Take Me With You – Part 9

Title : Take Me With You – Part 9
Author  : Delfta
Main Cast : Key, Arina
Other Cast : Alia, Risha
Length  : Sequel
Genre : Romance, Friendship, Humor (kalo habis baca ini langsung diare, anggep aja humor)
Rating : PG 13
Hari ini akan menjadi hari yang melelahkan bagi Arina, Alia, dan Risha. Hari ini mereka bertiga akan pindah tempat tinggal. Sebenarnya mereka sudah sejak lama ingin pindah dari dorm yang isinya hanya mahasiswa internasional, tapi karena sulit untuk mencari rumah kontrakan yang pas akhirnya baru pindah sekarang. Mereka ingin lebih berbaur dengan warga korea selatan, oleh karena itu mereka akhirnya mengontrak sebuah rumah di dekat kawasan perbelanjaan Apgujeong.
Semua sibuk berkemas dengan barang-barangnya sendiri. Kecuali Risha, dia tampak agak santai. Dia membaringkan tubuhnya di sofa sambil menatap keluar jendela. Kadang-kadang ia memejamkan matanya, tapi setelah itu membukanya kembali.
“Risha, kamu niat pindah nggak sih?” tanya Alia sambil memasukkan laptopnya ke dalam tas.
“Niat dong.. tapi kok rasanya ingin santai-santai dulu disini, lagian rasanya ngantuk banget ingin tidur. Nanti ajalah jam 3an pindahnya. Kita santai-santai dulu, hari terakhir di dorm” jawab Risha
“Woi maskeran yok.. aku masih punya masker kulit kerang (?). Lihat nih muka kita pada kusam gini.” Usul Arina
“Tapi aku ingin cepet-cepet pindah ke rumah baruuuu~” rengek Alia seperti anak kecil
“Ah dasar ente, udahlah ngga usah terburu-buru. Kita maskeran aja…” Risha langsung berpindah dari sofa ke bawah dan duduk di karpet lalu menarik tangan Alia supaya berhenti berkemas.
Arina langsung membuat adonan masker dan setelah itu mereka bertiga melapisi wajah mereka dengan adonan tersebut. Setelah itu mereka tiduran dengan berjejer diatas karpet. Posisinya mirip seperti ikan yang sedang dibakar.
Tiba-tiba ponsel arina berdering. Dengan malas Arina melihat siapa nama yang tertera di screen. Lalu akhirnya dia mengangkatnya.
“Yeoboseyo” sapa orang di seberang telepon
“Aku kan sudah cuti untuk hari ini saja. Hari ini kan aku pindah, masa kau tidak ingat?” cerocos Arina
“Aku ingat.. aku ingat. Kau sudah sampai di rumah baru?” tanyanya
“Belom. Nanti sekitar jam 3 baru kami berangkat” jawab Arina
“Aku kesana ya.. hehe” ucap key sambil cengengesan
“Ngapain?! ” respon Arina dan langsung bangkit dari tidurnya. Tapi Key sudah menutup telepon duluan. Arina jadi cemas sendiri, apa jadinya kalau Key kesini. Bisa membahayakan dirinya dan juga Key sendiri. Arina berusaha menenangkan dirinya dan tiduran lagi. Lagipula kan Key tidak tahu dimana kamar Arina.
“Siapa? Boss?” tanya Risha
“Iya” jawab Arina dengan singkat
“Kenapa? Kok kayaknya cemas banget” tanya Alia
“Jangan bilang, kamu disuruh kesana. Kan kamu udah izin, terlalu banget itu boss kamu. Ngga mau anak buahnya istirahat bentar. Padahal sekarang juga mau pindah rumah! Kayaknya boss kamu belom ngerasain tamparan ane!” ucap Risha berapi-api
“Udahlah Risha, ngga usah gitu. Aku juga ngga kesana. Aku tetep disini” Arina langsung menenangkan Risha
“Ah.. ente mah ngebelain boss ente terus. Padahal ente kerja kayak udah kerja rodi. Dari pulang kuliah sampe malem banget. Padahal ente kan part time, paling lama 7 jam lah” Risha menoyor pundak Arina
“Kerja rodi? Engga kok! Haha.. ane kan dibayar” bela Arina
“Tuh kan.. ngebelain lagi. Jangan-jangan ente ngeceng boss ente. Boss ente namja kan?” goda Alia
“Ah… apa sih? Mana mungkinlah ane ngeceng boss ane. Sesuatu banget..haha” ucap Arina dengan semburat pink diwajahnya.
“Lihat tu.. muka ente jadi merah!” ucap Risha sambil menunjuk-nunjuk wajah Arina
“Ngomong-ngomong boss ente ganteng ngga? Ente mah ngga pernah cerita-cerita sih, kerja sebagai apa juga kagak mau ngasih tau! Gimana sih ente, jangan-jangan ente jadi wanita…” kalimat Alia tergantung. Membuat Arina langsung bangkit lagi dari tidurnya dan merasa sedikit kesal.
“Amit-amit ih!! Jangan ngomong yang aneh –aneh, ane ngga mungkinlah jadi wanita kayak begituan. Gini-gini ane juga punya harga diri” Arina membela diri
“Maap-maap.. ane cuma bercandaan doang. Lagian ente sih nggak mau cerita, kan mengundang kecurigaan.” ucap Alia sambil menarik tangan Arina supaya duduk dan tiduran lagi.
“Yaudah.. jangan kayak gitu lagi yaaa..” ujar Arina
“Iya, ane minta maaf”
“Ngomong-ngomong kenapa kita jadi arab gini pake ane ente? Kita kan lagi di korea bukan arab.” Risha mengingatkan.
“Lagian tadi siapa yang pake ane ente duluan hayooo?” ucap Arina sambil menunjuk Risha
“Memangnya ane?” tanya Risha
“Iya! Ente duluan!” seru Alia dan Arina bebarengan
“Yaudah deh ane minta maaf. Mending sekarang kita tidur sejenak menikmati hidup.” Risha langsung menutup matanya dan berusaha tidur. Wajahnya tampak tanpa dosa, padahal dia yang salah duluan. Tapi akhirnya semua mengikuti Risha untuk tidur.
TOK!TOK!TOK!
“Rin, buka sana pintunya. Jangan –jangan itu ajussi-ajussi dari jasa pemindahan barang. Aku ngantuk banget” perintah Risha
“Males ah..  kamu aja Alia..” perintah Arina
“Heh.. aku juga males ketularan si Risha. Kalian aja sih” perintah Alia
TOK!TOK!TOK!
“Kalian ngga pada bener semua. Yaudah aku aja yang buka” Arina langsung beranjak pergi menuju pintu.
“Gitu dong daritadi. Aku bener-bener ngantuk nih, jam 4 subuh baru tidur gara-gara tugas” Celetuk Risha
Dengan malas Arina membuka pintu.
“EOMO” teriak seseorang didepannya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena kaget melihat wajah seorang yang membuka pintu.
“Key?” tanya Arina dengan berbisik.
Key tampak mengenakan seragam seperti seragam pekerja dari jasa pemindahan barang. Wajahnya tampak tertutup oleh bayangan dari topi yang dikenakannya. Tampak beda sekali. Tapi walaupun beda, Arina masih mengenalinya.
“Arina? Apa itu kau?” tanya Key masih dengan telapak tangan yang menutupi wajahnya
“Ne. Ini aku.” Jawab Arina masih dengan berbisik karena takut teman-temannya akan dengar.
“Ah… kau tampak menyeramkan sekali lihat penampilanmu, wajah seperti hantu, rambut acak-acakan pula. Untung saja aku masih kuat untuk berdiri. Fiuuuuhh” Key tampak lega, diapun membuka topi yang menutupi wajahnya.
“Sssst.. kecilkan suaramu! Teman-temanku ada didalam. Kau ini kenapa bisa kesini? Gawat!” bisik Arina
“Aku kan sudah bilang mau kesini” kali ini Key mengecilkan volume suaranya
“Darimana kau tahu aku tinggal disini?” tanya Arina sambil melihat-lihat ke sekeliling memastikan keadaan aman. Syukurlah tidak ada siapa-siapa di sekitarnya selain Key.
“Rahasia..” ucap key sambil tersenyum menggoda dan mengacak rambut Arina yang sudah acak-acakan. Disaat itu, Arina tidak dapat mengalihkan pandangan dari wajah Key, ia merasa seperti terhipnotis. Karena senyuman Key itu jantung Arina jadi seperti bertalu-talu. Tapi sesaat kemudian Arina menggelengkan kepala supaya dirinya bisa sadar kembali.
“Pulang saja. Teman-temanku itu, mereka shawol. Bisa gawat kalau mereka tau kau ada disini. Bisa heboh! Lebih baik kau pulang.” Peritah Arina sambil menunjuk-nunjuk kearah dalam kamar sebagai area membahayakan.
“Sireo. Aku sudah berjuang mendapatkan alamatmu” protes Key
“Siapa suruh cari alamatku? Lebih baik pulang, gawat kalau sampai ketahuan” Arina panik setengah mati
“Sireo!”
“Hoi Arina!! Itu ajussi-ajussi suruh pulang lagi aja. Kita kan pindahnya jam 3.” Teriak Alia dari dalam
“I..iya.iya..” jawab Arina
“Kau dengar kan? Dia menyuruh orang dari jasa pemindahan barang untuk pulang lagi” kata Arina pada Key
“Mana aku tau, aku tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan” ucap Key dengan enteng. Saking paniknya Arina lupa, Key kan tidak bisa bahasa Indonesia.
“Intinya, kau harus pulang!” tegas Arina
“Katamu, mereka itu shawol. Masa iya ngga mau ketemu dengan diriku ini” ucap Key dengan kepedean dan sambil mencoba melangkah masuk seperti tanpa beban. Tapi Arina langsung mencegahnya.
“Key, hajima.. hajima.. jebal~” dengan sekuat tenaga, Arina masih terus mendorong badan Key supaya menjauh dari kamarnya.
“Rin, ada apa sih ribut-rib~” kalimat Alia terpotong saat melihat siapa yang ada didekat Arina. Alia merasa tak percaya, beberapa kali dia mengeleng-gelengkan kepalanya lalu mengucek matanya untuk memastikan siapa yag dilihatnya itu. Tapi saat yang dilihatnya itu ternyata seperti apa yang dipikirannya, dia benar-benar tidak bisa berkata-kata. Mulutnya menganga begitu melihat Key tersenyum padanya.
“Annyeong haseyo! Kau temannya Arina ya? Bolehkah aku masuk?” tanya Key pada Alia
Alia mengangguk tapi masih dengan mulut menganga.
“Gamsahamnida” ucap Key dengan ramah. Dengan enteng dia masuk lalu berhenti di pinggir karpet dimana Risha sedang tertidur pulas dengan wajah masih memakai masker. Key menatap Risha dengan wajah bingung, lalu diapun tersenyum geli melihatnya.
“Ehm.. Key, duduk aja di sofa. Biarin dia di karpet, dia kelelahan gara-gara ngerjain tugas.” Ucap Arina. Lalu Ke langsung duduk di sofa.
Perlahan Alia melangkah mendekati Risha yang sedang tidur di karpet, dan segera membangunkannya dengan menggerak-gerakan ujung kaki Risha.
“Ih.. diem ah, aku ngantuk!!” prote risha masih dengan mata terpejam
“Ris, ada… sesuatu…. Eh, salah seseorang di sofa. Bangun! Malu-maluin kamu tidur disini, keliatannya kayak kebo.” Ucap Alia pada Risha. (mian, author kena syndrome Syahrini sejak beberapa bulan yang lalu)
“Ngga peduli! Jangan ganggu!” protes Risha lagi.
“Risha.. itu Key!!” seru Alia
“Apaan sih?! Ngantuk banget nih!! Aku mau tidurr!!” protes Risha pada Alia sambil bangkit dari tidurnya dan menatap Alia dengan garang.
“Itu Key!” ucap Alia sambil menunjuk ke arah belakang Risha
“Sudah biarkan saja, sepertnya dia sangat lelah” ucap Key yang seperti merasa tidak enak.
Risha pun menoleh kebelakang sambil memicingkan mata dan menggaruk-garuk kepala. Dilihatnya seorang pria yang sedang tersenyum dan begitu sangat dikenalinya. Seketika mata Risha langsung membulat saat melihat pria itu, diapun merasa lemas. Hampir saja dia jatuh kembali, tapi Alia segera menahannya.
“Gwaenchanayo?!” Key langsung menghampiri Risha dengan cemas
“Oppa? Ini benar Key oppa?” Risha malah balik nanya
Key mengangguk lalu tersenyum.
“OMG! Oppa!!!” Risha langsung heboh dan memeluk Key yang ada didepannya. Key jadi kebingungan
“YA! Lepaskan! Jangan peluk-peluk sembarangan!” perintah Arina dengan galak. Dia langsung memisahkan Risha dengan Key.
“Apa sih Rin? Ganggu aja!” Risha mencoba untuk memeluk Key lagi tapi Key sudah keburu menjauh
“Risha, jangan malu-maluin!” protes Alia dengan bahasa Indonesia
Risha tampak cemberut karena gagal memeluk Key lagi.
“Joisonghamnida, aku hanya tak percaya bisa bertemu langsung seperti ini denganmu” ucap Risha pada Key
“Haha.. gwaenchana. Aku sudah biasa terkena serangan mendadak. Hehe “ ucap Key
“OMG! Masker kita beloom dihapus! Ayo hapus dulu! malu-maluin!!!” Risha mulai sadar dan langsung menarik lengan Alia untuk menghapus masker diwajahnya. Merekapun langsung pergi ke toilet. Hanya Arina yang diam ditempat, diapun akirnya duduk disampng Key.
“Maafkan temanku tadi yaa.. aku bilang kan bahaya” ujar Arina
“Aku kan sudah bilang tidak apa-apa. Sudahlah tidak usah dipikirkan” ucap Key sambil mengelus punggung Arina.
“Hoi Arina! Sana cuci muka dulu” perintah Alia yang mukanya sudah bersih. Dia datang lagi sambil membawa CD SHINee dan spidol ditangannya. Diikuti dengan Risha yang lebih heboh, dia bahkan sampai membongkar kardus yang sudah dibereskan demi mengambil poster-poster SHINee.
“Mohon perhatian ya ajumma.. disini tidak menggelar fansign ataupun konser. Jadi diharap tidak usah membawa barang-barang berlebihan” ucap Arina karena heran melihat tingkah teman-temannya.
“Sudahlah jangan ganggu. Kesempatan emas ngga datang dua kali!!” seru Alia yang langsung menyingkirkan Arina yang sedang menghadang dirinya, dan langsung menyerbu Key bersama Risha sehingga Arina hampir jatuh tersungkur. Arina akhirnya mencuci mukanya sebelum dimarahi lagi oleh Alia.
Dengan sabar Key menandatangani CD milik Alia dan semua poster-poster serta CD milik Risha. Tidak lupa, mereka berdua akhirnya berfoto bersama Key. Arina hanya bisa menatap mereka dari jarak 1 meter, dia tidak mau lagi mendekati mereka bertiga karena takut diserang oleh teman-temannya.
“Sudah yaa.. mianhae..” ucap key sambil tersenyum. Dia tampak sedikit lelah. Bayangkan saja, Risha menyuruhnya untuk menandatangani CD, 41 posternya ditambah lagi foto bersama  puluhan kali.
“Ne oppa.. gamsahamnida! Mian, telah membuatmu repot..” ucap Alia dan risha dengan semangat lalu mereka langsung berdiri dari sofa dan duduk di karpet. Sekarang posisinya malah mereka berdua seperti pembantu. Berlebihan!! Batin Arina
“Gwaencana..” jawab Key
“Arina sebenarnya apa hubunganmu dengan Key oppa?” tanya Alia
“Jadi dia ini boss-ku. Dia bersama member SHINee lain itu boss-ku. Mian, ngga ngasih tau kalian. Aku takut itu bisa mengganggu kehidupan SHINee.” Jawab Arina. Dia merasa lega karena sudah jujur.
“Ya!! Jadi kau ini tidak mau bagi-bagi rezeki yaaa?! Padahal kau tau kalau kami ini adalah shawol sejati!” Alia langsung memarahi Arina
“Benar!” Risha sehati dengan Alia
“Oleh karena itu, aku tidak mau memberitahu kalian. Kalian kan shawol sejati, jadi aku takut SHINee akan merasa terganggu karena kehebohan kalian” Arina membela diri. Sebenarnya dia merasa takut karena inilah pertama kalinya dia diserang oleh kedua temannya.
“Sudahlah.. aku yang menyuruhnya merahasiakan ini. Jangan serang dia lagi,ok? Yang penting kan sekarang kita sudah bertemu” hibur Key pada Alia dan Risha. Arina langsung menatap Key dengan tatapan tak percaya. Perkataan Key itu membuat Arina sedikit merasa ringan. Key membelanya! Padahal dia tau benar kalau Key atau member SHINee lainnya tidak pernah menyuruhnya untuk merahasiakan hal itu.
“Oh..Ye.. oppa. Yang penting sekarang kita sudah bertemu!!!!” Alia kembali semangat. Dia benar-benar luluh dengan perkataan Key, begitu juga dengan Risha yang langsung tersenyum mendengar perkataan itu.
“Oppa, kau benar-benar baik!” ucap Risha sambil terus menatap Key
“Haha.. biasa saja” Key jadi merasa salah tingkah setelah dipuji.
“Oppa..” panggil Risha
“Hmm?” respon Key
“Ngomong-ngomong, kemana member SHINee yang lain? Misalnya Jonghyun oppa?” tanya Risha dengan sangat hati-hati, warna pipinya berubah menjadi pink.
“Dia ada di dorm…wae?” Jawab Key tapi dengan pandangan meneliti karena diujung kalimat, Risha menanyakan Jonghyun.
“Ah oppa! Jonghyun oppa itu biasnya Risha, makanya nanya-nanya. Lihat tuh di box warna biru, isinya Jonghyun oppa semua. Kalau Jonghyun oppa kesini pasti dia disuruh tanda tangan lebih banyak dari oppa. Haha” bongkar Alia sambil menunjuk-nunjuk box biru milik Risha. Risha jadi menunduk karena malu lalu mengangkat kepalanya lagi setelah mendapat ide untuk membongkar rahasia Alia juga. Dia pun bangkit dan mendekati box silver milik Alia.
“Oppa! Dia itu ngefans banget sama Minho oppa, lihat ni.. semuanya Minho oppa semua! Dari poster, foto-foto dari kecil sampe sekarang, gantungan kunci yang banyaknya minta ampun, pin, stiker, dan hard disk yang isinya video-video tentang Minho oppa” bongkar Risha sambil mengeluarkan barang-barang dari box silver itu. Key pun mulai tertarik dan mendekati box itu lalu berdecak kagum. Sementara itu, Alia gantian yang tertunduk malu karena rahasianya terbongkar. Dia hanya bisa diam sambil menyembunyikan diri dibalik bantal. “Lihat! Ini laptop juga isinya fanfiction semua yang dia ketik sendiri dan ada puluhan fanfiction tentang Minho oppa.” Sambung Alia sambil mengeluarkan laptop Alia yang sudah dimasukkan kedalam tas.
“jjejjejjejje… daebak kalian! Apalagi Alia sampai jadi penulis, aku jadi ingin baca fanfiction buatanmu, pasti bagus” puji Key
“Fanfiction-ku itu jelek, kacangan, dan tidak berpengalaman. Jadi lebih baik jangan, aku malu oppa!!” sergah Alia yang sedang malu setengah mati karena Risha. Dia benar-benar ingin memakan Risha hidup-hidup.
“Jangan seperti itu. menurutmu bagus, tapi mungkin saja menurut orang lain bagus. Kau harus percaya diri!” ucap Key sambil menepuk pundak Alia. Tapi Alia masih tetap menunduk, apa jadinya nanti kalau Key benar-benar membacanya.
“Wah… bagus banget fanfiction buatan dia! Dia bener-bener kayak novelis tingkat atas!” ucap Risha berapi-api, Alia semakin ingin memakannya hidup-hidup.
“Geuraeyo?? Bisakah kau kirimkan fanfiction-mu lewat email? Nanti mungkin saja Minho akan membacanya, dia kan juga suka baca” Key jadi penasaran dengan fanfiction milik Alia
“Risha! Jangan sok tau! Baca aja belom pernah, kau kan malas membaca” protes Alia pada Risha yang sedang cekikikan. “Oppa, sebaiknya jangan percaya dia” usul Alia pada Key. Tapi Key malah tertawa melihat tingkah mereka.
“Key! Sebenarnya ada apa datang kemari?” tanya Arina yang daritadi hanya diam seperti kambing congek.
“Arina! Panggilnya pake oppa, jangan nama aja. Ngga sopan!” protes Risha
“Aku udah biasa pake nama” Arina membela diri
“Biasakan pake oppa” celetuk Alia
“Gwaenchana. Dia memang sudah biasa seperti itu.” ucap key dengan tenang. Arina heran, kenapa hari ini Key itu super sabar. Apa karena ada shawol yaa? Jadi kayak gitu.
“Maafkan dia ya oppa..” Alia malah meminta maaf sambil memasang wajah  memelas
“Never mind. Jadi aku datang kesini untuk membantu kalian pindah. Aku sudah bawa mobil box. Aku juga bawa makanan!!! Supaya kita bisa makan siang bersama.” Ucap key dengan penuh semangat
“Tumben yaa.. jadi sekarang siapa yang mengharapkan? Bukan aku kan?” sindir Arina. Key langsung menatap Arina dengan tatapan lasernya. Dan Arina langsung membuang muka.
“Kalian ngomongin apa sih?” tanya Risha.
“Ngga ngerti, maksudnya apa itu mengharapkan?” sambung Alia
“Bukan apa-apa kok” jawab Arina sambil tersenyum penuh arti lalu mengambil salah satu komik dari tumpukannya.
“Lebih baik makan saja, tidak usah dipikirkan” Key berusaha mengalihkan pembicaraan. Padahal setengah mati dia ingin terus berdebat dengan Arina karena masalah ‘mengharapkan’ itu, dirinya merasa gengsi karena dituduh mengharapkan Arina. Tapi karena mengingat petuah dari Jonghyun tadi, dia jadi mengurungkan niatnya untuk berdebat. Jonghyun menyuruhnya untuk bersabar dan membuang rasa gengsinya jauh-jauh.
Mereka memakan Kimbab yang dibuat Key dengan penuh cinta (author lebay). Alia dan Risha seperti merasa terhipnotis saat memakan Kimbap itu, mereka langsung memejamkan mata dan membayangkan seperti ada di surga, makan makanan yang dibuat oleh idola mereka. Berbeda dengan Arina yang dengan cuek makan sekenanya sambil membaca komik
“Arina..” panggil Key
“Hmm..” respon Arina yang sedang serius membaca sambil berusaha mencomot sepotong kimbab di wadah, tapi saat dia meraba-raba wadahnya menghilang. Diapun langsung mengalihkan pandangannya dari komik.
“Aaa..” Key mencoba menyuapi Kimbab ke mulut Arina
“Apa-apaan kau ini? Haha” Arina merasa key benar-benar berubah hari ini, tidak! Sebenarnya dari beberapa hari yang lalu juga Arina merasa Key berubah. Tapi hari ini terasa drastis. Alia dan Risha masih asyik dengan Kimbabnya walaupun sesekali Risha mengamati gerak-gerik Key.
“Ya! Buka saja mulutmu itu” perintah Key
“Aneh sekali kau i~” kalimat Arina terpotong karena Key telah menyumpitkan sepotong Kimbab kemulutnya. Akhirnya Arina mengunyahnya.
“Kalau makan, makan saja. Jangan sambil baca, baca ada waktunya sendiri” nasihat Key sambil mengelus pipi Arina yang tidak halus jika dibandingkan dengan kulit wajah Key. Perlakuan Key itu membuat Arina terbelalak dan sejenak menghentikan kunyahannya, secara otomatis jantung Arina berdegup kencang. Entah sudah keberapa kalinya Key mampu membuat Arina seperti ini.
“Ayo dikunyah terus telan” perintah Key lagi yang sudah menunggu untuk menyuapi Arina dengan potongan kimbab selanjutnya. Arina langsung tersadar. Dan dia langsung mengambil Kimbap di sumpit Key.
“Aku makan sendiri saja” tegas Arina sambil menunduk, dia tidak mau memperlihatkan wajahnya pada Key, wajahnya tampak Merah karena malu.
Akhirnya Arina makan kimbab itu tanpa membaca komik seperti perintah Key, namun sekarang dia makan sambil menunduk. DEG! Kenapa aku jadi seperti iniii??! Seharusnya jangan seperti ini, jangan memperdulikan apapun yang Key lakukan padaku. Batin Arina. Jantungnya masih belum berdetak dengan tenang seperti biasa.
“Key..” panggil Arina
“Hmm?” respon Key sambil mengunyah kimbabnya
“Apa hari ini tidak ada jadwal?” tanya Arina. Sebenarnya dia ingin mengusir Key karena semakin lama Key disini semakin membuat Arina berdebar. Arina ingin menghindari itu. Lagipula dia kan menyukai Onew, bukan Key.
“Hari ini… sebenarnya aku ada latihan di kantor SM” jawab Key dengan ragu
“Terus kenapa malah kesini? Kau babo ya?!” Arina memarahi
“Arina, jangan kasar!” protes Alia diiringi pelototan dari Risha pada Arina
“Aku pulang duluan, aku sudah izin sama Onew hyung karena hari ini aku akan membantu kalian. Dan dia mengizinkan” jawab Key sambil menyuap kembali Kimbabnya.
“Hah?!! Segampang itu? padahal kan sebentar lagi kalian mau menyelenggarakan SHINee World Concert di jepang” Arina merasa tak percaya
“Ne. Lagipula kami kan sudah konser lebih dari sekali. Aku sudah hafal segala gerakan dan lirik. Semuanya beres.” Ucap Key santai
“Tapi yang lainnya tetap latihan kan?”
“Ne… Onew hyung yang megusulkan hari ini supaya latihan”
“Ah dia memang teladan. Dia benar-benar rajin!!” Arina mulai memuji-muji Onew. pujian itu membuat Key kesal
“Biasa saja.. biasanya dia malah yang paling malas” komentar Key
“Jinjjayo? Haha.. Ondubu, sekarang aku tau fakta-faktamu selanjutnya” seru Alia dengan gembira seperti mendapat jarum di tumpukan jerami
“Lalu apa fakta-fakta Jonghyun oppa selain yang ada di internet?” tanya Risha sambil menggoncang-goncangkan tubuh Key dengan sangat tidak sabar.
“Jonghyun hyung itu…” Key kembali memikirkan apa yang selalu Jonghyun lakukan. “Dia suka membangga-banggakan ototnya pada semua member setelah melakukan fitness. Saat melihat itu Minho biasanya langsung merasa tersaingi. Dia langsung tidak mau kalah untuk terus-terusan fitness. ” ucap Key
“Hahaha.. lalu apalagi tentang Minho oppa?” sekarang Alia yang penasaran
“Minho itu, kadang-kadang dia konyol hanya saja dia selalu jaim kalau didepan publik. Dia hanya melakukan kekonyolan pada orang-orang yang benar-benar dekat dengannya. Suatu hari dia pernah membawa dan memakai baju senam milik ibunya untuk melakukan aerobic bersamaku. Aku sangat kaget saat dia memakai itu. rasanya sangat bukan Minho, akhirnya aku tidak jadi melakukan aerobic karena tidak bisa berhenti tertawa melihat Minho yang seperti itu.” kenang Key  (author dijitak Minho beserta flames rame-rame karena membuat gosip jadi fakta. Minho: enak aja ente ngarang seenak jidat ente thor! Ane itu macho banget! Mana mungkin ane pake baju senam ibu ane, adanya juga ane pake baju renang ibu ane. Itu baru fakta! Untung flames ku pada ngebelain ane. Dasar author tukang gossip! Eike sebel deh!! *tusuk-tusuk badan author pake telunjuk* *author pingsan*)
“Haha! Minho oppa!!! Aku benar-benar tidak menyangka dirimu seperti itu! haha” Alia tidak bisa menahan tawanya karena terus membayangkan Minho memakai baju senam milik ibunya.
“ha? Benarkah sebenarnya Minho oppa seperti itu? haha” Arina merasa sangat tak percaya. Itu karena selama ini Minho selalu bersikap cool dan sok bijaksana didepan Arina, lagipula dengan wajahnya yang tampan itu Arina merasa tidak mungkin Minho melakukan hal itu.
“Benar. Dia memang seperti itu. pernah juga saat Taemin sedih karena sedang bertengkar dengan Taesun kakaknya, Minho tiba-tiba datang kedepan Taemin dengan muka konyolnya. Aku tidak habis pikir, ada orang setampan itu membuat wajahnya jelek sekali. Dia mengikat kecil-kecil seluruh rambutnya dan mencoret-coret wajahnya dengan lipstick merah cabai milik noona penata rias kami. Taemin langsung kaget saat melihat itu, dia langsung berlari meminta perlindungan kepadaku sambil mengambil ember berisi air lalu dia menyiramkan isi ember itu ke tubuh Minho. Minho tidak menyangka reaksi Taemin akan setakut itu, dan gagal sudah niatnya menghibur Taemin” urai Key
“Oh.. kasihan sekali Minho oppa.”
“Lalu bagaimana sifat asli si magnae?” tanya Risha
“Seperti yang sering kalian lihat dimana-mana. Dia itu kadang pemalu, tanda-tanda dia sedang malu adalah tersenyum polos kadang sambil kedip-kedip. Dari eyesmile juga akan terlihat kalau dia itu pemalu. Tapi aku suka saat dia sedang malu, terlihat sangat polos. Jadi ingin benar-benar menjadi eommanya.”
“Kau ini memang keibuan oppa… dan Onew oppa adalah appa” komentar Risha
“Hah Onew hyung?! Dia tidak cocok menjadi appa. Dia itu kadang aneh. Dia suka cengar-cengir sendiri, aku juga kadang takut. Selain itu, dia suka sibuk sendiri. Kadang dia sangat fokus dengan suatu objek yang tidak terlalu penting hingga saat dipanggil kadang tidak menjawab karena terlalu serius dengan objek itu, Seperti punya dunia sendiri. haha” Key tertawa mengingat apa saja yang Onew lakukan dengan dunianya sendiri. (Onew : sekarang ente menjadikan ane sebagai objek penderita seperti Minho, mau ente apa sih thor? Dicium rame-rame sama SHINee? *Onew naik pitam* author : beneran bang? Ane mau *author angguk-angguk sok malu sambil nyodorin muka mirip Omas* Onew : PASUKAN, SERBU!! *author digebukin MVP bagaikan pencuri pindang dipasar*)
“Itulah yang bikin menarik. Haha. Aku suka. Dia unik.” puji Arina
“Ah.. jadi Arina suka sama Onew??” tanya Risha dengan tatapan curiga. Arina tersipu malu.Raut wajah Key cemberut.
“Kau sih enak, bisa tiap hari bertemu Onew, dan member lainnya.“ ucap Alia
“Tapi tidak apa-apa. Kan kita sudah bertemu Key hari ini. Yeaaahhh!!” seru Risha dengan semangat. Membuat Key tersenyum simpul.
“Kalian juga ingin bertemu?” tanya Key.
“Memang bisa?!” tanya Alia dan Risha serempak dengan penuh harap
Key tersenyum sekilas membuat Alia dan Risha makin penasaran. Keinginan mereka sudah sangat menggebu-gebu untuk segera bertemu member SHINee lainnya.
“Hari kamis minggu depan nanti kami istirahat sehari karena hari jumat akan pergi ke Jepang. Kami akan pergi ke Everland untuk refreshing, kalian boleh ikut.”
“JEONGMALYO??!!” Alia dan Risha serempak lagi, mereka tampak tak percaya.
Key mengangguk.
“Ya! Kamis jam berapa? Jangan-jangan kami ada kuliah” Arina menyadarkan
“Arina, ini kesempatan emas. Kuliah bolos aja sekali, besoknya juga masih bisa kuliah. Kalau ke Everland bareng SHINee tidak bisa bolos, soalnya besok lagi belum tentu bisa kenana bareng SHINee” protes Alia
“Kuliah selesai jam berapa?” tanya Key. Dia akan terus mengusahakan agar Arina ikut, ini demi misinya.
“Jam 8 AM – 3 PM.”
“OK, berangkat jam 4 PM. Beres kan?” Key tersenyum penuh kemenangan. Diikuti senyuman Alia dan Risha
“Assa!!” Alia dan Risha jingkrak-jingkrak kegirangan
TBC
Gimana TMWY yang part 9? Aneh? Garing? Di part ini ane kebanyakan ngarang, soalnya entah kenapa pas lagi bikin part 9 ini lagi pengen nyebar gossip (ketauan biang gossip). Semoga aja Minho dan Onew oppa beserta pasukannya (baca : Flames dan MVP) segera memaafkan ane.
Mian yaa chingu.. ide yang mengalir di otak ane lagi kurang tokcer.. hiksss *nangis dipelukan Key* . Tapi ane akan berusaha untuk professional walaupun ane pemula dibidang beginian…

Semua kritik dan saran chingu akan ane terima dengan lapang dada selapang-lapangnya lapangan golf…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

4 thoughts on “Take Me With You – Part 9”

  1. kenapa baru muncull thorr???
    aku lupa sebelumnya gmna ceritanya ..
    huwaaa ayo ayo lanjutannya makin seru nih .. ahh mau di suapin sama keeeeyyyy >,<
    #plak!!
    ayo lanjut…ayo lanjuuut

  2. Wahhh,, kocak,, kocak,,, aduhh si Key ketularan Authornya nihh,, ikut2 jadi Bigoss,, (biang gosip);;hehe

    awalnya agak bingung cz lupa2 inget sm part sebelumnya,, t pas kesininya jd inget,,,

    lucu,, lucu,, ditunggu next part-nya,,

  3. jeongmal mianhae baru publish skarang. T_T
    tau sendiri kan disini antriannya panjaaaang, yah ane baru kebagian publish skarang deh.. padahal udah kirim dari beberapa bulan yg lalu.
    Gomawo udah mau pada baca walaupun ini ff udah kelamaan..
    *peluk cium readers*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s