The Flowing Love: 1.The Almighty

The Flowing Love

Tittle : The Flowing Love

Author : ViLoveKey

Main Cast : Park Hyuna,Kim Kibum (Key)

 Support cast : LeeTaemin, Park Luna, Tacyeoon, Jinki, Jonghyun, minho, Lee Chaerin.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : PG 16*

Leght : sequel

Summary : Park Hyuna harus tinggal bersama dengan Key dan menjadi asistennya untuk membalas budi ayah Key yang sudah membantu kehidupan ayahnya. Banyak cerita yang terjadi selama Hyuna dan Key tinggal bersama.

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di FB-ku, jadi kalau ada yang merasa pernah membacanya, itu bukan plagiatisme. Bagi yang ingin membaca FF ku yang lain bisa add di account FB-ku.

Part 1 : The Almighty

Author POV

Sore Yang bengitu indah dikota Seoul. Hilir mudik pejalan kaki terlihat meramaikan jalanan. Dari kejauhan tampak sosok gadis yang tengah berjalan dengan amat tergesa, bahkan terkesan sedikit berlari.

“Park Hyuna, ppaliwa. mereka sudah menunggumu dari tadi.”terdengar teriakan yoeja lain yang menyuruhnya bergegas.

“Ne,, “yoeja yang bernama Park Hyuna itu mempercepat jalannya, namun sayang.

“Brukk,,”Seseorang menabrak tubuhnya hingga Hyuna jatuh berdebum, tanpa disadari dia menarik tangan orang yang menabraknya dan ikut terjatuh menindih tubuhnya. Sejenak keduanya terpanah, terlebih Hyuna. Baru kali ini dia merasakan jarak yang begitu dekat dengan seorang namja. Jantungnya berdetak kencang,nafasnya menderu. Apalagi namja yang didepannya  ini mempunyai wajah yang amat tampan, tekstur wajahnya tergurat dengan sempurna dengan sepasang mata tajam dan hidung mancung.

“Gwenchana??”si Namja berseru membuat Hyuna tersadar dan langsung bangkit berdiri, semburat merah menjalar dipipinya.

“joesoenghamnida,, aku benar-benar tidak sengaja”Hyuna membungkuk pada namja yang ditabraknya tadi,

“Ya,, Key,, Ppali, ayahmu sudah menunggu dirumah.”Belum sempat sinamja menyahut perkataan Hyuna, datang empat namja lain yang langsung menyeret Namja yang bernama Key pergi.

“Park Hyuna,, kau itu berjalan apa merangkak, Ppali,ppali.”Yoeja yang dari tadi menyuruhnya untuk bergegas kini juga menyeret tangan Hyuna dengan tidak sabar.

“Ahjumma,, sabar sedikitlah.”Hyuna melepas tangan sang Yoeja yang ternyata Ahjumma nya.

“aishh,, kau ini, kita harus bergegas, jangan sampai tuan Kim menunggu kita terlalu lama. Dan juga setelah mengantarmu Ahjumma juga harus langsung menyusul orang tuamu ke Amerika.”

Kemudian sang Ahjumma kembali menarik tangan Hyuna.

Hyuna POV

Akhirnya ahjumma melepaskan tanganku juga. Dari tadi dia menyeretku dengan tidak sabar, sebenarnya aku hanya sedikit mengulur waktu. Entah mengapa sekarang aku menjadi ragu dengan pilihanku.

Sedikit cerita saja, hari ini aku harus menemui tuan Kim, beliau ini adalah sahabat baik ayah. Karena penyakit ayah belakangan ini, perusahaan ayah mengalami kebangkrutan dan penurunan saham. Semua asset dan property ayah telah habis terjual untuk menutupi kerugian dan membayar gaji serta tunjangan karyawan. Dengan seketika kami langsung jatuh miskin. Untungnya, tuan Kim berkenan membantu Appa. Meski awalnya Appa menolak bantuan temannya itu, tapi akhirnya beliau menerima juga setelah aku mengatakan bersedia bekerja apa saja pada tuan Kim supaya bantuan tuan Kim bukan bantuan Cuma-Cuma. Dan sekarang, disinilah aku. Dirumah tuan Kim. Sedangkan kedua orang tuaku telah terbang ke Amerika untuk pengobatan Appa dan kembali meniti perusahaan dari nol.

Aku dan ahjumma memasuki rumah mewah itu dan disambut seorang Ahjussi yang sepertinya pegawai dirumah ini.

“Annoeyong,, Park Hyuna Aghassi.”Ahjussi itu menyebut namaku.

“Ne,, bagaimana Ahjussi bisa tahu namaku.”

“ayah anda sering membicarakan anda dengan sangat antusias. Mari silahkan masuk, tuan Kim sudah menunggu.”

“Kasahamnida.”aku dan Ahjumma mengitkuti ahjussi itu masuk kedalam rumah  dengan interior begitu waw, seperti model rumah dalam drama BBF milik keluarga Gu Jun Pyo.

Kami menyebrangi ruangan yang kuasumsikan adalah ruang tamu yang begitu luas,kemudian terus masuk kedalam sampai diruangan (yang lagi-lagi menurut asumsiku) adalah ruang keluarga. Aku melihat tuan Kim dan Nyonya Kim sedang duduk bersantai disalah satu sofa empuk.

“Kim Sajangnim,, Park Hyuna  Aghassi telah datang.”ahjussi tadi menyapa tuan Kim yang langsung melihat kearahku dengan senyum tersungging dibibirnya. begitu juga dengan nyonya Kim. Aku sudah beberapa kali bertemu dengan beliau berdua.

“Hunji kau boleh pergi, terimakasih sudah mengantarnya.”tuan kim menyuruh ahjussi tadi yana ternyata bernama Hunji untuk pergi.

“Tuan dan Nyonya Kim, senang bertemu kalian, tapi saya tidak bisa berlama-lama disini. Saya harus segera kebandara.”Yoorin Ahjumma langsung mengundurkan diri begitu melihat Tuan Kim berjalan kearah kami.

“Ne,,Chanmaneyo Yoorin Ssi. Sampaikan salamku untuk Park Jungsoo dan istrinya.”tuan Kim menjawab sambil tersenyum.

“Ne,, akan kusampaikan,, dan titip keponakan saya ini tuan Kim, Nyonya Kim.”

“Pasti Yoorin~ah. Kau tidak usah khawatir.”Nyonya Kim mndekat padaku dan menyentuh pundakku.

“Hyuna,, Ahjumma pergi dulu, kau baik-baik disini, kalau ada apa-apa kabari Ahjumma secepatnya.”Ahjumma memelukku.

“Ne,,”aku menurut padanya. Kemudian dia pergi meninggalkanku bersama Tuan dan Nyonya Kim.

“Aku Pulang,,”aku mendengar teriakan seorang namja dari pintu lain. Kemudian ada lima Namja masuk dan salah satu dari mereka sepertinya aku pernah melihatnya. Aigoo, bukankah itu namja yang tadi bertabrakan denganku, bagaimana dia bisa berada disini, jangan bilang kalau dia itu,,

“Kibum, kau sudah pulang. Ah,, ada kalian juga rupanya.”Nyonya Kim menyambut mereka dengan begitu hangat.

“Umma,, Nugu??”Namja yang bertabrakan denganku-yang dipanggil kibum dan memanggil Nyonya Kim dengan sebutan Umma-mengarahkan pandangannya padaku diikuti keempat namja lainnya.

“Ah iya,, sebelum umma dan appa mengenalkan Yoeja cantik ini, ada kabar baik untukmu. Appa sudah menyetujui permintaan mu untuk tinggal sendiri di salah satu Penthahouse di Gangnam, Tapi,,”

“Tapi apa Umma,,”aku melihat wajah Kibum yang tadinya terlihat sumpringah kini sedikit was-was.

“Tapi, kau harus tinggal bersama Park Hyuna,”nyonya Kim berkata demikian sembari menarikku kehadapan namja itu. Aku langsung kaget.

“Mwo,, apa maksudnya umma, appa.”Kibum memandangku dengan tatapan menyelidik.

“iya, kau boleh tinggal disana dan Hyuna akan menjadi pengawasmu atau asisten pribadi atau apalah namanya. Tapi ingat dia bukan pembantumu”

Kurasakan pandangan tajam kibum padaku juga keempat temannya yang lain. Kemudian aku melihat ada seulas senyum yang membuatku bergidik ngeri, ya, senyumnya sedikit evil dan entah kenapa membuatku gusar.

“Baiklah,, aku setuju. Aku harus beres-beres dulu”kibum berjalan santai menuju tangga diikuti teman2nya yang dari tadi hanya menjadi penonton setia.

“Hyuna,, inilah tugas yang aku berikan untukmu, kau harus menjaga kibum dan mengawasinya. Jangan khawatir, sejauh yang Oemmonim tahu dia itu selalu dingin pada perempuan. Kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi oemmonim dan aboenim disini.”

“ne, eommonim.”aku hanya bisa mengangguk pasrah, aku tidak bisa menolak karena aku sendirilah yang meminta dipekerjakan. Dan sepertinya, hari-hariku akan sedikit sulit mulai sekarang. namja itu, entah kenapa tatapannya membuatku bergidik ngeri.

Author POV

Penthahouse dikawasan Gangnam itu terlihat sungguh elit dengan design gaya eropa dan interior yang menakjubkan,. Didalam ruangan yang terlihat seperti ruang hiburan, telah duduk lima namja dengan begitu santainya. Sedangkan diruangan lain seorang Yoeja sedang membereskan kamar.

“Chukkae Hyung,, akhirnya kau diijinkan tinggal sendiri, jadi mulai sekarang aku bisa bebas nginap disini.”salah satu dari namja itu yang merupakan maknae dari kelimanya mengucapkan selamat.

“Oh,, ya Key, jangan lupa kenalkan aku pada Yoeja cantik yang sekarang jadi asistenmu itu.”

“Ya,, Jjong, kau benar-benar tak bisa melihat barang bagus sedikit. Jangan coba-coba mendekatinya.”Key atau Kibum mendelik pada Jjong alias Jonghyun.

Mereka berlima adalah sahabat sejak kecil, karena hidup dan tumbuh dilingkungan yang sama. Ada Lee Jinki yang kerap disapa Onew, anak pengusaha terkenal bernama Lee Donghae yang menaungi beberapa Artis menejemen termasuk SM ent,dia merupakan yang paling tua diantara mereka berlima. Yang kedua adalah Kim Jonghyun anak dari Kim Joongwoon, seorang artis terkenal yang merupakan anak dari pemilik Studio rekaman terbesar Dikorea, yaitu Sony MBG. Dan yang ketiga ini merupakan anak tunggal dari pemilik Kim Enterprise grup Kim Ryoewook, yang memiliki Jaringan perhotelan dan restaurant internasional dialah Kim Kibum atau kerap disapa Key. Selanjutnya Choi Minho yang merupakan ahli waris dari Chungdam Group, sebuah yayasan terbesar yang menangui ratusan sekolah dan puluhan universitas dikorea, ayahnya benama Choi Siwon. Lee taemin, sang maknae imut yang jago dance dan merupakan anak dari dancer legendaris serta pemilik galeri seni terbesar Lee Hyuk Jae.

“Park Hyuna,, park Hyuna. Ppali.”Key memanggil Hyuna yang tengah membereskan barang-barangnya.

“Ne,, ada apa.”dengan wajah sedikit masam hyuna mendatangi Key.

“Sini,,”Key menunjuk tempat duduk disampingnya.

“Mwo?”Mata Hyuna membulat dengan heran.

“Sini,, “Key langsung menarik tangan Hyuna membuat gadis itu jatuh dan terduduk disampingnya.

“Nah,, kenalkan mereka adalah sahabat2ku, Lee Jinki,Kim Jonghyun,Choi Minho dan Lee Taemin.”dengan santainya Key langsung memeluk pinggang Hyuna, meski ditepis oleh gadis itu.

“Anneyong,, Hyuna~ah,, senang berkenalan denganmu.”Jjong langsung tersenyum penuh arti memandang wajah hyuna yang dibalas pelototan oleh Key.

“Noona,, selamat datang,,”Taemin tersenyum tulus.

“Semoga kau bisa bersabar menghadapi Key.”Minho hanya tertawa geli.

“jangan hiraukan mereka, Key tidak seburuk itu.”Jinki hanya memandang Hyuna datar. Dari kelima Namja dihadapannya, hanya Jinki yang bersikap sedikit normal dibanding yang lain. Begitulah kesan pertama Hyuna dengan kelima namja itu.

Hyuna hanya bisa memandangi Key dan yang lainnya dengan bosan. Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh mereka. Apalagi Key tak melepaskan tangannya dari pinggang Hyuna sedikitpun. “aku ini asisten pribadi bukan barang milik pribadi.”Hyuna merutuk dalam hati.

Karena asyik melamun Hyuna tidak menyadari kalau sedari tadi Key memperhatikannya. Key merasa heran dengan yoeja satu ini, biasanya siapapun yang melihat atau bertemu dengan mereka berlima akan langsung tersihir dan terkagum-kagum entah dengan siapa salah satu dari mereka. Tapi, Hyuna sama sekali tidak kagum justru sepertinya merasa bosan  berada disekitar mereka. Bahkan senyuman kharismatik minho yang biasanya ampuh menarik perhatian para Yoeja pun tak berefek apapun pada Hyuna sejak awal.

“Hyuna,, park Hyuna,,”Key memanggil nama Hyuna yang langsung membuat hyuna kaget dan mengalihkan wajahnya. “Cup” tak menyangka wajah Key begitu dekat dengannya, tau-tau bibir lembut Key telah menempel dipipinya membuat Hyuna kaget sekali. Hening sejenak,

“Ehmm.. ehmm,,”

“Sepertinya kita harus pergi,,”

“Ya,, ppali,, biarkan mereka menikamati suasana.”entah mengapa pipi Hyuna menjadi menghangat dan memerah mendengar suara-suara usil itu.

Dia tidak berani memandang wajah wajah Key, dia bingung harus melakukan apa. Kini, hanya tinggal mereka berdua diruangan itu setelah keempat teman Key pergi. Hyuna berdiri dan bersiap pergi saat tiba-tiba Key menarik tangannya lagi dan membuat Hyuna terhempas kesofa untuk yang kedua kalinya. Kemudian dia merasakan Key mendorong tubuhnya berbaring disofa dan menguncinya dengan tubuhnya sendiri. Seperti yang tadi terjadi dijalan raya waktu mereka bertabrakan.

“Your look So sweet , Honey,,”Key mendesah pelan ditelinga Hyuna, membuat Hyuna bergidik, jantungnya berdetak begitu kencang.

“Key, apa yang,,”belum sempat Hyuna selesai memprotes tindakan Key, bibirnya sudah dibungkam dengan bibir Key. Awalnya hanya sebuah ciuman singkat dan biasa, tapi lama-kelamaan berubah menjadi begitu panas dan ganas. Key melumat bibir Hyuna tanpa ampun hingga gadis itu meleleh meski awalnya meronta dan melawan. Hyuna masih terbawa suasana dan memejamkan mata saat Key membawa tubuhnya kedalam kamar. Dia baru membuka mata dan memekik saat tahu dia berada didalam kamar Key.

“Ya,, apa yang kau lakukan,, lepaskan.”Hyuna berusaha melepaskan pelukan Key ditubuhnya.

“Kau sudah menjadi milikku, patuhlah padaku kalau kau tidak ingin mendapat hukuman,”lagi-lagi Key berbisik ditelinga hyuna membuat tubuh Hyuna bergidik, ada sensani aneh yang menggelegak didalam tubuhnya.

Entah kenapa Hyuna tak bisa bersikap dingin dengan namja satu ini seperti sikapnya selama ini, kemana Hyuna yang pemberani pergi. Hyuna menghela nafas didada Key. Sepertinya ada yang tidak beres dengan Key dan aku harus berhati-hati, pikir Hyuna.

Key sendiri hanya mampu membeku setelah menyadari apa yang telah dilakukannya pada Hyuna, yoeja yang baru saja dikenalnya. Awalnya dia hanya berniat mengerjai Hyuna dan membuat Hyuna ilfeel padanya. Tapi saat pertama kali dia menyentuh Hyuna, membuatnya ketagihan lagi dan lagi. Key memandangi lekat-lekat wajah Hyuna yang kini tertidur lelap dikasur King Zize yang kini menjadi miliknya. Impiannya untuk bisa tinggal sendiri di Penthahousenya sendiri telah tercapai. Bahkan bonusnya kini berbaring dengan anggun sosok Yoeja yang harusnya menjadi asistennya. Park Hyuna, bersiaplah. Hidupmu akan penuh kejutan mulai sekarang. Key tersenyum evil dan mencium bibir Hyuna sekilas lalu menarik tubuh Hyuna merapat dan memejamkan mata.

Pagi yang cerah, udara hangat masuk melalui celah kaca dan menyoroti wajah Hyuna. Dia menggeliat lalu membuka mata dan langsung terkesiap mendapati sesosok Namja berbaring disampingnya. Disingkapnya selimut untuk memeriksa pakainya. Lengkap, untung saja tak terjadi apa-apa semalam.

“Aku tidak sebejat itu, tenang saja.”ternyata Key sudah bangun juga. Dia menarik wajah Hyuna mendekat saat melihat Hyuna bangkit.

“Lepaskan Key, kau ini, sungguh keterlaluan.”Hyuna memberengut kesal dan berusaha melepaskan wajahnya.

“Cup”lagi-lagi Key mencium bibir Hyuna, kali ini hanya sebuah ciuman lembut.

“Morning Kiss,, Honey,”Key terkekeh pelan melihat reaksi Hyuna.

“Kau,,”Hyuna geram sekali.

“Honey, tugas rutinmu kau harus menyiapkan sarapan , so,be quikly,”Key hanya tersenyum datar lalu mengelus pipi Hyuna sekilas sebelum beranjak dari tempat tidur.

“Aish,,, lama-lama aku bisa gila,,”Hyuna menggerutu sendiri sambil berjalan keluar kamar.

Setelah menyiapkan sarapan lalu keduanya menikmati  sarapan bersama dalam diam. Hyuna risih sekali dengan pandangan mata Key yang tak pernah lepas dari wajahnya.

“Honey,, aku butuh bantuanmu,,”Key menarik tangan Hyuna tanpa persetujuan darinya.

“bantuan apa,,”hyuna menjawab dengan malas.

“pilihkan baju untukku,, jangan lupa dicatat,, ini juga termasuk tugas rutinmu setiap hari.”

“Arasso,,”tanpa basa-basi lagi Hyuna membuka pintu lemari.

“Hari ini apa acaramu,,”Hyuna menoleh kearah Key yang ternyata sudah melepas Piyamanya dan kini hanya mengenakan Boxer sepinggang,menampakkan tekstur tubuh Key yang tergaris dengan sempurna, meski terlihat kurus ternyata tubuh Key cukup berisi juga. Melihat pemandangan yang tak seharusnya, Hyuna langsung memutar kepalanya kembali kearah lemari . wajahnya merah padam. “udara, aku butuh udara”teriak Hyuna dalam hati.

“pagi ini aku ada meeting dikantor, kemudian ambil SKS dikampus.”

Hyuna mengambil sebuah kemeja sutra berwarna biru gelap, dasi bergaris dengan aksen biru gelap dan jas semi formal. Tak lupa celana hitam panjang.

“Nih,, pakailah.”Hyuna menaruh baju yang tadi dia ambil disebelah Key tanpa memandangnya.

“Mau kemana Honey.. kau juga harus membantuku memakainya juga.”

“Shirro,, ini sudah keterlaluan,, pakai saja sendiri kau kan punya dua tangan.”Hyuna berusaha menghempaskan tangan Key dan berniat pergi.

“Sepertinya kau melupakan sesuatu Honey,, kau tidak bisa membantahku, karena perkataanku adalah perintah. Atau kau mau mendapatkan sangsi.”Key berdiri dan menundukkan wajahnya, satu tangan melingkar dipinggang Hyuna sedangkan bibirnya mulai bergerak dipipi Hyuna menuju kesudut bibir.

“Baik,, aku mengerti.”Hyuna mendorong wajah Key menjauh dan mengambil baju Key. Mula-mula hyuna memakaikan kemeja,mengancingkan satu-persatu. Sedangkan key memakai sendiri celananya. Hyuna hanya membantu merapikan. Kemudian dia memakaikan dasi, yang membuat wajah nya begitu dekat dengan dada Key hingga dia bisa mencium aroma mint dan aroma maskulin. Key sendiri hanya diam menikmati jari-jari lincah Hyuna memasangkan dasinya, memakaikan jasnya. Dia merasakan ada suatu kepuasan tersendiri setelah Hyuna membantunya memakai baju. Bahkan dia senang sekali menggoda Hyuna sekedar melihat Yoeja itu marah,mendelik ataupun menggerutu. Lets pleasure with Your Life Kim Kibum.bisiknya pada dirinya sendiri.

<><>

Key mengantar Hyuna Kekampus yang ternyata juga kampusnya. Jika tahu dia harus satu kampus dengan sipervert Key, pasti Hyuna akan menolak sewaktu Tuan Kim menawarinya mencarikan sebuah Universitas. Sejak tinggal bersama, dan itu belum genap 24 jam entah sudah berapa kali Key menyentuh bibirnya. Dan ini adalah kali pertamanya seorang namja mencium bibirnya dan namja itu bukan orang yang dicintainya. Meski begitu Hyuna tidak merasa jijik, dia hanya merasa kesal dengan perlakuan Key. Karena sejujurnya, Hyuna juga menikamatinya. “Aishh,,”Park Hyuna apa yang kau pikirkan,, sadar,,sadar,,”hyuna menggerutu sendiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Tanpa dia sadari jarinya menyentuh bibirnya, masih merasakan bekas sentuhan bibir Key.

“Masih terbayang ciuman selamat malam kita,, Honey.”ternyata Key memperhatikan tingkah yoeja disampingnya, senyum kecil tersungging dibibirnya.

“Cih,,”Hyuna membuang muka, merasa kesal Key menangkap basah dirinya sedang melamun sambil memegang bibirnya.

“Kau tak perlu sungkan memintanya padaku karena dengan senang hati akan kukabulkan,, Honey.”Key memutar wajah Hyuna kearahnya dan mengunci dagu Hyuna dengan jari-jarinya.

“Ya,, Key,, dasar Pervert. Sekali lagi kau menciumku, terima akibatnya.”Hyuna mendorong tubuh  Key menjauh. Sedangkan Key hanya tersenyum simpul.

“Ingat Honey,, kau harus patuh padaku. Atau hukuman siap menantimu. Sekarang pergilah,, sudah sampai.”

“Dasar Pervert gila,, maniak. Berhenti memanggilku  Honey..”Hyuna turun dari Mobil sport Key dengan mengumpat yang dibalas tawa berderai oleh pemiliknya. Besok-besok lebih baik aku berangkat kekampus sendiri saja. Batin Hyuna.

“Hyuna Noona,, ah, ternyata betul.”taemin berjalan mendekat pada Hyuna.

“kau diantar Key Hyung ya??”taemin sempat melihat mobil Key sebelum berbelok ditikungan,

“Ah,, Taemin. Anneyoeng,,”

“kau kenapa Noona, wajahmu sungguh kusut.”

“Tanyakan saja pada Hyungmu,,”Hyuna masih kesal dengan perlakuan Key.

“key Hyung, kenapa dia,, kau pasti akan melihatnya sedikit aneh dan heran dengannya, selama ini Hyung tak pernah dekat dengan perempuan bahkan bisa dibilang dia anti melihat perempuan disekitarnya, kecuali ommoniem dan Eun Hye Noona. Pasti sikapnya padamu juga kurang ramah”

“EunHye noona,, siapa dia??”

“dia gadis yang sangat dicintai Key Hyung, sayangnya gadis itu sudah meninggal,, dan sejak Eunhye noona meninggal Key Hyung tak pernah mau berdekatan dengan perempuan,, dia anti perempuan.”Hyuna tak percaya dengan cerita Taemin. Apanya yang anti perempuan, dia itu Pervert, maniak dan segala macamnya.

“Cih,, apanya yang anti perempuan,,  lihat saja kelakuannya,,”

“Maksud noona apa?? Apa yang terjadi pada kalian berdua setelah kami berempat pergi.”

Hyuna keceplosan, dia tak mungkin menceritakan apa yang terjadi padanya semalam. Bisa malu tujuh turunan dia.

“Anniyo,, tak ada yang terjadi ,, sudah ya,, aku mau urus administrasi dulu.”Hyuna menjauh dari temin dengan setengah berlari. Dia tak ingin Taemin menanyainya macam-macam.

“Noona tunggu aku,, noona.”

<><>

Hyuna berjalan berkeliling kampus. Ternyata dia didaftarkan dikampus elite, Chungdam international Universcity. Dia masih memilih jurusan design grafis dan tinggal menerusskan semester 5 karena dia termasuk mahasiswi transfer.  Berhubung hari ini dia belum ada kelas, maka hyuna hanya berjalan memutari kampus supaya lebih mengenal kampus barunya. Kemudian Hyuna melihat kerumunan orang-orang didepan gerbang, dengan penasaran hyuna ikut mendekat. Dan mendengar teriakan-teriakan histeris dari yoeja-yoeja didepannya.

“Kya,, Jinki Oppa,”

“Minho, Choi minho.”

“Kim Jonghyun,, “

“Lee taemin.”disisi lain juga Terlihat para yoeja tengah berteriak memanggil nama 4 namja yang berjalan sok cool (menurut Hyuna) dari depan gerbang. Apa hebatnya sih mereka,pikir Hyuna.

“Mana, Key, tidak kelihatan.”

“Iya, kenapa Cuma mereka berempat.”

“kemana pangeran dingin kita,,”

“bukankah hari ini hari kamis, pasti dia kekantornya dulu.”Hyuna masih mendengarkan para Yoeja membicarakan mereka dengan antusias dan mencibir lagi mendengar nama Key disebut dengan penuh kekaguman.

Hyuna berjalan pergi meninggalkan kerumunan. Dia mendapatkan satu kesimpulan, mereka berlima itu sangat terlalu popular disini. Dan lebih baik berpura-pura tidak mengenal kelima mahasiswa itu untuk keselamatan dirinya.

“noona,, kau mau kemana.”Hyuna mendengar suara Taemin dibelakangnya. Dan saat menoleh, Taemin sudah tepat dibelakangnya. Tidak boleh ada yang tahu kalau hyuna mengenal dia, tanpa menanggapi sapaan Taemin yang terus memanggilnya, Hyuna berlari menjauh.

“Aneh, kenapa noona malah menjauh ya Hyung,,”taemin heran dengan sikap Hyuna.

“mungkin kau membuat dia ketakutan taemin. kajja”mereka berempat melanjutkan perjalanannya dengan masih diikuti penggemar setianya.

“Untung, aku bisa lolos dari mereka,, untung sekali.”Hyuna sudah berada dikantin dan duduk disalah satu bangkunya.

“Annyoeng,, boleh aku gabung,, ya,, Park Hyuna,, benarkah Park Hyuna.”ada seorang Yoeja yang sepertinya mengenal Hyuna.

“Kau,, Lee Chaerin,, ya,, Chaerin~ah.”ternyata yoeja itu adalah teman SMA Hyuna. Mereka berpelukan melepas rindu.

“Bagaimana kau bisa disini,, tak terasa 2 tahun kita tak bertemu, kau semakin cantik Yun-yun ~ah.”

“kau juga Rinnie~ah”dua sahabat akrab yang telah lama tak bertemu, mereka ngobrol dengan begitu hangat. Dari mulai kenangan masa SMA sampai cerita masing-masing saat berpisah. Saking keasyikan bercerita, Hyuna sampai tak menyadari kalau Key yang telah bergabung dengan keempat temannya itu berjalan memasuki kantin membuat keadaan kantin menjadi gaduh.

“Ada rame2 apa ya Rinnie~ah,,”

“biasa,, SHinee is coming.”

“Shinee, apa itu.”

“sekelompok mahasiswa yang merupakan idola dari semua penghuni kampus sini.”

“tak terkecuali kau juga Rinnie ah,, aigoo sahabatku ini ternyata sudah tak sepolos dulu.”

“ya, bagaimanapun aku perempuan normal Yun-yun. Kau juga pasti akan terjerat dengan pesona mereka.”Hyuna sungguh penasaran dengan Shinee yang diceritakan sahabatnya itu.

“apa sehebat itu mereka,”

“Ya, mereka sangat hebat,sudah kaya,tampan dan multitalenta. Shinee itu terdiri dari 5 Namja, Lee Jinki dia itu mempunyai suara yang lembut dan sangat pintar pantas saja menjadi ketua klub paduan suara,Kim Jonghyun pasti kau tahu penyanyi  professional yang memiliki suara emas,kemudian Kim Key kibum selain wajahnya yang tampan juga diusianya yang masih muda sudah berhasil mengurus perusahaan yang ia bangun sendiri selain itu dia juga mantan atlet polo air,Choi minho si pangeran Charismatik yang jago olahraga dan Lee taemin si anak machine dance. Mereka sungguh Gorgeus. Fans fanatiknya banyak, mereka tidak segan-segan meneror yoeja yang berani dekat-dekat dengan pujaanya itu”

“Apa,, “Hyuna sangat terkejut, jadi mereka itu memang benar-benar idola. Aigoo tak bisa dipercaya.

“Jadi,, siapa idolamu Rinnie~ya,,”

“Aku sangat mengagumi Lee Jinki, tatapannya benar-benar membuatku meleleh. Dan senyumnya itu, sungguh tak bisa dibandingkan dengan apapun.”

“Ya ampun,, Lee Chaerin,, kau berlebihan. Tapi memang sih dibanding yang lainnya hanya Jinki yang terlihat normal.”

“Jangan bilang kau suka juga pada Jinki Oppa Yun-yun~ah.”

“Annie,, aku tidak bilang menyukainya. Aku hanya bilang kalau dia terlihat lebih normal dibanding yang lain”

“kau masih normal kan Yun-yun~ah,,”chaerin memandangi wajah Hyuna dengan lekat, dia heran mengapa Hyuna bisa dengan biasa-biasa saja membicarakan Shinee. karena setahu dia, yoeja manapun yang melihat Shinee paling tidak dia akan mendecak kagum.

“Ya,, apa maksudmu, normal??. Kalau aku tidak menyukai mereka apa itu artinya aku tidak normal. Peraturan dari mana itu.”Hyuna mendengus kesal, sahabatnya ternyata sudah tertular virus S2L (shining Shinee Lover).

“Annia,, bukan begitu.”

“kau yang berlebihan Rinnie~ya,, kau sudah tertular Virus S2L. dan harus segera disembuhkan”

“Virus S2L, apaan itu.”

“Shining Shinee Lovers,,,”Hyuna tertawa melihat ekspresi Chaerin.

Kemudian Hyuna merasa ada orang yang memperhatikan mereka. Saat dia mengarahkan pandangannya, hyuna menemukan Key tengah menatapnya dengan senyum yang menurut Hyuna sangat menyebalkan. Alarm tanda bahaya diotaknya berbunyi. Aku harus segera pergi dari sini, batin Hyuna.

“Rinnie~ya, sepertinya aku harus segera pergi. Nanti kutelepon lagi. Ok!”dengan tergesa Hyuna mencium pipi sahabatnya dan pergi meninggalkan kantin.

“ya,, Yun-Yun~ya,, kau belum membayar minumanmu,, dasar,, tak berubah sedikitpun.”Chaerin mengomel sendiri. Tapi sebenarnya dia sangat bahagia bisa bertemu dengan karibnya lagi.

TBC

<><>

The Flowing Love

Tittle : The Flowing Love

Author : ViLoveKey

Main Cast : Park Hyuna,Kim Kibum (Key)

 Support cast : LeeTaemin, Park Luna, Tacyeoon, Jinki, Jonghyun, minho, Lee Chaerin.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : NC 17

Leght : sequel

Summary : Park Hyuna harus tinggal bersama dengan Key dan menjadi asistennya untuk membalas budi ayah Key yang sudah membantu kehidupan ayahnya. Banyak cerita yang terjadi selama Hyuna dan Key tinggal bersama.

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di FB-ku, jadi kalau ada yang merasa pernah membacanya, itu bukan plagiatisme. Bagi yang ingin membaca FF ku yang lain bisa add di account FB-ku.

Part 2 : The First Love

Sore itu Hyuna tengah sibuk dengan sup ayamnya didapur sambil bersenandung tanpa lirik. Kemudian dia merasakan sesuatu yang hangat menjalar dipinggangnya, Oh my god, lagi-lagi Key memelukku dengan sembarangan. Batin Hyuna.

“Yun-yun~ya,, kenapa kau mengacuhkanku dikampus.”seperti biasanya, Key berbisik mesra ditelinga Hyuna dengan sedikit mendesah.

“Key,, lepaskan. Dan jangan panggil aku seperti itu, hanya orang-orang tertentu yang boleh memanggil nama kecilku itu.”Hyuna berusaha melepaskan tangan Key yang melingkar diperutnya.

Key memutar tubuh Hyuna menghadap kearahnya, dan mendorong tubuh Hyuna pelan membuat punggung Hyuna bersandar dipintu kulkas,

“tadi pagi Kau melarangku memanggilmu Honey, sekarang kau tidak suka aku memanggilmu Yun-yun~ya, jadi harus kupanggil apa?? Baby, ,Lovely,yoebo,jagiya“Key menyelipkan beberapa untaian rambut hyuna kebelakang telinga kemudian mengelus pipi nya.

“Just call me Hyuna, Park Hyuna,” nafas Hyuna sudah menderu, pipinya pun telah bersemburat merah merasakan tubuh Key medesak tubuhnya.

“No,, aku mau memanggilmu sesukaku,, Honey,, dan sepertinya itu lebih terdengar mesra ditelingamu.”Key menggigit telinga Hyuna pelan kemudian mencium bibir Hyuna dengan memburu. Hyuna yang kini telah terbiasa dengan perlakuan Key, mau tak mau dia menutup kedua matanya dan ikut melebur dalam ciuman itu.

“Kau belum berpengalaman, Honey.”key tersenyum. Disentuhnya bibir mungil gadis itu yang kini terlihat basah dan merah merekah.

“Tapi jangan khawatir, kau akan mahir setelah belajar padaku.”setelah berkata seperti itu, Key kembali menempelkan bibirnya, kali ini dileher jenjang Hyuna membuat Hyuna terkesiap. Dan tanpa dia sadari, kedua tangannya sudah mendekap punggung namja didepannya itu. Hyuna mendesah pelan merasakan bibir Key kembali melumat bibirnya, tubuhnya sudah lemas dan hanya mengandalkan kekuatan dari tubuh Key untuk tetap bisa berdiri.

“Aigoo,, kalian seharusnya melakukan itu dikamar, masih ada anak dibawah umur disini.”terdengar suara teguran dari Jonghyun karena ketiga temannya yang lain masih terkejut dengan yang mereka lihat. Tak menyangka melihat pemandangan yang sudah dua tahun ini tak pernah terlihat. Ya, sejak kepergian Yoon EunHye, Key tak pernah berdekatan dengan yoeja apalagi berciuman seperti itu. Dan yang lebih membuat mereka terkejut  lagi karena Yoeja itu ternyata Hyuna, Park Hyuna.

“Apa aku melewatkan seseuatu.”Jinki alias Onew yang sudah bisa mengontrol keterkejutannya ikut menegur.

Yang ditegur hanya bisa nyengir dan melepaskan tubuh sang Yoeja, sedang Hyuna sudah merah padam menahan rasa malu. Entah sebesar apa rasa malunya sekarang mendapati orang lain menangkap basah dia sedang berciuman ehm dicium lebih tepatnya.

“Honey, kau tadi memasak apa??”Key seolah tak berpengaruh dengan tatapan penasaran dari keempat temannya.

“Mwo,, Hyung. Bukankah namanya Park Hyuna, sejak kapan berubah menjadi Honey.”Taemin sang maknae yang terlalu polos itu menatap Hyungnya.

“Sejak aku memanggilnya  Honey. Tapi hanya aku yang boleh memanggilnya seperti itu.”

“Mau kemana Honey, kau belum menyiapkan makanan untukku.”Key menangkap pinggang Hyuna saat gadis itu berniat meninggalkan dapur.

“Oke, kesabaranku ada batasnya. Terserah kau mau apa. Jangan memanggilku dengan honey,baby, atau apalah, terlebih Yun-yun. Dan jangan sembarangan menyentuhku.”Hyuna menghentakkan kakinya dengan kesal.

“Kau tak bisa berkata mengancam seperti itu padaku Honey, kau melupakan sesuatu.”Key tersenyum evil pada Hyuna membuat Hyuna sekali lagi harus menuruti kehendak Key.

“The Really Almighty Key.”Hyuna hanya bisa mencibir dan langsung sibuk mengangkat masakannya.

“Ayam,, kau membuat sup ayam Hyuna~ah.”Jinki sudah mendekat pada Hyuna dan merebut mangkok yang dipegang hyuna dengan wajah berbinar.

“seperti itulah jika Uri Jinki bertemu dengan kekasihnya, Chiken lover.”minho mengejek jinki.

“sudah, sekarang kita makan saja, aku lapar. Hyuna apa kau membuat cukup masakan untuk kami.”Jjong berjalan kearah meja makan.

Akhirnya mereka berenam makan dengan lahap masakan hyuna. Dan sepertinya kelima namja itu menyukai masakan Hyuna.

“Masshitta,, hyuna. Kau harus membuatkanku sup ayam ini jika aku kemari lagi.”jinki tersenyum girang saat supnya sudah habis. Senyum itu membuat Hyuna sedikit terhenyak, sangat manis dan tulus.

“benar Noona, masakanmu enak aku suka.”temin bergelayut dipundak Hyuna.

“aku setuju,,”JJong ikut berkomentar.

“Aku juga.”minho ikut mnyahuti.

“Apa-apaan kalian ini, dia asistenku. Jadi hanya aku yang boleh memberikan perintah padanya.”Key melotot pada teman-temannya.

“termasuk, perintah membalas ciumanmu, tak kusangka kau sekarang lebih Pervert dariku Key, haha.”jjong nyeletuk dengan sengaja yang membuat pipi Hyuna kembali memanas menahan malu.

“Noona, kenapa kau menghindari ku tadi dikampus. Apa kau marah padaku.”taemin mengikuti Hyuna yang sekarang sedang mencuci piring kotor bekas mereka.

“anni.. aku tidak menghindarimu. Aku hanya menjaga keselamatanku.”perkataan Hyuna membuat semua mata mengalihkan pandangannya kepada satu-satunya yoeja diruangan itu.

“maksudmu apa Hyuna.”minho ikut penasaran.

“ya, aku tak mau mati konyol ditangan fans kalian semua hanya karena kalian mengenalku. Jadi, please berpura-puralah kalian tak mengenalku dikampus terutama kau taemin.”

“Kenapa harus begitu noona. Padahal aku sudah sangat senang sekali kau kuliah dikampus kami.”taemin menampilkan wajah memelas membuat Hyuna tak tahan untuk tidak mengacak rambutnya.

<><><>

Sebulan sudah Hyuna tinggal bersama Key di Penthahouse mewah itu. Dan selama sebulan ini pula dia mulai membiasakan diri dengan rutinitasnya. Dan sebulan itu pula Hyuna belum pernah tidur dikamarnya sekalipun, karena Key selalu menyuruhnya tidur bersama dan menemani Key dikamar luas miliknya. Hyuna sudah terbiasa dengan semua perilaku Key yang suka memeluknya dengan tiba-tiba,mencium bibirnya,lehernya entah berapa kali dalam sehari. Dan itu masih bisa Hyuna tolerir selama Key tidak menyentuh mahkota kesuciannya. Dan sejauh ini, sepertinya Key mengerti dan bisa menahan diri. Jika dirasa Key sudah terhanyut dalam setiap sentuhan,setiap kecupan maka tanpa diminta Key langsung menghentikan aktivitasnya dan hanya memeluk tubuh Hyuna erat.

****8

“Noona,, ada apa dilehermu.”Hyuna sedang mempersiapkan makan malam seperti biasa dan ditemani oleh lima namja yang dengan setia menantinya untuk bisa merasakan masakan Hyuna, sejak pertama kali merasakan masakan Hyuna kelima namja itu langsung ketagihan.

“apa Taemin,”

“Ini,,”Taemin menunjuk Kissmark yang menyembul dari balik kerah baju Hyuna. Yang langsung membuat pipi Hyuna bersemu.

“bukan apa-apa,,”hyuna berusaha bersikap biasa saja sambil menyembunyikannya dengan menaikkan kerah leher bajunya. Sedangkan Key yang menyadari arah pembicaraan Taemin langsung meledak tertawa diikuti tawa histeris Jonghyun.

“kau bohong Noona,buktinya Key Hyung dan Jjong hyung tertawa keras.”Uri taemin, kamu belum cukup umur untuk mengetahui hal-hal seperti ini. Batin Hyuna.

“Semalam noona bermimpi ketemu dengan vampire yang mencoba mengigit leherku. Dan tiba-tiba tadi pagi sudah ada bekas seperti ini. Sudah jangan dihiaraukan lagi.”Hyuna menepuk pipi taemin yang menggembung dengan kesal. Sedangkan Jjong dan yang lain makin tertawa keras mendengar alasan aneh dari Hyuna, siapapun tahu bekas apa dileher Hyuna itu.

“Shut Up boys,, atau kalian akan kelaparan malam ini.”Hyuna berteriak kesal mendengar tawa mereka.

“noona pikir aku anak SD apa, cihh,, cari alasan kreatif dikit kenapa. Apa Key hyung yang melakukan itu padamu.”

“Ya,, Lee Taemin apa yang kau bicarakan.”Hyuna menjitak kepala taemin.

“Jadi benar, itu Key hyung yang melakukannya padamu.”Taemin masih saja berkeras.

“Lee taemin,, jangan suka mencampuri urusan orang lain.”Key mendekati Taemin dan menariknya duduk.

“Key Hyung,, aku benci padamu,,”taemin masih merajuk, maknae itu benar2 seperti anak kecil. Padahal umurnya sudah 18 tahun.

“Dan aku lebih membencimu.”sahut Key kalem.

“Sudah,, jangan cemberut lagi, nanti noona ceritakan lagi tentang Luna.”Hyuna meletakkan makanan dimeja makan yang langsung disambut girang wajah para namja seolah tak pernah makan berhari-hari.

“Tapi aku cemburu noona, membayangkan apa yang kau dan Key hyung lakukan.”

“Memangnya apa yang aku lakukan dengannya, hah,jangan berpikir macam-macam !”

“Tapi Noona,,, aku sering melihat Key Hyung menciummu.”Temin berteriak dengan keras.

“Lee Taemin,, Aigooo, kau kerasukan setan dari mana sih.”

“Aku benar-benar bisa membencimu Lee Taemin, jika kau terus merengek pada Honey ku seperti itu.”Key mulai risih dengan sikap maknaenya yang terlalu kekanak-kanakan. Kemudian dia mendekati Hyuna yang sedang mengambil sesuatu di atas pantry dan memeluknya.

“Honey,, ada yang bisa aku bantu.”Key berbisik di telinga Hyuna.

“Key,, jangan mulai lagi,,”Hyuna melepaskan pelukan ditubuhnya.

“lama-lama kita semua bisa muak melihat tingkahmu yang lebih kekanakan dari uri maknae, bisakah kalian menahan itu setidaknya setelah kami pergi. Key”minho ternyata tidak tahan juga melihat tingkah sahabatnya yang menurutnya berlebihan. Karena mereka tahu, diantara Key dan Hyuna sama sekali tidak ada ikatan dan perasaan cinta.

“Benar ,, Key,, kau membuatku iri setengah mati. Jangan salahkan aku jika sewaktu-waktu aku menggoda asisten cantikmu itu.”Jonghyun ikutan gerah.

“aku no comment, selama sup ayam buatan Hyuna masih enak aku tidak akan banyak berbicara.”Onew beucap tak peduli. Baginya, ayam lebih penting dari apapun. Dasar Onew sangtae.

“Oke,, kita lanjutkan nanti honey.”Key mengecup puncak kepala Hyuna yang membuat Hyuna dan Taemin mendelik.

Kukutuk jadi kodok beneran kau Key”rutuk Hyuna sebal. Meski dia sudah mulai terbiasa dengan tingkah Key, tapi bermesraan didepan orang-orang tetap saja membuat Hyuna malu setengah mati.

Terjadi keheningan cukup lama saat keenam orang itu hanya duduk diam dengan pikiran masing-masing. Semua nya enggan untuk membuka percakapan, terlebih Hyuna. Dia masih kesal terhadap Key dan malu dengan teguran minho.

“Drrtt,, “dering telpon mengagetkan. Ternyata itu suara HP Hyuna.

“Yoebsoe,,,”

“,,,,”

“mwo,, o,ppaa”wajah Hyuna langsung berubah pucat pasi. Entah itu telpon dari mana, yang jelas mampu membuat Hyuna mendesah shock. Perubahan raut wajah Hyuna tak luput dari pandangan Key membuat Namja itu penasaran.

“,,,,”

“Dari mana oppa tahu no.ku..”

“,,,”

“Rinnie,, oppa sudah bertemu dengan Chaerin.”

“,,,”

“Shirro,, aku tidak mau berurusan dengan oppa lagi,, selamat malam.”Hyuna menutup telponnya dengan ekspresi sulit ditebak. Tanpa memperdulikan tatapan penasaran dari kelima namja disampingnya, Hyuna langsung pergi kekamarnya.

Key POV

Aku melihat raut wajah Hyuna berubah seketika saat mendapat telepon dari seorang namja. Entah siapa dia membuatku penasaran. Kubiarkan malam ini Hyuna tidur dikamarnya sendiri, aku tak ingin mengganggu Hyuna dulu.

Aku membolak-balikkan badanku dengan gelisah diatas tempat tidur. Rasanya aneh saja tak memeluk tubuh Hyuna, karena sebulan lebih ini dia selalu menemaniku diranjang besar ini. Ada apa denganku ini, tak biasanya aku bertingkah seperti ini terhadap Yoeja manapun, bahkan tidak terhadap Eunhye dulu. Kulihat jam di atas nakas, jam setengah duabelas.

Akhirnya kulangkahkan kakiku menuju kamar Hyuna, kulihat gadis itu tengah termenung didekat jendela.

“Honey,, belum tidur.”aku memeluk tubuhnya dari belakang.

“Key,,”wajah Hyuna terlihat gelisah.

“Ada masalah apa??”kutarik tubuhnya menghadapku.

“Annia,, tidak ada masalah apa-apa.”

“Kalau begitu, kita tidur ya,,”aku menggandeng tangannya menuju tempat tidur. Membaringkan tubuhnya disamping tubuhku dan menarikkan selimut sampai kedadanya.

“Key,, apa kau sudah tidur??”aku mendengar suaranya Hyuna memanggil namaku. Tak biasanya dia mengajak ngobrol ketika berada ditempat tidur.

“Waeyo??”

“Apa kau pernah mempunyai cinta pertama??”

Aku diam sejenak memperhatikan raut cantiknya. Sepertinya ini yang sedang Hyuna resahkan, Cinta pertama. Dan kalau aku tidak salah menebak, yang menelpon dia tadi pasti cinta pertamanya.

“Ne,, tentu saja. Tiap orang mempunyai cinta pertama.”aku jadi teringat dengan Yoon Eunhye, yoejaku yang telah tiada,

“Apa setiap orang juga pasti sulit melupakan cinta pertamanya.”

Kembali aku terdiam, melupakan cinta pertama. Sulitkah??. Benarkah Eunhye cinta pertamaku sehingga aku sulit melupakannya, dia Yoeja yang kupacari sejak kelas satu high School.  Sampai saat inipun aku masih sulit melupakan kepergian Eunhye dua tahun lalu yang membuatku enggan masuk kedalam rumah sakit. Setiap kali masuk kesana dan mencium bau obat, rasanya hatiku sakit. Karena mengingatkanku akan kebodohanku, sehingga Eunhye meninggal dirumahsakit.

Flash back ~

“oppa,, bisakah kau menjemputku sore nanti.”saat itu aku mengantarkan Eunhye kerumah halmonminya di Inchoen.

“Mianhe Jagiya, sepertinya oppa tidak bisa menjemputmu. Nanti oppa suruh supir menjemputmu”.

”Tidak usah Oppa,, nanti aku pulang sendiri saja.”

“Baiklah Oppa pergi dulu, kamu hati-hati ya.”hari itu tak seperti hari biasanya, entah kenapa pandanganku tak bisa lepas dari wajah Eunhye. Bahkan seakan aku tak rela meninggalkannya sedetikpun. Dan ternyata itu sebuah firasat, karena sorenya aku mendengar kabar Eunhye mengalami kecelakaan. Bus yang dia tumpangi saat kembali ke seoul terbalik dan menghantam pembatas jalan.

“Oppa,, hiduplah dengan bahagia.”masih terngiang ucapan terakhir Eunhye ditelingaku ketika aku mendatanginya dirumah sakit.

“Eunhye, jangan tinggalkan oppa,, eunhye.” aku melihat Eunhye menutup matanya dengan perlahan Dan meninggalkanku untuk selamanya.

Flash back End.

Berhari-hari setelah kepergiannya, aku merasa hidupku suram dan sepi. Bahkan aku tak malu meneteskan air mata untuk merasakan kehilangan yang begitu sangat, wajahnya, aroma tubuhnya masih sangat terasa nyata bagiku hingga saat ini. Dan sejak saat itu aku memilih menutup diri dan hatiku untuk Yoeja manapun. Aku belum sanggup merasakan kehilangan kembali orang yang aku sayangi.

“sepertinya dia sudah tidur.”ucapan Hyuna menyadarkanku dari lamunan tentang  Eunhye, ternyata dia masih menunggu jawabanku.

“Aku belum tidur Honey,,”

“Oh,, kukira kau sudah tidur.”

“Apa yang menelponmu tadi itu cinta pertamamu.”aku tak bermaksud mencampuri urusan pribadi Hyuna, tapi entah kenapa rasa penasaranku terlalu besar.

“ne,, annia,, bukan. Hoamm,, aku ngantuk. Selamat malam.”

Sepertinya Hyuna sengaja mengalihkan pembicaraan. Baiklah, aku tak akan memaksa dia untuk bercerita saat ini. Lalu beberapa menit kemudian aku mendengar dengkuran nafasnya yang teratur pertanda dia sudah terlelap. Kupandangi wajahnya yang terlihat tentram, sejak pertama kali melihat Hyuna. Aku merasa ada kemiripan dengan Eunhye, saat dia tertawa, cemberut dan kesal. Makanya aku sangat senang menggodanya supaya dia kesal. Aku tahu ini salah, Hyuna bukanlah Eunhye, mereka berdua sosok yang berbeda. Tapi keegoisanku lebih besar, juga kerinduanku akan sosok Eunhye membuatku tak bisa berpikir panjang. Mianhe Hyuna~ya, mungkin kau akan sakit hati jika tahu yang sesungguhnya.

Author POV

Sejak menerima telpon dari seseorang yang membuat Hyuna shock, perasaannya manjadi tidak karuan. Antara sedih,senang dan bingung bercampur jadi satu. Seperti yang Key duga, namja yang menelpon Hyuna adalah cinta pertamanya. Seseorang yang Hyuna cintai bertahun-tahun dan saat dia berusaha meberanikan diri mengungkapkannya, justru namja itu tiba-tiba menghilang.dan kini satu telpon dari namja yang bernama Ok Taechyoon itu berhasil membuat Hyuna mengingat kembali masa-masa SMA nya.

“Yun-yun~na,, apa kau sudah bertemu dengan Taech Oppa??”Chaerin mendatangi Hyuna yang sedang asyik melamun.

“Rinnie~ya,, kau yang memberikan no telponku padanya.”

“Iya,, kemarin aku bertemu denganya, benar-benar tampan dia sekarang.  Dan dia menanyakan kabarmu. Kalian masih pacaran kan??”

“masih pacaran?? Jadian saja tidak pernah.”Hyuna tertawa miris.

“Mwo?? Kau dan Taech oppa tidak pernah jadian. Bukankah kamu sudah menyatakan perasaanmu padanya. Dan setahuku, Taech oppa juga mencintaimu.”

“Tidak,, aku tidak pernah menyatakan perasaanku padanya. Saat aku ingin mengungkapkan perasaanku, dia menghilang bagai ditelan bumi. Kemudian aku tahu kalau dia melanjutkan kuliah di Boston dan sejak saat itu aku sudah tidak bertemu dengannya lagi.”

“ Ah,, begitu banyak yang telah terjadi semenjak aku meninggalkanmu Yun-yun~na.”Chaerin menatap sahabatnya dengan iba, dia sangat tahu seperti apa perasaan Hyuna terhadap kakak kelasnya itu.

“sudahlah, itu masalalu.”Hyuna menghela nafas.

“Drrt,,”HP Hyuna bergetar.

“Yoeboseyo,,”

“menengoklah kebelakang.”terdengar jawaban suara serang namja. Dan saat Hyuna mematuhi perkataan di telpon.

“Yun-yun~na,, Boghosippo.”seorang namja dengan postur tinggi dan berkulit sedikit gelap berdiri dibelakang Hyuna dengan senyum terukir diwajah tampannya.

“oppa,,”Hyuna membeku seketika melihat orang itu. Benarkah, orang yang selama ini dia rindukan ada dihadapannya sekarang.

“Yun-yun~na,,”Namja yang ternyata bernama Taechyoon itu mendatangi Hyuna dan langsung merengkuhnya kedalam pelukannya.

“Jongmal Boghosipp~yo,, Park Hyuna”Tubuh Hyuna membeku dalam pelukan Taechyoon, dia masih tidak percaya orang yang memeluknya ini adalah Taechyoon oppa-nya yang menghilang 3 tahun lalu, bahkan saat kemarin namja ini menelponnya dia menolak untuk bertemu. Hyuna hanya tak ingin merasakan harapan kosong seperti dulu.

“Hyuna,, please say something to me.”Taechyoon melepaskan Hyuna dan memandangi wajahnya lekat.

“Oppa,,, nado Boghosippo~yo.”Akhirnya Hyuna bisa mengusai emosinya

“kau semakin cantik yun-yun~na. pasti banyak pria yang mengejarmu sekarang.”

“Oppa, kau jahat sekali padaku.”Hyuna tercekat, matanya sudah berkaca-kaca.

“Mianhe jagiya,, dulu aku meninggalkanmu tanpa sempat mengatakan apapun. Tapi kini aku kembali untukmu.”Taechyoon tersenyum pada Hyuna. senyum itu, senyum yang selalu Hyuna rindukan selama ini.

“ senyum Oppa selalu bisa menentramkanku tidak seperti senyum Key yang justru membuatku gelisah.”batin Hyuna.

“Yun-yun~na,, kau melamun??”

“Ne,, Annia. Aku hanya gembira saja dan masih tidak percaya kalau Oppa kini sudah kembali.”

“Kalau begitu apa kau mau jalan-jalan denganku. Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu.”

“Ne,, oppa. Rinnie~ya, Kau mau ikut dengan kami.”Hyuna menyadari keberadaan Chaerin yang dari tadi hanya diam memandangi nya dan Taech.

“Ah,, tidak Yun~na,, kalian saja. Aku masaih ada kelas setelah ini.”Chaerin yang tahu diri, tidak ingin mengganggu moment sahabatnya.

“Kalau begitu kami pergi dulu, Rinni~ya,, kupinjam temanmu ini.”

“ne,, Oppa, tapi kau harus mengembalikannya dengan utuh padaku nanti.”

“ya,, kalian berdua. Pinjam-pinjam, dipikir barang apa.”Hyuna memasang wajah cemberut membuat Taechyoon gemas dan mencubit pipinya.

“Oppa Ah,, Appo.”

“Kau masih seperti dulu Yun-yun~na.”

Saat Hyuna sedang menikmati reuninya dengan taechyoon. Disisi lain, Key yang tengah duduk bersama Minho dan taemin langsung membulatkan mata. Ekspresinya seketika berubah melihat Hyuna dipeluk oleh namja lain dan sepertinya mereka sangat akrab. Ada perasaan tidak suka yang menyusup dihati Key.

“Hyung, waeyo.”Taemin merasakan perubahan wajah dan tubuh Key yang langsung menegang menjadi heran. Dia paling takut melihat kemarahan Key dan onew.

“Wae irae Taemin?”Minho mencolek lengan taemin.

“Molla Hyung,, tiba-tiba Key Hyung bersikap aneh, sepertinya dia sedang marah.”Taemin berbisik pada Minho.

“Marah? Padamu.”Minho dan taemin saling berbisik, sedang Key masih menatap Hyuna dengan tatapan tajamnya yang bisa membuat siapapun bergidik ngeri.

“Molla hyung, kau tanyakan saja padanya.”perkataan Taemin membuat Minho memandang Key dan mengikuti arah tatapan Key.

“Sepertinya aku tahu kenapa. Key,,” “Brakkk” belum selesai bisikan minho pada taemin, tiba-tiba Key membanting gelas yang dipegangnya keatas meja dengan kesal. Untung saja gelas itu tidak pecah.

“AKu pergi dulu,,”seketika Key langsung berdiri dan beranjak pergi tanpa memperdulikan tatapan heran kedua temannya. Minho dan TAemin diam saja dan hanya memandangi key yang berjalan menjauh.

“Key,, kau mau kemana.”tegur Jjong yang baru datang bersama Onew.

“ya,, kau mau kemana,, aish,, ditanya diam saja.”Jjong menghempaskan tubuhnya disamping Minho dengan kesal, karena Key tidak menggubris tegurannya dan langsung berjalan pergi.

“Kenapa dia, tidak biasanya Key bersikap seperti itu??”jinki yang ikut duduk bertanya pada taemin dan Minho.

“Key cemburu??”

“mwo,,”perkataan Minho sukses membuat Jjong menyemburkan minuman yang baru saja diambilnya, sedangkan taemin dan onew otomatis memfokuskan perhatiannya kepada pria bertubuh atletis itu,

“cemburu,, pada siapa hyung??”

“Lihatlah kesana.”Minho menunjuk kearah  Hyuna dengan dagunya.

“Ya,, itukan Hyuna Noona,, siapa namja itu??”Taemin,Jjong, dan Onew menyaksikan seorang namja mengacak-acak rambut Hyuna dengan begitu mesranya.

“Apa itu pacarnya,”

“Jadi, Key langsung marah begitu melihat Hyuna akrab dengan namja itu.”Onew menarik kesimpulan.

“yang dimaksud Minho Hyung, Key hyung cemburu pada Hyuna noona.”

“yap,, tepat sekali.”minho menjentikkan jarinya didepan wajah Taemin.

“Menurut kalian, apa Key sudah jatuh cinta pada Hyuna dan melupakan Eunhye.”Jjong menatap ketiga temannya meminta tanggapan.

“Molla,, aku tidak begitu yakin. Tapi bagus juga seandainya Key sudah melupakan Eunhye. Karena aku berharap bisa melihat Key yang cerewet kembali. Jujur saja, aku tidak suka dengan Key yang sekarang. terlalu pendiam dan dingin. Dan itu bukan Key yang kita kenal.”Onew yang memang paling tua diantara mereka dan berpikiran dewasa meski kerap kali mengungkapkan kata-kata aneh dengan ke-sangtae-annya.

“Tapi menurutku tidak Hyung, tepatnya belum. Selama ini Key hanya melihat Hyuna sebagai sosok Eunhye. Karena Hyuna memiliki beberapa kemiripan dengan Eunhye. Tapi aku yakin suatu saat Key akan jatuh cinta pada Hyuna”Minho mengungkapkan analisisnya.

“begitukah,, aku jadi merasa kasihan pada Hyuna seandainya apa yang Minho katakan benar.”jjong masih menatap Hyuna yang sepertinya beranjak pergi bersama namja itu.

Hyuna POV

Aku merasa senang sekaligus sedih, akhirnya orang yang aku tunggu telah kembali. Taechyoon oppa, cinta pertamaku sejak kelas 2 SMP. Aku masih tidak percaya bahwa namja yang berjalan disebelahku ini adalah Taech oppa. Rasanya aku kembali kemasa SMA ku, dimana dia sudah menjadi sunbaeku sejak SMP.

“Kita mau kemana Yun~ah,,”

“Terserah oppa, aku juga tidak terlalu tahu daerah sini.”

“Baiklah,, kita berjalan mengikuti kemana kaki akan melangkah saja Yun-yun~ah.”Taech Oppa melingkarkan tangannya dilenganku dan menarikku kembali berjalan menuju gerbang kampus.

Tapi tiba-tiba Taech oppa menghentikan langkahnya.

“Waeyo Oppa,,”aku bertanya padanya, tapi dia langsung berjalan mengahampiri seseorang.

“Ya,, Key,,”aku mendengar Taech Oppa memanggil nama seseorang. Tunggu, dia memanggil Key. Key Kim Kibumkah??.

“Ok Taechyoon..”Ternyata benar Key yang itu. Ah, betapa dunia begitu sempit. Aku sedikit was-was bagaimana jika Key mengatakan pada oppa kalau aku dan dia tinggal bersama. Bagaimana jika Key berkata kalau kami sering berciuman. Andwae,, andwae.

Dengan takut-takut aku mendekat kearah mereka.

“Kapan kau kembali dari Boston??”Key berkata pada Taech Oppa sembari memeluknya. Sepertinya mereka berdua terlihat akrab.

“Baru dua hari yang lalu. Kau sendiri sudah jarang sekali bermain ke Las Vegas.”

“Akhir-akhir ini aku sedikit sibuk.”

“Aku mengerti, sekarang kau ini sudah jadi Eksekutif muda yang sibuk.”

“Seperti kau tidak saja,,”

Aku ragu untuk ikut ngobrol bersama mereka. Aduh, Ottokeh,, Ottokeh.

“Oh iya Key,, kenalkan ini Park Hyuna. Dan Hyuna kenalkan ini Kim Kibum, panggil saja Key.”Tiba-tiba Taech Oppa menarikku kehadapan Key. Oh my god, Ottokeh, haruskah aku pura-pura tidak mengenalnya.

“Aku sudah mengenalnya,,”Kudengar Key berucap, dan sepertinya perkataannya sedikit ketus. Tatapannya seketika berubah padaku. Dia menatapku seolah ingin melahap habis tubuhku. Oke, itu mungkin terdengar berlebihan, tapi memang tatapan matanya yang tajam sungguh membuatku takut. Ada apa dengan namja ini.

“Ah,, tentu saja. Kaliankan satu Universitas pasti sudah saling mengenal. Kalau begitu kami pergi dulu Key. Aku akan menghubungimu lain kali.”

“baiklah,,”

Huh,, akhirnya aku bisa bernafas lega. Key tidak mengatakan apapun yang akan membuat Taech oppa marah padaku. Dan saat aku Tanya bagaimana bisa dia kenal dengan Key katanya mereka bertemu karena suatu kebetulan. Mereka berdua tidak sengaja bertemu dipertunjukkan music saat sama-sama berada di Las Vegas. Taech oppa juga cerita bagaiman akhirnya mereka bisa dekat layaknya kakak beradik. Sepertinya aku harus bicara pada Key setelah pulang nanti.

Aku dan Taech oppa menghabiskan waktu dengan berjalan menyusuri kota. Hal yang sering kami lakukan dulu. Saat kami bersama seperti ini, aku merasa penantianku selama tiga tahun ini tak sia-sia. Pada akhirnya Taech oppa kembali padaku. Kami berdua sepertinya tak kehabisan cerita untuk diungkapkan.

“ah,, sudah jam 7malam oppa.”tanpa kusadari hari telah beranjak malam, aku teringat Key. Jika setengah jam lagi aku tidak pulang pasti Key akan marah-marah.

“kau sudah mau pulang,, baru juga jam segini.”

“Ahh, mianhe Oppa, aku benar-benar harus pulang.”

“Jangan-jangan someone special sudah menantimu.”

“Oppa, jangan menggodaku. Kau kan tahu, dari dulu siapa orang yang special dihatiku.”

Entah mengapa aku merasa ekspresi wajah Oppa langsung berubah aneh begitu mendengar ucapanku.tak urung pikiran negative merasuk kedalam otakku, Apakah Oppa sudah tidak mencintaiku lagi,

“Oppa, gwanchana.”

“Ah,, iya, apa masih tetap oppa yang ada dihatimu.”Perasaanku langsung membaik begitu melihat senyumnya. Kurasakan tatapan matanya menjadi lembut, dia mendekatkan wajahnya pada wajahku. Hembusan nafasnya menerpa wajahku, terasa hangat. Kini, wajah kami hanya berjarak beberapa centi. Kulihat oppa memejamkan mata, ottokeh,, kenapa aku sangat gugup. Padahal aku tinggal memejamkan mata dan menyambut bibirnya dibibirku. Entah kenapa aku jadi teringat Key. Oh my god, kenapa disaat seperti ini aku malah teringat namja pervert itu. Aduh Ottokeh,, Ottokeh. Aku masih panic sendiri, sedangkan Taech oppa semakin mendekatkan wajahnya padaku.

TBC

Tittle : The Flowing Love

Author : ViLoveKey

Main Cast : Park Hyuna,Kim Kibum (Key)

 Support cast : LeeTaemin, Park Luna, Tacyeoon, Jinki, Jonghyun, minho, Lee Chaerin.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : NC 17

Leght : sequel

Summary : Park Hyuna harus tinggal bersama dengan Key dan menjadi asistennya untuk membalas budi ayah Key yang sudah membantu kehidupan ayahnya. Banyak cerita yang terjadi selama Hyuna dan Key tinggal bersama.

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di FB-ku, jadi kalau ada yang merasa pernah membacanya, itu bukan plagiatisme. Bagi yang ingin membaca FF ku yang lain bisa add di account FB-ku.

Part 3 : Guardian My Heart

Still Hyuna POV

 “Ah,, mianhe,”kudengar seseroang berucap. Untunglah, aku tertolong dengan suara itu karena Taech oppa langsung membuka matanya dan menjauh dari wajahku.

“Apa aku mengganggu kencan kalian.”ya,,kenapa Key bisa ada disini. Key si pervert itu, apakah dia  mengikuti kami. Tapi, jujur kuakui aku merasa lega dengan kehadiran Key karena tiba-tiba saja aku menjadi bingung menghadapi Taech oppa yang tiba-tiba ingin menciumku. Padahal bukan kali pertama aku berciuman. Dan jujur saja, sipervert inilah yang mengajariku bagaimana cara berciuman yang baik. Aigoo,, aku sudah gila,, Park Hyuna kau sudah gila. Kau menolak ciuman dengan orang yang kau cinta dan masih mengatakan lega dengan kehadiran namja pervert yang dengan seenaknya menciumimu. Sepertinya aku memiliki dua kepribadian, dan sekarang mereka berdua sedang bertengkar tentang mana yang benar. Aissh,, aku memang sudah benar-benar gila.

“Park Hyuna,, ada apa denganmu.”kudengar Key memanggil namaku. Dan rasanya aneh saja mendengar Key memanggilku dengan normal. Rasanya aku lebih menyukai panggilan dia selama ini, Honey. Park hyuna,, kau sudah gila tingkat akut sekarang.

“Ah,, eh.”aku bingung harus berkata apa.

“Key, kebetulan kau disini. Bisakah aku minta tolong padamu. Antarkan Hyuna pulang. Kau tidak keberatankan.”Aduh, kenapa taech oppa meminta Key mengantarku pulang.

“No problem,,”kulihat Key tersenyum evil padaku seperti biasanya.

“Yun-yun~na,, tidak apa-apa kan kalau kau pulang bersama Key. Tiba-tiba saja aku ada urusan penting.”lagi-lagi aku merasa Taech oppa sedikit aneh, dan tingkahnya seperti orang yang salah tingkah. Membuatku semakin bertanya-tanya.

“Ah,, gwenchana oppa.”

Kemudian kami berpisah, dan aku berjalan bersama Key menuju mobilnya.

“Jadi dia cinta pertamamu”Key berucap padaku setelah kami sama-sama duduk dimobil Key. Untung saja Taech oppa tidak mengantarku, bagaimana kalau dia tahu aku tinggal bersama Key. Dia pasti akan menyangka yang bukan-bukan padaku.

“Ne,, waeyo??.”

“Sepertinya kau bahagia sekali Honey, tapi sayang aku tidak bisa berpartisipasi dalam kebahagiaanmu itu”kulihat Key tersenyum sinis.

“maksudmu??”

“Aku tidak suka melihatmu dekat dengan namja lain.”tiba-tiba Key menatapku dengan lekat dan mendekatkan wajahnya padaku.

“Yaaa,, apa hakmu, mau aku dekat dengan siapapun itu bukan urusanmu.”aku menjauhkan tubuhku hingga mentok kepintu disampingku.

“tentu saja aku punya hak, kau milikku dan hanya milikku, Arasso!!.”setelah berkata seperti itu, Key langsung menarik wajahku dan mengunci kepalaku dengan kedua tangannya. Menatap mataku sesaat, lalu menempelkan bibirnya dibibirku. Ya tuhan ada apa denganku, kemana akal sehatku. Bagaimana aku bisa menerima ciuman namja pervert ini, dan tanpa kusadari aku membalas ciumannya. Aku merasa ciuman Key kali ini terasa berbeda, seperti ada kemarahan dan sedikit posesif. Tapi tetap saja bibirnya terasa manis  dan lembut saat bergerak dibibirku.

“ingat Honey, kau hanya milikku.”Key melepaskan ciumannya lalu mencium keningku. Sedangkan aku hanya bisa terpaku dengan jantung yang berdetak begitu kencang. Oh my god!! Apa aku benar-benar sudah gila sekarang. kenapa tubuhku tak sejalan dengan hatiku, kenapa aku selalu tak berdaya setiap kali namja ini memperlakukanku seenaknya saja.

***

Kami sampai dirumah sekitar pukul 19.30 KTS, dan kulihat Onew oppa,Jjong oppa, Minho dan Taemin sudah duduk dengan manis didepan home teather. Entah film apa yang mereka tonton. Tanpa menyapa mereka aku langsung kedapur untuk menyiapkan makan malam.

“Noona, kau tak usah menyiapkan makan malam, tadi Key hyung sudah memesan makanan lewat delivery order.”Taemin sudah berdiri disebelahku.

“Oh,, tumben sekali.”aku duduk dimeja dapur menopangkan kedua tangan dipipiku.

“Noona, kau kenapa.”

“Ne?? waeyo Taeminnie,,”kulihat Taemin menatapku dengan lekat. Namja berwajah imut itu selalu membuatku gemas. Entah mengapa sejak pertama bertemu dengannya, aku langsung merasa kalau dia namja yang baik. Dan sudah kuanggap seperti dongsaengku sendiri.

“Kau kelihatan lelah sekali, oh iya noona, kulihat tadi kau bersama seorang namja. Siapa dia noona??”

“Ohh, kau tadi melihatnya, dia temanku sejak SMP di Mokpo.”

“hanya teman biasa??”

“Ya,, kenapa kau ingin tahu begitu. Dia memang cinta pertamaku.,, ah iya, aku harus membalas email dari Luna dulu, kau mau ikut??”dengan sengaja aku mengalihkan pembicaraan Taemin, karena dia selalu tertarik jika aku bercerita tentang Yoeja dongsaengku Park Luna. Bahkan Taemin bilang sudah jatuh cinta pada Luna sejak pertama kali aku menunjukkan foto Luna padanya. Aku hanya tertawa simpul waktu mendengar perkataannya,ada-ada saja namja satu ini.

“Ah,, Noona selalu saja pintar mengalihkan pembicaraan.”Taemin menggembungkan pipinya dengan kesal bercampur gembira. Kesal karena aku tak mau menjawab pertanyaanya, dan gembira saat mendengar aku menyebut nama Luna.

“Aigooo,, kau ini namja dewasa Lee taemin, jangan bertingkah seperti anak kecil begini. Bagaimana kau bisa mempunyai Yoeja chingu kalau sikapmu seperti ini”aku mengacak rambutnya dengan gemas.

“Ah,, noona, aku tidak butuh yoeja manapaun, yang aku inginkan hanya bertemu Park Luna dan mengajaknya menikah.”

“Aishh,, kau ini, umur baru 18 tapi sudah berani berkata menikah.”aku mencubit pipi Taemin dan tertawa renyah saat melihat ekspresi kesalnya.

“Hyuna~ya,, besok sore aku ada konser di Seoul, aku ingin kau hadir, ini aku punya tiga tiket. Ajak saja temanmu.”Jjong Oppa yang baru datang langsung mengangsurkan tiga lembar tiket padaku.

“jadi Oppa memang benar-benar penyanyi professional ya.”Aku memandang lembaran tiket itu sedikit heran, disana tertulis Live Perfomance Of the most interesting singer : Kim Jonghyun”The bling-bling Jjong” bersama nama-nama penyanyi terkenal seperti SUJU,SNSD,Rain,G.Na,Baek Ji Young,Monday Kiz dan lain-lain.

“ya,, Park Hyuna, kemana saja kau selama ini. Semua orang dikorea pasti mengenalku, dari anak-anak hingga orang tua semua pasti mengenal Bling-bling Jonghyun.”Jjong Oppa cemberut melihat reaksiku. Aku masih sedikit tidak percaya saja jika yang berdiri dihadapanku ini artis terkenal Bling-bling Jonghyun,padahal selama ini Chaerin sudah meyakinkanku kalau namja ini memang artis.

“baiklah oppa, akan kubuktikan kalau kau memang penyanyi professional. Bolehkan aku mengajak teman kampusku.”

“ne, boleh saja. Sayangnya aku hanya  punya 3 lembar tiket itu.”

“Annia oppa, Gumawo sudah memberikan ku tiket gratis ini.”

“ya,, siapa bilang tiket ini gratis,,kau harus membayarnya.”kulihat Jjong oppa tersenyum usil padaku.

“Mwoo,,jadi aku harus membayarnya.”

“Tentu tidak dengan uang Hyuna jagiya,,”

“Hyung,, senyummu sungguh menakutkan.”Taemin yang dari tadi diam tahu-tahu sudah berdiri disebelahku.

“ya,, Lee Taemin, anak kecil jangan ikut campur.”Jjong Oppa mendorong tuhubh Taemin menjauh dan melanjutkan ucapannya padaku.

“ Hyuna, kau cukup membayarnya dengan kencan sehari denganku.”Jjong oppa mengedip-kedipkan matanya dan menggigit bibir bawahnya menggodaku.

“Ah,, aku tidak bisa bernafas,, Ya,, Key,, Key,, Lepaskan.”tiba-tiba Key menarik leher Jjong dari belakang, kulihat Minho dan Onew oppa juga berjalan kearah kami.

“Playboy tengik, apa maksudmu mengajak kencan Honey ku eh,, sudah bosan hidup rupanya.”Key masih dengan posisi sedikit mencekik leher Jjong Oppa, tapi aku tahu Key hanya pura-pura dan tak berniat serius mencekik leher sahabatnya.

“Ampun Key,, ampun,, oke. Hyuna, tiket itu gratis untukmu”mendengar perkataan jjong Oppa, Key langsung melepaskan tangannya. Sedangkan aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah mereka. Benar-benar childish.

“Noona, bukankah tadi kau mau membalas Email Luna, kajja.”taemin menarik tanganku.

“No.. maknae, kau tak bisa membawanya pergi.”Taemin langsung mengkeret melihat tatapan tajam Key dan melepaskan genggamannya dari lenganku.

“Bagaimana kalau kau menemaniku kasting drama, ada yang menawariku main drama berjudul Pianist.”sepertinya teman-teman Key sepakat membuat Key sedikit sebal. Setelah Jjong dan Taemin, sekarang giliran Minho.

“denganku saja HYuna~ya,, besok aku mengikuti lomba paduan suara di Kanada.”bahkan Onew oppa pun turut andil.

“Ya,, kalian semua. Berhenti menggoda Yoejaku. Hanya aku yang berhak mengajak dia.”Key yang sudah sangat sebal dengan keempat temannnya itu langsung menarikku kesamping tubuhnya dan memeluk pinggangku erat.

“ya,, Key, sejak kapan aku mau menjadi Yoejamu.”mendengar perkataan Key membuatku sangat kesal.

***

 

Author POV

Sore itu suasana di arena konser Jonghyun sudah begitu ramai, banyak banner dan spanduk yang mengusung nama idola masing-masing. Hyuna datang bersama Chaerin dan seorang yoeja bernama Kang Hyemi yang merupakan sahabat Chaerin yang lain.

“Yun-yun~na,, kau masih berhutang penjelasan padaku. Bagaimana kau bisa mendapatkan tiket ini dengan mudah. Di kursi VIP lagi, karena kudengar tiket ini sudah habis sejak 2 minggu yang lalu.”Chaerin masih berusaha mengintrogasi Hyuna, karena sejak memberikan tiket konser ini Hyuna sama sekali tak mau bercerita asal muasal tiket tersebut.

“sudahlah Rinnie~ya,, sekarang kita nikmati konser ini saja. Bukan begitu Hyemi ssi.”

“ne,, Hyuna ssi, bisakah kau memanggilku tanpa embel-embel ssi. Karena kau teman Chaerin dan otomatis menjadi temanku juga. Dan gumawo atas tiketnya.”

“ohh,, ne,, Hyemi~ya,, chanmaneyo.”

“Bukankah itu SHinee,, ya,, Choi Minho itu selalu terlihat cool dan tampan.”tiba-tiba mata Hyemi menangkap bayangan 4 namja yang tengah berjalan menuju kursi didepan mereka bertiga.

“Aigooo, apakah dulu kita bertiga pernah berjasa pada Negara dikehidupan lampau, bisa nonton konser di kursi VIP dengan gratis dan sekarang bisa duduk dekat dengan Shinee.”Chaerin berbisik dengan begitu gembira.

“Aishh,, ternyata kalian berdua sama saja, sudah terserang virus S2L akut.”Hyuna hanya mencibir mendengar ocehan dua Yoeja disampingnya. Entah karena suaranya yang cukup keras atau apa, tiba-tiba Key dan minho mengarahkan pandangannya kepada Hyuna,Chaerin dan Hyemi seraya tersenyum dan mengangguk. Hyuna yang sudah sangat tahu Key dan Minho hanya mendengus sebal, sedangkan Chaerin dan Hyemi masih menganga tak percaya. Seorang Key dan Choi Minho tersenyum pada mereka.

Saat mengalihkan pandangannya, tanpa sengaja Hyuna menangkapa sekelebatan bayangan seorang namja tengah merangkul seorang Yoeja dengan begitu mesranya. Belum sempat Hyuna memastikan tatapannya, kedua orang itu sudah hilang tenggelam dibalik kursi-kursi penonton.

“Siapa tadi, seperti Taechyoon oppa,,”Hyuna bergumam sendiri.

“Yun-yun~na,, waeyo??”Chaerin tidak bisa mendengar dengan jelas gumaman Hyuna.

“eh,, Anniyo,, sepertinya acara sudah dimulai,,”Hyuna mengalihkan perhatian kedua sahabatnya. Tapi diotaknya masih terekam dengan jelas bayangan namja dan yoeja tadi sehingga dia tidak bisa berkosentrasi menikmati konser ini. Baru saat Jonghyun tampil, Hyuna bisa memfokuskan pikirannya untuk menikmati suara Jonghyun yang dia akui sangat spektakuler. Hyuna begitu terharu dengan lagu yang dibawakan Jonghyun yang seingat Hyuna berjudul LIFE *

***

“Ah,, konsernya sungguh menakjubkan. Baru kali ini aku benar-benar bisa menikmati konser dengan begitu nyaman.”Chaerin masih terbayang konser yang dia tonton semalam.

“Ne,, aku juga Rinnie~ya,, mereka sungguh daebak.”Hyemi yang sekarang duduk bersama Hyuna dan Chaerin ikut berkomentar.

“ya,, setidaknya Jjong Oppa not bad lah.”Hyuna hanya menanggapi sekilas.

“Yun-yun~na,, Jonghyun oppa itu sangat keren bagaimana kau bisa bilang not bad.”Hyemi sangat heran dengan Hyuna, sepertinya teman barunya ini tidak tertarik dan kagum pada Shinee seperti mashasiswi lainnya.

“Kau tidak tahu Hyemi~ya,, bagi Hyuna tidak ada namja yang tampan dan mengesankan selain cinta pertamanya itu.”Chaerin mengejek Hyuna.

“Ya,, kenapa kau yang sewot aku tidak menyukai Shining Shinee kalian itu.”

“Cinta pertama hyuna,, siapa?? Apa aku mengenalnya.”Hyemi nampaknya tertarik dengan cinta pertama Hyuna itu.

“Annyeonghaseyo nomoe Yeppo yoeja,,”terdengar sapaan seseorang.

“Ahh,, taechyoon Oppa,,”wajah Hyuna langsung berbinar begitu melihat Taechyoon.

“Annyoeng Rinnie~ya,, kamu??”Taechyoon menatap Hyemi.

“Noneun Kang Hyemi imnida.”

“Ah,, Ok Taechyoon imnida,,”

“Oppa kesini ada apa??”

“dasar Hyuna paboya,, pastinya Taech oppa mencarimu, siapa lagi kalau bukan kau.”Chaerin memukul kepala Hyuna gemas, temannya ini masih saja basa-basi.

“Ya,, Rinnie~ya,, Appo.”Hyuna mengelus kepalanya.

“Hmm sepertinya aku tahu siapa yang dimaksud Rinnie tadi,,”Hyemi menatap Hyuna penuh arti.

“Ah,, iya, aku mau mentraktir kalian bertiga, mau??”Taechyoon mengajak ketia yoeja itu makan bersama.

“Memangnya kita tidak menganggu oppa.”Hyemi merasa tidak enak.

“Anniyo,, apa maksud mu Hyemi~ya,, kita pergi bersama saja.”Hyuna yang masih merasa aneh dengan Taechyoon sengaja mengajak Hyemi dan Chaerin. Dia tak ingin kejadian tempo hari saat Taechyoon ingin menciumnya dan dia malah panic terulang.

“kalau begitu,, kajja.”

Mereka berempat berjalan beriringan. kesebrang kampus menuju sebuah kafe.

***

“Hyung,, hari ini hari kamis, kau tidak kekantor.”Taemin mendapati Key tengah termangu menatap sebuah file yang dia tarik dari dalam tas. Terlihat bukunya jarinya memutih karena menggenggam kertas itu begitu kuat. Sekali lagi Taemin bergidik ngeri menatap hyungnya. “sepertinya Key hyung sedang marah lagi.”batin Taemin. Dia mengambil HP nya dan mengetik sms kepada semua hyungnya.

“hyung, datanglah kedepan kampus, Key hyung terlihat aneh.”begitu isi sms yang Taemin kirimkan kepada Onew,Jjong dan Minho.

“Taemin, apa kau melihat Hyuna atau teman yoejanya yang biasa bersamanya.”Key membuka suara.

“Anniyo hyung,, aku belum meilhat Noona dari pagi.”dengan takut-takut Taemin menjawab pertanyaan Key.

“Kau tunggu disini,, aku mau mencari Hyuna dulu.”kemudian Key pergi meninggalkan Taemin tanpa membawa tasnya. Dengan penasaran Taemin membuka isi file Key.

“Inikan,, Andwae,,”seketika Taemin terlonjak menatap sebuah kertas ditangannya.

“Taemin,, na wa irea,,”Minho menepuk pundak taemin. Nafasnya masih naik turun karena berlari kesitu setelah mendapat sms dari si maknae.

“Taemin,, gwenchana??”Onew yang juga baru datang bersama Jjongpun merasa aneh melihat raut wajah dongsaengnya itu.

“ya,, Lee Taemin kau kenapa, apa kau sakit.”JJong yang sudah tidak sabar langsung mengguncang-guncangkan tubuh Taemin.

“Bwara,, Hyung,,,”Taemin mengangsurkan kertas berbau harum yang dari tadi dipegangnya kepada ketiga hyungnya.

“Mwo,, inikan..”ketiga namja itu juga langsung terpekik.

“jadi Key langsung bersikap aneh setelah melihat ini.”Jjong masih menatap kertas yang diangsurkan taemin.

“Kemana Key,”Tanya minho.

“dia bilang mau mencari Hyuna noona atau chingunya.”

“Kita tak tahu apa yang akan dilakukan Key setelah melihat ini. Dan tadi aku sempat melihat namja yang bernama Taechyoon sedang bersama Hyuna didepan kafe.”Onew terlihat sedikit khawatir, apalagi mengingat temperamen Key yang mudah meledak.

“Ya, palli,, palli, kita harus segera mencari Key.”keempatnya langsung berjalan dengan tergesa untuk mencari Key. Dan kemudian tepat didepan gerbang kampus mereka melihat Key yang sedang memandang penuh amarah kesatu titik, dimana Hyuna sedang berdiri bersama seorang namja. Mereka semua mendekat hingga berada dijarak dengar pembicaraan Hyuna dan taechyoon yang sepertinya tidak menyadari keberadaan Key dan teman-temannya.

“Yun-yun~na,, sebelum semuanya terlambat, oppa hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.”Terlihat Taechyoon menatap Hyuna sambari memegang kedua tangannya.

“Mallabhwa oppa,,”Hyuna tersenyum.

“Yun-yun~na,, kau pasti tahu sejak dulu kalau oppa menyukaimu,, sarange Yongwonhi Park Hyuna.”Tangan Taechyoon berpindah kepipi Hyuna dan mendekatkan wajahnya.

“Na,nadu Oppa.”Taechyoon semakin mendekatkan wajahnya begitu mendengar jawaban dari bibir yoeja didepannya. Jaraknya semakin dekat, semakin dekat. Tiba-tiba,,

“Bug,,”satu pukulan mengenai pipi kanan Taechyoon tepat sebelum bibirnya menempel dibibir Hyuna, membuat Hyuna membuka mata dan menjerit kaget.

“ya,, Key,, apa yang kau lakukan.”sebenarnya Hyuna sangat takut melihat ekspresi wajah Key, matanya merah menahan amarah. Tapi kemarahan dirinya juga besar, kenapa Key memukul Taech oppa, apa dia cemburu. Pikir Hyuna.

“B*NGS*T KAU,,,AKU TIDAK MENYANGKA KAU SEJAHAT INI OK TAECHYOON. KAU PIKIR SIAPA DIRIMU BISA MEMPERMAINKAN YOEJA SEENAKMU.”Key berteriak keras kepada Taechyoon.

“Plakk,,”sebuah tamparan mendarat dipipi kanan Key. Ya Hyuna menampar Key, dia sangat marah pada Key yang tiba-tiba memukul Taechyoon tanpa alasan dan mengumpat dengan kasar padanya.

“KAU YANG SIAPA KEY,, SELAMA INI AKU SUDAH CUKUP SABAR MENGHADAPIMU, TAPI KALI INI AKU SUDAH MUAK PADAMU.”Hyuna balik berteriak pada Key, entah mengapa air matanya turun dengan sendirinya begitu melihat wajah Key yang menatapnya dengan tatapan nanar, tatapan seseorang yang merasa terluka. Bukan tatapan amarah seperti tadi.

“Kau tidak apa-apa oppa.”dengan sengaja Hyuna mengalihkan tatapannya dari wajah Key dan membantu Taechyoon berdiri.

“Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi padamu Key, katakan padaku apa kau menyukai Hyuna.”Taechyoon berjalan mendekati Key.

“Bugg.”satu pukulan lagi mendarat diperut taechyoon.

“Kau tidak perlu tahu,, yang perlu kau lakukan adalah jauhi Park Hyuna.”

“Apa hakmu melarangku,, apa kau pacarnya, apa kau keluarganya.””Bugg”Taechyoon terprovokasi tindakan Key dan balik memukul wajah Key. Terjadilah baku hantam antar keduanya.

“Ya,, hentikan,, apa yang kalian lakukan.”Hyuna hanya bisa berteriak tak jelas menyuruh kedua namja itu berhenti saling menyerang. Seketika keadaan semakin riuh, karena perkelahian itu mengundang banyak massa mendekat. Apalagi yang sedang bertarung adalah Key, si ice Prince Shinee.

“Key,, sudahlah,”akhirnya Onew dan minho berhasil menahan tubuh Key supaya tidak menyerang lagi, sedangkan Jonghyun dan Taemin memegangi badan Taechyoon.

“ini bisa dibicarakan baik-baik Key, jangan begini.”onew mulai menasehati Key.

“dan kau Ok taechyoon ssi, aku kecewa padamu.”Onew menatap taechyoon tidak suka.

“Ayo kita pergi dari sini.”Minho menarik Key dan mengajaknya pergi. Tapi Key meronta dan melepaskan tubuhnya, semua orang mengira Key akan memukul taechyoon lagi, tapi ternyata Key mendatangi Hyuna dan menarik tangannya.

“Key, lepaskan, jangan seperti ini.”

“Turuti perkataanku Hyuna, jangan membantah.”seketika Key menarik tubuh Hyuna kedalam pelukannya dan langsung mencium bibirnya dengan menggebu dihadapan semua orang. Meski masih dalam keadaan marah Hyuna tetap tidak bisa menolak bibir Key yang mulai melumat bibirnya. Dia merasakan ada sedikit darah yang bercampur dalam bibirnya. Mereka berdua tidak memperdulikan suara-suara yang berbisik disekitar mereka. Ya kini keduanya menjadi tontonan gratis karena sepertinya seluruh penghuni kampus tengah menatap mereka.

“Aku takkan pernah melepaskanmu sampai kapanpun.”Key melepaskan ciumannya dan langsung menarik Hyuna pergi bersamanya.

Hyuna POV

Aku tak tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi. dan Key, kenapa lagi dengannya. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan namja satu ini. Setelah kami kembali kerumah Key langsung mengurung diri dikamarnya. Bahkan Onew oppa sudah mewanti-wantiku agar jangan mengganggu Key dulu.

“Hyuna, kau mungkin bingung dengan semua ini. Tapi yang harus kau ketahui apa yang dilakukan Key tidak sepenuhnya salah, mungkin jika aku berada diposisinya aku juga akan melakukan hal yang sama.”Onew berkata padaku sebelum mereka berempat pergi.

“Bisa kalian jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.”

“Mianhe Hyuna~ya, kami belum bisa menjelaskan apa-apa padamu. Karena ada orang yang lebih tepat yang harus menjelaskan semua ini padamu.”Minho memegang kedua bahuku.

“Noona, mianhe,,”kulihat mata Taemin sedikit berkaca-kaca. Ada apa sebenarnya ini semua, kalian membuatku sakit kepala.

“Kami pergi dulu Hyuna~ya,, ada sesuatu yang harus kami urus.”sepertinya Jonghyun oppa berusaha menenangkanku. Dia memelukku sejenak sebelum pergi.

***

Tak terasa hari sudah beranjak pagi. Dan hari ini aku tidak ada keinginan untuk pergi kekampus. Pasti kejadian kemarin sudah menjadi berita heboh dan sekarang aku pasti sudah menjadi The most People in searching diantara fans Shinee, semalaman aku tidak bisa tidur karena Chaerin dan hyemi tak hentinya menghubungiku. Mau tak mau aku menceritakan semua yang telah terjadi pada mereka, juga fakta bahwa selama ini aku tinggal bersama Key. Apa yang harus aku lakukan sekarang, aku sangat menghawatirkan Taech oppa tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Key dalam situasi seperti ini.

Sepagian itu aku hanya duduk melamun dimeja makan sembari menempelkan pipiku dimeja yang terasa dingin. Aku merenung dan kembali memikirkan semua hal yang telah terjadi selama ini. Lalu pikiranku kembali pada malam konser itu ketika aku melihat sosok yang mirip dengan Taechyoon oppa dan kata-kata Key kemarin.”Kau pikir kau siapa bisa mempermainkan Yoeja seenakmu saja”kuulangi kata-kata itu dalam benakku berkali-kali dan mancari arti dibaliknya.

“Aish,, “aku mengerang frustasi. Kenapa semuanya jadi sesulit ini. Park Hyuna rileks,, pikirkan dengan kepala dingin.

“Klekk,”aku mendengar pintu kamar Key terbuka. Tapi aku masih enggan untuk sekedar menyapanya. Aku masih bingung dan tak tahu apa-apa dan tak tahu harus bersikap bagaimana. Dan sepertinya Key juga enggan untuk menyapaku, ah,, biarlahh. Lebih baik seperti ini dulu sampai semuanya jelas dan aku tahu ada apa sebenarnya.

“Apa kau marah padaku.”tiba-tiba Key sudah duduk disampingku, wajahnya dia letakkan dimeja sama sepertiku.

“Molla,, aku tidak tahu harus bagaimana.”

“Mianhe.. Park Hyuna”entah kenapa aku merasa tidak suka Key memanggilku Park Hyuna. Seperti bukan Key saja.

“Apa kau begitu mencintainya,,”kali ini Key menatap mataku dengan begitu dalam seoalah ingin menjelahi isi pikiranku melalui mataku.

“Molla,,”aku hanya bisa bergumam, karena sejujurnya akupun masih ragu dengan perasaanku saat ini. Seharusnya aku marah pada Key bahkan membencinya setelah apa yang dia lakukan pada Taechyoon oppa kemarin. Tapi lagi-lagi akal sehatku hilang entah kemana,aku tak bisa membenci namja disampingku ini. Dan justru semakin bingung dengan diriku sendiri, masihkah ada perasaanku untuk Taech oppa??

“ ayo,, ikut denganku.”Key tiba-tiba berdiri dan menarik tanganku.

“Kita mau kemana Key??”aku terseok-seok mengikuti langkahnya yang lebar menuju parkiran.

“sudah,, kamu ikut saja.”Key langsung melesatkan mobilnya begitu aku menutup pintu dan duduk disampingnya.

Selang 20 menit, Key memarkir mobilnya disebuah pusat perbelanjaan dikawasan kota.

“Turun,,”

“Key, sebenarnya kita mau kemana??”tanpa menjawab pertanyaanku, Key menarik tanganku dan berjalan menuju sebuah kantor bernuansa romantis. “Honey Wedding organizer”itu plang yang terpasang didepan pintu masuk bangunan tersebut. Kenapa Key mengajakku ke kantor Wedding organizer, apa maksudnya. Langsung saja pikiran aneh merasuk dikepalaku.

“Jelaskan ini semua padanya.”aku mendongak mendengar Key berbicara dengan seseorang. Dan saat kulihat orang itu,, orang itu,, Oh My god!!

“taechyoon oppa,,”kaget,terkejut,bingung. Itulah yang kurasakan saat ini. Aku mengambil kertas yang tadi dilempar Key kearah Taechyoon oppa dan membacanya.

“On The wedding,, Ok Techyoon & Zuzy.”apa ini, surat undangan pernikahan. Taechyoon oppa akan segera menikah dengan yoeja yang bernama Zuzy. Lalu apa maksud perkataannya kemarin. Amarah dan kesedihan kini bergumul menjadi satu didadaku. Aku tak menyangka orang yang selama ini kucintai dengan setia tega mempermainkan perasaanku.

Author POV

Hyuna masih memandangi kertas undangan yang tadi dilempar Key. Air matanya langsung turun begitu membaca nama yang tertera didalam undangan itu.

“Oppa,, kau,, kau”Hyuna menatap Taechyoon yang tengah memakai jas pengantin. Sepertinya namja itu sedang Fitting baju untuk pernikahannya.

“Yun-yun~na,, aku bisa jelaskan ini semua.”wajah Techyoon langsung pucat pasi.

“Kau tak perlu menjelaskan apa-apa oppa. Chukkae atas pernikahanmu.”Hyuna menghapus air matanya dan berusaha tersenyum.

“Yun-yun~na,, “Taechyoon tak tahu harus berkata apa. Dia merasa bersalah pada yoeja dihadapannya itu.

“Chenmaneyo oppa, kapan pernikahannya akan dilaksanakan.”Hyuna masih mencoba untuk tersenyum, meski sebenarnya hatinya terasa sakit. Baru kemarin taechyoon  mengungkapkan cintanya dan sekarang dia mendengar kalau namja itu akan menikah dengan yoeja lain. “Key, dia sudah tahu hal ini sejak awal, makanya kemarin dia memukul Taech oppa saat mendengar Taech oppa berkata sarange padaku.”akhirnya Hyuna menemukan alasan kenapa dia tidak bisa marah dan membenci Key.

“sekali lagi Chukkae oppa, semoga pernikahanmu langgeng.”Hyuna segera mengakhiri percakapannya dan beranjak pergi. Dia tak mau berlama-lama memandang wajah itu yang akan membuat hatinya semakin sakit.

“Ku harap kau tidak muncul lagi dihadapan Hyuna, Ok Taechyoon ssi.”Key yang sedari tadi diam saja kini ikut bicara dan langsung pergi menyusul Hyuna.

***

“Apa aku terlihat menyedihkan Key.”

Sekarang Hyuna dan Key sudah duduk berdua dimobil Key.

“bertahun-tahun aku menantinya kembali, dan saat dia kembali kupikir aku akan bahagia.”Hyuna tertawa miris.

“Dan tragisnya dia kembali untuk melukai hatiku, tidak cukupkah sakit yang dia berikan hanya dengan berkata, Hyuna aku akan menikah. Tapi kenapa harus datang memberiku harapan dan tiba-tiba mengahancurkannya begitu saja.”Hyuna meracau sendiri karena Key hanya diam menatap Hyuna. Karena Key tahu, yang Hyuna butuhkan adalah seseorang yang bisa mendengarkan segala keluh kesah dan kesedihannya itu.

“Key,apa sesakit ini rasanya patah hati.”lagi-lagi Hyuna tertawa miris dan ironis.

“Menangislah Honey,, keluarkan semua yang bergumul didadamu.”Key merengkuh Hyuna kedalam pelukannya. Dia merasa sakit melihat Hyuna bersedih seperti ini, rasa-rasanya Key ingin kembali kedalam kantor itu dan menghajar namja yang sudah membuat Hyuna bersedih seperti ini.

Mendengar perkataan Key, membuat Hyuna menangis sesunggukan dan melepaskan semua beban yang dirasakannya. Hingga berangsur-angsur perasaannya semakin membaik,Hyuna menemukan kedamaian dalam dekapan Key yang begitu hangat.

“Gumawo Key,, untuk semua yang kau lakukan padaku. Untuk semua perlindungan yang kau berikan padaku. Tanpamu, mungkin sakit yang kurasakan akan lebih dari ini.”Hyuna membatin seraya mengencangkan pelukannya ditubuh Key.

“Apa sudah merasa lebih baik??”Key melepaskan pelukan ditubuh Hyuna dan menatap wajahnya. Dengan ibu jarinya Key menghapus sisa-sisa air mata dipipi putih Hyuna.

“Ne,, gumawo Key,, kau sudah membelaku, mianhe karena kemarin aku menamparmu dan karena aku pula wajahmu lebam begini.”

“Chanmaneyo Honey,”Key mengelus pipi Hyuna membuat jantung gadis itu berdetak kencang. Lagi-lagi hyuna merasa gugup dan salah tingkah dengan perlakuan lambut key padanya. Dan entah setan apa yang merasukinya, tiba-tiba ~chup.

Hyuna menempelkan bibirnya dibibir Key dan menciumnya dengan lembut. Tersadar dengan apa yang telah dilakukannya, Hyuna pun berusaha melepasakan bibirnya dari bibir Key tapi tangan namja itu menghalanginya.

“kau sudah menggodaku Honey,, jadi terima hukumanmu.”desah Key ditelinga Hyuna dan kembali memperdalam ciumannya,menjelajahi rongga mulut hyuna. Kemudian ciumannya turun keleher jenjang sang yoeja yang sepertinya mulai terhanyut dengan ciuman Key.

***

“Noona,, gwenchana??”Hyuna baru berani menginjakkan kaki dikampus tiga hari setelah insiden Key dan Taechyoon. Itupun atas bujukan Key juga Taemin yang terus menerus merengek.

“Gwenchana Taeminnie,,ah, mianhe TAeminnie, kita harus berpisah disini.”Hyuna melepaskan tangan Taemin yang berjalan bersama keempat Hyungnya.

“Waeyo Noona,, toh, semua orang sudah tahu kalau kau dan Key hyung punya hubungan.”

“mwooo,,”Hyuna terkejut mendengar perkataan Taemin.

“Rileks Honey”Key tersenyum pada Hyuna sembari menggandeng tangannya.

“Anniyo Key, lepaskan aku. Aku tidak ingin mati konyol karena fansmu.”

“Tenang Hyuna~ya,, tak aka nada yang berani mengganggumu. Kami semua akan melindungimu.”Jjong tersenyum tulus pada Hyuna, sedangkan Onew hanya mengangguk-angguk tanda setuju, dan Minho menepuk pundak Hyuna sekedar memberi dukungan.

Akhirnya Hyuna setuju berjalan masuk kedalam lingkungan kampus bersama kelima namja popular itu. Apapun yang terjadi nantinya,siap tidak siap dia tetap harus menghadapinya. kemudian Hyuna merasa kalau Key mengeratkan pegangannya dijari Hyuna saat mereka melewati kerumunan mahasiswi yang memandang mereka dengan berbagai macam ekspresi. Dan sepertinya Key sengaja memamerkan kedekatannya bersama Hyuna dengan memeluk pundak Hyuna.

“Ya,, Key,, lepaskan.. kau tidak melihat tatapan maut Fans mu itu, seakan mereka mau menelanku hidup-hidup.”

“No way,, jika ada yang berani menganggumu, mereka akan berurusan denganku.”Key sengaja mengucapkan perkataannya dengan keras supaya semua orang yang berada disekitar mereka mendengarnya.

“Yun-yun~na,,”terdengar seseorang memanggil Hyuna.

“Rinnie~ya,, Hyemi~ya,,”ternyata Chaerin dan Hyemi.

“Gwechana,, apa kau ada yang terluka,apa kau merasa sakit.”begitu melihat wajah Hyuna,chaerin langsung memberondongnya dengan pertanyaan.

“Aigoo,, Lee Chaerin Aghassi,, temanmu ini baik-baik saja. Kau tak perlu sepanik itu.”ternyata Onew yang menyambut perkataan Chaerin.

“Lee Jinki ssi,, kamu, kamu mengenalku.”chaerin menatap Onew tak percaya. Tiba-tiba yoeja itu merasa grogi bertatap muka dengan onew begitu dekat.

“Ommo,, chaerin ssi, apa kau demam. Kenapa mukamu memerah seperti itu.”melihat wajah Chaerin yang sudah semerah tomat membuat Jonghyun tak tahan untuk tidak menggodanya.

“Ah,, ne,, anniyoo,,”Chaerin semakin salah tingkah diperhatikan oleh namja-namja idola itu.

“Ya,, Jjong, tak baik menggoda yoeja yang baru kau temui,,”Onew menatap Jonghyun tak suka.

“Noona,, kau temannya Hyuna noona kan?? Kami sering melihat kalian bersama.”Taemin tersenyum kepada Chaerin dan Hyemi membuat keduanya lagi-lagi hanya bisa diam terpana.

“Lee Taemin,, kau masih anak-anak, belum saatnya kau menggoda seorang yoeja dengan Aegyomu itu.”Key menjitak kepala taemin.

“Chaerin ssi, Hyemi ssi,, jangan perdulikan mereka,terkadang mereka memang sedikit aneh.”giliran Minho yang tersenyum pada kedua Yoeja itu.

“Aigoo,, kalian berlima bisa membuat kedua temanku sesak nafas”Hyuna menatap wajah kedua temannya .

“Waeyo Hyuna~ya,,”Onew memandang kearah Hyuna tidak mengerti.

“mereka berdua ini sangat mengidolakan,,hmmp,, hmmp”belum selesai Hyuna berbicara,mulutnya sudah dibekap oleh tangan Hyemi.

“Jinki ssi, jangan dengarkan perkataannya. Senang bisa berkenalan dengan kalian.”Hyemi segera mengalihkan perhatian onew dan kawan-kawan karena tak ingin Hyuna mempermalukannya lagi.

“Yun-yun Unnie,,,”saat mereka semua sedang asyik bercanda, dari kejauhan terlihat seorang yoeja muda melambai dan memanggil nama Hyuna.

“Ige mwoya.. Park Luna.”Hyuna tersenyum cerah melihat siapa yang datang.

“Yoon Eunhye,,”Key mendesiskan sebuah nama dengan nada tak percaya. Membuat  senyum yang tadi mengembang dibibir Hyuna seketika surut.

“Yoon EunHye?? Key memanggil dongsaengku Yoon Eunhye.”Hyuna membatin sambil memangdang kearah Key dan Luna bergantian.

“Noona,, benarkah itu Park Luna,, noona,, aku tidak bermimpikan.”Taemin berteriak kegirangan menarik-narik lengan baju Hyuna saat melihat yoeja itu.

TBC

 

Tittle : The Flowing Love

Author : ViLoveKey

Main Cast : Park Hyuna,Kim Kibum (Key),Lee Taemin,Park Luna.

 Support cast :, Jinki, Jonghyun, minho, Lee Chaerin,Kang Hyemi.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : NC 17

Leght : sequel

Summary : Park Hyuna harus tinggal bersama dengan Key dan menjadi asistennya untuk membalas budi ayah Key yang sudah membantu kehidupan ayahnya. Banyak cerita yang terjadi selama Hyuna dan Key tinggal bersama.

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di FB-ku, jadi kalau ada yang merasa pernah membacanya, itu bukan plagiatisme. Bagi yang ingin membaca FF ku yang lain bisa add di account FB-ku.

Note : Kredit song “Please don’t go – Onew Ft. Kim Jonghyun”, “Love Pain-SHINee”,”Life-SHINee”,”In my Room-SHINee””Cinta dalam hati-Ungu”. Diharapkan dalam membaca FF part ini sambil dengerin lagu-lagu diatas biar Feel-nya dapet,(:p. karena di part ini ada sedikit scene yang melodramatic gaje. Ok!!! Let’s Read guys~~~

Part 4 : Unconnected.

Author POV

Hyuna memeluk saengnya penuh kerinduan,karena mereka berpisah sejak pertengahan tahun kemarin. Sepintas jika diperhatikan Luna dan Hyuna itu mirip bahkan sekarang postur tubuhnya sudah menyamai tinggi kakaknya. Rambutnya yang dulu panjang dan agak ikal seperti rambut Hyuna telah berganti pendek dibawah telinga membuat gadis itu semakin terlihat cantik.

“Eonni,, I miss you so much. Done you miss me too??”

“Of Crouse Barbie,, Miss you too.”Hyuna senang sekali memanggil adiknya Barbie, karena kecintaannya pada boneka Barbie sejak kecil.

“Don’t call me Barbie again eon,, I hate it and now I’am not a child.”Luna memberengut sebal pada kakaknya. Sama seperti Taemin yang kesal jika dibilang imut.

“Yye ah,, Kau dan Lee taemin mirip.”Hyuna menatap adiknya kemudian mengedipkan matanya dengan iseng pada Taemin yang terlihat salah tingkah didepan Luna.

“Lee Taemin?? Who is he?? This name not foreign for me.”Luna seperti mengingat sesuatu.

“Taeminnie,, kau tidak ingin berkenalan dengannya?? Bukankah selama ini kau,,”Hyuna menghentikan ucapannya demi melihat raut wajah Taemin yang sudah terlihat aneh tak karuan.

“Annyeong Park Luna,, noneun Lee Taemin imnida??”Taemin memberanikan diri menyapa Luna, padahal jantungnya sudah berdetak kencang tidak karuan. Tubuhnya sedikit menggigil saat pertama kali melihat sosok Park Luna secara nyata. Ahh gejala jatuh cinta.

“Lee Taemin,, wait a minute?? Kau namja yang sering diceritakan oleh unni kan?? Ohh jadi kau Lee Taemin, nice to meet you.”Luna tersenyum cerah pada taemin yang membuat namja itu semakin grogi.

“hmm,, hmm,, sepertinya dongsaeng kita tiba-tiba terserang demam tinggi.”Jonghyun yang memang berwatak jahil sudah tidak tahan untuk tidak menggoda Taemin. Dengan sengaja Jonghyun memeluk leher Taemin dan berbisik“I’am Falling in love with you.”dengan nada mendesah yang membuat Taemin semakin grogi dan salah tingkah.

“Yun~na, kenapa hanya Taemin saja?? Kau tidak ingin mengenalkan kami pda saengmu.”Minho berusaha memecah perhatian orang-orang karena kasihan melihat Taemin digoda terus oleh Jonghyun.

“Ah,, iya. Barbie,, kenalkan mereka teman-teman Oenni,”Hyuna mengenalkan adiknya yang masih cemberut karena dipanggil Barbie lagi.

“Hello Luna, my name Choi Minho,just call me Minho or Minho oppa”

“annyeong Luna, Lee Jinki imnida,, kau bisa memanggilku Jinki oppa.”

“Barbie~ya,, kau tidak mengingatku??”Chaerin yang memang bersahabat dengan Hyuna sejak kecil sudah mengenal Luna.

“Rin-rin Oen,, Your look so beautiful now.”Luna kaget melihat sahabat kakaknya yang sudah lama tak berjumpa dan langsung memeluknya dengan girang.

“Ah,, kau juga sekarang terlihat sangat cantik.”Chaerin melepaskan pelukan Luna.

“Park Luna,, perkenalkan namaku Kim Jonghyun, penyanyi berbakat dengan julukan “Bling-bling jjong”. Yang menjadi pujaan dan idaman semua wanita korrea.”Jonghyun memperkenalkan dirinya dengan teramat narsis membuat Jinki serasa merasa gerah dan menyikut rusuknya.

“Dia tidak cocok untukmu Hyung,, lihat Hyuna dan Taemin sudah melotot padamu sejak tadi.”Minho memperingatkan hyungnya yang memang terkenal sebagai Cassanova.

“Lee Taemin,, calm down. Oke!”lagi-lagi Jjong menggoda Taemin.

“Jonghyun oppa, kau sangat lucu. Benarkah kau seorang artis. Kalau begitu aku harus mendapatkan tanda tanganmu.”Luna yang tidak tahu menahu kalau semua orang sedang menggoda Taemin berusaha membalas candaan Jonghyun. Dan itu membuat Jonghyun semakin bersemangat menggoda Taemin yang wajahnya sudah semakin merah padam tak jelas.

“Key,, kau tidak memperkenalkan diri.”Jinki menyenggol bahu Key yang sedari tadi hanya diam saja tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.

Tiba-tiba suasana menjadi begitu hening saat Luna berdiri dihadapan Key, keduanya hanya diam dan saling menatap dalam intensitas yang cukup lama. Hyuna yang sudah menyadari ekspresi aneh Key sejak kedatangan Luna langsung merasa resah tanpa sebab. Terlebih Hyuna sempat menangkap suara Key yang mendesiskan nama Yoon Eunhye persis saat pertama kali melihat Luna.

“ahh,, bukankah Yoon Eunhye itu mantan pacar Key yang sudah meninggal, aku ingat Taemin menceritakanya padaku.”Hyuna membatin sambil tak melepaskan tatapannya dari wajah Key.

“Annyeonghaseyo,, Park Luna imnida.”Luna mencoba menyapa Key yang dari tadi hanya diam menatapnya.

“Ah,, Annyeong, Kim Kibum imnida,, panggil saja Key.”Key berusaha mengontrol ekspresinya agar terlihat sedatar mungkin.

“Key,, namamu unik oppa,, Key yang artinya kunci.”semua orang langsung menyadari perubahan mimic wajah Luna yang langsung bersemburat merah saat Key menjabat tangan Luna. Sepertinya gadis itu terpesona pada Key. Dan yang merasa terganggu dengan semburat itu adalah Taemin, dia langsung menekuk mukanya dengan kesal melihat Luna terus saja memandangi Key. Ada sedikit cemburu dan was-was saat Taemin berbalik mengamati wajah Key yang terlihat gelisah. Kemudian sebuah ingatan menghampirinya, sosok Luna sekarang dengan model rambut pendek sebahu mengingatkannya pada Yoon Eunhye. Mantan pacar Key yang sudah lama meninggal.

“Andwae,, apa Key hyung menyadari kalau Luna sangat mirip dengan Eunhye noona.”Taemin berkata dalam hati dengan masih memandangi Luna.

***

 Dua bulam sudah berlalu sejak kedatangan Park Luna diKorea. Sekilas mungkin tak ada yang berubah. Tapi bagi Hyuna dan Key, kedatangan Luna membuat hubungan mereka semakin jauh dan dingin. Apalagi Luna tinggal bersama dengan Hyuna dan Key, membuat mereka tak ada waktu untuk berdua. Key tak pernah lagi memanggil Hyuna dengan honey dan memperlakukan dirinya dengan mesra, bahkan terkesan seperti orang asing.

Seharusnya Hyuna merasa bersyukur Key tak lagi memperlakukan dirinya seenaknya, jangankan berciuman. Memeluk tubuhnya atau sekedar duduk berdekatanpun sudah jarang sekali. Tapi entah kenapa Hyuna justru semakin merasa resah, dan bingung dengan perasaanya sendiri. Terkadang tiba-tiba dia merasa sedih tanpa alasan ketika melihat Key begitu akrab dan dekat dengan Luna. Hyuna merasa seakan dicampakkan begitu Key menemukan  mainan yang lebih baru, pemikiran itulah yang membuat sikap Hyuna mendingin pada Key.

“Oenni,, hari ini aku mau pergi bersama Taemin, apa kau mau ikut??”Luna mendekati kakaknya yang tengah sibuk didapur menyiapkan sarapan pagi. Hyuna sangat tahu bagaimana perasaan Taemin pada dongsaengnya itu. Sejak kedatangan Luna, namja imut itu selalu berusaha untuk dekat dan mengambil hati Luna, meski lagi-lagi harus kecewa karena Luna justru terlihat akrab dengan Key.

“Ah,, anniyo,, oenni mau kekampus hari ini. Ada sesuatu  yang harus diurus.”

“Oenni,, apa benar Taemin sudah menyukaiku sejak dulu??”Mendengar perkataan adiknya,seketika Hyuna menghentikan kegiatannya dan mendekati Luna lalu duduk disampingnya.

“Kenapa kau berkata seperti itu Barbie??”

“Aku merasa perhatian Taemin padaku sedikit berlebihan, juga Jonghyun oppa yang suka meledek Taemin yang katanya selalu salah tingkah didepanku.”Luna memeluk kakaknya dengan manja.

“Kalau seandainya Taemin memang menyukaimu, apa yang akan kau lakukan??”

“Mollayo unni,, Taemin memang baik dan lucu. Dia selalu membuatku tertawa jika bersamanya. Dan bahkan dia tahu semua hal tentangku yang terkadang aku sendiri melupakannya.”

“Jadi kau merasa nyaman saat bersamanya??”Hyuna memperhatikan perubahan raut wajah Luna dengan lekat.

“Ne,, hajiman,, aku tidak merasa kalau aku menyukainya, bahkan jantungku tidak berdetak begitu kencang saat bersamanya.”

“Lalu apa ada seseorang yang membuat jantungmu berdetak kencang saat dia ada didekatmu.”

“Sebenarnya ada eonni, bahkan sejak pertama kali aku melihatnya.”Luna tersipu malu mengakui kalau dirinya tengah tertarik dengan seseorang.

“Jinja?? Apakah unni mengenalnya.”Hyuna semakin penasaran saat Luna mengangguk tanda mengiyakan, entah mengapa perasaannya sedikit was-was mengetahui dirinya mengenal orang yang disukai Luna. Apa mungkin Key,, oh my god! Kenapa dadaku terasa sesak.”hyuna membatin.

“oenni jangan bilang-bilang ya,, sebenarnya aku mennyukai Key oppa.”Luna menyembunyikan wajahnya dibalik bahu Hyuna merasa malu, hingga dia tidak dapat melihat perubahan eskpresi wajah Hyuna seketika saat mendengar pengakuannya.

“kenapa jantungku berdetak semakin cepat, dan rasanya dadaku semakin sesak.”Hyuna berucap dalam hati sembari mencengkeram dadanya dengan erat.

“Unni,, waeyo?? Kau tidak suka aku berhubungan dengan Key oppa,, apa jangan-jangan unnie juga suka pada Key oppa ya.”Luna bermaksud meledek dan mencandai kakaknya, tapi bagi Hyuna terdengar seperti tuduhan dan tepat menohok dihatinya. Apa benar aku menyukai Key,, pertanyaan itu berputar diotaknya.

“Luna,, Hyuna noona,, kalian disini rupanya”belum sempat Hyuna menjawab perkataan Luna, Taemin sudah muncul dihadapan mereka. Senyum cerah langsung merekah diwajahnya, begitu melihat sosok Luna. “ternyata bocah itu memang tergila-gila pada adikku.”batin Hyuna.

“Noona,, kau kenapa?? Wajahmu pucat.”taemin menyentuh dahi Hyuna.

“sedikit panas noona. Apa kau sakit.”

“Aniiya,, aku baik-baik saja Taeminnie,, kudengar kau mau mengajak Luna pergi?? Memangnya kemana??”Hyuna menurunkan tangan Taemin dari dahinya dan melihat kearah Luna yang sepertinya sedikit sebal.

“hanya jalan-jalan saja, noona mau ikut.”

“Andwae,, kalian pergilah berdua. Noona masih banyak urusan.”lagi-lagi Hyuna menangkap ekspresi tidak suka Luna saat TAemin beranjak duduk disampingnya. Jadi sebenarnya yang Luna sukai itu siapa?? Dia bilang menyukai Key tapi kenapa terlihat cemburu saat taemin akrab padaku.”Hyuna menatap adiknya dengan intens mencoba menyelami isi pikirannya.

“Kalau begitu Kajja Taeminnie,,”Luna mencium pipi Hyuna dan melenggang pergi.

“Apa aku juga boleh mencium pipimu Noona,,”Taemin menggoda Hyuna.

“Taeminnie,,”Luna berteriak memanggil Taemin.

“Ne,, aku pergi dulu noona,, kalau noona merasa sakit, istirahat saja.”Taemin masih berdiri dihadapan hyuna dan terlihat sedikit khawatir.

“Lee Temin,,”tiba-tiba Key muncul dan menatap Taemin dengan death glare-nya. Membuat Taemin langsung ngiibrit menyusul Luna. Sedangakan Hyuna hanya tersenyum hampa menatap punggung Taemin yang semakin menjauh. Hyuna merasa bersalah pada Taemin begitu mendengar pengakuan Luna sebelum namja itu datang.

“Apa sekarang kau begitu terpesona pada bocah itu Honey.”Hyuna merasa bulu romannya bergidik begitu merasakan hembusan nafas Key ditelinganya.

“Yaaa,, apa yang kau lakukan.”Hyuna berusaha berdiri dan menjauh dari Key. Tapi tangan kekar namja berambut coklat itu menahan tubuhnya dan menariknya kedadanya yang bidang.

“Key, lepaskan aku.”Hyuna meronta pelan, disaat perasaannya sedang tidak menentu begini, sebisa mungkin Hyuna berusaha menghindari Key. Apalagi kalau Luna memang benar-benar menyukainya. Dia tak ingin melukai hati adik kesayangannya itu.

“Boghosipta Honey,,”Key semakin mengencangkan pelukannya ditubuh Hyuna. Membuat yoeja itu merasa sesak.

“Jangan bercanda Key,, aku harus segera kekampus.”

“Shirro,, sudah lama aku tidak memelukmu seperti ini.”Key memejamkan mata dan mengeratkan tangannya memeluk pinggang Hyuna, merasakan sentuhan tubuhnya yang menempel ditubuh Hyuna dan menghirup wangi aroma tubuhnya. Selama kehadiran Luna dirumahnya, Key berusaha memendam hasratnya untuk memeluk dan menyentuh Hyuna didepan Luna.

“Kau menangis,,honey,, wae irae??”Key merasakan tubuh Hyuna bergetar seolah menahan isakan.

“Honey,, tell me?? Ada apa denganmu.”Key melepaskan tubuh Hyuna, meraih pipinya dan sedikit mendongakkan dagu gadis itu. Tampak butiran Kristal bening berjatuhan dipipi mulusnya.

“Honey,, apa kau sakit?? Apa aku sudah menyakitimu.”

“Key,, jangan memperlakukan aku seperti ini, kau membuatku sakit.”Hyuna menunjuk dadanya sendiri mengisyaratkan bahwa sakit yang dirasakannya bukan secara fisik.

“Hati wanita itu lemah Key, dia mudah terlena dan jatuh cinta kepada namja yang selalu memperlakukan dirinya dengan lembut. Dan aku tidak ingin jatuh cinta padamu.”akhirnya Hyuna berhasil mengeluarkan beban yang mengendap dihatinya selama ini.

Mendengar kejujuran Hyuna membuat Key sedikit terkejut. Tak menyangka Hyuna akan mengatakan hal-hal yang membuatnya risau selama ini.

“Kenapa kau tidak ingin jatuh cinta padaku Honey.,,”

“Karena aku tahu, perasaanku akan membuatku lemah padamu Key. Aku tak ingin berharap pada sesuatu yang tidak mungkin. Karena pada kenyataannya perasaanku tak akan terbalas.”

“Aku tidak mengerti dengan perkataanmu Honey,”Key menatap Hyuna dengan lekat, berusaha mengerti apa makna yang tersirat dibalik kata-katanya.

“Aku tidak ingin jatuh cinta pada seseorang yang masih terikat dan tak mau melepaskan masa lalunya, itu sangat menyakitkan. Aku tahu Key alasan semua perlakuanmu padaku, karena menurutmu aku mirip dengan cinta pertamamu Yoon Eunhye. Dan sekarang kau melihat seseorang yang lebih mirip dengan yoejamu itu.” Perkataan Hyuna membuat Key bungkam. Dia tak punya alasan untuk mengelak lagi. Karena yang diucapkan Hyuna semuanya adalah benar.

“Jadi, mulai sekarang Key,, kuharap kau mengerti batasan-batasan hubungan diantara kita. Agar kelak tak ada yang tersakiti.”Hyuna mengusap air matanya dan bergegas pergi meninggalkan Key yang masih tegak berdiri dalam diam.

Key POV

Tubuhku masih membeku, bahkan lama setelah Hyuna pergi dari hadapanku. Tak kusangka akhirnya akan begini. Semua yang Hyuna katakana adalah benar, aku tak bisa mengelak lagi. Selama ini aku menatap bayang-bayang Yoon Eunhye dalam diri Hyuna. Dan kemudian datang adik Hyuna, Park Luna. Yoeja itu lebih mirip dengan Eunhye dibandingkan Hyuna. Jika Hyuna mirip dengan Eunhye secara kepribadian, maka Luna mirip dengan Eunhye secara fisik. Rambut pendek sebahu berwarna hitam legam, tubuh ramping dengan tinggi dibawah telingaku. Saat dia tersenyum menampakkan lesung pipit dipipinya. Bahkan saat pertama kali melihatnya, seperti aku melihat Yoon Eunhye kembali hidup dan berjalan kearahku.

Sekarang aku mulai bingung dengan perasaanku sendiri. Aku ingin selalu bersama Luna, menikmati senyumnya seperti dulu saat Eunhye masih ada. Tapi disisi lain aku juga merindukan berada disamping Hyuna, tubuhnya seakan menjadi sebuah candu untuk. Candu karena setiap kali aku menyentuhnya, memeluknya membuat diriku semakin berhasrat dua kali lipat untuk menyentuhnya lagi dan lagi. Aku harus bagaimana menghadapi keadaan ini. Terlebih lagi, Taemin sepertinya juga sangat mencintai Luna. Aku takut jika sekali aku salah dalam menentukan sikap akan banyak orang-orang disekitarku yang terluka.

“Shitt,,”aku mengumpat dengan kesal. Somebody help me!!.

End of Key POV.

Another side>>>

Taemin POV

Sudah dua bulan berlalu sejak kedatangan Park Luna, dongsaeng dari Hyuna noona. Gadis itu lebih muda 4 bulan dari umurku dan terpaut 2 tahun dari umur Hyuna noona,Key hyung dan Minho hyung. Kulitnya putih bersih, berambut pendek sebahu bermata sipit khas orang korea. Jika dia sedang tersenyum akan muncul dua lesung pipit di pipinya yang bisa membuatku semakin terpesona. Melihat senyumnya membuat hari-hariku semakin ceria dan bersemangat. Mungkin tak banyak orang yang percaya dengan ungkapan “love at the first sight”. Cinta pada pandangan pertama. Tapi itulah yang terjadi padaku, aku Lee Taemin anak dari dancer legendaries Lee Hyukjae sudah jatuh cinta pada seorang Yeoja bernama Park Luna anak dari seorang Park Joongso. Dan yang lebih anehnya lagi, aku jatuh cinta padanya saat pertama kali melihat fotonya yang ditunjukkan Hyuna noona padaku. Selama ini aku tak pernah menginginkan sesuatu untuk jadi milikku sebesar ini. Semua orang yang mengenalku selalu berkata aku ini anak yang penurut dan polos. Tapi untuk keinginanku yang satu ini, aku harus mendapatkannya. Park Luna harus menjadi milkku. Itulah tekad yang tertanam dihatiku sejak pertama kali memutuskan bahwa aku memang jatuh cinta padanya. Dan akan mengejar cintanya sampai kudapatkan.

Hari ini aku sengaja mengajak Luna pergi berdua. Entah mengapa aku merasa selalu menjadi orang yang berbeda setiap kali berhadapan dengan Luna. Aku selalu mempunyai keberanian untuk melakukan hal-hal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

“Taeminnie,, apa kau sangat dekat dengan Yun-yun Oenni,”Luna membuka percakapan. Sekarang kami sedang berjalan dipinggir sungai Han yang terlihat sedikit ramai. Banyak anak-anak yang datang bersama orang tua masing-masing. Kemudian aku seperti melihat diriku dan Luna duduk dibawah sebatang pohon bersama 2 anak kecil. Sepertinya aku sedang menghayalkan bagaimana seandainya aku dan Luna menikah dan memiliki anak-anak seperti itu. Aigoo Taemin, pikiranmu sudah terlalu dewasa sekarang. aku tersenyum sendiri mendengar pikiranku itu.

“Taemin,, apa kau melamun. Yaa, kenapa kau tersenyum sendiri seperti itu.”Luna menggoyang-goyangkan tangannya didepan wajahku.

“Ah,, Na~ya,, kau membuyarkan lamunan indahku.”aku merajuk dengan kesal.

“memangnya kau sedang melamun apa?? Pasti hal yang bukan-bukan dehh.”Luna mencibir padaku.

“Aisshh,, kau ini. Selalu negative thinking padaku. Aku bukan Jonghyun hyung yang suka berpikiran yadong, aku terkenal sebagai namja polos.”ku sentuh hidung mancungnya dengan gemas. Membuat Luna memberengut kesal.

“Kalau begitu,, kau sedang melamunkan apa dong??”

“Aku sedang membayangkan kehidupanku nanti seandainya aku sudah menikah dan punya anak. Seperti mereka itu.”kutunjuk beberapa pasang keluarga yang tengah asyik menikmati udara hangat musim panas di depan kami.

“Jinjayo~yo,, Aigoo uri magnae sudah dewasa rupanya.”Luna tersenyum mengejek padaku yang membuatku semakin gemas.

“Aissh Park Luna, seharusnya kau memanggilku oppa. Walau bagaimanapun aku tetap lebih tua darimu.”kuaca-acak rambutnya dan tersenyum melihat wajah kesalnya.

“Shirroo,, aku tak mau memanggilmu oppa, Yun-yun unni saja tidak memanggil Key oppa dengan sebutan oppa.”Luna berusaha menghindar dari serbuan tanganku yang masih mengaca-acak rambut halusnya.

“Itu tak ada hubungannya dengan kita.”akhirnya kutarik tanganku dari rambutnya dan menyandarkan punggungku dibahunya.

“Taeminnie,, Lalu,, seperti apa tipe yoeja idealmu??”Luna duduk memeluk lutut dengan kepala miring kearahku. Membuat tubuhku yang menyandar pada bahunya sedikit merosot.

“Hmm, yoeja yang bisa membuat perasaanku tenang saat bersamanya. Dan membuatku yakin akan masa depan dan hari esok.”aku ikut meneluk lutut dan menatap kearahnya tanpa kedip.

“Apa kau menyukai Yoeja seperti Yun-yun unni,, kulihat kau sangat dekat dengannya.”Luna mengalihkan pandangannya dariku. Ada apa dengan Yoeja ini, apa dia merasa cemburu aku dekat dengan kakaknya.

“Sepertinya iya,, aku sangat mengagumi Hyuna noona. dia terlihat dewasa dan sangat menyenangkan keika berada disampingnya. Membuatku merasa begitu nyaman.”aku sengaja mengatakan hal itu untuk mengetahui reaksinya. Apakah benar dia cemburu padaku atau tidak.

“Oh,, Jinja,, berarti ledekan-ledekan Jjong oppa tak berarti apa-apa dong. Dan syukurlah aku tidak perlu merasa tidak enak padamu.”Luna masih memalingkan wajahnya dariku. Tubuhnya terlihat sedikit menegang.

“Ya,, apa maksudmu Luna,, aku tidak mengerti.”aku memang tidak mengerti maksud ucapannya, tidak perlu merasa tidak enak padaku. Apa itu artinya.

“maksudku, aku tidak perlu merasa tidak enak padamu kalau aku mendekati namja yang aku sukai dihadapanmu.”

“Mwoo,,”bagai ada kilat menyambar ditelingaku mendengar ucapan Luna. Dia sudah mencintai namja lain. Apa-apaan ini,, tak bisa kubiarkan.

“Kau,, kau tidak boleh menyukai namja lain Park Luna.”kucengkeram kedua tangannya dengan erat. Emosiku langsung memburu dan tak rela mendengar Luna sudah mencintai orang lain.

“Lee Taemin,, apa yang kau lakukan, ahh, appo.”Luna berusaha melepaskan pegangan tanganku.

“Park Luna,, dengarkan perkataanku baik-baik. Kau tidak boleh menyukai apalagi mencintai namja lain, karena kau Lee Taemin sudah mencintaimu sejak dulu dan kau hanya boleh menjadi yoejaku.”kulepaskan genggaman tanganku dan beralih memeluk pinggangnya. Posisi kami yang masih terduduk ini sedikit menyulitkanku untuk menarik tubuhnya mendekat padaku. Entah mendapat keberanian dari mana aku langsung menempelkan bibirku dibibirnya. dengan perlahan bibirku bergerak dibibirnya, dan kurasa Luna tak mempunyai cukup tenaga untuk terus meronta dan melawanku karena lama-lama tubuhnya semakin rileks bahkan sekarang dia membalas ciumanku.

Aku tersenyum dan terus menciumnya semakin dalam. Kedua lengan Luna sudah mendarat di leher belakangku sedangkan tanganku merangkul pinggangnya. Beginikah rasanya berciuman dengan seorang yoeja, pantas saja Key hyung tak pernah bosan berciuman dengan Hyuna noona. yang dulu sempat membuatku sebal pada mereka. Aku tak sabar ingin mendengar reaksi Jonghyun hyung,Jinki hyung dan Minho hyung saat tahu aku sudah mencium seorang Yeoja. Aku mengembalikan konsentrasiku pada apa yang aku dan Luna lakukan saat ini. Tanpa kusadri tanganku mulai merayap naik kepunggung Luna, membuat tubuhku serasa panas tiba-tiba. Bahaya,, bahaya. Aku melepaskan bibirku dari bibir Luna. Dan menatap wajahnya yang bersemu merah. Mata kami bertemu dan tiba-tiba,,

“Plakkk”sebuah tamparan mendarat dipipiku. Astaga!! Luna menamparku.

“Taemin babo,, apa yang kau lakukan padaku. Kau mau mempermainkan aku hah!!. Kau bilang kau menyukai Yun-yun unni,, tapi apa maksudmu menciumku.Nappeun namja.”Luna berteriak kesal dan langsung pergi meninggalkanku. Ya Ampun,, Luna salah paham mengira aku menyukai Hyuna noona.

***

Aiss,, Luna kemana sihh. Cepat sekali gadis itu menghilang. Aku berusaha menyusulnya, jujur saja aku merasa bersalah padanya. Tak seharusnya aku bertindak agresif padanya. Park Luna,, Mianhe, jongmal mianhe. Nae nappeun namja.

Kuputuskan mengarahkan mobilku kembali ke Penthahouse  Key hyung dan berharap Luna sudah sampai disana dengan selamat. Sungguh hatiku terasa sakit telah membuat Luna menangis seperti tadi. Padahal bukan maksudku untuk membuatnya sedih. “Taemin Babo”. Apa yang sudah kau lakukan. Sepanjang perjalanan aku hanya bisa merutuki kebodohanku ini.

Akhirnya aku sampai dikediaman Key hyung dan langsung bisa bernafas lega saat melihat Luna sudah berdiri didepan pintu bersama Key hyung dan Hyuna noona.

“na~ya,, kau harus dengar dulu penjelasanku.”kutarik sedikit tubuhnya supaya mengahadapku.

“Shirroo,, Jinja shirroo Lee taemin.”Luna menghentakan tangannya dengan kesal.

“ada apa ini, Barbie,, Taemin, kalian bertengkar.”Hyuna noona menegur kami.

“Lee taemin,, apa kau membuatnya sedih.”Key hyung mendekat kearah Luna.

“Park Luna, dengarkan aku. Tidak ada yoeja lain yang kucintai selain kau. Tentang kedekatanku dengan Hyuna noona, aku hanya dekat dengannya karena dia sudah seperti kakakku sendiri, aku sungguh tak bermaksud memainkan perasaanmu.”ku coba memberi penjelasan padanya. Tapi sepertinya sulit, Luna dan Hyuna noona mempunyai watak yang sama, sama-sama keras kepala.

“Aku tidak percaya padamu Lee Taemin, dan satu hal yang harus kau tahu. Aku tidak menyukaimu,, aku hanya menyukai Key oppa.”Luna berteriak padaku, kemudian menarik kerah baju Key hyung dan menciumnya dengan cepat. Sejenak aku merasa waktu seketika berhenti. Dan kemudian rasa sakit dan amarah menggelegak serta bergumul didadaku melihat pemandangan itu.

Astaga,, rasanya beribu-ribu tombak menancap tepat dijantungku ketika melihat yoeja yang kucintai mencium namja lain dihadapanku. Dan kenapa harus Key hyung, saudaraku, kakak dan temanku. Hatiku terasa perih dan menatap nanar adegan didepanku itu, aku butuh pegangan untuk menopang tubuhku yang langsung terasa lemah tak berdaya.

“Taemin,, Taemin.”Hyuna noona mencoba memegangi badanku, tapi aku justru merasa tubuh Hyuna noona ikut bergetar. Apa hyuna Noona juga merasa sakit melihatnya. Karena aku merasa noona juga mencintai Key hyung.

Aku benci melihat mereka berdua,, tanpa memperdulikan teriakan noona. aku terus berlari menjauh menuju mobilku. Kutendang dengan kuat ban mobilku melampiaskan semua amarah dan sakit yang kurasakan. Bergegas aku masuk kedalam mobil dan berusaha mengatur nafasku yang tersengal-sengal. Kucengkeram erat setir mobilku untuk mengalihkan emosiku. Belum pernah seumur hidupku merasakan sakit dan amarah sedahsyat ini.

*8*

Hyuna POV

Bingung,, itulah yang kurasakan saaat ini. Baru tadi pagi aku mengatakan pada Key agar saling tahu batasan-batasan dalam hubungan kami dan aku sudah berjanji tidak akan jatuh cinta padanya. Tapi entah kenapa rasanya perih melihat Luna dan Key berciuman seperti itu tepat didepan mataku. Juga Taemin,, ahh taeminnie. aku sangat menghawatirkan keadaan namja itu. Aku tak bisa menghilangan sorot terluka yang dia pancarkan sesaat sebelum pergi. Dan sejak kejadian sore tadi aku mengurung diri dikamar, aku belum sanggup untuk bertemu Key maupun Luna. Aku takut meneteskan air mata melihat kebersamaan mereka.

Aku berusaha memejamkan mata dan berharap rasa sakit dihatiku perlahan menghilang bersama angin malam yang berhembus. Mencoba Meresapi segala pedih yang terasa bagai ujung tombak yang tertancap dihatiku. Tak seharusnya aku mencintainya, dan tak seharusnya aku cemburu melihat Key bersama Luna tadi. Toh, aku bukan apa-apanya. Selama ini aku mencoba menyangkal perasaan yang kini bersemayam dihatiku. Dan selalu berharap apa yang kurasakan pada Key bukanlah cinta. Aku tidak mencintainya, aku tidak mencintanya. Kuucapkan kata-kata itu dibenakku berulang-ulang. Tapi kembali air mata berjatuhan dipipiku. Dan satu kenyataan pahit mendera dihatiku, aku mencintainya dan cintaku ternyata cukup besar sehingga rasa sakit menerpaku ketika mengetahui selama ini Key tak pernah mencintaiku dan hanya menganggapku bayang-bayang masalalunya.

“Drrtt,,”dering telpon membuyarkan lamunanku. Taemin, ada apa dia menelponku malam-malam begini. Jam setengah dua belas malam.

“Yoeboseo,,”

“yoeboseyo,, apakah anda mengenal pemilik Handphone ini.”ada apa ini, kenapa bukan Teamin yang menjawab telponku.

“Ne,, dia temanku. Anda siapa?? Apa yang terjadi padanya.”

TBC

Tittle : The Flowing Love

Author : ViLoveKey

Main Cast : Park Hyuna,Kim Kibum (Key),Lee Taemin,Park Luna.

 Support cast :, Jinki, Jonghyun, minho, Lee Chaerin,Kang Hyemi.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : PG 16*

Leght : sequel

Summary : Park Hyuna harus tinggal bersama dengan Key dan menjadi asistennya untuk membalas budi ayah Key yang sudah membantu kehidupan ayahnya. Banyak cerita yang terjadi selama Hyuna dan Key tinggal bersama.

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di FB-ku, jadi kalau ada yang merasa pernah membacanya, itu bukan plagiatisme. Bagi yang ingin membaca FF ku yang lain bisa add di account FB-ku.

Part 5 : Last Time

Still Hyuna POV

“Ah,, aku pegawai bar. Bisakah anda menjemputnya, kurasa dia pingsan karena terlalu banyak minum.”

Dengan tergesa aku langsung memakai coatku dan keluar dari Penthahouse yang selama ini aku tinggali bersama Key menuju alamat yang diberikan sipenolpon tadi. Tak peduli Key akan mencariku atau tidak, aku segera menyetop taksi dan duduk dengan gugup. Sesekali aku meminta supir taksi didepanku untuk menambah kecepatannya. Aku beanr-benar panik karena baru kali ini mendengar Taemin mabuk.

Sesaat aku merasa ragu untuk masuk kedalam club itu, karena baru kali ini aku menginjakkan kaki ditempat hiburan malam seperti ini. Suara bising dan hentakan music yang meraung menyambutku begitu aku menjejakkan langkahku didalam club yang cukup luas itu. Penerangan yang sedikit remang-remang menyulitkanku mencari keberadaan Taemin.Beberapa kali aku menabrak orang-orang yang sepertinya sangat menikmati suasana hiruk-pikuk begini. Kemudian aku menemukan sosok yang aku cari. Seorang namja yang tengah tidur disalah satu bangku didepan bartender.

“Taemin,, kenapa denganmu.”kudekati tubunya yang sudah tak sadarkan diri akibat menenggak alcohol terlalu banyak.  wajah yang biasanya polos terlihat amat pucat dengan kerutan didahi dan butiran Kristal bening yang mengalir dipipinya seakan menahan sebuah kepedihan yang dalam. Menatapnya membuatku tak kuasa menahan air mata. Kupeluk tubuhnya bersama derai air mata yang semakin jatuh dipipiku. Begitu besarkah cintamu pada Luna hingga kau jadi tak berdaya seperti ini. Awalnya aku mengira dia hanya bercanda setiap kali berkata ingin bertemu adikku dan mengajaknya menikah. Taemin, adik laki-lakiku yang malang, tak seharusnya kau merasakan sakit hati seperti ini.

“Hyuna,, wae irae??”aku mendengar seseorang memanggilku.

“Minho,, Jinki oppa.”ternyata mereka sudah datang. Sesaat setelah bartender tadi menelponku dengan Hp Taemin, aku juga segera menghubungi Minho dan Jinki Oppa.

“Uljima Hyuna~ya,, kenapa kau menangis.”Jjong oppa menarikku dari tubuh Taemin dan langsung memelukku.

“Mianhe oppa,, Taemin begini gara-gara aku.”akhirnya tangisku pecah didada Jjong oppa. Aku sungguh tak sanggup melihat orang-orang didekatku menderita.

“Ini bukan salahmu Yun~ah. Ini semua terjadi diluar kehendak kita.”Jjong oppa berusaha menenangkanku.

“tapi oppa, seandainya Taemin tidak mengenalku pasti dia tidak akan menderita seperti ini. Aku yang telah mengenalkan Luna padanya.”

“Mungkin ini jalan yang harus dilalui olehnya Yun~ah,, untuk mengukur seberapa siap dirinya menjadi orang yang lebih dewasa. Justru kaulah selama ini ada disampingnya dan mendukungnya Yun~ah. Taemin beruntung mengenalmu dan mendapatkan kasih sayang dari seorang kakak sepertimu.”Jinki Oppa tetap berusaha agar membuatku tak merasa bersalah, tapi tetap saja Taemin menderita begini karena aku. Dan aku juga tahu kalau salah paham yang terjadi antara Taemin dan Luna juga berkaitan dengan diriku.

“Husst, tenanglah Yun~ah, kau jangan seperti ini, lebih baik kita bawa Taemin pulang.”Jjong oppa menarik tubuhku, sedangkan Minho dan Jinki oppa memapah tubuh Taemin.

“Aigoo Taemin nae dongsaeng,, belum saatnya kau minum seperti ini.”kudengar Minho bergumam sambil menghela nafas dengan berat.

***

Sekarang aku sudah berada dirumah Taemin yang terlihat besar dengan gaya klasik eropa timur. Tapi sayang rumah ini terasa hampa dan kosong. Aku pernah mendengar kalau orang tua Taemin, Lee Hyuk Jae sajangnim dan istrinya telah lama menetap di Amerika. Jadi Taemin hanya tinggal dirumah sebesar ini sendirian.

“Hyuna~ya,, jadi sebenarnya ada apa??”Jjong oppa mulai mengintrogasiku. Sesaat setelah aku keluar dari kamar Taemin dan duduk disofa besar yang terletak disudut ruangan menghadap kekamar Taemin.

“Molla~yo oppa,, awalnya aku hanya tahu kalau Taemin mengajak Luna ke suatu tempat. Dan kemudian saat mereka pulang entah kenapa aku merasa ada sesuatu terjadi diantara mereka. Taemin berusaha menjelaskan sesuatu pada Luna, akan tetapi Luna malah,,”tenggorokanku tercekat saat mengingat kejadian dirumah Key. Aku sungguh tak ingin mengingatnya, tapi bayangan itu terus saja berputar dikepalaku.

“Malah kenapa Yun~ah,,”mereka penasaan karena tiba-tiba aku menghentikan perkataanku.

“Luna malah berkata tidak menyukai taemin dan justru menyukai Key lalu Luna mencium bibir Key tepat didepan Taemin.”desisiku dengan pelan karena kurasakan mataku kembali berkaca-kaca, aish, kenapa aku sekarang menjadi secengeng ini. Bahkan sewaktu Taech oppa membohongiku pun hatiku tak sepedih ini. Kupalingkan wajahku dari hadapan ketiga namja dihadapanku dan mengerjapkan mataku untuk menghilangkan tetesan bening yang mulai menggenang.

“mwoo,, Luna mencium Key,, didepan Taemin.”Jjong oppa berteriak kaget, sedangkan Jinki oppa memandangiku dengan ekspresi sedih dan Minho hanya diam memandang langit-langit ruangan ini.

“Aihh,, kenapa keadaanya jadi begini,, Key,,Taemin,, aishh,,”lagi-lagi hanya suara Jjong oppa yang kudengar. dan Jinki oppa juga Minho terhanyut dalam pikiran masing-masing. Cukup lama kami berempat terdiam dalam keheningan tanpa ada yang bersedia membuka kembali pembicaraan.

“Hyuna~ya,, jawab aku. Apa kau mencintai Key.”suara Minho memecah lamunanku. Dan membuatku terkesiap kaget.

“wae,, waeyo Minho~ya.”aku menatapnya tak mengerti. Untuk apa dia menanyakan hal yang bersifat pribadi seperti ini.

“Aku hanya ingin tahu, apa kau mencintai Key?? Karena jawabanmu bisa merubah semua keadaan ini.”

“A,, aku tidak mengerti Minho~ya,,”jawabku jujur, karena memang aku tak tahu maksud perkataan Minho.

“Benar kau mencintai Key,”Minho masih saja menekanku untuk menajwab pertanyaanya. Kulirik Jinki oppa dan Jjong oppa yang langsung mengangguk tanda menyuruhku untuk membuka suara.

“Molla,, sejujrnya aku sendiri tidak mengerti dengan perasaanku pada Key saat ini. Selama ini aku hanya menjalani dan menuruti semua perlakuan Key padaku tanpa pernah berpikir sedikitpun aku akan mencintainya. Hanya saja sejak kejadian dengan Taech oppa waktu itu dengan perlahan aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku. Aku mulai merasa nyaman saat bersamanya, melihat senyumnya, merasakan pelukannya juga sentuhan-sentuhannya. Dan dalam waktu yang bersamaan  aku juga merasa sakit dan kecewa melihat Key hanya diam saat Luna menciumnya, aku merasa sakit setiap dia kali bercerita betapa miripnya Adikku dengan Yoon Eunhye. Aku merasa sakit, setiap kali Key berkata belum bisa melupakan mendiang pacarnya. Dan aku tahu kalau selama ini Key hanya menatapku sebagai bayang-bayang masalalunya. Jadi, apakah perasaanku padanya yang seperti itu bisa dikatakan cinta??”akhirnya aku menumpahkan semua yang aku rasakan terhadap Key selama ini. Mungkin terdengar memalukan, tapi setidaknya ada sedikit kelegaan bisa mengeluarkan apa yang selama ini mengganjal dihatiku.

“Sudah kuduga,, akhirnya akan seperti ini.”Minho tersenyum padaku.

“Ya,, Minho kenapa kau tersenyum seperti itu. Kau tidak bersimpati dengan apa yang Hyuna alami saat ini.”Jjong oppa menatap Minho tidak mengerti.

“Aku sudah menduga sejak lama hyung, bahwa pada akhirnya mereka berdua akan saling jatuh cinta, tapi aku sedikit menyesalkan kisah mereka berdua harus menyeret Taemin kedalamnya.”aku semakin bingung dengan perkataan Minho ini. Jangan bilang kalau dia sudah meramalkan dari awal bahwa pada akhirnya aku akan jatuh cinta pada Pervet itu.

“Jangan bingung Hyuna~ya,, aku memang sudah memprediksi sejak awal kalau kau memang akan jatuh cinta pada Key, meskipun saat itu aku sendiri masih bingung dengan jalan ceritanya. Tapi kau tenang saja. Akupun sudah memprediksi kalau Key juga mencintaimu, hanya saja dia belum menyadarinya, tinggal menunggu waktu saja sampai dia benar-benar melupakan masa lalunya dengan Eunhye.”entah kenapa perkataan Minho membuatku merasa malu. Apa benar aku memang mencintai Key dan berharap dia juga mencintaiku. Ah,, tau ah,, gelap.

“Minho,, apa kau cenayang?? Bisa memprediksikan apa yang akan terjadi dimasa depan.”Jinki oppa menatap ngeri pada Minho.

“Jangan menatapku begitu hyung, aku juga sudah tahu  kalau sebentar lagi kau akan jatuh cinta pada seorang Yoeja.”Tiba-tiba pembicaraan kami mulai bergeser. Aku hanya mampu memandangi sosok jangkung Minho dengan aneh, apa benar namja itu bisa meramalkan sesuatu.

“Ah,, Minho  katakan padaku, Jinki hyung akan jatuh cinta pada siapa??Ppali”JJong Oppa melirik jahil pada Jinki oppa yang tengah bersiap membekap mulut Minho.

“Kau ingin tahu Hyung,, selama ini diam-diam Jinki hyung sering bertemu dengan Chaerin dibelakang kita. Dan sebentar lagi dia akan menyatakan cintanya pada yeoja itu.”

“Mwo,, Jinki oppa?? Kau berkencan dengan Rinnie,, benarkah??”perkataan Minho benar-benar  membuatku terkejut. Yaa,, kenapa anak itu tidak pernah berkata apa-apa padaku. Lee Chaerin, kau harus menjelaskan semuanya padaku saat kita bertemu. Ujarku dalam hati.

“Hyung,, kau, menyukai Lee Chaerin si yoeja tomat, yang pipinya seketika akan memerah tiap kali didekatmu.”dengan semangat 45 Jjong oppa mulai menggoda Jinki oppa habis-habisan. Melihat mereka bercanda seperti itu, membuat hatiku sedikit hangat dan tenang. Setidaknya aku tidak merasa sendirian saat seperti ini.

“Anniyo,,Yaa,, Choi Minho. Kau jangan sembarangan bicara, dan lagian aku tidak percaya pada ucapanmu yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi.”Jinki terlihat sedikit salting. Aigoo,, lucu sekali ekspresinya, pantas saja Chaerin benar-benar tergila-gila pada namja chubby ini.

“Jadi sekarang tinggal aku sendiri saja yang tidak punya gebetan ini, Aigoo,, malang nian nasibku, keempat temanku sudah punya gebetan sedang aku sendiri tidak ada padahal diantara mereka akulah yang terkenal sebagai Cassanova.”jjong oppa meratapi nasibnya dengan gaya dramatisasi berlebihan alias Lebay. Tapi tunggu, keempat temanku. Apa itu artinya,,

“Oppa, kau bilang keempat temanmu,, apa itu artinya Minho juga masuk list??”

“Kau tidak tahu Yun~ah,, Minho dan Hyemi juga berkencan??”Jjong oppa melihat kearahku dengan tatapan –bagaimana kau bisa tidak mengetahui hal ini-padaku.

“Yaa,, kenapa kalian mengencani sahabat-sahabatku,, dan tidak ada satupun yang memberitahuku.”kulihat Minho dan Jinki oppa sengaja mengalihkan perhatiannya dariku.

“jadi,, “aku mendekati Minho dan Jinki oppa.

“Jadi apanya Hyuna~ya??”Jinki oppa menggeser duduknya menjauh dariku.

“Jadi,, apa kalian serius dengan kedua temanku itu??”tak ada yang mau merespon perkataanku.

“Minho,, apa kau sudah memprediksi kalau kau sendiri akan jatuh cinta pada seorang kang Hyemi.”Jjong oppa tersenyum mengejek pada Minho. Dan dibalas dengan senyum misterius ala flaming charisma.

“Ne,, hyung. Aku sudah mengetahuinya sejak awal kalau pada akhirnya aku Choi Minho si Flaming Charisma akan jatuh cinta pada sorang yoeja yang terhubung dengan temanku sendiri.”

Ahh,, Daebakk,, bahkan Minho dengan maksud tersirat menyatakan kalau dia memang tertarik pada Kang Hyemi. Sepertinya teman-temanku sedang terjangkiti virus-virus cinta.

*8*

Author POV

Pagi telah menjelang, sang mentari mulai melaksanakan tugas wajibnya menyinarkan cahaya hangat kepenjuru dunia. Termasuk kedalam celah jendela disebuah kamar luas bernuansa mediterania berdinding warna hijau segar. Seorang namja yang tengah tertidur diranjang besar itu sedikit membuka mata merasakan silau cahaya matahari.

“Ughh,, kepalaku pusing sekali.”Taemin membuka mata dan berusaha duduk sembari memegang kepalanya yang terasa berat.

“Dimana aku,,”dia memandangi sekelilingnya dan mulai menyadari kalau sekarang dia sudah berada di kamarnya sendiri.

“Klekk”terdengar bunyi pintu terbuka, masuklah seorang yeoja membawa nampan ditangan kanannya.

“Noona,, bagaimana kau bisa disini.”Temin menatap heran pada yoeja didepannya yang ternyata adalah Hyuna.

“Taeminnie,, gwenchana??”Hyuna langsung duduk dipinggir ranjang dan menyentuh dahi Taemin.

“Ne,, gwenchanayo,, noona pagi-pagi sudah berada disini.”

“semalam aku menginap disini bersama Minho,Jjong oppa dan jinki oppa, kau ini belum cukup umur untuk mencoba minuman keras seperti semalam. Membuatku takut setengah mati saja Kau Lee taemin.”Hyuna menceramahi Taemin panjang lebar sembari menjitak kepalanya.

“aku kalut noona,, dan rasanya hatiku perih sekali,”Taemin mencoba membela diri.

“Seperti apapun keadaan yang sedang kau rasakan, tapi tetap saja jangan melampiaskan dengan minum-minum seperti itu. Sudahlah,, lebih baik kau minum ini, setelah itu mandi supaya badanmu terasa segar.”Hyuna menyorongkan gelas berisi air putih pada taemin lalu mengacak rambut coklat namja itu dengan penuh kasih sayang.

“Noona,, gumawo~yo,, kau sudah begitu perhatian padaku selama ini. Padahal kau sendiri sedang menghadapi masalah juga.”Taemin menatap Hyuna penuh haru.

“Masih pagi,, jangan membicarakan sesuatu yang berat. Lebih baik cepat mandi sana.”Hyuna langsung menarik tubuh Taemin dan mendorongnya kekamar mandi.

“Noona,, apa kau mau mandi bersamaku,”Taemin menjulurkan kepalanya dari pintu kamar mandi dan menggoda Hyuna yang langsung dibalas dengan lemparan sandal.

“Jangan banyak bercanda,, sana mandi.”Hyuna pura-pura kesal. Sebenarnya dia sedikit merasa lega melihat keadaan Taemin yang sepertinya mulai membaik. Taemin berusaha terlihat ceria setidaknya.

 *8*

Selang beberapa waktu, kini Taemin,Hyuna,Minho,Jonghyun dan Jinki sudah duduk menikmati sarapan bersama dengan menu nasi goreng dan ayam tentunya. Selesai makan, kelimanya tetap duduk dimeja makan yang bersebrangan dengan dapur dan mulai menasehati si maknae. Taemin hanya mengangguk-angguk tanpa membantah sedikitpun perkataan ketiga hyungnya.

“Baiklahh, kuharap kejadian seperti ini  tak terulang Taemin. Belum saatnya kau melampiaskan kekesalanmu dengan minum-minum. Kalau kau ada masalah kau bisa ceritakan pada hyungmu dan Hyuna noona. jangan membuat kami semua khawatir.”Jinki masih menasehati taemin. Terlihat mereka semua sangat menyayangi Taemin dan tidak ingin sesuatu yang buruk menimpanya.

“Ne hyung,, Mianhe,, sudah membuat kalian khawatir.”Taemin merasa bersalah karena membuat hyung-hyungnya khawatir, tapi dia juga bersyukur memiliki sahabat dan keluarga yang begitu menyayanginya.

“Ahhh,, sepertinya aku butuh berlibur.”Hyuna menyenderkan tubuhnya dikursi seraya menatap keempat namja didepannya.

“Betul noona,, ayo kita berlibur dan bersenang-senang.”Taemin langsung menyambut perkataan Hyuna dengan girang membuat Minho,Jonghyun dan Jinki tak bisa menahan senyum. Mereka lega melihat Taemin sudah mulai kembali “normal”.

“sepertinya aku tidak bisa ikut, hari ini syuting dramaku sudah dimulai.”Minho menghembuskan nafas dengan berat.

“Ah,, hyung,, akhirnya Siwon aboenim menginjinkanmu ikut main drama juga.”Taemin memutar tubuhnya menghadap Minho yang hanya mengangguk meerespon pertanyaannya.

“Aku juga tidak bisa,, kemarin manajer memintaku mengambil bahan untuk album terbaruku.”jonghyun ikutan Hyuna menyenderkan punggung dikursi.

“Kalau aku harus segera menyelesaikan sekripsiku. Kalau berlibur berdua saja sana. Tapi kapan-kapan kita harus berlibur ramai-ramai.”Jinki ikut berkata seraya mengambil ayam yang masih tersisa dari meja makan.

“Oke,, kuharap kalian bersenang-senang. Kami pergi dulu.”Jonghyun berdiri dan berniat pergi disusul Jinki juga Minho.

“Baiklahh,, time to happy noona. aku akan menunjukkan tempat paling indah kepadamu noona, dijamin kau pasti akan terpesona. Kajja”Taemin menarik tangan Hyuna menyuruhnya bergegas.

“Tapi Taemin,, kau tunggu disini saja dulu. Aku mau kerumah Key dan mengambil beberapa barang.”Hyuna berusaha hati-hati saat berkata “rumah Key”. Dia tak ingin menghancurkan mood Taemin yang sudah membaik.

“Aku akan mengantarmu Noona,,”Taemin terlihat biasa saja, atau paling tidak dia berusaha terlihat biasa saja. Dengan gerakan cepat Taemin mengambil kunci mobil Honda Jazz kesayangannya. Dan langsung menyuruh Hyuna naik.

“Taemin, sebaiknya aku pergi kesana sendiri saja.”Hyuna masih berusaha membujuk Taemin.

“Andwae,, tenang saja noona. selama noona tetap disampingku, semuanya akan baik-baik saja.”Taemin berkeras menunjukkan kalau dirinya baik-baik saja.

“Baiklahh.”akhirnya Hyuna mengalah dan berdoa semoga saja tidak terjadi apa-apa ketika nanti Taemin bertemu Luna atau Key.

*8*

“Noona,, aku tunggu disini saja. Kau jangan lama-lama ya.”Taemin tidak mengikuti Hyuna masuk kedalam rumah dan memilih menunggu sambil bersandar dipintu mobilnya. Walau bagaimanapun hatinya masih belum bisa terima Luna lebih menyukai Key dibanding dirinya. Dia hanya berusaha terlihat kuat supaya tidak membuat hyung-hyungnya terutama Hyuna noona-nya khawatir.

“Oke,, kau tunggu sepuluh menit.”Hyuna juga tak jauh beda, perasaannya masih campur aduk tidak jelas. Dia masih belum siap bertemu Key maupun Luna. Tapi dia tak ingin membuat adiknya khawatir dan curiga.

Hyuna masuk kedalam dengan langkah perlahan seolah takut penghuni Penthahouse nan mewah itu mengetahui kedatangannya. Dia tak menemui siapa-siapa diruang tengah.”syukurlah,,”ujar Hyuna. Kemudian dia melanjutkan langkahnya menuju kamar masih dengan sedikit mengendap.

“Unni,, kau pulang.”sapaan Luna membuat hyuna terlonjak dan sedikit kaget.

“Barbie~ya,, “Hyuna berusaha mengatur ekspresi wajahnya dengan baik.

“Kau kemana semalam, tidak member kabari sama sekali. Aku dan Key oppa mencarimu tahu. Kami khawatir”Luna mendekati Hyuna dan memeluknya dengan manja. Sedangkan Hyuna sedikit bergetar mendengar nama Key disebut.

“Anniya,, semalam unni bersama Jinki oppa,Jonghyun oppa dan Minho.”

“Juga Taemin… Sepertinya unni sangat menyayanginya.”luna mengerucutkan bibir menyebut nama Taemin.

“Tentu saja, Taemin anak yang baik. Unni menyayanginya.”Hyuna berusaha menebak kemana arah pembicaraan Luna.

“Apa unni dan dia pacaran??”Luna melepaskan pelukannya dan memandang wajah kakaknya dengan lekat.

“Mwoo?? Kenapa kau bilang seperti itu?? Apa kau cemburu??”.

“Anniya,, aku justru benci padanya. Dia bilang menyukai unni, tapi tiba-tiba dia menciumku dengan seenaknya saja. Namja apaan itu. Mempermainkan perasaan yoeja dengan mudahnya”sepertinya Luna masih kesal dengan perlakuan Taemin kemarin.

“What?? Taemin,, menciummu??”Hyuna terpekik kaget.

“Aiss,, Unni jangan keras-keras. Nanti kalau Key oppa dengar aku jadi tidak enak.”

“Jinja,, benar Taemin menciummu kemarin.”Hyuna masih tidak percaya mendengar namja polos seperti Taemin berani mencium adiknya.

“Ne,, dan itu membuatku kesal padanya, makanya kemarin aku reflek mencium Key oppa dihadapannya. Tapi unni, saat aku melihat ekspresi wajahnya kemarin. Entah kenapa aku merasa bersalah padanya.”Luna mengalihkan pandangannya keluar jendela seolah membayangkan sesuatu.

“Apa yang harus aku lakukan unni,”Luna melanjutkan ucapannya melihat Hyun hanya diam saja.

“Dengar Park Luna,, ada beberapa hal yang harus kau ketahui. Yang pertama Taemin tidak pernah menyukai unni, dia hanya menganggap unni sebagai noona-nya. Kemudian mengenai perasaan Taemin padamu, unni bisa menjamin kalau dia tulus. Dia selalu berkata pada unni ingin bertemu denganmu bahkan dia mengaku jatuh cinta padamu jauh sebelum melihatmu. Kau sudah dewasa Luna, jadi kau bisa menentukan mana yang terbaik untukmu. Unni berharap apapun pilihanmu nantinya tak aka nada penyesalan dibelakangnya.”setelah berkata seperti itu pada adiknya Hyuna bergegas masuk kedalam kamar mengambil tas dan beberapa stel baju.

“Unni,, aku,, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku juga tidak tahu apakah aku mencintai Taemin atau tidak. Dan aku juga tidak tahu perasaanku pada Key oppa ini hanya sekedar suka atau cinta.”Luna menghadang jalan Hyuna didepan pintu.

“Barbie,, semua yang kau tanyakan pada unni, hanya hatimu yang bisa menjawab. Pejamkan matamu dan bayangkan seseorang yang kau cintai ada didepanmu. Lalu lihatlah siapa yang muncul dalam bayanganmu.”Hyuna memeluk adiknya dengan penuh sayang. Dia tahu kalau sebenarnya hati Luna sedang galau. Dan dia juga tahu siapa yang Luna cintai, hanya menunggu gadis itu menyadarinya saja.

“Kalau begitu unni pergi dulu,, kau baik-baik dirumah.”Hyuna memcium kening adiknya.

“Unni pergi dengan Taemin ya,,”Luna menunjukkan wajah tidak senang.

“Ne,, waeyo?? Kau cemburu. Tenang saja, unni dan namja polos itu tidak ada hubungan apa-apa. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah merenung dan tetapkan pada siapa hatimu berlabuh sekarang. kalau kau sudah menemukan jawabannya, jangan lupa beri tahu unni.”Hyuna melambai dengan senyum menggoda membuat Luna semakin kesal. Kemudian dia berjalan menuju pintu keluar dan bermaksud membuka pintu besar itu, tapi belum sampai tangannya menyentuh pegangan pintu. Ada tangan lain yang menahan tangannya dan memutar tubuhnya berbalik.

“Mau kemana kau honey.”mata Hyuna membelalak kaget menatap sosok yang tengah mencengkeram tangannya dengan begitu erat.

“Ke,, Key,, lepaskan aku.”bibir Hyuna bergetar.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, mau kemana kau dan tidur dimana semalam. Kau tidak pulang eh,,”Key semakin menarik tubuh Hyuna mendekat.

“Aku mau pergi bersenang-senang dengan donsaengmu dan semalam aku menginap dirumanhnya. Apa kau puas.”Hyuna menggertakkan giginya dengan teramat kesal. Hyuna memutuskan menjauhi Key sebelum dirinya benar-benar jatuh cinta pada namja itu.

“Jinja,, terdengar sangat menarik. Jadi sekarang sudah jatuh cinta pada bocah kecil itu.”Key menatap Hyuna dengan pandangan tajam.

“Jangan mengatainya bocah kecil, dia punya nama, namanya Lee Taemin.”Hyuna berseru dengan kesal.

“Ohh sekarang kau membelanya, aku tidak akan membiarkan kalian berdua bersenang-senang dihadapanku.”Hyuna menatap Key dengan takut. Sekarang dia menyesal telah membuat Key marah besar seperti ini. Kemudian Key memeluk tubuh Hyuna dan mulai mencium bibirnya dengan kasar. Seolah menumpahkan seluruh amarah yang dia pendam. Hyuna hanya bisa menahan isakan dengan perlakuan Key. Namun tiba-tiba Hyuna merasa gerakan Key mulai melembut, bibir Key bergerak dengan pelan dibibirnya seolah mencari jalan masuk. Hyuna menutup rapat bibirnya, dia tak ingin terhanyut dalam sentuhan-sentuhan Key lagi. Dia terlalu takut menghadapi perasaannya yang mulai melemah jika berhadapan dengan Key.

“Lepaskan noona hyung,,”saat hyuna mulai goyah dan mulai terlarut dalam tindakan Key, tiba-tiba Taemin muncul dan mendorong tubuh Key mejauh dari Hyuna.

“Lee Taemin, jangan coba-coba menyampuri urusanku.”key menatap taemin dengan garang. Biasanya jika Key sudah memandang Taemin seperti itu, Taemin akan langsung memilih pergi. Tapi kali ini keadaanya berbeda. Taemin tetap berdiri seolah menantang.

“Aku tidak bermaksud mencampuri urusanmu Hyung,, tapi aku juga tidak bisa tinggal diam melihat kau memperlakukan Hyuna noona begitu. Sudah banyak air mata yang noona keluarkan karena tindakanmu. Kau itu sangat egois hyung, kau tak mau menahan Hyuna noona disampingmu tapi juga tak bisa membiarkannya pergi darimu. Selama ini aku sudah cukup diam kau memandang Hyuna noona sebagai Yoon eunhye,, tapi sekali lagi aku ingatkan. Hyuna noona bukan Eunhya noona, mereka berbeda. Aku tidak terima kau selalu  menyakiti perasaan Hyuna noona. dan aku lebih tidak bisa terima jika kau memperlakukan Luna sama sebagai pengganti pacarmu yang sudah meninggal itu. Karena aku mencintainya. Sangat aku sangat mencintai Park Luna, tapi kau, kau dengan seenaknya menjadikan dia bayang-bayang masa lalumu.”Entah mendapatkan kekuatan dari mana, Taemin berani menatap mata Key yang terlihat sangat tajam.

“Bugg”satu pukulan mendarat dipipi kanan Key membuatnya jatuh terhuyung kebelakang.

“Itu untuk rasa sakit hati dua yoeja yang aku cintai dan sayangi karena keegoisanmu. Kuharap hyung bisa memikirkan baik-baik apa yang aku ucapkan tadi.”Taemin langsung menarik tangan Hyuna pergi meninggalkan Key.

TBC

Tittle : The Flowing Love

Author : ViLoveKey

Main Cast : Park Hyuna,Kim Kibum (Key),Lee Taemin,Park Luna.

 Support cast :, Jinki, Jonghyun, minho, Lee Chaerin,Kang Hyemi.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : NC 17

Leght : sequel

Summary : Park Hyuna harus tinggal bersama dengan Key dan menjadi asistennya untuk membalas budi ayah Key yang sudah membantu kehidupan ayahnya. Banyak cerita yang terjadi selama Hyuna dan Key tinggal bersama.

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di FB-ku, jadi kalau ada yang merasa pernah membacanya, itu bukan plagiatisme. Bagi yang ingin membaca FF ku yang lain bisa add di account FB-ku.

Part 6 : Go Away

Author POV

Sekeluar dari Penthahouse milik Key, Taemin menyuruh Hyuna masuk kedalam Range Rover SUV nya dan langsung menjalankan mobil itu dengan kecepatan lumayan tinggi.

“Taemin,, kita mau kemana??”Hyuna yang mulai bisa menguasai emosinya bertanya pada Taemin.

“Bukankah kita tadi berencana berlibur.”Taemin menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. Terlihat dari caranya memegang setir, Hyuna tahu kalau Taemin masih diliputi kemarahan. Dan Hyuna memilih diam selama perjalanan.

Selang satu jam kemudian, mobil yang dijalankan Taemin berhenti tepat di pinggir pantai. Temin turun diikuti Hyuna.

“Noona,, bolehkah aku pinjam punggungmu sebentar saja.”Taemin membalikkan tubuh Hyuna agar memunggungi wajahnya dan memeluk Hyuna dari belakang. Sedangkan dia sendiri merunduk dan membenamkan wajahnya dipunggung Hyuna. Terlihat bahunya bergetar, pertanda namja itu tengah mengeluarkan semua emosinya. Hyuna yang awalnya merasa bingung dengan perlakuan Taemin langsung mengerti begitu merasakan punggungnya basah oleh air mata. Taemin menangis dipunggung Hyuna.

“Uljima~yo,, nae namdosangsaeng.”Hyuna menggennggam tangan Taemin untuk mengalirkan ketenangan.

“noona,, aku merasa bersalah memukul Key hyung seperti tadi. Aku merasa mejadi saeng yang durhaka”ternyata Taemin menangis karena telah melukai hyungnya.

“Tapi, jika aku tidak memukulnya, dia tidak akan menyadari kesalahannya. Aku sangat menyayanginya noona,, tapi aku juga menyayangimu. Aku tak ingin melihat orang-orang disekitarku menderita meski aku sendiri harus menderita.”Taemin mencoba mengeluarkan semua perasaan hatinya.

“sejak kecil, aku sudah sering ditinggal oleh appa dan umma sendiri dirumah. Tapi aku tidak pernah merasa kesepian karena mereka, Key hyung, Jinki hyung, Minho hyung dan Jonghyun hyung selalu ada dan menemani hari-hariku. Kami berlima sudah seperti saudara kandung. Mereka berempat terutama Key hyung begitu menyayangiku, selalu memperhatikanku dan mejagaku. Bahkan Key hyung pernah bilang hanya aku yang diijinkan memanggilnya umma. Meski terkadang Key hyung begitu cerewet dan sedikit overprotektif seperti umma sungguhan padaku tapi aku tahu bahwa dengan cara itulah dia menyampaikan rasa kasih sayangnya. Tak terbersit dalam pikiranku jika suatu hari aku akan berdiri melawan Key hyung seperti hari ini.”Taemin semakin tenggelam dalam rasa bersalahnya membuat Hyuna ikut menangis.

“Mianhe Taeminnie,, aku sudah membuat semua keadaan menjadi kacau seperti ini”Hyuna memeluk Taemin begitu erat.

“Noona,, jangan meminta maaf padaku. Ini semua bukan karena kesalahn Noona. aku justru yang harusnya minta maaf, baik atas namaku maupun atas nama Key hyung.”

“Mianhe noona, jika selama ini kami sudah membuatmu terluka. Sudah membuatmu bersedih. Karena aku tahu sebenarnya noona juga mencintai Key hyung.”

“Entahlah Taemin, aku sendiri tidak mengerti. Apa benar yang kurasakan pad Key itu perasaan cinta atau bukan. Toh,, sekarang sudah tak penting lagi.”

“sudah tak penting lagi,, maksud noona??”Taemin menatap punggung Hyuna dengan lekat, karena sekarang yoeja itu sudah berjalan menjauh kearah bibir pantai. Rambut panjangnya berkibar terkena terpaan angin laut yang terasa sejuk.

“Mungkin, aku dan Luna akan kembali ke LA menyusul kedua orang tua kami.”Hyuna berbalik dan menatap Taemin yang kini berjarak sepuluh langkah dibelakangnya.

“Andwae,, kau akan meninggalkanku juga Key hyung noona??”.

“Dengan kepergian kami, aku berharap semoga hubunganmu dengan Key akan kembali seperti dulu. Dan anggap saja bahwa semua kejadian ini tak pernah terjadi.”Hyuna menghela nafas dengan berat. Dia sudah memikirkan rencana kepergiannya sejak 2 minggu yang lalu. Jujur saja, Hyuna merasa sudah tidak sanggup menahan semua beban dihatinya selama ini. Dan factor terpenting dari semuanya karena Hyuna berharap bisa menhilang dari kehidupan key begitu juga  cintanya pada namja itu akan hilang dengan perlahan.

“Ternyata kau juga punya sisi yang kejam noona, kau mau meninggalkanku dalam keadaan seperti ini??”Taemin terlihat marah mendengar rencana kepergian Hyuna.

“Anggap saja begitu, anggap aku kejam padamu taemin. Sejujurnya aku merrasa lelah dengan semua ini. Aku ingin pergi dan meninggalkan semua kenangan tentang kalian.”

“Noona,, ku mohon jangan pergi,, paling tidak bertahanlah sebentar lagi. Aku yakin semuanya akan indah pada waktunya.”Taemin sudah tidak tahan mendengar perkataan Hyuna, dia sadar bahwa Hyuna juga merasakan kesedihan seperti dirinya. Bahkan mungkin lebih.

*8*

Another Side>>>>

 

Still Author POV

Key masih jatuh terduduk disamping sofa. Dengan perlahan jari-jarinya menyeka ujung bibirnya yang terasa sedikit perih. Ada cairan merah yang menempel dibibirnya. “Shitt,,, tenaga anak itu kuat juga.”Key bergumam sendiri. Entah apa yang dirasakannya sekarang, yang jelas Key merasa galau yang teramat sangat. Bahkan sekarang dia sedikit marah pada dirinya sendiri.

“Kim Kibum,, ternyata kau sudah menapaki jalan yang salah.”Key membatin sendiri. Dia tidak menyadari bahwa dari tadi ada sesosok Yoeja yang terus memperhatikannya. Ya, Luna sudah melihat semuanya. Dari awal perlakuan Key terhadap Hyuna, hingga pemukulan Taemin padanya. Tubuh Luna membeku seketika, dia sedikit tak mempercayai apa yang dilihatnya.

“Ternyata selama ini, Unni dan Key oppa mempunyai hubungan khusus. Dan sekarang aku sudah  menghancurkan semuanya. Dasar Park Luna babo!!”Luna kini sibuk merutuki diri sendiri. Dia menyesal tidak peka terhadap sekitarnya. bahkan  dengan bodohnya dia mengatakan menyukai namja yang dicintai oleh kakaknya dan menyia-nyiakan perasaan tulus Taemin padanya. Dengan perlahan Luna mendekati Key. Dan duduk disampinganya.

“Oppa,, mianhe,, semua jadi kacau karena kehadiranku.”mata Luna sudah berkaca-kaca.

“Ah,, Luna~ya,, apa kau sudah melihat semuanya.”Key kaget dengan kemunculan Luna disampingnya. Dia merasa bersalah pada dua yoeja kakak-beradik itu.

“ne,, oppa,, untuk itulah aku minta maaf. Aku tidak tahu kalau selama ini oppa dan Unni punya hubungan khusus. Jongmal Mianhe oppa.”

“ini semua bukan salahmu Luna~ya,, semua ini karena keegoisanku. Oppa sudah menyakitimu, hyuna dan juga Taemin. Seharusnya oppa yang minta maf. Bahkan pantas saja jika kalian membenciku sekarang.”Key menundukkan wajahnya. Tanpa terasa air matanya menetes saat teringat ekspresi terluka diwajah Hyuna juga Taemin.

“Aku tidak membenci oppa, juga Taemin dan unni tidak mungkin membenci oppa. Karena aku sekarang tahu kalau unni ternyata mencintai Key oppa.”Luna duduk sambil memeluk lutut disamping Key. Dia baru menyadari sikap-sikap dan perilaku kakaknya yang sedikit berbeda akhir-akhir ini.

“Kau yakin unnimu mencintai oppa.”Key semakin miris seandainya Hyuna memang mencintainya. Dia merasa tak pantas dicintai oleh siapapun terlebih Hyuna, dia merasa tak cukup percaya diri bisa berada disamping Hyuna dan membahagiakan gadis itu. Key belum cukup mempunyai keberanian bertanggung jawab terhadap kehidupan seseorang setelah kepergian Eunhye.

“Ne, oppa. Dan kurasa aku bisa membantu oppa agar kembali bersama unni.”kini senyum terkembang diwajah Luna.

“Mollayo,, Luna~ya. Oppa belum yakin apakah oppa bisa membuat unnimu bahagia. Oppa takut kakakmu menderita jika bersama oppa.”Key mengungkapkan kejujuran yang tengah dia rasakan saat ini.

“Apa karena yoeja dimasa lalu itu oppa. Yang Taemin bilang mirip denganku.”Luna memandang wajah Key dan melihat Key mengangguk.

Mereka sama-sama diam untuk waktu yang cukup lama.

“Luna~ya,, kupikir Taemin benar-benar mencintaimu.”Key mengubah topic pembicaraan.

“Jinjayo oppa?? Tapi entah mengapa aku merasa Taemin lebih menyukai Hyuna Unni.”

“Kelihatannya seperti itu, terkadang aku juga sedikit kesal dengan kemanjaan Taemin pada unnimu. Tapi oppa bisa membedakan mana perasaan seorang adik terhadap kakak yang disayanginya dan mana perasaan seorang namja terhadap yoeja yang dia cintai.”Kini Key berusaha tersenyum menyemangati Luna. Setidaknya Key berharap kisah cinta saengnya ini tidak sesulit kisah cinta dirinya.

“Jadi menurut oppa, Taemin benar-benar menyukaikua??”Luna mengharapkan kepastian.

“ne,, dan cintanya padamu tak perlu diragukan lagi. Oppa berani menjamin itu.”Key mengacak-acak rambut Luna.

“gumawo oppa,,”akhirnya Luna bisa tersenyum senang.

“Ne,, Park Luna Hwaiting. Kejar cintamu sebelum dia berbalik meninggalkanmu.”Key menyemangati Luna saat dilihatnya gadis itu berdiri dan bersiap pergi.

“Ne,, Key oppa juga harus bisa meyakinkan hati oppa, bahwa oppa memang mencintai Hyuna unni.”setelah berkata seperti itu, Luna pergi meninggalkan Key untuk mengejar cintanya seperti yang disarankan oleh namja itu. “Lee Taemin, nado sarange.”Luna bergumam sendiri.

Key POV

Aku masih memperhatikan sileut tubuh Luna dari balik jendela yang kemudian hilang ditikungan. Park Luna, semoga kau bisa menemukan kebahagiaanmu dengan Taemin. Mianhe, gara-gara aku kalian harus menempuh jalur yang sedikit rumit seperti ini. Lalu aku teringat dengan perkataan Luna “oppa juga harus bisa meyakinkan hati oppa, bahwa oppa memang mencintai Hyuna unni.”meyakinkan hatiku. Benarkah selama ini aku mencintai Hyuna. “meyakinkan hatiku”kuputar kata-kata itu berulang dibenakku.

Meyakinkan hatiku, kurasa aku tahu kemana aku harus meyakinkan hatiku. Segera kuambil kunci BMW M3-ku yang tergeletak dimeja dan buru-buru mengeluarkannya dari garasi kemudian Kupacu dengan kecepatan yang cukup tinggi. Daegu, aku perlu kembali ke Daegu untuk menemui seseorang dan meminta saran padanya.

Kini aku berdiri didepan gundukan tanah merah yang ditumbuhi rumput hijau dan menaruh sebuket bunga Lili putih segar disamping foto seorang yoeja yang tersenyum manis yang terpampang didepanku. Senyum manis yang selalu membuatku luluh. Aku teringat kejadian dua tahun lalu, ditempat ini aku menangis tersedu melepas kepergiannya dan merasa bahwa dunia begitu sepi tanpanya. Yoon Eunhye, cinta pertamaku.

“Sayang, apa kabarmu. Mianhe kalau aku sudah jarang mengunjungimu disini.”aku mendudukkan tubuhku didepan makam Eunhye.

“Apa kau bahagia disana, apa kau merindukanku. Aku sangat merindukanmu Eunhye~ya. Meski dua tahun sudah berlalu, tapi rasanya baru kemarin aku melepasmu disini.”kembali aku berbicara seolah Eunhye ada didepanku dan tersenyum padaku.

“Kau tahu, oppa sudah melakukan sebuah kesalahan yang mungkin kau akan marah mendengarnya. Ya,, oppa sudah menyakiti hati dua orang  yoeja dengan menganggap mereka itu penggantimu. Apa kau mengaggap aku namja yang jahat Eunhye~ya.”

“Eunhye~ya, aku ingin bercerita padamu tentang yoeja itu. Dia bernama Park Hyuna, awalnya aku hanya ingin menggodanya dan membuat dia ilfeel padaku. Kau tahukan sejak kepergianmu, oppa merasa enggan untuk berhubungan dengan yoeja manapun. Tapi, yoeja itu berbeda dia berhasil membuat oppa tertarik padanya. Senyumnya meski tak semanis senyummu mampu membuat oppa merasa luluh. Saat dia kesal dengan menggembungkan pipinya membuat oppa semakin gemas. Setiap kali oppa menyentuhnya,memeluknya oppa merasa tenang dan damai. Dan saat melihat dia bersama dengan namja lain, dengan seketika emosiku terbakar dan ingin memukuli namja itu. Sama seperti perasaan oppa dulu setiap kali melihatmu bersama namja lain. Ah,, Eunhye~ya. Apa kau tahu perasaan apa yang oppa rasakan terhadap gadis itu.”

“Eunhye~ya,, bagaimana kalau memang yang oppa rasakan terhadap Hyuna itu perasaan cinta. Apa kau akan marah, atau justru malah senang karena oppa bisa menemukan penggantimu. ani, bukan seorang pengganti tepatnya karena bagaimanapun kau tetap menempati ruang khusus diahtiku. Hanya saja sekarang hatiku telah berkembang dan dia menmpati ruang lainnya. Bukankah begitu Hye~ya.”

“Eunhye~ya,, apa kau bisa menemui oppa dan memberikan nasehatmu. Apa yang harus oppa lakukan sekarang. oppa bingung Hye~ya, oppa takut akan melukainya lagi. Tapi oppa lebih takut kehilangan dia dan takut kehilangan kesempatan untuk hidup bahagia sesuai permintaanmu.”

“Hye~ya,, jeball, temui oppa sekali ini saja.”mungkin orang-orang menganggapku gila karena berbicara sendiri seperti ini. tapi aku memang sedang membutuhkan seseorang untuk mendengar semua perasaanku. Kutatap foto itu sekali lagi, kemudian aku merasakan hembusan angin seolah membawa bisikan ditelingaku. Akhirnya, aku tahu apa yang harus kulakukan. “Gumawo Eunhye~ya”.bisikku untuk terakhir kali.

End of Key POV.

*8*

Taemin POV

Hari ini bukan hanya tubuhku yang terasa lelah, batin dan perasaanku juga sangat lelah. Setelah mengantar Hyuna noona kerumah Chaerin noona aku memutuskan  kembali kerumah untuk beristirahat dan memikirkan kembali apa yang akan aku lakukan selanjutnya. Haruskah aku juga pergi dari sini untuk melupakan semua kejadian pahit ini. Arggghh,,, kenapa semuanya jadi sulit begini.

Kuarahkan Range Rover SUV kesayanganku ini kehalaman rumah. Saat aku berniat turun, tiba-tiba aku menangkap bayangan seseorang tengah duduk dikursi rotan yang berada diberanda depan rumahku. Setelah kuamati ternyata yoeja itu adalah Luna. Huh, kenapa dia harus muncul disaat perasaanku sedang kacau begini.

Aku sengaja mengacuhkannya dan langsung masuk kedalam rumah.

“Taeminnie,, Mianhe,,”aku mendengar Luna berbicara padaku. Tapi aku tak menyahutinya.

“Taemin,, aku minta maaf. Selama ini sudah membuatmu terluka dengan semua sikapku.”Luna masih mencoba berbicara.

“Chanmaneyo Park Luna ssi,, “aku hanya menjawab dengan nada dingin.

“Mwo,, kau memanggilku dengan ssi. Apa kau masih belum bisa menerima permintaan maafku.”

“Aku sudah memaafkanmu, sekarang pergilah. Aku ingin beristirahat.”aku sengaja mengusirnya dan tak ingin melihat wajahnya berlama-lama. Karena itu akan membuatku lemah terhadap perasaanku sendiri.

“Lee taemin. Semarah itukah kau padaku hingga kau mengusirku seperti ini. aku datang kesini untuk meminta maaf dan mengatakan sesuatu sebelum semuanya terlambat.”

Ya tuhan,, aku tidak tega melihat raut kesedihan diwajah yoeja dihadapanku ini.

“katakan saja.”Aku sengaja mengalihkan pandanganku kearah jendela, sepertinya akan turun hujan diluar sana.

“naega sarangeyo.”

Mwo,, aku tidak tuli kan,, benarkah Luna baru saja mengatakan kalau dia mencintaiku. Aishh,, Lee taemin. Jangan terpengaruh, Luna tidak sungguh2 mengatakannya. Dia hanya merasa kasihan padamu.

“Taemin,, sarange,, jongmal sarange.”Luna menunduk tak berani menatap wajahku.

“Park Luna,, apa kau sadar dengan ucapanmu barusan.”aku sedikit mengeraskan ucapanmu membuat Luna tersentak dan menatapku.

“Waeyo Taeminnie,, aku,, aku sungguh-sungguh dengan ucapanku.”

“Tapi sayangnya aku tidak percaya lagi padamu Park Luna ssi. Aku tak ingin jatuh kelubang yang sama.”

“Benarkah, kau sudah tidak mempercayaiku lagi. Ternyata aku terlambat menyadari perasaanku hingga harus kehilanganmu. Mianata Lee Taemin ssi. Kehadiranku sudah membuat hidupku sulit. setelah ini kita tidak akan bertemu lagi, mungkin kau sudah tidak peduli. Besok sore aku dan Hyuna unni akan kembali ke LA.kalau begitu selamat tinggal dan jaga dirimu baik-baik.”kulihat Luna sudah putus  asa dengan sikap dinginku. Dia berusaha menahan air matanya agar tidak menetes.

Luna membungkuk sekali dan langsung pergi dari hadapanku. Mataku masih lekat menatap punggungnya yang kini mulai menjauh. Benarkah hanya seperti ini akhir kisah cintaku. Disaat Luna berkata mencintaiku aku justru tak bisa menerimanya. Apa yang harus aku lakukan sekarang,, Lee Taemin ayo berpikir, berpikir dan buang egomu. Sekarang kejarlahlah dia selagi dia masih didepannmu. Aku menuruti bisikan-bisikan dari hatiku dan mulai mengejar sileut tubuh Luna yang kini menghilang didepan gerbang rumahku.

“Aish,, cepat sekali dia menghilang.”aku berusaha menyusulnya tapi Pandangaku terhalang tetes-tetes air yang turun dari atas. Ternyata hujan sudah mengguyur dari tadi.

Kemudian aku melihat Luna berjalan sambil menunduk, tanpa memperdulikan air hujan yang kini membasahi sekujur tubuhnya. Apa kau berniat menyembunyikan air matamu dibalik hujan ini Park Luna. Dia tidak menyadari saat aku mendekat padanya, kutarik lengannya dan langsung memeluk tubuhnya didadaku.

“Jangan pergi,, jangan pernah mencoba meninggalkanku Na~ya,, tetaplah disisiku.”aku berbisik ditelinganya. Kemudian Luna mendongakkan wajahnya menatapku.

“Benarkah kau menginginkanku disampingku Lee Taemin.”sepertinya dia masih tidak percaya dengan perkataanku.

“ne,, aku terlalu menginginkanmu, hingga rasanya dadaku sakit setiap kali melihatmu dan berpikir kau akan pergi dariku. Sarange Park Luna my Barbie, saranghamnida.”kedua tanganku menyentuh pipi lembutnya yang terasa dingin, kusibakkan rambut basahnya yang sedikit menutup matanya dan mulai mendekatkan wajahku diwajahnya.

“Nado,, sarange my Taeminnie.”kutempelkan bibirku dibibir lembutnya sesaat setelah dia menyelesaikan perkataanya. Sensasinya sedikit terasa berbeda karena kami berciuman dibawah guyuran air hujan yang semakin deras, aku dapat merasakan campuran antara rasa manis bibir Luna dan rasa asin dari air hujan. “sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu Park Luna.”bisikku sembari memperdalam ciumanku pada Luna.

8*8*8*

 

Author POV

 

Hyuna berjalan dengan pelan dilorong kampus. Seolah me-replay pertama kalinya dia masuk kedalam Chungdam University ini. kelebatan-kelebatan ingatan akan kehidupannya selama 6 bulan terakhir ini berputar diotaknya. Saat pertama kali dia turun dari mobil key dengan segala umpatan kesal padanya. Saat pertama kali mengetahui bahwa Key dan keempat temannya ternyata namja idola yang disebut SHInee didepan gerbang. Pertemuannya kembali dengan sahabatnya Lee Chaerin juga perkenalannya dengan seorang Kang Hyemi. Hyuna melanjutkan langkahnya, kemudian matanya menatap taman samping yang berumput dekat gerbang. Dia teringat kejadian waktu Key tiba-tiba memukul Taechyoon. Karena ternyata Key sudah mendapat undangan pernikahan namja itu dengan yoeja lain. Dan dia marah serta memukul Taechyoon karena berani memparmainkan perasaan Hyuna. Dan semenjak kejadian itu, perasaan Hyuna kepada key mulai berkembang.

Key, teringat dengan namja itu membuat hati Hyuna terasa kacau. Semuanya bercampur menjadi satu. Segala kesedihan, kebahagiaan, kekesalan menyatu setiap kali mengingat namja bermata tajam itu. Mungkin tak ada yang berubah sejak Key masuk kedalam kehidupannya selama 6 bulan ini, namun kini segalanya terasa berbeda. Dan sekarang Hyuna harus meninggalkan semua kenangan itu dan membawanya jauh dari tempat ini.

“Yun-yun~na,, aku mencarimu kemana-nama. Ternyata kau disini.”Hyuna mendengar suara Chaerin memanggilnya. Dia membalikkan badan dan melihat Chaerin menghampirinya bersama Hyemi, Jinki, Minho juga Jonghyun.

“waeyo Rinnie~ya. Oh iya, ada beberapa hal yang ingin aku  katakana pada kalian berdua.”Hyuna mengendikkan bahunya kearah Chaerin dan Hyemi.

“Hyuna,, apa benar kau akan meninggalkan Korea bersama Luna.”Jonghyun langsung bertanya pada Hyuna tanpa memperdulikan ucapan Hyuna pada Chaerin dan Hyemi.

“Apa Oppa tahu dari Taemin.”Hyuna menjawab kalem.

“Ne,, dia bilang kau akan menyusul orang tuamu Ke LA. Apa kau yakin.”

“Ne,, oppa, aku dan Luna akan pergi sore ini. karena appa menyuruhku membantunya mengurus perusahaan.”Hyuna berusaha menampilkan wajah ceria.

“Sore ini,, dan aku tidak bercerita apa-apa padaku. Astaga Park hyuna, apa kau sudah tidak menganggapku sahabatmu lagi.”Chaerin mendengus kesal mendengar rencana kepargiannya sahabatnya yang tiba-tiba itu.

“Anniya,, justru aku datang kesini untuk memberitahumu sekalian mengambil berkas-berkas kepindahanku.”Hyuna merangkul pundak Chaerin yang masih cemberut.

“Apa masalahmu dengan Key sudah selesai. Atau jangan-jangan kepergianmu ini Karen ingin menghindar darinya.”Jonghyun kembali berbicara pada Hyuna. Sepertinya dia gemas sendiri dengan kisah Key dan Hyuna. Bahkan sekarang tak ada satupun orang yang tahu keberadaan Key sejak insiden kecil antara Key dan Taemin kemarin pagi. Ya, Jonghyun, Jinki dan Minho sudah tahu ceritanya karena Luna sudah memberitahukan semua yang terjadi pada mereka.

“Mollayo oppa, sudah jangan bicarakan hal itu lagi.”Hyuna berusaha menghindar dari topic seputar nama Key.

“Tapi harusnya kalian,,”Jonghyun tidak dapat melanjutkan ucapannya karena Minho memotong perkataannya.

“Sudahlah hyung,, jangan ungkit hal itu sekarang. mungkin ini jalan terbaik untuk mereka.”Minho menatap kearah Hyuna yang sepertinya mengucapkan terima kasih melalui tatapan matanya. Karena Minho sudah membantunya mengalihkan pembicaraan ini.

“Unni,, Yun-yun unni.”serempak mereka menoleh kearah sumber suara saat mendengar teriakan itu. Terlihat Luna berlari kecil menghampiri mereka dan tak jauh dibelakangnya Taemin mengikutinya.

“barbie~ya,, kau kemana saja. Apa kau sudah membereskan semua barang-barangmu.”sahut Hyuna begitu Luna sudah berada didepannya.

“Aku tidak jadi kembali ke LA bersama unni.”Luna tersenyum saat Taemin sudah berada disampingnya.

“ige Mwoya, kau membatalkan kepergianmu. Waeyo, bagaimana kalau Appa dan Umma menanyakanmu.”Hyuna berseru kaget dan sedikit heran melihat taemin memeluk pundak Luna.

“Sepertinya mereka bedua punya cerita untukku”batin Hyuna.

“Aku sudah memberitahu Appa kalau aku akan tinggal di Korea untuk beberapa waktu kedepan. Dan aku belum ingin berpisah dengan namjachinguku ini.”Luna bergelayut manja dilengan Taemin membuat namja sedikit terlihat malu.

“Ehmm,, jadi ceritanya ada yang baru jadian nihh.”Hyuna menggoda Taemin.

“Noona,, kau tidak keberatankan memiliki adik ipar sepertiku.”wajah Taemin merona bahagia.

“Sebenarnya aku mengharapkan adik iparku itu seperti Kim Hyun joong dari SS501, tapi ternyata saengku malah memilihmu. Ya sudah mau bagaimana lagi.”Hyuna ikut bahagia melihat Taemin dan Luna sekarang sudah bersatu.

“Ehmm,,, disini juga bukan hanya TaeNa Couple saja yang baru jadian. Ada JinRin couple juga sedangkan HoMi couple sedang dalam proses.”Jonghyun nyeletuk membuat keempat nama yang disebut langsung terlihat salah tingkah.

“Ohh,, baguss.. kalian berempat jalan dibelakangku tanpa memberitahuku.”hyuna sengaja menggoda Chaerin yang wajahnya sudah semerah tomat dengan pura-pura marah.

“Anniyo,, yun~ah. Jonghyun oppa hanya bercanda. Aku dan Jinki oppa tidak pacaran.”Chaerin berusaha membela diri.

“Kenapa harus ditutupi lagi Jagiya,, toh memang kita sudah resmi berpacaran.”Pernyataan Jinki sontak membuat Semuanya terkejut.

“Mwoo, Oppa.. kapan kita jadian. Bahkan kau tidak pernah berkata menyukaiku.”Wajah Chaerin semakin merah menahan malu.

“Mulai sekarang.,, Lee Chaerin. Sarange,, apa kau mau menjadi yoejachinguku.”Jinki memutar tubuh Chaerin hingga mereka kini bertatapan dengan jarak yang cukup dekat.

“terima,, terima,, terima.”Jonghyun,Hyuna dan Taemin mulai ribut menggoda pasangan baru itu.

“Jadi,,”Jinki mulai mendekatkan wajahnya kearah Chaerin dan. ~chup.

Jinki mencium bibir Chaerin tanpa malu didepan teman-temannya yang mulai riuh menggoda keduanya. Padahal Chaerin belum mengiyakan pernyataan cintanya itu.

“Lee Jinki daebakk!!!”.teriak Jonghyun.

“Uri Jinki sudah mengalihkan cintanya dari ayam ke Lee Chaerin.”Minho ikut berkomentar.

“Ternyata omongan Minho hyung jadi kenyataan. Chukkae hyung, Chaerin noona. oh ya kapan Minho hyung dan Hyemi noona nyusul nih..”taemin menepuk pundak Minho yang dibalas kerlingan kecil sebagai isyarat kearah Hyemi yang masih tertawa senang melihat kelakuan kedua temannya.

Sedangkan Hyuna hanya menghela nafas dan ikut tersenyum. Setidaknya sebelum dia pergi, Hyuna masih sempat melihat kebahagiaan yang dialami orang-orang terdekatnya. Andai saja hubungannya dengan Key tidak serumit ini pasti akan ada couple baru juga KeyNa,, “Aisshh,, Park hyuna. Jangan berandai-andai terus.”Hyuna merutuk sendiri.

*88*

TBC

Tittle : The Flowing Love

Author : ViLoveKey

Main Cast : Park Hyuna,Kim Kibum (Key),Lee Taemin,Park Luna.

 Support cast :, Jinki, Jonghyun, minho, Lee Chaerin,Kang Hyemi.

Genre : Romance, comedy, Friendship.

Rate : NC 17

Leght : sequel

Summary : Park Hyuna harus tinggal bersama dengan Key dan menjadi asistennya untuk membalas budi ayah Key yang sudah membantu kehidupan ayahnya. Banyak cerita yang terjadi selama Hyuna dan Key tinggal bersama.

Disclaimer : FF ini pernah dipublish di FB-ku, jadi kalau ada yang merasa pernah membacanya, itu bukan plagiatisme. Bagi yang ingin membaca FF ku yang lain bisa add di account FB-ku.

Part 7 : Good Bye Baby, Hello Honey

 

Bandara Inchoen, keberangkatan luar negeri.

Hyuna memeluk teman-temannya dengan ekspresi sedikit sedih. Entah kapan lagi dia punya kesempatan untuk kembali Ke Korea.

“Yun-yun~na,, padahal kita baru saja bertemu kembali. Tapi kenapa harus berpisah seperti ini.”Chaerin memeluk tubuh Hyuna.

“Aishh,, Lee Chaerin sayang, sejak kapan kau jadi cengeng begini. Oh,, ya kau berhutang terimakasih padaku.”Hyuna mengerling jahil kerarah Jinki.

“Wae,, terimakasih dalam rangka apa.”Chaerin melepaskan pelukannya dan menatap Hyuna tak mengerti.

“Ya,, setidaknya berkat aku kau bisa berpacaran dengan Idolamu Lee Jinki dan terbebas dari virus S2Lmu itu.”

“Mwo,, virus S2L, apa itu Yun~ah.”Minho tertarik dengan obrolan Hyuna dan Chaerin.

“itu adalah sebuah Virus mematikan yang menyerang hampir seluruh yoeja diChungdam university. Gejalanya adalah sering berteriak histeris dengan tiba-tiba,berlaku sedikit berlebihan,dan terkadang tersenyum sendiri setiap kali melihat namja yang mereka sebut sebagai SHINee.”Hyuna menjelaskan dengan maksud menggoda Chaerin dan Hyemi.

“Namja yang disebut Shinee. bukankah itu kita ya hyung.”Taemin menatap hyung-hyungnya dengan polos.

“sudah jangan dengarkan ucapan Hyuna,, tidak ada yang disebut Virus S2L atau apa itu,”Hyemi terlihat malu dengan omongan Hyuna.

“Kalian ingin tahu kepanjangannya apa,, Shining Shinee Lovers. Dan Hyemi juga Chaerin sudah terserang virus itu sampai tingkat akut.”Hyuna tertawa dengan gembira. Untuk terakhir kalinya dia ingin menggoda dua temannya itu habis-habisan. Minho dan Jinki bertatapan dengan raut tak paham, sedangkan Jonghyun langsung tertawa keras begitu menangkap maksud perkataan Hyuna.

“Aigoo,, begitu kuatnya pengaruh ketampananku hingga membuat yoeja-yoeja seluruh universitas terserang virus ajaib seperti itu.”Jonghyun membanggakan diri.

“pletak”dua jitakan mendarat dikepala Hyuna.

“Yaa,, Park Hyuna,, sekali lagi kau berbicara tentang teori virus S2L tak jelasmu itu. Awas saja kau.”ujar Chaerin. Dia malu karena selalu dijadikan candaan oleh Hyuna, apalagi sejak statusnya berganti menjadi yoejachingu seorang Lee Jinki.

“Ah,, pesawatku akan segera berangkat.”Hyuna menyudahi candaannya dan berdiri menarik kopernya.

“Aku pergi dulu,, kalian semua jaga diri baik-baik.”Hyuna menatap wajah orang-orang yang mengantar kepergianya satu persatu. Sejujurnya dia berharap bisa melihat wajah seseorang sebelum dia benar-benar melupakannya untuk selamanya.

“kau tidak menunggu Key sebentar lagi.”jonghyun dan ketiga temannya masih berharap Key akan muncul dan mencegah kepergian yoeja itu. Dia sangat yakin kalau Key sudah mencintai hyuna, dia hanya tak ingin Key mengalami hal yang sama dan kehilangan orang yang sangat berarti dalam hidupnya untuk kedua kalinya.

“Anni,, aku tidak mengharapkan dia akan muncul disini. Sampaikan salam dan permintaan maafku padanya oppa.”Hyuna menarik kopernya dan berjalan pergi tanpa menoleh kembali.

“good bye Korea, good bye Kim Kibum. Semoga kita tidak bertemu lagi.”Gumam Hyuna.

Luna,taemin,Minho,Hyemi,Jonghyun,Jinki dan Chaerin masih menatap punggung Hyuna yang semakin menjauh.

“Benarkah harus berakhir seperti ini.”Jonghyun masih merasa kecewa karena pada akhirnya Key benar-benar tidak muncul.

“Aku yakin Hyuna pasti bisa menemukan kebahagiaannya. Dengan ataupun tanpa Key.”Jinki merangkul pundak Jonghyun dan membalikkan badannya.

“Mwoo,, Key,, sejak kapan kau disini.”Jonghyun kaget melihat key sudah berdiri dihadapannya. Sontak perkataan Jonghyun menarik perhatian yang lainnya.

“Key hyung,, kau terlambat. Pesawat noona sudah lepas landas.”Taemin memasang wajah cemberut.

“yaa,, Key kau belum menjawab pertanyaanku. Sejak kapan kau sudah disini.”Jonghyun merasa kesal karena Key hanya diam tanpa mengatakan seseuatu.

“Aku sudah disini sejam yang lalu.”key akhrinya bersuara.

“sejam yang lalu, apa kau memang berniat melepasnya seperti ini.”Jinki memandang lurus kemata Key.

“anni hyung,, setelah kupikir-pikir ternyata aku tidak bisa melepaskannya. Aku sudah menyadari kalau aku mencintainya.”Key mengucapkan perkataanya dengan sorot yang begitu yakin.

“Aisshh,, Kim Kibum pabo.. kau tak ingin melepas Hyuna dan sudah disini sejak satu jam lalu. Tapi tidak menemuinya dan mencegahnya pergi.”Chaerin tiba-tiba memukul kepala Key dengan gemas. Dia tidak dapat memahami jalan pikiran namja satu ini.

“Yaa,, Jinki hyung, jauhkan tangan yoejamu dari kepalaku, dia bisa merusak tatanan rambutku.”Key berusaha menghindar dari pukulan Chaerin.

“Benar-benar tak bisa dipercaya, bahkan dia masih menghawatirkan tatanan rambutnya disaat  segenting ini. Park Hyuna, nasibmu sungguh buruk jatuh cinta pada namja seperti Key ini.”Hyemi hanya geleng-geleng kepala dan memandang kearah Minho.

“Ya,, Hyemi~ya, apa maksudku hyuna bernasib buruk jatuh cinta padaku. Justru dia bermata jeli karena jatuh cinta padaku. Setidaknya aku setingkat lebih baik dibanding namjamu si Choi Minho itu.”Key tersenyum mengejek.

“Pletak”tiga jitakan mendarat dikepala Key.

“Yaa,, Lee Jinki,Kim Jonghyun dan kau Choi Minho. Kenapa kalian menjitak kepalaku.”

“Hyung,, apa kau masih waras. Kau tidak bersedih kehilangan Hyuna noona.”Taemin mendekat kearah Key dan mengamati wajahnya dengan begitu khawatir. Takut kalau hyungnya ternyata sekarang menjadi gila.

“Aigoo Lee Taemin, siapa bilang aku sudah kehilangan Honey-ku. Igee.”Key tersenyum lalu melambaikan passport dan selembar tiket dari saku hoodie Pink-nya yang langsung disambar tangan Jonghyun.

“tiket pesawat jurusan Los Angles. Kau,, kau,,”Jonghyun memeluk Key tak percaya.

“Kim Kibum daebakk.. kau sudah berniat mengejar Hyuna ehh.”Minho ikut tersenyum.

“Oppa,, kau harus membawa Hyuna unni kembali. Aku percaya kalian pasti bersatu.”Luna berseru dengan gembira.

“Hyung,, aku senang akhirnya kau menyadarinya. Mianhe kemarin aku sempat memukulmu.”Taemin ikut memeluk Key dan melompat-lompat girang.

“Taeminnie,, Gumawo kau sudah mau menasehatiku. Dan so,al pukulanmu itu, aku tak berniat melupakannya. Akan kubalas suatu hari nanti jika kau berani menyakiti adik iparku ini.”Key melepaskan pelukan Taemin lalu mengacak-acak rambut Luna.

“Hyung,, kau jangan dekat-dekat padanya. Dia yoejaku sekarang.”taemin menjauhkan tangan Key dari rambut Luna.

“Kau cemburu eh,, aigoo, jangan cemas Lee Taemin. Aku tak tertarik pada yoeja kecil seperti dia.”

“Kim Kibum hwaiting,, kau harus bisa membawa Park Hyuna kembali keKorea.”Chaerin dan Hyemi berteriak bersama saat Key mulai berjalan menuju area penerbangan.

“Park hyuna,, tunggulah aku.”gumam Key sebelum dia berbalik dan melambaikan tangan kearah teman-temannya yang mengantarkan kepergiannya dengan senyum tersungging.

*8*

“rasanya senang sekali bisa melihat Key yang dulu kembali.”kini Jinki dan yang lainnya sudah berjalan keluar dari bandara.

“Key yang dulu,, maksudnya apa oppa.”Chaerin menatap Jinki penasaran.

“Ya,, dulu Key itu namja yang jahil dan cerewet. Dia selalu saja bawel dan suka mengomeli Taemin yang ujung-ujungnya akan menjalar ke yang lainnya. Tapi sejak kematian yoejanya dulu. Key langsung berubah total dan menjadi orang yang sangat pendiam”ucapan Jinki disambut anggukan mengerti dari Chaerin juga Hyemi.

“Melihat Key hyung yang pendiam seperti melihat Hermionne menjadi gadis pemalas dan suka mencontek.”sambung Taemin yang memang seorang pencinta Harry Potter.

“Dan sekarang berkat kehadiran Hyuna, Key telah kembali menemukan dirinya sendiri. Ah,, aku harus menyiapkan telingaku mendengar ocehan-ocehan menyebalkan tapi kurindukan dari Key lagi.”Jonghyun melipat tangannya dikepala dan melangkah tanpa memperhatikan jalan.

“Bruukkk,,”terdengar suara tabrakan. Ternyata Jonghyun menabrak seorang yoeja.

“Yaa,,, apa kau tidak mempunyai mata.”yoeja itu mengumpat dengan kesal karena barang-barangnya menjadi berantakan dan berhamburan.

“Ahh,, Mianhe,,”ucap jonghyun dan buru-buru membantu merapikan bawaannya.

“ya,,, kau malah semakin mengacak-acak semua barang-barangku.”Yoeja itu kembali berteriak.

“Ah,, aku hanya mencoba menolongmu. Itu saja.”Jonghyun berdebat dengan yoeja itu. Sedangkan Jinki,Minho,Taemin,Chaerin dan Hyemi juga Luna hanya mampu menatap keduanya sambil geleng-gelang kepala.

“Sepertinya, kisah mereka berdua akan berlanjut menjadi kisah yang lumayan panjang.”Minho berujar sembari tertawa misterius ala Flaming Charisma.

“hyung,, jangan bilang kau memprediksi Jonghyun hyung akan jatuh cinta pada yoeja itu.”Taemin menatap Minho dengan serius.

“Menurutmu??”Minho membalas tatapan Taemin.

“Choi Minho,, kau membuatku ngeri berada disekitarmu. Ayoo Rinnie~ya, kita pergi dari sini.”Jinki menarik tangan Chaerin dan pergi meninggalkan tempat itu. Jinki masih tidak percaya dengan kemampuan Minho meski dia sendiri sudah mengalaminya.

“Taeminnie,, kita juga harus pergi. Kau sudah janji mengajakku kencan hari ini.”Luna menggamit lengan taemin dengan manja.

“hyung,, aku titip Hyemi noona padamu.. kami pergi dulu,, annyeong.”Taemin juga menarik Luna pergi meninggalkan Minho dan Hyemi.

“Jadi,,”Minho mengamati wajah Hyemi.

“Apanya,,”Hyemi sedikit salah tingkah ditatap sedemikian rupa oleh Minho.

“Apa kita harus berkencan juga.”Minho tersenyum manis membuat jantung Hyemi semakin berdebar terlebih saat Minho mulai menggenggam tangannya.

“Ayo,, kita juga harus bersenang-senang Jagiya.”

“Gubrakk.”Hyemi menabrak sebuah kursi karena kaget mendengar Minho memanggilnya “Jagiya”.

 

 

After Story : The Flowing Love.

 

Hyuna POV

Udara musim dingin menyambutku ketika kau menginjakkan kaki ditanah Amerika. Aih,, kepalaku sedikit pusing. Mungkin akibat Jetlag. Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, akhirnya aku sampai di depan rumah yang kini didiami umma dan appaku. Rumah sederhana seperti yang kulihat dalam film-film Amerika seperti Big momma dan rumah Charlie swan dalam the Twilight Saga. Meski Appa dan omma tinggal di kota LA jangan harap kalian menemukan rumah-rumah mewah seperti difilm-film Hollywood terkenal dilingkungan tempat tinggal keluargaku ini. Karena appa dan omma tinggal didaerah pinggiran. Mereka tak ingin merasakan hiruk-pikuk dan suara bising dikota sebesar LA.

“Omma,, appa. Jongmal boghosipta.”aku langsung memeluk ommaku dan appa. Kulihat wajah appa sudah semakin segar dibanding terakhir kali aku melihatnya.

“Bagaimana pengobatannya appa?? Berjalan dengan lancarkah.”

“Ne,, kesehatan appa sudah membaik.”melihat keadaan appa dan omma membuatku merasa bersyukur. Setidaknya langkahku mendukung appa agar menerima bantuan dari tuan Kim Ryoewook tidak sia-sia. Kini appa sudah mulai menjalankan perusahaan barunya. Walaupun konsekuensinya aku harus bekerja untuk tuan Kim yang membuatku harus berurusan dengan anak laki-lakinya. Aigoo,, Park Hyuna, jangan mengingatnya lagi.

*8*

Sudah satu minggu berlalu sejak aku sampai di LA ini. besok aku harus mulai bekerja, appa sudah merekomendasikan aku kesebuah perusahaan milik temannya. Ya masih berhubungan dengan orang korea juga. Yang membuatku sedikit sebal adalah tak ada satupun dari mereka yang tinggal dikorea yang memberiku kabar. Bahkan Luna hanya menanyakanku sudah sampai apa belum dihari pertama aku tiba disini. Huh, menyebalkan. Apa mereka sudah melupakanku dengan begitu cepat.

“Omma, appa. Aku berangkat kekantor ya.”Aku berpamitan dengan omma dan Appa sambil berjalan kegarasi. Appa menghadiahkan mobil Hyundai SF Sonata sebagai ucapan selamat datangku. Dasar orang korea, di LA pun masih harus menggunakan mobil buatan Korea.

Aku menghembuskan nafas sedikit gugup saat kakiku menjejak pintu masuk kantor yang tergolong mewah ini, hmm ternyata appa merekomendasikanku bekerja di sebuah hotel and resort. dengan memberanikan diri aku masuk kedalam dan menuju meja resepsionist.

“Hello miss, good morning. Can I help You.”sapaan sang resepsionist yang berambut panjang berwarna pirang dan berwajah pucat khas orang-orang Amerika latin.

“Yes sure, where is director office.”

“Have you make appointment with may director miss.”resepsionist itu seperti menilai penampilanku.

“Of course, I will.”

“wait aminute miss, I will call My director. Sorry, may I know your name??”

“May name Park Hyuna but call me Juliana Park.”aku menyebutkan nama internasionalku.

 “Let follow me,, Mr. Aiden Kim be Wait for you in his room.”setelah menutup telponnya resepsionist itu menyuruhku mengikutinya. Jadi, bos ku bernama Aiden Kim. Marga Kim eh,, semoga saja tidak menyebalkan seperti seorang namja yang bernama Kim yang pernah kutemui. Dan kuharap dia juga masih muda kalau perlu juga tampan dan single. Aku tersenyum kecil membayangkan pikiran ngawur yang berputar diotakku.

Setelah mengetuk pintu sebentar dan menyuruhku masuk kedalam ruangan, si resepsionist tadi langsung meninggalkanku bersama seorang namja bernama Aiden Kim itu. Padahal aku sudah penasaran sekali ingin melihat seperti apa rupa bos ku ini. kulihat dia masih duduk membelakangiku, dari tampilannya terlihat kalau orang itu mempunyai selera fashion yang cukup bagus.

“good morning mister Kim, I’am Juliana Park.”aku berusaha menyapanya.

“Kau sudah datang Honey!!”suara itu,, sapaan itu,, bukankah…

“Senang bertemu denganmu lagi, miss Juliana Park.”Namja itu berdiri dari kursi yang didudukinya dan berjalan kearahku.

“Ya,, bagaimana kau bisa disini tuan Kim Kibum,, dan dimana tuan Aiden Kim yang seharusnya bertemu denganku disini.”aku mundur selangkah.

“Kau sudah bertemu dengan mr.Aiden Kim, honey!”Key tersenyum manis padaku, senyum menyebalkan seperti pertama kami bertemu dulu.

“ini bukan waktunya bercanda Tuan Kim.”

“Aku tidak bercanda Juliana Park. Karena akulah Aiden Kim, direktur utama Kim Family’s Resort and hotel ini.”Key semakin mendekatkan tubuhnya padaku, dengan sekali jangkauan tangannya langsung memeluk pinggangku dan menarikku kedalam pelukannya.

“Miss You so much, my Honey.”bisik Key ditelingaku membuatku bergidik. Alarm tanda bahaya berbunyi diotakku. Park Hyuna kau harus menjauh darinya. Jangan biarkan dia mempermainkanmu lagi. Aku mensugesti otakku untuk bisa melawan perlakuan Key kali ini.

“Lepaskan aku Key,,”

“Ani,, aku tidak akan melepaskanmu lagi Park Hyuna,, sampai kapanpun.”Key semakin mengeratkan pelukannya ditubuhku. Kemudian dia menarik daguku mendekat padanya, mata tajamnya menatap tepat dimanik mataku seolah menghipnotisku. Aih,, jika begini terus lama-lama aku akan kalah dengan perasaanku. aku berusaha memalingkan wajahku, tapi sia-sia. Jari-jarinya memegang kuat daguku. Kemudian Key menundukkan wajahnya padaku. Gila, ini gila. Blusshh,, aku pipiku langsung memanas merasakan sentuhan bibirnya dibibirku. Tuhan, aku tidak menginginkan ciuman ini, tapi rasanya aku juga merindukannya. Tubuh dan otakku berkhianat, dan seperti biasanya aku tak berdaya untuk menolak sentuhan darinya. Aku dapat merasakan dengan perlahan aku membalas ciumannya. Tanpa disuruh bibirku telah membuka begitu lidahnya menjilati bibirku. Kedua tanganku mulai bermain dan meremas rambut coklat Key saat lidahnya mulai menerjang masuk dan menelusuri rongga mulutku dengan sesekali menggoda lidahku. Aku merasakan sensasi aneh, tubuhku seketika  menegang dan terasa amat panas. Udara, aku butuh udara. Seingatku, Key tak pernah menciumku dengan penuh nafsu begini. Jika biasanya dia berusaha menahan diri, tapi kali ini seolah dia melampiaskan semuanya. Oh may god, aku terkesiap kaget begitu merasakan tangannya menelusup dibalik kemejaku dan mengelus permukaan kulit perutku dengan lembut. Bahaya, bahaya. Aku harus menghentikan semua ini sebelum semuanya terlambat.

“Excuse me,,”Key langsung melepaskan bibirnya dari bibirku begitu mendengar ketukan dipintu.

“Shitt,,”Dia mengumpat dengan kesal,

“Tunggu disini honey, “aku tidak mendengarkan perkataanya dan langsung memutar tubuhku menuju pintu keluar. Kim Kibum babo, gila,maniak,pervert.”aku mengumpat disepanjang jalan.

Aku langsung keluar dari kantor itu dan menjalankan mobilku. Kenapa saat aku ingin lepas darinya, dia justru disini. Tidakkah dia tahu betapa sakitnya hatiku. Kim Kibum,, you Jerk! Nappeun namja.”

Aku memutuskan kembali kerumah, saat apa menanyaiku tentang pekerjaan itu. Aku hanya beralasan tidak cocok dengan suasananya dan masih ingin bersantai dulu untuk beberapa minggu kedepan.

*8*

“Hyuna~ya,, appa ingin berbicara serius denganmu. Kemarin malam seorang teman Appa bertandang kerumah dan meminta ijin pada appa untuk mengambilmu sebagai menantu dikeluarganya.”Appa mengajakku berbincang saat kami selesai makan malam.

“N,, ne,, maksud appa.”aku sedikit kaget.

“dengan kata lain, teman appa itu melamarmu untuk anaknya.”aku memandang appa dan omma dengan sedikit bingung. Apa artinya ini, appa dan omma bermaksud menjodohkanku.

“Appa dan omma tidak akan memaksamu Hyuna, hanya saja appa akan merasa sangat senang seandainya kau menyetuinya. Karena dia adalah teman baik appa dan appa juga sudah sangat mengenal putranya. Appa berani jamin kalau namja itu adalah namja yang baik dan cocok menjadi pendamping hidupmu.”

“Lagi pula, Yun~ah,, Luna juga sudah mempunyi pacar. Masa kau mau dilangkahi adikmu itu.”omma kenapa harus bawa-bawa nama Luna segala sih.

“Igoe,, nanti aku pikirkan dulu.”sesaat setelah menyelesaikan perbincanganku dengan omma dan appa. Hp ku berdering.

“Hyuna, ini aku Key. mianhe jika selama ini aku sudah mengganggumu. Akhirnya aku sadar tak bisa menjangkaumu. Kuputuskan untuk berhenti mengejarmu dan bertunangan denga yoeja lain. Semoga kau menemukan kebahagiaanmu Park Hyuna ssi.”

Seketika tubuhku kaku setelah membaca massage yang dikirim Key. memang selama ini aku sengaja mengacuhkannya, berhari-hari setelah pertemuanku dengannya dikantor aku sudah memutuskan bahwa itu akan menjadi pertemuan yang terakhirku. Entah kenapa air mataku kembali turun. Huh, sudah keberapa ratus kalinya aku menangisi namja babo sepertimu Kim Kibum. Penyesalan memang selalu datang belakangan, benarkah aku menyesal karena membiarkan mu berlalu dari hidupku. Kim Kibum babo,, babo!! Ternyata kesabaranmu hanya sebentar saja eh,,”.aku terus merutuki namja babo itu.

“Omma, Appa, aku menyetujui perjodohan itu.”entah karena didorong rasa sakit hati atau kecewa, aku langsung mengetuk pintu omma dan Appa.

“Jinja,, Park Hyuna, Omma dan Appa senang mendengarnya.”Omma langsung memelukku dengan bahagia. Semoga saja ini menjadi jalanku untuk bisa melupakan namja babo itu. Langsung kukirim sms kepada namja babo itu untuk membalas pesannya tadi.

“Chanmaneyo Kibum ssi,, syukurlah jika kau sudah sadar dan tak mengaganggu hidupku lagi. Tenang saja, aku sudah menemukan kebahagiaanku. Karena sebentar lagi aku juga akan bertunangan. Park Hyuna”

Biar saja dia menganggapku anak kecil atau apa, dia pikir namja didunia ini hanya dia saja apa. Kubanting Handphone keatas ranjang dan berusaha menutup mataku. Semoga esok menjadi hari yang lebih baik untukku.

 

Author POV

Key memandangi Handphonenya yang berkedip, sebuah massage muncul dilayar Blackberry Torch silver miliknya.

Neui Honey :

“Chanmaneyo Kibum ssi,, syukurlah jika kau sudah sadar dan tak mengaganggu hidupku lagi. Tenang saja, aku sudah menemukan kebahagiaanku. Karena sebentar lagi aku juga akan bertunangan. Park Hyuna”

“Kena kau honey,”desis Key sambil tersenyum setelah membaca isi massage itu. Kemudian dia memencet beberapa nomor.

“Hyung,, semuanya berjalan sesuai rencana. Kabari yang lainnya, suruh langsung berangkat ke LA sekarang juga. Besok kita akan berpesta.”Key menempelkan HP nya dan berbicara dengan seseorang disebrang. Kemudian Key memutuskan sambungan setelah mendapat jawaban dari orang yang ditelponnya dan merebahkan tubuhnya dengan senyum bahagia terukir dibibirnya. rasanya dia tak sabar menunggu hari berganti pagi.

***8

Esok paginya setelah Hyuna menyutujui rencana perjodohan yang disampaikan oleh kedua orang tuanya. Hyuna langsung disuruh untuk bertunangan, meski awalnya sempat menolak dengan alasan butuh waktu untuk saling mengenal bahkan dia belum pernah bertemu dengan calon suaminya itu. Orang tuanya berani menjamin bahwa namja yang akan menjadi tunangannya, kurang dari 24 jam lagi ini adalah namja yang tampan,baik dan sopan.

“Omma,, apakah Luna akan datang. Anak itu bahkan tidak menghubungiku sama sekali.”Hyuna memainkan Androidnya berharap ada telfon yang masuk. Berkali-kali dia mencoba menelpon Luna, tapi yang ada nomernya tak aktif. Begitu juga dengan Taemin, Chaerin,Hyemi,bahkan Jonghyun,Minho dan Jinkipun tak bisa dihubungi sama sekali.

“Sudahlah Yun~ah,, mungkin dia sedang sibuk. Omma, sudah memberitahu adikmu kalau hari ini kau akan bertunangan.”Ibu Hyuna berusaha menenangkan anaknya, dan merapikan dandanan Hyuna. Dengan gaun berwarna maroon mengkilap dengan design yang cukup elegant serta tatanan rambut yang sederhana, Hyuna menjelma menjadi sosok yang berbeda. Kali ini dia terlihat sangat cantik.

“ayo turun,, sebentar lagi calon tunanganmu akan datang.”

“Ne,,”Hyuna hanya mengikuti langkah ommanya dengan pasrah. Biarlah,Hyuna sudah pasrah jika adik dan teman-temannya tidak datang menghadiri acara pertunangannya.

“Awas saja kalian.”Gumam Hyuna. Kemudian dia duduk disofa ruang tamunya yang kini sudah terhias sedemikian rupa. Matanya tak pernah lepas menatap kearah pintu untuk mengawasi lalu lalang tamu yang hadir. Jantungnya berdebar-debar, menanti kehadiran calon tunangannya. Kemudian dia berpikir benarkah jalan yang sudah diambilnya ini. “sudahlah Park Hyuna, jangan pikirkan namja babo itu lagi. Kau akan menemukan kebahagiaanmu sendiri tanpa kehadirannya dihidupmu. Park Hyuna Hwaiting.”Hyuna berusaha menyemangati dirinya. Dia mengalihkan pandangannya keluar jendela dan menemukan sesosok pria yang baru turun dari BMW M3 yang sangat dikenalnya.

“BMW M3, seperti mobil milik namja babo.”Hyuna bergumam sendiri.

“tunggu,, sepertinya aku tidak asing dengan postur tubuh itu.”Hyuna masih mengamati sileut tubuh namja berjas semi formal berwarna hitam itu. Dan saat dia berbalik.,,

“Ya,,, kenapa namja babo itu bisa datang kesini.”Hyuna buru-buru berjalan menghampiri namja itu yang ternyata adalah Key.

“Key, kenapa kau bisa disini. Aku tidak merasa pernah mengundangmu datang keacara pertunanganku.”tanpa menyapa terlebih dahulu, Hyuna langsung menanyai maksud kedatangan key dirumahnya.

“Park Hyuna ssi,, siapa bilang aku ingin menghadiri acara pertunanganmu. Aku kesini karena disinilah pertunanganku digelar.”Key berusaha menampilkan ekspresi cool diwajahnya.

“mwooo,, jangan bilang.. Appa,, omma.. siapa nama teman appa yang mengajukan rencana pertunangan ini.”mendengar penuturan key, sontak Hyuna mencari appanya yang sedang berbincang dengan dengan kolega-koleganya untuk memastikan bahwa apa yang ada dipikirannya saat ini tidak benar.

“Hyuna,, berisalam pada tuan nyonya Kim, calon mertuamu.”Appa Hyuna justru menyuruh nya memberi salam pada orang tua Key.

“Mwo,, calon mertua. Anda, tuan Kim Ryoewook”.Hyuna tak mengerti.

“Tak salah putraku memilihmu Hyuna~ya, kau sangat cantik.”Nyonya Kim memeluk Hyuna yang masih sedikit Shock. Kemudian dia melihat Key mendekat kearahnya dengan senyum jahil yang langsung membuat gadis itu sadar siapa biang keladi dari semua ini.

“Kim Kibum babo,, Kubunuh kau..”Hyuna meraung dengan kesal dan memukuli kepala Key.

“Appo,, Honey, stop, jangan memukuliku seperti ini. kalau kau ingin marah, marah lah dengan otak semua rencana ini.”Key berusaha menghindar dari pukulan Hyuna yang bertubi-tubi.

“Jadi, siapa otak dari semua kegilaan ini.”

“Mereka,,”Key menunjuk kearah pintu dan muncul beberapa sosok yang sangat Hyuna kenal.

“Chukkae Unni,,”Luna muncul bersama Taemin yang disusul Chaerin kemudian Jinki,Hyemi,Minho serta Jonghyun yang tengah menggandeng yoeja asing yang baru kali ini Hyuna lihat.

“Kalian,, sungguh keterlaluan.”Hyuna tak bisa berkata apa-apa lagi. Sudah cukup terapi Shock yang dia terima hari ini.

“honey, jangan marah pada mereka. Semuanya melakukan ini untuk kebahagiaan kita. Sarange Park hyuna, may honey. Will You marry me.”Key meraih tubuh Hyuna kedalam pelukannya dan mencium puncak kepala gadisnya dengan teramat lembut.

 

Hyuna POV

Semuanya berlalu begitu cepat, kini dijari manisku melingkar sebuah cincin berlian yang mengikatku pada seorang namja babo bernama Kim Kibum atau Key. dan semua ini terjadi karena rencana dari teman-temannya, bahkan adikku Luna ikut berkomplot mengerjaiku dengan sengaja mengacuhkanku dan membuat seolah-olah mereka tak memperdulikanku. Dan membuatku patah hati dengan mengatakan Key lelah mengejarku dan akan bertunangan.

Jika ditanya apakah aku bahagia sekarang, entahlah aku tidak tahu. Aku hanya ingin membiarkan semuanya mengalir seperti air karena air tahu jalannya menuju muara. Begitu juga dengan hidupku, seperti apapun jalan yang harus kutempuh pasti akhirnya akan bermuara pada kebahagiaan. Semoga saja Key menjadi muara atas kebahagianku kali ini.

“Diluar dingin Honey, ayo kita masuk”,aku merasakan pelukan hangat menjalar dipinggangku.

“Ya,, kenapa kau disini. Ini sudah malam pulanglah.”Aku berusaha mengelak dari pelukannya.

“Andawae,, orangtuamu sudah mengijinkan aku menginap disini bersamamu.”Key semakin mengeratkan pelukannya dan membalikkan badanku kearahnya.

“Aissh,, Jinja, omma,, appa.”

“Jangan berteriak begitu, semua keluargamu menginap diluar mala mini. Tadi appamu berpesan supaya aku menemanimu disini.”Key menempelkan bibirnya dipipiku.

“Apa Luna juga ikut omma dan Appa.”Aku menggeliat sedikit.

“Ani, sepertinya Luna menginap di Apartemen TAemin mala mini.”selesai berkata seperti itu, Kurasakan bibir Key sudah menempel dibibirku yang seketika membuatku hilang kendali. Jinja, aku selalu saja tak berdaya mengahadapi sentuhan-sentuhannya ditubuhku. Dan tahu-tahu kami sudah berada didalam kamarku, ani tepatnya diatas tempat tidurku. Ciuman Key semakin turun kearah leherku dan semakin turun.

“Baby,, sepertinya kau melupakan sesuatu.”Aku berusaha menghentikan tangannya yang kini telah merasuk kedalam lapisan baju yang kukenakan.

“Waeyo Honey..”Dia bangkit dan menatap mataku.

“Kau lupa belum menutup pintu.”mendengar penuturanku Key hanya terkekeh pelan dan beranjak dari tempat tidurku sembari mengecup bibirku lembut.

The End~

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

80 thoughts on “The Flowing Love: 1.The Almighty”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s