The First And The Last Love Letter – Part 2

Title : The First And The Last Love Letter—2

Author(*) : gabgabblinger

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Lee Taemin. Shin Yoomi (OC)

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) : Kim Jonghyun. Kim Key Bum. Choi Minho. Onew/Lee Jinki. Choi Siwon.

Length(*) : Sequel

Genre(*) : Sad. Tragedy. Angst. Life.

Rating(*): PG-12—chapter ini sepertinya semua umur deh..XD

Maap yaah pendek >.<!

Cari tempat duduk yang nyaman, dan kencangkan sabuk pengaman anda..(author lebeh)

Please Enjoy!

***

“Taemin kok belum datang ya? Padahal 5 menit lagi masuk lo” Tanya Minho pada Key penasaran, karena biasanya Taemin yang datang paling pagi.

“Gak masuk kali” Jawab Key.

“Kenapa ya dia? Masak sakit gak bilang-bilang?” omel Minho.

“Paling dia keburu sakit, jadi gak sempet bilang.” sahut Key singkat, padat dan jelas.

Minho setuju dengan Key dan kembali terhanyut dalam pikirannya. Tidak lama kemudian Cho seonsaengnim masuk ke dalam kelas.

Pelajaran Cho seonsaengnim sudah hampir selesai ketika,

“Seonsaengnim maaf, saya terlambat” Seisi kelas menoleh ke pintu dan mendapati seorang Taemin, bajunya agak kotor, di pipi dan dagunya terdapat plester perban semacam Hipafix yang membuat wajah imut nya jadi tertutupi hampir separuhnya. Di pelipisnya pun terdapat sedikit goresan.

“Lee Taemin! Ada apa dengan wajahmu?” Tanya Cho seonsaeng setelah melihat wajah Taemin yang tertutupi Perban.

“Itu Seonsaeng, tadi aku lari-lari waktu berangkat sekolah.. Terus jatuh deh, hehe aku langsung diobatin, tapi aku merasa masih sanggup sekolah, jadi berangkat agak telat, Maafkan aku Cho Seonsaengnim” Cerita Taemin lalu membungkuk dalam.

“Tidak, tidak apa-apa kok, sekarang kamu duduk ya” Taemin berjalan ke bangkunya lalu kembali duduk, para murid yang lain masih melihatinya yang penuh luka, karena sepertinya tidak mungkin ia terjatuh biasa sampai lukanya penuh seperti itu.

Taemin hanya tersenyum sambil menatap ke teman-temannya.

***

“Lee Taemin! Jangan bohong! Tidak mungkin kamu cuma terjatuh tapi lukamu seperti ini!”

Onew memarahi Taemin yang daritadi memakan makanannya sambil terdiam. Suara murid-murid yang sedang makan di kantin itu terdengar sangat ramai, kadang membuat kepala Taemin jadi agak pusing.

“Tapi emang gitu kok hyung! Aku gak bohong! beneran” Jawab Taemin lemas, karena kalau bicara agak sakit karena kulitnya ketarik.

” hahahahahah, kamu jadi kayak mumi gini Taemin-ah” Kata Key yang memang terkenal judes dan tidak peka.

Minho, Jonghyun dan Onew tertawa melihat sikap Key itu.

“Taemin? Kamu kenapa ini?” Tiba-tiba suara namja membuat mereka berhenti tertawa.

Mereka lalu melihat seorang namja Tampan yang tinggi sedang melihati Taemin lekat-lekat.

“Siwon? Kamu kenal Taeminnie?” Jonghyun langsung menanyai Siwon, murid baru dikelasnya yang tiba-tiba menyapa Taemin.

“Taemin itu sahabatku dari kecil yang dari tadi aku ceritain!” Jonghyun dan Onew yang memang sekelas dengan Siwon mengangguk.

“Aku gak papa kok siwon hyung, oh ya hyung udah kenal sama Jjong hyung dan onew hyung kan.? Kalau yang ini Key hyung dan ini Minho hyung!!” Taemin yang wajahnya sepertinya kesakitan itu, memaksakan dirinya untuk tersenyum dan mengenalkan hyung-hyung nya kepada Siwon.

Siwon dan semua Hyung Taemin menatap Taemin miris.

“Oh ya ada satu lagi!” Taemin lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari hadapan hyung-hyungnya itu.

“Memangnya Taemin kenapa?” Tanya Siwon setelah Taemin pergi.

“Katanya sih jatuh, tapi kayaknya gak mungkin banget deh ya?” Siwon mengangguk dengan jawaban Key.

Sudah 5 menit dan Taemin belum juga muncul, Siwon sudah akrab juga dengan yang lain, karena memang Siwon itu namja yang asik dan pintar bergaul.

“Siwon hyung! Yang ini sahabatku namanya Yoomi!” Suara Taemin memutus perbincangan diantara 5 namja itu. Terlihat Taemin sedang menggeret seorang Yeoja yang cantik.

“Annyeonghaseyo. Saya Shin Yoomi” Yoomi membungkuk lalu menoleh sebentar ke Siwon, pipinya memerah melihat wajah Siwon yang tampan, ia lalu menundukkan kepalanya lagi.

“Aku Siwon” Siwon menatap Yoomi yang sedang menatap ke bawah, tertarik.

“Mereka kenapa sih?”  Batin Taemin.

Ke 7 orang itu lalu duduk di atas meja dan mulai berbincang lagi. Tapi ada sesuatu yang mengganggu Taemin.

Ia melihat Siwon terus mengobrol dengan Yoomi, ia tidak tahu kenapa, padahal waktu ia bertemu dengan Yoomi pertama kali, Yoomi tidak pernah bersikap seperti ketika ia bertemu Siwon, menunduk malu, pipinya memerah setiap Siwon memanggil namanya.

Taemin juga tidak tahu.. Tapi hatinya terasa Terbakar dan sakit sekali, Taemin memegang dadanya yang sesak.

“Palingan aku lagi sakit, kok dadaku sesak gini. Huuh aku akan ke dokter kapan-kapan sama pelayan Han.”

Taemin kembali menghela nafasnya.

***

Konser musik Jonghyun tinggal dua minggu lagi. karena itu Jonghyun, dan beberapa anggota klub musik yang lainnya pun sangat sibuk.

Konser ini diusulkan oleh Jonghyun kepada kepala sekolah untuk meramaikan Ulang Tahun sekolah yang di setujui oleh Kepala sekolah dan guru yang lain, maka Jonghyun pun menjadi orang yang akan membimbing orang-orang yang akan ia pilih besok untuk konser. Kepala sekolah pun memberikan Jonghyun bonus penampilan solo di penghujung konser, Jongyun merasa sangat senang dan bangga, dan karena itulah Jonghyun menyuruh-nyuruh sahabatnya untuk datang dan duduk di depan, meskipun acaranya masih agak lama.

Terlihat Jonghyun kembali membalik-balikkan kertas dan ia juga berlatih piano.

“Oppa!” Suara seorang Yeoja membuat Jonghyun menghentikan latihannya dan menoleh.

“Yoomi, kenapa?”

“Cuma mau lihat Oppa latihan kok”

“Oh neh Oppa, apa aja yang akan ada di konser?”

“Rahasia dong, nanti akan ada banyaaak sekali kejutan! Jadi jangan berkedip!”

“Eeh, mataku sakit dong kalo gak berkedip!”

“Itu kan perumpamaan Yoomi! Maksudku jangan sampai melewatkan setiap yang dipersembahkan di atas panggung besok, mengerti?”

“Siap, Pak!” Nada jawaban Yoomi yang menirukan prajurit-prajurit perang membuat Jonghyun tertawa kecil.

“Oh, neh oppa” Jonghyun menoleh tanpa menjawab ke arah Yoomi, menandakan ia siap mendengarnya.

“Aku curhat ya?” Tanya Yoomi sambil mengeluarkan puppy dog eyesnya.

“Gak usah pake gitu segala, pasti aku dengerin kok” Ujar Jonghyun sambil kembali menekan tuts pianonya.

“Itu… Oppa, kayaknya aku…Erm- … Jatuh cinta deh… Soalnya setiap ketemu sama orang yang bersangkutan, aku jadi deg-deg-an, dan pas aku nyeritain ke temenku, mereka bilang aku suka ama ‘dia’, dan lama-lama aku juga agak sadar sih…” Cerita Yoomi panjang lebar sambil diiringi suara piano yang lembut yang dimainkan Jonghyun.

Tapi melodi itu langsung menjadi tak karuan dan terhenti ketika Yoomi menyelesaikan ceritanya.

“Huh? Secepat itukah? Memang siapa sih?” Jonghyun langsung menoleh ke Yoomi sambil sedikit berteriak karena kaget.

“Oppa! Gak usah teriak gitu kali!”

“Aku kan kaget, siapa siapa siapa?”

“Dia itu…..”

***

Taemin kembali memfokuskan matanya untuk melihat kertas yang ia pegang. Ia tidak tahu kenapa, padahal, ia juga sudah pergi ke rumah sakit dan memeriksakan matanya, hasilnya pun normal. Tapi, akhir-akhir ini ia jarang bisa fokus dalam melihat sesuatu.

“woy Taem” Sahut seseorang sambil menepuk pundak Taemin, yang membuat Taemin terjingkat dan menjatuhkan kertas-kertas brosur konser musik yang akan ia tempelkan. Taemin menoleh dan mendapati Key sedang bersandar di bahunya, Taemin tersenyum sedikit–karena masih ada plester di dagunya yang jika digerakkan akan terasa sakit–yang terlihat dipaksa.

“Kalau gak bisa senyum, ya gak usah dipaksain deh Taemin-ah, aku nggak butuh senyumanmu itu” kata Key membuat Taemin tersenyum lebih lebar meski sangat sakit.

“udah deh, gak usah dipaksain!, oh btw, bukannya plestermu seharusnya udah bisa di ambil? Udah hampir sebulan masak nggak sembuh-sembuh tu luka?”

Taemin mengendikkan bahunya sekilas, lalu menjawab pertanyaan Key,

“Dokter juga nggak tahu, kok luka di daguku belum kering-kering, padahal juga udah diusahain, yang di pelipis sama di pipi aja udah sembuh”

“Cari dokter lain gih, dokter kok nggak becus!” kritik Key pedas.

“hehe hyung, dia itu dokter no. 1 di Seoul! Mungkin aku kena penyakit aneh kali, hahahaha” canda Taemin yang langsung membuat Key merengut.

“Jangan bilang gitu ah Min, gak lucu tahu, yuk cabut. Sekolahan udah pada sepi, kamu naek mobilku aja sekalian” kata Key sambil berjalan lebih dulu.

Taemin tersenyum sedikit–alasannya seperti tadi–lalu beranjak dari kursinya. Ia mengikuti Key yang berjalan sangat cepat. Tapi, tiba-tiba ia ingat akan brosur yang ia jatuhkan tadi. Dan berputar balik menuju ke kelasnya.

“Hyung!! Tunggu aku di gerbang ya!! Ada yang ketinggalan!!” teriak Taemin kepada Key sambil berlari ke kelasnya. Key hanya menjawab dalam hati sambil meneruskan langkahnya.

Ia menggeser pelan pintu kelasnya dan mendapati kertas brosur konser musik jonghyun berserakan di depan meja guru. Taemin menghela nafas lega ia tidak meninggalkan kertas brosur itu disini. Taemin membungkuk, berniat untuk mengambil brosur yang berserakan di lantai. Tapi, kejadian teh yang dulu ia lupakn kembali lagi, ia tidak bisa meraih brosur itu, sekeras apapun ia mencoba untuk meraih brosur yang tepat ada di depan matanya itu, tangannya seakan terlalu pendek untuk menjangkaunya.

Taemin mengerang pelan, ia bangun lalu menggoyang-goyangkan tangannya.

“tidak apa-apa. Kenapa aku tidak bisa meraihnya?” batin Taemin sambil menatap kosong tangannya.

***

Key mengutuk Taemin dalam hatinya. Sudah sekitar 30 menit ia menunggu Taemin di gerbang sekolah, duduk melongo sendiri di luar bak orang hilang(?).

 

“kenapa namja ini lama sekali mengambil barangnya?!?! Apa saja yang dilakukannya??”

Ketika pikiran untuk menyusul Taemin muncul, terlihat seorang namja melangkah keluar gedung sekolah elit yang sudah sepi itu dengan membawa tumpukan kertas.

“Taemin-ah! Ngapain aja kamu di dalam? Nyuci becak? (emang di korea ada becak yah? Hehehhe#PLAK) ” Bentak Key pada Taemin ketika mereka berdua mulai meninggalkan sekolah mereka dan menuju mobil Key.

“Aniyo, hanya saja tadi ada sedikit gangguan, hehe biasalah hyung, hyung tahu kan aku ceroboh?” kata Taemin sambil membuka pintu mobil penumpang Key, menaruh brosurnya itu ke bawah jok kursi, lalu duduk di atas jok.

“Dasar, dari dulu.. Ceroboh mu itu gak bisa ilang!” canda Key, membuat 2 namja itu tertawa bersamaan. Setelah memastikan Taemin memakai seatbelt dengan sempurna dan menghidupkan mesin, Key memacu mobil sport BMW nya dengan kencang ke jalan raya.

Di jalan, sama sekali tidak ada pembicaraan antara Key dan Taemin. Bukan, tapi tidak ada respon dari Taemin, setiap Key membuat topik pembicaraan, Taemin hanya akan tersenyum atau mengatakan “ne, hyung”. Itu membuat Key jadi malas ngobrol dan hanyut dalam pikirannya.

Key tahu, ia sangat tahu. Jika Taemin seperti itu, pasti ada sesuatu yang terjadi, dan jika Taemin tidak memberitahunya secara langsung, maka artinya Taemin masih belum mau menceritakan masalahnya itu. Sesekali Key melirik ke arah Taemin yang menatap jalanan dengan serius.

“Kuharap kau segera menceritakannya pada hyung Taemin-ah. Semoga” batin key sambil terus mencuri-curi pandang ke arah Taemin.

***

Nafas Jonghyun tercekat seketika, ia bagai tidak bisa menghirup udara yang ada disekitarnya.

Kata-kata itu.. Kalimat itu, bagaikan tidak bisa diterjemahkan oleh otaknya, kalimat itu tersangkut, ia tidak bisa memprosesnya lagi di pikirannya. Setelah mendengar kalimat yang diucapkan Yoomi, ia bagai di banting ke bumi keras-keras setelah diangkat kelangit.

“L-lee T-t-ta-taem-taemin…..”

***

Suara dentingan bola basket memenuhi lapangan indoor basket itu, di lapangan itupun terdapat seorang namja yang terlihat terus men-dribble bolanya. Di dagu namja itu terdapat perban hypafix yang sepertinya baru diganti.

Ya, namja itu Taemin, sudah beberapa minggu ini ia sering jatuh. Taemin sendiri pun tidak tahu kenapa, hyung-hyung nya pun sangat khawatir akan luka-luka di wajah Taemin–yang selalu ada di wajah, dan kadang sekitar pergelangan tangan–, termasuk cara jatuhnya yang aneh.

Setelah beberapa dribble-an ia akan kembali mendribble udara. Taemin merasa, kalau konsentrasinya agak buruk akhir-akhir ini. Ia tidak begitu bisa memegang dan melakukan sesuatu dengan benar.

“Fighting Lee Taemin! Kamu pasti bisa di kejuaraan lusa!” teriak Taemin pada dirinya sendiri. Lusa adalah kejuaraan Final pertandingan basket seluruh Seoul. Minho memasukkan Taemin di tim inti hanya saat final karena ia juga khawatir akan luka di wajah Taemin.

Taemin sekatang sudah merasa dirinya jago dalam basket, sebenarnya ia tidak hanya ingin ikut saat final saja, tapi Minho sudah memaksa, ya sudahlah.

Tidak menyerah, Taemin kembali mendribble bolanya, lalu men-shootnya ke ring. Taemin tersenyum, yang artinya Masuk!. Ia mengambil bolanya kembali, mendribble lagi, tapi lagi-lagi ia mendribble udara. Ia menghela nafas pelan.

“Yo! Min-ah!” Taemin secara otomatis menoleh mendengar seseorang memanggilnya–ia yakin yang dipanggil bukan Minho karena Minho sedang tidak ada–, dan ia bisa melihat Onew yang sedang nyengir lebar dan melambai ke arahnya.

“waeyo, hyung?”

“Skill basketmu payah sekali Min, ngedribble saja gak becus! Kenapa ya Minho memasukkanmu ke tim inti?” tanya Onew sambil menggaruk pelan rambutnya yang tidak gatal.

“Hehe Biarin hyung!!! Weeee!!” Jawab Taemin sambil menjulurkan lidahnya.

“Dasar anak kecil! Bisa-bisanya kau menghina hyungmu yang paling tampan ini he???” Onew langsung berlari ke keranjang bola dan mengambil satu bola, lalu ia melemparkan bola itu ke Taemin.

Memang Onew hanya bercanda, dan Onew pun tahu Taemin akan menangkap bola yang ia lemparkan dengan cepat itu–sebagai atlet basket tentunya–atau menghindarinya. Tapi pikiran Onew salah. Salah besar.

Ketika Onew melemparkan bolanya, Taemin memang akan menghindar, tapi saat itu juga tubuh Taemin seakan bukan tubuhnya. Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, ia hanya bisa menatap bola yang meluncur cepat ke arahnya dan….

BUK!!!

“Ya tuhan!!! Lee Taemin!!!” dengan sigap Onew menghampiri Taemin yang tersungkur ke lantai karena perutnya ditabrak bola. Onew langsung membantu Taemin untuk bangun.

“Gwenchana Taemin-ah???” Tanya Onew sangat khawatir. Tiba-tiba Taemin terbatuk dan ia mengeluarkan darah segar dari mulutnya.

“Sial! Ayo, kita harus cepat ke UKS!!” Taemin yang terus-terusan terbatuk di gendong Onew di punggung ke UKS sekolah dengan kecemasan tingkat tinggi.

***

Bau menyengat segera menyerang hidung Taemin ketika ia mulai mendapatkan kesadarannya kembali. Sedikit demi sedikit matanya kembali terbuka setelah pingsan lebih dari 1 jam. Setelah mengumpulkan nyawanya, Taemin duduk dari tidurnya. Hal itu membuat 4 orang lelaki lain yang sedang ada di ruangan bersama Taemin bergegas menghampirinya.

“Taemin! Gwenchana? Kami benar-benar khawatir…” kata Minho segera setelah Taemin duduk.

Taemin tersenyum. Hal itu membuat 4 hyungnya langsung bernafas lega, paling tidak Taemin sudah bisa tersenyum lagi.

“Taeminnie, mianhe… Ini semua salahku.. Kalau aku tidak melempar bola itu…” sesaat sebelum Onew menyelesaikan kalimatnya, Taemin langsung memotongnya dengan berkata,

“Aniyo hyung, tidak ada kata ‘kalau’.. Yang terjadi ya sudah.. Lagipula aku sehat-sehat saja kan sekarang?” Senyum Taemin kembali mengembang, membuat Onew tersentuh. Ia langaung memeluk erat dongsaeng kesayangannya itu.

3 Hyung Taemin yang ada di situ pun ikut memeluk Taemin bersama Onew. Hal ini lah yang sangat disukai Taemin. Kebersamaan mereka.

“Hyuung~~ Kalian membasahi seragamku! Berhenti menangis sambil memelukku!” goda Taemin, membuat hyung-hyungnya tersenyum.

“Ayo. Kita pulang!” Ajak Jonghyun sambil mengusap matanya yang sembap. Taemin tersenyum makin lebar. Mereka berlima pun pulang bersama menaiki mobil Taemin, di sopiri oleh pelayan Han.

Meski banyak hal yang aneh yang terjadi pada diri Taemin, meski banyak plester di wajah atau badan Taemin, meski banyak hal yang sudah terjadi pada Taemin, meski sangat sakit tersenyum di antara plester-plester itu..

Taemin akan selalu tersenyum, bagaimanapun juga…

Bagaimanapun juga..

***

A.N: SORRRYYYY BGTBGTBGTBGTBGT!!! *dance sorrysorry

Part ini bener-bener lamaaaaaaaah sekali di publishnya.. dan juga pendek… dan juga gak menyenangkan…TT.TT…… maapkan author nista ini yaaah reader semua…TT.TT (kemampuan nulisnya ngepol)…

Author bener-bener sibbuuuuuuuuuuuk dan depresi dengan sekolah.. jadi tak ada waktu untuk main-main ke sini… paling hari-hari ini ajah… ini FF udah dilupakan pasti kaan??? T.T (kayak ada yang baca ama nungguin aja…=.=”)… mohon maklumi dengan status saya yang kelas IX ini.. banyak bimbingan dan semuanya.. bisa nulis FF pun nyempet-nyempetin.. dan alhamdulillah jadinya ternyata nggak ngelantur…laptop author juga broken.. #curcol jadi harus ke warnet dulu.. pokoknya maaf ya semuanya! Author sangat sangat menyesal akan late update ini..

Tungguin ajah next part, yang nggak tahu kapan munculnya#PLAK!

Jeongmal jeosonghabnida!*ddeeeeepp bow and teng yu yaaaa udah mau baca FF G penting ini..

Sampai jumpa lagi!!! Saranghae~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “The First And The Last Love Letter – Part 2”

    1. Kelihatannya gimana????? Ke ke ke

      ahahaha^^ drama tahun jebot banget tuh! Dulu aku gak pernah liat, cuma liat akhir-akhirnya doang ke ke

      lanjutannya siip… Insya allah abis aku unas #plak lama bener

    2. Kelihatannya gimana????? Ke ke ke

      ahahaha^^ drama tahun jebot banget tuh! Dulu aku gak pernah liat, cuma liat akhir-akhirnya doang ke ke

      lanjutannya siip… Insya allah abis aku unas #plak lama bener

      btw, gomawo yaa idah sempet baca!!! ❤

  1. setuju sama ellajuli jadi keinget sama cerita buku harian nayla tapi yang pastinya beda doong.

    aku cuma mau bilang karena Taemin jadi sakit gini jangan sampai mati yaa.. nangis aku jadinyaa TT^TT

    kelanjutannya ditunggu yaa

    1. Ya beda doong, tapi ga tahu deh, soalnya dulu ga pernah liat drama itu^^

      gimana ya… Tunggu lanjutannya aja deh! XD

      comment di part yang selanjutnya juga di tunggu lho! XD
      gomawoo udah baca!! ❤

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s