I Can’t Be Yours – Part 2

I can’t be yours[2] : The beginning of Us

Title : I can’t be yours

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Jung Hyuna (Imaginary), Lee Jin Ki, Kim Kibum

Support Cast : Kim Jonghyun, Jung Yunho

Length : Sequel

Genre : Family, Romance, Life, Psychology, Mystery (may be)

Rating : PG-15

 

Summary :

Yunho : “Eh, kau sedang memancingku? Ani, aku tidak akan menceritakannya, kau yang harus memahaminya sendiri Key, ia akan merasakan ketulusanmu kalau kau sendiri yang berjuang memahaminya.”

Yunho : “Pernah dengar sebuah kalimat yang diucapkan Richard Bach, ‘If you love someone, set them free. If they comeback, they’re yours. If they don’t, they never were.’ Hanya itu nasehatku untukmu.”

Key :“Hyung, kenapa semua ini berbelit?”

Yunho :“Memang berbelit, karena kau baru mengetahui permukaannya.”

 +++++

 Kisah yang sudah dimainkan, tidak sebaiknya dihentikan. Jika itu terjadi, maka akan ada orang yang akan dihinggapi rasa penasaran hebat kerena tak kunjung berhasil menjadi pemenang dalam kisahnya. Maka, lanjutkanlah apa yang telah kau pilih dan jangan biarkan seorang pun mengusik apalagi menghentikan lembaran kisah yang kau jalani. Karena dalam hidup, tidak sebaiknya ada kata mundur atau menyerah. Yang boleh ada hanyalah istilah ‘istirahat sejenak’ untuk memikirkan langkah apa yang akan kau tempuh esok hari.

Hyuna POV

Flashback

“Hyuna-ah, Umma lelah dengan kehidupan kita ini.”

“Hyuna-ah, tidakkah kau ingin melihat umma bahagia sekali saja?”

“Hyuna-ah, dengan kerelaan hatimu menerima perjodohan ini, kita berdua akan terselamatkan dari keadaan hidup kita yang memuakkan ini.”

“Hyuna-ah, menikahlah dengan Kim Kibum, keluarganya kaya raya, dan lagi mereka sangat ingin anaknya menikah dengan anakku.”

“Hyuna-ah, Kibum adalah namja yang sangat baik dan juga tampan, umma yakin kau akan mencintainya perlahan.”

Aku tidak tahan lagi melihat Umma-ku memohon sampai bertekuk lutut di hadapanku. Bukankah sangat durhaka  jika aku membiarkan umma bertekuk lutut di hadapanku.

Walaupun berat, akhirnya aku melambaikan bendera putih sebagai pertanda menyerahnya aku atas perjodohan ini.

Seharusnya ini tidak kulakukan, karena selain aku akan sakit, akan ada orang lain yang lebih tersakiti, yaitu Kibum dan keluarganya. Tidaklah akan bahagia sebuah rumah tangga jika dibangun atas keterpaksaan, tanpa ada sedikitpun cinta yang mengiringinya. Tidak tahu namja itu akan mencintaiku atau tidak nantinya, tapi, aku tidak akan pernah bisa menambatkan hatiku untuknya, telah ada seseorang yang menghuni ruang hatiku, yang telah kuberikan padanya seluruh jiwa ragaku.

“Hyuna-ah, aku tahu saat ini belum ada cinta di antara kita, aku menerima perjodohan ini karena tidak ingin mengecewakan permintaan orang tuaku. Aku yakin kau juga terpaksa menerimannya. Aku yakin dengan semua yang kuucapkan barusan, hal itu mutlak terjadi karena kita bahkan baru bertemu dua kali sebelum kita mengucapkan janji suci tadi pagi…”

“Lalu, apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan? Make it short and clear, Kim Kibum.” Aku memotong ucapannya yang panjang lebar dan entah kapan berujung.

“Maukah kita saling berusaha mencintai satu sama lain?”Lanjutnya cepat.

Kami sedang duduk berhadapan di meja makan saat ini, kami tidak langsung menghuni kamar pengantin seperti yang biasa dilakukan pasangan baru lainnya. Tentu saja hal itu akan terasa hampa jika kau tidak menggunakan cinta untuk melakoni status barumu, ‘Menikah’. Akhirnya kami memutuskan untuk berbincang di meja makan yang di atasnya belum tersaji hidangan apapun.

Aku berpikir sejenak, ini bukan pertanyaan dangkal yang mudah dijawab, ini terkait dengan sebuah janji. Ketika aku menyetujuinya, aku harus membiarkannya masuk ke dalam hatiku. Padahal aku tahu betul hal itu tidak akan pernah terjadi sampai kapan pun, Aku cukup keras hati dalam hal mempertahankan perasaanku untuk seseorang, dan aku tidak akan bisa mencintai Kibum. Maka, yang harus kupikirkan adalah menjawabnya dengan kalimat yang diplomatis, tidak mengiyakan tetapi tidak juga menolak.

“Mari kita saling mencari kunci untuk membuka pintu yang membentang diantara kita.” Akhirnya aku menjawab setelah berpikir lama.

Jawabanku barusan tidak menyiratkan apapun, tidak menolak maupun mengiyakan. Mencari kunci untuk membuka pintu, untuk apa coba? Yang harus dibuka adalah pintu hati, tapi barusan aku tidak menyinggung masalah hati sedikitpun.

“Ne, aku akan belajar mencintaimu.” Ia tersenyum manis, tapi semanis apapun senyum yang dilemparkannya, tidak akan mampu merobohkan pendirianku.

Sebenarnya, kalau boleh jujur, aku ingin segera mengakhiri kisah menyebalkan seperti ini. Tapi bukan Hyuna namanya jika aku menyerah dan memilih untuk mengakhiri hidupku karena tertekan dengan perjodohan ini.

Yang harus kupikirkan adalah meyakinkan pencuri hatiku yang sebenarnya, bahwa aku sama sekali tidak mencintai namja bernama Kim Kibum itu, cintaku hanya untuknya, seluruhnya. Tapi itu bukanlah hal mudah, karena seseorang tidak akan lagi bisa menggunakan akal sehatnya tak kala bersinggungan dengan masalah cinta, termasuk saat aku memutuskan untuk mencintai orang itu, aku menyadari betul bahwa ini adalah sebuah hal yang sulit diterima akal sehat, mencintai orang yang jelas-jelas tidak bisa menikah denganku.

Flashback End

“Jadi, Hyu, apa kau sudah menepati perjanjian yang kita buat di hari pertama kita bersama?” pertanyaan Key benar-benar seperti pisau lipat yang ditodongkan oleh seorang perampok ke leher sang korbannya. Belum menyakiti tapi mampu membuat sang korban serba salah dan berpikir keras untuk lari dari pisau tersebut.

“Perjanjian yang mana ya?” aku berpura-pura tidak ingat, padahal sebenarnya aku sedang mengulur waktu agar aku punya kesempatan untuk memikirkan jawabannya.

Try to open our heart each other. Aku telah melakukannya Hyu, bahkan aku tak bisa lepas lagi dari jeratan sang cupid. Kau?”

“Aku? Apa yang ingin kau dengar dariku saat ini?”aku tertawa untuk mencairkan suasana.

“Hyu, aku tidak sedang bercanda, jebal, jawab pertanyaanku dengan jelas.” Key memotong tawaku.

“Key, kau tahu, kenapa aku tidak pernah protes kau memanggilku jagi, honey atau panggilan sejenis lainnya?” Aku mulai lagi mengeluarkan jawaban yang diplomatis.

“Aniyo, hanya panggilan tentu saja bukan sesuatu yang penting kan ? kau juga tidak pernah marah ketika chingumu memanggilmu dengan sebutan-sebutan aneh, itu bukan suatu jawaban yang dapat disimpulkan.” Kali ini sepertinya Key tidak mempan dengan jawaban-jawaban sejenis itu.

“Baiklah, sebelum kujawab, aku tanya, kau mencintaiku kan?”

“Tentu saja, Hyu, tidak perlu kau ragukan.” Jawab Key mantap.

“Lalu apakah kau tahu semua tentang orang yang ada di hadapanmu ini?” aku menatapnya serius, seperti seorang dosen yang sedang mencecar mahasiswanya dalam sidang sarjana.

“Apa yang ingin kau dengar dariku tentangmu?” Sial, Key malah bertanya balik seperti ini.

“Ceritakan yang kau tahu.” Pintaku sambil berusaha tersenyum rileks.

“Kau Jung Hyuna, yeoja yang lahir di seoul tanggal 13 Februari, 21 satu tahun silam. Kau menghabiskan masa kecilmu dengan bahagia di Seoul dengan seorang kakak bernama Jung Yunho dan sepasang orang tua yang lengkap. Saat kau SMP, masalah mulai menghantui kehidupanmu, saat itu Appamu meninggalkanmu, dan sejak itu kau dan keluargamu…”

“Ceritakan tentang aku, hanya tentang aku, jangan keluargaku.” Potongku cepat. Aku benci jika ada yang membahas tentang keluargaku, kehidupan keluargaku di selimuti awan kegelapan yang disebabkan oleh satu orang yang lebih pantas kusebut setan.

“Tapi keluargamu sama saja dengan latar belakang yang ada di balik karaktermu, kan? Aku hanya ingin menjelaskannya dengan runtut.” Key membalas dengan tatapan mata yang berusaha mengejar arah pergerakan bola mataku.

“Berarti, hentikan sampai di sini saja Key, kau belum mengenalku.” Aku pergi meninggalkannya, tidak peduli seberapa mahal ia menyewa meja di restoran mewah ini hanya untuk sebuah makan malam bersamaku di saat weekend seperti ini.

Kudengar Key mengerang kesal. Aku tahu ia cukup frustasi menghadapi labirin otakku, aku memang berbeda dengan yeoja lain sehingga sulit dimengerti olehnya. Dan aku yakin, Key tidak menyadari siapa dan seperti apa aku yang sebenarnya.

++++++

Key POV

Sampai kapan kau akan bertahan dengan hati bekumu? Zat kimia apa yang membuatnya beku? Izinkanlah beberapa derajat celcius saja suhuku mencairkannya. Atau aku ingin menjadi zat penghancur yang dapat meruntuhkan pintu hatimu?

Hyuna, aku ingin menjadi seperti  Carbon, yang keberadaannya nyaris ada di seluruh belahan bumi, yang berikatan dengan Hydrogen dan  Oxygen yang kemudian membentuk berbagai hidrokarbon, dan kau adalah Hydrogen atau  Oxygen itu, yang kemudian akan terbentuklah sebuah kehidupan dari persekutuan dua hati kita.

Atau, aku ingin menjadi Nitrogen yang menyusun molekul kompleks protein, dimana tanpa adanya nitrogen, tidak akan terbentuk DNA dan RNA yang menyusun kehidupan manusia, aku ingin menjadi unsur penting penyusun hidupmu.

Atau, aku ingin menjadi  Calsium yang merupakan komponen penyangga, aku ingin menjadi penyangga jiwa dan ragamu, meskipun aku tahu kau tidak rapuh.

“Berarti Key, dia memintamu untuk lebih mengenal sisi lainnya, itulah kunci yang dapat membuka hatinya.”

“Seperti itukah, Hyung? Memangnya apa yang belum kuketahui tentangnya?” aku masih bingung dengan keadaan ini.

Aku terjebak dalam ketidaktahuanku tentangnya, aku tidak mengerti jalan pikirannya. Sehingga akhirnya aku memutuskan untuk berkonsultasi dengan Jonghyun hyung, sahabatku semasa kuliah, kini ia sudah menjadi seorang psikolog ternama.

“Molla, kau kan nampyeonnya, kau merasa telah mengenalnya atau tidak? Tapi kurasa ada sesuatu di masa lalunya. Kau bisa mulai menyelidiki tentang keluarganya. Dari ceritamu tadi, kurasa ia tidak suka kalau kau menyinggung masalah keluarganya. Ia marah bukan karena kau tidak menceritakan secara langsung tentang dirinya, tapi memang ada yang kelam dari kisah keluarganya.”

“Kau benar hyung, kenapa aku tidak menyadarinya. Gomawo hyung, lain kali aku akan bertanya lagi lebih banyak padamu.”

“Cheonmaneyo, pintu rumahku selalu terbuka untukmu. Oya, satu lagi Key, jangan dulu mendesaknya dengan pertanyaan ataupun pernyataan yang frontal, aku takut justru dia akan membencimu.”

“Baiklah hyung, aku pulang dulu, aku harus segera menundukkan kemarahan Hyuna.”

++++++

Author POV

Jangan pernah membalas api dengan api, karena kobarannya akan memuncak dan akan melukai siapapun yang tersentuh olehnya. Berikan air atau oksigen yang mampu memadamkan bara tersebut.

“Hyu, aku minta maaf. Aku tidak akan menyodorkanmu pertanyaan seperti itu lagi, dan kau benar, aku belum mengetahui semua sisimu. Mulai sekarang, aku akan membuka otakku dan hatiku agar dapat lebih memahamimu” Key masih berdiri di depan Hyuna yang baru saja pulang.

Sejak kejadian tadi siang, Hyuna memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumah, tetapi singgah sejenak ke apartemen sang oksigennya.

“Ani, sebenarnya kau tidak salah Key, aku yang tidak bijak. Lupakan Key, anggap ini tidak pernah terjadi. Pintaku hanya satu, jangan kau ulangi lagi, aku benci.”

“Kau memaafkanku? Jincha? Ah, gomawo Hyu, kau membuatku tidur tenang malam ini.”

“Ne, tidurlah Key, aku tahu kau lelah, lingkaran hitam sudah mulai tampak di sekeliling matamu.”

Hyuna POV

“Hyu, aku minta maaf. Aku tidak akan menyodorkanmu pertanyaan seperti itu lagi, dan kau benar, aku belum mengetahui semua sisimu. Mulai sekarang, aku akan membuka otakku agar dapat lebih memahamimu” aku terkejut dengan sambutannya tak kala aku membuka pintu. Tidak adakah sikap yang lebih menyenangkan hati?

Ah, sudahlah, bukan waktunya aku marah. Aku tidak boleh kekanakan dengan amarahku, juga tidaklah bijak jika aku menolak mentah-mentah permintaan maafnya.

“Ani, sebenarnya kau tidak salah Key, aku yang tidak bijak. Lupakan Key, anggap ini tidak pernah terjadi. Pintaku hanya satu, jangan kau ulangi lagi, aku benci.” Jawabku setenang mungkin.

“Kau memaafkanku? Jincha? Ah, gomawo Hyu, kau membuatku tidur tenang malam ini.” Aku hanya tersenyum kecil dengan tingkahnya. Sebetulnya aku ingin tertawa, kenapa ada namja semelankolis ini. Memangnya aku obat tidur yang mampu membuatnya tidur dengan tenang?

“Ne, tidurlah Key, aku tahu kau lelah, lingkaran hitam sudah mulai tampak di sekeliling matamu.”

Aku sedikit iba padanya, kenapa ia begitu lemahnya, seolah menyerahkan semua cintanya untukku. Apa semua namja memang seperti ini ketika jatuh cinta? Kurasa yang harus menjadi pemilik dialog Key barusan, adalah yeoja, bukan namja.

“Ne, ayo kita tidur. Hyu, aku tidak sabar ingin kau cepat lulus kuliah, aku ingin segera menanamkan benihku di dalam tubuhmu, aku ingin melihat malaikat kecil segera terlahir ke dunia ini.”

++++++

Hyuna POV

Hyu, aku tidak sabar ingin kau cepat lulus kuliah, aku ingin segera menanamkan benihku di dalam tubuhmu, aku ingin melihat malaikan kecil segera terlahir ke dunia ini.

Aku tertegun dengan ucapannya, tapi memang bagaimanapun ia seorang namja yang pantas memiliki keinginan seperti itu. Sayangnya Key, aku tidak bisa. There’s no heart for you, it’s immortal statement.

Aku memandangi wajah nampyeonku yang sedang tertidur pulas di hadapanku, ia tertidur dengan wajah damainya. Kuperhatikan seluruh lekuk wajahnya secara sekasama, muncul sebuah pikiran liar di otakku.

Seperti inikah yang disebut tampan? Molla, aku tidak bisa menilai ketampanan seorang namja. Bahkan, aku tidak pernah sekalipun menilai rupa seorang namja, aku seolah menutup mata dan hatiku dari istilah ‘tampan’.

Yang aku tahu, kau terlambat masuk dalam kehidupanku, Key.

Flashback

“Aku percaya padamu, Hyu. Kau tidak akan mengkhianatiku, lagipula aku yakin kau tidak mencintai namja itu.”

“Gomawo. My love only for you, beb.” Aku mengecup mesra pipi sang oksigenku. “Kau memang selalu memahamiku. Gomawo karena kau selalu hadir di setiap masa kritisku.” Lanjutku sambil menyelipkan rambut hitamnya ke balik daun telinganya.

Aku lega karena dia tidak marah padaku, aku benar-benar khawatir ia akan terjebak ke dalam lautan emosi ataupun kobaran api cemburu. Tapi ternyata, dia memang orang yang benar-benar memahamiku, dia dapat mengerti kondisiku

“Na do, Hyu. Tapi Hyu, bagaimana kalau dia memintamu untuk segera menghasilkan keturunan? Apa yang akan kau jadikan alasan untuk mengelak?” Aku tidak terima kalau itu terjadi, Hyu. Kau milikku.”

“Mmm…untuk sementara aku bilang bahwa aku masih ingin fokus dengan kuliahku. Setidaknya waktu dua tahun cukup bagiku untuk menemukan alasan berikutnya.”

“Tapi sejujurnya Hyu, aku mengharapkan kalian bercerai suatu saat nanti.”

Let it flow, beb. Dimana ada kesempatan, aku akan berusaha. Tapi kau tahu kan umma-ku? Aku bertahan demi Umma, bagaimanapun ia adalah bidadari luar biasa yang telah banyak mengorbankan hidupnya demi aku dan Yunho oppa. Lagipula, ini tidak bahaya juga kan untuk hubungan kita, kurasa Key bukan tipe orang yang menyebalkan. Slow down, honey.” Bisikku lembut di telinganya.

“Aku hanya cemas Hyu. Tapi memang tidak bahaya, ada bagusnya malah. Biarlah kita tetap bermain seperti ini Hyu…”

“Mian, aku tidak setuju ini disebut permainan. Bagaimanapun dia adalah manusia yang tidak selayaknya kusakiti, kau tahu kan prinsipku?” Aku memotong ucapannya. Memang betul, aku sangat tidak ingin menyakiti orang, karena aku tahu rasanya disakiti. Kurasa, asalkan Key tidak mengetahui apa yang kuperankan dibaliknya, dia tidak akan terluka, aku hanya harus tampil cantik di depan panggung.

“Ne, kau tidak ingin menyakiti siapa pun kan? Kau harus berhati-hati dengan setiap tindakanmu Hyu, aku setidaknya lebih bebas darimu, tidak akan ada orang yang menguntitku, setidaknya sampai saat ini.”

Flashback End

+++++

Author POV

“Hyuna-ah, Key itu namjachingumu ya?” Jinki bertanya langsung pada Hyuna saat yeoja itu tengah melamun di bangkunya sambil memandangi layar handphonenya.

“Ani, bukan namjachinguku. Memangnya kenapa? Kau cemburu?” Hyuna tertawa kecil membalas pertanyaan Jinki.

“Memangnya masih boleh kalau aku cemburu, Hyu?” Jinki tersenyum tipis menanggapinya.

“Mwo? Tentu saja tidak boleh, aku sudah ada yang punya.” Hyuna menggoyang-goyangkan telunjuknya sambil menyertakan sebuah senyuman di wajahnya.

“Bercanda Hyu, tapi kalau kau menganggapnya serius pun tak apa, tidak rugi kan dicemburui angel sepertiku?”

“Omo…percaya diri sekali kau. Mana ada malaikat tanpa sayap.” Hyuna menoyor pelan bahu Jinki.

“Ah, kau juga tidak rasional, Hyu. Darimana kau tahu kalau malaikat bersayap? Kau terlalu terpengaruh film kartun, Hyu.”

“Haha, iya juga sih. Kau terlalu realistis juga, itu kan hanya imajinasi, kau ini seperti tidak pernah kecil saja.”

“Bukan tidak pernah kecil Hyu, ah, sudahlah, berdebat denganmu tidak akan berujung, kau pandai sekali bermain kata, Hyu.”

“Wah, tidak kusangka kau menyadarinya, Chukkae—Lee Jinki.”

Jinki POV

“Bukan tidak pernah kecil Hyu, ah, sudahlah, berdebat denganmu tidak akan berujung, kau pandai sekali bermain kata, Hyu.”

“Wah, tidak kusangka kau menyadarinya, Chukkae—Lee Jinki.”

Menyadari apa? Memangnya apa yang kukatakan barusan?

“Jangan bengong seperti itu, kau sangat aneh dengan wajahmu yang seperti itu.” Hyuna mengibas-ngibaskan telapak tangannya ke depan wajahku. Jelas saja aku kembali ke wajah asliku (?).

“Wae? Berubah jadi tidak tampan ya?”

“Bukan, aku tidak tahu yang dimaksud tampan itu yang seperti apa. Tapi dengan wajah bengongmu itu, kau terlihat seperti orang bodoh. Padahal kau namja terpandai yang pernah kukenal.”

Wajahku memerah seketika. Bagaimana tidak, yeoja yang kucintai baru saja memujiku. Aku rasa lama-kelamaan ukuran kepalaku akan membesar jika ia beberapa kali lagi memujiku. Setidaknya aku tahu, kesanku di matanya cukup bagus. Yes, aku sedikit memiliki peluang, tapi itupun kalau benar Key buka namjachingunya.

“Eh, kau serius Key bukan namjachingumu? Lalu apa statusnya? Kenapa kau tidak marah ketika dia memanggilmu jagi?” aku memastikan sekali lagi agar tidak terlalu dini masuk ke dalam kubangan rasa percaya diri untuk menunjukkan rasa cintaku yang sudah lama terpendam.

“Serius, untuk apa aku berbohong.” Hyuna tertawa. Aku suka melihat tawanya, dalam tawanya aku melihat ada perasaan penuh kemerdekaan. Ia memang tipe orang yang terlihat santai namun kenyataannya ia selalu serius dalam menekuni semua pekerjaannya.

“Lalu kau tidak marah? Atau paling tidak, kau merasa risih atau semacamnya.”

“Ani, untuk apa marah atau risih. Kau juga akan memanggil anae-mu dengan sebutan semacam itu.”

Mwoya!?? Dia sudah menikah? Oh God, duniaku terasa runtuh. Pantas saja Key langsung menyelaku dengan mengatakan bahwa ia bukan namjachingunya Hyuna, ternyata statusnya lebih tinggi dari itu.  Sekarang aku mengerti dengan ucapan Key ‘tidak pulang ke rumah’, tentu saja pasangan suami istri akan tinggal satu rumah.

“Sejak kapan, Hyu? Kenapa kau tidak pernah cerita? Apa semua chingu kita tahu hal ini?”

“Ani, apa gunanya aku mengumumkan statusku? Tapi kalau memang ada yang mengetahuinya pun bukan masalah bagiku. Ah, atau ini adalah masalah untukmu ya?”

Hyu…apa maksud semua ini? Belum sempat aku melangkahkan kakiku ke pekarangan hatimu, kau sudah memblokade jalannya. Hyu, kenapa aku baru mengetahuinya sekarang di saat perasaanku padamu makin memuncak? Apakah cintaku ini sudah selayaknya mengikuti bentuk kurva normal, yang akan menukik turun setelah mencapai puncaknya? Atau apa seharusnya aku menantang arus kenormalan itu? Berikan aku clue, Hyu.

“Ah, sudahlah, candaanku tidak usah dibalas.” Hyuna mengalihkan pandangannya dariku.

Eh, tunggu, memangnya bercanda apa? Tentang status menikahnya? Ini bercanda kan Hyu? Katakan iya, kumohon Hyu…

“Ne. Jadi, kau tidak boleh cemburu ya Jinki, haha…” ia tertawa dengan renyahnya. Hyu, kau sedang menertawakan kemunculan patahan di dalam hatiku ya?

“Tidak lucu, Hyu!” Aku berlalu meninggakannya yang masih puas tertawa.

Aku tahu aku tidak sepantasnya marah. Sebenarnya aku bukan marah pada Hyuna, tapi marah pada diriku sendiri yang tidak mengetahui bahwa yeoja yang berharga itu telah menjadi milik orang lain.

++++++

Key POV

Hari ini aku menyempatkan diriku mengunjungi sebuah tempat di pinggiran kota Seoul. Ya, ini langkah awalku untuk mengetahui lebih banyak tentang Hyuna. Aku sengaja mengunjungi Yunho Oppa, kakak kandungnya yang dikenal tidak banyak bicara. Mungkin sulit bagiku untuk memancing Yunho hyung bicara banyak tentang keluarganya, jika memang betul yang dikatakan Jonghyun hyung bahwa kisah keluarga mereka kelam.

“Annyeong haseyo, hyung.” Aku menghampiri seorang namja  kekar yang sekujur tubuhnya dibasahi keringat.

Ya, namja ini selalu berkeringat. Ia adalah seorang pejuang tangguh, menghadapi pekerjaannya yang sangat menguras energy dengan penuh kegagahan, tidak pernah aku mendengarnya mengeluh sedikitpun. Berulang kali aku menawarinya pekerjaan di kantorku, tapi ia selalu menolak. Ia merasa tingkat pendidikannya tidak layak untuk bekerja di kantorku, lagipula ia sangat membenci nepotisme katanya. Ia tidak mau diterima bekerja hanya karena dia adalah kakak iparku. #Author : Yunpa, saranghae ><

“Oo, Key, wegure?” ia menghentikan pekerjaannya, menaruh tumpukan sak semen yang sedang bertengger di pundaknya ke tanah.

Aku  mengambil separuhnya dan menaikkannya ke punggungku

“Ya! Kau akan pegal-pegal nanti malam.” Yunho hyung berusaha mencegahku mengangkut semen itu.

“Hyung, kau meremehkanku. Lagipula aku ingin menjadi namja kuat sepertimu agar bisa melindungi yeodongsaengmu.”

“Hah, ia bisa melindungi dirinya sendiri, ia bahkan lebih kuat dariku.”ia hanya tersenyum sambil menyusulku yang telah berjalan beberapa langkah di depannya.

“Jincha? Sekuat itukah, Hyung?” aku sedikit tidak percaya. Aku tahu Hyuna memang kuat, tapi apa bisa mengalahkan kekuatan Yunho hyung?”

“Suruh saja ia menggendongmu, dia akan sanggup.”

“Wah…aku kok tidak tahu ya? Sepertinya aku belum tahu semua tentangnya. Ceritakan lebih banyak lagi hyung.”

“Ne, dulu sewaktu aku sakit, dia selalu menggantikan tugasku di tempat proyek bangunan karena takut aku dikeluarkan dari proyek. Awalnya semua orang meragukannya, tapi akhirnya mulut mereka di buat ternganga setelah melihat buktinya.

“Wuah…daebak! Aku saja kalah. Lalu apalagi hyung?”

“Eh, kau sedang memancingku? Ani, aku tidak akan menceritakan apapun lagi tentang dongsaengku, kau yang harus memahaminya sendiri Key, dengan begitu ia akan merasakan ketulusanmu kalau kau sendiri yang berjuang memahaminya.”

Aku terdiam seribu bahasa. Ada apa dengan semua ini? Memang apa sulitnya bercerita tentang adiknya sendiri? Aku rasa memang ada yang sebaiknya tidak diceritakan tentang Hyuna. Atau aku harus mengambil sisi positifnya dari ucapan Yunho hyung barusan, mencari tahu sendiri agar Hyuna tahu bahwa aku berusaha memahaminya? Haruskah ia tahu? Aku tidak suka menunjukkan prosesnya. Aku hanya ingin menunjukkan hasilnya, dimana ia mengatahui bahwa aku telah memahaminya luar dalam.

“Pernah dengar sebuah kalimat yang diucapkan Richard Bach, ‘If you love someone, set them free. If they comeback, they’re yours. If they don’t, they never were’, Hanya itu nasehatku untukmu.”

“Hyung, kenapa semua ini berbelit?” Aku tidak dapat menangkap maksudnya. Oh God, sepertinya aku harus membawa Jonghyun Hyung untuk menerjemahkan semua maksud terselubung dari ucapan Yunho Hyung.

Yunho POV

“Annyeong haseyo, hyung.”

“Oo, Key, wegure?” mengetahui siapa yang datang, aku segera menghentikan pekerjaanku sejenak, membiarkan pundakku beristirahat beberapa detik dengan menurunkan beberapa sak yang kutimpakan padanya.

Malaikat apa yang merasuki Key, ia mengambil separuh dari tumpukan sak tadi ke pundaknnya. Aku yakin dalam hidupnya ada berbagai macam kemudahan, jadi kurasa tidak pernah mengangkut semen sebelumnya.

“Ya! Kau akan pegal-pegal nanti malam.” Aku mencegahnya melakukan pekerjaan itu. Mana tega aku mebiarhan tubuh kurusnya menanggung beban yang begitu berat.

“Hyung, kau meremehkanku. Lagipula aku ingin menjadi namja kuat sepertimu agar bisa melindungi yeodongsaengmu.”

Aku ingin tersenyum mendengarnya, terkesan bahwa dia itu sangat lemah di mata Jung bersaudara yang telah bertahun-tahun berusaha agar oksigen tetap memenuhi rongga paru-paru kami.

“Hah, ia bisa melindungi dirinya sendiri, ia bahkan lebih kuat dariku.”Akhirnya aku tersenyum dan menyusulnya yang telah berjalan duluan dengan semen-semen tersebut. #Key oppa…jangan bikin badanmu tambah kurus lagi, hiks…

“Jincha? Sekuat itukah, Hyung?” ia menatapku tidak percaya. Ya, memang sulit untuk dipercayai.

“Suruh saja ia menggendongmu, dia akan sanggup.”

“Wah…aku kok tidak tahu ya? Sepertinya aku belum tahu semua tentangnya. Ceritakan lebih banyak lagi hyung.”

 “Ne, dulu sewaktu aku sakit, dia selalu menggantikan tugasku di tempat proyek bangunan karena takut aku dikeluarkan dari proyek. Awalnya semua orang meragukannya, tapi akhirnya mulut mereka dibuat ternganga setelah melihat buktinya.

Tunggu, apa kedatangannya kesini untuk mendengar ceritaku tentang Hyuna di masa lalu? Ani, aku tidak akan melakukannya, aku tidak akan terpancing. Biarkan ia yang mengetahuinya sendiri agar tidak menyakitkan baginya, maupun bagi Hyuna.

“Eh, kau sedang memancingku? Ani, aku tidak akan menceritakan apapun lagi tentang dongsaengku, kau yang harus memahaminya sendiri Key, dengan begitu ia akan merasakan ketulusanmu kalau kau sendiri yang berjuang memahaminya.”

Aku tahu ia belum dapat mencerna semua ini. Pahamilah Key, pahami kondisinya seperti kau memahami kondisi pasar yang menjadi target perusahaan ponsel keluargamu. Ada yang harus kau ketahui sendiri, dengan begitu kau akan memutuskan sendiri langkah apa yang kau tempuh setelah kau mengetahuinya. Ada dua opsi, menyerah atau mempertaruhkan dirimu untuk bermain dalam sebuah zona yang melelahkan. Kita lihat orang seperti apa kau sebenarnya.

“Pernah dengar sebuah kalimat yang diucapkan Richard Bach, ‘If you love someone, set them free. If they comeback, they’re yours. If they don’t, they never were’, Hanya itu nasehatku untukmu.” Aku memberinya sedikit clue.

“Hyung, kenapa semua ini berbelit?” ia terlihat bertambah bingung.

Kau harus bisa mencernanya Key. Tidak pernah ada kata sia-sia yang kuucapkan, aku selalu memikirkannya hati-hati. #He’s Yunho, seorang pemikir ulung

“Memang berbelit, karena kau baru mengetahui permukaannya.”

TBC…

+++++

Udah nangkep apa yang ngebedain kisah ini dengan kisah marriage lainnya? Humm…semoga belum ya, jadi supaya nungguin part 3-nya. Yang jelas, intinya ada pada karakter si Princess dalam kisah ini.

Gomawo buat yang udah mau baca kisah ini, semoga ada hikmah dari kisah ini. Don’t forget to give me Oxygen, Ok?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

46 thoughts on “I Can’t Be Yours – Part 2”

  1. nangkep ataupun gak nangkep intinya apa tetep ditunggu kok 🙂

    Berarti yunho tau dong ya kl hyuna sama sekali gak cinta sama key….
    Key, poor you 😦
    Set her free…ini kah salah satu keputusannya key?
    Masih gak ketebak syp kekasihnya hyuna… Bukan jonghyun, minho kah? Hah, baby minho ❤

  2. Aku terkesannnnnnn,,,,,

    Awalnya sempet bingung sama alurnya yg acak,, tapi akhirnya,, ohh,, ini lohhh,,aku tertarik sama Qoutes awal trs kalimat pengungkapan cinta pake bhasa ilmiah,,,,hehehe

    Hyunaa,, jangan sia-sia kan Key,,, dia bukan melankolis tapi berhati lembut pada satu sisi dan keras pada sisi yang lainnya,,,

    Aku suka setuju sama kata-kat Yunho,, cinta itu membebaskannn,,, itu kata mutiaraku klo lagi jatuh cinta,#curcol.

    Penasarannn,, namjanya Hyuna siapa sihhh?? Minho kah?? Huahh,,,

    Nihh bikin aku melting sama Key,, semua yg add padanya,, bahkan waktu dia ngangkat karung semennn,, Ommona,, Key Saranghe,, #reader hebohhh,,

    Mianhe komentku kepanjangan,,, aku sukaaaa,,, Authornya kerennnn!!! Beneran beda sama Merriage life lainnya,hehe

  3. Cinta itu memang ribet. Seperti rumus Fisika pada bab Gaya. *haduuhh,, fisika lagi*. Ceritanya kerenn!! Walau, agak berbelit-belit.
    Berharap Hyuna akan membuka hatinya untuk Key. Kan kasihan Key udah cinta mati, tapi cintanya ditolak. Nih authornya kayaknya pinter Kimia. Ckck

    1. aq jg bnci fisika, banget! #gapenting

      key emg slalu malang d ff-ku, aq dmen liat key trzalimi(loh?).*digorok lockets

      aq bkn org kimia chingu, itu mah dpt ilham aja.

      Gomawo y udh baca n komen

  4. waaah, hyuna benar2 keras hati ya.
    Aku penasaran siapa oksigennya hyuna, sampai2 dia tak bisa membuka hati untuk key. Apa begitu sempurnanya namjachingunya?
    Kayaknya konfliknya belum terlihat jelas. Kira2 sampai berapa episode thor?

  5. hyunaa siapa sih oksigennya?
    thor oksigennya member shinee juga bukan?
    apa minho ya?
    ngenesin banget dah si onppa

    thor ditunggu next chapternya ya
    gomawo for this part

  6. ahh…daebak eon! 😀
    aku kembali di buat pensaran sama pacarnya Hyuna.-oxygen hyuna
    aku..kasihan sama Jinki oppa. hah, udah oppa. sama aku aja? #plakk
    sebenarnya apa sih yang terjadi di msa lalu nya Hyuna?
    ters yang bagian Yunho pov. yang bilang “agar tidak menyakitkan baginya, maupun Hyuna”.
    ahh…aku pensaran.!
    ceritanya bener2 menarik. daebak !
    di tunggu klanjutannya eon! 😀

  7. iya aku blum nangkep kayakx udh sama ney q pabbox sama key,,,,
    tapi salut ma author atas tulisnx,, bwt q tmbh penasarn aja,,,
    di tunggu next partx..
    :))

  8. Emank author cerita ya beda ma cerita yg laen
    Susah bgt debak alur ceritanya
    Mka tambah penasaran apa yg bkal terjadi selanjutnya
    Ah aku jg ska ma kata’ ya yunho oppa yg dy kutip dr seseorang keren *aku lpa nama ya*
    Kekekekke
    D tunngu ya author lanjutannya
    Hwaitting 😀

  9. Key kasiaaann, tapi dia emang harus mikir juga..
    ane masih penasaran siapa itu selingkuhan si Hyuna.

    lanjut part 3 thor!!

  10. kok, perasaan ane ama hyuna gk enak yah?
    huaa..thor, nyesek kalo lht key patah hati =A=
    4 jempol buat author! 😀

  11. Yunho bikin Key bingung saja. Orang yang disukai Hyuna masih menjadi misteri. Jinki merasa tidak punya harapan lagi.
    Nice story. Lanjut!

  12. Aaaaaa!!!!aq br sempet komen ToT
    kata” yg di awal yg ttg cinta tu so sweet beudh walopun aq agak gg ngeh ._.#reader IQ di bawah garis kemiskinan
    gile si hyunna,suami 1,pacar 1,yg ngejer 1..ckck..daebak(?)-,-v,aq salah tebak yah,hehe,sktrg tebakanq namjanya tu minho :3,,wkwk…
    Aq baca ya part 3.a 😉

  13. authornya pasti suka pelajaran kimia deh….
    aku sih binggung karena aku ngak suka kimia jadi agak bingggung sama istilah2 diatas….
    sosok hyuna kayaknya misterius banget deh….

  14. hyu, jarang ada wanita yg tak mudah luluh dengan satu makhluk bernama laki2. tp apa pnyebabnya selain itu??

    walaupun cukup sulit untuk dimengerti bahasanya, tp tetep kereeen.. 😉
    lanjuuut

  15. Oke, semakin kesini semakin bikin penasaran..
    Siapa sih namjachingu-nya Hyuna,,,terus masa lalu Hyuna seperti apa…

    Tapi kasian yeobo aku,,dikhianati, pake ngangkut karung semen lagi…

    ngebayangin Yunho oppa ngangkat karung semen, gimanaaaaaa gitu…Yunppa badannya kan keker..kkkk

    Sekarang ke part 3….

  16. Sebelumnya, terima kasih telah membuat adegan untuk Yunho sebagai pekerja bangunan yang tangguh!! Haha~ Ini di luar imajinasi. Membayangkannya saja sudah cukup membuat…. Haha ^^ Daebak!

    Kali ini usaha Key untuk terus menjalani cintanya di dalam ‘gelap’ membuat karakternya terlihat semakin meprihatinkan.. Pria yang malang~ Dan, Jinki adalah malaikat yang tengah melewati ‘badai’ setelah mengetahui fakta pernikahan Hyuna. Hmm… bagaimana dengan Hyuna? Entahlah. Author – nim, saya tidak bisa menganggap Hyuna sebagai orang yang jahat, tetapi tidak juga dengan orang baik…

    Tidak sabar untuk membaca bagian selanjutnya ^^~

    Fighting!

  17. “Jangan pernah membalas api dengan api, karena kobarannya akan memuncak dan akan melukai siapapun yang tersentuh olehnya. Berikan air atau oksigen yang mampu memadamkan bara tersebut.” ngg,, bukannya justru kobaran api disebabkan karena bereaksi dengan oksigen? heheh cmiiw

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s