SHINee’s Romance: Bling Bling Jonghyun [5]

Title: SHINee’s Romance -Bling Bling Jonghyun- (Part 5) 

Author: HeartLess

Main Cast:

  • Kim Jonghyun
  • Choi Sunghwa
  • Choi Yunhwa

Support Cast:

  • SHINee Members
  • Sunghwa’s Omoni
  • Sunghwa’s Aboji
  • Kang Inhye

Genre: Romance – Friendship

Rating: General

Dengan perjuangan berat akhirnya saya menyelesaikan part 5. Mohon maaf jika menunggu lama, karena saya sibuk dengan pekerjaan dan job sampingan :p

Semoga part 5 ini tidak mengecewakan.

Disini ada beberapa hal yang mungkin selama ini dipertanyakan readers sekalian akan terungkap.

Happy Reading dan jangan lupa RCL nya^^

 

 

 “Jonghyun-ssi, apa kita bisa mampir di toko itu sebentar?” tanya Sunghwa pada seorang namja berbadan ramping tapi sedikit berotot yang berjalan di sisi luar jalur pejalan kaki, beriringan dengannya. Seorang namja yang ketampanannya tersembunyikan oleh sebuah kacamata bulat khas kutu buku dan sebuah topi baseball yang sukses menutupi wajahnya dan membuat orang-orang tidak sadar bahwa dia adalah salah seorang anggota boyband terkenal di negeri ini.

“Ne? Ah , ne geurae Sunghwa-ssi” katanya tersenyum khas yang memamerkan gigi putihnya. Senyum yang di impi-impikan yeoja seantero korea untuk dapat melihatnya langsung.

Jonghyun dan Sunghwa berjalan memasuki sebuah toko bunga. Sejujurnya Jonghyun tidak mengerti mengapa mereka masuk ke sebuah toko bunga. Tapi kemudian dia memilih untuk berpikir bahwa mungkin bunga itu untuk diberikan pada orangtua Sunghwa yang sudah lama tidak ditemuinya.

“Annyeonghaseyo” Sunghwa, wanita berambut sepunggung bergelombang ini membuka pintu ruangan toko dan memasukinya, diikuti Jonghyun di belakangnya.

“Oso Oseyo~ ah Sunghwa eonni, lama tidak berjumpa.” Jawab seorang yeoja muda yang sepertinya adalah pemilik toko bunga tersebut.

“Ne, lama tidak berjumpa, Inhye” Sunghwa tersenyum ramah menghampiri sang pemilik toko yang dipanggilnya “Inhye” itu

“Ah, hari ini ya. Aku hampir lupa, apakah seperti biasanya membeli 7 tangkai Lilac berwarna putih?” tanya yeoja bernama Inhye kepada Sungha yang kemudian dijawab dengan sebuah senyuman pertanda mengiyakan dari nya.

“Ne, tunggu sebentar onni, akan kusiapkan untukmu” segera pemilik toko bernama Inhye memasuki ruangan yang sepertinya adalah sebuah hothouse / rumah kaca dimana bunga-bunga segar di tanam, tetapi tidak lama kemudian membawa 7 tangkai Lilac berwarna putih yang di buket dengan rapi menggunakan sepotong kain kasa berwarna putih yang melingkari tangkai bawahnya dan diikat dengan sebuah pita putih pula.

“Onni, igo” kata Inhye memberikan bunga tersebut kepada Sunghwa, namun matanya sempat tertuju sejenak pada sosok namja yang berdiri mendampingi Sunghwa. Penasaran, entah dimana dia sepertinya mengenal sosok namja itu, tetapi tidak berani ditanyakannya karena menurutnya itu privasi pelanggannya.

“Ne, ini uangnya” kata Sunghwa memberikan sejumlah uang kepada Inhye.

“Inhye, aku pamit dulu. Annyeonghi geseyo” Sunghwa kemudian melambaikan tangannya kepada Inhye, lalu tersenyum dan mengangguk pada Jonghyun yang daritadi hanya diam dan mendampinginya, lantaran tidak berani banyak bergerak agar penyamarannya tidak ketahuan.

“Ne, gamsahamnida. Jal ga yo, annyeonghi gaseyo” Inhye balas melambai kepada Sunghwa, namun perhatiannya tertuju pada namja yang tak lain tak bukan adalah Jonghyun yang sedang menyamar dengan masih mencoba mengingat-ingat, dimana dia pernah melihat muka itu.

“Ah, mungkin hanya perasaanku saja” bisiknya pada diri sendiri saat dua insan itu telah meninggalkan tokonya, dan memilih untuk kembali mengerjakan apa yang tadi tengah dikerjakannya.

[……]

Jonghyun memalingkan wajahnya ke kiri dan ke kanan. Heran. Tapi tidak, matanya tidak salah melihat dan dia yakin dia juga tidak rabun dan dia tau dengan pasti saat ini dia tidak sedang berkhayal atau sejenisnya. Tapi tetap saja dia masih heran. Mengapa mereka Sunghwa mengajaknya ke tempat ini? Bukankah mereka ingin pergi menjemput Yunhwa di rumah orang tua Sunghwa? Tapi Jonghyun tidak mungkin salah melihat. Karena tempat ini jelas-jelas bukanlah sebuah kompleks perumahan atau apartemen atau semacamnya. Melainkan sebuah kompleks pemakaman.

Ingin bertanya, namun diurungkannya niatnya, dan memilih tetap berjalan mengikuti langkah yeoja di sampingnya.

Sunghwa tidak berkata apa-apa, dan itu membuat Jonghyun semakin penasaran. Tentu saja.

Langkah Sunghwa berhenti di sebuah makam yang cukup besar di sebuah kawasan makam elit, kemudian berbalik sejenak menghadap Jonghyun dan tersenyum, membuat Jonghyun semakin bingung.

“Ini adalah makam almarhum suamiku” kalimat tersebut membuat Jonghyun tersentak sejenak. Meskipun seharusnya Jonghyun sudah tau bahwa tidak mungkin seorang yeoja mempunyai anak jika dia tidak mempunyai suami, kecuali yeoja yang tidak benar. Tetapi, Sunghwa tidak mungkin seorang yeoja seperti itu, setidaknya begitulah keyakinan dalam hati Jjong.

Sunghwa tersenyum kecil, kemudian berjalan mendekati Jonghyun yang berdiri di belakangnya, lalu berhenti tepat di sampingnya dan ikut menghadap ke arah makam, searah dengan dimana tubuh Jonghyun menghadap.

“Saat aku berusia 17 tahun, aku jatuh cinta kepada seorang namja yang berusia 5 tahun diatasku. Begitu juga dengan dia, namja itu sangat mencintaiku. Meskipun kami baru mengenal selama 1 tahun, tapi kami benar-benar saling mencintai. Sehingga dia memutuskan melamarku. Kami menikah saat usiaku menginjak 18 tahun, usia yang sangat muda.” Sunghwa menarik nafas sejenak lalu melanjutkan kata-katanya.

“Keluarganya adalah konglomerat, dari kalangan terhormat dan sebenarnya mereka tidak menyetujui hubungan kami, karena aku dan keluarga ku berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Tapi mau tidak mau mereka menyetujuinya, karena satu hal. Kau tau apa itu?” Sunghwa menatap kepada Jonghyun yang hanya bisa menyimak sedari tadi, dan Jonghyun menggeleng pelan.

“Karena aku terlanjur mengandung anaknya” kata Sunghwa membuat Jonghyun sedikit tersentak, namun tidak ingin menyimpulkan hal-hal yang tidak-tidak sebelum dia mendengarkan cerita yeoja ini sampai selesai.

“Dan karena itu, keluarganya memutuskan kami harus di nikahkan dan aku harus tetap mengikuti homeschooling karena mereka tidak ingin mempunyai menantu yang putus sekolah karena hamil diluar nikah.”

“Selama masa-masa pernikahan kami, keluarganya memperlakukanku dengan baik, meskipun sebenarnya mereka masih tidak bisa menerimaku sebagai bagian dari keluarga mereka. Tapi aku sudah cukup senang asalkan mereka tidak berlaku buruk padaku.” Jonghyun merasa semakin tertarik dengan cerita yang disampaikan Sunghwa. Bukannya merasa kecewa dengan masa lalu yeoja ini, malahan membuatnya semakin simpati terhadap Sunghwa yang baginya adalah yeoja yang sempurna.

“Dan kami hidup sangat bahagia, semakin saling mencintai setiap hari demi hari yang kami lewati bersama, lalu aku dan dia memutuskan pindah ke sebuah rumah dimana hanya akan kami tinggali bertiga. Aku, dia dan bayi kami, Yunhwa. Dia membeli rumah itu atas namaku, sehingga rumah itu sampai sekarang menjadi hak milikku.”

“sampai suatu hari, saat Yunhwa berusia 2 tahun. Appa nya meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil. Meninggalkan kami berdua untuk selamanya.” Jonghyun terkejut, jadi inilah jawaban dari pertanyaan Jonghyun selama ini. Kemana suami Sunghwa selama ini?

“aku turut berduka” ucap Jonghyun lirih

“Gwenchana” Sunghwa tersenyum, tabah dan tidak terlihat berlarut dalam duka masa lalunya, membuat Jonghyun semakin terkagum dengan kepribadiannya.

“Jadi begitulah, aku akhirnya harus membesarkan Yunhwa seorang diri. Sambil bekerja dan berkuliah. Yunhwa akan kutitipkan ke orangtuaku jika aku pergi bekerja dan kuliah. Tapi untunglah, setelah lulus kuliah, aku mendapatkan pekerjaan yang cukup baik sehingga mempunyai penghasilan yang cukup untuk membuat kehidupan kami berdua tidak terlantar.” Sunghwa kini menatap ke arah Jonghyun yang memang daritadi menatapnya untuk menyimak ceritanya, tersenyum seolah tidak sedang menceritakan sesuatu yang menyedihkan.

Jonghyun terlalu terkesima, tidak menyangka bahwa yeoja pujaannya melalui hal sesulit itu, namun tidak terlihat kelemahan di matanya, tetapi justru terlihat tegar dan kuat. Sungguh, membuat Jonghyun semakin jatuh ke dalam pesona yeoja yang ada di sampingnya ini.

“Kau tau Jonghyun-ssi, aku sangat menyayangi Yunhwa. Lebih dari apapun. Aku tak akan pernah bisa membayangkan hidup tanpa Yunhwa. Karena dia adalah bukti dari cinta ku dan almarhum suamiku” Sunghwa berjalan mendekati batu nisan yang bertuliskan “Choi Jowon”, lalu berjongkok di hadapan nisan tersebut dan meletakkan bunga di batu nisan tersebut

“Banyak namja yang mendekatiku…… Tapi seorang wanita yang sudah memiliki anak itu berbeda dengan yeoja biasa. Kami, kaum wanita sebagai seorang ibu hanya akan jatuh cinta pada seseorang yang kami anggap akan bisa membahagiakan anak kami dan memberi rasa terjamin akan keluarga yang hangat dan baik” Sunghwa mengelus batu nisan berukirkan nama Choi Jowon yang adalah makam almarhum suaminya, lalu tersenyum kearah Jonghyun yang daritadi hanya bisa diam dan mendengarkan.

“Kajja Jonghyun-ssi. Aku Cuma ingin meletakkan bunga favorit kami berdua.” Kini senyum Sunghwa kembali memancarkan dirinya seperti biasa. Senyum lembut yang anggun, senyum yang paling disukai Jonghyun.

“Ne” jawab Jonghyun ragu, karena masih terlalu terkesima dan mungkin sedikit tidak percaya bahwa yeoja ini menceritakan hal penting kepadanya.

Jonghyun mengikuti langkah Sunghwa dengan berjalan disampingnya. Dalam hati Jonghyun masih sedikit tidak percaya. Dia berpikir, apakah mungkin dia sanggup untuk membuat Sunghwa mencintainya? Dan membuat rasa cinta tumbuh untuknya, sedalam perasaan Sunghwa terjadap Choi Jowon?

Jonghyun teringat bunga yang diletakkan Sunghwa di depan batu nisan tadi.

7 tangkai Lilac berwarna putih bukanlah hanya sekedar serangkaian bunga berwarna putih. Dalam bahasa bunga, Bunga Lilac putih berarti “My First Dream Of Love”, sedangkan 7 tangkai bunga melambangkan cinta yang sungguh-sungguh.

“Choi Jowon-ssi. Bisakah aku mendapatkan cinta darinya seperti yang telah kau dapatkan?” pikiran itulah yang terus menghiasi otak Jonghyun saat ini.

[…..]

 

“Omma!! Jonghyun oppa!!” seorang gadis cilik berusia sekitar 6 tahun berlari kecil, mendapati dua sosok yang dikenalnya saat sedang asik bermain di pekarangan sebuah rumah yang terbilang sederhana, namun cukup luas.

“Oppa.. bogoshipo!!” ia berlari kedalam pelukan seorang namja bergaris wajah tegas yang sudah membuka tangan lebar-lebar dan berjongkok untuk meraihnya, lalu segera menggendong tubuh yeoja cilik itu keatas sambil memberdirikan tubuhnya.

“Yunhwa-ah~~ aku juga merindukanmu” namja itu, tak lain tak bukan adalah Jonghyun, mencubit pipi yeoja cilik bernama Yunhwa itu dengan sebelah tangannya sementara tangan satunya cukup kuat untuk menggendong anak itu tanpa tangan satunya lagi.

Sementara, sang omma, hanya tersenyum kecil. Senang melihat pemandangan di depannya. Ia cukup senang melihat kedekatan anaknya dengan namja yang menemaninya sedari tadi. Ia sangat senang melihat senyum bahagia tergores dari bibir putrinya yang sangat disayanginya.

“Oppa! Kau semakin tampan!” sorak Yunhwa gembira, membuat Jonghyun tidak bisa menahan senyumnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin hari Jonghyun merasa semakin menyayangi yeoja cilik yang berada dalam gendongannya ini. Bagaimana tidak, Yunhwa adalah putri dari yeoja yang saat ini membuatnya tergila-gila setengah mati, bahkan sampai di sangka gila oleh hyung dan dongsaengnya sendiri lantaran selalu tersenyum sendiri di dorm. Tersenyum setiap saat mengingat wajah Sunghwa yang cantik, juga senyum nya yang anggun dan pribadinya yang penyayang dan lembut.

“Kau juga semakin cantik” kata Jonghyun mengedip pada yeoja cilik itu, membuatnya tertawa kecil

Sunghwa yang memperhatikan kelakuan anaknya dan Jonghyun tertawa kecil. Jonghyun yang image nya terlihat maskulin di TV yang sering dilihatnya, ternyata bisa bersikap begitu di depan anak kecil.

“Yunhwa” sebuah suara dari seorang wanita paruh baya yang baru saja berjalan keluar dari pintu samping rumah tersebut mengalihkan padangan Jonghyun, Yunhwa dan Sunghwa

“Annyeonghaseyo” kata Jonghyun segera membungkuk sedikit, lalu menurunkan Yunhwa dari gendongannya.

Wanita paruh baya itu menatap Jonghyun sedikit heran, tapi segera perhatiannya teralih pada yeoja yang berdiri tak jauh dari Jonghyun.

“Omoni” panggil Sunghwa kepada wanita tersebut sambil membungkuk.

“Halmoni, ini adalah Jonghyun oppa. Oppa yang Yunhwa ceritakan itu.” Kata Yunhwa ceria menarik-narik ujung baju neneknya itu.

“Annyeonghaseyo, choneun Kim Jonghyun imnida” Jonghyun membungkuk dalam-dalam sebagai tanda sopan santun pada wanita tersebut.

“Ne, Ho Eunri. Ibu dari Sunghwa” respon wanita tersebut sedikit datar.

Jonghyun melihat tatapan wanita itu sedikit tidak menyukainya. Entahlah, tapi Jonghyun hanya tidak ingin berburuk sangka. Mungkin itu hanya perasaannya.

“Masuklah dulu, sapa ayahmu. Aku mau pergi membeli barang di supermarket.” Kata wanita itu kini melangkahkan kakinya beranjak dari tempatnya berdiri sementara Yunhwa masuk ke dalam rumah sambil berlari-lari kecil.

“Jonghyun-ssi,juseyo” kata Sunghwa mempersihlakan Jonghyun masuk.

“Ne” Jonghyun kemudian masuk ke dalam dengan diikuti Sunghwa dibelakangnya.

“Haraboji!!” teriak Yunhwa kepada seorang lelaki paruh baya yang tengah membaca, membuat pria tersebut melepaskan perhatiannya dari buku yang dibacanya. Tersenyum melihat tingkah cucunya yang aktif itu.

“Haraboji~~ omma datang menjemputku!! Ada Jonghyun oppa juga” ujar Yunhwa senang sambil menarik-narik lengan baju kakeknya itu, membuat kakeknya tidak bisa tidak gemas melihat cucunya ini.

“Annyeonghaseyo. Kim Jonghyun imnida” kata Jonghyun membungkuk dalam, sedikit gugup saat pria paruh baya ini menatap nya dengan tatapa penuh selidik. Tetapi kemudian memberikan senyum ramah.

“Annyeonghaseyo” balas pria tersebut

“Aboji” panggil Sunghwa kemudia pada ayahnya sekaligus kakek Yunhwa tersebut.

“Sunghwa, apa kau datang menjemput Yunhwa?” pria tersebut tersenyum hangat. Ah, seorang ayah yang hangat dan lembut rupanya.

“Ne, aboji. Dan aku ingin menyapa aboji dan omoni sebentar. Tapi aku tidak bisa terlalu lama karena masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan” Yunhwa menjelaskan

“Oh, sayang sekali. Apa kau akan segera pulang? Lain kali sempatkanlah waktu untuk bertamu lebih lama disini, Sunghwa.” Begitu pengertian pria paruh baya ini, setidaknya begitulah menurut Jonghyun.

“Ne, aboji. Jesonghamnida aku terburu-buru hari ini. Tapi aku berjanji akan bertamu lebih lama jika aku senggang.” Ujar sunghwa dengan nada tidak enak di kata-katanya

“Gwenchana. Lain kali datanglah bersama anak muda ini juga. Dan berhati-hatilah dijalan. Kim Jonghyun-goon, tolong jaga mereka berdua baik-baik” pria tersebut bangkit dari tempat duduknya, tersenyum ramah kepada Jonghyun

“Ne, ahjussi” jawab Jonghyun gugup.

“Baiklah aboji, kami pamit dulu. Annyeonghi geseyo” Sunghwa menggandeng tangan Yunhwa dan membungkuk pamit kepada ayahnya

“Annyeonghi gyeseyo” Jonghyun membungkuk berpamitan pula kemudian

“Annyoenghi gaseyo, jalga yo” jawabnya tersenyum lagi. Senyum itu benar-benar terlihat sama dengan senyum putri nya, Sunghwa. Sebuah senyum yang menentramkan hati.

[……]

 

“Gomawo, Jonghyun-ssi. Lagi-lagi merepotkanmu untuk menggendong Yunhwa hari ini. Anak ini sangat sering tertidur di bus” kini Jonghyun dan Sunghwa telah sampai di rumah Sunghwa. Jonghyun menggendong Yunhwa yang tertidur di bus dalam perjalanan pulang tadi. Tentu saja, dia tidak mungkin membiarkan yeoja yang disukainya menggendong seorang anak kecil sendirian. Namja macam apa yang tega melakukan itu pada yeoja cantik seperti Sunghwa?

“Gwenchana. Aku juga tidak sibuk hari ini” Jonghyun mengacak-acak rambutnya sendiri pelan. Setelah mengetahui cerita masa lalu Sunghwa, dia merasa semakin tidak bisa lepas dari yeoja ini.

“Aih~~ kau sangat baik terhadap kami, Jonghyun-ssi. Aku jadi tidak enak padamu. Gomawo, untuk set boneka itu juga” Sunghwa terlihat sangat sungkan. Baginya, Jonghyun sudah banyak melakukan hal baik untuk dia dan anaknya. Terlebih lagi mengingat Jonghyun adalah seorang idol. Itu membuat Sunghwa semakin merasa sungkan terhadap kebaikan Jonghyun.

Entahlah, akhir-akhir ini, Sunghwa cukup merasa tersentuh dengan namja satu ini. Baginya, Jonghyun berbeda dengan namja-namja yang selama ini mendekatinya. Jonghyun terlihat tulus menyayangi Yunhwa. Mengapa Sunghwa bisa tau? Karena intuisi seorang ibu sangatlah kuat. Bisa mengetahui siapa yang dengan tulus menyayangi anaknya dan siapa yang hanya berpura-pura baik.

“Sunghwa-ssi. Sebenarnya, ada yang ingin ku berikan padamu.” Ucap Jonghyun ragu, saat berjalan mendekati Sunghwa.

“Ige…. semoga kau mau menerimanya” Jonghyun mengeluarkan sesuatu dari saku cardigannya. Sebuah konde dengan hiasan cherry blossom yang dibelinya di Jepang. Memberikannya dengan perasaan gugup kepada Sunghwa. Gugup? Ya gugup.

Gugup karena takut Sunghwa menolaknya. Gugup karena takut Sunghwa akan berpikiran macam-macam atas kenekatannya ini.

Sunghwa menatap sesuatu yang di ulurkan Jonghyun lalu menerimanya. Sebuah konde yang sangat indah baginya. Benarkah Jonghyun memberikan itu untuknya? Dia ragu, sekaligus merasa sungkan.

“Jonghyun-ssi. Lagi-lagi aku jadi merasa tidak enak padamu. Ini sangat bagus sekali. Gomawo” Sunghwa tersenyum. Senyuman yang tak pernah gagal membuat Jonghyun semakin tergila-gila

“Ne, aku.. hanya merasa itu cocok untukmu” Jonghyun tersenyum. Senyumannya yang terkenal dengan ‘teasing smile’ diantara fans-fans nya itu digunakannya untuk menutupi rasa gugupnya. Dia berusaha bersikap senormal mungkin saat ini.

Tapi itu justru membuat Sunghwa merasakan sesuatu yang tidak biasanya dirasakannya. Atau tepatnya sudah lama tidak dirasakannya. Yaitu merasa terkesan atas perlakuan seorang namja.

Tapi Sunghwa berusaha meyakinkan pada dirinya sendiri bahwa dia hanya merasa tersentuh karena kebaikan Jonghyun. Tidak lebih dari itu.

“sekali lagi gomawo” Sunghwa berusaha menyembunyikan nada gugup di dalam kalimatnya. Entahlah, Sunghwa hanya berpikir dia mungkin hanya kelelahan, sehingga merasa aneh seperti ini.

“Sunghwa-ssi. Aku, mungkin harus pamit dulu.” Jonghyun segera memutuskan untuk pulang. Dia takut jika terlalu lama berduaan dengan yeoja ini membuat otaknya kacau

“Ah, ne Jonghyun-ssi. Mari kuantar ke depan” entah mengapa Sunghwa merasa sedikit lega. Lega karena tidak berlama-lama merasakan perasaan aneh ini.

Jonghyun berjalan mengikuti langkah Sunghwa. Tidak banyak yang mereka ucapkan hingga sampai ke pintu depan. Terlalu sibuk dengan pikiran masing-masing untuk segera mengenyahkan perasaan aneh di hati mereka masing-masing.

“Annyeonghi gyeseyo, Sunghwa-ssi” Jonghyun membungkuk ringan

“Annyeonghi gaseyo, Jonghyun-ssi” balas Sunghwa membungkuk.

Jonghyun melangkahkan kakinya, tetapi kemudian berhenti,lalu berbalik lagi.

“Kalau tidak keberatan, panggil aku Jonghyun saja.” Jonghyun tersenyum sejenak, mengatakan kalimat tersebut setelah mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya.

Sunghwa tersenyum tanda mengiyakan

“Panggil aku noona kalau begitu” katanya membuat Jonghyun tertawa kecil.

“Ne, Sunghwa noona” dalam hati Jonghyun merasa tidak karuan sekarang. Apakah ini pertanda dia boleh menjadi lebih dekat dengan yeoja ini? Apakah dengan ini berarti suasana formal diantara mereka telah berubah menjadi suasana yang lebih akrab dan lebih santai?

Yang jelas hari ini adalah hari yang sangat berarti bagi Jonghyun. Hari dimana dia merasa lebih dekat dengan Sunghwa. Hari yang berharga bukan?

[……]

 

“Juliette~~ yeonghoneul bachilkkeyo~~ Juliette~~ Jebal nal bada jwoyo~~ Juliette~ Dalkomhi jom deo dalkomhage.. Soksagyo naui serendade~

Juliette~~~”

 

“Hyung!! Berisik!!” protes Key sambil melempar bantalan sofa pada hyung nya yang daritadi sibuk berteriak-teriak tidak jelas dengan lagu “Juliette”

“Hey, aku kan Cuma bernyanyi” protes hyung bertubuh tidak tinggi dan kekar tersebut kembali pada Key. Siapa lagi kalau bukan Kim Jonghyun

“bernyanyi? Itu lebih cocok disebut kumandang perang, sakin nyaringnya suaramu,hyung” Taemin ikut berunjuk rasa ria sambil melepaskan sumpalan jari tangannya yang diletakkannya di telinga tadi

“Mengganggu ketentraman lingkungan” Onew tak mau kalah.

Dan memang benar, dari kemarin sore, sejak pulang dari ‘entah dari mana’, Jonghyun tidak bisa berhenti bertingkah aneh. Yah, memang biasanya pun dia cukup berisik di dorm. Tapi kali ini, lebih berisik dari biasanya. Bernyanyi dengan volume setara alarm fire warning. Atau tersenyum-senyum sendiri. Tidak aneh kalau anggota SHINee yang lain menganggap dia agak kurang waras.

“Aih~ kalian ini. Minho saja tidak protes” kata Jonghyun membela diri. Sementara Minho hanya diam menatap Jonghyun, lalu memutuskan untuk bangun dari tempat duduknya dan menuju kearah dapur.

Tak lama, kembali muncul membawa sesuatu di tangannya, sebuah selotip besar yang sudah digunting. Berjalan menghampiri Jonghyun, kemudian menempelkan benda itu ke mulut Jonghyun, membuat Onew, Taemin dan Key tak bisa menahan tawa mereka melihat ekspresi Jonghyun yang seperti orang bodoh.

“Gyahahahahahah~~ daebak Minho” kata Key menjulurkan tangan ke arah Minho kemudian mereka ber ‘high-five’ ria.

“it’s so unbelieveable~~ and i don’t wanna let it go~~”

Baru saja Jonghyun berencana melakukan pembalasan pada Dongsaeng dan hyungnya itu, sebuah panggilan masuk terdengar dari ponselnya.

“Yoboseyo?” jawabnya segera

“Mwo? Aish, baiklah aku akan segera kesana sekarang. Ani, gwenchana aku sedang tidak ada jadwal hari ini.” Katanya terlihat panik lalu segera meraih sebuah kacamata ala kutu buku dan sebuah topi bowler dan memakainya, membuatnya terlihat seperti orang yang berbeda.

“Hyung, kau mau kemana? Bukankah kita akan pergi kerumah Yoogeun sore ini?” kata Minho saat Jonghyun terlihat terburu-buru dan akan segera beranjak.

“Jebal,aku harus pergi sebentar. Aku akan menyusul kerumah Yoogeun nanti, tapi aku benar-benar harus pergi sekarang. Aku janji aku pasti akan menyusul” kata Jonghyun langsung segera pergi saat menyelesaikan kalimat tersebut

“Hajiman….” Onew hendak mencegah, namun Key mencegah Onew dengan mengangkat tangannya menghalangi Onew

“Semuanya, segera bersiap.” Kata Key tersenyum licik

“Eh, kemana hyung?” tanya Taemin

“Bermain detektif-detektifan” Key sekali lagi tersenyum menang. Dia punya firasat kuat, bahwa ini ada hubungannya dengan sikap aneh Jonghyun akhir-akhir ini.

“Segera pakai penyamaran dan ikuti aku. Jangan banyak tanya. Hari ini kita akan membongkar apa yang disembunyikan si Dinosaurus itu selama ini” kata key sukses menarik perhatian Onew, Taemin dan Minho yang sebenarnya juga penasaran dengan perubahan Jonghyun dari orang aneh menjadi lebih aneh lagi.

[…..]

 

“Hyung, sebenarnya Jonghyun hyung mau kemana?” bisik Taemin dari balik tembok dimana Key, Onew, Minho dan dirinya sedang bersembunyi mengawasi gerak gerik Jonghyun dari jauh.

“Entahlah. Pokoknya kita ikuti saja dia” bisik Key, dijawab dengan anggukan dari 3 temannya

“Ah, dia sudah selesai membeli barang di apotek. Ayo, jangan sampai kita kehilangan dia” kata Onew kemudian saat melihat Jonghyun sudah beranjak dari sebuah apotek

“Ne, Kajja” kini Minho yang berinisiatif mengajak 3 lainnya bergerak.

“Rumah siapa itu?” Kini mereka berempat bersembunyi di balik sebuah mobil besar yang terparkir di sebrang sebuah rumah dimana Jonghyun memutuskan untuk berhenti dan mengetuk pintu.

“Molla, setauku rumah Jonghyun hyung bukan yang ini, dan bukan juga rumah noona sepupunya” respon Key yang memang pernah mengunjungi rumah Jonghyun ataupun rumah noona sepupu jjong.

“Ah, ada yang membuka kan pintu” kata-kata Minho sukses membuat pandangan 3 orang lainnya kini fokus terhadap siapa yang kira-kira akan terlihat membukakan pintu tersebut.

“Aha, i got you.” Kata Key penuh kemenangan saat mendapati seorang yeoja lah yang membukakan pintu. Seorang yeoja yang setau Key bukanlah noona kandung maupun noona sepupu Jonghyun.

“Kajja” segera Key menarik Minho, dan Minho menarik Taemin,lalu Taemin menarik Onew. Mereka berjalan menghampiri Jonghyun yang sedang berbicara dengan yeoja yang membukakan pintu untuknya.

“Hyung, kau berjalan cepat sekali. Kami jadi tertinggal” ucap Key sontak membuat Jonghyun terkejut dan segera berbalik.

Sekilas Jonghyun melihat senyum penuh kemenangan terlukis di wajah couplenya, sementara Onew, Minho dan Taemin tersenyum jahil.

“Aish~~” dengusnya dalam hati.

“Annyeonghaseyo” Onew, Key, Minho dan Taemin serentak membungkuk menyapa yeoja yang berdiri di depan pintu dari rumah berwarna putih itu kemudian, mengabaikan Jonghyun yang memasang ekspresi seperti orang tertangkap mencuri jemuran.

“Ne,annyeonghaseyo… Sihlakan masuk” yeoja itu tersenyum ramah kemudian mempersihlakan kelima namja tersebut masuk.

Onew mengikuti langkah Sunghwa, sang yeoja pemilik rumah tersebut masuk, diikuti Taemin, Minho dan kemudian Key yang menjulurkan lidah pada Jonghyun yang berjalan paling belakang sekilas.

“Aish~~ awas kau Kibum” bisiknya yang ditanggap dengan sebuah senyuman penuh kemenangan dari Key.

“Sihlakan duduk, aku ambilkan minuman dulu” Sunghwa tersenyum ramah pada kelima namja tampan yang kini berada di ruang tamu rumahnya, sedikit membuat Onew, Key, Minho dan Taemin terpana sejenak, tetapi kemudian menepiskan keterpesonaan mereka saat merasakan aura-aura ‘panas’ dari tatapan mata Jonghyun.

“Sunghwa-ssi,ah maksudku Sunghwa noona, biar aku bantu” katanya sedikit canggung dengan panggilan baru tersebut lalu menyusul langkah Sunghwa yang telah menuju dapur.

“Ternyata ini yang disembunyikan si Bling itu selama ini. Pantas saja dia tidak mau memberitaukan kepada kita” bisik Onew saat Jonghyun dan Sunghwa sudah berlalu.

“Ne, hyung. Noona itu sangat cantik, pantas saja Jonghyun hyung menyembunyikannya dari kita” balas Taemin berbisik pula

“Pantas saja dia seperti orang gila akhir-akhir  ini” Key membumbu-bumbui pula

“Jonghyun hyung sedang jatuh cinta rupanya” ujar Minho dengan suara beratnya, membuat tiga lainnya mengangguk-angguk setuju

“Apa yang kalian bicarakan” tiba-tiba Jonghyun sudah datang membawakan sebuah nampan berisi 5 gelas minuman dari dapur, membuat Onew, Taemin, Minho dan Key meghentikan aktivitas bisik-berbisik mereka, sementara Sunghwa membawa sebuah nampan berisi kue.

“O..obsoyo….. Kami hanya membicarakan rencana ke rumah Yoogeun nanti” elak Onew yang direspon dengan sebuah tatapan curiga dari Jonghyun, sementara Sunghwa yang tidak tau-menau mengenai situasi ini hanya tersenyum.

“Oh, kalian akan pergi mengunjungi Yoogeun. Ah, ngomong-ngomong sihlakan diminum minumannya, dan kue nya juga sihlakan dimakan. Aku membuatnya sendiri” Sunghwa kini meletakkan kue yang ada di nampan ke atas meja agar dinikmati oleh tamu-tamunya tersebut, lalu diikuti Jjong yang juga meletakkan air minuman ke hadapan keempat temannya, sambil memberikan pandangan sekilas saat mendapati keempat temannya memberi senyuman penuh kemenangan padanya.

“Aish~ mereka ini” bisiknya dalam hati.

“Noona…..” panggil Jonghyun dengan canggung. Ah, lidahnya masih terasa kelu untuk mengucapkan panggilan itu.

“Ne?” Sunghwa menjawab singkat.

“Yunhwa……..” belum selesai Jonghyun mengucapkan apa yang ingin diucapkannya, terdengar sebuah suara dari seorang anak kecil yang tak asing baginya.

“Oppa..” suara itu memanggil lirih, terdengar lemas, namun berhasil mengalihkan perhatian seisi ruangan ke arah suara itu berasal.

Yunhwa, si gadis kecil kesayangan Jonghyun berdiri di depan pintu kamarnya yang terbuka dengan raut yang tampak lelah dan lemas. Jonghyun melihat nya cemas, terutama saat langkah kaki gadis kecil itu dengan terseok-seok mencoba berjalan ke arahnya, namun Jonghyun berinisiatif menghampiri nona kecil itu lebih dulu, lalu menggendongnya.

“Oppa…..” gadis kecil itu merengek manja sambil memeluk Jonghyun yang menggendongnya.

“Yunhwa, mengapa kau keluar dari kamar? Kau masih belum sehat” Sunghwa kini menghampiri putrinya yang digendong Jonghyun, sementara 4 member SHINee lainnya hanya duduk memperhatikan pasangan muda tersebut, masih mencoba menangkap situasi yang tengah terjadi.

“Omma…. aku haus…..” jawab gadis kecil itu lemah. Matanya sembab dan badannya panas, membuat Jonghyun yang menggendongnya merasakan khawatir yang besar sekali.

“Baiklah, omma ambilkan dulu ya” segera Sunghwa meninggalkan ruang tamu tersebut dan menuju dapur untuk memenuhi permintaan putri kesayangannya.

“Oppa… Para pria tampan itu siapa?” ujar Yunhwa polos saat mendapati ada empat sosok pria tampan asing duduk di deretan sofa dan sedang memperhatikannya.

“Teman-teman oppa” Jonghyun tersenyum lembut lalu memutuskan membawa Yunhwa menuju deretan namja yang disebut ‘oppa tampan’ oleh gadis kecil tersebut.

“Aigo~~ lucunya..” ujar Key yang gemas melihat Yunhwa yang memang sangat menggemaskan

“Hyung, dia sangat menggemaskan…” Taemin beranjak dari tempat duduknya, berdiri dan mencubit kecil pipi Yunhwa

“Annyeong, siapa namamu?” tanya Minho yang ikut berdiri, lalu disusul oleh member lain.

“Yunhwa yang cantik” jawab gadis kecil itu tersenyum manis membuatnya terlihat semakin menggemaskan dan membuat empat orang pria tampan ini merasa benar-benar gemas.

Mereka otomatis berjalan mendekat mengerumuni gadis cilik yang berada dalam gendongan Jonghyun tersebut.

“Ini minumannya” Sunghwa kembali membawa air, mengalihkan perhatian lima namja yang berkumpul mengerumuni putri tunggalnya.

Jonghyun berbalik, membuat Yunhwa bisa meraih minuman yang diberikan ibunya, lalu meminumnya dan memberikan kembali gelas yang sudah kosong.

“Kalian semua oppa yang tampan” kata Yunhwa tetap ceria meskipun sedang sakit.

“Gomawo Yunhwa yang cantik” jawab Key mencubit pipi Yunhwa gemas

“Ah!! Aku ingat!!” sorak Yunhwa tiba-tiba

“Ingat apa, sayang?” tanya Jonghyun pada gadis kecil itu sementara Key masih berdiri di sampingnya dan Minho, Taemin dan Onew sudah kembali duduk dan Sunghwa berdiri di samping Key.

“Oppa itu… Teman oppa yang pernah ditunjukkan omma padaku waktu Jonghyun oppa tampil di televisi. Oppa yang omma gemari” kata Yunhwa sontak membuat Sunghwa yang sedang minum hampir tersedak, dan Onew yang sedang makan cake terbatuk, sementara Key, Minho dan Taemin hampir kelepasan tertawa.

Akhirnya pertanyaan dalam kepala Jonghyun tentang “teman grup yang digemari Sunghwa” terjawab. Namun menimbulkan sedikit kekecewaan dalam hatinya. Mengapa bukan dia? Tanya nya pada diri sendiri dalam hati.

“Aish~~ Yunhwa” wajah Sunghwa terlihat sedikit bersemu, sementara Onew masih salah tingkah dan Jonghyun terlihat sedikit kecewa.

Key mengelus punggung Jonghyun tanpa terlihat oleh Sunghwa seolah mengatakan “sabar hyung” pada couplenya itu.

Taemin dan Minho hanya mengeluarkan tatapan iba yang bermaksud mengejek pada hyung nya, sambil menahan tawa.

“Aish~~ kalian ini benar-benar” bisik Jjong dalam hati.

 

[…..]

 

Hari sudah cukup sore, setelah Yunhwa tidur, SHINee boys memutuskan untuk pamit dan melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Yoogeun.

“Gomawo Jonghyun.. Sudah mau datang, aku sebenarnya takut merepotkanmu, tapi aku bingung entah harus menyuruh siapa menolongku membelikan obat untuk Yunhwa. Orangtuaku sedang pergi keluar kota, dan aku tak punya kerabat lain.” Sunghwa membungkuk sungkan pada Jonghyun dan juga yang lainnya saat mereka sudah berada di luar rumah.

Dia benar-benar merasa tidak enak dan sungkan, hanya saja terlalu khawatir dengan anaknya membuatnya terpaksa memanggil Jonghyun. Dan anehnya, dia sendiri bingung, entah mengapa nama dan wajah yang pertama kali muncul dalam benaknya adalah Jonghyun pada saat itu.

Tapi ia mencoba berpikiran positif, bahwa dia mungkin hanya teringat karena akhir-akhir ini Jonghyun lah yang selalu memberi perhatian pada anaknya.

“Gwenchana noona.. Aku sangat mengkhawatirkan Yunhwa, lagipula aku sedang tidak ada kesibukan hari ini” kata Jonghyun membuat 4 orang lainnya yang berdiri di berjajar dengannya menahan tawa dan saling menyikut satu sama lain.

“Kalau begitu kami pamit dulu noona, Annyeonghi gyeseyo” Jonghyun tersenyum lalu membungkuk diikuti Minho, Taemin, Key dan Onew.

“Ne, Gamsahamnida, Annyeonghi gaseyo.. Jal Ga yo” Sunghwa tersenyum manis melambaikan tangan saat SHINee boys sudah membuka pintu taksi yang sudah menunggu mereka dan masuk ke dalamnya.

Jonghyun duduk di bangku depan, kemudian berpura-pura tidur, dalam otak nya sudah tau apa yang terjadi sesaat lagi.

“Sudah, tidak usah pura-pura tidur hyung” Key dengan jahil memencet hidung Jjong membuatnya tidak bisa bernafas disusul kekehan member lainnya

“Ternyata oh ternyata~~” goda Onew dari bangku belakang

“Jonghyun hyung jatuh cintaaaaa!!!!” teriak mereka bersamaan heboh membuat rencana Jjong untuk berpura-pura tidur gagal.

“Aish~~ akhirnya ketahuan juga” katanya menghadap bangku belakang.

“Percuma, tak ada yang bisa disembunyikan dari Almighty Key” kata Key dengan menggoyang telunjuknya pada Jjong membuat Jjong tertawa salah tingkah sambil mengacak rambutnya

“Mengambil hati ibunya lewat anaknya ternyata” kata Taemin

“Aniyo!!!” sanggah Jjong

“Bling-bling in love!!” teriak Key kemudian, membuat Jjong salah tingkah lagi sementara yang lain ikut-ikutan mengejeknya. Suasana mobil tersebut heboh jadinya.

“Hehehe… Noona yang cantik pantas saja hyung menyembunyikannya dari kami” Minho mengangguk-angguk sambil mengusap jari di dagunya

“Anaknya juga menggemaskan” kata Taemin

“Pantas saja si Bling ini suka” lanjut Onew

“Tapi….. kalian lihat raut wajah si dino ini saat anaknya bilang omma nya fans Onew hyung?” ujar Key memancing yang lainnya tak tahan ingin tertawa mengingatnya

“Ahahahahahaha” mereka tertawa serentak, dan Jjong terlihat berekspresi bodoh

“Ya, kalian.. Awas saja” Jjong berpura-pura kesal

“Hahahahahaha malang sekali kau hyung… ahahahahahahaha” tawa itu terdengar memenuhi ruangan taksi, membuat Jjong merasa malu.

“Tapi berjuanglah hyung..” kata Minho lalu mengembalikan suasana serius

“Ne, akhirnya kau tak usah menyanyi lagu patah hati yang menyebalkan itu lagi di dorm. Gara-gara si yeoja bermarga Shin itu kau jadi membuat suasana dorm seperti rumah duka setiap kali bernyanyi lagu patah hati itu” protes Key dengan bawel

“Asal hati-hati saja Jonghyun-ah.. Jangan sampai tertangkap media” kata Onew dengan bijak

“Ne hyung” angguk Jjong

“Hehe, berjuanglah hyung!!” Taemin mengacungkan jempol pada Jjong disusul member lainnya.

“Aish~~ gomawo kalian semua” Jonghyun tersenyum, dalam hati merasa sangat bersyukur karena mempunyai teman-teman yang baik dan sudah menganggap saudara satu sama lain.

Baginya, tak ada yang lebih berharga daripada empat orang saudaranya ini. Dalam hati terdalamnya ia sangat bersyukur memiliki saudara seperti mereka.

—-To Be Continued—

 

Part 5 done!! Maaf ya kalau lama L

Dan maaf juga karena part ini kurang greget L beribu  maaf deh pokoknya

Thanks for reading^^

 

©2012 SF3SI, Heartless.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

34 thoughts on “SHINee’s Romance: Bling Bling Jonghyun [5]

  1. sebelom ada yang comment, gw comment dulu ah😄

    mungkin byk pertanyaan mengenai ff ini.
    1, knpa jonghyun pake bis bukan taxi dan gak ketahuan fans
    2. kenapa jonghyun byk waktu luang
    3. ayam onew yang gak di permasalahkan di part 2
    4. jonghyun tau dari mana sekolah yunhwa
    5. dan sebagainya.

    semua pertanyaan itu akan terjawab, tapi nanti, bisa jadi part berikutnya, bisa jadi entah di part mana. yang jelas, kalau merasa ada yang janggal, sabar aja. pasti akan ada jawabannya. Thanks ^^

  2. aq speechless… hahaha
    keren…
    sunghwa juga.. g hanya bkin jjong kagum.. tp jg readernya… hahaha

    “Oppa… Para pria tampan itu siapa?”
    ujar Yunhwa polos …. hahaha sumpah ngakak aq bc ini… pasti mereka lgsng narsis dah…

    jjong kshn… sunghwa ngefans sm onyu… wakakaka
    onyu smpe malu2

    lnjutnnya dtggu

  3. wuaah, sejujurnya aku br baca part 5, sama sekali blm baca part 1-4, hehe.

    pasti sunghwa cantik bgt, smpe2 memberdeul shinee terpesona.
    haha, kasian jjong, sunghwa nge-fans sm onew, huhu
    eumm, itu taksi pasti heboh banget krn shinee rusuh ngeledekin si jjong, hihi

    cool~
    next part ditunggu yaa?
    #bc part 1-4 dlu aah

  4. Awwww,,, Kyeoptaaa,,, Syukurlahh baca Part ini sweet banget,, setelah dua kali berturut baca FF kamu yg mellow Ver,,hihihi

    Ngakak klo Key muncul,,hahahay akhirnya ketahuan juga deh bang Jjong,,, Almighty dilawan,,#sumpah aku ngakak ngebayangin OnTaeMinKey jadi ngebuntutin Jjong dg penyamaran ala detektif,,,hehehe

    Gx percuma nungguin lama Verrrr,, suka,, suka,, hmm, emaknya sunghwa gx suka sama Jjong ya??

    Si Yunhwa makin Unyu2 dehhh tuhh,, gemes negbayanginnya,,

    Ada typo dikit,, yg harusnya Sunghwa malah di tulis Yunhwa,, #tunjuk2 waktu Jjong dirumah ortu Sunghwa,,, tp over all,, aku suka,, gimana ya kedepanya?? Konflik apa yg bakal muncul??

    Daebak verr,, ditunggu next part Otte??😛

    1. hihihi…..
      bener..bener…
      “almighty dilawan..”

      hihi, abisnya nama nya hampir sama, jujur aku aja kadang suka bingung sendiri kok… kkk~~~

      Next part nya lagi dikerjain, semoga bisa cepat selesai, hehehe

      thanks uda mampir Vi^^

  5. part ini aku senyum2 gaje mulu bacanya
    ngebayangin OnKey2Min jadi detektif and ngeledekin jjong kocak bngt
    and ya allah OnKey2Min duduk dibangku taksi bgian belakang apa ga sempit ya
    mrka badan na gede2, pangku-pangkuan kali yaaaaaa

    ah coba yunhwa lagi ga sakit khan bisa tuh diajak kerumah yoogeun
    and skrng gantian deh yunhwa and yoogeun yg dijodohin
    wkwkwk lucu bngt ngebayanginnya

    1. Taemin dipangku Minho dong😄 kkk~~
      trus Key di pangku Onew
      mwwahaahaahaa

      hihihi… boleh juga kapan-kapan Yunhwa sama Yoogeun nya diketemuin😄

      thanks for the oxygeh😀

  6. wuahahaha..
    Ku ga brenti ktawa baca part ini..
    Saltingnya jjong lucu dch..
    Daebak.. Daebak..
    Ditunggu next part-nya..
    Gomawo..

  7. hahaha
    jadi senyum2 sendiri deh baca ni ff
    shinee kocak xD
    sunghwa pasti cantik bangett
    *tapi kalo boleh jujur sebenarnya q baru baca part ini, hehe
    nice story..ditunggu next partnya!

  8. ahhh ff ini kereeen, aku udah nunggu, akhirnyaa… huwaaa sunghwa mulai cinta ma jjong, jjong ada-ada ajaah.. ahahhahaha seperti biasa aku kalo baca ff ini kayak orang gila, berasa dunia sendiri, senyum2 sendiri… ahaha untung ngak baca di tempat umum, kalo baca di tempat umum, ahahaahah ngak bisa ngebayangiiin, huwaa si key ini .. ahahah jjong kasian, tenang ajah kan cuman kagum, ahhh ayooo lanjutannyaaaa.. ^^
    nice ff thor…

    1. hihi apakah sunghwa akhirnya mulai ada rasa ama jjong? :p
      haha, awas dikira gila😄

      hihi, mari doakan sama-sama kesuksesan cinta si jjong :p

      thank a lot ya ^^

  9. pas baca “Yunhwa yang cantik”, langsung mikir, harus ya pake embel-embel yg cantik…. Hah, bocah, bocah…..
    Supir taksinya pasti sebel sendiri itu bawa taksi penumpangnya ribut semua, mau artis juga bodo amat kali, kalo ribut mah..

  10. ceritanya keren..trus aku suka kata2 nya eonni author : “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa” hehe,sip2..jadi pegangan yg bagus..🙂

  11. Wah2 ..
    Sunghwa udh mlai ada rasa nih Sama Jjong.
    Akhrinya member lainnya mengetahui kalau Jjong slma ini ngapain.
    Kiakakak aigoo~ Yunhwa polos bgt kamu ini…
    Kasihan Jjong trnyata Sunghwa ngefans nya Sama Onew oppa kekeke
    Kira2 gimana yah kalo Jjong sampai ketahuan media?
    Ahh..gak sabar😄
    Daebak eon!^^
    Di tnggu klnjutannya😉
    Hwaiting!😀

    1. wah wah.. apa sunghwa sdh mulai ada rasa?? mari kita lihat nanti😄
      hihi,, kedok jjong akhirnya ketauan
      :p

      gimana nasib jjong selanjutnya?
      semoga msh mau nunggu kelanjutannya ya😀

      thanks a lot tiara ^^

  12. AAAAAAAGGGHHHH!!! AUTHOR YOU ARE KILLING ME. KILLLING ME DENGAN SEMUA, SEMUA YANG TERJADI DISINI AAAGGGHHHH!!!!!!!!

    Meski ada beberapa typo yang bikin aku harus mengulang bacaannya, chapter ini bener2 lucu, romantis, sedih, menyenangkan, membuatku tertawa dan tersenyum bagai orang gila!

    Dan waktu key menyapa jonghyun yang sedang ngomong sama sungwa, ya olooohh gilaaaaa aku ngakak beraatt, thor bener2 dee si key di chapter ini bikin ngakak…. XDDDDD

    kasian tu si ojong ketika tahu sunghwa suka ama onew, T.T, brokenheart abis tuh, nah si onew cuman senyam-senyum ajaa ahahaay angsty banget deh idup lo jong! Ka ka ka

    itu lagi jjong waktu pura2 tidur XDDDDD pasti malu abis tuh ketika abis pulang dari rumah sunghwa… Aigoo aku nggak bisa stop spazzing biat chapter ini…

    Ohya ntu emaknya si sunghwa judes banget see? Ayahnya aja lembit n baik hati gitu….

    YUNHWAAAA imut banget tu anak, aku bayanginnya anaknya siwon di oh my lady😄 soalnya anak itu imut n pinter ekting bgt! Eeeh aku kok malah ngelantur…#plakkk

    overall ya author, ini chapter bener2 bikin aku pengen meluk author! Sini thor biar aku peluk!!XDDD
    chapter selanjutnya g boleh lama pokoknyaa! *angkat golok* he he he

    FIGTING THOR! teruslah bekerja keras! Keke~~ c:

    1. huwaaaa gabgab!😄😄
      hihihi
      aku seneng banget kalo kamu suka ama chapter ini
      aku seneng banget kalo kamu ternyata perhatiin banget setiap scene nya hehe….

      hihi, key berhasil jadi detektif, jjong yang salting gara-gara sunghwa ngefans ama onyu
      iya jjong nya malu banget apalagi ktauan org yg dia suka malah ngefans ama temen se grupnya :p

      emaknya? hihi mari kita liat aja nanti kenapa dia judes ma jjong :p

      Oh my lady? aku blm pernah nnton loh eheh…

      pokoknya thanks banget ya udah ninggalin comment ^^
      hihihi
      gomawo😀

  13. heii heartless..aQ new reader nich.. (nama asli aQ Ajeng Octaviani 22 YO)
    hahahahahha..first of all..sorry yaa komennya d rapel (*kyk gaji*) dr part 1-5..
    merangkum smw’y asli daebak karna dirimu pny inspirasi yg semengalir ini utk bkin crita ff ttg my bling2 DINO..stelah kebanyakan author yg ff nya dh aQ baca blng klo mereka kesusahan cari inspirasi yg sesuai ama karakter JONGHYUN..

    keren,,,sebegitu penyayangnya dy sm anak kecil..sbgtu tulus’y perasaan dy sm seseorang yg pdhal dy JANDA..

    __lanjutkan Yaa__
    I’m wait for the next part..
    gomawoo..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s