One For Me – Part 2

One For Me
Title: One For Me
Author: Thitie
Main Cast:
–    Yoo So Hyun a.k.a You
–    Kim Jonghyun
–    Kim Kibum a.k.a Key
Support Cast: All member SHINee
Length: Sequel
Genre: Romantic
Rating: PG-15
Summary : Yoo So Hyun adalah seorang gadis yang trauma akan namja. Karena trauma itu ia menjadi seorang gadis tomboy dan penyendiri. Akan tetapi, ada 2 namja yang sangat mencintainya. Siapakah mereka? Akankah So Hyun luluh terhadap kedua namja itu? Mampukah So Hyun sembuh dari trauma nya akan namja?

A.N : Ini adalah FF pertamaku yang dikirim di blog ini. Semoga bisa membuat yang baca senang akan ceritanya. Maaf kalau ada kata” yang kurang berkenan atau cerita nya aneh. Karena yang bkin pun aneh 😛
Kritik n saran bisa disalurkan ke twitter saya @thieedictator atau FB >> Thitie Raffa Hatake (Sekalian promosi) 😀
Oke deh segitu aja yaa pembukaan nya .. Once more I HATE SILENT READER so ditunggu RCL nya ^_^
Happy reading ….
Oiya, thx buat yg udah RCL di part 1 ^_^


—————————————-
Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 16.00, ya kurasa restoran Appugeun tak jauh dari rumahku. Aku bergegas menuju kamar mandi dan memakai pakaian yang simple. Jeans hitam panjang, kaos putih yang ditiban dengan kemeja biru tua lalu kakiku, ku pakaikan sneaker dan rambutku ku biarkan terurai. Mengapa aku berdandan seperti itu? Karena aku adalah yeoja tomboy yang tidak suka memakai rok jika berpergian. Tak lupa ku bawa tasku. Ku berjalan menuju halte Sanggeun yang tepat berada di depan gang rumahku, setelah beberapa menit aku menunggu bis akhirnya bis itu tiba. Ku ambil posisi duduk di belakang dan paling pojok, lalu ku pasang headphone hijauku dan ku setel lagu kesukaanku ‘REPLAY’.
20 menit sudah aku berada di dalam bis. Akhirnya aku tiba di restoran Appugeun, lalu ku lihat seorang yeoja puti berambut hitam panjang sepinggang menggunakan dress selutut berwarna putih dengan motif bunga-bunga dan high heels berwarna putih yang menghiasi kaki kecilnya, ya memang terlihat simple namun apabila dia yang memakainya jadi terlihat sempurna. Shi Ju ialah yeoja itu.
Shi Ju adalah yeoja cantik idaman seluruh namja di SMP saat itu, banyak sekali yang menyukainya namun tak ada satupun yang di terimanya. Tapi kenapa yeoja yang begitu sempurna itu mau berteman denganku, seorang yeoja pemalas yang tomboy. Itu karena aku lah satu-satunya sahabat yang ia percayai, dan aku adalah seorang yeoja yang selalu berpikiran dewasa yang dapat membantunya untuk memecahkan masalah yang ada di otaknya. Aku beruntung memiliki teman seperti Shi Ju.

“Shi Ju~ah!! Sudah lama kah??”
“Ahh ani, yuk kita masuk!! Aku ingin bercerita.”
“So Hyun~ah, aku sangat merindukanmu,” ucap yeoja cantik itu sembari memelukku.
“Ya, aku juga merindukanmu. Hei, kau mau cerita apa?”
“Kau tahu Choi Minho kan? Seorang namja tampan yang ada di sekolahmu itu. Dua minggu yang lalu kami baru saja menjadi sepasang kekasih. Kya~ aku senang sekali So Hyun. Hei apakah kau sudah memiliki namjachingu?”
“Umm … Ani, aku belum memiliki namjachingu,” jawabku gugup.

Choi Minho, atlet basket di sekolah itu. Ya memang dia sungguh tampan dan hebat. Banyak sekali yeoja yang menyukainya. Namun, sekarang hanya Shi Jul ah yang ada di hatinya. Ya, jelas saja Minho tertarik pada Shi Ju. Shi Ju sangat cantik. Jika aku seorang namja pun sudah dari dulu aku menjadikannya seorang yeojachinguku. Shi Ju bertemu dengan Minho saat ada lomba lasastra antar sekolah di seluruh Seoul. Kebetulan aku dan Minho di tunjuk sebagai salah satu siswa yang mewakili sekolah. Saat perlombaan aku bertemu Shi Ju dan aku perkenalkan dia dengan Minho. Ya, pada saat itu aku berteman baik dengan Minho karena setiap hari sepulang sekolah aku dan dia berlatih bersama. Mungkin sekarang Minho sudah lupa denganku, tak apa lah biarkan saja. Tak ku sangka sejak saat itu mereka dekat dan akhirnya berpacaran.

“Ya!!! Go Shi Ju kau beruntung sekali memiliki namjachingu seperti Minho itu .. banyak sekali yeoja yang menyukainya namun, sekarang kau lah yang berhasil mendapatkannya,” ucapku sambil tersenyum.
Shi Ju hanya membalas dengan tawa.
“Kau mau makan apa? Aku yang traktir.”
“Jinja???? Yeeaaahhhhh!!!! Gomawo Shi Ju~ah.”
“Ne.”

2 jam sudah aku bersama Shi Ju di restoran itu. Sekarang saatnya pulang. Karena Shi Ju telah dijemput Minho di depan restoran, jadi aku pulang sendiri.

“Aku pulang!!!! Eomma aku capek, aku ke kamar dulu ya? Annyeong,” ucapku sambil menyugingkan senyum dan berlalu menuju kamar.
“Ya!!!! Aku lupa mengerjakan PR, jika aku tidak mengerjakan PR Matematika ini bisa-bisa Shim seongsaenim akan marah besar sampai membelah dunia menjadi 10.”

Aku bergegas mengerjakan PR itu, ya setengah jam aku mengerjakannya. Meski aku jarang mengikuti pelajaran Shim seongsaenim, tapi aku selalu bisa mengerjakan soal-soal ini dengan mudah.
Jam di dinding ku telah menunjukkan angka 9, baiklah aku harus tidur. Ku rebahkan tubuhku di tempat tidur, lalu ku pejamkan mata sedikit demi sedikit.

Pagi ini aku dan Jonghyun berjalan menyusuri Seoul dan membeli berbagai barang-barang lucu. Setelah dari Seoul kami memutuskan untuk ke sebuah tempat yang berada di atas bukit untuk menikmati indahnya bintang-bintang di malam hari nanti. 2 jam kami di dalam mobil. Akhirnya kami tiba di sebuah bukit yang tak terlalu tinggi namun sangat indah. Aku duduk di sebelah Jonghyun, ia memegang tangan ku erat yang seakan-akan tak ingin meninggalkanku. Hmmm … aku juga seperti itu. Sedikit demi sedikit Jonghyun mendekatkan dirinya ke arah ku dan kini ku rasakan wajahnya tepat 5 cm di depan ku, semakin dekat dan akhirnya….

Kring kring kring kring

“Aisshhh!!! Weker ini mengagetkanku saja, kenapa disaat seperti itu kau harus berbunyi? Kau tak tahu aku sedang bahagia?? Ckckckcckk,” omelku pecah pada weker biru kesayanganku itu lalu melemparnya ke atas tempat tidur.
“Aishhh!!! Sedikit lagi itu, sedikit lagi,” ujarku sembari mengacak-ngacak rambutku sendiri.
Baiklah, karena aku adalah orang yang apabila sudah bangun tak dapat melanjutkan tidur lagi, jadi aku memutuskan untuk bergegas menuju kamar mandi dan tak lupa membawa pakaian sekolahku. 20 menit sudah aku di kamar mandi, setelah itu aku langsung turun dan memakan sarapan yang sudah eomma buatkan untukku.

“Eomma, aku pergi yaa!!! Annyeong!!”
“Ne jagi, hati-hati yaa!!!”
“Ne eomma, saranghae!!!”

Hari ini aku tidak telat masuk kelas Shim seongsaenim karena tadi malam wekerku sudah aku pasang satu jam lebih awal dari biasanya. Tepat pukul 07.15 aku memasuki gerbang sekolah. Sekolahku ini sangat besar karena memang disini tempatnya anak-anak orang tajir saja yang mampu memasuki sekolah ini, aku masuk sekolah ini karena mendapatkan beasiswa dari prestasiku saat di SMP dulu. Saat aku memasuki gerbang yang ku lihat adalah mobil-mobil keren dan mahal, ya mobil-mobil itu adalah milik siswa-siswi di sekolah ini. Segeralah aku menuju kelas karena jam pertama adalah pelajaran Shim seongsaenim.

“Selamat pagi anak-anak, ayo kumpulkan tugas yang kemarin saya berikan.”

Seluruh murid di kelas mendatangi Shim seongsaenim. Lalu setelah itu dia memberikan materi kembali dan tak lupa ia memberikan kami latihan soal. Susah memang, tapi aku dapat mudah mengerjakannya, karena tadi malam aku sudah belajar saat mengerjakan PR. Kulihat wajah seluruh murid yang kelihatan seperti habis diterpa badai hebat, kucel semua karena stress dengan soal yang diberikan oleh Shim seongsaenim.

“Aigoo, susah sekali.”

Kulihat seorang namja di sampingku mengeluh, ahh biarkan saja toh dia adalah murid pindahan dari SMA Incheon, murid-murid disana kan terkenal dengan kegeniusannya. Hmm terasa lama sekali di dalam kelas.

Teng teng teng teng
Akhirnya bel istirahat berbunyi. Karena eomma tak membuatkanku bekal makanan jadi aku memutuskan untuk pergi ke kantin.
Hmmm .. kurasa aku malas untuk makan. Aku mengurungkan niatku untuk pergi ke kantin, aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan saja. Aku meminjam banyak buku, karena ku yakin buku-buku ini akan menambah pengetahuanku. Aku meminjam 5 ensiklopedia tentang berbagai macam bahasan.

“Aigoo berat sekali,” gumamku.

DUUUUUGGGGGG

“Mianhae mianhae mianhae,” ucapku dan membungkukkan badanku 90 derajat pada orang yang kutabrik itu.
“Hmmm .. gwenchana, sini ku bantu,” ujarnya.
“Aigoo, Kim Jonghyun,” benakku.

Ku balas dengan senyuman dan dia mengantarkanku hingga menuju kelas dan menaruh buku-buku itu di atas mejaku. Aku yang sedari tadi hanya memandangi wajah cool nya.

“Hmmm ini sudah. Lain kali hati-hati ya!!” ujarnya.
“Ne, komaptsumnida sunbae.”
“Ani, jangan panggil sunbae, panggil saja aku Jonghyun oppa,” ucapnya dengan menjulurkan tangannya.
“A…a…aku So Hyun, Yoo So Hyun,” ucapku gugup sembari membalas juluran tangannya.
“Oke.. Aku ke kelas dulu yaa!!!”

Aigooo, mimpi apa aku semalam hingga saat ini aku bisa bertemu dengan Jonghyun. Dia membantu ku membawa buku-buku lalu aku bisa memegang tanganya, lembut sekali seperti wanita. Ya, tadi malam aku bermimpi tentang dia.

-Jonghyun POV-

Bel sudah berbunyi kurasa aku harus menemui teman-temanku di tukang bakso langganan kami.

“Ya!! Hyung, kau lama sekali,” ucap Taemin sembari melahap bakso yang super big.
“Mian, tadi ada pelajaran tambahan.”
“Oh,” ucap Minho yang memang teman ku yang agak pendiam.
“Yaudah yuk kita makan,” ucap Taemin.
“Ya!! Lee Taemin, kau sudah makan sedari tadi,” ujar Key.
“Ahjumma, aku pesan bakso seperti Taemin yaa.”
“Siipp!!!!”

20 menit sudah aku berada di kantin. Aku memutuskan kembali ke kelas karena masih ada tugas yang belum aku selesaikan.

DUUUUUGGGGGG

“Mianhae mianhae mianhae,” ucapnya dan membungkukkan badanku 90 derajat pada orang yang kutabrik itu.
“Hmmm .. gwenchana, sini ku bantu,” ujarku.
“Hmmm ini sudah. Lain kali hati-hati ya!!” ujarku.
“Ne, komaptsumnida sunbae.”
“Ani, jangan panggil sunbae, panggil saja aku Jonghyun oppa,” ucapku dengan menjulurkan tangannya.
“A…a…aku So Hyun, Yoo So Hyun,” ucapnya sembari membalas juluran tanganku.
“Oke.. Aku ke kelas dulu yaa!!!”

Setelah kejadian itu aku bergegas menuju kelas karena memang ada tugas yang belum aku selesaikan.
‘Aishh dimana buku itu???? Apa tertinggal di kelas yeoja itu??’ benakku.

-Jonghyun POV-

Aku yang sedari tadi hanya memikirkan wajah cool nya Jonghyun oppa saat membantuku membawakan buku-bukuku sama sekali tidak memperhatikan Kim seongsaenim yang sedang mengajarkan “Present Progressive”, ya Kim seongsaenim adalah guru bahasa Inggris.

DUUGGGGG

Seketika buku-buku ensiklopediaku jatuh, lalu ku lihat ada buku berwarna kuning bergambar buah-buahan yang terlihat seperti buku gambar. Ku buka lembar per lembar, tak ku sangka gambar yang begitu indah. Namun, gambarku masih terlihat lebih bagus di banding ini. Ku cari-cari siapa pemiliknya. Yap ketemu.

Kim Jonghyun
3A
p.s : Jika seseorang membuka ini habis kau denganku.

Ya!!! Buku ini milik Kim Jonghyun, aku harus mengembalikannya. Sepertinya buku ini begitu berharga hingga dia menulis catatan seperti itu. Ku simpan buku itu di dalam tas, jika aku bertemu dengannya akan ku kembalikan.

Teng teng teng teng
Bel pulang.

Akhirnya pelajaran ini selesai, aku berjalan menelusuri koridor sekolah.

“So Hyun~ah!!!!” Terdengar suara seseorang memanggilku.
“O..p..ppaaa!!! Waeyo??” ucapku.
“Apa kau melihat sebuah buku kuning diantara buku-buku besarmu itu???” ucapnya yang ternyata adalah Jonghyun oppa.
Aku mengubek-ngubek(?) tasku, dan akhirnya ketemu juga buku kuning bergambar buah-buahan itu.

“Ini!!!”
“Apa kau sudah melihatnya???”
“Sudah….”
“Lalu, bagaimana??”
“Biasa saja, masih bagusan juga gambarku.”
“Mana sini aku mau liat??”
“Shiroo!!!”

Lalu, aku berjalan meninggalkannya.

“Hei tunggu!!! Aku ingin pulang dengan mu!!”
“Tidak perlu, rumahku dekat.”

Aku berjalan secepat mungkin agar ia tidak mampu mengerjarku. Entah mengapa, tapi aku sangat malu apabila didekatnya. Mungkin saat itu wajahku sudah semerah tomat.
Aku berjalan setengah berlari. Tapi, ku lihat sudah tak terlihat lagi batang hidungnya. Mungkin dia sudah lelah mengejarku.

“Eomma, aku pulang!!! Eomma, aku mau ke kamar ya!!!”
-Key POV-

Entah mengapa aku menjadi teringat oleh wajah yeoja yang saat itu aku tabrak. Apa yang ia lakukan sekarang ya??  Hmm.. Tak tahu. Namanya saja aku masih belum terlalu ingat. Yoo.. Yoo.. Yoo siapa gitu?? Tak tahu lah  Nomor teleponnya saja aku todak punya. Huft…

Soomeul gotdo chatji mothae naneun piharyeogo aesseo bwado
Geobujocha hal su eopneun nege gadhyeobeorin na
Sarangieotdamyeon jeongmal saranghaetdeon georamyeon naege ireojineun mala
Her whisper is the LUCIFER

Jonghyun hyung calling ….

“Yeoboseyo!! Waeyo hyung??? … Sekarang??? Baiklah 10 menit lagi aku kesana.”

Jonghyun hyung memintaku untuk pergi ke restoran Appugeun, untuk meeting bersama Onew hyung, Jonghyun hyung, Minho, dan Taemin.

“Annyeong!!!” ucapku.
“Hei hyung lama sekali kau datangnya, kau tak tahu kami sudah lumutan hingga keriputan dan sekarang menjadi tamppan lagi hanya untuk menunggumu???” ucap Taemin.”
“Mian…” ucapku singkat dan langsung memilih duduk di sebelah Jonghyun hyung, karena apabila di sebelah Taemin aku tak tahu saat pulang nanti apakah aku masih memakai baju ku atau tidak.

“Hei!! Kau tahu tidak tadi aku bertemu gadis cantik dan manis lho!!!” ucap
Jonghyun hyung membuka percakapan.
“Jinja??? Bisakah kau kenalkan aku dengan gadis itu hyung??” Ucap Taemin.
“Ani… Dia hanya untukku.”
“Siapa namanya hyung, dan murid kelas berapa??” tanyaku penasaran.
“Hmmm… Namanya itu… Yoo So Hyun dia kelas 2A.”

Deg. Serasa jantungku berhenti saat Jonghyun hyung menyebutkan nama yeoja itu. Ya, dia adalah gadis yang ku tabrak saat itu dan hingga sekarang aku masih memikirkannya. Hmm… Apakah Jonghyun hyung menyukainya seperti ku???

“Bagaimana kau bisa bertemu???” tanyaku penasaran.
“Hmm tadi saat aku kembali dari kantin dan menuju kelas, ada yang menabrakku, karena dia sedang bersusah payah membawa 5 buku ensiklopedia dari perpustakaan. Buku-buku nya terjatuh dan aku membantunya membawakan buku-buku itu ke kelasnya. Sesampainya disana aku bergegas kembali karena masih ada tugas yang belum ku selesaikan. Lalu, buku gambar ku tertinggal, saat pulang sekolah aku berniat mengambil buku gambar itu. Ya, benar saja aku berhasil mengambilnya. Namun, saat aku ajak pulang bersama, ia menolak dan langsung berlari menghindariku. Aku berusaha mengejarnya tapi tak bisa dia sudah jauh meninggalkanku,” ucap Jonghyun hyung panjang lebar.

Dan sekarang ku lihat dia menghela nafas dan menyeruput kopi yang ada di cangkirnya.

“Ohh begitu,” ucap Minho singkat.
“Ya!! Choi Minho, parah benar kau hanya begitu, kasih respon gitu,” ucap Onew hyung yang sejak tadi mendengarkan cerita Jonghyun hyung.

Mungkin pikirnya itu mengasyikkan untuk di dengar. Bagiku ini semua adalah pembicaraan yang membosankan. Ku lihat jam tangan ku ternyata sudah pukul 9 malam.

“Hyung, Minho, Taemin aku pulang yaa, sudah malam. Ku piker eommaku akan mencariku.”
“Ne..” ucap mereka singkat.

Ku ambil motorku di parkiran dan aku berjalan pulang sambil memikirkan pembicaraan tadi.
‘aishhh kenapa Jonghyun hyung bisa bertemu dengannya, ku pikir aku adalah orang yang beruntung yang bisa bertemu dengannya, ternyata salah,’ benakku.

Akhirnya aku sampai di rumahku. Karena capai dan mood ku sedang kacau akibat pembicaraan tadi, aku segera merebahkan tubuhku untuk beristirahat.

-Key POV end-

TBC
-jangan lupa like dan comment ^_^-
Nb: sepertinya lebih panjang yaa dari yang kemaren?? Hehehee ..

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

8 thoughts on “One For Me – Part 2”

  1. so hyun narsis ah… PD bgt gmbrnya lbh bgus dr jjong.. kkkk

    taemin mau ngelucu ya.. nunggu smpe lumutn trus jd tmpn lg… hahaha

    minho minho…. oh begitu.. wakakaka

    lanjut thor

  2. ‘Hei hyung lama sekali kau datangnya, kau tak tahu kami sudah lumutan hingga keriputan dan sekarang menjadi tamppan lagi hanya untuk menunggumu???’ >>> mhahahaha. ngakak di kalimat ini.
    Ih, ngiri banget sama Shi Ju.
    lanjut thor ^^

  3. kayaknya so hyun itu suka bgt nabrak org ya??
    oh iya thor.. banyak typo tuh … heheheh
    di tunggu part 3nya yaa…

    asikkk key sma jjong berebutaan … ahahahah

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s