A Replacement [2.2]

A  Replacement Part 2/2
Author: Narayamanaka
Main Casts: Key Shinee
Support Casts:  Anggota Shinee lainnya
Esseul Park (Tokoh khayalan)
Nam Yun (Tokoh khayalan)
Mu Won (Tokoh khayalan)
Genre: Romance, Angst (kalau kerasa) Friendship, Family, a little bit Humor (Maybe)
Rating: General
Summary:
“Semakin aku pikirkan ternyata semakin aku merasa bahwa aku sama sekali tak berguna disini….”
A  Replacement Part 2/2
Pukul 10.20 Malam waktu Seoul
“Hyung aku sudah tidak kuat menari terus…” suara Taemin terdengar memelas, untuk menutupi ketidakadaan Key, sedari tadi Manager hyung mengarahkan anggota Shinee untuk melakukan penampilan spesial diatas panggung. “Suaraku… “ Jonghyun berkata setengah berbisik… ia sudah bernyanyi lebih dari 5 lagu diluar rencana karena seharusnya ia hanya bernyanyi 4 lagu, Onew ikut menganguk membenarkan ucapan Jonghyun yang tak lengkap. “Para Shinee World kini sudah mulai menyadari ketidakadaan Key… kau dengar kan hyung? kini mereka meneriakan nama Key…” Minho ikut bicara. “Shinee World akan mengamuk jika Key tidak tampil padahal konser 10 menit lagi akan berakhir…”Onew berkata risau.
Manager hyung semakin kebingungan, dalam kebingungannya ia melihat sehelai kain panjang putih dan menatap sosok Onew dan Taemin lekat- lekat. “Baiklah… mari kita tampilkan Key…” ia berbisik pelan membuat mata semua orang melebar karena bingung. Manager hyung lalu menjelaskan rencanannya untuk menampilkan Key palsu, Onew dan Taemin akan didandani semirip sosok Key lalu keduanya akan bergantian berpura- pura jadi Key. Mereka akan menggantikan Key dan menarikan bagian Key di belakang lembaran kain putih sehingga yang terlihat hanyalah bayangan mereka. Kemudian Manager hyung akan menyiapkan rekaman suara Key  yang sedang bernyanyi untuk meyakinkan penonton bahwa yang sedang tampil adalah Key. Diakhir penampilan Key palsu akan diluncurkan kembang api besar dan efek asap yang tebal untuk menutup  suasana panggung lalu semua anggota Shinee akan berpamitan dan berterimakasih pada penonton.
“Tidak kah itu artinya kita menipu penonton?” Taemin bertanya cemas. “Memang… tapi tak ada cara lain…” Manager hyung berkata sendu. “Aku tak mungkin menggantikan Key… aku tak bisa menari sebaik Key… lagipula selama ini Keylah yang selalu mengambil alih bagian kita jika kita tak ada bukan sebaliknya” Onew berkata panik. “Tidak bisa yang lain Onew, tubuh Jonghyun terlalu pendek untuk menjadi Key dan Minho ia terlalu tinggi. Hanya kau dan Taemin yang bisa karena tubuh kalian sempurna untuk jadi Key” Manager hyung mencoba menjelaskan. “Kalau Taemin saja yang melakukan bagaimana?” Onew masih juga menolak. “Hyung… aku tidak bisa melakukannya sendiri… aku lelah…” Taemin menaggapi memelas. Onew akhirnya hanya bisa terdiam. Ia tak punya pilihan lagi.
********
Pukul 00.30 Dini hari waktu Seoul
Key menatap hampa ke jalanan yang ada dihadapannya. Ia tahu bahwa konser mini Shinee telah selesai berjam- jam yang lalu dan ia juga tahu bahwa kini impiannya menjadi seorang penyanyi telah tamat. Karena Lee Soo Man pasti tidak akan pernah memaafkan sikap tidak profesionalnya yang keterlaluan. Ia  merasa hatinya sakit, bukan hanya sakit tapi sangat sakit seolah ada sebuah ruangan besar di dalam hatinya. Key menyadari bahwa ia hanya melangkah tanpa tujuan dan tanpa arah. Dan saat ia menyadari tempatnya berada ia terpanah saat karena ia ada di stasiun subway. Key menghela nafas perlahan mungkin ini saatnya ia harus pulang ke Daegu rumahnya.
Dengan wajah muram ia menghampiri loket penjual tiket untuk membeli tiket kereta terakhir menuju Daegu. Lalu bergegas menuju bangku untuk menunggu kereta tiba. Kereta yang Key tunggu akan tiba 30 menit lagi tepat pukul 1 malam. Key menatap sekelilingnya. Suasana terasa amat sepi, tak ada orang sejauh matanya memandang. Mirip sekali dengan setting di film- film horror. Hingga beberapa saat kemudian muncul seorang gadis bertubuh munggil menuju ke bangku tempat Key duduk. Key terpanah menatap gadis itu, hampir saja ia mengira ia melihat sosok hantu. Tapi saat Key menyadari bahwa gadis itu berjalan menapak tanah kecurigaannya surut.
Gadis itu terlihat murung ia bahkan tak menyadari bahwa ada seseorang yang duduk disampingnya. Gadis itu menghela nafasnya beberapa kali sambil memainkan handycam yang ada ditangannya. Melihat gadis itu rasa penasaran muncul di benak Key. “Apa kau mau ke Daegu juga?” tanpa sadar Key menanyakan hal itu, padahal biasanya ia anti berbicara dengan orang asing apalagi ditempat rawan seperti stasiun kereta. “Eh? Nee…” Gadis itu terlihat terkejut menyadari ada orang asing yang menyapanya. “Apakah kau sendirian?” Key tidak bisa menahan rasa penasarannya. “Nee…” Gadis itu kembali menjawab pelan. “Apakah kau benar- benar sendirian?” Key tak percaya ,ia yakin usia gadis itu tak lebih dari 16 tahun. Rasanya aneh menemui seorang gadis kecil malam- malam ada di stasiun kereta.
Kali ini gadis itu menatap intensif ke arah Key. Gara- gara itu hati Key langsung berdegup kencang, ia takut gadis itu mengenalinya sebagai Key Shinee. “Kau… bukan…” Gadis itu berkata gugup membuat jantung Key semakin menggila. “Kau bukan perampok jubah hitam yang sedang terkenal itu kan? Jangan rampok aku… kumohon… aku cuma punya handycam dan telepon genggam ” Gadis itu terlihat ketakutan. Mendengar itu Key hampir tak bisa menahan tawanya. Mungkin pakaiannya yang hitam- hitam telah membuat gadis itu salah sangka, belum lagi ia menggunakan masker dan topi yang mencurigakan. “Aish… bukan kok… aku cuma warga sipil biasa yang pulang kemalaman… aku kena influenza jadi aku memakai masker ini…” Key mencoba berkata sewajar mungkin senyuman kini terukir di wajahnya. “ Jinja?” gadis itu bertanya masih terlihat ketakutan. “Jinjayo… kalau aku perampok pasti sejak awal aku langsung merampokmu…” Key berkata lagi, sebuah perasaan hangat mengalir di hatinya.
“Oh… syukurlah kalau ajussi bukan penjahat…” gadis itu tersenyum lebar, Key mengerutkan keningnya baru kali ini ada orang yang memanggilnya ajussi, padahal umurnya tahun ini baru 20 tahun. “Aku pulang kemalaman juga ajussi…” tanpa diminta gadis itu menjelaskan dirinya. “ Kenapa bisa begitu?” Key bertanya lagi. “Aku habis menonton konser…” Gadis itu menjelaskan lagi. Mendengar itu Key tercekat, mungkinkah gadis itu habis menonton konser mini Shinee. “Konser?” Key bertanya. “Iya… konser mini Shinee…” gadis itu kembali menampilkan senyumnya. Hati Key terasa mencelos mendengar ucapan gadis itu. “Kau penggemar Shinee?” wajah Key kini berubah murung. “ANDWEE!! aku ini ELF penggemar Super Junior.” Key sempat terkejut mendengar suara keras gadis itu.
“Lalu kenapa kau menonton konser Shinee?” Key kini mulai tertarik pada gadis yang ada dihadapannya. “Hehehe… mungkin terdengar aneh tapi begitulah keadaanya. Aku ini ELF tapi bias ku ada di Shinee…” gadis itu menjawab jenaka. “Oh begitu… “ mendengar itu sosok anggota Shinee lain langsung terlintas di benak Key, Key tak punya keinginan untuk menanyakan siapa bias gadis itu, ia takut jawaban itu akan semakin melukai hatinya. “Eh… ajussi tahu bias itu apa kan? Bias itu orang yang paling kita sukai dari sebuah boyband atau girlband.” Lagi- lagi tanpa diminta gadis memberi keterangan. Key tersenyum kecil tentu saja ia tahu arti dari bias. Andai saja gadis itu tahu bahwa ia adalah Key Shinee.
“Kenapa baru pulang selarut ini?” tiba- tiba hal itu terlintas dibenak Key bukankah konser Shinee selesai pukul 10.00 malam tadi? “Oh… konsernya dimulai telat…” gadis itu menjawab muram. Key terkejut ia tak tahu bahwa ketiadaanya bisa menimbulkan efek yang sebesar itu. “Lalu apa selarut ini konsernya baru selesai?” Key benar- benar penasaran. “Hehm… sebenarnya tidak sih… konsernya sudah selesai sejak pukul 10.30 lalu..” gadis itu menjawab lugas. “Lalu?” Key kini merasa gadis yang ada dihadapannya itu sangat unik. “Sebenarnya aku ketinggalan rombonganku, mereka sudah pulang sejak 1 jam lalu…”gadis itu menjawab cepat. Key hanya bisa mengangguk pelan tidak tahu apa yang harus ditanyakannya lagi.
Suasana hening sejenak bahkan detak jam di statiun subway pun terdengar dengan jelas. “Hibur aku…” tiba- tiba kata itu meluncur dari bibir Key. Dua kata itu sontak membuat kedua belah mata gadis itu melebar. Key segera menyadari kalau ucapannya bermakna ganda, ia sadar bahwa gadis di depannya pasti mengira bahwa ia adalah ajussi yadong  yang ingin menganggu gadis muda. “Maksudku… ini sangat sepi jika tidak ada orang yang berbicara… jadi… berbicaralah…” Key cepat menjelaskan lebih jauh maksud ucapannya. “Oh… baiklah… tapi kurasa kau tak akan tertarik pada topik pembicaraanku… maksudku… aku sedang ingin berbicara tentang konser yang baru kutonton…” Gadis itu mendadak bersemangat. Key hanya bisa tersenyum tipis mendengar itu. “Tak apa… asal tidak sesepi ini… meskipun kau berbicara hal yang bukan hal kesukaanku pun tak mengapa…” Key berkata pelan.    “Baiklah… hehhe… sebenarnya kalau boleh jujur aku kecewa pada bias-ku di Shinee…” Gadis itu memulai, mendengar gadis itu menyebut Shinee, Key langsung merasa tertarik. “Hari ini penampilnya tidak sebaik biasanya. Suaranya memang stabil tapi terasa palsu, pasti ia melakukan  lip syn…” Key terdiam mencoba mencari tahu tentang bias gadis itu. Mungkin Jonghyun atau Onew karena ia berbicara tentang suara. “Tariannya juga terasa aneh… tidak seenergik biasanya… seperti ada yang hilang darinya…” pikiran Key langsung berubah, kalau soal tarian pasti yang dibicarakannya adalah Taemin. “Aku juga tidak bisa melihat senyumnya yang menawan hari ini…” Sekali lagi pikiran Key berubah, jika berbicara tentang senyuman mungkin yang dimaksud gadis itu adalah Minho yang terkenal dengan senyuman penuh kharismanya.
“Hari ini dia seperti orang lain… terus terang aku agak kecewa… untuk bisa melihat konser mini Shinee aku harus menabung selama 6 bulan loh…aku sangat ingin melihatnya secara langsung… sekali saja… tapi ternyata ia mengecewakanku…” Gadis itu menampilkan sebuah senyum yang sangat menyakitkan. Key menghela nafasnya… ia merasa prihatin pada gadis dihadapannya. Dan Key merasa kecewa pada teman- temannya. Bagaimana mungkin mereka membiarkan seorang penggemar kecewa padahal ia sudah mendapatkan tiket konser dengan susah payah. “Untuk sampai kesinipun aku harus mengemis- ngemis izin dari ibuku…” gadis itu melanjutkan ceritanya. “Aku berjanji aku akan selalu bersama rombonganku… tapi nyatanya aku mengingkari janjiku sendiri…” Key tidak pernah tahu kalau ternyata ada orang yang bisa mencintai orang yang tidak ia kenal dengan begitu dalam.
“Apa rombonganmu meninggalkanmu?”  Key bertanya. Gadis itu menggeleng lemah. “Tidak… aku yang meminta mereka untuk pulang duluan… soalnya aku tidak ingin menyia- siakan memori handycam yang sudah susah payah kupinjam dari oppa  ku. Hari ini biasku tampil sangat sebentar. Aku bermaksud menunggunya di konfrensi pers. Biasanya setelah konser pasti ada konferensi pers kan? Tapi setelah menunggu lebih dari dua jam ternyata konferensi pers dibatalkan malam ini. Dan baru diselenggarakan besok pagi…” Key bisa merasakan perasaan sendu dari setiap ucapan gadis itu. Ia merasa kasihan pada gadis itu sambil sibuk berpikir mengenai siapa anggota Shinee yang tampil sedikit malam ini.
“Yah…aku tahu arti pandanganmu ajussi, kau pasti berpikir bahwa aku ini gila… berani berkorban begitu banyak untuk orang yang bahkan tidak akan menyadari keberadaanku.” Gadis itu balik menatap mata Key. “Kata guru sastra-ku orang macam aku ini mengalami kisah cinta yang lebih menyedihkan dari Romeo dan Juliet … Perasaanku ini menyedihkan karena aku menyukai sesuatu yang semu… yang tidak nyata…” Gadis itu memainkan handycam yang ada ditangannya. Key tersentak baru hari ini ia mengetahui perasaan seorang penggemar yang sesungguhnya.
Suasana kembali hening sesaat. “Hahaha… sudahlah ajussi jangan ikut sedih seperti itu… aku tak apa kok.” Gadis itu mengartikan kebisuan Key sebagai tanda prihatin padahal yang sebenarnya ada di benak Key adalah penyesalan karena terkadang ia tak memperlakukan penggemarnya dengan baik. “Daripada seperti itu… bagaimana kalau kita lihat video penampilan biasku… sayang sekali ia hanya tampil sekali… itupun tidak jelas…” Gadis itu menyalakan handycam-nya dengan penuh semangat dan mengutak- atiknya sebentar sebelum menunjukannya pada Key.
Dan alangkah terkejutnya Key saat ia menyadari suara yang terdengar dari video rekaman itu adalah suaranya!! “Ini…” ucapan terpatah keluar dari mulut Key. Dengan sekali lihat saja ia tahu bahwa suaranya sengaja di lip syn dan orang yang menari dibelakang layar untuk lagu pertama adalah Onew, sementara yang menari di lagu kedua adalah Taemin. “Ini biasku ajussi… namanya Kim Kibum, nama panggungnya Key.” Gadis itu menjelaskan sukarela. “Hari ini dia aneh… ia lebih mirip dengan percampuran antara Onew  dan Taemin. Dia hanya muncul sebentar diakhir konser… padahal aku datang untuk melihatnya.” Gadis itu meneruskan penjelasannya. Ucapan itu telak menampar Key… ia merasa menjadi orang jahat tanpa tanggungjawab meninggalkan penggemar Shinee dan penggemarnya.
“Julukannya adalah almighty… karena ia bisa melakukan semuanya, menyanyi, menari dan rap. Hebat sekali bukan?” meski Key sudah sering mendengar hal itu entah kenapa kali ini ia merasa amat tersentuh. Matanya sontak berkaca- kaca. “Dia yang selalu mengambil bagian bernyanyi dan menari teman- temannya  jika ada yang berhalangan hadir.” Mendengar ucapan itu Key mendadak menjadi tegang. Ternyata semua orang tahu akan posisinya sebagai sang pengganti. “Hebat sekali bukan? Menggantikan orang lain kan bukan hal mudah… ia adalah pengganti yang sempurna.” kata- kata gadis itu yang selanjutnya pun tak dapat mengurangi ketegangan Key. “ Bayangkan bagaimana bersyukurnya anggota Shinee lain karena keberadaannya… dia adalah pahlawan. Jika suatu saat ia tiba- tiba menghilang semua orang pasti akan kelimpungan.” Kalimat terakhir ini sukses mengguyurkan bergalon- galon air dingin pada hati Key. Ia merasa bersalah meninggalkan Shinee disaat sepenting ini, ia merasa bersalah karena mengecewakan orang yang amat menyayanginya seperti gadis ini. ia merasa bersalah karena mempercayai kata- kata kejam Mu Won dan Nam Yum. Ia merasa bersalah karena kalah pada kelemahan dirinya. Key mendadak merindukan kawan- kawannya. Ia ingin kembali jika memang masih ada jalan untuk kembali.
“Ajussi… Ajussi kenapa menangis seperti itu? Apa ini berhubungan dengan apa yang kukatakan? Aku minta maaf kalau benar begitu.” gadis itu langsung panik menyadari wajah Key berlinang air mata. “Ajussi… maaf…” dengan polos gadis mungil itu memberikan sehelai saputangan pada Key. “Ajussi…” tapi semakin gadis itu berbicara justru semakin banyak air mata keluar dari mata Key. Ia merasa makin bersalah. “Ajussi… ceritakan padaku apa masalahmu…” gadis itu menggegam erat tangan Key mencoba untuk meyakinkannya. Key semakin terguguk… ia merasa hancur karena tidak dasar bahwa ada banyak orang yang mencintainya.
Tiba- tiba saja Key merasa ada orang yang memegang pundaknya. Saat ia menoleh ia mendapati 4 sosok namja yang berbalut pakaian hitam-hitam dengan masker dan topi berdiri dibelakangnya. Key langsung bisa mengenali bahwa keempat namja itu adalah Onew, Jonghyun, Minho dan Taemin. “Jangan ganggu dia…” tiba- tiba gadis itu melepaskan tangan Taemin yang ada di pundak Key. “Ajussi tidak punya apa- apa tuan perampok… kalau mau kau bisa mengambil handycam dan telepon genggamku tapi jangan ganggu kami…” gadis itu berkata berani sambil menarik Key untuk berdiri dan melindunginya dari depan. Gadis itu lupa bahwa tingginya hanya sekitar 157 cm dan tinggi Key mencapai 177 cm. Hati Key terasa bergejolak melihat apa yang dilakukan gadis itu untuknya. Sementara itu anggota Shinee lainnya hanya bisa diam terpaku.
“Mereka… mereka itu temannku… tak apa…” Key berkata putus- putus. Gadis itu menatap sesaat kearah Key dan kemudian kearah anggota Shinee lainnya. “Begitukah?” Gadis itu tampak tak yakin. Sayup terdengar suara kereta mendekat. “Pergilah gadis kecil… pulanglah ke rumahmu… ajussi akan baik- baik saja disini…” Key langsung menyadari bahwa kereta yang datang adalah kereta terakhir menuju Daegu. “Jinjayo?” gadis itu masih terlihat ragu. Tapi Key cepat menganggukan kepalanya. “Uhm… baiklah ajussi kalau begitu… aku pergi… berhati- hatilah pada mereka.” Gadis itu masih sempat menatap tajam kearah anggota Shinee lainnya sebelum kemudian berlari menuju kereta. “Siapa namamu?” Key tiba- tiba tersadar ia belum mengetahui nama gadis mungil itu. “Esseul. Park Esseul Ajussi…” gadis itu masih sempat berteriak sebelum masuk ke peron kereta.
*******
“Apa- apaan ini Key!! Kemana saja kau ” “Teganya kau menghilang disaat sepenting ini!!”
“Teganya tidak memberitahu gadis itu bahwa kita bukan perampok tapi anggota Shinee hyung!!”
“Teganya membuatku menari solo mengantikanmu!!”
“Teganya membuatku terpaksa membohongi Lee Soo Man dan menyogok semua staff agar tidak buka mulut untuk melindungimu!!”
Key sudah tidak ingat lagi siapa yang mengatakan apa. Yang ia tahu ia amat merindukan anggota Shinee lain dan manager hyung-nya yang amat baik. Ia amat bahagia bisa bersama Shinee lagi dan ia berjanji tak akan pernah meninggalkan Shinee sampai kapanpun.
*********
Beberapa bulan kemudian
Esseul bingung mendapati sebuah paket besar di kotak pos rumahnya. Lebih kaget lagi saat melihat paket itu ditujukan padanya. Di dalam paket itu  terdapat  lima miniatur patung kecil yang sangat menyerupai anggota Shinee dan sebuah topi hitam yang rasanya pernah ia lihat entah dimana. Esseul mengambil surat yang  ada disana, matanya melebar membaca isi surat yang sepertinya ditulis oleh lima orang berbeda. Isi surat itu adalah:
“Gadis kecil… terimakasih banyak yaah kau sudah mengembalikan dongsaengku. Jadi kekhawatiranku tentang aku terpaksa harus menyewa koki tak perlu terjadi. Hehhe…”
“Gadis kecil aku sangat berterimakasih kau telah menuntun dongsaengku yang menyebalkan ini ke jalan yang lurus dan benar. Lain kali kalau kau mau memanggil orang sebagai penjahat lihat- lihat dulu, masa aku yang punya suara selembut sutra adan wajah yang amat tampan dibilang penjahat?”
“Gadis kecil terimakasih kau mau membawa hyung-ku yang tak akan pernah kupanggil hyung  kejalan yang seharusnya.  Kalau tidak ada dia kan nanti tidak ada yang mengomeliku lagi di dorm.”
“Gadis kecil… baiklah… umur kita memang tak jauh berbeda tapi aku mau ikut- ikutan pakai kata gadis kecil biar lebih dramatis. Terimakasih loh telah memanggil hyung-ku sebagai ajussi… hehhee…  tapi aku bukan perampok…”
“Gadis kecil jangan hiraukan tulisan ngaco semua hyung dan dongsaengku yang diatas, anggap tulisan saja tulisan mereka tidak ada. Yang perlu kau baca cuma bagian ini. Gadis kecil aku ingin berterimakasih padamu karena kau menjadikan aku sebagai biasmu meskipun kau adalah seorang ELF.n.n  Aku bukan ajussi tapi oppa bagimu..n.n Dan yang lebih penting terimakasih untuk meyelamatkanku dari melakukan kebodohan terbesar dalam hiduku. Ku kirim tiket untuk konser mini Shinee yang akan dilangsungkan 3 bulan lagi. Ini tiket belakang panggung jadi kuharap kita bisa bertemu sekali lagi. Kali ini jangan panggil aku ajussi..”
Esseul terpanah saat ia selesai membaca surat itu. Ia tak percaya dengan apa yang terjadi padanya. Sementara itu sehelai foto berisi  wajah 5 orang namja disertai tandatangan lengkap mereka terjatuh dari tangannya.
~~~~~The End~~~~
A/N: Yupz… ini dech akhir ceritanya… gaje? Aneh? Sibuk bertanya- tanya mana angst sama humornya? Yang bisa ngerasain angst sama humor itu cuma orang- orang yang beriman aja… hehhe… g dech bohong… kalau ada yang ngerasa humor sama angst-nya ga kerasa salahin aja authornya a.k.a saya… hehhe… kan masih penulis pemula jadi belum bisa bikin fic yg bagus banget…Mian sodara- sodara…n.n

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

31 thoughts on “A Replacement [2.2]”

  1. Angstnya scene antara Key dan Esseul. Humornya di bagian akhir. Kkkk. Ngaco semua kecuali Key.

    Kenapa aku malah terharu ya… Sebesar itu cinta fan pada idolnya. /sobs

    Daebak! 😀

  2. waaa speechless…
    bkin terharu biru.. n senyum2…
    ajussi.. minta jg dong tiket konsernya.. hahasha

    itu di surat… jjong narsis bgt.. taemin.. lucu… supaya dramatis ktnya… hahahaha

    suka suka suka
    key ajussi.. lol
    tp aq lbh suka mmnggl key dgn dongsaengi~~~~
    onew n taemin yg pas gntiin key… tp onew kan lbh gmuk dr key /dicubit onyu

  3. baguuuuuussss :’D
    daebak bangettt!!!
    mauu jadi esseul >.< heheh
    i loove this ff (again) !!! b^O^d
    jadi tambah cinta sama key ❤

  4. woa…daebak!
    awal2nya sad2 gitu. tapi pas nyampe klimaks yg bagian surat itu.
    aku ketawa. bener2 lucu. kecuali yang dari Key.
    ahh…enaknya jadi esseul. hua..dpt tiketnya pula lagi.
    Key oppa, aku juga mau dong tiktnya satu. muehehehe
    a…keren2!^^
    sad nya dapat. humour nya juga dapet.
    deabk! 😀

  5. Aku nangiiiiis TTTOTTT
    kereen banget-nget-nget-nget-aaaaan!!! awalnya sedih tapi ujung-ujungnya ngakak! apalagi yang pas baca punya Taemin “Gadis kecil… baiklah… umur kita memang tak jauh berbeda tapi aku mau ikut- ikutan pakai kata gadis kecil biar lebih dramatis. Terimakasih loh telah memanggil hyung-ku sebagai ajussi…” LOL XDD

  6. ahhh kereeen … nyesek, nyentuh bangeeet
    si taemin polos amaaat ??
    ahahah wahh keren…kereeen…
    aku mau sequelnya .. oh iya soal penulisannya paragrafnya jangan dempet2 gitu dong .. heheheh keliatan kurang rapi .. okok.. di ff yang selanjutnya lebih baik lagi ya penulisannya ..
    untuk jalan ceritanya aku sukkaaaaa, suka bangeet !!

  7. keren~
    sumpah!!

    woa~
    jgn mmbuatq mengganti biasq mnjadi key~
    key emang keren bgt dsni…
    tpi. biasq tetep minho!
    hehehe
    *geje…

    ditunggu ff laennya!!

  8. COOL!! DAEBAK ABIZZ!!

    adik kecil *ikut2an kaya taemin*
    makasih udah menyadarkan oppaku yang kusayangi ini keke^^

    kerasa loo humar dan angst nyaaa
    tapi romancenya dari mana yaa??

    udaa deh yang jelas scene adik kecil sama key itu nyentuh banget keke^-^
    good job thor!

  9. Daebak daebak daebak!
    Aku readers baru disini.
    Dan ini ff faforit ku..
    Jinjayo.
    Hahaha

    aku jarang nemu ff key yg menyentuh hati dan tenggelam didalam’a #lebai
    haha
    seneng bgt, soal’a aku lockets. #ga nanya

    lanjut thor 🙂
    Haha

  10. Daebak daebak daebak!
    Aku readers baru disini.
    Dan ini ff faforit ku..
    Jinjayo.
    Hahaha

    aku jarang nemu ff key yg menyentuh hati dan tenggelam didalam’a #lebai
    haha
    seneng bgt, soal’a aku lockets. #ga nanya

    lanjut thor 🙂
    Hahaha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s