SHINee’s Romance: Bling Bling Jonghyun [4]

Title: SHINee’s Romance -Bling Bling Jonghyun- (Part 4)
Author: HeartLess
Main Cast:

  •  Kim Jonghyun
  • Choi Sunghwa
  • Choi Yunhwa

Support Cast:

  • SHINee Members
  • Yoon Haera
  • Han Jiyoon
  • Ahjumma (?)

Genre: Romance – Friendship
Rating: General
Author’s Note:
Yeah finally here is part 4. Di part ini baru muncul tanda-tanda akan adanya konflik. Eits, tapi baru
tanda-tandanya loh ya :p
Jeongmal jesonghamnida, part ini masih pendek. Tapi, di part 5 dan seterusnya bakal ga
pendek lagi.
Happy Reading guys ^^
………………………………………

Hari ini hari yang cukup cerah. 5 orang namja tampan sedang berjalan bersama-sama di sebuah bazaar
tradisional Jepang. Keberadaan 5 orang namja itu berhasil mencuri perhatian massa yang juga sedang
meramaikan bazaar musim panas yang diselenggarakan setahun sekali itu.
“Hyung, sudah lama kita tidak bertemu Yoogeun, aku ingin mengunjungi nya saat kita kembali ke korea
nanti. Kalau tidak salah kita di beri break sehari kan? Aku sangat merindukan Yoogeun” kata Minho
kepada Onew yang berjalan di sebelahnya, di depan 3 orang teman lainnya.
“Aku juga ingin ketemu Yoogeun, hyung. Kira-kira dia sudah bertumbuh sebesar apa ya sekarang?” sela Taemin yang berjalan beriringan di belakang Minho dan Onew bersama Key dan Jonghyun.

“Pasti dia semakin tampan, semakin mirip Minho” kata Key
“Aku sempat berpikir kalau Yoogeun itu anak haram Minho hyung” kata Taemin membuat 3 orang
lainnya terbahak dan Minho terlihat salah tingkah
“Kalau begitu, kita mampir ke stand mainan tradisional jepang saja nanti. Kita mencari oleh-oleh khas
yang hanya ada di Jepang, spesial dari SHINee appa untuk Yoogeun” cetus Onew, dan member lain
mengangguk tanda setuju.

Mereka terus berjalan pelan sambil sesekali singgah di stand-stand yang menarik perhatian mereka.
Setiap langkah mereka diiringi tatapan dan bisikan gadis-gadis remaja yang berada di bazaar tersebut.

Bagaimana tidak? SHINee, artis idola dari korea yang sekarang merajai tangga musik Jepang dengan
single “Replay” nya, terlihat membaur dengan orang-orang biasa di festival musim panas.
Mereka menghabiskan waktu bersenang-senang di festival tersebut. Mencoba permainan menangkap
ikan mas, menembak boneka, makan yakisoba (sejenis mie goreng ala jepang yang di porsi kecil-kecil),
membeli takoyaki dan mengeksplor hampir semua stand yang ada.

Langkah Jonghyun terhenti,di depan sebuah stand yang menjual pernak pernik tradisional wanita.
Sebuah hair stick (tusuk konde) dengan hiasan bunga di ujungnya. Terlihat sederhana,tetapi indah.
Tiba-tiba terlintas di benak Jonghyun wajah yang selalu mengganggu tidurnya belakangan ini –
Choi Sunghwa-. Jonghyun teringat bahwa yeoja itu senang menggunakan hairstick utk menggulung
rambutnya. Yah, mungkin sekedar agar rambut panjangnya itu tidak mengganggu saat dia sedang sibuk bekerja. Tapi bagi Jonghyun, dia terlihat sebagai wanita dewasa yang anggun dengan tatanan rambut seperti itu.

Jonghyun mengulurkan tangan utk mengambil hairstick tersebut dan melihatnya dari dekat. Dia
membayangkan betapa cantiknya yeoja pujaannya itu menggunakan hiasan rambut berornamen
cherry blossom ini. Bagi Jonghyun, bunga pantas untuk melambangkan betapa cantiknya yeoja itu baginya.
“Kono, ikura desuka? (ini berapa harganya?)” tanya Jonghyun pada seorang pria berusia paruh baya
yang tampaknya adalah pemilik stand sekaligus pengrajin yang membuat semua perhiasan tradisional
yang indah ini.
“kono, kyu hyaku desu (harganya 900yen)”jawab lelaki paruh baya tersebut ramah
“wa..yasui ne! kono itsu o kōnyū shitai kudasai (wah,murah ya! Aku mau beli yang ini!)” Jonghyun
tersenyum sambil menyodorkan uang sejumlah yang dikatakan ahjussi tersebut, lalu menatap benda
yang baru di belinya itu dengan tatapan penuh arti
“Arigatou gozaimasu” kata penjual tersebut meraih uang yang diberikan Jonghyun sambil
membungkuk kecil.
Jonghyun masih berdiri di tempat yang sama sambil memegang dan memperhatikan aksesoris rambut
di tangannya. Pikirannya melayang pada yeoja yang membuatnya selalu deg-degan itu.

“Wah, itu sebuah hiasan rambut yang indah” Key menghampiri Jonghyun yang sedang asik tersenyum
karena membayangkan Sunghwa
“Ne, indah sekali. Beli untuk siapa, Jonghyun-ah?” sambung Onew yang mengintip dari balik Jonghyun

“I…ige…. untuk noona ku,hyung.” Jonghyun cepat-cepat berdalih.
Sungguh, dia tidak ingin hyung dan dongsaengnya mengetahui tentang yeoja yang kerap membuatnya
semakin bersemangat latihan dan semakin sering tersenyum. Bukan karena dia tidak mau mereka
mencampuri urusannya, tapi hanya karena dia belum benar-benar mendapatkan hati yeoja tersebut.
Dia ingin mengenalkannya pada mereka jika yeoja itu sudah benar-benar dekat dengannya. Sedangkan
saat ini, bagi Sunghwa, mungkin Jonghyun hanyalah seorang namja yang sering datang kerumah
karena permintaan anaknya, dan juga sebagai “oppa favorit Yunhwa –anak nya-“

“Aku sudah selesai membelinya, kajja.. katanya mau membelikan oleh-oleh untuk Yoogeun?” Jonghyun
segera mengalihkan pembicaraan. Tidak ingin ditanyai lebih banyak oleh hyung dan dongsaengnya itu.
Terutama key yang notabene tukang interogasi.
“oh ya, benar.. kita tak bisa lama-lama. Besok pagi sudah harus berangkat ke bandara” dengan
segera, mereka berjalan ke arah sebuah stand dekat gerbang masuk, dimana menjual mainan-mainan
tradisional jepang.
“hyung, sebaiknya kita beli apa untuk Yoogeun?” tanya Minho pada Onew yang kini asik bermain-main
dengan pajangan-pajangan mainan tradisional tersebut.

“gasing ini saja hyung!” kata Taemin dengan menunjuk sebuah gasing tradisional dengan mata yang
berbinar-binar.
“bilang saja kau yang mau, Taemin-ah” kata Minho segera, mengingat dulu Taemin pernah melakukan
hal yang sama di super market saat mereka shooting Hello Baby. Taemin membeli banyak snack saat
dia dan Minho ditugasi berbelanja dengan alibi ‘Yoogeun pasti menyukainya’, padahal dia sendiri yang
menginginkan snack-snack itu.
“Hehehe, ketahuan yah hyung?” respon Taemin tertawa sambil memegang tengkuknya.

“Ojii-san, kono wa shite kudasai (paman, tolong bungkuskan yang ini) “ kata Jonghyun menunjuk
sebuah set boneka yang jepang yang biasa digunakan saat perayaan hari anak perempuan di Jepang.

“hai, Sū-fun matsu kudasai (baik, tunggu sebentar)” kata penjual tersebut segera setelah menerima
uang yang disodorkan oleh Jonghyun, kemudian segera memberikan set kecil boneka tersebut yang
telah dibungkus rapi.
“mwo? Hyung.. Yoogeun kan laki-laki. Mengapa kau membelikan set boneka?” kata Key protes saat
melihat hyung nya itu membeli boneka tradisional yang umumnya memang untuk anak perempuan.
Jonghyun sedikit panik, lupa bahwa saat ini dia sedang bersama rekan-rekan SHINee nya. Di otaknya
tadi hanya ‘Yunhwa pasti menyukainya’
“A… aniyo… igo… Untuk anak noona sepupuku, Key-ah” jawab Jonghyun gugup.
Key menatap Jonghyun penuh selidik, meragukan jawaban couple nya yang akhir-akhir ini bersikap
aneh, seolah menyembunyikan sesuatu darinya.

“Jonghyun hyung, Onew hyung, Kibum.. Kami memutuskan membeli boneka daruma ini untuk
Yoogeun” perkataan dari Minho berhasil mencegah Key bertanya lebih lanjut kepada Jonghyun dan itu
membuat Jonghyun lega dan menghela nafas diam-diam.
“Minho, aku akan mentraktirmu nanti” bisik Jonghyun dalam hatinya
“Lihat hyung, boneka ini sungguh unik. Bisa bangun lagi meski dijatuhkan. Katanya namanya daruma.
Kita beli ini saja untuk Yoogeun, hyung” kata Taemin sambil asik memainkan boneka daruma tersebut.

“Wah, benar. Ini menarik sekali. Aku juga mau beli satu ah” kata Onew antusias. Jiwa mudanya muncul
“Aku juga hyung” kata Taemin lebih antusias lagi
“Bayar pakai uang masing-masing. Aku hanya akan membayarkan untuk Yoogeun” kata Key dengan
gaya bawelnya melihat hyung dan dongsaeng nya yang semangat dengan calon mainan baru mereka.
“Tenang saja” jawab Onew dan Taemin serempak sambil tersenyum cengengesan.
“Nah sudah selesai, ayo kita pulang ke hotel. Besok pagi kita harus pulang ke Seoul” ucap Minho sambil
memimpin di depan bersama 4 orang lainnya yang kini telah berjalan menuju mobil dimana manager
mereka sudah menunggu sejak 5 menit yang lalu.
Jonghyun sengaja tidak berjalan di dekat Key, dan terus menempel dengan Onew. Tidak lain tidak
bukan menghindari interogasi ala pers majalah gossip yang haus akan berita dan skandal. Sementara
Key masih menatap kantong berisi boneka jepang yang dibawa Jonghyun dengan rasa penasaran.

“Mencurigakan” bisik Key pelan pada dirinya sendiri.

[…..]

“Aigoo!! Benar-benar melelahkan!” Taemin segera merebahkan dirinya ke sofa ketika mereka telah
sampai di dorm yang telah mereka tinggalkan seminggu lebih itu.
Disusul dengan hyung-hyung nya yang terduduk dimana saja, asal mereka bisa menyandar sejenak.
Kecuali Jonghyun yang segera masuk ke kamar dengan terburu-buru sesaat pintu dibuka, membuat
Onew, Key, Taemin dan Minho mengira dia kebelet pipis.
Tentu saja, setelah terjebak macet berjam-jam di perjalanan dari bandara menuju tempat tinggal
mereka tercinta, apalagi dengan barang bawaan yang banyak, mana mungkin mereka tidak capek?
Seharusnya mereka sudah sampai sejak 3 jam yang lalu.

“Hyung, jadi kapan kita akan memberikan hadiah ini kepada Yoogeun?” tanya Taemin kepada Key yang baru saja keluar dari dapur, membawakan masing-masing segelas air putih kepada 3 member SHINee lainnya.
“Besok, ingat kan kalau besok kita di beri libur?” jawab Key setelah meneguk sedikit air putih dari
gelasnya
“aku, boleh membawa Jiyoon?” tanya Minho sedikit malu-malu
“hyung!! Ajak Haera noona juga!” kata Taemin antusias menyebut nama tersebut
“ajak saja” kata Key lalu memposisikan diri duduk di sebelah Taemin.
“Aku lapar” Onew tiba-tiba menarik-nari baju Key dengan tatapan memelas
“aku tidak mau memasak, masih capek” jawab Key cuek
“Tenang Kibum-ah.. Kau tak perlu memasak hari ini” Minho dengan perkataannya seolah membuat Key dan Onew bingung, sementara Taemin sepertinya mengerti apa yang di maksud Minho.
“Tok tok tok” Pintu depan terdengar diketuk oleh seseorang. Minho kemudian dengan sangat
bersemangat membukakan pintu.

Terdengar dari arah ruang utama, Minho mempersihlakan tamu yang –entah siapa- itu masuk
“Annyeong Onew oppa, Taemin-ssi, Key-ssi. Aku membawakan sedikit makanan untuk kalian” ucap
seorang yeoja berambut panjang dengan postur ramping yang terlihat kalem membungkuk ringan sambil membawa sesuatu yang kelihatannya adalah makanan.
“Jiyoon, annyeong” segera wajah Onew terlihat berseri ketika melihat apa yang dibawa oleh kekasih
Minho itu.
“Hi guys… aku juga datang loh” terdengar suara lain dari belakang Minho yang berdiri tersenyum di
samping Jiyoon,kekasihnya
“Haera noona!” kata Taemin antusias memanggil nama yeoja berpakaian super mini hotpants dengan
dipadukan dengan tanktop + kemeja yang tak dikancing.
“Aigo~~ bocah.. Rambutmu berubah warna lagi” katanya mengacak-acak rambut Taemin gemas.
“Ne, kau juga noona, highlight yang keren” Taemin tak mau kalah mengacak-acak rambut orang yang
di paggilnya ‘noona’ itu.

“Kalian pasti lapar. Aku sudah menyiapkan makanan untuk kalian. Ayo mari kita makan” kata yeoja
bernama Jiyoon yang notabene adalah yeoja kalem dan dewasa itu.
“Ne, palli. Perutku sudah hampir jungkir balik” Onew yang tadinya duduk lemas di lantai dekat sofa,
tiba-tiba bersemangat segera menuju ruang makan
“Jonghyun odiga?” tanya yeoja bernama Yoon Haera yang terkenal dengan predikat “sexy naughty cat”
di kalangan idol itu
Baru saja Key mau menjawab pertanyaan itu, tiba-tiba Jonghyun telah berjalan keluar dari kamar
dengan wajah segar, pertanda dia baru saja mandi dan berganti pakaian, dengan membawa kantong
berisi sesuatu yang sepertinya adalah belanjaan mereka saat di bazaar kemarin.

“Hyung, Jiyoon membawakan kita makanan. Kau pasti lapar kan. Ayo kita makan bersama” kata Minho
segera saat Jonghyun menyapa dua orang tamu yang dikenal nya cukup baik itu (Jiyoon= adik kelas
waktu SMP, Haera= teman chat yang sama-sama suka menjahili orang)
“Jesonghamnida, tapi aku harus pergi sekarang. Aku sedikit terburu-buru. Aku akan makan diluar
nanti” jawab Jonghyun merasa tidak enak pada Jiyoon yang telah menyiapkan makanan.

“Kemana hyung?” tanya Key pada Jonghyun, sukses membuat Jonghyun sedikit panik
“Ke rumah..em…. pulang kerumah. Omma menyuruku kesana” Jonghyun segera beralibi, namun hal itu justru sukses membuat Key semakin curiga dan menatap Jonghyun penuh selidik.
“Aku harus cepat. Annyeonghi gyeseyo” Jonghyun segera menarik diri dari tempat itu, mendeteksi
adanya ancaman dari tatapan mata Key yang terlihat jelas bahwa dia sedang mencurigai sesuatu.

“Dia kenapa panik begitu?” kata Haera yang bingung melihat salah seorang teman dekatnya itu
bertingkah aneh.
“Insting detektif ku terpancing. Lihat saja, perkiraanku pasti benar, dia menyembunyikan sesuatu” kata Key dengan aura iblisnya yang kini muncul.
“Sudah, ayo kita makan saja. Biarkan saja si dinosaurus itu, kajja” Haera menarik tangan Key menuju
ruang makan, menyusul Onew, Minho, Jiyoon dan Taemin yang baru saja melangkah kesana.

[…..]

“berbahaya sekali” bisik Jonghyun pada dirinya sendiri di dalam taxi yang tadi di stop nya di depan

dorm, sambil mengelus dada dan menghela nafas
“insting Key benar-benar kuat. Aku harus hati-hati” gumamnya berusaha menenangkan kepanikannya
itu.
“Tuan, kita sudah sampai” kata supir taxi yang duduk di bangku depan setelah berhenti di depan
sebuah rumah putih yang berukuran sedang dan sederhana tapi terlihat apik dan bersih. Benar,
rumah yang akhir-akhir ini sering di datangi Jonghyun di saat dia senggang, dan membuat nya sering
melewatkan makan siang bersama member SHINee lainnya saat mereka tidak ada kegiatan.
Jonghyun memberikan uang sejumlah yang tertera pada struk argo yang diberikan supir taxi tersebut,
kemudian membuka pintu mobil dan keluar sambil membawa sebuah kantong berukuran cukup besar.

“Tolong pikirkan baik-baik perkataanku ini, Sunghwa.. Dan tolong berikan aku keputusan secepatnya!”
tiba-tiba seorang wanita paruh baya yang tampak sedikit kurus dengan dandanan high class keluar dari
pintu rumah dimana Jonghyun baru akan berjalan mendekatinya. Sambil berjalan mundur dari dalam
keluar melalui pintu rumah yang kini telah terbuka sambil berkata-kata dan menunjuk-nunjuk
“Ne, omonim” jawab sebuah suara lesu yang dikenal Jonghyun dari dalam rumah tersebut.
“Aku akan kembali lagi nanti setelah pulang dari Paris, dan tolong kau berikan keputusan saat hari itu
tiba” kata ahjumma tersebut sedikit sinis sambil masih membelakangi Jonghyun dan berjalan mundur
perlahan.
“Ne, omonim” Jawab wanita muda yang kini berjalan perlahan dari pintu rumah, kini tampak jelas
bahwa itu adalah Sunghwa.
Ekspresi nya tampak lesu dan sedih, seolah ada sesuatu yang baru saja membuat dia begitu sedih dan
tertekan.
Jonghyun masih berdiri terpaku, tidak mengerti situasi yang sedang terjadi diantara dua orang wanita
ini. Sampai akhirnya Sunghwa menyadari keberadaan Jonghyun yang berdiri tidak jauh dari mereka.

“Jonghyun-ssi” panggil Sunghwa pelan dan lirih, membuat ahjumma di depannya ikut melayangkan

pandangan ke arah Jonghyun yang berdiri tidak jauh dari belakangnya.
“Annyeonghaseyo, ahjumma, Sunghwa-ssi” Jonghyun menyapa ragu dan gugup saat melihat tatapan
sinis dari ahjumma kurus berambut keriting itu padanya.
“Aku pergi dulu, Sunghwa. Ingat, waktumu hanya sampai aku kembali dari Paris. Annyeong” kata
wanita itu angkuh, kemudian menatap sinis Jonghyun yang tidak mengerti situasi, dan masuk ke
mobilnya lalu pergi dari tempat itu.

“Jesonghamnida Jonghyun-ssi. Ayo sihlakan masuk” kata Sunghwa membuyarkan segala rasa
penasaran Jonghyun
“Ne, Sunghwa-ssi.” Jonghyun menepis semua pikiran ingin tau nya itu, lalu mengikuti langkah Sunghwa
masuk ke dalam rumah.
“Sihlakan di minum, Jonghyun-ssi” Sunghwa meletakkan minuman di atas meja di ruang tamu
“Gamsahamnida. Geunde, aku tidak melihat Yunhwa” kata Jonghyun penasaran tidak mendengar
suara berisik Yunhwa yang sangat sangat dirindukannya itu
“Yunhwa pergi menginap di rumah orangtua ku semalam, mereka bilang merindukan cucunya, jadi
nanti sore aku akan menjemputnya pulang di rumah orangtua ku. Yunhwa anak yang baik, dia tidak

menangis meskipun tidak ada aku” Sunghwa tersenyum hangat pada Jonghyun. Senyuman yang selalu
membuat Jonghyun merasakan dentuman-dentuman “bass” di dadanya.
“algeusseumnida. Ngomong-ngomong aku ingin menitipkan sesuatu untuk Yunhwa. Aku rasa dia
pasti menyukainya. Aku membelinya di bazaar saat konser di Jepang kemarin” Jonghyun memberikan
kantong yang dibawanya tadi kepada Sunghwa
“jonghyun-ssi, kau tidak perlu repot-repot begini. Aku jadi merasa tidak enak padamu” Sunghwa
terlihat sungkan menerima hadiah yang cukup besar kelihatannya itu.
“Gwenchana, Sunghwa-ssi.. Aku sangat menyayangi Yunhwa”

deg.. kalimat itu seolah membuat hati Sunghwa sedikit tergetar.

Perasaan seorang ibu mudah tergetar kalau sudah menyangkut urusan anaknya yang sangat disayangi.
Itu naluri alami dari seorang ibu.
Jujur saja, selama ini banyak sekali orang yang mendekatinya karena kecantikannya. Tapi semuanya
menjauh ketika mengetahui dia sudah punya anak. Dan semua lelaki yang mendekatinya itu ingin
memilikinya, tetapi sama sekali tidak menginginkan untuk membahagiakan anaknya –Yunhwa-.
Baru kali ini lah Sunghwa menemukan seseorang yang mendekatinya, tapi mau menerima anaknya,
bahkan sangat menyayangi Yunhwa setulus dan sepenuh hati.

“Jeongmal gamsahamnida Jonghyun-ssi. Yunhwa selalu merengek ingin bertemu denganmu akhir-akhir ini.” Kata Sunghwa sedikit tersentuh oleh pria di hadapannya ini
“Jinjja? Aku juga sangat merindukan suaranya yang berisik itu” kata Jonghyun terkekeh, membuat
Sunghwa tersenyum geli membayangkan anaknya yang hiperaktif dan berisik itu.
“Jonghyun-ssi, apa kau mau menemaniku menjemput Yunhwa? Dia pasti sangat senang melihatmu”
Yunhwa tersenyum ramah kepada Jonghyun.
Bagi Sunghwa, mengajak seorang namja pergi bersamanya, adalah sebuah sinyal bahwa dia mulai
merasa dekat dengan namja tersebut.

Meskipun usianya yang masih muda, terpaut hanya 2 tahun dari Jonghyun, tapi Sunghwa adalah tipe
yeoja yang tidak mudah dekat dengan namja. Namja yang mendekatinya tak akan mudah membuat dia
merasa akrab atau nyaman.
Tapi baginya Jonghyun berbeda, karena dia bisa melihat bahwa Jonghyun menyayangi
Yunhwa,anaknya sepenuh hati. Bukan hanya karena dia ingin mendekati dirinya.
“Ne, geurae” jawab Jonghyun senang. Bagi Jonghyun, bisa bersama yeoja di hadapannya ini adalah
moment membahagiakan.

Sunghwa tidak sama dengan gadis-gadis lain yang dikenalnya baik dari kalangan selebriti maupun
bukan selebriti. Sunghwa bukan tipe yeoja yang membuka diri terhadap namja disekitarnya. Dia hanya
berbicara akrab dengan orang yang dirasa dekat dengannya dan hanya berbasa-basi jika berbicara atau
berinteraksi dengan namja sekitarnya.
Dia tipe wanita yang tidak mudah membuka diri bagi siapapun namja yang mendekatinya. Dan yang
dipikirkan hanyalah kebahagiaan Yunhwa, anaknya. Itulah hal yang membuat Jonghyun semakin

terpesona pada Sunghwa.
“Wanita yang teguh pendirian, lembut dan penyayang” begitulah pandangan Jonghyun terhadap Choi
Sunghwa, yeoja yang belakangan ini membuatnya tergila-gila.
“Kalau begitu aku bersiap-siap dulu, Jonghyun-ssi. Maaf ya, kau harus menungguku sebentar” kata
Sunghwa sambil beranjak dari tempat duduknya
“Ne, tidak masalah” Jonghyun tersenyum pada yeoja itu seiring yeoja itu berjalan ke dalam sebuah
ruangan yang sepertinya adalah kamarnya.

“Aish, apakah ini berarti ajakan kencan?” gumam Jonghyun pelan sambil menengadahkan wajahnya
keatas, menutup mata dan menahan senyuman di wajahnya.

Jonghyun memegang dadanya. Kini debaran di jantungnya terasa tidak normal. Tiga kali lipat melebihi
kecepatan normal.
Jonghyun menarik nafas dalam dalam dan tersenyum, menikmati debaran jantungnya yang kini lebih
seperti dentuman drum itu.

===To Be Continued===

selesai!!
*bow* mian karena jelek

©2012 SF3SI, HeartLess

This post/FF has written by HeartLess, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

25 thoughts on “SHINee’s Romance: Bling Bling Jonghyun [4]

  1. Yeahh,, kq pendek ya,, lagi asyikkk menikmati suara dentuman “bass” ny dijantung Jonghyun tuhh,,hehe

    Hmm,, kira2 tuh ahjumma siapa ya?? Dan apa maksud dia,,, penasaran sama masalalu sunghwa,, dibahas dong say,, kq bisa dalam semuda itu di udd punya anak tp gx add suaminya,, ya,, ya,, ya,,#pussy eyes,, hehe
    😛

  2. Yey!akhirnya muncul..haha
    dasar si key berjiwa detektif,jjong sampe menciut gitu -,-..ckck
    tuh kan,author bahas” yoogeun aq jdi kangen ._.
    Tu ahjjuma” sapa sih??eommanya sunghwa bkn??koq kayaknya hawanya nyebelin gitu yah??=o=v
    aq tgu next part.a :DD

  3. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk ,,,,,, key udha kayak dukun ajja dhe ..
    jjong oppa mesti hati2 tuch , jangan2 key marah gra2 jjong selingkuh ,,🙂

  4. yeah..
    Key emang co2k jdi eomma2.. Udah pinter masak, bawel, instingnya tajam lg..
    Dino oppa tkut sama key eomma.. Hahaha..
    Wah, siapa tu ahjumma nan kurus n kriting??
    Next ditunggu..
    Gomapta..

  5. ALMIGHTY KEY! bener2 hebat tu instingnya” yg lain pada clueless, si key malah udah curiga! Hebat pokonya deh…
    Uduuh si ojong makin sweet ajah, tujuannya pdkt udah ketahuan bgt wkwkwkwkwk

  6. aaahhh makin buat senyum-senyum sendiri .. haduh… key… key ngak usah urusin si jonghun yaa… sama aku ajah yukk makan .. *dah sonoh jonghyun pergi lu.. keburu iblisnya key dateng* #plak!!
    huwaaa jonghyun kereeen .. suka bangeeet sama ff ini …
    ^^
    ayo lanjutannya thor ^^

  7. Jjong : Aish, apakah ini berarti ajakan kencan?
    yailah jjong, cuma diajak jemput yunhwa aja udh geer setinggi langit diajak kencan
    mentang-mentang lagi kasmaran uhuy

    ajjumma judes itu mantan ibu mertua sunhwa ya ?

  8. haha, insting detektif, dasar almighty key.
    kyknya dia bakal berperan banyak buat ngebantu jjong nih

    penasaraan tingkat akuut.
    ayo, ayo part 6, huhu

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s