I Failed Become Your Guard Completely

Title : I Failed Become Your Guard Completely

Author : Yamashita Michiko / Marie Veibra
Main Cast :
•* Choi Minho
•* Kim Hyunmi
Support Cast :
•* Lee Jinki (Onew)
•* Kim Kibum (Key)
•* Suzy
•* Lee Taemin
Lenght : Oneshoot
Genre :
•* Sad
•* Romance
•*Friendship
Rating : General
Summary : Memutuskan sebuah keputusan adalah cobaan yang sangat berat bagi kita.

A. N. : Maaf ya kalau ff karanganku ini gak jelas. Aku juga baru pemula Karena kata temenku inilah ff yang paling bagus diantara ffku yang lainnya. harap komen, kritik dan saran ya. makasi. kalau mau lihat ffku lainnya bisa buka wordpressku dean07world. ffku rata-rata genrenya sad. maaf kalau jelek.

Sekarang adalah malam Minggu, sungguh malam Minggu adalah malam yang cocok untuk para pasangan kencan berdua yang romantis, lebih romantis lagi jika berkencan di sebuah tempat yang romantis dan indah, seperti contohnya pulau Jeju, tapi itu terlalu memakan waktu lama untuk kesana kecuali yang dekat, ada contoh lagi seperti Sungai Han. Dan sekarang tepatnya di Sungai Han terlihat seorang namja yang sedang duduk di kursi tepi Sungai Han yang sedang sibuk antara melihat jam tangannya dan melihat layar ponselnya secara bergantian, tapi namja itu sesekali melihat indahnya Sungai Han.

Sepertinya cuaca malam ini sungguh dingin, lihat saja, namja itu saja mengenakan sweater biru dan dibalut dengan jaket hitamnya. Dan kini namja itu bangkit dari posisi sebelumnya, namja itu mengetikkan sebuah nama ‘Suzy’ pada search contact di ponselnya, sepertinya namja itu akan menghubungi nama yang diketikkan itu.

“Annyeong chagiya, kau dimana saja sekarang ? kau tak datang-datang ?”

“ne, annyeonghi Minho-ya, mianheyo chagi, kencan kita hari ini bisa dibatalkan tidak ?”

“mwo? Waeyo?”

“karena aku hari ini ada tugas kelompok di rumah chinguku, jadi aku minta maaf sekali, kencan kita hari ini bisa dibatalkan kan ? aku harap kau  bisa mengerti, kau ingat kan kita saling percaya tak ada pengkhianatan diantara kita ?”

“ne, lalu kencan kita kencan kapan selain hari ini ?”

“mungkin besok, tapi aku tak janji, karena aku juga akhir-akhir ini sedang sibuk dengan tugas kuliahku, jadi jeongmal mianheyo chagiya” belum sempat namja itu membalas telfonnya, yeoja itu sudah memutuskan telfon dengan namja itu, sehingga yang awalnya raut wajahnya yang berseri-seri berubah menjadi raut wajah cemberut dan datar.

*****

“Minho-ya ?” seorang namja berambut pirang itu menghampiri namja yang sedang duduk terdiam diatas bangku kuliahnya.

“mm…?” tampaknya namja yang bernama Minho itu sedang kosong pikirannya.

“kau tau kan kalau aku memiliki yeoja dongsaeng ?”

“ne hyung,  waeyo ?” kini Minho bangkit dari posisinya dan menatap namja dihadapannya yang berdiri itu.

“aku mulai besok dan selama 3 bulan kedepan akan terbang ke Tokyo, dan aku harap kau mau menerima titipanku dengan menjaga dongsaengku itu baik-baik”

“mwo? Kenapa kau harus ke Tokyo Kibum hyung ? dan kenapa aku juga yang harus jadi orang yang kau titipi ? lalu mana kedua orang tuamu ?” Minho kini sangat kaget dengan permintaan namja dihadapannya itu.

“waeyo? Kau keberatan ?  ya sudah kalau begitu, hyung bisa meminta bantuan ke lainnya” namja bernama Kibum itu akan meninggalkan Minho.

“aniya hyung!! Tunggu aku tak keberatan, aku tak ingin menjadi namja pengecut, hanya menjaganya baik-baik, aku akan laksanakan hyung” Minho kini telah berdiri dibelakang Kibum yang membelakanginya.

“Jinjjayo ? kau serius ingin menjaganya baik-baik ?” Kibum membalikkan badannya.

“Ne hyung!! Aku serius”

“Tapi kali ini kau juga harus menjaga hatinya, karena dialah satu-satunya keluargaku yang dekat denganku, karena kedua orang tuaku, mereka memilih tinggal di New York untuk menjalankan bisnisnya sendiri tanpa ada campur tangan dari orang lain”

“Ne kalau begitu aku setuju”

“oiya, dia juga kuliah dikampus ini, dia angkatan 3 tahun di bawah kita, dia jurusan Music Modern di kelas A, jadi kau dengan mudah menjemputnya” Kibum tersenyum penuh arti, tapi Minho justru kaget mendengarkan kalimat Kibum barusan.

“mwo? Maksudmu hyung, ‘menjemputnya’?”

“Ne, hyung ingin kalau bisa kau juga menjemput dan mengantarnya atau kalau bisa kau kuizinkan tinggal dirumahku selama 3 bulan untuk menjaganya, karena biasanya aku yang menjaganya, sekarang hyung harap kau yang menggantikanku selama 3 bulan, bagaimana ?”

Minho sepertinya berpikir terlebih dahulu sebelum memutuskan, karena ia sekarang belum merespon kalimat Kibum.

“hello Minho-ya!!” Kibum berteriak di telinga Minho yang menyadarkan Minho dari pikirannya.

“kau keberatan lagi ?”

“aniya hyung, bukannya aku keberatan, tapi aku khawatir kalau Suzy mengiraku yang tidak-tidak”

“tak akan Minho-ya, kau dengannya kan sudah saling berjanji tak akan mengkhianati satu sama lain, lagi pula aku sudah meminta izin padanya, untuk meminjammu selama 3 bulan” kali ini Kibum terkekeh kecil akan perkataannya sendiri.

“aissh. Maksudmu apa hyung meminjamku ? memangnya aku sewaan ?” Minho kali ini menatap Kibum dengan tatapan sinisnya, tapi Kibum tetap sama seperti tadi terkekeh seakan tak takut dengan tatapan Minho.

“kekeke, mianheyo Minho-ya, bukan itu maksud hyung, arra ?!!”

“mm” Minho sepertinya sudah suntuk dengan keberadaan Kibum.

“ya sudah kalau begitu, ingat amanah hyung, jaga dongsaeng hyung baik-baik, beserta kau jaga juga hatinya! Ingat! Dia satu-satunya keluarga yang dekat denganku” Kibum lama-kelamaan sudah menghilang dari pandangan Minho yang sedang kesal itu.

**

Namja berambut ikal berwarna coklat itu terlihat sedang bersandar di dinding luar sebuah kelas, sepertinya namja tersebut sedang menunggu seseorang dari dalam kelas tersebut. Namja itu sangat kebingungan, bagaimana tidak, namja itu lagi-lagi selalu melihat antara jam tangannya dengan layar ponselnya, ya namja itu bingung sendiri karena smsnya yang belum dibalas oleh yeojachingunya.

“aisssh. Kenapa kelas ini kok tak selesai-selesai ? apa songsaengnim mata kuliahnya sedang memberi hukuman ya ?” Minho sekali-sekali mengintip keadaan didalam kelas yang sedang ia tunggu kapan berakhirnya kelas itu.

“ini juga, kenapa Suzy sama sekali tak membalas pesanku sih ?” Minho menggaruk kepalanya yang tak gatal dan menatap kesal layar ponselnya.

“oke, mata kuliah hari ini saya akhiri cukup sampai disini, semoga ilmu yang saya ajarkan bermanfaat sekali untuk kalian semua.” Terdengar oleh Minho suara yeoja dari dalam kelas yang akan keluar dari kelas itu. Sepertinya itu suara songsaengnim ? yes, akhirnya selesai juga. Pikir Minho.

“Kau kan yang bernama Kim Hyunmi ?” Minho menyapa seorang yeoja dan sesekali menyamakan wajah yeoja itu dengan foto yang ia bawa.

“Ne” jawab yeoja bernama Hyunmi itu singkat.

“Kau tau aku atau ingat wajahku ?” Minho menunjuk wajahnya sendiri.

“Pernah lihat dan ingat, tapi aku tak tau kau sunbae” yeoja itu melihati setiap lekuk wajah Minho untuk memastikan dengan pertanyaan Minho.

“Kau tau kan kalau oppamu itu mulai besok sampai 3 bulan kedepan akan terbang ke Tokyo ?”

“Ne, aku tau”

“Lalu ?” Minho sepertinya menginginkan jika yeoja itu bertanya ‘lalu kenapa?’.

“Lalu ? Maksudnya ?” Yeoja itu justru tak mengetahui maksud Minho.

“Kau sudah diberitahu sama oppamu tidak kalau aku yang akan menjagamu mulai sekarang sampai 3 bulan kedepan ?” Minho kini agak melototkan matanya pertanda sedang kesal dengan yeoja dihadapannya itu kekeke.

“Lebih baik kita ngobrol sambil jalan saja” yeoja itu mendahului Minho berjalan didepan Minho, sehingga Minho lebih naik darah lagi kekeke.

“Oiya sunbae, aku memang sudah diberitahu oppa, tapi dia tak beritahu aku kalau kau yang ditugaskannya, seharusnya aku bisa semua sendiri, aku tak ingin merepotkan sunbae, aku bukan yeoja manja seperti yeoja lainnya”
“Aniya, kau tak merepotkanku, aku tak ingin dicap sebagai namja pengecut, aku ingin menjalankan amanah dari oppamu itu”

-Intro-musik-GET-DOWN-berbunyi-

“Sebentar Hyunmi-ya” Minho mengambil ponsel disaku celananya lalu mengangkatnya.

“Hello chagiya, waeyo ?”

“Sekarang aku ada waktu kosong, mungkin kita bisa kencan sekarang”

“Seharusnya begitu, tapi kau tau kan kalau aku mendapat amanah dari Kibum hyung untuk menjaga yeoja dongsaengnya mulai hari ini sampai 3 bulan kedepan ?”

“Ah ne, sampai lupa aku, ya sudah chagiya, segera pentingkan amanah orang, kita bisa kencan lain kali, masih banyak waktu kan”

“Jinjjayo ? Tapi kau jangan mengiraku yang tidak-tidak kelak jika aku menjaganya”

“Hehehe, aniya chagiya~ aku tak akan mengiramu seperti itu, kita kan sudah saling janji untuk saling percaya dan tak mengkhianati satu sama lain dimana saja berada”

“Ah ne chagiya, kau benar juga, tapi sungguh kau tak ingin ku jemput ?” Minho kali ini raut wajahnya kembali normal menjadi tersenyum tipis.

“Aniya chagiya, aku tak ingin mengganggu tugasmu untuk menjalankan amanah itu, lagi pula aku sudah dijemput oleh supir, jadi kau tak usah khawatirkan aku, arra ?!!”

“Ne, arraseo”

“Annyeong!!” Suzy langsung memutuskan telfonnya dengan Minho sehingga Minho baru saja mengucapkan ‘ann…’ Tapi kata-katanya terputus.

***

“Kau tak pulang sekarang sunbae sudah mau malam loh?” Ucap yeoja yang bernama Hyunmi itu ketika masuk ke dalam rumahnya dan akan menutup pintu rumahnya.

“Aku juga disuruh oleh oppamu untuk menginap selama 3 bulan kedepan dirumah ini untuk menjagamu”

“Aisssh. Dasar oppaku itu over protective, maafkan oppaku dan aku ya sunbae kalau merepotkanmu, tapi kau sungguh akan menginap dirumah ini ?” Hyunmi mengurungkan niatnya untuk menutup pintu.

“Of course, kalau kau tak ingin merepotkanku, lebih baik kau sekarang bukakan jalan untukku dan membiarkanku tenang diatas sofa”

“Aissh. Dasar kau sunbae!! Tenang saja, aku akan memberimu jalan kekeke” Hyunmi mempersilahkan Minho masuk ke dalam rumahnya.

*

“Hyunmi-ya, apa kau tak lapar dari tadi main piano terus, ini makanlah dulu” Minho menyodorkan sepiring menu dinner kepada Hyunmi yang sedang sibuk bermain piano dan bernyanyi itu.

“Nanggung ini sunbae sebentar lagi” ucap Hyunmi disela-sela permainan pianonya, dan kebetulan pada saat ia bicara itu bertepatan pada waktu piano solo pada permainannya itu.

“Kalau nanggung, makanan ini sudah tak akan terlihat lagi jika kau selesaikan permainan ini sampai selesai” kali ini Minho menggertak, sehingga menghentikan permainan piano Hyunmi. Dan Hyunmi menatap Minho dengan tatapan -apa-hak-mu-sunbae-?-

“Ya, hak ku disini sekarang sama seperti oppamu itu, karena aku akan menjadi oppamu selama 3 bulan, jadi lebih baik kau panggil aku oppa” Minho menjawab seakan bisa membaca tatapan Hyunmi.

“Ya sudah, mana makanannya ?” Pinta Hyunmi dengan tangan hanya 1 tangan yang meminta, sehingga membuat Minho menggernyitkan keningnya.

“Heyhey!! Tak sopan sekali ya kau itu ?!! Kau itu babo atau gimana sih ? Masa nerima sepiring makanan cuman pakai tangan satu, nanti piringnya justru jatuh Hyunmi-ya!!”

“Aisssh. Sunbae! Awalnya aku melihat dirimu itu pendiam, ternyata lama-kelamaan kau sudah seperti Kibum oppa, sunbae…sunbae ckckck”

“Apa kau bilang ?!!” Kali ini Minho agak melotot tapi sepertinya dia hanya bercanda.

“Okeoke sunbae, kita damai, mana makanannya” kali ini Hyunmi telah membawa makanannya.

“Annyeong!!” Hyunmi menghilang dari pandangan Minho, tapi sebelumnya sempat-sempatnya Hyunmi merong ke Minho yang membuat Minho semakin kesal.

“Hey! Awas kau yaa!!” Minho berteriak kesal kepada Hyunmi yang menaiki tangga menuju kamarnya, tapi lagi-lagi Hyunmi merong kepada Minho saat ia menaiki, dan itu semakin membuat Minho geram.

“Aissh. Dasar memang anak kecil” Minho terkekeh sendiri melihat kelakuan Hyunmi yang menurutnya konyol itu sebelum kembali masuk ke kamarnya sendiri.

*****

“Huh!! Sebulan sudah aku jadi penjaga yeoja kecil itu, menjadi penjaganya tak terlalu buruk, anaknya asyik dan nyaman bila dengannya berbeda dengan Suzy…” Kata-kata Minho tertahan ketika ia mengucapkan nama ‘Suzy’.

Sepertinya Mihno teringat akan yeojachingunya itu, bagaimana tidak, selama sebulan ia menjadi penjaga, Suzy sama sekali tak menghubungi atau mengsms Minho, dan sebaliknya, maka dari itu Minho baru sadar akan yeojachingunya itu.

“Bagaimana dengannya, sudah lama ia tak mengabariku, kenapa aku juga tak sadar akan statusnya sebagai yeojachinguku, kenapa dengannya ? Dia sudah tak peduli lagi dengan hubungan ini ?” Minho terus mengecek layar ponselnya yang dari tadi sama sekali tak ada apa-apa.

-Intro-musik-GET-DOWN-berbunyi-

“kuharap kau Suzy-ya” Minho membuka flip ponselnya dengan raut wajah berharap, tapi raut wajah itu cepat berubah ketika melihat nama penelfon itu bukanlah Suzy, melainkan Lee Jinki.

“annyeonghi Minho-ya?”

“Ne Jinki-ya, waeyo ?” Minho menjawabnya dengan nada suntuk.

“kau yang seharusnya kenapa ? nada berbicaramu sekarang tak mengenakkan pendengaranku. Sepertinya kau suntuk, bagaimana kalau kau ikut makan siang denganku, dan sekalian juga ajak dongsaeng Kibum yang kau jaga itu, arra ?!!”

“aissh. Itu bukan urusanmu. Kita makan siang dimana ? kenapa harus kau ajak dia ? dia sepertinya sedang lelah karena tadi malam begadang sampai jam 3 karena harus menyelesaikan tugas mata kuliahnya”

“kita makan siang di Tosokchon Restaurant saja, maka dari itu, katamu dia lelah, lebih baik dia kau ajak, sekalian refreshing, lagi pula tak enak kalau sesama namja makan berdua, nanti dikira namja apaan”

“oh! Ya sudah kalau kau memaksa, aku takutnya dia nanti pingsan ditengah jalan”

“itu takkan terjadi, aku jamin!”

“Jinjjayo ?”

“mm…”

“kita lebih baik langsung ke restaurantnya saja”

“kau yakin ? kau dengannya akan berboncengan ? kau tak takut dia ditengah jalan pingsan, tapi kaunya nanti ngebut ?”

“Ne, aku yakin. Ya iyalah berboncengan, sekarang kalau tak berboncengan kau mau menjemput kita ?”

“mau mau saja” jawaban Jinki kali ini membuat Minho benar-benar kesal.

“aisssh. Dasar kau itu!! Tak usah! Aku tak ingin merepotkanmu”

“halaaa, bilang saja kalau kau ingin berduaan dengannya, kekeke” kali ini perkataan Jinki membuat semburat merah muncul di pipi Minho tapi Minho justru berkata tidak, padahal ia tak menyadari kalau pipinya sudah memerah, pertanda kalau perkataan Jinki itu benar.

“aissh. Kau ingat kan kalau aku sudah punya yeojachingu, lalu kau kan sudah pernah kuceritakan kalau dia hanya kuanggap sebagai dongsaengku saja, dia lucu soalnya”

“oh! Ya sudah, cepat segera  kemari, sebelum lebih panas hawanya”

“mm” Minho langsung memutuskan telfonnya dengan Jinki.

**
Minho menaiki anak tangga rumah Hyunmi dan menuju ke kamar Hyunmi yang dari tadi tertutup.

TOKOTOKTOK

Minho mengetuk pintu kamar Yeon Chan, tapi sama sekali tak ada respon dari Hyunmi. Minho mencoba menunggu beberapa menit. Setelah beberapa menit Minho menunggu, keadaan sama seperti tadi. Minho semakin khawatir dengan Hyunmi, Minho takut jika terjadi apa-apa dengan Hyunmi. Minho takut Hyunmi kenapa-kenapa karena berarti dia tak menjalankan amanat Kibum dengan baik, lalu Mihno takut juga karena Minho sudah terlanjur sayang dengan Hyunmi.

“Hyunmi-ya~?” Kali ini Minho juga bersuara disela-sela ia mengetuk pintu kamar Hyunmi. Tapi tetap saja  sama sekali tak ada respon, kini Minho memberanikan diri untuk langsung membuka pintu. Mwo? Ternyata pintunya tak dikunci. Pikir Minho.

Minho menyembulkan kepalanya masuk dahulu kedalam kamar Hyunmi dan melihat keadaan Hyunmi. Ternyata dari pengelihatan Minho, Minho melihat bahwa Hyunmi matanya sedang terpejam. “Mwo? Kenapa dengannya ? dia ?!!” belum sempat Minho melanjutkan perkataanya, Minho langsung menghampiri Hyunmi untuk memastikan keadaan Hyunmi lebih dekat.

“Ya Tuhan~ betapa damainya ketika aku memandangnya seperti ini.” Gumam Minho yang tak sadarkan diri kalau dia sedang memandangi Hyunmi.

“aissh. Minho-ya! Tujuanmu kesini adalah memastikan keadaannya, bukan memandanginya, lagi pula kau kan sudah punya Suzy, kau sudah janji tak akan mengkhianatinya.” Gumam Minho dalam hati ketika ia baru sadar.

“hoaaam~,  mwo? Sunbae, apa yang kau lakukan disini ?” Hyunmi menguap lalu kaget akan keberadaan Minho dihadapannya.

“aniya, sunbae baru saja datang, kau sudah tertidur dari tadi ?”

“mm…” Hyunmi mengucek matanya. “waeyo sunbae ?” kini Hyunmi sudah bangkit dari posisinya dan duduk.

“apa kau sudah makan ?” Minho kali ini juga ikut duduk dihadapan Hyunmi.

“belum, waeyo ?”

“ayo ikut dengan sunbae” Minho menggandeng tangan Hyunmi sampai sudah keluar dari kamar Hyunmi.

“kemana ?”

“makan siang” Minho masih tetap menggandeng  tangan Hyunmi sambil menuruni anak tangga.

“tak usahlah sunbae, aku sudah biasa kok tak makan siang.” Kini Hyunmi berusaha melepaskan gandengan Minho, tapi sepertinya Minho tetap berusaha keras agar gandengannya tak terlepaskan.

“sudahlah Hyunmi-ya!~ tak usah banyak alasan! Kau mau aku kena marah lagi oleh Oppamu itu ?!!”

“biarakan saja sunbae, itu nanti aku yang urus, sekarang lepaskan aku!!”

“oke.” Minho kini sudah melepaskan gandengannya tepat berada didepan rumah Hyunmi, dan tiba-tiba Minho langsung mencium bibir Hyunmi kilat yang membuat Hyunmi menatap Minho sinis.

“sudah kubilang, turutilah kata-kata sunbae untuk makan siang!! Atau kau mau lagi ?” Minho mengancam Hyunmi dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunmi.

“aissh*t! K-k-kau!! Apa  maksudmu itu ?!!” Hyunmi sepertinya benar-benar marah dengan Minho karena telah menciumnya sembarangan.

“mianheyo, itu hukuman untukmu karena kau tak nurut dengan sunbae, ayo sekarang segera naik.” Minho memerintah dengan posisinya yang sudah siap melajukan motor sportnya itu.

“aisssh. Ada apa denganmu hari ini sunbae ?!! sungguh aneh kau hari ini!! Kau sudah gila!!” Gerutu kecil Hyunmi saat menaiki motor sport Minho masih saja terdengar Minho yang membuatnya terkekeh kecil.

**

Memang Minho sepertinya sudah dibuat gila karena Hyunmi, tak biasanya Minho berkelakuan begitu, pada yeojachingunya sendiri tak pernah ia begitu. Tapi tetap saja kelakuan Minho itu sepertinya tak disadari oleh Minho.

“Jinki-ya, mianheyo kami telat, tadi aku lama ketika mengajaknya ikut makan, sampai-sampai ia tadi kupaksa.” Minho bicara pada Jinki, tapi pandangannya melirik ke Hyunmi, sepertinya ia ingin menyindir Hyunmi yang kini celingak-celinguk tak jelas didalam restaurant.

“Santai saja, aku juga baru saja datang disini, jadi lebih baik kalian duduk dan aturlah nafas kalian yang tersengal-sengal itu, biar aku saja yang memesankan makanan, kau pesan apa Minho-ya ?” Jinki telah bangkit dari posisi duduknya dan siap untuk memesan makanan.

“Aku pesan Samgyetang dan Orange Juice saja.” Jawab Minho, sepertinya Minho menunggu Hyunmi juga menjawab pertanyaan Jinki, buktinya Minho sekarang melirik Hyunmi, tapi Hyunmi tetap masih celingak-celinguk.

“Hyunmi-ya” Jinki mengeraskan suaranya memanggil Hyunmi.

“ah ne sunbae, mianheyo…, aku pesan Doenjang jjigae dan Lychee Juice saja sunbae, gomawoyo sunbae.” Hyunmi menyunggingkan senyumnya lalu langsung kembali celingak-celinguk tak jelas.

Sepertinya Hyunmi canggung berada didekat Minho, karena Minho dari tadi juga masih saja memandangi Hyunmi dengan tersenyum sendiri yang membuat Hyunmi risih.

“sunbae.. sunbae.. bukannya itu yeojachingu sunbae ?!!” Hyunmi menunjuk seorang yeoja yang sedang didatangi seorang namja di meja makannya, dan terlihat juga yeoja itu memeluk mesra namja yang baru saja datang dihadapannya itu dan mengobrol asyik dengan namja itu.

“Mwo ? eodie ?” Minho kini juga ikut celingak-celinguk mencari yeoja yang ditunjuk Hyunmi.

“ituloh sunbae!” Hyunmi  sekali lagi menunjuk yeoja itu dan kini Minho sudah menemukannya.

“Mwo ? Suzy-ya ? siapa namja itu ?” Minho menatap yeoja yang bernama Suzy itu dengan menyipitkan mataya yang sudah sipit itu.

“mwo? Ada apa dengan kalian ?” Jinki yang baru datang membawa makanan itu juga mencari sumber masalah kedua insan dihadapannya itu.

“Taemin-ah ?!!” Ucapan Jinki itu seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya

“kau kenal dengan namja itu Jinki-ya ?” Minho kini menoleh ke Jinki yang telah berekspresi kaget itu.

“ne, dia dongsaengku.” Jawab Jinki.

“ternyata benar selama ini dugaanku tentang hubungannya dengan dongsaengku itu.” Batin Jinki ikut bicara.

“lebih baik aku kesana saja.” Minho kelihatannya sudah marah dengan pemandangan yang ia lihat, sampai-sampai ia ingin menghampiri kedua orang yang berperan dalam pemandangan yang ia lihat itu.

“aniya sunbae, ani!! Kau tak tau persis kan namja itu siapa dan apa hubungannya dengan Suzy sunbae, lebih baik kita perhatikan mereka saja selanjutnya, lagi pula kau kan pernah cerita padaku kalau kalian pernah berjanji untuk tak saling megkhianati, aku yakin perjanjian itu tetap berlaku bagi kalian, dan sama sekali diantara kalian tak ada yang melanggarnya.” Terang Hyunmi yang membuat Minho kembali ke posisi duduknya.

“daripada makanan ini keburu dingin, lebih baik kalian makan dulu makanan ini, baru perhatikan aktivitas mereka.” Jinki sudah mendahului memakan makanan miliknya.

“ah ne sunbae, kau benar juga, biar saja dia memperhatikan mereka sampai makanannya dingin, apa untungnya bagiku ikut memperhatikan mereka.” Hyunmi kini juga ikut-ikutan memakan makanannya.

Mendengar perkataan Hyunmi barusan membuat Minho semakin geram dan mengikuti perkataan Hyunmi agar makanannya dimakan lebih dulu.

“kau tenang saja sunbae, Suzy Sunbae itu yeoja yang baik, aku yakin dia tak seperti yang kau kira, pokoknya kau harus percaya denganku, karena Suzy Sunbae juga sama tanggal lahirnya denganku, jadi kemungkinan kita sama walaupun kita sangat berbeda.” Hyunmi bicara disela-sela aktivitasnya itu, dan perkataannya barusan itu membuat Minho tertahan di aktivitas makannya dan menatap Hyunmi heran dan penuh tanda tanya.

“hey! Tak baik makan sambil bicara, lebih baik kau habiskan dulu saja!” Perintah Minho yang melanjutkan aktivitas makannya. “oiya satu lagi, kau dengannya sama sekali tak mirip sedikipun, kalian berdua sangat berbeda.” Perkataan Minho kali ini membuat Hyunmi mengartikan perkataan itu berbeda dengan yang dimaksud Minho.

Maksud Minho berbeda adalah, Hyunmi itu lebih baik dan asyik jika bersama Minho, dan Minho juga merasa lebih easy going dan nyaman jika bersama Hyunmi, berbeda dengan jika bersama Suzy, pasti yang terjadi adalah kecanggungan satu sama lain, maka dari itu Hyunmi mengartikan maksud Minho itu terbalik. Tapi tetap saja semua pembicaraan yang akhir-akhir ini dilontarkan kepada Hyunmi, Minho menganggapnya ia bicara begitu tak sadar, dan pada akhirnya juga Minho tetap menganggap Suzylah yang terbaik baginya, padahal itu sangat berbeda dengan hati kecil Minho.

***

“gomawoyo sunbae untuk semua hari ini, aku sudah mulai enakan, jeongmal gomawoyo sunbae.” Hyunmi siap melanjutkan langkah kakinya menaiki anak tangga.

“ne, cham jal osyeossseubnida Hyunmi-ya.” Minho menyunggingkan senyum termanisnya kepada Hyunmi.

“oiya satu lagi, kau harus percaya padaku kalau Suzy sunbae tak seperti yang kau perkirakan, aku yakin kalau dia itu typical bukan yeoja pengkhianat, arra ?!!” Lanjut Hyunmi sebelum melanjutkan aktivitas menaiki anak tangganya.

“ne, ne arraseo~.” Kalimat Minho kali ini terdengar pasrah akan perintah Hyunmi.

*****

“Hyunmi-ya~” Minho menoleh kearah Hyunmi yang sibuk memandangi indahnya bintang dimalam hari itu.

“mm…” hanya itulah respon Hyunmi.

“tak terasa ya sudah dua bulan aku menjadi penjagamu, dan itu juga aku berhasil menjadi penjagamu seutuhnya.”

“mm, sunbae.” Lagi-lagi Hyunmi hanya merespon Minho seperti itu.

“sunbae! Kau salah besar, kau belum bisa menjadi penjagaku seutuhnya, kau belum bisa menajalankan amanat Kibum oppa sepenuhnya, kau telah menyakiti hatiku, tapi aku tak punya hak untuk memarahimu jika kau terkadang membelanya, karena aku memang bukan siapa-siapamu, dan aku hanya kau anggap sekedar dongsaengmu saja. Sebenarnya ragaku bisa menerima itu semua, tapi aku tak tau lagi dengan jiwaku, apakah bisa menerima itu atau tidak.” Batin Hyunmi yang sekarang gantian memandang Minho yang sedang menatap indahnya langit malam yang dipenuhi bintang yang bersinar itu.

“mwo? Kenapa denganmu Hyunmi-ya?” Minho tersadar kalau Hyunmi mulai meneteskan air matanya.

“aniya sunbae, aku tak apa-apa, hanya saja mataku tadi tak berkedip, sehingga dinginnya angin malam ini masuk ke mataku.” Ujar Hyunmi berbohong dan mengusap perlahan air matanya, karena memang air mata yang dikeluarkan tak banyak.

“sunbae, bagaimana ? apakah kalian besok jadi berkencan ? kuharap kalian jadi untuk berkencan.”

“ne, doakan saja ya, agar kencan besok berjalan lancar, dan tak ada hambatan.”

“ne, pasti sunbae, kencan kalian besok pasti akan berjalan lancar, karena kurasa tak ada seorangpun yang tak setuju dengan perkencananmu.” Hyunmi hanya tersenyum tipis akan perkataannya sendiri itu.

“gomawoyo Hyunmi-ya~” Tiba-tiba saja Minho memeluk Hyunmi, tapi yang anehnya Hyunmi justru menangis lagi, tak tau kenapa.

“Hyunmi-ya~” Sama sekali tak ada respon dari Hyunmi.

“Hyunmi-ya~” Minho setengah mengguncang-guncangkan tubuh Hyunmi disela-sela mereka pelukan, karena Hyunmi sama sekali tak merespon Minho. Minho semakin khawatir, karena sudah ada tanda, dada Minho mulai sesak dan kepala Minho terasa sangat berat.

“Hyunmi-ya!! Bangun!! Kenapa denganmu ?!!” Kali ini Minho benar-benar khawatir dan ia harus melawan rasa sakitnya, dan segera membawa Hyunmi ke Rumah sakit.

***

“Uisa, bagaimana dengan keadaan dongsaeng saya ini ?”

“Mianheyo sebelumnya, anda ini siapanya ya ? karena yang saya tau Oppa dari Hyunmi bukanlah kau.”

“Mwo? Maksudnya ? memang aku bukan oppanya, aku adalah orang yang dititipkan Oppanya untuk menjaganya dongsaengnya, uisa.”

“Karena saya sudah hafal dengan Oppa dari Hyunmi-sshi, karena mereka sering berobat kesini dengan gejala yang sama seperti sekarang ini.”

“Mwo? Maksud uisa, Hyunmi sering berobat kesini dengan masalah yang seperti sekarang ini ? memangnya Hyunmi menderita penyakit apa uisa ?” Raut wajah Minho semakin berubah dan menunjukkan kalau dirinya sangat khawatir dengan keadaan Hyunmi.

“Ini sungguh penyakit langkah, dan ini bukan kategori penyakit medis, hanya uisa tertentu yang bisa mengdiagnosis penyakit ini, dan penyakit ini tak ada obatnya dan tak mematikan, hanya saja jika penyakit ini kambuh, maka penderita penyakit ini akan  sangat tersiksa merasakannya, tapi penyakit ini juga bisa menyebabkan jantung, penyakit ini kebanyakan menyerang hati seseorang, sehingga hati penderita penyakit ini jika kambuh maka banyak sekali rasa yang tak inginkan itu akan datang dihati penderita penyakit ini.” Penjelasan uisa kali ini sungguh membuat Minho tak kuasa menahan air matanya yang kapan saja bisa tumpah.

“Lalu bagaimana caranya uisa, agar saya bisa mencegah penyakit jantungnya agar tak menyerang dongsaeng saya ini ?”

“ya, kau hanya perlu menjaga baik-baik perasaannya, jangan sampai menyakiti hatinya, dan jangan sampai membuatnya menangis gara-gara rasa sakit yang ia rasakan dihatinya itu.”

“Berarti saya masih bisa mencegah agar penyakit jantung itu tak menyerangnya ya ?” Raut wajah Minho kini sedikit demi sedikit berubah berseri-seri.

“Aniya Minho-sshi, mianheyo, sebenarnya Hyunmi sudah menderita penyakit jantung sejak dulu akibat penyakit aneh ini, karena saya diceritakan langsung oleh Oppanya Hyunmi, kalau dia menderita penyakit aneh ini gara-gara ia terakhir kali melihat namjachingunya meninggal, dia menangis sepuasnya hingga dia jatuh pingsan, dan koma selama sebulan, lalu setelah koma itu, penyakit aneh itu mulai ditemukan di tubuh Hyunmi.” Pernyataan Uisa kali ini benar-benar membuat air mata Minho membanjiri wajahnya.

“Lalu, kira-kira ia bisa siuman kapan Uisa ?” Tanya Minho disela-sela tangisannya itu.

“Kemungkinan seminggu kedepan ia baru bisa sadar, tapi jika ada orang yang bisa menghiburnya saat koma, kemungkinan hari tak sadarnya bisa berkurang menjadi tiga hari mungkin.”

“Maksud Uisa ?” Minho mengusap air matanya kasar.

“Maksud saya, jika ada orang yang menghiburnya dan bisa masuk ke alam bawah sadarnya, maka kemungkinan ia bisa lebih cepat sadar.”

“Apakah saya boleh menjaganya dirumah sakit ?”

“Ne, tentu saja.”

“Daedanhi gamsahabnida, uisa…” Minho membungkuk sekenanya kepada Uisa yang telah memberinya informasi berharga.

**

“Lebih baik aku mengabari Jinki saja.” Minho mengambil ponselnya dan langsung menelfon contact bernama Lee Jinki.
“Annyeonghi Jinki-ya?”

“mwo ? kenapa dengan dirimu ? sepertinya kau sedang ada beban ?”

“ne kau benar, kau bisa datang tidak ke rumah sakit Asan Medical Center sekarang ?”

“mwo? Memangnya ada apa ? siapa yang sakit ?” nada bicara Jinki juga berubah menjadi sangat khawatir.

“ne, yang sakit Hyunmi, tapi lebih baik kau kesini, dan aku akan jelaskan padamu.”

“ah ne, gomawoyo Minho-ya.” Jinki langsung memutuskan telfonnya dengan Minho dan langsung melajukan mobilnya putar balik.

**

“Minho-ya, tolong ceritakan semua, kenapa Hyunmi sampai bisa begini ?” Jinki yang datang tiba-tiba itu mengagetkan Minho disela-sela ia menangis.

“Begini…” Minho menjelaskan panjang lebar semua yang telah dijelaskan Uisa kepada Minho.

*

“Ya Tuhan~, kenapa semua ini harus menimpah Hyunmi ?” Jinki meneteskan air matanya juga dan berharap kalau Tuhan bisa menjawab pertanyaannya, walaupun itu mustahil.

“Minho-ya~ bolehkah aku juga ikut menjaga Hyunmi hari ini saja ?” Jinki sangat memohon kali ini.

“Ne, tentu saja, aku yakin jika ada aku dan kau disisinya, pasti dia bisa lebih cepat siuman dari perkiraan Uisa.” Minho mengusap air matanya dan berusaha untuk semangat dan tersenyum.

“ne” begitu juga dengan Jinki, Jinki juga mengusap air matanya dan mulai tersenyum semangat.

Dua Hari Kemudian…

Only In Dream Ost You Are My Destiny Is Playing Now – Ost This Story Too

“Hyunmi-ya~ kau bahagia tidak ? sekarang ada dua orang yang sangat menyayangimu dan dua orang itu sangat peduli denganmu termasuk aku ?” Minho menggenggam tangan kanan Hyunmi yang belum sadarkan diri itu dan Minho juga mulai meneteskan air matanya.

“Hyunmi-ya~, tolong jawab pertanyaan sunbae Hyunmi-ya ?! kau bahagiakan dengan keberadaan kedua sunbae yang sangat menyayangimu itu kan ?” Minho kini memeluk Hyunmi yang masih terbaring lemah di tempat tidur rumah sakit itu dan terlihat jelas kalau Minho menatap Hyunmi dengan tatapan penuh harapan agar Hyunmi segera sadar.

“sekarang orang yang menyayangimu satunya sedang membelikan makanan untukku sekaligus untukmu ketika sadar, dan kuharap kau bisa memakan makanan itu, dan aku ingin melihat kau menghabiskannya, chagiya~.” Minho mengecup kening Hyunmi disela-sela tangisannya itu.

“Pokoknya kau harus kuat chagiya!~”,”ya Hyunmi-ya~, aku sekarang memanggilmu chagiya, aku sudah sadar, ternyata aku sangat mencintaimu, dan tak ingin kehilanganmu, dan tak akan membiarkan setetes air matamu jatuh tersia-sia, aku sekarang juga sadar kalau dari dulu memang aku sama sekali tak mencintai Suzy, aku hanya terobsesi padanya dulu.” Minho kali ini mengecup punggung tangan kanan Hyunmi.

Alam Bawah Sadar Hyunmi…

“Ne sunbae aku sangat bahagia dengan keberadaan kalian disampingku dan kalian yang sangat menyayangiku, mianheyo sunbae aku hanya membalas pertanyaanmu hanya sampai disini saja, karena sungguh tak mungkin kau mendengarkan jawabanku.”

“tolonglah sunbae, kau jangan meneteskan setetespun air matamu, karena air mata itu juga akan terbuang sia-sia.”

“Ne sunbae, aku akan menghabiskan makanan yang dibelikan Jinki sunbae untukku ketika aku sadar, tapi selagi Tuhan mengizinkanku untuk sadar, aku akan sadar.”

“aniya sunbae!~ jangan kau paksakan dirimu untuk mencintaiku, aku tau kalau kau itu mencintai Suzy sunbae, aku tak ingin hubungan kalian itu berakhir sia-sia, aku tau kau bicara begitu karena kau kasihan denganku kan sunbae ? aku tak ingin dikasihani! Tolonglah sunbae, aku tak ingin melihatmu tak bahagia, aku rela kau bahagia walaupun tak bersamaku.”

Alam Normal…

Tiba-tiba saja Hyunmi mengeluarkan air matanya, padahal ia sedang tak sadarkan diri, tapi kenapa ia sampai menangis dan tangannya mulai bergerak pelan walaupun terkesan reflek, tapi gerakkan itu menyadarkan Minho akan kehadiran Jiwa Hyunmi.

“Chagiya~ kau sudah sadar ?” Minho langsung bangkit dari duduknya dan menatap Hyunmi sejenak dan mengecup keningnya lagi.

Music Was Stopped Now.

“annyeonghi Minho-ya~ ini…” Kata-kata Jinki tergantungkan ketika ia barusan datang karena ia melihat pemandangan yang tak mengenakkan hatinya, wajar saja, karena Jinki juga menyimpan perasaan terhadap Hyunmi.

Sadar akan kedatangan Jinki, Minho langsung melepaskan kecupannya dari keningnya Hyunmi, dan menerima makanan yang telah dibelikan Jinki.

“Gomawoyo Jinki-ya, lebih baik makanan ini kita makan sekarang saja, aku tau pasti Hyunmi tak tega melihat kita kelaparan.” Lagi-lagi Minho meneteskan air matanya.

“Ne, tapi bagaimana ? kalau kita makan, seharusnya Hyunmi juga ikut makan.” Ucapan Jinki kini terlihat sangat berharap agar Hyunmi sadar dan siuman.

**

“SUNBAE~” Hyunmi menggerakkan dan menaikan tangannya yang berusaha melambaikan tangannya kepada kedua namja yang berada disampingnya itu, tapi itu sangat sulit dilakukan oleh Hyunmi.

“sssttt… Hyunmi-ya~ kau mau bicara apa ? kau jangan memaksakannya bila kau masih sakit, letakkan saja tanganmu.” Minho yang sadar akan kehadiran Hyunmi kembali ia langsung bangkit dan membantu aktivitas Hyunmi.

“Jinki-ya! Dia susah sadar!” Jinki yang setengah ngantuk itu langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri Hyunmi yang telah siuman itu.

“Ini lebih baik kau minum ini dulu.” Jinki langsung menyodorkan segelas air mineral ke Hyunmi dan membantu meminumkannya.

-Intro-musik-GET-DOWN-berbunyi-

Tertera nama Suzy di layar ponsel Minho.

“aisssh. dia menghubungiku ? Kenapa baru saja?! tak usah menghubungiku sekalian saja!!” Gerutuan Minho itu membuat ketertarikan Hyunmi sekarang akan percakapan itu, sekalian sama mendengarkan percakapan Minho dengan Suzy.

“Nuguya sunbae ? Suzy Sunbae ?” Pertanyaan Hyunmi membuat Minho sadar jika disini ia sedang bersama Hyunmi.

“Ah ne Hyunmi-ya~ tapi itu tak penting.” Minho langsung menolak telfon dari Suzy tanpa berpikir dulu sebelumnya.

“mwo ? kenapa justru kau matikan ? itu sangat penting bagimu sunbae ?!! kau cintakan dengannya ?!! dia pasti ingin bertemu denganmu, tolong dengarkan perkataanku kali ini sunbae, dia pasti rindu padamu dari sekian lama waktu kalian hilang gara-gara kesibukannya akan tugas kuliahnya itu.” Hyunmi berbicara dengan nada agak memaksa yang membuat Minho tak bisa membantah lagi.

“aniya, itu sudah tak ada gunanya, lagi pula dia juga selingkuh dibelakangku.”

“ne kalau misalnya dia selingkuh, pasti di pertemuan ini ada dua yang akan terjawab, antara Permintaan Maaf atau Berakhirnya hubungan kalian, tolong sunbae kali ini saja, datangilah dia, mungkin kedatangan sunbae kesana akan menjadi penghubung hubungan kalian lagi, atau pengakhir hubungan kalian, pokoknya apa saja hasilnya, kau tetap harus kesana, dan mungkin inilah permintaan terakhirku, jadi tolong kabulkanlah.” Hyunmi tetap bersih keras agar Minho mendatangi Suzy.

“ne, sunbae akan melakukan semua itu demi kau, tapi kau jangan berkata seperti itu, ini bukanlah permintaan terakhirmu, tapi sebentar…” kalimat Minho terputus karena ia sepertinya ingin bicara berdua dengan Jinki karena juga ia mengajak Jinki untuk keluar dari kamar Hyunmi untuk membicarakan sesuatu.

“Waeyo Minho-ya?” Jinki tampak bingung sendiri ketika Minho mengajaknya keluar dari kamar Hyunmi.

“bagaimana menurutmu, apakah aku harus menjalankan permintaannya ? masalahnya aku sudah tak suka dengan Suzy, aku malas bertemu dengannya, kau tau sendirikan kalau aku ini mencintai Hyunmi, jadi keputusan apa yang harus ku ambil ?” Minho nampak gelisah akan keputusan yang akan diambil setelah ini.

“Kau harus bisa berpikir matang-matang untuk memutuskannya, kau harus memilih diantara mereka sesuai dengan kata hati kecilmu, dan jangan sampai kau salah memilih.” Jinki memberikan masukkan, tapi sepertinya Minho menghiraukannya karena sudah terlihat Minho justru berpikir sendiri untuk mengambil keputusannya setelah ini.

“Tapi Jinki-ya, aku takut jika ini memang benar-benar permintaan terakhirnya, kalau begitu aku akan mendatanginya demi Hyunmi.” Minho keburu meninggalkan Jinki saja, padahal Jinki sepertinya ingin memberikan masukkan ke Minho lagi.

“hay Minho-ya!! Apa kau tak berpikir, kelak keputusanmu inilah yang mungkin kelak menjadikan permintaan tadi adalah permintaan terakhir Hyunmi!!” Seru Jinki berteriak, tapi hasilnya nihil, sepertinya Minho sudah terlanjur jauh, dan tak mendengarkan perkataan Jinki sama sekali.

BAAAKK…

Tiba-tiba ada beberapa orang yang memukul Jinki dengan pukulan yang sangat keras, sehingga membuat Jinki lengah, dan disaat Jinki lengah itulah Jinki langsung dibungkam dengan sapu tangan yang sepertinya sudah diberi obat bius, dan seketika itu juga Jinki langsung pingsan dan dibawa disuatu tempat.

“mwo ? kenapa ada keributan didepan kamarku ?” Hyunmi terkadang melihat ke arah pintu berharap akan mengetahui sumber keributan itu, tapi hasilnya nihil, karena pintu itu dari tadi sama sekali tak menunjukkan petunjuk pada Hyunmi.

KLEEEK…

Tiba-tiba saja pintu yang ditunggu-tunggu Hyunmi itu akhirnya terbuka juga dengan perlahan, tapi apa ? ternyata yang masuk ke kamar Hyunmi adalah Yeoja yang sangat familiar dimata Hyunmi, dialah Suzy yang datang senyuman evilnya itu dan sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya itu.

“annyeonghi Hyunmi-ya~ sudah lama kita tak bertemu, bagaimana kabarmu sekarang ? sudah membaik kan ?” Suzy yang dikira Hyunmi adalah orang baik ternyata perkiraan Hyunmi salah, karena pada saat Suzy melontarkan pertanyaan, Suzy juga menyunggingkan senyum liciknya.

“Ne sunbae, aku baik-baik saja.” Jawab Hyunmi yang agak gemetaran, karena ia sudah curiga akan kedatangan Suzy.

“hey!! Kau senang sekarang dengan status hubunganku dengan Minho yang tak membaik ini ??!!” Tiba-tiba saja Suzy berteriak membentak Hyunmi.

“maksud sunbae ?” Hyunmi mulai ketakutan.

“halaaa! Tak usah munafik kau itu!!” Kini Suzy telah mengeluarkan pisaunya yang dari tadi adalah sesuatu yang ia sembunyikan dibalik punggungnya itu.

“itu salah sunbae sendiri! Kalian telah membuat perjanjian agar tak mengkhianati satu sama lain, tapi apa ?!! kau justru mengkhianatinya lebih dulu.” Hyunmi mencoba membela dirinya dengan nada lirih.

“aiissh. Tak usah banyak bicara kau!! Lebih baik kau menghilang saja dari dunia ini!!” Suzy sudah siap siaga untuk menusukkan pisaunya itu di seluruh bagian tubuh Hyunmi.

Dan Tiba-tiba…

DJCROOCKGHTTT…

AUUUUUWW…

Hyunmi mengerang kesakitan

Pisau yang dari tadi sudah siap siaga akan ditusukkan oleh Suzy, akhirnya pisau itu telah tertancap di tubuh Hyunmi, lebih tepatnya lagi telah tertusuk tepat dibagian jantung Hyunmi.

Drrttt Drrttt…

Suzy kaget karena ponselnya yang bergetar itu langsung ia ambil dan sebelumnya ia melihat ke layar ponselnya ternyata tertera contact dari Minho, ketika itu juga, Suzy langsung tersenyum penuh kemenangan dan licik.

“halo Suzy-sshi!! Dimana kau sekarang ?!! aku sudah lama sekali menunggumu, menurutku  kau ingin bertemu denganku, tapi ternyata kau tak datang ditempat biasanya, mianheyo aku sudah perjalanan kembali.”

“sayangnya kau sudah telat Minho-sshi!! Lebih baik sekarang kau cerna baik-baik suara ini…” Suzy mendekatkan ponselnya ke Hyunmi  yang sedang mengerang kesakitan itu.

“AUUWWW…, sakit sekali!!” Hanya erangan itulah yang terdengar diponsel Minho.

“Hyunmi-ya ?! Hyunmi-ya? Ada apa denganmu ?!! HYUNMI-YA!!!!” Minho kini telah berteriak sehingga membuat Hyunmi yang sadar dari erangannya itu.

“annyeonghi sunbae… aku baik-baik saja, kau tak usah khawatirkan aku, terima kasih kau sudah mengabulkan permintaan terakhirku…, kurasa kini aku bisa pulang dengan tenang sunbae. Joh-eun jagbyeol insa, sunbae~ Saranghaeyo Oppa~.” Hyunmi membela-belakan menahan rasa sakitnya yang luar biasa sakitnya itu agar tak mengkhawatirkan Minho dikata-kata untuk terakhir kalinya dengan Minho.

“Hyunmi-ya?! HYUNMI-YAA!!!!!” Minho berteriak histeris ketika mendengarkan kata-kata terakhir Hyunmi sekaligus kata yang terakhir kalinya ia dengar dari mulut Hyunmi.

“jagbyeol insa…” Suzy langsung lompat melalui jendela tanpa berpikir lagi, karena ia sudah ketakutan sendiri akan kondisinya itu, karena disekeliling rumah sakit sudah dikelilingi mobil Polisi.

JEBRAAAK…

Itulah Suzy, ia tak berpikir panjang terlebih dahulu sehingga ia juga mati dengan kondisi yang mengenaskan setelah Hyunmi, ia terjatuh dari lantai 7 gedung rumah sakit Hyunmi dirawat.

“HYUNMI-YAA!!” teriak kedua namja yang masuk kedalam kamar Hyunmi dengan ekspresi ketakutan merekalah Minho dan Jinki yang datang, mereka berdua menangis sepuas-puasnya melihat orang yang sangat mereka sayangi itu hidupnya berakhir sia-sia.

“HYUNMI-YA!! Kenapa kau tega meninggalkanku ? kenapa kau tak ajak aku saja ?!!” Minho berteriak sekencang-kencangnya dengan mengguncang-guncangkan tubuh Hyunmi, berharap agar Hyunmi terbangun, walaupun itu mustahil. “ Kenapa Tuhan!! Dia harus meninggalkanku secepat ini!! Aku tak sanggup kehilangan dirinya Tuhan, lebih baik panggil aku sekarang juga Tuhan~ agar aku bisa bersamanya dan kelak diakhirat aku akan menghadap kepadamu bersama yeoja yang sangat kucintai ini!! Aku rela kau memanggilku dengan cara apapu dan sesakit apapun, yang penting aku bisa pergi bersamanya.” Minho sungguh sudah tak kuat lagi akan kondisinya sekarang.

“sudahlah Minho-ya!! Kau jangan berkata seperti itu!! Perkataanmu itu justru akan membuatnya pulang dengan tak tenang, tolong ikhlaskan saja dia~” Jinki berusaha menghibur Minho, walaupun dirinya sendiri juga sangat terpukul akan kenyataan ini, tapi ia masih berusaha untuk menerima semua kenyataan ini.

Rest In Peace

Kim Hyunmi

October 10, 1995 – September 10, 2013

*****

“chagiya~ sungguh selama setahun kau telah meninggalkanku, aku setiap hari mengunjungimu, kau selalu indah dan cantik setiap saat sampai sekarang dengan taburan bunga-bunga yang menghiasimu indah, dan fotomu yang tertera kini masih cantik seperti dulu kau aslinya, disini sekarang aku tak sendirian, aku bersama Oppamu, Kibum hyung dan chinguku Jinki, sebelumnya oppamu itu memakiku karena aku tak bisa menjagamu dengan baik hingga menjadi seperti ini, jeongmal mianheyo chagiya~ sarahnghaeyo~.” Diakhir kalimatnya itu Minho mencium batu nisan tepat diatas foto Kim Hyunmi yang tertera diatas batu nisan itu.

*****

Kita harus bisa berpikir matang-matang untuk memutuskannya, kita harus memilih diantara mereka sesuai dengan kata hati kecil kita, dan jangan sampai kita salah memilih, walaupun pilihan itu adalah sebenarnya permintaan orang yang kita sayangi dan cintai, tapi jika permintaan itu tak sesuai dengan kata hati kecil kita, janganlah kita turuti itu atau kita akan menyesal selamanya.

~~THE END~~

Credit Song : Please, Don’t Go – SHINee

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

8 thoughts on “I Failed Become Your Guard Completely”

  1. Jadi karena penyakit itu mengapa dulu Kibum selalu berpesan pada Minho agar menjaga hati Hyunmi. Suzy sadis di sini. Hyunmi meninggal di tangan Suzy.
    Nice story.

  2. Sesama namja kan nggak apa2 makan berduaan. Muahahaha. XD

    Ceritanya bagus tapi sayangnya masih banyak typo dan bahasanya membingungkan. FF selanjutnya diedit lagi ya.

    Gyaaaa! Aku suka banget waktu Suzy menikam Hyunmi. Jantungku juga ikut ngilu. But I like it. Darahnya kok nggak muncrat? Kan warnanya bagus. #Jongkisangtaekumat

    Tetap berkarya ya. 😀

  3. ending yang sulit ditebak~
    rapet banget antar paragraf, kalimatnya juga saling tumpuk — jadi bingung bacanya.
    Tapi ceritanya kereen, Suzy kejam, tapi akhirnya mati juga 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s