My Yeoja – Part 5

Judul FF : My Yeoja  [chapter 5 from 6 ]
Main Cast : Kim Taeya (You), Lee Taemin (SHINee), Choi Minho
Support Cast : Kim Jonghyun, Kwon Yuri, Onew, Key
Lenght : 6 Part (sequel)
Genre : Romance, Friendship PG-13
Author : Song Miin Ah a.k.a AMRLIN
Annyeong. Come back again with me. Hehe, menurut kalian Taeya bakal sama Minho apa Taemin? Aku juga bingung sebenernya. Tapi, kuputusan ini sudah final! Penasaran? Baca aja…. Gomawo, Chingu! *bow*

“Kau lebih dari itu, Taeyaa…”
“Aku hanya minta itu, oppa…”
Minho langsung memeluk gadis itu seerat mungkin. Hatinya sakit melihat gadis itu menangis didepannya. Gadis itu tidak berhenti menangis. Ia malah makin meraung dan memeluk Minho erat.
Akhirnya ia melepaskan pelukannya tanpa berhenti menangis,
“Aku tidak akan lupa, oppa. Kau bisa pegang janjiku.” Ujarnya sambil berlari meninggalkan Minho.

~~~~~

Choi Minho POV
Sudah 2 minggu sejak terakhir Taeya memelukku. Sejak itu pula fikiranku kacau tak menentu. Taeya sama sekali tidak menggubrisku. Tatapannya berubah drastis sejak saat itu. Dia bahkan tidak pernah lagi berdekatan denganku. Kalaupun ada kesempatan ketika kami berdua saja, Taeya langsung menghindar atau pura-pura sibuk.
Hubunganku dengan Yuri baik-baik saja. Sangat baik malah. Beberapa kali ia mampir kemari. Dan setiap kali dia kemari, Jonghyun-hyung langsung mengajak Taeya pergi meninggalkan Dorm. Taeya juga tidak lagi memanggil Yuri dengan sebutan ‘eonni’, Taeya kini memanggilnya dengan Yuri-ssi. Apakah kelak dia tidak akan memanggilku ‘oppa’ lagi? Ah iya, sudah 2 minggu kami tidak bicara 1 sama lain…
“Hyung, aku jemput Taeya disekolah dulu ya!” salam Taemin pada Onew-hyung.
Ya. Sejak kejadian itu pula, peranku diambil oleh Taemin. Jonghyun-hyung melarangku menjemput Taeya ketika pulang sekolah. Kini Taemin semakin dekat saja dengan Taeya.  Aku benci melihat itu. Melihat Taemin menggandeng tangan yang seharusnya, akulah yang menggandengnya.
Aku melihat handphone-ku,

To    :Chagiya
From    :Your yeobo
Chagi, hari ini aku akan main ke Dorm. Aku akan memasak, jadi bisakah kau beli bahan-bahannya dulu? Maafkan aku, aku sedang siaran sekarang. Tidak sempat membeli bahan. Tolong ya? Oiya, bisakah kau ajak Taeya-yah makan bersama kita? Setiap kali kesana, Jonghyunnie pasti pergi bersamanya. Aku rindu pada adik perempuanku itu. Bisa kan? Gomawo, chagiya~
Your sexiest girl
Kwon Yuri

Aku tertawa melihat pesan dari kekasihku yang satu ini. ‘Sexiest girl? Hahaha kau ini,’ Gumanku. Yuri-yah selalu bisa membuatku sakit hatiku reda. Terkadang aku merasa sangat bersalah karena Yuri-yah terkesan seperti pelampiasanku….
Aniyo! Bukan! Aku mencintai Yuri. Aku mencintainya. Dia bukan sebuah sasaran pelampiasan…
Aku bergegas mengambil jaket dan memakai sepatuku.
“Mau kemana Minho-yah?” tanya Kibum. “Nanti Yuri datang. Dia mau memasak, jadi aku mau beli bahan-bahannya dulu.” Balasku.

~~~~~

Kim Taeya POV
Aish, sudah 20 menit aku menunggu Taemin-oppa didepan pintu gerbang sekolah. Kenapa dia belum datang juga?
“Taeya-yah, apa kau belum dijemput juga?” tanya Ahran. Aku menggeleng. Dia Moon Ah Ran, sahabat pertamaku di Korea. Dia nampak tidak mempermasalahkan asal-usulku. Aku senang dengan hal itu.
“Kau selama ini dijemput siapa sih?” tanyanya.
“Oppa-ku!” jawabku bangga.
“Oppa? Kau punya seorang ‘oppa’?” tanyanya lagi.
Aku mengangguk. Aku tidak bisa bilang kalau oppa-ku adalah anggota SHINee. Kalau Ahran tau… aku tidak tau apa yang akan terjadi. Bagaimana kalau dia salah satu penggemar SHINee? Bisa habis oppa-ku nantinya.
“Yasudah, aku duluan ya Taeya!” ujarnya pergi meninggalkanku dan masuk kesebuah mobil hitam. Taemin-oppa… dimana kau?
“KIM TAEYA!”
Seseorang menepuk pundakku, membuatku nyaris jantungan.
“YA! Taemin-oppa! Kau membuatku nyaris jantungan tau!” gerutuku sambil memukul bahunya. Dia malah tertawa puas.
Taemin-oppa baru saja mengganti warna rambutnya menjadi blonde. Aku tertawa ketika pertama kali melihatnya. Wajahnya terlihat semakin manis saja. Kali ini dia menjeputku dengan sweater dan coat. Mungkin karena udaranya sangat dingin, dia sampai mengenakan 2 syal. Dia memakai topi dan kacamata hitam untuk menutupi identitasnya.
“Oppa terlihat seperti orang yang ingin menculikku…” kataku.
“Benarkah? Hahaha, habis hari ini dingin sekali sih…” balasnya. Aku menggosok-gosokkan kedua tanganku yang sudah berselimutkan sarung tangan pink milik Kibum-oppa. Padahal aku sudah memakai mantel, tapi udara memang terasa sangat dingin hari ini. Mungkin karena salju sudah mulai bertumpuk dimana-mana.
“Dinginkan?” tanya Taemin-oppa.
Aku hanya mengangguk, “Padahal aku sudah pakai scraf loh…”. Taemin-oppa langsung melepas salah satu syalnya dan mengalungkannya dileherku.
“Harusnya kau tak usah pakai seragam itu. Roknya terlalu pendek untuk cuaca sedingin ini. Lihat, pahamu sampai memerah seperti itu.” Ujarnya.
Aku sontak merona. “Oppa!” gerutuku. Dasar, jangan perhatikan aku sedetail itu. Bahkan sampai pahaku-pun kau perhatikan. Dia langsung menggenggam tanganku dan berjalan menuju halte bis.
Sebenarnya aku melarangnya naik bis. Bagaimana kalau ada yang sadar kalau dia Taemin SHINee? Kan bisa gawat. Tappi Taemin-oppa selalu meyakinkanku bahwa dia akan baik-baik saja. Mau bagaimana lagi? Aku lelah terus-terusan mencegahnya.
“Taeya, kau suka Kopi?” tanyanya tiba-tiba ketika kami melewati sebuah kedai kopi kecil namun terlihat meyakinkan. “Aku tidak suka. Tapi kalau coklat panas aku suka!” balasku. “Ok, tunggu disini ya. Aku belikan kau coklat panas.” Katanya sembari masuk ke kedai itu.
Aku merapatkan syal Taemin-oppa kewajahku, hingga aku bisa mencium baunya. Ini bau Taemin-oppa. Aku mulai tertawa sendiri. Beberapa orang bahkan sudah mulai memperhatikanku. Beberapa dari mereka mulai memotretku. Aigo… apa aku terlihat seperti aktris?
“Hey, lihat… dia aktris ya? Coba lihat cara berpakaiannya. Perawakannya juga. Kurasa dia bukan orang Korea…. rambutnya merah begitu…” 2 orang gadis mulai berbisik pelan sambil melewatiku.
Aniyo… aku bukan aktris. Yang artis itu oppa-ku! Yang kau sebut dengan ‘artis’ sekarang sedang membeli minuman di kedai kopi itu!
“Taeya-yah?” panggil seseorang dari balik kerumunan. Namja itu, membawa banyak belanjaan ditangannya. Namja itu…
“Minho-oppa…”
Ini pertama kalinya aku memanggil namanya sejak kejadian 2 minggu yang lalu. Selama 2 minggu, aku berusaha tidak memanggil namanya. Apalagi berbicara dengannya. Namun usahaku gagal sudah. Aku sudah terlanjur memanggilnya 2 detik yang lalu.
“Apa yang kau lakukan?” tanyanya sambil berlari mendekatiku. Aku langsung salah tingkah. Padahal aku sudah berusaha keras melupakannya akhir-akhir ini.
“Ah… aku.. aku baru saja pulang sekolah, oppa..” balasku gugup. Dia mengangguk tanda mengerti. Namun tanpa disangka, dia langsung menarik tanganku. “Oppa!” kataku kaget.
“Waeyo? Ayo pulang.” Balasnya.

~~~~

Lee Taemin POV
Aku keluar dengan 2 gelas coklat panas di tanganku.
“Oppa!” seru Taeya keras. “Waeyo? Ayo pulang.” Balas seorang namja yang menarik tangannya. Sontak aku langsung melepaskan kedua gelas coklat panas ditanganku dan menghajar namja kurang ajar itu.
“AIGOO! Taemin-oppa apa yang kau lakukan?” jerit Taeya kaget. Aku tetap diam. Tanganku sudah mengepal kuat, bersiap untuk pukulan kedua. Namja itu masih tersungkur di tanah. Belanjaan yang dia bawa berserakan dimana-mana.
Aku kaget bukan main ketika Taeya membantu namja itu berdiri dan membereskan barang bawaannya yang berserakan. “Taemin-oppa! Apa yang kau lakukan?! Dia ini Minho-oppa!!” seru Taeya sambil merapikan baju namja itu. Benar saja, sekilas aku bisa melihat wajahnya yang tersembunyi dibalik kacamatanya. Aku menghempaskan pukulanku ke udara. Mau apa Minho-hyung kali ini?
“Gwecana?” tanya Taeya sambil merapikan syal Minho-hyung. “Aigoo! Pipimu lebam. Bagaimana ini?” serunya. Aku memperhatikan sekitar. Matilah. Banyak orang mengerubungi kami. Bahkan beberapa dari mereka sudah memotret kami dari tadi. Pasti identitas kami sudah ketahuan. Aku langsung menarik tangan Taeya.
“Ayo pulang!” ujarku sambil menarik tubuhnya.
Dia hanya membuat tampang bingung sambil mengikutiku dengan terpaksa. Sedangkan Minho-hyung masih berdiri canggung di tempatnya. “Kau juga, Minho-hyung. Ayo cepat pulang!” ketusku. Kami pun berlari meninggalkan kerumunan.

~~~~~

Kim Taeya POV
Akhirnya kami bisa naik bis juga. Setelah 30 menit kejar-kejaran dengan para shawol. Kami naik bis yang cukup sepi. Hanya ada 3 orang tua selain kami. Minho-oppa dan Taemin-oppa juga sudah memakai kembali penyamaran mereka.
Aku duduk di bagian depan berdua dengan Minho-oppa. Jujur saja aku khawatir dengan luka diwajahnya. Bagaimana ini? Di kan artis. Aish, harusnya tadi aku tidak perlu berteriak seperti itu. Maafkan aku, oppa. Aku terlalu kaget. Taemin-oppa duduk dibelakang menghindari kami berdua. Aku yang menyuruhnya duduk dibelakang sebenarnya. Maaf… habis mau bagaimana lagi? Kalau mereka duduk berdekatan, akan semakin mudah ketahuan nantinya.
“Minho-oppa… maafkan aku..” bisikku. Minho-oppa malah mengelus-elus rambutku. Oppa… ini tidak benar. Bagaimana kalau aku berharap lagi?
“Tidak apa-apa. Berkat kejadian tadi, kau kembali memanggilku. Sudah lama aku tidak bicara denganmu. Aku senang sekali.” Jawabnya. Aku hanya menunduk malu. “Apa lukamu sakit? Bagaimana kalau foto-fotomu tadi siang tersebar ke media massa?” lanjutku. Namun dia hanya tertawa kecil sambil terus mengelus rambutku. Bagaimana ini? Aku tidak bisa membencinnya.
“Biarkan saja. Nanti juga hilang.” Balasnya sambil tertawa.
“Jangan seenaknya saja! Apa kau tak kasihan pada Onew-hyung?! Bagaimana kalau dia dimarahi So Man? Belum selesai skandalmu dan Yuri-noona, skandal Jonghyun-hyung dengan Sekyung-noona. Jangan seenaknya saja kau!” ketus Taemin-oppa tiba-tiba. Ia langsung duduk dibarisan yang sama dengan kami berdua.
“Oppa!!” bentakku. Aniyo… ini bukan salah Minho-oppa. “Ini bukan salah Minho-oppa, Taemin-oppa!! Jangan bicara seperti itu!” lanjutku.
Taemin-oppa langsung menatapku sinis, “Memang bukan. Ini kesalahan kita bertiga. Memangnya aku bilang kalau ini kesalahan oppa-mu itu?”
Aku langsung diam. Aku tertunduk, merasa bersalah. Pabo! Pabo sekali kau, Taeya! Taemin-oppa sampai semarah itu padamu. Rasanya… aku seperti kembali melihat Taemin-oppa ketika kami pertama bertemu. Padahal kami sudah susah payah memperbaiki hubungan kita agar lebih baik. Bahkan aku sudah menyimpan rasa pada Taemin-oppa. Pabo! Sampai kapan kau akan terus sakit hati, Taeya?! Salahmu sendiri menyakiti banyak orang.
“Jangan bicara sekasar itu, Taemin-ah!” kata Minho-oppa yang sepertinya sudah menyadari perubahan emosiku.
“Aku tidak bicara apa-apa. Memang seperti itu kan? Sudahlah hyung. Kau diam saja. Kau juga salah. Kita bertiga salah hari ini.” Balas Taemin-oppa dingin. Dia langsung mendahului kami ketika Bus sudah berhenti.
Kami bertiga jalan dengan diam selama perjalanan menuju Dorm. Taemin-oppa sama sekali tidak menoleh kearahku. Dia berjalan didepan kami. Walau ada Minho-oppa disampingku, dan menggenggam tanganku erat, tapi aku ingin Taemin-oppa lah yang melakukan hal itu. Kenapa aku selalu saja egois? Seenaknya saja? Dulu, aku begitu ingin bersama Minho-oppa. Tapi sekarang, aku ingin Taemin-oppa selalu menggenggam tanganku.
“Taeyannie!! Kemana saja? Kenapa….” kata Jonghyun-oppa begitu kami pulang. Namun ia berhenti berkata ketika melihatku digandeng oleh Minho-oppa. Langsung saja ia menarikku masuk kedalam rumah.
“Oppa! Apa-apaan sih?” gerutuku. “Andwae! Jangan dengan Minho. Tidak boleh pokoknya. Aku takut hal buruk terjadi lagi padamu!” balasnya sambil menyilangkan tangannnya hingga berbentuk ‘X’.
“Oppa! Tadi itu aku kebetulan ketemu Minho-oppa. Udah deh, aku baik-baik aja. Taemin-oppa kan melindungiku dari tadi.” Ujarku sambil menoleh kearah Taemin-oppa, berharap dia akan tersenyum atau apalah. Namun dia malah memalingkan wajahnya dari mataku.
“Ah, Taeya-yah? Sudah pulangkah?” tanya seseorang. Aku langsung berbalik mencari sumber suara itu. “Yuri-ssi?”

~~~~~

Author POV
Taeya berbalik dan mencari-cari asal suara itu. Dirinya kaget bukan main ketika melihat sesosok Yeoja cantik dengan celemek menyembul dari balik tubuh Onew. “Yuri-ssi?” katanya pelan.
Yuri menghampiri Taeya yang masih kaget melihatnya. “Taeya-yah… sudah lama kita tidak bertemu. Yeoppo! Dongsaengku ini makin cantik saja.” Puji Yuri sambil melepaskan syal Taeya. Taeya hanya tersenyum kikuk, “Gomawo, Yuri-ssi….”
“Aigoo! Kenapa kau jadi memanggilku dengan sebutan itu? Panggil saja ‘eonni’…” keluhnya. Taeya hanya terus menebarkan senyum kikuknya sambil mengangguk-angguk tanda mengerti. Taeya semakin dibuat kaget ketika Yuri dengan mesra memeluknya. Seperti layaknya adik dan kakak yang sangat akrab. Namun Taeya masih merasa terlalu benci dan jijik untuk menganggap Yuri sebagai kakaknya sendiri.
“Jagi… jangan seperti itu. Biarkan Taeya ganti baju dulu. Kau juga harus lanjut memasakkan? Ini sudah kubelikan bahannya.” kata Minho tiba-tiba. Taeya makin memanas mendengarnya. ‘Benarkah mereka  sudah berpacaran?’ gumannya.
“Ah iya, aku masak dulu ya! Akan kubuatkan makan paling enak.” Kata Yuri dengan semangat sambil menarik Minho ikut bersamanya.
Taeya hanya bengong menatap mereka berdua. Onew mengisyaratkan pada Jonghyun, Kibum dan Taemin untuk tidak ‘mengganggu’ Taeya. Dengan perlahan Onew mendekati  Taeya dan mengelus rambutnya.
“Gwechana, Taeya-yah?” tanya lembut. “Ne, oppa.” Balas Taeya dengan tatapan kosong. “Mandilah dulu. Kalau kau siap, turunlah. Kita makan sama-sama.” Kata Onew.
“Ne, oppa.” Balas Taeya sambil beranjak pergi. Dia tidak yakin dirinya akan ‘siap’ untuk melihat keadaan seperti ini.

~~~~~

Kim Taeya POV
Aku membenamkan wajahku ke bantal. Badanku memang terasa segar. Tentu saja, aku kan habis mandi. Tapi sepertinya mandi tidak membuat hati menjadi ‘segar’.
“Bodoh! Kenapa kau tidak peka sekali? Kenapa kalian bermesraan didepanku? Dasar Namja Bodoh!!” tangisku. Aku mulai mencaci Minho-oppa sambil terus membenamkan wajahku kebantal agar tidak satupun mendengarnya. Aku benci sekali harus bersembunyi seperti ini. Aku ingin menangis dan meraung. Ayah, aku rindu padamu. Aku ingin menangis sekarang. Tidakkah kau kasihan  melihatku?
“Jangan menangis seperti itu. Kau tidak akan bisa bernafas nantinya…”
Ayah, kau kah yang bicara? Kalau memang iya, bicaralah lagi.
“Hey bodoh… kau mati nanti…”
Apa?!! Jelas bukan Ayahku yang bicara seperti itu. Aku menoleh kearah pintu. “Taemin-oppa!” ketusku. Dia masuk dan menutup pintu kamarku. Aku langsung duduk di pojok kasur dan menghapus air mataku.
“Jangan menangis begitu. Kalau kau memang ingin menangis, keluarkan saja. Jangan ditahan dibantal seperti tadi… kau bisa mati nanti…” katanya berdiri mematung dihadapanku. Aku bergerak kepinggir kasur sambil terus menghapus air mataku yang terus jatuh.
“Andwae! Kalau aku keluarkan, akan terdengar oleh semuanya. Nanti Jonghyun-oppa akan khawatir lagi padaku.” Balasku. Aku sontak kaget ketika Namja itu membenamkan kepalaku didadanya. Ia memelukku sangat erat sampai terasa menyesakkan.
“Kalau begitu, disini saja. Lebih baik kau keluarkan disini. Jangan dibantal. Aku janji tidak akan ada yang mendengarmu…”
Aku langsung mencengkram punggung kausnya dengan kencang dan menangis sekencang yang aku bisa.

~~~~~

Lee Taemin POV
Sekarang kami duduk ber-7 dimeja makan. Aku sengaja menjauhkan Taeya dari Minho-hyung. Dan sepertinya Jonghyun-hyung juga berniat melakukan hal yang sama denganku. Selama makan, Taeya hanya makan dengan diam dan menatap dengan kosong. Aku muak melihatnya seperti ini. Ingin rasanya aku buang jauh-jauh kedua pasangan yang asyik bercengkrama itu.
“Taeya-yah, bagaimana? Makanannya enak?” tanya Yuri-noona tiba-tiba. Aku berani bertaruh Taeya tidak akan menjawabnya. Benar saja, Taeya hanya menatap makanan di piringnya dengan kosong.
“Eumh, kurasa Taeya agak lelah, Yuri…” ujar Kibum-hyung berusaha memperbaiki suasana. Yuri-noona hanya menatap Taeya dengan khawatir.
“Tak usah khawatir. Taeya baik-baik saja kok.” Kataku sambil tetap menatap makananku. Jujur saja, aku juga tidak bernafsu memakan makanan ini. Apalagi makan dengan Minho-hyung. Entah sejak kapan aku mulai jijik dengannya.
“Yuri, apa kau ingin mempublikasikan hubunganmu dengan Minho?” tanya Onew-hyung mengalihkan pembicaraan. Pabo dubu! Untuk apa kau bicarakan hal itu didepan Taeya.
“Hyung… jangan bahas itu dulu…” keluh Minho-hyung yang sepertinya melihat tingkah Taeya. Taeya mulai menundukkan kepalanya.
“kenapa? Aku hanya ingin tau keseriusanmu. Kalau kalian tidak serius, aku tidak mau mengurusnya ke So Man.” Kata Onew-hyung lagi. Aku langsung teringat dengan keajadian tadi siang. Pasti Onew-hyung akan kewalahan.
“Aku serius. Kami berdua serius. Tenang saja, kalau sudah waktunya aku akan bilang sendiri ke So Man. Jangan dibahas sekarang.” Balas Minho-hyung.
“Kenapa kalau sekarang? Apa kau takut mengakuinya didepan kami semua? Sudah aku bilang kan, kau harus tegas!” kata Onew-hyung dengan sedikit membentak. Kami semua sontak diam. Aku bisa lihat Yuri-noona yang terlihat kikuk dengan kelakuan Onew-hyung. Aku juga bisa lihat Taeya yang sedah ingin ‘jebol’ pertahanannya. Dia terus saja menunduk dan mengaduk-aduk sup di mangkoknya.
“Aku… aku serius.. aku serius dengan Minho!” ujar Yuri-noona mantap.
Saat itulah, terjadi pemandangan yang….. yang tidak aku duga.

~~~~~
Author POV

Yuri menarik tengkuk Minho dan mencium bibirnya tepat didepan Taeya. Didepan Onew, Jonghyun, Kibum dan Taemin. Taeya sudah tidak bisa menahan sakit hati dan air matanya. Ia langsung menutup mulutnya dan berlari secepat mungkin keluar rumah.
“Taeyaaa!!” Minho langsung berdiri hendak mengejar, namun Jonghyun langsung menarik tangannya dan menyuruhnya duduk. Tanpa fikir panjang, Taemin langsung mengambil mantel dan berlari mengejar Taeya.
“biarkan Taemin yang mengejar Taeya.” Kata Jonghyun dingin. Dengan terpaksa, Minho kembali duduk di sebelah Yuri yang kebingungan. “Oppa, Taeya kenapa?” tanya Yuri bingung.
“Hanya sedikit ‘mual’….” balas Jonghyun dingin sambil beranjak dari meja makan.
“Kim Jonghyun! Kembali duduk!” perintah Onew. “Aku juga mual. Aku lelah, biarkan aku tidur.” Balasnya ketus sambil menaiki tangga. Onew hanya bisa menghela nafas panjang. “Oppa… apa ini karena aku?” tanya Yuri yang sudah mulai ‘memerah’.
“Bukan. Bukan salahmu. Tidak ada yang salah.” Balas Onew sambil membantu Kibum merapikan piring di meja. Sontak keadaan menjadi semakin kikuk setelah itu.

~~~~

Kim Taeya POV

Aku hanya perlu berlari sampai air mata ini berhenti. Aku tidak peduli salju yang sedang turun. Aku tidak peduli dengan badanku yang mulai menggigil. Aku tidak peduli dengan kakiku yang memerah terkena salju di jalan. Aku hanya perlu berlari sekarang.
“TAEYAAA!!”
Seseorang meneriakiku dari belakang. Suaranya cukup keras. Aku yakin jarak kami berdua tidak terlalu jauh. Itu Taemin-oppa. Aku hafal suara namja yang seperti malaikat itu. Maaf oppa, aku tidak mau menerima terlalu banyak dari ini. Aku terus saja berlari sampai kakiku terasa sangat kaku.
Bruggh! Kakiku sudah tidak mau bergerak. Aku jatuh ketumpukan salju tebal. Syukurlah, ibu melindungiku.
“Taeya! Astaga!” Taemin-oppa langsung membantuku bangun, namun sepertinya badanku sudah terlalu kaku untuk digerakkan. Ia membersihkan kakiku dari salju, “Kakimu… sampai merah seperti ini. Ya! Bisakah kau sayangi tubuhmu??!”
Aku hanya menatapnya kosong. Kelapaku sudah terlalu penuh dengan ciuman itu. Aku hanya terus menatapnya sambil menangis. Sementara ia mulai memakaikanku mantel yang ia bawa. Ia pun melepas sepatunya.
“OPPA!! Apa yang kau lakukan?” tanyaku kaget sambil mencegahnya melepas sepatunya. Namun ia langsung melepaskan kedua sepatunya dan memakaikannya di kakiku. “Kau saja yang pakai.” Balasnya.
Aku menggeleng. Air mataku mengalir deras. Bagaimana dia bisa sebaik ini padaku? Bagaimana kalau aku menyukaimu? Bagaimana kalau aku patah hati lagi?
“Kau bisa berjalan?” tanyanya. Aku diam saja. Taemin-oppa lalu berjongkok membelakangiku. “Kalau begitu, naiklah…” ujarnya mempersilahkan aku naik ke punggungnya.
“Tidak mau. Aku tidak mau pulang!” ketusku.
“Kalau begitu aku akan terus begini sampai kau siap untuk pulang.” Balasnya. Angin malam berhembus darimana saja. Aku bahkan bisa melihat punggung Taemin-oppa yang sedikit bergetar kedinginan. Kakinya… juga mulai merah. Bagaimana kalau dia sakit, Tuhan? “Oppa… pulanglah… aku mohon..” tangisku.
Dia kemudian berbalik dan menghapus air mataku yang dingin. Aku berdebar bukan main, badanku mulai memanas. “Jangan menangis. Kau harus ikut aku pulang. Lihat, wajahmu sudah dingin begini. Bagaimana kalau kau mimisan lagi? Tenang saja, aku akan melindungimu dari Minho-hyung. Pulang ya?”
Wajahnya kini sudah sangat dekat dengan wajahku. Aku berdebar hebat sekali, rasanya sangat hangat dan menenangkan. Aku mengangguk, diapun mempersilahkan aku naik ke punggungnya. Badanku sangat dekat, bahan terlalu dekat dengan Taemin-oppa. Aku bisa mendengar detakan jantung sekarang. Entah itu milikku atau milik oppa.
Aku melingkarkan lenganku di lehernya, dia sudah dingin rupanya. Aku merapatkan diriku ke punggungnya,  berharap berbagi kehangatan dengannya.

~~~~

Author POV
Taeya memeluk Taemin dengan erat. Membuat Taemin mau tak mau merasa berdebar. Wajahnya bahkan sudah memanas sekarang. Walaupun begitu, hatinya masih remuk melihat yeoja-nya menangisi namja lain selain dirinya. Namun, nampaknya Taemin harus berterimakasih dengan Minho. Karena, berkat Minho, Taemin bisa sedekat ini dengannya.
Taemin terus berjalan diatas salju, dengan menggendong Taeya yang mulai tertidur. Kakinya sudah mulai terasa kaku. Namun ia tetap berjalan. Ia tidak mau yeoja-nya sekarat lagi. Ia mulai menambah kecepatannya.
Hari ini berlum terlalu malam, dan salju menumpuk dimana-mana. Hari ini juga, hanya ada Taemin yang terus berlari di tengah salju dengan seorang yeoja yang basah matannya.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

62 thoughts on “My Yeoja – Part 5”

  1. Wah. Jjong protektif. Oppa yang baik. 🙂

    Beneran, aku langsung (O_O) pas Yuri nyium Minho. Gila. TTM (Tak Tau Malu) amat. (=.=)

    Terulang lagi scene gendong-gendongan. Taem mau nyaingin Mbah Surip? Ahahahaha.

    Ayo. Selanjutnya part terakhir kan? Nggak sabar pengen baca. 😀

  2. Taeminnnn,,, kau so sweet banget dehhhhh,,,hehehe

    Aahhh,,, MiNyulll,, entah kenapa aku gx pernah suka klo baca FF yg pake cast pairing BB/GB,, kesanya gimana gituuuuuuuu,,,,

    Udd deehhh, Tae Couple jadian,, gx sabar nunggunya,,wkwkwkw

    Gumawo author,, udd ngadain Tae couple moment disini,,hehehe

    ditunggu next part-nya.

  3. woohh,
    jonghyun dngin bnget,
    aahh, ada lagi adegan gendong gendongan,
    taemin, kau baik skali,,
    aku mau taeya sama taemin, jngan sma minho, minho jahat,
    keren,
    lanjuuutttt…..

  4. td mau komen ap ya *lupa*
    intinya makin seru.. iri sama taeya.. mau dong dgndong emin… hahaha
    taemin-ah… ayo gendong noona… hahahha

    taeya sm taemin aj… biar minho ma yul… kkkkk

  5. Keren, cerita yg ditunggu2 akhirnya muncul juga… Thor, klo bisa Taeya ama TaeMin, ya… lebih cocok gimana gitu, jadinya 2Tae Couple hehehe 😀
    Nice FF…

  6. Ya ampuun tu Yuri ga tau malu amat yak?

    Taemin kereeeeeennnnnnn………
    Ending-nya sm Taemin kan? hehe
    Lanjuuuuuuuutttttt…..

  7. YURIII!!!!!!
    Apa2aaaaan dahhh
    Aigoo aku maunya sama minho 😦
    Taeya jangan sukaaaa sm taeminnn
    Aih yuri bener2
    Lanjuuuuut!!!

  8. ih, ada aku nya ><
    pemberitahuan bagi readers yg dibohongi, di chap 2 tangan taeya digambarkan kecil, padahal aslinya besar -____-

  9. Taeya, lupakan saja Minho kalau nggak ingin sakit hati terus. Jadi sudah beneran itu Minho serius sama Yuri? Tinggal part terakhir. Penasaran pingin tahu akhir ceritanya.
    Nice story. Lanjut!

  10. uri taemin!!!
    dirimu sudah besar rupanya…
    gentleman bgt….
    keren~~

    daebak bgt thor!
    baru kali ini aku baca ff yg bikin aq ingin ninju minho!
    hahahahaha…
    padahal dia biasku…
    T^T

    ditunggu lanjutannya!!!

    1. kan manly dia sekarang *meleleh*
      jangan dooong! uri minho-oppa jangan di tonjok! uri yuri-eonni juga jangan diapa-apain!

      hehe ttp baca ok?

  11. Hiyaaaa!!!*tendang yuri* kenapa minhoku dicium!!!!????ToT,aq jg pengen nendang minho,dah tau taeya dah sakit hati minho ttp ajj mesra”an bareng yuri ._.
    Aa~taem gentle bgt :3 *cium taemin(?) *disruduk
    Taemints
    walopun gentle tp ttp cantik xDD #plak
    pengen tau last part.a!! Admin..kan author min ah dah ngirim smpe last part.a..last part.a dipost bsk ajj..soal.a bxk reader yg nguin..hhe
    aq tgu last chap.a :DD

  12. waaaaaa!!! taemin sweet abiiiss *meleleh* semoga aja taem beneran sama taeya. di tunggu part selanjutnya yah thor, hwaiting ^^

  13. mau punya oppa kaya jjong !! mau…mauuu
    huwaaa kereen … taeya sabaar … >,<
    ahhh yuri !! ngak tau sopan santun, minho juga, pergi sana jauh2 !!
    jonghyunnn kereeen …. taemin apalagii… huwaaa
    ini bakalan seruu… ayo lanjutannyaaaa…
    baca ini hampir lupa kalo taeya umurnya 14 tahun…
    ahahah ^^
    ayoo..ayo… nice ff thoorrr ^^

  14. yeah.. Ku stuju sma jjong.. Taeya ga blh dkt2 minho.. Minho tuh ga jelas mw kemana.. Sbel dch..
    Ayo taem.. Trus b’juang dapatkan hti taeya..!
    Uah.. Ga sbr nunggu akhir crita ini..

  15. Iihh..
    Teamin soo sweett..!!!
    Ha..ha.. Sudah suka sama suka tuh, tapi kayaknya taeya belum bisa ngelupain minhoo..
    Tenang taeya, ada taemin kan..!!
    *nyenggol taemin..
    Taem taem langsung merah padam..
    Ha..ha..
    Lanjut thoorrr…

  16. Huahhhh sepertinyaa bakal jadi sama taemin nihh..
    saia tetap setuju 2Tae..
    hahhaha

    lanjuttt next part donkk..
    hwaiting!!!

  17. Yuri si nenek sihir…..! Pengen gue cekek tuh dia wkwk -_-v kalo kaya gini mah aku lebih suka taeya sm taemin aja haha
    Daebaaakkk! d^^b Sukses bikin aku jd benci sm minho nih ff ckck
    Next partnya ditunggu bgt ya thor…!

  18. Afhagwvgssheye dsyhd TAEMIN NEOOOOOOO *_*
    Kenapa jadi pengen nangis ya baca segala ke gentle-an nya Taemin disiniii? Huhu Taemin-aah gentle bangettttT_T
    Terus pas Yuri nyium Minho… Adoohhh langsung kulempar ini hpnya-_- rese daaahhhhh Yuri -_-
    Minho nya suka banget nge-php-in Taeya.. Ckck kasiaaannn
    Aaa daebaaakk!

  19. lama banget ngga main ke sini,, ternyata My Yeoja udah publish sampe end..

    Udahlah Taeya sama Taemin aja,, jangan nangisin Minho terus..
    huhu aku juga pengen punya oppa kaya Taemin oppa,, perhatian baik,, walopun biasanya kalo ngomong ngeselin..
    ayo2 lanjut..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s