I LOST YOU, NAE CHAGIYA [2.2]

I LOST YOU, NAE CHAGIYA (2.2)  

I WISH YOU COMING BACK TO ME AGAIN

Author : Mega Flaminho

Main cast :

–          Choi minho

–          Lee Hyera

Other cast :

–          Choi minseok

–          Kim jonghyun

Length : two shoot

Genre : Romance, friendship

Rating : General

A.N : ini lanjutan dari I LOST YOU NAE CHAGIYA. Sebenernya, cuman one shoot. Tapi karna semua komen minta sequel, aku bikin jadi two shoot :D. gomawo buat reader yang udah baca, apalagi ngomen ^^. Mian, kalo endingnya gak sesuai harapan. Sekali lagi, gomawo ^_^

Credit song :

–          Please don’t go

–          In my room

Summary : Bagaimana cara melupakan seseorang yang begitu berarti bagimu, tanpa harus menghadirkan orang yang baru untuk menggantikan posisinya di hatimu? Aku rasa itu begitu sulit, bahkan bisa menghabiskan sebagian dari hidupmu.

TOKYO

HYERA POV

Aku terus menelusuri jalanan ini, aku ingin segera kembali ke apartement. Aku tidak ingin pingsan di tempat sepi ini. Sudah tidak sanggup lagi rasanya kakiku menopang badanku yang sudah melemah. Seharian ini aku hanya memikirkannya. Entah apa yang membuatku seperti ini, padahal kejadian itu sudah lama berlalu. Aku tidak ingin memikirkannya lagi, tapi hatiku berkata lain. Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang menyerang kepalaku, dan itu membuatku sangat pusing. Aku pun menabrak seseorang yang tubuhnya cukup besar dariku. Untung saja ia memegangiku, kalau tidak mungkin kepalaku bisa membentur jalanan. Aku pun berusaha melihat wajah orang itu, meskipun terlihat samar-samar dimataku tapi aku bisa mengenalinya. “Oppa…..”, gumamku. Aku mengenalinya, namja yang sudah lama tak kutemui. Namja yang selalu membantuku dalam kesusahan di masa lalu. Tapi kepalaku terasa begitu sakit, dan  semuanya tiba-tiba gelap. “Hyera-ya…ireona”

AUTHOR POV

“Hyera-ya…ireona”, teriak namja itu sambil sedikit mengguncang tubuh Hyera. Namja itu terlihat panik melihat keadaan Hyera. Yang benar saja, ia menemui yeoja itu dalam keadaan begitu keruh dan tiba-tiba yeoja itu jatuh pingsan di depannya. Ia langsung berinisiatif untuk membawa Hyera ke Apartementnya. Ia akan merawat Hyera sementara sampai yeoja itu sadar. Sesampainya di apartement, namja itu membawa Hyera ke atas kasur dan mengompresnya. Ia memperhatikan wajah yeoja itu dengan rinci, matanya begitu sembab. ‘apakah ia seharian ini hanya menangis?’, hanya itu yang terlintas dipikirannya. Ia merasa kasihan melihat yeoja itu, meskipun tak satu hal pun yang ia ketahui. Tapi ia yakin, ada sesuatu yang terjadi pada yeoa itu, ia sangat tau. Ia begitu mengenalinya.

“oppa…”, hyera tiba-tiba bergumam setelah beberapa menit tidak sadarkan diri. Namja itu langsung menoleh ke arahnya. “Minseok oppa…”, gumam Hyera lagi.

“Hyera-ya gwenchanayo? Apa yang terjadi?”, tanya Minseok, namja yang menyelamatkan Hyera.

“oppa, kepalaku sangat sakit rasanya”, rintih Hyera sambil memegangi kepalanya.

“mianhae, aku membawamu ke apartementku, aku tidak punya pilihan lain. Ada apa denganmu?. Beristirahatlah dulu, besok berceritalah padaku apa yang terjadi. Arayo?”, tanya Minseok pada Hyera, yang hanya dijawab dengan anggukan. Ia sudah kenal dekat dengan yeoja itu. Tentu saja, karna namdongsaengnya adalah namjachingunya Hyera, Minho. Minseoklah yang memperkenalkan mereka berdua, berteman dan akhirnya menjadi sepasang kekasih. Dia sudah menganggap Hyera sebagai yeodongsaengnya sendiri. Setiap ada masalah kecil yang menyebabkan pertengkaran antara Hyera dan Minho, dia yang selalu mendamaikan mereka berdua. Minseok sangat mengetahui karakter dongsaengnya itu. Tapi satu hal yang tidak diketahuinya, tentang perpisahan mereka. Karna tak ada satupun diantara mereka yang bercerita tentang kejadian di malam itu, di Seoul.

MINSEOK POV

“kau sudah bangun?”, tanyaku ketika melihat Hyera duduk termenung di tempat tidur. Ia seperti memikirkan sesuatu. “ada apa? Sarapan lah dulu, mian aku hanya punya ini”, kataku sambil meletakkan nampan berisikan roti dan segelas susu, di atas meja dekat tempat tidur.

“gomawo oppa, ini sudah cukup bagiku”, katanya sambil tersenyum. Hyerapun mengambil roti itu dan memakannya.

“apa yang terjadi padamu semalam? Penampilanmu begitu kusam, matamu juga bengkak seperti orang habis menangis seharian”, tanyaku padanya.

“jinjayo oppa? Apakah aku separah itu?”, tanyanya heran padaku.

“ne, kau belum bercermin pagi ini? Lihatlah wajahmu itu, untung saja aku masih bisa mengenalimu”, kataku bercanda.

“oppa, jangan berlebihan”, katanya sambil memajukan bibirnya.

“ceritakan pada oppa, apa yang terjadi. Kenapa kau bisa berada di jepang, dan kenapa kau tidak bersama minho disini?”, pintaku padanya. Aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi padanya.

“oppa, sebenarnya…. aku dan minho oppa…. kami sudah tidak bersama lagi…”, katanya sedikit terbata. Aku langsung membelalakkan mata. Tidak percaya dengan pendengaranku. Bagaimana bisa mereka berpisah? Bukankah mereka saling mencintai?.

“wae..waeyo? apa yang terjadi diantara kalian?”. Hyerapun menceritakan semuanya padaku. Mulai dari perjodohan itu, ia meminta putus dengan minho, dan sampai dia berada di jepang.

“kau tidak bisa berbuat seperti itu. Kau telah menyakitinya, hyera…”, kataku pada hyera. Matanya sudah berkaca-kaca menceritakan kejadian 1tahun lampau itu.

“tapi, aku tidak punya pilihan lain saat itu. Dan sekarang, aku…”

“dan ternyata sekarang kau masih mengharapkan minho. Benarkan?”, aku memotong kalimat hyera.

“tapi semuanya sudah terlambat oppa. Aku sudah memilih pilihan yang lain. Aku memutuskan untuk melepasnya meski hatiku terasa sakit. Aku meninggalkannya meski terasa begitu berat. Aku sudah mencoba untuk melupakannya, tapi waktu satu tahun masih tidak cukup bagiku. Aku pikir, setelah kepergianku ke jepang, semuanya akan berubah. Tapi perasaanku tetap sama, sebagian dari diriku masih mengharapkan minho oppa. Apa yang harus aku lakukan?. Bagaimana caranya agar aku dapat melupakannya?”, hyera menangis lagi. Ia benar-benar tidak kuat untuk menyimpan air matanya. Terlebih jika di depanku. Aku pun memeluknya, berharap ia bisa lebih tenang.

“uljima. Oppa yakin, kau bisa melaluinya. Terkadang hidup memang membuatmu ingin berlari sejauh mungkin, tapi kau tidak bisa selamanya berlari. Karna kemana pun kau berlari, kau selalu ada di kehidupan itu. Cobalah untuk menghadapinya.”,hanya itu yang dapat ku katakana. Jujur, aku sangat kecewa atas pilihan mereka. Mereka harus berpisah hanya karna hal sepele. Hyera masih menangis di pelukanku hingga akhirnya ia tertidur.

SEOUL

MINHO POV

Mataku begitu sakit ketika menerima cahaya dari luar. Aku masih mencoba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi tadi malam. Yang aku ingat hanyalah, aku mabuk lagi karna hal yang sama. Yah, beginilah aku setelah kejadian setahun yang lalu itu. Ia meninggalkanku begitu saja, dan membuatku begitu tersiksa. Setiap malam aku mengingat kejadian itu. Kenyataan yang begitu pahit yang harus kuterima. Aku selalu memutuskan untuk minum jika sudah mengingatnya. Aku berharap dengan minum pikiranku bisa terbebas dari bayangnya. Aku berharap tidak mengingatnya lagi. Bahkan aku rela menyakiti diriku sendiri agar bisa melupankannya. Tapi semuanya nihil, bayangnya begitu melekat dalam diriku. Terkadang jonghyun begitu marah melihatku seperti ini, selalu mabuk-mabukkan. Dialah sahabat yang selalu menemaniku setelah kepergian hyera. Dia selalu menemaniku, begitu juga Nara. Ya, nara sudah mengetahui semuanya. Tentang hubunganku dan hyera, juga alasan kepergian hyera ke jepang. Aku tau ia mencintaiku, tapi aku tidak bisa memutuskan untuk hidup bersama orang yang tidak kucintai. Aku tidak ingin menyakiti perasaannya. Ia menerima keputusanku, dan meminta umma dan appanya untuk membatalkan perjodohan itu. Ia yang selalu menenangkanku jika sudah mabuk, dan selalu berbicara yang tidak jelas tentang hyera. Nara juga memintaku untuk mengejar hyera ke jepang, tapi aku terlalu pengecut untuk itu. Aku takut hyera sudah melupakanku. Aku takut hyera telah bersama yang lain. Aku takut untuk menerima kenyataan yang tidak kuharapkan. Aku lebih memilih untuk menyakiti hatiku sendiri dengan selalu menyimpan perasaanku.

‘tok tok tok’

Jonghyun masuk ke dalam kamarku. Ia yang mengantarku pulang semalam, aku yakin dia akan memarahiku lagi.

“apa yang kau lakukan bodoh?!. Selalu seperti ini, kau mabuk-mabukkan, dan menangisi kepergian hyera LAGI. Ini sudah setahun berlalu, tetapi kau masih mengingatnya. Tidak lelahkah kau menangisi hyera?. Kenapa kau tidak mengejarnya, jika kau tidak bisa melepasnya?. Kau begitu pengecut. Aku tidak suka melihatmu selalu seperti ini. Kau tau, hampir setiap hari umma mu mencemaskan keadaanmu yang seperti ini. Kau sangat berbeda, kau bukan minho. Kau bukan minho yang kukenal.”, jonghyun memarahiku.

“kau tidak mengerti keadaanku”, jawabku singkat.

“apa yang tidak kumengerti? Aku tau semuanya. Aku mengerti perasaanmu. Kau begitu mencintainya, dan kau menjadi bodoh karna perasaanmu itu. Aku tau bagaimana perasaanmu ketika hyera meminta untuk berpisah. Tapi cobalah untuk menerima keputusannya. Cobalah menerima kenyataan, KAU TIDAK MEMILIKINYA LAGI !”, ia sedikit berteriak.

“aku tau, aku sudah kehilangannya. aku sudah mencoba segala hal untuk melupakannya. Tapi tidak bisa. Aku tidak bisa melupakannya, karna itu aku selalu seperti ini. Aku mabuk, karna aku tidak ingin mengingatnya, aku memarahi semua orang, agar aku tidak menangisinya lagi. Aku tidak ingin terlihat lemah. Tapi kenyataannya aku memang lemah. Aku lemah ketika dia tidak berada di sisiku. Aku lemah ketika aku tidak melihatnya. Aku masih mengharapkannya, bisakah ia mendengarku ?! “, aku mulai terisak. Aku menyadari kebodohanku ini, air mataku tidak pernah kering untuk menangisinya.

“berhentilah. Mandi dan bersiap-siaplah. Aku akan mengajakmu pergi liburan, aku harap kau bisa berpikir lebih jernih setelah ini.”, jonghyun sudah putus asa menghadapiku. Ia pun keluar dari kamarku, dan menungguku di ruang keluarga. Akupun segera bersiap-siap. Aku juga tidak ingin berlama-lama dalam keadaan buruk ini.

TOKYO

HYERA POV

Setelah merasa lebih tenang, aku memutuskan untuk kembali ke apartement. Minseok oppa mengantarku dengan mobilnya. Dia memang tidak pernah berubah, dia selalu menemaniku ketika aku membutuhkan orang untuk berdiri lagi dari keterpurukkanku. Aku berharap tidak ada lagi air mataku untuk menangisi minho oppa. Aku benar-benar lelah. Aku lelah, selalu mengharapkan dirinya bersamaku lagi. Aku benar-benar ingin melupakannya.

“hyera-ya, apakah sabtu besok ada acara?”, tanya minseok oppa tiba-tiba.

“ani, waeyo oppa?”, tanyaku lagi.

“aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Aku harap semuanya bisa jadi lebih baik.”, kata minseok oppa sambil tersenyum tapi tetap fokus pada jalanan. Aku penasaran oppa mau membawaku kemana. Baiklah, aku harap hal itu dapat membuatku melupakan semua masalahku.

AUTHOR POV

Hari ini adalah hari sabtu. Hyera sudah berencana untuk pergi bersama minseok hari ini. Ia sudah bersiap-siap dan menunggu minseok menjemputnya. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya minseok datang. Hyerapun mempersilahkan minseok untuk masuk.

“oppa, kita mau kemana?”

“ Seoul”

“MWO? Oppa jangan bercanda”, hyera begitu terkejut.

“aku tidak bercanda. Aku ingin mengajakmu ke seoul. Aku ingin menyelesaikan semuanya.”, kata minseok meyakinkan hyera.

“andwae, aku tidak mau. Aku tidak mau ke seoul, aku tidak ingin menemuinya”,hyera bersikeras.

“hyera, dengar oppa. Semuanya tidak akan pernah selesai jika tidak ada kejelasan dari kalian berdua.”

“tapi semuanya sudah jelas oppa, tidak ada lagi yang perlu kami bicarakan”

“aku tidak mau, kau meninggalkan namdongsaengku begitu saja. kalian berdua sama-sama tersakiti. Ikuti kata oppa, cobalah untuk menghadapi semuanya, jangan pernah lari.”

Hyera pun mengikuti minseok, merekapun menuju bandara. Tentu saja, setelah hyera mengemasi semua barang-barangnya.

 SEOUL

MINHO POV

Aku dengar dari appa bahwa hari ini Minseok hyung kembali dari jepang. Aku takut menemuinya, aku takut jika dia menanyakan tentang hubunganku dengan Hyera. Aku tidak pernah menceritakan perpisahanku dengan hyera. Aku tidak ingin diceramahi lagi. Tapi appa bilang, minseok hyung akan sampai nanti malam.apa yang harus kulakukan?

‘ting tong’

Aku dengar bel rumah berbunyi. Sepertinya ada tamu, tapi siapa? Tanpa berpikir aku langsung ke lantai bawah dan membuka pintu.

“minseok hyung?” tanyaku heran pada orang yang berdiri di depanku.

“yeah. Wae? Kau tidak senang jika aku kembali?”, tanyanya heran karna melihat ekspresiku.

“a..aniyo, tentu saja aku senang hyung kembali. Tapi, appa bilang hyung sampai nanti malam.”, kataku menjelaskan.

“benarkah? Tapi aku bilang akan sampai siang ini”, katanya lagi sambil masuk ke rumah. aku pun menutup pintu. Ia berjalan menuju kamarnya. Aku harap dia tidak akan menanyakan tentang hyera nanti. Aku pun mengikutinya ke lantai 2.

“bagaimana di jepang?”, tanyaku pada hyung.

“biasa saja, tidak ada yang special di sana.” Jawabnya enteng.

“kau tidak membawakanku apa-apa dari jepang?”, tanyaku bercanda.

“hm, aku membawakanmu sesuatu. Tapi aku tidak bisa memberinya sekarang.”, jawabnya setelah berpikir-pikir.

“kau pikir aku anak kecil. Kenapa ditunda-tunda seperti itu?”, tanyaku lagi.

“aku hanya mencari waktu yang tepat.”, katanya.

MINSEOK POV

“keluarlah, aku ingin mandi dan mengganti pakaian. Kau ingin mengintipku?”, tanyaku pada minho.

“kau gila? Aku masih normal”, katanya sambil melongos pergi keluar. Dia tidak berubah, aku rasa. Aku masih penasaran tentang perjodohannya dengan nara. Aku yakin mereka belum menikah. Tentu saja, mereka tidak akan menikah tanpa sepengetahuanku. Tapi aku penasaran, apakah perjodohan itu masih berlangsung atau tidak. Aku akan mencari taunya sendiri. Lebih baik aku tidak memberi tau hyera dulu. Ah, rasanya sangat melelahkan. Aku ingin mandi dulu. Sebelum aku mandi, aku mendengar minho sedang menelfon seseorang.

‘wae? Kenapa aku harus ikut?…. ah, ara…aku akan menunggumu di taman kota jam 5sore.”

Hanya itu yang bisa kudengar. Akupun langsung menelfon hyera. Aku akan menyuruhnya ke taman kota jam 5 sore. Aku ingin dia menemui minho.

HYERA POV

Aku baru saja sampai di seoul siang ini. Aku langsung menuju hotel. Aku tidak mungkin menemui nara, aku tidak ingin dia mengetahui bahwa aku sedang berada di seoul. Setelah sampai di hotel dan mengemasi barang, aku langsung mandi dan berganti pakaian. Tiba-tiba HPku berdering, minseok oppa menelfonku.

“annyeong oppa, waeyo?…mwo, sore ini?…untuk apa?….baiklah, aku akan ke taman..”

Kenapa oppa menyuruhku ke taman kota. Ah, mungkin dia ingin mengajakku keliling pusat kota hari ini. Aku jadi sangat merindukan kota ini. Sekarang sudah jam 4.30, aku harus pergi.

Setelah sampai di taman, aku berkeliling sambil menunggu minseok oppa. Tapi, aku tidak melihatnya. ketika aku mencoba menelfon, nomornya tidak aktif. Aku pun berjalan mendekati bangku-bangku taman, tapi aku sangat terkejut melihat pemandangan di depan mataku. Dia…minho oppa?

Aku melihat minho oppa mengendong seorang bayi. Apakah bayi itu adalah anaknya bersama nara?. Tuhan, apa lagi kenyataan yang harus kuterima. Aku benar-benar tercekat, dadaku begitu sesak. Minho oppa terlihat senang bersama bayinya. Ia terlihat begitu menyayangi bayi itu. Ya Tuhan, apa yang kupikirkan?. Tentu saja minho oppa menyayangi anaknya bersama nara. Mataku sudah terasa panas, aku rasa aku akan menangis. Aku berdiri mematung di tempatku. Bodohnya aku, harusnya aku berlari. Tapi, kakiku tidak bisa digerakkan. Tanpa kusadari, minho oppa melihat ke arahku. Ia menyadari kehadiranku, ia pun mendekatiku sambil membawa bayi itu.

“hyera-ya?”, tanyanya.

“op..oppa..”, air mataku langsung jatuh. Aku pun berlari sejauh mungkin.

“hyera !”, teriak minho oppa memanggilku.

MINHO POV

Jonghyun mengajakku ke taman kota sore ini. Dia memintaku untuk menemaninya ke taman, tentu saja untuk mengajak jalan-jalan si bayi kecilnya. Hyeosang istrinya, sedang pergi ke rumah sakit untuk melihat temannya . Jonghyun harus menjaga bayinya sendiri sampai Hyeosang pulang.

“minho-ya, tolong jaga Heera sebentar. Aku ingin ke toilet. Ara?”, kata jonghyun sambil menyerahkan bayinya padaku. Aku pun menggendong Heera.

“ne, cepatlah”, kataku. Aku pun bermain bersama heera, aku takut jika ia tiba-tiba menangis. Ketika aku menggendong dan membawa heera jalan-jalan, tiba-tiba aku melihat seorang yeoja termenung melihat ke arahku dan heera. Yeoja itu…. Hyera?. Ya, aku yakin dia hyera. Setahun berlalu, tidak membuatku melupakan wajahnya. Aku pun mendekatinya.

“hyera-ya?”

“op…oppa”, kulihat air matanya jatuh. Ia pun berlari. Aku pun berteriak memanggilnya. Aku ingin mengejarnya, tapi tidak mungkin dalam keadaan seperti ini. Aku sedang bersama heera. Tiba-tiba minseok hyung sudah berada di sampingku. Ia pun menggendong heera dalam pelukannya.

“kejarlah dia..”, kata minseok hyung padaku. Aku pun langsung mengejar hyera.

Aku langsung memegang tangannya. Aku langsung mendekapnya ke dalam pelukanku.

“jangan pergi. Aku mohon, jangan pergi lagi meninggalkanku…”, kataku masih memeluknya. Ia tidak bicara, ia tetap menangis dalam pelukanku.

“pukul lah aku sepuasmu, karna kesalahanku setahun yang lalu. Tapi jangan pernah meninggalkanku, karna itu lebih menyakitkan dari apapun”, kataku lagi.

“oppa, jangan seperti ini. Lepaskan aku, aku mohon”, katanya mencoba melepaskan diri dari pelukanku.

“andwae, aku tidak akan melepaskanmu lagi, tidak akan…”

“tapi, kau akan menyakiti nara, oppa..”, katanya

“hyera dengar aku…”, aku pun menceritakan semua kejadian setahun yang lalu setelah kepergiannya. Dari batalnya perjodohan konyol itu, sambapi kehidupanku yang berubah drastis karna kepergiannya.

“oppa, apakah semuanya benar?”, tanyanya tidak percaya.

“ne, aku tidak berbohong. Mulai dari detik ini, aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi. Aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi tanpa aku. Tetap lah berada di sisiku.”, kataku sambil mengecup keningnya.

“ ne oppa, aku berjanji”, katanya sambil tersenyum. Aku sangat merindukan senyumannya ini.

“aku sudah menepati janjiku untuk memberikan hadiahmu kan?”, kata minseok hyung yang tiba-tiba datang bersama jonghyun dari belakangku.

“hyung, aku yakin ini semua rencanamu. Gomawo hyung, kau benar-benar hyung terbaikku.”, kataku sambil memeluk minseok hyung sekilas.

“ne, aku tidak rela jika kalian berpisah”, jawabnya.

“jjong-ah, gomawo atas kesabaranmu selama ini..”, aku berterima kasih pada jonghyun karna selalu menemaniku.

“ne, itulah gunanya sahabat”

“jadi bayi kecil ini adalah anaknya jjong oppa? Ah, neomu kyopta”, kata hyera melihat bayi kecil jonghyun, Heera.

“ne, namanya Heera. Kau tau, siapa yang memberi namanya?. Minho, dia memberi nama anakku hampir mirip dengan namamu. Dia berharap hatinya akan tenang lagi ketika melihat Hyera kecilnya, Heera. Karna dia sudah menganggap Heera seperti anaknya sendiri.”, kata jonghyun menjelaskan.

“jinja?”, tanya hyera tidak percaya.

“ne, karna aku begitu takut jika kau tidak kembali lagi”, kataku pada hyera.

“sebaiknya kita sekarang pulang, cuaca sudah mulai dingin. Tidak baik untuk Heera”, kata minseok hyung.

“ne, kajja”, kataku dan hyera serempak.

END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “I LOST YOU, NAE CHAGIYA [2.2]”

  1. auuu coooo cweetttt.. mau jadi heera dong.. bayi-nya jjong.. aaaa jd kan bisa digendong cowo2 ganteng /plakk

    romantis deh.. apalagi bcnya di cuaca dingin kyk gini (?)

  2. Akhir yang membahagiakan,,, ahh, betapa beruntungnya seseorang yg bisa kembali bersatu dg org yg dicintai setelah lama terpisah,,, aduhh saya ngomong app sihh,, #abaikan,,hehe

    Nice story,,,,kekeke

  3. Author kereen! Bhasanya jg enak d bca..
    Koq aq mlah suka ma Minseok y? Kekeke..
    Bnr” hero deh Minseok oppa ^^
    Kk adik yg keren!.

  4. waaah keren meski lupa part satunya hehehe…. *dasarpikun!!*
    aku suka jalan ceritanya .. heera selucu aku masih bayi ngak ya ?? #plak !!
    hey semua bayi kan lucu … >,<
    minseok kau baaaaiiiikkk sekaliii .. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s