I Can’t Be Yours – Part 5

I can’t be yours[5] : Complex

Title : I can’t be yours

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Jung Hyuna (Imaginary), Lee Jin Ki, Kim Kibum

Support Cast : Kim Jonghyun, Shin In Jung

Length : Sequel

Genre : Romance, Life, Psychology

Rating : PG-15


Summary:

Jinki : Sekarang tugasku adalah menjadi kaporit, yang mencoba menjernihkan air yang keruh menjadi lebih baik. Namun, kaporit tidak selamanya malaikat, karena kenyataannya, selalu ada dua sisi yang mengiringi setiap hal yang ada di dunia ini, yang baik dan yang buruk. Zat turunan Klorin tersebut berbahaya jika terkena kulit kalau jumlahnya terlalu banyak, ia akan membuat kulit memucat. Jadi, mungkin setelah ini aku pun akan membuat Hyuna bermuram durja dan memudarkan senyum di wajahnya, demi sebuah pelangi di masa mendatang.

Key : “Kenapa kau menyalahkanku dan bukan Jinki?”

Jonghyun : “Seharusnya pertengkaran kemarin siang tidak terjadi, karena musuhmu yang sebenarnya bukan Jinki. Ia masih tersembunyi aman di balik keteguhan hati Hyuna.”

++++++

Manusia tidak berbeda dengan air. Seberapa pun kotor dan keruh asal-usulnya, asalkan kau dapat menaklukkan bakteri, virus dan mikroorganisme lain yang melekat padanya, kau dapat membuatnya steril.

Kau tidak berhak mengatakan, bahwa orang yang hari ini kotor, akan selamanya kotor. Kau perlu melihat sumbernya, asal-usul masa lalunya sehingga kau bisa memutuskan metode terbaik untuk menjernihkannnya, membawanya kembali pada hakikat kehidupan yang seharusnya dijalai manusia.

Jinki POV

“Menjelang kelas dua SMA.” Jawabnya datar sambil menaikkan satu alisnya, seolah mengatakan—kau mau apa, hah?

“Berarti ini bukan karena faktor dalam. Ada dua penyebab yang mendasari kemunculan orang semacam kau, faktor dalam dan luar. Faktor dalam disebabkan karena genetik, ada beberapa kelainan dimana kaum hawa mendapat asupan hormon-hormon yang dimiliki kaum adam, dan inilah yang sulit disembuhkan. Sedangkan faktor luar disebabkan oleh dua hal, pergaulan atau luka batin. Lalu, apa yang membuatku seperti ini, Hyu?” Aku tidak melepaskan pandanganku darinya.

Kulihat wajahnya kembali menegas, tidak ada lagi air mata yang keluar dari matanya. Seperti itulah Hyuna, kesan strong selalu melekat padanya.

“Sebenarnya  aku paling jarang menyalahkan orang, tapi untuk yang satu ini, memang dialah terdakwanya. Seseorang yang tidak pantas kusebut appa. Dia menyiksa ummaku, aku, dan Yunho Oppa. Membuat kami bertiga menderita. Dia memeras keringat umma untuk menggantikan perannya sebagai pencari nafkah, dan malah menggunakan hasilnya untuk para hidung belang. Dia membuat umma seperti mayat hidup, yang menjalani hari dengan tersengal-sengal. Umma sempat mengalami kebisuan sementara karena tidak sanggup menahan siksaan setan itu. Bahkan, setan itu…, dia nyaris mencabik-cabik milikku yang tidak ternilai, itulah yang akhirnya membuat Yunho Hyung marah sehingga appa marah besar karena tidak terima, akhirnya appa mengambil pisau dan berniat menghabisi Oppa. Tapi, orang baik selalu terlindungi, Yunho Oppa berhasil mengelak dan memutar balik arah pisau. Ya, ia pembunuh, namun ia adalah penyelamat bagiku.” Raut penuh kemarahan dapat kurasakan memancar dari wajah Hyuna.

Aku menghela napas panjang. Meskipun aku sudah memprediksi bahwa alasan seperti itulah yang akan kudengar.

Sekarang tugasku adalah menjadi kaporit, yang mencoba menjernihkan air yang keruh menjadi lebih baik. Namun, kaporit tidak selamanya malaikat, karena kenyataannya, selalu ada dua sisi yang mengiringi setiap hal yang ada di dunia ini, yang baik dan yang buruk. Zat turunan Klorin tersebut berbahaya jika terkena kulit kalau jumlahnya terlalu banyak, ia akan membuat kulit memucat. Jadi, mungkin setelah ini aku pun akan membuat Hyuna bermuram durja dan memudarkan senyum di wajahnya demi sebuah pelangi di masa mendatang.

Tapi, dalam dunia tambak ikan, bahayanya dapat diminimalisir dengan membiarkan airnya kosong tanpa dimasukkan ikan terlebih dahulu ke dalamnya setelah pemberian kaporit, dengan begitu kaporitnya akan menguap dan ikan dapat terbebas dari bakteri dan patogen air. Maka, aku putuskan untuk menjadi pemain utama, kubiarkan pikiran-pikiran kusut di otaknya agar jernih dahulu

“Hyu, kau ingin berubah?” tanyaku hati-hati. Aku sedang bermain di zona sensitive, sedikit saja gerak bibirku salah, aku akan kehilangan sebuah peluang.

“Bicara tentang peluang, bukan peluang untuk mendapatkanmu yang kumaksud, itu hanya bonus yang mungkin menghampiriku jika aku berhasil.” Aku melanjutkan karena ia tidak kunjung membuka mulutnya lagi.

“Jadi, maksudmu peluang untuk menarikku ke dunia baru? Mollayo, aku terlanjur menyenangi dunia ini, sulit bagiku untuk keluar dari semua ini. Aku yakin kau tahu betul apa yang membuat orang sejenisku sulit melepaskan diri dari jalan yang ditempuh sebelumnya.”

Aku tidak langsung menjawab. Memang betul, dari buku “How to Kill an Abnormal Love” yang kubaca, aku mengetahui bahwa kaum mereka kesulitan setengah mati untuk kembali ke jalan kebenaran. Mereka telah terlanjur menemukan pasangan yang tepat, yang memahami luar dalam, mereka juga memiliki keterikatan yang kuat, dalam kisah mereka jarang ditemui istilah ‘selingkuh’, dan satu lagi, konon hubungan seks yang mereka jalani akan terasa dua kali lipat lebih memuaskan daripada dengan kaumku, mungkin itu disebabkan karena tidak adanya kekhawatiran akan munculnya benih dari hasil perpaduan hati mereka.

Hyuna POV

Aku tahu aku telah melukai Key. Ya, selama ini aku terlalu memikirkan kepuasanku. Saat memutuskan menikah dengan Key pun pikiranku didominasi oleh keinginan Umma agar anaknya menikah dengan namja kaya raya. Aku sangat menyayanginya, dan aku rela melakukan apapun untuknya. Sama seperti umma yang telah mengorbankan banyak hal demi aku dan Yunho oppa. Aku teringat sebuah tulisan yang mengatakan seperti ini,

Masa kanak-kanak itu bak langit pagi bermentari lembut, cerah ceria. Masa bermain, berlari ke sana kemari, belajar, bergembira, bermanja-manja, dan menyemai benih, menyiapkan bekal. Life Is cheerfull

Masa Muda ibarat langit di siang hari yang bermentari terik membakar. Masa-masa bekerja keras dengan semangat yang menyala, menemukan dan menikmati cinta, bertanggung-jawab merawat tunas agar terus tumbuh, dan berani “terbang” mengumpulkan bekal. Life is beautiful.
Lewat masa muda mirip langit menjelang senja. Masa hinggap dan meneduh di pohon kehidupan untuk menyambut panen: langit kehidupan jadi penuh warna dengan gradasi cahaya serba redup lembut. Nuansa warna-warninya bahkan tak bernama karena semua warna berpadu dan melebur ke dalam satu kenyataan tak terbantahkan: Life is wonderful
. *)status fecebook Rani Rachmani, Tanteku yang senantiasa menikmati hidupnya dengan cara berbeda

Jadi, aku memutuskan untuk mendahulukan kebahagiaan umma, ya, sudah waktunya ia memanen. Menikmati hasil perjuangannya selama puluhan tahun. Aku tidak akan membiarkan seluruh kehidupannya pascamenikah terus diwarnai penderitaan.

Berbeda dengan alasan umma, alasanku tidak hanya ingin membahagiakan umma, menikah dengan seorang namja dapat menutupi aku yang sebenarnya, dan lagipula, sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa menikah dengan bidadariku.

Sebetulnya apa yang ingin kuputuskan? Entahlah, aku tidak berani mengambil salah satu jalan. Aku sangat mencintainya, dialah orang yang menyelamatkanku dari rasa kesepian, berbincang dengannya dapat membuat senyumku merekah kembali. Dialah orang pertama yang mengulurkan tangannya untukku. Kami bersahabat selama bertahun-tahun. Tidak kusangka, ternyata ia seorang homoseksual. Karena terlanjur nyaman bersamanya, akhirnya aku menyambut cintanya. Bedanya aku dan dia, dia tidak pernah trauma dengan namja, hanya karena system hormonnya keluar dari jalurlah yang membuatnya seperti itu.

“Jadi, maksudmu peluang untuk menarikku ke dunia baru? Mollayo, aku terlanjur menyenangi dunia ini, sulit bagiku untuk keluar dari semua ini. Aku yakin kau tahu betul apa yang membuat orang sejenisku sulit melepaskan diri dari jalan yang ditempuh sebelumnya.”

“Ne, tapi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bahkan aku pernah membaca, orang sepertimu punya peluang sembuh hingga 70%. Sebelum itu, apa kau yakin Key masih menerimamu di rumahnya? Dan lagi, aku yakin dia akan memblokir semuanya. Hyu, aku tidak akan mengizinkanmu tinggal bersama pasanganmu itu, begitu juga dengan teman yeojamu yang lain. Lebih baik kau tinggal bersamaku, aku akan menyuruh Taemin tinggal di rumah orang tuaku dahulu, kau tidak boleh dekat dengannya juga. Kau tenang saja, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu, dan aku yakin kau sama sekali tidak punya pikiran untuk melakukan hal terlarang karena kau memang belum tertarik pada kaumku.”

“Argghhh…kau benar Jinki, sehabis ini, aku rasa Key tidak akan menerimaku lagi.” Aku merasa semakin kacau. Ya, aku baru saja mengusir diriku sendiri dari zona aman.

“Jadi apa keputusanmu, Hyu?” ucap Jinki beberapa saat kemudian.

Help me for this time.” Jawabku ragu setelah berpikir lama. Sulit bagiku untuk memutuskan untuk keluar dari semua ini.

Tapi, aku menyadari satu hal. Aku menangis beberapa saat lalu, dan itu terjadi karena aku merasa sakit setelah melukai dua namja itu. Berarti, hatiku masih bisa tersentuh…aku punya peluang.

Help for what?”

“Bantu aku berubah dan…tawaranmu barusan, hanya untuk sementara.” Jawabku ragu. Ya, aku tidak punya pilihan lain. Untuk sementara aku akan tinggal di rumahnya sampai aku mendapatkan pekerjaan dan mampu menyewa sebuah kamar kecil.

+++++

Key POV

Seperti sedang bermain rubik, berputar-putar untuk merangkai sisi-sisinya menjadi sebuah gambar. Tapi aku tidak cukup cerdas untuk memahami jalannya, sehingga aku hanya berputar-putar pada satu spot.

“Kenapa kau menyalahkanku dan bukan Jinki?” aku kembali mengulang pertanyaanku karena dari tadi Jonghyun hyung masih tenggelam dalam pikirannya.

“Seharusnya pertengkaran kemarin siang tidak terjadi, karena musuhmu yang sebenarnya bukan Jinki. Ia masih tersembunyi aman di balik keteguhan hati Hyuna.” Jonghyun hyung tampak menekan-nekan keningnya keras. Kurasa ia pun pusing memikirkan kasusku ini.

“Tapi Jinki pun mengakuinya. Jadi apalagi yang tidak kuyakini?” aku menjadi marah karenanya. Seperti ada tekanan menyakitkan ketika aku menyebut nama Jinki.

“Jinki hanya bilang, dia mencintainya sejak lama, tapi sama sekali tidak bilang kalau Hyuna pun memiliki cinta untuknya. Aku rasa dia patut kau perhitungkan kecerdasannya. Dia dapat berpikir jernih sehingga lebih dulu menyadarinya, tidak sepertimu. Bahkan dia pun memberimu petunjuk agar kau menemukan jawabannya.” Ia tersenyum simpul dan itu sukses membuatku gerah karena masih sempatnya ia tersenyum di atas kerumitan otakku.

“Hyung, lama-lama aku pun membencimu karena kau terlalu berbelit.”

“Kau tidak mampu menganalisis kondisi maupun perkataan orang, kau hanya memahami dasarnya sehingga hanya terjebak pada setumpuk pertanyaan. Jinki menyuruhmu berpikir sampai kau paham betul, kan? Lalu setelah itu kau boleh menemuinya. Ayo pahami Key!”

Aku menelan ludah, tidaklah salah apa yang diucapkan Jonghyun hyung, aku memang tidak mampu memahami ini sampai dalam. Kenapa Hyuna bersedia menikah denganku. Kenapa Hyuna tega bermain di belakangku, kenapa Aku tidak bisa menggeser posisi Jinki di hatinya, dan yang tidak kumengerti, kenapa Jonghyun seolah mengatakan bahwa aku telah melakukan kebodohan besar?

“Aku menyerah Hyung, aku tidak mau pusing lagi, yang kutahu Hyuna mengkhianatiku, tidak mencintaiku karena ada namja lain, dan itu sudah cukup bagiku untuk mengakhiri semua ini.”

“Kalau cintamu begitu besar, menyesal bukan keputusan terbaik, berjuanglah sampai akhir.”

“Hyung, jebal, perjelas atau hentikan pembicaraan kita ini.” Pintaku memelas padanya. Otakku sudah buntu dengan semua ini.

+++++

Jinki POV

“Jinki sshi…”Sebuah suara bisikan menyentuh gendang telingaku sehingga aku membalikkan arah kepalaku ke sumbernya.

Key? Dia datang menemuiku? Apa dia sudah memahami situasinya? Aku menyuruhnya bertemu denganku kalau ia sudah memahaminya.

“Bisakah kita berbincang di mobilku?” lanjutnya sambil membenahi letak topi  dan masker yang menyamarkan wajahnya, mungkin dia tidak ingin terlihat Hyuna.

Aku mengikutinya memasuki sebuah mobil berwarna silver. Ia mengucapkan terima kasih karena aku telah bersedia menerima ajakannya. Kurasa ia sudah menemukan jawabannya sehingga dalam ucapannya tidak ada lagi nada kebencian terhadapku—yang sebelumnya dicap sebagai pria lain dalam rumah tangganya.

“Hyung, sampai titik apa kau memikirkan semuanya?” tanyaku setelah berada di dalam mobil.

“Ceritakan semua yang kau tahu tentang Hyuna.” Jawabnya cepat.

“Cih, kukira kau sudah berpikir sampai paham.” Aku geram karena namja di hadapanku ini sangat bodoh sampai-sampai selama dua tahun ini tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dalam diri anae-nya.

“Aku sudah tahu. Maksudku, sejak kapan ia mulai menutup hatinya untuk pria dan apa yang menjadi penyebabnya.” Ia tersenyum kali ini. Seharusnya Hyuna menyadari kalau nampyeonnya ini sangat tampan ketika tersenyum, sayangnya ia tidak. #onkey moment, huehe…

“Kita sama-sama terlambat. Ia mengaku sudah menjalaninya sejak memasuki kelas dua SMA, dan itu karena ia trauma dengan sikap buruk appanya yang selalu menyiksa umma, hyung-nya dan juga dirinya. Bahkan mutiaranya nyaris tercabik karena appanya.” Aku hanya menjelaskan seperlunya. Kurasa aku tidak perlu mengatakan apa yang menjadi penyebab kematian appanya.

Key POV

“Hyung, sampai titik apa kau memikirkan semuanya?” ia mulai membuka mulutnya ketika kami telah aman di dalam mobil.

“Ceritakan semua yang kau tahu tentang Hyuna.” Aku menyergah cepat karena waktuku tidak banyak.

“Cih, kukira kau sudah berpikir sampai paham”

Aku rasa ia juga sama seperti Jonghyun hyung yang benci akan tidak berfungsinya otakku dengan baik. Ya, kuakui aku memang terlalu bodoh, Jonghyun hyung yang tidak pernah bertemu Hyuna saja menyadarinya. Kalau Jinki, wajar saja ia sadar, namja ini telah berteman dengan Hyuna sejak SMA, bahkan sepertinya memendam cinta untuk Hyuna, ia pasti memperhatikan Hyuna dan gerak-gerik serta ucapannya.

 “Aku sudah tahu. Maksudku, sejak kapan ia mulai menutup hatinya untuk pria dan apa yang menjadi penyebabnya.” Aku tersenyum kali ini. Padahal jauh di dalam hatiku, ada luka yang sangat perih saat mengucapkannya.

Namja mana yang hatinya tidak tercabik saat mengetahui bahwa yeoja yang dicintainya adalah homoseksual, bahkan untuk kasus Hyuna, sepertinya sudah menahun ia hidup dengan identitas itu. Aku kembali memikirkan apakah rasa cintaku masih cukup besar setelah mengetahui rahasia yang sebenarnya.  Tapi selama apapun aku berpikir, jawabanku hanya satu. Aku sangat mencintainya…

“Kita sama-sama terlambat. Ia mengaku sudah menjalaninya sejak memasuki kelas dua SMA, dan itu karena ia trauma dengan sikap buruk appanya yang selalu menyiksa umma, hyung-nya dan juga dirinya. Bahkan mutiaranya nyaris tercabik karena appanya.”

Tepat seperti yang diduga Jonghyun Hyung. Kalau begini aku jadi menyesal kenapa dulu aku tidak memilih jurusan psikologi sehingga aku bisa memahami karakter orang hingga mendekati titik yang tepat.

“Jadi hyung, apa kau masih memperjuangkannya setelah semua ini?” Tanya jinki setelah membiarkanku larut dalam pikiranku.

“Tidak ada yang berubah dengan perasaanku. Hanya saja, mungkin akan lebih bijak jika aku membantu dari belakang. Aku yakin kau pun berpikiran sama, yang terpenting saat ini adalah membuatnya dapat merasakan sebuah cinta yang normal. Aku rasa peluangmu membuatnya sembuh lebih besar.” Aku telah memikirkan jawabanku ini baik-baik. Rasa cintaku padanya sangat besar, dan kebahagiaan yang lebih besar akan kurasakan kalau ia sembuh, meskipun saat itu, bukan aku pria yang dicintainya.

Ya, kalau Hyuna bersamaku, aku tidak yakin ia masih mau mengikuti apa yang kukatakan, belum tentu juga ia bersedia menyembuhkan penyakitnya. Aku dan dia sama-sama memiliki karakteristik ucapan yang frontal, kurasa Jinki bisa bersikap lebih bijak daripada aku. Lagipula, aku khawatir aku tidak cukup peka untuk menangkap maksud serta tingkah lakunya.

“Hyung, maksudmu apa? Kau…menyerahkan Hyuna padaku?” Tanya Jinki sambil menegakkan posisi duduknya.

“Ne, aku akan menceraikan Hyuna.” Jawabku mantap.

Seketika rasa sakit kembali menyerang hebat ulu hatiku. Tubuhku terasa tidak bertulang dan kehabisan pasokan ATP sehingga ia tidak lagi bisa memproduksi energy. Aku baru saja mengucapkan suatu keputusan besar, dan itu akan membuatku kehilangan Hyuna…mungkin untuk selamanya.

Jinki menghela napas panjang, aku tahu ia terkejut dengan ucapanku barusan. Memang, rasanya aku terkesan seperti pengecut, lepas tangan terhadap masalah Hyuna. Tapi, bukan maksudku demikian.

“Hhh…baiklah hyung, kuharap kau tidak menyesal dengan keputusanmu. Satu lagi hyung, aku masih belum tahu siapa pasangan Hyuna. Mereka tidak boleh dekat lagi. Menurut dugaanku, hyuna berperan sebagai namja dalam hubungan tersebut. Dan biasanya, pihak yang menjadi yeoja akan memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap pasangannya. Aku yakin yeoja itu tidak akan semudah iu melepaskan Hyuna, ia akan terus mengejar Hyuna.”

“Jinki sshi…aku menduga sebuah nama, kau…?”

“Ne, orang yang sangat dekat dengan Hyuna, juga dengan kita.”

Drregg…tiba-tiba tubuhku serasa terguncang.

 “Dimana Hyuna sekarang?” jiwa kecemasanku kembali terangkat, aku merasakan kekhawatiran hebat secara mendadak.

++++++

Author POV

Flashback

“Yoboseyo, In Jung-ah, kau tahu tidak dimana Hyuna?” suara dari seberang membuat si penerima telepon melirik sesaat kepada orang yang ada di sampingnya seraya tersenyum simpul.

“Aniyo. Dia tidak bersamaku dan juga tidak bilang kemana ia pergi. Memangnya ia tidak bilang padamu, oppa?” jelas saja ia berbohong, karena orang yang dicari si penelepon justru sedang membelai rambutnya lembut.

“Dia hanya bilang akan pulang malam, tapi ini sudah hampir jam 3 malam, aku sangat mencemaskannya.” Balas si penelepon lagi.

“Hais, dia itu, bisa-bisanya tidak bilang padamu. Kau sudah meneleponnya?” yeoja bernama In Jung tersenyum geli setelah mengucapkannya.

“Sudah, tapi tidak aktif. Beri tahu aku kalau kau sudah tahu keadaannya ya…oya, mianhae, mengganggumu di waktu seperti ini.”

“Gwenchana oppa, lagipula aku memang sering begadang semalam suntuk karena banyak hal yang harus kutuntaskan.” Kali ini In jung tersenyum nakal pada yeoja di sebelahnya, dan yeoja itu membalasnya dengan hal serupa.

“Gomawo In jung-ah. Jaljayo…”

Sambungan berakhir, tinggal kedua makhluk itu tertawa riang.

“Hyu, kasian sekali Key kelimpungan mencarimu. Kau sih pakai acara menonaktifkan ponselmu. Aku yakin dia tidak tidur sampai kau pulang. Nyatanya kau tidak akan pulang, hihihi.”

“Ahaha, biarkan, tidak tiap malam juga aku seperti ini. Lagipula, ia berlebihan, aku sudah pernah bilang padanya agar tidak menungguku, salah sendiri ia tidak mengikutinya.” Balas Hyuna sambil menjulurkan sedikit lidahnya.

Tapi, sejurus kemudian raut wajah Hyuna sedikit berubah, ia segera memalingkan wajahnya secara halus agar In Jung tidak menyadarinya.

Sedikit luka mewarnai waktunya di malam itu. Hyuna berbisik pada batinnya sendiri, mianhae Key, aku melukaimu sekali lagi…

Flashback end

+++++

Hyuna POV

Ternyata memang benar, apa yang diucapkan tidak semudah prakteknya. Aku mengatakan akan berubah, tapi nyatanya aku tak mampu lari dari satu sosok cantik dan menawan yang saat ini sedang duduk di sebelahku, di dalam kelas yang sudah ditinggalkan penghuni lainnya.

“Hyu, apa yang terjadi sore itu? Kenapa kau langsung pergi setelah menutup panggilan Yunho Oppa? Adakah sesuatu yang ingin kau ceritakan? Ayo berbagilah semuanya denganku.” Ia kembali menawarkan kelembutannya, seolah-olah merobek keteguhan hati yang sedang berusaha keras kubangun.

“Bukan hal penting, aku hanya bertengkar kecil dengan oppaku. Aku tidak apa-apa In Jung-ah.” Aku berusaha keras lari dari tatapan matanya.

“Bohong, dari matamu aku tahu kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Delapan tahun waktu yang panjang untuk mengenalimu, Hyu.”

“Hahah, matamu memang jeli. Tapi ini tidak boleh kuceritakan, ini bukan tentang diriku, tapi menyangkut privasi oppaku.” Aku berusaha tertawa untuk menyembunyikan kecemasanku.

Bagaimana mungkin aku berterus terang padanya karena nyatanya Yunho oppa menyuruhku menjauhi In Jung. Ia pasti akan semakin mengencangkan sabuknya untuk mengikatku. Di sisi lain, aku masih menyimpan perasaan yang terbilang besar untuknya.

“Lalu Hyu, kenapa kau membatalkan rencana makan malam kita?”

“Err…itu karena…” aku kesulitan menjawabnya, karena ia pasti menyadari kalau aku berbohong. Seperti inilah hubungan kami, sangat dalam sampai-sampai hati kami merasa tidak tenang ketika salah satu dari kami mengalami suatu masalah, seperti ada kabel telepon yang menautkan jiwa dan raga kami.

“Karena aku sakit dan memintanya merawatku malam itu.” Sebuah suara yang tidak asing menyelamatkan kebuntuanku. Key datang dengan senyum mengembang di bibirnya. Aku tahu senyumnya itu palsu, karena di dasar hatinya pasti dipenuhi rasa kebencian untukku.

“In Jung-ah, mianhae membuat rencana jalan-jalan kalian batal. Tapi lain kali, ajak aku juga ya kalau kalian jalan, aku juga kan ingin melalui waktu dengan Hyu-ku.”

Aku melirik pada In Jung, kali ini ia yang tampak kehilangan kata.

“Ckck, kalau tidak mau juga tidak masalah, tapi kau tega sekali memonopoli Hyu-ku.” Key memijat-mijat pelan bahuku, dan aku hanya meringis tipis ke arah In Jung.

“Wah oppa, kau pandai memijat sepertinya. Bagaimana kalau lain kali kita berlomba memijat Hyuna, yang lebih baik pijatannya berhak jalan dengan Hyuna seharian.” In Jung tersenyum nakal seperti biasa. Huh, sebentar lagi adu mulut antar dua makhluk ini akan terjadi sepertinya.

Jinki POV

“Karena aku sakit dan memintanya merawatku malam itu.” Key melangkahkan kakinya ke dalam kelas pada waktu yang tepat.

Aku memilih menahan diriku. Ini bukan saat yang tepat aku ikut campur. Kurasa alasan Key barusan sangat tepat. Seorang nampyeon memang berhak meminta untuk dirawat oleh anae-nya ketika sakit. Kalau aku yang muncul, alasanku pasti terasa aneh.

“In Jung-ah, mianhae membuat rencana jalan-jalan kalian batal. Tapi lain kali, ajak aku juga ya kalau kalian jalan, aku juga kan ingin melalui waktu dengan Hyu-ku.”

 Permainan kata yang bagus hyung! Aku tidak mendengar suara In Jung untuk beberapa saat

“Ckck, kalau tidak mau juga tidak masalah, tapi kau tega sekali memonopoli Hyu-ku.” Suara Key kembali membuatku tersenyum puas. Ternyata benar yang dikatakan Hyuna, Key sangat pandai dalam memainkan kata.

Kunci ucapan Key barusan adalah, memonopoli Hyuna.

Benar, selama ini In Jung membelenggu Hyuna, begitu pun sebaliknya. Kedua yeoja itu saling mengikat lebih tepatnya.  Aku tidak akan mengizinkan hal tersebut berlangsung selamanya!

 “Wah oppa, kau pandai memijat sepertinya. Bagaimana kalau lain kali kita berlomba memijat Hyuna, yang lebih baik pijatannya berhak jalan dengan Hyuna seharian.”

Omo, kalau ini dibiarkan, aku takut pembicaraan mereka melebar dan dikhawatirkan In Jung menyadari kalau aku dan Key hyung sudah mengetahui semuanya.

Aku melangkahkan kakiku masuk meskipun belum tahu akan mengucapkan apa.

“Annyeong all. Sepertinya aku mencium bau memperebutkan sesuatu, aku boleh ikutan?” aku tertawa jahil agar nada ucapanku tidak terdengar berbau sindiran.

++++++

Key POV

“Bagaimana keadaanmu, Hyu?” aku menyapanya kaku setelah kupastikan In Jung pergi jauh.

Jinki cukup pandai mengusirnya secara halus dengan mengatakan ia perlu membahas tugas makalah mereka.

“Ehm, mian memotong, aku keluar dulu ya…Hyu, aku tunggu di parkiran motor ya.” Kulihat Jinki agak canggung saat berpamitan, aku menjadi malu juga karenanya, aku lupa kalau Jinki masih berada di tempat ini.

“Ah, ne, gomawo Jinki sshi, senang bertemu orang sepertimu.”

“Jinki menceritakan apa padamu? Cih, jangan bilang kau tahu semuanya dari Jinki?” Hyuna memicingkan satu matanya sambil melebarkan jaraknya denganku.

“Tidak semuanya, Hyu. Dia hanya menceritakan latar belakangnya setelah aku mengetahui apa yang terlebih dahulu dia ketahui.”Aku tersenyum padanya, tapi kurasa ini lebih mirip senyum kegetiran.

Kalau bisa kulakukan, aku ingin sekali memeluknya. Aku sangat merindukan Hyuna, padahal aku baru tidak melihatnya selama dua hari, dan itu membuatku cukup gila. Berulang kali aku berhalusinasi bahwa Hyuna datang padaku membawakan segelas kopi sebagai teman begadang, Hyuna membenarkan tata poniku ketika aku akan berangkat kerja, hyuna membangunkanku dengan menempelkan es batu di wajahku karena ia tahu aku pasti bangun dengan cara seperti itu, Hyuna memasakkan hidangan untukku. Aku menyesal karena tidak menyantap sedikitpun sup iga yang mungkin akan menjadi hidangan teratkhir yang dibuatnya untukku.

“Key, mianhae…aku telah melukaimu.” Katanya sambil memandangku.

“Tidak, aku juga bodoh tidak menyadarinya. Tapi Hyu, kita sampai disini saja ya…” Aku mendekatinya dan mengelus kepalanya, menunjukkan bahwa aku masih sangat mencintainya, walaupun setelah ini aku akan melepaskannya.

Hyuna POV

“Key, mianhae…aku telah melukaimu.” Aku menatapnya lekat, baru kusadari bahwa matanya sangat indah, tajam seperti mata elang. Namun di sisi lain, ada nuansa kelembutan di dalamnya.

“Tidak, aku juga bodoh tidak menyadarinya. Tapi Hyu, kita sampai disini saja ya…”

Rasa sesak hebat menyeruak, seperti bisa ular yang menjalar cepat dalam tubuhmu, seketika membuat seluruh system kerja tubuhmu terancam. Tubuhku lumpuh sesaat, tidak dapat memberikan respon atas pernyataan matinya barusan. Tapi keputusannya wajar, namja manapun akan menceraikan aku ketika mereka mengetahui aku memiliki sebuah kelainan.

Ia membelai rambutku, sorot matanya meredup, ia terpejam saat menarikku ke pelukannya. Dan dapat kurasakan air matanya membasahi rambutku.

“Itu keputusanmu? Ne, aku mengerti. Terima kasih atas semuanya selama ini…kau memperlakukan aku dan keluargaku denga sangat baik. Semoga di kehidupan mendatang kau menemukan yang terbaik. haengbok hagil barae (Aku berharap kau bahagia).” Mataku mulai basah,  aku tidak tahu kenapa aku menangis lagi, seharusnya ini tidak terasa sakit karena memang inilah yang sudah lama kuharapkan.

Berulang kali aku menyerang Key dengan ucapan yang memintanya menceraikan aku.

Key, kau tidak bosan denganku?

Key, kau tidak tertarik dengan yeoja seksi yang bertebaran di luar sana? Aku bahkan tidak pernah berpakain minim di hadapanmu, jadi aku rasa tidak ada hal yang membuatmu tergoda padaku.

Key, yeoja itu sangat hebat ya mengurusi suaminya? Apa kau tidak ingin berpaling padanya, kudengar ia sedang mencari calon pendamping hidupnya.

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak aku mengucapkan kalimat sejenis itu. Berharap Key akan muak dan marah denganku dan akhirnya membenciku, walaupun hasilnya nihil, ia tetap keras kepala dengan cintanya.

Sekarang? Jalan lebar telah terbuka, bahkan aku telah sampai di gerbang keluar dari rumah yang diciptakan Key. Tapi apa? aku tidak mau ini terjadi…tapi ini tidak mungkin kuhentikan. Aku yang menanam ranjau, maka aku pun harus bersiap terkena jeratannya karena kelalaianku.

“Jaga dirimu Hyu…kuharap suatu saat hatimu kembali dapat merasakan perasaan yang aku, dan juga Jinki pendam untukmu. Lalui hari barumu dengan baik bersama Jinki…”

“Kau rela aku tinggal dengan Jinki?” Aku sangat kecewa mendengarnya.

“Aku lebih tidak rela kau terus-menerus bersama In Jung.”

Aku mengerti maksudnya. Ia dan Jinki memiliki keinginan yang sama, ingin aku berpisah dengan orang yang kucintai selama bertahun-tahun.

“Hyu, biarkan aku melakukannya untuk yang terakhir kalinya…”

Ia membalikkan tubuhku menghadapnya, menarik daguku dan memberikan sentuhan kelembutan pada bibirku. Aku tidak menolaknya dan membiarkan organ tubuhnya yang satu itu tetap memaku ditempatku. Dapat kurasakan ada air matanya yang membasahi wajahku, aku pun ikut menangis tanpa suara, dan membalasnya dengan sensasi kelembutan yang kuhantarkan lewat bibirku. Ini pertama sekaligus terakhir kalinya aku membalasnya.

“Saranghae, Hyu…” ia berbisik di telingaku.

Kenapa ia harus mengucapkannya…Key, kau membuatku bertambah sakit.

TBC

++++++

Dua namja yang sangat menyentuh. Aku jadi ngayal sendiri punya nampyeon yang sifatnya kayak onew dan key di cerita ini. Mian kalo penjabaran dari aspek psikologinya kurang komplit. Sejujurnya aku takut ketika mengangkat kisah yang sebenarnya sangat tabu. Dan lagi…kompleks banget. Aku palingan searching di internet, ga sampe baca-baca buku yang bersangkutan.

Thanks for reading. Seperti biasa, tinggalkan jejak ya…give me oxygen, please…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

66 thoughts on “I Can’t Be Yours – Part 5

  1. Wowowowoow,,, Gx nyesel udd ngelike duluan sebelum baca ceritanyaaaaaaa,,,,,,

    Akhirnyaaa,, kau buat aku menghilangkan rasa benciku pada Hyuna,, Thanks authorrr,,,,

    Ihhhh,, nyeseeekkk,, Key-nya kasihaannn, #elus-elus pundak Key,,

    Ohh jadi Injung tohhh pasangan Hyunaaa,, OMG,, aku gx bisa nebakkkk,, as alwayss aku suka kata-kata dalam FF ini,, tapi aku rasa mulai part kemarin bahasanya udd gx terlalu Berat ya,,hehehe

    Daebaaakk Authornyaaa,, aku pengen Hyu normal lagiiii,,,, tuhh buktinya dia nangis waktu Key minta cerai,, ya,, ya,, gpp sama Jinki juga,, #tapi ngarepnya sama Key sihh,,hehehe

    Ditunggu Next part,,,😛

  2. ff yg satu ni selalu q tunggu…abisnya tema yg di usung beda bgt sama kebanyakan ff yg laen.tp mian bgt bru bs koment d part yg ni cz dr part 1-4 aq baca lwt hp jd g bs komen and cm bisa jd siders….*bow sm author
    part ni bhs psikologinya udh g trlalu berat y…konfliknya jg mkin jls.aq dah bs nebak klo pasanganx hyuna itu si In jung,abs dy mencurigakan c…
    aq smpe nangis lho pas key blg mw cerai sm hyuna,bhkan doi rela hyuna sm jinki asal hyuna sembuh huhuhu…jd pgn punya nampyeon yg pengertian abs kyk key d….
    DAEBAK THOR….LANJUT !!!!
    klo blh req endingnya d bkin sm key y….

    1. hehe…yg penting komen di part ini kan…

      aku juga nangis pas bikin part ini, nyesek sendiri

      endingnya? hmmm…tungguin aja ya…

      thx ya udh baca n komen. tungguin terus lanjutannya ^^

  3. onkey hebat ya disini,
    Onkey sama sama bisa ngerelain kalo akhirnya hyuna gak sama mereka….haaa
    Ending sama key aja dong..

  4. aq juga pengen punya mapyeon kayak mereka,setia pengertian,ganteng,baik,..tipe pria idaman lah -.-”
    kata”nya keren!!skarang aq dah mulai bisa memahaminya :DD
    udah aq duga pasangannya hyu tu injung…
    penasaraaaaaan ma kelanjutannya,soalnya,kayaknya sama sperti kata dubu,injung gg bakal semudah itu ngelepasin hyu,apalgi tadi pas injung hampir perang mulut ma key,…dah keliataan
    kalo jadi key…
    rasanya…
    nyesek

    aq nangis T^T,,tanggung jawab thor!*?*
    hha,,,ada onkey moments,jangan” nanti dubu suka ma key? :o#plak #abaikan
    aq sukaaaaaaaa ff ini,..seru!unik!keren!bahasanya kere!authornya juga,hehe
    kalo hyu normal kira” mlh jinki ato key yah??hmm…semoga key,jinki ma sapa kek,..xDD

    aq tgu kelanjutannya😀
    jangan lama” yah thor😉

  5. Wah2 trnyata psngan lesbi-nya si Hyuna itu In Jung.
    Gak nyangka.
    Key udh mulai bijak yah. Dia rela ngelepasin Hyuna.
    Kira2 jinki bisa ngubah Hyuna gak yah?
    Ahh.. Eon. Daebak ! Makin seru aja nih FF-nya😀
    Jadi gak sabar nunggu klnjutannya…

  6. Annyeonghaseyo author.
    Waahhh cerita’a bagus, jeongmal mian yh aku baru sempat kasih oxygen di part ini.
    Aku suka sama gaya bahasa author yang terkesan complicated tapi ngena banget.

    Entah kenapa aku suka bgt sma part ini, di mana Key akhir’a ngelepasin Hyu~
    Tersentuh…

    part selanjut’a tolong segera dipublish yaa ^^~

  7. waah, telat baca.
    Akhirnya dapet nemu titik terang konflik di cerita ini.

    Ih, agak serem juga ngebayangin hubungan mesra injung ama hyuna.

    Ah, uri dubu pinter bener deh mainin kata. Hidup tofu!

    Yaaah, key kok mau nyeraiin hyuna sih thor. Jangan dong! Aku gak relaaaa.
    Pokoknya akhirnya harus balik ama key lagi, gak mau tahu *maksa*.
    Next part jangan lama-lama ya thor.

  8. Jangan ceraaaaaaaiiiiiii……… Andwe……..!!! T_T

    Moga Hyu cepat sembuh n kembali ama key…

    Ditunggu dgn sangat lanjutannya…………….

    DAEBAK!!!

  9. wah wah wah udh publish euy.mian bru bsa comment skrng.hehehe
    Ffnya bgus thor.qw sk ma critanya,emg bnr ne ff bda ama ff yg laennya,sukses truz bwt kry2nya.n ditnggu klnjtan critanya😀

  10. hiks. . Hiks. . Hiks. . .
    q nangis dbuatx. . Please jangan cerai donk, , key ayolah berusaha!!!

    Author yg baik. . Mksh buanget ffx. . Ddaebak!

  11. wah ceritanya bagus, pilihan katanya bagus tapi ada hal3x yang berbau ilmiah yang terkadang tidak aku mengerti, tidak mungkin air mataku tidak jatuh ketika membaca ff ini, aku berharap hyuna akan balik dengan key karna hanya hyuna yang pantas untuk membayar semua pengorbanan key, key memang tidak sepintar jinki tapi cintanya key tidak kalah besar dengan cinta yang jinki miliki. aku tunggu part selanjutnya jangan lama2x yach thor.

    daebak…daebak…daebak

  12. awalnya aku ga percaya kalau hyuna itu kelainan tapi ternyata ini makin diperjelas.

    aku suka banget sama OnKey kompak banget~
    jjong juga pinter disini *blingers : emangnya lo kira jjong bego apa*

    hehehe pokoknya D to A to E to B to A to K
    jadinya DAEBAKKK

  13. Daebak….ku sukaaa bangggggeeet
    Bnr2 FF yg bwwasan luas,dr psklogi,kimia,
    Mat,akuntansi,biologi,,
    »Jd ingt pljrn wktu school…hehe
    Sbnrny g sbr pengen bc smp end smp bela2in nyari blog mu.tp tnyta d protect.
    Ya udhlah pasrah nunggu d sini aja end ny
    Tp agak tganggu d bag. Jinki manggil key
    hyung mskipun tau d ff ini crtny jinki emang lbh muda dr key krn seumuran sm hyuna.
    Tp d dlm alam bwh sadarku sdh tertanam
    Jinki adalh hyung bg key…hehe

  14. Wah thor ceritanya bagus bgt.. Gk nyesel nih ngikutin dari part 1 coz biarpun pada awalnya agak bingung sama kata2nya yang terlalu gmna gtu tapi smpe part ini gk ada kata selalin ‘bagus’ buat hasil karya author!!

    Karakter key disini tuh aduh… Aku suka bgt.. Kalo aku punya nampyeon kayak key gk bakal mau diceraikan sama dia..

    Sebenernya aku udh ada feeling dari part 2 kalo si hyuna ini hombreng(?) *apa ya bahasanya?* eh ternyata bener..

    Buat author please jgn lama2 ngepost part selanjutnya coz ini salah satu ff yang paling aku tunggu2 loh! Fighting, Author!!!

  15. nyesek bacanya….
    kalau dari hasil analisaku(cieh sok ilmiah) hyuna udah mulai trgantung sama key walaupun ia tak menyadarinya, tapi seperti kata pepatah sesuatu yg berharga akan jauh terasa berharga ketika ia mulai pergi menjauh….
    hehehe

  16. HUAAAA!! ANDWAEYOOO! ga boleh pisah sama KEY!! *nangis nih*

    sebenernya agak risih juga sih ada adegan yurinya walaupun ga nc. tetep aja rasanya gimana gitu..
    tapi it’s okay lah… makin bawah bacanya jadi makin ingin nangis banget T_T
    ga boleh cerai!!!😦

  17. Nyesekk. .apalagi bacanya sambil dngerin lagu yg mellow2. .hwaa,author hbat memainkan em0si reader. .daebakk!!
    .jngan2 si hyuna mulai suka y sama key??*sotoy
    .berharap yg terbaik utk kisah mereka,kekeke
    ..d.tunggu lanjutannx

  18. Suka sama part ini. Dua namja itu–Onew dan Key–terbuat dari apa sih hatinya? Ayo, Hyuna harus sembuh, tinggalkan In Jung dan tataplah seorang pria. Jadi nggak pingin Hyuna dan Key cerai.
    Nice story. Lanjut!

  19. rumit…
    key mengambil keputusan yg bijaksana menurutku..
    aku rasa, hyuna sudah menyukai key tanpa ia sadari…

    nex part…

  20. Nyesek sendiri pas bagian ending nya. Pengen nangis, udah nyesek banget sebenernya hahha. Aduuuuuuh aku bingung hyuna lrbih baik sama siapa, key baik onew juga baik. Biar author deh yang jawab🙂

  21. Tissue mana tissue T_T
    “Tidak, aku juga bodoh tidak menyadarinya. Tapi Hyu, kita sampai disini saja ya…” Aku mendekatinya dan mengelus kepalanya, menunjukkan bahwa aku masih sangat mencintainya, walaupun setelah ini aku akan melepaskannya.”
    Ngebayangin Key ngomong kayak diatas dengan lembut bikin airmata aku turun T_T
    huwa~~~

  22. aaaaaaaa eon DAEBAK~
    aku suka ide cerita’yh🙂
    aku suka bahasa’yh-yg kadang bkin pusing- hehe
    aku suka kata” tante’yh eonni🙂
    aaa neomu neomu joha :))

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s