Bicycle – Part 3 (END)

Bicycle – Part 3 (END)


Author : Aina Aiikyo
Main Cast : Kim Hana, Kim Kibum, Lee Jinki
Support Cast : Kim Jongwoon, Kim Jonghyun
Genre : Drama, Romantic, Comedy
Length : Sequel
Rating : PG 15
Note : Author benar-benar minta maaf atas keterlambatan dipublishnya ff ini. Terima kasih bagi para reader yang masih mau membacanya dengan senang hati.
+++
Aku tak habis pikir. Benar-benar tak habis pikir. Bagaimana dia bisa mengungkapkan penawaran yang bahkan kata ‘aneh’ pun tak bisa menyaingi.
Dengan sigap dan kuat ku dorong sepedaku hingga ia pun terjatuh. BRAKK!!!
“YA!!!” teriaknya kesakitan lalu berusaha berdiri.
Tak peduli dengan jerit sakitnya aku langsung tancap gas dengan sepeda.
“YA!!! KIM HANA!!!” Wow… kami bahkan belum berkenalan dia bisa meneriakkan namaku dengan benar. Salut… salut…
Ingin mencoba sesuatu yang asyik, kucoba membuat balas dendam kecil. Aku berbalik dan ‘merong’ dengan muka dinosaurus padanya.
Ia meringis dan aku tertawa. Hahaha… serasa piala dunia yang super duper mahal itu ada di tanganku.
“Warna pink… Motif kelinci… Celana dalam yang bagus…”
BRUAKKK!!!
“HUWAAAA!!!” Mendengar kalimatnya aku langsung menabrak tiang listrik. Arrgghh… Baru saja kemarin aku kecelakaan, kenapa sekarang terjadi lagi?
Aku bisa mendengar suara kaki makhluk itu mengejarku.
Dengan kasar ia menarik kaki kananku dan meluruskannya. Membuka resleting tasnya dan mengeluarkan kotak kecil seperti bento. Hah? Dia mau makan sekarang?
“Karena kau adalah pelayan pribadi baruku. Maka aku akan memberikan tiga pelajaran pertama untukmu.”
Ia membuka kotak kecil yang kukira bento tadi. Ternyata isinya adalah obat-obatan kecil seperti kotak P3K.
“Pertama, salah satu hal yang paling kubenci adalah berlari.”
Ia mengambil kapas lalu menetesi kapas itu dengan caiaran yang menurutku adalah alkohol.
“Kedua, aku sangat kesal dengan orang pabo ‘sepertimu’.” Ia menekankan nada bicaranya pada kata sepertimu plus pelototan mata yang keluar dari mata kecilnya. Tentu saja aku membalasnya dua kali lebih besar dan tiga kali lebih bulat.
Kini tangannya sigap membersihkan pasir, debu, dan tanah yang ada di lukaku. Lalu, menetesi antiseptik dengan hati-hati. Sesekali aku meringis.
“Ketiga, warna favoritku adalah PINK!” Sekujur badanku serasa panas dan memerah. Ingin kutarik lututku dari tangannya. Namun tenagaku masih kalah dengan tenaga dan pelototannya yang seakan-akan artinya ‘saat ini aku adalah dokter maka sang pasien harus patuh’. Cih, Kenapa aku bisa kalah darinya?
Ia berdiri lalu membereskan barang-barangnya. Aku pun ikut berdiri tanpa bantuannya. Ia malah mengambil sepedaku dan seakan-akan bersiap akan pergi membawa sepeda yang mungkin punyaku itu. Bodohnya, aku hanya diam menatapnya.
“Karena saat ini pelayan pribadiku sedang terluka, dengan terpaksa aku yang memboncengnya sampai sekolah.” Ucapnya dengan santai.
“YA!!! Sejak kapan aku jadi pelayan pribadimu???!!!” teriakku tak terima.
“Oh, jadi kau ingin jadi kekasihku?” jawabnya seenaknya.
“YA!!!” belum selesai aku menyelesaikan kalimatku ia malah menutup mulutku.
“Kau mau kita berdua terlambat?”
+++
Saat kami sampai di sekolah ia memakirkan sepeda dan malah meninggalkanku. Pergi sendiri tanpa menoleh ke belakang sedikitpun. Entah mengapa aku jadi geram sendiri.
Ah iya! Aku harus melakukan sesuatu!
Aku berlari melewati Kibum dan tentunya sengaja sedikit menabraknya. Hanya sedikit saja.
Sampai di depan kelas aku langsung berdiri di depan. Ingin memberikan pengumuman.
“Ada sesuatu yang ingin kuberitahu pada kalian semua!!!” ucapku sedikit berteriak.
Alhasil, seisi kelas memandangiku. Namun, mereka tak mengucapkan apa-apa.
“Ini… ini… tentang aku dan anak baru itu…” entah kenapa aku jadi sedikit gugup.
“Ne… ne…” Jonghyun bangkit dari kursinya. “Kau mau bilang kau dan dia sudah pacaran? Tak perlu kau umumkan kami semua sudah tahu.” Katanya ceria dan disusul anggukan berjamaah oleh teman-temanku yang lain.
“A…Ani… AKU BUKAN PACARNYA!!!” Kali ini aku berteriak.
“Jadi, kau ingin jadi pelayanku?” ucap seseorang di pintu kelas. Dan ternyata orang itu adalah Kibum. Spontan aku mengambil penghapus papan tulis lalu memlemparkannya.
PLETAK!
Gawat! Ternyata Kibum menghindar dan… dan… penghapus itu kena kepala Leeteuk sosaengnim!!!
“KIM HANAAAAAAAAAAAA!!!”
+++
Sial! Sial! Ini benar-benar sial!
Sekarang aku dihukum mengangkat dua ember berisi air penuh dan mengangkat satu kaki di lorong.
Dan lebih sialnya lagi adalah… mengapa makhluk bernama Kibum itu harus ikut dihukum juga berasamaku???
Sial! Aku benar-benar sial! Kenapa aku harus terjebak di jurang masalah dengan makhluk-bukan-manusia-yang-tak-kutahu-jenisnya-apa yang bernama Kibum ini.
Tentu saja aku masih memikirkan bagaimana caranya membayar hutang padanya. Mungkin aku bisa mengambil pilihan kedua: menjadi pelayannya. Oh tidak, itu sama saja membeli tiket masuk ke neraka. Lalu pilihan pertamanya, akh aku tak perlu pikir panjang untuk menolaknya.
Kakiku benar-benar pegal. Bagaimana tidak kedua ember ini sangat berat. Belum lagi setumpuk permasalahan yang ada di kepalaku. Akh! Rasanya aku ingin menangis saja.
“Aku membencimu…” Kataku sedikit menggumam. Tak peduli apa Kibum akan mendengarnya, toh kata-kata itu memang untuknya.
Tap…tap…tap…
Kudengar suara langkah kaki seseorang yang setengah berlari ke arah sini. Seseorang yang berlari itu adalah… Jinki sunbae?
Ia tak melewati kami. Hanya menyebrang dari lorong sebelah. Walau ia sedikit berlari aku bisa melihat wajahnya dengan jelas. Namun aku yakin ia tidak menyadari keadaanku karna ia tidak menoleh.
Entah mengapa seluruh ragaku gemetar. Seakan-akan seluruh cairan dalam tubuhku naik ke kepala. Badanku panas. Dan keluar butir-butir air mata yang membuatku sesenggukan.
Aku merindukannya.
Sial!
Aku mendengar segerombolah anak yang mungkin akan lewat melewati lorong ini. Mereka mungkin baru pulang dari lapangan belakang atau laboraturium Fisika atau semacamnya.
“Sial!” kali ini bukan aku yang mengucapkannya.
Kulihat Kibum dengan kepala menunduk menumpahkan seluruh isi salah satu embernya ke luar jendela. Lalu berjalan ke arahku dan menutup kepalaku dengan ember kosong itu.
Alhasil aku melanjutkan tangisku yang tadi sempat tertunda, tak peduli apa yang akan dikatakan segerombolan anak itu melihat seseorang dengan kepala ember.
Setelah berpuluh-puluh menit aku puas menangis aku pun membuka ember yang ada di kepalaku. Aku tak melihat Kibum di sekitarku. Hanya ada 3 ember penuh disampingku. Sejak kapan tanganku melepas kedua ember membosankan itu.
Pandanganku berkeliling mencari Kibum. Ingin berterimakasih padanya. Namun, yang menyambutku hanyalah bel istirahat.
+++
Sedikit gontai aku melenggangkan kakiku keluar kelas. Semenjak dihukum bersama tadi pagi aku belum melihat makhluk itu. Baru hari kedua ia sudah berani membolos. Dia benar-benar hebat.
Ternyata ia ada di parkiran sepeda. Sedikit berlari aku menghamprinya.
“Ini baru hari kedua kau sudah berani membolos?!” tanyaku sedikit berteriak.
Tiba-tiba ia menyondongkan kepalanya ke arahku. Oke, aku sedikit terkejut. Hanya sedikit terkejut.
“Matamu bengkak…” katanya datar lalu mendahuluiku mengambil sepeda biruku.
“Kau mau kutinggal?” katanya tanpa menoleh. Oke, kali ini aku mengalah anggap saja dalam rangka berterima kasih.
+++
Ini kedua kalinya ia memboncengku. Ok, aku masih gugup. Tidak, hanya sedikit. Hanya sedikit.
Ingin sekali aku menanyakan padanya, sebenarnya apa yang dilakukannya saat membolos tadi. Atau, mengapa ia membolos? Tapi, kurasa aku tidak bisa menanyakannya. Selama memboncengku ia hanya diam. Tak berkata apa-apa. Aku tidak bisa melihat bagaimana ekspersi wajahnya. Jadi, aku tidak berani angkat bicara. Andai saja aku…
Sunbae….
Sial!
Kim Hana!
Apa yang kau lakukan!
Mengapa kau menangis?!
Akh! Akhirnya aku menangis… Melihatnya sekilas saja di halte bus membuatku menangis lagi.
Pabo! Dasar pabo!
Mengapa kau masih merindukannya?! Dia bukan pacarmu lagi! Dia bahkan tidak mencintaimu! Bukan! Dia bahkan tidak ‘pernah’ mencintaimu! Berhenti menangis untuknya!
+++
“Sudah sampai.” Ucap Kibum datar, namun aku tak mau turun dari sepeda memperlihatkan mataku yang sudah bengkak kembali.
“Mau sampai kapan kau meremas kemejaku dan membuatnya basah?” Secepat mungkin aku turun dari sepeda dan berlari ke rumah.
Sial!
Pintunya terkunci!
Ponselku berbunyi. Ada SMS masuk.
From : Jongwoon oppa~~
Hana-ah…
Mian…
Oppa lupa meletakkan kuncinya di bawah karpet. Ada urusan mendadak di restoran. Kau bermain saja dengan temanmu sampai sore. Mungkin jam 5 oppa baru bisa pulang.
Salam sayang. Oppa mu yang paling tampan.

Aku meringis.
Apa yang bisa kulakukan hingga sore dengan mata sebengkak ini.
Eh, Kibum kenapa bisa ada di sini.
Tentu saja, kan dia yang tadi mengantarku pulang.
“Kau boleh pulang.” Seruku mendekatinya yang memegangi sepedaku dari tadi.
“Kau hebat…” Katanya parau.
“Ha?” Kataku sedikit terkejut.
“Kau bisa menangis dua kali dalam satu hari sehebat itu.” Ia mendahuluiku dan memarkirkan sepedaku. “Kau tahu… suara tangismu sangat kencang dan terdengar… menyakitkan…” Katanya berbalik memandangiku.
“Mian…” Ucapku salah tingkah.
“Kenapa tidak menyelesaikannya?” Ucapnya mendekati pagar.
“Eh…” Kenapa dari tadi ucapanku selalu terlihat bodoh.
“Masalah yang membuatmu menangis.” Kali ini ia berada diluar pagar. Tatapan sendunya itu baru kali ini kulihat.
Ia lalu pergi memunggungiku. Mengapa ia berubah secepat itu? Dari menyebalkan menjadi begitu hangat.
“Kibum!” teriakku tanpa ada koordinir dari otakku.
“Kau tahu sesuatu yang bisa membuatku tertawa?” Hei hei… bagaimana bisa kalimat itu keluar dari mulutku.
+++
“Kudengar film ini sangat lucu” katanya memandangi poster film animasi yang terpajang di dekat pengambilan tiket.
Sementara aku hanya memandangi dua tiket yang baru saja dibelinya tadi. Semoga aku bisa tertawa.
+++
“HAHAHAHA! Kau masih ingat apa yang dibilang tikus itu tadi? Itu sangat lucu! Baru kali ini aku menonton film selucu itu! Ah, sudah jam lima sebaiknya aku pulang.” Seruku sangat keras setelah melirik jam tangan biruku.
“Akhirnya, kau tertawa juga.” Ucap Kibum lalu memiringkan kepalanya.
Aku pun tersenyum sambil memegangi tas ranselku.
“Gumawo, telah menemaniku hari ini.” Ucapku tersenyum lagi.
“Pulanglah… hati-hati di jalan.” Katanya sambil mengacak rambutku.
“Um” Jawabku mengangguk lalu meninggalkannya.
Dia menyenangkan.
+++
“Oppa…” seruku mendekati Jongwoon yang sedang serius membuat espresso.
“Hm… kau ada masalah?” Tanya Jongwoon oppa tanpa menoleh.
“Jadi oppa pikir setiap aku memanggil oppa berarti aku punya masalah?!” seruku tak terima.
“Tidak-tidak. Aku tidak berpikir seperti itu. Hanya firasat saja.” Jawabnya menoleh padaku lalu menyeruput espressonya yang sudah jadi.
“Lalu…ada hal apa putri cantik?” Lanjutnya dan duduk di sofa yang ada di sampingku.
“Ani… aku hanya merasa bodoh tidak bisa melupakan sesuatu yang seharusnya aku lupakan.” Kataku pelan lalu memeluk erat boneka kura-kura hijau.
Jongwoon oppa mengacak rambutku dan tersenyum simpul. “Kau hanya butuh waktu.”
+++
‘Mengapa tidak menyelesaikannya’ kata-kata Kibum tadi siang terngiang-ngiang di kepalaku.
Tapi, bagaimana menyelesaikannya?
Aku mengacak rambutku sendiri. Memang benar, mau sampai kapan aku akan terus mengingat Jinki-sunbae. Toh tidak ada gunanya. Hanya akan menyakiti diriku saja.
Selama kami berpacaran, tak banyak hal yang terjadi. Bagaimana tidak. Hubungan kami hanya mencintai sebelah pihak. Ya, aku yang mencintainya, dia tidak mencintaiku. Ia hanya menerimaku atas dasar kasihan. Dan kami membiarkan hal yang menyakitkan ini berlanjut sekian lama. Walau, aku tahu hal ini akan menyusahkan kami berdua.
Tidak!
Aku harus melakukan sesuatu!
To: Jinki sunbae<3
Sunbae, bisa kita bicara sepulang sekolah di lapangan basket?

Aku berputar-putar mengelilingi kamar kecilku menunggu balasannya.

From : Jinki sunbae<3
Tentu ^o^
+++
Kedua tanganku terasa dingin. Kakiku yang melangkah ke lapangan basket terasa gemetar. Fighting Hana! Kau pasti bisa! Ternyata Jinki sunbae sudah menunggu di pinggiran lapangan basket.
Dengan sedikit gemetar aku pun mendekatinya.
Ia tersenyum lembut padaku, aku pun membalas senyumannya dengan kaku.
“Hana-ah… Sepertinya sudah lama sekali tidak bertemu denganmu…” Aku mendekatinya yang memulai pembicaraan.
“Sudah lama aku tak mendengar kabarmu, sepertinya kau sehat-sehat sa…”
“Sunbae…” ucapku memotong pembicaraan.
“Mi….mianhe… Aku benar-benar minta maaf. Aku terlalu memaksakan sunbae untuk membalas perasaanku yang sepihak ini. Aku tidak memikirkan perasaan sunbae. Yang kupikirkan hanya perasaanku saja. Sampai-sampai kita berdua yang susah…” aku menunduk menahan air mataku.
“Terlebih lagi, aku yang memutuskan hubungan kita. Padahal seharusnya sunbae yang melakukannya. Aku tidak pantas melakukannya…” tak bisa kutahan lagi, air mataku mengalir begitu saja.
“Bahkan, setelah kita memutuskan hubungan pun aku tak bisa melupakan sunbae. Aku terus menangis mengingat sunbae. Aku terus menangis mengingat kesalahan-kesalahan yang aku buat. Padahal aku tahu, aku harus melupakan sunbae… Aku harus membiarkan sunbae pergi…”
“Tak perlu terburu-buru…” Jinki sunbae menyondongkan kepalanya mendekatiku hingga aku mengangkat kepalaku.
“Kau hanya perlu membiarkan kebahagiaan yang menghampirimu…”
+++
Keadaanku kali ini benar-benar tidak matching. Bagiamana tidak, bibirku tak henti-hentinya menyunggingkan senyum sementara mataku masih bengkak.
Tapi, bagaimana aku tidak tersenyum memandangi boneka ayam yang baru saja diberikan Jinki sunbae.
Melihat Kibum yang duduk dengan memasang muka kesal di pinggiran lapangan parkir membuatku tertawa kecil.
“Kau lama sekali?!” bentaknya padaku yang berlari-lari kecil menghampirinya.
“Ayo pulang…” seruku tersenyum menarik lengannya tak peduli dengan kalimatnya tadi.
Di boncengan Kibum aku tersenyum lebar. Memandangi punggung Kibum yang begitu hangat. “Kau hanya perlu membiarkan kebahagiaan yang menghampirimu…” aku menggumam di belakangnya.
“Kau bilang apa?” Tanya Kibum menoleh sekilas.
“Tidak…aku tidak bilang apa-apa…”
END

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

64 thoughts on “Bicycle – Part 3 (END)”

  1. boneka ayam… jd pngen nyari n beli deh.. hahaha

    gantung.. bkin sekuelnya ya thor.. btw.. aq blum bc part 1 n 2nya.. hahaha

    ubek2 ah…

  2. waaaccchhhh …… nanggung banget !!!!!
    ayoo buat lanjuttannya .. mana kibum’nya nongol cuma dikit doank .. *gag terima*
    lanjut , lanjut , lanjut , lanjut , lanjut ,,, *pake nada massa yg lagi demo*

  3. cpat bget udah end chingu -.-“, padahal seru loh.
    msh ngegantung ini, kesannya jd terburu2.
    msh penasaran knapa key bertingkah kyk gtu m hana, seakan akan udah kenal m hana.
    Udah gtu sweet bget kalo mreka berdua bneran pcaran chingu, keliatan serasi n kocak.
    Harus dbkin sequelny yg chingu, neomu johasseo.
    fighting^^!!

  4. stlah skian lma menunggu ,akhrnya fanfic ini publish juga. .fufufu,keren thor..^^ lbh keren lgy kalo ad sequel.nya*ngarep..^0^b

  5. ya ampunnn baru dateeeeng ??? authoorr….
    untung masih inget sedikit jalan ceritanya, ngak papa lah … ahhh masa ngegantungg ayo dong lanjutannyaaaa…
    kibum gimana dong ??? jinki tadi ngomong apa ajah ke hana??

  6. tadi sempet nyari yang part 1 dan 2 nya, over all ceritanya bagus tapi endnya kog gantung, nanggung banget thor untuk reader yg sudah nunggu lama ff ini dipublish masak harus sia2 penantiannya. pliss oen Buat sequelnya ya,! aku reader baru!! *sebenernya udah lama, mian dulu aku silent reader #plak*

    1. @zel :
      oke dech…
      author bkal bkin sequelnya…
      tpi nggak janji cepet2 ya…
      gumawo udah baca…
      😀 😀 😀

  7. waaah wajib lanjut ini ff.ny
    pokoknya harus ada sequelny chingu!!!
    aku tunggu yaaaa…
    jgn sampe engga chingu. ^^

  8. wahh…. akhirnya keluar juga 😀
    sequelnya min…. ini mah baru ‘awal’ cerita keyxhana
    aku tunggu loh! #maksa xD

  9. Halo, salam kenal. Baru tau ada Bicycle pas part 3 udah keluar. Jadi tadi aku rapel bacanya, commentnya juga rapel gpp ya? 🙂

    Overall, aku suka sama ceritanya. Yang aku dapet sih bahwa setiap orang pasti bisa move on, meski membutuhkan waktu yang gak sebentar. Aku juga suka banget karakter Key di sini. Sinis dan ketus tapi aslinya dia perhatian dan peduli. Aaaaa cowo idaman #maaf Jjong Oppa, aku selingkuh dulu *plak

    Tapi ada beberapa hal yang menurutku belum terjawab dengan jelas. Pertama, sebenernya kenapa Jinki terlambat sampe berjam-jam gitu? Kenapa dia gak mencoba untuk menjelaskan? Padahal disebutkan juga bahwa sewaktu pacaran Jinki terlihat sayang banget sama Kim Hana ini. Kok ada kekontrasan sama apa yang Hana blg : “Aku terlalu memaksakan sunbae untuk membalas perasaanku yang sepihak ini.” Jadi Jinki pacaran sama Hana karena terpaksa?

    Kedua, apa motif Key bilang kalo dia pacarnya Hana? Dia kan anak baru dan baru ketemu Hana pas kecelakaan itu. Tapi kok dia udah tahu tentang Hana yang udah putus sama Jinki? Padahal berita itu belum tersebar luas kan?

    Nah kira-kira seperti itulah comment aku. Maaf ya panjang banget. Aku sih gatau apa kamu memang sengaja membuat seperti ini dan akan dijelaskan ketika kamu bikin sequelnya, atau gak. Hmm sebelumnya maaf yang sebesar-besarnya kalau ada bahasa yg kurang berkenan di hati kamu 😦 Aku mencoba menjadi reader yang bkn sekedar meninggalkan comment aja. Aku berharap bisa jadi reader yang bisa memberi masukan dan support untuk para author. Semangat menulis ya 🙂

    1. @Kim Nara

      Halo dan salam kenal juga Nara 🙂
      Sebelumnya makasih. Ternyata ada juga yang suka ama ceritanya. Dan emang bener author bikin amanat dari ff ini sesuai perkiraan kamu.
      Tentang pertanyaan kamu akan coba author jawab.
      Pertama, yang itu emang nggak kejawab di part ini atau pun sebelumnya. Akan coba author perjelas di sequel atau remake nya.
      Kedua, motif Kibum bilang begitu tergantung gimana kamu nanggepinnya. Ini emang sengaja nggak author perjelas. Masalah tau atau enggaknya Kibum tentang putusnya Hana ama Jinki kayaknya nggak ngaruh dech. Coba dech diliat lagi dari karakter Kibum, menurut author dia nggak begitu peduli Hana itu jomblo atau enggak. Dia kan ngomong seenaknya.
      Kamu nggak perlu minta maaf karena komen panjang2. Justru author seneng ada reader sedetail kamu. Dan ini benar2 bikin author pengen nulis lagi. Makasih ya Nara. Komen kamu udah jadi kekuatan buat author.
      😀 😀 😀

      1. Iya karena aku suka cerita dan karakter Key di sini, aku jadi sangat memperhatikan setiap detailnya. Dugaanku sebagian besar bener, emang setiap author itu pasti udah merencanakan dan memikirkan masak-masak deh cerita yang dibuat. Ya contohnya tentang Jinki ini, ternyata kamu mau menjelaskan di sequelnya/remakenya 🙂

        Wah bener juga yang dibilang kamu mengenai karakter Key yang suka ngomong seenaknya. Aku ga kepikiran sama sekali dari sisi itu. Aku pikir memang semuanya itu ada alasannya. Hmm tadinya imajinasiku sempet me-liar membayangkan tentang alasan-alasan Key kenapa dia bilang kalau dia pacarnya Hana dan bagaimana cara dia tahu semua hal tentang Hana (ttg putus sama Jinki dan alamat rumahnya). Aku sempet berpikir mungkin kalau dibikin versi Key’s Sidenya bakal seru kali ya. Tapi ini semua dikembalikan kepada author lagi, pasti kan kamu punya rencana sendiri hehe.

        Yup yup, makasih juga udah bikin FF ini, bener-bener menghibur di hari yang hectic ini #curcol. Yowes ditunggu yaa untuk FF selanjutnya 🙂

  10. Omaigaaattttt!!!!!
    Hana sama siappaa???? Jinki kah? KIbum kah??
    Author sequel peliseeeee…* puppy eyes brg Jinki*

  11. aish,
    kok ada kalimat end disitu?
    padahal masii pnasaran tingkat akut!!
    *lebay

    keren FFnya..
    lebih keren lg klo dibuat sequelnya?
    ok?ok?

  12. trus hubungannya jinki sama hana gimaana??? di pembicaraan td mereka balikan lagi kah????aku msh ndak mudeng yg endingnya…. ehehehehe mianhae… 🙂

    tp bgus! lucu aku suka!! ehehehehe….
    keep writing! 😀

  13. Waaaawaaaaa
    Jadi deh nih ama key
    Jinki jahat si kalo garagara kasian doang
    Tapi mungkin dia gatega bilangnya
    Lanjutt

  14. AUTHORR!! SEQUEELL!!! TITIK GAMAU TAU SEQUEL!!!! itu aku masih ga ngerti, kenapa tiba2 si key ngucapin “hana pacarku” waktu pertama masuk kelas. buat mbantu hana ngelunasin utangnya ? .___: sequel thoorr jebaaall T^T

  15. Bingung mau koment apaan,, cz gx baca dari awalnya,,hehe

    ntar muter dulu dehh nyari part sebelumnya,,kkkkk

    Tapi yg aku tangkep sihh,, kok End-nya nanggung y??hehe #sok tempe lu,,hihihihi

  16. waktu awal bacanya aku senyum2 sendiri, gak nyangka di bagian akhir bakal terharu, FF buatan chingu bagus banget bisa bikin perasaan readers kebawa sama alur cerita,^_^

  17. anyong thor^-^
    tia imnida, reader baru(baru tobat)hhe 😥 ..
    slam knal:)
    sbenernya udh bca lma (udh brbulan” kyaknya hhehe)ni ff ny thor.. pi mian bru komen skrang..
    mian juga cma komen d last part..

    puas bgt thor bacanya..
    A+++.. aplgi ending nya ma kibum oppa^-^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s