Simple Love – Part 1

Title                 : Simple Love part 1

Author             : Tanayuki @tmdtania

Genre              : Romance

Length             : Twoshots

Rating              : G

Cast                 : Kim Jonghyun, Cho Yuki (OC), Lee Hyukjae (Support Cast)

Okay, ini ff pertama yang aku post di sini. Aku masih belajar nulis ff, jadi maaf kalo ada yang kurang pas. Mohon kritik dan sarannya yaaa, chingudeul. Happy reading 😀

“Aish, pelajaran bodoh macam apa ini? Babo!” keluh seorang yeoja sambil melempar pensil yang ada di tangannya ke atas meja. Yeoja ini masih berkutat dengan setumpuk tugas membuat partitur yang benar-benar membuatnya frustasi.

“Kau yang babo, Cho Yuki. Masa membuat partitur aja kamu gak bisa? Neo baboya~” ejek seorang namja sambil menampilkan smirk andalannya itu pada yeoja bernama Yuki sambil terus menghapus papan tulis.

“Diam kau, Kim Jonghyun. Aku tau kau pintar. Jangan pamer. Kerjakan aja tugas piketmu itu dengan benar,” kata Yuki sambil menggembungkan pipinya.

“Aku selalu melakukan apapun dengan benar. Hmm, mau aku ajarin? Tapi…” belum selesai Jonghyun berbicara, Yuki sudah memotongnya.

“Tidak perlu. Aku tau pasti ada niat lain dibalik kebaikanmu ini, Jjong,” kata Yuki.

“Geurae. Terserah. Kau pasti menyesal,” kata Jjong sambil tersenyum evil.

“Tidak akan. Udah ah, aku mau pulang. Udah dijemput. Daah, Jjong babo~” kata Yuki sambil merapikan bukunya dan hendak berjalan keluar kelas.

“Di jemput? Nugu? Lee Hyukjae?” tanya Jonghyun pelan sambil mengambil sapu untuk melanjutkan tugas piketnya.

“Yap, hehe. Aku duluan yaa. Oh ya, bersihkan kelas ini sampai bersih yaa. Kau cocok sekali saat memegang sapu seperti itu, hahaha, ” kata Yuki sambil tertawa lalu berjalan keluar kelas.

“Aish! Cho Yuki! Jeongmal babo yeoja. Kenapa dia gak peka sih?” kata Jonghyun dengan kesal lalu melempar sapu yang ia pegang dan berjalan keluar kelas.

Keesokan harinya.

“Hari ini, saya akan memberi tugas memasak untuk kalian. Kalian memasak makanan kalian di rumah dan kalian kumpulkan saat students festival hari minggu nanti. Kalian membuat masakannya tidak sendiri, tapi dengan teman sebangku kalian,” kata Victoria songsangnim.

“Teman sebangku? Aku memasak denganmu, Tuan Kim? Ish,” gerutu Yuki pelan.

“Tenang. Aku koki handal kok, hoho,” kata Jonghyun membanggakan diri. Yuki menatapnya dengan tatapan aneh.

“Aish jinjja. Sepertinya nilai kita akan jadi yang paling buruk nanti,” kata Yuki pasrah. Ya, memang salah satu dari mereka tidak ada yang bisa memasak. Yuki hanya bisa memasak yang simple-simple saja. Sedangkan Jonghyun tidak bisa memasak sama sekali.

“Hmm, kita mau masak apa?” tanya Jonghyun.

“Molla. 낙지 붂음 (Gurita Pedas) saja, eottae (bagaimana)?” tanya Yuki memberi ide dengan sedikit ragu.

“Geurae. Hmm sepertinya menyenangkan,” kata Jonghyun sambil tersenyum kecil.

“Aku mohon, jangan hujan. Please jangan hujan,” kata Yuki entah pada siapa sambil menatap langit yang diliputi awan tebal.

“Emang kenapa kalo hujan? Paling sebentar lagi hujan,” kata Jonghyun sambil merapikan bukunya dan  bersiap pulang.

“Semoga ngga. Aku sangat benci hujan dan petir. Hmm, aku pulang duluan yaa, Eunhyuk oppa udah jemput. Daah, Jjong babo,” kata Yuki sambil berjalan santai keluar kelas.

“Tunggu. Bilang ke Eunhyuk, kalo besok dia tidak usah menjemputmu,” kata Jonghyun. Yuki terdiam. Yuki menatap Jonghyun dengan bingung.

“Hmm, aku mau kau pulang denganku,” kata Jonghyun sambil tersenyum kecil lalu berjalan keluar kelas mendahului Yuki. Yuki  terdiam mencoba mencerna kata-kata Jonghyun.

“Ya! Kim Jonghyun!” panggil Yuki tapi Jjongnhyun hanya mengabaikannya dan tetap berjalan pergi.

“Aish, namja itu..” gumam Yuki dengan kesal lalu ia kembali meneruskan langkahnya keluar sekolah.

“Halo, Cho Yuki,” sapa Jonghyun sambil tersenyum innocent.

“Yak! Kim Jonghyun! Apa yang kau lakukan di sini? Kau mengagetkanku, babo,” kata Yuki sambil mengelus dadanya karena kaget dengan kehadiran Jonghyun yang tiba-tiba muncul di ruang baca di rumah Yuki.

“Cuma mau main aja, aku bosen di rumah. Ehm, kamu lagi baca apa tuh? Hmm.. resep.. makanan..” kata Jonghyun sambil mencoba membaca tulisan yang ada di buku yang dibaca Yuki.

“Ya! Ya! Jangan baca-baca!” kata Yuki sambil menutup buku yang sedang ia baca lalu menyembunyikannya.

“Aigo~ ternyata kamu care juga sama tugas memasak kita. Coba-coba sini liat,” kata Jonghyun sambil tertawa kecil.

“Jelas lah kalo aku care sama tugas ini. Kalo tugas ini gagal, nilaiku akan gak karuan nantinya,” kata Yuki lalu menyerahkan buku resep yang tadi dibacanya.

“Emm hmm, baguslah. Kayaknya mudah membuat gurita pedas ini,” kata Jonghyun sambil membaca buku resepnya.

“Yaa, lumayan,” jawab Yuki singkat. Jonghyun meletakkan buku resep tadi dan mengambil gitar yang ada di sudut ruangan lalu duduk di samping Yuki.

“Hmm, Eunhyuk jarang main ke rumah?” tanya Jonghyun tiba-tiba.

“A..ani. Jarang,” jawab Yuki dengan sedikit terbata.

“Hm kamu sama Eunhyuk itu pacaran gak sih?” tanya Jonghyun sambil memetik senar gitar dengan asal. Yuki hanya terdiam. Ia tidak tau harus jawab apa. Statusnya dengan Eunhyuk, bisa dibilang ‘tidak jelas’.

“Hmm, bisa ganti topik pembicaraan?” tanya Yuki pelan. Jonghyun mengangguk dan mengacak rambut Yuki lembut.

Deg! Jantung Yuki berdetak tidak karuan saat tangan Jonghyun dengan mudahnya menyentuh kepalanya dan tersenyum. Tapi tiba-tiba..

Jeglek! Seisi rumah Yuki menjadi gelap gulita.

“Aish, mati lampu. Kau belum membayar tagihan listrik ya?” tanya Jonghyun sambil tertawa kecil mencoba mencairkan suasana, tapi tidak ada tanggapan dari Yuki.

“Cho Yuki?” tanya Jonghyun sambil menepuk-nepuk pipi Yuki.

“Ge..lap..” gumam Yuki sambil menutup matanya. Jonghyun menatap ke sekeliling ruangan untuk mencari sesuatu yang bisa membuat ruangan ini lebih terang. Dan bingo! Akhirnya Jonghyun menemukan lilin di sana. Ia pun menyalakan lilin itu.

“Hey, gwenchana. Aku udah nyalain lilin kok,” kata Jonghyun. Yuki pun membuka matanya perlahan.

“Heh, Na, masa sama gelap aja takut? Payah~” ejek Jonghyun.

“Na?”

“Iya, mulai sekarang aku panggil kamu Na. Nappeun, hahaha,”

“Enak aja kamu bilang aku nappeun. Babo,” kata Yuki lalu mengerucutkan bibirnya.

“Emang kamu nappeun.. but, why you can make me happy ya?” tanya Jonghyun pelan.

“Mwo?!” tanya Yuki yang samar-samar mendengar kata-kata Jonghyun barusan.

“Aniya.. lupakan. Eh, aku pulang dulu ya. Kapan eomma dan appa mu pulang?” tanya Jonghyun.

“Eomma sama appa lagi di Jepang,” kata Yuki pelan.

“Oh gitu. Yaudah aku pulang ya. Udah jam 9 malem ini,” kata Jonghyun sambil bangkit dari duduknya. Yuki mengangguk pelan. Sebenarnya ia tidak mau ditinggal sendirian dalam keadaan mati lampu seperti ini. Saat Jonghyun hendak membuka pintu ruangan baca Yuki, tiba-tiba lilin di ruangan itu mati.

“Jjong.. kau sudah pergikah? Aish, eottokhae? Di mana handphone ku?” tanya Yuki yang tidak sadar kalau Jonghyun masih ada di ruangan itu juga.

“Aduh,” tiba-tiba Yuki terjatuh karena kakinya tersandung kaki meja yang ada di dekatnya.

“Yuki-ya, gwenchanayo?” Jonghyun langsung menghampiri Yuki yang masih terduduk di lantai.

“Yak! Babo! Aku kira kau udah pergi. Babo,” gerutu Yuki sambil memukul Jonghyun pelan.

“Heh, Nappeun. Kenapa malah mukul aku? Beruntung aku masih di sini. Kalo tidak pasti kamu udah mati ketakutan kan,” kata Jonghyun sambil memamerkan smirknya. Yuki hanya terdiam.

“Yaudah, aku temenin sampai lampunya nyala ya,” kata Jonghyun dengan nada yang lembut, tidak seperti biasanya.

“Terserah,” jawab Yuki lalu ia memalingkan mukanya dari Jonghyun lalu tersenyum.

Keesokan harinya.

“Hmm,” Yuki terbangun dari tidurnya sambil mengucek matanya.

“Good morning, Na,” sapa seseorang yang jarak wajahnya hanya 5 cm dari wajah Yuki.

“KYAAAAA! KIM JONGHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN?!” seru Yuki lalu bangun dari pangkuan Jonghyun.

“Kan tadi malem kamu ketiduran di lantai, terus aku pindahin aja ke atas sini. Dan karena aku liat posisi  tidur kamu tak nyaman gitu, yaudah aku taruh kepala kamu di pangkuan aku. Emang salah?” kata Jonghyun dengan santai.

“Ng..ngga sih. Ah yaudahlah. Terus kamu gimana berangkat sekolahnya nih? Sekarang udah jam… MWO? Setengah 7 kurang 10 menit!” seru Yuki panik saat melihat jam yang jarumnya sudah menunjukkan pukul 06.20.

“Kamu mandi sana! Aku kasih waktu 15 menit buat siap-siap,” kata Jonghyun sambil melihat jam di tangannya.

“15 menit? Tapi..”

“QUICKLY, CHO YUKI!” bentak Jonghyun. Yuki pun langsung naik ke kamarnya.

15 menit kemudian, Yuki sudah selesai dan langsung berjalan halaman rumahnya karena Jonghyun sudah menunggu di sana.

“Pegangan ya, Na,” kata Jjong saat Yuki sudah naik ke motornya. Yuki hanya mengangguk dan memegang jaket Jjong erat. Jonghyun pun memacu motornya dalam kecepatan 70km/jam. Untungnya jalanan sedang sepi.

“Ya! Babo! Kau mau mati, hah?!” bentak Yuki yang sudah sangat takut karena Jonghyun ngebut.

“Pegangan aja!” suruh Jonghyun lalu menarik tangan Yuki sehingga ia memeluk pinggang Jonghyun dan Jonghyun pun memacu motornya mencapai 80km/jam. Dan dalam waktu 7 menit, merekapun sampai di rumah Jonghyun. Jonghyun langsung masuk rumah dan 10 menit kemudian, ia sudah rapih dengan seragam sekolahnya.

“Cepet banget. Kamu gak mandi ya?” tanya Yuki heran.

“Enak aja. Aku selalu mandi tau. Udah ah, ayo naik,” kata Jjong. Yuki pun langsung naik ke motor Jjong.

“Pegangan lagi ya, Na,” kata Jonghyun sambil menstarter motornya dan memacu motornya ke sekolah.

“Huff.. huff.. capek,” kata Yuki dan Jonghyun yang tiba di kelas tepat saat bel masuk berbunyi. Lalu guru mereka sudah masuk dan mereka pun mulai belajar.

Saat jam pulang sekolah.

“Eh, Na, kamu udah bilang Eunhyuk tak usah jemput kamu hari ini?” tanya Jonghyun sambil merapikan bukunya.

“Udah. Tapi katanya dia mau ngomong sebentar. Aku ketemu sama dia dulu ya. Kamu tunggu aja di tempat parkir,” kata Yuki. Jonghyun mengangguk pelan. Yuki pun berjalan keluar kelas duluan.

15 menit kemudian, Yuki datang menghampiri Jonghyun.

“Udahan ketemu Eunhyuk? Eh.. kamu kenapa, Na? Kamu habis nangis ya?” tanya Jonghyun sambil mengangkat dagu Yuki.

“Aniya,” bantah Yuki sambil menepis tangan Jonghyun.

“Ya! Jangan bohong! I know you!” kata Jonghyun sambil menatap Yuki dengan tajam. Yuki hanya mengalihkan pandangannya.

“Eunhyuk?”

“Ani,”

“Don’t lie, Cho Yuki!” kata Jonghyun.

“Tadi Eunhyuk oppa, ngenalin seseorang yeoja ke aku. Cantik. Jauh lebih cantik dari aku. Mungkin itu sebabnya Eunhyuk lebih pilih dia dari pada aku,” kata Yuki lirih. Rahang Jonghyun mengeras mendengar kata-kata Yuki barusan. Ia tidak suka melihat Yuki seperti ini. Jonghyun pun langsung menarik Yuki ke pelukannya saat ia melihat cairan bening yang tumpah dari pelupuk matanya.

“Naega jeongmal babo yeoja..” gumam Yuki sambil terus menangis.

“Sssh~ aniya. Eunhyuk yang babo, karena menyia-nyiakan yeoja sepertimu. Uljimarayo, Yuki-ya,” kata Jonghyun dengan lembut sambil mengelus rambut Yuki. Perlahan air mata Yuki mulai reda. Entah kenapa ia merasa nyaman ada di pelukan Jonghyun, tidak seperti pelukan Eunhyuk.

“Gomawoyo, Jjong,” kata Yuki sambil tersenyum saat ia sudah melepaskan pelukan Jonghyun.

“Emm hmm. Ayo kita pergi, today is our day,” kata Jonghyun pelan.

“Mwo?” tanya Yuki.

“Ani~ hari ini kita belanja buat tugas masak itu ya,” kata Jonghyun sambil tersenyum.

“Ne,” kata Yuki sambil tersenyum juga. Lalu mereka pun pergi ke pusat perbelanjaan.

Sesampainya di pusat perbelanjaan, Jonghyun dan Yuki memutuskan untuk pergi makan dulu.

“Kamu mau makan apa, Na?” tanya Jonghyun.

“Terserah,” jawab Yuki pelan.

“Yaudah aku pesenin yaa,” kata Jonghyun lalu memesan makanan.

“Kamu masih bete ya?” tanya Jonghyun sambil menatap Yuki. Yuki hanya terdiam.

“Heh, Na, emang kamu sayang banget sama Eunhyuk sampe kamu gak rela kalo dia punya yeoja lain?” tanya Jonghyun dengan serius, baru kali ini Yuki melihat Jonghyun seserius ini. Yuki menghela napasnya. Ia ingin sekali menjawab ‘Iya, aku sangat menyayanginya,’ tapi entah kenapa Yuki jadi berpikir ulang. Ia menyayanginya. Oh bukan, Yuki baru sadar kalau ia hanya mengagumi namja bernama Eunhyuk itu. Dan Eunhyuk juga sudah menyakitinya sekarang. Selain itu, ia dan Eunhyuk juga tidak memiliki hubungan yang jelas sampai sekarang. Mungkin Eunhyuk hanya menganggapnya sebagai adik.

“Yaudah kalo kamu tidak mau jawab. Yang jelas, aku tak suka kamu sedih. Aku lebih suka kamu marah-marah sama aku, main kata-kataan sama aku, tapi ujung-ujungnya kamu ketawa bareng aku. Dari pada kamu sedih dan jadi diam gini, aku jadi bingung,” kata Jonghyun panjang lebar. Yuki terkejut. Ia tidak menyangka kalau Jonghyun ternyata peduli padanya.

“I’m fine now, Kim Jonghyun. I don’t know you can be attentive like this. You not a bad boy this day, haha,” kata Yuki sambil tersenyum.

“You like it? I think you much like if I be a bad boy,” kata Jonghyun sambil tertawa kecil.

“Yeah. I love you as a bad boy,” kata-kata itu tiba-tiba keluar dari mulut Yuki.

“You love me?” tanya Jonghyun memastikan sambil tersenyum jahil.

“A..aniyoo. Aku salah ngomong,” kata Yuki sambil memalingkan mukanya yang memerah.

“Haha, arraseo. Ayo cepet makannya, abis ini kita cari bahan-bahan buat masak besok ya,” kata Jonghyun. Yuki hanya mengangguk. Setelah mereka selesai makan, mereka pun mulai belanja.

“Ehm, Na, aku ke toilet dulu ya. Aku titip handphone, dompet, sama kunci motor ya,” kata Jonghyun sambil menyerahkan barang-barangnya dan pergi ke toilet. Yuki pun memasukan dompet, kunci motor, dan handphone Jonghyun ke tasnya. Tapi tanpa sengaja ia menekan tombol unlock di handphone Jonghyun, dan betapa kagetnya Yuki saat melihat wallpaper Jonghyun. Cho Yuki. Ya, foto Cho Yuki yang ada di wallpapernya. Wallpaper itu berupa GIF yang berganti menjadi foto Yuki yang lainnya. Yuki terdiam memandangi handphone Jonghyun yang wallpapernya terus berganti.

‘Berapa banyak fotoku yang ia punya?’ tanya Yuki dalam hati.

“Heh! Cho Yuki! Jangan liat! Kembaliin handphone ku!”  seru Jonghyun yang sudah ada di hadapan Yuki sekarang dan berusaha mengambil handphonenya.

“Andwae! Ini foto siapa?” tanya Yuki sambil memamerkan senyum jailnya.

“Aish! Cho Yuki nappeun! Kembalikan! Ppaliwa!” seru Jonghyun sambil terus mencoba merebut handphonenya dari tangan Yuki.

“Ssssh, bentar. Aku lagi menghitung berapa fotoku yang kamu punya hahaha. Ternyata aku punya fans ya,” kata Yuki sambil tertawa kecil.

“Aish, Nappeun,” kata Jonghyun lalu memeluk Yuki dari belakang. Setelah Yuki terdiam, Jonghyun langsung mengambil handphonenya dari tangan Yuki.

“Yak, babo! Kita jadi diliatin orang tau!” bentak Yuki.

“Kamu duluan yang mulai,” kata Jonghyun dengan santai sambil memasukkan handphonenya ke sakunya.

“Ish~ eh kamu kenapa pakai foto itu di handphonemu?” tanya Yuki.

“Kenapa emangnya? Dari pada aku pasang foto yeoja lain, nanti kamu jealous lagi, haha,” jawab Jonghyun dengan santai lalu berjalan meninggalkan Yuki yang masih terpaku dengan kata-kata Jonghyun.

“Aish, Kim Jonghyun babo,” umpat Yuki lalu berjalan menyusul Jonghyun.

“Hmm, aku capek. Pulang yuk,” kata Yuki lalu menghela napasnya.

“Ayuk. Mana kunci motorku?” kata Jonghyun meminta kunci motornya yang ia titipkan pada Yuki tadi. Yuki terdiam sebentar.

“Tas ku.. odie?” tanya Yuki pelan.

“Mwo? Jangan bilang tasmu hilang. Ck, ayo cari,” kata Jonghyun lalu menarik tangan Yuki.

“Kalo nyari bareng-bareng lama. Mendingan kita mencar aja. Aku ke sana, kamu ke sana,” kata Yuki lalu pergi ke arah yang berlawanan dengan Jonghyun. Yuki dan Jonghyun mencari ke setiap sudut pertokoan dan di tiap toko yang mereka kunjungi. Tapi mereka tidak pernah menemukannya.

“Ya! Kenapa kau bisa jadi sangat ceroboh sekali dan meninggalkan tasmu sembarangan huh?” tanya Jonghyun dengan nada yang agak meninggi setelah ia dan Yuki bertemu lagi. Ia terpancing emosi karena sudah 1 jam ia mencari tapi ia tak menemukannya juga.

“Mianhae, mian. Kau kan tau aku ceroboh. Kenapa kau menitipkan kunci motor dan dompetmu itu padaku?” kata Yuki juga tidak mau kalah.

“Kau menyalahkanku? Jelas-jelas itu salahmu!” kata Jonghyun dengan keras dan membuat beberapa orang memperhatikan mereka.

“Mwo? Ini tidak sepenuhnya salahku. Kau juga salah. Kenapa kau tidak meminta kunci motormu dan dompetmu dulu?” tanya Yuki dengan kesal.

“Aish sudah salah jangan membantahku!” kata Jonghyun yang membuat Yuki tertegun. Sesering apapun ia bertengkar dengan Jjong, Jjong tidak pernah berkata seperti itu.

“Geurae. Aku salah. Mianhaeyo. Jeongmal mianhae,” kata Yuki dengan suara yang dibuat setenang mungkin. Ia sedang tidak ingin berdebat saat ini.

“Terus kalo kamu minta maaf tas kamu bakal balik gitu?”

“YA! Terus kamu maunya aku ngapain hah?” tanya Yuki dengan nada meninggi. Emosinya tersulut juga karena perkataan Jjong barusan.

“Cari solusi biar kita bisa pulang. Kamu tuh nyusahin aku terus ya,” kata Jjong yang sukses membuat Yuki sakit hati.

“Aku nyusahin kamu? Ok, fine. Aku akan pulang sendiri,” kata Yuki dengan nada yang sinis.

“Hm? Emang kamu berani? Coba aja sana,” kata Jjong dengan mimik yang meremehkan Yuki. Yuki mendecak dan menghentakkan kakinya ke lantai lalu benar-benar berjalan pergi. Jonghyun terdiam dan menghela napas perlahan. Ia tidak tahu apa ia harus mengejar Yuki atau tidak. Tapi ia pikir, Yuki memang tidak akan berani pulang sendiri karena ia tidak tau jalan dan tidak bawa uang sepeserpun.

“Ah jinjja, kenapa hujan sangat deras di luar?” kata seorang yeoja yang tidak dikenal lalu lewat di hadapan Jjong.

“Ah, permisi, agassi. Apa benar di luar hujan deras?” tanya Jjong pada wanita itu.

“Ne. Bukan hanya hujan deras saja, tapi juga angin kencang dan petir,” jawab wanita itu. Tiba-tiba saja Jonghyun jadi kesulitan bernafas dan berbicara.

‘Yuki! Bagaimana dengannya?’ pikir Jjong dengan panik.

“Gamsahamnida, agassi,” kata Jjong sambil sedikit membungkukan badannya lalu dengan cepat berjalan keluar gedung. Jjong mencari Yuki di lobby, tempat parkir, sudut-sudut gedung perbelanjaan, sampai ke pos satpam yang kira-kira mungkin untuk jadi tempat berteduh Yuki.

“Ah, sial!” umpat Jonghyun saat mengecek handphonenya yang battery nya tinggal 5%.

“Odieyo, Cho Yuki? Ck,”

TBC

Ditunggu kritik dan sarannyaaa ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

25 thoughts on “Simple Love – Part 1”

  1. Jjong,,,, oh Jjong,, #apadehh,, seneng klo add FF yg cast-nya jjong,, cz biasanya dia cuma jd support cast,,hehe

    Yahh,, si Jjong tega kq yuki’nya ditinggal,,

    Nice FF,, 😛

  2. kereeen suka sama jalan ceritanya, penulisannya rapi kok ,…
    alurnya bagus, tatanan berbicaranya juga enak bgt kok …
    keren..keren…

    waaah yuki kemana ??? kenapa dompetnya jjong hilang salah..salah… kenapa tas yuki hilang .. ahh ayolah … di tunggu next chap nya yaaa….

  3. sorry ya author
    sesuai judulnya “simple love” cerita ini emang simple gampang dimengerti
    tapi ga tau knpa aku ngerasa cerita na terkesan buru2 jadi feel na kurang dapet
    py masih mending author sih bisa bikin ff
    daripada aku cuma bisa ngayal doang py ga bsa nuanginnya dlam bentuk tulisan cos ga ada bakat sma sekali dlaam hal tulis-menulis

    oh ya aku suka bngt sama ff yg main cast na jjong
    cos karakter jjong itu emang seru dijadiin main cast
    bad boy, playful, pervert, yadong #dibakar blingers

  4. yuki nya gak peka, jjongnya ….ya gitu
    Mulut kadang emang gak bergerak sesuai dgn yg diinginkan kl lg sama org yg disukain

  5. Knp sih yuki gg ska ujan??
    Misterii..wkwk,trauma kah??
    Yuki gg peka ma jjongg..kan kasian..tu eunhyuk ngenalin aq ke yuki,makanya yuki sedih#digorokjewels hahaa…
    Oh yah thor..nih ff dah bgs..bgt malah,aq suka..tp mslh.a aq sering ‘menghayal'” sendiri biar feel.a dpt,soal.a krg dpt,krn kyk t’buru”..hehe,..
    Aq tgu part 2.a.. 😀

  6. hiya~~~
    ngga ngebayangin jjong dipermainkan oleh yuki (?)

    “Aish! Cho Yuki nappeun! Kembalikan! Ppaliwa!” seru Jonghyun sambil terus mencoba merebut handphonenya dari tangan Yuki.
    sumpah d.
    pas baca bagian ini tiba-tiba di kepalaku wajah jjong berubah menjadi wajah taemin yg memelas…
    abisnya lucu klo ngebayangin jjong ngomong begitu…
    hehehe…
    *abaikan

    FFnya keren….
    ditunggu lanjutannya y….
    hwaiting!

  7. wah, seru.. Udah jarang nemuin fanfic yang main castnya jonghyun..
    Sebenernya jonghyun ma yuki diem2 saling perhatian ya, jadi ngingetin aku ma gaya2 pdkt jaman sma dulu, hehe jadi bernostalgia gini deh

  8. yeyy..
    Nemu(?) jjong di sini..

    Hayo lho jjong-ppa.. Yuki nya ilang.. Hahaha.. Bingungkan jadinya.. Makanya jgn marah2 aja..

    Ditunggu next part..
    Gomawo.,

  9. Kyaaa
    Aku mau jadi Yukiii
    Jjong I’m here..
    Jebal look at me !!!
    Hehe
    Yuki kan takut petir eottae tu ?!
    Trus itu tasnya gak dicari lagi tu ?
    Aduh Yuki knapa gak peka ya
    Huhu..

  10. woah,.
    Tasny ilang kemana???
    Author yg nyembunyiin nih,..
    *pasang tampang sok detektif,.

    Z suka z suka,..
    Dtnggu next partny thor,

  11. wah, seru nih.. keren

    aku suka karakter Jjong. tapi kenapa yuki di biarin pergi sendirian si? ayo cari ! harus ketemu.. hehe

    di tunggu next part nya 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s