My Yeoja (END)

Judul FF : My Yeoja  [chapter 6 from 6 ]
Main Cast : Kim Taeya (You), Lee Taemin (SHINee),s Choi Minho
Support Cast : Kim Jonghyun, Kwon Yuri, Onew, Key
Lenght : 6 Part (sequel)
Genre : Romance, Friendship PG-15
Author : Song Miin Ah a.k.a AMRLIN
Annyeong, readers. Ini last chapter dari My Yeoja. Selanjutnya, Miinah akan buat story yang castnya my namja, Cho Kyuhyun. Buat yang udah baca sequel ini dan comment, Gomawo, Chingu! Gomawooo-gomawooo… *bow*

Kim Taeya POV

Sudah 2 jam lewat 15 menit, Onew-oppa masuk ke kantor pribadi So Man dan belum keluar-keluar. Jonghyun-oppa, Kibum-oppa, Taemin-oppa dan aku duduk berjongkok di koridor ruangan. Rupanya foto-foto perkelahian Minho-oppa dengan Taemin-oppa sudah menyebar luas di Internet. So Man sangat murka, apalagi ketika Onew-oppa bilang tentang hubungan Yuri-sshi dengan Minho-oppa.
“Maaf ya oppa, ini semua gara-gara aku.” Kataku.
“Aniyo! Ini bukan salahmu. Memang Minho yang kurang ajar. Kau juga bakal disidangkan, Taeya-yah? Hwaiting!” balas Kibum-oppa menyemangatiku. Aku semakin tidak enak pada mereka. “Taeya, kau tidak apa-apa disidang sendirian? Apa tidak mau ditemani?” tanya Taemin-oppa. Aku mengangguk, “Tidak usah. Aku akan baik-baik saja.”
Kami berempat tetap duduk berjongkok berjajar di koridor. Minho-oppa tidak ikut kemari. Kata Kibum-oppa, dia sudah disidang kemarin malam. Sekarang, Minho-oppa sedang latihan untuk drama musikalnya. Oia, Taemin-oppa juga tidak disidang karena sakit. Badannya panas setelah menggendongku kemarin. Aku sudah melarangnya ikut hari ini, tapi dia memaksa.
Pintu ruangan terbuka. Onew-oppa keluar dengan wajah lesu dan kusut. Aku langsung berdiri dan berlari kearahnya. “Bagaimana, oppa?” tanyaku.
“Ahh… akhirnya selesai juga Taeya-yah…. lega sekali aku. Kupingku sudah meleleh mendengar omelan kakek tua itu. Untung kita tidak dapat hukuman apapun.” Katanya sambil melakukan kebiasaannya, mengelus-elus rambutku.
“Syukurlah… syukurlah….”
“Oia Taeya, kau disuruh masuk kedalam. Ada yang ingin So Man bicarakan denganmu.”
Hah, sekarang giliranku. Kira-kira berapa lama ya aku didalam ruangan itu? Aku menarik nafas dalam-dalam. “Hwaiting, Taeyannie!” kata Jonghyun-hyung. Aku hanya mengangguk dan memasuki ruangan beraroma orang tua itu.

~~~~

Author POV

“Kalian ngapain jongkok disitu?” tanya Onew ketika melihat ketiga dongsaengnya tetap duduk berjongkok dikoridor. “Keasikan, hyung. Habisnya kau lama sekali.” Kata Jonghyun sambil berdiri.
“Jjong, kakekmu ada didalam sana.” Kata Onew sambil menunjuk ruangan So Man.
“Mwo? Benarkah? Aigoo? Mau apa dia?”
“Kurasa ingin ‘mengambil’  Taeya dan membawa Taeya tinggal bersamanya.”
Taemin sontak langsung bangkit dari duduknya, “Benarkah?!”
“Bisakah ia tinggal lebih lama di Dorm SHINee, hyung?” tanya Kibum. Onew menggeleng.
“Aku tidak tau. Sejak Jonghyun jadi artis, Taeyalah yang akan mewariskan perusahaan Kakek Jonghyun. Kalau dia tetap bersama kita, pasti akan makin banyak gosip miring beredar. Tampaknya Kakeknya Jonghyun tidak mau kalau calon pewarisnya mendapat citra jelek dari masyarakat.” Lanjutnya.
“Aish!! Kakek tua itu!! Kenapa tidak berikan perusahaan pada Noona saja?” gerutu Jonghyun. “Kita tunggu hasil pembicaraan mereka bertiga dulu.” Usul Onew sambil duduk dikoridor. Kibum dan Jonghyun ikut duduk, sementara Taemin tetap berdiri di sebelah pintu ruangan. Berharap dapat mendengar apa yang dibicarakan didalam ruangan itu.

~~~~~

Kim Taeya POV

Aku memasuki ruangan itu dengan khawatir. Bagaimana ini? Aish, ini memang salahku. Aku harus mempertanggung jawabkan semua ini. 2 pria berambut hitam beruban duduk disofa. Aku tidak dapat melihat wajah mereka berdua, karena mereka duduk membelakangiku.
“Permisi, direktur. Aku Kim Taeya.” Ucapku pelan.
Salah seorang dari mereka menoleh, “Ah, kau sudah datang rupanya.”
Aku mengangguk pelan lalu menunduk. Aku tidak berani melihat wajahnya.
“Taeyannie! Akhirnya aku dapat bertemu denganmu.” Ujar seseorang yang suaranya beda dengan suara Direktur. “Kakek!” kagetku.
Pria lanjut usia itu berusaha berdiri, namun aku langsung menyerbunya dan memeluknya erat. Sudah lama sekali aku tidak memeluk pria tua itu. “Taeyannie, kakek bisa mati kalau kau peluk sekencang ini.” Tawanya. Aku ikut tertawa pelan sambil menahan air mata haru ku, begitu juga Direktur So Man.
“Kakek! Kenapa baru sekarang kakek temui Taeya? Jahat sekali, kakek menyuruhku tinggal di Korea, tapi kakek tidak menemuiku sama sekali. Sudah 3 bulan, kek.” Gerutuku. Dia mempersilahkanku duduk didepannya.
“Mianhae, Taeyannie… kakek ada urusan bisnis di Perancis. Pasti kau akan terlantar kalau tinggal bersama Kakek. Kalau kau tinggal bersama Jonghyunnie, kau kan punya teman.” Balasnya. Aku mengangguk mantap. Aku bahagia sekali. Sudah 3 tahun aku tidak bertemu dengannya. Syukurlah kakek baik-baik saja. Bahkan dia terlihat lebih segar daripada 3 tahun lalu.
“So Man, terimakasih sudah menjaga Taeyannie.” Kata Kakek sambil menjabat tangan Direktur. “Ah tidak juga. Aku juga baru kali ini bertemu Taeya. Dia mirip sekali dengan Junwa, Yoose. Hanya saja rambutnya merah ya?”
“Iya. Rambutnya mirip ibunya, si Shina. Tapi tetap saja, dia memang copy-an dari Junwa.” Tawa Kakek. Memang, wajahku bagai pinang dibelah dua dengan ayah. Dulu, aku sempat kecewa kalau mengingat ini. Kenapa aku tidak mirip dengan ibuku yang cantik? tapi, setidaknya aku punya rambut merah ibu.
“Taeya, sekarang kakek sudah tidak sibuk. Ikutlah dengan Kakek ke Inggris. Kita tinggal berdua. Kau mau kan?” tanya kakek. Dengan Kakek? Apakah itu berarti aku tidak bisa tinggal dengan SHINee oppadeul lagi? Bagaimana caranya aku melihat Taemin-oppa kalau begitu? Dengan Onew-oppa? Dengan Kibum-oppa? Dengan Minho-oppa?

~~~~~

Author POV

“Taeya, sekarang kakek sudah tidak sibuk. Ikutlah dengan Kakek ke Inggris. Kita tinggal berdua. Kau mau kan?” tanya Kim Yoose pada Taeya. Taeya sontak diam. ‘Dengan Kakek? Apakah itu berarti aku tidak bisa tinggal dengan SHINee oppadeul lagi? Bagaimana caranya aku melihat Taemin-oppa kalau begitu? Dengan Onew-oppa? Dengan Kibum-oppa? Dengan Minho-oppa?’ gumannya.
“Aku, aku tidak tau, kakek…” ujarnya sambil menundukkan kepalanya.
“Aku ingin kau jadi pewarisku, Taeya. Aku tidak mau pewarisku terpeleset ke dunia hiburan. Aku sudah dengar dari So Man tentang skandalmu dengan Choi Minho dan Lee Taemin. Kita harus menghentikan skandal ini sebelum terlambat. Ikutlah kakek ke Inggris.”
Fikiran Taeya semakin kacau. Pewaris perusahaan kakeknya yang sebanyak itu? Bahkan usianya belum genap 15 tahun. Ini pasti karena kejadian kemarin siang. Taeya langsung berdiri dan membungkuk dalam-dalam dihadapan Yoose dan So Man.
“Maafkan aku! Kejadian kemarin memang salahku. Maafkan aku, aku akan menanggung semua konsekuensinya. Maaf, tapi aku tidak bisa meninggalkan Korea, kakek! Aku mau tetap tinggal disini bersama SHINee oppadeul. Aku janji tidak akan terulang lagi hal seperti ini.” Ucapnya sambil terus membungkuk.
“Taeyannie…”
“Aku menyukai Korea. Aku menyukai SHINee oppadeul. Mereka sangat ramah padaku. Begitu juga teman-temanku disekolah. Kumohon, biarkan aku tinggal disini!” lanjutnya.
So Man berdiri dan membantu Taeya bangun dari bungkukkannya, “Bangunlah, Taeya-sshi.”
“Maafkan aku direktur! Kumohon jangan beri sanksi pada oppa-ku!”
“Aku tidak akan menghukum mereka. Tapi, sebagai balasannya… Bagaimana kalau kau jadi artis SM?” tawar So Man. Taeya sontak bangun, “Artis?”
“Ya. Dengan begitu, kau akan terus berada di Korea kan? Aku akan segera membuatkan girlband baru untukmu. Untuk debut, kau bisa berakting atau menjadi model video klip.” Ujar So Man.
“Soal kejadian kemarin, bilang saja kau adalah artis baru SM  dan Minho juga Taemin sedang berlatih akting untuk sebuah drama. Bagaimana?”
“Apakah kalau aku setuju jadi artis, Direktur tidak akan menghukum mereka?” tanya Taeya. So Man mengangguk.
Taeya langsung menatap Kakeknya penuh harap. Meminta persetujuan dari pria tua itu. “Hah… 2 cucuku jadi artis. Siapa yang akan jadi pewarisku nanti?” keluh Yoose sambil mengerutkan dahinya.
Taeya langsung duduk dihadapan kakeknya dan memohon,“Eonni bisa jadi penerusmu, Kakek. Lagipula aku kan baru 15 tahun, mana bisa jadi penerusmu. Kumohon kakek. Biarkan aku tinggal disini. Jjong-oppa akan menjagaku.” Pintanya.
“Baiklah. Akan kujadikan dia penerusku. So Man! Aku melarangmu untuk menyuruh cucuku mengoprasi plastik wajahnya!” ancam Yoose.
“Tenang saja, Yoose. Taeya sudah cantik dan proposional. Tidak ada yang harus diubah. Taeya, kau bisa tanda tangani kontrak ini.” Tawa So Man sembari menyerahkan selembar kertas pada Taeya.
Taeya menatap surat kontrak itu dengan cermat. Kalau ia tanda tangani, ia akan jadi salah seorang artis SM. tapi kalau tidak, ia pasti akan dipaksa ikut ke Inggris. SHINee oppadeul juga bisa dihukum. Taeya kemudian menandatangani surat kontrak itu. Begitu juga Kim Yoose sebagai wali Taeya.
“Bagus. Hmm, untuk debut…. mainlah drama musikal. Nanti malam akan ku kirimi e-mail tentang drama musikal itu. Besok, aku akan mencarikan manager untukmu dan memberikan jadwal latihan juga jadwal kegiatanmu.” Jelas So Man. Taeya mengangguk tanda mengerti. Ia tak tau apa yang akan terjadi dengan kehidupannya selanjutnya. Sejak datang ke Korea, banyak hal yang terjadi. Sampai-sampai terkadang terlalu rumit untuk diingat.
Taeya melangkah keluar ruangan itu, meninggalkan Kakeknya dan So Man yang nampaknya tengah bereuni. “Taeya. Kau tidak apa-apa? Apa yang terjadi?” tanya Taemin ketika Taeya keluar ruangan So Man. Jonghyun, Onew dan Kibum langsung berlari menghampiri Taeya.
“Bagaimana Taeya-yah?” tanya Onew.
“Taeya-yah, gwechana? Aigo.. mukamu pucat.” Tanya Kibum.
“Taeyannie! Apa yang kakek bicarakan denganmu? Apa pria tua itu memarahimu?” tanya Jonghyun. Taeya hanya tersenyum kecil melihat ke-4 oppanya itu. Hampir saja ia pergi meninggalkan ke-4 oppa nya. Bukan 4 tepatnya, tapi ke-5 oppa yang sangat ia sayangi itu.
“Aku akan jadi artis SM mulai saat ini, oppa.” Balasnya.

~~~~~

Lee Taemin POV

Dia tidak banyak bicara sejak dia disidang tadi siang. Aku agak kaget dengan ucapannya. Sebenarnya apa yang direncanakan So Man? Dan kenapa Taeya setuju saja? Sudah pukul 10 malam, tapi dia menolak untuk makan malam. Dia hanya duduk diam diteras depan Dorm.
“Taeya, kau harus makan.” Ujarku. Dia nampak kaget melihat kedatanganku. “Ah, oppa…” balasnya. Aku ikut duduk di sebelahnya. “Aku ambilkan makanan ya?” tawarku. Dia hanya menggeleng, “Aku bisa gendut nanti. Nanti aku minum susu saja.”
Maksudnya, dia berusaha menjaga penampilannya ya? Yang benar saja. Mana kenyang kalau hanya minum susu. “Kau tidak akan kenyang kalau hanya minum susu. Lagipula kau tidak akan gendut. Biasanya juga, kau makan jam segini kan?” kataku.
“Aku kan artis sekarang. Aku harus jaga penampilanku mulai saat ini.”
“Menyebalkan sekali. Ya! Kim Taeya! Kau fikir artis tidak boleh makan kenyang hah?”
“Aniyo.. bukan begitu. Aku juga tidak bermaksud untuk tidak makan. Hanya saja…”
“Kenapa? Kalau kau tidak suka, kenapa memaksakan diri sih? Kenapa kau mau saja disuruh jadi artis? Kau tau betapa beratnya jadi artis?” bentakku. Dia menatapku dengan marah, “Kau tidak tau apa-apa, Taemin-oppa!! Aku juga terpaksa menerimanya!”
Terpaksa? “Katakan, ada masalah apa?” selidikku. “Kalau aku tidak jadi artis, Kakek akan membawaku ke Inggris! Aku tidak mau!!” kini ia yang mulai membentak. Aku bisa melihat air di ujung matanya. “Inggris?” tanyaku.
“Iya! Kakek mau aku jadi penerusnya. Aku tidak mau oppa!! Kalau di Inggris, tidak ada kamu dan oppa yang lainnya! Aku tidak mau!!” bentaknya lagi. Ia mulai menangis lagi. Hah, sudah berapa kali ya… aku melihat gadis ini menangis. Aku menariknya kepelukanku lagi.
“Shh… sudah jangan menangis. Aku tidak akan memarahi mu lagi..” ujarku sambil mengelus rambutnya. “Makanya kalau tanya jangan yang macam-macam! Aku menangis kan? Pokoknya ini salahmu.” Balasnya. Ia membenamkan wajahnya didadaku, aku jadi tidak bisa melihat wajahnya.
“Apa kau benar tidak mau meninggalkan aku? Ah, maksudnya kami semua?” tanyaku hati-hati. Dia mulai balik memelukku. “Apa kau tidak percaya?” balasnya sambil menatapku. Dia sukses membuatku berdebar sangat kencang sekarang. Menyadari wajahku yang sudah memerah, aku langsung memeluknya erat dan menempatkan kepalaku di bahunya.
“Biarkan begini. Tetap disampingku, Taeya…” kataku. Saat itu, aku mendengar suara detakan jantung yang sangat keras. Namun itu bukan milikku.

~~~~~

Kim Taeya POV

Kenapa selalu saja hidupku berkaitan dengan Minho-oppa? Kenapa selalu saja siklus sakit hatiku terulang dan terulang lagi? Kenapa awal debutku harus begini? Kenapa aku harus bermain drama dengan namja ini? Satu lagi, kenapa ada adegan kissingnya?!! Aku saja belum pernah ciuman sebelumnya!! Aishh… tapi aku tidak berani menolak.
Sudah 2 minggu aku latihan drama ini. Setiap kali aku latihan, kepalaku langsung berfikir ‘hari ini kah latihan adegan ciumannya?’. Apalagi ketika melihat wajah Minho-oppa yang selalu memberi harapan kosong padaku. Arrrghh!! Kenapa tidak dengan Taemin-oppa saja?
“Taeya, kamu gak apa-apa?” tanya Taemin-oppa. Ah iya, hari ini Taemin-oppa yang mengantarkan makan siangku ke tempat latihan. “Ahahaha.. aku tidak apa-apa, oppa.” Tawaku kikuk. Dia menatapku penuh curiga. “Kau semakin aneh saja…” katanya sembari memakan telur gulungnya.
“Oppa… memangnya kau setuju kalau aku main dengan Minho-oppa?” tanyaku pelan. Dia langsung menatapku tajam, “Maksudmu?”
“Ah bukan begitu. Biasanya… kau dan Jjong-oppa kan sangat marah kalau aku berdekatan dengan Minho-oppa…”
“Aku tidak bisa bilang apa-apa. Lagipula kau setuju kan? Kau pasti sudah memikirkannya baik-baik.” Balasnya sambil tetap melahap makan siangnya. Aku kecewa mendengar balasannya. Biasanya Taemin-oppa sangat perhatian denganku…
“Tapi, aku tetap tidak suka melihatmu dengan Minho-hyung. Kenapa tidak denganku saja sih?” katanya tiba-tiba. Wajahku sontak memerah karena malu. Ya… kau benar oppa. Andai saja aku bermain denganmu. Aku gugup sekali sekarang.
“Taeya-yah? Sudah selesai makannya? Ini saatnya kita latihan.”
Minho-oppa tiba-tiba saja muncul dari balik pintu. “Ah iya! Aku sudah selesai. Taemin-oppa, maafkan aku. Aku harus latihan. 20 menit lagi, aku akan menemuimu.” Ujarku sambil berlari kearah Minho-oppa.
Minho-oppa langsung menarik tanganku, “Ayo.”

~~~~~

Kwon Yuri POV

Aku hanya tersenyum senang menatap bekal makan siang yang aku bawa untuk Minho, kekasihku. Hari ini, aku akan membawakannya sekotak makan siang. Bagaimana reaksinya ya?
Sebenarnya, aku agak tidak setuju dengan perannya sekarang. Bagaimana pun lawan mainnya adalah Taeya. Aku selalu berfikir ada yang tidak beres dengan hubungan Taeya dan Minho. Tapi, kata Minho tidak usah khawatir dengan itu.
Aku memasuki gedung training itu. Aku rindu sekali dengan teather ini. Dulu, aku pernah audisi untuk menjadi sebuah karakter dalam sebuah drama musikal. Namun gagal. Aku kecewa sekali saat itu. Tapi, Taeyeon-eonni selalu bilang, kalau kau ditolak bukan karena kau jelek atau tidak mampu. Tapi karena kau terlalu  bagus untuk menjadi karakter itu.
Aku lalu masuk kesebuah ruangan tertutup seperti studio tari, dimana Minho sedang berlatih. Sedang menari dengan Taeya tepatnya. Hatiku sakit melihat Minho tidak segan-segan meletakkan tangannya di pinggang Taeya.
“Bagus. Kalian makin bagus saja. Kita break 20 menit lalu lanjut latihan adegan selanjutnya.” Kata Pelatih sembari pergi meninggalkan mereka berdua. “Oppa?!” panggilku. “Ah Yuri-yah! Ada apa?” tanyanya sambil berlari kecil mendekatiku. Ada apa? Kemarin kan aku sudah bilang kita akan makan siang bersama. Kenapa kau selalu saja lupa?
“Aku bawa makan siang. Kita makan siang bersama ya?” tawarku. Dia menoleh pada Taeya sebentar lalu kembali menatapku. “Maafkan aku Yuri-yah. Aku harus latihan.’’ Balasnya. “Bukankah yang tadi sudah bagus? Inikan sedang break.” Kataku. Dia menggenggam tanganku, “Maaf. Lain kali, ok? Sekarang bisakah kau tinggalkan aku dan Taeya berdua saja? Kami harus latihan.”
Hatiku hancur sudah. Kau mengusirku? Aku langsung menepis tanganku.
“Aku tidak mau!! Bukankah kemarin kau yang mau?! Kemarin kita sudah rencanakan ini, Minho!! Kenapa kau selalu seenaknya?! Kenapa kau berubah seperti ini?” bentakku. Air mataku mengalir sudah. Taeya hanya menatap kami berdua dengan wajah bingung.
“Yuri-yah…” Minho berusaha memelukku, namun aku langsung mendorong tubuhnya.
“Jangan peluk aku!! Ternyata… selama ini kau bohongi aku ya? kau bilang kau suka aku… itu semua bohongkan, Minho-yah?” tangisku semakin menjadi. Hatiku sakit sekali. Bukankah kau yang bilang cinta duluan? Semua itu bohongkah? Apa yang kau incar dariku sebenarnya?
“Apa yang kau inginkan dariku sebenarnya, hah? Popularitas? Tidak cukup terkenalkah dirimu? KATAKAN PADAKU, CHOI MINHO!!”
`    Tuhan, aku mulai membentaknya sekarang. Kami sudah berakhir sekarang. Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Taeya hanya melihat kami berdua dari sudut ruangan. Maafkan eonni, Taeya. Tapi eonni benar-benar ingin tau apa yang terjadi diantara kalian berdua.
“Aku tidak bohong, Yuri. Aku menyukaimu. Aku cinta kamu. Hanya saja….”
“APA?! Ada orang lain yang kau sukai juga? Kau brengsek, Minho….” ujarku sesegukan. “Ya.” jawabnya.
Aku tau jawabannya. Aku juga tau siapa orangnya. Aku marah bukan main. Hatiku sudah sesak sekarang, tanganku reflek membanting kotak bekal yang sedari tadi aku pegang. Makanan yang aku buat dengan cinta kini berhamburan keluar. Aku sudah terlalu jijik untuk memakannya. Aku berlari keluar ruangan laknat itu.
“EONNI!!!” teriak Taeya. Tapi aku muak, aku tidak akan pernah menoleh.

~~~~

Kim Taeya POV

Makanan yang begitu warna-warni dan terlihat lezat keluar berhamburan dari kotak bekal itu. Didalamnya terdapat telur berbentuk hati. “Eonni…” lirihku sambil membersihkan makanan itu. Aku kasihan melihatnya seperti itu.
“Jangan disentuh. Itu kotor, Taeya… biar OB yang bersihkan nanti.” Ujar Minho-oppa sembari membantuku berdiri. Aku langsung menepis tangannya.
“Apa-apaan kau?! Bicara kasar seperti itu! Ini pasti Yuri-eonni buat dengan kasih sayang. Tidak bisakah kau menghargainnya, Choi Minho?” bentakku padanya. “Aku tidak akan bisa memakannya selama perasaanku masih kacau, Taeya-yah…” balasnya sambil menatapku sayu.
“Apa maksud tatapanmu itu? Kini aku kesal sekali melihatmu, oppa. Aku kira kau Oppaku yang paling lembut. Yang paling mengerti yeoja. Ternyata.. kau seperti itu, oppa! Benar.. benar kata Yuri-eonni… kau BRENGSEK!!” Bentakku hendak menamparnya. Aku juga tidak tau ada setan apa yang menghampiriku, sampai aku berani mencoba menamparnya. Dia menangkap tanganku dan mengenggamnya erat. Aku tidak bisa bergerak.
“Sakit Oppa!!” berontakku. Namun dia makin mengeratkan genggamannya. Aku takut sekali sekarang, ketika dia mendekatkan wajahnya.
“Kau fikir siapa yang membuatku sebrengsek ini, hah?! JAWAB KIM TAEYA!” bentaknya tepat didepan wajahku. Aku bisa melihat dengan jelas wajahnya yang memerah karena marah. Aku terlalu takut untuk menjawab. Ruangan ini kosong… hanya ada kami berdua.
“Oppa lepas…” pintaku.
“Sejak ada kau disini… sejak kau yang begitu menarik tampil cerianya didepanku. Ketika aku pertama melihat mu menangis, ketika pertama kali kau menggenggam tanganku, ketika kau kabur dariku… ketika itulah aku menjadi namja brengsek…”
Aku tidak bisa bayangkan ketakutanku sekarang. Dia tertawa, tapi mengeluarkan airmata didepanku. Dia nampak gila. Aku berontak terus menerus, namun semakin aku berontak, tanganku makin terasa sakit. Aku terlalu takut untuk mencacinya, terlalu takut untuk berteriak. Aku tak bisa menahan tangisku. Tangis ketakutan…
“Mumpung kau disini, aku ingin buktikan sesuatu…” lirihnya. Dia memojokkanku ke dinding dengan kasar. Aku terus berontak sebisaku, aku takut. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Nafasnya bahkan terasa menerpa wajahku.
“Aku ingin tau, apakah aku akan berdebar ketika menciummu. Hitung-hitung latihan untuk drama musikal, Taeya-yahh….” tawanya.
Aku mendorong tubuhnya dan menundukkan kepalaku sedalam mungkin. Aku tidak sudi memberikan  ciuman pertamaku untuk namja seperti ini. “GILAAA!! KAU GILAA OPPA!” jeritku. Minho-oppa tidak berhenti sama sekali. Dia makin berusaha ketika aku berontak.
“TAAAAEMIINNNN-OPPAAA!!!” jeritku sekencang mungkin.

~~~~~

Lee Taemin POV
Aku berlari ke ruangan latihan karena merasa ada yang tak beres. BRUUGH!
Aku terjatuh, begitu juga yeoja yang aku tabrak. “Yuri-noona?” kataku ketika melihat wajahnya. Wajahnya sangat basah, make-upnya terhapus sudah. Perasaanku semakin tidak bagus. Aku membantunya berdiri.
“Gwecanayo, Yuri-noona? Maafkan aku, aku tidak hati-hati…” kataku. Namun dia tidak membalas malah menangis. Aku kaget sekaligus bingung. Apakah sakit sekali tertabrak olehku?
“Taemin-ah, kumohon…. jauhkan Taeya dari Minho. Aku terlalu mencintai Minho…” tangisnya.
“Taeya? Sedang berdua dengan Minho-hyung? Sekarang?” tanyaku panik. Dia mengangguk dan langsung menarik tanganku.Kami berlari dikoridor dengan tergesa-gesa. Aku bingung apa yang terjadi, tapi perasaanku tidak enak. Ada Taeya disana. Hanya berdua dengan Minho-hyung.
“TAAAAEMIINNNN-OPPAAA!!!” teriak seorang yeoja dari salah satu ruang latihan. “TAEYAA!!!” balasku dan masuk kedalam ruang asal suara. Aku melihat untuk kedua kalinya…

~~~~~~

Author POV
BUGGH!
Tak ada berfikir 2 kali, Taemin langsung menonjok Minho hingga tersungkur. Taemin langsung meraih Taeya yang menjerit-jerit ketakutan. Gadis itu terus menutup telinga dan matanya rapat-rapat. Tak pernah Taemin bayangkan kalau hyung kesayangannya akan tega memaksa seorang gadis untuk berciuman.
“BRENGSEK KAU, HYUNG!!!” bentak Taemin yang sudah sangat marah. Minho hanya menatap dongsaengnya dengan nanar sambil mengusap darah dari ujung bibirnya. Yuri yang menjadi saksi hidup  kejadian itu hanya bisa terduduk lemas di depan pintu. Airmatanya terus mengalir tanpa henti.
“Taeya, taeya? Ini aku, Taemin.” Kata Taemin pada Taeya yang masih saja menjerit. “Sssh…. sudah-sudah. Ini aku, Taemin.”
Tanpa izin, Taeya langsung memeluk Taemin dengan erat. Taemin bisa merasakan betapa basah dan gemetarnya tubuh Taeya. “Kau aman sekarang.” Kata Taemin meyakinkan. “Jangan tinggalkan aku lagi, oppa…” tangis Taeya semakin keras.
Minho bangkit mendekati Taemin dan Taeya, Taemin sudah mempersiapkan tonjokkan kedua apabila Minho berani macam-macam lagi.
“Mau apa kau?” tanya Taemin.
“Dia bukan milikmu, Taemin-ah. Kembalikan Taeya padaku…”
“Jadi kau fikir dia milikmu, hah?”
“Akan segera kupastikan…”
Minho langsung menarik Taeya. Namun Taeya tidak sedikitpun melepaskan pelukannya. Ia tidak lagi menjerit-jerit, hanya menangis sambil memeluk Taemin seerat mungkin. Baru saja Taemin hendak memukul Minho…
PLAAAAK
Tamparan keras sudah mendarat dipipi Minho. “Yuri?” lirih Minho. Yuri hanya mematung didepan Minho tanpa menangis setelah menamparnya. “Air mataku sudah tidak bisa keluar lagi, Minho-yah…” bisiknya.
“Aku bisa maafkan kelakuanmu yang seenaknya saja padaku. Tapi aku tidak bisa biarkan kau mengotori adikku…” lanjutnya sambil mendorong Minho pelan menjauhi Taemin dan Taeya.
“Cukup aku saja yang kau sakiti. Kapanpun kau boleh sakiti aku. Tapi jangan kedua dongsaengku…” Kata Yuri sambil memeluk namja yang ia cintai itu.
Taemin perlahan meninggalkan mereka berdua, dan membawa Taeya ketempat yang lebih aman.

~~~~

Kim Taeya POV
Aku masih ingat wajahnya. Aku tak menyangka bahkan dia tega memaksaku berciuman dengannya. Dia yang tadi bukan Oppa-ku! Mana mungkin dia Minho-oppa yang manis dan lembut? Andai saja Taemin-oppa tidak datang… mungkin aku sudah habis ‘dilahap’ namja itu.
“Taeya, kau baik-baik saja?” Taemin-oppa menyuruhku duduk di kursi taman yang lumayan sepi. Aku hanya menurut dan menatapnya kosong. Aku bingung apa yang harus aku katakan. Rasaya malu bukan main, dilihat seperti itu oleh orang yang ku sukai. Karena aku tidak menjawab pertanyaannya, Taemin-oppa duduk bersimpuh ditanah. Tubuhnya menghadapku sekarang. Bahkan matanya tidak lepas dariku sekarang.
Dia tidak bicara apa-apa. Hanya menatapku dengan tatapan penuh selidik. Aku tak tahan untuk tidak menangis. Aku begitu malu, kecewa, marah, sedih, dan bersyukur.
Aku malu karena Taemin-oppa melihatku hampir berciuman. Aku kecewa karena Minho-oppa sangat kejam padaku. Aku marah karena Minho-oppa hampir merebut ciuman pertamaku. Aku sedih karena Yuri-noona ternyata sangat menyayangiku, padahal aku begitu jahat padanya. Aku bersyukur, karena Taemin-oppa selalu menolongku.
“Akhirnya…. akhirnya kau menangis juga…” Taemin-oppa mulai menyeka airmataku seperti yang dulu-dulu. Tanganya terus mengahapus airmata dipipiku. Tiba-tiba saja dia meraih tengkukku dan menciumku.
Aku kaget bukan main ketika bibir kami bertemu satu sama lain. Rasanya asin. Mungkin karena tercampur air mataku. Namun ada yang salah. Air mata ini bukan hanya milikku. Taemin-oppa juga menangis.
Dia melepaskan ciumannya perlahan. “Syukurlah kau tidak menolak…” tawanya. Dia menangis sambil tertawa. Seperti Minho-oppa. Tapi kali ini tawanya sangat tulus dan hangat. Wajahnya memerah padam dan tangannya tidak lepas dari tanganku.
“Syukurlah, kukira kau akan benar-benar direbut Minho-hyung… maaf aku menciummu. Aku tidak mau Minho-hyung mencuri ciuman pertamamu…”
Dia terus saja menangis sambil tertawa. Inikah rasa berciuman dengan namja yang aku cintai? Aku meraih pipinya dan menghapus air matanya, “Tidak apa-apa… aku hanya ingin dicium Taemin-oppa. Aku hanya suka Taemin-oppa. Jangan menangis, aku tidak mau melihat namja-ku menangis…”
Dia nampak kaget dengan perkataanku. Namun dia langsung mengangguk mantap.
“Aku janji akan bersamamu selamanya. Kalau perlu, kita tunangan sekarang juga!”
“MWO? Tunangan?!” tanyaku kaget.
“Ya! kalau kita sudah tunangan, tidak akan ada yang berani mengganggumu, kan?”
Aku memukul pundaknya pelan, “Oppa! Yang benar saja! Aku masih lima belas tahun! Kau juga baru 19!”
Dia menempelkan dahinya didahiku. Aku langsung merona setelah itu.
“Kalau begitu… kau tidak boleh dekat-dekat dengan namja selain aku. Tidak boleh cium-cium. Tidak boleh…. pokoknya tidak boleh!! You’re My Yeoja, now! You’re mine. Arasso?”
Aku tertawa, “Arasso, Taemin-ah…”
Setelah itu, aku merasakan bibirnya untuk kedua kalinya. Aku berjanji, bibirnya ini hanya milikku seorang.
~~~~~
EPILOG
1 bulan kemudian,

“Terimakasih ya Taeya-yah. Aktingmu tadi bagus sekali.” Kata Hyunra-eonni sambil membawakan handuk padaku. “Gomawo eonni!” balasku. Dia Park Hyunra, managerku. Sekaligus teman dekat Jonghyun-oppa. Oh iya, baru saja aku selesai syuting untuk video klip SHINee berjudul A.MI.GO versi Jepang. Lelah sekali rasanya lari-lari dibandara.
“Taeya! Eonni datang berkunjung!!” sapa seorang Yeoja cantik dengan pakaian modis seperti biasanya. “Yuri-eonni!” seruku.
Bagaimana hubungan Yuri-eonni dengan Minho-oppa? Mereka baik-baik saja. Namun Yuri-eonni memutuskan istirahat dari hubungannya itu. Kata eonni, mereka cukup jadi teman saja. Aku tidak mau mencampuri hubungan mereka terlalu jauh.
Bagaimana aku dengan Minho-oppa? Kami juga baik-baik saja. Kami sudah kembali seperti kakak-beradik yang sangat mesra. Tapi, aku 100 persen yakin cintaku hanya untuk namja ‘cantik’ yang tadi baru saja mengejar-ngejarku di bandara untuk video klip.
“Eonni, jangan memaksakan diri kemari. Kau sedang sibuk untuk album barukan?” tanyaku. Yuri-eonni hanya tertawa cantik seperti biasa. bahkan beberapa kru sudah sibuk memperhatikan kami.
“Aku ingin melihat debut adik kesayanganku yang cantik ini sebagai model. Aigoo… semakin lama kau makin cantik saja! Kau harus lanjutkan kesuksesan SNSD, Taeya-yah!” balasnya sambil mengelus rambutku. Aku tertawa. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi sepertimu, Yuri-eonni?
Tiba-tiba seseorang merangkulku dari belakang.
“Tentu saja! Kelak dia akan lebih bersinar dari SNSD, Yuri-noona! She’s my yeoja, prettiest girl forever.” Kata Taemin-oppa sambil menciumku kilat lalu kabur. “LEE TAEMIN!” gerutuku. Wajahku pasti sudah merah sekarang. Aish, memalukan!
“Aish, pasangan baru…. mesranya gak ketahan deh!” Kibum-oppa dan Onew-oppa muncul tiba-tiba. Jonghyun-oppa juga sudah mematung disamping Hyunra-eonni. Aigoo! Mereka melihat aku dan Taemin-oppa berciuman! Ottokhe?

~The END~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

66 thoughts on “My Yeoja (END)”

  1. Gyaaaa. Happy ending. Akhirnya 2tae. Go 2tae go! 😀

    Waktu Minho mau ‘itu’ kayaknya dia kesurupan ya? Psycho mendadak (?). Taemin come to the rescue!

    Miinah daebak! d(^o^)b

    Looking forward to your next FFs. 🙂

  2. yeah.. Chukkae 2tae.. Hahaha..
    Taeya.. Bgi dikit taem-nya blh ga?#digetok taeya
    nice ff, chingu..
    Ditunggu karya brikutnya..

  3. aiihhh bc minho yg kyk gtu jd pengn jdiin dy lebh pndk deh.. hahahaha

    horeee taemin udh jadian…
    cie cie.. ppoppo.. hahahaa

    seru.thor.. kkkk

  4. Akhirnyaaa,, Tae couple Happy End jugaaa,,, Huwaaahhh,, Minho dinistakan disiniiiiiii,,,kkkkk~

    Taem Taem, kau sudah besar sekarang nak,, sudah pintar merayu cewek rupanya,,, gimana tuhh respon Nae yoebo (re : Key) liat kau kissue-kissue begituuuuu,,,hahahahaha

    Aku suka Endingnya,, suka,, liat Tae couple akhirnya bersama,,, sukses ya,, ditunggu next FF,, Otte!! :p

    1. jinja? mian mian. abis aku bingung juga. kan cuma kisseu soalnya. g digambarkan secara jelas juga. maaf ya. kurang pengalaman. mianhae -,,-

  5. ahhhh tuh kan…tuhkannn taeya taeminnn… ahhhh
    mau sequelllnyaaa !!!
    kereen…kereeen… ini daebbak !!!
    huwaa taemin nakaaal… asik..asikk… keren nih pokoknyaaa…
    ahahah jonghyun aku yakin pas sampe dorm bakalan ngejitak taemin.. ahahahah a

    1. kita berdoa saja untuk keselamatan taemin. jjong, kuharap kau cukup bijaksana -,,-

      khamsahamnida 😉
      sequel? yakin mau nih?

  6. huaaa… Minho kejam mau nyium paksa Taeya. syukurlah ada Taemin sama yuri yang nyelamatin jadi merasa bersalah sama yuri karna dah langsung sebel ma diaa

    Taemin – ah kamu nyium Taeya di depan semua orang huaaa

    sumpah thor baca FF ni histeris sendiri wkwkwk
    good job thor

  7. Yeeeeyy finally happy ending, minho sama aku aja yak kalo gitu. Hehehehehe… Di tunggu karya ff selanjutnya ya thor. Hwaiting!!

  8. minho~
    mngapa qw jdi bgni??
    huwa~
    *sedih…

    suka endingnyaa!!
    taem taem maen nyosor trus lgsung ditinggal pergi…
    wkwkwkwkw…
    kayak anak kecil!

  9. Minho…..jahaaaat:(:(:(:(
    Kasian minhoooooo
    Tapi gapapa kok sama taemin wkwk
    Taemin ih!!! Nyosor bae wakakakka
    Padahal aku masih ngarep sama minho:’
    Gapapaaa!!
    Ditunggu yaaaaa ff selanjutnyaaa;)

  10. sequel!sequel!sequel!*demo*..
    si taeya jadi artis :3
    aq bener” gg suka minho yg di sini thor!sumpah!pas waktu dia mo nyium taeya didepannya taemin ma yuri aku malah kasian ma yuri,..minho kayak psycho(?)
    taemin hobinya nyosor yah??._.#plak
    aq tgu ff” selanjutnya thor 🙂

  11. Waaa so sweeet terakhirnyaa~
    Minho sumpah deh nyeremin banget pas mau nyium Taeya. Terus kesannya badboy banget gitu hiihh .__.
    Taemin… Aah gatau kata-kata apalagi buat deskripsiin figur Taemin disini. Pokoknya suka bangetlah. Daebak daebakk

    Ditunggu story lainnya 😀

  12. congratulation author.. akhirnya FF nya selesai juga..
    aku tunggu FFmu selanjutnya 🙂

    MINHO-YA!! #teriak2paketoa
    bener2 yah nih cowo plin plan banget,, barusan ngomong cinta ama Yuri..
    Ehh,, malah main sosor aja ke Taeya, yeoja polos nan suci..
    Untung ada Taemin yang nyelametin.. Akhirnya mereka jadiaannn… #legadeh
    Ternyata Yuri baik banget yah..

  13. Omoooo~~~
    Happy ending ! ╭(′▽`)╯
    Aigoo, keren skl !! Aaa taeminniee~~~ kau bgitu manly disini : D

  14. Mian author aku baru nemu nihh ff..aku komenny 1 bwt semua part yaah…ff ny daebaaaak…keren maximal..hahaha.. taemin manly bangeeet…mau dooonk..hahaha *di gampar taemints nih*
    Wooooo…minho amziiing..pokoknya daebaaaak author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s