I Can’t Be Yours – Part 1

I can’t be yours[1] : The Reason is…

Title : I can’t be yours

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Jung Hyuna (Imaginary), Lee Jin Ki, Kim Kibum

Support Cast : Choi Minho, Secret person, Shin In jung (imaginary)

Length : Sequel

Genre : Family, Romance

Rating : PG-15,

A.N : Annyeong…, aku kembali lagi dengan ff keduaku setelah You Save Me From My Silent World.  Kali ini aku nyoba bikin yang lebih serius, bukan hanya sebuah kisah romance anak ABG. Semoga kisah ini ga mengecewakan ya…Happy Reading ^_^

Hyuna dan Kisah ini milikku. Member Shinee adalah milik Tuhan dan Shawol, kecuali Jinki, He is mine, haha *diburu MVP’s

Summary :

Key : “Aku bahkan tidak bisa menjadi kunci yang mampu membuka pintu hati istriku, entah kunci yang terbuat dari material apa yang dapat membukanya. Andai kutemukan, akan kukejar bahan baku kunci tersebut dan akan kucari ahli pembuat kunci terbaik yang pernah ada di dunia.”

Jinki : “Aku sangat mencintainya, rasa cinta ini begitu menggelayuti seluruh jiwa ragaku. Bahkan kalau boleh, aku akan mengutip sebuah kalimat, ‘If you live to be a hundred, I want to live to be a hundred minus one day, so I never have to live without you’. Seperti itulah perasaanku padanya.”

Hyuna : “Walaupun watak kami berbeda, tapi ada satu hal yang mengikat kami dengan kuat, kau akan tahu nanti apa yang menyeret kami berdua melakukan cinta terselubung selama bertahun-tahun ini. Yang bisa aku katakan sekarang, that’s me, that’s the reason why I can’t be yours, Kim Kibum…”

++++++

“If you live to be a hundred, I want to live to be a hundred minus one day, so I never have to live without you”

—*A.A. Milne*—-

Kibum POV

Aku tahu kenyataannya, di matamu tidak pernah ada diriku walau hanya secercah bayanganku. Aku tidak tahu alasanmu mengapa tidak pernah mengizinkanku masuk dalam ruang hatimu sekalipun aku dan kau sudah dua tahun berada dalam satu atap dan satu ikatan.

“Key, hari ini aku pulang malam, kau ingin kumasakkan apa sebelum aku kuliah?” Aku tersadar dari lamunanku karena pertanyaannya.

Dia Jung Hyuna, yeoja yang telah memenjarakan seluruh sudut hatiku walaupun ia sendiri tidak pernah membuka sedikit hatinya untukku.

“Apapun yang kau masak aku pasti makan, jagi.”Jawabku seraya melemparkan senyum terbaikku untuk orang yang sangat berharga ini.

“Senyummu itu Key, maut ya, aku yakin di luar sana banyak yeoja yang menunggumu. Kenapa kau masih bertahan padaku?” ucapnya datar namun disertai senyuman kecil.

Dia selalu begitu, sering sekali pernyataan seperti itu terlontar dari mulutnya, walaupun ia selalu mengucapkannya sambil tertawa atau sekedar tersenyum seperti tadi.

Key, aku teringat sesuatu di balik nama sapaanku. Key, sebuah panggilan yang diberikan oleh Minho, sahabatku sejak SMP. Key berarti kunci, kunci yang bisa melepaskan rantai permasalahan. Ya, aku selalu menyelesaikan semua masalahku dengan baik selama ini, tapi tidak untuk masalah rumah tanggaku. Aku bahkan tidak bisa menjadi kunci yang mampu membuka pintu hati istriku, entah kunci yang terbuat dari material apa yang dapat membukanya. Andai kutemukan, akan kukejar bahan baku kunci tersebut dan akan kucari ahli pembuat kunci terbaik yang pernah ada di dunia.

 “I’m yours, honey.” Sekali lagi aku membalas dengan jawaban yang sama. Berulang kali aku meyakinkannya bahwa hanya dia yang ada di mataku, tidak peduli di luar sana banyak yeoja yang lebih menarik, mereka hanya menarik bagi namja lain, tidak bagiku.

Dan responnya selalu sama, ia akan tersenyum. Aku tidak dapat menerka apa yang ada di balik senyumnya itu. Itu senyuman bahagia atau senyuman mengejek karena ada namja bodoh yang begitu setianya menanti pintu hatinya bergeser sedikit untuk sekedar menampakkan celah.

“Hyu, jadi kau mau masak apa untukku? Atau bagaimana jika aku mampir ke kampusmu pada saat jam istirahat kantor? Sudah lama kita tidak makan berdua  di luar.”

“Kali ini aku sedang diburu tugas, jadi aku takut hanya membuat kedatanganmu sia-sia. Bagaimana kalau weekend saja kita keluar?” Tawarnya sambil memijat-mijat pelan pundakku.

“Geurae, kalau begitu hari ini aku makan di luar saja, mana mungkin aku tega membiarkan anae-ku tercinta ini kelelahan.” Balasku sambil menarik tangannya yang sedang memijat pundakku, menuju ke dadaku.

“Gomawo, you really touch me.”

Hanya menyentuh, tapi sayangnya tak juga mampu membuatmu mencintaiku. Aku bisa merasakannya, tak pernah ada sorot mata cinta terpancar dari bola mata indahmu, Hyuna.

Seperti itulah hubungan kami, sepertinya tidak ada yang menyedihkan,  tapi sebenarnya tidak. Ia memang tak pernah mengatakan hal-hal yang menyakitkan, tidak juga perkataan yang menunjukkan kalau ia membenciku, tapi ia tidak pernah juga mengatakan bahwa ia mencintaiku.

Orang menganggapku beruntung memilikinya, walaupun awalnya kisah kami bermula dari kisah klasik perjodohan. Tapi perlahan aku mulai terpesona oleh cahayanya, dan ujungnya aku setuju dengan pendapat orang-orang di sekitarku, aku namja paling beruntung karena memilikinya, meskipun bukan hatinya yang kumiliki. Ia orang yang sangat menarik. Nanti kau akan tahu kenapa aku berpikir demikian.

Hyuna POV

I’m yours, honey.”

Selalu, ia berulang kali mengucapkannya padaku, aku paham betul apa makna di balik kalimat itu. Singkat tapi penuh makna. Aku hanya membalasnya dengan senyuman yang aku sendiri tidak tahu apa tujuan dari senyumku itu.

I’m yours,

Berarti dia adalah milikku, dan hanya kepadaku hatinya tertaut. Tidak ada yeoja lain yang mampu mengusiknya, bahkan tidak di permukaan hatinya pun.

Tapi sayangnya kalimat pamungkasnya itu tidak akan berbalas. Kalimat itu sangat kubenci, rasanya aku ingin mengutuki diriku sendiri setiap habis mendengarnya, aku merasa bersalah karena membiarkannya menyimpan cinta yang begitu besar untukku. Satu hal yang menyakitkan bagiku, mungkin baginya juga–jika ia mengetahui sebuah kalimat abadi yang tidak akan pernah aku katakan padanya, I’m not yours, Kibum.

“Kali ini aku sedang diburu tugas, jadi aku takut hanya membuat kedatanganmu sia-sia. Bagaimana kalau weekend saja kita keluar?” Aku menolak ajakannya, bukan karena aku tidak mau, tapi aku memang tidak bisa.

“Geurae. Ah, kalau begitu hari ini aku makan di luar saja, mana mungkin aku tega membiarkan anae-ku tercinta ini kelelahan.”

Ah, dia selalu seperti itu, bersikap baik padaku. Padahal mungkin ia menyadari bahwa aku tidak pernah memberinya ruang walau hanya untuk sehelai rambutnya.

“Gomawo, you really touch me.” Aku membalasnya agar ia tidak kecewa. Tapi aku memang tidak sedang bersilat lidah ataupun mengucapkan kalimat yang munafik, dia memang pengertian dan namja yang baik. Tapi sayangnya, aku tidak bisa merubah apa yang sudah menancap dalam di hatiku selama bertahun-tahun.

++++++

Author POV

“Jinki-ah, kau yang print tugasnya, aku harus menemui chinguku di fakultas lain. Aku sudah menyelesaikan semuanya yang telah kita sepakati waktu terakhir kali kita diskusi.” Yeoja itu tampak tergesa-gesa begitu sang dosen melangkahkan kakinya keluar kelas.

“Ne, gomawo telah menyelesaikannya, mianhae, aku tidak berkontribusi banyak karena harus mengurus Taemin yang sedang diopname.” Orang yang diajak bicara mengangguk sambil masih sibuk membereskan bukunya ke dalam tas.

“Ne, rawatlah dongsaengmu itu sebaik mungkin, aku mengerti kondisimu. Salam dariku untuk dongsaengmu yang cantik itu. Pesanku untuknya, selalu sayangi oppanya yang selalu setia di sisinya.” Yeoja itu tertawa kecil.

“Aku akan menyampaikannya, sebuah pesan dari seorang Jung Hyuna untuk Lee Taemin yang cantik.” Jinki ikut tertawa yang diiringi tersipu setelah mendengar ucapan yeoja tadi, karena secara tidak langsung yeoja itu memujinya.

“Kalau begitu aku pergi dulu ya…”

“Eh, kau mau kemana? ada kuliah lagi setelah ini?”

“Aniyo, aku ingin mengunjungi seseorang, kan sudah kubilang tadi, kupingmu pasti sudah lama tidak dibersihkan ya?”

“Hais…kau ini, terlalu to the point kalau bercanda. Tapi baguslah, menarik.”

“Apa yang menarik? Ah, sudahlah, aku buru-buru sekarang, lain kali kau harus jawab.”

Setelah itu ia langsung melangkahkan kakinya cepat sebelum Jinki sempat menjawab. Dan akhirnya namja itu hanya tersenyum memandangi tubuh yeoja itu menghilang di balik pintu ruangan.

+++++++

Hyuna POV

Aku setengah berlari menghampirinya yang sudah sejak satu jam  lalu menungguku di sebuah café sepi di dekat kampus. Seperti biasa, ia mengulaskan sebuah senyuman tulus untukku, sebuah senyuman yang berhasil menghangatkan seluruh bagian tubuhku, bahkan sampai ke organel sel ku pun ikut merasakan hantaran suhu yang dikirimkannya.

“Mianhae, aku membuatmu menunggu lagi.” Aku duduk di sebelahnya.

“Tidak apa, hanya kau yang boleh membuatku menunggu.” Ia tersenyum lagi.

Let’s party tonight, beb.” Aku tidak sabar ingin melewati beberapa jam ke depan bersamanya. Aku sangat merindukannya setelah tidak bertemu dengannya selama dua minggu karena deadline tugas yang menghantuiku.

Of course, ayo kita habiskan semalam suntuk, jagiya. Oya, kau pasti belum makan, aku sudah pesankan pizza favoritmu.”

“Yeah, you always know my habit.” Aku senang karena ia perhatian padaku. Ia tahu bahwa aku tidak akan makan sebelum semua tugasku tuntas. Ia juga tahu bahwa aku akan menyantap pizza kesukaanku ketika aku sedang stress.

“Ne, selalu. Kau bilang apa pada Kibum? Ia sudah mengizinkanmu tidak pulang malam ini?

Eh, benar juga, aku hanya bilang akan pulang malam, tapi tidak bilang kalau aku tidak akan pulang. Ah, tidak apa, ia tidak mengizinkan pun pasti aku melakukannya. Aku sudah tidak dapat menahan perasaan rinduku yang membuncah terhadap orang special yang sedang menyeruput vanilla late dihadapanku ini.

“Hehe, aku tidak bilang kalau aku tidak akan pulang. Tidak apa, asalkan bisa bersamamu. jagi.” Aku tersenyum nakal ke arahnya.

Ia tertawa menanggapi tingkahku. “Kau liar, hyu.”

“Itu karena kau, bukan?” tawaku bertambah riang membalasnya.

Ia hanya menyunggingkan bibirnya dan tidak ikut tertawa keras. Ia memang tipikal orang yang tidak suka tertawa keras, sangat berbeda denganku. Walaupun watak kami berbeda, tapi ada satu hal yang mengikat kami dengan kuat, kau akan tahu nanti apa yang menyeret kami berdua melakukan cinta terselubung selama bertahun-tahun ini.

Yang bisa aku katakan sekarang, that’s me, that’s the reason why I can’t be yours, Kim Kibum…

++++++

Kibum POV

Hoammm…aku menggeliatkan tubuhku yang terasa sakit sekali karena tertidur dalam posisi duduk dengan kepala yang tertunduk. Kulirik jam yang ada di ruang tamu ini, angkanya sudah menunjukkan pukul 00.54, tapi orang yang kutunggu tidak juga menampakkan batang hidungnya.

Apa mungkin ia sudah datang saat aku tertidur tadi? Ia pernah beberapa kali seperti itu, tadinya aku ingin marah karena ia tidak membangunkanku, padahal aku sudah lama menunggunya. Tapi kuurungkan niatku karena ia selalu saja meluluhkan hatiku dengan cemilan kecil yang di bawanya sebagai oleh-oleh yang ia sebut sebagai ‘denda karena membuatku menunggu’, dan kejadian seperti itu selalu diakhiri dengan menyantap ‘denda’ tersebut bersama.

Aku segera bangkit menuju kamar, siapa tahu aku menemukannya. Tapi ternyata tidak ada seorangpun di dalamnya, begitu juga setelah kuperiksa ruangan yang lainnya. Kurogoh saku celanaku, aku bermaksud meneleponnya agar aku dapat memastikan dimana ia berada saat ini.

Sia-sia, yang kudapat hanya suara operator yang menyuruhku meninggalkan pesan. Tapi tidak apa, aku meninggalkan sebuah pesan untuknya.

“Hyu, aku khawatir denganmu? Kenapa tidak juga pulang? Apa sesuatu terjadi padamu? Tapi kalau kau memang sedang mengerjakan tugas di rumah chingu-mu, tidak apa. Jaga kesehatanmu baik-baik ya, dan jangan lupa ‘denda’ itu sebagai balasannya, arachi?”

Tapi tetap saja, hatiku diliputi perasaan cemas yang hebat. Aku berusaha menghilangkannya dengan mencoba nonton televisi, biasanya jam segini banyak acara musik yang menampilkan girlband dan boyband bertalenta. Aku biasanya sangat menikmati tontonan seperi itu karena aku tertarik mengamati gerakan dance mereka, ya, aku sangat menggilai dance, dulu aku pernah menjadi dancers sekolah yang memenangkan banyak penghargaan bergengsi.

Tapi tidak untuk situasi saat ini, aku tidak bisa fokus pada apa yang sedang aku tonton selama dua jam tadi. Banyangan Hyuna selalu menggerogoti pikiranku, aku takut ia digangu orang jahat, mencuri harta bendanya, melukainya, atau yang paling mengerikan adalah mencuri ‘bunganya’. Andwae ! itu tidak boleh disentuh orang lain.

Ah iya, Shin In jung, dia kan sahabatnya, mungkin ia tahu dimana belahan hatiku berada. Kenapa aku baru teringat setelah beberapa jam lewat?

“Yoboseyo, In Jung-ah, kau tahu tidak dimana Hyuna? Atau apa dia sedang bersamamu saat ini?”

“Aniyo. Dia tidak bersamaku dan juga tidak bilang kemana ia pergi. Memangnya ia tidak bilang padamu, Oppa?”

“Dia hanya bilang akan pulang malam, tapi ini sudah hampir jam 3 malam, aku sangat mencemaskannya.”

“Hais, dia itu, bisa-bisanya tidak bilang padamu. Kau sudah meneleponnya?”

“Sudah, tapi tidak aktif. Beri tahu aku kalau kau sudah tahu keadaannya ya…oya, mianhae, mengganggumu di waktu seperti ini.”

“Gwenchana oppa, lagipula aku memang sering begadang semalam suntuk karena banyak hal yang harus kutuntaskan.”

“Gomawo In jung-ah. Jaljayo…” Aku menutup pembicaraan ini dengan nada yang diliputi rasa kecewa karena aku tidak mendapatkan jawaban atas kecemasanku.

+++++++

Author POV

“Ya! Kau gila! Kau tidak tidur semalaman karena menunggunya? Kau ini…kenapa kau menyakiti tubuhmu lagi…”

“Memang gila, tapi kau pun akan bersikap demikian kalau kau sudah menikah nanti.” Balas Key seraya menyeruput kopinya dengan cepat. Ia benar-benar dikuasai kantuknya kali ini sehingga tidak benar-benar meluapkan rasa tidak terimanya atas ucapan Minho barusan.

“Tapi kau kelewatan. Aku tidak akan sampai bertekuk lutut di hadapan yeoja manapun, sekalipun aku mencintainya. Ini keterlaluan Key, setidaknya ia bisa mengirimmu SMS jika memang berniat tidak akan pulang, dimana rasa hormatnya padamu!” Minho tersenyum sinis.

“Cih, jaga ucapanmu. Mungkin saja ia tidak berniat. Yang kutakutkan ialah tertadi sesuatu padanya, dan itu juga yang membuatnya tidak bisa memberi pesan padaku.”

“Mmm, may be yes may be no. Kau yakin dia tidak macam-macam bersama namja lain di belakangmu? Bukannya kau sendiri yang bilang kalau kau merasa dia tidak mencintaimu, walaupun selama ini hubungan kalian terlihat sangat normal?”

“Hentikan mulut menyebalkanmu, atau aku tidak mau lagi punya sahabat sepertimu. Aku yakin ia tidak sekejam itu padaku. Ia memang tidak mencintaiku, tapi…itu karena memang pernikahan kami bermula dari perjodohan, dan berarti salahku karena aku tidak bisa membuatnya mencintaiku, tandanya aku suami yang buruk.”

“Bahkan setelah dua tahun? Itu tidak normal Key…ayolah sadar Key, Irona!  Kau harus tegas padanya.”

“Hah, kau menyebalkan sekali…sudahlah, waktu istirahat siang kita hampir habis. Aku harus memimpin rapat setelah ini.”

“Ne, Key sajangnim.” Minho tertawa kecil kalau Key sudah mengungkit tugasn sebaagai seorang direktur. Dan ia akan langsung memanggil Key sajangnim

Hah, terasa aneh di telingaku, batin Key

+++++++

Jinki POV

Aku tersenyum sendiri melihatnya melenggut berulang kali seperti itu. Beberapa kali pula kulihat ia berusaha membuka matanya agar tetap memperhatikan penjelasan dosen, tapi akhirnya ia jatuh lagi dalam kantuknya.

Ia sering seperti itu, terlihat seperti orang yang tidak tidur semalaman. Tidak setiap hari memang, tapi dalam satu bulan ada beberapa hari dimana ia terlihat seperti digelayuti rasa kantuk yang dahsyat.

Aku mengalihkan pandanganku darinya. Biarkan ia menikmati pulau pribadi miliknya, haha…

Aku kembali menyimak apa yang dijelaskan dosen, aku tidak ingin menyia-nyiakan setiap ilmu yang melintas di hadapanku. Tahukah kau, orang yang kaya itu bukan orang yang banyak harta, tetapi orang yang kaya akan ilmu dan juga berhati mulia. Dengan ilmunya, hidup seseorang dapat berubah, atau bahkan ia bisa mengubah kehidupan di sekelilingnya. Sebaliknya, orang yang tidak berilmu akan terjebak dalam multikerangkeng, kerangkeng kebodohan, kerangkeng kemiskinan, kerangkeng kenistaan, dan kerangkeng pola pikir yang sempit.

“Jagiya…aku tidak peduli apa kata dunia, asalkan aku bisa bersamamu…” ia mengigau pelan. Aku sedikit merasa sakit mendengarnya, karena hasil penelitian mengatakan bahwa apa yang muncul dalam mimpi kita adalah hal yang kontinu kita pikirkan sebelum tidur. Jadi, kalau ia sampai mengigau seperti tadi, berarti bisa kutebak siapa yang ia pikirkan sebelum ia tidur.

Dan kenapa aku merasa sakit? Karena aku tidak pernah punya kesempatan untuk menyatakan apa yang telah kupendam sejak SMA, sebuah perasaan yang kudefinisikan sebagai ‘CINTA’. Aku memang tidak tahu siapa namjachingunya, tapi dari mulutnya sendiri pernah kudengar bahwa ia sangat mencintai kekasihnya, dan ia akan berusaha sekuat tenaga untuk  bisa berada di sisi kekasihnya. Aku menduga, ada suatu hal yang menghalangi kisah cintanya itu. Ah, bukan itu yang penting, intinya adalah aku hanya bisa jadi pengagum rahasianya.

Aku sangat mencintainya, rasa cinta ini begitu menggelayuti seluruh jiwa ragaku. Bahkan kalau aku boleh mengutip sebuah kalimat, ‘If you live to be a hundred, I want to live to be a hundred minus one day, so I never have to live without you’. Seperti itulah perasaanku padanya.

“Omo, aku tertidur lagi ya?” tidak lama ia tebangun dan mengucek-ucek matanya yang terlihat memerah, mungkin karena menahan kantuk.

“Ne, tidak apa kalau kau memang tidak tahan. Memangnya apa yang kau lakukan semalam?”

“Main kucing-kucingan.” Jawabnya singkat setelah ia menepuk pipinya agar ia segera kembali ke dunia nyata.

“Mwo? Kucing? Tidak mungkin, kucing-kucingan hanya istilahmu kan? Ah, kau ini sering sekali pakai istilahmu sendiri.”Aku tertawa kecil melihat ekspresi bangun tidurnya.

“Haha, tapi memang seperti itulah perumpamaannya. Jinki-ya, kau simak baik-baik penjelasan dosen ya, nanti aku pinjam catatanmu saja, atau kalau kau baik hati, ajarkan aku sekalian, otte?”

“Ow..no no, tidak ada yang gratis di dunia ini, apalagi ilmu.”Aku sedikit bermain-main, ingin tahu apa yang keluar dari mulutnya.

“Ummm…benar juga, kalau begitu kutraktir makan siang sebagai balasannya, kau mau?”

“Geurae, kau tidur–aku menyimak.”

Kami pun berjabat tangan selayaknya orang yang baru saja sepakat melakukan suatu perjanjian, rasanya sangat lucu karena aku terkesan seperti namja matre. Tapi ya sudahlah, aku memang sangat ingin melalui waktu bersamanya agar dapat membicarakan hal-hal lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelajaran.

++++++

Key POV

Aku nyaris gila karena kecemasanku terhadap keadaan Hyuna. Kenapa handphone-nya tidak juga diaktifkan? Aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi pada rapat ini, yang ada di otakku adalah segera keluar dari ruangan ini dan mendatangi kampus Hyuna, siapa tahu aku bisa menemukan titik terang atas pikiran-pikiran buruk yang menghantuiku.

“Sajangnim, apa yang akan kita lakukan kalau ternyata strategi penjualan yang kau usulkan tidak berjalan dengan baik? Faktanya, tingkat perekonomian Indonesia tidak begitu baik. Apa kau yakin produk ponsel kita akan mendapat respon baik?”

Aku berpikir lama, rasanya aku tidak menemukan sepatah katapun untuk menjawabnya padahal biasanya aku sangat pandai menjawab pertanyaan semacam ini.

“Joesonghamnida, bolehkah aku menjawab? Menurutku strategi yang diusulkan sajangnim sangat tepat. Walaupun kondisi perekonomian Indonesia tidak sebagus negara-negara asia lainnya, tapi warga Indonesia termasuk orang yang tertarik pada handphone fashion, produk kita ini memiliki fungsi yang sangat menarik, ditambah lagi dengan bentuknya yang menarik. Selain itu, pasar Indonesia saat ini sepertinya sudah mulai jenuh dengan serbuan handphone China. Ini kesempatan kita untuk masuk. Lagipula menurut hasil analisis data yang ada, harga produk yang kita tawarkan masih di dalam range harga yang diminati sasaran konsumen kita dengan selang kepercayaan 95%, dan lagi nama produk kita cukup baik di sana, jadi kita tidak perlu ragu untuk memasuki pasar Indonesia.” Minho sepertinya menangkap kebingunganku, ia dengan hebatnya menjelaskan apa yang seharusnya kukatakan. #author ngawur,abaikan

Gomawo Minho-ya…saranghaeyo, haha…lain kali aku akan mentraktirmu makan atas jasamu menyelamatkan wajahku hari ini.

Setelah rapat usai, aku segera menuju kampus Hyuna. Aku harap ini hanya kecemasanku saja, aku harap akan bertemu dengannya dalam keadaan baik-baik saja.

Kuparkirkan mobilku segera begitu aku sampai di fakultasnya. Aku segera menuju ruang kuliahnya. Aku pernah kesini sebelumnya, waktu itu aku diminta Hyuna untuk mangantarkan makalah tugasnya yang tertinggal, makanya aku tidak sulit mencari kelasnya.

Aku mengintip dari luar pintu, mataku berusaha mencari keberadaan Hyuna. Oh, syukurlah, dia ada. Kulihat ia sedang menelungkupkan wajahnya di meja, kurasa ia sangat kelelahan dan tertidur saat ini. Aku memang hanya melihat kepalanya, tapi aku hafal betul sosoknya, aku yakin itu dia. Tunggu, siapa itu namja yang duduk di sebelahnya, kenapa ia berkali-kali mengamati anae-ku? Dan yang tidak dapat kutahan adalah sorot mata namja itu, sorot matanya terlihat sangat teduh saat menatap Hyuna. Ah, sudahlah, mungkin sorot matanya memang seperti itu. Omo, sekarang namja itu mendekati kepala Hyuna, apa yang akan dilakukannya? Jangan sentuh Hyuna-ku!

Kuputuskan untuk menunggu kelasnya usai, ingin segera kupastikan keadaannya baik, dan lagi aku ingin sekalian mengantarnya pulang, atau mengajaknya makan dulu, siapa tahu ia tidak sempat makan.

Jinki POV

Aku terus memperhatikan penjelasan dosen, tapi tidak dapat kupungkiri, pandanganku tidak bisa lepas dari yeoja yang sedang tertidur pulas di sebelahku, berulang kali aku memperhatikannya dalam.

Kuperhatikan pergelangan tangannya, urat-uratnya terlihat jelas. Tangannya terkesan kokoh seperti namja. Tapi memang kuakui, yeoja ini sangat kuat. Aku ingat betul kejadian yang membuatku kenal dengannya. Aku memang satu SMA dengannya, tapi tidak pernah satu kelas, alhasil aku memang tidak mengenalnya, sampai ada suatu kejadian dimana ia menumbangkan beberapa preman yang berusaha merampas tas laptopku, kekuatan dan kelincahannya dalam bela diri bahkan mengalahkanku yang seorang namja.

“Jagiya…sampai kapan kita main kucing-kucingan seperti ini, aku yakin kita bisa bertahan, tapi aku takut suatu saat dia akan mengetahuinya…”

Lagi-lagi ia mengigau. Aku tidak tahu apa yang baru saja keluar dari alam bawah sadarnya itu realita atau bukan. Tapi kalau betul, lakon apa yang sebenarnya tengah ia mainkan? Kenapa harus sembunyi-sembunyi? Sembunyi-sembunyi dalam menjalani suatu hubungankah yang dimaksudnya? Lalu, sembunyi dari siapa?

“Hyuna-ah, irona. Kau mengigau aneh.” Aku berbisik di telinganya agar tidak terdengar yang lain. Ia tidak bergerak, tetap terhanyut dalam alam mimpinya kurasa.

Ya sudah, biarkan saja ia membunuh rasa kantuknya, aku tidak akan mengganggunya.

Tidak lama kelas usai, chinguku yang lain berhamburan keluar kelas. Aku masih menunggunya bangun, rasanya tidak tega membangunkannya ataupun meninggalkannya.

Lima belas menit berlalu, aku menunggunya bangun sambil membaca buku yang baru saja kubeli, judulnya “How to Kill an Abnormal Love”, sebuah buku yang tidak sengaja menarik perhatianku saat aku berkunjung ke toko buku kemarin. Aku terpikat dengan cover-nya yang berwarna gelap dan bergambar hati bertekstur kasar yang dibelah dengan sebuah rantai bernoda darah. Cover-nya sangat menyeramkan dan terkesan tidak biasa menurutku, akhirnya aku memutuskan membelinya dan belum sempat kubaca sejak kemarin.

Baru saja aku selesai membaca bab pendahuluannya, seorang namja mendekati kami dan menatapku dengan pandangan yang membunuh. Nuguseyo? Kenapa tatapannya padaku sangat aneh?

“Jagiya, irona…Aku sudah menunggumu sejak tadi.” Ia membangunkan Hyuna dengan lembut. Dari sorot matanya aku tahu bahwa namja tersebut sangat mencintai Hyuna. Dan lagi, ia memanggil Hyuna dengan sebutan jagi, pasti namja ini adalah kekasihnya.

Entah aku harus sedih atau bahagia dengan semua ini. Sedih karena aku baru saja melihat namja yang berhasil mendapatkan hati Hyuna, bahagia karena namjachingunya adalah orang yang sepertinya sangat mencintainya, dengan begitu Hyuna akan baik-baik saja bersamanya.

“Ah, Key, kau sengaja menjemputku?” Gumam Hyuna begitu ia menegakkan posisi kepalanya.

“Ne, aku sangat mencemaskanmu, kenapa dengan handphone-mu? Kenapa tidak aktif sejak semalam? Kau habis darimana semalam sampai tidak pulang? Aku tidak tidur semalaman karena menunggumu.”

Tidak pulang? Tidak pulang kemana maksudnya? Namja bernama Key itu menunggu Hyuna pulang, apa ia tinggal serumah dengan Hyuna? Apa mungkin dia itu…

“Mianhae, baterainya habis dan aku tidak bawa charger. Ah sebentar Key, Jinki-ya, aku jadi kan diizinkan pinjam catatanmu?”

Pertanyaan Hyuna memotong lamunanku, dan mungkin sebaiknya aku tidak melanjutkan pikiranku itu.

“Ne, ini kupinjamkan, tanyakan kalau ada yang tidak kau mengerti. Oya, jangan lupa janjimu ya? Aku permisi dulu, tidak baik menguping pembicaraan sepasang kekasih…”

“Bukan kekasih.” Sela Key

Bukan kekasih?

TBC….

+++++++

Gimana? Pasaran ya ceritanya? Emang sih banyak kisah-kisah marriage seperti ini, tapi ada hal yang akan menjadi pembeda kisah ini. Tunggu aja part depan ya…mungkin ada tambahan genre, yaitu psikologi. Don’t be silent reader, OK?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

 

69 thoughts on “I Can’t Be Yours – Part 1”

  1. yahhhh thor…. jadi alasan hyuna apah?? aduh kacian bentuk cinta yang besar kibum dikecewakan hyuna, ckckck ada apa dengan hyuna?? jinki?? ada bahasa yg indah lhoh thor haha
    itu buat sendiri?? aku jg mau dong bisa buat

  2. Yaampun
    Sumpah hyunaa
    Kasian key segitu cintanya sama anaenya
    Di jahatin mulu
    Ampe minho aja marah
    Emang sih key itu sayang banget
    Tapikan ga harus nyakitin diri dia sendiri
    Jadi sedih (ˇ̩̩̩^ˇ̩̩̩ƪ)
    Lanjut

  3. cinta segi banyak lagi? cinta segi2an… cinta segi banyak.. hihihi
    siapa ya selingkuhan hyuna… jjong? ato taemin? /plaakkkk ato cewe lg kekasih hyuna *digampar author*
    Shin In jung, inget 49days. hohoho
    huuaaaa jd pngen punya suami kyk key… u.u

    hyuna kelasnya di situ2 aj ya.. g pndh2 gtu.. biasanya kul lokalnya beda2 #abaikan … nmnya jg ff ye..
    ditunggu lnjutannya..
    btw nyesek jg ya jd key… n jinki jg…

    1. nah ini dy readers paling jeli…
      Bner chingu, awalny aq jg mkir kuliah pindah2, tp temen sekamerku d kosan,kelasny itu2 aja,atau paling engga, d lorong itu2 aja,hehe…

      Ayo kl ad yg aneh lg bilang yah chingu…

      Aq jg ngebayang in jung d 49days kq…hehe
      humm,ayo qt rebutan key bwt jadi suami

      gomawo yah udh mau baca n komen yg membangun

  4. Pasaran??pasaran dari hongkong thor -,-..ff”.a author menarik” smw koq..pkk.a selama aq mbaca ff”,gg prnh ad yg jalan critanya sm kyk punyanya author,wkwk
    err…krn jjong yg blm aq liat namanya di ff ini aq tebak selingkuhannya tu jjong!!hahay #sotoy.com
    keynya kasiaaan T.T,,pdhl keynya dah baiik,pratian,ganteng,kurang apa coba??._.,jinki juga..aah..cinta segi 4 yg rumit! x_x
    oh ya thor..wkt hyuna blg klo adeknya jinki tu cantik aq sempet mikir kalo adeknya jinki tu cewe..ternyata taemin!xDD,tp emg cocok sih(?)
    aq tgu part 2.a 😉

    1. kalo dirasa2 (emang makanan), jjong emang sering aku munculin paling akhir…ga tau kenapa ya…ya…liat aja jjong apa bukan…

      kisah marriage bnyk bgd chingu, aq aja pernah bikin dua kali…makanya takut pasaran

      ini kayaknya cinta tak bersegi deh…coba ntar rasain sendiri di part2 berikutnya ada seginya engga, hehe

      jujur, tadinya aku mw bikin tetem jadi cewe, tp engga jadi ah, engga tega, kkeke~
      abis tetem imut bgd sih…cantik pula, alamak authornya aja kalah cantik

      sipp…tungguin part dua’a yah chingu…gomawo udh mau baca n komen

  5. Bermain cinta di belakang suami yang jelas-jelas sangat mencintainya. Selingkuhannya Hyuna juga sama nekatnya. Siapa kira-kira? Jinki belum tahu Hyuna sudah menikah.
    Nice story. Lanjut!

  6. Ceritanya sich seru
    Cma kasihan am key knp dy bs rela mw nungguin tuh cwe pdhal tuh cwe selingkuh
    Ah jahat sekali
    Jd nyesek bca ya author
    Author, cwe ya hrs dpt karma tuh
    Kekekke #jahat amat
    D tunggu next part ya ya author

  7. ahhhhh nyeseek !! hyuna di cintai 2 orang yang baik!!!
    tapi kenapa dia sama satu org itu !! hyuna pandanglah key !! dia tuh suamimuuu… kasian key, sudah key, kau nikah sama aku ajah #belom cukup umur lo!!
    hehehehe

    aduuuh siapa sih pacarnya .. ckckckc penasaraaan
    miann thor, baru baca dan komentar, good ff ^^

    1. hai ella…namamu sering banget seliweran di blog ini, kamu readesr setia yah…kkee~

      Key dan Jinki milikku, lupa aku tambahin nama key di awal, hehe…

      ayo tungguin yah lanjutannya…gomawo udh mau baca n komen ^^

  8. Ahhh,,, Kibum kasihannnn,,, Hyuna main serong #brasa lagunya The changcuters,hehehe

    Kirain di awal, Hyuna sukanya sama Jinki, ternyata bukan,,, ah,, kesel juga sama Hyuna #padahal Hyuna itu namkor kesukaanku N paling pas dipasangin sama Key# padahal Key udd sempurna gitu,, kaya,ganteng,perhatian,, ah,, nampyoen idaman.

    Kerren,, bahasanya udd dewasa, dalam artian bukan lagi FF remaja yg ringan N romance yg manis kayak gulali,,wkwkwkw

    Ayo ditunggu part selanjutnya,, Semangka! Semangat kakak,, 😛

  9. Waduh, ini ceritanya ‘Suami yang tak dianggap’ nih. *kayak judul lagu ya?*. Oo, aku kira Jinki itu kekasih gelapnya Hyuna. Ternyata bukan. Lalu, siapa namjachingunya Hyuna? Kasihan sekali nasibnya Kibum. Cinta bertepuk sebelah migrain. *aneh*.
    Lanjuuuttt!!

    1. hyuna sbnerny semi nganggep key kq, ntar d part2 dpn mungkin keliatan secercah kebaikan hyuna.
      Tp key emg miris bgd, trlalu baek dan jd korban pembantaian oleh author #loh?

      Tungguin part lanjutanny yah chingu, gomawo dah mau baca n komen

  10. Kasian key, jinki juga. Hyuna ga bersyukur ya udah punya suami kyk key malah diabaikan #rebutkey. Penasaran ama selingkuhan hyuna!!!

  11. eitt…jgn ga sanggup dong, ayo baca lanjutanny lg ya,ya ya *puppy eyes ala taemin

    nah supaya tau sy pujaan hati hyuna, baca lanjutanny,hehe…
    Gomawo udh mw baca n komen yah…

  12. ada suami, pacar, dan secret admirer……waaaaahh
    Bahagia hidupnya dikelilingin cowo-cowo begitu….
    3orang pria yg mencintai hyuna, woah, gajk bisa ngebayanginnya…. Eh tapi pacarnya beneran cinta apa cuma main-main doang nih niatnya ke hyuna? Hmm..
    Ditunggu kelanjutannya 😀

  13. kira kira cowonya hyuna siapa ya?
    kiraun si jinki,eh tau taunya bukan
    thor penasaran to the max nih
    next partnya d tunggu ya

    gomawo

  14. waw~
    tiga orang suka ama hyuna?
    daebak!
    pasti cantik bgt y tuh hyuna
    *ngebayangin hyuna 4minute
    wkwkwkw….
    keren!
    ditunggu lanjutannya!!!

  15. Woaahh.. stelah udh lama ga bca ff, skrg langsung disambut nice ff.. Jd smangat bca nih hehe

    ada hal yg jd pembeda.. genre nambah psikologi.. that’s me, that’s the reason why I can’t be yours..
    hmmm… roman2nya hyuna kayanya ga normal y?
    dia kayanya… lesbi? ANDWAE!!!

    pnasaran nih. Ditunggu next part-nya! ^_^

    1. Wah! Trnyata ada yg spikiran dgnku.. huehe
      stelah dibaca lagi…
      ada satu hal yg mengikat kami dgn kuat, kau akan tau apa yg menyeret kami mlakukan cnta trslubung…
      dan ikatan itu karna mreka sesama….
      HUAAAAA!! ANDWAE!! ayo tobat sbelum trlambat! *riweuh+sotoy kumat*

      o iya ada yg kelupaan… cuma mo bilang… kalimat pmbuka n gaya bhsanya keren deh ih! apalagi yg kalimatnya key itu lho… so suiiiiit…
      Two thumbs up!

      1. sbelumny aq mw nagih lanjutan bad boy sitter dulu nih…ayo chingu aq nunggu loh…

        Humm, hyuna emg nakal n mesti tobat nih.
        Tp yg tentang kecurigaanmu itu, hehe..baca aja ntar lanjutanny yah, udh aq kirim kq.

        Gomawo udh mw baca n komen firdha…*salah inget namamu ga?

  16. cukup sulit untuk dimengerti bahasanya. tp bener2 bisa buat pelajaran.. kereeen…
    daebak thor.. 🙂

    salam kenal, i’m a new reader…

  17. Ahhh…aku baru sempet baca sekarang padahal dipublish-nya bulan Januari..Mianhaeeeee

    Aduh Hyuna, kenapa main serong sih? Kurang apa coba si Key? Cakep, tinggi, kulitnya mulus, hidung mancung, punya bibir keriting lagi…kalo aku yang jadi istrinya gak bakal dah tuh aku lepasin,,,#ngarep

    Ceritanya seru ternyata, padahal baru part 1,,

    Aku capcus dulu ke part 2,,tar komen lagi…
    hehehehehe

  18. hmm… how lucky you are, Kim Hyuna…. dicintai 2 namja sekaligus…. btw siapa sih tuh namjachingu nya Hyuna????

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s