My Sassy Bride – Part 5

Title : My Sassy Bride (part 5)
Author : Park Ara
Main Cast : Key, Tanaka So Hee, Kim Jonghyun, Victoria
Support Cast : Taemin, Choi Minho
Length : Sequel
Genre : Comedy, Romance, Marriage Life
Rating : PG 15
Credit Song :
SHINee – The Name I Loved
U-Kiss – Take Me Away

Mereka benar-benar saling kenal. Bahkan mungkin sudah akrab. Entah, aku mulai merasa sendirian lagi. Tidak, aku tidak boleh begini. Sadarlah So Hee, disini ada Victoria eonni dan Key. Kau tidak sendiri.
Tapi… aku tidak bisa memungkirinya… Bisakah seseorang membawaku keluar? Aku mohon…

“Eum… So Hee, gwaenchanayo?” tanya Victoria eonni tiba-tiba. Aku hanya membentuk tanda ok dengan jari-jariku.
“Aku mau ke kamar dulu, eonni,” pamitku lalu masuk ke kamar. Yah, aku sendirian lagi.
Tanaka So Hee POV END

Key POV
Ada apa ya dengan So Hee? Kenapa aku perhatikan sikapnya aneh sekali? Ia seperti merasa sendiri, hilang, atau semacamnya. Apa yang membuatnya seperti itu?
“Key-ya, bagaimana kalau kita memasak untuk So Hee dan makan malam kita?” tanya Victoria membuyarkan lamunanku.
“Ide bagus,” jawabku lalu menuju ke dapur. “Apa yang ingin kau masak?” tanyaku sambil mengecek isi kulkasku.
“Terserah kau saja.”
“Bagaimana kalau Hot Beef Sphagetti?” tanyaku karena kebetulan aku punya sphagetti yang aku beli kemarin.
“Boleh…”
Aku mengeluarkan dagingnya lalu mencincangnya bersama Victoria. Kami berdua terdiam dan hanya ada suara pisau yang terdengar.
“Apa kau mengenal So Hee?” tanya Victoria memecah kesunyian di antara kami.
Aku menatapnya sekilas lalu menjawab, “Tidak. Aku tidak mengenalnya.”
Tangan Victoria masih menicincang daging di depannya tapi pikirannya mungkin terbang kemana-mana. “Apa dia suka memukulmu? Dengan tongkat baseball?”
Sekarang aku benar-benar menatapnya. “Bagaimana kau tahu?”
“Bukankah So Hee sering melakukannya?” kata Victoria sambil terkekeh kecil. “Entahlah, mungkin sudah menjadi salah satu hobinya.”
“Apa dia juga sering melakukannya padamu?”
“Haha… tentu saja tidak. Dia hanya memukul namja,” tawa Victoria sambil menepuk punggungku pelan.
“Bagiku, dia yeoja yang berbeda dari yeoja lain,” ucapku dengan tatapan kosong. “Walau segalak apapun dia, tapi dia tidak sama dengan yang lain.”
Kesunyian lagi-lagi menghinggap di antara kami berdua. Kami seolah memikirkan hal yang berbeda. Tapi yang membuatku bingung adalah… aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri.
“Eonni, aku pergi dulu ya!” seru So Hee yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
“Kau mau kemana?” tanyaku mendahului Victoria. Kenapa aku seperti perhatian begini padanya?
“Bertemu hyungmu!” jawabnya lalu langsung keluar.
Victoria menatapku. “Ada apa antara So Hee dan hyungmu?”
“Mereka berpacaran.”
“Mworagu?”
Key POV END

Tanaka So Hee POV
Aku keluar dari gedung apartementku dan menyapukan pandanganku luas ke depan. Aku mencari-cari sesosok Jonghyun oppa yang tadi menelponku dan menyuruhku keluar. Dimana oppa? Apa ia mengerjaiku lagi?
“Saengil chukahamnida… Saengil chukahamnida…”
Aku langsung membalikkan badan dan melihat Jonghyun oppa bernyanyi sambil membawa sebuah kue. Aku menutup mulutku tak percaya.
“Saengil chuka… saengil chuka… saengil chukahamnida… Happy birthday, Tanaka So Hee!” ucapnya sambil tersenyum.
Aigo, kenapa ia begitu romantis? Bahkan aku sendiri tidak ingat hari ini adalah hari ulang tahunku. Kalau bukan karena Jonghyun oppa, mungkin hari ini akan terlupakan begitu saja.
“Kenapa diam begitu? Ayo tiup lilinnya,” suruhnya. Aku mengangguk lalu mendekatinya. Setelah make a wish, aku langsung meniup semuanya. “Yeee! Chukae So Hee-ya!” seru Jonghyun oppa lalu mencium keningku.
“Gomawo oppa!”
“Oh ya, aku masih punya sesuatu. Tunggu sebentar ya!” Jonghyun oppa menyerahkan kuenya padaku lalu berlari ke suatu tempat. Aku memperhatikannya dengan bingung. Tak lama kemudian ia berlarian kecil ke arahku dengan tangan di balik punggungnya.
“Apa yang ada di tangan oppa?” tanyaku penasaran.
Jonghyun oppa langsung mengeluarkan tangannya dan aku melihat sebuah toples dengan… kunang-kunang di dalamnya. Omo… “Aku mengumpulkannya sejak seminggu yang lalu. Untungnya mereka tidak mati.”
“Omo… kenapa oppa bisa melakukannya?” kataku takjub.
“Dan malam ini aku akan melepaskan mereka,” Jonghyun oppa membuka tutupnya dan kunang-kunang itu berterbangan liar. Mereka terlihat seperti bintang yang terbang. Aku sangat kagum di buatnya. “Dan… So Hee-ya..”
Aku menatap Jonghyun oppa lalu kedua mataku bergerak ke arah toples itu. Toples itu tidak kosong. Ada sesuatu yang lagi-lagi membuat mataku terbelalak. “Oppa…”
“Aku pakaikan ya…” Jonghyun oppa mengambil kalung itu dan memakaikannya di leherku.
Aku menyentuh liontinnya yang menuliskan inisial JH, inisial Jonghyun oppa.
“Sama dengan punyaku,” Jonghyun oppa menunjukkan punyanya yang berinisial namaku, SH. “Bukankah kita memiliki inisial yang nyaris sama?”
Aku tersenyum senang lalu menenggelamkan diri dalam pelukannya yang hangat. “Oppa, aku tidak bisa membayangkan jika aku hidup tanpamu…”
“Aku juga… Apa kau mengalami peristiwa menyenangkan hari ini?”
Lagi-lagi aku tersenyum walau Jonghyun oppa tidak bisa melihatnya. Jonghyun oppa selalu membuat kebiasaan seperti ini. Ia sangat perhatian sekali padaku. “Hanya kejadian saat bersamamu yang membuatku hidup.”
“Keurae… aku senang kau bisa tersenyum, So Hee-ya…”
Tanaka So Hee POV END

Key POV
“Victoria, sepertinya aku harus keluar dulu. Persediaan minumannya habis,” kataku pada Victoria yang masih sibuk merebus sphagetti.
“Oh, baiklah…”
Aku pun langsung keluar dengan membawa kunci mobilku.
“Keurae… aku senang kau bisa tersenyum, So Hee-ya…”
Tiba-tiba aku mendengar suara Jonghyun. Aku menoleh ke kanan dan… ternyata benar, itu suaranya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, sebuah pemandangan yang sangat romantis. Aku tidak tahu kenapa tapi aku merasa ada yang mengusikku. Aku tidak pernah melihat So Hee tersenyum setulus itu, dan dalam diriku seperti ada yang berteriak tidak suka dengan pemandangan ini. Apa mereka benar-benar saling mencintai?
Aissh… ada apa denganmu Key? Kenapa kau mengurusi masalah orang lain sih? Aku pun langsung melanjutkan perjalananku menuju mobilku. Keurae Key, kau tidak boleh seperti ini. Sejak kapan kau jadi melankolis begini? So Hee adalah pacar kakakmu sendiri. Walaupun sekarang kau menikahinya pun, kau tetap tidak boleh merebut kebahagiaan kakakmu sendiri.

Hm, apa yang harus kubeli ya? Aku menimbang-nimbang dua botol minuman yang harus kubeli. Apa kesukaan Victoria?
Drrrt… drrrt…
Aku merasakan ponsel di saku celanaku bergetar. Aku langsung mengangkatnya tanpa membaca namanya. “Yeoboseyo…”
“What? What did you say?”
“Oh, sorry… “ aku langsung membaca nama si penelpon. ‘Big Boss’. “Apa ada masalah yang harus kuselesaikan?” tanyaku dalam bahasa Inggris.
“Tentu. Kau harus kembali ke New York paling lambat dua hari lagi kalau tidak ingin masalah kontrak menghampirimu. Mengerti?”
Tuut… tuut… telpon langsung tertutup. Aku memandangi ponselku dengan kesal. Apa maksudnya orang ini? Tapi… dua hari lagi? Apa tidak terlalu cepat? Bagaimana dengan So Hee? Aisshh… lagi-lagi otakku dipaksa bekerja!

Esok paginya…
Aku memakan sandwichku sambil sesekali melirik So Hee yang juga sedang menghabiskan sarapan di depanku. Aku harus mulai darimana? Apakah langsung saja mengajaknya ke New York? Tapi bagaimana kalau dia menolak? Aigo… ottohke?
“Kau kenapa?” tanya So Hee membuatku sedikit tersentak kaget. “Sikapmu aneh sekali?”
“Ah… igo…” aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
“Ada yang ingin kau katakan?”
“Ne. Maukah kau ikut denganku ke New York?” ups, apakah aku terlalu cepat? Dasar bodoh! Lihatlah sekarang So Hee malah diam seribu bahasa menatapmu begitu. “Mianhae, aku hanya menawarkan…”
“Tentu saja aku mauu!!!” seru So Hee. Wajahnya langsung berseri-seri seketika. Aku agak terkejut melihatnya. “Ah… bagaimana aku bisa menolak? Aku ingin ke New York lagi…”
“Kau mau?”
So Hee mengangguk mantap. “Apa itu berarti aku tidak sekolah?”
“Kau keberatan?”
“Anio! Justru aku merasa sangat ringan hingga aku igin terbang sekarang!” jawabnya hiperbola. “Kapan kita akan berangkat?”
Aku berpikir sejenak. “Bagaimana kalau malam ini?”
“Mm… ok, aku setuju. Hehe…” So Hee tertawa padaku. Senyumnya, akhirnya aku mendapatkan senyumnya juga. Bukankah ia terlihat begitu cantik saat tersenyum?

Akhirnya dengan berbagai cara untuk membuat Appa So Hee mengizinkan kami pergi ke New York, kami berhasil juga. Sekarang aku dan So Hee berjalan di bandara Incheon hendak masuk ke ruang tunggu. Aku tersenyum sendiri, bukankah awal pertemuanku dengan So Hee adalah di ruang tunggu bandara?. Aku merasa lucu sendiri kalau mengingat itu sementara So Hee sudah menjadi istriku sekarang.
“Ruang tunggu bandara JFK, pertama kalinya aku bertemu dengan seorang namja yang sangat bodoh” ucap So Hee tiba-tiba.
“Mworagu? Maksudmu aku?”
“Tuh kan, bahkan kebodohanmu belum berkurang kadarnya…”
“Aisshh…” aku hanya berpura-pura akan memukulnya. Tapi aku senang, karena ia masih mengingat peristiwa itu. Walaupun dia belum melihatku sebagai seseorang yang spesial seperti Jonghyun. Aigo, kenapa aku lagi-lagi tidak bisa mengontrol diriku sendiri? Aissh… sadarlah Kim Ki Bum!!!!!
“Annyeonghaseyo, Kim Ki Bum-ssi…”
Aku menoleh dan melihat seorang laki-laki dengan tubuh kekar dan besar. Ah, bukankah dia cameramen di SBS? “Annyeonghaseyo…” balasku sambil membungkukkan badan. Tetapi kemudian aku merasakan ada yang aneh pada So Hee. Aku melihatnya sangat ketakutan, wajahnya pucat dan ia bersembunyi di balik punggungku. Ada apa dengannya?
“Kau mau duduk disana?” tanyaku pelan sambil memegang bahunya.
Tapi So Hee menggeleng. Ia malah semakin erat memeluk lenganku. “Ah… Ajhussi, aku pikir aku sibuk sekarang. Jadi aku tidak bisa mengobrol lama denganmu. Mianhae…”
“Keurae? Gwaenchana… lain kali saja. Ok?”
“Ne..” kataku dan Ajhussi itu pun pergi. Aku memperhatikannya sampai tubuh Ajhussi tidak terlihat lagi. Setelah itu aku menatap So Hee. “Kau kenapa?”
Lagi-lagi So Hee menggeleng, tapi air matanya telah membanjiri wajahnya. Tiba-tiba ia memelukku.
Aku merasakan semua organ tubuhku langsung berhenti. Terlebih, aku tidak bisa memikirkan apapun. Namun anehnya, aku hanya dapat mendengar detak jantungku yang semakin keras. Apakah aku tidak sedang bermimpi? So Hee memelukku?
Perlahan aku melingkarkan kedua tanganku sampai ke punggungnya. Ya, memeluknya juga. Aku mengelus rambut panjangnya dengan penuh kasih sayang. Kenapa aku merasakan hal-hal aneh seperti ini? Apa… aku jatuh cinta padanya?

Sesekali aku melirik ke arah So Hee. Aku tidak bisa berhenti tertawa karena ia masih merengut sampai kami berdua duduk di pesawat. Jangan ditanya apa penyebabnya, pastilah masalah di ruang tunggu tadi. Haha… tapi ekspresinya sangat lucu sekarang.
“Ya, aku benci padamu!” ucapnya ketus. Aku tidak mempedulikannya, bahkan aku tidak bisa berkata apa-apa karena aku tidak bisa menghentikan tawaku. “Ya, bisakah kau diaaaam???” teriaknya sampai semua orang di pesawat memelototi kami.
Aku langsung membekap mulutnya. “Ya, bisakah kau rendahkan suaramu? Semua orang menatap kita, ara?”
“Biarkan saja. Aku tidak peduli.”
“Tapi aku iya… Sudahlah.”
“Kenapa sih kau tertawa sampai segitunya? Memangnya lucu?” So Hee masih melanjutkan permasalahannya.
“Hahhaha… sangat. Aku baru tahu yeoja sepertimu bisa menangis juga.”
“Aissh… aku akan membalasmu!”
“Coba saja kalau bisa…” aku menatapnya dan ia juga. Kedua mata kami seolah menantang satu sama lain.
“Oppa… bagaimana kau bisa melakukannya? Huhuhu…” teriak So Hee tiba-tiba sambil berpura-pura menangis. Aku terkejut melihatnya berakting seperti itu. “Bagaimana bisa kau meninggalkanku? Aku sedang mengandung anakmu, ara?”
“Mworagu? Ya, So Hee hentikan!” aku berusaha menyetopnya, tapi ia tak menggubrisnya.
“Kau bahkan ingin kita berhenti? Kau tega oppa! Bagaimana denganku dan anak ini? Huhuhu…”
“So Hee-ya, semua orang menatap kita…” aku mulai panik. Mungkin bagi So Hee tidak apa-apa mempermalukan dirinya sendiri. Tapi bagiku, bisa-bisa semua kontrakku berakhir.
“Biarlah semua orang menatap kita. Agar kau tahu, bagaimana perasaanku sekarang! Huhu… “
“Keurae, aku akan tanggung jawab!” akhirnya aku berkata seperti itu untuk menghentikannya.
So Hee menatapku lalu tersenyum. “Pintar juga aktingmu…” katanya membuatku semakin ingin mencekiknya. “Lain kali kita bermain seperti ini lagi ya…”
“SIREO!”

Setelah menumpang pesawat berjam-jam akhirnya kami sampai di bandara John F Kennedy. Hm, bagiku kembali ke New York artinya sama saja dengan memulai kesibukan yang luar biasa.
Aku melihat So Hee sangat gembira. Wajahnya terus berseri-seri karena baginya pergi ke New York adalah sebuah liburan yang indah. Aigo… kenapa dia dan aku bisa berbeda sekali?
“Oh ya, setahuku disini kau artis juga ya?”
“Mwo? Kau baru tahu?”
“Tidak… aku tahu dari Appaku. Kalau begitu… maaf ya?”
“Untuk apa?”
“Karena telah mempermalukanmu di pesawat tadi. Hehehe…”
“Mwo? Kau baru merasa bersalah sekarang?”
“Yang penting kan aku sudah minta maaf,” ia tetap bersikukuh. Aku hanya menggelengkan kepalaku.
“Yah… setidaknya aku sudah mengatakan akan bertanggung jawab tadi,” gumamku pasrah. “Sassy bride!”
“Mworago? Apa kau bilang?”
“Ah, anio!” sangkalku buru-buru karena ia telah menunjukkan tanda-tanda kemarahannya. Bisa-bisa dia mempermalukanku lagi disini.

Setelah dari bandara, aku langsung melesat menuju ke kawasan Sixth Avenue, tempat dimana apartementku berada. Sesekali aku menoleh ke belakang, ke arah So Hee yang masih terus mengikutiku. Aku tersenyum kecil. Sebenarnya kalau dia diam dan tidak banyak bertingkah ia cukup manis.
“Masuklah, anggap seperti apartement kita di Seoul ya…” kataku membiarkan So Hee lebih dulu masuk.
“Bagaimana mungkin aku menyamakan apartementmu ini dengan yang di Seoul? Sungguh jauh perbedaannya… Desainnya indah sekali,” ungkap So Hee yang sepertinya tidak berhenti untuk terkagum-kagum.
“Hehe… ini hadiah dari managerku dulu saat aku berhasil memenangkan Billboard Music Award  ,” ceritaku mengenang masa lalu.
“Hah? Keuraeyo? Kau pernah memenangkan penghargaan itu?”
“Mm… kau terkejut?”
“Aku tidak menyangka namja sepertimu ternyata hebat juga…”
“Apa yang kau maksud namja sepertiku, huh?” seruku kesal sambil mengangkat kepalan tanganku. So Hee hanya terkekeh kecil.
“So Hee-ya…” panggilku dengan nada rendah. So Hee menatapku dengan bingung. “Ada yang ingin kukatakan padamu…”
“Mwo?”

To be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

37 thoughts on “My Sassy Bride – Part 5”

  1. yeiy,,yeiy,,yeiy,,,
    q yg prtma…#nari2 gaje breng tetem/plak
    u’uw,,ad yg mlai jth cnta nh,,#lirik2 key
    q ska..q ska…
    aduch,,bner kta2 trktuk dh tu “TBC”…
    kpngen q buang k laut aj…/plak#abaikan
    next chap jgn lma2 y oen…#puppy eyes am onppa

  2. woa.. Pasangan yg lucu.. Hahaha.. Aq baca sambil senyum2 trus..
    Ayo key.. Buat so hee jatuh cinta padamu.. Biar hyung’a bisa buat aku..#digetok jjong mwehehehehe
    next.. Next..
    Gomawo..

  3. cieee kunci
    jatuh cinta??? hahaha

    nah loh.. knp sohee tkut lht kameraman sbs???

    “Lain kali kita bermain seperti ini lagi ya…” …. ini bkin ngakak.. hahahaaa
    main katanya..

    hayoo apa yg pengen diktkn kunci???
    ditunggu lanjutannya

  4. wah, kalo key sih kayaknya udah ada rasa ma sohee.
    Tapi sohee masih terpaku ama pesona jong ya.
    Tiap ada key-sohee moment pasti banyak adegan lucu, hehe i like that.
    Kayaknya part-nya bakal panjang ya karena sohee belum ada tanda-tanda suka ama key.
    Itu key mau ngomong apa ya? Penasaran!
    Next part yg cepet ya thor, hehe.

  5. Ihhh,, Iri liat SH ma JH,,, weee,, Key udd mulai cemburukah??? Mulai cintakah?? Hahahay,,,

    as always,, klo di bandara itu add ajj kejadian “sesuatu” antara Key sama Sohee,, Hayooo kenapa tuh Sohee takut bgt sama kameramen SBS,,, add masalah apaan..

    Lucu,, lucu yg dipesawat,,wkwkwkw

    Ayo ditunggu next part-nya,, 😛

  6. Waaa, si Key udah mulai jatuh cinta ma Sohee…
    Kenapa sohee ketakutan ketemu ma ahjushi2 pas d’bandara?
    B’arti si Sohee berenti sekolah yak?

    Penasaran ma next part-nya… cepetan yaah..

  7. huaa… jjong ama sohee gak rela..
    sohee.a di buat cinta ama key aja, trus jjong.a di buat ngalah aja ya chingu..
    jjong is mine.. *peace..

  8. *tara.
    aku muncul. . .

    wehehehe, daebak thor, . .
    cerita.a makin seru, makin ke sini makin penasaran, . .
    saya suka, saya suka. . .

    d tunggu part selanjutnya. 。 。 ! :D

  9. Kyaaa si So Hee bisa saja bkin si Key mati kutu..
    pake bilang hamil segala *hahhaaha

    makin pnasaran apa yg pngen d bicarain ma si key yahh..
    d tnggu next chapter nyaa yahh..
    Hwaiting!!

  10. hahahaha, sohee sm key sama2 gilaaaa. baru peretama kali liat key ta berkutik… key emang cocok dikasii cewek yang agak ganas kayak sohee .. hahaha
    lanjutttt . …

  11. aku baru baca dari awal FF ni jadinya baru ngomen deh..

    aku suka sifat cewenya mirip banget sama aku suka bentak orang.
    cuman satu perbedaannya aku ga bakal nolak kalau di jodohin sama orang kaya key, uda cakep gitu artis lagi so hee- yaa kamu buta telah menolak key *di banting so hee*

    BTW aku suka FFnya humor dan romancenya nyatu banget.
    DAEBAK!!

  12. Key udah ada rasa ni ma so hee 🙂
    adegan didalam pesawat suka banget….dech
    apa sih yg mau dikatain key?? #emm penasaran
    next part ditunggu thor

  13. wooaahhh,
    key udah suka nich sma so hee,
    wuuh, so hee knpa tuh nangis, ajjushinya serem ya,??
    Aduh, pas di pesawat, aku ngakak, ya ampun, so hee aktingmu bgus skali,,
    keren,
    lanjuuutttt……..

  14. “Ada yang ingin kukatakan padamu…”
    “Mwo?”
    “bisakah kau putuskan hyungku, aku tak suka melihatnya”
    Gyahahaha ngayal

  15. Pas ulangtahun.a sohee yg inget jjong ajj ya??masa vic,ma ortu.a lupa ._.,tega amat,..trs masa key nd tau??!!suami macam itu??!*heboh sendiri*
    err..koq sohee nangis pas ngeliat tu ahjusshi”??jgn” sohee punya masa lalu yg buruk dgn ahjusshi yg menakutkan??:o
    eaa…ehem ehem,ad yg dah mulai jatuh cinta ni..*nyolek” key*#digamparLockets
    bwakakakak..yg di pesawat gokil!!xD
    key mo ngomong apa ya??di otakq ad 2 versi thor,
    1.romance=sohee,aq mencintaimu,jadi..kumohon tinggalkan hyungq dan belajarlah untuk mencintaiku..
    2.yadong(?)=ayo membuat anak,agar aku bisa menepati perkataanq yg di pesawat tadi #digantung author
    xDD
    peace thor ._.v
    aq tgu part 6.a 😀

  16. ahhhh… kereeen, ahahahah so hee sama jjong so sweet, aku maunya jh sama sh, jangan sh sama kb , tapi ngak apa2 lahhh … itu ajah kereen kok… ini ceritannya menariiik…
    huwaaaa ayo..ayo lanjutannya kibum mau ngomong apaaa??

  17. so hee knpa takut??,,key mulai jatuh cinta,,huaaa ga nyangka secepat ini,,
    suka, part ini banyk kejutannya,,pertahnin ya thorr…
    next part d tunggu selalu,,yang cepat yaa
    hwatting

  18. Iihh dikit lagi..
    Mereka beneran ke Amerika..??
    Kkeerreenn..
    Trus jonghyun gimana..??
    Pusing nih, akhirnya sama key aja ya..
    Apa hubungan key sama vic..??
    Lanjuuuttt…

  19. Ternyata so hee banyak peristiwa yang tidak menyenangkan ya!! Uhh jonghyun romantis banget mpe ngumpulin kunang-kunang..coba kalo indonesia yang ada malah ngumpulin tokek,kodok, belut hahahaha

  20. naahhh tu kan… key juga heran… ternyata so hee bisa nangis juga..
    parah… masa istri sndiri diketawain gitu…
    kkekekekeke…
    dan si so hee juga ga kalah pinter..
    dia akting kaya istri dianiaya suami -_- aigooo

    itu bibir pura2 nangis pula…
    hahhaahahahaha XD

    key kau sudah mulai suka tuh sama anaemu.. 😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s