The Proposal: 4.Minho

Title: The Proposal (Minho Version)

Author: HeartLess

Main Cast:

  • Choi Minho
  • Minho’s yeoja

Genre: Romance – Angst

Rating: General

Length: One Shot

           

Author’s Note:

Yeah, finally ini adalah proposal versi Minho. Maaf sebelumnya kalau versi ini juga versi-versi lain kurang berkenan di hati readers sekalian L tapi author ttp ngotot nulis juga xD wkwkwk~~

Dan ciri khas dari FF “Proposal” adalah “yeoja tanpa nama” supaya setiap reader bebas membayangkan yeoja tersebut sebagai diri kalian sendiri.

Sebelumnya FF ini memang terinspirasi dari salah seorang author disini… Maaf kan kelancanganku…  *deep deep deep deep bow*
Semoga berkenan (TT____TT) mohon dimaklumi (TT____TT)

At the end, kritik maupun saran diterima dengan lapang dada😀

Happy Reading ^^

……………………….

 

Yeoja itu terduduk diam dan terpaku, membiarkan butiran-butiran air yang jatuh dari langit membasahi tiap inch kulit putihnya yang terlihat pucat. Membiarkan hawa dingin merasuki pori-porinya dan membiarkan air mata membelai lembut kulit wajahnya yang terlihat dihiasi oleh sebuah bercak kebiruan kecil tepat di sudut bibirnya. Matanya menatap kosong, tak ada emosi di dalamnya. Namun entah mengapa air mata tak mau berhenti mengalir dari mata indah itu.

Yeoja berambut hitam panjang lurus ini membenci hujan. Dia tidak suka merasakan basah dan lembab di kulitnya. Tetapi entah mengapa kali ini bahkan rasa tidak sukanya pada hawa dingin yang menusuk ini seolah tak dipedulikannya lagi. Yang dia tau adalah saat ini tidak ada rasa apapun yang bisa mengalahkan rasa sakit, perih, sedih dan terluka di dalam hatinya. Jika biasanya dia benci terkena tetesan hujan, maka kali ini dia membiarkan air matanya berbaur dengan butir-butir cairan yang tercurah dari langit itu.

Entahlah, di dalam pikirannya hanyalah “mengapa semua ini terjadi padaku? Apa salahku? Mengapa semua ketidak adilan ini terus menimpaku?”

Air matanya semakin deras mengingat apa yang menimpanya beberapa jam lalu dan menyebabkan sebuah luka memar harus tertinggal di sudut bibirnya. Benar-benar sakit dan sesak. Dia merasa tidak tahan lagi dengan semua ini. Dia benci, sangat benci dengan kehidupannya yang seperti ini. Ingin sekali dia berlari ke arah jalan raya dan membiarkan kendaraan menabraknya hingga mati. Ingin sekali rasanya dia menyayat-nyayat kulitnya sendiri dan menaburi garam keatasnya. Entahlah, baginya, rasa sakit luka sayatan bahkan tidak lebih sakit dari apa yang sedang di pendam dalam hatinya saat ini.

Dia hanya merasa tidak adil. Tidak ada tempat baginya untuk berlindung, tidak ada tempat baginya untuk merasakan bahagia.

Dia tidak tahan, baginya usianya bahkan terlalu muda untuk menghadapi hal seperti ini. Cobaan ini terlalu menyakitkan baginya. Rasa pedih ini sudah terpendam selama bertahun-tahun dalam hidupnya, tak pernah dikeluhkannya, tak pernah ia melarikan diri darinya. Tapi untuk saat ini, dia merasa bahwa ini sudah cukup. Sudah terlalu lama dia tak kunjung juga bisa melepaskan diri dari derita ini. Sudah terlalu lama dia tinggal di neraka yang selalu mengurungnya selama ini.

Dan untuk saat ini, yang ingin dilakukannya hanyalah meresapi setiap tetes hujan yang jatuh ke permukaan kulitnya. Rasa dingin yang menusuk bahkan tidak mengalahkan rasa menusuk yang ada di dalam hatinya. Biasanya ia adalah gadis yang tegar, tapi kali ini mungkin karena sudah terlalu lama ia bersabar di dalam dunia nya yang terlalu kelam ini, sehingga air mata sekarang tidak kunjung berhenti dan terus mengalir menghiasi matanya.

“Apa yang kau lakukan disini?” suara berat itu menyadarkan gadis itu dari lamunannya. Diangkatnya kepalanya yang sedari tadi tertunduk lemah untuk menangkap sosok yang memanggilnya itu.

“Minho~~” katanya lirih, dan terdengar suara isakan samar bersamaan dengan nama namja yang kini berdiri tak jauh dari tempat ia duduk

Namja itu sama sepertinya. Basah.

“Chagi~ aku mencarimu.. apa yang kau lakukan disini?” namja bertubuh tinggi dan atletis itu segera duduk di samping yeoja nya.

“Minho-ya~~” dia tak menjawab pertanyaan namja bernama Minho itu, namun malah menangis semakin deras saat mendapati namja yang dicintainya kini berada dibawah hujan bersama dengannya.

“Waeyo~~ ada apa? Katakan padaku mengapa kau menangis” Minho menatap lembut yeojanya,dengan tangannya memegang lembut wajah yeoja tersebut dan menatap khawatir

“Minho-ya~~” yeoja itu segera memeluk tubuhnya yang cukup besar itu. Entahlah, bagi yeoja itu, Minho lah satu-satunya orang yang bisa memberi sedikit kehangatan di tengah-tengah kehidupannya yang dingin dan gelap.

Baginya, pelukan namja yang telah menemani hari-harinya selama 2 tahun inilah yang selalu memberikan rasa nyaman dan kekuatan baginya untuk melewati hari-harinya yang menyakitkan dengan tegar.

Minho hanya diam, balik memeluk yeoja kesayangannya dengan lembut dan membiarkannya menangis di dadanya. Dia membelai lembut rambut yeojanya itu dengan penuh kasih sayang dan rasa khawatir. Dia tidak tau pasti apa yang menyebabkan yeoja yang selalu terlihat tegar dan selalu tersenyum manis untuknya kini menangis histeris seperti ini. Tapi yang dia tau, untuk saat ini yang yeoja ini butuhkan adalah dirinya. Dirinya untuk bersandar dan memberikan rasa aman padanya. Maka dibiarkanlah tangis yeoja itu tumpah sepuasnya di dalam pelukannya, karena dia tau hanya itu lah yang  bisa dilakukannya saat ini. Minho bahkan tak mempedulikan rasa dingin yang menusuk kulitnya, dia hanya ingin ada sebagai tempat bersandar bagi orang yang paling dicintainya.

“Sshh~~ tenanglah chagi, aku ada disini untukmu. Aku akan selalu ada disini untukmu” katanya lembut mempererat pelukannya dan membenamkan sebuah ciuman penuh kasih sayang ke kepala yeoja yang masih terisak kuat di dalam pelukannya.

“Menangislah, aku ada disini untuk menemanimu. Aku ada disini untuk menopangmu” katanya lagi. Sebenarnya dalam hatinya terasa teriris melihat yeoja nya ini terluka, meskipun dia tidak tau pasti apa yang sedang dialaminya. Namun baginya, yeoja itu adalah bagian dari dirinya. Jika yeoja nya merasa terluka, maka demikian juga dengan dirinya. Tapi Minho adalah seorang namja. Seorang namja tidak boleh lemah, karena jika bukan dia sebagai namja yang akan menopang yeoja nya disaat lemah, siapa lagi yang akan melakukannya?

Minho tetap memberikan belaian kasih sayang nya ke kepala yeoja nya itu, dengan penuh kasih sayang. Tanpa lelah, dilakukannya hal tersebut hingga akhirnya suara isakan yeoja itu terdengar semakin pelan. Kini hujan sudah tidak se deras yang tadi. Tetesan-tetesan air dari langit terasa tidak sebanyak yang tadi. Hujan lebat kini berganti menjadi gerimis, namun masih dengan suara deruan angin yang kencang dan suara guntur yang menghiasi suasana, sehingga tidak mengurangi sedikitpun kadar dingin di udara.

Yeoja itu kini melepas pelukannya dari Minho, menandakan bahwa dia sudah puas menuangkan segala emosinya yang meluap-luap tadi.

Minho membelai lembut wajah yeojanya dan menatap ke dalam matanya.

“Apa yang terjadi, katakanlah padaku” ucap Minho masih menatap dalam-dalam mata bening yeoja itu yang kini terlihat merah dan sembab setelah menangis.

“Aku…. aku tidak tahan lagi Minho-ya” terdengar suaranya bergetar dari kalimat yang keluar dari bibir nya yang pucat.

Minho tidak bisa menangkap apa yang dimaksud oleh yeoja itu, tapi kemudian dia mengetahui  arti kalimat itu ketika ia menemukan sebuah bercak kebiruan yang terlukis di sudut bibir gadisnya itu.

“Kau… Dipukul lagi?” kata Minho kini dengan suara bergetar dan nada cemas terdengar dari kalimat yang meluncur dari bibirnya.

“ne…” jawabnya ragu mengiyakan pertanyaan dari namjachingu nya yang bermata bulat dan berhidung mancung itu.

“Bahkan lebih buruk dari itu…” kini isakan kembali terdengar dari suara gadis berumur 23 tahun ini. Terdengar ada rasa terluka yang mendalam terbersit dari nada suaranya. Seolah benar-benar telah terjadi hal yang sangat buruk dan tidak dapat terbayangkan kepada dirinya.

“kenapa? Apa yang mereka lakukan padamu? Kumohon katakan padaku” kini Minho benar-benar tidak bisa menahan dirinya untuk bersikap tenang. Ada firasat buruk yang membuat jantungnya berdegup kencang. Entahlah, ada sebagian kecil di hatinya yang membisikkan bahwa telah terjadi hal serius kepada yeoja ini.

Yeoja itu tidak menjawab, tetapi kembali meneteskan air mata. Raut wajah dan sinar matanya menunjukkan luka yang sangat dalam. Bahkan terlalu dalam dan membuatnya terlihat sesak bahkan hanya untuk menghirup oksigen dari udara bebas.

“Aku… aku….” kini isakan itu terdengar lebih keras

“kenapa.. katakanlah kepadaku apa yang mereka lakukan kepadamu, kumohon” Minho kini berjongkok di hadapan yoeja yang duduk di bangku taman yang sangat sepi ini. Memegangi wajahnya dengan khawatir. Sungguh firasat buruk itu semakin membuat dada Minho bergemuruh kencang

“Aku, sudah tidak perawan lagi Minho-ya” kini tangis histeris yeoja itu kembali terpecah. Dan itu membuat jutaan jarum raksasa seperti menancap dan menghujam hati Minho. Sakit, sangat sakit rasanya menerima kenyataan ini. Bukan karena kecewa bahwa ternyata bukan dialah namja pertama yang akan mendapatkan persembahan indah itu. Tetapi karena ini terlalu tidak adil bagi yeoja itu.

“Tidak…. jangan bilang kalau…” ujar Minho lirih masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya dan

“Dia, oppa ku. Dia, memperkosa ku!” teriak yeoja itu histeris membuat hati Minho terhantam keras. Tidak ini tidak mungkin benar, pikirnya. Ini terlalu kejam. Kenyataan ini terlalu kejam.

Minho hanya terpaku saat yeoja ini kini kembali tenggelam dalam tangisannya. Isakannya terdengar begitu menyakitkan di telinga Minho. Sungguh ini tidak adil, terlalu tidak adil bagi yeoja sebaik kekasihnya ini.

Minho mengutuki dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi malaikatnya yang rapuh saat ini. Minho membenci dirinya sendiri karena tidak tau apa yang sudah dialami yeojachingunya selama ini. Minho membenci dirinya karena baru mengetahui kehidupan yeoja nya yang terlampau menyakitkan beberapa hari yang lalu meskipun mereka telah berpacaran selama dua tahun.

Minho membenci dirinya sendiri  karena tidak bisa menjadi pelindung bagi kekasihnya ini. Yeoja ini sudah terlalu lama menderita. Sudah terlalu lama bertahan diatas kakinya sendiri. Sudah terlalu banyak tersakiti oleh ayah dan oppa nya yang berubah menjadi namja berengsek sejak kebangkrutan keluarganya tujuh tahun yang lalu dan juga kepergian ibunya yang disebabkan karena depresi sehingga memilih untuk bunuh diri.

Sejak kebangkrutan keluarganya, yeoja inilah yang harus menghidupi keluarganya- ayah dan oppanya yang seorang pengangguran. Entah mungkin karena depresi atau apa, sejak kepergian ibunya, ayah dan oppanya menjadi orang yang pemabuk dan senang memukuli dirinya. Tiada hari ia lewati tanpa sebuah tamparan atau pukulan melayang ke wajahnya. Atau sulutan rokok yang menyinggahi lengan dan betisnya.

Kehidupannya selama tujuh tahun ini terasa seperti neraka.

Tapi dia tidak ingin membuat orang-orang disekitarnya khawatir sehingga dia menanggung semua siksaan itu sendirian.

Minho benar-benar sangat membenci dirinya sendiri karena percaya begitu saja dengan perkataan yeoja itu bahwa dia baik-baik saja, padahal Minho melihat bahwa matanya tidak menyiratkan bahwa dia memang baik-baik saja. Minho bahkan sangat ingin membunuh dirinya sendiri. Seharusnya saat dia mengetahui kenyataan pahit yang menimpa yeoja ini 3 bulan yang lalu, dia segera membawa yeoja itu pergi dari neraka yang selama ini mengurungnya. Seharusnya dia tidak mengiyakan perkataan yeoja nya yang meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja. Seharusnya saat itu juga dia membawanya untuk tinggal bersama eomma dan appa nya yang kesepian di rumah mereka sejak keputusan nya untuk tinggal di apartemen untuk bisa hidup mandiri.

Minho benar-benar merasakan ingin menancapkan pisau ke dadanya berkali-kali. Tapi dia tau bahwa itu bahkan tidak seberapa dibanding rasa sakit yang dialami yeoja nya saat ini.

“Aku tidak pantas untukmu lagi. Aku kotor, aku….” kata yeoja itu dengan suara bergetar, membuat Minho merasa semakin terluka. Terluka bukan karena yeoja itu tidak perawan lagi. Tapi terluka karena merasa tidak bisa menjaga orang yang paling berharga untuknya.

Minho tidak bisa menahan rasa perih ini. Dipeluknya yeoja itu dalam-dalam. Di dalam hatinya berkata kepada Tuhan. Jika dia masih di beri kesempatan, dia ingin membawa yeoja itu ke kehidupan baru yang lebih layak kali ini dan berjanji akan selalu melindunginya. Tak akan pernah membiarkannya terluka seperti ini lagi.

Minho mengeratkan pelukannya. Dia merasakan sesak, sesak karena merasa gagal dalam menjaga orang yang disayanginya.

“Mianhe, aku namja bodoh yang tidak bisa menjagamu. Aku sungguh namja yang payah” kini air mata ikut tumpah dari mata bulatnya

Sungguh, satu-satunya hal yang dia tau saat ini hanyalah ingin membawa pergi yeoja itu dari hidupnya yang kelam dan memberikan hidup baru yang lebih baik dan aman.

“Saranghaeyo..jeongmal saranghaeyo… ku mohon, ikutlah bersamaku. Tinggalkanlah rumah yang seperti neraka itu. Aku.. aku berjanji akan selalu menjagamu. Maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu dengan baik, dan kumohon berikanlah kesempatan kedua padaku. Aku berjanji takkan membiarkan hal ini terjadi padamu lagi. Kumohon, tinggallah bersama keluargaku dan keluar lah dari rumah itu” butiran air mata Minho mengalir deras dari matanya. Dia tidak tau apa lagi yang bisa dilakukannya selain ini.

“Tapi… aku.. aku sudah kotor, aku tidak pantas bersamamu” tangis yeoja ini kembali pecah. Terlalu terharu dengan kenyataan bahwa namja di depannya ini begitu mencintainya

“Tidak, kau tidak kotor. Merekalah yang kotor. Dan kalau pun mereka telah menularkan kekotoran itu padamu. Biarkanlah aku yang akan membersihkan bekas-bekas kotor yang mereka tinggalkan.” Minho kini menatap dalam-dalam mata yeoja yang telah basah oleh air mata itu.

“aku….” jawabnya ragu

“Percayalah padaku. Kumohon hari ini juga tinggalkanlah rumah itu. Appa dan eomma selalu menerima mu di rumah” Minho berusaha meyakinkan yeoja itu. Karena memang begitulah. Kali ini minho bersumpah akan membawanya pergi dari neraka yang selalu menyiksa nya itu.

“Aku mencintaimu. Dan aku berjanji akan selalu berada di sisimu. Aku berjanji akan selalu menjagamu. Dan aku tak akan lagi membiarkan mu menderita seperti ini” Minho kembali berlutut dihadapan yeoja itu, membuat tangis sedih yeoja ini kini berubah menjadi sebuah tangis haru.

Tak disangkanya bahwa ada seorang namja tulus mencintainya dan masih mau menerima dirinya yang kini telah ternodai oleh saudara sedarahnya sendiri. Ini adalah kebahagiaan terbesar yang dirasakannya. Bolehkah ia mempercayai namja ini dan memilihnya untuk menjadi tempat sandaran seumur hidupnya?

“Aku, berjanji takkan pernah menyakitimu. Dan aku berjanji akan menghapus semua kenangan buruk itu dan menggantikannya dengan kenangan manis. Karena itu, berjanjilah, kau bersedia menerimaku sebagai pendamping hidupmu seumur hidup. Karena aku ingin menjaga mu seumur hidupku. Please let me be the partner of your life….” katanya meraih tangan yeoja itu dan menggenggamnya erat.
“Menikahlah denganku….”

Yeoja itu terdiam. Sungguh tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada ini. Seorang pangeran, yang dicintainya dan selalu menjadi satu-satunya alasan dia bisa tetap tegar menjalani hari-harinya kini menawarkan diri untuk memberikan nya kebahagiaan sampai seumur hidupnya.

“I want to protect you for all my life. I love you” Terlukis sebuah tekad sungguh-sungguh dari mata namja satu ini, dan itu membuat tak ada lagi keraguan dalam hati yeojachingunya. Ia yakin, hanya pria inilah yang bisa membawanya pergi dari neraka yang selama ini menyiksanya.

“Ne… na do saranghaeyo. Berjanjilah padaku kalau kau takkan pernah meninggalkanku. Berjanjilah kau akan selalu ada untuk mengobati luka ini. Berjanjilah padaku” yeoja itu menghapus air matanya. Ikut berlutut bersama namja yang ada di hadapannya.

“aku berjanji” minho menggenggam tangan yeoja itu kuat-kuat, menujukkan bahwa ia sungguh-sungguh menginginkan yeoja ini untuk seumur hidupnya. Minho membelai lembut wajah yeojanya, menuntunnya untuk kembali duduk di bangku taman berwarna putih itu, dan tak melepaskan tautan matanya dari yeojanya.

Minho kembali membelai wajah yeoja itu dengan jarinya, menggenggam erat tangan yeojachingu nya dengan sebelah tangannya lagi dan mendekatkan bibirnya ke bibir yeoja kesayangannya itu dan menciuminya lembut.

Ada perasaan aman,hangat dan bahagia kini menghiasi hati yeoja cantik itu. Bersama namja ini, dia yakin bahwa selamanya dia akan merasa bahagia. Selamanya merasakan kehangatan dan kenyamanan. Dan dia tau dengan pasti bahwa namja ini takkan pernah menyakiti dirinya, karena dia tau dengan pasti betapa Minho mencintai dirinya dan begitu pula sebaliknya.

 Bibir mereka saling melumat lembut satu sama lain. Di bawah hujan gerimis di sore hari, dua insan ini menemukan kebahagiaan mereka dan berjanji dalam hati masing-masing akan selalu menjaga satu sama lain. Sekarang, sampai selama-lamanya.

 

—-END—

 Bagaimana?? Jelek ya?? Maafkan kelancangan saya kalau jelek (T-T)

Dan finally Cuma tinggal Versi uri lovely Leader Ondubu!! Masih mau membaca?? Mau lah, please *maksa abis* hehehehe

Mohon kritik dan sarannya ya😀 gomawo

©2011 SF3SI, HeartLess

This post/FF has written by HeartLess, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

64 thoughts on “The Proposal: 4.Minho

  1. Gw lagi galau. baca FF ini galau gw nambah dari 75% jadi 100%!!!!!
    KYAAAA VEROOO CEPAT KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!!! #pletakkk
    Well, meski versi dia paling nyesek, tak apa deh. Minong emang dari kemaren udah bikin gw nyesek. buahahahaha… #pletakk
    daebak…. aku suka.. XDD

  2. Andai didunia ini ada 1000 minho,dan aku kebagian 1..KYAAA AKU SESEK NAFAS!#Apa deh komen nya gak penting
    Uwwah..aku..aku..speechless,,
    Semua versi aku suka..
    Author keren lah pokoknya,,

  3. Huwahhhh,, Tissue,,, Tissue,,, aku butuh Tissue,,,#narik-narik lengan Vero,,, #dilempar botol,,

    Hiks,, hiks,, ini mengahru sangat.. Bahasanya itulohhh feelnya dapet,,, Kasihan amat itu yoejanya,, Uhh,,, Minho Your so cool.. Jangan biarkan aku berpaling dari Key hanya karena sikap Gentlemu,,hehe #plakk, abaikan,,

    Verro,,, Neomu daebak,, ayo ditunggu yg Onew,, Wusss,#ngilang,haha

  4. ini gak buruk kok author
    bagus malah~~
    ternyata dugaan ku benar
    yg versi minho nyesek abis minhonya lol
    keren thor
    yah intinya hanya sebuah kesetiaan, menerima apa adanya itu adalah cinta sebenarnya
    bukankah seperti itu? LOL
    keren kok thor
    tapi selama aku baca the proposal ini
    gak pernah anggap yeoja itu aku loh
    lol
    good job thor:D

  5. #hening
    …………………………………………….
    …………………………………………….
    *di tengah2 mata berkaca-kaca*
    …………………………………………….
    …………………………………………….
    Dan kalau pun mereka telah menularkan kekotoran itu padamu. Biarkanlah aku yang akan membersihkan bekas-bekas kotor yang mereka tinggalkan … ah mantep kata2nya itu *__*

    daebak daebak..
    ayo ayo ayo dubu.. dubu.. aku nunggu dubu melamarku

  6. Aiiihhh itu minho baiiik bangeeettt, tulus banget sayang sama yeoja -nyaa ♥
    SUKA semua sama ff The Proposal nyaa thor :DD
    Cepetan di post yaa yang versi Onew :DD

  7. huaa…Minho nya sweet di sini.
    ahh…jadi pengen punya namjachingu kayak dia.
    daebak eon!
    semua part nya daebak kok! ^^
    gak sabar nunggu part bang dubu.
    hwaiting eon!😀

  8. merinding euy
    tragis bngt yeoja na diperkosa abang sendiri
    and dengan tulus minho masih mau menerima dia apa adanya

    yeeeeee terakhir ver jinki si pipi bakpao
    aku tunggu lamaranmu bang

  9. kyaaaaa!!!! The Proposal yang paling aku tunggu-tunggu akhirnya keluar jugaaaa >,<

    sore ini tuh aku baru aja keramas (siapa yang nanya?), pas baca adegan minho membelai rambut ceweknya, dalam keadaan hujan, aku bayangin rambut basahku ini dibelai minho. huakakakaka. dasar pengkhayal!

    huwaaaa, seperti dugaan, versi ini menurutku yang paling seruuu. tapi, kalau boleh aku mau saran. kalau dimasukkin deskripsi perasaan ceweknya pas meluk minho yang lama itu, pasti bakal terasa lebih sedih lagi. kan pasti ceweknya ngerasa malu banget, sekaligus sedih, ngerasa ga berguna. kalau msalnya ada kalimat, "gadis itu memeluk Minho dengan sangat erat. takut akan kehilangan laki-laki itu. takut laki-laki itu akan meninggalkannya segera setelah ia memberitahukan apa yang terjadi padanya. takut, bahwa pelukannya ini akan menjadi pelukan mereka yang terakhir." de-el-el, de-el-el

    ehh, comment-ku panjang amat? O^O
    mianhaeyo kalau aku banyak oceh. tapi FF ini masih banyak banget yang bisa dikembangin. keep writing. btw, mau dooong after story-nya yang ini. kekeke.
    sekali lagi mian banyak omong sama banyak maunya. after all ini DAEBAK BANGET!😀

    1. uwaah~~ eka *hug* thanks a lot^^
      aku paling demen klo ada yang ngasih masukan kaya gini… hehe…
      gomawo^^ buat suggest nya

      iya emang aku juga ngerasa ini cerita masih bisa di kembangin,
      soal after story nya? gak janji #plaakk
      soalnya aku kan abal-abal yang mood-mood an (TT______TT)

      really thanks a lot^^

  10. keren.. mnrut q ini yg paling keren. soalnya konflik yeoja itu terasa bnget. tp kykna ga ada yg mw bayangin dirinya jd yeoja itu deh. hahaha..
    ditunggu versi onewnya..

  11. ahhh nyesek bangeet .. authoor… versi minho paling nyesek .. gila tuh kakanya, kalo ketemu orang kaya gitu udah aku bunuh duluan, sebelum dia ngomong penyesalan !!! *sycho!!!*

    ahhh bener2 nyeseeek … minho sweet bangetttt
    aiisssh, keren sumpah thooor !!!!

  12. aku gamau jadi istrinya Minho, kalau nasibnya begini. kasihan ‘yeoja itu’. oppanya ‘yeoja itu’ jahat maksimal, sumpah. Minho, jangan pernah menyesali yang sudah-sudah, mari move on! *bercermin* *loh jadi curhat*

    keren loh! aku tunggu edisi pamungkasnya~ ehehe *cengengesan*

  13. wuaaaaaaaa… wuaaaaaaaaaaaaa.. wuaaaaaaaaaaaaaaaaa/////
    MINHO KEREN BANGET DEEEEHHH!!!! *teriak sekeras mungkin pake toa* daebak daebak daebak!! ceritanya keren.. kata2nya keren.. tp tetep minho yang paling keren xD

  14. Buka pintu WC…. huwaaaaakkk….
    #nangis bareng author…. Versi Minho miris banget….
    kesian ma nasib yeojanya….
    Untung deh adekku yg ini sangat gentleman…..
    jadi bangga…..
    #srroooottt…. kunci WC lagi….
    Nasibmu bakal bergantung ma versi yg terakhir….
    Versi my jinki gak boleh yang aneh2, ya, thor….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s