Love Does Not Need To Have

MASIH
Author     :     Keyla Cho
Main cast    :     Kim Kibum
Kim Jonghyun
Yoon Miran
Support Cast     :     Lee Yoonhee
Lenght    :    Oneshot
Genre     :     Romance
Rating    :    General
Ini FF pertama yang saya kirim kesini. Okay!! langsung aja
“happy reading”


Kim KibumPOV
Kibum-ah.” Panggil seseorang
Reflex aku menoleh kearah suara itu. Aku tersenyumpadanya.
“apa yang kau lakukan disini?” tanyanya sambil duduk di sampingku.
“seperti yang kau lihat.” Jawabku.
Kami berdua duduk dalam diam.
“apa kau masih memikirkannya?” tanyanya tiba-tiba.
“ne?” tanyaku pura-pura tidak mengerti.
“Miran.”
Aku tau dia pasti akan menanyakan itu. Aku menoleh lalu ‘mencoba’ tersenyum padanya.
“ani. Kami sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.Rasanya aneh jika aku terus memikirkannya.”
Kami kembali terdiam, sibuk dengan fikiran masing-masing.
“Kibum-ah.”Panggilnya lagi.
“ne.” Sahutku tanpa menoleh.
“bolehkah aku mengatakan sesuatu padamu?” tanyanya.
“marhae.” Jawabku sambil tersenyum padanya.
“sebenarnya aku menyukai Miran.” Akunya.
“mwo?” tanyaku spontan sambil menatapnya ragu.
Sebenarnya aku kaget mendengar pengakuannya.Karena baru kemarin aku Dan Miran mengakhiri hubungan kami, sekarang dia malah mengatakan bahwa dia menyukai Miran.
FLASHBACK
“sebaiknya kita akhiri saja.” Ucap seorang yeoja yang duduk dihadapanku sambil menatapku.
“akhiri apanya? Apa kau akan bahagia?”
“molla.” Yeoja itu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya sambil menggeleng.
“lalu kenapa kau menginginkan kita berpisah?”.
“jujur saja, aku merasa kau tidak seperti dulu.”
“apa maksudmu Miran-ah?”
Dia tidak menjawab.
“maafkan aku jika aku membuatmu ragu. Tapi aku benar-benar mencintaimu Miran-ah.”
Aku tidak tau lagi apa yang harus aku katakan padanya. Yang aku inginkan hanya dia tau bahwa aku sangat mencintainya.Apa aku harus bilang bahwa aku rela mati untuknya? cih, aku tidak mau mengatakan hal itu. Aku bukan tipe pria yang suka merayu wanita dengan kata-kata yang ‘kurasa’ berlebihan seperti itu.
“nadoKibum-ah.  Aku sangat senang menerima kenyataan bahwa kau adalah milikku.Tapi walaupun begitu, aku merasa aku tidak benar-benar memilikimu.”Jelasnya.
“mwo?” tanyaku tak mengerti.
“sudahhampir tiga tahun. Aku bosan seperti ini.Kau tidak punya waktu untukku.Kau jarang menghubungiku.Aku merasa kesepian.Kau tau?Terkadang dibenci lebih baik daripada kesepian.”Ujarnya.
“mianhae, tapi aku benar-benar sibuk akhir-akhir ini.”
“Aku tidak tau apa yang kau kerjakan diluar sana.Apalagi sekarang kau dekat sekali dengan wanita bernama Yoonjin itu.”
“kan sudah aku bilang, dia itu teman lamaku yang kebetulan satu universitas denganku di Jepang. Lagipula Jepang-Korea kan tidak terlalu jauh.”
Dia hanya terdiam.
“kumohon tunggu aku. Sebentar lagi kuliahku selesai. Dan kita akan bertunangan. Yaksokhae.”Ucapku sambil menggenggam tangannya.
“molla.” Ujarnya sambil menarik tangannya dari genggamanku. “aku takut . . perasaanku akan berubah.” Lanjutnya.
Aku terdiam memikirkan apa yang diucapkannya barusan. Benar juga apa yang dia katakan. Perasaan seseorang memang tidak akan tetap. Sama dengan pergantian hari, pergantian musim, Dan pergantian cuaca. Perasaan seseorang juga pasti akan berubah seiring berjalannya waktu. Atau bahkan mungkin perasaan Miran sekarang padaku telah berubah?
“mungkin kau tidak merasakan apa yang aku rasakan. Tapi aku harap kau mengerti.”Ucapnya.
Miran menatapku . . ragu? Yah, aku harap dia ragu dengan keputusannya.Dia bangkit dari duduknya lalu pergi meninggalkanku.Aku tidak berhenti menatap punggungnya yang mulai menjauh hingga akhirnya dia menghilang dibalik pintu café ini.
~-~-~-
“waeyo?” tanya seseorang yang sedang duduk disampingku.
“Miran.Dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami.”Jawabku tanpa menoleh padanya.
“ne?” tanyanya kaget.
“aku tidak mengerti. Dia bilang aku tidak punya waktu untuknya.Dan dia bosan terus seperti ini.”
“bukankah sebentar lagi kau akan menyelesaikan kuliahmu?”
“memang. Tapi dia tidak yakin bisa menungguku.”
“kau akan melepasnya?” tanyanya tak percaya.
“mollaJjong-ah. Mungkin lebih sulit mempertahankan daripada meraihnya.”
“walaupun begitu kalian sudah bertahan selama empat tahun. Itu bukan waktu yang sebentar.”
Kami sama-sama terdiam.
“tidak bisa memiliki orang yang kita cintai itu memang menyakitkan, tapi lebih menyakitkan lagi jika kita benar-benar tidak bisa melihatnya lagi. Jika kau bisa, lepaskanlah dia. Dia akan kembali padamu jika memang sudah ditakdirkan. Yaah, siapa yang tau?Geurae?” tanyanya.
Aku hanya tersenyum menanggapinya.
FLASHBACK OFF
“Jjong-ah . .sejak kapan kau menyukainya?” tanyaku ragu  dengan pertanyaanku.
“belum lama setelah dia menjadi kekasihmu.” Akunya.
“selama itu kah?” tanyaku tak percaya.
“ne, begitulah.” Jawabnya sambil menoleh padaku.
“lalu?” tanyaku lagi. Dia menatapku bingung. “apa yang akan kau lakukan?” aku memperjelas pertanyaanku.
“molla.” Jawabnya sambil menatap lurus ke depan. “sebenarnya . . aku ingin sekali menyatakan cintaku padanya. Eottokhae?” tanyanya.
Aku terdiam.Aku bingung memilih jawaban yang harus ku ucapkan atas pertanyaannya.Sejujurnya aku masih sangat mencintai Miran. Dan aku masih belum rela melihatnya bersama pria lain. Bahkan temanku sendiri.
“lakukan saja.” Jawabku dengan berat hati sambil tersenyum.Senyum yang dipaksakan.
Jika aku orang yang egois, mungkin aku akan mengatakan ‘tidak’. Tapi apa hakku mengatakan ‘tidak’? Miran bukan siapa-siapa lagi. Dan Jonghyun berhak untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan.
“mianhaeKibum-ah, aku berjanji akan menjaganya lebih daripada kau menjaganya.” Ucapnya sambil menatap kedepan.
“aniya. Aku yakin kau bisa melakukannya.”Aku tersenyum padanya.
“oh iya, kapan kau akan kembali ke Jepang?” tanyanya.
“mungkin tiga minggu lagi.” jawabku tidak yakin.
“annyeongKibum-ah.” Sapa seseorang.Aku menoleh keasal suara itu.“Kebetulan sekali kita bertemu disini.Kita memang berjodoh yah.”Ucapnya sambil tersenyum riang.
“apa maksud kata ‘berjodoh’ itu?” tanyaku sewot.
“ah ada kau juga, annyeong Jonghyun-ssi.” Ucapnya mengalihkan pertanyaanku.
Jonghyun hanya tersenyum lalu sedikit membungkuk.
“sepertinya aku harus pergi. Aku ada urusan.”Ucapnya sambil bangkit dari duduknya. “annyeongKibum-ah, annyeong Yoonjin-ssi.” Ucapnya lagi lalu berlalu meninggalkan kami -Aku Dan Yoonjin-.
~-~-~-
“apa sikutmu sudah tidak sakit lagi?” tanyaku.
“ne, hanya sedikit.” Jawabnya pelan.
FLASHBACK
Pagi ini aku berjalan-jalan di sekitar taman kota Seoul. Lumayanlah, untuk menghilangkan rasa jenuhku. Biasanya aku akan senang jika aku pulang ke Seoul. Dulu Miran selalu menemaniku saat aku pulang ke Seoul.
“aish Kim Kibum. Apa yang kau fikirkan? Pabo.Pabo.”Rutukku sambil memukul kepalaku sendiri.
“aigooooo.” seru sebuah suara.
Aku menoleh kearah suara itu.Ku lihat seorang yeoja sedang terduduk di pinggir jalan sambil memegangi sikutnya.Aku berlari kecil menghampirinya.
“agashi,  gwenchanayo? apa yang terjadi?” tanyaku khawatir.
“orang itu menyerempetku, lalu melarikan diri begitu saja. Aish menyebalkan.”Rutukknya sambil menunduk memengangi Dan menatap sikutnya yang berdarah karena tergores.
‘suara itu.’ fikirku dalam hati.
“Miran-ah.”Aku memegang pundaknya.
“ne.” Sahutnya sambil mendongakkan kepalanya.“Kibum-ah.”Gumamnya.
FLASHBACK OFF
Kami berdua terdiam. Entah apa yang dia fikirkan. Yang pasti aku hanya memikirkan apa yang sebaiknya aku katakan. Apa aku harus bertanya ‘apa kau sudah mendapat penggantiku?’ haahh, aku tidak mau mendengar ‘kemungkinan’ jawaban yang akan membuatku sakit hati.
“bagaimana kabarmu?” tanyaku sedikit canggung.
“tidak jauh berbeda dengan beberapa hari yang lalu.” Jawab Miran yang sedang duduk disampingku.
Dulu aku merasa nyaman jika dia duduk disampingku.Tapi sekarang rasanya aneh.Mungkin karena hubungan kami yang tidak terlalu baik akhir-akhir ini.Setidaknya sebelum dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami.
“apa kau . .” dia mengantung ucapannya.
Aku menatapnya penasaran.
“apa kau merasa bahagia?” tanyanya.
“menurutmu? Apa aku terlihat bahagia saat ini?” tanyaku balik dengan sedikit ketus.
Aku tidak suka dengan pertanyaanya.Yang benar saja.Bagaimana mungkin aku bahagia?
“apa kau sudah mendapat penggantiku?” tanyanya lagi.
“ada apa denganmu Miran-ah? Beberapa hari lalu kau memutuskan hubungan kita secara sepihak, Dan sekarang kau bertanya seperti itu.” ucapku sedikit membentak.
“mianhae.” Miran menundukkan kepalanya.Ada sebuah penyesalan dari perkataannya.
“ah, ani. Mianhae.”Ucapku merasa bersalah karena telah membentaknya.
“Kibum-ah, sepertinya aku harus pergi.Annyeong.” ucapnya lalu bergegas meninggalkanku.
“tidakkah kau lihat. Aku masih sangat mencintaimu Miran-ah.”Gumamku pelan sambil menatap punggungnya yang semakin menjauh.
~-~-~-
“Wajahmu aneh sekali. Waeyo?” tanyaJonghyun sambil memperhatikanku.
“geurae? Memang kenapa?” tanyaku balik.
“sepertinya kau kurang tidur.” Jawabnya. “apa kau tidak bisa tidur? apa ada masalah?” tanyanya.
“ani. Semalam aku mengerjakan tugasku.”Jawabku bohong.
‘mianhaeJonghyun-ah. Aku tidak bisa bilang bahwa sebenarnya aku masih punya malam tanpa tidur karena memikirkan Miran.’Batinku.
“Kibum-ah, mianhae.”Ucapnya tiba-tiba.
“ne?” tanyaku bingung.
“aku menyukai Miran.” Jawabnya.
Aku menoleh padanya.
“Tak apa Jjong-ah.Aku kira tidak banyak yang tersisa dari hubungan kami.Berhenti meminta maaf.Aku hanya berharap kau bisa menjadi kekasih yang lebih baik untuknya.”Ucapku sambil tersenyum.Senyum yang dipaksakan.
Aku memang tulus mengatakan itu.tapi aku tidak bisa tersenyum tulus saat mengatakannya.
“apa kau sudah mengatakan perasaanmu?” tanyaku.
Dia menggeleng.Lalu kami sama-sama terdiam.
“Dia tidak bisa minum banyak, benci asap rokok, dia benci sendirian, jadi kau harus bisa menemaninya selalu. Dan pastikan kau selalu . .”
‘apa yang aku katakan? Apa perlu aku mengatakan hal ini? aku bahkan tidak tau kenapa aku mengatakan ini.’ batinku.
“selalu apa?” tanya Jonghyun meminta lanjutan atas perkataanku.
“selalu mengingat hari ulang tahunnya.” Lanjutku.
“ne, tentu saja.” Ucapnya.
~-~-~-
Ya tuhan, apakah ini takdirku?Apakah aku benar-benar tidak bisa bersamanya?Padahal aku berharap dia mau menungguku.
Sekarang aku sudah tidak punya harapan untuk memilikinya lagi.
FLASHBACK
Liburanku sebentar lagi berakhir. Mungkin besok lusa aku akan kembali ke Jepang. Jonghyun sekarang jarang bersamaku. Entah apa yang sedang dia lakukan akhir-akhir ini. Apa dia pergi bersama Miran?
“sudahlah, lupakan dia. Lupakan dia.” Ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku.“Aku sudah seperti orang gila saja berbicara sendiri” gumamku pelan saat menyadari bahwa aku ini sedang berada di tempat umum dengan orang-orang yang menatapku aneh.Aku hanya tersenyum malu pada mereka.
“tunggu, bukankah itu Jonghyun? Sedang apa dia disini?” tanyaku entah pada siapa saat melihat Jonghyun duduk di salah satu kursi taman.
Aku berjalan perlahan menghampirinya.
“Jonghyun-ah.”Panggil seseorang.
Jonghyun menoleh.
“Kau sudah datang?” tanyaJonghyun.
Aku mengikuti pandangan Jonghyun.
“Miran?” tanyaku tak percaya.
Buru-buru aku duduk di kursi lain. Kebetulan Jonghyun duduk membelakangiku, jadi dia Dan juga Miran tidak akan tau aku disini.
Aku menoleh kebelakang, kulihat Miran duduk disamping Jonghyun.Kelihatannya mereka berdua sangat akrab. Orang yang melihatnya pasti akan salah mengira bahwa mereka itu sepasang kekasih.
Sebenarnya mereka yang semakin akrab, atau aku yang baru menyadari mereka berdua itu memang akrab?
“aish, tentu saja mereka berdua sangat dekat. Mereka kan sudah berteman bertahun-tahun. Pabo.”Rutukku sambil memukul kepalaku.
“apa benar Jonghyun menghilang karena ingin mendekati Miran? tapi untuk apa di dekati lagi. Mereka kan memang sudah dekat.”Fikirku. “aish, ini membuatku bingung.” Ucapku frustasi.
Aku terus berfikir keras mengenai apa yang terjadi sambil memperhatikan mereka. Jarak yang cukup jauh membuatku tidak dapat menangkap apapun yang mereka bicarakan sejak tadi.Disaat seperti ini rasanya aku ingin meminjam jubah Harry Potter agar aku bisa berada di dekat mereka tanpa ketahuan. Aish, menyebalkan -__-
Sudah hampir satu jam aku duduk disini sambil menunggu dengan penuh tanya. Sampai akhirnya aku lihat Miran memeluk Jonghyun sambil menggumamkan sesuatu.Gerakan bibirnya tidak begitu jelas. Jadi aku tidak tau apa yang dia bicarakan.
“apa dia bilang ‘mianhae? atau dia bilang ‘nado saranghae’?” fikirku.
Tak lama setelah itu mereka bangkit dari duduk mereka lalu berjalan kearahku.
“ah, mereka kesini.” Gumamku sambil merubah posisi dudukku.
Aku menundukkan kepalaku sambil pura-pura memainkan ponselku.
“aratseo, sekarang kau bilang begitu. Tapi lihat saja nanti, kau pasti tak akan membiarkan aku membayarnya.”Ucap seseorang.Aku rasa itu Miran.Karena aku sangat mengenali suaranya.
Sepertinya mereka tidak mengenaliku, karena mereka berjalan melewatiku.
FLASHBACK OFF
“Miran-ah, semoga kau akan lebih bahagia bersama Jonghyun.”Gumamku sambil menatap keluar jendela.Berharap Miran dapat mendengarkannya.
“Kibum-ah, kau ada didalam?” tanya seseorang sambil mengetuk pintu kamarku.
“ne, eomma.” Sahutku.
Pintu kamarku terbuka.Eomma masuk Dan tersenyum padaku, lalu menutup pintunya kembali.
“eomma waegeurae?” tanyaku sambil duduk di pinggiran tempat tidurku.
Eomma menghampiriku lalu duduk di dekatku.
“eomma sudah berbicara dengan teman eomma. Dia . .”
“teman eomma?” tanyaku memotong ucapannya.
“nyonya Lee, ibu temanmu itu. Lee Yoonjin.” Jelas eomma.
Aku mengangguk-anggukkan kepalaku tanda mengerti.
“kami sudah memutuskan, pertunanganmu akan dilakukan bulan depan. Appa-mu juga sudah menyetujuinya.”Ucap eomma.
Aku mendengar perkataan eomma-ku dengan seksama.Sampai setelah beberapa detik aku menyadari sesuatu.
“mwo? tunangan?” tanyaku kaget.
“ne, memangnya kenapa?” tanya eomma-ku balik.
“kenapa eomma tidak bertanya padaku terlebih dahulu? Ini perjodohan atau apa? Ini sangat tiba-tiba eomma.”
“apa Yoonjin tidak memberitahumu jika eomma Dan eomma-nya akan menjodohkan kalian?”
“dia tidak pernah berkata apapun padaku tentang ini.”
“sudahlah, tidak masalah. Yang penting sekarang kau sudah tau.” ucap eomma lalu melangkah menuju pintu “bulan depan kau harus pulang.” Ucapnya lagi sebelum keluar dari kamar.
“ne.” Sahutku.
Eomma-pun menutup pintu kamarku.
“aish, Lee Yoonjin awas saja kau.” Geramku.
~-~-~-
“selamat atas pertunangan kalian.” Ucap wanita yang sejujurnya masih sangat aku cintai ini sambil tersenyum.
“ne, gomawo.” Jawabku sambil tersenyum.Senyum yang dipaksakan.
“kalian kapan akan bertunangan?” tanya Yoonjin.
“nikmati saja pertunangan kalian.” Jawab Jonghyun sambil tersenyum.Dan aku lihat Miran juga tersenyum.
Oh tuhan, sejujurnya aku tidak bisa melihat ini. Melihat dia bersama pria lain. Hatiku sangat sakit.Melihat Miran tersenyum membuatku ingin memeluknya.Tapi mana bisa aku melakukan itu. Sekarang dia sudah jadi milik orang lain. Dan aku pun telah terikat dengan Yoonjin.
“Jonghyun-ah, bisa kita pulang sekarang?” tanya Miran sambil menoleh pada Jonghyun.
“ne, aratseo.” Jawab Jonghyun.
“kenapa harus buru-buru?” tanya Yoonjin.
“Miran pasti lelah.Kami pulang dulu.Annyeong.” ucap Jonghyun.
Miran tersenyum padaku Dan Yoonjin lalu mereka berdua pergi meninggalkan kami.
‘kita punya kehidupan yang berbeda sekarang. Kita tidak bisa bersama lagi.Semoga kau lebih bahagia bersama dengan Jonghyun. Aku akan mencoba mencintai Yoonjin dan akan menghapus cintaku padamu perlahan mulai dari sekarang. Tapi walaupun begitu aku tidak akan pernah melupakan bahwa aku pernah mencintaimu.’Batinku dalam hati.
THE END
Epilog
FLASHBACK
Yoon Miran POV
Hari ini Jonghyun mengajakku bertemu lagi.Lagi?ya, kami memang sering bertemu. Dia sudah tau jika aku telah mengakhiri hubunganku dengan Kibum.Dan dia yang selalu menghiburku.Karena jujur saja, aku sedih Dan juga menyesal dengan keputusanku sendiri.Tapi mau bagaimana lagi?
“Jonghyun-ah.” Panggilku saat aku melihat orang yang aku kenal sedang duduk di salah satu kursi taman tempat dia mengajakku bertemu.
Orang itu menoleh.
“kau sudah datang?” tanyanya sambil tersenyum.
“bagaimana keadaanmu?” tanyanya lagi saat aku  sudah duduk disampingnya.
“semakin hari aku semakin baik. Berkat kau.”
“geurae? Baguslah.”
“kita mau jalan-jalan kemana lagi hari ini?” tanyaku sambil menoleh padanya.
“molla. Kau mau kemana?”
“kemanapun kau mengajakku.” Jawabku sambil tersenyum riang.
“kau tidak punya tujuan dalam hidupmu ya? Maunya ikut-ikut dengan orang lain.”
Ekspresiku berubah saat mendengar ucapannya.
“aku hanya bercanda.” Ucapnya kemudian sambil mencubit pipiku.Lalu kami berdua terawa. “kau itu tidak bisa diajak bercanda ya.” Ucapnya lagi sambil tetap tertawa.
“Miran-ah.”Panggilnya tiba-tiba.
“ne.” sahutku semangat.
“sepertinya kau senang sekali.” Ucapnya sambil tersenyum.
“tentu saja.” Jawabku.
Dia menghela nafas panjang.
“Miran-ah.Na ..” dia menggantung ucapannya.
“marhae.” Ucapku tak sabar.
“sarangheyo.”
“ne?” tanyaku.
‘Aku rasa ada yang salah dengan pendengaranku.’Fikirku dalam hati.
“sarangheyo Miran-ah.”
“mwo?” tanyaku lagi. Kali ini aku yakin bahwa dia benar-benar mengatakan hal itu.
“aku yakin kau tidak percaya dengan apa yang aku katakan barusan. Tapi itulah kenyataan.”
“a, apa kau tidak salah bicara? apa kau . . sedang mabuk?” tanyaku gugup.
“geurae, mungkin aku setengah sadar.” Ucapnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya dengan ekspresi yang serius.
“lagi-lagi aku tertipu oleh candaanmu.” Ucapku sambil tertawa.
Tiba-tiba dia meraih kedua  tanganku lalu menggenggamnya. Aku menghentikan tawaku.
“aku mungkin sudah gila, tapi aku tidak bercanda. Sarangheyo.”
“ bagaimana bisa?” tanyaku ragu.
“sebenarnya aku merasa tidak enak pada Kibum. Tapi bagaimana lagi?aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri.”
“apaKibum tau?”
“ne.”
Perlahan aku menarik tanganku dari genggamannya lalu gantian aku yang menggenggam tangannya.
“mianhae.”
“ne?”
“aku tidak bisa membalas perasaanmu. Walaupun aku tidak yakin, tapi aku akan berusaha untuk menunggu Kibum. Aku masih amat sangat mencintainya.Mianhae.”
Jonghyun tersenyum.
“ne, araseo. Aku juga tidak berharap terlalu banyak.Yang penting kau sudah tau perasaanku.”
Aku ikut tersenyum mendengarnya, lalu aku langsung memeluknya.Jonghyun membalas pelukanku.
“gomawo Jonghyun-ah. Aku tau kau pasti bisa mengerti.”Ucapku sambil tetap memeluknya.
Jonghyun mengelus kepalaku lembut, lalu melepaskan pelukanku.
“sudah ah, malu peluk-pelukkan ditempat umum.” Ucapnya sambil tersenyum malu.
Aku terkekeh.
“kajja.” Ajaknya sambil bangkit dari duduknya lalu melangkah pergi.
“odika?” aku berlari kecil mengikutinya.
“karena semua tempat sudah kita datangi, jadi kita ke café saja. Tapi kau yang traktir.”Ucapnya saat aku sudah mensejajarkan langkahku dengannya.
“aratseo, sekarang kau bilang begitu. Tapi lihat saja nanti, kau pasti tak akan membiarkan aku membayarnya.”Ucapku menantang.
“hahaha, kau tau saja.”
FLASHBACK OFF
THE END
Mian, ceritanya kepanjangan. Itu juga uda saya percepat.gimana ceritanya? Aneh?Atau membosankan?ah, mian deh kalo gitu.  *bow
Oh iyaaaa, Ngertikan cerita yang sebenernya gimana?? Nggak bingung kan?? Pasti ngerti  Dan nggak bingunglah ^^
Dan kalo kalian teliti, kalian pasti bakal tau sesuatu dari dalam ff ini . . ^O^
Gomawo all . .
leave me comment, please ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “Love Does Not Need To Have”

  1. “annyeongKibum-ah, annyeong Yoonjin-ssi.” Ucapnya lagi lalu berlalu meninggalkan kami -Aku Dan Yoonjin-.
    Terus ada flashback, tapi setelah flashback.nya habis kenapa Kibum sama Miran? Atau jangan-jangan setelah flashback udah ada di setting yang lain? -_-a

    Ah, cerita kayak gini…nyesek banget. Kasian mereka berdua TT

    Fighting for your next ff 🙂

  2. Ya ampun nyeseknya.. T.T
    masa si gitu doang? Kibum sama Miran nggak bersatu lagi??
    Tapi aku justru suka sih yang nyesek kaya gini. Good job thor. ditunggu karya2 yang lain ^^

  3. Key nungguin Miran, Miran juga nungguin Key….Key masih cinta sama Miran, Miran masih cinta juga sama Key…. aaih, mereka berdua itu sama-sama cinta tapi nggak konek(?)-_-

    yah, saya kagak dapet jatahnya deh .__. Key udah di ambil Yoojin, Jonghyun udah di ambil Miran…saya mana QAQ, nggak apa deh masih ada Taemin ini #senyum2genit *ditabok Taemints*

    setuju sama comment-comment sebelumnya… ‘NYESEK’ TT^TT. Nice FF, terus berkarya thor 😉

  4. kereen… feelnya dapet sih … buat sequel kibum sama yoonji dong …..
    huwaaa nyseeekkk ….
    ngak bisa komentar panjang2 .. coba deh bikin sequellnya yaayaya ….

    iya thor, alurnya keliatan buru2 .. heheheh

  5. KOK NYESEKKKKKKKKK T_____T
    kasian sama pacar saya si Key huaaaa nikah sama orang yg ga dicintainya :”( sian jugaa sama si Miran……… sedih thor SEDIH. #lebay

    agak bingung awalnya, soalnya kebanyakan flashback, jadi keteter sendiri mikirnya hahaha tp gapapaaa overall aku sukaaa apalagi sama pacar sayaa! (re: KEY) #slapp

    keep writing thor!

  6. Umm aku penasaran dgn yg km bilang ‘klo teliti pasti ada sesuatu’
    Mksdnya apa? Kbetulan aku lg ga teliti tuh 😛
    Umm…
    Aishh aku agak sensi dgn yg namanya prjodohan, knp sih cowo itu ga bs nolak klo dijodohin sma org yg ga dia cinta? Knp sih pasrah”an gitu??
    Hadehh pdhl msh sma” slng cinta, tp emg ya kodratnya tuh slalu cwe yg nunggu pdhl cewe tuh plng bnci sama yg namanya nunggu..
    Kayak aku gini..
    Udah tau cowo aku udh tunangan sma cewe yg dijodohin ke dia, msh aja nunggu krn aku msh keep in faith sma keyakinan aku bhwa dia msh cinta aku..
    HH.. sakit sih, tp aku akan lbh nyesel lg klo aku ga bs sabar nunggu trnyata dia dtng lg dlm hidup aku dan aku udh dlm kondisi udh mlupakan dia, yahh kurang lbh jd kyk si Miran sama Key inilah jdinya..

    Well, aku mau kasih saran aja. Sayang, sbnrnya critanya bagus, tp coba deh km rapikan sedikit penulisannya, jd yg baca ga bingung. Kbetulan aku lg baca dr laptop, coba klo yg baca dr hp, kasian mata mrk ^^
    Coba ya diperbaiki lg biar dr hari ke hari karya km makin bagus dan rapi
    Dan kamu tau? Penulisan yg baik itu bisa ngebuat pembaca lbh menyerapi alurnya krn mrk ga prlu menggerutu dgn kebingungan mrk ^^

    Keep writing ya! ^^
    Annyeong -waves hand-

    1. mungkin uda takdir nya kayak gitu o,o
      sabar aja ya, mungkin yang diatas uda nyiapin sesorang yang lebih baik ^^

      iya ni, salah saya nggak periksa lagi sebelum kirim . jadi kayak gini deh *bow

      gomawo uda baca dan komen . kritikannya saya terima dan akan saya jadikan pelajaran buat kedepan ^^

    1. baca sampe 100x juga boleh kalo nggak ngerti2 #plak
      mian bikin bingung, saya lupa nggak periksa dulu, jadi berantakan deh *bow

      gomawo uda baca dan komen ^^

  7. ceritanya bagus thor, aku sukaaaa
    tp mian, aku serada bingung deh sama urutannya, antara flashback dan lain-laninnya. hhe
    coba diterusin lagi thor, sampe aku, eh salah maksudnya miran sama key bersama lagi, hhe
    daebak !! ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s