Hope Dreams Come True – Part 7 [END]

Hope Dreams Come True [eps7 – End]

Title : Hope Dreams Come True [eps 7- End]

Author : Park Minri a.k.a charismagirl

Rating : PG-13, T

Genre : Romance, Friendship, Life

Length : Chapter, sequel

Cast (pairing) : Choi Minho – Park Minri,

Kim Jonghyun – Jung Yoonsa,

Kim Kibum – Lee Yeonhae,

Lee Jinki – Kim Soona,

Lee Taemin – Cho Jinra.

And the other cast find by your self.

Summary : Shining Stars Art School, adalah sebuah sekolah seni yang terkenal di Seoul, Korea Selatan. Disinilah tempat siswa bersekolah untuk menjadi seorang entertainer. Sekolah ini menerima siswa yang mempunyai bakat dan potensi. Selama tekad yang kuat dan rasa sungguh-sungguh tertanam dalam hati. Yakinlah, Dreams Come True.

“Kami menginginkan sebuah keajaiban, berikan kami keajaiban ya Tuhan”

Shine [eps 7]

 

Minho pov

Aku terbangun dari tidurku, entah tadi aku tertidur atau apa. Seingatku terakhir aku mendengar suara panjang dan monotone yang menakutkan itu.

“Dimana Minri?” tanyaku pada Jinki hyung yang hanya sendiri di ruangan ini.

“Dia diruangannya” ucapnya santai, seperti tidak ada masalah apapun.

“Bagaimana keadaannya?”

“Dia baik-baik saja” Aku berdiri, bersiap untuk ke ruangannya. Ku rasa aku harus mengecek keadaannya sendiri.

Aku berlari menuju ruangannya, dari luar ku dengar suara tawa Kibum, apa Minri sudah sadar. Apakah tadi aku hanya bermimpi?. Entahlah, yang pasti sekarang aku bersyukur dia bisa tersenyum lagi.

***

Minri pov

Setelah aku berada diruangan yang terang itu, ku rasakan tubuhku seperti di tarik-tarik. Aku tak tahu apa yang terjadi denganku, namun sungguh ini rasanya sakit. Tubuhku seakan di lempar-lempar.

Samar-samar aku mendengar keributan, namun aku tak dapat melihat apa yang terjadi. Aku merasa jiwaku baru kembali ke tubuhnya. Setelah beberapa saat, barulah aku bisa membuka mata, dan rasa sakit itu kian menghilang. Aku bisa mendengar suara mesin pendeteksi detak jantung itu, bahkan merasa lebih baik dari sebelumnya. Thanks God.

“Terimakasih Tuhan, ini keajaiban” aku mendengar suara teman-temanku yang tidak hentinya bersyukur. Aku tersenyum kearah mereka.

“Minri-ya! kau tahu, Kau itu menakuti kami” ucap Kibum yang terdengar seperti mengomel.

“Mianhae…” ucapku seraya tersenyum.

“Tak perlu, yang penting sekarang kau harus sembuh” Soona merapikan posisi berbaringku. Sepertinya aku tidak melihat dua orang temanku.

“Dimana Minho?” tanyaku pada siapapun yang mau menjawabnya.

“Tadi dia pingsan. Aneh sekali anak itu. Kau yang kritis kok dia yang pingsan” celetuk Jonghyun asal. Lalu Yoonsa menyenggol lengannya.

“Minri-ya, kau terlihat kurusan. Mau makan sesuatu?” Tanya Kibum yang dari tadi dia yang angkat bicara.

“Aku mau Milk Shake” suaraku terdengar parau.

“Paboya! Kau mau kami menangis lagi huh?”

“Nanti kami belikan kalau kau sudah sembuh” ucap Taemin. Ah, Taemin kau baik sekali.

“Hahaha~ Aisshh dasar Milk Shake saja yang ada di otakmu” Kibum mentertawai ku, awas kau Kibum kalau aku sembuh aku beri kau sedikit pelajaran.

Kreekk~ aku mendengar pintu dibuka pelan. Minho? Iya benar Minho.

“Minri-ya, syukurlah kau tidak apa-apa” ucapnya seraya memeluk tubuhku yang masih lemah. Aku meringis kecil.

“Mianhae, aku terlalu bahagia” dia tersenyum, senyum itu lagi? Bisa gila aku.

***

1 month later…

Selama sebulan penuh aku bolak balik ke rumah sakit, teman-temanku mengantar dengan senang hati. Maafkan aku teman, merepotkan kalian.

Rasa sakit di kepalaku memang sudah tidak sakit, tapi kaki? Apa yang terjadi dengan kakiku?

Aku baru selesai check up, sekarang Soona sedang di ruangan Dokter, karena bosan menunggu aku pun berjalan ke ruang itu meski sedikit sulit karena aku memakai tongkat.

“Dia tidak bisa menari atau bermain basket karena itu bisa menyakiti dirinya” mwo? Aku tidak salah dengarkan? Aku tidak bisa dance atau main basket lagi. Seketika tubuhku lemas di depan pintu dan menimbulkan sedikit keributan. Soona yang mendengar langsung keluar dan memapahku.

“Gwaenchana Minri-ya?” aku menggeleng, air mataku hampir tumpah. Impianku harus berhenti, aku ingin menjadi seorang penyanyi yang tidak hanya menyanyi Tapi juga penari, serakah memang tapi apa salah kalau seseorang punya keinginan.

Author pov

Sejak check up terakhir kali, Minri sangat jarang tersenyum apalagi tertawa. Dia lebih memilih diam.

“Minri-ya, sesuai janjiku. Aku belikan kau Milk Shake” Taemin menyodorkan Milk Shake yang baru dia beli.

“Gomawo Taemin-ah” Aku menyambut dan meminumnya.

“Ya! kau terlihat tidak senang. Apa minuman favoritmu berubah menjadi jus wortel huh?” celetuk Taemin asal.

“Uhhuk, uhhuk” Minri tersedak, membayangkannya saja membuat Minri bergidik apalagi meminumnya. Jinra menepuk punggung Minri pelan.

“Taemin-ah…” Jinra melayangkan tatapan mautnya pada Taemin, yang membuat Taemin langsung diam.

***

Minri sedang berjalan menuju lapangan basket indoor yang ada di sekolahnya, sekedar mengenang saat dia masih bisa memainkan bola basket di sana. Lalu terdengar sebuah keributan di dalam.

BUG

“Karena kau Minri tidak bisa dance lagi”

BUG

“Karena kau debut kami tertunda”

BUG

“Karena kau … impian Minri… hhh …hhh”

Minri masih berdiri mematung di posisinya, air mata jatuh seketika melihat Kibum yang terus melayangkan tinjunya pada Minho.

“Childish” Minri langsung menjauh, hanya itu yang keluar dari mulutnya. Kibum yang melihatnya mencoba mengejar Minri.

Flashback

“Minho-ya, kau kan ada di tempat kejadian, jadi tolong katakan pada kami. Apa yang sebenarnya terjadi?” Minho diam, dia bingung bagaimana cara menceritakannya. Dia bagai diinterogasi oleh sekelompok polisi yang sedang mencari bukti. Minho menghela nafas.

“Saat itu, aku sedang menyeberang jalan, namun di tengah jalan buku-buku yang ku bawa terjatuh. Aku memungutnya satu per satu, aku tidak melihat ada truk besar yang melaju dengan kecepatan tinggi. Lalu ku rasakan tubuhku di dorong seseorang, iya Minri. Dia menolongku, dia malaikatku … ini semua … ini semua salahku” Saat itu juga Kibum membanting pintu dan keluar dari kamar.

“Tidak ada yang bisa menghindari takdir Tuhan Minho-ya” Jinki menenangkan Minho.

“Hyung, aku yakin Tuhan punya jalan untuknya” Taemin ikut bicara.

Flashback end

“Minri-ya, chamkamman!” Minri terus melangkah dengan tongkatnya, dengan mudah Kibum dapat menyeimbangkan langkahnya. Lalu Minri berhenti dan menatap Kibum dengan matanya yang terus mengalir air mata.

“Sampai kau membuatnya matipun kau tidak bisa mengembalikan semuanya” ucap Minri yang membuat Kibum diam seketika, Kibum menunduk.

“Mianhae, hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku ingin melihat kau mewujudkan impianmu. Mianhae, karena aku hanya bisa menyalahkan Minho atas kejadian ini” Kibum langsung memeluk Minri, sedang Minri hanya terisak.

“Aku ingin kita bisa mewujudkan mimpi kita” sela Kibum.

***

“Minri-ya, kau boleh menghukumku atas kejadian ini” Minho dan Minri sedang berada di taman belakang sekolah.

“Aku tidak menyalahkan siapapun. Aku menyelamatkanmu atas kemauanku sendiri”  Minri tersenyum pada Minho. Lalu Minho berdiri dan menulurkan kedua tangannya.

“Aku akan membantumu kembali bisa dance dan main basket lagi. Ayo berdiri” Minri berdiri tanpa tongkat dan memegang kedua tangan Minho.

“Kalau kau membiasakan diri terus berjalan tanpa tongkat. Kau bisa kembali seperti dulu Minri-ya” Minho terus melangkah mundur, Minri tidak berkata apapun dia sungguh-sungguh ingin bisa kembali seperti semula.

Ketika Minho terus melangkah mundur, dia tidak melihat ada sesuatu dibelakangnya yang membuat tubuhnya jatuh dan Minri tentu jatuh di atas tubuh Minho.

“Ya! dasar pervert” Masih dalam posisi sama Minri mengomel.

“Ah, sepertinya aku bisa meminta hadiahku sekarang” Minho menyeringai, tidak peduli wajah Minri sudah merona.

“Aiissh, awas kalau berani. Akan ku buat rambutmu botak” sekarang Minri sudah dapat duduk.

“Kyaaa! Eoma aku tidak ingin botak” teriak Minho, dia langsung berdiri dan menjauh beberapa meter dari Minri.

“Besok kita lanjutkan lagi chagi…” Minho langsung mengambil langkah seribu.

“Ya!”

***

“Kibum-ah, aku ada sesuatu untukmu” Yeonhae menyodorkan rantang makanan yang berwarna pink pada Kibum.

“Gomawo~” Kibum menyambut dan membuka nya.

“Boleh aku coba sekarang?” Yeonhae mengangguk malu, dan sedikit tegang dengan makanan yang di buatnya.

Flashback

“Soona-ya, ajari aku memasak. Jebal…” Yeonhae menampakkan puppy eyes miliknya.

“Mwo? Kau serius?” Yeonhae mengangguk mantap.

In the kitchen…

“Kyaaa, gosong lagi. Telur gulungnya sungguh mengerikan”

“Yeonhae-ya, jangan terlalu lama menggorengnya”

“Ne~ Chef”

“Omo~ kau masukan banyak garam? Ini sangat asin”

“Mianhae^^”

“ini akan menjadi trend topic, seorang Yeonhae belajar memasak. Haha~”

End Flashback

Potongan telur gulung itu masuk ke dalam mulut Kibum, dan dia mengunyahnya. Yeonhae menunggu sebuah kata keluar dari mulut Kibum, dan itu membuatnya cukup gugup.

“Enak, tidak ku sangka kau bisa memasak” Yeonhae tertunduk malu.

“Aku baru belajar” ucap Yeonhae dan Kibum tersenyum padanya.

***

Jinra dan Taemin sedang bernyanyi bersama diiringi oleh music yang berasal dari gitar Jinra.

Jreeeng~

“Jinra-ya, sepertinya kita bisa debut secepatnya” Taemin melihat dua orang yang sedang berdiri, seorang yeoja berlatih berjalan dibantu oleh namja. Jinra mengikuti arah pandangan Taemin. Lalu dia tersenyum.

“Sepertinya akan ada couple baru” Jinra terkekeh pelan.

“Jinra-ya, apa kau melihat Minri?” Tanya Soona yang terdengar panik. Jinra menunjuk dengan mukanya.

“Gomawo~” lalu Soona berlari ke arah Minri.

“Minri-ya, hhh…hhh…itu…” nafas Soona menderu, karena tadi dia berlari.

“Ada apa Soona-ya?” Minri mengambil tongkatnya di bantu oleh Minho.

“Eoma…Eoma-mu datang”

“Mwo?” Minri langsung pergi ke kantor kepala sekolah. Dia sedikit terkejut dengan kehadiran Eoma-nya yang sangat mendadak. Karena setahunya Eoma-nya sekarang ada di Amerika.

***

Minri pov

Kreek~ aku membuka pintu pelan

“Permisi Songsaenim”

“Oh, Minri. Surat izinmu sudah di urus, kau bisa pergi besok”

“Eoma” ucapku saat melihat Eoma duduk di kantor kepala sekolah. Eoma berdiri dan memelukku.

“Bogoshippeo” Aku membalas pelukannya.

“Eoma akan membawaku kemana? Bukankah Eoma ingin melihat anak Eoma menjadi seorang bintang” ucapku masih dalam pelukannya.

“Eoma akan membawa-mu ke Jerman untuk pengobatan kaki-mu” Kini dia melepas pelukanku dan menatap mataku dalam.

“Tapi Eoma…”

“Jangan membantah, ini yang terbaik untukmu”

“Geurae” ucapku pasrah.

***

“Minri-ya, kau kan bisa berobat di Seoul. Disini tidak kalah hebatnya, kau tidak perlu ke Jerman” ucap Soona saat aku membereskan pakaianku.

“Mianhae, aku tidak bisa membantah Eoma, kau tahu kan?” Soona mengerucutkan bibir.

“Kalau kalian debut duluan, tidak apa. Aku senang” aku menampilkan senyum terbaikku.

“Tidak akan, aku tidak akan debut tanpamu” sahut Yeonhae yang baru keluar dari dapur, wajahnya sedikit kotor karena tepung. Mataku melotot.

“Sedang apa kau?” tanyaku. Bukannya menjawab, dia malah menyengir.

Drtt.. Drtt..

Ku rasakan ponselku bergetar, ada sebuah pesan masuk.

From : Minho^^

Bisakah kau keluar sebentar, aku ingin bicara denganmu.

Kebetulan, aku sudah selesai membereskan pakaianku dan segera mengambil cardiganku yang berwarna putih. Lalu aku keluar, pergi menemui Minho.

“Ada apa Minho-ya?” tanyaku setelah aku sampai di café, tempat biasa kami berkumpul. Dia menyuruhku duduk dan memesankan Milk Shake untukku. Hey! Dia bahkan sudah hafal minuman favoritku.

“Kau benar mau pergi?”

“Ne, waeyo?”

“Berapa lama?”

“Entahlah…” aku meminum Milk Shake milikku yang baru datang.

“Aku…Aku…” dia menggantungkan kalimatnya lalu… “Saranghaeyo”

“Uhhuk uhhuk” ucapannya sukses membuatku tersedak.

“Aku akan menunggumu Minri-ya” ucapannya terdengar serius. Aku tersenyum dan mengangguk.

***

Saat aku pergi, ku harap semuanya berjalan lancar. Aku berjanji akan kembali meskipun kaki-ku belum dapat di pastikan bisa sembuh total. Aku menyayangi kalian sahabatku. Kalian begitu berharga dalam hidupku. semoga saat aku kembali nanti kita bisa debut bersama. Dan, sebenarnya aku malu harus mengatakan ini. Ehm…Saranghae Choi Minho.

***

3 month later…

Author pov

Seorang gadis berambut panjang dan seikit ikal baru menapakkan kakinya di Seoul setelah tiga bulan dia tinggalkan. Dia membawa koper besar. Gayanya bak artis papan atas dengan sebuah kacamata besar yang hampir menutupi sebagian wajahnya. Dia memakai celana panjang ketat dan blazer berwarna biru serta high heel setinggi limabelas senti membalut indah di kakinya.

Kini dia tiba di Shining Stars Art School, dia turun perlahan dari mobil berwarna silver dan memandangi sekolah yang cukup lama dia tinggalkan. Tidak begitu banyak perubahan dengan sekolahnya, hanya saja terlihat lebih bersih dan indah. Dia berjalan menyusuri koridor sekolah yang masih ramai murid, semua mata tertuju padanya.

“Minri-ya, itu benar kau?” ucap Soona antusias. Minri membuka kacamatanya dan berkata.

“Excuse me?” Soona mengerutkan kening.

“Baru tiga bulan kok, sudah gagu pakai bahasa Korea” celetuk Soona.

“Who are you?” masih pura-pura tidak mengenali Soona.

“Aishh, menyebalkan” kali ini Soona benar-benar kesal. Minri diam sebentar beberapa saat kemudian dia tertawa.

“Hahaha~ kau lucu sekali Soona-ya” Minri mencubit pelan pipi Soona. Sedang Soona masih menampakkan wajah kesalnya.

“Dimana yang lain?” Tanya Minri.

“Mereka ada di kelas, kajja ganti seragam-mu”

“Aaahh” Minri meringis.

“Gwaenchana Minri-ya?” Soona terlihat cemas. Minri membungkuk badan dan memegangi kakinya. Lalu melepaskan sepatunya.

“Ah, susah sekali pakai high heels. Kalau tahu begini lebih baik aku pakai sneakers” Sontak Soona tertawa sampai memegangi perutnya.

“Kau ini. Ku kira kenapa lagi” masih tertawa.

Seseorang dari jauh tengah memperhatikan mereka berdua. Dan dia berlari ke arah Minri.

“Chagiii…Bogishippeoso” Minho langsung memeluk Minri, tapi Minri segera di lepaskannya.

“Chagi katamu? Kita belum resmi tahu” ucap Minri sambil membetulkan blazernya.

“Tapi waktu itu, kau menerima pernyataan cintaku?” protes Minho.

“Aissh, dasar pikun. Aku tidak bicara apapun saat itu. Bukan berarti aku menerimamu” Minho menggembungkan pipinya, lalu Minri tersenyum jahil.

CUP

Sebuah fly kiss mendarat di pipi Minho, yang membuat Minho mengerutkan kening.

“Itu hadiahmu” Minri tersenyum.

“Shireo! Aku mau disini” Minho menunjuk bibirnya dengan telunjuk.

“Aishh, kenapa sifat pervert-mu tidak hilang-hilang huh?” omel Minri lalu meninggalkan Minho.

***

“Yeonhae-ya, ayo latihan, seminggu lagi kita debut. Aku benar-benar gugup” Jinra memasang sepatu sport warna merah muda miliknya. Sedang yang di ajak bicara hanya senyum-senyum sendiri sambil melihat layar ponselnya. Jinra agak kesal dan langsung mengambil ponsel yang di pegang Yeonhae.

“Ya! kembalikan” Jinra menyembunyikan di belakangnya, lalu diam-diam dia melihat layar ponsel Yeonhae. Seketika dia tersenyum jahil.

“Ya…kau merahasiakan sesuatu dari kami huh?”

“iya chagi, sebentar lagi aku ke sana” ucap Jinra yang sengaja nyaring, dia membaca pesan di ponsel Yeonhae yang ternyata dari Kibum.

“Kyaaa!” Yeonhae menutup telinganya dan segera mengambil ponselnya di tangan Jinra.

Flashback

Sepasang namja dan yeoja tengah duduk berdua di dalam café. Mereka berdua terlihat kikuk, namja berdeham untuk menghilangkan kecanggungan yang ada.

“Yeonhae-ya, sepertinya aku mulai menyukaimu” Kibum memegang tangan Yeonhae yang sudah terasa dingin dan sedikit berkeringat karena gugup.

“Kibum-ah, kau sudah tahu kan kalau aku sudah lama menyukaimu” Kibum mengangguk dan tersenyum. Lalu ia mengecup lembut tangan Yeonhae.

“Maukah kau jadi yeojachingu-ku?” Tanya Kibum, yang membuat jantung Yeonhae berdetak tidak karuan.

“Ne, aku mau… Kibum oppa”

End Flashback

“Kajja kita latihan” Minri menarik tangan Jinra dan Yeonhae yang baru datang.

“Mana para namja?” Tanya Yeonhae, entah ditujukan pada siapa. Lalu Jinra membisikan sesuatu pada Minri.

“Ya… kau tidak bilang-bilang huh?” Minri menyipitkan matanya menyelidik Yeonhae.

“Apa?”

“YeonBum couple~” kini semua teman-teman menggoda Yeonhae, dia mencari seseorang yang sukses membuatnya di goda teman-teman yang lain.

“Ya!” Dia memberikan tatapan tajam pada Jinra. Saat itu juga para namja datang, bermaksud latihan untuk penampilan debut mereka.

Semua namja berdiri di samping couple-nya, karena dance mereka berpasangan.

“Kenapa kau di sampingku huh?” Tanya Minri pada Minho.

“Lalu kau dengan siapa?” Minho mengikat tali sepatunya.

“Ya! kalian jangan bertengkar terus. Serius latihannya” Yoonsa yang dari tadi sudah siap sedikit mengomel pada mincouple itu.

“Ne…” Minri menatap tajam pada Minho.

“Awas kalau kau macam-macam”

Sreett

Minho langsung memeluk Minri erat, seolah tidak ingin melepaskannya.

“Park Minri Saranghaeyo” bisiknya tepat di telinga Minri hingga membuat Minri sedkit bergidik. Minri masih diam di posisi seperti itu. Teman-teman yang lain terkikik pelan.

“Saranghaeyo… Choi Minho”

***

Disini, di panggung ini mereka berdiri bersama, mewujudkan impian bersama. Ini bukan akhir dari kisah mereka, tapi ini hanya awal. Begitu banyak rintangan yang mereka hadapi, susah, senang, sedih sampai cinta segitiga pun ikut mewarnai hidup mereka. Dengan cinta dan kesungguhan, mereka akan menjalani hidup. Semoga akhir bahagia selalu menyertai mereka.

-Park Minri-

Aku bersama teman ah, sahabat maksudku dapat berdiri di panggung ini bersama. Dengan cinta dan persahabatan hidupku pasti indah. Kibum-ah, lihat kita bisa mewujudkan mimpi kita, terimakasih atas kasih sayang yang kau berikan. Juga sahabat sekamarku Yeonhae, aku harap kau bahagia bersama Kibum. Yoonsa dan Jonghyun, Jinra dan Taemin, Soona dan Jinki, semoga kalian, ah kita maksudku, semoga kita selalu bersama.

Ya! Choi Minho dengar AKU MENCINTAIMU, kau dengar itu. Lihat sekarang kau begitu banyak memiliki fans, aku cemburu Minho-ya… Tapi, kita berjanji, berusaha tidak mencampurkan masalah pribadi dengan pekerjaan.

-Choi Minho-

Park Minri, orang yang selalu membuatku memikirkannya. Maafkan aku sempat membuatmu terluka, aku mencintaimu ingat itu kalau perlu catat dalam hatimu. Sekarang kita berdiri bersama, bernyanyi dan menari bersama. Kau lihat, namjachingumu sekarang menjadi rapper, dan punya banyak fans. Aku yakin kau cemburu^^.

Chingudeul, aku sayang kalian.

-Kim Kibum-

Aku dan sahabatku, kita mengawali semua dari awal. Perjuangan kita masih panjang. Aku harap kita selalu bersama. Ah, tapi itu tidak mungkin. Kau pasti menikah dengan Choi Minho kan? Kalau begitu ingatlah aku yang menyayangimu sebagai adikku. Yeonhae, aku akan berusaha mencintaimu. Kita akan selalu bersama bukan? Saranghae chingudeul.

-Lee Yeonhae-

Aku mencintai Kibum sejak pertama melihatnya, aku menyayangi Minri sejak pertama mengenalnya. Aku sungguh bahagia kami bisa debut bersama, mengawali sebuah kesuksesan dengan cinta.

-Kim Soona-

Rasa bahagia kini ku rasakan, semua sahabatku, kami berdiri bersama di panggung besar ini. Aku mencintai Jinki oppa, aku senang memasakan ayam goreng untuknya. Minri, perjuanganmu bergitu berat, bahkan kau sempat mengalami koma. Kau tahu saat itu aku benar-benar takut kehilanganmu. Tapi sekarang kita bisa bernyanyi bersama. Aku tahu kau mencintai Choi Minho, kalau begitu bahagialah, selamanya.

-Lee Jinki-

Aku seorang subvocal di group ini. Aku bersama yeojachingu-ku dan sahabat-sahabatku, kami debut bersama, kalian lihat, kami benar-benar bahagia.

-Lee Taemin-

Aku benar-benar tidak menyangka mimpiku akan terwujud. Terimakasih pada Appa yang sudah memberiku kesempatan menunjukan padamu kalau aku bisa.

-Cho Jinra-

Aku bersekolah disini, berjuang melawan rasa takut dan kurang percaya diri. Untunglah aku mempunyai banyak sahabat yang selalu memberiku semangat, terlebih aku beruntung mempunyai namjachingu seperti Taemin, saranghaeyo. Eoma, kau lihat anakmu berdiri di panggung nan besar ini, sebagai penyanyi.

-Jung Yoonsa-

Aku, yeoja yang lemah aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti Minri, dia begitu perhatian. Appa, aku akan bernyanyi di café Appa sebagi penyanyi, Appa banggakan punya anak sepertiku? Sahabatku, aku menyayangi kalian, sungguh.

-Kim Jonghyun-

Hidupku berubah, aku mendapatkan yeojachingu yang manis seperti Yoonsa dan memiliki sahabat-sahabat yang baik, sekarang kami berdiri bersama mewujudkan mimpi bersama. Jadikan persahabatan kami abadi ya Tuhan.

“Anyeonghaseo urineun Dream Stars imnida”

FIN

Huaah akhirnya selesai juga, kalian tahu bikin end itu susah. Yaampun untunglah selesai, mari kita selametan #plakk. Gimana reader? Maaf endingnya jelek ^^ author gak bisa bikin kata-kata yang keren, jadi bolak balik gitu deh kata-katanya. Gomawo udah ngikutin atau comment dari awal ataupun baru aja, that’s fine. Gomawo pastinya yang udah baca ff saya, terus kunjungi blog saya ya chingu~ don’t 4get to RCL ^^ reader saranghaeyo~

http://www.flamestory.wordpress.com

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “Hope Dreams Come True – Part 7 [END]”

  1. Ah,, ah,, ah,,,, Happy Ending eh,,, kkkk

    Mincouple lucu dehh,,, akhirnya semua berebut menemukan kebahagiaannya,,,, Nice story,,

    di tunggu karya lainnya,,, 😛

  2. happy ending !!! huwaaa untung si minri ngak jadi mati ya .. ahah si minho pingsan, kaget aku pas part sebelumnya ….

    ayo buat sequel masing2 couple dong !!!
    suka deh .. ^^ aku suka mincouple !!!

    ayoo thorr ff ini bagus .. aku tunggu ff yang lainnya … ^^

  3. hwaah. .happy ending. .!!! Like it. .
    Mian author,bru k0men d.endingnya,abiz bru bc dr part awal.nya. .hehe*curcol*author:cp lo?
    ..pkok.a kren dh,keep writing ! ^^

  4. ternyataa aku telat bacanyaa..
    hiks..hiksss…hikss..

    aku sukaaa yg namanyaa Happy ending..
    nice ff..
    hwaiting!!!

  5. bagus banget, paling suka sama min couple sumpah mereka lucu banget, pengen deh punya pasangan kaya min couple. rasanya hidup bakaan terus berwarna…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s