This Is My Love Story (END)

This Is My Love Story (END)

Tittle                :  This Is My Love Story (END)

Author             :  KeroroKey aka Navia

Cast                 :  -Kim Ki Bum (Key)

                           -Park Yeong Eun

Suport Cast     :  -Kim’s Family

                           -Park’s Family

                           -Park Hyo Ae

                           -Go Hye Mi

Rating             :  General

Genre              :  Romance, Fantasy(dikit juga), Sad(may be)

Length             :  Sequel (4 of 4/END)

A.N                 :  FF ini terinspirasi dari filmnya Hyun Bin yang ‘A Millionare’s 1st Love’.

==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++=

~Author POV~

 

“Key.. palliwa.. kenapa kau lama sekali?!” Kata Yeong Eun tak sabar karena Key yang ia tunggu tak kunjung keluar dari kamarnya. Tak berapa lama kemudian Key keluar dengan wajah yang di lipat *kaya origami aje main di lipet…*

“Kau cerewet sekali…”

“Itu karena kau lama sekali, kita jadi fitting baju`kan!” Kata Yeong Eun bersemangat.

“Ne… tapi kenapa kau sangat semangat ingin meniahiku?”

“Hah?! Memang aku kelihatan seperti itu yha?! Ah, aku sendiri juga tak tau kenapa.”

“Apa kaku menyukaiku?!”

“Ne?!” Yeong Eun langsung membelalakkan matanya.

“Apa yang kau rasakan saat ini?” Key memojokkan Yeong Eun di dinding, ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Yeong Eun.

“a.. aku.. jantungku berdetak keras, aku tak tau kenapa.” Eh.. kenapa aku jujur sekali?!, batin Yeong Eun.

“Aku rasa kau menyukaiku, iyakan?!” Kata Key sambil menampakkan seringaiannya.

“Mwo?!” Wajah Yeong Eun langsung berubah merah padam.

“Sudahlah, kita pergi sekarang, aku sudah bisa menebak bagaimana perasaanmu padaku.” Key kembali menegakkan badannya dan berjalan menuju garasi.

‘Mungkin aku mencintaimu Kim Ki Bum..’ Kata Yeong Eun dalam hati, karena ia tak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung.

“Key-ah.. kenapa kau mau menikahiku?” Tanya Yeong Eun mendadak membuat Key langsung terdiam.

‘Kenapa aku menikahinya? Aku rasa ini bukan hanya sekedar aku yang menepati janji padanya, apakah aku jatuh cinta padanya?!’ Batin Key.“Aku bukan orang yang suka ingkar janji. Kau yang membuat perjanjian aneh yang menyebabkan aku harus menikahimu”

Yeong Eun sedikit kecewa, ia mengira Ki Bum juga mencintainya, tapi ternyata semua itu hanya harapannya.

““““

~Yeong Eun POV~

 

Hari ini kami harus melakukan fitting baju untuk pernikahan kami. Dalam hati sebenarnya aku sedikit kecewa karena Ki Bum tak memiliki perasaan yang sama denganku, ia menikahiku hanya karena ia ingin menepati janjinya.

“Ya! Kita sudah sampai kau janga melamun!”

“Arasseo.” Kataku langsung turun dari mobil.

Butik yang sekarang aku kunjungi merupakan butik kepercayaan Eommonim. Ia menyuruhku untuk melakukan fitting baju di sini karena menurutnya baju di sini sangat bagus.

“Anyeonghaseyo Key.. lama kau tak berkunjung, ada yang bisa ku bantu?” Sambut seseorang yeoja cantik dengan pakaian yang menurutku terkesan rumit,  aku rasa dia pemilik butik ini, mereka akrab sekali. Tiba-tiba aku merasa panas di dadaku, rasanya juga sedikit sesak. “ee.. Key, siapa yeoja ini? Apa dia yeoja chingumu?”

“Dia calon istriku. Aku akan melakukan fitting baju untuk pernikahanku, apa kau punya baju yang cocok untuk yeoja ini?!” Aku menampakkan senyum bahagia saat Key memperkenalkan aku sebagai calon istrinya.

“Ne. Ngomong-ngomong siapa nama anda nona?” Kata yeoja itu sambil mengulurkan tangannya.

“Park Yeong Eun imnida.” Kataku sambil menjabat tangannya.

“Park Hyo Ae imnida. Kajja kita mulai fitting bajunya.” Katanya sambil berjalan mendahului kami menuju sebuah tempat yang terletak di lantai 2 butik ini.

“Apa kau kenal dekat dengan Hyo Ae-ssi?” Tanyaku pada Key.

“Aku hanya sekedar mengenalnya saja, Eomma senang sekali terhadapnya, ia sering di undang acara makan malam di keluarga kami.” Rasa sesakku semakin menjadi-jadi saat mengetahui kalu yeoja ini juga dekat dengan keluarga Kim. “Tapi kau tak perlu cemburu padanya Yeong Eun-ah. Satu yang tak di ketahui keluargaku adalah dia penyuka sesama jenis.”

“Mwo?!”

ssttt.. jangan beritahu siapa-siapa tentang hal ini. Arachi!” Aku hanya mengangguk, akhirnya kami sampai pada sebuah ruangan di lantai dua.

“Silahkan duduk.” Kami duduk di sebuah sofa yang di tunjuk oleh Hyo Ae-ssi. “Aku memiliki buku tentang berbagai baju untuk pernikahan rancanganku. Apa kalian ingin melihatnya?”

“Ne.. aku rasa aku akan bingung jika kau tak memperlihatkan buku itu Hyo Ae-ssi.” Ucap Ki Bum.

Kami-pun melihat buku itu sambil sedikit bertanya tentang berbagai rancangannya. Pantas saja eomonim menyuruh kami kebutik ini, rancangan gaunnya bagus, aku sampai bingung memilihnya.

“Bagaimana dengan White Princess?” Ucapku setelah selesai melihat buku rancangan tadi.

“Bagus. Aku rasa itu akan cocok untukmu. Kau suka dengan rancangan yang itu?”

“Ne.”

“Bagaimana denganmu Key?” Tanya Hyo Ae pada Key.

“Aku menurut dengannya.” Kata Key sambil menunjukku.

“Geurae.. White Princess terdiri dari beberapa gaun, silahkan kau pilih gaun yang kau inginkan Yeong Eun-ssi. Hye Mi-ssi, tolong bantuNonaPark.”

“Ne.” Kata salah satu pelayan yang di tunjuknya. Aku lalu mengikutinya.

“Silahkan anda pilihNonaPark.”

“Ne…” Aku melihat satu persatu gaun yang di pajang. Gaun-gaun yang ada di sini semuanya bagus, aku jadi bingung ingin memilih gaun yang mana.

“Kau belum memilih gaunmu?” Suara cempreng Key*plakk* membuatku menghentikan sejenak acara memilih gaunku untuk melihat jam. Ternyata aku sudah menghabiskan waktu 15 menit untuk memilih gaun tanpa mencobanya sekalipun. Karena dari tadi aku hanya menanykan pendapat dari pelayan yang sekarang bersamaku –bahkan aku juga menanyakan gaun yang melenceng dari konsep yang tadi ku pilih-. Aku melihat Key dan langsung nyengir. “hehe.. mian….. hae..” Aku langsung tergagap saat aku melihat Key dengan toxedo putih yang sangat cocok dengan tubuhnya.

“Waeyo? Jangan terpesona seperti itu. Cepat pilih gaunmu!”

“n..Ne..” Key berdiri di sampingku untuk membantuku memilih gaun.

“Apa kau suka dengan gaun yang ini?” Key menunjukkan gaun  yang simple namun terkesan elegan. Saat di pajang di patung gaun seperti memperlihatkan lekuktubuh orang yang memakainya. Aku membayangkan bagaimana jika tubuhku yang kurus kering memakai itu. Aku rasa aku akan mirip dengan ‘Cicak Kering’.

“Shiro! Apa kau tak lihat jika tubuhku ini kurus?! Jika aku memakai gaun itu aku nanti akan terlihat seperti cicak kering Kim Ki Bum!” Key sedikit tertawa dengan perkataanku, aku tak menanggapinya dan lebih memilih melanjutkan fitting baju.

“Key-ah, bagaimana menurutmu dengan ini?” Kataku sambil menunjuk gaun yang menurutku sangat ribet. Roknya sangat panjang dan mengmbang seperti kue pernikahan*plakkk, author ngaco..*

“Aku yakin kau bisa menilainya. bentuknya terlalu ribet, terlalu besar, dan itu akan aneh untukmu chagi…” Kata Key sebal.

Deg_ apa tadi aku tak salah dengar?! Key tadi memanggilku chagi, omona… aku seperti melayang, aku sangat bahagia saat mendengar Key memanggilku dengan sebutan chagi.

“Kenapa wajahmu memerah?”

“Ne? Ah.. aniyo, hajiman aku menyukai gaun ini, gaun ini lucu. Daripada gaun yang kau pilihkan tadi, aku rasa gaun ini akan menambah porsi tubuhku menjadi sedikit lebih gemuk.” Kataku sedikit gugup karena sampai sekarang detak jantungku belum dapat ku control.

“Kau akan lebih terlihat seperti badut jika memakai itu! Konsep pernikahan kita White Princess seperti katamau, bukan Clawn Princess!”

“Aishhh.. kau sangat menyebalkan!”

“Diam saja kau! Hyo Ae-ssi, apa kau tak punya gaun yang cocok untuk yeoja jelek ini?!”

“MWORAGO?!!” Teriakku tak trima di sebut jelek.

“Ok, untuk White Princess, aku rasa kau harus memakai gaun yang terbaru yang belum sempat ku launching.”

“Perlihatkan gaun itu.”

“Ne.. aku rasa eommamu akan menyukainya. Hye Mi-ssi, ambilkan gaun baruku.”

“Ne..”

Aku menatap takjub gaun yang sekarang di perlihatkan. Gaun itu sedikit mengeksplor bagian dada.Adaornamen yang aku rasa itu terbuat dari pernik-pernik semacam krystal berwarna biru muda dan silver yang menghias bagian perut dan membentuk seperti sabuk. Rok di gaun ini panjang seperti gaun yang tadi aku pilih bedanya bentuk tak terlihat menggembung seperti kue pernikahan.

“Great, kau coba itu.”

“Apa itu tak terlau ‘wow’.” Kataku sambil memperagakan tanda kutip dengan jari telunjuk dan tengah di tangan kanan dan kiriku.

“Kau coba saja apa susahnya sih?!” iishh.. Almighty! Dengan berat hati aku menuju ke sebuah gorden tempat untukku mencoba pakaian itu dan di ikuti oleh 2 orang pelayan.

~Author POV~

 

Tirai terbuka dan memperlihatkan yeoja dengan gaun pengantin yang sangat pas dengan tubuhnya. Key seperti tak berkedip menatap Yeong Eun dengan gaun pernikahan itu.

“Key.. apa aku aneh mengenakan gaun ini?!” Kata Yeong Eun sambil menutupi bagian dadanya yang sedikit terlihat karena model dari gaun ini.

“Apa kau tak nyaman dengan bagian dadanya?” Tanya Key tanpa menjawab pertanyaan Yeong Eun.

“n..Ne..” Kata Yeong Eun sambil menganggukkan kepalanya perlahan.

Key lalu mendekati Yeong Eun dan berbisik di telinganya. “Tapi apa kau tahu, kau terlihat menggoda menggunakan gaun ini.”*HHYYAAA… KEY OTAKNYA YADONG!!!!

“Mwo?!!” Yeong Eun membelalakkan matanya mendengar kata-kata Key, wajahnya yang semula putih pucat kini langsung berubah menjadi merah.

“kekeke~…” Key malah melakukan evil smirk yang membuat Yeong Eun menjadi geram terhadapnya.

“Ya! Ki Bum-ah..eh..eumhh!!” Yeong Eun langsung menutup mulutnya karena ia sadar ia baru memanggil Key dengan nama Ki Bum, dan membuat beberapa bagian dadanya yang tadi tertutupi menjadi terlihat.

“HYYAAA… KENAPA KAU LEPAS DADAMU TERLIHAT!!!” Kata Key yang refleks menutupi bagian dada Yeong Eun yang terlihat.

1 Detik.. 2 Detik.. 3 Detik… 3 ¼  Detik, 3 ½ Detik.. 3 ¾ Detik.. Bentar lagi 4 Detik…*Author geram langsung pukul kepala Yeong Eun biar sadar…*

“KKKKYYYYAAAAA….. APA YANG KAU LAKUKAN ??!!!!!!!!!!!!!”

““““

~Key POV~

 

Sekarang kami sedang ada dalam perjalanan pulang dari butik itu.  Setelah ‘tragedi fitting baju’ yang tadi tak sengaja ku lakukan, dia menjadi diam dan sedikit menjauhiku. Tapi juur saja, dia terlihat sangat cantik menggunakan gaun itu. Jadi aku tetap ngotot untuk memilih gaun itu untuknya.

 

~Flash Back~

 

“mi..Mianhae..” Kataku gugup sambil menurunkan tanganku. Jujur saja, seumur hidup aku tak pernah memeluk yeoja kecuali ia keluargaku sendiri. Tapi tadi aku sudah menyentuh.. hyyyaaa.. ssttoopp…Jangan memikirkan itu lagi!!!!!!!!

“Ya! Aku tak mau gaun ini!! Ganti!!” Katanya sedikit marah namun wajahnya berwarna merah khas orang yang sedang malu.

“Andwe! Hyo Ae-ssi! Aku memesan gaun ini, cepat sesuaikan dengan tubuhnya dan tolong sedikit benahi bagian dadanya!”

“Nee..”

“Ya!! Tapi aku tak mau ini!!” Katanya ngotot.

“Gaun ini akan di sesuaikan, pokok aku ingin kau memakai gaun ini saat kita menikah nanti! Cepat ganti baju!”

“AISHH!!!” Katanya sebal sambil menghentak-hentakkan kakinya.

 

 

~Flash Back End~

 

Aku rasa dia marah padaku. “Yeong Eun-ah..” Panggilku namun dia tak menjawabnya. “Apa kau ingin jalan-jalan?” Tawarku.

“MWO?! JALAN-JALAN?! Ne!!! Kita pergike e….” Belum sempat dia meneruskan kata-katanya aku langsung membelokkan mobilku ke sebuah taman yang kebutalan sedang kami lewati. “Apa kita jalan-jalan di sini?”

“Ne.. aku malas pergi jauh-jauh.” Kataku turun dari mobil. Aku langsung jalan duluan ke bangku terdekat, 3 menit kemudian Yeong Eun datang dengan langkah sebalnya. ‘Apa dia masih marah? Hahh… terserah, dasar yeoja.’

“Ya! Aku menunggumu lama tapi kenapa kau tak mebukakan pintu untukku?!” Semburnya saat dia sampai di depanku.

“Kau mempunyai tangan yang masih berfungsi dengan sempurna, dan aku rasa kau tau bagaimana caranya membuka pintu mobil.”

“YA!! Kau menyebalkan sekali Kim Ki Bum!”

“Bukankah dari dulu aku sudah menyebalkan?!”

“aisshhh… aku tak mau jadi istrimu! Kita.. arghh…” Tiba-tiba dia menghentikan bicaranya dan memegang kepalanya. ‘Adaapa dengannya?’

“Gwencanha?” Tanyaku khawatir karena ia terlihat sangat kesakitan.

“s…sa..kit… arghh…”

“Kau kenapa?” Bughh.. Tiba-tiba ia sudah jatuh ke tanah. Dengan cepat aku langsung menggendongnya dan ku masukkan dalam mobil.

““““

~Yeong Eun POV ~

 

“Kau sudah sadar sayang?” suara parau Eomma menyadarkanku dari tidurku. Aku rasa aku sekarang ada di rumah sakit. Karena aku dapat mencium bau obat yang sangat menyengat di sini.

“Ne..”

“Wae? Hiks.. kenapa kau tak mau menceritakan ini?” Isak Eomma.

“Mwo? Apa maksud… Eomma a..apa kalian sudah mengetahuinya?! Mi..mianhae….” Kataku tau apa yang mereka bicarakan.

“Eomma kecewa denganmu.” Kata eomma sambil berlalu pergi.

“Eomma! Eomma!!”

“Apa kau ingin pernikahan kita di percepat?” Kata Ki Bum  dengan raut wajah kecewa. Ini salahku, aku sudah membuat mereka kecewa dengan menutupi semua ini.

“Terserah kau, lakukan saja yang terbaik. Hiks..” Kini aku juga mulai terisak.

“Ne.”

Aku tahu mereka semua kecewa padaku, aku.. menderita kanker, dan itu sudah mencapai stadium akhir. Itu berarti hidupku sudah tak lama lagi, aku sudah berhenti melakukan berbagai macam pengobatan saat aku di Amerika saat aku mengetahui kankerku sudah mencpai stadium akhir. Aku merasa itu percuma, aku tetap tak sembuh.

““““

Hari yang sangat membahagiakan bagiku akhirnya datang, aku akhirnya menikah dengan Key. Apa kau tau, hari ini aku bahkan seperti orang gila, aku selalau tersenyum sendiri saat aku di rias, sampai-sampai orang yang meriasku marah karena aku selalau membuatnya tertawa. Tapi dari tadi aku belum melihat keluarga Kim dan keluargaku, mungkinkah mereka masih marah padaku?

“Setelah perjuanganku yang amat sangat berat, akhirnya kau bias tampil dengan wajah yang sangat menawan.” Kata penata riasku dengan wajah yang sangat berseri-seri.

“Hehehe.. gamsahamnida, mianhae tadi aku membuatmu marah.”

“Gwencana. Ya, kemana mempelai priamu? Dari tadi kenapa dia tak kemari? Aku rasa merias pengantin pria itu tidak sulit.”

“Tapi aku rasa jika merias Kim Ki Bum itu sebuah tantangan. Dia namja yang crewet sekali.”  Jangan salahkan aku jika berkata seperti ini, Karena Key memang cerewet.

“Bersabarlah jika nanti kau akan menjadi istri orang yang crewet.”

“hmm.”

“Kau sudah siap, pernikahan kita akan segera di mulai.” Kata Appa yang tiba-tiba masuk ke kamarku.

“Ne.” Aku berdiri dan menggamit tangan Appa dan keluar dari kamar riasku.

“Arghh…” Erangku karena tiba-tiba aku merasa kepalaku sangat pusing.

“Gwencanayo?” Kata Appa khawatir sambil memgang kedua pundakku.

“Ne. gwencana.” Appa melepaskan tangannya dari pundakku. Ku rasa sakit di kepalaku sedikit mereda sekarang. Namun aku khawatir jika nanti rasa sakit ini akan kambuh lagi.

 

~Author POV~

 

“Mempelai wanitia memasuki tempat.” Kata Kim Jonghyun sahabat dari Key yang sekarang merelakan(?) dirinya menjadi pemandu acara untuk pernikahan sahabatnya.

Yeong Eun berjalan secara perlahan di dampingi Appanya. Saat hampir sampai di podium, tuan Kim menyerahkan tangan Yeong Eun pada Key. Key-pun menerimanya dan berjalan beriring hingga mereka sampai di podium untuk mengucapkan janji suci sehidup-semati mereka*Lebaynya Author kumat*

“Pada pernikahan suci ini, yaituSeoul, 28 Mei 2008 akan di persatukan Kim Ki Bum dengan Park Yeong Eun. Sekarang akan mengajukan pertanyaan bagi mempelai pria dan wanita.

Kim Ki Bum, bersediakah engkau mendampingi Park Yeong Eun dalam senang maupun sedih, dalam kaya maupun miskin dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidupmu?”

“Saya Bersedia.”

“Park Yeong Eun bersediakah engkau mendampingi Kim Ki Bum dalam senang maupun sedih, dalam kaya maupun miskin dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidupmu?”

“Saya Bersedia.”

“Kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri. Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita.”

Key mulai mendekatkan wajahnya pada Yeong Eun, Yeong Eun hanya diam dan mulai menutup matanya. Kini bibir mereka sudah bersentuhan. Key langsung menarik tubuhnya saat ia merasakan dingin di bibir Yeong Eun.

“Gwencana?” Tanya Key.

“Aniyo…” Bughh… Tiba-tiba Yeong Eun jatuh dan sontak membuat geger semua tamu undangan termasuk keluarga kedua mempelai. Key langsung menggendong Yeong Eun dan membawanya ke kamar mereka.

“Andwe… sayang.. cepat sadarlah..”KatanyonyaParkyang kini sedang menangis hebat.TuanParkberusaha menenangkan istrinya dan membawanya keluar dari tempat itu. Semantara Tuan Kim berusaha menghubungi dokter, sementara Nyonya Kim berusaha menyadarkan Yeong Eun.

“Eomonim, enghh..” Ujar Yeong Eun lemah.

“Kau sudah sadar?! Apa kau masih pusing?!”

“Aniyo, gamsahamnida eomonim…”

“Dokter sebentar lagi akan datang… kau bersabarlah.” Kata Tuan Kim.

“Tak perlu, aku sudah baik-baik saja abonim… aku akan menelfon dokterku dan menyuruhnya kembali, obat yang mereka berikan masih ada aku akan meminumnya nanti.”

“Kau harus di periksa.”

“Aniyo.. biar aku saja yang nanti kesana aku ingin beristirahat.”

“Andwae! Kau harus di periksa!” Bentak Eomma.

“Eomma, aku tahu Eomma khawatir padaku, tapi aku benar-benar ingin beristirahat, aku janji nanti aku akan memeriksakan diriku.”

“Yakso?!”

“Ne eomma.”

“Baiklah kami pergi dulu, kau beristirahatlah. Ki Bum-ah.. temani Yeong Eun.” Kata Appa. Appa memegang kedua pundak Eomma dan membimbingnya berdiri.

“Ne.” Keluarga Kim kemudian pergi dan kini tinggallah mereka berdua.

 

~Key POV~

“Seharusnya kau mengatakannya padaku jika kau tak kuat.” Kataku memarahinya.

“Aku membantumu menepati janjimu. Aku yakin ini akan menjadi beban jika aku tak ada.” Ya! kenapa dia malah bicara ngawur.. aishh.. yeoja babo!

“Apa yang kau katakana babo!”

“Apa kita sudah resmi menjadi suami istri?” Katanya mengalihkan pembicaraan.

“Seperti yang kau fikirkan. Istirahatlah. Jam 7 nanti aku akan mengantarmu ke dokter.”

“Ne.. as your wish…” Katanya yang langsung terlelap.

 

@ 6.30 p.m

~Yeong Eun POV~

 

Malam ini langit diSeoulsedang cerah. Bintang-bintang bersinar seolah berlomba untuk menampakkan keindahannya. Aku duduk di balkon kamarku, aniyo.. sekarang kamar ini bukan hanya milikku, Ki Bum juga berhak atas kamar ini karena ia nampyeonku. Tiba-tiba aku merasa seseorang menyelimutiku. Hangat… aku menolehkan wajahku dan menemukan sosok Key sedang membenahi slimut yang ia taruh di tubuhku.

“Kenapa kau di sini? Di sini dingin nanti kau tambah sakit.” Kata Key lalu duduk di sampingku.

“Aku ingin melihat bintang. Sebelum semuanya berakhir.”

 

 

~Key POV~

 

Kami diam dalam pikiran masing-masing begitu lama. Hingga akhirnya aku ingat Yeong Eun harus pergi ke dokter sekarang.

“Bagaimana kalau kita memeriksakanmu sekarang?” Tawarku.

“Andwe.. aku masih ingin melihat bintang, aku menunggu bintang jatuh.” Katanya tanpa menatapku.

“Jika hari ini tidak ada bintang jatuh kapan… YA.. ada bintang jatuh Yeong Eun-ah..!!”

“Jeongmalyo..?! ehmmm… Ki Bum-ah… saranghae…” Katanya dengan suara lemah. plukk…. Tiba-tiba Yeong Eun menjatuhkan kepalanya di pundakku. Aku menengoknya dan ia memjamkan matanya. Ia terlihat sangat damai. Wwuuusss… angin dingin tiba-tiba berhembus. Lebih baik aku memeriksakannya sekarang. Pikirku.

“Ne… nado saranghae.. Ya! kajja, kita pergi ke dokter sekarang!” Kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya. Tapi ia tak merespon, tubuhnya sangat lemas dan…. aku tak merasakan nafasnya lagi….

Barami meomun

Geu shigan jocha

Naegen neomu mojaran geol

Hanbeone miso

Majimak insa

Saranghamnida geudael

Shigani jichyeodo

Sarange apado

Geu shigan jocha chueokigo

Majimak insal haneyo

Saranghamnida

Saranghamnida…

 

Fly away, Fly away, Love… Fly away, Fly away, Love… Fly away, Fly away, Love…

 

Nae saenge dan hanbeon nae saranga,

Anyeong…. (DBSK- Insa)

 

Angin yang berhenti

Bahkan di saat itu

Sangat tidak cukup bagiku

Senyum sekali dalam salam terakhirmu

Aku mencintaimu

Saat-saat yang melelahkan

Sakitnya cinta

Bahkan saat itu, teringat inilah salam terakhir

Aku mencintaimu,

Akumencintaimu….

 

Fly away, Fly away, Love… Fly away, Fly away, Love… Fly away, Fly away, Love…

 

Dalam hidupku

Aku hanya sekali mencintai yaitu kau

Selamat jalan….

 

 

==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++==++=++==++==++==++==++==++==++==++==++==+

N.B : hhwwaaa… akhirnya Ending juga cerita debut Soloku! Ternyata susah juga buat FF tanpa Lia Unnie…*Hug Lia Unnie..

Ceritanya gimana? Mianhae yha kalo nggak muasin..

Oh yha.. ada yang tahu lagu yang di atas (nunjuk lirik lagu Insa), aku suka banget lagu itu*curcol*

Author pamit yha… RCL please.. anyeong~~~… Goodbye baby goodbye…*pLakk!!!

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF


Advertisements

26 thoughts on “This Is My Love Story (END)”

  1. aaahhh,
    yeong eun meninggal,,
    jdi yeong eun punya kanker,,
    aah, aku kira bkal happy ending, tau taunya sad ending,,,
    keren,
    daebaaakkkk…..

  2. hyo ae penyuka sesama jnis.. ih wow..
    cicak kering .. .. hahahaha kshn si cicak #eh

    bagus thor… cuma endingnya kurang greget… crta ttg pnykitnya agk kurng dpt gtu.. tp overall.. seru 🙂

  3. Gak tw knapa feelnya kurang dapet disini thor.. Alur juga terlalu cepat.
    Tapi over all, ceritanya bagus kok *karena.aku.belum.tentu.bisa.bikin.fanfic.yang.menarik*.

  4. Gak tw knapa feelnya kurang dapet disini thor.. Alur juga terlalu cepat.
    Tapi over all, ceritanya bagus kok *karena aku belum tentu bisa bikin fanfic yang menarik*

  5. Ehhh,, udd end ia?? #garuk-garuk kepala.

    Hmm,, ternyata Sad ending,, tP aku rasa feel-nya kurang dapet,, sad’nya itu gx mengharu biru,, cz,, terkesan alurnya dicepetin,,,

    Over all,,, bagus kok,, ayo,, ditunggu karya lainnya.

  6. ahhh authorr… meskipun kau sibuk, kau tetap memberikan ff yang terharu, mungkin karna ff ini di percepat endnya… rada keliatan terburu-buru *emang ?!!*
    huwaaa ini ff yang bagus … hwaiting thor!! aku sukaaa….

  7. mian baru comment di akhir~
    FFnya keren~
    walaupun kerasa sedikit ngebut…
    hehehe,
    perasaanq aja paling~

    ditunggu ff laennya!
    hwaiting chingu!

  8. Wah good story .. endingnya terkesan buru” banget ..
    Ceritanya simple ,, sederhana ,, ringan .. tidak berat membacanya .. cerita nya ada kesan sweet but sweet remaja ..
    feel untuk ending nya masih kurang dapet .. kalo di gambar lebih dalam lagi dengan kejadian ending nya pasti lebih bagus ..
    but good job author .. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s