You Save Me from My Silent World – Part 9

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Lee Taemin, Kim Kibum, Eunhyuk, Go Hara

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

 

Nol ijuryo nol jiuryo

Sumanhun narul noryoghessodo

Teyonhanchog babochorom

Sothurun insamani negen dayosso

Oseghan maltudo guderul wihan gojyo

Gasumi gudel wihan ne iyujyo ,gudel wihan gojyo

(Even if I’ve tried for days to forget you, to erase you,

Calmly, like a fool, an awkward greeting was all I could do.

These awkward words are for you.

My heart for you is my reason. its for you)

Guriwohagejyo dan haru han sungando

Naegeso nomudo morojin no

(I’ll miss you, even for just one day for one second.

You’ve become so far way.)

I never let go ,never I. I’m gonna make a way ,I’m gonna

oh I find ever way ,tonaji marayo.ne pumane yongwonhi

I never let go ,never I.  I’m gonna make a way ,I’m gonna

oh I find ever way ,tonaji marayo. ne gyotheso yongwonhi

We tonayo marhejwoyo

Al su obnun nan ottogheyajyo

Sujubge nal jikhyojudon

Gudeui misomajo da kuthingayo

Ginagin shigando guderul wihan gojyo

Modun ge gudel wihan ne iyujyo ,gudel wihan gojyo

Himduro hagejyo dan haru han sungando

Naegeso nomudo morojin no

(Why are you leaving? Tell me. I can’t understand. What am I to do?

Is it the end of your smile that protected me shyly, too?

The long time is for you too.

Everything for you, is my reason. its for you

It’ll be hard, even for just one day for one second.

You’ve become so far way.)

*I Never Let You Go-DBSK

Hana POV

Ctrek, kudengar sebuah bunyi pelan yang membuat lagu yang sedang kudengarkan menjadi berhenti.

Aigo…siapa yang mematikan? Taemin? Aku melirik Taemin dengan tidak bersemangat, ia masih memanyunkan bibirnya sejak kemarin, dan aku tahu apa penyebabnya, yaitu hal yang sama dengan apa yang membuatku tidak punya arwah hari ini.

 Ya, aku sedang merasa duniaku runtuh, dunia tanpa Jinki. Jinki pergi ke Paris tanpa menceritakan rencana kepergiannya padaku. Jadi ini alasan kenapa ia mencari seorang pengasuh untuk Taemin? Ini alasan yang sesungguhnya, karena Jinki akan pergi dan tidak bisa lagi menjaga Taemin, setidaknya selama satu tahun ke depan. Jadi benar ketakutanku yang mengatakan bahwa aku tidak akan bertemu Jinki. Ya, aku terima dia pergi, karena aku tidak punya hak untuk menahannya mengejar impian besarnya-menjadi arsitek ternama, walaupun aku pasti sedih. Tapi kenapa harus begini caranya? Andai saja ia mengatakannya, aku tidak akan menangis seperti ini. Ya, aku menangis sejak kemarin sore, sejak Taemin memberitahuku bahwa Jinki telah pergi ke Paris.

“Berhenti mendengarkan lagu yang hanya membuat nuna sedih. Nuna, kau jangan terus menangis, apa kau pikir aku tidak sedih ditinggal Jinki hyung. Aku sudah hidup bersamanya sejak kecil, ia yang selalu menemaniku setiap hari, aku juga sangat kehilangan Jinki hyung, tapi ini hanya untuk setahun, aku tidak mau menahan Jinki hyung untuk mengikuti Mega Proyek itu.” Kulihat mata Taemin mulai basah, dan ia buru-buru menghapus air matanya yang masih tertahan itu.

“Tae-ah, aku tahu aku cengeng. Tapi kumohon, beri aku waktu untuk sendiri.” Aku hanya bisa memandang Taemin dengan tatapan kesedihan.

“Nuna, berapa lama lagi kau akan menangis. Mungkin kau mencintai hyung-ku, tapi kalau mau dihitung kadar sayangku padanya, pasti lebih tinggi darimu. Bagiku Jinki hyung adalah segalanya, tapi aku sadar, Jinki hyung punya kehidupan dan cita-citanya sendiri, aku tak bisa memintanya untuk berada di sisiku selamanya. Jangan menangis lagi nuna, jebal.”

Kata-kata Taemin membuatku tersentak, ternyata seorang bocah seperti Taemin mempunyai pemikiran yang lebih dewasa dariku. Ya, benar kata Taemin, aku tak bisa meminta Jinki untuk selamanya menemaniku. Taemin yang adiknya saja tidak berhak menahan Jinki, apalagi aku yang bukan siapa-siapanya.

“Kau benar Tae-ah. Baiklah, aku tidak akan memikirkan hyung-mu lagi.” Aku mengusap air mataku dan bangkit dari kasurku, menarik Taemin keluar kamar untuk kemudian mengajaknya membeli cemilan ke supermarket terdekat.

Ya, tidak ada gunanya menangis lagi. Lagipula aku telah berjanji pada Jinki untuk merawat adiknya, aku tidak boleh menelantarkan Taemin dengan hanya larut dalam kesedihanku. Aku punya tanggung jawab, aku pengasuh Taemin sekarang!

Lagipula kalau dipikir, Jinki pernah memberiku isyarat di malam itu. Jinki pernah bilang bahwa aku harus melewati hidupku dengan lebih ceria dan berani. Dia juga pernah mengucapkan kata-kata yang menyiratkan bahwa dia memang tidak bisa selamanya menemaniku. Jadi ini maksud yang sebenarnya? Mengapa aku tidak menyadari kalau dia akan pergi jauh seperti ini?

“Ani, kau harus tetap ingat hyung-ku, tunggu sampai hyung kembali, jangan lupakan Jinki hyung. Hanya saja kau tidak boleh sedih karena kepergiannya yang cuma setahun ini.”

“Maksudmu?” Aku terhenyak mendengar pernyataan Taemin barusan, ada sesuatu yang melintas di otakku, dan semoga itu benar.

“Ne, nuna pikir untuk apa hyung menyanyikan lagu My Little Princess?” Taemin tersenyum penuh arti padaku.

Benar yang baru saja kupikirkan. Ya ampun! Aku bodoh sekali! Kenapa lagi-lagi aku tidak menyadari isyarat Jinki? Aku bisa menebak dengan tepat tentang perasaan Minho padaku, tapi kenapa tidak dengan perasaan Jinki. Ya, aku tidak bisa menebak pikiran dan perasaan Jinki, ia terlalu rapih menyimpannya dibalik senyuman malaikatnya itu.

“Tae-ah, kenapa aku bodoh sekali.” Hatiku terasa mencelos mengetahui fakta ini.

Jinki, kenapa kau tidak mengatakannya langsung? Aku juga mencintaimu Jinki-ah. Kalau saja kau memintaku untuk menerima cintamu saat itu, aku pasti akan menerimanya sekalipun aku harus terpisah jarak denganmu .

“Jadi nuna, tetaplah simpan nama hyung-ku di hatimu, tapi kalau memang kau tidak mencintainya, tidak apa. Jinki hyung pernah berpesan seperti itu padaku.”

++++++++

Author POV

“Aku sudah minta datanya pada sepupuku. Bagaimana kalau mulai nanti malam kita merancang database-nya mau seperti apa?” Eunhyuk membuka diskusi yang dilakukan sepulang kuliah ini.

“Mianhae, aku tidak bisa. Maksudku, aku punya kerja part time. Bagaimana kalau aku kirimkan saja ideku lewat email?” Hana buru-buru menanggapi pertanyaan Eunhyuk. Ia memang sudah punya janji pada Taemin untuk mengajarinya bahasa inggris nanti malam.

“Baiklah, menurutku memang sebaiknya kita berpikir masing-masing saja dulu di rumah masing-masing.” Minho angkat bicara.

“Ok, setuju. Bagaimana denganmu, Go Hara-sshi?” Eunhyuk mulai menatap kesal Go Hara yang sejak tadi seperti tidak memperhatikan pembicaraan.

“Aku sih terserah saja.” Jawab Go Hara santai, dengan tangannya yang tidak berhenti memainkan rambutnya.

“Kalau begitu kita fotocopy dulu studi kasus hasil wawancara dengan sepupuku.”

Akhirnya keempatnya melangkah menuju tempat fotocopyan yang terletak tidak jauh dari gerbang kampus.

“Hana-ah, aku baru tahu kalau kerja part time, kau kerja dimana?” sambil menunggu hasil fotocopian, Eunhyuk mengajak ngobrol Hana.

“Aku sudah tiga bulan kerja part time, tadinya di restoran ayam yang terletak di dekat halte bus, tapi sekarang…” Hana bingung melanjutkan kata-katanya, tidak mungkin kan bilang kalau ia sekarang mengasuh Taemin yang usianya sudah 17 tahun.

“Mwo? Restoran serba ayam di dekat halte?” untung saja Go Hara menyela dengan cepat, aku jadi tidak perlu melanjutkan kata-kataku.

“Ne, wegure?” Hana bingung melihat ekspresi kaget Go Hara.

“Pemiliknya sangat tampan!!” Go Hara menjerit histeris. “Yah…walaupun kau jauh kebih tampan.” Tangan Go Hara merangkul Minho membuat Minho risih dan secara otomatis menyingkirkan tangan itu dari pundaknya.

Sementara itu Hana dan Eunhyuk hanya memandang Go Hara dengan tatapan yang mengatakan-Dasar yeoja genit, selalu refleks melihat orang tampan.

“Wah, aku bahkan belum pernah bertemu pemiliknya.” Hana menanggapi dengan malas.

“Jinja? Dulu waktu aku masih pacaran dengan Donghae oppa, aku sering melihat Jinki sshi ketika kami makan di sana.”

“Ya! Kau ini memang ya. Padahal kau sedang jalan dengan Donghae yang sangat tampan, tapi masih saja sadar kalau pemilik restoran itu tampan.” Eunhyuk meledek Go Hara dengan renyahnya. Ya, Eunhyuk memang sering bercanda dengan nada santai tapi pemilihan kata-katanya tepat sasaran.

Hana POV

“Jinja? Dulu waktu aku masih pacaran dengan Donghae oppa, aku sering melihat Jinki sshi ketika kami makan di sana.”

Aku tersentak mendengar penuturan Go Hara. Jinki sshi? Jadi Jinki pemilik restoran itu? Omo, malaikat ini begitu mengerikan. Dia ternyata memiliki banyak rahasia Tapi kenapa dia harus menyembunyikan semua itu? Apa maksudnya?

Selama ini aku pikir Jinki hanya pelanggan yang cinta mati pada ayam, ternyata dia adalah pemiliknya. Apa ini bisnis yang ia bilang sedang dirintisnya? Ya ampun Jinki…hal seperti ini saja kenapa harus disembunyikan. Dan bodohnya lagi aku tidak pernah punya keinginan untuk bertemu bos-ku waktu itu. Pantas saja bos-ku mengizinkanku cuti saat UTS, karena memang si malaikat itulah bos-ku. Jinki, satu lagi aku tahu kebaikan hatimu, tapi aku juga tahu satu lagi fakta-betapa kau menyimpan banyak rahasia.

Minho POV

Jinki? Bukannya itu nama yang Taemin sebut-Jinki Hyung?

Berarti selama ini Hana menyukai bos-nya, tidak, dia menyukai Jinki dengan tidak tahu identitas Jinki yang sebenarnya. Makhluk macam apa Jinki itu? Kenapa ia tidak mengaku kepada Hana kalau ia adalah bos Hana? Lalu apa hubungan Hana dengan Taemin? Kaos couple? Andwae…jangan bilang Jinki dan Hana itu pacaran, dan mungkin Taemin adalah adik Jinki. Dengan kata lain, Taemin itu calon adik ipar Hana, makanya Hana tidak segan-segan mengacak-acak rambut Taemin dan memanjakan si bocah cantik itu. Omo, aku telah kalah telak sebelum bertanding.

+++++++++

Author POV

Hana baru saja selesai mengajari Taemin bahasa inggris. Betul apa yang dikatakan Jinki, Taemin memang perlu bimbingan khusus dalam pelajaran yang satu ini. Hana harus cukup sabar mengajari Taemin, sampai-sampai aktivitas itu membuat Hana berkeringat.

“Nuna, gomawo sudah mengajariku dengan sabar, kalau Jinki hyung pasti dia sudah menggerutu kesal ketika mengajariku.” Taemin tersenyum manja pada Hana yang masih membereskan buku-buku yang berserakan di lantai.

“Itu memang sudah tugasku, Tae-ah. Pokoknya aku akan membuatmu lebih baik dalam pelajaran apapun. Oya, kau mau langsung tidur atau bagaimana?” Hana membalas senyuman Taemin.

“Ne, aku sudah mengantuk nuna. Tapi aku butuh teman ngobrol dulu sebelum tidur, kau mau kan temani aku ngobrol?”

Hana POV

“Taem-ah, bagaimana hari ini? Apa ada sesuatu yang menarik?” Tanyaku pada Taemin yang sudah berbaring manis di kasurnya.

“Tidak ada. Nuna, Hari ini aku tidak begitu menikmati hariku, aku masih kehilangan Jinki hyung.” Jawabnya dengan suara yang terdengar lemah.

“Aku juga Taem, aku merindukan hyung-mu.”

“Haha, nuna, apa kau mencintai hyung-ku? Memangnya seperti apa sih perasaan orang yang jatuh cinta?” Taemin menatapku lekat, sepertinya ia sangat penasaran dengan jawabanku.

“Aku? Mencintai hyung-mu?” aku hanya tersenyum nakal, tidak memberikan jawaban yang pasti.

“Ya~kau pelit tidak mau cerita. Ya sudahlah, aku tahu kok kalau kau mencintai Jinki-hyung. Ya…meskipun aku belum pernah jatuh cinta dan tidak tahu cinta itu seperti apa. Aku setuju kau jadi kakak iparku.” Kalimat terakhir Taemin membuat pipiku memanas.

“Mwo? Kau berkhayal terlalu jauh Taem, aku kan belum bilang kalau aku mencintai hyung-mu!” aku panik mengelak.

“Haha, aku hanya…serius- nuna. Oya, kau belum cerita siapa orang yang di toko pakaian itu? Dia teman sekelasmu?”

“Ne, dia teman sekelasku, tapi kami tidak begitu akrab, dan aku punya beberapa masalah dengannya. Sialnya aku sekelompok dengannya untuk suatu tugas kuliah, kau tahu tidak, rasanya sangat tidak enak.”

“Dia memang menyebalkan, entah kenapa aku tidak menyukainya.” Taemin menggembungkan pipinya. Apa seperti itu ekspresinya kalau bete? Menggemaskan sekali…><

“Haha, kau hanya marah kan karena dia menyebutmu bocah kan? Tapi kurasa ia tidak salah, kau memang masih bocah.” Aku terkekeh sementara wajah Taemin bertambah bete.

“Bukan hanya karena itu sih. nuna, memangnya apa yang membuatku terlihat seperti bocah sih?”

Tawaku melebar mendengar pertanyaannya seperti itu. Haha, apa aku harus menjawab bahwa semua yang ada pada dirinya memang menunjukkan bahwa ia masih bocah? Tidak, aku tidak mau melihat wajahnya yang lebih jelek lagi, hahaha…

“Kenapa kau tertawa nuna?” tanyanya polos.

“Pertanyaanmu itu lucu, ah sudahlah, kau akan menemukan sendiri jawabannya nanti, ayo tidur Taem…aku harus mengerjakan tugas kuliahku.” Tawaku masih belum hilang, dan malah aku ingin tertawa lebih keras.

“Ah~ nuna, aku masih mau ditemani~” ia bergelayut manja dilenganku kini. Tuh kan, kau memang bocah!

“Baiklah…aku akan menemanimu sampai kau tidur.” Aku mengalah lagi padanya. Lagipula memang biasanya juga aku belajar setelah lewat jam setengah sebelas malam, sedangkan ini baru jam setengah sepuluh, ya…kerja di restoran maupun menjadi pengasuh Taemin sama-sama membuatku harus begadang juga sih ujungnya.

Bicara tentang restoran, aku teringat ucapan Go Hara tadi siang, apa benar Jinki pemilik restoran itu? Lalu kenapa ia tidak bilang sejak awal?

“Tae-ah, apa benar Jinki adalah pemilik restoran tempatku bekerja sebelumnya?” aku memutuskan untuk menanyakan pada adiknya saja.

“Ne, itu adalah usaha yang dirintis hyung selama satu tahun belakangan ini.” Kulihat sinar mata Taemin mulai sayup-sayup.

Ternyata Go Hara benar. Tapi apa alasan Jinki menyembunyikannya dariku?

“Oh…lalu kenapa dia tidak bilang dari awal?”

Omo, dia sudah tidur rupanya, cepat sekali tidurnya, padahal belum lama ia bilang masih ingin ditemani. Ah sudahlah, sepertinya ia memang sudah lelah.

Taemin POV

“Tae-ah, apa benar Jinki adalah pemilik restoran tempatku bekerja sebelumnya?” aku kaget kenapa ia tiba-tiba menanyakan hal ini? Siapa yang memberitahunya? Ah, kurasa lebih baik aku pura-pura mengantuk saja.

“Oh…lalu kenapa dia tidak bilang dari awal?” inilah alasanku memilih pura-pura tidur, aku sudah menduga pertanyaan ini akan muncul. Aku jelas saja bingung mau menjawab apa, aku dan Jinki-hyung sudah sepakat untuk tidak menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan itu.

+++++++++

Author POV

Sulitkah kau membedakan sayang, kagum, suka, dan cinta? Tingkatan mana yang lebih tinggi? Perbedaan empat hal itu memang tidak mudah untuk didefinisikan. Ada yang mengatakan bahwa suka hanyalah sebuah perasaan yang singkat dan mudah dilupakan. Kagum adalah perasaan yang muncul setelah suka, kagum bisaanya hanya terfokus pada hal-hal tertentu, misalnya kagum akan paras, sifat, ataupun bakat yang melekat pada seseorang. Lalu apakah yang disebut sayang dan cinta?

Ada yang berpendapat bahwa cinta adalah rasa suka yang tidak hanya terfokus pada satu hal, ada pencampuran dari banyak hal tanpa harus ada yang mendominasi. Cinta biasanya disertai perasaan ingin sang pujaan hati selalu ada di sisinya secara fisik maupun batin. Sedangkan sayang adalah perasaan peduli pada seseorang baik dalam keadaan suka maupun duka. Sayang identik dengan kerelaan berkorban untuk orang yang disayangi.

Tapi, sebagian orang membantah keras pernyataan yang mengatakan bahwa cinta biasanya disertai perasaan ingin sang pujaan hati selalu ada di sisinya secara fisik maupun batin, cinta harusnya tidak disertai keinginan agar dia selalu ada di sisinya secara fisik. Cinta itu murni, patut diberi batasan tegas antara cinta dan nafsu untuk memiliki.

Lalu apa yang sebenarnya berkeliaran di hati Hana, Jinki, Minho, Taemin, Key, dan Krystal?

Minho POV

Aku tersenyum melihat sorot matanya yang lebih hidup seperti ini. Memang masih terlihat rasa lelah yang ia rasakan, tapi kurasa ia sudah tidak seperti mayat hidup lagi. Terkadang terpikir olehku untuk menjadi seseorang yang bisa menemani perjalanan hidupnya. Tapi apakah aku bisa? Aku bukanlah tipe orang yang mampu menunjukkan perasaanku secara terang-terangan. Tapi muncul keinginan kuat agar ia tahu bahwa aku ingin melindunginya, menjadi tempat bersandarnya tak kala dia lelah. Tapi apakah hatinya terbuka untukku? Apakah aku harus menanyakan padanya apakah dia mau menjadi yeojachingu-ku?

“Hana-sshi.” Aku memanggilnya, kulihat ia sedang serius menulis di buku agendanya. Sepertinya ia memang tipe orang yang mengatur waktunya dengan jelas.

“Wegure?” ia melirikku sekilas lalu pandangannnya tertuju lagi pada buku agendanya.

“Ngg…apa hubungan antara kau, Taemin dan hyung-nya Taemin? ah, Jinki maksudku.” Aku tahu hal seperti ini sangat kecil peluangnya untuk dijawab. Tapi aku memang ingin memastikan dulu kebenaran atas dugaanku.

“Apapun hubungan kami, itu bukan urusanmu kan?” ia tersenyum sinis padaku. Aku rasa sepertinya ia cukup membenciku setelah dua kali aku menciumnya.

“Memang bukan.” Aku pasrah, seperti yang kuduga-ia tidak akan menjawabnya.

“Minho-sshi, kapan kita mau mengerjakan tugas basis data? Aku rasa untuk membuat syntax-nya kita harus kerja bersama agar sinkron.” Kali ini ia menaruh pulpennya dan menatapku serius.

“Terserah kau saja, aku sih free, kau kan yang sibuk kerja part-time. Kita cicil nanti malam saja, mau?”

“Malam? Bagaimana kalau pulang kuliah ini saja?”

“Pulang kuliah? Memangnya kau tidak langsung ke restoran?” Aku sedikit bingung dengan penawarannya. Setahuku, Hana biasanya langsung melesat ke restoran ayam itu setiap kuliah usai, apa tidak salah ia minta kerja kelompoknya habis kuliah saja?

“Ani, aku sudah tidak kerja di restoran itu lagi, sore ini aku free.”

+++++++

Hana POV

Akhirnya aku memang harus benar-benar bersamanya, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan. Ya, tugas basis data ini tetap harus diselesaikan, tidak peduli apakah aku benci pada Minho ataupun tidak. Memang ada perasaan tidak nyaman saat berduaan seperti ini, kenapa sih Eunhyuk harus rapat segala? Go Hara…sebenarnya aku bersyukur hari ini dia tidak bisa ikut karena harus keluar kota untuk mengikuti ajang pemilihan model, karena percuma saja ia ada, hanya membuatku muak dengan tingkah manjanya.

Aku sedikit tersiksa karena aku tidak punya laptop, akhirnya kami berdua mengetikkan syntax secara bergantian, dan itu mengharuskanku untuk merapatkan diri ke Minho. Apalagi sekarang aku ada di rumah kontrakan Minho yang katanya dihuni oleh tiga namja tampan, namun bagiku ini seperti berasa di sarang penyamun. Alasan kenapa kami kerja di sini memang masuk akal, Minho tidak ingin orang melihat aku hanya berduaan dengannya, ia khawatir aku akan diserbu oleh penggemarnya lagi. Huh, susahnya sekelompok dengan pangeran pujaan banyak yeoja ini.

Author POV

Key memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah kontrakannya yang cukup luas ini. Dengan riangnya ia menyanyikan lagu Hello-nya Shinee, namun senandungnya berganti dengan senyuman begitu melihat dua makhluk yang sedang sibuk berkutat dengan laptopnya di teras depan.

“Ehem.” Key sengaja berdehem agar kedua makhluk itu menyadari kehadirannya.

“Kau genit, hyung.” Minho mendengus melihat wajah Key yang masih memamerkan senyuman yang terkesan menggoda Minho.

“Mwo? kenapa genit? Memangnya aku tidak boleh senyum, boleh dong aku mememerkan senyumku yang tidak kalah indahnya dengan senyum pangeran Minho, iya kan Hana?” Key mengedip genit pada Hana.

Perkataan Key cukup membuat wajah Minho dan Hana sama padamnya.

“Haha, kalian lucu sekali…” Key terbahak melihat reaksi kedua dongsaengnya.

“Berisik ah, mengganggu saja, lebih baik hyung masuk, mandi dan ganti bajumu, bau!” Minho mendorong tubuh Key untuk masuk ke dalam rumah.

“Ya! Aku tidak pernah bau! Aku selalu menjaga kebersihan, keharuman dan keindahan tubuhku. Memangnya kau yang kadang-kadang tidak mandi kalau kesiangan.” Mulut Key bertambah jahil, dan kata-katanya barusan membuat Minho membekap mulut Key dan memancing tawa Hana.

“Daebak Key Sunbae! Umumkan ucapanmu tadi di kampus, biar ketahuan kalau Pangeran Minho ini tidak se-perfect yang dikira.” Hana malah berpihak pada Key, ikut meledek Minho.

“Good idea, Hana! Itu akan mempermudah jalanmu menjadi putrinya Choi Minho karena mulai bermunculan orang yang menyadari bau badan Minho yang tidak mandi.” Key bertambah girang, bukan hanya Minho yang diledek kini, tapi Hana juga langsung mati kutu karenanya.

“Mwo? A-aku tidak tertarik pada Minho.” Hana mulai salah tingkah.

“Haha, baguslah, jadi penggemarku saja daripada menjadi penggemar Minho super pabo ini.”

Minho melotot tajam pada Key, dan kali ini ia benar-benar mendorong Key sampai masuk ke kamar.

Setelah sukses meredam kicauan maut Key, Minho keluar lagi dengan tingkah yang agak canggung.

“Tidak usah dianggap serius kata-kata Key hyung tadi, ayo kita lanjutkan lagi.”

“Minho, aku ingin tanya. Apa betul yang kau ucapkan di dekat toko pakaian waktu itu?”Hana terlihat ragu dan takut, ia bahkan tidak berani menatap Minho saat menanyakannya.

“Benar atau tidak, itu terserah kau yang menilainya. Aku tidak berhak bilang kalau itu benar, selama ini kerjaanku hanya melakukan hal-hal yang membuatmu marah dan membenciku.” Minho memberikan jawaban yang membuat Hana mengerutkan dahinya.

Hana POV

“Benar atau tidak, itu terserah kau yang menilainya. Aku tidak berhak bilang kalau itu benar, selama ini kerjaanku hanya melakukan hal-hal yang membuatmu marah dan membenciku.” Jawaban Minho ini sukses membuatku bingung.

Kalau boleh jujur, aku tidak marah ketika ia menciumku di dekat toko pada waktu itu, aku sendiri heran kenapa aku tidak marah, mungkin karena ia tidak melakukannya dengan emosi dan aku merasakan ketulusannya waktu itu. Aku hanya kaget, tidak menyangka ia akan berbuat seperti itu. Ditambah lagi ucapannya waktu itu tidak terdengar seperti orang yang sedang mengakui cintanya. Lalu apa artinya ketulusan yang aku rasakan dalam ciumannya itu?

Aku menghela nafas panjang, aku tidak bisa memahami Minho kali ini, sama seperti aku tidak bisa menebak pikiran Jinki di balik senyum malaikatnya itu.

Yang aku rasakan kini, aku memang benci pada Minho, tapi ini bukan rasa benci yang sama seperti rasa benciku pada orang lain. Aku tidak bisa memahami perasaan macam apa ini. Kuakui, aku mulai merasakan detak jantungku bertambah cepat saat ini, tapi mungkin hanya karena jarak kami sangat dekat kini. Aku tidak tahu alasan pastinya.

“Hana, kau pakai ini saja.” Entah sejak kapan Key sunbae muncul lagi. Saat ini ia menyodorkan laptop pink-nya padaku. Eh, pink?

“Maksudnya?” aku terbengong.

“Ne, supaya cepat kerjanya, kau pakai dulu laptopku untuk sementara, software-nya kan bisa kau install dulu.” Key mengoceh cepat sekali. Sungguh, ia memang seperti seorang umma, tukang ngomel tapi dia adalah tipe orang yang perhatian, aku rasa aku mulai mengagumi sifatnya ini.

“Ne, gomawo Key sunbae.” Ucapku pada Key sunbae yang sudah berada diambang pintu dan terlihat seperti akan masuk rumah lagi.

“Oya, jangan panggil aku sunbae. Panggil aku Key oppa, atau Key saja juga tidak apa, Krystal juga hanya memanggilku Key.” Key sunbae mengedip padaku. Hais, kecuali genitnya ini, aku tidak suka.

Aku lega karena selain kerjanya lebih cepat, aku tidak perlu berdempetan lagi dengan Minho. Aku pun menyalakan laptop pink tadi, hihi, aneh rasanya seorang namja punya barang berwarna pink.

Minho POV

Hais, untung saja Key hyung tidak bicara macam-macam lagi. Baguslah ia meminjamkan laptopnya, kerjanya jadi bisa lebih cepat, Hana terlihat senang sepertinya tadi.

Tapi, kenapa ia malah hanya memandangi layarnya dengan tatapan bengong seperti itu. Memangnya ia lihat apa sih?

“Itu foto Key dengan hyung-nya waktu wisuda  di Paris.” Aku menjelaskan padanya agar ia tidak bengong lagi melihat foto yang dijadikan wallpaper laptop Key hyung.

Hana POV

 “Itu foto Key dengan hyung-nya waktu wisuda  di Paris.”

Aku hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Minho. Tapi otakku masih tertuju pada suatu hal. Foto ini…?

TBC

Buat Fans-nya Go Hara, mianhae, karakter Go Haranya dibuat seperti itu…ga ada maksud menjelekkan kok. Ini Cuma FF kan ya, just for fun

Ga bosen-bosennya aku bilang makasih buat readers yang udah mau baca FF ini. Ditunggu komennya ya….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

52 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 9”

  1. ahhh untung jinki k paris bukn karena skit… fiuuuhhh….
    bnr kan tbknku… pmlik resto itu jinki… hohoho… ngeh bgt pas yg obrolan yoona di part2 sblumnya…

    hhmmm klo boleh nebak… kyknya akhirnya hana sama key deh… wakaka *sotoy* eh g sotoy jg.. tp punya feel aj… tp g tau jg deh… kkkkk *digetok author

    1. sini aku getok krn ada kemungkinan salah, kkkee~

      asikan ada yg bener tebakannya, berarti kamu nyimak bgd per katanya chingu…

      gomawo yah udh mau baca n komen…
      tungguin lanjutannya yah ^^

      1. suka maen tebak2an nih aku thor.. wakakakakaak #abaikan
        coz biasanya kan ada rahasia dibalik sebuah kata .. *tsaaahhhh

  2. Haiissshhhh,,, nihh beneran nihhh authornya bikin Frustasi,, selalu motongnya dibagian yg bikin penasarann,,,hehe

    Key cerewetmu naujubilah dehh,, ampun.. Kayak mercon rempet,,wkwkw

    Hana mulai berdebar2 klo deket Minho?? Hayooo looo,, mulai suka tuhh sama Minhoo,,

    Ditunggu next part ny nihh,, gx mau tahu,, harus cepet..#maksa
    #author : heh,, sapa elu
    me : reader,,haha juskid ya!!!

    1. authornya juga frustasi sebenernya, makanya pingin readersnya frustasi #apadeh
      hehe…engga, bercanda ding

      wew, Kayak mercon rempet? diserbu lockets loh…haha…tp emang si abang konci ini cerewet minta ampun aslinya kan?

      tungguin aja yah…musti antri dulu soalnya…
      gomawo yah udh mau baca n komen…
      tungguin lanjutannya yah ^^

  3. Hati Hana sudah ditetapkan pada Jinki. Tapi bagaimana Hana harus menghadapi jantungnya yang berdebaran ketika berada di dekat Minho? Jinki yang jauh jaraknya atau Minho yang nyata-nyata ada di dekat Hana? Hmm, foto wisuda itu sepertinya menarik perhatian Hana.
    Nice story. Lanjut!

  4. Wah, penasaran ma fotonya. Ada hal mengganjal apa ya?
    Soal Goo Hara gakpapa deh thor, meskipun kasian sih..
    Coz aku minho-hara shipper.
    Banyak banget sweet moment mereka waktu di king of idol soalnya. Di acara itu, minho selalu perhatian ke hara padahal dia pasangan ma krystal. Jadi suka min-ra couple deh.
    Ah mian banyak komen gak penting.

    1. haha, mian yah yang minho-hara shipper…aq jg nonton KOI, dan hasilnya panas….ga kuat liat minho ama krystal, hehe

      aku minho-(?) shipper yah? minho jangan ama siapa2 deh, haha

      gpp chingu, komen apa aja bebas kok…

      gomawo yah udh mau baca n komen…
      tungguin lanjutannya yah ^^

  5. ahhhhh … hanaaaa… taemin… ahahah kau memang bocah .. tapi taemin udah dewasa sekarang .. sebenernya apa sih maksud jinki, bener2 rahasia di balik rahasia… membingungkan tuh jinkiii !!
    minho.. ahahah suka ma hana ya??? malu ya?? cuciaaan #plak!
    key, jangan genitt !! pikirin krystal sonoh… oh iya krys mana thor ?? kok ngak keliatan, cuman nampang doang???
    di sebelah foto ky, foto siapa??? penasaraan !!
    aisshhh ayo lanjutannya jangan lama-lama ya thoor .. i’ll be wait !!

    1. jinki kan emang manusia pnuh misteri di balik senyumnya…

      krystal lagi aku sandra dulu di gudang, aq cembukur dia deket2 minho terus, kkeee…
      engga ding, krys emang cuma cameo gitu, jarang2 muncul…

      tungguin lanjutannya yah ^^
      gomawo udh mau baca n komen

  6. Knp harus TBC di situ??!! W(¤@¤W)
    thor,si tae tu mo dia senyum, marah, bete, mo nungging(?) ttp imuuuuut >o<!
    Minho ngomong apaa sih??jangankan hana, aq ajj gg ngeh ._. #IQdibawahgariskemiskinan
    key cereweet bgt,ngomong.a gg brenti" kyk kreta api,wkwk..si minho aibnya dibongkar ma key!dasa ember#plak
    aah…tu kata"nya author bqn aq galau dan bimbang x_x,prasaan apa yg sedang dihadapi mreka??T.T
    oh yah,alesan taem gg mau ngasih tau knp jinki gg ngasih tau hana kl jinki yg punya restorannya apaa??
    Hhe..mian bxk tanya thor..aq tgu part 10.a 😀

    1. lah, klo nungging mah mana imut, kan kita engga liat mukanya

      abang key emang kayak kereta kalo ngomong, tp itu yang bikin gemes…haha…

      nah loh kayaknya km lagi bingung yah ama perasaan km utk seseorang, cinta-sayang-atau kagum? banyak2 bertapa (tidur) #loh?

      alesannya? ntar baca lanjutannya yah…gomawo udh bacan komen^^

  7. wuah…wuah…bikin aku penasaran aja nih.
    apa Hana…akan suka sama Minho ? lagian nih yah, kayaknya si Hana juga bisa suka sama Minho di tambah Jinki yang pergi ke Pari selama satu tahun.
    ters, eon. siapa itu hyung-nya Key? Jonghyun kah?
    apa Hana kenal sama Jonghyun?
    ahhh…daebak!
    di tunggu lanjutannya eon!^^

  8. ayo deh hana bingung deh sama perasaannya sendiri
    jinki apa minho?
    jinki aja deh
    abis cocokkan sama jinki 🙂

    thor gomawo ya buat part ini 🙂

  9. aish, lagi penasaran malah TBC. demo authornya! *abaikan*
    aaa, No Jinki part! aish -___- Jinki cepetan balik dari parisnya, nanti hananya direbut Minho loh! Taeminnie oppa tetaplah seorang bocah (loh?) daebak thor!

  10. annyeong all…
    Mian blm bs aq balesin satu2, lg ol hp.
    Ntar pasti aq balesin kl ol pc.

    Aq cm mau blg, thx udh mau baca ff ini n ga jadi silent reader.
    Tungguin yah lanjutanny…musti antri dulu tapi

  11. aigoo.. Taeminnie immuuutt.. Hahaha..
    Hana.. Itu bkn benci tuh.. Itu mah cinta#sotoy Hahahaha..
    Hana sama jinki aja ya, thor.. Biar minho yg mkin hri mkin ganteng buat aku#dibantai flamers
    ditunggu next part..
    Gomapta..

  12. aigoo.. Taeminnie immuuutt.. Hahaha..
    Hana.. Itu bkn benci tuh.. Itu mah cinta#sotoy Hahahaha..
    Hana sama jinki aja ya, thor.. Biar minho yg mkin hri mkin ganteng buat aku#dibantai flamers
    Foto siapa tuh?? Hyung-nya key syp??

    Ayo.. ditunggu next part..
    Gomapta..

  13. taemin emang imuttttt banget…kayak masih muka anak esde, haha

    sama siapa ya? tergantung siapa yg kasih sogokan paling bnyk ke author (jinki atau minho), hehe…

    tungguin lanjutannya yah…gomawo udh baca n komen

  14. akhirnya… ketemu juga nih part. bahkan aku ketinggalan langsung 2 part T.T

    wuih, disini aku bingung juga. disini Hana itu suka sama sapa sih? dilema kan jadinya…

    sudah ah, langsung lanjut ke part 12 dulu. Ntar komen panjang-pendek(?)nya disana aja. hehe

  15. gaya bhs bibib d sni udh mulai klhtn ”berat” drpd d part2 awl…
    ju2r aq lbh suka yg kyk gni,bacanya brasa lbh gimana gt…
    aduh,jinkiny udh prgi…knp hana bru sdar klo dy cinta sm jinki pas jinkiny udh prgi…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s