This’s My Dreams – Part 2

This’s My Dreams [Chapter 2]

Tittle        : This’s My Dreams
Author    : Shin Ayra a.k.a Rara
Main Cast :
@ Yoo Hye Chan
@ Lee Jinki (SHINee)
Support Cast :
@ Mrs. Lee
Length        : Sequel
Genre        : Romance
Rating    : PG-15

Annyeong Chingu……….HWWWwwwwaaaAAahhhHHH!*teriak sambil loncat-loncat kegirangan* seneng banget rasanya nie ff dah jadi. Maklum nie ff debut ku. Jadi mian kalau masih banyak kesalahan.
Ingat ya chingu! Nie ff hasil imajinasiku saja. Jadi tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.
BILA TERDAPAT KESAMAAN NAMA, KARAKTER BAHKAN CERITA, ITU SEMUA TERJADI TANPA ADANYA UNSUR KESENGAJAAN.
Jeongmal! Nie ff murni dari pikiranku sendiri. So…….HAPPY READING

>>>Lee Jinki P.O.V<<<
‘HyeChan??? Apa yang ia lakukan disini?’ aku masih terdiam di depan pintu ruang kesenian. Mamandangi yeoja yang sedang asyik dengan lukisannya. ‘segitu sukanya dia dengan melukis’ aku tersenyum kecil setelah mengatakannya. Aku tak ingin mengganggunya hari ini, oleh sebab itu akupun beranjak pulang dan meninggalkan Hyechan dengan lukisan-lukisannya.
@@@@@
Dan sejak hari itu, saat aku melihat Hyechan di ruang seni. Aku semakin penasaran padanya, aku ingin mengenal lebih jauh tentang dirinya. Dan kuputuskan untuk mencari informasi dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Mungkin ini terlihat aneh, tapi inilah aku. Seorang namja yang selalu penasaran akan sesuatu dan tak akan berhenti sampai aku mendapatkannya. Dan sepertinya sekaranglah saatnya aku beralih profesi menjadi seorang detektif dan wartawan. Hwaaahahahahaha *bergaya ala superman. Loch! gag nyambung*
Dari hasil penyelidikan dan informasi dari berbagai sumber yang kudapat, aku mengetahui bahwa orang tua Hyechan sudah bercerai. Appa dan eommanya berpisah saat Hyechan masuk ke junior highschool. Dan rumah yang ia tempati saat ini adalah rumah peninggalan appanya. Setelah perceraian kedua orangtuanya, Hyechan memilih tinggal bersama eommanya. Mungkin karena dia tak ingin tinggal dengan ibu tiri, karena setelah perceraian itu appanya menikah lagi.
‘itukah yang menyebabkan Hyechan menjadi begitu pendiam dan penyendiri?’ tanyaku dalam hati.
@@@@@
Tak terasa sudah sebulan aku berada di sekolah ini. selama itu pula aku berusaha akrab dan mendekati Hyechan walau ia sama sekali tak merespon sikapku padanya. Mungkin hanya akulah satu-satunya orang yang bersiap sedikit agresif padanya. Karena kulihat teman-teman yang lainpu tak berminat untuk berbicara pada Hyechan. Entah apa yang terjadi pada diriku sekarang ini. Aku nampak seperti namja genit yang berusaha mendapatkan yeoja incarannya. Tapi bukan itu alasanku mendekatinya, aku hanya ingin dia membuka dirinya terhadap kami, teman-temannya.
Dan selama satu bulan itu pula aku merasakan perasaan yang aneh pada diriku. Entah sejak kapan perasaan itu muncul, mungkin karena aku terlalu sering  memperhatikannya. Sehingga aku tak mampu melepaskan diriku darinya. Dia yang selalu mengisi hari-hariku dan memenuhi pikiranku dengan wajahnya. Saat-saat yang paling indah dalam hidupku adalah saat sekolah. Tentu saja karena aku bisa bertemu dengan yeoja yang kusayang di sekolah, walau kita bertetangga aku tak bisa menemui dia dirumahnya. Dia benar-benar menutup diri.
Aku sedang berjalan di koridor sekolah untuk menuju ke kelasku.
“Annyeong Chanie….” Ucapku pada Hyechan sembari mendudukkan diriku disebelahnya.

>>>Yoo Hyechan P.O.V<<<
“Annyeong Chanie…..” ucap namja yang bernama Jinki itu padaku dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.
“Eemmm,” jawabku malas. Aku memang masih menutup diriku padanya walaupun kutahu dia begitu peduli padaku. Dia berusaha bersikap baik padaku dengan memberikan berbagai perhatiannya. Tapi hal itu membuatku semakin risih, apalagi sikap sinis dari  teman-temanku yang menyukai Jinki. Semua ini membuatku semakin tak nyaman. Dan kulihat dia sekarang sudah duduk disampingku. Dia begitu tampan dengan babyface-nya dan mata sipitnya itu. Apalagi saat ia tersenyum, sangat manis. Membuat yeoja tergila-gila dibuatnya.
‘Aish! Apa yang kau pikirkan Hyechan. Untuk apa kau memikirkan namja itu? Kau bahkan sudah mempunyai pangeran yang siap menunggu dan membahagiakanmu kapan saja.’ Dengusku dalam hati. ‘mianhae my prince……jeongmal mianhae’ lanjutku.
Akupun bergegas memalingkan wajahku dan kembali konsen ke lukisanku yang hampir jadi. Aku berharap komik terbaruku ini segera jadi dan menambah koleksi komikku dirumah.
“Selamat pagi anak-anak….” Ucap Han Seonsaengnim yang berhasil memecah lamunanku.
“Selamat pagi seonsaengnim…..” jawab kami serempak. Dan pelajaranpun berlalu seperti biasa. Awalnya aku tidak merasakan sesuatu yang aneh dari diriku. Tetapi setelah jam pelajaran ketiga berakhir, perutku terasa sakit tak tertahankan ‘Arrrrkkkkhh’ rintihku. Aku terus saja memegang perutku. Dan keringat dinginpun sudah membasahi keningku sekarang.
“Chanie-ya……gwaenchanayo?” Tanya Jinki padaku. Sepertinya dia menyadari rasa sakit yang kurasakan. Tetapi aku tak ingin merepotkan siapapun.
“Gwaenchana,” jawabku berusaha terlihat baik-baik saja.
“Apa yang kau katakan? tanganmu sedingin ini kau bilang baik-baik saja?”
“Jeongmal gwaenchana Jinki-ya, tolong jangan khawatirkan aku,” ucapku padanya. Dan dia pun mengerti. Karena setelah itu Jinki tak lagi memaksaku untuk ke UKS. Kurasa begitu lebih baik, karena aku tak ingin mendapat masalah oleh Taera. Aku sangat menyadari bahwa ia menyukai Jinki dan pandangannya padaku  selalu sinis setiap kali Jinki memberikan perhatiannya padaku.
‘Aish! Kenapa sakitnya tidak hilang-hilang sih’ runtutku dalam hati. Dan sekarang sudah memasuki jam terakhir, mungkin hari ini aku tidak bisa menemani HyunHei eonni di ruang kesenian. Aku ingin segera pulang kerumah, entahlah…..aku memiliki firasat buruk hari ini.
Kutundukkan kepalaku untuk menahan sakit, tetapi apa yang kulihat.>,<
‘AIGO, merah…….DARAH….ANDWAEEEeeeee’ aku begitu terkejut saat melihat ada darah dikakiku. Dan dengan reflek aku mengangkat kepalaku. Mencari dimana letak kalender berada. Kulihat ini baru tanggal 20, bukankah seharusnya aku mendapat menstruasi lima hari lagi? ‘kenapa siklus menstruasiku menjadi tidak teratur seperti ini?’
‘eotteokeh??? Apa yang harus kulakukan? Sebentar lagi pulang sekolah. Mau ditaruh mana mukaku ini. eomma…………….jebal!!!’ kalau saja ini bukan ruang kelas, mungkin aku sudah menangis.
TET~~~~TET~~~~TET~~~~
‘AISH! Bel pulang sekolah. Sebaiknya aku menunggu sampai orang-orang pulang terlebih dahulu.’  Semua orang dikelas sudah meninggalkan ruangan. Tetapi namja satu ini, Jinki masih berada disini. Padahal tadi kulihat dia sudah berdiri dan bersiap meninggalkan kelas, ‘tetapi kenapa dia masih disini???’ kesalku dalam hati.
>>>Lee Jinki P.O.V<<<
Sebelum bel pulang sekolah berbunyi, aku tak sengaja melihat cairan merah yang mengalir dari paha dan kaki Hyechan. Terlihat sekali dia berusaha menutupinya dariku. ‘inikah alasan mengapa Hyechan gelisah dari tadi?’ aku jadi kasihan padanya. Bagaimana jika orang lain melihat hal tersebut. Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Hyechan masih duduk di kursinya. Dan aku sangat paham dengan sikapnya itu. Kuputuskan untuk menemani Hyechan, setelah aku yakin semua orang sudah keluar dari ruangan ini, aku memberanikan diri untuk berbicara pada Hyechan.
“Chanie-ya, berdiri sekarang juga!” perintahku padanya.
“Mwo? Sirheo,” jawabnya terkejut. Aku bahkan sekarang bisa melihat wajahnya yang mulai menegang dan ketakutan padaku.
“Ayolah! Kau tak perlu sungkan padaku,” ucapku mencoba meyakinkannya.
“Apa maksudmu?” tanyanya. Karena aku sudah tak sabar menunggu persetujuannya, akupun menariknya untuk berdiri dan mengikatkan jaket yang kubawa dipinggulnya.
“Ap….apa yang kau lakukan Jinki-ya?” tanyanya gugup padaku.
“Apa kau ingin menjadi pusat perhatian murid-murid disekolah ha?” tanyaku padanya
“Ani,” jawabnya lirih dan menundukkan kepalanya. Sepertinya dia malu padaku, hahaha lucu sekali mukanya kalau sedang malu>,<
“Kalau begitu ikutlah denganku,” akupun segera menarik tangannya. Dia tidak memberontak ketika aku menarik tangannya, sepertinya dia pasrah dengan apa yang aku lakukan. Aku baru berhenti setelah sampai di depan pintu toilet.
“Masuklah! Bersihkan dirimu terlebih dahulu sebelum kita pulang,” kataku padanya.
“Kita???” tanyanya dengan memasang raut muka pabonya.
“Apa dalam keadaan seperti ini kau masih ingin menolak bantuanku?”
“Ah! Ne! aku masuk sekarang,” jawabnya terbata-bata. Dan diapun segera masuk kedalam toilet wanita itu.
‘hahaha, akhirnya aku bisa mengajaknya pulang bersama’ gumamku. Kalau tidak begini, manamungkin Hyechan mau pulang bersamaku.
“Kau sudah selesai?” kataku pada Hyechan setelah aku melihatnya keluar dari toilet.
“Ne!” jawabnya tak bersemangat. Dia bahkan masih menekuk wajahnya, dan enggan menatapku.
“Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita pulang!” ajakku padanya.
“Eum…..tunggu! tak apakah jika aku pulang bersamamu?” tanyanya
“Ne! gwaenchana,” jawabku meyakinkannya. Tak selang berapa lamapun kita sudah sampai di tempat parkir.
“Ayo, naiklah!” ajakku pada Hyechan tetapi dia tetap berdiri disampingku.
“Kita akan naik montor ini?” tanyanya sedikit tak yakin.
“Tentu. Ada masalah?”
“Eum…..aku belum pernah naik montor. Dan sepertinya aku takut,” jawabnya dan akupun langsung tertawa mendengarnya. Tetapi aku segera berhenti tertawa setelah melihatnya melotot padaku.
“Ayolah! Kau tak perlu takut. Aku tak akan membuatmu celaka,” dan Hyechan pun dengan ragu naik keatas motorku.
“Pegangan yang erat Chanie!!!” perintahku padanya. Tetapi dia tidak menuruk sehingga dia hampir terjatuh saat aku mulai menjalankan motorku.
“KyaaaAAA…..” teriaknya.
Aku melaju dengan kecepatan sedang, tetapi yeoja dibelakangku sepertinya memang benar-benar ketakutan. Dia melingkarkan tangannya diperutku sangat erat. ‘baru kali ini dia bisa sedekat itu padaku.’ aku bisa merasakan detak jantungnya yang sangat cepat, bahkan aku bisa merasakan hangat nafasnya yang berhembus di punggungku.
“Kau benar-benar ketakutan Chanie?” tanyaku.
“Ne! berapa lama lagi kita akan sampai?” jawabnya dengan nada bergetar. ‘mwo? Apakah dia tidak membuka matanya?’ tanyaku dalam hati.
“Kau tidak membuka matamu Chani?” tanyaku heran.
“Bagaimana aku bisa membuka mataku dengan keadaan takut seperti ini huh?”
“hahaha! Bukalah matamu! Kau tak perlu takut,”
“Andwae!” jawabnya dengan ketus. Dan akhirnya kita sampai didepan rumah.
“Apa kau masih ingin memelukku dan tidak ingin turun nona?” aku bertanya demikian karena kurasaka dia belum juga beranjak dari tempat duduknya walau motorku kini sudah berhenti.
“Ah! Sudah sampaikah?” diapun segara melepaskan pelukannya dan turun dari motorku.
“Eum……..gomawo. maaf aku sudah merepotkanmu,” ucapnya. Dan setelah itu dia berlari meninggalkanku tanpa menunggu jawaban dariku. ‘dasar yeoja aneh’
@@@@@
>>>Author P.O.V<<<
Hyechan pun merebahkan dirinya ketempat tidur setelah membersihkan badannya. Dia sangat malu atas kejadian tadi di sekolah.
“Aigo! Kenapa semua ini terjadi padaku,” dia terus bergumam sendiri sambil menyembunyikan wajahnya dibawah bantal.
‘Ini benar-benar memalukan! Bagaimana aku bisa menampakkan wajahku didepannya besok. OMO…………..JEBAL!!!!’
Sedangkan itu…………..
Jinki masuk kedalam rumahnya dengan senyum yang tersungging dibibirnya.
“Ya! Ada apa denganmu Jinki-ya? Kau sedang tidak sakit kan?” Tanya eomma Jinki yang heran melihat kelakuan putranya.
“Ani eomma…………aku hanya baru menyadari bahwa hidup ini IndaaaAAAh sekali,” ucap Jinki sembari memeluk eommanya itu dengan erat.
“Aish! Anak nakal. Kau memeluk eommamu dengan bau keringat begini. Lepaskan eomma sekarang juga!”
“Ah eomma…..jarang-jarang kan aku bisa memeluk eomma seperti ini,” rengek Jinki tak mau mengalah.
“Kau harus mandi dan ganti bajumu itu atau eomma yang akan menjitak kepalamu,” ancam eommanya.
“Ah! Ne! da eomma………” seru Jinki setelah mencium pipi eommanya.
“Dasar anak nakal,” gumam eomma Jinki.
“Akh! Chanie…..andai kau bisa sedekat itu padaku setiap hari,” ucap Jinki sembari merebahkan tubuhnya di kasur. Senyum pun tak lepas dari bibirnya. Sekarang Jinki benar-benar sudah mencintai Hyechan. Kepedulian dan perhatiannya terhadap Hyechan ternyata menumbuhkan rasa sayang dan cinta. Tetapi Jinki belum ingin menyatakan perasaannya itu. Yang dia inginkan sekarang adalah membuat Hyechan membuka dirinya. Melupakan segala kesedihan yang membuat Hyechan menjadi yeoja pemurung dan penyendiri. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, Jinki ingin mengeluarkan Hyechan dari dunia mimpinya, dunia gambar dan komik yang membuatnya melupakan dunia nyata. ‘ku harap kau bisa mencintaiku seperti aku yang begitu mencintaimu, Chanie’ gumamnya.
@@@@@
Dan pagi harinya……..
“Eomma, Jinki berangkat,” ucap Jinki pada eommanya sembari berlari keluar rumah.
“Ne! jangan lari Jinki-ya! Hati-hati di jalan. Belajarlah dengan baik!” teriak eomma Jinki dari depan pintu sambil berdada-dada pada putranya itu. Sedangkan itu, Jinki masih terus berlari sebelum ia melihat Hyechan keluar dari rumahnya. Tak membutuhkan waktu lama, Jinki pun segera menghampiri Hyechan yang masih terdiam di depan pagar rumahnya.
“Annyeong Chanie……….” Seru Jinki ramah pada Hyechan
“Annyeong” balas Hyechan singkat.
“Mau berangkat sekolah ya? Ayo kita berangkat bersama,” ajak Jinki
“Tap…tapi…”
“Kkaja!” tak sabar menunggu jawaban dari Hyecan, Jinkipun segera menarik tangan Hyechan untuk jalan bersamanya.
“Ukh! Jangan tarik-tarik aku seperti ini Jinki-ya. Aku bisa jalan sendiri,”
“Kalau tidak kutarik, mana mungkin kau mau berangkat sekolah bersamaku,” elak Jinki
“Kau ini. mau memaksaku rupanya?”
“Hanya sedikit,” jawab Jinki yang diikuti dengan tawa manis Hyechan.
“Kau cantik sekali,” gumam Jinki
“Mwo???” Tanya Hyechan
“Aniyo! Aku hanya  baru pertama kali melihatmu tertawa, kau sangat manis saat tertawa Chanie.” Hyechan pun hanya datapat tertunduk malu sambil menyembunyikan wajahnya yang kini sudah memerah.
“Dan, dimana motormu yang mengerikan itu? Kenapa kau malah jalan kaki?”
“Motor mengerikan??? Hahaha…….hanya kau yeoja yang tidak tertarik untuk menaiki motor bersamaku Chanie,”
“Atas dasar apa aku harus tertarik untuk menaiki motormu yang mengerikan itu huh?”
“Akh Chanie, kau itu manis sekali. Lagian aku hanya ingin berjalan kaki denganmu ke sekolah, sehingga aku tak membawa motorku,” kata Jinki sembari mencubit pipi Hyechan pelan sehingga membuatnya menunduk karena malu.
“Kau, kenapa kau memanggilku dengan sebutan Chanie?” Tanya Hyechan masih dengan muka yang menunduk.
“Ah! Itu, aku…..eum…..,” Jinki sedikit gugup akan pertanyaan Hyechan, dia pun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal”.  “Habis nama belakangmu lucu seperti orang Jepang,”
“Begitukah?”
“Ne! wae? Tak bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan itu?” Tanya Jinki
“Terserah kau saja,” jawab Hyechan masih tak peduli.
Setelah itu, perjalanan pun mereka lalui dengan canda tawa. Jinki nampaknya sudah berhasil membuat Hyechan nyaman berada disampingnya.
“Chanie!” panggil Jinki tiba-tiba di tengah perjalanan mereka.
“Ne,”
“Eum…..tak maukah kau memberiku terima kasih atas bantuanku kemarin?” Tanya Jinki ragu.
“Akh! Bukankah aku sudah mengucapkan terimakasih kemarin?” Tanya Hyechan balik.
“Ani ani, bukan itu maksutku. Eum…tak maukah kau memberiku hadiah?”
“Mwo?hadiah?” ucap Hyechan terkejut. “Kau begitu perhitungan rupanya,” lanjut Hyechan.
“Akh! Bukan seperti itu, masak kau tak mau menghargai jasaku padamu hah?” jawab Jinki membela diri.
“Baiklah! Kau ingin diberikan apa Jinki-ssi?”
“Setua itukah aku? Cukup panggil aku Jinki saja. Atau Oppa juga boleh kalau kau bersedia,” goda Jinki.
“Andwae! Aku akan memanggilmu ahjussi. Kurasa itu lebih cocok,”
“Hahaha, kau lucu sekali Chanie. Lagian aku hanya ingin kau  mentraktirku makan. Kau tau kan aku tidak mengetahui tempat makanan enak disini,”
“Okh! Cuma makan? Baiklah! Nanti sepulang sekolah kita makan siang bersama,”
“Jinja?” Tanya Jinki tak percaya.
“Ne! jangan terlalu banyak berharap. Aku tak akan mau mentraktirmu jika kau tak berjasa padaku. Araseo?”
“Arra!” jawab Jinki dengan penuh semangat.

Tbc……………..,
-_-DON’T FORGET TO COMMENT-_-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “This’s My Dreams – Part 2”

  1. Dia begitu tampan dengan babyface-
    nya dan mata sipitnya itu. Apalagi saat
    ia tersenyum, sangat manis…. *angguk2*

    iiihhh lucuuuuuuu
    jinki luuccuuuu
    dialog2nya lucuuu gemesin.. pngen nyubit pipi author

    lanjut thor

  2. wowww……..udah publis ternyata
    very gomawo untuk comment2 membangun yang udah readers berikan,

    semoga part 2 ini tidak mengecewakan

    oh ya!!!!! kemaren ada reader yang comment tuch katanya Hyechan kurang ekspresi gitu……
    itu semua terjadi karena author memang tidak memberikan banyak ekspresi pada Hyechan. dia itu tipe2 orang yang ‘tanpa ekspresi’ gitu, tidak peduli terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. (pernah gag punya temen kayak gitu? author punya loch?????reader : gag nanya)
    dan di part 2 ini hyechan kan mulai berkomentar dan sedikit-sedikit mendapatkan ekspresi
    #alach apa sich!!!!!!!!

    O.K
    selamat menikmati part 2 ini………..

  3. Wakh…:-)
    nie slh.1 ff yg q tunggu2 publis.ny

    krkter jinki mkn dpet ea. Truz hyechan jg udh mulai terbuka nich.

    Ikh, aku paling gag kuat pas jinki nolongin hyechan waktu lagi (….)
    anday bneran ada cowok kayak gitu.XD
    Jd makin cintrong sama onew nich

    debak ff thor
    Lanjuuut….

  4. huaaa aku suka lucu.. kebayang deh jinki yang imut – imut, super lucu, dan wajah polosnya.

    tapi aku juga kasian sama HyeChan tragis banget masa lalunya.

    uda deh aku ga tau mau ngomen apalagi
    aku tunggu next partnya yaa

  5. ahhhh hyechan udah mulai terbuka sma jinki, kurasa perjuangan jinki ngak sia-sia…
    wakakakaka
    haduuuh, masih adakah, org baik seperti jinki di dunia ini ???
    kalo cwe punya masalah kaya hyechan gitu pasti udah di ledekiiin ..
    dan hyechann percayaa sama jinkkiiii…
    aku geregetan ngeliat hyechan … >,<
    ayoo..ayo lanjutannyaaa

  6. Sweet… Sweet… Sweet…!
    Jinki ngerti banget kondisi Hyechan yang emang lagi butuh bantuan. Selangkah lebih maju menarik perhatian Hyechan untuk dekat dengannya. Dukung Jinki mengentaskan(?) Hyechan dari kesibukan dunianya sendiri.
    Nice story. Lanjut!

  7. Makin menarik nih ^^ Onew, di cerita ini kau adalah karakter yang aku suka! Mau aku, punya cowok kaya onew di cerita ini xD Nice! ^^d

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s