This’s My Dreams – Part 1

This’s My Dreams [Chapter 1]

Tittle        : This’s My Dreams
Author        : Shin Ayra a.k.a Rara
Main Cast :
@ Yoo Hye Chan
@ Lee Jinki (SHINee)
Support Cast :
@ Hyun Hei
Length        : Sequel
Genre        : Romance
Rating        : PG-15

Annyeong Chingu……….HWWWwwwwaaaAAahhhHHH!*teriak sambil loncat-loncat kegirangan* seneng banget rasanya nie ff dah jadi. Maklum nie ff debut ku. Jadi mian kalau masih banyak kesalahan.

Ingat ya chingu! Nie ff hasil imajinasiku saja. Jadi tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, KARAKTER BAHKAN CERITA, ITU SEMUA TERJADI TANPA ADANYA UNSUR KESENGAJAAN.

Jeongmal! Nie ff murni dari pikiranku sendiri. So…….HAPPY READING

<PROLOG>
Hari ini panas sekali! Membuatku mengurungkan niat untuk mampir ke kedai es cream langgananku. Aku ingin segera pulang dan makan masakan eomma. Aku menyusuri jalanan di kawasan Gangnam yang tampak lengang. Memang selalu seperti ini jika aku melewatinya. Di kanan dan kiri jalan hanya tampak rumah-rumah mewah dengan pagar yang tinggi. Tak terlihat ada anak-anak bermain atau ahjuma-ahjuma yang ngrumpi di depan rumah. Mustahil kita bisa melihatnya di tempat ini. Mayoritas orang-orang yang tinggal disini adalah seorang pejabat atau presdir dan istri-istri mereka lebih memilih menjadi wanita karier ketimbang tinggal dirumah untuk menjaga anak-anak mereka. Dan sayangnya, aku juga mengalami hal seperti itu. Appa bahkan jarang pulang karena harus menangani berbagai perusahaan di luar kota. Tetapi eomma masih meluangkan sedikit waktunya untuk pulang kerumah saat jam makan siang tiba. Eomma selalu membuatkan aku makan siang dan makan bersamaku. Mungkin itulah yang membuatku merasa sedikit beruntung ketimbang anak-anak lainnya. Sesampainya aku di depan rumah, aku segera menekan bel rumah yang berada di samping pintu. Sudah hampir semenit aku berada di depan pintu dan tak hentinya menekan bel, tapi tetap saja tidak ada yang membukanya. Akhirnya kuputuskan untuk langsung masuk ke dalam rumah.

‘Akh! Ternyata tidak dikunci.’

“Eomma……..Hyechan pulang!” teriakku tapi tidak ada yang menjawab.

Aku berusaha mencari-cari keberadaan eommaku. Ku cari di dapur, di taman belakang rumah, di kamar eomma dan appa, hasilnya tetap nihil. Eomma tidak ada dimanapun.

“Eomma…..eomma dimana?” teriakku masih berusaha memanggil eomma yang tak kunjung terlihat.

Setelah aku lelah mencari, akupun menyerah. Mungkin eomma pergi kerumah temannya atau apalah. Walau tak biasanya dia meninggalkanku sendiri dan pergi tanpa memberi tahu seperti ini. Aku segera beranjak ke dapur, mungkin ada sesuatu yang bisa kumakan. Saat aku melewati kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara isakan. Aku sangat merinding mendengarnya, tapi ku pendam segala rasa takutku. Rasa takutku terkalahkan oleh rasa penasaranku yang menggebu. ‘siapa yang menangis siang-siang begini dikamar mandiku?’ gumamku dalam hati. Dengan ragu kubuka pintu kamar mandi itu perlahan.

“Siapa di dalam?” tidak ada jawaban dan suara isakan tangis itu masih terdengar. Kuberanikan diri untuk masuk kedalam dan mengedarkan pandanganku ke setiap sudut ruangan ini. Tidak ada siapapun disini! Eeh tunggu dulu!!!

“Eomma…….” Teriakku sembari menghampiri eomma yang terduduk lemas di samping bathup.

Kupegang tangan eomma,Dingin! Wajahnya lebam seperti terkena pukulan. Apakah eomma tadi terjatuh? Tidak mungkin! Lukannya sangat banyak dan terlihat sekali bahwa ini adalah hasil karya manusia *reader : kau kira itu lukisan atau pahatan ha?*. Atau apakah eomma sedang menjalani profesi barunya sebagai seorang petinju? Ayolah…..kalau benar eomma ingin menjadi petinju, tak seharusya dia menangis kan? Lalu apa yang terjadi dengan eomma??? Segala pertanyaan muncul di otaku. Dan tak terasa sebuah cairan bening menetes begitu saja di pipiku di susul dengan cairan-cairan berikutnya.‘ANDWAE. Aku tak ingin menangis di depan eomma seperti ini.’ tapi melihat eomma yang begitu rapuhnya membuat hatiku sakit bak ikut merasakan kesakitannya.

“Uljima! Hyechan-ah” ucap eomma seraya membelai rambutku dengan tangannya yang dingin.

“Eomma kenapa nangis? Muka eomma kenapa lebam begini? Kaki eomma juga berdarah?” tanyaku sambil terisak.

“Eomma tidak apa-apa. Sungguh!” jawab eomma dengan sedikit bergetar karena tangisannya yang tak kunjung reda.

“Eomma bohong!” bantahku karena aku yakin bahwa eomma tidak mungkin tidak apa-apa dengan keadaan seperti ini.

Dan eomma menarikku dalam pelukannya. Akupun membalas pelukan eomma dan berharap itu akan mengurangi rasa sakitnya. Dia menangis lebih kencang dalam pelukanku. Seakan dia tak ingin melepaskanku dari pelukannya. Aku merasakan sakit yang teramat sangat di wajah eomma. Tidak hanya fisik, tapi batinnya pun tersiksa. Aku bisa merasakan itu.

<END PROLOG>

@@@@@

six years letter……

>>>YOO HYECHAN P.O.V<<<

Saat ini aku masih berada diruang kesenian Seoul High School yang tampak sepi karena jam sekolah memang sudah berakhir. Tapi jangan heran kenapa aku masih diperbolehkan berada disini. Itu karena Hyun Hei eonni, tepatnya adalah Jung Hyun Hei eonni, seorang asisten guru sekaligus penjaga ruang kesenian ini memang sangat akrap denganku. Aku diperbolehkan berlama-lama diruang ini dan sekaligus menemaninya mengerjakan sesuatu. Dia sedang membuat patung yang baru sekitar 45% dikerjakannya. Walau patung tersebut belum jadi, aku yakin hasilnya pasti akan bagus. Karena itu memang keahliannya. Aku sering memujinya akan hal itu. Dan sebaliknya, Hyun Hei eonni juga sering memuji lukisan dan komik buatanku. Katanya aku tidak hanya pintar menggambar, tetapi cerita dalam komikku juga menyentuh hatinya. Dan aku bangga akan hal itu.

Ya! Inilah duniaku. Selalu tenggelam dalam lukisan dan komik-komikku. Bahkan aku mendapat julukan orang aneh karnanya. Tak banyak teman yang mengerti diriku, dan akupun tidak menginginkannya.

Saat aku masih duduk di elementary school, orang tuaku selalu bertengkar. Itupun baru aku ketahui saat aku kelas 5. Aku mendapati eomma yang terduduk disamping bathup dengan muka yang lebam. Kukira ada maling yang sudah masuk dirumahku dan memukuli eomma. Ternyata aku salah! Appalah yang telah memukuli eomma. Eomma marah kepada appa karena eomma mengetahui perselingkuhan appa dengan asistennya. Bukannya merasa bersalah dan minta maaf, appa malah semakin keras memukuli eomma. Appa tidak tahan dengan sikap ketidak pedulian eomma selama ini yang selalu sibuk dengan galerynya. Sehingga appa tergoda oleh asistennya yang jauh lebih muda dari eomma. Sejak saat itu, appa selalu jarang pulang. Saat pulangpun mereka pasti terlibat adu mulut. Appa tak segan-segan memukul eomma yang jelas-jelas lebih lemah darinya. Aku yang melihat adegan tersebut hanya bisa menangis. Tak bisa berbuat lebih untuk melerai pertengkaran mereka. Saat itu aku hanyalah anak kecil yang berusia 11 tahun yang belum mengerti akan pertengkaran orang dewasa.

Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah saat aku lulus dari elementary school. Aku tidak bisa mencegah perceraian mereka. Mungkin itulah yang terbaik untuk appa dan eomma. Setidaknya jika mereka bercerai, mereka tidak akan menyakiti satu sama lain. Walaupun itu akan menyakitiku dan bahkan membuat bekas luka yang mendalam dalam hatiku. Aku tak tau apa yang terjadi dalam diriku. Yang ku tau hanyalah aku sudah tidak percaya yang namanya CINTA di dunia ini. Menurutku, cinta dan kebahagiaan hanya ada di dongeng-dongeng saja.

Itulah yang menyebabkanku tenggelam dalam duniaku sendiri dan enggan menerima kenyataan bahwa aku  hidup di dunia nyata. Kucurahkan hari-hariku untuk menggambar dan membuat komik. Di setiap ceritaku, aku selalu membuatnya happy ending. Akupun menempatkan diriku sebagai tokoh utama didalamnya. Yang mendapatkan pangeran pujaannya dan hidup bahagia selamanya. Aku tak berharap semuanya menjadi kenyataan, karena aku tau itu tak akan terjadi. Jadi, biarkanlah aku tetap seperti ini! Biarkan aku bahagia dengan duniaku sendiri.

“Hyechan-ah…..apa yang sedang kau pikirkan?” ucap Hyun Hei eonni membuyarkan lamunanku.

“Ah! Anni eonni,” jawabku tanpa memandangnya dan malah melanjutkan gambarku.

“Gwaenchanayo? kau tidak sakit kan?” lanjutnya lagi yang sepertinya tidak puas akan jawabanku.

“Gwaenchana eonni……jeongmal!” jawabku mencoba meyakinkannya.

“Oh! ne,”

Aku kembali sibuk dengan gambar-gambarku. Aku berencana membuat komik yang mengisahkan tentang seorang putri kerajaan yang kabur dari istana dan mendapatkan cintanya di sebuah desa kecil yang jauh dari kerajaan. Dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia. Aku sedang memikirkan muka namja yang cocok dengan karakter tokon utama pria di ceritaku. Tak butuh waktu lama akupun sudah mendapatkannya. Aku tuangkan segala imajinasiku di atas kertas. Tangan terampilku mulai mencorat-coret kertas gambar yang selalu menemani hari-hariku selama enam  tahun terakhir ini. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya satu gambar terselesaikan.‘akh! Kau tampan sekali pangeranku’ ucapku dalam hati.

“Eonni, sepertinya sudah waktunya aku pulang.” Ucapku setelah menyadari angka yang di tunjukkan oleh jam tanganku menandakan sudah pukul 14.00 P.M

“Ah! Ne. cepatlah pulang! Eommamu pasti mengkhawatirkanmu,”

‘eomma? Mengkhawatirkanku? Sepertinya tidak mungkin’ pikirku dalam hati.

“Mian eonni, karena tidak bisa membantumu membereskan ruangan.”

“Annyeong…….” Teriakku menuju pintu sambil melambaikan tangan kepada Hyun Hei eonni.

“Ne! Annyeong…..” balasnya.

@@@@@

Dengan malas aku menyusuri jalanan ini, jalan yang setiap hari aku lalui. Jalanan yang menjadi saksi bisu kesendirianku. Jalan yang seakan menggambarkan diriku yang sepi dan sendiri. ‘Ukh….’ Dengusku sambil membuang nafas panjang. Aku masih melangkahkan  kakiku sampai aku melihat suatu pemandangan yang asing untuk kulihat. Didepanku sekarang terlihat sebuah keluarga yang sedang sibuk menurunkan barang-barang dari atas mobil box dan membawanya kedalam rumah. ‘mungkin mereka baru pindah disini’ pikirku dalam hati. Dan setelah itu aku melihat namja yang mungkin sebaya denganku yang baru keluar dari dalam rumah. ‘ada satu lagi orang malang yang aku temui’ lanjutku.

‘akh! I don’t care’ ucapku pela sembari melanjutkan perjalananku sebelum seseorang memanggilku.

“Annyeong agesshi?” teriak seseorang memanggilku.

‘Aish! Malas sekali rasanya menemui seseorang saat ini.’ dengan terpaksa aku menghampiri ahjuma yang memanggilku tadi.

“Annyeong ahjuma, ahjushi,” kataku sopan sambil membungkukkan badan.
“Aigo! Cantik sekali,” puji sang ahjuma padaku.

“Ah! Kamsahamnida!” jawabku mencoba ramah.

“Oh ya! Perkenalkan saya Lee Seung Ki, ini istri saya Han Rae Jin. kami baru pindah dari Jepang, mohon bantuanya.” Kini giliran sang ahjushi yang berbicara panjang lebar.

“Ah! Yoo Hyechan imnida. Jangan sungkan, saya tinggal tepat di depan rumah ahjusshi dan ahjuma.” Jawabku masih sedikit canggung.

“Wah, jeongmal? Bagus sekali!” ucap Raejin ahjuma bahagia.

“Eomma……yang ini ditaruh mana?” teriak seorang namja dari dalam rumah. Namja yang sepertinya sebaya denganku. Dengan tubuh yang tegap dan tinggi serta gigi kelinci yang menghiasi senyumnya, lumayan tampan.

“Aigo Jinki-ya, jangan berteriak begitu. Sini sebentar! Eomma akan memperkenalkanmu pada seseorang!” perintah sang eomma.

“Kenalkan. Ini adalah putraku satu-satunyna,” ucap Seungki ahjusshi seraya menarik tangan anaknya.

“Hajime mashite. Watashi wa Jinki desu. Douzo yoroshiku,” ucap namja itu sambil tersenyum dan menundukkan tubuhnya padaku.

“MWO???” tanyaku tak mengerti dengan apa yang diucapkanya barusan.

“Oh! Mianhae. Jinki imnida! Senang bertemu dengan anda,” ucapnya sopan dengan mengulurkan tangan kanannya.

“Hyechan! Yoo Hyechan imnida,” jawabku singkat tanpa membalas uluran tangannya.

Setelah bercakap-cakap tak jelas, akupun kembali pulang dan membaringkan tubuhku di tempat tidur. ‘hah! Hari yang melelahkan,’ pikirku dalam hati. Aku segera mengambil handuk dan mengguyur tubuhku dengan air dingin. Setelah mengganti pakaian, kuhempaskan kembali tubuhku di tempat tidur. ‘aku benar-benar capek hari ini.’ dan tak terasa mataku ini mulai terpejam dan tertidur. Menguntai mimpi yang akan menjadi inspirasiku dalam membuat komik.

@@@@@

Aku sedang duduk di bangku kelasku sambil mencorat-coret kertas gambar. Sesekali kuhapus bagian yang menurutku kurang bugus. ‘Aish! Kenapa aku tak bisa menggambar dengan bagus kali ini,’ gumamku.

“Kau tau tidak? Hari ini kita akan mendapat teman baru.” Kata Taera, yeoja yang duduk tepat di depanku.

“Ah! Jeongmal?” teriak yeoja disebelahnya yang bernama adalah Winie.

“Ne! dan asal kau tau, murid baru itu seorang namja. Dan dia sangat tampan.” Ucapnya bersemangat.

‘Aigo! Pembicaraan mereka sangatlah tidak penting’ fikirku dalam hati. Dan tak lama kemudian, Jung Seonsaengnimpun datang dengan diikuti oleh seorang namja. Ya! Mungkin itu adalah murid baru yang dimaksud.

“Ehhemm! Tenang anak-anak!” teriak Jung Seonsaengnim membuatku mendongakkan kepala.

‘Aigo! Namja itu,’ lirihku setelah berhasil melihat muka sang murid baru itu dengan jelas.

“Kalian akan mendapat teman baru. Jadi, bersikap baiklah padanya!” lanjut Jung Seonsaengnim membuat murid-murid terdiam seribu bahasa.

“Annyeong……, Lee Jinki imnida,” ucapnya ramah.

“Annyeong……., Jinki!” ucap teman-temanku serempak.

“Aigo! Dia benar-benar tampan. Seperti yang kau bilang tadi.” Seru Winie histeris(?).

“Nah! Sekarang saatnya kau memilih tempat duduk. Ada dua bangku kosong disini. Disebelah Chi Key dan disebelah Hyechan. Kamu mau duduk dimana?” Tanya Seonsaengnim pada namja itu.

“Eum! Saya duduk disana saja. Saya tidak bisa duduk dibelakang Pak,”

“MWO?” teriakku tak percaya.

>>>Lee Jinki P.O.V<<<

Aku berjalan menuju bangku seorang yeoja cantik yang baru kukenal kemarin sore. Dia bahkan masih terkejut karena aku lebih memilih duduk disampingnya ketimbang duduk di sebelah yeoja yang bernama Yoonie itu. Entah apa yang kufikirkan, sejak pertama kali aku melihatnya aku memang tertarik padanya. Kurasakan ada sesuatu yang membuat dirinya istimewa dimataku. Dia! Yeoja yang kutahu bernama Hyechan itu memiliki mata yang indah serta rambut hitam sebahu yang terurai manis di punggungnya. ‘andai saja dia bersedia untuk tersenyum. Pasti dia terlihat lebih cantik’

“Hey! Hyechan-ah……bolehkah aku duduk?” ucapku sembari mengibas-ngibaskan tanganku memecahkan lamunannya. ‘Aigo! Bahkan disaat seperti ini saja dia masih sempat-sempatnya melamun’ gumamku.

“Akh! Ne! Kkurae,” jawabnya sedikit gugup. ‘Aish! Dia benar-benar cantik kalau sedang gugup seperti ini. sangat lucu!

“Gambarmu bagus juga,” pujiku setelah melihat gambarnya yang berada di atas meja dan beranjak duduk disampingnya.

“Oh! Kamsahamnida,” ucapnya datar dan diapun segera mengambil gambar-gambarnya itu untuk dimasukkan kedalam tasnya. Dia sepertinya tidak suka jika aku melihat gambar-gambarnya. ‘semua sikapmu ini membuatku semakin ingin mengenalmu lebih jauh Hyechan.’

@@@@@

Jam istirahatpun tiba! Karena aku murid baru disini, aku tidak berminat pergi ke kantin. Aku segera membuka tas dan mengeluarkan kotak bekal dari sana. Kulihat Hyechan tidak beranjak dari tempat duduknya. Akhirnya akupun berdiri dan mempersilahkan dia untuk keluar. Mungkin saja dia sungkan untuk berdiri karena aku menghalangi jalannya tadi. Tapi setelah cukup lama aku berdiri, tak kunjung juga dia berdiri. Akupun kembali duduk dan berkata padanya.

“Apakah kau tidak ke kantin?”

“Ani!” jawabnya singkat dan dingin. Dan kemudian kulihat dia mengeluarkan sebuah buku gambar, beberapa lembaran-lembaran kertas, pensil dan sebagainya. Hyechanpun mulai menggambar dengan jemari-jemarinya yang indah itu. Kupandangi wajahnya yang cantik, rambut panjangnya yang selalu terikat rapi, matanya yang sembab dan bibirnya yang merah. Tetapi mata itu, mata yang selalu mengisaratkan kesedihan setiap aku melihatnya. Mata itu seakan menyimpan banyak air mata yang tidak sanggup dikeluarkannya. Mata itu seperti berkata ‘bawalah aku pergi! Bebaskan aku dari kepedihan ini!’.

“Belum puaskah kau memandangiku dari tadi? hingga kau tak sadar bahwa jam pelajaran akan segera dimulai,” ucap Hyechan tiba-tiba yang sontak membuatku beralih dari pandangannya dan bergegas memasukkan kembali bekal makananku kedalam tas. Aku bahkan belum menyentuh sedikitpun makananku karena terlalu asyik memandangi yeoja yang duduk disampingku ini. ‘AISH! Jinki baboya……’

“Ah! Aku tidak memandangimu kok. Sungguh!” ucapku mencoba meyakinkannya.

“Ne. araseo,” jawabnya kembali dingin.

Dan pada jam-jam berikutnya suasanapun tidak berubah, masih tetap dingin dan canggung. Bukan hanya padaku saja dia bersikap seperti itu, tetapi dengan teman-teman yang lain juga. Dia bersikap acuh dan dingin terhadap setiap orang. Raga Hyechan memang bersama kami saat ini, tetapi aku merasa jiwanya sudah berada di dunia lain. ‘apakah yang sebenarnya terjadi padanya?’
TET ~ TET ~ TET *anggap saja bunyi bel sekolah! Hehehe*

Akhirnya bel pulang sekolahpun berbunyi. Aku segera membereskan buku-bukuku dan memasukkannya didalam tas. Aku berencana mengajak Hyechan untuk pulang bersama. Toh rumahnya juga tepat didepan rumahku kan.

“Hyechan-ah………..dapatkah kita pulang ber…..” ucapku terputus oleh seorang yeoja yang tiba-tiba menghampiriku.

“Jinki-ya…………maukah kau pulang bersama kami? Akan kutunjukkan tempat-tempat yang indah untukmu,” ucap seorang yeoja tepat dibelakangku yang sontak membuatku terkejut. Dan ternyata mereka berjumlah tiga orang.

“Akh! Mianhae. Aku sudah berencana akan pulang bersama Hyechan hari ini,” tolakku sehalus mungkin supaya tidak menyinggung perasaan mereka.

“Hyechan? Orang aneh itu?” tanya yeoja yang satunya lagi. Yang kuketahui dari papan nama yang dia pakai dia bernama Taera. Sedangkan yeoja yang menyapaku tadi bernama Winie. Dan yeoja yang sedari tadi terdiam itu bernama Yoonie. Sepertinya mereka bertiga berteman baik. Atau bisa disebut sebagai sebuah geng. Tetapi aku masih tidak mengerti mengapa mereka menyebut Hyechan sebagai orang aneh.

“Orang aneh? Apa maksud kalian?” tanyaku masih tak mengerti.

“Akh! Sudahlah! Tidak usah dipikirkan,” akhirnya yeoja yang bernama Yoonie itu angkat bicara.

“Dan kalau kau ingin mengajaknya, dimana dia sekarang?” lanjut Winie yang membuatku menoleh kebangku Hyechan. Tetapi bangku itu kosong. ‘dimana dia sekarang?’

“Baiklah kalau begitu! Mungkin lain kali kita bisa pulang bersama. Annyeong Jinki-ya…….” Ucap Yoonie sembari menarik kedua temannya dan pergi meninggalkanku.

Aku sedang menyusuri lorong-lorong sekolah yang cukup panjang. Karena aku sudah kehilangan Hyechan tadi, ku urungkan niatku untuk pulang cepat. Aku ingin menyusuri setiap ruangan di sekolah ini supaya aku lebih cepat beradaptasi dan menghafalnya. Sekolah ini cukup besar dan terdapat banyak ruangan. Bahkan terdapat kolam renang juga. ‘Benar-benar lengkap’

Langkahku terhenti didepan ruang yang bertuliskan “ART ROOM”. Ruangan itu terbuka dan kulihat terdapat seseorang, eh bukan! ada dua orang yeoja disana. Salah satunya memakai seragam sepertiku. Dan yang satunya lagi terlihat lebih tua dariku tetapi masih belum pantas untuk dipanggil Ahjuma.

‘HyeChan??? Apa yang ia lakukan disini?’

Tbc……………..,

-_-DON’T FORGET TO COMMENT-_-

Komentar anda adalah jalan bagi saya untuk memperbaiki diri (lebih tepatnya memperbaiki tulisan saya) *hehehe* >,<

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

46 thoughts on “This’s My Dreams – Part 1”

  1. huaaaaaaaaa…. untuk FF debut, ini bagus 😀
    mungkin akan lebih bagus lagi kalau tiap paragraf jangan terlalu panjang.. kasian yg pake kecamata 😀 hehehe
    we’ll wait for the next 🙂 kyahahahahaha
    semangat!!!

    1. mksh chingu,
      wakh, mian alo tuch prgrf terlalu panjang……
      di usaha’in akan lbh pendek di ff berikutnya (coz ff ini udah dikirim sampai end-part)

      @sekedar info! bahwa author juga pake kacamata/hehehe

  2. sukkkaaaaaa
    ffnya rapi loh.. g cuma tulisannya.. tp ceritanya jg… lumyn rinci…
    bnr2 brsa msuk n mrsa sbg tkohnya..

    ditunggu lnjutnnya

  3. FF nya keren chinguu!! Daebak deh..
    Apa lg cast nya Onew opaa !! My dubuchikentofu !! #lebay –”
    Lanjut ya chingu..
    I’ll be wait for next part .. Ga sbar !! ><

  4. ahhh kasiaan … tapi cerita ini kereen !! suka, eh sekarang si hyechan tinggal sama siapa?
    asikk jinki hyechan yaaaa…
    huwaa di tunggu banget kelanjutannyaaaa… ^^

  5. critanya bagus saeng/eonni. DEBAK???????? kayaknya hyecan punya trauma mendalam nih. (author : sotoy
    hehehe
    jadi bikin penasaran, apalagi yg maen biasku. WooWww

    O.K ditunggu lanjutannya……..SEMANGAT

  6. Hyechan punya masa lalu sama ayahnya yang kejam. Kasihan juga hidup Hyechan. Sejak kedua orang tuanya bercerai, ia lebih sibuk menyendiri sampai ada teman-temannya yang ngatain dia aneh. Semoga dengan kehadiran Jinki akan mengubah pandangan Hyechan, ngembaliin dia yang seperti dulu, Jinki yang ngasih cinta tulus untuk Hyechan.
    Nice story. Lanjut!

  7. wah…….keren banget..
    tapi koQ hyechan datar baget ya….???
    kasih expresi dikt dunk???
    udah Terbayang bayang di imajinasi.

  8. Seruseru! Aku suka yang bahasanya gini nih, formal tapi santai *maksudlo?* Eh tapitapi, itu pas POVnya Jinki kan pertamanya Hyechan di urai rambutnya, tapi beberapa paragraf kemudian jadi terikat rapi? :/ Aku agak bingung tuh yang mana jadinya xD

  9. Hyechan itu rambutnya panjang atau pendek sih thor? Masih bingung .___.v typo kali ya? gapapa thor, lanjuuuttt ><

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s