu ternyata lebih gimana gitu sama ff yg ceritanya perjodohan .. kereeen… ahhh minho kau kemana ??
    aisssh sama2 punya ibu tiri, yg satu baik.. yang satu .. lebay … >,<
    jinki… kau mau membuat han byul mencintaimu… han byul mana janjimu pada minho… 6 bulan kan satu semester.. ??? emang udah bisa lulus….

  3. Well,,, selalu tertarik sama cerita marriage life yg awalnya saling gx setuju jd saling cinta,,, kayaknya udd jadi obsesi terpendam,,,

    wahhh,, Si Jinki pasrah banget tuhh mau dijodohin,,

    serru,,serru,, ditunggu lanjutannya,,

  4. pas liat genre married life.. lngsung senyum gaje..

    hmm sama2 punya ibu tiri ya.. tp bedanya ibu tiri byul baik. klo ibu tiri jinki kyknya kegenitan deh -.- hahaha

    ibu tiri byul g sk ma minho kyknya ad hubungannya sm masa lalu ibu tiri byul deh ya.. *sotoy bgt saya

    wuiihh jinki bkl bkin byul jtuh cinta.. ngapain repot2.. aku udh jtuh cinta ma akang jinki #abaikan

    ditunggu lnjutnnya

  5. “Kalau kau tidak mencintaiku? Tidak
    mungkin, aku pasti akan membuatmu
    mencintaiku, secepatnya.”i

    itu kalimat romantis banget. apalagi ngebayangin onew dengan wajah serius. oh good.

    romance …. yeay… aku suka sekali.

  6. Kata”nya jinki yg t’aqr so sweet :3
    eomma tirinya byul baik,eomma tirinya jinki malah kyk gitu,ckck..eomma tirinya jinki tu penjilat(?) yah???hehe
    nah lhoo..gmn cba nasib.a minho,,..tp aq lbh stuju kl byul ma jinki sih,..biar minho bs sm aq 😀 #digamparflames.gg”..mksdq feelnya lbh dpt klo byul.a ma jinki,hehe
    oh yah,ap sih alesan.a eomma tirinya byul gg suka ma minho??apa krn minho ganteng?#plak,ap jgn” minho ank.a seseorg yg prnh jd masa lalu.a eomma.a byul?? 😮 #sotoy.com
    aq tgu part 2.a 😉

  7. OMO ~~ my onew, coba kata-kata terakhirnya di tujukan untuk aku, pasti lebih seru 😛
    aku suka FF ini, seru.seru. thor jangan lama-lama bikin part selanjutnya..aku pasti setia nunggu ni FF.

  8. Gak.boong.
    Pas baca kata2 terakhir jinki…..
    MELTING NAUDJUBILLAH
    SUBHANALLAH!!!!
    itu kok….. Aigoo aigoooooo
    Tapi kasian minhoooo
    Tapi jinki kok agak lucu gt sih
    Pasti bakal seru nih
    LANJUUUT!!

  9. “Kalau kau tidak mencintaiku? Tidak mungkin, aku pasti akan membuatmu mencintaiku, secepatnya.”
    kyaaaaaaaaaaa aduh abang jinki, kau udh berhasil bikin aku jatuh cintrong padamu

    tapi gmna tar nasib minho
    kasian sma dia

  10. Good day! This is my first comment here so
    I just wanted to give a quick shout out and say I truly enjoy reading your posts.
    Can you suggest any other blogs/websites/forums that
    cover the same subjects? Thanks a lot!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s