Unpredictable Marriage – Part 7

Unpredictable Marriage Part 7
Author: Anissa Anggi
Genre: Romance, Friendship, Sad, Life
Main Cast: -Kim Kibum
-Lee Hyo Min
Other Cast: Choi Minho, Krystal, Kim Jonghyun dll (msh terus berubah)
Length: Sequel
Rating: PG-16
Disclaimer: This Story is Mine. I don’t own them(SHINee), they’re belongs to God except some imaginative characters such as Lee Hyo Min.  Please, give me some critics. AND PLEASE DON’T COPY THIS STORY WITHOUT MY PERMISSION OR WITHOUT WRITE MY NAME AS AN AUTHOR. WE HATE PLAGIARSM!
HAI! Kembali lagi bersama saya, author gaje yang setia memberikan anda cerita nista ini wk-_-. Soooo just check this out for more episode about HyoBum. Eaaaa hahhaha

-Hyo Min POV-
Malamnya Kibum menepati janjinya padaku. Mengajakku makan malam dengan hidangan seafood dipinggir pantai dan setelah itu menyaksikan pesta kembang api. Pesta itu sangat meriah, apalagi tamu-tamu lain selain kami berdua juga turut menyaksikannya.
Sepanjang malam dia terus berada disisiku, menggenggam tanganku. Membuatku merasa aman dan nyaman. Setelah itu kami kembali ke kamar. Pestanya baru selesai sekitar pukul 11 malam.
Daaan di kamar dia menyerangku lagi. Yep, sekalipun aku sudah bilang padanya aku sudah lelah dan ingin istirahat. Dia tetap melakukan ‘itu’ membuatku tidak bisa berkutik.
Pagi harinya dia mengajakku sarapan di ruang makan hotel dan mengajakku menyusuri pantai. Pemandangan laut dipagi hari memang sungguh menyejukkan hati. Membuatku merasa damai.
“Kau tahu, aku hampir tidak pernah ke pulau ini. Biasanya yang mengurus pulau ini hyungku.” Katanya memulai pembicaraan. ketika kami mulai berjalan di pasir.
Aku menoleh, “Jinjja? Lalu dimana dia sekarang?” tanyaku. Aku jarang melihat Jonghyun, hyungnya. Tapi meski begitu aku melihatnya sebentar di pernikahan kami. Meski kami tidak berbicara apa-apa.
“Dia sedang berlibur di Jepang. Setelah sekian lama terus bekerja mengelola hotel dan restoran di pulau ini.” Sahut Kibum lagi.
Membuatku bertanya-tanya, apa keluarga Kim semuanya sangat pekerja keras? Sejak dulu aku sering memperhatikan Kibum yang sering pulang malam dan berangkat pagi-pagi. Meski dulu aku tahu dia sengaja menghindariku, tapi dia sepertinya memang harus bekerja terus. Apalagi dirumah, meski libur namja ini tidak pernah lepas dari laptop dan hpnya.
“Apa ayahmu selalu menyuruh kalian untuk bekerja?” tanyaku memastikan. Dia mengangguk kecil.
“Appa ingin kami berhasil sepertinya. Dia mengijinkan kami memilih mendirikan perusahaan sendiri, atau melanjutkan hasil jerih payahnya selama ini. Akhirnya aku memilih membantu Appa meneruskan perusahaannya. Sementara hyung mengurus pulau ini.” Jelasnya dengan tatapan yang sulit ditebak.
Aku mencoba menatapnya, mengartikan nada kalimatnya yang terdengar aneh. “Apa kalian tidak berniat mendirikan usaha sendiri?” balasku.
Dia tersenyum kecil, “Hmm… hyung sudah mendirikan usahanya. Kau ingat restoran yang semalam kita datangi? Itu milik kami.” Ucap Kibum dengan bangga.
Aku terperangah kaget, tidak menyangka restoran yang punya selera bagus itu milik mereka. “Jinjja? Wuaah, kalian punya selera bagus untuk urusan makanan rupanyaa” sahutku sambil tersenyum.
“Hahaha Gomawooo” balasnya sambil tertawa. Mau tak mau aku ikut tersenyum lebar.
“Oppa, hari ini kita akan ngapain?” tanyaku lagi.
Dia terlihat berpikir sebentar, “Bagaimana kalau kita snorkeling? Kau mau?” balasnya.
Aku tertunduk lesu, “Yaaa aku kan tidak pandai berenang.” Sahutku muram.
“Tenang saja, aku akan ikut turun bersamamu. Lagipula nanti kita akan ditemani oleh ahlinya. Jadi aku tidak usah khawatir.” Ucapnya. Kibum terlihat menyemangatiku.
“Hm… Baiklaah” sahutku akhirnya.
***
-Author POV-
Siangnya kedua manusia yang sedang dimabuk cinta itu (?) bersnorkeling. Berkeliling pulau sambil menikmati pemandangan yang indah. Hyo Min terlihat sangat senang berada dibawah laut mengamati kehidupan binatang laut bersama Kibum. Awalnya yeoja itu sempat takut turun ke air. Tapi setelah dijelaskan oleh ahlinya, akhirnya Hyo Min mau ikut turun ke air. Selama mereka berdua didalam air, Kibum terus bersama Hyo Min dan berada disisi yeoja itu.
Selesai bersnorkeling, mereka kembali ke kamar untuk istirahat dan mengemas barang-barang bawaan mereka. Berisap-siap untuk pulang.
“Chagi, apa kau lapar?”Tanya Kibum ketika yeoja itu sedang duduk dipinggiran kasur dan menonton tv. Hyo Min menoleh, lalu mengangguk.
“Ne… waeyo?” balasnya. Kibum duduk disebelah Hyo Min dan mencium bibir yeoja itu sekilas.
“Ani, tampaknya kau sudah selesai berkemas. Lebih baik kita pulang sekarang. Lalu kita akan makan siang di restoran.” Sahut Kibum sambil tersenyum kearah Hyo Min
Yeoja itu balas tersenyum “Ne, kalau begitu ayo.” Hyo Min berdiri disusul Kibum disisinya.
Mereka makan siang di satu restoran didekat hotel dan mengobrol sebentar. Setelah selesai mereka bergegas pergi ke dermaga untuk pulang.
***
Kibum POV
Sesampainya di pantai berdua langsung pulang naik mobil yang kemarin aku titip di tempat penitipan mobil (ceritanya ada ye-_-). Awalnya aku berniat mengajaknya jalan-jalan ke Myeong-dong, tapi melihat kondisinya yang langsung tidur sesaat setelah kami masuk mobil, aku membatalkan niatku.
Ku biarkan dia tidur selama perjalanan pulang. Sesekali aku melirik kearahnya yang tertidur lelap. Kelihatannya dia sangat lelah, terlihat dari wajahnya yang sangat kecapaian (?). entah kenapa aku suka melihat Hyo Min dalam kondisi seperti ini, terlelap. Kecantikannya terlihat semakin jelas dan alami tanpa make-up sedikit pun, juga membuatnya seperti dewi yang turun dari langit (HIYAAH lebai lu kunci! *digorokLockets*)
Sampai di apartemen aku segera menyuruh pegawai apartemen untuk membawakan barang-barang bawaan kami. Sementara aku menggendongnya sampai keatas. Dan meletakkan badan Hyo Min dengan lembut di kasur. Jujur, aku tidak tega membangunkannya.
***
-Keesokan harinya-
-Hyo Min POV-
Hari ini hari senin, seperti biasa aku pergi ke kampus. Seperti sebelumnya, kini Kibum mengantarkanku ke kampus, sekaligus dia pergi ke kantornya. Hari ini dia berpakaian sangat rapi dan………tampan.
Kibum mengenakan kemeja putih dan dasi warna pink (yep, Key’s favorite thing) lalu dibalut kemeja semi formal warna hitam. Membuatnya terlihat sangat mempesona, sekaligus menggoda. Anehnya, walaupun sudah mengenakan jas, dia sama sekali tidak terlihat seperti orang tua. Justru paduan itu membuatnya sangat, seperti sudah yang kubilang, tampan.
Mobil Kibum sampai diparkiran kampus. Dia memberhentikannya dan menatapku sambil tersenyum. “Sudah sampai” sahutnya.
Aku balas tersenyum, “Ne…”
“Hari ini kau selesai pelajaran jam berapa?” tanyanya. “jam 1 siang, aku rasa kau tidak perlu menjemputku. Karena itu terlalu siang. Jangan sampai kau pulang cepat lagi hanya demi menjemputku.”
“Aniyo… aku tidak akan menjemputmu kok.” Elaknya. “Eh, tapi itu jam makan siang. Aku bisa izin sebentar untuk menjemputmu dan makan siang bersama” lanjutnya. Kemudian nyengir.
“Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri. Tenang saja.” Sahutku santai.
“Aish… kau ini. Baiklah” jawabnya. Kemudian dia menyambar wajah dan mencium bibirku. Ciuman yang lama dan dalam. Seakan ingin mengatakan bahwa dia tidak rela membiarkanku ke kampus hari ini.
“Kibum… aku harus masuk kelas sekarang.” Sahutku sambil menunduk menahan malu.
Dia tertawa “NE… kau ini, masih saja malu.” Serunya.
Akhirnya aku keluar dari mobil dan melambaikan tangannya kearah mobil. Kemudian dia melajukan mobilnya keluar dari kampus.
***
Seusai kuliah…
Aku keluar dari kelas dan berjalan di koridor. Menyapa beberapa temanku sambil tersenyum. Kulihat seorang namja bernama Choi Minho yang (banyak orang bilang) merupakan mantan namjachingu-ku sedang senderan di tembok dan mengobrol dengan seorang yeoja cantik.
Aku berjalan melewati mereka sambil menatap lurus kedepan dan mengambil hp dari kantung celana jeans. Ternyata ada satu pesan dari Kibum.
Chagiya, mianhae. Hari ini aku tidak bisa makan siang denganmu. Appa-ku mengadakan rapat sejak jam 11 tadi sampai jam 2 nanti. Dan aku harus ikut. Jeongmal Mianhae Hyomin, kau bisa pulang sendiri kan?
Aku tertawa kecil. Namja ini, bukankah tadi pagi sudah kubilang aku tidak perlu dijemput? Aku kan bisa pulang sendiri. Hm, kadang sikap melindungi dari Kibum seperti orangtua yang overprotectif kepada anaknya._.
Akupun membalas: Ne chagiya, gwechanayo. Aku bisa pulang sendiri. Jaga dirimu. Sent.
Aku berjalan sampai halte bis yang kebetulan tidak terlalu jauh dari kampus. Dan menunggu bis ataupun taksi. Begitu aku sampai di pintu gerbang kampus, seseorang menarik lenganku.
“Kau pulang sendiri?” Tanya Minho, orang yang ternyata menarik lenganku. Aku hanya mengangguk.
“Mana suamimu?” tanyanya lagi.
“Bukan urusanmu.” Sahutku datar. Lalu berjalan lagi, dia mengikuti jalanku yang bertempo cepat tanpa merasa kesulitan untuk mensejajarkan langkahnya.
“Perlu kuantar?” ajaknya. Aku berhenti dan menatapnya. Apa maksudnya? Menawarkan diri mengantarku pulang? Memangnya dia siapa?!
“YA! Memangnya kau ini siapa sampai berani menawarkan diri mengantarku pulang?!” bentakku dengan ketus. Minho hanya meringis.
“Aku kan hanya menawarkan, kalau tidak mau ya tidak usah marah.” Ucapnya.
“Jinjja?” sahutku sakartis. Dia mengangguk yakin.
“Kau ini bukan siapa-siapaku sekarang. Kita sudah putus. Berhentilah bersikap baik padaku. Atau aku akan melaporkannya pada Kibum.” Ancamku. Entah kenapa kini aku tidak suka dengannya sekarang, bahkan cenderung ingin selalu marah bila bertemu dengannya.
“Jadi kau sudah ingat aku siapa?” tanyanya, mengacuhkan kalimatku. Dia mengangguk-anggukan kepalanya sebentar, “Ya, tidak bisakah kau bersikap baik padaku? Meskipun kita sudah berpisah seharusnya kita masih bisa berteman baik.” Ucapnya lagi.
Aku menatapnya sinis, “Aku rasa kita tidak perlu berteman baik lagi. Bukankah dulu kau yang mencampakkanku dan menghindariku? Seakan aku makhluk paling menjijikan di dunia ini?” sindirku. Lalu berjalan lagi meninggalkan dirinya yang terpaku pada tempatnya. Terlihat Kaget.
***
-Didalam taksi-
Entah kenapa saat aku menatap wajahnya tadi,aku teringat semuanya. Ya, semuanya. Terutama alasan kenapa kami berdua putus. Aku ingat saat kami bertemu di taman sebelum ke kampus. Aku ingat saat dia mengatakan sedang membuat film pendek tentang kami. Ingat saat dia kaget, mencampakkanku dan meninggalkanku begitu saja ketika aku mengatakan aku hamil.
Aku juga ingat saat keesokan harinya aku mendapatinya sedang merangkul seorang yeoja. Yang ternyata adalah Hye Jin, yeoja yang berperan sebagai aku dalam film yang disutradarai oleh Minho. Membuatku terpuruk, dan hanyut dalam kesedihan. Tapi entah kenapa kini, ketika aku sudah mengingat semuanya lagi, aku sama sekali tidak merasa sedih. Justru rasa kebencian pada namja itu semakin besar. Aku benci namja itu, aku benci Choi Minho.
Tiba-tiba kurasakan hpku bergetar. Krystal calling….
Akupun mengangkat teleponnya. “Halo Krystal-ah, ada apa?” sapaku.
“Hyomin-ah! Aku mencoba menelponmu dari kemaren, tapi baru sekarang hapemu aktif. Kau kemana saja hah?” semprotnya langsung.
Mendengar itu aku terkikik, “Aaa waeyo? Kau merindukanku yaah?” balasku sambil tertawa.
Kudengar dia mendengus. “Bukan begitu, aku khawatir takut kau kenapa-napa.” Elaknya.
Aku menahan senyum, “ohh, mianhae. Kemaren aku pergi bersama kibum dan menginap. Tapi aku lupa membawa charger hp. Hehehe jeongmal mianhae…”
“Mwoya?Aihh… jadi kau sudah sudah resmi dengan Kibum sekarang?Chukkae!”serunya.
“Ya! Aku memang sudah resmi menikah dengannya sejak dulu, pabbo! Hanya saja baru sekarang aku menyadari aku mencintainyaa.”
“Halaaah,sudahlah. Sekarang aku mau memberitahumu.”
“ah ya, waeyo?” tanyaku. “Dua minggu lagi aku akan mengadakan pesta ulangtahun. Di Café O!forOne! kau datang yaaah!” jelasnya dengan riang.
“Ohhh ternyata ini. Ya! Kau ini sudah kuliah! Kenapa masih saja merayakan ulangtahun?” tanyaku. Mengingat selama aku mengenal dia, dia pasti mengadakan pesta ulangtahunnya. Dan sekarang lagi? di ulangtahunnya yang ke-20? Haish..yeoja ini…
“Hehehe Hyomin-ah.. kau kayak tidak kenal aku saja. Ini pesta ulangtahunku yang terakhir tahu. Karena di tahun berikutnya Umma dan Appa-ku tidak mau merayakannya lagi. Jadi mumpung pesta melepas umur remaja, aku akan habis-habissaan! Arraso?”
“Aaaa Ne… Arra, baiklah. Aku pasti datang. Tapi jangan salahkan aku kalau semua orang menatapku dibandingkan kau yah!” sahutku sambil bergurau.
“YAAA! Tidak boleh! Kau dandan yang cantik, tapi jangan berlebihan. Awas kau!” serunya pura-pura marah.
Aku tertawa keras, “HAHAHA nee. Tenang sajaa”
“Oke, kalau begitu lain kali lagi aku telpon kau. Sekarang aku mau cari gaun pesta dulu. Byeee!” lalu teleponnya pun ditutup. Aku masih saja tertawa.
***
-Author POV-
Hyo Min sedang memasak Bibimbap ketika Kibum pulang dari kantor. Seperti biasa, Kibum pulang lebih cepat dari sebelum mereka ‘baikan’. Kibum melonggarkan dasinya dan berjalan kearah dapur.
“Chagi…. Kau sudah pulaang” sapa Hyo Min tanpa mengalihkan pandangan dari kesibukannya. Kibum hanya tersenyum.
Namja itu memeluk Hyo Min dari belakang. “Yaaa kau membuatku kaget saja!”seru Hyo Min tertahan.
“Hehe mian chagi… kau masak apa?” Tanya Kibum. Namja itu menompangkan dagunya dipundak Hyo Min.
“Bibimbap. Aku baru membaca resepnya tadi, dan langsung ku praktekkan.”
“Jinjja?Wuaah, jadi ini Bibimbap pertama yang kau buat? Aku jadi tidak sabar mencicipinya.” Gumam KIbum sambil tersenyum.
“NE.. hehe kuharap hasilnya tidak mengecewakan..” ucap yeoja itu. “Nah.. selesai!” serunya saat masakan itu telah siap diatas piring dengan apik.
“Kau mau mencicipinya?” Tanya Hyo Min pelan. Kibum mengangguk. Namja itu melepas pelukannya dan mengambil sendok.
Lalu mengambil satu daging dan memasukkannya kedalam mulut. Hyo Min memperhatikan sambil meringis dengan ekspresi lucu. Dia menunggu jawaban Kibum.
“Jadi…?bagaimana?” Tanya Hyo Min hati-hati. Dia menggigit bibir bawahnya.
“Hmm…” Kibum menggantungkan kalimatnya. “Ahhh pasti tidak enak.” Sahut Hyo Min dengan kecewa.
“Aniyo, ini rasanya enak juga. Tidak, kurang tepat. Ini sangaaattt enak.” Puji Kibum sambil menatap istrinya.
“JINJAA? Wuaahh! Kau seriuss?” seru Hyo Min kegirangan. Matanya berbinar-binar.
Kibum mengangguk. Membuat Hyo Min tersenyum puas. Kibum mengambil lagi dan memberikannya pada yeoja itu. “Coba sendiri.” Sahutnya. Hyo Min menurut.
“Ahh benar. Ini enak.” Ucap Hyo Min pada dirinya sendiri.
“Itu sangat enak” koreksi Kibum. Hyo Min hanya bisa menunduk malu.
Akhirnya yeoja itu meletakkan piring berisikan Bibimbap diatas meja makan. Dan mencuci tangannya. Setelah selesai Kibum merangkul pinggang Hyo Min dengan mesra.
“Chukkae.” Bisiknya ditelinga Hyo Min. Hyomin hanya mengangguk.
Merekapun duduk di sofa. Kibum mencium Hyo Min dengan ganas. Tangannya merengkuh wajah yeoja itu. Bibir Hyomin terbuka sedikit. Kibum langsung melesakkan lidahnya dan menghirup dalam-dalam rongga mulut Hyo Min. lidahnya bermain-main dengan lidah Hyo Min. ciuman mereka penuh gairah (azek)
Cukup lama, sampai akhirnya Hyo Min melepas ciuman itu karena kehabisan nafas. “YA! Tidak bisakah kau pelan sedikit. Aku nyaris kehabisan nafas tahu!” bentaknya pelan.
“Hehehe mian chagiyaaa.” Kibum hanya tertawa kecil mendengarnya.
“Lagipula, kau harus selalu menciumku ya setiap kita baru bertemu? Rasanya baru tadi pagi kau menciumku.” Ucap Hyo Min.
“Aniyoo, semakin hari kau terlihat semakin menggoda.” Balas Kibum. Dia membenarkan posisi duduknya. Dan mengalungkan lengannya dileher Hyo Min.
“Aisssh, kau ini”gumam yeoja itu. Kibum mengacuhkan kalimat Hyo Min.
“Jadi, bagaimana harimu?” tanyanya. Hyo Min terdiam. Dia ragu untuk menceritakan tentang Minho.
“Uhm, tadi aku bertemu Minho.” Sahutnya pelan.
“Oh ya? Lalu kalian mengobrol?” Tanya Kibum tanpa terlihat kaget.
“Ne, tapi tidak banyak. Dan… aku sudah ingat semuanya.” Gumam Hyo Min.
Kibum tersentak kaget, dia melepaskan lengannya dari Hyo Min. Dan menatap yeoja itu.
“Jinjja? Lalu, kau akan bagaimana?” tanyanya.
Hyo Min merengut heran, “Bagaimana apanya?” balasnya.
“Kau akan kembali padanya? Dan meninggalkanku?” Tanya Kibum pelan.
“YAA! Kau dapat ide dari mana aku akan begitu? Tentu saja tidak! Aku tidak akan meninggalkanmu!” bentak Hyo Min. Dia terlihat kesal karena Kibum mengatakan hal itu.
Kibum hanya diam.
“Kim Kibum, berapa kali harus kubilang? Aku mencintaimu! Aku tidak akan meninggalkanmu hanya demi namja bodoh sepertinya! Dia hanya masa laluku! Ya tuhaaan! Aku tidak percaya kau tidak percaya padaku!” Hyo Min berseru-seru tertahan. Dia terlihat menahan tangisnya.
“Kau mencintaiku?” Tanya Kibum dengan sakartis.
“NE! Kurang jelaskah?” bentak Hyo Min. Kibum reflex memeluk Hyo Min dengan erat. Hyo Min tidak dapat menahan tangisnya lagi.
“Mianhae.. aku hanya ingin menanyakanmu. Itu saja. Aku tidak bermaksud tidak percaya padamu.” Ucapnya dengan pelan.
“Saranghaeyo Hyo Min….”
“Naddo Saranghaeyo Kim Kibumm”
***
-(still) Author POV-
Semakin hari mereka semakin mesra dan akrab. Mereka terlihat semakin saling mencintai. Kibum masih seperti biasa, mengantarkan Hyo Min ke kampusnya. Sesekali dia menjemput istrinya, walaupun sudah berkali-kali diprotes oleh Hyo Min, Kibum tetap menjemputnya.
Hari ini Krystal ulang tahun, dan seperti janjinya Hyo Min akan datang ke acara pesta ulang tahun sahabatnya itu. Yeoja itu keluar dari kamar sambil menggenggam bungkusan kado berukuran cukup besar.
Dia berjalan dengan hati-hati (karena memakai high heels) kearah ruang tv. Dan meletakkan kadonya diatas meja.
“Kibum-ah, apa kau sudah siap?” tanyanya. Lalu duduk diatas sofa.
Kibum akan ikut bersamanya ke pesta ulang tahun Krystal. Karena Kibum yang memintanya, dengan alasan supaya keadaan Hyo Min akan diketahuinya secara jelas (?).
“Nee, tunggu sebentar chagi.” Seru Kibum dari kamar mandi. Akhirnya Kibum pun keluar dan berjalan ke ruang tv. Dia tertegun ketika melihat Hyo Min.
Yeoja itu sedang berdiri membelakangi Kibum. Mengenakan gaun berwarna pink peach selutut, berpotongan pendek sehingga memperlihatkan bagian punggung Hyomin yang putih bersih.
“Hyo Min-ah….” Panggil Kibum dengan pelan. Hyo Min membalikkan badannya “Ne?”
“Neomu yeppo….”gumamnya, cukup keras hingga membuat Hyo Min memerah menahan malu.
“Hmm gomawoyo. Sebaiknya ayo kita berangkat! Pesta dimulai sejam lagi!” balas Hyo Min.
“Ne, tentu saja Chagi.” Sahut Kibum sambil menggandeng tangan Hyo Min.
Akhirnya mereka berangkat ke café dimana pesta ulangtahun Krystal diadakan.
Sesampainya disana…
Mereka berdua turun dari mobil berbarengan, lalu masuk kedalam Café yang sudah ramai orang-orang. Banyak dari orang-orang yang ada disitu merupakan teman-teman satu SMA Krystal dan Hyo Min, jadi hampir seperti reunian mereka.
Hyo Min masuk kedalam sambil menggandeng tangan Kibum. Sesekali dia menyapa dan mengobrol teman-teman lamanya yang sudah datang. Walau begitu Kibum tetap setia berdiri dibelakang Hyo Min dan dengan mudah berbaur dengan yang lain.
Mereka berjalan masuk lagi ke dalam dan akhirnya bertemu dengan Krystal yang sedang mengobrol dengan beberapa temannya. Dia terlihat sangat cantik, dengan dress hitam semi formal dan belt coklat membuatnya terkesan menonjol diruangan itu.
Hyo Min menghampirinya dan tersenyum, “Annyeong Krystal-ah! Saengil Chukkae Hamnidaa!” serunya. Krystal langsung balas tersenyum dan memeluk Hyo Min.
“Gampsahamnidaa! Terimakasih mau datang ke pestaku Hyomin-ah…” balas Krystal dalam pelukan mereka.
“Cheonmaneyo, oya ini hadiahnya. Kuharap kau akan menyukainyaa.” Hyo Min melepas pelukannya dan memberikan sekotak hadiah yang sejak tadi dipegangnya.
“AAAHH! Kau masih memberikan ku hadiah? Gomawooo!” seru Krystal kegirangan, tidak menyangka masih diberikan hadiah. Hyo Min hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Hyo Min menatap kearah Kibum yang masih anteng di sebelahnya *hiyah key anteng-_-*. Lalu Krystal tersenyum sedikit kaget kearah Kibum.
“YA! Kau juga ikut datang kesini? Untuk apaa?” ucapnya sedikit kaget.
Kibum tertawa kecil “hahaha Ne, tentu saja untuk menemani Hyo Min.” jawabnya.
“Aishh, jadi bukan untuk memberikan  doa untukku?” balas Krystal pura-pua kesal. Kini Hyo Min ikut tertawa.
“AHAHA pede sekali kau Krystal…” Kibum menggantungkan kalimatnya dan melanjutkan, “tentu saja tidak, aku kesini untuk memberikanmu selamat. Saengil Chukkae Hamnidaa”
“NE, gomawoyoo. “ Krystal terlihat sangat sumrigah.
“Ah, kalian nikmatilah acara ini. Aku harus keliling dulu menemui teman-temanku yang lain. Gwechanayo?” Tanya Krystal lagi. Hyo Min mengangguk, “Gwechana…”
Krystal pergi melenggang meninggalkan kedua sejoli itu. Hyo Min kembali digandeng tangannya oleh Kibum. Mereka berjalan kearah pojokan ruangan dan berhenti.
“Pestanya sangat meriah. Apa dia memang punya teman sebanyak ini?” Tanya Kibum. Dia merangkul pinggang Hyo Min.
“Haha tentu saja, dia itu sangat supel. Wajar banyak yang datang ke acara ulang tahunnya.” Sahut Hyo Min.
“Krystal terlihat cantik, tapi menurutku dia tidak ada apa-apanya dibandingkan kau.” Ucap Kibum tanpa terlihat memuji.
“Mwo? Aishh, hari ini dia sangat cantik kau tahu? Sangat cantik.” Balas yeoja itu, padahal dalam hatinya dia sedikit malu.
“Ani. Disini kaulah yang paling cantik.” Protes Kibum. Kini dia menatap Hyo Min dengan pandangan memuja yang sanggup membuat Hyo Min meleleh seketika.
Hyo Min hanya menunduk malu. Begitu dia mengangkat kepalanya lagi, dia melihat sesosok namja yang sangat dibencinya. Ya, Choi Minho. Dia datang ke pesta ini. Dan kini Minho menatap lurus kearah Hyo Min dengan pandangan tajam.
***
TBC
Annyeong… Aku minta maaf karena part 7 ini lamaaaaa banget dikirimnya. Abis ga ada idée, udah gitu sibuk banget kan ngerjain tugas jadi ga boleh pegang laptop sering-sering. Sekali lagi,Jeongmal Mianhae.
Tadinya aku mau buat endingnya di part 9, terus dimajuin jadi part 8. Eh trus abis terima rapot bayangan yang hasilnya jeleeek, makin dibatasin aja deh make laptopnya-__- terus aku mikirnya apa buat endingnya di part 7 ya…. Yaudah deh aku nulis aja tuh kan, trus mikir kayaknya bakal panjang banget kl diabisin di part 7… akhirnyaa diputuskan lah part 8 itu PART TERAKHIR!!! YEAY! *maaf curhat* *readers: gue sih ga peduli yah*
AHAHAHAHA soo bagaimana dengan kelanjutannya? Nantikanlaah! Ea *apasi* pokoknya endingnya bakal…..tidak terdugaa! Dan kayaknya bakal lama-_-V
Segitu dulu bacot disini, jangan lupa komen. Maaf bila terdapat banyak typo dan keanehan dalam alur cerita. Dimohon untuk tidak plagiat. Bila terdapat kesamaan dalam cerita, nama, alur itu semua hanya kebetulan belaka. Dan ohya, jarang banget baca ff. paling sering cuman di sf3si. Jadi kalo ada kemiripan maaf ya, tp itu diluar kendali aku. dimohon untuk komentar yang sejujur2nya. Tapi jangan ngebashing ya….
See you soon readers! :*
Xx, A

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

88 thoughts on “Unpredictable Marriage – Part 7”

  1. hyaaaa, bakal lama ya? padahal aku nunggu-nunggu banget setiap part dari FF ini. oke, akan kutunggu dengan sabar. sekalian yang lama aja, thor, biar pas lulus aku bisa puas bacanya. kekeke.

    I’m still supporting you ^^

  2. Owyeaaahh, mereka mesra yah! Si key apalagi, yadong banget….. Bagus ! Penasran endingnya ! Tak terduga? Huaaaa, happy ending ya thorrr!!*kokgueygnentuin* muehehehehe

  3. Baru baca ni ff langsung part 7 ajaa
    Tapi ff nya seruu ^^
    anyyeong aq readers baruu
    Heheheheh
    Aq bkalan baca dulu dari awal
    Tpi kyakx butuh search deh soalnya belum ditaruh di library ff nya ^^

  4. Anyyeong chingu aku readers baru dsni ^^
    ceritanyaa enakkk, bkin deg2an juva sihh
    Kekekek baca borongan aq soalnya
    Jujur sih diawal2 baca aq agak bingung ma alur crtanya yang agak bertele2 tapi lama2 aq bisa ngerasain suasana ceritanya
    ^^
    wahhh smgaa aja dy ma minho trus cerai ma key jd key ma aq
    *plak
    Kekekekek ditunggu lanjutannya chinguu

  5. Hoohoh…..key jealous bgt,,,n terus2an nyerang hyomin ini,,,,mantap si konci,,,LOL,,,itu minho g bakalan ganngu kan yaa???smga sajalah,,,,lanjuta next part aja ya author,,,god job 🙂

  6. Kibum napsu yah ._.v
    Romatis yah si hyomin sama kibum muehehe *gandeng minho*
    Nice ff chingu-ya ^^ kk~
    Next part ditunggu 😀

  7. Kibum napsu yah ._.v
    Romatis yah si hyomin sama kibum muehehe jadi iri u,u *gandeng minho*
    Nice ff chingu-ya ^^ kk~
    Next part ditunggu 😀

  8. annyeong.. aku baru baca dari part 6. yg sebelum.a blm d baca.

    mmmmm.. mereka tuh semakin romantis aja..
    jadi iri.. haha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s