I Can’t Be Yours – Part 4

I can’t be yours[4] : Stay or Leave, Make Your Decision!

Title : I can’t be yours

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Jung Hyuna (Imaginary), Lee Jin Ki, Kim Kibum

Support Cast : Lee Taemin, Kim Jonghyun

Length : Sequel

Genre : Parental Guidance, Romance, Life, Psychology, Angst

Rating : PG-15

Summary:

Key : “Lalu apa yang biasanya dilakukan oleh si pria yang terjebak dalam kisah ini, Hyung?”

Jonghyun : “Biasanya mereka akan meninggalkan kisah ini dan mencari titik aman untuk kehidupan mendatangnya.”

Key : “Bagaimana jika aku tidak suka bermain di zona aman? Aku telah menyetujui sebelumnya, bahwa selalu ada error di dunia ini, tapi apakah error tersebut masih bisa kuminimalkan?”

Jonghyun : “Pastikan terlebih dahulu, kau masih mencintainya setelah sampai pada titik ini?”

Key : “Ne, aku yakin cintaku padanya masih besar.”

Jonghyun : “Bermainlah dengan gagah. Kalau menurutku, hanya berani bermain di zona aman tidak pantas disebut namja.”

Key : “Maksudmu, masih ada peluang untuk membawanya ke sisiku? Tapi bukankah aku sudah terlambat jauh masuk ke dalam kisah cinta segitiga ini?”

Jonghyun : “Molla, aku tidak bisa memprediksi durasinya. Tapi analisisku mengatakan, ini bukan cinta segitiga biasa, kau perlu mempersiapkan cadangan energi lebih jika kau masuk ke dalamnya.”

Key : “Apa maksudmu, bukan cinta segitiga biasa?”

+++++

Key POV

Memahami isyarat Hyuna, sama seperti hewan-hewan gunung yang merasakan sinyal-sinyal tertentu ketika sang lava sudah mulai meronta untuk menunjukkan pijaran mautnya. Hanya segolongan animalia yang diberi keistimewaan khusus untuk menangkap tanda alam tersebut. Lalu, pertanyaanku, mengapa aku tidak diberi keistimewaan untuk menangkap pesan tersirat yang dilontarkannya?

Message from : MVP❤

Jagiya, sudah bangun? Keluarlah dari rumah, hirup semilir angin dan biarkan mereka memasuki setiap rongga pernapasanmu, dengan begitu semoga kerutan di yang menempel di wajahmu sejak kemarin berganti dengan senyuman. Temui aku dengan senyummu itu. Hari ini aku akan memenuhi janjiku mengajakmu makan.

Saranghae, Hyu

Pagi ini aku tidak sengaja membaca pesan yang ada di handphone Hyuna tak kala ia sedang berkutat dengan peralatan dapur. Kuperiksa SMS lainnya, masih ada dua pesan dari pengirim yang sama yang mungkin lupa ia hapus.

Message from : MVP❤

Aku tunggu di café biasa dekat kampus, seporsi pizza special menantimu. Take care your body, honey. Jangan lupa persiapkan semuanya untuk malam indah kita, Hyu.

Jadi Hyu, kau tidak pulang malam itu karena namja lain. Berarti benar yang dikatakan Minho. Hyu, Mengerikan, kau benar-benar tidak bisa diprediksi. Kau asyik bermain kotor sementara aku memilih tidak tidur semalaman karena mencemaskanmu.

Message from : MVP❤

Hyu, hari ini kau jalan bersama Key? Jangan terlalu mesra ya, aku cemburu.

Aku akan menemani kencan kalian juga, kalau dia membuatmu risih, aku akan muncul, tenang saja. Keep smile Hyu, berusahalah rileks ya untuk hari ini.

Aku terduduk lemas di meja makan setelah menghapus pesan yang baru masuk tadi pagi itu dan meninggalkan benda kesayangan Hyuna tersebut di tempat asalnya. Memandangi tubuh Hyuna yang masih belum menyadari kedatanganku. Masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terpampang di layar handphone-nya, aku memegangi dadaku yang entah kenapa terasa sesak mendadak. Tak hentinya aku merutuki diri sendiri karena aku baru menyadarinya setelah dua tahun.

“E, kau sudah bangun? Morning jagiya, lekas mandi dan menyantap sup iga sapi yang special kubuatkan untukmu, sup iga sangat baik untuk meningkatkan stamina setelah kau lelah karena lembur mengerjakan tugas kantor. Selain itu, iga mengandung banyak kalsium yang akan menguatkan tulangmu, kau ingin punya tulang yang lebih kuat dariku, kan?.” Ia akhirnya menyadari kedatangan penghuni lain di ruangan ini dan menyambutku dengan ocehan panjangnya. “Sapi juga baik untuk menambah darah di tubuh kita…” suaranya melemah setelah menyadari bahwa aku tidak meresponnya

Masa bodoh dengan sup iga yang kau bilang menambah stamina, nyatanya kau membuat staminaku menyusut drastis pagi ini. Apa itu gunanya kalsium? Bahkan untuk berdiri pun tulangku terasa sangat linu. Dan lagi, menambah darah? Hah, Kau seperti vampire yang menyedot darahku sampai terasa nyaris habis.

Aku terdiam, otakku masih terpaku pada perkataan Hyuna semalam. Jadi inilah yang menyebabkan Hyuna mendadak bertanya apakah aku sering merasa tersakiti olehnya, ya, ia tidak memberikan cintanya padaku karena memang telah ada yang menguncinya, dan mirisnya–mungkin aku lah yang menjadi orang ketiga, seperti yang dibilang Jonghyun hyung.

Dan ini juga yang menyebabkan ia berulang kali mengatakan bahwa aku tidak boleh menunggu hatinya terbuka untukku. Berpuluh kali juga ia mengucapkan kalimat yang intinya memintaku mencari yeoja lain. Ia sebenarnya sudah berulang kali memberikan tanda, aku saja yang sangat bodoh.

“Hyu, kenapa kau bersikap baik padaku?”

Ia tampak memicingkan matanya, mungkin ia sedang mencerna maksud terdalam dari pertanyaanku tersebut.

“Kau sakit? Omo, wajahmu pucat dan keringat dingin membasahi keningmu.” Hyuna menghampiriku dan tangannya hendak meraba keningku, tapi kutolak.

Ia tampak tidak percaya karena baru kali ini aku menolak sentuhannya.“Jawab pertanyaanku, Hyu!” aku sedikit meninggikan nada suaraku.

“Kau mau aku jawab menggunakan hati atau otak? Pilih salah satunya, Key.”

“Otak.” Jawabku singkat.

Ya, aku tidak ingin jawaban hati, mungkin jawaban hatinya adalah, karena rasa iba. Aku ingin alasan rasional kenapa ia masih memperlakukanku dengan baik, padahal di belakangku, ada orang lain yang mungkin diperlakukan lebih baik.

“Geurae. Because you’re my husband. Ada yang ingin kau tanyakan lagi, Key?” ia terseyum sambil mengelus telapak tanganku, dan kali ini aku tidak menolak.

Because you’re my husband,

Dia menganggapku sebagai suaminya, benar, dia berusaha menjadi istri yang baik, itulah mengapa ia tetap bersikap baik padaku. Tapi kenapa harus bermain di belakangku, Hyu? Kenapa dulu kau bersedia dijodohkan denganku kalau kau tahu persis hatimu tidak bisa berpaling dari namja itu.

“Hanya itu, belum ada yang lainnya. Aku akan memikirkan selanjutnya. Hyu, aku mandi dan sarapan di kantor saja.” Ucapku sambil meninggalkan ruangan ini tanpa sanggup melihat wajah indahnya.

Aku harus berpikir jernih untuk menentukan siapa yang salah dalam tragedi terselubung ini, aku atau Hyuna? Dan aku harus memutuskan langkah apa yang akan kuambil setelah ini.

Aku tidak sanggup melihatnya. Aku merasa sakit karena semua ini. Yang lebih menyakitkan lagi, mungkin aku telah membuat Hyuna sakit selama dua tahun memainkan peran sebagai anae-ku tanpa sedikitpun cinta, hanya berdasar pada prinsip untuk memperlakukan seorang suami dengan baik.

+++++

Jinki POV

Mungkin seperti kisahnyalah apa yang dimaksud dengan abnormal love. Atau aku salah menduga? Hyu, mengapa kau harus seperti itu? Sejak kapan kau menjalani jalan kegelapan seperti itu? Kalau memang analisisku benar, berarti aku, dan juga Key sama-sama datang terlambat dalam drama kehidupanmu.

Aku mengamati Hyuna yang tengah duduk sambil menopangkan dagunya ke meja. Ia terlihat begitu kusut pagi ini. Apa sesuatu telah terjadi antara dia dan nampyeonnya? Atau karena lakon kelamnya, bersembunyi bersama kekasih, ani, lebih tepat kusebut–setan pencuri hatinya?

Sekarang semua ini menjadi dapat dimengerti, Hyuna dan maksud ucapan alam bawah sadarnya beberapa waktu lalu. Hyu, masih bisakah aku membantumu keluar dari jerat setan tersebut?

Hyuna POV

Apa aku mengatakan sesuatu yang salah pada Key? Kenapa sikapnya sangat aneh? Semarah apa pun Key, biasanya ia tidak pernah menolakku. Dan lagi, apa maksud pertanyaannya?

Uwaaa…hari ini kau masak special untukku?

Wow, wangi masakanmu seperti magnet bagi lidahku.

Padahal aku masih mengantuk Hyu, tapi aku sudah tidak sabar menyantap masakan lezat anae-ku.

Gomawo jagiya, kau tidak bosannya membuatkan masakan untukku. Aku beruntung memiliki anae yang pandai memasak.

Biasanya Key akan mengucapkan hal-hal semacam itu setiap kali aku membuatkan makanan untuknya. Tapi tadi pagi ia hanya terpaku, seperti jiwa dan raganya sedang tidak bersatu.

Dan Key tidak mendesakku dengan pertanyaan lainnya setelah aku menjawab pertanyaan anehnya, ini tidak seperti biasanya. Kenapa ia sangat terkesan pasrah setelah mendengar jawabanku? Dan lagi ia mengatakan bahwa ia akan memikirkan kelanjutannya. Key, wegure?

“Hyu, catatanku sudah selesai?” Jinki membuyarkan lamunanku.

Tatapan Jinki padaku juga sangat aneh. Ada semacam kesedihan tergurat di mata sipitnya, biasanya dia selalu memandangku dengan sinar mata penuh semangat.

“Ne, ini aku kembalikan. Oya, Jinki-ya, aku mau bertanya padamu, tapi nanti saja ya waktu aku membayar janjiku, aku akan mentraktirmu hari ini. Siang ini kita makan pizza bersama ya di dekat café dekat kampus, otte?”

“Oo, baiklah. Aku juga ingin bicara empat mata denganmu, Hyu.”

“Kenapa hari ini ada dua namja yang bersikap aneh padaku? Kalian tidak sedang kompakan membuat otakku berpikir keras, kan?”

“Aku? Memangnya apa yang aneh denganku? Lalu, siapa namja satunya? Key?”

“Kau dan Key sama-sama menatapku dengan pandangan kosong, aku tidak mengerti dengan namja seperti kalian…huh, menyebalkan, sudahlah, lupakan.”

“Aku baik-baik saja, malah mungkin kau yang sangat aneh, Hyu.” Jinki tertawa, tapi bukan tawa normal kepunyaannyalah yang tertangkap inderaku.

Ia sedikit memaksakan tawanya dan entah kenapa aku merasakan ada bau sindiran dalam tawanya. Ah, sudahlah, aku tidak mau pusing dengan semua ini.

+++++

“Perempuan bukan merupakan teman laki-laki yang tidak berguna, melainkan tempat yang memesona dimana aliansi yang hidup antara laki-laki dan alam semesta dihadirkan. Jika perempuan lenyap, laki-laki akan sendirian, orang asing tanpa paspor dalam dunia yang membeku.”

 –*Michel Carouges*–

Key POV

“Hyung, apa aku bersalah dalam hal ini?” Aku bertanya pada Jonghyun dengan nada kesedihan yang menyaru dengan kemarahan.

“Tidak dapat kuputuskan. Tapi memang kasus seperti ini sering terjadi pada sepasang sejoli yang dipersatukan oleh perjodohan.” Jonghyun mengelus-elus dagunya sambil menggerakkan pelan kursi putar yang sedang ia duduki.

“Lalu apa yang biasanya dilakukan oleh si pria yang terjebak dalam kisah ini, Hyung?”

“Biasanya mereka akan meninggalkan kisah ini dan mencari titik aman untuk kehidupan mendatangnya.”

“Bagaimana jika aku tidak suka bermain di zona aman? Aku telah menyetujui sebelumnya, bahwa selalu ada error di dunia ini, tapi apakah error tersebut masih bisa kuminimalkan?”

“Pastikan terlebih dahulu, kau masih mencintainya setelah sampai pada titik ini?” Jonghyun hyung menatapku serius.

Ya, ini adalah pertanyaan penting yang harus kuyakinkan betul jawabannya agar aku tidak membuang seluruh daya juangku secara sia-sia. Sebesar apakah cintaku untuknya kini?

Aku merenung lama, dan semakin lama aku melakukannya, isi memoriku dipenuhi keistimewaan yang melekat tebal dalam diri Hyuna.

Dia cerdas, dia kuat, dia tidak cengeng, dia cantik, dia melakukan tugas rumah tangga dengan baik, dia mengurusi aku dengan telaten sewaktu aku sakit, bahkan ketika kaki kananku patah setelah kecelakaan mobil, dia bersedia menjadi satu kakiku selama aku di rumah. Dia bersedia merawat ummaku selama beliau sakit parah hingga ajal menjemputnya, tidak jijik mengurus segala hal yang menyangkut system ekskresinya. Dimana lagi aku menemukan yeoja seperti dirinya? Aku pun tidak bisa lepas dari perkataan khas-nya yang sama frontalnya seperti ucapanku, menusuk namun terdengar sangat menarik.

Yang kurang hanya satu, cintanya bukan untukku. Dan yang harus kulakukan adalah merebutnya dari namja sialan itu. Bukankah ini resiko yang harus diterima Hyuna karena telah bersedia menjadi anae-ku, tidak peduli keterpaksaan ada atau tidak dalam keputusan sakralnya itu.

“Ne, aku yakin cintaku padanya masih besar.”

“Bermainlah dengan gagah. Kalau menurutku, hanya berani bermain di zona aman tidak pantas disebut namja.”

“Maksudmu, masih ada peluang untuk membawanya ke sisiku? Tapi bukankah aku sudah terlambat jauh masuk ke dalam kisah cinta segitiga ini?”

“Molla, aku tidak bisa memprediksi durasinya. Tapi analisisku mengatakan, ini bukan cinta segitiga biasa, kau perlu mempersiapkan cadangan energy lebih jika kau masuk ke dalamnya.”

“Apa maksudmu, bukan cinta segitiga biasa?”

Aku bingung. Ya, aku tidak punya cukup ilmu untuk menerka aturan, rute dan titik ujung seperti apa yang ada di ujung kisah ini. Aku hanya terlempar ke tengah perjalanannya, bukan bermain dari mulai garis start.

“Pesaingmu, adalah setan mengerikan. Aku belum berani mengatakannya sekarang. Kalau boleh aku memaksa, batalkan semua agendamu hari ini dan jadilah spy professional, kau mungkin akan menemukan jalan selanjutnya.”

Benar juga, hari ini Hyuna akan bertemu namja itu. Mungkin ini kesempatan emas bagiku untuk melihat seperti apa orangnya, siapa orang yang berhasil memenjarakan hatinya sampai-sampai aku tidak bisa membesuknya sedikitpun.

Dan, ada satu nama yang bercokol di dalam prasangka burukku, Lee Jinki. Ya, pertama, mereka telah lama kenal. Kedua, hari itu ia muncul karena mungkin Hyuna sudah mulai terganggu dengan pembicaraan kami berdua yang sudah terasa frontal.

+++++

Jinki POV

Tidak peduli bahaya apa yang akan menghadangku setelah aku mengatakan semua prasangkaku sebentar lagi. Aku hanya ingin ia tersadar bahwa apa yang telah dijalaninya adalah suatu ketidakwajaran.

“Hyu, kau duluan, apa yang mau kau ceritakan padaku?” aku memberinya senyuman agar ia tidak terlalu merasa tegang, karena sedari tadi alisnya berulang kali mengkerut.

“Aku tidak bisa memahami namja, termasuk Key. Menurutmu, jika Key tiba-tiba bertanya kenapa aku memperlakukannya dengan baik, apa maksudnya?”

Aku berpikir sejenak untuk memikirkan jawaban terbaik. Mungkin aku tahu alasan dibalik sikap Key tersebut. Ya, karena Key menyadari bahwa Hyuna bermain di belakangnya. Tapi, dari pertanyaan Key itu, aku yakin Key belum sampai pada titik yang telah kutemukan jawabannya.

“Karena ia merasa aneh dengan sikapmu. Aku tidak tahu seperti apa kau memperlakukan Key, bisa kau ceritakan?”

“Aku? Biasa saja, aku melakukan hal yang seharusnya dilakukan ibu rumah tangga.” Hyuna menjawab ringan.

“Tapi apa Key menyadari bahwa kau sama sekali tidak mencintainya?”

“Dari mana kau tahu bahwa aku tidak mencintai Key?” Ia tampak tidak percaya mendengar penyataanku—yang mungkin lebih mirip tuduhan baginya.

“Tentu saja, orang sepertimu sulit untuk memahami, apalagi mencintai Key, kau tidak peduli seberapapun besarnya cinta Key padamu.”

“Apa maksudmu? Jangan berpikir sembarangan tentangku, kau tidak tahu apapun tentangku.” Ia tampak ketakutan kini, beberapa bulir keringat mulai tampak di keningnya.

Aku tidak langsung menjawab. Ada beberapa hal yang ingin kupastikan terlebih dahulu, aku tidak boleh gegabah mengatakannya.

“Ternyata benar dugaanku. Lee Jinki, kau lah yang membuat rumah tangga kami jadi berantakan!” sebuah suara agak keras membuatku tersentak setengah mati.

Key? Dia menuduhku apa barusan? Andwae! Bukan aku Key! Ya! Kenapa kau harus muncul di saat yang tidak tepat, padahal sebentar lagi kita berdua akan sama-sama mengetahui penyebab sebenarnya. Pabo!

Hyuna POV

“Tentu saja, orang sepertimu sulit untuk memahami, apalagi mencintai Key, kau tidak peduli seberapapun besarnya cinta Key padamu.”

Sebuah ucapan yang mengerikan! Tidak kusangka orang seperti Jinki menyadarinya. Andwae! Tidak mungkin. Tidak, ia tidak mungkin mengetahuinya sampai titik itu.

“Apa maksudmu? Jangan berpikir sembarangan tentangku, kau tidak tahu apapun tentangku.” Kurasakan getaran saat mengucapkannya. Aku ketakutan setengah mati, rasanya tidak ingin mendengar apa yang menjadi kelanjutan perkataannya.

“Ternyata benar dugaanku. Lee Jinki, kau lah yang membuat rumah tangga kami jadi berantakan!”

Arrghhh…kenapa harus ditambah kedatangan Key? Tunggu, apa tadi yang diucapkan Key?

“Hyu, jadi ini namja yang kau cintai? Yang tadi pagi mengirimi SMS yang ujungnya mengajak makan bersama? Wow…tidak kusangka kau sangat menyukai pizza, dan namja ini yang mengetahuinya lebih dulu. Dan mungkin, telah ada ribuan SMS dari namja ini yang telah kau hapus agar aku tidak mengetahuinya.”

Jinki, apa yang harus kukatakan? Kau tidak berperan dalam cerita ini. Aku tidak mau kau terlibat dan membuat namamu kotor di mata Key.

“Jadi Hyu, apa yang akan kau lakukan? Aku, atau dia?” Key kembali seperti menodongkan pisau tajamnya, kali ini bahkan sudah melukai kulitku.

“Aniyo, kau salah paham, Jinki tidak…”

“Ya, kami memang seperti ini. Dan aku yakin seratus persen, dia tidak akan memilihmu.” Jinki memotong ucapanku, dan itu membuatku membatu.

“Hyu, katakan sejujurnya, siapa yang sebenarnya menjadi orang ketiga?” Mata Key berkaca-kaca kini, dan itu membuatku menangis lebih dulu.

Entah sudah berapa tahun aku tidak menangis, sewaktu ummaku meninggal pun aku bahkan tidak menangis. Tapi, kini aku melakukannya, kau tahu kenapa? Aku telah melukai dua namja sekaligus hanya karena aku tidak berani mengakui alasan kotorku yang sebenarnya.

Ne, Kau orang ketiganya Key, tapi bukan Jinki juga orang yang selayaknya kau tuduh.

“Berhenti menyakiti Hyuna kalau kau memang mencintainya, bermainlah dengan kepala dingin Hyung! Ya, aku akui, aku sangat mencintai Hyuna sejak SMA, jauh sebelum kau ada di hadapan kami berdua. Sekarang, pulanglah dan pikirkan jalan terbaik apa yang harus kau lakukan. Pikirkan dengan jernih semua maksud perkataanku, pahami sampai dalam. Temui aku ketika kau sudah menyadari kesalahanmu selama dua tahun ini.”

Aku semakin gemetar mendengar perkataan Jinki. Aku memahaminya, sampai ke titik yang paling dasar. Jinki…kenapa harus kau duluan yang memahamiku? Bukan Key yang telah tinggal satu atap denganku selama dua tahun.

Jinki hanya bilang bahwa dia mencintaiku, dan aku pun sadar betul bahwa perkataannya itu mungkin sudah ingin ia ucapkan sejak lama. Tapi, Jinki tidak bilang sedikitpun bahwa aku juga mencintainya dan kami telah melakukan hubungan terlarang. Ya, Jinki tahu apa yang sebenarnya kujalani selama bertahun-tahun. Ia menyuruh Key berpikir jernih agar Key menyadari kondisiku yang sebenarnya. Sekarang, aku tahu siapa yang lebih cerdas di antara Jinki dan Key.

“Baiklah Hyu, asalkan kau bahagia. Aku pergi dulu Hyu, aku akan menemuimu lagi, mungkin kita akan bersua kembali di sidang perceraian.” Kali ini air matanya pun ikut menemani air mataku, lalu ia menghela nafas panjang dan meninggalkan kami dengan langkah yang dipaksakan agar lebih cepat.

“Cih, sempit sekali pikiranmu!”Jinki mendengus kesal.

Aku hanya membisu, otakku belum bereaksi lagi setelah semua dialog mengerikan tadi dimainkan di depanku. Yang baru bisa kulakukan hanya memandang Jinki sambil berurai air mata, entah lebih pantas kusebut air mata apa ini—kesedihan atau ketakutan?

+++++

Minho POV

Benar yang kuduga, sahabatku ini dipermainkan. Berulang kali aku memperingatkannya tapi Key terlalu dibutakan oleh cinta. Aku sudah mengira kalau inilah penyebab Hyuna tidak pernah mencintai Key, ia bermain hati dengan namja lain.

“Sudahlah Key, lepaskan dia dan mulai dengan hidup barumu.” Aku menepuk-nepuk pundak sahabatku ini.

Ia masih terisak sambil menutupi wajahnya, aku yakin ia malu dilihatku. Seharusnya, namja tidak menangis. Memang betul, setiap manusia yang terlahir di dunia ini memiliki kelenjar air mata. Semua yang diciptakan, yang melekat dalam diri kita pasti ada fungsinya. Menangis merupakan salah satu jalan untuk mengekspresikan perasaan kita, bagi beberapa orang, menangis dapat membuat perasaan mereka sedikit lega.

Hanya saja, namja memang dilahirkan dengan penggunaan otak yang lebih mendominasi dibandingkan perasaan. Seharusnya, kami para namja menyadari bahwa menangis tidak akan menyelesaikan masalah, dan apa gunanya perasaan lega jika masalah tetap berdiri di hadapanmu?

Seharusnya, otaklah yang bekerja cepat, mencerna semua sinyal yang membentang dan memikirkan langkah apa yang segera diambil, bukan menangis seperti yang dilakukan Key.

“Key, uljima. Bukankah menangis sangat tidak pantas dilakukan oleh namja? Apalagi hanya karena seorang wanita. Berpikirlah rasional, Key!”

“Minho, kali ini saja biarkan aku melampiaskan emosiku dengan air mata.”

“Geurae. Tapi jangan berlarut-larut Key.” Aku tidak tega melihat kondisinya saat ini.

Seluruh wajahnya memerah, dan terlihat garis-garis merah pada bagian putih matanya. Rambutnya sudah pasti acak-acakan, ditambah lagi kemeja putihnya sudah tidak terpasang baik di tubuhnya.

“Aku bingung…apa yang harus kulakukan setelah mengetahui semua ini?”

“Kau tidak tegas dalam bertindak Key. Mungkin itu juga yang membuat Hyuna tidak menghormatimu dan lari pada namja lain.” Aku kesal setengah mati pada karakternya yang satu ini.

“Bukan begitu Minho! Aku tidak sepenuhnya menyalahkan Hyuna atas semua ini. Akulah yang menjadi perusak hubungan mereka, karena dijodohkan denganku ia harus menjadi buronan dalam kisah cintanya sendiri. Aku lupa bahwa yeoja itu menggunakan 90% perasaannya, hanya sepuluh persen logika yang ia gunakan. Jadi, tidaklah aneh kalau ia tetap bersikukuh mencintai Jinki, dan tidak menggunakan otaknya untuk berpikir–bahwa ia telah menikah denganku.”

Aku terdiam, pendapat Key tidak sepenuhnya salah, namun tidak juga dapat dibenarkan.

“Aku juga telah melukai Hyuna dengan mengikatnya dalam dua tahun pernikahan kami. Tadi aku melihatnya menangis, padahal ia tidak biasanya menangis, bahkan saat umma-nya meninggal pun ia tegar. Itu berarti, ia sangat tertekan dan menderita karena ini semua! Berhentilah untuk hanya menyalahkan Hyuna, Minho!”

“Kau perlu dibawa ke psikiater akibat terlalu mendewakan cintamu pada Hyuna!” aku meninggalkannya sendiri, kurasa ini masih lebih baik daripada aku menghajar namja lemah di hadapanku ini.

+++++

Jinki POV

Kebenaran itu sifatnya relative, di suatu kondisi, apa yang kau lakukan mungkin telihat salah, tapi dalam situasi lain, tindakan yang kau pilih mungkin akan dinilai benar. Jangan terlalu berpegang pada satu titik acuan. Dunia ini luas, kau bisa memutuskan pohon mana yang kau pegang.

Bersikaplah bijak, terutama dalam situasi genting.

Mungkin berbohong adalah suatu dosa, perbuatan tercela yang dibenci Tuhan. Tapi, kali ini kebohonganku bukan semata-mata melindungi Hyuna, tetapi aku ingin menariknya dari jalan berlumur dosa, bukankah aku benar dalam hal ini?

Tadinya aku ingin memberontak saat aku menjadi terdakwa yang dicap sebagai pria pengganggu rumah tangga orang. Tapi, percakapanku tadi pagi dengan Taemin merubah pikiranku, karena setelah itu, aku menyadari sebuah fakta mengerikan yang sempat membuatku berpikir, apa aku masih boleh menyimpan cintaku untuk Hyuna. Aku tak tahu kelanjutan perasaanku, tapi satu hal yang aku tahu, aku harus membalikkan arah kehidupan Hyuna.

“Jinki-ya, kenapa kau berbohong pada Key?” Tanya Hyuna setelah beberapa menit kami saling membisu di dalam apartemenku.

Ya, aku memilih tempat ini karena privasinya terjamin. Tidak akan ada orang yang akan mendengar percakapan tabu yang mungkin akan terjadi setelah ini.

“Mmm, akan kujawab setelah kau mengakui siapa kau yang sebenarnya.” Aku tersenyum pada yeoja yang sangat kucintai ini.

“Kau menyadarinya?” ia membalasku dengan senyuman getir.

“Tentu. Aku memperhatikanmu, Hyu.”

“Memperhatikanku? Ternyata benar, kau mencintaiku.”

“Aku tidak akan mengakuinya sampai yeoja di hadapanku ini sembuh.” Aku tersenyum lagi. Kali ini aku duduk di sebelahnya.

“Kau mengerikan, berapa IQ-mu?” ia memandangku dengan mata yang menyipit.

Aku ingin tertawa rasanya. Benarkah IQ saja yang membuatku menyadari semua ini? Orang seringkali terlalu mendewakan IQ, seolah men-judge bahwa orang yang ber-IQ lebih tinggi, dialah yang lebih cepat mengerti. Padahal, tanpa usaha tekun, cermat dan sabar, orang ber-IQ tinggi tetap akan dikalahkan oleh orang yang IQ-nya standar saja namun memiliki effort kuat, mengasah bakatnya, dan mendekatkan diri pada Penciptanya.

Flashback

“Hyung, apa kau menyadari kalau ada yang aneh di antara Hyuna nuna dan Key Hyung?” Taemin tiba-tiba bertanya saat kami berdua sarapan di apartemen.

Benar juga, aku merasa keduanya tidak terlalu harmonis. Sorot mata Key jelas menunjukkan bahwa ia mencintai Hyuna, tapi tidak sebaliknya. Hyuna bahkan mengajak kami bergabung, jelas itu merupakan hal yang akan mengganggu acara makan mereka. Lalu setelah makan, Kami dipaksa ikut serta di perjalanan mereka selanjutnya, dan saat itu ia memilih berjalan bersama Taemin, tidak bersama Key.

“Ne, kau benar, hanya ada cinta satu pihak dalam rumah tangga mereka.”

“Hyung, sebenarnya aku takut mengatakan ini, tapi…kau perlu tahu…”

“Wegure? Adakah yang lebih aneh?”

Taemin terdiam, ia terlihat memegangi pipinya yang mulus itu dengan mata yang berkedip sesekali.

“Kau sakit? Ayo kita ke dokter kalau kau merasa tidak enak badan.” Aku langsung panik melihat ekspresi Taemin.

“Aniyo, bukan seperti itu. Ini tentang yeoja pujaanmu itu hyung. Nggg…aku tidak tahu ini hanya perasaanku atau bagaimana. Menurutmu, kenapa Hyuna nuna memilih jalan bersamaku?”

“Haha, kan kau sendiri yang bilang kalau hubungan Hyuna-Key tidak harmonis.”

“Bukan hanya itu Hyung, setiap kali bertemu aku, nuna selalu menyebutku cantik, mengelus pipiku, mencubitiku, mengacak-acak rambutku dan…”

“Bukankah kau sudah sering diperlakukan seperti itu oleh nuna yang lain?” aku menyergah cepat ucapan Taemin, tertalu mengerikan untuk dilanjutkan.

“Bukan, ini berbeda Hyung. Yang lain melakukannya tanpa hasrat, tapi Hyuna nuna berbeda. Terlebih, dia menggenggamku sangat erat tak kala berjalan denganku…”

Seperti baru saja dihantam sebuah mobil truk pengangkut bahan bakar rasanya, kenapa minyaknya tidak tumpah saja sekalian lalu sulutlah sebatang korek api agar aku mati saja saat ini. Kenyataan ini begitu mengerikan. Hyu…kau…

Flashback end

Sekarang aku paham kenapa ia harus sembunyi-sembunyi dan kenapa menerima pernikahannya dengan Key. Ya, karena sebesar apapun ia dan pasangannya saling mencintai, mereka terlarang untuk bersatu secara resmi.

“Bukan IQ-ku yang tinggi, tapi hati dan instingku yang terasah. Hyu, sejak kapan kau menjadi lesbi?”

TBC…

+++++

Shock? aku ngetiknya juga cengap-cengap, sakit sendiri…Jinki ama Key buat aku aja deh #tarik-tarik kaos OnKey

Nah loh, habis ini gimana dengan nasib Jinki n Key? Au ah gelap. Bercanda, aku udah tau endingnya kok. Jadi, pantengin terus ya kelanjutan kisah ini.

Semua kritik dan saran aku terima, kecuali kalo ada yang bilang ini kependekan. Kisah ini berat, jadi bakal cape lahir batin kalo aku panjangin lagi. Aku juga bisa sesek napas kalo kelamaan berkutat dengan laptop karena menuangkan isi kepalaku yang liar.

Naah…di part-part sebelumnya, ada readers yang tebakannya bener, chukkae…kalian jeli mencerna maksud kalimatnya, hoho…

Don’t forget lo give me oxygen, OK?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

39 thoughts on “I Can’t Be Yours – Part 4

  1. WHAT? LESBIAN? cant believe it…
    Perlu baca ulang deh nih… :C
    Gak terduga, sumpah.. Speechless, bingung jadinya mau komen apaan. -.-
    Paling satu, tak kala? Tatkala bukannya?

  2. Mmm… Keluar dari semedi. Ada FF ini. Dan jujur aku bru bca… Dan langsung kaget!! Beneran kaget. Aku bingung mau ngomen apa…

    Loncat k part 1.

  3. hah?? Lesbi???
    waah tbkanq mleset jauh. . Q kira pcrx tuh cm dlm imajinasix ja. .

    Asli deh, speechles bgt q. .
    sumpah! Ddaebak . . .
    q msh cengo’ lhoh skrg. . .

  4. aduh udah baca sambil nangis2x terus sambil ngata2xin hyuna rasanya mau nyakar2x tuh cewe dah bikin key aku nangis dan berjuang segitu kerasnya, ternyata dia lesbi pantesan gak pernah di kasih tau identitas pacarnya hyuna, tapi ceritnaya bagus kaya baca cerita2x detective gitu…
    author jangan lama2xya lanjutannya…

  5. Mworagoooo?? Hyuna?? Diaaaaa??? OH tidaaaakkkkkk,,,, Bener2 diluar dugaaan,, gx add pikiran bahwa Hyuna itu penyuka sejenis,,, pantes ajj authornya udd wanti-wanti klo Nihh FF bakalan beda sama Ff lainya,,, astaga,,, Gx ketebak sama sekali,,,

    Key,,, kau kasihan sekali,, tp aq penasarann,, selama dua tahun menikah itu mrk melakukan hub. Suami istri gx sihh?? #apa gx ya,, agak-agak lupa,,,

    Jinjaaaa,, cengo sendiri,,, baca part ini,,,

    dan yg menyadari Kelainan Hyuna itu malah Taemin,,ckckckckc

    Nasibmu Tragissss Key,,,,

    Daebakkkk,,, ditunggu lanjutanya,,,😛

  6. Kya!!!! Hyuna lesbi? Ya ampun thor gila gk nyangka bgt cerita ya bs kyk gt
    Daebak dech author😀
    Au kira pacar ya hyuna slh satu member shinee ya ampun ternyata cwe
    Duh bingung mw monk pa gy. Kaget bgt
    Lanjut author cepetan ya. Penasaran nich
    Hwaitting

  7. sumpah aku speechless pas baca klimaksnya.
    lesbi? omo…aku masih gak percaya.
    jadi…jadi.. ah masih kaget.
    ya ampun eon, keren bgt .
    sukses nih bikin aku membeku di tempat gara2 baca klimaksnya
    kdaebak eon!😀
    gak sabar nunggu kelanjutannya😄

  8. hah… setelah baca..
    “sejak kapan kau menjadi lesbi”
    aku melongo cengo layak kambing bego…
    udah 4 part thor !! dan aku baru tau kalo hyuna lesbi ??!! what !!
    gilaaaa!!!
    hah ??? pantess !
    jinkiiii kau pintaaaar !!! aisssh, udah banyak masalah, ternyata dia lesbi ?!!! lesbi?!!! oh my god! shock !!! gegabaaaah !!!
    >,<
    ayo..ayo part selanjutnya, waww minho.. tegas amat, aku kira minho loh yang pacarnya hyuna, ternyata dia lesbi!! sekali lagi aku ulang, lesbi????
    gubrakk…

  9. sumpah, kaget banget baca part ini. Gak pernah kepikiran kalau hyuna itu lesbi. Kenyataan yang bener-bener mengerikan.
    Aduh, tragis amat nasib key. Kalo udah kayak gitu, apa hyuna masih bisa membuka hati untuk namja ya?
    Next part jangan lama-lama ya thor.

  10. …………………………..
    …………………………..
    …………………………..APA?????????? TERNYATA si Hyuna itu “lesbi” yha?
    weh,,weh eonni,,,kok bisa sih bikin ff kayak gitu???? keren…….!!! eonni daebak!!!!!!!!🙂
    ayo eonni part selanjutnya…. momo ga sbr!🙂
    fighting!

  11. OMO! ga nyangka saya punya bakat jadi detektif, haha
    beneran lesbi jadinya…. ckckck
    key malangnya nasibmu… padahal part-part kmaren key pinter bgt lho, tapi kalo urusan beginian lumayan oon jg…
    onew? waaaahh!! kau pintar, udah gitu setia lagi. dari sma boooooooo…tp ga nembak2 -.-

    tapi blasss!! endingnya ga bisa nebak sama skali, entah deh hyuna jadinya ma siapa… key atau onew… atau… anianianiani… ga boleh dgn partner lesbinya! hiiyy…
    request couple jg ga bisa. slain karna endingnya dah ditentuin authornya, akunya jg bingung mo shipping hyuna dgn siapa, abisnya gasuka karakternya sih, nyebelin! mending key dgn onew aja deh! *lho kok jadi homo?* #plak
    trus jg apa hubungan cerita ini dgn cover ffnya yg ada gambar hati di dalam lampu? itu apa artinya ya?

    pnasaran kenapa hyuna jd lesbi… apa karna appa-nya breng**k jadinya dia trauma dgn laki-laki? tapi kan yunho-nya baek… atau karna ibunya bagaikan superhero buat dia jadinya dia kagum ama yeoja? brarti secara ga langsung dia narsis dong ya? #apasih
    tau deh! ditunggu next part-nya aja hehe ^_^


  12. tebakanq bener! ._. #gg nyangka
    Oh Em Gee!!!hyunna O.O *nebak sendiri, shock sendiri*#nari”Shock
    hadeh,,,..tpi aq sempet mau ketawa thor pas taem ngomong klo hyunna sering ndeketin taem krn taem tu,manis,cantik,dll -,-…
    nyu..nyu…pinter amat sih dirimu??bagi” dikit dong rasianya,wkwk…
    minho sangar amat di sini…ckckck..minhoku~~(?)
    author~~~key hyuna jangan cerai..please,,>.<,sayang baget,kasian juga si key😦
    aq tgu kelanjutannya..penasaran bgt :3

  13. Wheww, ternyata dia lesbi toh. Nggak nyangka aku. Aku pikir pacarnya tu Lee Jinki, tapi di awal2 FF dibuat seakan mereka nggak terlalu kenal dulu biar mengecoh, ternyata…

    Ini diksi-ya nice banget, berasa baca novel dah, ehehe. Keep on working yak!!!

    Penasaran jadinya gimana nih FF nya pengennya sih sama Jinki aja, hehee #ngarep euy

  14. mian aq g bs bls satu2, deadline tgs lg bkin sesak bgd.

    Ptama bwt yeorin, makna poster, itu kan ada love di dalam genangan air yg agak keruh, menandakan cintany ngambang2,trus d dalam lampu, artiny cinta yg ngambang2 n keruh itu masih punya cahaya.

    Thx a lot bwt smua yg udh mw baca n komen*bow

  15. Wow, Hyuna lesbi ?? berarti dugaanku bener dong… soalnya udah kerasa dari aku baca part part sebelumnya…. Nice story, thor…

  16. beneran nggak pernah berpikir sampai kesitu…
    jadi maksud yunho hyuna sakit ini karena hyuna lesbi….
    wah jinki emang daebak deh, tapi dalam hal ini kayaknya taemin yg lebih berjasa…

  17. telat banget baru baca sekarang😦

    Wahhh.. ane kagak nyangka ternyata lesbi!!
    waduuhhh.. beneran thor ini kisahnya berat bangeet…

    *lanjut baca ke part 5*

  18. .yakk!!trnyta bnar kecurigaanku kalo hyuna lesbi. .aissh,author daebak udh brhasil bkin reader br.pusing2 ria. .oke,lnjut d.part 5 , .

  19. Selalu menarik untuk dibaca. Key nggak sadar telah menyimpulkan pendapat yang salah. Ternyata Taemin masih lebih jeli menerawang maksud Hyuna yang berbeda memperlakukannya. Oh tidak, Hyuna penyuka sesama jenis.

    Hanya saja sedikit kerancuan pada kata ‘kita’, yaitu kalimat, “Aku juga telah melukai Hyuna dalam dua tahun pernikahan kita.”. Lebih tepat menggunakan ‘kami’, bukan? Di sini enaknya hampir bersih dari typo. Jadi sayang saja kalau ada bahasa yang rancu.

    Nice story. Lanjut!

  20. salah paham apa ini??? jinki dan key..
    apa alasan hyuna seperti itu???
    teka teki yg indah…
    ide cerita yg unik. gaya bahasa yg rumit tp masih cukup bisa dimengerti..

    next part…

  21. Baca yang terakhir aku sempet nahan nafas..
    LESBI?????
    Gak sampe kepikiran sama aku kalo Hyuna lesbi,,jadi selingkuhannya bukan namjachingu dong? tapi yeojachingu…

    Pantes oppa-nya bilang dia sakit..

    Uwaaahhh,,,Jinki pinter banget ya,,tapi Taemin lebih pinter,,,#clap hands

    Itu itu,,,Jinki manggil Key Hyung agak aneh ngebayanginnya…hehehe

    Sekarang ke part 5

  22. Arrrggh… ternyata apa yang di kepala ku gag salah… Sakit? Berbeda? Menyimpang? Tabu? Berdosa? dan serentetan kata2 lain menuntunku menyimpulkan hal itu… kasian deh ama Jinki KeyT.T

  23. that’s right~
    dr part sbelum’yh aku ngerasa ada yg aneh” gtuh n’ bkin aku mikir klo Hyuna ‘abnormal’~
    daaaan terungkaplah di part ini hoho
    seru”😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s