The Letter [Chronicles Sad ver, Not Cyber Love=Not LDR]

The Letter [Chronicles, Not Cyber Love=Not LDR]

(Sad Ending)

Fiuhh.. smpailah kita di klimaks yg sebenarnya. Disini akan ada banyak flashback tanpa warning, jd harap bacaa perlahan tp pasti biar bs nemuin dmn bagian flashbacknya itu. Knp flashback?? Hohoho.. krn inti semuanya kan ada di 5 thn yg lalu, trus knp akhirnya malah kyk Not Cyber Love=Not LDR itu semua ada alasannya, dan itupun akan di-flashback disini. Jd, harap tidak pusing, aku udh bikin sebaik mungkin diksi yg bkin kalian bs baca dgn baik kok ^^

Happy reading! ^^

Author : Ji I-el

Main Cast : Lee Taemin, Athena Efrinne (it’s Taemints time) ^^

Support Cast : Lee Taesun (anggap aja kembarannya Taemin), Karrie Hang, Allichia Putri, Kim Hana

Length : One Shot

Genre : Tragic Romance

Rating : PG-15

Summary : “Sudah kuduga, akhirnya pasti seperti ini” kataku sambil meremas ujung-ujung kertas surat yang kubaca.

 

***Ji I-el

***Author POV***

“Aduh, kenapa jalanan ini harus macet sih?” Athena mengeluhkan jalan menuju rumah sakit yang begitu macet karena ada kecelakaan di depan sana.

Akhirnya, Athena memilih untuk turun dari taksi itu dan berlari dari trotoar menuju rumah sakit, tempatnya bekerja yang jaraknya tinggal beberapa meter lagi. Padahal dia ingin sekali cepat sampai ke rumah sakit, segera berlari ke kamar Taemin dan mungkin akan memeluknya begitu dia melihat Taemin. Tapi, langkah larinya terlalu lambat.

Begitu sampai di depan rumah sakit, Athena segera berlari masuk ke dalam, menerobos pintu-pintu besar yang terbuat dari kaca itu, dan sesegera mungkin menekan tombol lift. Begitu sampai di lantai yang menjadi tujuannya, Athena segera berlari menyusuri lorong bangsal dan berhenti di depan pintu sebuah kamar yang terasa sunyi. Dengan ragu, dia memutar knop pintu dan mendorong pintunya hingga terbuka dan terlihatlah sosok seorang yeoja berambut lurus, hitam, panjang, tengah menatap ke arah luar jendela.

Athena masih terdiam dengan keadaan kamar yang semula ada seseorang yang masih terbaring di atas ranjangnya, kini telah kosong, rapi, dan bersih. Tidak ada tanda-tanda bekas diduduki sama sekali dan tampaknya kamar itu sudah kosong sejak lama. Tak lama, sosok yeoja itu memutar arah tubuhnya.

“Oh eonni, kau sudah datang rupanya.” sapa yeoja itu ketika melihat Athena berdiri termangu dengan tatapan kosong ke arah ranjang di belakang gadis itu, “longtime no see.” katanya sekali lagi.

** Clouds El Moon **

Sementara itu, di lapangan parkir, ketika Athena sibuk berlari, menerobos sekitarnya, dan tidak lagi memperhatikan sekelilingnya. Ada seorang Taemin yang memperhatikannya dengan tatapan sendu. Ia mungkin tahu untuk apa Athena berlari hingga terengah-engah seperti itu, tapi tubuhnya seakan kaku.

Hyung, itu Athena noona, kan? Sudah sana temui dia. Kebetulan kita kan masih disini.” usul Taesun yang langsung disambung dengan gelengan kepala Taemin.

Ani. Kalau aku nanti menghampirinya, dia akan semakin tidak rela melepasku. Biarkanlah aku pergi dari kehidupannya tanpa perlu bertemu dengannya, lagipula aku sudah menitipkan surat pada Karrie, kan?”

Taesun mengangguk tanda mengerti, “tapi bukannya lebih baik kalau kau bicara langsung padanya?”

“Kau salah, Taesun. Aku, aku tidak akan tega mengatakan apa yang ingin aku katakan karena dia pasti akan menangis, dan jika aku melihat air matanya itu, aku malah semakin tidak ingin meninggalkannya dan malah akan merubah apa yang telah aku putuskan kemarin.”

“Ya sudah kalau begitu, ayo kita berangkat ke bandara. Pesawat kita menunggu.”

Seraya mengikuti Taesun masuk ke dalam mobil, Taemin kembali mengeluarkan suaranya, “kau tahu Taesun, sebenarnya tadi pagi aku mengajaknya melihat sunshine hanya untuk alibiku saja. Tujuanku bertemu dengannya tadi pagi hanya untuk mengembalikan cinta miliknya yang selalu aku simpan dalam hatiku.”

Mendengar kata-kata yang terucap dari mulut Taemin itu, remuklah hati Taesun karena alasan Taemin tidak memaksakan cintanya yang mendalam pada Athena adalah dirinya. Taesun pun menghidupkan mesin mobil dan melajukannya menuju Incheon untuk menemui pesawat yang akan membawa kehidupan mereka dari Korea. Tempat dimana penuh kenangan bersama Athena, mulai sejak mereka saling kenal, sampai akhirnya harus mengucapkan kata pisah.

** Clouds El Moon **

Di sisi lain, Athena menyadari apa yang sebenarnya terjadi di dalam ruangan itu. Pelupuk matanya sudah penuh dengan air mata yang siap jatuh kapan saja jika dia menunduk atau mengedip. Sosok yang tadi berada dekat jendela yang mengarah ke luar itu melangkah perlahan ke arah Athena. Semakin dekat gadis itu, tubuh Athena semakin lemas dan segera ambruk tanpa komando.

Eonni.” panggil gadis itu panik.

Athena mencengkram pundak gadis itu, “Taemin.. Taemin sudah pergi, Karrie?” gadis yang dipanggil Karrie itu mengangguk lemah, seakan tak ingin membuat suasana hati Athena semakin rapuh.

Eonni, ini ada surat untukmu.” Karrie segera menyerahkan surat berwarna biru itu dan Athena mengambilnya dengan tangan yang bergetar.

Athena segera membuka keempat sisi kertas yang terlipat menjadi amplop itu dan mulai membacanya. Baris per baris dari surat itu, membuat butir demi butir air kembali menumpuk di sudut kelopak matanya. Merasa tak sanggup melanjutkannya, Athena menarik napas dalam seraya memandang Karrie yang ternyata sejak tadi menatapnya dengan tangisan juga. Mereka sama-sama menangis dan akhirnya berpelukan.

Eonni, ini semua karena aku dan Taesun. Maafkan kami. Maaf karena kami, kalian tidak bisa bersama seperti mimpi eonni dulu. Maaf kami terlalu egois.” kata-kata Karrie itu membuat Athena tak sanggup lagi menahan isakannya.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

***Taemin POV***

Sekarang Athena pasti sedang membaca suratnya. Dia pasti sedang menangis sekarang. Ada gejolak rasa ingin kembali lagi ke tempat Athena mungkin sedang mengambil serpihan luka hatinya. Aku ingin membantu memungutnya dan membantu memperbaiki lukanya jika aku bisa, tapi aku tidak bisa. Sekuat apapun keinginanku, aku tidak mungkin mengorbankan kembaran dan adik perempuanku sendiri. Andai waktu itu aku bisa mengatakan ‘tidak’ pada appa, mungkin tidak begini jadinya.

Lima tahun yang lalu, tepat bulan Desember aku dan Athena resmi menjalin hubungan selayaknya pasangan kekasih yang bisa saling menatap, bisa pergi jalan-jalan bersama tanpa jarak. Jujur, hari itu pertama kalinya ada yeoja yang begitu membutuhkan kehadiranku dan hal itu membuatku merasa begitu berarti.

Kami memulai hari pertama kami sebagai pasangan dengan obrolan yang ringan dan hangat, belum sampai kepada topik pribadi yang lebih dalam. Kami hanya saling ejek, saling puji, dan saling menunjukan sifat asli kami masing-masing. Aku baru menyadari bahwa di dunia ini ada juga seseorang yang memiliki sifat yang tidak sesuai dengan umurnya. Dia lebih tua tapi kekanakan, namun aku tahu dia itu rapuh, maka aku yang kuat ini sebisa mungkin akan selalu ada untuknya, menahannya ketika hampir jatuh.

Hari itu, semakin aku mengetahui betapa manjanya dia, aku semakin menumpuk perasaan cintaku ini dan memutuskan hari itu juga bahwa dia akan jadi yang pertama dan terakhir di hatiku. Aku sisihkan tempat dihatiku seiring obrolan kami. Bukan hanya separuh, tapi seluruhnya. Ketika itu, dia bilang bahwa angin yang menerpa tubuhnya membuat paru-parunya sakit dan dia menangis karena rasa sakit itu.

My ashtma was coming back, too. So hard in my chest.’ keluhnya dan aku bisa mengerti rasanya.

Oh my God. Take care, it’s too cold. Use always your jacket. Now, take some hot water
take your piece of clothes or anything else and put into the hot water and put it in your chest.

I can’t move on from my bed.. Just laying on bed and crying.’ Aku mulai panik karena itu berarti rasanya benar-benar sakit.

Don’t be cry. I am always there with you.’

Ne?! Okay, i’ll stop crying but, still sick. Can’t breath.’

I will give you half of my heart then you can breath and half of it to love you.’

It means you give all of your heart?’ aku tersenyum melihat balasannya. Ya, dia tidak salah. Dia sangat benar. Aku sudah memutuskan untuk memberikan seluruh cintaku padanya.

Of course.’ Sekali lagi aku tersenyum dan memang dia yang bisa memberikanku senyum seperti ini. Dan bodohnya, aku baru menyadarinya hari itu.

Tak lama appa pulang dari kantor. Aku mengetahuinya begitu dia membuka pintu kamarku tanpa mengetuk pintunya lebih dahulu. Kebiasaan buruk. Tapi, beruntung dia tidak mendapatiku sedang online dengan ponselku.

‘Taemin.’ panggilnya dengan nada serius sambil melonggarkan dasi yang dia kenakan.

Ne, appa.’

‘Kamu sedang belajar?’ aku menjawabnya dengan gelengan walaupun aku sedang memegang buku bacaanku saat senggang, ‘kalau begitu appa tunggu di bawah.’ Selesai berkata demikian, sosoknya melenggang pergi.

Aku mengernyitkan dahiku saat itu, bingung dengan apa yang akan appa bicarakan. Ini pasti bukan masalah perusahaan karena hal itu jelas-jelas terlalu cepat bagiku. Aku melangkah gontai menuruni tangga, mengikutinya dari belakang. Sesampainya di anak tangga terbawah, aku kaget ketika melihat Taesun, eomma dan adik perempuanku sudah duduk di sana. Berarti mereka menungguku. Aku melihat wajah eomma yang tampak asing. Eomma bahkan tidak pernah menunjukan wajah sedih di depan anak-anaknya sendiri, tapi kenapa eomma malah beraut muka yang sulit aku telisik maknanya seperti itu? Apa perusahaan bangkrut? Atau ada hal lain yang aneh? Aku tidak bisa menebak dengan jelas waktu itu. Aku hanya bisa menangkap rasa sedih dari tatapan Taesun padaku.

‘Jadi, ada apa?’ kataku memulai pembicaraan. Appa tampak membenarkan posisi duduknya.

‘Jadi begini. Taemin masih ingat dengan Kim ssi yang tender perusahaannya appa ambil alih?’ aku mengangguk. Aku selalu ingat dengan orang-orang baik yang membantu perusahaan almarhum appa kandungku. Waktu itu dia memberikan beberapa saham dan tendernya demi membuat perusahaan appa tetap bertahan, ‘dan kamu masih ingat anak perempuannya?’

‘Hana eonni.’ sahut adik perempuanku tanpa memindahkan matanya dari komik milik Taesun. Tunggu. Ada apa dengan dia, apa hubungannya dengan Hana?

Appa telah menjodohkan kamu dengan Hana.’

‘Menjodohkan? Tunggu, aku dijodohkan?!!!’ gila. Kenapa hari yang terasa sempurna bagiku ini dirusak oleh keputusan sepihak dari laki-laki yang bahkan tidak berhak sama sekali dengan hidupku atau siapapun di rumah ini?

‘Sabar, sayang. Biar eomma yang menjelaskannya. Appa hanya mau membalas kebaikan keluarga Kim pada kita. Jadi, appa memutuskan untuk menjodohkan salah satu dari kamu dan Taesun dengan Hana, anak tunggal keluarga Kim itu.’ mendengar penjelasan eomma dengan wajah pasrah seperti itu membuatku ingin menangis, tapi aku tidak bisa. Tidak boleh, lebih tepatnya. ‘Dan karena kamu yang paling tua, appa memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan Hana.’

Taesun memandangku prihatin. Tiba-tiba appa berjalan mendekati Taesun dan merogoh sesuatu dari saku celananya, ‘kalau kamu tidak menuruti perintah saya, maka saudara kembarmu dan adik kecilmu ini akan saya lukai.’ Pisau lipat. Andwae!! Pisau itu bisa melukai siapa pun. Dia segera menarik tangan Star sambil tetap mengunci tubuh Taesun dengan pisau yang tertodong di lehernya. Eomma menangis keras, menarik tangan appa yang sambil berlutut memohon agar appa tidak melukai Taesun dan Star.

Aku memegang kepalaku kuat-kuat. Aku tidak mungkin melakukan perlawanan saat ada yang disandera olehnya. Tidak bisa. Appa memang pintar, dia tahu bahwa aku bahkan tidak takut pisau menusuk tubuhku sekalipun, jika sudah berkelahi. Dia tahu dengan tepat bahwa titik kelemahanku ada pada orang-orang yang kucintai.

Aku tarik napas panjang dan menghembuskannya dengan gusar, ‘Oke. Aku terima perjodohannya.’ ancamannya melonggar.

‘Taemin, apa kau gila?!! Biarkan saja dia mengancam, dia tidak akan berani.’ Taesun salah. Appa kami yang baru ini kejam, dia tidak akan puas sebelum apa yang diinginkannya ada dalam genggaman tangannya.

‘Tapi, jangan pernah berharap lebih dari itu. Dan asal anda tahu, saya, Lee Taemin, tidak akan pernah mencintai yeoja manapun yang bukan saya pilih. Sekarang lepaskan Taesun dan Star!!! ANDA PUAS SEKARANG JUNG SSI!!!!!’ bentakku mengaung seisi rumah.

Aku membantu eomma berdiri. Aku tidak suka melihatnya tampak lemah di depan ayah tiriku itu, ‘Eomma, berdirilah. Jangan menangis lagi. Sekarang eomma istirahatlah. Taemin tidak apa-apa.’

Aku berjalan gontai ke kamarku. Tak menyadari bahwa eomma juga mengikutiku ke kamar. Aku melemparkan tubuhku begitu saja ke ranjang sambil menatap langit-langit, aku teringat dengan Athena. Aku sudah terlanjur memberikan seluruh hatiku padanya, dan pasti sekarang dia sudah menyimpannya baik-baik. Aku tidak mungkin mengambilnya lagi, tapi aku juga tidak mau membuatnya tumbuh bersama dengan waktu karena aku sadar bahwa pasti ada saat dimana aku harus meninggalkannya, sama seperti Athena yang semula hatinya masih kosong, belum terisi olehku. Aku tidak bilang akan mencintai Hana, tapi jika perjodohan ini terus berlanjut aku tidak mungkin tetap meninggalkan harapan pada Athena untuk jadi milikku di masa depan.

Aku memandang kelu kepada eomma yang mencoba duduk di sampingku, di atas ranjangku. Eomma membelai rambutku perlahan, dan spontan aku memeluk pinggangnya. Kebiasaanku jika aku sedih tanpa perlu menangis.

Eomma yakin ada alasan kenapa kamu murung seperti ini. Iya, kan?’ kata eomma sambil tetap mengelus rambutku. Aku melepaskan pelukanku dan menatap lurus ke depan.

Ani.’ kataku sambil menggeleng, ‘coba eomma pikir. Siapa yang tidak akan murung, jika tiba-tiba hari indahnya dirusak oleh kabar seperti tadi?’

Eomma masih membelai lembut rambutku, ‘kamu pikir eomma tidak mengerti ya? Taemin itu bukan Taesun yang akan murung atau cemberut jika ada sesuatu yang tidak dia sukai terjadi padanya. Walaupun eomma jarang mengobrol dengan kamu seperti apa yang eomma lakukan bersama Taesun dan Star, eomma tahu persis perbedaan anak kembar eomma. Seorang Taemin hanya akan menunjukkan wajah datar ketika menanggapi apapun yang terjadi. Baik itu hal yang Taemin sukai, ataupun tidak.’

‘Yah, mungkin Taemin yang sekarang sudah berubah.’

Eomma menepuk pundakku, ‘justru karena perubahan itulah yang membuat eomma yakin ada yang kamu sembunyikan. Hal yang membuat kamu berubah inilah yang ingin eomma tahu. Kamu tahu, tanpa kamu sadari, akhir-akhir ini kamu dan Taesun begitu akrab dan bisa masuk dalam topik obrolan tertentu. Apa ada sesuatu di dunia cyber sana?’ eomma menunjuk ponselku.

Aku bukanlah namja yang pandai mendustai eomma ku sendiri. Akhirnya aku mengangguk dan anggukan itu membuat eomma menatapku serius.

‘Ya, di dunia cyber  sana ada seseorang yang membuatku berubah seperti ini. Tepat hari ini aku sudah memiliki seorang seorang yeojachingu. Namanya Athena Efrinne. Bukankah itu nama yang indah, eomma?’ aku melihat eomma mengangguk setuju. ‘dia lebih tua dua tahun dariku, tapi sifatnya sungguh menggemaskan. Dia adalah sosok yang membuat kita bisa merindukannya amat sangat. Kalau kami sedang ngobrol, aku selalu tersenyum sendiri karena membayangkan dia mengetik balasan untukku sambil mempraktekan seperti apa yang dituliskan. Kalau dia ngambek, aku membayangkan kalau dia mengetiknya sambil memanyunkan bibirnya. Dan eomma tahu, hari ini aku memutuskan untuk memilikinya selamanya. Aku bahkan sudah memberikan seluruh cintaku padanya, dan..’

‘Dan kau tidak mungkin meninggalkannya.’ sambung eomma yang segera kujawab dengan anggukan. Beliau mengelusku lagi, ‘Taemin pernah membayangkan tidak. Seandainya pun hari ini tidak pernah ada, apa kalian masih tetap bisa bersama? Tadi, Taemin sendiri kan yang bilang kalau dia lebih tua. Apa kamu pikir orangtuanya akan setuju? Apa kamu pikir appa akan setuju?’

‘Kenapa aku harus meminta persetujuannya? Dia bahkan tidak berhak akan hidupku. Eomma tahu, kau terlihat begitu menyedihkan saat bersamanya. Aku tidak habis pikir kenapa eomma bisa mengganti Lee appa dengan pria yang jauh bertolak belakang kepribadiannya.’

Eomma memandang nanar padaku, ‘setidaknya dia adalah appa mu sekarang. Apapun keputusannya, hormatilah itu sebagai keputusan seorang pemimpin rumah tangga ini. Kamu tahu, kenapa eomma menikahinya? Setidaknya eomma masih punya alasan bahwa dia mencintai eomma dengan tulus, walaupun dia masih belum bisa melupakan mantan istrinya yang meninggal sebelum sempat memberikan anak untuknya. Dia begitu possessive karena ambisiusnya menjadi kepala rumah tangga yang dapat dia atur. Dan eomma masih bertahan, karena cinta eomma yang juga tulus padanya, dan eomma akan menunggunya sampai dia hanya melihat eomma sebagai satu-satunya wanita dalam hidupnya.’

Aku terharu mendengar perkataan eomma, ‘Mianhae, bukan maksud Taemin untuk..’

Gwaenchanayo. Paling tidak, kamu jangan seperti dia. Eomma takut apa yang eomma rasakan akan terulang pada Hana.’ Eomma beranjak pergi dari kamarku dan di depan pintu beliau berpapasan dengan Taesun.

Setelah memeluk eomma, dia segera berhambur ke tempat tidurku dan duduk mendekatiku yang masih diam di ranjang.

‘Ehh, hyung. Kau itu gila, ya? Apa kau tidak memikirkan perasaan Athena noona?’

Aku menjitak kepalanya, ‘kau pikir aku bodoh? Otakku tidak sedangkal itu.’

Taesun mengusap kepalanya, ‘ishh kau ini. Kalau kau memang punya otak, kenapa kau tidak menolak tadi?’

‘Dan membiarkan pisau itu mengiris pembuluh darahmu dan kau mati kehabisan darah? Begitu? Sudah ku bilang otakku tidak sedangkal itu.’

‘Tapi seharusnya kau bilang kalau kau punya kekasih.’

‘Iya, dan appa akan menutup semua akses komunikasi kita dengan dunia luar dan kita pergi dari kehidupan yeoja kita masing-masing tanpa secuil pun kabar, lalu membiarkan mereka hidup dengan menunggu, dan merutuki hidup mereka dan juga kehadiran kita dalam kehidupan mereka yang hanya akan dianggap menghancurkan perasaan mereka. Begitu maksudmu?’ Taesun terdiam. Lidahnya kelu, tak dapat menjawab apa-apa lagi.

‘Ta-tapi, hyung.’

‘Paling tidak aku sudah memilih langkah yang tepat sebagai anak tertua di keluarga ini.’ Taesun memandangiku dengan tatapan yang sulit ku artikan, ‘sudah sana kembali ke kamarmu! Tidur yang baik, besok kita masih sekolah. Biar urusanku dengan Athena, aku saja yang memikirkannya.’

** Clouds El Moon **

Aku lihat Taesun masih fokus menyetir mobil. Kepalaku berputar ke kanan dan ke kiri, seakan aku tidak akan pernah kembali lagi ke negara ini. Tapi, sepertinya memang akan seperti itu jika Athena masih ada di negara ini. Aku tidak ingin dia melihat wajahku, setelah aku meninggalkannya dengan cara seperti ini. Seandainya aku pergi dari hidupnya karena aku meninggal, mungkin ceritanya akan lain.

Ada hal yang menahanku untuk kembali pada Athena. Ya, Hana yang melakukannya. Tiba-tiba aku teringat janjiku pada Hana. Saat itu Taesun masih melaksanakan tugasnya untuk memeriksa, apakah Athena baik-baik saja atau tidak.

Ketika aku memastikan bahwa Athena sudah masuk ke dalam ruangan perawat di rumah sakit kemarin dan memutuskan untuk kembali masuk ke dalam ruanganku. Aku terbayang sosok Hana yang tiba-tiba menghampiriku sambil memandang pilu padaku.

‘A-ada apa?’

‘Taemin oppa~’ panggilnya lirih. Dan saat itu aku bisa melihat bekas air matanya, ‘Oppa, aku tahu sekarang apa yang membuatmu selalu mengacuhkanku, apapun yang aku lakukan atau aku berikan kau tidak pernah peduli.’

Mwo?

Oppa, dia itu yeoja yang ada dalam wallpaper ponsel oppa, kan? Yeoja yang akun facebooknya selalu oppa lihat walaupun ada aku yang sedang duduk di samping oppa?’ dia mulai menangis, ‘dia juga kan yeoja yang jadi alasan oppa menolak pertunangan kita lima tahun yang lalu sampai oppa harus bertengkar dengan appa? Dia juga kan yeoja yang sudah mengambil seluruh cinta yang oppa miliki sampai tidak ada sedikitpun yang tersisa bagiku?’

‘Ha-hana..’ ketika itu aku menggenggam tiang penyangga infusku kuat-kuat. Aku tidak bisa melihat seseorang menangis karena aku.

Oppa, kalau memang dia yeoja yang aku sebutkan tadi, tidak bisakah oppa melirik sedikit padaku, tunanganmu ini sejak lima tahun yang lalu? Tidak bisakah kau berpaling padaku yang sebentar lagi akan menjadi istrimu? Tidak bisakah kau mencintaiku dan membiarkan yeoja itu terbang bebas untuk meninggalkan semua cintamu padanya?’

Aku mengelus punggungnya, aku tahu dia butuh ketenangan.

Gomawo, oppa.’

Cheomaneyo¸ Hana-ah.

Oppa, belajarlah menerima kehadiranku dan mencintaiku. Kumohon.’ mendengarnya berkata seperti itu, aku teringat dengan kata-kata eomma dulu.

Masih dengan merengkuhnya, aku mengangguk, ‘ne, aku akan belajar mencintaimu. Tapi aku harap kau bisa bersabar karena masih ada yang harus aku lakukan. Aku masih harus mengembalikan semua cinta Athena ke dalam hatinya lagi, lalu mencoba membuat hatiku terbiasa tanpa dirinya. Izinkan aku membuatnya bahagia untuk terakhir kalinya, baru setelah itu, aku akan belajar mencintaimu.’ Hana menangis lepas setelah mendengar janjiku.

Aku rasa memang hal ini yang harus terjadi, hidup itu pilihan dan aku harus memilih antara dua pilihan yang ada di hadapanku. Dan aku memilih untuk memberi Athena kesempatan berbahagia dengan orang lain, seseorang yang sebenarnya sudah menunggu Athena sejak dulu tapi tertahan oleh keberadaan aku dihatinya. Walau tampaknya itu akan menjadi hal tersulit bagi hidupku.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

***Athena POV***

Aku tengah duduk di bangku taman rumah sakit. Karrie memapahku ke tempat ini, setelah aku memintanya untuk mengantarku. Sinar mentari sudah tidak lagi menyengat, dan udara yang berhembus pun sedikit membuatku rileks.

Aku tatap selembar kertas yang sudah kubaca sebagian isinya. Aku hanya mengambil jeda dari  isakanku, menunggunya reda baru aku akan membacanya lagi. Singkat cerita, Taemin menitipkan surat yang berisi alasan kenapa dia harus meninggalkanku. Aku mencoba menerimanya, walau sebenarnya beberapa saat yang lalu aku menolak apapun alasan yang ingin Taemin jelaskan padaku melalui surat ini.

Lalu aku membuka lagi lipatan surat yang mulai tampak lusuh itu. Aku mencari bagian terakhir yang aku baca tadi. Ahh.. ini dia bagian terakhir yang aku baca.

Athena, tadi pagi, aku mengajakmu melihat sunshine kan? Sebenarnya aku melakukan itu untuk mengembalikan semua perasaanmu yang lama aku simpan dalam hatiku, agar kau bisa memberikannya pada orang lain. Athena, sejujurnya kau adalah satu-satunya wanita yang tak akan pernah bisa aku lupakan. Walaupun nanti pada akhirnya aku akan hidup dengan yeoja lain dan tulus mencintainya, aku akan tetap menyediakan separuh ruangan di hatiku untukmu. Kau masih ingat, dulu aku pernah mengatakan bahwa aku akan memberikan sebagian dari hatiku agar kau bisa bernapas dan separuhnya lagi untuk mencintaimu? Aku sudah mengembalikan cintamu padaku tanpa membuang rasa cintaku. Separuh hatiku akan tetap ada untuk mencintaimu. Dengan begitu, kali ini kau harus mencari napas yang baru untuk hidupmu dan sekarang kau sudah bisa memberikan seluruh cintamu untuk orang lain. Aku memang bukan hidupmu, tapi aku lah laki-laki yang tak akan pernah behenti mencintaimu. Jadi, carilah kehidupanmu sendiri dan cintailah dirinya seperti aku mencintaimu. Arra?

 

With half of my heart,

 

Lee Taemin.

Aku terisak, “Sudah kuduga, akhirnya pasti seperti ini” kataku sambil meremas ujung-ujung kertas surat yang kubaca.

Aku sudah cukup hancur selama dua hari ini. Di hari pertama akhirnya aku bertemu Taemin, aku menemukannya dengan keadaan sakit, dan bersama yeoja yang setia menemaninya sampai hari ini. Dan bodohnya aku, sampai beberapa detik yang lalu, Taemin dan aku masih menjalani hubungan pacaran. Tak pernah ada kata putus dan keinginan untuk melakukannya, walau aku tahu dari awal bahwa Taemin sudah memilliki kehidupannya sendiri. Dan kenapa aku sanggup bertahan sampai begini lama?

Ketika Taesun menemuiku kemarin, dan akhirnya aku meninggalkannya, aku berpikir ulang. Aku tahu Taemin masih mencintaiku, tapi bisakah aku terus menyimpan cintanya padahal dia sudah resmi bersama orang lain? Bagaimanapun juga, aku hanya akan jadi pengganggu diantara mereka. Bukankah sudah seharusnya aku membiarkan benih-benih cinta tumbuh diantara mereka. Aku sudah dewasa, lebih dewasa dari mereka semua, jadi masihkah baik jika aku lanjutkan keegoisanku?

Akhirnya, aku kembali keluar dari nursing station dan aku mendapati Taesun masih berdiri dan bersandar pada dinding. Dia terhenyak.

‘Ada apa lagi, noona? Apa ada yang tertinggal?’ aku menggeleng, ‘lalu, kenapa kau tidak jadi masuk ke dalam?’ tanya Taesun dengan wajah yang kebingungan.

Aku berhambur memeluknya, ‘Taesun, beri noona kekuatan. Beri noona kekuatan untuk melakukan apa yang sudah lama aku pikirkan.’

Taesun melonggarkan pelukanku dan memegang bahuku, ‘memangnya apa yang akan noona lakukan?’

Aku tersenyum simpul seakan yakin dengan apa yang akan aku lakukan, ‘aku. Aku ingin mengambil seluruh cintaku yang dibawa oleh Taemin selama ini agar aku bisa memberikannya pada orang lain. Lagipula aku sudah bertemu Taemin kan tadi, bukankah permintaanku pada kalian itu hanya ingin bertemu? Sekarang, semuanya sudah terwujud. Nanti malam aku akan menemuinya sebagai Athena, meminta perasaan yang telah dia bawa, lalu membiarkannya belajar mencintai Hana.’

Noo-noona.’ saat itu Taesun hanya termangu memandangku. Merasa tidak percaya, dia menanyakan keseriusanku, ‘a-apa kau yakin, noona? Bukankah kau ingin hidup bersama hyung- ku?’ aku mengangguk lalu menggelengkan kepalaku seakan plin-plan.

‘Iya, tapi itu dulu. Saat aku masih berumur 17 tahun, masa-masa paling labil dari seorang remaja yang hanya menuntut keinginan egonya terpenuhi di masa datang. Tapi, sekarang kita sama-sama telah dewasa, sekalipun keinginan itu masih ada sampai sekarang, paling tidak aku tidak boleh lagi memaksa egoku. Dan bukankah akan lebih baik jika Taemin bisa mencintai yeoja yang dengan setia berada di sampingnya, walau Taemin tak pernah memandangnya sedikitpun?’

‘Hhh kalau memang itu mau noona, apa aku bisa memaksa? Tidak kan?! Jadi, aku akan dukung apapun itu.’ Taesun menepuk pundakku, ‘Lalu, setelah itu apa yang akan noona lakukan?’

‘Aku? Seperti kalian, aku akan menjalani kehidupanku yang baru. Dan tampaknya aku harus beradaptasi kembali.’ Taesun memelukku dan seketika itu juga aku merasa dia memberi sebagian dari kekuatannya padaku untuk menghadapi malam nanti, ‘sudah ya, aku masih harus bekerja. Sampai bertemu lagi dikehidupan selanjutnya.’

Taesun tersenyum dan melambaikan tangannya padaku, ‘ya, aku harap di kehidupan setelah ini kita bisa bertemu lagi.’

Mengingat semua percakapanku dengan Taesun kemarin membuat aku seakan menyesal dengan keputusanku karena sekarang aku malah semakin merindukan Taemin. Aku tahu, sekarang dia pasti sudah sangat jauh dari Seoul, atau mungkin sangat jauh dari Korea, berhubung sudah 2 jam berlalu setelah Karrie izin padaku untuk menyusul mereka.

Karrie tidak memberitahukan kemana mereka akan pindah, dan aku juga tidak menanyakannya karena aku percaya pada takdir. Setidaknya jika memang kami tidak lagi dipertemukan pada kehidupan yang sekarang, aku harap masih ada kehidupan selanjutnya bagi kami. Dan jika kesempatan itu ada, aku harap kami akan dipersatukan seperti apa yang aku harapkan di kehidupanku yang sekarang.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

 

The End of The Letter [Chronicles, Not Cyber Love=Not LDR]

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

After Story of The Letter…

 

***Athena POV***

Air menetes pelan. Dengan sebelah tanganku, aku melipat lagi surat yang Taemin berikan padaku dan segera ku kantongi. Aku tidak ingin hal terakhir yang Taemin berikan padaku hancur begitu saja, tidak separuh hatinya, tidak juga selembar surat biru ini.

Di depan sana, air hujan makin deras, tapi kenapa hanya sedikit dari bagian yang aku duduki tidak terkena tetesan sama sekali. Aku baru tahu kalau ada hujan yang hanya turun di sekelilingmu tanpa membuatmu kebasahan. Merasa ada yang janggal, aku menengadah dan ternyata sebuah payung beninglah yang melindungiku sejak tadi.

Aku menoleh kepada si pemilik tangan yang memegangi payung tersebut dan aku tersentak tak karuan, “do-dokter Choi.” Betapa terkejutnya aku karena ternyata tangan itu adalah milik dokter Choi, yang menangani bagian UGD.

“Ternyata kau mengenali diriku ya, Athena. Aku pikir kau bahkan tidak mengingatku sama sekali.”

“Tentu aku mengenali semua staff pekerja di rumah sakit ini.” tanggapku sambil mengernyitkan dahi.

Tiba-tiba dokter Choi mengisi kursi kosong di sampingku, “bukan itu. Aku tidak memintamu mengingatku sama sekali sebagai staff di rumah sakit ini, tapi memintamu mengingatku sebagai Choi Minho. Kau ingat?” aku menggeleng cepat.

“Memangnya kau siapa?” tanyaku tak kalah bingungnya dibandingkan dengan sesaat tadi.

Dia mengusap puncak kepalaku, “ahaha.. babo. Kau bahkan bisa melupakan namja yang kau tinggalkan demi pacaran dengan Lee Taemin, si pasien tetap rumah sakit ini sejak lama? Aigo, kau ini lucu sekali. Cintamu padanya benar-benar membuatmu buta dan sekaligus membuatku iri pada salah satu pasien yang pernah kutangani itu” Dia menyengir. Tampak manis bagiku.

Aku memutar otakku, mencari memoriku yang tersembunyi di balik cerita tentang Taemin, “astaga!!! Kau, kau kah Choi Minho yang dulu pernah tinggal di Malaysia itu? Choi Minho yang berpacaran denganku sebelum aku pacaran dengan Taemin?” dia mengangguk.

“Kau tahu, waktu itu aku begitu terpukul ketika aku tahu kau telah mengganti relationship status di akun facebookmu menjadi in relationship with Lee Taemin. Aku marah padamu, tapi dua tahun belakangan ini, setelah lulus kuliah, aku kembali teringat padamu dan mencarimu di Indonesia. Aku mencari akses untuk bekerja disana sambil mencarimu. Tapi, setelah menemukan kampusmu, ternyata kau sudah lulus padahal jika aku hitung, seharusnya masih tersisa waktu satu tahun lagi untuk mendapat gelar sarjanamu, kan? Dan begitu aku tahu dimana kau bekerja, tak lama kemudian aku mendapat kabar bahwa kau pindah ke Seoul.”

Aku terperangah mendengar penjelasannya, “jadi, kau mencariku?”

“Ya, aku mencarimu. Dan tepatnya setengah tahun yang lalu aku tahu kau bekerja disini, aku melamar kerja disini, diterima, dan sering mengikutimu. Tapi, aku takut untuk mengatakan padamu bahwa aku masih mencintaimu. Tidak ada yang berubah dengan perasaanku padamu setelah apa yang kau lakukan. Kau tahu, bukan hanya aku yang sering mengikutimu, Lee Taemin juga. Dia dan kembarannya itu selalu mengikuti seluruh aktivitasmu, mengetahui itu aku semakin tidak berani untuk menunjukan diriku padamu sebagai Choi Minho.”

Aku tersenyum simpul sambil menatap rerumputan basah yang berbau khas, “sekarang, kau sudah berani menemuiku sebagai Choi Minho. Begitu?”

Dia mengangguk, “ya, setelah Lee Taemin akhirnya pergi dari hidupmu dan mengembalikan semua milikmu yang selama ini dia bawa, aku berani menemuimu sebagai Choi Minho yang masih mencintaimu. Sekarang, izinkan aku menjadi bagian dari kehidupanmu. Kita mulai semuanya dari awal, sebelum kehadiran Taemin dan Taesun dalam kehidupan kita yang hampir sempurna dulu. Mau, kan?”

Aku hanya diam, tidak merespon, lalu dia menangguhkan daguku sehingga mataku sepenuhnya menatap padanya, “aku tidak peduli kalau ciuman pertamamu bukan untukku, asalkan kau bersedia menjadi yang terakhir dalam hidupmu, itu sudah lebih dari cukup.”

Ingin rasanya aku menangis lagi, tapi dia menahan tangisanku dengan mengecup bibirku, “Mi-Minho~” panggilku lirih karena kaget dengan apa yang dia lakukan barusan.

Ne?” jawabnya lembut, “mianhae. Mianhae karena aku terlalu lancang, tapi aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa aku tidak peduli bagaimana perasaanmu padaku saat ini. Aku akan menunggu sampai akhirnya kau memandangku sebagai satu-satunya namja dalam kehidupanmu.

“Minho..” aku tidak bisa menahan lagi. Kenapa semuanya berjalan semaunya dan tiba-tiba? Tanpa aba-aba. Baru selesai masalah dengan Taemin, sekarang sudah ada Minho yang datang kembali dalam kehidupanku secara ajaib, “Minho, tapi aku tidak bisa berjanji bahwa semuanya akan berlangsung mudah.”

Dia mengelus rambutku, “aku tahu. Kan tadi aku sudah bilang bahwa aku akan menunggumu. Dan selama proses yang kau butuhkan untuk terbiasa tanpa Taemin, aku akan menggunakan waktu yang ada itu untuk membuatmu hanya melihat padaku seutuhnya.”

Dan akhirnya di balik kesedihan, selalu ada kebahagiaan tak terduga yang saling berkaitan dengan perasaan sedih yang kita alami. Manusia tidak luput dari sedih di masa-masa terberatnya, tapi akan begitu mengucap syukur atas kesedihan yang dialaminya tersebut. Kesedihan yang ada adalah pelajaran berharga bagi kita untuk menghargai seluruh kebahagiaan yang lalu dan menunggu kebahagiaan yang akan datang. Jadi, jalanilah hidup apa adanya, sesuai dengan yang telah tertulis dalam kitab kehidupan kita masing-masing. Selalu ada pelangi sehabis hujan, selalu ada jalan bagi ketersesatan, dan selalu ada kebahagiaan di balik akhir yang sedih.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

The End of After Story..

 

Yeii… selesai sudah deh sad endingnya. Ekeke…

Aku ga tega juga kalau cuma berhenti sampai Athena duduk kehujanan aja, jadi ada sedikit tambahan untuk cerita sad ending ini ^^

Gapapa ya, kalo habis bikin kalian nangis, ehh malah jd senyum” ^^

Aku ngeselin ya?? Ahaha.. emang😀

Ayo deh di comment di comment soalnya Comment like oxygen dan cara kamu berkomunikasi dengan authornya ^^

Selamat menunggu happy endingnya^^

Ji I-el

©2011 SF3SI, Ji I-El.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

43 thoughts on “The Letter [Chronicles Sad ver, Not Cyber Love=Not LDR]

  1. Ahhhh,, baguslahhh,, gx dapet Taemin tapi dapet Minhooooo,, aku juga mauu,, gx dapet Jjong malah dapetnyaaa Key,wkwkwkwkw

    Gx senyesek yg part Kemarin,, cz udd jaga2 klo ini bakalan sad ending,, cuma kaget banget sama Afternya,,, tiba-tiba Minho muncullll,,,wuaha,, Kerennn,,,

    gx sabar nunggu Happy end nya,,hahahaha

    1. Ahaha,, kamu mah curang ya udh nyiapin diri buat ga termakan sedihnya di part ini😦
      Tp gak papa, lbh baik diantisipasi ^^
      Hohoho…
      Umm iya ya kaget? Ahahaha.. aku yg bikin aja jg kaget kok ^^
      Thanks for ur comment ^^

  2. jiaaahhhh taemin pergi di gntiin minho mw donk,,,,
    daebak,, walaupun sempat nyesek baca pas awal”x setidakx q bisa sedikit tersenyum dengan endingx,,,
    prokkk prokk prokkk authour daebak,,,
    di tunggu karya ” selanjutx
    :))

    1. Iya, digantiin sma Minho😛
      Kekeke…
      Fiuhh syukurlah klo km jg bs nikmatin (?) kesedihan di bagian awalnya ^^
      Tunggu aja yg happy ending ^^
      Thanks for ur comment ^^

  3. ahh…eonnie, aku nyesek bacanya.
    hah…eon, sayang bgt Taemin harus pergi.
    kasihan Athena kasihan juga Taemin. Athena udah seneng2 bisa ketemu Taemin lagi.
    tapi. Taemin nya harus pergi.
    aku gak kuat baca surat-nya Taemin. ahhh….
    Aku gak rela kalau Taemin sama Hana! (emang siapa lo?! kenapa jadi lo yang gak rela?!) hehhehehe
    kira2 Taemin bakal sama athena gak yah di happy endingnya?
    aku bener2 kesel sama Appa tirinya Taemin. huh, coba gak ada perjodohan itu.
    pasti Taemin udah bahagia sama Athena
    wuih, ada Minho di klimaksnya.
    daebak eon! di tunggu part happy ending nya😀

    1. Ummm klo blh jujur, aku yg bkin aja jg kesel sma karakter appa tirinya Taemin. Seenaknya aja ngatur hidup org =.=
      Umm.. mau tau selanjutnya? Yah, ditunggu aja ya, tp mngkin ga dlm wktu dekat ini ^^
      Kkkekeke.. ^^

  4. aq terharu… *lap airmata*
    oh choi minho *___* mempesona…

    ad dua org yg sdg mnunggu… hana n minho… mnunggu org yg dicintai utk hnya mmndgnya sj..

    hiks hiks..
    mengharukan…
    daebak
    author jjang

    1. Umm iya, emg trkadang kan kita perlu menunggu smpe org yg kita cintai membalas perasaan kita jg ^^🙂
      Smpai skrng aku msh mnyesali knp ya kok kisah cinta Taemin dan Athena hrs trpisahkan pdhl kurang apa tuh mrk brdua saling nunggu smpe 5 thn. Ya gak sih? (loh, kok malah aku yg sewot??) =.=

      Keke..
      Thanks for ur raise on me🙂
      Thanks for ur comment, too ^^

        1. ahaha.. baru tau ya klo aku aneh??😄
          keke.. tp anehnya kadang doang kok😛
          Onew klo melongo jelek, jd jangan ajak” dia ikutan melongok (apaan sih =.=)

  5. wahhh….awalnya nyesek banget waktu baca surat dari taemin D’:
    tapi bagus deh, akhirnya athena (hampir) berhasil dapet cowok lain😄
    mana cowoknya minho lagi, jadi ga sedih-sedih amat sih ditinggal taemin :p hghg
    yah daebak for this ff!!

  6. Banjirrr T_T

    Part ini sedih banget, tapi melegakan. Atleast semua berjalan lancar, walau tersendat-sendat pada awalnya. Perpisahan mereka unyu maksimal, tapi sedih :’ tapi syukurlah, Athena kembali bersama dokter Choi itu lagi, ahaha

    Aku jarang loh nemuin ff cast yang kayak gini. Maksudnya Taemin-Yeoja-Minho. Biasanya 2min jadi kakak adik, temen, atau apalah yang mutualisme ._. Keren~

    Sekali lagi, ff ini sedih, tapi melegakan juga. aaaaaa daebak! ^^

    1. Aduh aduh aduhh..
      -nyari ember-
      Kekeke..
      Iya jg sih ya agak macet tuh perjalanan mrk ^^
      Tp, emg bagus jg sih klo pada akhirnya mrk bs nemuin hidupnya masing”

      Umm.. iya juga ya, jarang bgt 2min itu berebutan yeoja, ahaha.. aku baru nyadar loh ^^

      Iya, makasih atas comment yg membangun ini
      -bow-

  7. ahhh authoorr
    seperti biasa, feelnya dapet bangeeet
    huwaaa… ckckckck
    ngenesss…
    tinggal nunggu yang cerita happy nya yaa…
    meski dari awal udah tau sad end, karna author, telah memberitahu, tapi ngak nyangka, bisa sesesak ini, dan… bolehkah aku copas, kata2 terakhirmu, dengan tetap menaruh nama dan link ff ini di akun Fb ku ??
    heheh ..aku menunggu balasan mu .. ^^

    aiiiisssh ngak nyangka ternyata ada si minho, ahahah aku kira dia bakal sendiri kalo taemin pergi ..
    huwaaa appanya kejam !!!
    kalo aku punya appa kaya gitu, udah ku ajak kabur semuanya !!
    ayoo authoorr… hwaiting buat feel di ff happy end nya… ^^

    1. Kekeke…
      iya tinggal nunggu cerita yg happy-nya deh ^^
      umm tp agak lama ya krn aku sibuk kuliah, jdwalnya lbh padet dibanding wkt SMA bbrp bln yg lalu =.=
      Umm wah aku senang bgt klo tau bs bikin feel sedihnya walau udh aku ksh tau ^^
      Aku aja nangis sndiri pas baca FF nya ^^
      Umm iya, boleh kok km copas, tp hrs ada creditnya ya? Soalnya aku sndiri muter otak dulu nyari kata itu ^^

      Iya, aku kasian sma Athena klo dia sndirian, jd aku kasih aja tuh Minho-nya Ji Hyerin buat Athena => baca Half Married😛

      Thanks for ur comment ^^

  8. Aku iri tuh sama Athena=3= nggak ada Taemin, Minho pun jadi! wahahahahahaha~ #plak

    Pas selesai baca ini, langsung muter lagu galau-,,- aah perasaanku terombang ambing bagaikan ombak…*eaaa sok banget saya-_-*

    Keren, keren, kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeen XDDD

    1. Eh??
      keke.. iya, ga dpt Taemin malah dpt Minho ^^
      Kekeke.. ^^
      Umm.. ahaha.. emgnya naik kapal jadinya terombang-ambing?
      hehe…
      Thanks for ur comment ^^

  9. wuah…
    minho jadi stalker!!
    artinya cinta bgt nih ma athena~

    sebenernya ngga rela ngeliat taemin pergi dari kehidupan athena,
    tpi, emang ini yg terbaik buat mereka berdua…
    suka bgt ama kalimat penutupnya~
    daebak!!

    ditunggu versi happy endingnya y~

    1. Huwehehehe…
      Iya, Minho stalker, tp klo stalkernya kyk dia mah siapa jg yg bakal nolak. Iya kan? ^^

      Umm iya sama, aku yg bkin lbh ga rela lagi pas aku bikin akhirnya Taemin pergi😥 -sobs-
      Ehh? knp dr atas smpe bawah slalu menitikberatkan (??) pada kata” penutupnya ya? Huweleh welehh.. -geleng”-
      Brrti emg hsil putar otakku ga sia” ^^
      keke..

      Ok, ditunggu aja ya
      Thanks for ur comment ^^

  10. Nyesek, padahal uda ngarep Tarmin sama si Athea tapi malah kayak gini

    Tapi ga papa deh ada bang minho yang nemenin Athena. Minho kamu baek banget.

    Oh iya suka ceritanya thor, sayangnya uda tamat lain kali di baca lagi ah dari awal.

    Tragic love story, i love it🙂

    1. Ehh?? kekeke ^^
      Namanya juga sad ending, ya hrs bs bikin nyesek lah😛
      Umm iya ceritanya udh tamat, tp kan msh ada yg happy ending, so ditunggu ajalah
      Thanks for ur comment ^^

  11. Waaah brarti disini semuanya impas dong, Taem yg nungguin Hana dan Athena dtungguin Minho. Smpat sedih pas baca surat yg dr Taemin. Tp tak apa stidaknya di akhir cerita ada Minho.

    Two thumbs up buat author, aku mau lanjutin baca yg Happy Ending deh🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s