Take Me With You – Part 10

Title            : Take Me With You – Part 10
Author        : Delfta
Length        : Sequel
Main Cast    : Key, Arina
Other Cast    : Alia, Risha
Genre        : Romance, Friendship, Sad, Life, Humor (perhaps?)
Rating        : PG 13

“Oppa!!” Arina mengagetkan Onew yang sedang memasak di dapur.
“Kau ini!!” Onew langsung mencubit pipi Arina karena Arina telah mengagetkannya
“Oppa, mianhae..” Arina memohon karena merasa bersalah
“Gwaenchana. Kapan pulang dari kampus? Biasanya hari ini kamu pulang sore.” Ucap Onew sambil sibuk dengan masakannya.
“Dosen tiba-tiba sakit. Jadi kami disuruh pulang. Ngomong-ngomong kenapa jadi oppa yang masak? Tumben yaa..” komentar Arina
“Belajar masak, karena aku sudah janji pada seseorang untuk bisa membuat bulgogi. Hehe. Aku menyuruh Key belanja cemilan di minimarket. Jadi kami tukar tugas.” Jelas Onew
“Seseorang? Nugu?” tanya Arina. Tapi Onew tidak menjawab hanya tersenyum sambil meneruskan bulgoginya.
Tak lama Key datang bersama Taemin membawa 2 keresek besar berisi cemilan. Taemin langsung tersenyum begitu melihat Arina.
“Aigo, istriku! Mengapa kau membeli banyak sekali cemilan. Kau mau membuatku tambah gemuk?” canda Onew sambil menatap genit pada Key. Key langsung membalas tatapan Onew dengan garang, dia tidak mau dipanggil istri oleh Onew didepan Arina, ini memalukan!
“Dia masalahnya!” tunjuk Key pada Taemin
“Kok aku? Eomma jahat” tanya Taemin dengan wajah innocent-nya  (*author langsung nyodorin bibir menuju pipi Taemin* Taemin : Tuhanku.. mengapa Engkau memberikan cobaan seberat ini padaku? *nangis-nangis dibawah hujan angin*)
“Saat aku mau pergi, tiba-tiba dia datang dan ingin ikut. Setelah sampai sana baru ketahuan. Dia ambil banyak barang, dia merengek kepadaku untuk membelikan semua itu” keluh Key. Sementara Taemin malah cekikikan melihat wajah kesal Key.
“Sudahlah biarkan saja. Sekarang waktunya lunch!! Ayo panggil yang lain” seru Onew dengan semangat. Arina membantunya menghidangkan bebagai makanan yang dia masak diatas meja makan.
Taemin langsung ke kamar JongHo yang sedang asyik mengangkat beban untuk segera bergabung di meja makan.
“Wah.. eomma sudah pensiun ya.. sekarang giliran appa. Masak bulgogi pula! Wah tingkat kesulitannya benar-benar tinggi” seru Minho saat melihat Onew yang sedang menghidangkan makanan
“Ini hanya sementara ya..  tadi dia tiba-tiba ingin memasak , aku juga heran. Yasudah aku serahkan tugasku.” Ungkap Key sambil duduk di kursi untuk menyiapkan diri merasakan hidangan buatan Onew. diikuti yang lain, sekarang semuanya sudah duduk di kursi kecuali Onew yang berdiri disamping meja masih dengan celemek yang menempel dibadannya. Dia menunggu dikomentari.
“Hmm..” Key mulai menyendokkan bulgogi buatan Onew ke mulutnya. Mencoba menganalisis apa saja yang terkandung dalam makanan dimulutnya.
“Bagaimana?” tanya Onew dengan penasaran dan penuh senyum
“ASIN!! Kau masukkan berapa garam???” Key  mulai mengambil air mineral dan menenggaknya. Mendengar itu, Jjong, 2min, dan Arina tidak jadi menyendokkan bulgogi ke mulut mereka.
“Tidak tau.. aku lupa hehe” jawab Onew dengan enteng sambil cengar-cengir
“Ada juga ya, orang yang lupa dalam hal seperti ini. Untung saja nyawa kami terselamatkan” ucap Jonghyun sambil mengelus dada. (author ngemil sepatu saking frustasinya. JJong : daripada ngemil sepatu mending ngemil lemari. Iklannya jelek? Biarin, yang penting lemari. Author : *tambah frustasi dengerin si jjong, sepatu abis 3 pasang* ente kira ane rayap?!!! )
“Tapi mungkin akan lebih parah jika Taemin yang memasak. Haha” ejek Minho
“Hyung!” Taemin langsung menonjok lengan Minho yang asyik tertawa
“Untung kita masih ada kimchi. Apa boleh buat, menu lunch kita hari ini hanya nasi dan kimchi” ujar Key yang langsung mengambil kimchi dari dalam lemari es. Semua cemberut.
Mereka akhirnya mulai makan, tentunya dengan menu nasi dan kimchi saja. Kecuali Arina, dia terus menatap semangkuk bulgogi buatan Onew itu. Dia sangat ingin mencobanya, walaupun tadi Key bilang itu asin, tapi dia benar-benar ingin mencoba. Karena itu adalah buatan Onew.
Tanpa sadar, sendok ditangan Arina sudah mulai mendekati mangkuk itu, dan akhirnya menyentuh makanan itu. Dia lalu mengeruk makanan itu dengan sendoknya.
“Hajima!” seru Jonghyun. Arina langsung tersadar. Tapi dia sudah mantap untuk memakan itu. Dia langsung memasukkan makanan itu kemulutnya dan mencoba meneliti sensasi rasa dimulutnya.
“Hmmm.. ini memang sedikit asin, tapi ini benar-benar lezat. Rasanya seperti punya khas yang tersendiri. Mungkin jka dikurangi garam sedikit akan mendapatkan rasa yang sempurna” komentar Arina disela-sela makannya. Yang lain langsung terkejut dengan komentar Arina. Onew yang tadinya terlihat tidak bersemangat lansung tersenyum penuh harap sambil menghampiri Arina.
“JINJJAYO???” tanya Onew denga penuh harap. Arina mengangguk. Onew tersenyum penuh kemenangan melihat anggukan Arina
“Tapi menurutku itu terlalu asin” komentar Key
“Lebih baik kita coba sendiri” Minho langsung mencoba bulgogi itu. Jonghyun dan Taemin pun mengikutinya.
“Not bad lah… itu lidahmu saja yang terlalu sensitive mungkin” komentar Minho sambil menunjuk Key
Key tidak merespon ucapan Minho, dia masih terus makan nasi dan kimchi itu.
“Kau tidak makan hyung?” tanya Jonghyun pada Onew
“Tidak usah, aku mendadak kenyang karena Arina bilang bulgogi-ku lezat. Hehe. “ Onew jadi cengar-cengir sendiri (lagi!!) sambil menggaruk-garuk kepalanya. Membuat pipi Arina merah karena malu.
“Sekarang aku akan membuat cupcake untuk orang yang spesial!” lanjut Onew dengan penuh semangat
“Orang yang spesial?” tanya Jonghyun sambil melayangkan pandangan curiga pada Onew.
“Nanti juga tau orangnya..hehe” Onew tersenyum penuh misteri sambil menyiapkan bahan-bahan membuat cupcake.
Orang spesial? Jangan-jangan… apa itu aku? Karena tadi telah memuji masakannya? Ah!! Jangan geer! Jangan geer! Tapi kalo bener itu aku?  Arina jadi berpikir yang aneh-aneh. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya supaya pikiran kegeeran itu bisa pergi jauh-jauh dari kepalanya.
“Wae?” tanya Key pada Arina, karena melihat Arina yang sedang menggeleng-gelengkan kepalanya
“Hehe.. aniyeyo” jawab Arina sambil tersenyum malu karena ketahuan lagi geleng-geleng kepala
“Arina, nanti antar aku yaa..” ucap Key sambil cengar-cengir mencurigakan
“Kemana?”
“Belanja!! Haha. Sudah lama aku tidak menghirup udara mall” jawab Key girang
“Yang sabar ya… semoga tabah menjalani hidupmu” ucap Minho dengan datar pada Arina. Arina menatap Minho dengan pandangan bertanya.
“Aku ikut yaaa…” seru Taemin. Membuat Key dan Jonghyun langsung cemas.
“Andwae! Taemin, kau kan ada janji denganku untuk latihan vokal lagi” ucap Jonghyun sambil melingkarkan lengannya dibahu Taemin.
“Aku kan waktu itu bilangnya nanti kalau mau mendekati SWC, bukan hari ini” Taemin melepaskan lengan Jonghyun yang melingkar dibahunya, dia merasa tidak ada jadwal latihan bersama Jonghyun dihari ini. Tentu saja ini akal-akalan Jonghyun untuk mencegah Taemin yang mungkin akan mengganggu kencan Arina dan Key.
“Kau ini! Harus latihan dari sekarang supaya persiapannya benar-benar matang. Kita kan mau berduet!! Ini pertama kalinya kita berduet. Oleh karena itu kita harus Memberikan kesan bagus” Jonghyun mulai ngeles.
“Ah..hyung. Aku malas” keluh Taemin
“Jangan malas!” Jonghyun menjitak kepala Taemin
“Ara…ara. Ampuni akuu” Taemin mengelus kepalanya bekas jitakan Jonghyun. Sambil melayangkan pandangan kesal pada Jonghyun.
“Begitu dong” Jonghyun mencium pipi Taemin
“Aisshh.. tidak usah cium-cium seperti itu!” protes Tamin dengan galak
“Woooo… galaknya uri Taemin.” Komentar Jonghyun
“Siapa duluan yang bikin galak?!” tandas Taemin dengan ketus
“Diam!! Aku tidak bisa makan dengan tenang” protes Minho
Akhirnya semua kembali makan karena protesan Minho. Taemin makan dengan kesal setengah mati, dia benar-benar tidak mood untuk latihan hari ini.
Sudah 2 jam Arina menemani Key mengelillingi mall. Dari mulai pindah toko hingga pindah mall. Untung jaraknya dekat. Tas belanjaan sudah berjejer rapi disamping Arina tapi Key masih belum terpuaskan. Dia terlihat asyik memadupadankan sebuah T-shirt dengan garis-garis fullcolour dan sebuah cardigan berwarna soft. Arina menatapnya dengan kesal, dia benar-benar lelah.
“Arina, cocok kan?” tanya Key
Arina mengangguk dengan malas. Sebenarnya dia malas mengeluarkan pendapatnya, jadi supaya cepat dia hanya menganggukan kepalanya. Dan cara itu efektif. Key langsung tersenyum sambil menuju kassa. Arina menghembuskan nafas lega. Dia pun berdoa semoga ini toko terakhir yang dikunjunginya sore ini.
Untuk refreshing, Arina berputar dan melayangkan pandangannya ke beberapa toko disekitarnya. Barangnya bagus-bagus dan menarik, tapi dia sudah tidak mood untuk belanja. Matanya pun akhirnya terhenti pada sebuah toko cincin diseberang toko tempat dia berdiri, toko itu menarik perhatiannya. Toko dengan desain interior yang mewah itu tampak sepi. Tentu saja, harga cincin disana diatas rata-rata dan desain cincinnya sangat eksklusif. Itu bisa terlihat di etalase toko. Di etalase toko itu terpajang cincin emas putih dengan desain yang sangat unik dan menarik.
Sepasang manusia memasuki toko tersebut dan langsung disambut ramah oleh dua pegawai yang berjaga dipintu. Pegawai itu lalu memandu mereka dalam memilih cincin. Setelah melihat-lihat, si wanita menunjuk satu cincin yang menarik hatinya. Wanita itu lalu minta pendapat pada si pria dan si pria mengiyakan. Pegawai yang memandu mereka langsung mengeluarkan cincin tersebut. Dan dengan senyum yang mengembang, wanita itu memakainya. Jari manisnya terlihat sangat indah dibalut dengan cincin emas putih yang dipilihnya. Pria disampingnyapun berbalik membelakangi pegawai itu dan ikut tersenyum bahagia.
Tunggu!
Senyuman pria itu..
Senyuman pria itu sungguh familer dimata Arina. Itu adalah senyuman yang Arina suka. Itu senyuman pria yang Arina suka. Tapi Arina berharap dia salah lihat, bahwa pria itu bukanlah pria yang disukainya, bukan Onew.
Jantung Arina berdetak dengan kencang, ada rasa sakit dan sesak didalam dirinya. Matanya mulai memanas, dan berkaca-kaca. Air matanya mungkin sebentar lagi tumpah. Sekuat apapun dia meyakinkan dirinya kalau itu bukan Onew, tapi didalam hati kecilnya terus berkata kalau itulah Onew.
Walaupun pria itu memakai topi yang menutupi setengah wajahnya dengan bayangan ditopi itu…
Walaupun pria itu memakai kacamata dan jubah hitam seperti hendak menutupi identitas dirinya sendiri..
Tapi Arina tetap mengenali Onew. karena senyumannya, gerak-geriknya, Arina tau semua itu…
Arina benar-benar terpaku melihat pemandangan itu. mereka tampak bahagia dan sangat serasi. Itu dilihat dari senyuman kebahagiaan yang mereka lukis diwajah mereka, dan juga kemesraan yang mereka perlihatkan.
“Arina, aku sudah selesai” seru Key dengan riang sambil menepuk pundak Arina dari belakang. Arina langsung berbalik menghadap Key.
“Ya! Kau kenapa?” tanya Key yang terkejut melihat mata Arina sudah berkaca-kaca hampir menangis. Arina menggeleng dan langsung menarik tangan Key untuk pulang.
“Ayo pulang!” ajak Arina
“Arina! Tunggu.. kenapa kau ini?” Key masih penasaran. Tapi Arina tidak menjawabnya.
Sesampainya di dorm SHINee, Arina langsung menyibukkan dirinya dengan bersih-bersih rumah. Itu dilakukannya supaya bayangan Onew degan seorang wanita di mall tadi jauh-jauh dari pikirannya. Dia juga terus meyakinkan kalau wanita itu bukan kekasihnya, melainkan temannya. Hanya teman.
“Arina, dari sejak pulang belanja kau terus bekerja tidak berhenti. Apa tidak lelah?” tanya Taemin. Benar, sebenarnya dia lelah sejak tadi. Tapi dia terus memaksakan diri supaya pikiran-pikiran negatif itu pergi jauh.
Arina hanya menggeleng dengan tatapan menyedihkan dan melanjutkan pekerjaannya, membersihkan karpet dengan vacuum cleaner. Taemin heran kaena tidak biasanya Arina murung sepert ini. Dia pun langsung meraih dagu Arina sehingga sekarang mereka bertatapan.
“Wae?” tanya Taemin
“Tidak ada apa-apa. Mian Taemin, tolong aku lagi kerja.” Jawab Arina lalu melanjutkan pekerjaannya. Taemin merasakan ada kebohongan didalam diri Arina. Dia merasa sedikit sedih, tidak biasanya dia diperlakukan seperti itu oleh Arina. Biasanya mereka terbuka, menceritakan apa yang terjadi pada diri mereka.
CKLIK! Terdengar pintu terbuka.
“Annyeong haseyo!” sapa seorang wanita yang masuk melewati pintu itu. disusul seorang pria yang ternyata Onew
Semua langsung berkumpul melihat siapa yang datang karena tiba-tiba ada suara wanita. Wanita itu tersenyum ramah pada mereka semua. Mereka terkejut begitu melihat siapa yang datang.
“Noona?” keempat member SHINee langsung menghampiri wanita itu dan Onew. Arina hanya diam ditempat. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Rasa sakit itu kembali memuncak. Wanita itu benar-benar wanita yang Arina lihat ditoko cincin bersama Onew. cincin yang tadi mereka beli di toko cincin tadi pun melekat di jari manis mereka.
“Minsoo noona! Kapan datang? Onew hyung tidak memberitahu apapun pada kami. Huaa.. bogosipeosseo!! ” Jonghyun heboh dan langsung memeluk Minsoo. Tapi langsung dilepaskan Onew.
“Ya!! Jangan peluk-peluk sembarangan. Dia Yeojachingu-ku!” protes Onew
Yeojachingu… kata-kata Onew itu sudah jelas. Kata itu terus terngiang-ngiang di telinga Arina. Sekarang Arina tau, untuk siapa Onew membuat cupcake dan belajar membuat bulgogi tadi siang. Arina benar-benar merasa buruk , dia merasa seperti terjebak. Dia benar-benar ingin lari dari sini. Arina ingin menangis.
“Baru saja tadi siang aku pulang. Dan Jinki menjemputku sekalian kami kencan dulu. haha. Oh iya.. ini aku bawa oleh oleh untuk kalian” Minsoo memberikan beberapa kantung berisi oleh-oleh pada Jonghyun
“Gamsahmnida noona!!!” seru JongKey2Min serempak
“Jagi, kenalkan itu Arina. Dia asisten kami yang baru.” Onew mulai memperkenalkan Arina pada Minsoo. Minsoo menghampiri Arina dan menjabat tangannya sambil tersenyum sopan.
“Aku Park Minsoo. Senang bertemu denganmu”
“Aku Arina Savarani. Senang bertemu denganmu juga”
“Arina, dia ini yeojachingu-ku. Oleh karena itu aku mohon jangan sebarkan berita ini yaa.. ini sangat rahasia. Aku memercayaimu.” Kata Onew
Minsoo tersenyum manis. Arina mencoba tersenyum untuk membalas senyuman itu tapi terasa sulit. Akhirnya dia hanya bisa menunduk. Key yang melihat tingkah Arina, langsung mendekatinya. Dia tahu, pasti Arina sekarang sedang terluka.
“Hyung, aku dan Arina keluar dulu ya.. tiba-tiba ada yang terlupakan saat belanja tadi” ucap Key sambil melepaskan celemek dibadan Arina dan melemparkan celemek itu pada Minho. Dan langsung menyambar tas milik Arina.
“Minho, kau lanjutkan pekerjaan Arina yaa.. aku ada perlu dengannya” seru Key lalu langsung menarik tangan Arina untuk keluar.
Key membawa Arina ke sebuah taman. Taman itu sepi karena hari sudah beranjak malam dan mereka berdua duduk disalah satu kursi taman.
“Mian, aku tidak cerita. Minsoo noona itu yeojachingu-nya Onew hyung. Mereka berpacaran sejak SMA. Sebelum kami debut. Setahun setelah kami debut, Minsoo noona pergi ke Boston untuk kuliah. Dan baru kali ini kami bertemu lagi. Yang mengetahui masalah ini hanya kami dan manager kami, jadi agensi kami pun tidak tahu. Karena status berpacaran di agensi kami itu sebenarnya dilarang. Harus dengan persetujuan presdir Lee Sooman. Dan persetujuan itu sangat sulit didapatkan. Aku tidak tahu apakah jika berpacaran seperti itu dinilai dari segi apa sehingga bisa diperbolehkan untuk berpacaran. Jadi aku harap kau tidak memberitahu ini kemana-mana” urai Key
“Arasseo.. “ jawab arina dengan lemah
“Gwaenchana?” tanya Key
Arina tidak menjawab, hanya menunduk. Dan air matanya ternyata mulai menetes menjatuhi lengannya. Disusul dengan air mata yang lainnya hingga sekarang lengannya benar-benar basah. Key benar-benar bingung dengan apa yang harus dia lakukan, baru kali ini ada seorang wanita yang menangis didepannya. Melihat Arina menangis seperti itu membuatnya ingin menangis juga.
“Arina..” panggil Key dengan lembut sambil meraih kepala Arina kepelukannya.
“Aku benar-benar babo.. aku benar-benar merasa buruk” ucap Arina di sela tangisannya.
“Mianhae. Ini salahku juga. Jeongmal mianhae…”
“Tadi aku melihat mereka di sebuah toko cincin di mall saat aku mengantarmu. Saat melihatnya, aku berusaha sekeras mungkin menampik kenyataan kalau itu mereka. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Ini juga karena kebodohanku selalu berharap lebih padanya. Padahal itu jelas tidak mungkin. Sekarang jadinya begini.” Tangis Arina masih terus berlangsung. Membuat Key juga merasa semakin parah, dia malah ikut menangis. Perlahan air matanya ikut turun. Dan arina menyadari itu hingga dia kembali duduk tegak dan menatap Key yang sedang menangis disampingnya.
“Ya!! Kenapa jadi kau yang menangis?” tanya Arina heran
“Karena melihatmu menangis, aku jadi ingin menangis. Dan akhirnya malah menangis.” Ucap Key disela tangisannya. ( Author : *gubrak!!* lelaki macam apa ente? Bisa-bisanya nangis pas orang lagi nangis. Key: elu ngga tau sih thor! Hati gue ini selembut tahu sutra. Author : tahu? *muncul awan dideket kepala author. Author langsung ngebayangin muka Onew sambil cengar-cengir ala Onew* . Key : *Key langsung ngobrak-ngabrik awan dideket kepala author* elu jangan berani-berani ngelamunin suami gue!! Pasti ngelamunin yang yadong-yadong nih!! . author : seenaknya aja ente nuduh-nuduh ane ngelamunin yadong! Walaupun muka ane kayak preman begini, hati ane sebersih seragam baru beli! . Key : *pura-pura mual* . author: jadi ente mau ngajak ribut? Ayo, ane layanin! *seret Key ke pasar loak* )
“Hahaha.. kau ini aneh sekali! Seharusnya aku dihibur, malah ikut nangis. Udah jangan nangis lagi! Hahaha…” Arina menghapus air matanya dan malah menertawakan Key.
“Diam, jangan tertawa! Ini juga kan gara-gara dirimu itu!” Key menuduh Arina sambil menghapus air matanya.
“Gilaaa.. aku baru menemukan ada orang seperti ini. Hahaha. Tapi lucu juga” ucap Arina sambil mencubit pipi Key
“Aisshh! Sakit!” Keluh Key sambil mengelus-elus pipinya. Tapi Arina malah menertawakannya, dia merasa lega setelah menyiksa Key.
“Sebenarnya aku benci menangis. Aku benci, ini seperti anak kecil dan terlalu berlebihan. Aku tidak tau kenapa air mata ini gampang jatuh. Yang jelas aku membencinya. Aku memang cengeng” ungkap Arina
“Aku juga seperti itu, sama denganku yang cengeng.Yasudah jangan dipikirkan lagi. Lebih baik kita main untuk menghibur diri” ajak Key
“Main? Kemana?” Arina terlihat excited saat Key mengajaknya. Masalahnya, dia benar-benar butuh refreshing setelah masalah tadi membelitnya.
“Everland” jawab Key pendek lalu berdiri dan menarik lengan Arina untuk mengikuti langkahnya. Mereka akan menaiki bus untuk menuju tempat tujuan mereka.
“Key, aku baru tau kalau Everland buka pada malam hari. Eh,bukannya kita juga akan pergi kesini lagi kan minggu depan?” ucap Arina saat sampai didepan gerbang Everland.
“Biar saja kita kesini lagi minggu depan. Aku tidak pernah bosan berada disini. Aku lebih suka pada saat malam. Terasa lebih menyenangkan, dimalam hari juga biasanya selalu ada festival kembang api” cerita Key
(PLAKK!! Author ngarang tingkat dewa, mana author tau Everland buka sampe malem ato engga. Author belom pernah kesana. Key : dasar ngarang-ngarang melulu! Yang real dong! . author : kan emang pekerjaan ane ngarang, kalo engga ngarang ya bukan author. Ane kan belom pernah kesana, padahal ane tiap hari berdoa supaya bisa kesana, tapi nasib menentukan lain *curcol sambil nangis dibawah shower* . Makanya ente jangan komentar aja, ane tambah sedih tau!! kalo ente bikin ane sedih lagi pokoknya ente harus kasih ane dua ratus rebu! . Key : ampun bang, gue ngga akan lagi.. *sambil mijetin kaki author* )
Arina dan Key mulai memasuki Everland. Dimalam hari seperti ini Everland malah lumayan ramai. Tapi jarang sekali ada anak kecil disana, biasanya kalau siang hari banyak kecil. Sekarang kebanyakan orang dewasa, dan mereka berpasangan seperti sedang kencan.
“Ya! Kau terlalu menocolok. Apa tadi tidak terpikirkan untuk membawa perlengkapan menyamar?” tanya Arina sambil membuka tas ranselnya.
“Bagaimana aku bisa kepikiran? Tadi itu sangat terburu-buru” jawab Key
“Pakai ini” Arina mengeluarkan syal berwarna kuning dengan motif bunga dan kacamata. Lalu dia mulai melilitkan syal itu ke leher Key. Jantung mereka berdebar saat jarak keduanya mulai mendekat. Mata Key terbelalak saat wajah Arina mendekatinya, nafasnya pun mulai tak beraturan. Arina tidak berani mentap Key, dia hanya bisa merasakan nafas Key yang menyapu sebagian wajahnya. Dan dengan cepat Arina melilitkan syal itu, dia tidak mau berlama-lama didekat Key. Itu membuatnya salah tingkah.
“Selesai. Sekarang pakai kacamata ini” Arina memberikan kacamatanya pada Key. Dan Key memakainya
“Ya! Penampilanku ini, jadi sangat norak. Lihat, aku kan memakai pakaian gelap, kenapa kau Memberikan syal kuning ini? Aku jadi merasa menjadi fashion terrorist.” Keluh Key
“Jangan mengeluh atau protes! Yang penting kan kau sudah tidak mencolok lagi. Sekarang, naikkan syal itu hingga menutupi mulutmu”
Key pasrah. Dia menaikkan syalnya hingga menutupi mulutnya. Dan menarik lengan Arina untuk mengikuti jalannya. Tapi tiba-tiba Arina berhenti. Arina membuka kembali tas ranselnya lalu mengeluarkan topi kupluk warna kuning bergambar ayam.
“ Pakai ini, rambutmu mencolok juga” Arina memberikan topi itu pada Key.
“Lagi? Fiuuhhh… fashionku hancur benar” Key mengeluh lagi
“Udah ngga usah mengeluh lagi! “ tegas Arina. Key memakainya walaupun merasa tidak sudi.
“Yaudah… sekarang mau kemana dulu?” tanya Key
“Roller coaster!!!!!” seru Arina sambil menunjuk roller coaster yang sedang melewati lintasan yang melingkar. Key menelan ludah. Sebenarnya dia suka melihat roller coaster itu berjalan, tapi dia jarang menaikinya. Dia tidak suka merasakan saat roller coaster itu meliuk 360°.
“Hmm.. baiklah” akhirnya Key menuruti Arina
Mereka pun naik roller coaster itu. Saat roller coaster mulai bejalan Key langsung menggenggam tangan Arina dan saat kereta roller coaster itu melintasi liukan 360° itu, Key langsung menutup matanya sambil berteriak ‘EOMMA!!’.
“Senang?” tanya Key sambil menghembus nafas lega saat selesai naik roller coaster . Arina mengangguk.
“Sekarang itu yuk! Pasti seru ” Arina menunjuk pada wahana kapal yang sedang diayun-ayunkan membuat seluruh penumpangnya berteriak (penjelasan author : kalo di dufan mah namanya kora-kora)
“Cukup roller coaster yaa.. aku melihatmu saja dari sini. Silahkan naik sendiri” ucap Key sambil mendorong sedikit tubuh Arina
“Oh..jadi kau kalah denganku? Yasudah, aku pergi. Tak kusangka, kau takut.” ejek Arina sambil melangkah meninggalkan Key
Key berpikir sejenak. Ya benar. Dia memang agak takut Jantungnya akan seperti terasa copot dari rongga dadanya jika naik hal-hal seperti itu, tapi dia merasa harga dirinya akan turun jika tidak naik wahana itu bersama Arina. Ketakutan itu dia buang jauh-jauh dan segera mengejar Arina.
“Ya! Aku ikut!” Key berlari cepat dan tiba-tiba ada disamping Arina
“Yakin?”
Key mengangguk mantap. Lalu setelah mengantri, mereka duduk di kursi. Lengan key berkeringat dingin sama seperti tadi saat naik roller coaster.
“Seru kan??” tanya Arina setelah turun dari wahana itu.
“Ne…ne…ne..” Key hanya mengiyakan padahal jantungnya hampir copot begitu badan kapal yang didudukinya berayun dari atas kebawah.
“Poci-poci!” Arina tersenyum saat melihat wahana yang berbentuk cangkir berputar
“Poci-poci?” tanya Key
“Wahana itu, kalo di taman bermain di Indonesia namanya ‘poci-poci’” jelas Arina sambil menunjuk wahana poci-poci menurutnya itu.
“Mau taruhan?” tawar Arina
“Taruhan apa?”tanya Key
“Kita naik poci-poci itu. Setelah turun, siapa yang jalannya paling lurus dialah pemenangnya.”
“Lalu apa hadiahnya bagi si pemenang?” tanya Key lagi
“Hadiahnya terserah si pemenang, yang kalah harus menuruti apa kata pemenang. Bagaimana?”
“OK! Aku setuju!”
Mereka naik ke wahana poci-poci itu. dan wahana itu mulai berputar. Arina menambahnkan kecepatan putaran dengan memutar kendali dibagian tengah cangkir yang mereka naiki. Key mulai sedikit pusing dengan kecepatan putaran itu.
“Arina, cukup. Jangan diputar lagi!!!” seru Key
“Wae? Mulai pusing ya?” Arina masih terus memutar cangkir yang dinaikinya bersama Key
“Ah.. anio!! Putar saja lagi!” Key memejamkan matanya berusaha untuk bertahan. Dia merasa gengsi jika mengaku kalau dia pusing.
Akhirnya mesin wahana itu berhenti dan cangkir mereka berhenti juga. Mereka bangkit dari tempat duduk dan acara yang sebenarnya dimulai. Mereka mencoba berjalan lurus. Dua meter telah mereka lewati dengan susah payah. Ketika hendak melangkahkan kaki yang berikutnya, Key mulai berjalan bengkok, dan jatuh. Sementara arina masih berjalan dengan lurus. Arina pun berhenti begitu melihat Key jatuh. Dia mengulurkan tangannya pada Key. Dan Key meraihnya. Arina mencoba menarik Key untuk berdiri namun sedikit sulit. Akhirnya dia mncoba lagi dengan mengambil ancang-ancang supaya tenaganya lebih besar. Dan berhasil, Key berdiri lagi. Namun tubuh Key tepat berada didepan Arina, wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. BLUSH! Wajah mereka memerah saat mata mereka bertatapan disertai degupan jantung mereka yang berdetak lebih kencang dari biasanya. Mereka merasakan sapuan dari hembusan nafas orang didepannya. Kali ini mereka benar-benar bertatapan tidak bisa melepaskan tatapan mereka.
Key.. ini Key. Kenapa pikiranku kacau saat melihat wajahnya sedekat ini. Warna kornea matanya yang cokelat menyala dan bentuk matanya yang seperti membiusku. Kenapa didekat dia aku malah merasakan jantung ini begitu tidak normal. Batin Arina sambil terus menatap Key.
Ring Ding Dong.. Ring Ding Dong.. Ring diggy ding diggy ding ding ding.. tiba –tiba ponsel Key berbunyi, tanda ada panggilan masuk. Membuat mereka kaget dan akhirnya saling tatap mereka terputus. Arina berbalik dan langsung salah tingkah pura-pura sibuk. Sementara Key langsung mengangkat teleponnya.
Babo!babo!babo! kenapa aku terus-terusan menatap Key?!! Kenapa hari ini sering sekali kami tiba-tiba dekat seperti ini?!!!! Aku benciiii!!!!! Bodohnya diriku. Arina terus merutuki dirinya sendiri didalam hati.
“Arina” panggil Key dari belakang setelah selesai menjawab telepon.
“YA!! Aku yang menang kan?? Hahaha. Sekarang turuti aku” Arina mencoba menutupi keadaannya yang sedang salah tingkah sambil berbalik ke arah Key.
“Ne.. kau menang. Kau mau apa?” Key pasrah
“Aku mau….” Arina menyapukan pemandangannya ke segala arah dan akhirnya dia menemukan sesuatu yang pas. “Itu!” lanjut arina sambil menunjuk pada kios lollipop.
“Lollipop?”
Arina mengangguk.
“Baiklah.. ayo kita kesana”
Mereka akhirnya melangkah menuju kios itu. Seorang ajussi didalam kios langsung tersenyum melihat kedatangan mereka.
“Eoseo oseyo..silahkan ini menunya” ucap ajussi itu dengan ramah sambil Memberikan buku menu pada mereka
Mereka langsung membuka buku menu itu dan Key memilih lollipopnya.
“Ini saja. Dua yaa..” pinta Key
“Oh iyaa.. dalam rangka ulang tahun kios ini yang pertama. Kios ini membuat inovasi terbaru lollipop couple untuk pasangan kekasih seperti kalian. Ini dia” ajussi itu langsung Memberikan brosur bergambar lollipop dengan ukuran lebih besar untuk 2 orang.
“Joisonghamnida.. kami bukan pasangan kekasih” ucap Key malu-malu
“Aku mau yang ini..” rengek Arina sambil menunjuk brosur lollipop couple ditangannya
“Yang biasa saja” tegas Key karena dia ingin menghindari kejadian tadi setelah naik poci-poci. Dia merasa takut salah tingkah jika harus makan berdua bersama Arina.
“Aku mau ini!” pinta Arina
“Berisik kau ini. Terserah aku dong, kan aku yang bayar” komentar Key
“Aku tidak mau tau. Kan tadi aku yang menang. Pokoknya aku mau yang ini!” arina terus bersikeras
“Ah..baiklah. Ajussi, pesan lollipop couple ini satu yaaa..” ucap Key sambil mengeluarkan beberapa won dari dompetnya.
“Silakan…Gamsahamnida.. ” ucap ajussi itu sambil memberikan lollipop itu pada Arina. Arina tersenyum penuh kemenangan.
Lalu mereka duduk di bangku dekat kios itu. Arina langsung membuka kemasan lollipop couple itu dengan semangat sementara Key melirik Arina yang sedang membuka kemasan dengan jantung yang berdebar. Setelah dibuka, Arina langsung memasukkan sebagian kecil lollipop besar itu kemulutnya. Dia begitu menikmati lollipop itu.
Tiba-tiba terdengar suara kembang api meluncur ke arah langit-langit. Percikan dahsyatnya berwarna-warni mewarnai langit yang gelap.
“Wah… festival kembang apinya mulai!” Key terlihat excited
“Indahnyaaa..” komentar Arina sambil menjilat-jilat lollipop
“Ini yang aku suka!”
Beberapa menit Key terus menatap pemandangan kembang api itu, hingga dia akhirnya teringat sesuatu yang daritadi dikhawatirkannya. Dia menatap Arina yang sedang memasukkan sebagian kecil lollipop itu dimulutnya.
“YA!! Kenapa kau makan lollipop itu sendiri? Itu kan porsi 2 orang. Aku juga mau” Key berusaha mengambil lollipop Arina. Kekhawatiran sebelumnya sudah hilang begitu melihat wajah Arina yang tidak mau memberikan lollipop itu padanya. (author : *ketawa puas* makanya bang, itu jantung jangan dangdutan mulu. Sok sok dangdutan eh ternyata cewenya ga mau makan bareng. Gyahahahaha.. Key : diem lu thor!! *lempar author pake kompor*)
“Sireo! Ini punyaku” Arina melindungi lollipop itu dari tangan Key yang hendak merebutnya
“Berikan!!! Pantas saja tubuhmu itu lumayan terlihat overweight, porsinya saja seperti ini” ejek Key
“Mwo?!! Enak saja kau ini ngomong sembarangan! Sekarang ini beratku 49. Sudah turun 2 kg!!” protes Arina
“Tetap saja keliatan overweight.. haha”
“Awas kalau kau bilang overweight lagi!! Aku akan melakukan yang lebih dari ini” ancam Arina sambil mencubit pipi Key sekuat tenaga
“Awwww!!! Ampun! Ampun!” Key terus memohon. Dan akhirnya Arina melepaskan cuubitannya.
Key cemberut sambil terus mengelus-elus pipinya hasil cubian dari Arina.
“Arina, lihat kembang api yang itu! warnanya bagus!” seru Key pada arina yang ssedang sibuk dengan lollipopnya
“Mana?” Arina langsung melepaskan mulutnya dari lollipop dan mencari kembang api yang ditunjuk Key.
“Ne.. bagus sekali!” komentar Arina lalu kembali menatap lollipopnya. Tapi ternyata Key sedang melahap lollipop ditangannya.
“YA!!!!” Arina berusaha menyingkirkan Key. Tapi telat, Key sudah keburu menggigit lollipop itu dan lollipop itu telah raib dari tangan Arina.
“Gyahahaha” Key tertawa penuh kemenangan.
“Berikan padakuuuuuuu..” rengek Arina
“Ini” setelah puas akhirnya Key memberikan lollipop itu pada Arina. Arina pun tersenyum senang setelah lollipopnya kembali.
“Arina, fotobox yuuk” ajak Key sambil menarik lengan Arina menuju tempat fotobox. Arina tidak menjawab, dia masihsibuk dengan lollipopnya. Dia hanya mengikuti langkah Key.
Merekapun mulai berfoto berdua. Arina berfoto dengan menggigit lollipopnya terus . Sehingga Key sedikit kesal, hingga dia akhir foto Key nekat untuk menggigit lollipop disebelah arina yang sedang menggigit lollipop itu juga.
“Ya!! Kenapa kau gigit lollipop-ku!!!!” protes Arina
Key hanya menjulurkan lidah pad Arina, membuat Arina sedikit kesal. Akhirnya dia cubit lagi pipi Key yang mulus itu.
“Ampuuunn!!! Tidak lagi..tidak lagi” Key memohon Arina untuk melepaskan.
“Awas kalau kau gigit lagi!!!!” ancam Arina sambil mengambil foto yang sudah jadi
“Jadinya bagus yaaa.. aku tampan sekali” Key mulai narsis. Arina mulai menatap Key dengan tatapan malas mendengar kata-kata narsis Key.
“Key, pulang yuk.. sudah malam.” ajak Arina
“Yasudah.. ayo pulang!”
Mereka pun akhirnya pulang menggunakan bus lagi. Mereka duduk di halte bus menunggu bus yang datang.
“Key.. aku langsung pulang yaa..” ucap Arina
“Aku antar sampai kontrakanmu.”
“Tidak usah Key. Daritadi aku merepotkan”
“Walaupun kau merepotkan. Tapi aku merasa tidak bertanggung jawab jika tidak mengantarmu sampai rumah. Kan tadi aku yang mengajak ke Everland.”
Akhirnya Key mengantar Arina sampai didepan rumah kontrakan Arina. Mereka berhenti tepat didepan pagar.
“Key…gomaweo. Kau telah mengajakku ke Everland dan mengantarku. Karenamu, aku sudah tidak terlalu sedih lagi gara-gara masalah tadi sore” ucap Arina malu-malu
“Cheonmaneyo..”
“Aku masuk dulu ya…” ucap Arina lalu mencium pipi Key dan langsung berjalan cepat masuk ke rumah.
Key langsung mematung saat Arina menciumnya tadi. Wajahnya terasa panas, dan memerah. Matanya terbebelalak. Sesaat kemudian dia tersenyum sambil mengelus pipi yang tadi dicium Arina. Malam ini terlalu indah untukku… Batin key sambil berjalan dan melamun karena diotaknya terus me-replay adegan disaat Arina menciumnya tadi.

TBC

Sekarang udah part 10, alhamdulillah yaaah…
Menurut kalian gimana part 10? menurut ane masih kurang gimana gitu yah… tapi mau gimana lagi otak udah mentok. hikss 😦  maafkan kesalahan ane yang kurang professional ini…
Kritik saran jangan lupa yaaaa…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

7 thoughts on “Take Me With You – Part 10”

  1. bagus kok thor
    aq suka deh arina deket sama key
    mereka cocok, suka becanda2 gituu, hehe
    next partnya ditunggu secepatnya yaaa 🙂

  2. ahhh akhirnya muncul juga kau thorrr… ini yang aku tunggu …
    akhirnya arina melihat key !! kocak ya… ahahahha
    ahhh key memang memukau meski bawel .. ahhahah
    aku mau lanjutaaannyaaaa…
    di tunggu banget nih ff… lanjutannya jangan lama2 ya thor .. ^^

  3. haha.. ini dia reader yang kutunggu2! XD
    makasih ya udah mau nunggu..

    tunggu aja next part-nya.. udah dikirim, tinggal nunggu antrian publish doang 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s