Fall’in Of You

Title    : Falli’n Of You

Author    : ReeneReenePott

Maincast : Choi Minho and YOU

Genre    : Romance, Fluff, Life

Rating    : PG 17

Length    : Oneshoot

A/N : HIYAAAAA APAAN INI?? #pletakkkbakbukduarcessssshh SEHARUSNYA AKU COMEBACK DENGAN FF YANG LEBIH BAIK!! ASTAGA… *nangis dipojokan* Oke, semua ini bukan salahku, karena semuanya bermula dari… dia… *nunjuk2 minho* dan.. castnya  YOU again!! Heheh.. *males mikirin cast*

YANG BELOM CUKUP UMUR!!! MUNDUR!!!!!! AUTHOR SENTIL NANTI!! XDD

Your POV

“Tidak, itu sama sekali tidak cocok,” kataku untuk kesekian kalinya saat memasangkan topi di atas kepalanya. Banyak macam topi yang sudah kucobakan kepadanya, namun tak ada satupun yang cocok.

“Eotthokke?” tanyanya sambil memakai topi kupluk warna hijau tentara. Aku memandangnya sejenak, lalu tersenyum lebar.

“Cocok!” seruku dan segera membayar topi itu. Kini ia makin terlihat aneh. Hoodie, kacamata, ditambah topi pula? Gubrakkk… Tapi biarlah. Ini juga demi keselamatannya, heheh..

“Jadi penyamaranku diubah lagi?” tanyanya kalem. Aku mengangguk.

“Ne, mengingat kau memiliki banyak fans yang sering mengincarmu setiap saat, jadi apa salahnya?” balasku. Ia hanya mengangguk mengerti. “Kkaja, kita pulang,”

__

Pikiran apa yang pertama kali melintas di pikiran kalian saat melihatku? Aku anak kuliahan. Tapi bukan, aku sudah lebih tua daripada itu. Aku adalah seorang manager, sekaligus seorang designer. Bukan manager sebuah perusahaan, tapi aku adalah manager seorang model sekaligus aktor, bernama Choi Minho.

Lalu apa yang ada dalam bayangan kalian begitu mendengar nama Choi Minho? Yep, namja tinggi, tampan, multitalented, serta memiliki budi pekerti yang bagus. Benar, kalian tepat sekali. Dia memang namja yang sempurna. Aku sering menemaninya siaran di radio, saat pemotretan, ataupun di lokasi syuting. Seperti sekarang.

Aku kembali menatap sosok Minho di balik kaca siaran. Selalu berkharisma, karena itulah ia memiliki banyak fans. Kini siaran telah usai, ia menutupnya dengan memberi senyuman kepada semua kru. Khas sekali.

“Kau menunggu lama?” tanyanya yang membuat keningku berkerut. Ya, kami memang seumur, karena itu hanya saling memanggil nama atau berbicara informal satu sama lain.

“Untuk apa bertanya seperti itu? Harusnya aku yang bertanya, kenapa siarannya cepat sekali,”

“Memangnya kau ingin aku siaran disana selama 2 jam penuh?” katanya asal yang membuatku terkekeh.

“Sekarang kita ke lokasi pemotretanmu, coordi eonni sudah mulai bersiap dari tadi. Kkaja,”

“Ne,”

Akrab ya? Ya, memang. Ia ramah dan baik. Sopan pula. Dan aku sering berada di dekatnya. Wajar saja kalau jantungku sering berdebar tak karuan karenanya. Apa yang tadi kubilang? Berdebar? Astaga, aku seharusnya tidak mengatakan itu! Lupakan, lupakan.

Author POV

Kau terus berjalan di belakang Minho, sambil menenteng tas di tangan kirimu serta tanganmu yang lain sibuk mengutak-atik ponsel, menyocokkan agenda yang sering kau tulis di kalender ponsel.

“Hei… Kenapa berjalan sejauh itu? Kkaja,” tiba-tiba Minho menarik tanganmu mendekat, dan mempercepat langkahnya. Kau terkesima sesaat, namun langsung menyadarkan diri kembali. Jantung di dadamu berdegup begitu keras, hingga mampu merobek rongga dadamu.

“Err.. Minho, aku bisa jalan sendiri,” katamu sambil melepaskan genggaman tangan Minho dari tanganmu.

“Hanya saja jangan sampai telat ya,” balasnya lalu memasukkan kedua tangannya ke saku dan kembali berjalan.
Kau memandangi punggungnya terus. Berbagai perasaan berkecamuk di dalam pikiranmu. Di satu sisi, kau senang karena ia menyentuhmu. Namun di sisi lainnya kau khawatir kalau sampai ketahuan media akan menjadi gosip tak sedap.

Sedangkan di sisi yang lainnya lagi, kau hanya ingin bekerja secara profesional, tanpa melibatkan urusan perasaan.
Namun apakah kau akan terus seperti ini? Memandangi punggungnya dalam diam, menjauh ketika ia menyentuhmu, meski kau berbicara sangat akrab dengannya. Kau tidak begitu yakin dengan perasaan yang kau rasakan, namun gambaran itu jelas membuatmu takut.

Takut kau akan mencintainya, hal yang seharusnya tidak terjadi antara seorang manager dan bawahan.

“Hei, kenapa bengong? Ayo masuk,” serunya yang tengah membuka pintu mobil. Tersentak, kau segera berlari menghampirinya dan ikut masuk ke dalam mobil.

Yang pasti, kau harus segera menghilangkan perasaan itu bila kau ingin terus berkarier dan menghidupi hidupmu.

__

Pemotretan itu terasa begitu lama. Kau tidak melakukan apa-apa hanya menunggui Minho yang sejak tadi sibuk dengan para coordi dan kameramen. Hanya secangkir kopi yang tengah kau pegang yang selalu setia menemanimu. Dengan desahan keras, kau berusaha merilekskan otot lehermu yang hampir kram karena terus memperhatikan aktivitas Minho.

“Capek, ya?” sebuah suara berat terdengar ketika matamu sedang terpejam menikmati tanganmu yang memijit pelan tengkukmu. Kau tersentak, lalu menatap Minho.

“Hah? Sama sekali tidak. Aku tidak melakukan apapun selama di sini, bagaimana aku bisa capek?” sahutmu sedikit guguo karena Minho yang terus memperhatikanmu.

“Hehehe. Gomawo,” katanya lagi, yang dengan suksesnya membuat jantungmu berdebar 2, ah tidak, 5 kali lebih keras.

“Untuk apa?”

“Kau mau menemaniku,” katanya lagi sambil tersenyum. Astaga, senyum itu…

“Ne, itu sudah tugasku,” katamu, berusaha bersikap datar.

“Aku harus kembali,” katanya lagi sambil bersiap beranjak meninggalkanmu. Kau hanya membalasnya dengan senyuman dan mengangguk.

“Hubungan antara artis dengan manager yang baik, eh?” salah  seorang coordi menyeletuk jahil. Kau menoleh cepat, lalu meringis.

“Dia sudah seperti chinguku sendiri,”

Tanpa kau ketahui, seseorang yang sedang dishoot itu beberapa kali mencuri pandang ke arahmu, dan di setiap ia memperhatikan sosokmu, sebuah senyuman selalu terlukis di bibirnya.

__

View days later…

Kau menatap tak percaya ke atas tabloid yang sedang kau pegang. Berbagai macam pikiran hinggap di otakmu, dimulai dari kapan terjadinya kejadian ini, bermula dari mana, bagaimana bisa, bagaimana mereka melakukannya, dan satu hal yang dengan sengaja kau pelihara agar air matamu tak langsung menetes.

Apakah yang kau baca ini benar? Terpampang dengan jelas di tabloid itu, ‘Model Choi Minho berkencan dengan penyanyi Hyuna’. Entah kenapa, hatimu langsung tegores pedih. Kau sama sekali tak mengharapkan persaan ini, namun kenapa kau merasa sakit?

Klekk…

Pintu terbuka dan kau menoleh ke arah itu, berharap ada seseorang yang datang, dan seseorang itu adalah orang yang kau harapkan. Matamu melebar, tentu saja. Kau memang membutuhkan penjelasan darinya.

“Kau serius dengan ini?” tanyamu to the point. Orang yag ada di hadapanmu hanya menatap kosong ke atas meja, lalu mengangguk. Kau mendesah keras.

“Ya, aku rasa ini saatnya aku mengungkapkan ini,” sahutnya datar. Kau menatapnya dalam sejenak, tanpa terasa sebuah kalimat mengalir lancar dari bibirmu.

“Kau mencintainya?” tanyamu yang membuatnya gantian menatapmu. Ketika ia hendak membuka mulutnya, kau mengalihkan pandangan. “Baiklah. Aku akan mengusahakan jumpa pers kepada direktur untukmu,”

Harusnya kau menyadarinya sejak dulu. Perasaanmu padanya terlarang. Bukan hanya terlarang, namun bertepuk sebelah tangan pula. Hatimu terasa perih walau kau mencoba untuk menghiraukan rasa sakit itu.
Kau beranjak dari tempat itu, mengambil tas coklat yan terselempang di atas kursi, melangkah pergi tanpa menghiraukan tatapan aneh di belakangmu. Tatapan sendu itu terus mengikutimu, bahkan setelah kau menutup pintu.

__

“Annyeong,” sapamu ramah kepada yeoja yang kini melongok ke dalam mobil yang sedang bersiap untuk kau kendarai. Ya, siapa lagi kalau bukan Hyuna. Yeoja itu ikut tersenyum, sungguh, senyumnya sangat manis.

“Kita mau berkencan. Tapi kita juga butuh bodyguard. Kau mau ya?” kata Minho memohon padamu. Astaga, apakah otaknya sudah terbentur?

“Mwo?” sahutmu kaget. Minho terus memandangmu dengan tatapan memelas.

“Jebal…” melihat puppy eyes Minho yang menurutmu terlihat menjijikkan, kau mengibas-ngibaskan tanganmu kesal sambil mengangguk.

“Ya, ya, ya sudahlah. Cepat masuk! Banyak netizen berkeliaran,” serumu dan mereka berduapun memauski mobil dengan cepat. Setelah semua pintu dan jendela tertutup kau langsung menginjak gas dalam-dalam, membuat mobil itu melesat jauh.

“Gomawo,” kata Minho sambil memandangmu. Kau tak melihatnya, karena pikiranmu fokus dengan jalan di depanmu.

“Ne. Kalian mau kemana?”

“Aku ingin ke restoran Itali yang ada di utara Namsan,” celetuk Hyuna. Kau mengangguk dan mengambil jalur kanan, sementara Minho melirikmu dengan tatapan yang sulit diartikan.

__

“Hyuna-yah, kalau ada apa-apa, telpon aku,” katamu berusaha seriang mungkin, yang dibalas dengan senyuman dari Hyuna.

“Ne, eonni. Gamsahamnida,”

“Loh, kok malah Hyuna sih yang kau lindungi?” protes Minho. Kau menoleh menatapnya sambil nyengir.

“Karena dia perempuan,”

“Bah, ternyata kau kini mengutamakan gender, ya?” sahut Minho lagi. Kau meliriknya sinis.

“Kau laki-laki, dan pasti bisa menjaga diri. Malu kalau harus dijaga oleh seorang wanita,” sahutmu agak dingin. Menyadari aura dingin itu, Minho langsung membungkam mulutnya. “Aku pergi,”

“Mau kemana, eonni?” tanya Hyuna sedikit tidak rela. Kau tersenyum lagi padanya.

“Hei, sudahlah kalian makan siang saja dengan tenang. Aku tak mau menjadi obat nyamuk di sini, arasseo?” balasmu sambil berbalik pergi. Ya, kau memang harus pergi, bila tidak ingin terkena asma bila selalu memandang pasangan itu.

Berdekatan dengan mereka sebentar saja sudah membuatmu sulit bernapas, bagaimana kalau mengahbiskan waktu makan siang yang notabene bisa 1 jam? Bisa-bisa mati kehabisan napas.

Kau terduduk beberapa meter jauhnya dari pasangan itu. Kini dihadapanmu hanya ada secangkir cappucinno, sementara game yang ada di I-padmu bisa mengusir kebosananmu di sana. Ya, kau menjadi kekanakan karena masih memainkan game Plants V.S Zombie itu. Tapi situasilah yang membuatmu menjadi seperti itu.

__

“Gamsahamnida eonni, penyamaran yang kau sarankan benar-benar mujarab,” Hyuna berkata kepadamu sambil tersenyum manis. Mereka berdua baru saja dari Lotte World, dan dengan bantuanmu, menyamar hingga tak seorangpun mengenali mereka. Kau membalasnya dengan tersenyum tipis.

“Cheonmaneyo. Sekali-sekali terlibat dalam kencan orang juga tak masalah,” sahutmu sekenanya. Pandanganmu beralih ke Minho yang sedari tadi tak mengeluarkan suara apapun. “Ingat ya, hari ini kau sudah bersenang-senang. Besok jadwalmu menumpuk, jadi jaga staminamu,”

“Kau cerewet,” sahutnya yang membuatmu mendengus kesal. Lalu pandanganmu kembali ke arah Hyunna dan kembali tersenyum.

“Annyeong!” katamu sambil melambaikan tangan dan melangkah meninggalkan flat Hyuna. Namun langkahmu terhenti ketika tak terdengar langkah siapapun kecuali langkahmu. Alias kau sendirian yang melangkah. “Kau mau menginap bersamanya, Minho? Baiklah, aku tak akan mengganggu,”

“Heisshhh…” dengus Minho kesal sambil ikut menjejeri langkahmu. Kau hanya tersenyum puas sambil memainkan kunci mobil di tanganmu.

Your POV

View weeks later…

“Aku ke toilet ya,” kataku sambil beranjak meninggalkan meja, diiringi dengan tatapan bingung dari Minho. Sungguh, walaupun percakapan makan siang ini sangat seru, namun aku tetap tak dapat menahan hasrat untuk buang hajat (??). Ini pertama kalinya Minho mau makan siang bersama direktur, biasanya dia selalu menolak. Wah, apa karena direktur mengijinkan ia pacaran dengan Hyuna ya?

Aku mempercepat langkahku agar hasratku ini tidak keluar dalam perjalanan. Tidak lucu kan kalau seorang wanita ngompol di restoran mewah seperti ini? Dengan jabatan manager artis pula. Mau dikemanakan mukaku? Saat melihat tulisan ‘Ladies’ di pintu toilet, tanpa basa-basi aku langsung masuk ke dalam salah satu ruangannya.

Lega.

Kali ini, aku keluar dari toilet tidak sama dengan keadaan saat ingin masuk ke toilet. Namun sepertinya aku mendengar suara-suara yang kukenal dari lorong? Ya, seperti seorang yeoja dan namja. Sekadar memastikan, aku mendekati asal suara itu. Ya, aku yakin dengan suara ini. Sudah berminggu-minggu aku bergaul dengan suara ini.
Ini kan? Hyuna?

Dengan seorang namja? Siapa ya? Apakah managernya? Tapi untuk apa mereka berbincang dengan serius dan sembunyi-sembunyi seperti ini?

“Ya, aku melakukannya agar kau kembali padaku, Hyunseung-ah,” suara Hyuna terdengar seperti meminta.

“Tapi usahamu sama sekali tidak berhasil, kau tahu, dan itu malah membuatku semakin muak terhadapmu,” astaga. Aku menutup mulutku. Pabo! Kenapa aku malah menguping pembicaraan terlarang ini?

“Kau cemburu,” sembur Hyuna. “Kau cemburu, kan?! Kau ingin memilikiku lagi, kan?!”

“Hapus semua angan-angan dan imajinasi menjijikkan itu,”

“Hyunseung-ah, kau tahu aku sangat mencintaimu. Aku akan melakukan apa saja agar kau mau kembali padaku. Jebal,”

“Hentikan itu, kau tahu kita tidak akan bisa bersama,”

“Aku yakin kau masih mencintaiku, Hyunseung-ah. Dan kau akan kembali padaku,”

“Cih, hanya mimpi,”

Oke. Aku tahu aku tak boleh mendengar lebih banyak lagi. Ini urusan antara Hyuna, Hyunseung, dan Minho. Aku harus secepatnya angkat kaki dari sini. Ckckck, dasar kepingin tahu banget sih! Ngapain dari tadi aku mengupingi pembicaraan bodoh itu? Hahh…

“Eh? Minho?” celetukku ketika melihat Minho ada di hadapanku. Tepat setelah aku berbalik dan hendak melangkahkan kaki.

“Apa yang kau lihat?” tanyanya langsung. Aku hanya membuka dan menutup mulutku tanpa suara.

“Bukan apa-apa,”

“Sepertinya kau shock saat mendengarnya. Apa sih yang kau lihat?” tanyanya sambil melongokkan kepala ke koridor terlarang itu.

“Sudah kubilang bukan apa-apa…” aku terpaku begitu kedua mata Minho terbelalak lebar. Aku rasa ia melihat sesuatu yang tidak baik. Dan semakin yakin setelah ikut melihat ke arah pandangnya. How good! Kini Hyuna tengah memaksa mencium Hyunseung. Aku menarik tangan Minho.

“Kita harus kembali,” bisikku. Ia menoleh menatapku, lalu gantian menarik tanganku dengan kasar tanpa mengatakan apa-apa, menjauh dari area ‘berbahaya’ itu.

Author POV

Hyuna berusaha untuk tetap menempelkan bibirnya di bibir Hyunseung. Air mata mulai jatuh membasahi wajahnya. Dengan kasar tangan Hyunseung menarik bahu Hyuna, membuat ciuman mereka terlepas seketika. Hyunseung menatap Hyuna garang.

“Neo miccheosso?” bentak Hyunseung keras. Ia tak memerdulikan wajah Hyuna yang sudah penuh dengan air mata.“Aku bilang, tidak ada harapan lagi untuk kita. Arasseo?”

Hyuna memerosotkan tubuhnya di tembok begitu Hyunseung meninggalkannya dengan seebelumnya menatapnya tajam penuh amarah. Ia menangis sekeras-kerasnya, di koridor restoran yang sepi itu.

Your POV

Minho mengendarai mobil seperti orang kesetanan! Aku tahu ia sangat marah, tapi bisakah ia memikirkan bahwa tidak hanya dia yang ada di dalam mobil ini? Aku terus memandangnya tak percaya, namun ia terus menatap jalanan dengan datar. Aku bingung harus mengatakan apa. Lebih baik aku membiarkannya kali ini. Berusaha menikmati perjalanan ini yang sangat sulit untuk dinikmati (?).

Aku semakin bingung ketika ia memarkirkan mobil ini di parkiran apertemenku. Anak ini mau apa? Dia mau melampiaskan kekesalannya dengan menyuruhku membuatkannya pudding 5 ember atau apa? Namun aku hanya bisa mengekorinya ketika ia benar-benar naik lift menuju ke apertemenku. Setelah sampai di depan pintu, dengan cepat ia membuka passwordnya dan masuk ke dalam. Baiklah, ia memang sudah dari dulu merengek meminta password apertemenku ==

Ia langsung menuju ke daerah dapur, mengambil gelas dan mengisinya dengan air dingin. Aku menatapnya bingung.“Kalau kau hanya ingin minum air kenapa tidak di apartemenmu saja?” celetukku tiba-tiba.

“Kau lupa aku pernah mengatakan bahwa apartemenmu yang terbaik?” sahutnya cuek sambil melangkah menuju sofa dan mendudukinya ala bos besar. Ia menyambar remote TV disampingnya dan mencari channel favoritnya. Apalagi kalau bukan channel bola?

Aku ikut duduk di sampingnya. “Kau masih marah dengannya, ya?” ia menoleh menatapku.

“Untuk apa marah padanya? Aku hanya lega bisa mengakhiri sandiwara ini,”sahutnya tanpa melepaskan pandangan dari TV. Aku semakin melongo. Sandiwara? Astaga, berarti selama ini aku dibohongi? Anak ini…

“Kau…. Benar-benar…” aku berkata sambil menatapnya marah. Ia balas menatapku, namun aku tak dapat melanjutkan kata-kataku. Bibirku seolah terkunci.

Makin dalam kurasakan tatapannya, dan makin dalam juga aku menatapnya, membuat wajahnya semakin mendekat padaku. Dengan tangan yang memegang tanganku, ia mencegahku untuk menarik diri dan menjauhinya. Makin lama wajah kami semakin dekat dan bibirnya pun mencapai bibirku, dan dengan sukses pula aku mendelik kaget. Jantungku berpacu dengan sangat keras sampai aku yakin rongga dadaku bisa robek.

Awalnya ia hanya mengecup, namun kini bibirnya mulai melumat bibirku dengan pelan. Matanya tertutup, ia tampak menikmatinya. Lemas, aku samasekali tidak bereaksi. Ciumannya semakin dalam dan liar, memancingku untuk ikut bermain bersamanya. Ia mulai memaksa bibirku untuk membuka, dan nyatanya aku menurut. Dan seketika, ia mulai menjelajahi rongga mulutku yang membuatku kehabisan nafas.

Kini tangannya mulai menyentuh pinggangku dan mendorong tubuhku agar berbaring di sofa. Kedua tanganku yang memblokade dada bidangnya tidak mampu berbuat apa-apa. Kini ciumannya mulai merembet ke daguku, lalu ke leher. Dengan pelan kudorong tubuhnya, namun ternyata kekuatanku tidak ada apa-apanya. Ia mulai menggigiti kulit leherku dan menghisapnya keras.

“Hee… Hen… Ahhhh… Ssshhh… Cu… Ahh….” suara-suara aneh keluar dari mulutku dengan sendirinya. Tanpa kusadari kedua lenganku sudah melingkar di lehernya. Ia masih asik menghisap dan menggigiti kulit leherku. Sambil menahan air mata, aku mendorong tubuhnya keras.

“Hentikan!! Jangan jadikan aku… Pelarianmu! Kau.. Nappeun namja!” pekikku lalu berlari keluar dari apartemen.

Author POV

Minho termenung setelah ditinggalkan dengan yeoja itu. Ia baru menyadari apa yang barusan dilakukannya.”Arrggghhh kenapa aku melakukan itu padanya?”

Minho termenung sejenak di apartemen managernya. Setelah beberapa saat, ia memutuskan untuk pulang. Karena apartemen itu menggunakan password, jadi Minho gampang saja untuk pergi.

Keesokan harinya Minho tebangun pagi-pagi dan langsung ke kantor agensinya. Ia memang ada jadwal pemotretan, dan sudah dipesankan oleh para coordi. Wajahnya terlihat kusut begitu ia memasuki ruang tunggunya.

“Noona, mana manager?” tanya Minho ketika wajahnya tengah dirias.

“Mollayo, katanya ia mengambil cuti. Lagipula kami telah dipesankan olehnya, jadi kau baik-baik saja,” jawab coordi itu. Minho hanya dapat mengangguk, padahal di dalam hatinya ia merasa resah. Kenapa tiba-tiba managernya cuti? Apakah karena kejadian kemarin?

“Kkaja, Minho-ya, kau akan mulai di shoot,” kata salah seorang coordi. Minho kembali mengangguk, menuruti apa yang dikatakan coordi itu.

__

Minho menatap nanar ke atas tabloid yang sedang dipegangnya. Tadi seorang coordi memberikannya, sambil menanyakan apakah ia sudah putus dengan Hyuna. Terpaksa Minho mengiyakan. Coordi itu langsung tampak sumeringah dan memberikannya tabloid itu.

Tapi mau-tak-mau, Minho merasa lega. Ia bisa kembali bebas mengekspresikan perasaannya. Ya, perasaan yang seharusnya. Bukan pada Hyuna.

“Hyuna memang punya cara sendiri,” gumamnya sambil membuang tabloid itu ke tong sampah. Berita dengan judul ‘HYUNA MENGATAKAN HUBUNGANNYA SUDAH BERAKHIR’ cukup menjelaskan apa yang Hyuna lakukan dan katakan. Ia membalikkan langkahnya, tanpa managernya ia harus mengendarai mobil sendiri, kan?

__

“Hegh… Walau hanya pemotretan kenapa terasa lelah sekali…” desah Minho ketika ia telah sampai di apartemennya. Pikirannya melayang ke kejadian kemarin. Astaga, kerasukan setan apa dia? Ia memijit keningnya walau terasa tidak sakit atau pusing.

Ia beranjak untuk mengambil air putih, dan pandangannya jatuh ke lantai, dengan tatapan kosong. Seketika ia tersentak lalu menggelengkan kepalanya pelan.

“Bisa gila aku lama-lama,”

The next day…

Minho mengunjungi kantor managernya. Masih sepi, tak ada seorangpun. Meski ia sudah diberitahu bahwa managernya mengambil cuti sampai hari ini, ia tetap bersikeras untuk masuk ke dalam ruangannya. Ia duduk di kursi yang biasa diduduki managernya, menatap keseluruhan ruangan itu. Mencoba memeriksa beberapa laci yang terbuka.

Ia menemukan sebuah diary bersampul hitam, memandangnya sejenak, lalu memasukkannya kembali ke dalam laci. Matanya menjelajah lagi. Kali ini ia menemukan MP3 player yang sering dipakai managernya untuk memecah kesunyian. Kali ini ia terkekeh. Managernya memang sulit berkonsentrasi jika ruangan seperti kuburan.

Cklekk…

Minho menoleh, lalu menatap yeoja dihadapannya tajam.

Your POV

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku bingung. Aku sudah sepenuhnya melupakan kejadian itu, meski ia meninggalkan bekas yang amat merah dan membuatku risih.

“Wae?” ia berbalik bertanya padaku.

“Mwo?”

“Waeyo? Kemarin kau tidak masuk kerja,” tanyanya dingin. Aku mendesah.

“Aku harus pulang. Mian tidak memberitahumu tapi…” dan sekejap ia sudah berada tepat di depanku. “Lain kali aku akan memberimu kabar..” lanjutku gugup. Ia hanya menatapku dalam.

“Aku tak akan minta maaf soal yang kemarin, karena aku melakukannya dengan penuh kesadaran,” katanya yang menghujam jantungku. Apa katanya?

“Jangan bercanda, Choi Minho. Sebentar lagi kau akan..”

“Berhentilah mengalihkan topik pembicaraan. Aku sudah membatalkan seluruh jadwalku hari ini.” katanya. Mwoya?

“Mwo? Kau gila? Yah, memang sih hari ini kau hanya pemotretan, tapi jangan…” lagi-lagi tatapannya mengunci bibirku.

“Kau pernah tahu apa yang sedang kurasakan, heu? Pernahkah?” apa maksudnya bertanya seperti ini? “Di sini, selalu berdebar tiap melihatmu,” tangannya menggenggam tanganku dan meletakkannya ke dadanya. Dapat kurasaakan jantungnya yang berdegup amat keras, seperti berdegup dalam genggamanku. Matanya menatap ke manik mataku.

“Saranghae…”

“Andwae. Kau menyukai Hyuna. Benar, kan?” kataku. Ia tersenyum sinis.

“Pernah aku mencoba mencintainya. Namun tetap saja, kau yang membawa dan menyandera hatiku,” jawabnya. Aku kehabisan kata-kata. “Jadi, aku ingin tahu bagaimana perasaanmu padaku,” tanyanya. Aku gelagapan.

“Minho.. Tolong jangan…”

“Tatap aku!” serunya sambil menarikku hingga tubuhku terkunci di kedua lengannya. Singkatnya ia tengah mendekapku.

“Mau apa kau?” desisku tajam. Ia hanya menyeringai dan menyatukan bibir kami. Awalnya hanya melumat lembut, membiarkanku ikut tehanyut dalam permainannya. Hingga aku balas melakukannya.

“Aku tahu kau menyukaiku,” katanya sambil melepaskan ciumannya. Aku hanya menatapnya tanpa bersuara.

“Aku.. Aku harus bekerja, Minho…” kataku sambil mendorong dadanya. Ia mengalah, membiarkanku kelluar dari jangkauannya.

“Ck, tenyata kau tak pernah menganggapku,” desis nya marah sambil keluar ruangan dan membanting pintu. Aigoo… Eotthokke?

“Minho!” teriakku sambil menyusulnya. Sial, langkahnya cepat sekali. Ia seorang atlit atau seorang model sih?

“Minho!” teriakku lagi. Ia menghiraukanku. Aku mengejarnya hingga ke lantai basement gedung.

“Choi Minho!” teriakku lagi. Ia benar-benar tidak menggubrisku. Astaga… Apa yang telah kulakukan? Kalau dia marah.. Gawat jadinya.

“Ya! Choi Minho!” teriakku lagi. Kali ini langkahnya terhenti dan menoleh ke arahku.

“Mau apa kau? Mau memaksaku untuk pemotretan hari ini? Membujukku?” katanya dingin. Sungguh, aku tidak suka dengan ini. Aku menggigit bibir.

“Bukan itu tapi…”

“Minho!!” segerombolan netizen yang telah bergerombol di depan gedung menyeruak masuk ke dalam.

“Minho, apakah benar kau akan kembali pada Hyuna?”

“Apa benar kau dan Hyuna masih saling berhubungan?”

“Apakah kau akan mendapatkan Hyuna lagi?” sungguh, kupingku panas saat ini. Aku melangkah ke depan dan menarik tangan Minho hingga ia berada di sisiku.

“Maaf, tapi saya pacarnya, permisi,” kataku keras dan singkat. Aku tahu namja di sebelahku sangat terkejut, begitu pula aku. Tanpa menghiraukan segerombolan wartawan yang makin heboh, aku menariknya keluar menuju parkiran. Kami berdua masuk ke dalam mobil, dan langsung membisu.

Menit demi menit berlalu dengan begitu saja, pandanganku mengedar kemana saja asal bukan dirinya.

“Katakan bahwa yang tadi itu benar,” katanya tiba-tiba, membuatku menoleh padanya.

“Menurutmu?” balasku pelan. Kini ia yang menoleh menatapku.

“Kau membuat segalanya menjadi rumit bagiku,” katanya. Aku mendesah keras.

“Sudahlah, lupakan saja,” kataku kesal sambil membuka pintu mobil. Namun tangannya menangkap tanganku dan menarikku hingga tangannya menangkap pinggangku.

“Kau adalah seorang wanita dewasa. Tidak mungkin ucapanmu itu tidak memiliki suatu maksud. Seluruh fans ku akan tahu bahwa aku memacari managerku sendiri. Kau bilang lupakan saja?” pernyataannya membuatku gelagapan.

“Kau juga seorang pria. Aku percaya kau bisa menganalisis sesuatu. Jadi pikirkanlah sendiri,” jawabku pada akhirnya. Kini posisiku miring dengan bahu yang menempel di dadanya, dan tentu saja itu membuat jantungku tak beraturan.

“Jangan buat aku berharap,” tukasnya cepat. Aku meliriknya. “Atau kau memang benar-benar memiliki perasaan itu padaku?” Selidiknya, mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku memisahkan diri, dan menyenderkan punggungku ke jok yang seharusnya menjadi bagian (?)ku.

“Semuanya bisa saja tejadi,” jawabku pelan. Ia menyeringai, lalu meraih tengukku dan menyatukan bibir kami. Lembut, itulah sensasi pertama yang selalu kurasakan. Ia melepas kecupannya, lalu menatapku dalam.

“Akhirnya jadi milikku,” katanya sambil merengkuh wajahku dengan kedua tangannya. Seketika wajahku memanas. Aku melepaskan tangannya.

“Kkaja, kau ada pemotretan…”

“Jangan mengalihkan topik,” sahutnya dingin. Dan kembali meraih daguku. Ia langsung melumatnya lembut, membuatku merasa tersetrum untuk yang keberapa kalinya.

“Mphhh… sudah…” rontaku. Astaga, kalau kamera menangkap aksi kami, apa kata dunia? Ia menghentikan ciumannya, dan menatapku lembut.

“Ayo kita kencan hari ini!”

“Hei! Kau ada jadwal!”

“Sudah kubilang, aku sudah membatalkannya!”

“Ya! Jangan pikir karena kutinggal beberapa hari kau jadi liar dan memutuskan semuanya sendiri, ya?!” bentakku. Ia menatapku tajam.

“Atau kau tak selamat malam ini?” desisnya dengan seringaian iblis. Hei, aku bingung dengan apa yang diucapkannya!

“Hah?” ia lalu menatapku sebal.

“Ck, atau kita pergi ke apartemenmu, melanjutkan kegiatan beberapa hari yang lalu?” jawabnya seenak udel yang langsung membuat wajahku kembali memerah.

“AKU MANAGERMU!!”

“Sekaligus yeojachinguku, hahaha…”

“YA!! JANGAN MEMUTUSKAN SECARA SEPIHAK!!”

“Lah, bukankah tindak-tandukmu selama ini menandakan kau memang menyukaiku?”

“YEAH! BECAUSE OF THAT I’M FALLIN OF YOU, PUAS KAU??”

“Begitu lebih baik,” ujarnya puas sambil mengacak rambutku.”Saranghae,”

“Ck, joha…”

“HANYA JOHA SAJA?!? KAU MAU KUBERI PELAJARAN, HAH?”

“NE! NE! NE! NADO SARANGHAE!!”

END

Berakhirlah sudah FF gaje ancur bin butut alias gawat ini… puahhhhhh Jangan salahkan author, habis belakangan ini temen-temen author pada ngerusuh kalo “MINHO ITU MUKA MESUM, MINHO ITU MUKA MESUM,” jadilah FF mesum ini… hehehe *garukgarukkelapa* *ehhh kepala deng* XDD

IYE IYE!! AUTHOR MASIH DIBAWAH UMUR KOK!!! #PLAKKKK tapih.. hehehehe…. Tau dah.. *lhoo??* oh ya, kalo udah baca, tolong dong tampar author, melawan aku kodrat author di bawah umur, huehehehehehehe.. XDD Gomawo yak yang baca!! Jangan shock ya!! *everyday I’m shock, every night I’m shock* *joget bareng BEAST* XDD Oh iya, berhubung jadwal author makin menggunung, jadi mungkin bales komennya agak telat yah, hehehe. Sama FF yang fantasy itu, sebenernya udah siap publish sih Cuma aku belum berani, lagipula ada beberapa hal jadi FF itu ketunda terus, mianhaeee >< Buat produksi FF, gak bakal ketunda kok, paling Cuma agak pending doang, kan masih bisa nulis di hape buahahaha #plakk segitu dulu deh bacotannya XD

Gomawo… mian kalo ada kata yang ga enak, typo, segala macem.. XD kritik, komen, sarannya, dibutuhkan sangat!! XDDD

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

75 thoughts on “Fall’in Of You”

  1. hahaha… minho itu atlet ke model2an.. ato model keatlet2an… heh?? #abaikan

    syukur deh g jd ma hyuna… fiiuuhhh *lap kringt*

    itu critanya minho udh tua (?) mksdnya 20an k atas?
    coz ktnya yeojanya seumur ma minho.. n yeojanya g kul lg…
    sudahlah.. hihihihi
    like this yo

  2. Hahaha.. Bagian endingnya koplak euy.. Lucu abiz. Aku suka jalan ceritanya. Tapi nangis garagara biasku pacaran sama Hyuna. Hyuna juga main nyosor aja sama Hyeunseung. Daebak buat author. Siiippp.. ^^d

  3. sumringah baca FF yang ada yadong-yadong nya#PLAK

    Hadoh,mau ngomong apa ya..jadi bingung saya..
    The best lah pokoknya..soalnya author-nya masih dibawah umur tapi udah bisa mendeskripsikan ke-yadon-an..tapi yadong-nya masih standar kok#dasar otak mesum..
    Hahahaha
    Ceritanya keren,saya suka..

    1. Heh??? Astagahhh….. XDD #plakkk
      Ya iya lah. Makanya masih PG 17. Asrtinya kelakuan udah di atas 17 th, tapi deskripsiinnya masih sebatas normal hueheheh #plakkk
      Gomawo yakkk….. XDD

  4. minho perfect banget ya disini, eh salah, minho selalu perfect dimata ku ❤
    Gapapa yadong juga, minho semakin mesum semakin semangat dah gw (?) hahaha

    Baby minho =3=

  5. Wah reene bisa bikin yang agak ‘begitu-begitu’ 😮 Aku jadi ngiri xD *yadong:abaikan* Aku sukaaa, FFmu bagus2 bgt sih >..< Km belajar drimanaaa? Top lah semua FFmu #thumbup#

    1. Itu… Karena aku nya napsu #plakkkkkk
      Jincha??? Gak juga kok…. ._.V biasanya aku dapet ide dari manga, ya contohnya FF ini huehehehehe #pletakkkkk
      Gomawooo… *hug*

  6. bagus, pas pov pake orang keduanya juga enak.
    oh god, karena aku gak freak minho jdi bayangin cewek itu orang lain
    suka banget cara nyampain perasaannya.
    baguuuuussss

  7. ahahahah
    kereen aku ketawa baca ff ini, si minho maksa bangeet, dari awal emang udah keliatan sih … heheh tapi ngak nyangka si hyuna tetep cinta sama js …
    wakakakaak
    mau nonton trouble maker ah …
    ehh mian ya thor, aku di bawah umur… hehehe
    bisa ya manager pacaran sama kliennya sendiri.. ahahhaha
    siapa juga yang ngak terpesona sama minho ?? *sayaa!!*

    1. Hehehe… Kayaknya setiap FF ku berubah jadi FF lawak ya, apapun genre nya?? #plakkk XDD
      Wehehehe… Pengen dijitak ye…. XDD #pletakkkk
      Emang, sapa gitu yg gak tersepona sama minho?? XDD
      Gomawo yahhh…. XDD

  8. Waaah keren! Awalnya aku gak suka soalnya Minho pacaran sm Hyuna, tp akhirnya sm managernya juga (y) wkwk Minho muka mesum, setuju juga deh thor! 😀 daebakk! d^^b

  9. waah, minho kocak tp romantis jg.
    kirain minho pcaran sm hyuna jg cm manas2in managernya? ternyata engga ya?
    *reader sotoy ;p
    FF nya bagus, thor! bahasanya enaaakk ;p

  10. Author..kalo maen Plants Vs. Zombie tu gg memandang umur,aq ajj yg msh 12 taun*ups* *disentilauthor* seneng bgt maen PVZ :D,ah,kayaknya aq mmg pantes jd tu yeoja#plak
    minho muka mesum??kl mnrtq sih gg,yg muka mesum tu jjong,minho nomer 2 di shinee :DD
    nih ff yadong.a msh standar..biasaa#plak#duagh#bletak#jeder
    walopun gitu aq suka ma ff.a,,feel.a terasa bgt..soal.a di bbrp ff kl main cast.a tu suamiq(baca:minho) kdg feel.a malah gg dpt,kl ini..malah dgn mudah ;),aplgi ending.a..lucu,xD
    daebak!!nice ff ^^(y)

    1. Emang sayanggg… Aku aja sering main kok #pletakkk ASTAGA 12 TAHUN??? Kau minta dijitak???#pletakkkk
      Yah… Kalo gitu mah sama aja, muka mesum hehehe XDD
      Iya kah??? Wahh seneng deh ternyata FF ini bisa dinikmati (?) #pletakkkk XDDD
      Gomawooooo…. XDDD

  11. Wah… Author keren.
    umur kita Sama thor #kurasa tapi author udh bisa bikin yang yadong kayak gini walaupun gak yadong bgt. Hehehe
    Kalau aku sih mana bisa (lbh tptnya gak mau #sokalim) muehehe
    Walaupun awalnya Minho Sama Hyuna tapi pada akhirnya Sama managernya juga deh. 😀
    Daebak thor! 😀

  12. yak! Choi minho mesum! #Ngikut temen memed
    ah, bru bca ficmu. . Dan aku pingsan! Nggak nyangka anak di bwah umur bsa bkin yg kyak gnian-___-
    bikin lagi dong!!!#disepak

    onkey deh, keep writting yaa~ bubye~

  13. Awww,,, Minhooo,, so sweeet… Hyahahahaha,, Nepsong amat sihh bang,,

    Manajer-artis saling jatuh cinta???

    Reeenn,,, Daebakkk,,, ayo ditunggu Yg fantasi storynya,,,hahaha

    1. Segera…. Dan mudah2an langsung meluncurr… Oke?? XDDDD
      As usual, aku emang freak banget sama karakter minho yg aga2 nepsong mantap gimanaaaA gitu #plakkk XDD gomawooo yaaahh XDD

  14. Serr,, jangan getok aku thor, aku reader baru yg msih underage… Tapi, udah tau.,#plakk
    ceritanya manis tapi rada gmna gitu, bkin darah berdesir. Keren..

  15. as usual, reeen FF-mu selaly romantis begono yaa?
    itu author note-mu sukses bikin mood romantis FF trgantikan dengan aku yg tb2 ngakak, hehe. ada2 aja, udh tau di bwh umur, keke ~( sok tua bgt gue, baru jg setaun di ats rating)
    minhoo, mesum deh, parah, ckck :p

    sukaaa 🙂

  16. mau komen apa ya tadi -.-“. Oh iya baru inget.
    Hah?? Authorny dbawah umur tp bkin ff PG 17 udah gtu pke peringatan YANG BELOM CUKUP UMUR!!! MUNDUR!!!!!! AUTHOR SENTIL NANTI!! XDD, yg minta dsentil itu authorny kali ._.v
    nice ffny, adeganny romantis.
    Minho muka mesum?? Mank bner sih chingu, perannya co2k bget jd nappeun namja.
    Udah gtu dtambah senyumannya menggoda*halah*.
    Msh bingung m kta2 ini chingu
    “Aku anak kuliahan. Tapi bukan, aku sudah lebih tua daripada itu. Aku adalah seorang manager, sekaligus seorang desainer.”
    Kirain seorang noona krna ada kta2 lbh tua drpda itu. Eh gak tauny yg tua pekerjaanny.
    Agak kget td minho pacaran m hyuna, sbg pelampiasan aja ato memang mreka bneran kencan??
    Juga kget bagian managernya ngejawab kalo dia pacarnya, manager biasanya nyelesain masalah kok ini malah bikin masalah*geleng2 kpala*. Tapi suka m sifat managerny,wlwpun seumuranny minho tp dia dewasa. Jantungnya mau copot, te2p aja nyantai kayak dpantai.
    Nice ff^^.

    1. Yep… Tepatnya minta di cekek buahahahah #plakkk
      Itu… Hueee… Pantesan dirimu bingung. Aku kurang mendeskripsikannya dengan jelas, oke?? Hehehehe….. Yep, awalnya aku mau bikin dia sama noona tapi… Aku bukan dongsaeng noona freak jadi kubuat aja seumuran @_@ #digeplak kapan2 deh aku buat sama noona.. XDDD
      Itu juga… Harusnya dijelasin juga kalo itu spontanitas huahahaha #plakkkk
      Gomawo buat komennya yah… Menakjubkan XDDDD
      Gomapta ^^

  17. Sumpah!!

    keren abiz thor..
    q sambil ketawa-ketiwi krnnya..

    yupz.. krn membayangkan “You” itu memang adalah aku!
    klw sja itu benar trjadi padaku…
    bisa mati bahagia aku..

    #plaak.. hush..hush..

  18. satu lagi fanfic keren dari reenepot

    ya ampuun, authorny masih <17 thun, ckck
    tapi fanficny gak hot kok, dan setuju ama minho yang muka mesum
    meski muka jjong lebih mesum *haha*

  19. Aku suka.. aku suka :3
    Ini kereeeennnn….
    Aigooooo… Aku bayangin kalau manager minho itu aku #plaak
    Minho emang muka mesum… bahkan semua orang yang liat dia pun ikut berpikir mesum begitu juga aku haha *diseret onew*
    Endingnya juga lucu, walau sambil marah2 gitu tapi unyuuuuu ^^

  20. Renee!!
    keren kok, tapi knp sya mrs ini kecepetan –” ==a #abaikan

    Reen, aku sentil kamu boleh? *pletakk*
    dasaarrr, umur belom cukup bikin PG-17, ckck
    cpba lanjutin lagi, tanggung tuh skinshipnya. /plakkk

    overall~ joaaa XDD

  21. Astaga aku sbnrnya underage tp pnsran jd kubaca aja^^v *nyengir kuda* 😀

    Smpet kget jg pas bc tulisan dibwh itu trnyata author nya jg underage, awalnya aku gak mau komen loh takut ketahuan *ups tp stelah mngetahui authornya underage jg aku mnjdi lbh pede #pletak keke~

    Btw, ffnya bgs deh gak trlalu gmna sih, msh bs dibaca sm anak underage lah #jitakreader. udah sgini dulu deh komennya, two thumbs up buat authornya 🙂

    p.s: stelah di prhtikan muka minho emang rada mesum-_-v , beda sama suamiku(read:taem) yg polos =3=

    1. Hoahahahahahahahahahaha…..
      Udah berapa nih under age yang kejebak ama ini FF ?? XDDD
      astagaahh.. harusnya kau jangan meniru authornya!! #PLAKKK
      Jincha?? mungkin karena yang buat under age jadi rasanya gimanaaaa gitu #pletakkk

      Sama!! *tosss* Tapi aku tetep cinta ama abang Minongku huehehehe #plakk

      gomawo yeyyyy XDD

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s