Incurable Disease – Part 1

Title : Incurable Disease Part 1
Author : Lee chayeon
Main Cast(Tokoh Utama) : Lee jinki (onew),Kim Taeyeon,Yoogeun
Support Cast (Tokoh Pembantu) : Lee taemin,Lee chaerin,Lee donghae,Lee Sunkye,Kim Jung Ah,Kim Jaejoong
Length : (1/4 )
Genre : Family,Angst
Rating : PG-15
Summary : Apakah Penyakit yang lebih menyakitkan lagi di dunia ini?

Incurable Disease

-Onew POV-

‘Sebentar lagi taeyeon bertahanlah!’ Aku tetap fokus menyusuri setiap lekuk jalan sambil menoleh sesekali ke bangku penumpang disampingku,istriku.

‘Cepatlah onew anaknya sudah menendang nendang!’ Taeyeon sibuk mengatur nafasnya dan memgang megang perutnya.

Hari sudah petang di seoul,pemandangan sepanjang perjalanan kami kerumah sakit berwarna gelap-gelap oranye yang menandakan pergantian waktu siang dan malam. Matahari akan tenggelam sebentar lagi. Sama seperti pikiranku yang tenggelam akan bagaimana nanti kalau aku mempunyai anak? Apakah aku sudah siap? Apakah aku sudah mampu?

Disebelahku anaeku,Taeyeon adalah setengah jiwaku. Wajahnya bagaikan malaikat bagiku,kulitnya putih bersih,badanya kecil dan mungil,potongan rambutnya pendek sebahu berwarna coklat dengan poni. Bibirnya kecil merah muda,jari-jarinya panjang,matanya besar dengan ciri khas kantung matanya,hidungnya mancungnya menonjol kecil.

Sekarang setelah aku tenggelam akan pikiranku mengenai masa depanku dan statusku sebagai ayah. Aku memikirkan bagaimana nanti jenis kelamin anaku?

‘Harus laki-laki harus laki-laki,anaku pasti laki-laki’ aku memandang taeyeon dan memegang megang perutnya.

‘Ya! Masih saja sempat kau berkata seperti itu! Aku sudah sangat kesakitan!’ Taeyeon memukul mukul pundaku sangat keras. Akupun mengerang kesakitan.

***

Taeyeon ada di kamar gawat darurat, aku menemaninya disampingnya. Ia menggenggam erat tanganku. Menatapku dalam dan mencoba mengatur nafas.

Selang pernafasan sudah masuk ke hidungnya,selang infus sudah menjalar di tubuhnya. Sebenarnya aku tak kuat menyaksikan istriku berjuang antara hidup dan mati demi malaikat kecil di dalam perutnya.

Aku mengatur nafasku berusaha agar tidak menangis melihat istriku berjuang seperti ini di depan mataku,ia sedari tadi tidak mencakar-cakar tanganku seperti kata-kata orang lain. Ia menggenggamku,genggaman yang sangat keras,genggaman yang mungkin artinya ia benar benar sedang tersiksa.

Setelah bergelut antara hidup dan mati,malaikat kecil itu menampakan wujudnya. Malaikat harapan kami.

‘Selamat anaknya laki-laki tuan lee’. Dokter itu membersihkan anaku dari darah sambil mengusap-usapnya lembut.

‘Mirip seperti ibunya matanya,pipinya mirip ayahnya’ dokter itu memandangku dan taeyeon dalam hingga akhirnya ia tersenyum bahagia.

Taeyeon yang sudah lemas sedari tadi karena melahirkan secara normal menangis pelan sambil menggenggam tanganku yang sedari tadi disampingnya dan melihat perjuangan hidup dan mati istriku.

Aku pun takuasa menahan tangis,aku menggendongnya dan menaruhnya disebelah taeyeon yang sudah tersenyum senyum sedari tadi.

‘Anak kita yoobo,manis sekali’ ia tetap meneteskan air mata harunya dan tak henti hentinya menatap anaku disebelahnya

‘Siapa namanya yoobo? Dia laki-laki tetapi dia sangatlah cantik.’ Aku mengelap tangisan taeyeon. Kulitnya yang sangatlah putih dan lembut tapi kini berubah pucat dan tak berdaya ,matanya yang besar sudah bengkak,rambut coklat pendeknya sudah berantakan sekarang gara-gara perjuangan kerasnya.

‘Apakah kau setuju jika namanya yoogeun?’ Taeyeon terlihat lucu saat berpikir matanya menerawang ke atas bibirnya memanyun dan kadang ia mengacak-acak rambutnya. Meskipun begitu ia tetap saja wanita tercantik yang paling kusayang.

‘Setuju chagiya’ aku tersenyum lebar menunjukan eye smile ku yang menurut taeyeon adalah gaya khasku.

‘Ya! Masih saja kau merayu rayu dengan eye smile mu,aku baru saja melahirkan tau! Sekarang aku adalah eomma dan kau apa,jangan bertindak seperti anak kecil!’ Taeyeon tersenyum sedikit membentak tapi menurutku,ke babo anya itulah daya tarik pertamaku.

-Author POV-

Didepan ruang bersalin taeyeon kini didatangi oleh sekumpulan keluarga dari kedua belah pihak.

Dari pihak taeyeon munculah apanya kim jaejoong dan ibunya kim jung ah. Wajah mereka begitu mirip taeyeon,mungkin ia mewarisi mata apanya dan bentuk wajah ibunya. Dan mereka berdua ini adalah orang-orang bisnis. Bisa dilihat dari pakaianya. Jaejoong yang gagah memakai setelan blazer biru tua dengan dasi berwarna biru tosca. Ditemani jungah yang memakai formal dress pendek berwarna merah dengan pita kecil ditengahnya. Sungguh modis,pasti mereka sangat intelektual. Tidak hanya intelektual mereka juga romantis,apanya terlihat mengelus-ngelus punggung eommanya saat eommanya menunggu taeyeon melahirkan dan bersender pada paha jaejoong,matanya setengah berair.

Dari pihak onew datanglah seorang wanita paruh baya mungil yang menunggu penuh ketegangan diluar sambil mengadahkan dagunya pada kedua telapak tanganya,ternyata bukan hanya eomma dari taeyeon yang sangat panik. Eomma dari onew pun sangat panik dan kadang terlihat bergemetar badanya.

Onew keluar dari ruang bersalin dengan wajah berseri-seri. Keluarga dari dua belah pihak pun ikut tersenyum.

‘Anaknya laki-laki’ Onew tersenyum lebar sehingga mata kecilnya pun menghilang.

‘Chukkae,bagaimana keadaan anaku?’ Jungah memeluk onew beberapa detik.

‘Baik-baik saja mungkin ia butuh istirahat,sebentar lagi kami akan memindahkan ibu dan anaknya dari icu’

‘Aku tak tahu harus berkata apa saat mengetahui anak yang kubesarkan sekarang akan membesarkan anak juga’ jaejoong memeluk jungah dan sesekali menatap onew dengan senyum terbaiknya.

‘Kau harus menjaga anak dan istrimu,sekarang kau adalah seorang ayah’ jaejoong menepuk nepuk punggung onew pertanda kebangganya terhadap onew.

Para dokter dan perawatpun melewati mereka dan membawa taeyeon beserta anaknya keluar ruang icu. Jaejong dan jungah pun mengikuti taeyeon,ibunya pun langsung menggenggam erat tangan putrinya sambil mengelus-elus dahi putrinya.

Onew dan eommanya pun mengikuti kemana arah bayinya karena merasa istrinya sudah aman oleh kedua mertuanya.

Onew mengambil bayinya dari ruang penyimpanan bayi sesaat setelah bayinya dipindahkan.

‘Eomma lihat! Tampan kan mirip seperti aku?’
Onew menggendong yoogeun dengan riang. Lalu ibunya pun merebut yoogeun pelan.

‘Anakmu ini tampan sekali mirip sekali dengan apamu,semoga saja kakeknya bisa melihat malaikat kecil ini dari surga’ eomanya pun meneteskan airmatanya.

Onew yang sedari tadi tersenyum-senyum. Kini berubah menjadi sendu,ia menundukan kepalanya dan menangis.

***

-Onew POV-

Yoogeun sekarang sudah berumur satu tahun,ia tumbuh menjadi anak yang lucu dan menggemaskan.

Dirumah kami sekarang sudah ramai,dulu kan hanya aku dan 2 adiku yang tinggal dirumah ini chaerin dan taemin,sekarang bertambahlah satu malaikat kecil.

Sekarang hari libur,aku sehari penuh dirumah. Biasanya kan aku di kantor menjadi direktur utama di perusahan ekspor impor ayam korea. Aku memutuskan untuk seharian bermain bersama yoogeun.

‘Yoogeun apa’ aku menunjuk-nunjuk diriku sambil berkata apa kepada yoogeun.

Dia tidak merespon juga,dia berkedap kedip menatapku. Padahal aku ini sedang bersaing dengan taeyeon akan siapa kata pertamanya.

‘Eomma! Eomma!’ Taeyeon menyendokan bubur bayi yang sepertinya rasa ayam kesukaanku. Taeyeon mengedip ngedipkan matanya memberi isyarat untuk mengikutinya.

‘Sukbu,sukbu’ adiku lee taemin menunjukan aegyonya dengan menggoyang goyangkan tanganya lalu mencium cium pipi tembem yoogeun.

‘Ubu’ yoogeun mengatakan kata pertamanya dengan memanyun manyunkan bibir kecilnya.

‘Ya! Kau mencuri kata pertama anak ku!’ Taeyeon memukul mukul rambut jamur taemin.

‘Mianhe noona,berarti sekarang aku adalah orang kesayangan yoogeun’ taemin tersenyum. Matanya hampir hilang tertelan pipi gembulnya.

***
-Author POV-

Sekarang yoogeun sudah hampir 4 tahun,ia sudah tumbuh menjadi anak yang nakal. Terkadang ia suka menjahili adik-adik onew yang bertugas menjaganya setiap hari.

Chaerin sudah kuliah,dia berbeda sifatnya dengan taemin kalau taemin lucu dengan aegyonya chaerin lebih kelihatan berkharisma.

Dia sering menjadi panitia acara besar di sekolahnya,selain itu ia juga murid teladan,tidak kusangka kepintaran onew menular ke adik kecilnya juga.

Sekolahnya memang tidak jauh dari rumah onew,onew memilih untuk berjalan bersama denganya. Taeyeon sibuk dirumah dengan bisnis pernak pernik untuk anak kecilnya dan sekarang waktunya masih cukup untuk mengantar yoogeun sebelum pergi kerja.

‘Mohon bantuanya songsaenim’ onew membungkuk kepada guru baru yoogeun,gurunya cantik sekali rambutnya panjang terurai hitam matanya besar dan indah.

‘Ne’ guru itu tersenyum dengan manisnya.
Onew melihat tanda pengenal di casual dress nya yang berwarna kuning berenda. Seo hyun.

Onew meninggalkan yoogeun di sekolahnya dari jauh ia mmenatap yoogeun,ia sudah memulai pembicaraanya bersama anak-anak lain.

***
*Onew POV*

Aku terbangun dari tidurku,aku menatap langit langit kamarku,di sebelahku taeyeon masih terlelap di dalam tidurnya yang pulas. Aku kemudian berdiri menuju kaca,melihat seperti apa rupaku sekarang.

Mungkin kata-kata yang tepat untuk menggambarkan wajahku sekarang adalah berantakan. Mataku yang kecil bulat ini membengkak. Pipiku yang gembul ini menirus,tulang leherku yang besar semakin terlihat. Mungkin bisa dibilang aku ini seperti setengah zombie. Aku tidak ingat kapan terakhir kali aku tertawa sejak dokter memvonis yoogeun dengan penyakit jantung koroner,dan yang lebih mengagetkan lagi. Dokter berkata itu penyakit turunan…….

Kepalaku tiba-tiba terasa berat,perutku tiba-tiba terasa perih ah. Aku lupa terakhir kali aku makan.

Aku membuka jendela kamarku. Aku menutup mata mencoba merasakan hawa dingin yang menusuk saat hujan,aku menadahkan telapak tanganku. Dingin air ini terasa sangat menusuk tulang,aku segera masuk ke kamar.

BRUKKK

***
Flashback.

*Onew POV*

‘Maaf pak,saya harus mengatakan ini. Anak bapak terserang…….’ Dokter sooyoung mengelus ngelus jidat anaku yang sekarang

‘Jantung koroner’ tanganya yang panjang itu tiba tiba turun kebawah dan menyusuri bagian dada anaku,dia mengelus-ngelus bagian itu sambil menatap anaku dalam.

Yoogeun kini tergeletak lemas di kasur rumah sakit,entah dimana jiwanya sekarang. Raganya sudah dipasangkan dengan alat-alat rumah sakit untuk menopang kehidupanya. Hidungnya sudah dipasang selang yang artinya ia sudah banyak kehilangan oxygen,tangan kecilnya disambungkan dengan infus,jarinya dijepit dengan alat untuk mendengar detak nadinya.

Bunyi monitor disampingnya seakan akan tanda akan kehadiran yoogeun di sisi kami,tanda itu terus naik dan turun menanjak dan menurun.

‘Apakah itu benar dok? Apa yang harus aku lakukan supaya ia tetap hidup?’ Taeyeon menangis. Tidak percaya akan ucapan dari dokter tadi.

‘Kalian butuh donor jantung’ dokter sooyoung tak berani menatap taeyeon. Matanya sudah sembab dan airmatanya terus menetes.

‘Bagaimana caranya? Tolong dokter selamatkan dia! Aku rela menukar jiwaku dengan kehidupanya’ taeyeon menarik narik baju dokter sooyoung.

‘Chagiya……’ Aku menenangkan taeyeon,mengusap-usap ubun-ubunya.

‘Berdoalah akan kesehatanya’ dokter sooyoung pun pergi,meninggalkan kami dengan wajah penuh tanya.

‘Chagiya! Apa yang akan kita lakukan?’ Taeyeon menutup kedua matanya dengan tanganya. Suara tangisanya mengeras.

‘Aku tidak tahu yoobo….aku tidak tahu… Bukan hanya kau!’ Aku mengusap airmataku yang menetes terus.

‘Yoogeun bangunlah! Bangunlah!’ Taeyeon menggoyang-goyangkan tubuh yoogeun yang tergeletak lemah.

Aku tidak kuat berada di dalam,aku berlari keluar dari kamar yoogeun,aku tidak mempedulikan orang-orang yang dirumah sakit tadi memperhatikanku.

Diluar hujan,aku berlari ke arah gunung kecil seperti bukit dibelakang rumah sakit aku berlari sangat kencang karena sudah tak kuat menahan tangisku yang sudah pecah.

Aku menemukan sebuah gudang kecil di pojok bukit sepertinya itu adalah gudang yang sudah tak terpakai karena terletak agak jauh dari rumah sakit,gudang itu kecil dan tak terkunci. Aku masuk kedalam dan di dalam tidak ada apa-apa. Aku jatuh di sudut pojok gudang itu memeluk kedua kakiku yang kedinginan,tetapi sebenernya aku memeluk kedua kakiku itu untuk membisikan tubuhku untuk tidak remuk dan tidak jatuh di saat seperti ini dimana jiwaku sangat remuk.

***

Flashback end

*Onew POV*

‘Yoobo!’ Aku menatap taeyeon lemah,aku menatap ke atas,langit-langitnya sekarang berwarna cat putih dan bau-bau disini sangat menyengat seperti bau-bau obat-obatan.

Bau-bauan itu sangat menyengat hidungku tetapi hidungku sekarang sudah dipasangi selang pernafasan untuk memudahkanku bernafas. Tanganku sudah dipasang selang infus. Sebenarnya aku kenapa?

‘Yoobo,Kau harus makan,lihat dirimu sekarang kalau kau berkaca kau ini seperti zombie hehe’ taeyeon memasang senyumnya yang sangat dipaksakan dari senyum manisnya itu sudah kulihat sepercik kepedihan yang dalam akan keadaanku sekarang ini,ia menggendong yoogeun dan dia tersenyum-senyum mengemut permen lolipop berbentuk hati.

‘Ne,kau juga jaga kesehatan yah maafkan aku merepotkan kau’ aku tersenyum mencoba memperlihatkan senyum termanisku. Sungguh aku sangat bahagia sekarang.

Bahagia karena melihat yoogeun sehat dan bisa tersenyum senyum di depanku,andai saja anak sekecil itu tidak dibebankan dengan penyakit itu. Sungguh aku rela menukar jiwaku dengan jiwanya.

‘Onew,selama disini kau harus menuruti dokter yah! Aku sementara ini akan mencari nafkah selama kau cuti kerja di kantor haha’

‘Ah aku sangat merepotkan ternyata disini,aku akan cepat sembuh chagiya tenang saja!’

‘Yaksok? Onew kau janji yah tidak menghawatirkan ku lagi?’

‘Ne!’ Aku hampir meneteskan airmataku apabila aku tidak pura pura kelilipan dan menengok ke langit-langit.

‘Aku antar yoogeun sekolah dulu anyeonghaseyo apa!’ Jooyeon menatap mataku dalam,jarak wajah kami hanya 5 cm dan sekarang yoogeun yang duduk di bangku pengunjung kebingungan.

Taeyeon mengecup jidatku lama apa ini kecupan tanda ia sagat merindukanku?
Ia mengecup jidatku sambil menangis,air matanya membasahi jidatku. Ia meraba raba wajahku dan mengecup bibirku sebentar ciuman sangat lembut.

Sebelum ia pergi ia memegang tanganku lama dan membisikan sesuatu di telingaku pelan.

‘Yoogeun mendapat donor jantung yang sesuai chagiya,aku sangat senang’

Aku memeluknya,sangat erat sampai-sampai aku bisa merasakan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang.

‘Jaga anaku taeyeon,jaga anak kita. Sebentar lagi kita akan bahagia bersama’

Taeyeon mengangguk,ia melambaikan tanganku dan menggendong yoogeun sambil sedikit berlari sehingga membuat yoogeun sedikit tertawa kecil. Tawa yang sangat ku rindu.

Tak lama setelah kepergian Taeyeon,kurang lebih 15 menit kemudian munculah seorang dokter tinggi bertubuh tegap menghampiriku.
Aku memandangnya lama dengan pandangan bingung,aku menatap name tagnya ‘dokter jantung shim changmin’

‘Anyeong haseyo lee jinki’

‘Anyeong dokter….. Shim cangmin?’

‘Haha,bagaimana perasaanmu sekarang sudah membaik?’

‘Hmm mungkin sedikit pusing sekarang,ada apa dokter pemeriksaan kesehatan?’

‘Ani,aku hanya ingin bertanya sesuatu kepadamu. Apakah kau….. Mempunyai keluarga yang menderita penyakit parah?’

‘Ani,ada apa dokter?’

‘Apakah kau sudah siap mendengarnya?’

Jantungku berdegup sangat kencang saat dokter itu berkata seperti itu,sungguh aku tidak siap. Apakah ‘penyakit parah’ itu bisa membunuhku pelan? Apa yang akan jooyeon dan yoogeun lakukan tanpaku bila penyakit itu bisa membuhku cepat?. Aku menjawab pertanyaan dokter itu dengan cepat. Supaya dia tidak mencurigaiku

‘Siap’

‘Positiv jantung koroner bawaan’

Jantungku terasa sangat sangat berat mendengarnya. Jantungku berdegub kencang. Sangat kencang hingga aku perlu memegangnya erat.

‘Apa sudah parah? Umurku berapa tahun dokter?…… Eh berapa bulan?’

‘Haha jangan patah semangat,aku akan mencoba mencarikan donor untukmu’

‘Apabila tidak ada yang cocok? Dokter tolong katakan separah apa dan berapa lama umurku?

Aku tidak tahu mengapa aku bertanya seperi itu kepada dokter changmin,aku hanya….hanya memiliki firasat tidak enak. Dan mungkin dengan prediksinya aku sempat membahagiakan anak dan istriku.

‘Mungkin 3 bulan sebelum jantungmu mebusuk,tapi jangan patah semangat lee jinki-ssi aku akan membantumu’ ia tersenyum tulus.

‘Baiklah aku tidak akan patah semangat tetapi maukah kau berbuat baik padaku dokter?’

‘Apa itu?’

‘Kalau aku beritahu kau harus mau itu kesepakatanya’

‘Ah baiklah. Apakah itu?’

‘Jangan beritahu keluargaku,dan bolehkan aku besok pulang menemui mereka sebelum……jantungku membusuk?’

‘Ah apakah kau ingin membunuhku juga? Apa yang harus kukatakan kepada mereka nanti?’

‘Katakan saja itu ulahku’

‘Baiklah,tapi kau harus menetapi janjimu untuk tetap semangat!’

‘Ne’

Mengapa tiba-tiba hidupku seakan sudah diambang kematian? Aku baru menikahi taeyeon dan memberinya anak dan sekarang tuhan akan mengambilnya? Apa salahku tuhan?

Tuhan. Apakah kau mendengarku? Mendengar jerit sakitku? Mendengar semua doaku?

***

*Onew POV*

Hari ini aku diperbolehkan pulang. Yoogeun pun menjemputku juga dirumah sakit. Eomma dan pamanku tampak hadir tak ketinggalan chaerin dan taemin. Taeyeon berdandan cantik sekali hari ini.

Ia mengenakan gaun putih,rambutnya di beri pita di poninya supaya poninya tidak menutupi matanya lagi.

Yoogeun datang dan memeluku di tempat tidur,ia mencubit cubit pipiku. Sungguh aku sangat rindu kepada anaku. Aku memeluknya erat,yoogeunpun memeluku balas dengan erat juga namun sayang dia kalah kuat denganku. Ia meninju ninjuku saat aku memukulnya.

‘Apa!’ Yoogeun sekarang memelototiku bibirnya cemberut cemberut lucu sekarang. Aigoo tuhan terimakasih telah memberikan anak selucu ini kepadaku,yoogeun adalah anugrah terindah didalam hidupku.

‘Ayo jinki. Sudah siap?’ Suara dari eomma seakan akan menyadarkanku dari permainanku bersama yoogeun.

‘Ne eomma’ aku bangun dari tempat tidurku dan bergegas mengganti bajuku yang notabenenya baju rumah sakit ini.

Aku berjalan menuju kamar mandi dengan lemah,ah tentu saja akukan belum makan pagi. Taeyeon memberiku baju setelan kemeja biru tosca dan jeans biru langit.

Saat aku membuka bajuku aku menemukan setetes darah di kemeja rumah sakitku. Ah aku mimisan,bagaimana ini? Aku segera mengelapnya memakai kemeja rumah sakit untunglah darahnya tidak begitu banyak karena hanya mengalir selama kurang lebih 7 menit. Cukup membuat keluargaku khawatir hingga paman donghae mengetuk ngetuk pintuku.

Aku berkaca sebentar memastikan aku terlihat sehat. Tetapi aku gagal. Mimisan tadi membuat mukaku pucat seperti orang yang nyaris mati.

‘Jinki,kau tak apakan?’ Paman Donghae mengelus ngelus punggungku,mungkin gara-gara wajahku pucat sekarang?

‘Gwenchana hyung’ aku tersenyum semanis mungkin agar dia tidak curiga.

Di perjalan pulang,di mobil yang disetiri taemin. Tak ada yang bersuara satupun. Hening. Sangat hening.

Sampai saat aku dirumah pun satu diantara kami tidak ada yang berbicara dan memulai pembicaraan.

‘Jinki. Ibu akan ke makam apa sebentar’ eomma pamit kepadaku dengan senyum termanisnya.

‘Sunny-ah! Biarkan aku ikut’ tiba-tiba paman donghae menyetop ibuku yang akan keluar rumah. Mungkin sebaiknya aku ikut juga.

‘Ah baiklah,kalau begitu mari ku antar. Aku boleh kan ikut juga?’

‘Apa mau kemana? Yoogeun mau ikut’ yoogeun menatapku bingung.

‘Izinkan aku juga eommoni hihi’ taeyeon menyamber pembicaranku dan tiba-tiba muncul didepanku dengan senyum indahnya.

‘Baiklah kajja’ Paman donghae menyudahi pembicaraan kami.

***

*Author POV*

Udara di pemakaman begitu segar,udara sore menjelang malam. Udara senja yang sejuk. Keluarga lee keluar dari mobil masing-masing.

Taeyeon,Onew dan Yoogeun bergandengan tangan menuju pemakaman. Yoogeun tampak senang sekali menuju ketepmat ini. Mungkin karena ini pertama kalinya bagi yoogeun.

*Onew POV*

‘Kita kemana apa?’

‘Ketempak kakek’

‘Kakek kenapa apa? Kenapa kakek ada ditanah?’

‘Karena……….’ Aku kehabisan kata-kata. Taeyeon melihatku iba matanya mulai berkaca-kaca.

‘Karena kakek sekarang sudah ada diatas,yang ditanah itu hanya jasadnya’

‘Apa…. Memang kenapa kakek meninggal? Yoogeun saja tidak tahu,tidak pernah bertemu’ wajah innocent yoogeun membuat keadaan disini menjadi hening. Semua orang saling tatap menatap.

‘Apa juga tidak tahu kenapa,tapi apa yakin tuhan sangat ingin apa bertemu dengan kakek’ entah mengapa kata-kata tadi tak sengaja keluar dari mulutku.

Sedetik setelah itu eommaku menangis sangat kencang. Sampai-sampaiia menangis dibalik punggung donghae.

Eomma membisikan sesuatu kepada pamanku dan sedetik kemudian pandangan paman menjurus kepadaku,bukan pandangan marah,bukan pandangan sedih tetapi lebih tepat pandangan prihatin.

Paman donghae langsung mendekatiku,sebelumnya kami duduk beerhadapan dan kini ia sudah ada di sebelahku. Dia membisikan sesuatu kepadaku.

‘Jinki sebenarnya apamu………’

*tbc*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “Incurable Disease – Part 1”

  1. bru aj td mlm ngayalin jinki sm taeng punya ank yoogeun.. eh ad ffnya..

    hmhmhm
    appa jinki jg punya pnykit jntung?

    author.. appa itu P nya 2.. hehehe

    lnjut thor

  2. Author… aku sedih nih, huhuhu T.T
    kasian banget Onew. Nyesek.
    Oya, ada yang kurang rapi. Misalnya, banyak nama orang yang huruf awalnya nggak kapital. Tapi overall bagus kok. Aku penasaraaaannn…

  3. Appanya kenapaaaaaa? Щ(ºдºщ)

    Okay. Penasaran berlebih. Apakah appanya juga meninggal karena penyakit jantung koroner? Atau penyakit lain? Atau janjangan belum meninggal sama sekali? ._.

  4. tadinya seneng nemu FF couple onew-taeyeon, tp sedih bgt FF nya 😦
    kasian onew, kasian taeng juga..

    itu kalimat trakhir bqin pnasaran, next part jgn lma2 yah ^^

  5. Hiaaaa appa nya jinki kenapaaaa?? Jangan-jangan jantung koronernya turunan appanya jinki nih….. .____.
    Kasian bangeett T_T onew nya kena, nurun ke yoogeun. Yaampuun sekecil ituu penyakitnya… :(:(
    Terus kenapa ya aku merinding pas baca ‘sebelum jantungku membusuk’ ‘-‘

    Oiyaa saran boleh yaaa. Ini bukan maksudnya aku sok pro nulis ff, tapi kalo bisa diksinya diperhalus. Misal jidat jadi kening gituu. Terus typo nya juga. Appa (ayah) itu p nya dobel 🙂
    Sekali lagi hanya saran. Aku sama sekali gak pro nulis ff. Keep writing dan ditunngu next part nya! 😀

  6. Seharusnya ommanya JinKi yang terkena penyakit jantung koroner bukan appanya. Peluan setelah JinKi yang terkena bahkan Yoogeun, pada umumnya dalam bidang kedokteran, pihak ibu yang membawa bukan ayah. Karena anak perempuan mendapat dari papanya dan anak leki-laki mendapatkan penyakit itu dari ommany.
    Typho author, maksud author mungkin appa buka apa. Appa = ayah. Sedikit binggung bacanya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s