Simple Love – Part 2

Title                 : Simple Love part 2

Author             : Tanayuki @tmdtania

Genre              : Romance

Length             : Twoshots

Rating              : G

Cast                 : Kim Jonghyun, Cho Yuki (OC), Lee Hyukjae (Support Cast)

Ini lanjutannyaaaa 🙂 check this out and RCL pleaseee~

“Odieyo, Cho Yuki? Ck,” tanya Jonghyun entah pada siapa. Sekarang ia benar-benar khawatir dengan Yuki karena ini sudah hampir jam 7 malam tapi ia belum berhasil menemukan yeoja itu. Jjong sempat berpikir kalau Yuki tidak mungkin keluar dari area pusat perbelanjaan ini karena ia takut hujan.

‘Ah, hujan. Yuki gak mungkin ada diluar sana karena dia benci hujan dan takut petir. Tapi ia dimana?’ batin Jonghyun.

“Eh, permisi, ahjussi. Apa anda melihat seorang gadis yang memakai seragam sepertiku dan rambut dikucir?” tanya Jonghyun pada petugas keamanan di sana.

“Hmm.. yeoja yang membawa belanjaan banyak?” tanya petugas keamanan itu mamastikan.

“Ne. Benar. Apa ahjussi melihatnya?” tanya Jonghyun dengan khawatir.

“Iya. Tadi ia pergi keluar gerbang. Padahal sudah aku bilang agar tidak pergi dulu karena hujan lebat tapi ia tetap ingin pergi,” jawab peetugas keamanan itu.

“Jeongmal? Berarti ia kehujanan? Aish. Baiklah, jeongmal gomawo, ahjussi,” kata Jonghyun dan langsung berlari menembus hujan yang sangat lebat keluar dari area pusat perbelanjaan itu.

“Cho Yuki-ah, odieyo? Hujan begitu lebat, kau tidak mungkin pergi jauh kan?” gumam Jjong sambil menyusuri sebuah jalan kecil. Ia hanya mengikuti feelingnya saja untuk menemukan Yuki karena ia sama sekali tidak mempunyai bayangan dimana Yuki berada. Sesekali Jjong mencari tempat aman saat muncul rentetan petir yang menakutkan. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan Yuki sekarang.

“Aish, Cho Yuki. Odieyo?” gumam Jjong lagi sambil mengacak rambutnya yang basah. Kemudian ia berjalan melewati deretan gedung yang besar. Dan Bingo, finally he finds her! Yuki sedang duduk di sudut gedung yang memang tidak ada tempat untuk berteduh tapi itu cukup untuk melindunginya dari petir.

“Cho Yuki-ya!” seru Jonghyun sambil menghampiri Yuki yang sedang duduk di pinggir bangunan sambil membenamkan kepalanya di lututnya.

“Yuki, gwenchanayo?” tanya Jonghyun sambil memegang tangan Yuki. Dingin sekali. Tubuh Yuki hampir membeku sekarang. Lalu Yuki mengangkat kepalanya perlahan.

‘Yeoja ini.. bener-bener bikin aku hampir gila karena takut kehilangan dia,’ batin Jonghyun. Entah kenapa tiba-tiba Jonghyun ingin sekali memeluk yeoja dihadapannya.

“Mianhae. Jeongmal mianhaeyo. Tadi aku egois banget sama kamu. Maaf banget. Aku buakn maksudd marahin kamu gitu. Aku cuma kebawa emosi tadi. Jeongmal. Jangan marah lagi ya,” kata Jjong sambil memeluk Yuki dengan erat tapi Yuki tidak membalas pelukannya.

“Aku kan hanya menyusahkanmu saja. Kenapa kau mencariku?” tanya Yuki sarkastik.

“Ya aku kan hanya terbawa emosi tadi. Ayolah maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku.. tadi aku benar benar khawatir saat kau pergi di tengah-tengah hujan seperti ini. Aku mohon, jebaal,” kata Jjong dengan sungguh-sungguh. Perlahan bibir Yuki melengkungkan senyum indah tanpa disadarinya. Lalu Yuki pun membalas pelukan Jjong.

“Kau tau tidak? Tadi aku takut setengah mati tau waktu banyak petir. Kenapa kau datangnya lama huh?” tanya Yuki sambil terus tersenyum. Hujan pun berangsur-angsur mereda.

“Ya siapa suruh kamu kabur-kaburan gitu? Haha,” kata Jjong sambil tertawa. Yuki langsung melepas pelukannya dan cemberut.

“Ya! Kau ini, dasar babo!” umpat Yuki sambi menggembungkan pipinya. Jonghyun tertawa kecil dan kembali menarik Yuki ke pelukannya.

“Ya! Ada apa denganmu hari ini, babo?” tanya Yuki heran.

“Aniya. Jangan kemana-mana lagi ya, Na. Mulai sekarang, kamu harus dekat aku terus,” kata Jonghyun sambil tersenyum.

“Hm? Ne,” jawab Yuki sambil tersenyum juga.

“Hmm, udah yuk pulang. Hujannya udah reda. Motornya tinggal aja,” kata Jonghyun setelah melepaskan pelukannya.

“Ayuk. Hm, tapi..” kata-kata Yuki terhenti saat ia mengingat sesuatu.

“Wae?” tanya Jonghyun.

“Aku.. err.. aku lagi ‘dapet’,” kata Yuki dengan hati-hati. Jonghyun terdiam sebentar mencoba mencerna kata-kata Yuki.

“Omo~ banyakkah?” tanya Jonghyun dengan polos. Yuki hanya mengangkat bahunya.

“Eottae?” tanya Yuki lalu menggigit bibir bawahnya. Jonghyun melepas jas sekolahnya, lalu mengikatkannya di pinggang Yuki untuk menutupi bagian belakang Yuki.

“Hemm, udah gak keliatan. Ayo pulang,” kata Jonghyun sambil melihat bagian belakang Yuki.

“Tapi jas mu ini warnanya biru muda, Jjong. Dan udah basah gini,” kata Yuki agak ragu.

“Gwenchana. Aku jagain dari belakang. Ayo,” kata Jonghyun lalu mendorong Yuki agar ia berjalan duluan dan Jonghyun di belakangnya.

Mereka terpaksa pulang dengan bis umum. Tentu saja di bis mereka diperhatikan oleh orang-orang, karena Jonghyun harus selalu berada di belakang Yuki. Sekarang, Yuki dan Jonghyun sudah hampir sampai. Tapi, saat akan berhenti di halte tujuan mereka, supir bis itu malah mengerem mendadak dan membuat Yuki jatuh terduduk. Yuki langsung menatap Jonghyun dengan pasrah sambil menggigit bibir bawahnya.

“Eottae, Jjong?” tanya Yuki pasrah. Tanpa pikir panjang, Jonghyun pun langsung menggendong Yuki. Yuki menatap Jonghyun shock. Sedangkan Jonghyun hanya tersenyum. Jjong pun membawa Yuki keluar danri bis dan berjalan menuju rumah Yuki.

“Jjong, kita diliatin orang-orang,” bisik Yuki.

“Emang kenapa? Nyantai aja. Toh kamu digendong sama aku ini, bukan sama orang lain,” kata Jonghyun. Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Yuki.

“Gomawo. Jeongmal gomawo, Jjong,” kata Yuki sambil tersenyum.

“Emm hmm, cheonmane. Udah malem, kamu masuk sana. Besok aku jemput,” kata Jonghyun sambil tersenyum kecil.

“Jemput? Emang mau kemana?” tanya Yuki dengan tampang innocent.

“Besok kita masaknya di rumahku aja. Jadi besok aku jemput,” jawab Jonghyun.

“Oh, arraseo. Aku masuk dulu ya. Goodnight, Jjong babo,” kata Yuki sambil tersenyum manis.

“Ne, goodnight too, Nona Kim,” kata Jonghyun dan langsung berjalan pergi sebelum Yuki menanyakan maksud perkataannya tadi.

Keesokan harinya. Yuki sudah ada di rumah Jonghyun untuk memasak.

“Kita mulai dari mana?” tanya Yuki sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil membaca buku resep.

“Ntar dulu, sebelu mulai, aku mau buat perjanjian dulu,” kata Jonghyun.

“Perjanjian apa, babo?” tanya Yuki.

“Kamu kan gak pernah yakin kalo hasil masakan kita akan enak. Nah, aku mau bikin perjanjian sama kamu. Kalo sampai nanti masakan kita jadi yang terbaik, kamu harus turutin apa yang aku mau. Tapi kalo masakan kita biasa aja, aku yang akan turutin apa mau kamu. Eottae?”  jelas Jonghyun. Yuki tapak berpikir sebentar.

“Hemm, geurae. Aku setuju!” kata Yuki sambil tersenyum.

“Oke, ayo kita mulai masak!” kata Jonghyun dengan semangat lalu merekapun mulai memasak.

“Eomma pulang! Eh, ada tamu ya,” kata eommanya Jonghyun yang baru pulang dari super market.

“Ehm, ahjumma. Annyeong haseyo,” kata Yuki sambil membungkukkan badannya dan tersenyum.

“Annyeonghaseyo. Siapa namamu?” tanya eommanya Jonghyun sambil tersenyum.

“Namanya Yuki, eomma. Tapi aku manggilnya Na,” kata Jonghyun sebelum Yuki sempat menjawabnya.

“Oh, Yuki~ pacarmu ya, Jjong?” tanya sang eomma.

“Ne,” jawab Jonghyun.

“Ani,” jawab Yuki bersamaan dengan Jonghyun.

“Jinjja? Akhirnya kamu punya yeojachingu juga ya. Kamu bisa ajak ia ke pertemuan keluarga minggu depan,” kata eomma.

“Mwo?” tanya Yuki pelan.

“Ehm, geurae, eomma. Aku pasti ajak Na nanti,” jawab Jonghyun dengan pasti.

“Geurae, jangan lupa  ya, Yuki. Hm, Jjong, eomma mau istirahat dulu ya. Masak yang bener, arra?” kata eomma sambil tersenyum.

“Ne, eomma,” jawab Jonghyun dan Yuki bersamaan. Lalu, sang eomma pun pergi keluar dari dapur.

“Ya! Apa maksudmu, babo?” tanya Yuki.

“Aniya. Udah, kamu nurut aja ya,” kata Jonghyun dengan santai lalu melanjutkan kegiatan memasaknya.

“Gimana aku bisa nurut aja? Aku kan bukan yeojachingumu, babo,” kata Yuki dengan kesal.

“Hm? Siapa bilang?” tanya Jonghyun dengan datar. Yuki mendecak pelan.

“Terserahlah,” kata Yuki pasrah. Ia sedang malas untuk berdebat dengan Jonghyun sekarang. Ia sedang tidak enak badan karena kemarin habis kehujanan.

“Na, ini udah aku potong semua,” kata Jonghyun sambil menyodorkan seppiring gurita yang siap dimasak. Yuki hanya terdiam sambil memegangi kepalanya.

“Na? Gwenchana?”

“Mukamu pucat. Matamu berkaca-kaca. Panas,” kata Jonghyun sambil memegang pipi Yuki.

“Nan gwenchanayo,” kata Yuki.

“Ani. Istirahat,” suruh Jonghyun.

“Shireo! I’m fine, Kim Jonghyun,” tegas Yuki dengan suara yang lemah. Jonghyun menghela napasnya lalu menarik Yuki ke kamarnya.

“Istirahat di sini. Kalo udah mendingan baru masak lagi. Oh iya, jangan sentuh apapun ya,” kata Jonghyun lalu keluar dari kamarnya sebelum Yuki dapat membantah ucapannya. Karena Yuki memang benar-benar sedang tidak enak badan sekarang, iapun akhirnya tertidur.

“Hmm~” Yuki terjaga dari tidurnya setelah hampir 1,5 jam ia mengistirahatkan  badannya. Yuki merasa sudah lebih baik sekarang. Tiba-tiba mata Yuki tertuju pada sebuah buku yang terbuka di meja belajar Jonghyun. Yuki penasaran dengan apa yang ada dibuku itu, dan ia pun membacanya.

“Mwo?” Yuki terkejut melihat buku itu. Isi buku itu adalah sketsa-sketsa Yuki dengan berbagai kegiatannya. Ada sketsa saat Yuki sedang kesusahan mengerjakan tugas, ada Yuki saat ia sedang makan ice cream, ada Yuki saat ia sedang tersenyum manis, ada Yuki saat ia cemberut karena Jonghyun mengerjainya, bahkan ada sketsa Yuki saat ia sedang tertidur, sepertinya Jonghyun baru menggambarnya tadi.

“Ya! Ya! Cho Yuki nappeun! Udah aku bilangin kan jangan liat apapun,” seru Jonghyun sambil merebut buku yang di pegang Yuki dengan cepat.

“Gambarmu bagus, Jjong,” kata Yuki sambil tersenyum jahil.

“Nappeun! Kamu liat apa aja tadi?” tanya Jonghyun.

“Semua. Ckck aku gak nyangka ternyata aku punya fans gitu haha,” kata Yuki sambil tersenyum bangga.

“Nappeun yeoja!” kata Jonghyun sambil memukul kepala Yuki dengan buku yang ia pegang.

“Ya! Appo! Babo,” keluh Yuki sambil memegangi kepalanya.

“Makanya jangan nakal,” kata Jonghyun.

“Hem. Udah yuk kita lanjutin masak,” kata Yuki mengalihkan pembicaraan.

“Udahan kok,” kata Jonghyun.

“Jinjja? Kamu yang masak sendiri?” tanya Yuki dengan nada yang ragu.

“Iya, aku yang masak,” jawab Jonghyun dengan datar. Yuki yang masih tidak percaya pun langsung pergi ke dapur dan mencicipi masakan yang dibuat Jonghyun.

“Eottae? Enak kan?” tanya Jonghyun.

“Biasa aja sih,” kata Yuki dengan datar.

“Ya! Na, kamu gak ngehargain banget sih,” seru Jonghyun.

“Aish, aku kan cuma bercanda, babo. Ini enak kok. Tapi aku belum yakin kita bisa dapet nilai yang terbaik,” kata Yuki.

“Hm, lets we see tomorrow,” kata Jonghyun sambil tersenyum kecil.

“Okay,” kata Yuki dengan santai.

“Hmm kamu mau pulang? Ayo aku antar,” kata Jjong.

“Kau mengusirku ya?” tanya Yuki sambil mengangkat sebelah alisnya.

“Ani.. bukan maksudku begitu,” kata Jonghyun pelan.

“Ya, ya, naneun arraseoyo. Eh, sejak awal aku belum pernah mendengarmu bernyanyi dan bermain gitar. Ayo sekarang mainkan untukku,” kata Yuki. Jjong hanya mengangguk lalu mengambil gitarnya dan duduk lagi di samping Yuki. Jjong mulai memetik senar gitarnya perlahan. Jjong memejamkan matanya dan tersenyum lalu ia memulai lagunya.

Just a smile and the rain is gone

Can hardly believe it

There’s an angel standing next to me

Reaching for my heart

Just a smile and there’s no way back

Can hardly believe it

But there’s an angel calling me

Reaching for my heart

I know that I’ll be okay now, this time it’s real

I lay my love on you, it’s all I wanna do

Everytime I breath I feel brand new

You open up my heart

Show me all your love, and walk right trough

As I lay my love on you

I was lost in a lonely place

Could hardly believe it

Holding on to yesterday

Far, far too long

Now I believe it’s okay cause this time it’s real

I never knew that love could feel so good

Like once in a lifetime, you chang my world

I lay my love on you

You make me feel brand new

You open up my heart

Show me all your love and walk right trough

As I lay my love on you…

 “Daebaaak!” puji Yuki sambil tersenyum.

“Gomawo that song for you,” kata Jonghyun sambil tersenyum juga.

“For me?” tanya Yuki. Jonghyun hanya mengangguk dan tersenyum.

Keesokan harinya. Jonghyun dan Yuki sudah ada di sekolah.

“Babo, anterin aku ke kelas yuk. Mau ngambil flashdisk yang ketinggalan,” pinta Yuki.

“Geurae. Kkaja!” kata Jonghyun. Mereka pun berjalan ke kelas mereka. Saat sedang berjalan menuju kelas, tiba-tiba  Jonghyun berhenti.

“Jangan lewat sini,” kata Jonghyun dan hendak menarik tangan Yuki.

“Wae?” tanya Yuki dengan bingung.

“Aniya. Ayo lewat sana aja,” kata Jonghyun lalu menarik tangan Yuki, tapi Yuki menahannya.

“Lewat sana jauh, babo. Emang ada apa sih? Hmm,” kata Yuki sambil mencoba mencari apa alasan Jonghyun mengajaknya pergi.

“Ah, arraseo. Lee Hyukjae. I’m fine, Jjong. I have you now. So what?” kata Yuki dengan santai lalu melanjutkan langkahnya.

“Halo, oppa,” sapa Yuki pada Eunhyuk yang sedang makan dengan yeojachingunya.

“Ah, hey, Yuki-ya. Hmm, dia pacarmu?” tanya Eunhyuk sambil menatap Jonghyun. Yuki hanya terdiam.

“Ne. Aku namjachingunya. Kim Jonghyun imnida,” kata Jonghyun sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum tipis. Yuki hanya terdiam. Entah kenapa ia jadi biasa saja mendengar Jonghyun bicara seperti itu.

“Oh, Lee Hyukjae imnida. Bangapta ya,” kata Eunhyuk sambil membalas uluran tangan Jonghyun dan tersenyum.

“Nado, bangapta. Hm, aku dan Yuki harus pergi sekarang. Annyeong~” kata Jonghyun lalu merangkul Yuki dan berjalan pergi.

“Aktingmu bagus, Jjong,” kata Yuki sambil tersenyum kecil.

“Siapa yang akting? I’m doing it naturally,” kata Jonghyun pelan.

Sore harinya, Victoria songsangnim akan mengumumkan masakan siapa yang mendapat nilai paling tinggi.

“Ya, berdasarkan masakan yang sudah saya cicipi dan saya nilai, saya sudah menemukan 3 masakan terbaik dari kalian semua. Juara ketiga adalah, Kyuhyun dan Chensa. Chukhae~” kata Victoria songsangnim sambil tersenyum.

“Dan, juara kedua adalah Yuki dan Jonghyun. Chukhae~” kata Victoria songsangnim. Yuki dan Jonghyun terdiam. Yuki terdiam karena ia tidak percaya kalau masakan Jonghyun bisa jadi juara dua. Sedangkan Jonghyun terdiam karena ia gagal menjadi yang terbaik dan itu artinya ia gagal dari tantangan yang ia buat dengan Yuki.

“Jjong. Aku gak mimpi kan ya?” tanya Yuki sambil menyubit pipinya.

“Aniya,” kata Jonghyun sambil tersenyum kecil.

“Dan, juara pertama adalah Ryeowook dan Eunkyung! Congratulation!” kata Victoria songsangnim.

“Yang menang, nanti menyusul ya hadiahnya. Sekarang kalian boleh pulang,” kata Victoria songsangnim lalu berjalan pergi.

“Makan ice cream dulu yuk, Jjong,” ajak Yuki sambil tersenyum senang.

“Ne. Kkaja!” mereka pun pergi ke sebuah kedai ice cream.

Sesampainya di kedai ice cream, mereka langsung memesan ice cream dan duduk di tempat duduk yang menghadap ke taman.

“Jjong babo, kok kamu kayak kurang senang gitu kita dapat juara dua?” tanya Yuki.

“Hm, aku senang. Tapi berarti aku kalah dari tantangan yang aku kasih ke kamu,” jawab Jonghyun dengan datar.

“Hem emang kamu mau minta apa kalo kamu menang dari tantangan itu?” tanya Yuki.

“Minta.. hmm.. mau minta kamu jadi pacar aku,” jawab Jonghyun pelan. Yuki menatap Jonghyun sebentar dan tak lama kemudian tawanya pun pecah. Jonghyun menatap Yuki dengan aneh.

“Kamu masih sakit ya, Na?” tanya Jonghyun.

“Hahahaha, aniya, babo. Aku cuma heran sama kamu,” kata Yuki disela-sela tawanya.

“Wae?” tanya Jonghyun dengan datar. Ia merasa benar-benar malu dengan Yuki sekarang.

“Haruskah pake tantangan kayak gitu untuk minta aku buat jadi pacar kamu? Tanpa cara kayak gitu pun, I’ll do that,” kata Yuki yang baru kali ini berbicara secara transparan pada Jonghyun. Jonghyun menatap Yuki dengan bingung.

“Why? Explain it, Cho Yuki,” suruh Jonghyun.

“Shireo,” tolak Yuki.

“Jelasin. Aku belum mengerti,” kata Jonghyun sambil tersenyum jahil.

“Aish, baiklah. Jadi sebenarnya setelah kejadian yang aku nangis karena Eunhyuk itu aku merasa nyaman sama kamu, tapi aku masih belum yakin. Terus aku nemuin bukti, yaitu wallpaper kamu. Terus yang waktu kita hujan-hujanan dan yang waktu di bis, aku ngerasa nyaman banget waktu itu. Dan terakhir aku nemuin buku kamu yang ada sketsa gambar itu. Oh ya, satu lagi, aku baru sadar kalo kamu berusaha yang terbaik supaya hasil masakan kamu bisa enak itu buat ini kan?” jelas Yuki panjang lebar.

“And then?” tanya Jonghyun.

“Then.. Up to you,” jawab Yuki pelan. Jonghyun tersenyum dan menyodorkan buku yang berisi sketsa gambar Yuki.

“Open the last page,” suruh Jonghyun sambil tersenyum. Yuki pun membuka halaman terkhir dari buku itu dan dia terkejut. Di halaman itu ada sketsa gambar Jonghyun dan Yuki sedang makan ice cream bersama. Dan di sudut gambar itu ada tulisan ‘Jjong Babo and Yuki Nappeun ❤ 21.09.2011’

“Jjong..” Yuki speechless melihat gambar itu. Gambar itu sangat persis dengan kejadian hari ini. Jonghyun tersenyum.

“Na, listen me. I’ll say it once,”

“I’m not a romantic man that always can say sweet things. I’m also not like a the other man who always show my careness in front of all people. Yes, I love you. But, I’m not kind of person who show my love with words. Keep believe that if I’m on your side, I always be happy. If I far away from you, I always think of you. And believe, everywhere I am, I always yours. Understand?” kata Jonghyun panjang lebar sambil tersenyum.

“Understand!” jawab Yuki sambil tersenyum manis.

This is love. Love not always show by romantic words or something like that. Love is when you happy and feel comfort with each other with any condition 🙂

THE END

Eottae? Aneh kah? Bagus kah? Atau kurang ada feelnya? Mohon RCLnyaaa 🙂 kalo aku dapat 10 tanggapan baik dari ff ini, nanti aku buat sequelnya. Gamsahamnidaaa^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

18 thoughts on “Simple Love – Part 2”

  1. woaaa..
    Daebak.. Daebak..
    Q baca sampe senyum2 sndiri.. Ngebayangin jd yuki.. Hahaha..
    Sequel.. Sequel..!
    Hwaiting!
    Gomawo..

  2. so sweet.. jjong keren bgt.. romantis bgt huwaaaaa jd iri deh kekekekekekekekeke

    nice ff.. good job for author .. daebak kekekeke

  3. keren,keren,
    tapi kok uda selese aja?
    q kira masii ada lanjutannya…
    ayo bkin lanjutannya..
    *maksa
    hahaha…
    nice job chingu!

  4. Jjong jjongie
    HuaAa mau peluk.
    Gila ya penantiannya jjong segitunya
    Hmmhhh ngiri sama cewenya.
    Sini jjong sama aku aja.
    Tapi kurang greget nii hehe

  5. Aaaaaa
    Yaampun
    Padahal emang udah ketawan si jong suka hehe
    Akhirnya jadian
    Pamer di depan eunhyuk lagi
    serius deh shock banget yang pas digendong
    Segitu niatnya jong tapi bagus deh haha

  6. Oh my god!!! pengen dech jadi yeojachingux jjong.. Jjong saranghe.. Bwt author bkin sequelx dong,, critax bagus banget tuch,, klo bleh critain dong kisah pertama kali mreka ktmu,, Ditunggu yach..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s