Help!!

Title: Help!!
Cast: Choi Minho (SHINee), Lee Yuka (OCs)
Support Cast: Luna Park (OCs)
Disclaimer: Choi Minho belongs to himself. I only remake the plot.
Genre: Mystery
Length: Oneshot
Rating: PG-13
Warning: Beware of the silly typos! It may annoy you.
A.N: Inspired by Serial Misteri karya Kanon Iguchi.

***

Yuka POV
Namaku Yuka, kelas 3 SMA. Enam bulan yang lalu aku jadian dengan namja yang aku sukai. Namanya Choi Minho. Aku pertama kali bertemu dengannya saat ujian masuk dan aku langsung menyukainya. Beruntung aku bisa sekelas dengannya selama 3 tahun ini.
Perasaanku yang menyukainya selama tiga tahun ini akhirnya disambut juga, ternyata Minho juga menyimpan perasaan yang sama denganku. Karena kami saling menyukai, kami pun jadian. Teman-teman sekelas juga mendukung hubungan kami berdua.
Minho adalah namja yang baik dan sangat perhatian, namun sifat perhatiannya yang berlebihan itu kadang membuatnya mudah dimanfaatkan teman karena sikapnya yang tidak bisa menolak ajakan atau permintaan teman.
Selama ini hubunganku dan Minho baik-baik saja, sampai aku merasa sedikit terganggu ketika ada murid baru yang bernama Luna. Dia gadis yang cantik dan pendiam, sepertinya ia bukan tipe yeoja yang mudah bergaul. Tapi bukan karena ia tidak mudah bergaul sehingga membuatku terganggu, namun sikapnya yang sok baik dan sok akrab pada Minho-lah yang membuatku jengkel. Ia bisa dengan mudah akrab pada Minho, sedangkan pada yang lainnya tidak. Bukankah dia tahu kalau aku ini pacar Minho, aku juga sudah memperingatkannya untuk tidak terlalu mendekati Minho. Entah ia mau mengerti atau tidak.
Semua berubah ketika seminggu yang lalu aku mendengar kabar bahwa Luna melakukan percobaan bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya sendiri. Tentu saja berita itu membuat satu kelas panik, terlebih lagi Minho. Bahkan Minho menyumbangkan darahnya untuk gadis menyebalkan itu. Ketika kutanyakan, Minho selalu menjawab, ‘Apa salahnya menolong teman? Lagipula ini masalah nyawa.’
Cih! Apa dia sama sekali tidak memikirkan perasaanku?! Perhatiannya pada gadis itu terlalu berlebihan, membuatku kesal saja!
Gosip yang menyebar dikalangan para siswi tentang Luna yang membuat goresan sepanjang 5 cm di pergelangan tangannya itu, adalah ‘untuk merebut kembali kekasihnya sampai mempertaruhkan nyawanya’ dan ‘intrik untuk merebut kekasih temannya.’ Huh! paling-paling ia melakukan hal nekat itu untuk merebut kekasih temannya.
“Minho.”
Ng..
“Aku ada perlu, bisakah kau menemaniku ke toko buku dekat sini? Kalau bisa hari minggu ini ya?”
“Eh? Tapi aku ada..”
“Ayolah, aku mohon. Aku tidak begitu tahu daerah sini.”
“Ya, baiklah kalau begitu.. ^__^”
Lagi-lagi gadis itu mendekati Minho, padahal dulu sudah kuperingatkan. Bahkan ia jadi lebih berani mengajak Minho pergi secara terang-terangan di hadapanku. Dasar yeoja tidak tahu diri!
“Eh, Yuka! Kau nggak apa-apa?” tanya kedua temanku yang sedang duduk bersebelahan denganku.
“Ne?”
“Gadis itu selalu saja mendekati Minho. Minho sulit untuk menolak, dia terlalu baik sih.”
“Yah itulah yang namanya perempuan bermuka banyak dan suka mencari perhatian”, sahutku.
“Kalau begini terus, bisa-bisa melampaui batas. Nanti pacarmu direbut lho!”
“Iya Yuka, kau harus tegas dong!”
Hmm..benar juga, aku memang harus tegas..

***

“Minho-ssi, bisa kita bicara sebentar?”
“Yuka, kau ini kenapa tiba-tiba memanggilku seperti itu? Tumben sekali..”
“Kau yang kenapa?! Kenapa kau tidak tolak saja janji sama dia?!”
“Yuka, tenanglah, kau tidak perlu sampai marah-marah serperti ini kan?”
“Lagipula kau kan sudah janji kalau hari minggu ini kita pergi nonton! Kenapa kau malah menyanggupi ajakannya?!”
“Maksudmu Luna? Habis mau bagaimana lagi. Ia kan masih baru di daerah ini jadi wajar saja kalau ia minta tolong untuk kutemani.”
“Ugh! Selalu saja!”
“Tidak apa-apa ya? Lagipula kalau nonton film kan bisa minggu depan.”
“Kau ini terlalu baik sama dia. Semua teman sekelas juga bilang sikapmu aneh.”
“Bukan begitu..”
“Lalu apa?!”
“Hanya saja, rasanya sulit untuk menolak. Aku merasa tak boleh memperlakukan dia seeanaknya, begitu..kau ngerti kan?”
“Ya aku mengerti, kalau kau tidak bisa menolak, biar aku saja yang bilang padanya.”
“Hei Yuka!”
Aku tidak mempedulikan panggilan Minho, aku terus saja melangkahkan kakiku ke tempat gadis bernama Luna itu berada.
“Luna!” panggilku denagan emosi yang meluap-luap, kebetulan sekali aku bertemu dia di koridor.
“Ada apa?”
“Tolong jangan nempel sama Minho terus dong!” seruku sarkas.
“Eh? A..aku tidak bermaksud begitu..”
“Sebenarnya Minho kebingungan, hanya saja dia tak bisa mengatakannya padamu! Dia khawatir kalau dia menolak, jangan-jangan kamu malah bertindak yang bukan-bukan.”
“Hei Yuka! Sudah hentikan!” Minho menarik tubuhku seolah-olah ingin menghentikan teguranku pada gadis itu.
“Ma..maaf ya? Dia cuma sedikit salah paham. Lagipula aku sama sekali tak merasa direpotkan, jadi jangan hiraukan perkataannya tadi”, ujar Minho canggung pada Luna.
Kenapa jadi Minho yang merasa bersalah begitu padanya?!
“Oh, iya. Hari minggu aku bisa pergi kok”, ujar Minho kemudian.
“Maaf, aku merepotkan ya?”
“Tidak, aku sama sekali tak merasa direpotkan kok, jadi tidak usah dipikirkan.”
“Maaf kalau gara-gara aku, hubungan kalian jadi..”
“Ah, bukan masalah serius kok. Yuka, ayo cepat minta maaf pada Luna!”
Kenapa Minho malah berpihak pada Luna sih?!
“Aku tahu sekarang..mengenai isu luka dipergelanganmu itu, kamu sengaja melakukan itu untuk merebut kekasih teman kan?!” teriakku pada Luna.
“Hei Yuka! Kau ini bicara apa!” seru Minho.
“Dengan cara begitu kau menarik simpati orang. Dan sekarang kau mau merebut Minho dariku kan?!”
PLAAK
Apa? Kenapa..kenapa Minho menamparku hanya demi wanita itu?!
“Kau ini keterlaluan Yuka! Ada hal yang boleh dikatakan dan tidak boleh dikatakan tahu!!”
“Minho..kau..”
“Eh, Luna. Maafkan Yuka ya? Aduh..jangan nangis dong..”, ucap Minho pada gadis tidak tahu diri itu yang sekarang menangis sesenggukan. Yang seharusnya menangis itu kan aku?!
Benar, dengan cara begitu kamu menarik simpati orang lain, kalau begitu aku juga..
“Aku..aku juga sungguh-sungguh. Aku pun bisa memotong pergelangan tanganku!!!” teriakku penuh emosi.
“Bodoh! Kau ini bicara apa?! Jangan bicara yang tidak-tidak!” sergah Minho.
Berkata yang tidak-tidak? Apa dia pikir aku bercanda? Tidak! Aku bahkan lebih serius. Lihat saja!
Minho pasti akan meyesal. Menyesal karena telah menganggapku enteng!

***

Minho POV
Perasaanku jadi tidak enak setelah mendengar Yuka berbicara seperti itu.
“Maaf, aku sudah tak apa-apa”, ujar Luna lembut.
“Tidak perlu minta maaf. Justru akulah yang seharusnya minta maaf, Yuka sudah mengatakan hal yang jahat”, ujarku.
“Aku..mengkhawatirkan Yuka. Mudah-mudahan ia tidak benar-benar memotong pergelangan tangannya.”
Ternyata Luna sama khawatirnya denganku. Tapi masa sih ia akan senekat itu? Aku yakin Yuka bukan orang yang seperti itu.

***

Yuka POV
Bagaimana ini? Apa kulakukan saja ya?
Ibu pulang kira-kira jam 5, tinggal 15 menit lagi. Baiklah kalau begitu kulakukan saja, tak akan apa-apa karena toh nanti ibu akan segera menemukanku.
Dengan perlahan aku membuka bungkus silet yang baru kubeli sepulang sekolah. Ujung silet itu tampak berkilat-kilat diterpa cahaya lampu rumahku.
Tenang saja, aku besok akan membuka mata di rumah sakit dan Minho pasti akan segera menjengukku setelah mendengar kabar ini. Dia pasti akan sangat khawatir dan benar-benar menyesal.
Aku mengarahkan silet itu mendekat ke pergelangan tanganku. Lukaku harus lebih panjang dari lukanya sebagai tanda aku lebih serius.
Tak apa-apa..
Tak akan sakit..
Dengan ragu-ragu aku mulai menggoreskannya perlahan.
Sreett
Ahh..terlalu panjang! Tak apa-apa kah?
Kriing Kriing
Ada telepon..
‘Kami sedang tidak ada di tempat, tinggalkan pesan setelah nada berikut..tuut..’
“Yuka, hari ini ibu pulang telat, maaf ya? Nanti ibu belikan kue kesukaanmu. Kamu makan duluan saja..”
Apa?
“Bu..Ibu!!”
Mustahil..
Ahh..Bagaimana ini?
Oh..Tidak! Darahnya.. kenapa darahnya banyak sekali?
Uh! Aku mual..
Sakit..
Toloong..
Tolong akuu..
Ibu..
Minho..

Ting Tong

“Yuka? Kau di dalam? Kenapa tidak ada jawaban? Aku masuk ya?”

Kriett

“Yu..Yuka! Apa yang terjadi? Bertahanlah! Akan aku panggilkan ambulans!”
Ditengah-tengah kesadaranku, aku melihat seseorang mendekatiku dengan sangat panik. Minho, tak ku sangka kau akan datang disaat yang tepat..
Syukurlah aku tertolong..kesenangan yang lebih dari ini bagiku tak ada lagi..
Syukurlah..
“Hei, darahnya makin lama makin banyak keluar.”
Apa? Minho bicara apa?
“Yuka? Kau dengar tidak? Atau kau tak bisa bicara?”
Aduhh..hentikan pendarahannya..toloong..
“Ambulansnya tak juga datang, aku juga sudah telepon 911 tapi tak ada jawaban. Kalau begini kemungkinan sudah terlambat..”
Tidak mungkin?!
“Ini salahmu. Aku sudah berusaha menolongmu. Kamu sendiri yang berniat bunuh diri. Jadi jangan dendam padaku..jangan ganggu aku..”
Apa? Minho, kenapa kau bicara seperti itu?
“Kau tahu? Sebenarnya aku sudah muak padamu. Kamu memang bodoh Yuka, pasti kamu bermaksud memojokkanku..tapi aku tidak perlu khawatir karena sebentar lagi kau akan mati..”
Tidaak!
“Dengan begini, aku bisa terang-terangan pacaran dengan Luna.”
Tidaak! Ini bukan Minho..
“Selamat tinggal Yuka..”

***

Tidaaaakkk!
“Hhh..Hhh..”
Barusan..
Mimpi..
Gawat kesadaranku mulai berkurang..darah ini juga tak kunjung berhenti..kalau begini terus aku bisa mati..
Dengan susah payah aku menyeret tubuhku mendekati telepon. Aku berhasil meraih gagang telepon dan menghubungi 911.
“Tuut..tut..”
Ah tersambung..
“Ya, dengan 911 disini. Ada yang bisa kami bantu?”
“A..a..”
Gawat, suaraku tak keluar..
“Halo! Halo!”
“A..a..a..”
“Pasti ulah orang iseng..Klek.”
Ahh..Terputus..
Bagaimana ini? Aku..aku tak boleh sampai hilang kesadaran..
Keluar..aku harus keluar..
Harus ke luar!!
Setelah bermenit-menit, aku berhasil menyeret tubuhku keluar. Semoga saja ada yang melihatku..
Tangga itu..
Aku harus menuruni tangga itu..
Siapa tahu ada orang yang melihatku..
Sreet.. Sreet..
“KYAAAA!!”
Aku merasakan tubuhku tergelincir, terguling-guling di tangga dan terjatuh..

Brukkk

***

“Hhh..Hhh..”
“Sudah sadar?”
Eh? Dimana ini?
Seluruh ruangan ini putih.
Ini..Apakah ini di rumah sakit?!
“Suster..”
“Ah, jangan bergerak dulu nona. Nanti lukanya bisa terbuka. Saya tidak tau kau punya masalah apa, tapi nyawa cuma satu. Harus kau jaga baik-baik, demi ibu dan pacarmu yang telah menyumbangkan darah.”
Aku tertolong..?!
“Kau mengerti kan?” tanya suster itu.
“Eh, iya..”
“Nah, sekarang pindah ke kamar perawatan ya?”
“Iya.”
Suster mendorong tempat tidurku dan menggiringku ke  ruang perawatan.

Kreeekk
Kreeekk
Kreeekk

Minho menyumbangkan darahnya.. benarkah?? Kalau begitu harus kujaga baik-baik..
Aku janji, aku tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti ini lagi..

Kreeekk
Kreeekk
Kreeekk

Maafkan..Maafkan aku..

Kreeekk
Kreeekk
Kreeekk

“Kok jauh sekali suster..?”
“Nah sudah sampai.”
Aku sangat terkejut ketika mendapati sosok seorang yeoja yang sangat kukenal, ia tengah berdiri di depan ruangan yang ku anggap sebagai ruang perawatan.
“Luna? Kenapa kau ada disini?” tanyaku penasaran.
“Aku hanya ingin menjengukmu di tempat dimana kau seharusnya berada.” ujar Luna menyeringai sambil membuka pintu ruangan itu.
Samar-samar aku melihat papan nama yang melekat pada dinding itu bertuliskan..

KAMAR MAYAT

Eh? Apa? Kenapa aku dibawa kemari?
“Suster..anu..ini kan kamar mayat. Kenapa aku dibawa kesini?” kataku gemetar.
“Tentu saja. Kamu kan sudah mati”, ujar Luna dengan tatapan yang menusuk.
Luna mendorong tempat tidurku memasuki ruangan gelap itu lalu menguncinya.
“Suster..suster..tolong keluarkan aku dari sini..”
Tolooong…

***

“TIDAAAAKK!!”
“Yuka! Yuka! Ada apa?!” kudengar suara ibu panik.
Ibu?
“Ibu tolong aku! Aku harus segera membuka mata! Cepat! Aku harus..”
“Yuka! Yuka tenangkan dirimu! Ayo sadarlah! Ayo bangun!”
“Hhh..Hhh..Mimpi? Apakah aku mimpi?”
“Kau mengigau. Pasti kamu mimpi buruk”, ujar ibu.
Mimpi? Benarkah?
Jadi semua itu mimpi?
Kulihat pergelangan tanganku, tak ada luka. Benar juga, mana mungkin aku memotong pergelangan tanganku sendiri. Bagaimana sih aku ini..?
Karena terlalu memikirkan Luna, aku jadi mimpi buruk seperti ini. Wanita itu membuatku ketakutan seperti ini..
Syukurlah ini hanya mimpi..
Semuanya sudah berakhir..
.
.
.
.
.

Ting Tong

“Yuka, ibu pulang!! Yuka? Kau dimana? Ini ibu bawakan kue kesukaanmu!”

Cklek

“Tidak dikunci. Aduh, kenapa rumahnya kau biarkan gelap seperti ini? Dasar! Kenapa lampunya tidak dinyalakan sih?!”

Klik

“KYAAAAAA!!”
Benar..semuanya sudah berakhir..
Sehingga aku tak lagi perlu membuka mata lagi..

“YUKA!! YUKAA!!”

The End

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

51 thoughts on “Help!!”

        1. aigoo~ gak bisa ngebayangin deh darah yang sampe menggenang.. mengerikan.. #parno

          Warna merah kan emg bagus :p

  1. aduuuhhh kepalaku langsung cenat cenut baca yg yuka motong pergelangan tangan.. merem melek aq bcnya…

    luna jht ya?
    trus minho suka sm luna?

    bagus thor…
    lumyn bkin sy puyeng gr2 adegan yg motong2 . .. aaaaaaa *meluk jinki

    1. hhaa saya juga cenat-cenut waktu bikin ff ini kekeke
      luna jahat gak ya? sebenernya gak jahat-jahat amat sih, itu cuma perasaannya si yuka aja huhuu..
      makasi udah baca + komen ff-ku yaa chingu~ 😀 *hug*

        1. @lima aulia hm, mungkin lebih tepatnya dibilang itu mimpinya si yuka, aku nyebutnya halusinasi ya? Harusnya mimpi -_- #authorbego

  2. wiiih … ff ini tuh, mimpi di dalam mimpi di dalam mimpi yang ternyata kenyataan *ngomongapasih
    kalo yang nggak mudeng pasti udah puyeng sama alurnya .. hehe

    daebak 🙂

  3. Itu minho beneran ngomong gituu??
    Jd minho bnran pcran ma luna???
    Astagaa yuka nekat amattt….
    Dy dpetpenampakan2 anek krn hampir kehilNgan kesadaran
    Sumpahh nyeremin jg…
    Aq readers baru dsni ^^ slam knal yaa

    1. minho gak beneran ngomong gitu kok~ itu cuma halusinasinya yuka aja hohoho
      si minho gak beneran pacaran sama luna….hanya bayangan semunya si yuka tuhh
      bener..karena dia aslinya takut mati makanya dia sampe mimpi mimpi mimpi begitu..
      kejadian yang bener2 gak boleh ditiru hanya demi cowok -___-

      salam kenal chinguuu *hug* ^____^
      jangan bosen2 main kemari yakk!! kkk~

  4. aku takut sama darah…………..jadi sekarang perasaanku campur aduk-_- antara geli, jijik, takut dan lain-lain….

    Nice FF thor^^ lain kali kalau bikin FF darahnya jangan banyak-banyak ya….*Author : suka-suka saya dong-_-*

  5. waaa kamu takut darah ya~~~ sama kayak aku, tapi bukannya takut ato apa ya? aku kalo liat darah jadi ngilu rasanya..

    darahnya jangan banyak2 ?? malah rencananya aku mau bikin ff genre horror-gore hahha…

    makasi ya udah mau baca dan ninggalin jejak di ff-ku XD

    1. bener banget, tindakannya tidak boleh ditiru ya? Masa gara2 cowok bunuh diri sih? Haha
      makasi chingu udah ninggalin jejak 🙂

  6. waa, awalnya ngeri Minho kejam, terus lega cuma mimpi. Mimpi, mimpi, mimpi, nyata?? Aih, pengaruh kehilangan banyak darah itu sungguh membingungkan -_-”
    Kereen, two thumbs up d^^b

    1. bener bener! Kayaknya emg si yuka bener2 ketakutan jadi dia sampe mimpi2 kayak gtu akibat kesadarannya berkurang n mendekati kematian..ckck
      makasi ya chingu udah mau komen hehe
      i can breathe kekeke

  7. ahhh bener2… nih ff untung aku baru baca beberapa ff jadi otakku masih bisa nerima maksud dan alur ff ini kalo ngak… waduuuh …
    ahh buat sequelnya dong, si minhonya bagaimana tuhhh….
    ok..ok.. ^^
    overall baguussss ,….

  8. jadi si Yuka beneran mati? nekat banget, kalau aku jadi Yuka ga nekat gitu kali masih banyak cowo di dunia ini. tapi ga ada yang seganteng minho sii hehe^^

    agak bingung bacanya, si Yuka beneran mati atau engga si? tau itu cuma halusinasinya saja?

    dari pada pertanyaan makin bolak balik mending muji author deh
    DAEBAK thor! terasa banget serem bunuh dirinya, emosi Yuka juga terbawa – bawa hhehe 😀

    1. si yuka emang udah berangkat ke alam sana
      -__-

      emosi terbawa-bawa? Wah jadi berasa kayak kita yg bunuh diri beneran dong? #amitamit #jangansampe

      1. iya kerasa si Yuka yang lagi cemburu ama minho, tapi ga tau rasanya bunuh diri @_@
        tapi jangan sampe deh keke^^

        gomowo author! mau tau kenapa aku bilang terimakasih? karena di bulan ini jarang yang serem2 gini, genrenya sad dan romance mulu. ga tahan nangis mulu TT^TT

        mian aku jadinya curhat -__-

  9. haha mian ya kalo alurnya kuran jelas, aq jg sempet bingung mau nulisnya gimana. Tapi ngerti maksudnya kan? Hohoho
    kayanya ga bisa bikin sequel deh (._.)a kecuali kalo tiba2 ada ide nangkring di otak saya hehe
    makasi uda baca plus komen ya.. ^___^

  10. Aku rada ngga ngerti ceritanya masa -__________- *reader bodoh*

    author jadinya Yuka mati? terus yang luna dorong dia ke kamar mayat itu mimpi?
    Yuka matinya kenapa? nyilet tangannya?
    Haduuuu maaf maaf aku lemot nih =,=a

    1. iya, si yuka positip meninggal dunia #halah

      yg luna ngedorong dia ke kamar mayat itu emg mimpinya si yuka -_- akibat kehilangan bnyak darah n takut mati akhirnya dia sampe ngimpi2 gitu.

      Yuka mati karena nyilet tangannya..hiiy
      gomawo udah baca + give me oxygen yaa :*

  11. Eonnieee….!!!
    Ff muuuuuu itu sesuatu bnged
    prgelangan tnganku jdi ngilu nih.itu si yuka pabonya,pndangannya sempit amat.msih bnyak cowo cakep slain mino yukaaa#ditabokflamers ky key ato kyu suju contohyaaa
    #inimahseleranyareader
    #GUBRAK
    FF mu daebak eun d^__^b

  12. Baca ff ini kok malah bikin aku inget spongebob yang pas nyonya puff kabur dri penjara itu ya??#ngegaje
    #dipelototin author

    kyaa! Aku suka banget ff yg begini, yang maksudnya gak langsung disampaikan jdi bkin readernya gak cpet bosen baca#halah ngomong apadah
    very nice ff dah!!

    1. kok nyambungnya malah ke spongebob? Emg waktu ny.puff kbur dr penjara suasananya kyak gni ya? -_-a

      btw, thanks for leave me oxygen ^__^

  13. iya beneran tuh yuka pemikirannya pendek, masa ngeyakinin pacar aja ampe bunuh diri? Kalo mati beneran gmn? Nyesel deh jadinya..
    Sesuju! Dunia ini gak seluas daun nangka,, masi bnyak cowok lain yg lbh cakep dari minho..hahaha *dijambak flames*
    makasih ya udah mau baca + komen 🙂
    seneng deh dibilang daebak xD *tebar duit*

  14. kok aku jd deg2an yaa baca nie ff ??
    ,,, gila banget dhe tuch yuka ..
    apa udha beneran gila yaa ??
    yg jelas gag patut ditiru ..

    1. hoho deg-deg’an ya? Emg agak nyeremin wkt ngebayangin pas yuka motong pergelangannya, emg nekat bnget..ckck cewek jaman sekarang(?) #dijambakreaders

    1. hahaha emg agak bingung baca ff ini, kudu dbaca berkali-kali dulu baru ngeh xp
      gomawo for leaving me oxygen, chingu :*

  15. Antara mimpi sama kenyataan. Uh, keren Thor! XD
    Aku deg-degan baca akhirnya, ternyata dia bener-bener meninggal – – uhuhu
    Aku dapet pesan moral lagi : Jangan gegabah (?)
    Uwaah cakep deh Thor, Daebak! ^O^d

    1. beda antara mimpi dan kenyataan sangat tipis. Bener banget, jangan gegabah 🙂

      thx for give me oxygen xD
      mianhae telat ngereply ya..

  16. kasian si minhonya dtinggal. kekekeke minho ama aku aja. hahaha. ga nyangka bakal begini akhirnya. keren keren

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s