OUR LOVE – Part 4

LONG LOVE STORY

 Title:  OUR LOVE

Author: Sungrin imnida~ (della)

Main Cast : Lee raera & SHINee

Support Cast : SHINee

Length : sequel Genre : Romance, a bit comedy

Rating : General

annyeong~ :3 ini lanjutannya, hope you’ll enjoy the story ^^

orang itu langsung membekap mulut ku dan aku pingsan.

Seungra pov:

aku bekap mulutnya dan dia pingsan. Aku menyeretnya kekamarnya, ku ikat tangan dan kakinya. Aku kesal padanya entah mengapa. Gara-gara dia juga image ku jadi sedikit jelek. Aku menguncinya dikamar. Aku kembali pulang dan membiarkan tanganya ku ikat dan mulutnya ku bekap.

-end of Seungra pov-

aku terbangun. Ku putar lagi otaku. Aku melihat tangan dan kakiku diikat, sedangkan mulutku tertutup lakban.

“MMMPPHHHH!!!” keluhku yg berusaha melepaskan ikatan.

 Aku mencoba membuka pintu kamar. Sial! Pintunya di kunci! Siapa yg melakukan ini!? Aku mulai pasrah, tapi aku melihat hp ku yg ada di atas meja. Untung tanganku diikat kedepan, jadi mungkin masih bisa untuk mengetik. Kuambil hp ku, aku berfikir sejenak untuk siapa aku akan minta bantuan, umma? Jangan nanti dia makin khawatir.. Aduhh aku kan gak punya teman! Eh? Ma-masa Taemin oppa? -.- hah! Tak ada pilihan lain.

Aku menekan nomer Taemin dengan susah payah. Ketelfon dan ku loudspeaker.

Taemin: yeoboseyo? Raera?! Kau menelfonku??

Raera: Hhh! MPHHHHHH!

Taemin: Raera?? Kau kenapa??!

Aku merasa itu percuma. Aku mematikan telfonya. Aku memutuskan mengirim sms. Itu memerlukan waktu yg agak lama.

*to: taemin

oppa! Tolong! Ada yg menyekapku! Aku di*

belum selesai mengetik, ada yg membuka pintu dan memukulku sampai pingsan, untung

sudah kupencet tombol send dan silent. Hp ku jatuh ke bawah kasur.

Taemin pov:

aku menerima sms dari Raera..

*from: raera

oppa! Tolong! Ada yg menyekapku! Aku di

aku tak mengerti maksudnya. Aku sangat panik. Yang benar saja? Di sekap? Tadi sih saat dia menelfon dia juga sepertinya tak bisa bicara. Lebih baik aku tanya ke hyung.

“Key umma!” teriaku.

“ne?”

“aku dapat sms dari Raera!”

“lalu? Ada apa?”

aku memberitahu isi sms itu.

“OMONA! JINJJA!!? KITA HARUS APA!?”

“makanya itu aku nanya ke hyung,”

lalu minho datang.

“ada apa?” tanya-nya.

“Raera di sekap!” teriak key.

“tidak mungkin! Baru saja aku ngobrol denganya di cafe!” balas minho.

Aku tau, pasti minho keceplosan.

“maksud hyung?” tanyaku.

“haduhh.. Mianhae Raera.. Tadi aku..,”

mendengar penjelasan dari minho, aku hanya mengangguk.

“lalu bagaimana hyung? Apa dia diculik di tengah jalan?” tanyaku.

“entahlah..,” balas minho pasrah.

“kita harus memikirkan dulu apa yg harus kita lakukan.. Besok baru kita cari..,” usul key.

-end of taemin pov-

esoknya, aku terbangun. Aku melihat seungra yg sedang berdiri memegang pisau. Aku sangat

ketakutan dan kaget.

“MPPMHHH!”

“mwo? Aku tah bisa mendengarmu..” balasnya sok memainkan pisau.

“MPPMHHHHHHHHHHHHHH!”

“ah iya.. Kau tak bisa berbicara ya? Sini kubantu..,” katanya sambil membuka lakbanku

dengan cepat.

“AW!”

“upss..”

“mau apa kau!?” tanyaku.

“ohh.. Aku cuma mau kau jauh-jauh dari SHINee saja~”

“MWO!!? Kau kan sudah menikah! Gila kau!”

“aku kan bisa menikah lagi..,”

“YA! BABO! AKU GAK AKAN JAUH DARI OPPA KU!” teriaku.

“ckckck.. Kau berisik juga!” katanya kasar sambil menusuk bantal yg ada di sebelahku. Aku

hanya memjamkan mataku.

“aku bisa melakukan lebih.. Hati-hati…,” katanya tajam dan memasangkan ku lakban lagi.

Perutku sangat lapar, aku belum makan dari pagi. Aku melihat keadaan sekitar. Sepertinya

dia sudah pulang dari apartementku. Aku mencoba melepaskan ikatan tanganku. Ah! Akhirnya berhasil! Aku buka ikatan di kakiku dan lakban di mulutku. Aku mencari hp ku dibawah kasur.

Setelah ketemu, aku langsung menelfon taemin oppa. Tangan ku gemeteran karna takut.

Taemin: yeobose-

belum selesai dia berbicara, aku memotongnya.

Raera: oppa!!!!! Tolong aku! Seungra menyekap ku di apartementku!!!! Pintu kamar ku dikunci! Tolong oppa!! Aku takut!!

Belum sempat taemin membalas, Seungra datang. Akh! Sial! Dia mengambil hp ku dan berbicara pada Taemin.

Seungra: well,well… Udah selesai reunianya? Jangan berani datang! Lihat apa yg aku lakukan kalau kau datang!

Taemin: seungra! Gila kau! Bisa-bisanya kau-

peepeepeepeepeep

“napeun yeoja.. Ckckckck.. Keberanian mu terlalu besar..,” katanya.

Aku berusaha lari, tapi tanganya menjanggal pintu. Aku memukul perutnya. Aku keluar kamar

dan menuju pintu luar. Ah! Lagi-lagi di kunci. Aku mencari kuncinya. Tapi, tidak kutemukan. Seungra lalu keluar, mendorongku ke tembok, dan mencekiku.

“ingat kejadian ini?” tanya-nya dengan evilsmirks.

Aku tidak membalas pertanyaanya karna nafasku tersesak. Aku menendang kakinya dengan kencang. Dia terjatuh. Nafasku masih tak teratur dan jatuh. Ku coba mengambil kunci yg tergeletak dari tanganya. Aku berlari kearah pintu.

“Raera!!!” aku dengar suara Taemin sambil menggedor-gedor pintu.

Aku segera memasukan kunci kelubangnya. Karena aku terburu-buru, kuncinya jatuh. Seungra menariku dan menamparku sampai bibirku berdarah. Dia mendapatkan leherku dan mencegahku.

“PERGI! Atau kau menyesal!” teriak seungra pada Taemin.

“ya! Babo! Aku tak akan pergi sebelum kau melepaskan Raera!” balas Taemin.

Aku menggigit tangan seungra dan mendorongnya jauh-jauh. Aku kembali pada kunci lagi. Sedikit lagi pintu terbuka. Seungra lagi-lagi menamparku. Aku mendengar suara pintu yg sepertinya sedang di dobrak taemin. Jujur aku ragu karna… Ya badanya taemin itu…

Aku memang belum pernah mencobanya, aku menonjok perut seungra karna menurutku kalau di pipi lebih terasa.. Kan kasian juga.. Dia terjatuh lemah. Aku segera membuka pintu dan melihat Taemin. Aku menangis sekencang mungkin melepaskan ketakutanku selama ini.

“Raera? Mukamu?” tanya-nya kaget.

Aku tak mempedulikan mukaku dan perkataanya. Aku langsung memeluknya. Dia membalas

pelukanku.

“ayo kabur! Sebelum dia mengejar!” katanya sambil menariku.

Aku berusaha berlari, tapi kaki ku benar-benar lemas.

“ah. Oppaa.. Kakiku gak kuat…,”

tanpa berfikir lagi dia langsung membopongku.

“ayo! CHULLBBBAAAAALLL!” teriaknya dan berlari. Aku hanya tertawa kecil di pundaknya.

Dia membawaku ke dorm SHINee. Mereka semua tampak terkejut melihatku.

“OMO! Mukamu Kenapa!!?” teriak key.

“apa yg terjadi!?” tanya onew.

“kau baik-baik saja!?” tanya jjong.

“Raera!? Kau selamat!?” tanya minho.

Aku hanya tersenyum. Tapi bibir ku sakit karna luka tamparan. Aku memegangi lukaku.

“ya! Sebelumnya jelaskan padaku dan jjong!” sahut onew.

“key hyung tolong jelaskan.. Aku mau mengobati lukanya dulu..,” balas taemin sambil

membawaku ke kamarku yg dulu dan membawa kotak P3K. Dia melihat lengan kaos ku yg berdarah. Aku bahkan tidak menyadarinya. Apa kena pisau waktu itu? Kok gak kerasa?? Apa aku.. Kebal? o.O (?)

“lihat lukamu.. Omo.. Untung gak parah..,” celoteh taemin sambil membersihkan luka ditanganku.

“aishh.. Pelan-pelaannn.. Sakit tau oppa..,”

“ne, mianhae..,”

“oppa.. Kau gak marah?”

“marah kenapa?”

“aku tidak membalas sms mu, dan tidak mengangkat telfon mu..,”

“tidak, kau mengirim ku sms, dan menelfonku..,”

” … .”

“sudah ku perban.. Sekarang bibirmu.. Kenapa ini? Ditinju? Hahaha..,”

“itu di tampar! tadi aku berantem tau! Cuma buat buka pintu!!”

“ckckck.. Ceroboh..,”

tiba-tiba saat taemin ada di dekat wajahku dia terdiam. Dia mulai mencoba menciumku

lagi.

“ani oppa.. Jangan..,” kataku menolak.

“ah! Mianhae! Aku juga bingung apa yg ku lakukan!” katanya malu.

“nah! Bibirmu sudah di obati! Selesaiii~” lanjutnya untuk merubah suasana.

Kami keluar kamar dan menuju ruang tengah.

“hyung sudah kau jelaskan?” tanya taemin.

“ne, sekarang kau Raera, jelaskan apa yg terjadi..,” kata key.

“ne, jadi setelah aku pulang sehabis bertemu minho oppa….,” aku mencoba menjelaskan

dengan detail.

*****************************

“sepertinya dia memang sudah ‘agak-agak’ … ,” kata key sambil geleng-geleng keong racun.

“bukan agak-agak lagi hyung! Tapi udah gila beneran! Kau kalau melihatnya langsung pasti

kaget!” balas taemin.

“memang kau lihat?” tanya minho.

“iya! Dari balik pintu yg terkunci! Hahaahaha,” balasnya lagi tertawa. Suasana ini, suasana yg ku kenal. Aku tersenyum girang.

“ya! Kau malah senyam-senyum! Ahaahahaha,” ledek jjong.

“jadi kita harus apain Seungra?” tanya onew yg mulai serius.

“beberapa hari sebelum kejadian.. Aku memasang camera cctv..,”

“yaaa! Kau pintar sekali~~” puji key sambil mengelus rambutku.

Keesokanya, aku kembali ke apartementku di temani minho dan key. Aku mengambil camera cctv yg ada di kamarku, dan ruang tengah. Aku, key, dan minho langsung balik ke dorm mereka.

“ini kamera cctv kecil, jadi ada memori buat videonya di dalam..,” jelasku sambil mengambil memori itu.

 Kami semua menontonnya di laptop key. Semua kaget dengan apa yg dilakukan dan yg dikatakan seungra.

Saat bagian seungra berbicara menyuruh ku menjauhi SHINee, onew berkata, “maaf membuatmu seperti ini..”

aku hanya membalas dgn senyum.

Ini dia bagian aku menolak dengan teriak. Aku sangat malu. Mereka semua memandangku dan tersenyum. Selesai menonton, kami berdiskusi di ruang tengah.

“biarkan aku mengurus ini.. Aku akan mencoba berbicara pada lee soo man, dan menunjukan video ini..,” kata onew mantap.

 Kami semua hanya mengangguk. Setelah hari itu, aku kembali lagi ke dorm SHINee.

1 minggu setelah pengaduan onew…

“bagaimana katanya?” tanya jjong.

“dia sangat terkejut dengan apa yg diperbuat seungra. Polisi juga sudah menagkapnya dan

memasukanya di tempat rehab..,” jelasnya.

“baguslah..,” kata key.

“ahh.. Aku senang kau mau kembali Raera..,” kata jjong dengan senyum puppynya.

“ne.. Aku juga senang bisa kembali dengan SHINee yg kukenal..,” balasku tersenyum.

Malam itu aku melihat taemin hanya terdiam. Dia mengajaku ke balkoni dan menutup

gorden jendela.

“besok adalah jadwal take adegan kisseu dramaku..,” katanya lesu.

“ne, lalu?”

“aku gak mau, sebelum sama kamu…..,” kata Taemin menatapku seperti berkata -mau ya..-

mukaku memerah. Aku memejamkan mataku. Tapi dia malah tertawa.

“hahaha kau ngapain?” tanya-nya.

“yasudah!! Aku pergi!!” kataku ngambek. Baru satu langkah aku jalan, dia menahan tanganku.

“aku bercanda babo..,” katanya dan langsung menciumku dengan lembut. Tiba-tiba

*CLINGG!* (author gak tau bunyi kamera -.-v)

“ahh!” teriaku langsung melepaskan ciumanku.

“hyu-hyunggggg!!!!!!” teriak taemin langsung mengejar yg lain.

“hihihihihi… Lihat uri taemminnieee.. Sudah dewasa sekali berciuman di balik gorden~”

ledek key. Aku hanya kaku di tempat tidak percaya apa yg baru saja ku lakukan.

“lihat ini~” kata jjong sambil menunjukan foto kami di kamera.

“ah hyung! Hapus! Hapus! Hapus!” teriaknya seperti anak kecil. Aku malah tertawa.

“tenang.. Photo ini akan hyung simpan dengan baik… Yaitu dimana minhooo??” tanya onew pada minho.

“me2day~” balas minho.

“hyungggg!? T^T” rengek taemin.

“tidaklah! Kami bercanda! Itu akan membuat skandal! Ara?” jelas key.

“aku akan menyimpanya dengan aman.. Tenang saja..” lanjut jjong mantap.

Hari dimana take kisseu taemin pun tiba. Aku ikut denganya kelokasi berpura-pura menjadi asistenya. Aku melihat, sebentar lagi adegan itu akan dimulai. Aku panik entah mengapa. Aku bertanya pada sutradara.

“permisi.. Apa mereka benar-benar akan berciuman?” tanyaku.

“ah..ani.. Anda tidak usah khawatir.. Mereka hanya akan berpelukan..,” jelas sang sutradara.

MWO!!!!? Jadi?! Awas saja nanti LEE TAEMIN! Amarah ku sudah kau buat membara!!!!

HUAHHAHAAHAHAHA! *mencuri ketawa evilnya kyu*

selesai syuting, aku ngambek padanya.

“ya… Raera-ah… Aku bercanda mianhae…” katanya sambil ketawa-ketawa.

“pembohong-pembohong-pembohong! Aku ngambek!”

“dasar…. Aku traktir naik ferris wheel…,” katanya.

Mendengar kata ‘ferris wheel’ aku langsung menarik tanganya untuk pergi dan dia malah

ketawa.

Saat kami menaikin ferris wheel, aku hanya memandangi kaca yg memperlihatkan

keindahan malam.

“ya! Kau seperti anak kecil saja!” ledek Taemin.

“biarin! Merong~” balasku.

“ya! Raera! Lihat ke arah sini!” sahutnya.

“wae? Wahh… Kembang api..,” ucapku kagum.

“ne..,”

“beruntung banget bisa ngeliat ini..,”

“jadi? Aku sudah dimaafkan yaa?”

“ne!”

keesokanya, kami semua berkumpul diruang tengah. Aku dan taemin duduk bersebelahan

dan di himpit onew dan jjong.

“jadiiii?” tanya key.

“mwo?” tanyaku balik.

“sudahlah.. Ayo selesaikan masalah ini..,” kata jjong.

“hubungan kalian apa?” tanya key serius.

“gak ada..,” balas taemin.

“kau suka Raera kan??” tanya key to the point.

“iya, memang kenapa?” balasnya lagi yg membuat mataku terbelak.

Mukaku memerah. Aku menutup mukaku yg malu.

“jadi Raera?” tanya onew.

“a-apa-apaan ini??? Kenapa aku harus jawab??” kataku malu.

“yaaa.. Ayolah..,” pinta key.

Aku mengangguk kecil. Lalu key langsung berteriak,

“kuanggap iya!!!”

“andwe!!!! Tadi aku lagi mikir!!” balasku. Aduhhh.. Raera! Kau ngapain ngangguk?!

“a-aku kabur dulu!” kata ku sedikit teriak dan berlari ke kamar. Hahhhhh… Yg benar saja..

Jantungku hampir copot..

Esoknya aku pergi ke apartement ku yg dulu untuk membereskan barang-barangku yg lain.

Aku hampir selesai merapihkan barangku. Saat aku pergi ke dapur untuk mengambil minum. Aku mengambil gelas dan berbalik. Aku menjatuhkan gelas sampai pecah. Bagaimana tidak? Aku melihat Seungra yg memegang pisau.

“ya! Kau bukanya di rehab?”

“ne, tapi sepertinya aku benar-benar sudah gila ingin membunuhmu…,” balasnya yg

membuatku merinding.

Bodohnya aku berlari ke kamar bukan keluar. Aku mengunci pintu kamar. Aku ketakutan. Aku melihat dia menggedor-gedor pintu dan menusukan pisau ke pintu. Aku sangat kaget karena pisau itu menusuk pintu. Apakah setajam itukah pisaunya? O.O

aku keluar balkon, untungnya balkon kamar dan balkon teras berdekatan. Aku nekat lompat untuk menyebranginya. Yeah! Berhasil! Aku langsung lari sebelum di sadari oleh seungra. Aku berlari ke arah lift dan seungra sudah mengejarku. Aku masuk lift lebih dulu. Saat aku keluar lift, aku bertemu minho.

“kau ngapain?” tanya-nya.

“oppa? Tadi aku ketemu.. Seungra! Bukanya dia rehab? Terus orang orang di belakangmu

siapa?”

“mereka? Seungra kabur dari tempat rehab. Aku membawa mereka untuk membawa seungra kembali..,” jelasnya.

“oh..”

“kau gapapa kan??”

“iya gapapa..,”

“yasudah, sana pulang duluan nanti kususul..,”

“ne.. Oppa.. Hati-hati dia bawa pisau..,”

sesampainya di dorm, ternyata aku sendiri. aku masih sedikit ketakutan. tapi sebisa mungkin aku melupakan semua itu.

Aku menatap cermin. Rasa penasaranku mulai muncul. Aku mencoba dance freestyle.

“omo.. Susah banget..,” keluhku.

“ikuti saja nalurimu (?)” kata taemin yg ternyata di belakangnya.

“mwo?? Sejak kapan kau di sini??”

“dari tadi.. Aku habis dari dapur..”

“oh.. ._.”

“aku mau nanya..”

“mwo?”

“aku serius. Jeongmal saranghae..,”

“aku…..,”

aku tertunduk malu. Lalu taemin memegang pundaku agar aku menatapnya.

“ne, na-nado saranghae..,” ucapku malu-malu.

Dia hanya tersenyum dan memeluku.

“HAAA!!! Ketauan!!!!” teriak Key dari kamarnya. Dan yg lain keluar.

“ja-jadi kalian sembunyi???” tanyaku kaget.

“HYUNG! Kubilang jangan keluar!” teriak taemin.

Sepertinya dia juga malu.

Onew lalu menghampiri kami sambil melempar-lempar kertas kecil-kecil.

“chukka~ chukka~” katanya.

“jadi sudah resmi nih?” tanya jjong.

“ya! Mereka belom kawin! Jadi gak ada resmi-resmian! Ya kan taeminnie???” kata key.

“ngg.. Gimana ya?” balas taemin bingung.

“kan kau punya ku key,” goda jjong.

“tentu~ ya! Aku lelaki tulen! HUAHAHAHAAHA!” balas key bercanda.

“bagaimana kalau ku traktir ayam? Semua ayam harus di makan!!” katan onew girang.

“kita tunggu minho oppa dulu..,” saranku.

Setelah minho kembali, kami semua memesan ayam. Onew memesan 10 kotak fried chicken

*peep*.. Yg satu kotaknya berisi 1 ekor ayam. Aku dan taemin makan 1 kotak berdua, jjong,

key, minho, masing-masing 1 kotak, sisanya…. Uri leader… CHICKEN MANIAC ONEW!

Berarti dia makan 6 kotak = 6 ekor ayam -.-

(kok jadi bahas ayam? -.-)

sudah 3 bulan berlalu..

Aku dan yg lain sedang ngobrol diruang tengah.

“ya.. Kita di suruh milih salah satu anggota untuk ikut acara ‘idol gift’,”kata onew.

“acara apa itu hyung?” tanya minho.

“kalau gak salah jadi nanti salah satu dari kita harus membawa orang terdekat kita, lalu orang itu harus menunjukan penampilanya untuk nya..,” jelas onew.

“ahh.. Arraseo.. Bagaimana kalau Taemin dan Raera?” usul key.

“mwo!? Andwe!!” balasku dan taemin bersamaan.

“kyeopta.. Membalas pertanyaan saja bersama..,” ledek jjong.

“baiklah, ditetapkan, kalian berdua tampil..,” lanjut onew.

Kami berdua hanya pasrah karena onew menampilkan tampang seremnya.

Aku berada di ruang tengah dengan Taemin.

“oppa… Aku harus ngapain?”

“tampilkan saja yg kau bisa..,”

“aku pikirkan dulu..,”

“yasudah..,”

“aku ke kamar dulu ya.. Mau mikirin penampilanku..,”

“ne.. Jangan tidur terlalu malam ya.. Sleep well..”

“ne, oppa..,”

aku kekamar dan menguncinya.

Aku mulai membuka laptopku. Aku mengotak-atiknya untuk mengaransemen lagu atau lebih tepatnya nge-mix lagu. Aku juga buka video gaya freestyle dan belajar.

Sudah 2 hari aku latihan. Sedangkan aku akan tampil 3 hari lagi.

“ya! Kau sudah latihan apa saja?” tanya jjong.

“rahasia..,” balasku.

“kok rahasia?” tanya taemin.

“biar kau terkejut oppaaa..”

hari yg kutunggu datang. Aku memberikan cd yg isinya lagu yg sudah ku mix. Aku menunggu di waiting room. Aku sangat tegang. Semoga latihanku selama ini tak akan sia-sia. Aku mengenakan dress, jaket kulit, dan celana jeans gantung.

Sudah saatnya aku tampil. Oppa memberiku semangat. Aku pasti bisa!

Aku naik keatas panggung. Aku menarik nafas dan mulai bernyanyi. Lagu pertama, adalah lagu IU, yg berjudul someday. Aku memilihnya karna arti lirik inilah harapanku sebelum bertemu mereka. Lalu lagu menjadi seperti kaset putus. Aku membuka jaket kulit yg kupakai. Sekarang aku mengenakan dress yg tanganya agak panjang dan jeans gantung. Aku menundukan kepalaku. Lagu dimulai, dan aku mulai menari freestyle. Lagu mix ini hanya mix-an dari intro-intro lagu SHINee seperti hello, lucifer, dll. Aku mengakhiri penampilanku dengan split.

Kulihat semua penontong bertepuk tangan. Aku membungkukan badan dan kembali ke

belakang panggung.

“Raera… Penampilanmu..” kata taemin kaget.

“mianhae! Mianhae oppa! Ini pertama kalinya aku tampil dan nge-mix lagu!”

“babo!!! Penampilanmu 10 jempol!”

“1…2… Jempolnya cuma ada 2..”

“ya! Anggap saja jariku jempol semua!”

“hahahahaha..”

“suara mu bagus.. Freestylemu juga keren.. Aku tak menyangka kau bisa..,”

“siapa dulu gitu namjachingunya?”

“hahaha aku..”

aku menunggu untuk penampilan peserta lain. Waktunya tiba, voting dari penonton. Aku

kembali keatas panggung. Aku memejamkan mataku sebelum mc berbicara.

“ya! Sebelum pengumuman voting, kami akan mempersilahkan para idol untuk berdiri di

sebelah temanya..,” ucap mc itu yg membuat penonton teriak.

Taemin berdiri disebelahku dan tersenyum.

“PEMENANGNYA ADALAH RAERA DAN TAEMIN!” teriak si mc.

Semua penonton bertepuk tangan. Aku mendapatkan kalung indah sebagai hadiah. Aku dan

Taemin kembali keruang tunggu Taemin. Ternyata ada anggota SHINee yg lain.

“wahh.. Daebak! CHUKKA~” kata onew menjabat tanganku.

“freestyle mu keren..,” puji minho.

“mix-an lagumu juga bagus..,” tambah jjong.

“suaramu juga daebak!” tambah lagi key.

“gomawo oppaaa~”

saat aku mau balik ke dorm, aku melihat banyak wartawan di depan gedung. Aku berjalan di tengah SHINee. Untungnya ada bodyguard yg menjaga jarak wartawan dengan kami. Entah mengapa kepalaku sakit melihat flash dari kamera. Aku akhirnya terjatuh. Taemin yg ada di belakangku langsung menggendongku ke dalam mobil.

“Raera??” tanya taemin

“kepalaku pusing..,” balasku di mobil.

“ohh.. Berarti kau belum terbiasa sama flashlight ya?” tanya key

“ne.. Sepertinya.. Hehehe..,”

hari-hari aku lewati seperti biasa. Tapi hari ini berbeda. Kami semua sedang ada di tempat karoke. Kami sudah 1 jam di sana. Key kebanyakan nyanyi lagu GB, onew trot, jonghyun MJ, Minho yg nge-rapp, taemin lagu anak kecil ._.

Taemin pov:

“aku ke toilet dulu ya..,” kataku.

“ne.. Cepat sana..,” balas Raera.

Aku segera ketoilet.

Saat aku kembali, aku melihat Raera yg sedang ditarik oleh seorang namja berbadan kekar, dan seorang namja dengan jas rapih.

Aku lihat raera membentak untuk pergi. Tapi namja kekar itu malah membekap mulutnya dan membopongya pergi.

– TO BE CONTINUED-

nahh~ jadi gimana nih lanjutannya? hihihihihi maaf kekurangannya *bow* UwU

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

2 thoughts on “OUR LOVE – Part 4”

  1. First kah? *celingakcelinguk hmm maybe(?) #abaikan. Bagus thor 😀 aku suka tp aku penasaran itu siapa yg bawa Raera pergi -_- lanjut ya thor!! Jangan lama2^^ mian cuma ini yg bisa aku sampaikan sama author-_- pokoknya ! HWAITING!:D

  2. waduhh si raera di culik lagiii aku kira bakal selesai… ahhhh siapa lagi yang nyulis seungra kah ??? aisssh ngak ada habis2nya tuh anak !!!
    keseeeelll !!
    huwaa lucu yaa pasangan sii taemin ituuu …
    kereeeennnn … ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s