The Best Night in My Life

Title        : The Best Night in My Life
Author        : Lee Jongki
Main Cast    : Yuri, Minho
Length        : 570 words (one shot)
Genre        : Romance
Rating        : PG-15
A/N        : Sambungan dari FF Choi Minjin berjudul Hwasal

Tik… Tik… Tik…
Mata basahnya memandangi jendela yang dipenuhi tetesan air hujan. Gerimis segera menjadi deras. Udara dingin. Langit mendung mewakili perasaannya. Sebuah desahan keluar dari mulutnya. Setahun berlalu sudah. Hujan selalu mengingatkan Yuri pada pertemuan terakhir dengan kekasih hatinya, Minho. Pernahkah ia menyesalinya? Tidak, tidak akan pernah.
Mendesah dalam, ia berdiri dari ranjang dan mendekati meja dengan vas cantik berisi mawar di atasnya. Demi melihat mawar ungu susah payah ia membujuk Onew agar meminjamkan kunci rumah kaca sekolah setiap minggu. Awalnya Onew menolak; tak ingin Yuri tenggelam berlarut-larut dalam kesedihan. Bagi Yuri, mawar ungu adalah representasi dari jiwa Minho. Walaupun ia tak bisa memilikinya, paling tidak lewat bunga itu ia bisa merasakan cinta dan kasih sayang yang pernah diberikan oleh Minho.
Ia mengambil setangkai, menghirup wanginya. Masih sama. Tak berubah sedikitpun. Mata indahnya perlahan menutup, kenangan siang itu membanjiri pikirannya. Ia dapat mengingat dengan jelas setiap desah nafas berat Minho. Seolah-olah Minho berdiri di depannya lagi seperti waktu itu.
“Yuri…”
Seketika ia membuka mata. Jantungnya berdebar kencang. Pelan-pelan ia melihat sekeliling kamar yang gelap. Itu suara Minho! Pasti! Meskipun terdengar jauh. Ia menunggu, berharap mendengar lagi suara itu memanggil namanya tapi yang terdengar hanyalah suara hujan yang menimpa atap.
Kecewa, ia duduk menghadap dinding. Tanpa bisa menahan emosi, butir-butir air mata sebening kaca jatuh menuruni pipi. Semua rasa sakit yang ia rasakan karena kehilangan Minho akhirnya tumpah keluar.
“Yuri…”
Ia membeku, yakin bahwa ia telah mendengar suara Minho memanggilnya sekali lagi. Tidak seperti sebelumnya kali ini terdengar dekat. Seakan Minho sedang berdiri di belakangnya.
“Minho…” Yuri berbisik pada dirinya sendiri, menutup mata. Ia bisa merasakan entah bagaimana Minho berada di sampingnya. Ia tak berani melihat, takut harapan untuk bertemu Minho hancur berkeping-keping. Minho telah pergi dan sudah lama ia menerima kenyataan tersebut.
Seandainya Minho masih di sini bersamaku…
Detak jantungnya hampir berhenti dan seluruh tubuhnya menegang saat mendengar suara itu memanggil namanya lagi. Ia merasakan sepasang lengan merangkul tubuhnya. Ia tak bisa bergerak. Bukan karena pelukan itu erat melainkan karena keterkejutannya sendiri. Ia yakin itu adalah Minho tapi ia masih takut untuk menoleh. Dia di sini. Jika ini hanya mimpi, dengan senang hati ia akan terus tidur selama yang ia bisa.
Yuri masih tak bergerak saat Minho menggenggam tangannya.
“Minho?” ia bertanya sedikit berbisik, dengan sepenuh hati menanti jawaban.
“Hmm…” gumamannya membuat Yuri merinding.
Ia meremas tangan Minho, tak ingin lepas. “Maukah kau tinggal?”
Pelukan Minho semakin erat.
“Hanya untuk malam ini saja. Kumohon.”
Ia tak bisa bergerak. Ia tak bisa bernafas. Lama Minho membalas. Terasa seperti berjam-jam. “Ya.”
Yuri terisak ketika mendengar jawabannya. Akhirnya percaya bahwa Minho takkan pergi, ia berbalik dan menghadap kekasihnya. Meski saat itu gelap ia bisa dengan mudah melihat sebentuk wajah tampan. Matanya terlihat damai. Tak lagi terbebani. Bibirnya melengkungkan senyuman bahagia.
Tak bisa menahan diri, ia mengubur wajah ke dada Minho yang mengelus rambutnya. Hatinya penuh dengan kerinduan akan kehadiran Minho.
Mungkin ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Atau mungkin ini benar-benar sekedar mimpi belaka. Ia tidak peduli. Yang penting adalah sekarang Minho bersamanya. Bahkan jika hanya semalam saja. Baginya semalam lebih dari cukup. Ia sudah terbiasa dengan kenyataan bahwa Minho menjadi miliknya hanya sebentar.
“Saranghae…” ia berbisik ke telinga Minho, air mata terus berjatuhan.
Sunyi senyap. Hujan mulai mereda. Tinggal rintik-rintik yang tersisa. Udara dingin belum hilang tapi kehangatan di ruangan itu sangat terasa.
“Yuri… Neomaneul saranghae.”
Mereka saling berpandangan dan tersenyum. Yuri akan mengingat malam ini sebagai malam terindah dalam hidupnya.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

57 thoughts on “The Best Night in My Life”

    1. Muehehe. Hwasal itu judul Koreanya lagu ‘Quasimodo’ kan?

      Yaudah. Baca Hwasal dulu sana. *ditendang nuna pake <3* Bercanda. Nggak baca Hwasal juga nggak apa-apa. FF ini semacam stand-alone kok. *tapi tetep aja backgroundnya kurang (-_-)

      Thanks for reading and commenting. 😀

      1. iya… panah kan artinya klo g slh? *bener dong*

        hahaha
        ya ya ini udh ngesave ff hwasalnya.. tinggal dibaca aja lagi XD

  1. Ooow co cwiiit…..mino jngn tinggalin yuri dooong…..
    Author gimn ciiih….misahin hubungan mrk#paak! Digampar author.ni epep mellow amad,tpi ga papa.nice.

  2. Wah, lanjutannya Hwasal! Walaupun semalam, tapi sudah cukup mengobati rasa kehilangan Yuri pada Minho.
    Nice story.

  3. hiyaaa~~~lanjutannya hwasal!!>.<
    walopun semalem,bareng 'hantu', bener" berkesan 🙂
    sesuai dgn judulnya The Best Night In My Life.. :DD
    awalnya aq sempet ngira ini jongki" yg laen,soal.a cast.a bukan jongyu(?)hhe ^^V
    daebak! 😀

  4. meskipun ga begitu suka minyul, tp kLo FF nya Jongki slalu suka.
    hhaa XD
    singkat tp feel nya selalu dapet.
    daebakk ^^d

    btw tumben ga bikin FF Jongyu yg kocak ;p

    1. Eum, otakku lagi nggak ‘normal’. Kalo lagi ‘normal’ bikinnya cuma JongYu dan turunannya (Junghee/Eunsook). (._.)v Lagipula pairing di Hwasal itu MinYul, kalo JongYu menyalahi kodrat (?).

      Jinjjayo? Padahal FF aku geje dan epic fail semua. Muehehe.

      Gomawoyo. 😀

  5. wuah…daebak oppa.
    feel-nya dpt
    wuah…kasihan Yuri nya.
    hah…syngnya semuanya gak real.
    Minho ttp gak akan hidup. (klo hidup lagi namnya zombie kekeke~)

  6. SOHWAAAA… Kemana aja kau? Baru nongol sekarang. Aku menantimu sekian lama tau. /pouts

    MinYul shipper? Aku MinYul shipper yang udah tobat. Kekekeke. Peace. (^o^)v Sengaja kubuat pendek soalnya kapasitas otakku minim. #nggaknyambung Kalo ditambah nanti malah muncul adegan yang ‘tak diinginkan’ lagi. #apadeh

    Makasih udah nyempetin diri buat baca dan komen, So. 😀

  7. ahhh autthhoor setalah hwasaa kau buat aku nangisss disini aku di buat nyesek, coba kalo panjangan lagi dikit, pasti udah nangiss…

    huwaaa feelnya dapeet … mau mawaar iteemmm … *ngak nyambung sumpah-_-“*
    good ff thor… ini hebaaat …

    1. Weks. Yadong? 😮

      Eh, kamu manggil aku Joongki lagi. Omohomoho. Namaku Jongki, dengan satu huruf ‘o’. T^T *nangis di punggung Jjong

      Iyadong. Kapasitas otakku rada minim, jadi kalo bisa nulis FF panjang itu keajaiban alam. (~_~)

      Gomawo atas komennya. 😀

  8. Hai author, salam kenal….
    mau komen apa ya? bingung…. tapi yang pasti, ni ff atau apalah namanya buat aku speechless dan terdiam… awalnya bingung, jadi bela – belain baca hwasal dari awal sampai habis.. makin speechless dan gak sanggup lagi mau ngungkapinnya kayak mana… nyesak bacanya,, keren dan ngena banget thor… pokoknya manteb deh..

    1. Salam kenal juga Jajangmyun. Unamemu lezat yah. Neomu masitda. :3 *muka predator keluar*

      :O Sampe baca Hwasal yang panjang itu? *disambit CJH-nuna pake <3* Wuah. Terharu. T^T *nyeka air mata serigala*

      Kayaknya kamu syok gegara FFku geje dan epic fail. ('-_-)

      Thanks for reading and commenting. 😀

  9. nemu lgi epep made in jongki,klo epepnya g pendek bukan jongki nmanya tp jooooonggggkkkkiiii *ga penting bgt sih*
    ga da kta terlambat buat komen yo,,haahh trimakasih jongki drimu membuatku tengok knan kiri atas bawah gra2 critamu iki wlopn genrenya bkn horor tetep aja bca mlem2 pas lg ujan sendirian pula kurang apa coba *kurang gledek+angin mba*
    ni lnjutan hwasal?hwasal tu critanya ky gmna y?*ketauan blum bca deh* #plak
    y udah deh cma mau nympein itu aja,,,jgn ngambek y klo komennya bner2 ga penting bgt suuumpah deh hehehe *nyengir kambing*

    1. Wuah. Ternyata dalam kata ‘jooooonggggkkkkiiii’ terdapat 4 huruf g, k, dan i. Kesukaanku! :DD <== lebih nggak penting

      Sama-sama, nuna. \(^o^)/

      Hwasal itu yang ceritanya gini… *tutup mulut* *dihajar nuna*

      Aku nggak ngambek kok, cuma marah. Kekekeke. Becanda, becanda. (.__.)V

      Sankyu udah mampir + komen. Komen Anda menyegarkan loh… Seperti oksigen. 😀

  10. joooonnnggggkkkkiiii aku datang lagi hehe
    q udah bca hwasal dong weekk *melet*
    krn kmren rada ga mudeng ngulang lgi deh bca ni epep bis bca hwasal,tak apa yo?

    setelah bercucuran air mata jd berharap ketemu minho,klo nyata ga bisa mimpi pun jadi deh zzzzzzzzz *tidurnyenyak*

    1. Welcome back, nuna. XD

      (.__.)a Kok j dan n-nya nggak empat kali sih?

      Kemarin agak nggak mudeng sekarang tambah nggak mudeng yah? Kekekeke.*ditabok*

      :O Eeeeh… Jangan tidur di sini. Nanti dikira tunawisma. *ditabok + dirajam*

      Sampe baca lagi? Wah, jeongmal gomawoyo. 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s