Everything – Part 7

Title : Everything [Part 7]

Author : Shineelover14

Main Cast : Member SHINee, Im Yoona SNSD

Support Cast : Han Seung Yeon KARA, Kim Hyera (as Reader’s)

Rating : PG-15

Genre : Romance, Friendship

Lenght : Chapter

Disclaimer : FF ini terinspirasi waktu aku liat MV-SHINee yang Replay Jap. Versi. Cuma aku buat dalam bentuk imagenasiku loh. FF ini juga pernah aku publis di beberapa blog. Buat yang udah pernah baca, mohon comment lagi. J

A/N: Pertama-tama aku mau ngucapin banyak terima kasih buat admin yang dengan baik hati mau ng-postin FF aku. Ke dua, buat readers yang udah nunggu-nunggu FF ini makasi banget. Jangan lupa commentnya yagh.

<><><><><>

Onew P.O.V

Hari ini eomma meminta ku untuk menemaninya ke rumah sakit. Eomma bilang ia ingin menjenguk teman-nya. Mau tidak mau aku harus mengantarnya, karena appa masih di luar kota untuk urusan bisnis.

Selama 30 menit aku menemani eomma di sana dan kemudian eomma mengajak ku pulang. Sungguh memprihatinkan kondisi teman eomma yang bernama Ny. Kim itu. Ia menderita tumor otak, tak ada lagi yang ia harapkan kecuali anak perempuan satu-satunya.

Baru saja aku ingin menyalakan mesin mobil, tiba-tiba eomma berkata sesuatu.

“Jinki~a, tas eomma ketinggalan di kamar inap teman eomma tadi.”

“Biar ku ambilkan. Eomma tunggu disini saja.”

“Ne. Jangan lama ya.”

Aku kembali ke kamar Ny. Kim lalu mengambil tas eomma yang tertinggal. Kemudian aku bergegas kembali ke mobil. Namun tiba-tiba aku teringat sesuatu. Aku teringat pada Minho, sudah seminggu ia tidak pulang ke aparteman. Aku benar-benar khawatir padanya. Ku raih ponsel ku yang ada di saku celana, lalu ku hubungi kontaknya.

“Yoboseo hyung. Ada apa?” tanyanya di seberang sana.

“Kau ada di mana Choi Minho? Sudah 1 minggu kau tidak pulang ke apartemen. Kau bahkan tidak memberi kabar sama sekali. Kau membuat kami khawatir.”

“Aniy hyung. Aku ada sedikit urusan yang sangat penting yang tak bisa ku tinggalkan. Tenang saja, jika semuanya sudah selesai aku akan segera pulang.” Syukurlah tidak terjadi apa-apa dengannya. Aku merasa lega.

“Baiklah. Jika terjadi sesuatu cepat beritahu aku. Arraseo?”

“Ne. Hyung.”

Setelah menelponnya ku percepat langkah ku keluar dari bangsal penyakit dalam dan tiba-tiba mata ku terarah pada sosok yang baru saja ku telpon tadi.

“Minho!” panggil ku. Aku berlari menuju ke arahnya.

“Onew hyung.” Ia terkejut melihat ku berada di hadapannya sekarang. Ada apa denganya? Apa yang sedang ia lakukan disini?

“Minho~a, apa yang kau lakukan disini? Siapa yang sakit?”

“…..” ia terdiam. Sepertinya ia kebingungan mau menjawab pertanyaan ku barusan.

“Ada apa Minho~a. Mengapa kau tidak menjawab?”

“Aa … Aniy hyung. Aku sedang menjaga teman ku. Ia sedang sakit dan keluarganya tidak di sini.”

“Jinjayeo?”

“Ne hyung. Lalu apa yang sedang hyung lakukan disini?”

“Oh. Aku menemani eomma ku menjenguk temanya. Dan tadi tas eomma tertinggal, jadi aku kembali lagi ke sini. Baiklah, aku duluan. Semoga teman mu cepat sembuh.”

“Ne hyung, hati-hati.”

Onew P.O.V end

<><><><><>

Taemin P.O.V

Aku membawakan sebuket bunga mawar merah untuk Ny. Kim. Ku harap ia menyukai bunga ini. Ku ketuk pintu kamarnya perlahan dan terdengar sayup-sayup suara dari dalam yang mengizinkan aku untuk masuk. Ku buka pintu itu perlahan dan ku lihat Hyera menatap ku terkejut.

“Taemin~a .. Mengapa tidak memberi tahu ku kalau kau akan kemari?”

“Sengaja untuk memberi mu kejutan.” Aku tersenyum tulus padanya. Dan tiba-tiba pandangan ku beralih ke pada Ny. Kim yang sedari tadi memperhatikan ku. Kondisinya masih sama seperti saat pertama kali aku datang menjenguknya beberapa hari yang lalu.

“Annyeonghaseo Ny. Kim. Bagaimana perasaan mu hari ini? Aku membawakan sebuket mawar merah untuk anda. Terimalah,” ucap ku seraya berjalan mendekat ke tempat tidur Ny. Kim.

“Perasaan ku lebih baik sekarang. Terima kasih, mawarnya sangat indah.” Ny. Kim menyambut sebuket bunga dari tangan ku, kemudian ia meminta Hyera untuk menata bunga itu ke dalam fas.

“Semoga anda cepat sembuh Ny. Kim.” Ny. Kim hanya membalas dengan anggukan, ku rasa ia mulai kelelahan. Perlahan matanya mulai menutup. Suasana hening, yang terdengar hanyalah deru nafas berat yang di hembuskan oleh Ny. Kim. Hyera mengajak ku keluar dari kamar inap eommanya. Ia mengajak ku pergi ke cafetaria yang ada di rumah sakit ini.

“Mau minum apa? Biar ku pesankan,”tawar ku.

“Hot cappucino saja.”

“Baiklah, tunggu sebentar.”

Aku berjalan menuju kasir lalu memesan 2 cangkir hot cappucino. Tak butuh waktu lama, akhirnya pesanan ku sudah siap. Ku bawa nampan yang berisi 2 cangkir hot cappucino tadi menuju meja pojok yang di pilih Hyera.

“Ini,” ucap ku seraya menyodorkan secangkir cappucino pada Hyera. Ia meraihnya lalu menyeruput hot cappucino itu perlahan.

“Gomawo Taemin~a.”

“Gomawo? Untuk apa?” tanya ku heran.

“Gomawo karena kau banyak memberiku dukungan. Aku tidak tau harus bagaimana jika kau tidak datang dan menyemangati ku saat ini.” Hyera tertunduk setelah menyelesaikan kalimatnya tadi.

“Gwenchanayeo Hyera~a?”

“…..” Ia masih terdiam. Apa ia sedang menangis? Aku bangkit dari kursiku dan berjalan menghampirinya. Aku berlutut di sampingnya. Ku sibakkan rambut ikat yang menutupi wajahnya. Pipinya basah oleh air mata. Hati ku miris melihatnya menangis. Ku seka air matanya dengan kedua tangan ku. Ke sentuh ke dua pipinya dan ia menatap ku nanar.

“Jangan sedih Hyera~a, ada aku di sini menemani mu kapan pun. Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Kau harus yakin itu,” ucap ku seraya tersenyum padanya. Lalu ku dekap ia erat dalam pelukan ku.

Taemin P.O.V end

<><><><><>

Seung Yeon P.O.V

“Oppa, kau lama sekali?” rengek ku ketika Onew oppa keluar dari mobilnya. Sudah 1 jam lebih aku menunggunya sendirian di taman kampus.

“Mianhae Seung Yeonnie, tadi oppa mengantar eomma pulang ke rumah dulu baru menjemput mu.”

“Mengantar eomeoni kemana?” tanya ku penasaran.

“Ke rumah sakit untuk menjenguk teman eomma.”

Aku ber-ooh cukup panjang, kemudian Onew oppa membukakan pintu untuk ku.

<><><><><>

Selama di dalam perjalanan, tak ada yang kami bicarakan. Aku sibuk dengan me2 day ku, sedangkan Onew oppa berkonsentrasi dengan kemudinya. Tiba-tiba pandangan ku mengarah pada kotak pertemanan. Di sana terpampang foto Yoona eonni. Aku jadi teringat padanya. Ku klik fotonya dan tak lama munculah profilnya di layar ponsel ku. Aku memeriksa beberapa kegiatannya, namun sudah sebulan lebih ia tidak meng-up date me2 nya. Dan rasanya sudah lama juga aku tidak melihat sosok Yoona eonni di kampus.

“Oppa, apa kau pernah bertemu Yoona eonni?” tanya ku tiba-tiba.

Onew oppa menatap ku, dan tatapanya sangat aneh. Entahlah, aku tak mengerti dengan maksud tatapannya itu.

“Aniy. Wae?” ia balik bertanya.

“Rasanya sudah lama aku tidak bertemu dengannya. Terakhir kali waktu aku memberikan undangan pertunangan kita.”

“Apa ia sudah pindah oppa?” tanya ku lagi.

“Entahlah.” Onew oppa aneh sekali. Tak biasanya ia berubah menjadi secuek itu.

“Mengapa oppa terlihat cuek sekali pada Yoona eonni, bukankah kalian sekelas?”

“Lalu aku harus bagaimana?! Apa aku harus perduli padanya?!” ucap Onew oppa setengah berteriak pada ku. Aku hanya terperangah mendengar ucapanya barusan. Baru kali ini ia berbicara dengan nada yang tinggi pada ku. Rasanya sesuatu yang basah jatuh di pipi ku seketika. Lama kelamaan pandangan ku memudar karena buliran bening menutupi mata ku. Aku terisak.

“Mianhae oppa,” ucap ku dengan nada bergetar.

“Aku tidak bermaksud untuk membuat oppa marah. Maaf karena aku terlalu banyak bertanya.”

Tiba-tiba Onew oppa menghentikan mobilnya. Ia menyentuh pundak ku lembut lalu menghapus buliran bening yang sedari tadi keluar tanpa henti.

“Aku yang harusnya minta maaf Seung Yeonnie. Maafkan aku karena telah membentah mu.” Kali ini Onew oppa berkata dengan nada yang sangat lembut. Berbeda dengan yang tadi.

“Gwenchanayeo oppa.”

“Aku yang …” ucapku tertahan, karena sekarang ia telah mengunci bibir ku rapat dengan bibirnya. Aku tak mampu berkata-kata. Selama beberapa menit kami dalam posisi seperti itu hingga akhirnya oppa menjauhkan wajahnya dari wajah ku. Aku sangat yakin, pasti saat ini wajah ku sudah seperti kepiting rebus. Aku malu sekali.

Seung Yeon P.O.V end

<><><><><>

Author P.O.V

Taemin baru saja keluar dari kamar inap Ny. Kim. Sudah seharian ia menghabiskan waktunya bersama dengan Hyera. Ia melangkahkan kakinya melewati meja piket para perawat. Samar-samar Taemin mendengar percakapan para perawat tersebut.

“Eh, kau tau tidak pasien yang ada di kamar B-106?” ucap seorang perawat berbadan gemuk.

“Oh, pasien yang bernama Im Yoona itu” tukas perawat yang berparas manis.

“Ne. Aku heran mengapa ia bertindak nekat seperti itu. Padahal wajahnya sangat cantik dan ia juga mempunya namja chingu yang sangat setia menungguinya,” ucap perawat berbadan gemuk.

……

Taemin menghentikan langkahnya setelah ia menangkap nama seseorang yang sangat familiar di telinganya. ‘Im Yoona’. Spontan ia berjalan mendekati ke dua perawat tadi dan menanyakan di kamar mana Im Yoona di rawat.

Setelah mendapat petunjuk, Taemin segera menuju kamar yang dimaksud. Awalnya ia ragu untuk masuk ke dalam kamar tersebut, ia takut salah orang. Dan Taemin benar-benar berharap ia salah orang.

Perlahan ia menggeser pintu kamar B-106. Ia melangkah dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu orang yang sedang beristirahat di dalam sana. Tiba-tiba Taemin mendengar suara berat seorang namja.

“Yoona~a, bangunlah. Ku mohon.” Suara namja itu terdengar parau. Sepertinya ia sedang menangis.

Taemin berjalan semakin mendekat dan seketika matanya membelalak ketika dilihatnya seorang gadis yang sudah lama tak ia temui.

“Yoona noona,” ucap Taemin tak percaya setelah melihat tubuh Yoona yang sangat kurus dan terbaring lemah di atas tempat tidur. Spontan Minho membalikan tubuhnya setelah mendengar suara seseorang dari arah belakang.

“Taemin!”

“Hyung!” Taemin pun terkejut melihat sosok Minho. Akhirnya Taemin tau mengapa beberapa hari yang lalu ia melihat Minho berada di koridor rumah sakit ini.

Minho berjalan mendekati Taemin dan menariknya keluar. Taemin hanya pasrah mengikuti Minho dari belakang.

Kini mereka sedang duduk berdua di kursi taman rumah sakit. Keheningan sejenak. Mereka tenggelam dengan pikiran masing-masing. Dan tiba-tiba Taemin angkat bicara. Ia penarasan betul dengan apa yang menimpa Yoona sekarang.

“Hyung, katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi pada noona?”

“…..” Minho masih diam dan belum menjawab. Ia bingung harus berkata apa dan memang ia tidak tau apa yang menyebabkan Yoona melakukan hal senekat itu.

“Hyung, katakan! Mengapa noona nekat untuk mengakhiri hidupnya sendiri?!” tanya Taemin dengan nada memaksa.

“Aku tidak tau Taemin~a! Aku juga bingung mengapa Yoona sampai melakukan hal senekat itu. Untung saja waktu itu aku belum terlambat membawanya kerumah sakit. Kalau tidak, mungkin nyawanya sudah tidak tertolong lagi.”

Minho meremas rambutnya. Pusing melanda kepalanya. Sudah beberapa hari ini ia tidak dapat tidur dengan tenang karena masih mencemaskan kondisi Yoona yang sangat lemah.

“Ku mohon jangan beri tahu siapa pun tentang masalah ini. Kau mangerti?”

“Ne hyung. Aku akan merahasiakannya.”

Setelah berbicang-bincang cukup lama, akhirnya Minho dan Taemin pun kembali ke kamar inap Yoona. Baru saja Minho menggeser pintu kamar Yoona, terdengar suara isakan tangis dari di dalam sana. Dengan segera Minho dan Taemin menghampiri Yoona.

“Yoona~a, kau sudah sadar?” tanya Minho khawatir seraya menggenggam tangan Yoona.

Yoona hanya menatap Minho nanar. Ia menangis sejadi-jadinya dihadapan kedua namja tersebut. Taemin menatap miris kearah Yoona. Ia tak menyangka, Yoona yang dikenalnya sangat periang kini tengah menangis pilu dihadapannya.

“Noona, ada apa? Kata kan pada ku, mengapa kau nekat mengakhiri hidup mu seperti ini?” Taemin duduk di pinggiran tempat tidur Yoona.

“Minho~a, mengapa kau tidak membiarkan ku mati saja? Aku tidak tahan hidup tersiksa seperti ini.”

“Yoona~a, apa yang kau bicarakan? Aku tidak akan pernah membiarkan mu mati. Tidak akan.”

“Noona, kata kan pada ku, ada apa sebenarnya.”

Kini pandangan Yoona beralih pada Taemin. Tanpa ba bi bu lagi, Taemin segera meraih kepala Yoona dan meletakkan kepala Yoona di dadanya.

“Menangislah noona jika menangis membuat mu lega.”

Untuk beberapa menit Yoona meluapkan semua emosinya di dada Taemin. Ia berharap semua yang dialaminya itu tidak nyata.

<><><><><>

3 orang namja duduk saling berpandang-pandangan satu sama lain. Dari mata mereka menyiratkan sesuatu. Ada sesuatu yang tak biasa dari sebelumnya. Yang membuat tak biasa adalah Taemin belum pulang juga ke apartemen mereka sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 00.00 KST.

Onew mulai gelisah. Ia khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan menimpa Taemin.

“Minho tidak ada kabarnya, sekarang Taemin juga ikut-ikutan membuat kita cemas. Sebenarnya kemana perginya ia?” ucap Jonghyun membuka suara.

“Biasanya ia selalu menelpon ku kalau pulang terlambat. Tapi saat ku telpon tadi, ponselnya tidak aktif. Kemana perginya anak itu. Minho juga tidak ada kabar.”

“Masalah Minho jangan khawatir. Tadi siang aku sempat bertemu dengannya di rumah sakit. Katanya ia menginap di sana karena menunggui temannya yang sakit.”

“Benarkah?” tanya Key tak percaya. Key merasa ada yang aneh pada Minho. Tak pernah ia seperduli itu pada temannya sendiri. Karena Minho tipe orang yang cuek dan pendiam jika ia belum mengenal dekat orang tersebut.

“Mengapa kau berkata seperti itu Key? Apa kau tidak percaya dengan Onew hyung?” tukas Jonghyun.

“Aniy, bukan itu maksud ku. Aku percaya dengan apa yang dikatakan Onew hyung, tapi aneh saja seorang Minho sepeduli itu dengan temannya sendiri.”

“Hyung. Teman Minho, namja atau yeoja?” ucap Key lagi.

“Entahlah, aku tidak sempat melihat temannya karena aku sedang buru-buru mengantar eomma ku pulang ke rumah.”

“Jangan-jangan temannya itu seorang yeoja. Atau mungkin yeojachingunya,” tebak Jonghyun.

“Molla,” ucap Onew seraya mengangkat kedua bahunya.

“Oo ya hyung, apa kau pernah bertemu Yoona akhir-akhir ini. Ia menghilang begitu saja, sudah lama aku tak mendengar kabarnya. Aku khawatir hyung,” ucap Key.

“Mwo?! Jinjayeo?!” pekik Jonghyun tak percaya.

“Aku sudah lama tidak bertemu dengannya,”jawab Onew datar, namun di wajahnya tergambar ke khawatiran pada sosok gadis yang pernah ia cintai. Bahkan mungkin ia masih mencintainya sampai detik ini.

“Dia juga tidak pernah datang ke cafe ku lagi. Ia menghilang bagai ditelan bumi,” sahut Jonghyun.

Suasana menghening …

Ke tiga namja tersebut tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing dan mereka sedang memikirkan gadis yang sama, Im Yoona.

<><><><><>

Suara isak tangis masih terdengar dari kamar inap Yoona. Ia tidak dapat berhenti menangis. Sudah dari tadi sore ia menangis hingga menjelang tengah malam, ia tetap menangis walau air matanya sudah mengering. Mata Yoona sembab, wajahnya merah padam dan kantung matanya membesar.  Taemin dan Minho sudah berusaha menenangkannya, namun tak berhasil.

“Noona, berhentilah menangis. Kau harus makan. Sudah seminggu lebih kau tidak mengisi perut mu noona,” bujuk Taemin.

“Ne. Taemin benar. Ayo makanlah walau sedikit,” timpal Minho.

Yoona hanya menggelengkan kepalanya. Taemin dan Minho mulai putus asa untuk membujuk Yoona. Sudah berkali-kali Minho menyuapkan bubur  ke mulut Yoona, namun berhasil di tepis Yoona dan alhasil buburnya jatuh berserakan di lantai.

“Aku tidak mau makan. Biarkan aku mati. Itu lebih baik untuk ku,” ucap Yoona lirih.

“Andwe. Tidak akan ku biarkan hal itu terjadi,” ucap Minho.

“Untuk apa aku hidup?! Untuk apa?!” nada bicara Yoona meninggi dan ia kembali menangis pilu.

“Kau tidak mengerti Minho— Hati ku benar-benar terluka … Sedikit pun ia tak pernah melihat perasaan ku, ia terus menjauh dari ku dan sekarang ia telah menjadi milik orang lain,” ucap Yoona dengan nada yang sama.

Minho dan Taemin hanya terdiam mendengar pengakuan Yoona barusan. Yoona terisak. Nafasnya berubah tak beraturan, pundaknya bergetar hebat. Lalu ia pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Yoona masih dapat mengingat dengan jelas semua kenangan singkat yang diciptakan Onew padanya.

“Saranghae Lee Jinki … Jeongmal saranghae,” ucap Yoona pelan namun dapat didengar jelas oleh Minho dan Taemin.

Minho dan Taemin saling beradu pandang. Wajah mereka menegang setelah mendengar kalimat Yoona barusan.

‘Apa aku tak salah dengar?’ pertanyaan yang sama dalam hati mereka.

To Be Continue …

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Everything – Part 7”

  1. ahhh yoona … sudahlah kau bersama minho sajaaa… jinki sama seung yeon… taemin sama hyera …
    kasian bgt sih … huwaa gimana kelanjutannya… berarti key tetep milik lee sunhae !! #plak!!!
    *dirajam lockets dah!!*

    ayooo … lanjutannya …
    n aku liat banyak typo ya.. heheheh

  2. aaah, kenapa yoona terlihat menyedihkan kayak gto.
    Lupain onew, yoona.
    Masih banyak yang mau memperhatikanmu.
    Sadar yoona, sadar..

  3. Kalau saja Yoona mengakui perasaannya dari awal, ia tidak akan melukai hatinya sendiri dan hati lebih banyak orang. Bagaimana dengan perasaan Minho dan Seung Yeon nantinya? Onew sepertinya juga masih berada di ambang dilema. Satu sisi, ia sudah terikat dengan Seung Yeon. Sisi lain, masih memikirkan Yoona.
    Nice story. Lanjut!

  4. Ah… Akhirny taemin+minho tau jg klo yg dcintai yoona tuh onew…

    Aduh gmn ni klanjutanny?? Pnasaran2…

    Klanjutanny bnar2 q tnggu lo chingu… 😀

  5. dan mereka pun mengetahuinya.

    gimana reaksinya Onew yah? Seungyeon gimana? apa cuma aku yang ngerasa atau emang Key dan Jjong gabegitu keliatan ya partnya? ehehe

    Yoona jangan mati, tapi jangan sama siapa-siapa juga #plak

  6. Kirain di part ini jinki bakal tau kalo yoona di rwt, trnyta msh belom..
    Jinki dingin bgt kalo di tnya ttg yoona..
    Penasaran next partny

  7. ending part ini bener-bener ngejutin..
    bener-bener bikin penasaran ama lanjutannya…
    yoona noona…
    mengapa qw jadi seperti ini…?
    huwa~~
    jadi ikutan sedih…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s