My Yeoja – Part 4

Judul FF : My Yeoja  [chapter 4 from 6 ]
Main Cast : Kim Taeya (You), Lee Taemin (SHINee), Choi Minho
Support Cast : Kim Jonghyun, Kwon Yuri, Onew, Key
Lenght : 6 Part (sequel)
Genre : Romance, Friendship PG-13
Author : Song Miin Ah a.k.a AMRLIN
annyeong, chingu! Mian ya kalau aku bikin ceritanya pasti panjang. Hehe, disini maaf ada sedikit kekerasan terjadi antar member SHINee. Awalnya author juga bingung gimana bikinnya… tapi akhirnya jadi juga. Chingu, dont be a silent readers ok? Gomawo *bow*
Lee Taemin POV
“Yeobboseo?”
Aku bisa mendengar suara Taeya samar-samar dari handphone Jonghyun-hyung. “YA!Kim Taeya? Kau dengar aku? Ada apa? Apa yang keluar?” tanya Jonghyun-hyung dengan wajah was-was.
Sontak aku langsung menyambar handphone Jonghyun-hyung.
“Kim Taeya?! Ada apa?”
“Aku mimisan lagi, jjong-oppa…” lirihnya dari balik suara handphone.
Mimisan? Astaga. Diluar sana yang sedang hujan derasnya. Apalagi dia takut dengan hujan deras seperti ini.
“Dimana kau?”
‘“Ah? Ini Taemin-oppa ya?”
“Aku bertanya padamu, Kim Taeya!!! Dimana kau sekarang??!!”
Dia tidak menjawab. Onew-hyung, Jjong-hyung dan Kibum-hyung mendekat kearahku. “Aku tidak tahu dimana aku. Aku ada didalam kotak telefon umum. Aku takut keluar. Tapi aku ada di taman tengah kota yang ada air mancur buatannya. Banyak sekali lampu warna-warni disini… tapi semuanya terlihat pudar, oppa….” lirihnya.
“Tunggu aku! Aku kesana sekarang!” balasku sambil menutup telefon. Taman itu tak jauh dari sini. Kalau aku berlari, 10 menit juga sampai. Aku mengambil jaket dan sebuah mantel besar milik Jonghyun-hyung.
“Taemin-ah, apa yang terjadi pada Taeya?” tanya Jonghyun-hyung. Wajahnya sudah benar-benar basah karena keringat. “Dia mimisan, hyung. Tenang saja, aku akan menjemputnya sekarang!” kataku sambil berlari keluar rumah.
Kumohon. Hanya 10 menit. Bertahanlah.

~~~~

Author POV
Minho masuk kedalam rumah dengan wajah sedikit sumringah. Namun, berkebalikan dengannya Jonghyun yang sedang emosi langsung memojokkannya kedinding dengan kasarnya. Mengangkat kerahnya dengan kasar.
“Kau… Kau yang membawa Taeya keluar! KENAPA KAU TINGGALKAN TAEYA DILUAR SENDIRIAN, BODOH?!” bentaknya. Tangan kekarnya hampir saja ‘mampir’ di wajah Minho. Untung saja, Onew langsung menariknya.
Minho masih terdiam di dinding antara bingung dan tidak mengerti. Ingatannya langsung terarah ke wajah Taeya ketika melihat Jonghyun yang menangis. ‘Taeya-yah…. astaga..’ gumannya.
“Kemana saja kau, Minho? Kenapa kau tidak bersamanya?” tanya Kibum. Minho hanya diam. Ia cukup malu untuk mengakui, kalau ia membiarkan Taeya berkeliaran diluar sana agar bisa bermesraan dengan Yuri. Bahkan ia tak langsung mencari Taeya tadi.
“Dia mimisan diluar sana, Minho. Kenapa kau membiarkannya keluar sendirian? Kau tau sendiri kan… dia tidak kenal seluk beluk Seoul?!” kata Onew sambil terus menahan Jonghyun yang sudah terbakar emosi.
“Kau tau artinya kalau dia mimisan? Artinya dia akan pingsan sebentar lagi. Kau fikir darahnya akan berhenti kalau dia pingsan?  TAEYA ITU ANEMIA AKUT, CHOI MINHO! KENAPA KAU TEGA SEKALI? KAU PULANG BEGITU SAJA KEMARI DENGAN WAJAH TENANG!”
Jonghyun yang sudah tidak bisa dikendalikan langsung memukul Minho hingga tersungkur di lantai.
“Apa kau tak punya malu hah? Apa yang kau lakukan? Kencan dengan Yuri? Iyakan? Tadi aku sudah tanya pada Taeyeon. Jadi kau jadikan adikku sebagai alasan agar kau bisa berkencan? HAH? Kukira kau yang paling mengerti adikku….. tak kusangka kau brengsek sekali….” bentak Jonghyun. Wajahnya sudah basah dengan air mata. Onew langsung membantu Minho berdiri dan menjauhkannya dari Jonghyun.
“Apa yang kau lakukan hingga kau lupa dengan Taeya? Apa benar kau kencan dengan Yuri?” tanya Onew.
“Aku tak tau kalau Taeya… Taeya itu anemia akut. Aku.. aku… tidak tahu.” Minho langsung berlari keluar rumah dan masuk ke mobilnya.
“CHOI MINHOOOOO!”

~~~~

Lee Taemin POV
Pasti ini tempatnya. Aku sudah basah kuyup sekarang, karena keringat dan air hujan yang tidak mau berhenti. Jam taman menunjukkan pukul 9 malam.
“KIM TAEYAAA!” teriakku. Namun tak ada jawaban. Fikiran negatifku mulai muncul. Tuhan, dimana dia? Aku berjalan menyusuri taman. Aku kaget bukan main melihat sebuah kaki kecil menyembul dari balik sebuah kotak telefon umum. Kaki itu terkulai lemas dan tergeletak di tanah yang becek.
“TAEYA!”

~~~~~

Author POV
Kaki kecil Taeya menyembul keluar dari kotak telefon umum. “TAEYA!”
Taemin langsung menghampiri Taeya yang sudah tergeletak lemas di tanah. Hidungnya penuh darah dan baunya amis sudah. Mata besarnya kini terpejam. Tak ada satupun dari tubuhnya yang tidak basah kuyup. Disampingnya, sebuah tas belanjaan dan handphone yang sudah terendam air tergeletak sembarangan.
“Bangun, Kim Taeya! Aku mohon kali ini saja turuti aku. Ayo bangun!” Ujarnya sambil mengguncangkan tubuh Taeya. Taemin masih berusaha membangunkan gadis itu. Namun percuma, Taeya masih tetap menutup matanya walaupun Taemin sudah menangis untuknya.
Taemin membuka jaket yang ia pakai dan menyeka darah di hidung dan wajah Taeya. Bahkan bau shampoo yang kemarin Taemin cium sudah berganti menjadi bau amis.
“Taeya…. aku mohon… kali ini saja.. kenapa darahmu tidak mau berhenti, bodoh….” tangisnya. Hujan makin deras dan petir mulai menyambar-nyambar. “Dengar, Taeya… bukankah kau takut petir? Ayo bangun, Taeya. Ayo kita pulang…”
Taemin bicara pada sosok lemas didepannya. Ia mendekap gadis itu. Seakan tidak mengizinkan air hujan menyentuh wajah gadis itu sedikitpun.
“Taeya-yah…. demi Tuhan, ayo buka matamu….” Tangis Taemin menjadi ketika ia menyadari gadis itu mulai ‘mendingin’. Ia menggendong gadis itu dipundaknya. Dengan mata yang masih berair mata, ia mulai berlari lagi. Bahkan ia tak peduli dengan darah gadis itu yang mulai mengotori wajahnya.

~~~~~

Choi Minho POV
Aku memaksa mobil ini bergerak lebih cepat dari kemampuannya. Dimana kau Taeya? Kenapa kau lari dariku tadi siang? Tidak enakkah kau pada Yuri-yah? Cemburukah kau padaku? Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau punya penyakit seperti itu?
Aku menghentikan mobilku, membiarkan diriku menangis terlebih dulu. Ya! Choi Minho… kau tak pantas menangis. Namja brengsek sepertimu tak pantas menangis. “SIAAAALAAAAAN!” aku memukul stirku dengan kencang.
“Taeyaa… dimana kau? Kenapa kau lari dari oppa? Apa kau mencoba membuat oppa gila?” tangisku menjadi. Aku membiarkan diriku membenturkan kepalaku di kaca. Sepintas aku melihat seseorang sedang berlarian ditengah hujan. Pastilah orang itu gila. Apa aku harus melakukan yang orang itu lakukan agar aku dapat menemukanmu, Taeya?
Aku menjalankan mobilku lagi. Dengan arah yang berlawanan aku melewati orang ‘gila’ itu. Tak kusangka aku menemukan sesuatu yang aneh. Sweater itu? Orang itu menggendong seorang yeoja dengan sweater yang aku kenal. Aku langsung memberhentikan mobilku lagi. Tapi sial, orang itu sudah agak jauh.
“KIM TAEYAAAAA!” teriakku. Aku langsung menyalakan mobilku dan melaju mencari jalan putar balik agar aku dapat mengejarnya.

~~~~~

Author POV
Sampai sudah Taemin didepan rumahnya. Jonghyun yang sedari tadi menunggu diluar rumah langsung meraih adiknya yang ‘tertidur’ di pundak Taemin
“Taeya-yaaaah…” Jonghyun langsung membaringkan adiknya disofa. Sedangkan Kibum menuntun Taemin masuk dan memberikan Taemin handuk. Tidak peduli dengan badannya yang juga sama basahnya dengan Taeya, Taemin malah mengelap wajah Taeya dengan handuknya.
“Hyung… panggil dokter. Taeya sudah kehilangan banyak darah.” Katanya. Onew langsung menyambar handphone dan menelfon saluran darurat. Jonghyun masih menggenggam tangan Taeya yang sudah dingin.“Aniyo Taeya. Ayo bangun. Apa yang harus aku lakukan kalau kakek sampai tahu keadaanmu?” tangisnya.
Mata Taemin sudah mulai ikut berkunang-kunang. Kepalanya terasa pusing.Tiba-tiba saja ia makin pusing ketika melihat sesosok namja jangkung berusaha mendekati Taeya. Taemin sontak langsung berdiri menghalangi.
“Mau apa kau? Tak cukupkah kau lihat dia seperti ini?”
“Taemin-ah… aku minta maaf…”
“Jangan sekali-kali mita maaf padaku, hyung. Bukan aku yang kau lukai.”
“Maaf… biarkan aku melihat Taeya. Aku sudah mencarinya kemana-mana…”
Jonghyun langsung mendorongnya kencang.
“Jangan sentuh adikku, Choi Minho. Kuperingatkan kau!” bentaknya. Onew langsung menarik Jonghyun. “Jonghyun, lebih baik bawa Taeya ke kamar! Minta bibi asrama untuk mengganti pakaian Taeya. Dan kau Taemin, mandilah. Jangan sampai kau ikut sakit.” Kata Onew tegas. Jonghyun langsung menggendong adiknya kekamar.
“Taemin-ah, ayo mandi. Kau bisa sakit nanti.” Tarik Kibum. Namun Taemin langsung menepis tangan Kibum. Dia berjalan mendekati Minho, bahkan ia tidak takut sama sekali berdiri menantang hyung-nya itu. Matanya nampak marah dan bibirnya memucat.
“Kau tak bisa menjaganya. Jangan berusaha, hyung. Kau bahkan tak bisa menjaga yeoja 14 tahun agar tetap sehat. Sebaiknya tak usah  susah-susah mencoba. Kau tak akan mampu. Kau namja brengsek, hyung.. tidak cukupkah kau dengan Yuri-noona?”  kata Taemin. Taemin pun langsung berlalu.
Minho masih bingung dan merasa bersalah. Dia bahkan bisa membuat seorang yeoja 14 tahun sekarat dengan mudahnya. Difikirannya, terlintas wajah Taeya yang baru beberapa menit ia lihat dengan darah dihidungnya.
“Mianhae…..”
“Jadi kau benar kencan dengan Yuri?” tanya Onew. Minho langsung terduduk lemas.
“Tak ada gunanya kau mengelak. Tadi aku sudah menghubungi Taeyeon. Kami kira kau dan Taeya pergi ke Dorm SNSD, karena akhir-akhir ini Taeya ingin tau tentang mereka. Tak kusangka kau malah berkencan dengan Yuri. Dan mengacuhkan Taeya seperti itu.”
“Hyung… bukan begitu maksudku, aku hanya…”
“Aku tak pernah melarangmu berkencan dengan Yuri. Kalau kau memang menyukai Yuri, berjuanglah.  Tapi jangan beri juga harapan kosong pada Taeya. Kau pasti sadarkan kalau gadis kecil itu menyukaimu. Berjuanglah untuk satu orang. Jangan keduanya.” Kata Onew sambil berlalu meninggalkan Minho yang masih terduduk lemas.

~~~~

Author POV
Taemin membuka tirai kamar Taeya dengan hati-hati. Ia tak mau ada suara berisik yang dapat membangunkan Taeya. Taemin melihat dirinya dicermin, dengan baju bertanda tangankan Michael Jackson. Senyum sudah mengambang sempurna diwajahnya.
“Jangan dibuka tirainya…. silau…” keluh seorang yeoja dengan suara lirih. Taemin tertawa pelan dan langsung membuka semua jendela. “YA! Ini sudah pagi tau! Sampai kapan kau mau malas-malasan di kasur?” bentaknya.
Yeoja itu langsung menrapatkan selimutnya, namun sayang sekali karena Taemin langsung menarik selimut itu. “TAEMIN-OPPA!”
Taemin tertawa. Yeoja yang disukainya sudah kembali rupanya. “Ayo bangun, Taeya. Kita sarapan sama-sama.” Kata Taemin sambil memegangi kedua lengan Taeya. Membantunya bangun dari tempat tidur. “Aku sudah tidak apa-apa, Taemin-oppa.” Balas Taeya sembari melepaskan kedua tangan Taemin. Namun Taemin malah mempererat genggamannya. Sontak saja wajah Taeya langsung memerah dengan perlakuan Taemin.
“Kamu memang sudah baik-baik saja. Tapi aku akan tetap bantu kamu.”
Taeya hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya, jantungnya sudah berdebar keras sekarang. Mereka berdua berjalan pelan sekali. Entah kenapa, tapi Taeya memang ingin waktu seperti ini lama habisnya.
“Ah, bajuku!! Kenapa aku sudah ganti baju?! Ini kemeja siapa?!” tanya Taeya ketika mereka  melewati cermin. Taemin menyunggingkan bibirnya, “Kalau aku yang ganti, memangnya kenapa?”
Taeya langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. “Bohong, kan? Itu bohongkan?”
“Memangnya kalau benar kenapa? Kemarin kan darurat….” kata Taemin. Taemin semakin mencondongkan tubuhnya semakin dekat dengan Taeya yang sudah seperti kepiting rebus. “Ani… ja..jangan dekati… jangan dekati aa.. aku!” ancam Taeya sambil terus menutup matanya.
Kali ini Taemin tak bisa menahan tawanya. Tawanya meledak begitu saja membuat Taeya bingung, takut, dan malu. “Yeoja bodoh! Mana berani aku melakukan hal seperti itu!” kata Taemin sambil menyentil dahi Taeya. Taeya langsung menggosok-gosok dahinya yang memerah, sama merahnya dengan pipinya. “La..lalu?” gugupya.
“Bibi asrama yang menggantikan pakaianmu. Tapi itu benar kemejaku. Tak ada kemeja yang tidak terlalu besar selain milikku. Tidak apa-apakan?”
Taeya langsung menggeleng, “Tidak masalah! Tidak sama sekali. Asal kau tidak macam-macam, tidak ada masalah sama sekali.”
“Baguslah.berarti kita impas ya?” tanya Taemin sambil menarik kaus yang ia kenakan. Taeya tertawa, “Hahaha! Sudah oppa pakai rupanya!  Cocok sekali. Untung kemarin aku beli!”
“Darimana kau tau aku suka Michael Jackson? Aku kan tidak pernah bicara.”
“Dilihat juga tau, oppa. Rak buku mu berisi banyak CD Michael Jackson..”
“Oh iya! Kau suka masuk-masuk kamar tanpa izin ya?”
“Tidak apa-apa kan? Harusnya kau berterimakasih padaku, oppa!” kata Taeya. Taemin tertawa untuk yang kesekian kalinya. “Alright. Thankyou, Lady Taeya.” Ujarnya sambil membungkuk membuat Taeya merona kesekian kalinya.

~~~~~

Kim Taeya POV
“Tidak apa-apa kan? Harusnya kau berterimakasih padaku, oppa!” belaku. Taemin-oppa tertawa untuk yang kesekian kalinya. “Alright. Thankyou, Lady Taeya.” Ujarnya sambil membungkuk membuatku merona untuk kesekian kalinya.
Entah sejak kapan aku mulai berdebar karena namja ini. Dia membuatku terus merasa nyaman. Dia bahkan melindungiku dengan caranya sendiri. Walaupun menyebalkan, tapi harus kuakui kalau Taemin-oppa selalu membuatku berdebar ketika aku bersamanya.
“Taeya-yah….”
Aku menoleh, langsung saja sesosok namja dengan bau yang aku kenal sudah berada dipelukanku. “Minho-oppa?” tanyaku bingung.Ada apa? Apa kau ingin minta maaf padaku? Minta maaf karena telah membuatku mimisan dan pingsan? Membuat aku seperti seorang anak kecil perusak acara kencan kakaknya?
“Mianhae…” lirihnya sesuai dengan pemikiranku. Suaranya terdengar berat, membuat aku tidak tega memasang wajah benci dihadapannya. Aku diam saja sementara dia terus berbisik ‘maaf’ ditelingaku. Mataku terasa semakin panas, bagaimanapun dia namja yang aku sukai sekaligus namja yang sudah mengecewakanku.
“Taeya harus makan, hyung. Lepaskan dia.” Ujar Taemin-oppa sambil berusaha memindahkan lengan Minho-oppa. Namun Minho-oppa semakin mempererat pelukannya. “Tidak akan. Sampai Taeya memaafkanku.”
Taemin-oppa sontak langsung menarik badanku membuatku sedikit berteriak karena sakit. “Lepaskan dia!! Kau sudah gagal menjaganya!! Urusi saja Yuri-noona!!” bentak Taemin-oppa. Aku sedikit kaget dengan perkataannya. Bagaimana dia bisa tau soal Yuri-eonni?
Bagaimanapun, kumohon jangan begitu… kumohon jangan ingatkan aku dengan kejadian semalam. Sudah cukup. Minho-oppa menatapku dengan wajah berharap. Aku semakin tidak tega melihatnya. “Jangan melihatku seperti itu, oppa….” lirihku.
“Maafkan aku, Taeya-yah…”
Aku mendekatinya dengan ragu. Aku masih marah padanya. Aku benci melihatnya, tapi aku tidak tega melihatnya seperti itu. “Taeya!” cegah Taemin-oppa. Aku langsung melepaskan tangan Taemin-oppa dari lenganku.
“Aku akan baik-baik saja. Bisakah oppa tinggalkan kami berdua? Aku ingin bicara dengan Minho-oppa…” kataku.
“Tidak. Kau akan celaka lagi kalau kau bersama namja itu.” Balasnya.
“Ani… aku akan baik-baik saja. Janji. Setelah selesai bicara aku akan ikut sarapan bersama. Tunggulah sebentar. Araso?” kataku meyakinkannya. Taemin-oppa pun bergegas pergi meninggalkan aku dan Minho-oppa dengan wajah marah. “Maaf, oppa…” fikirku. Minho-oppa berjalan mendekatiku, namun aku segera melarangnya.
“Cukup segini saja, oppa. Jangan terlalu dekat.” Kataku tegas. Minho-oppa sontak menghentikan langkahnya.
“Oppa ingin bicara apa? Kita Cuma berdua sekarang. Seperti kemarin. Hanya saja, kali ini kita benar-benar berdua.”
“Taeya-yah, aku minta maaf… kemarin aku.. aku sama sekali tidak bermaksud…”
“Gwecanayo. Kemarin itu salahku, karena sok tau. Aku sok ingin naik bus. Padahal aku tidak tau rutenya… Hahaha, konyol ya?” tawaku. Bukan tertawa, ini menangis tepatnya.
“Taeya-yah…”
“Bukan salah oppa atau Yuri-eonni. Itu semua karena aku yang sok tau, ceroboh dan terlalu berharap. Harusnya aku sadar kalau aku tidak mampu, tapi aku terlalu sok. Jadinya, aku merepotkan banyak orang.” Tambahku. Minho-oppa langsung saja meraih tanganku.
“Jangan begitu. Sekarang aku hanya berharap aku aku tidak punya harapan sejak awal. Tidak punya peluang sejak awal. Agar aku tidak sok. Agar tidak sakit ketika jatuh. Agar tidak merepotkan ketika jatuh.”
“Cukup,”
“Tak ada yang salah. Minho-oppa hanya orang yang kebetulan berada bersamaku ketika itu. Jadi bukan salah minho-oppa. Itu semua salahku yang cero..”
“CUKUP!!” bentaknya. Aku bahkan belum menyelesaikan kata-kataku. Aku sudah tak tau yang mana keringat, dan yang mana air mata. Aku sudah tidak peduli lagi. Aku benci melihat diriku yang seperti ini. Aku benci melihat Minho-oppa menangis di depanku.
“Jangan menangis didepanku, oppa…” tangisku sambil menyeka airmatanya. Kumohon jangan tolak aku sekarang. Hanya saat ini saja. Biarkan aku menyentuhmu tanpa berfikir yang lainnya.
“Berhenti. Jangan perlakukan seperti aku yang terluka! BERHENTI!” bentaknya lagi.
“Kumohon jangan menolakku lagi. Kali ini saja, jangan tolak aku. Biarkan aku melakukan ini…” tangisku semakin menjadi sambil terus menyeka air matanya.
“Kau yang aku sakiti! Kau yang terluka. Kenapa kau yang menyeka airmataku?! HAH?”
“Bukankah oppa juga terluka? Bukankah oppa merasa bersalah? Itu pasti lebih sakit daripada yang aku alami, oppa…” tangisku.
Minho-oppa langsung memelukku. Aku menangis tambah kencang. Aku menyukaimu, aku benci kamu, aku sayang kamu. “Aku minta maaf…” tangisnya. Aku menggeleng cepat. “Katakan kalau kau memaafkan aku, Taeya…” pintanya lagi.
“Apa yang harus aku maafkan? Kau tidak salah apa-apa padaku…” balasku. Minho-oppa menangis semakin kencang. Begitu juga aku.
“Apa yang harus aku lakukan? Katakan padaku…” lirihnya.
“Kali ini saja. Peluk aku seolah aku kekasihmu. Bukankah kau berjanji padaku? Bahwa aku boleh memelukmu kapan saja? Kumohon, kali ini saja. Aku berjanji aku tidak akan berharap selanjutnya. Aku berjanji ini yang terakhir. Aku akan sadar diri setelah ini. Kumohon peluk aku seperti aku kekasih mu. Kekasih yang paling berarti untukmu…”
“Kau lebih dari itu, Taeyaa…”
“Aku hanya minta itu, oppa…”
Dia lalu memelukku. Pelukan yang tidak akan aku lupakan. Jadi inilah rasanya menjadi Yuri-eonni. Rasanya hangat sekali. Hatiku sampai sesak rasanya. Bahkan hanya lima menit, rasanya begitu mententramkan. Andaikan aku benar kekasihnya, rasanya pasti tidak akan campur aduk seperti ini.
Aku melepaskan pelukanku,
“Aku tidak akan lupa, oppa. Kau bisa pegang janjiku.”

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

53 thoughts on “My Yeoja – Part 4”

  1. Ya! Itu kenapa Minho juga nangis? Boys don’t cry. You’ve been acting like a jerk. You deserve it. /ignore this

    Awesome! Paling suka waktu Taeya digendong di tengah hujan. 😀

  2. wah, kerenn, daebakk,.

    ‘melindungi dengan carany sendiri’ huwaaa, taeminni, sejak kapan kau mulai dewasa nak (?)

    lanjut thor

  3. woaaa..
    Taeminnie so cool.. Tpi aura cute-nya tetep ga ilang jg.. Hehe
    Minho nangis?! Hahaha.. Nyesel dch dia skrg..
    Koq ga ada TBC-nya?? Dah slesaikah? Jgn dong..
    Ditunggu next-nya ych..
    Gomawo

    1. emang aura cutenya udah bawaan dari lahir…
      masih ada kok. ini kan 6 part. tetep setia menunggu yaaa??
      khamsahamnida *bow bareng Kyuhyun*

  4. wooh,
    taemin keren,
    aahh,, minho kau yg menyakiti knpa kau yg menangis,,??
    Ooww, taeya udah deg degan klo dket taemin,,
    keren,
    lanjuuutttt…..

  5. dasar kau minho.. mau mendua ya.. udh suka sm yuri… eh malah memainkan perasaan taeya juga… ckckck.. nappeun namja.. *maaf author, kali ini reader trllu lebay* lol

    seru ya itu berantemnya #eh?? #abaikan

    makin seru.. dpt feelnya…
    ditunggu lnjutannya

    1. aigoo gomawo 😉
      mian nih cuma 6 part. selanjutnya miinah bakal ad lagi dengan ff jongkey. kalo udah di post, di baca ya? khamsahamnida

  6. thor maaf bru bisa koment , hmm.. si minho tuh sbnernya suka sama yang mana sih thor ? ahh minho oppa psti bakalan nyesel bget kalo taem nantinya ama taeya ntar..

  7. wah seru beut . . . .
    #alay mood on

    ceritanya ga monotone….
    kereeeen….

    ayo thor ….. lanjooot….

    ( req bwat author.nya… kalo mau bow jgn breng kyuhyun mulu dong…. kasihan tu yang udah antri dari tadiii….. hehehehehehehe 😀 )

  8. Akhirnya taeya ketemuu..walopun dgn keadaan gi mimisan 😦
    err..aq bc nih ff mkin gg suka ma minyul,mending minstal#lho?
    Ehm..aq agk gg suka ma karakter.a minho di sini yg lbh mentingin yuri.. >,<..aq malah lbh suka taem,xD,walopun gitu aq ttp sk critanya kq thor :DD
    nyesek bgt tu,klo seandainya taem ngeliat taeya ma minho pelukan,hhe
    aq tgu next part.a,hohoho..

  9. ahhh pendeeek…
    aissh si minho !!! jeongmal..jeongmal babo !!!
    udah tuh kan si taemin ajah sama taeya .. :p
    jjong keren euyy ….
    kenapa pendeek, lagi seru juga ahhh malah tbc
    keren…keren…keren !! aisssh taeya, kau baru 14 tahun *woyyy sama!!*
    tapi dewasa bangeeet !!! ^^

  10. mian. ga suka cast minho yuri ya? abis kalo krystal kurang cocok sama image kakak yang baik dan dewasa. mian.

    khamsa udah baca 😉

  11. bingug~
    kok beberapa ff yg q baca pada suka ngasi karakter minho yg begini y?
    minho q…
    T.T
    kenapa qw sering mndapat peran seperti ini?
    *abaikan

    keren bgt ffnya!
    taemin dah gede ni..
    udah berani ngelawan hyung kesayangannya…
    daebak!
    hidup tae couple!

    1. mianhae. abis minho-oppa kan kesannya diam diam menghanyutkan…
      nanti kubuat ff minho deh. ditunggu ya?
      khamsahamnida *bow bareng kyu dan L*

  12. Nah tuh, Taemin sekarang sudah lupa gimana awalnya ia menyambut Taeya dengan kebencian. Orang yang tadinya membenci Taeya justru orang yang kini mempedulikan Taeya. Memang kalau Minho nggak kasih harapan, kejadian seperti Taeya pingsan mungkin nggak sampai terjadi. Gimanapun ini terjadi karena Taeya yang sudah menyukai Minho sejak awal.
    Nice story. Lanjut!

  13. Nah tuh, Taemin sekarang sudah lupa sama gimana awalnya ia menyambut Taeya dengan kebencian. Orang yang tadinya membenci Taeya justru orang yang kini mempedulikan Taeya. Memang kalau Minho nggak kasih harapan, kejadian seperti Taeya pingsan mungkin nggak sampai terjadi. Gimanapun ini terjadi karena Taeya yang sudah menyukai Minho sejak awal.
    Nice story. Lanjut!

  14. Taeminnnnn,, Your so Coolll,, ahhh,, adik Kecilku udd tumbuh makin dewasa N Gentle,, #apadehh,, abaikan,,hehehehe

    Ngebayangi lengan Kekar Jjong pas mukul Minhooo,, aw,, pasti sakit banget tuhhh,,, *poor Minho,,,

    Aku dukung terus Tae Couple,, cie,, cie,, Taeya Udd mulai deg2an gimana gituu klo deket si Mimin,, ayoo bikin Tae Moment lebih banyakkk,,hehehe

    Joahe!!! 😛

  15. Klo taemin berani terus sma hyung-nya, bs jd evil magnae ntar… hehe_
    Nae taemin (?) keren bngt waktu ngengendong taeya pas ujan2!!!!!
    Daebak FF!!!
    Sangat amat d’tunggu lanjutannya………

  16. Taeya udah, sama taemin ajaaa..
    Kan udah ser tuh sma dia..
    Minho juga jgan di beri harapan lagi..!!
    Yuri, yuri aja..!!
    He..he..

  17. Taemin dewasa banget disinii! aaa maknaee <333 kkkk
    Minho kenapa ikutan nangis daahh?-_- dia yg berbuat kenapa jadi lemah begitu iihh  ¬.¬
    Ah ya! Taemin udah mulai selow nih sama Taeya aii ciecieee
    Suka banget deh taemin disinii
    Lanjuuut!

  18. Ohh… Ternyata taeya sukanya sama minho toh. FF ini alurnya kecepetan menurutku. Feel nya juga kurang. Mian author.. #bow# but, overall aku suka kok 🙂 sekedar kritik yg membangun aja 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s