Miracle Romance [Chapter IX]

Author : diyawonnie

Title : Miracle Romance [Chapter IX]

Cast : Lee Taemin, Shim Chaesa (imaginary cast) and SHINee.

Genre : Friendship, Fantasy, Romance, and Life.

 

JINKI melangkah perlahan, membuntuti seseorang yang ada di hadapannya. Gantungan tas boneka berbentuk Eeyore bergoyang kesana kemari seiring dengan irama Hyeorin berjalan. Jinki tersenyum puas melihat hadiah pemberiannya diterima dengan baik. Ia mengekori gadis itu dari gerbang depan, saat ia berpatroli mengawasi jalannya pendisiplinan.

Hyeorin berbalik. “Ada yang bisa kubantu, Sunbae?”

Jinki menghentikan langkahnya dan itu membuatnya menjadi kikuk, mulutnya tiba-tiba saja seperti terkunci.

“Hanya perasaanku saja atau memang benar kalau sunbae mengikutiku?”

“Err…,” Jinki menjadi salah tingkah, ia malu sekali tertangkap basah seperti ini. “A-aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.”

“Hm?” Hyeorin mengerutkan dahinya.

“Ga-gantungan tas itu… kau sudah memakainya.”

Gadis itu membuka mulutnya beberapa sentimeter dan tak dapat menyembunyikan ekspresi kecewanya.

“Ini darimu?” tanya Hyeorin dan Jinki mengangguk semangat. “Jadi ‘Lee’ yang tertulis dalam kartu itu ‘Lee Jinki’ bukan ‘Lee Taemin’?

Senyum Jinki memudar. Tak membutuhkan waktu yang lama untuk mencerna kata-kata. Ia sangat cerdas dalam mengolah kata, juga ekspresi wajah.

“Kau berpikir itu Taemin?” Hyeorin menunduk, wajahnya memerah. Jinki sedikit menekuk lututnya untuk merunduk dan berbisik sopan, “Bisa ikut aku sebentar? Ada yang ingin kubicarakan dan ini bukan tempat yang tepat untuk kita.”

Setelah mendapat persetujuan, Jinki berjalan lebih dulu di mana Hyeorin mengikutinya di belakang. Mereka menyusuri koridor hingga sampai di ruangan terujung, laboratorium.

“Hy-Hyeorin-ssi, aku tahu ini waktu dan tempat yang sangat tidak tepat. Tapi, aku tak ingin mengundurnya lagi.”

Hyeorin tak pernah melepas pandangannya dari Jinki. Jantungnya berpacu sangat cepat. Ia tahu sedang dalam situasi apa dirinya saat ini.

“Jinki-sunbae―”

“Aku menyukaimu…”

Hyeorin memejamkan matanya. Sesuai prediksi, Jinki memang akan mengatakan hal itu.

Dengan keringat sebesar biji jagung berjatuhan di pelipisnya, Jinki tetap menghunjamkan matanya pada Hyeorin. Di mana gadis itu masih saja menunduk. Ia memikirkan kapan waktu yang tepat untuk kembali berbicara dan menuntut haknya mendapatkan jawaban.

“Hyeo―”

Sunbae…,” Hyeorin mengangkat wajahnya, lantas ia berkutat melepaskan gantungan Eeyore dari tas dan mengembalikannya pada Jinki. “Maaf, yang kusukai Lee Taemin.”

“Ku-kurasa kau salah…”

“Tidak, itu sama sekali bukan kesalahan. Menyukainya bukan suatu kesalahan.”

“Tapi―”

Hyung!” teriak seseorang dari seberang koridor. Ia melambaikan tangannya pada Jinki dan berlari menghampirinya.

Hyeorin mendesah. “Perasaanku saja atau memang benar kalau dia semakin mirip Lee Taemin?”

Jinki menelan ludah dan tubuhnya menegang.

Hyung, ia mengirimiku tulisan lagi. Kau kan pintar menganalisis tulisan. Ayo, kita selidiki!” ajak Taeni, ia merangkul bahu Jinki dan menoleh ke samping. “Oh… hai, Hyeorin-ah!”

Hyeorin hanya mengangguk dan tak suka melihat sikap tidak sopan anak baru di hadapannya pada presiden siswa paling berpengaruh di Goojung. Taeni bahkan beberapa kali mendekatkan wajahnya ke pelipis Jinki saat menggodanya memohon bantuan.

Jinki hanya diam dan berjalan dengan pikiran kalut meninggalkan Hyeorin di belakang. Taeni yang jauh lebih pendek berusaha keras menggelayuti bahu Jinki hingga memasuki halaman belakang sekolah.

“Aku yakin ini tulisan tangan si Almighty itu. Hyung, jika kau berhasil melacaknya, aku akan kembali normal. Lee Taemin akan kembali!”

Lee Taemin akan kembali… Lee Taemin akan kembali…

      Kata-kata itu terus terulang di pikiran Jinki. Bukankah sebuah ancaman jika Taemin kembali? Dengan begitu Hyeorin akan semakin menjauh darinya dan merajut harapan-harapan untuk bisa bersama Taemin meskipun di satu sisi Taemin tidak akan goyah untuk terus mengejar Chaesa.

Jinki mengacak rambut dan membuka dua kancing seragamnya. Ia terlihat sangat kacau, sedangkan Taeni memandanginya bingung.

Hyung, waeyo?”

“Tinggalkan aku sendiri, Taemin-ah!”

Taeni menggerakkan mulutnya membentuk kata “oke” dan berjalan mundur meninggalkan Jinki yang menjatuhkan tubuhnya di atas rerumputan. Lonceng pertanda masuk berdentang dan untuk pertama kalinya dalam seumur hidup, Jinki tidak menghadiri kelas.

SAAT istirahat berlangsung, Chaesa hanya diam di kelas. Ia membaringkan kepalanya ke atas meja dan menutupi wajahnya dengan buku. Ia masih memikirkan kejadian semalam saat Taemin mendatangi rumahnya.

Dia terlihat sangat kurus. Jaketnya terlihat lebih besar dari tubuhnya, bukankah itu jaket yang biasa ia kenakan? Apa masalah yang sedang ia hadapi saat ini sangat berat? Negara mana yang ia tinggali, kenapa begitu mudah datang dan pergi? Batin Chaesa.

Seseorang menurunkan buku yang menutupi wajahnya.

“Sedang apa di sini, kenapa tidak makan? Aku menunggumu di kantin.”

Chaesa bangun dan membenahi posisi duduknya. Ia menatap wajah Minho untuk mendapatkan suntikan vitamin dari senyumannya yang lembut. Lantas Minho menarik lengan Chaesa untuk ikut bersamanya menuju kantin.

“Aku tak ingin kau sakit. Kau harus makan, ayo!”

BRAK!

Taeni dengan sengaja membanting dua kotak makanan di atas meja Chaesa, beruntungnya itu tidak membuatnya rusak.

“Selamat makan!” ujar Taeni lantang, ia menarik kursi dari meja lain dan merapatkannya ke meja Chaesa. “Chaesa-ya, hargai niat baikku!”

Minho tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Baiklah, kau makan di sini saja. Habiskan!” Minho mengangkat jari telunjuknya pertanda mengancam. “Taeni-ssi, kuserahkan dia padamu. Terima kasih.”

Taeni mendelik sebal.

“Sudah kubilang kau ini tanggung jawabku, tanpa disuruh pun aku akan mengorbankan hidupku untuk melindungimu. Dan demi Tuhan aku melakukan ini tidak untukmu, Choi Min―”

BLEP!

Chaesa memasukkan segulung penuh telur dadar ke mulut Taeni.

“Diam dan makan saja, Taeni-ya!”

Taeni mendelik dan berusaha mengunyah telur yang memenuhi mulutnya. Ingin sekali saat ini ia mengejar Minho untuk memukulinya. Kalau saja ia tidak cepat-cepat kemari, anak itu sudah membawa pergi Chaesa untuk makan siang bersama di kantin. Kemungkinan-kemungkinan yang tak ia inginkan pasti akan terjadi kalau ia melepas pandangannya dari Chaesa meski hanya sedetik.

“Chaesa-ya, ottokhae~”

Hyeorin datang dan langsung berlutut di sisi meja sambil menempelkan kepalanya di sana. Baik Chaesa maupun Taeni sama-sama terkejut mendengar rengekannya.

Wae?” tanya Chaesa hati-hati, ini pertama kalinya ia melihat Hyeorin yang keibuan begitu kekanakkan.

Hyeorin mengangkat kepalanya dan menatap Chaesa. “Aku menolak Jinki-sunbae…”

Tak ada reaksi apapun, Chaesa menatap temannya tanpa ekspresi. Hyeorin mencoba mengguncang-guncang lengan Chaesa hingga ia tersadar.

“Oh, maaf. Yang benar saja, Hyeorin-ah― maksudku… YANG BENAR SAJA, BAGAIMANA MUNGKIN KAU MENOLAKNYA!” teriak Chaesa lepas kendali.

Taeni hanya menggeleng-gelengkan kepala dan terus melahap makanannya tanpa merasa terganggu.

“Memangnya kenapa?”

“Astaga,” Chaesa terlihat sangat tidak tenang, ia mengutuk perbuatan temannya itu. “Jinki-oppa adalah pria terbaik yang pernah kukenal!”

Oppa?” tanya Hyeorin, ada nada menuntut penjelasan di sana.

Chaesa diam, entah bagaimana harus menjelaskannya. Mana mungkin ia mengaku kalau Jinki akan menjadi kakak iparnya juga pernah ke rumah keluarga Lee dan melihatnya memasakkan sesuatu untuknya.

“Po-pokoknya dia terbaik! Pintar, cerdas, rajin, bertanggung jawab, memiliki banyak bakat, dia… sempurna, Hyeorin-ah! Dia bahkan jauh lebih baik dari Choi Minho dan Lee Taemin sekalipun,” ujar Chaesa berapi-api.

Taeni hanya berdeham mendengar namanya disebut.

Lantas Hyeorin kembali mencicit, “Aku harus bagaimana?”

“Bukankah kau dulu pernah menguntitnya juga, seperti halnya aku menguntit Minho?” bongkar Chaesa terang-terangan. “Apa alasanmu menolaknya?”

“Kubilang padanya kalau aku menyukai Lee Taemin.”

Saat itu juga Taeni menyemburkan makanannya ke meja dan terbatuk-batuk. Kedua gadis di hadapannya memandang jijik. Chaesa tak terlalu terkejut, ia sudah mengetahui isi hati Hyeorin dan Chaeri yang memiliki perasaan yang sama pada Taemin. Ia hanya menyandarkan tubuhnya ke kursi dan memejamkan mata sejenak.

Taeni buru-buru membuka kotak makanan Chaesa dan mendapati rumput laut kering yang dibentuk menjadi huruf-huruf bertuliskan ‘Kwon Hyeorin’ di atas nasi putih. Ia mendesah panjang. “Hyung…,” gumamnya.

“Lee Taeni, kau mendapatkan kotak bekal ini dari Jinki-sunbae?” tanya Chaesa tak kalah terkejut. “Yaaa, Kwon Hyeorin, lihat perbuatanmu!”

“Pantas dia membiarkanku mengambilnya,” lirih Taeni hampir tak terdengar. Ia menyingkirkan kursi dengan kasar dan buru-buru berlari keluar kelas menuju halaman belakang.

Di sana, Jinki masih tertidur lelap di atas rerumputan. Jalanan kosong, tak ada yang berani melewatinya karena Jinki sedang menguasai kawasan ini. Taeni berjalan menghampirinya dan memperhatikan wajah Jinki dari dekat. Terlihat begitu tenang dan sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang mengalami patah hati.

Jinki membuka kedua matanya dan terkejut mendapati seorang gadis tepat berada di depan wajahnya.

“Astaga, Taemin-ah…”

Hyung, kau bolos?” tanya Taeni, entah kenapa ia jadi merasa sangat bersalah. “Hyung, kau tak boleh melakukannya!”

“Aku hanya ingin merasakan seperti apa rasanya membolos…”

Taeni mendudukkan dirinya di atas rumput, masih menghadap Jinki. “Kau tak boleh melakukannya! Kau panutanku, Hyung.”

Jinki tertawa keras. “Justru aku iri padamu―”

“―aku tidak memiliki perasaan apapun padanya, seluruh perhatianku hanya pada Shim Chaesa.”

Jinki menoleh dan menghunjamkan matanya yang tajam pada Taeni. Ia menarik napas panjang. “Kenapa kau sangat beruntung, Taemin-ah? Pintar menari, menyanyi, bermain piano, berbahasa Inggris, unggul dalam pelajaran dan olahraga… kau menguasai itu semua tanpa benar-benar belajar keras, kau melakukannya secara otodidak, itu jenius! Dan lebih beruntungnya lagi, kau dilahirkan sangat tampan hingga banyak gadis menyukaimu.”

Taeni tercenung.

“Tapi aku tidak sebaik dirimu, Hyung. Sikapku buruk, pemberontak, keras kepala, dan aku tidak kaya sepertimu…,” Taemin terdiam sejenak kemudian melanjutkan, “…setidaknya kau sangat beruntung tidak terjebak dalam tubuh perempuan saat ini.”

Jinki mendengus dan refleks memeluk Taeni. Ia merasa bersalah sudah memiliki niat untuk tidak membantunya menemukan Almighty. “Mianhae, Taemin-ah.” Taeni mengangguk dan membalas pelukannya. Namun, tanpa mereka sadari Hyeorin tengah mengawasi dari jauh. Ia datang untuk meminta maaf tetapi malah mendapatkan kejutan lain.

JONGHYUN melempar bola pada Minho, mereka saling melempar dan mengobrol santai. Hari ini Minho terlihat gelisah, itulah mengapa Jonghyun menginterogasinya.

“Aku tak berani bertanya, Hyung, akhir-akhir ini ia terlihat semakin muram.”

“Apa mungkin dia sedang… well, kau tahu maksudku.”

Minho menerima bola dari Jonghyun dan melemparnya kembali. “Mungkin saja. Tapi sudah lebih dari dua minggu ia seperti ini. Memang berapa lama itu terjadi?”

Molla!” mata Jonghyun membesar. “Noonaku mengalaminya selama kurang lebih seminggu. Apa semua perempuan mengalami siklus yang sama?”

Minho mengangkat bahunya dan tiba-tiba saja terkekeh.

“Kenapa kita jadi membahas ini? Ah, jincha…”

“Jadi, apa saja yang sudah kalian lakukan?”

Minho menggelindingkan bola ke sisi lapangan agar diambil juniornya, lantas berjalan keluar lapangan dan duduk di sebuah bangku panjang, begitupula dengan Jonghyun. Mereka saling berbagi minuman dan menumpahkannya ke wajah hingga tetes-tetes air meluncur dari dagu keduanya.

“Kami bahkan belum pernah berkencan setelah hari jadi. Dia tidak seperti dulu, tidak lagi menampakkan ekspresi-seperti-mendapat-hadiah saat melihatku, semua terlihat biasa. Aku seperti pecundang…”

“Hei, hei, hei. Itulah mengapa kau diciptakan, bantu dia! Bukan diam, merenung, gelisah, dan muram. Kau dipilih olehnya agar bisa melindunginya. Kulihat tadi siang kau makan sendirian lagi.”

“Hm. Dia di kelas, makan bersama Lee Taeni.”

Jonghyun seperti mendapat kekuatan ekstra saat mendengar namanya. “Ah, si cantik itu? Menurutmu apa dia sudah punya pacar?”

“Apa ada alasan gadis secantik dia tidak memiliki pacar?”

“Kau…,” Jonghyun meninju otot lengan Minho, “…kejam!”

Minho tertawa keras meskipun menerima tinjuan lainnya dari Jonghyun. Saat sedang asyik bergurau, seseorang datang. Ia menjatuhkan dirinya ke bangku dan bersandar sambil menatap langit. Minho dan Jonghyun saling pandang, mereka tak berani menegur orang tersebut.

“Apa biasanya yang dilakukan orang ketika sedang patah hati?” tanya Jinki to the point.

Minho dan Jonghyun kembali saling pandang.

“Siapa yang patah hati?” tanya Jonghyun.

“Aku!” jawab Jinki mantap.

Kedua pria di sampingnya hanya mengucapkan “Oh~”, namun sejurus kemudian mengerubungi Jinki.

“Kau patah hati? Apa aku tak salah dengar?” pekik Jonghyun. “Oleh siapa?”

Jinki tak menjawab. Ia hanya menarik napas dengan mata masih tak lepas menerawang jauh menatap langit. Cuaca sore ini begitu cerah, sangat sayang dilewatkan untuk dipakai bermain.

Noraebang?” sahut Minho ragu.

Call!” Jinki bangkit dan menyambar tasnya. “Apa yang kalian lakukan? Ayo!”

“Kita?!” pekik Minho dan Jonghyun bersamaan.

LAGU “Clock Work” mengalun lembut memenuhi ruangan berukuran kecil. Jinki bernyanyi sepenuh hati, sedangkan Minho dan Jonghyun hanya menonton di sofa bahkan sesekali melambaikan tangan mereka. Berhubung ini adalah acara milik Jinki, mereka membebaskan apa yang diinginkannya.

Saat lagu usai, Jinki menyerahkan mic pada Minho, namun pria itu menolak.

“Aku tak bisa nyanyi, Hyung. Maaf…”

“Aku saja!” Jonghyun menyambar micnya dan memilih lagu. Sebuah lagu milik DJ DOC – Run To You terputar. “Yeah~ 1,2,3,4 Bounce with, bounce with me… bounce with me bounce…

Jonghyun mulai menggila tenggelam dengan lagunya sedangkan Jinki terlihat kelelahan meskipun baru saja menyanyikan lagu balada. Minho menyodorkan minuman dan Jinki menerimanya, ia tenggak hingga habis. Setelah itu kembali diam, pikirannya masih kacau.

Hyung, tak apa-apa?” tanya Minho.

“Hm,” Jinki mengangguk dengan mata terpejam. Ia mencoba untuk tidur di tengah musik keras di mana Jonghyun dengan labilnya naik ke atas meja dan menyanyi dengan suara melengking. “Ya, ya, yaaa!” teriak Jinki.

Jonghyun menghentikan aksinya dan menoleh. “Wae?”

“Turun, turun. Berhenti bernyanyi! Kita keluar sekarang, aku lapar.”

Minho menyerahkan tas pada Jonghyun dan mereka mengikuti Jinki keluar ruangan. Di antara keduanya belum ada yang berani bertanya perihal patah hati Jinki hingga mereka meninggalkan gedung tempat karaoke dan berjalan menyusuri pertokoan di daerah Kangnam.

“Mau makan di mana?” tanya Jonghyun.

Molla,” sahut Jinki lesu. Ia bahkan tidak memperhatikan café di sisi kiri-kanannya, hanya menatap tanah. Rasanya seperti ingin menangis, namun air mata tak dapat keluar.

Di sisi lain, Minho menghela napas berat, seharusnya ia melakukan ini bersama kekasihnya. Tapi hingga saat ini masih belum berani mengajaknya berkencan. Gadis itu terlihat tidak normal, maksudnya tidak ceria seperti waktu-waktu sebelumnya. Dan ngomong-ngomong mengenai Chaesa, ia jadi teringat sesuatu…

“Astaga!” pekik Minho, membuat kedua sunbaenya menoleh.

Wae?” tanya Jonghyun.

“Latihan klub balet berakhir sepuluh menit yang lalu. Aku sudah janji pulang bersamanya. Jinki-hyung, maaf aku tidak bisa menemanimu lagi.”

“Tak apa-apa, pergilah!”

Minho membungkuk sangat rendah baik pada Jinki maupun Jonghyun, lantas ia bergegas kembali ke sekolah. Jinki merangkul Jonghyun dan menyeretnya untuk masuk ke sebuah café. Bel berdentang ketika pintu terbuka. Saat itu juga bau aroma terapi menyengat menusuk hidung keduanya, membuat mereka refleks mengibaskan tangan di depan hidung.

Setelah mendapatkan tempat, Jonghyun menarik sebuah menu dari atas meja. Ia terus membaca daftar makanan dan minuman dengan alis berkerut. “Lidah naga Nigeria?” katanya sambil berjengit.

Jinki memandang berkeliling. Ini kedua kalinya ia kemari setelah bersama Chaesa beberapa waktu lalu. Tak ada yang berubah, café ini tetap sepi pengunjung hingga membuat suasananya semakin mencekam.

“Jinki-ya, café macam apa ini?” protes Jonghyun setengah berbisik.

“Aku juga tak tahu. Sama sepertimu, aku juga bingung saat pertama kali melihat menu.”

“Jadi ini bukan pertama kalinya kau kemari?”

Jinki menggeleng.

Jonghyun kembali membuka-buka menu meskipun ia sendiri juga bingung ingin memesan apa. Tak ada menu normal di situ, sedangkan Jinki masih asyik mengamati interior ruangan dan papan tulis hitam bertuliskan menu-menu andalan yang kini menarik perhatiannya. Ia merogoh saku celana mengeluarkan secarik kertas berwarna merah muda dari sana. Kemudian menatap bergantian pada papan tulis dan kertas tersebut.

“Orang yang tegas, pekerja keras, dan sedikit kejam. Namun masih memiliki hati yang tulus ketika menyayangi seseorang. Tak diragukan lagi, dia orangnya,” gumam Jinki sambil menganalisis tulisan di antara papan dan kertas tersebut.

“Sedang apa kau?” tanya Jonghyun bingung.

Jinki mengabaikan pertanyaan Jonghyun dan bangkit menghampiri bar. “Maaf, boleh kutahu siapa yang menulis menu-menu itu?”

“Pemilik kami,” jawab seorang karyawan yang menutupi hampir seluruh tubuhnya dengan jubah panjang. “Apa ada masalah?”

“Ah tidak. Aku menyukai tulisannya yang rapi. Boleh kutahu siapa nama pemiliknya?”

“Key-sajangnim.”

Gotcha! Batin Jinki. Ia kembali ke meja, di mana Jonghyun dengan bodohnya masih saja melototi menu.

“Jinki-ya, haruskah kita makan di sini?” tanyanya ngeri.

“Tidak, ayo kita pulang!”

Jonghyun memutar bola matanya. Entah karena kesal dengan keputusan sepihak Jinki atau malah bersyukur tidak harus memasukkan makanan mengerikan ke dalam perutnya.

Setelah keluar dari café, Jinki buru-buru mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.

“Taemin-ah, pelakunya adalah paman Chaesa!”

…to be continued…

 

 

Preview next part:

Taeni: “Kembalikan aku!”

Key: “…kau bisa saja takkan pernah kembali normal.”

Hyeorin: “Changmin-ah, apa hubungan Chaesa dengan Lee Taemin?”

Changmin: “Lho, memangnya Chaesa-noona tidak pernah cerita kalau dia sudah dijodohkan?”

Chaeri: “Pengkhianat!”

Hyeorin: “Kau menikam kami dari belakang!”

Chaesa: “….biar kujelaskan semuanya!”

+ Yay, kasian Jinki TT______TT

+ Buat yang penasaran gimana bentukan Taemin yang jadi Taeni, silakan pandangi pic di bawah ini. Muahahahaha~

©2011 SF3SI, Diya.

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

88 thoughts on “Miracle Romance [Chapter IX]”

  1. huaaa….
    akhirnya di publish juga 😀
    kasihan sama Jinki di tolak Hyeorin.
    nyampe bolos lagi. ..
    wahwah…walaupun Taemin jadi yeoja dia ttp misahin Chaesa sama Minho yah…wlwkk
    next part si Chaesa kthuan yah..
    yah Chaeri sama Hyeorin thu kalau si Chaesa di jodohin sama Taemin. mereka marah lagi.
    ah…andwae. masa gak bisa berubah jadi namja lagi sihsi Taemin nya? kan kasihan.
    overall. part ini bnr2 menyedihkan buat Jinki.
    wkwkwk
    daebak eon! di tnggu lanjutannya! 🙂

  2. Iihhh,,, Poor Jinki,,,, oppa kesayangan patah hati,,, sini aq hibur oppa,, cz cuma itu yg bs aq lakuin buat oppa,, kn cintaku hanya untuk Key,, #apa deh,, abaikan diyah oen,,wkwkwkw

    Hmm,, jiwa analisis Jinki Keren,, sekali lihat langsung tahu klo almighty dan Key org yg sama,, hah,, part depannya bikin penasaran,, Chaesa,Hyoerin,Chaeri berantem,, bisakah Taemin jadi namja lagi?? Tinggal nunggu part selanjutnya,,, semangat diya oen!!! 😛

  3. Ckckck….. jinki…jinki… mulia amat kau.. msh mau bantu taemin meski…………..
    hoho..tp secara ilmu ke-sotoy-an ku kynya sbnrnya hyeorin tuh suka ama jinki tp gak sadar :p
    hoho maaf kl sotoy :p

    ah makin penasaran haha

  4. Huaa~ kasian jinki di tolak *tembak gw aja bg* hahahaa
    next chap kyknya chaesa brntem ya ama tman2nya, kasiaan,,
    nah gmna kalo taemin jd cwe slmanya *mdh2an authorny gak niat* hehehee
    kereen, gak sbr baca kelanjutannya..

  5. kasian bgt onew d tolak, sini ama aku aja #plak haha
    yah untung onew masih baik y mau bantuin taemin, hah, coba dy kebawa pikiran nya kalo ada taemin ad penghalang, gawat jd nya,
    wow onew pintar yah bisa langsung nebak pelakunya,
    next part pasti lebih seru, ‘-‘v

  6. kan bner key yg ngrubah taemin.. Aigo key.. Knp bgt?? Apa ada sangkut paut dgn chaesa?
    Wah.. Hyeorin ngliat jinki meluk taemin a.k.a taeni.. Salah paham lg dch..
    Ah.. Next ych..
    Ditunggu..
    Gomawo..

  7. taemiiiiiin ayo cepet kembali…..(?)
    jinki kasian patah hati, cewe ga cuma hyeorin ko! masih ada aku *eh hahaha
    author! ayo lanjutkan! ditunggu next partnya yaaaaa

  8. part ini lbh fokus ke jinki ya? kasian dia tolak, sama ak aja deh jinki #plakk sangat aku terima dgn senang hati. Hahahaha
    kasian liat jinki patah hati gt.
    ini moment taemin-chaesa nya kurang. Next part semoga byk!
    Nah loh, ketauan deh lo key sm jinki.

  9. waaah jinki kasian bgt di tolak,klo ku di tembak jinki oppa mah aku terima langsung deh..hahaha
    waduh waduh taemin cantik bgt ya,,minder jdnya kalah cantik saya..hahaha
    pokokny lnjutannya jangan lama” chingu 🙂

  10. T to the B to the C kalimat yg bikin ngacak ngacakin rambut

    aaah penasarannya

    makasih ya thor buat part 9 ini,ceritanya tambah bagus

    next partnya selalu aku tunggu
    2minggu sekali ya

  11. weeee…kok sudah tbc se eonni.. 😥
    ayo publish yg part 10! ehehehehe..makin kesana makin seruwwww!!!!

    jinki oppa ditolak??? weh…weh…weh…

  12. baca FF nya serius amat .. pas liat gambar taemin di bawah ..LOL buahahaha .. cakep, min!! congrats yah!!
    dateng kantor, buka PC langsung kemari eon .. berharap dapet cerita bahagia ,, eeh .. ternyata malah nemu jinki-ku tersayang di tolak ma hyeorin. emang dia suka segitunya ya? sampe pingin nangis? sini .. sini .. sama tante ..hahaha .. biarin ya,jinki ya si hyeorin biar nyesel nolak kamu .. tuh doi udah mulai cemburu liat kamu meluk” si taeni, bisa kebayang cakepya taemin pas jadi cewek.ntar kalo si heorin udah mulai suka kamu, kamunya jangan mau ya .. sama si taeni yang asli aja.. okay .. semangat!!
    makin penasaran ma kelanjutanya, eonn .. ditunggu next part nya .. muah muah XDXD

  13. Presiden siswa bisa sangat frustrasi seperti itu setelah cintanya ditolak. Hyeorin lebih baik jangan salah paham dulu dengan Taeni. Minho seperti digantungkan sama Chaesa. Almighty terbongkar juga. Jinki hebat.
    Nice story. Lanjut!

  14. Akhirnya dipublish juga..kekeke..
    Jinki kasian amat…huhu,sini aq peluk(?)#digantungMVP
    taem cantik beudh(?) jadi iri ._.v
    nah lhoo…key dah ketahuan!!hahahahaaa,aih bang jinki hebat juga yah,bisa tau karakter orang dr tulisan,kyk psikolog xDD
    hyeorin pasti salah paham pas ngeliat jinki pelukan ma taeni,wkwk..kayaknya hyeorin juga suka ma jinki deh,cuman blum nyadar ajj..masih terbawa bayang”nya taem getohh#sotoy.com
    part 10 mkin serruu!!tu 3 sahabat kayaknya mo perang tuh(?),chaeri-hyeorin dah tau kalo chaesa tunangannya taem :3,penasaraaan ma kelanjutannya!!>,<
    aq tgu part 10.a 😉

  15. waaahga sabar amapart 10nya, rahasia chaesa ketahuan sama chaeri dan hyeorin.

    oh iya hyeorin nyesel tu cowok secakep dan seganteng dia kamu tolak.malah ngincer tunangan orang lagi.

    lanjut eonnie 🙂

  16. Taeni cantiiiik ahahaha
    Hfff Jinki yaampun kasian banget siiihh
    Tapi figurnya disini kesannya cocoook banget sama aslinya *padahal gatau aslinya kaya apa-_-*
    Ini semakin rumit lalala seru sekaliii! Lanjut!!!! :D:D

  17. jinki jangan nangis ya, T.T

    Ketauan sudah siapa almighty itu

    Hyeorin sama chaeri beneran suka toh, kirain cuma ngefans doang…
    Miris ya nasibnya -.-

  18. aaah TT
    gila nangis karna udah ada chapter 9nya ..

    penantian aku lama banget …

    ayo cepatlah bikin taemin jadi cowo lagi ..
    saki hati banget liat chaesa lemes karna menunggu taemin ..
    gila ff ini daebak banget ..

  19. Ya ampun Jinki T.T
    Saya jadi bingung, se-karisma itukah Taemin di sini sampe-sampe 3 wanita menyukai dia?
    Tapi emang sih abang saya yang satu itu kece banget hahaha *apasih*

    Yeah Jonghyun muncul lagi! Akhirnya setelah beberapa part dia kembali nongol walaupun perannya enggak banyak :))
    Buat Hyeorin, tolong terima JInki ya? Taemin buat Chaesa aja, biarin Minho mah sama yang lain (sama Chaeri mungkin? hahaha)
    Ngomong-ngomong Taeni-nya cantik tuh, ngiri deh gue -_-

    Eaaaa, itu Key bakal gimana ya nasibnya? Dari next part previewnya kok jahat amat yak ngomong ‘…kau bisa saja takkan pernah kembali normal’ ke Taemin.
    Yah pokoknya buat Taeni, yang sabar ya. Penasaran juga sama nasib Chaesa pas rahasianya kebongkar!

    Part 10-nya ditunggu banget. Fighting!

  20. yaaa. . . . .
    Thor TBC nya menggagu nieh.
    Mudah2 taemin bsa blk jadi cowok lagi.
    Lanjutkan thor. Di tunggu part selanjutnya

  21. Waaaaaa makasih yaaaaa semuanyaaa^^/

    – Hyeorin suka Jinki?
    Mmmmm….. boleh juga……. haha

    – Jinki naksir Taeni yg asli?
    Well, gak mungkin kayaknya. Keke~

    – Taemin comeback?
    Secepetnyaaaaaa !! ^^
    Aku jg gak tega my baby menderita. Hoho…

    – FF ini sampe brp chapter?
    Insya Allah gak akan lebih dr 15 chapter krn saya mulai mencumbu skripsi jg skg. Haha~

    Makasih ya semuanya. Semoga pertanyaan2nya terjawab. Amin.

  22. aaaaa… gantung banget sumpah!! ayooo dong cepet keluar lanjutannya jangan lama-lama -___-
    semangat ya author tercintaaaa…
    jangan kelamaan, aku penasaran setengah mat *ehh…

  23. Selalu menyayangkan setiap Tulisan ‘to be continued..’ itu muncul-_- mengapa harus ada tulisan itu????? Mengapaaaa???-.,- maaf yee agak lebay-..-

    #poorjinki 😦 kasian jinki ditolak fufu sama aku aja yuk bang._.v

    seruuuuuuuuu ini seru beneran seru bagus bikin greget bikin senyum2 sendiri bikin jadi pengen poppo taemin(?) pokonya ini DAEBAAKKK!

  24. yah.. Singkat banget thor.. Huhu T.T
    wah, apa hyeorin ga cemburu ya? Enak jinki dong, patah hati langsung dipeluk cewe~ kkk…

  25. Gezz
    Taemin ngamuk liat minho huakakak
    Kasian deh jinki
    Tapi yaudah lahhh. Hyorin jangan gitu juga
    Toh dia pasti tadi itu sesuatu pas liat jinki sama taeni
    KEY!!!! Kembalikan taemin jebal jeball
    Kasian taemin tersiksa
    Lanjuutt

  26. hari ini harinya Jinkii ya? iya. Jinki kasihan. udah kayak sehati, aku ngerti perasaan beliau *eh* tapi Jinki tetap baik deh, walaupun irinya ke Taemin tingkat dewa, tapi tetep aja dia mau nolongin Taemin cari identitas si Almighty itu. keren~

    Chaesa, kamu PHP. dulu pas ngejar Minho, ngarepnya tingkat tinggi. sekarang kamu PHP, kasihan Minho. yaampun, part ini banyak banget yang harus dikasihani.

    oiya, plus si Jjong. dia gapunya pacar? demi apa? atau dia mencari pacar ke……entah keberapa? kejar Taeni dong, entah kenapa aku penasaran aja kalau Jjong pada akhirnya malah mendekati Taeni.

    dan Teasernya, konflik! sepertinya part depan bagiannya Chaesa yang kasihan. kasihan~

    Diya-eonni, fighting buat next partnya 🙂

  27. Ah aku pengen kyk jinki bs tw sifat org dr bca tlsan 😀
    Aduh ngeliat foto taemin jd taeni ketwa sendiri
    Lucu bgt
    Wkwkkwkw
    Part selanjutnya d tunggu ya author

  28. ahhhh taeminnn… bisa saja tidak bisa kembali pada wujud semulanya ??!!!
    kasian jinki… asik kan… onew pinteer !!
    ketemu !!
    ahhh benerkan pasti si key !! ckckckck -_-”
    ahhh taemiiinn…
    lanjutannya bua penasaraaan nihhh … ^^
    ayo lanjut thoorrr…

  29. ff yg kutunggu-tunggu akhirnya muncul juga ,,,
    yaaayyyy ,,, kacian banget jinki mesti patah hati gituw ..
    ckckckckckckckckck ,,
    seru , dan makin seru ..
    pokok’na T.O.P. lah !!!!!

  30. aq baru tw klo jinki bisa selabil itu pas patah hati…
    tapi, tetep baik bgt….
    buktinya mau bntuin taeni…
    jinki daebak!!

    kayaknya bakal ada konflik ni di part depan…
    ayo2!!!
    q tunggu part lanjutnnya!!

  31. Pendek onn*melas*
    Onnie sih, npa coba bkin onew oppa patah hati kalo sukanya ma akukan g bkal ku tolak onn.
    Kan kasian tuh, dari teladan jadi bandel cuman karena patah hati.
    Udah hyeorinny slah paham lgi, tp biarin dh rada sebel m hyeorin gara2 nolak oppa.
    Keuraedo, untung msh ada taemin. Onew bisa meluk2 ce bebas untuk ngelepasin ke2cewaanny, lama2 geli jga liat taeni*ce jadi2an*.
    Ngakak waktu bgian minho minta taeni ngurusin chaesa, nyesel ntar ho. Mkin jauh ntar m chaesany.
    Wah onew oppa detektif cakep yg handal y onn. Bru sbntar udh nemu biang kerokny, trnyta patah hatiny membawa rezeki hehe
    Omo… Previewny serem onn, chaesa dblg pengkhianat lg m tmen2ny.
    Taeminny dblg bisa g balik lgi.
    Nasib2.
    Kykna next part kurang bruntg nih chaesa m taemin.
    Nice onn.

Leave a Reply to shaela Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s