Red Scratch On The Wall

RED SCRATCH ON THE WALL

TITLE     : RED SCRATCH ON THE WALL
AUTHOR     : AITA RINN a.k.a ANANDHIYA INTAN PRABANDARI
MAIN CAST     : (HAN) NHAENA, KIM KIBUM (KEY)
SUPPORT CAST     : NEVA, MINHO,(HAN) YURRA, ONEW,(HAN) NATTA, TAEMIN, JONGHYUN
LENGTH     : ONESHOT
GENRE     : TRAGEDY
RATING     : PG-13

Langit mulai hitam, badai sebentar lagi akan datang. Vila itu memang sudah dekat. Kulihat ujung menaranya menjulang tinggi. Ini seharusnya akan menjadi liburan yang menyenangkan. Gemericik air itu mulai menghilang dari pendengaran. Airnya kini berubah menjadi coklat, badai itu benar akan datang dan sekarang bergerak cepat, Secepat yang bisa dilakukan kendaraan itu melesat dalam satuannya sendiri. Rintik – rintik turun hujan mulai merambah menampuk bulir – bulir tanah gersang. Baunya kini menyeruak, menembus ventilasi pada kendaraan yang mereka tumpangi. Kali ini akan terjadi badai besar. Angin mulai tidak bersahabat, menyapu apa yang ada disekitarnya. Dingin. Terasa menusuk sendi tulang yang melekat pada badan. Mereka mulai masuk kedalam vila yang besar itu. Hawanya langsung terasa, mereka mencoba beradaptasi dengan mereka, para pendatang. Bulan diatas sana memperhatikan, sedikit tersenyum dengan sinarnya yang berpendar. Juga bintang dalam rasi – rasi atau awan hitam kelabu yang mengarak mereka.

NHAENA POV
Kurasakan seluruh tubuhku bergetar, bulu kudukku berdiri. Kutarik Key Oppa agar tetap dekat denganku. Hawa pada vila ini berbeda dengan yang lain, jika mereka tahu. Aku memanglah tomboy, tapi ini phobia ku, kegalapan dan sekarang dialah yang menjadi lawanku. Aku benar harus mengalahkannya. Aku benci kegelapan dan tanpa Key Oppa aku takkan tinggal atas kemauannya itu. Aku mulai menganalisis, keadaan sekitarku ini berbeda. Kudengar ngaungan serigala, sesekali aku terlonjak kaget dengan langkahku sendiri. Berdebar, jantungku tidak teratur dalam iramanya semenjak memasuki vila ini.
“ gwenchanayo nhaena?” Key bertanya padaku, aku sekarang benar – benar berdebar. Kulihat ada bayangan hitam pada anak tangga itu. Seorang namja tua menuruni tangga itu dengan tertatih. Semampu kekuatannya.  Aku menjawab pertanyaan Key Oppa tadi hanya dengan anggukan kecil, aku tak biasa melakukannya dan sekarang ia mulai merasakan apa yang kurasakan mungkin.
“Annyeonghaseyo… selamat datang di vila kami. “ kata namja tua itu. Dia terlihat ramah namun sorot matanya, dia mengerikan bagiku. Apalagi cara berpakaiannya yang aneh.
“ Annyeonghaseyo” jawab kami serempak menjawab sapaannya itu. Dia menyunggingkan senyum tipisnya membuatku bergetar. Key merasakan getaranku, dia mencengkeram tanganku mencoba menenangkanku.
“prokkk prookkk” namja tua itu menyatukan kedua tangannya sehingga membuat suara. Seketika semua penghuni rumah ini keluar, juga angin halus yang sedari tadi mengintai kami. Meski kutahu aku tak tahu persis atau menyukai hal ini.
“ ini adalah istriku, ini anak semata wayangku namanya Choi Minho, dan ini adalah calon menantuku Neva” katanya lagi memperkenalkan anggota keluarganya. “ohh… ya ini Jonghyun kakak Minho”.
“Annyeong…” kata Jonghyun sopan. Dia memang tampan kuakui, tapi aku tidak menyukainya. Dan Key adalah satu – satunya namja yang kusuka. Semua tipe yang kuinginkan, ideal.
“Annyeong” kata kami lagi menjawabnya. “Minho Neva tolong antar mereka berkeliling dan menempati kamar yang telah disediakan.” Namja itu pergi setelah berkata menuju yang kukira disana adalah dapur.
“ mari kami tunjukkan” kata Neva bersahabat. Dia terlihat cantik dan serasi dengan Minho. Aku mengamati mereka sebentar, terlihat Minho agaknya adalah tipe namja yang diam,namun hangat, dia hampir mirip dengan Key Oppa, disini maksudku sifatnya. Sedang Neva dia sangat ramah dan bersahabat. Baru aku mengenalnya aku berasa sudah lama mengenalnya, dia terbuka jika kami menanyainya.
Yurra dan Onew agaknya tidak mau dipisahkan, begitu pula dengan Natta dan Taemin, kulihat mereka sangat kelelahan. Dan akhirnya Neva menunjukkan ruang peristirahatan kami. Aku, eoni Yurra dan Saeng Natta berada satu kamar sedang Key Oppa, Onew Oppa, Taemin – sii berada dikamar tepat didepan kami. Hanya terpisahkan tembok juga jalan.
“ silahkan,… sehabis kalian bersiap turunlah untuk makan malam” kata Neva lagi mempersilahkan. Dia menggandeng Minho turun ke lantai bawah.  Vila ini sangatlah luas. Aku bingung dengan ruangannya.
“tok tokk… chagiya, mari kita turun” kata Key Oppa dari balik pintu. Aku langsung berlari keluar mengiyakan ajakannya segera. Aku hanya merasa tenang bila didekatnya. Dia memang terlihat cuek, tapi sebenarnya dia adalah namja yang tidak bisa diam, baik dan yang paling tak bisa dilupakan adalah dalam sisi romanticnya. Pertama dia bertemu menyanyikan lagu Romanti dan itu sangatlah menyentuh.
Dimeja makan semuanya telah berkumpul tinggal kami para pendantang yang baru saja merapikan barang – barang kami tentunya. Kucium bau masakannya terlihat menggoda, namun ada beberapa yang membuatku ingin muntah. Sup ulat, hoex… kurasa ini berlebihan, menjijikkan fikirku.
“ silahkan menikmati, aku harap kalian senang. “ kata Miss Choi, dari umurnya ia belum terlihat seperti nenek – nenek berbeda dengan Mr Choi, mungkin Mr Choi terlalu tidak mempedulikan lingkungannya. Diam.
“ gomawo, kami jadi merepotkan “ kata Eoni Yurra, dia paling tua dan merasa bertanggung jawab dengan adanya kita, tentang liburan ini. Dia memang galak dan membuatku mati ketakukan jika berbuat salah dan dilihatnya. Tapi aku menyayanginya. Taemin terlihat lebih diam dari biasanya dia terlihat bukan dirinya. Mengenai kami semua apa hanya aku yang merasakannya?
Setelah makan malam kami langsung kembali ke kamar masing – masing. Aku merapikan barangku dengan cepat, namun kini melambat. Entahlah. Banyak hal yang terbang di dalam otakku.aku ingin menyatukkan semuanya.
“haaaaaaaa………” kudengar suara jeritan dari lantai bawah. Itu terdengar seperti suara Neva. Dan setelah kami semua berada dibawah, kami temukan Neva sudah duduk kaku melihat Mr Choi dan Mrs Choi terbujur kaki di dapur, tempat semalam kita bercanda gurau meski sementara.
“chagiya… kau…” Minho datang menghampiri tunangannya tersebut, dia langsung shock melihat kedua orang tuanya bersimbah darah. Berada tepat didepannya sendiri. “Jonghyun….” Panggil Minho dia bergetar, mulutnya mengatup berdetak nafasnya memburu. Dia memegang bahu Neva erat, membisikkan sesuatu yang menurutku dia berusaha menenangkan yeoja itu. Terlihat Neva berusaha menyembunyikan kegalauan hatinya yang menyerang begitu hebat dari jiwanya sendiri.
“ Minho…..” kata itu terucap lirih dari bibir Jonghyun, ia terlihat shock dengan apa yang ada dihadapannya. Dia mulai menetikkan air mata, setetes yang kadang dianggap tak berharga namun berarti.
“ Hyung, kita harus cepat memindahkan jasad mereka pada tempat yang seharusnya….” Kata Minho terbata – bata, menghirup udara yang terasa mencekik disekitarnya.
“chagiya,… tenanglah” Key menenangkanku, aku memang takut. Tapi aku tidak bisa membiarkan Neva layaknya patung seperti itu. Dia baik padaku. “ Nevaa…” panggilku, aku berusaha mendekat padanya. Key mulanya berusaha mencegahku, tapi terlambat. aku benar – benar ingin menenangkannya.
“gwenchana Nhaena. “ kata Neva dengan desahan kecil yang dibuatnya. Minho melepaskan Neva dan menggontong Mr. Choi dan Mrs, Choi untuk dikubur di halaman belakan vila ini, layaknya keturunan mereka yang lain. Disana terdapat persemayaman pribadi bagi keluarga Choi.
Yurra terlihat memegangi Natta yang ketakutan setengah mati. Dia baru pertama kali melihat mayat. Onew berada di samping Taemin yang bergetar takut, bulu kuduknya berdiri tapi ia terlihat tegar dan bisa menguasai emosinya sendiri, meski terlihat jelas raut wajah itu.
“Eoni…” bisik Natta. Dia tahu ini hal yang tak baik. Tapi apa lagi. Ini telah menjadi kesepakatan kami semua untuk berlibur, dan ini bukan yang kami cari tapi buat apa lagi mengeluh jika ini telah terjadi?
YURRA POV
Ini sedikit terdengar mengerikan, tapi ini sebuah kenyataan yang telah terlihat dan terjadi didepan mataku sendiri. Aku tak bisa membayangkan apa yang dirasakan saeng – saengku yang baru pertama kali melihat ini. Bukan sebuah film.
“ gwenchanayo Natta?” tanyaku kepadanya yang memeluk erat lenganku. Dia takut, dan sangat berusaha seperti Taemin – sii tak mempertlihatkan ketakutannya.
“ nhaena?” panggilku. Dia diam duduk memegangi pundak Neva. Sedang Key membantu Minho dan Jonghyun.
“ Oppa,… apa yang kau lakukan? Berdiri disitu layaknya sebuah patung? Bantulah mereka” kataku sedikit kesal dengan kelakukannya yang tak sesigap Key. Tapi dia memang harus menimbang.
“ Eoni… itu apa?” Tanya Natta melirik tembok lain yang berada di lain sisi. Merah tembok itu putih dan merah merembes. “ Itu darah” bisik Taemin yang nafasnya memburu.
“ apa tulisannya?” kataku tak mengerti. “ itu tulisan china” kata Neva mulai angkat bicara. “ pelakunya meninggalkan jejak” kata Nhaena.
Prosesi pemakaman hanya dihadiri oleh kita. Karena Minho meminta agar hal ini tidak tersebar keluar ini bisa berakibat buruk. Dia terlihat tergar meski matanya benar terlihat sayup.
“ oppa, kau sudah melihat scrath di dapur?” Tanya Neva suaranya pilu. Dia sangat bisa mengatasi keadaannya sendiri. Yeoja itu sangat tegar. Miris memang melihat keadaan ini, tapi dilain sisi aku mengaguminya.
“ ne,… sudah. Pelakunya ingin kita meninggalkan vila ini bukan?” kata Minho santai.
“ne, lalu apa yang akan kita lakukan Oppa?”kata Neva lagi dia yeoja dan oleh karena itu ia menunggu keputusan dari namjanya, juga Jonghyun Oppa.
“ kita akan tetap tinggal. Ini adalah rumah kita, kenapa kita harus pergi dan diusir oleh yang bukan haknya? “ mereka berbicang dengan berbisik beberapa saat. Kami hanya bisa diam, dan inilah yang terbaik yang saat ini bisa dilakukan.
KEY POV
Bagaimana ini bisa terjadi sebegitu cepat dan ketika kita semua menginap disini. Apa yang sebenarnya terjadi? Juga dengan tulisan – tulisan darah itu. Darah segar, itu menggunakan darah Mr dan Mrs Choi. Argumenku bertebaran tak tentu. Semalam tak terjadi apapun, sunyi senyap. Bulan tetap menyaksikan kita juga sampai malam ini telah kembali datang. Matahari kembali keperaduannya.
Daerah ini juga rasanya berbeda, dengan hawa yang terpancar. Sedikit hitam dan putih yang bercampur menjadi satu. Aku benar – benar bingung berfikir tanpa bukti. Aku takut setelah ini ada hal lain yang terjadi. Aku harus memfikirkan keselamatan Nhaena juga.
“Nhaena,,,,” aku memanggilnya yang tengah menengadah langit. Melihat kerlip bintang saat malam.
“ wae oppa?” katanya lembut. Inilah yang sangat membuatku mabuk akan cintanya. Sebuah kelembutan seorang yeoja.
“  kau merasa aneh tidak dengan semua ini?” aku bertanya dengan ragu. Apa lagi dengan keadaan yang menekan ini.
“ ne, tapi biarkanlah dulu Oppa, ini waktunya…” kata Nhaena yang selalu memfikirkan perasaan orang lain itu.
“ne, terserah kamu. Tapi saat ini biarkanlah aku ada disekitarmu.” Kataku tegas, aku tak ingin mengambil resiko lain dengan meninggalkannya tanpa pengawasan, ini juga soal eoni Yurra dan Natta.
“ maksud Oppa apa?” Nhaena bingung dengan kata terakhir yang kuucapkan. Memang tak berniat untuk seperti itu. “ aku akan tidur dikamar ini juga” kataku tapi langsung dibalas dengan pukulan – pukulan darinya, sakit.
“mianh… oppa serius dengan perkataan Oppa?” Nhaena tidak memukul lagi, dia berkata halus.
“ne,… memangnya aku seperti apa? Aku disini akan menjagamu nhaena…!” kataku menekankan. Aku tak ingin dia kenapa – kenapa.
“haaaa………” teriakan yeoja lagi dari lantai bawah, malam – malam begini ada apa lagi sebenarnya? Tadi itu sepertinya suara Yurra dan Natta.
“ apa yang terjadi?” aku terengah – engah setelah berlari menuruni tangga. 2 ekor kucing kesayangan Mr dan Mrs Choi tergantung sama dengan luka tusuk disekujur tubuhnya. Darahnya menetes, merembes, menyebar keberbagai arah. Di tembok yang lain sama tertulis dengan darah merah.
“ apa tulisannya Oppa?” Tanya Nhaena mendekatkan diri kepadaku
“ pembunuh itu mengancam akan membunuh kita satu persatu layaknya kucing itu jika kita tidak pergi dari sini.” Kataku terbata – bata. Tiba – tiba terasa udara disikitar habis, aku sesak.
NHAENA POV
Ini sungguh mengerikan. Aku tak bisa membayangkan rasa yang harus dipikul oleh Neva. Aku harus tetap disini, membantunya setidaknya sampai tak terjadi apapun selama seminggu kedepan. Saat tengah malam. kami berkumpul menjadi satu, juga dengan Minho – sii dan Neva. Mereka ikut berkumpul, tapi sayang sekali Jonghyun pergi entah kemana.
“ hmm… hari ini aku ingin berkeliling mencari petunjuk akan semua hal yang tak terduga ini. Aku benar – benar ingin menangkap penjahat itu” kata Key menggebu – gebu dengan kalimatnya.
“mwo? Kau serius hyung?” Tanya Taemin tergagap.
“ne,… gwenchanayo?” Key menjadi sedikit ragu, dia menimbang apa yang terjadi baik dan buruknya dan kemungkinan yang akan terjadi nantinya.
“ apa ini tidak berbahaya?” Tanya Minho, aku baru mendengar suaranya itu, bass.
“memang,… tapi tiap hal pasti ada resikonya bukan?” jawab Key.
“ne…” kata yeoja – yeoja yang ada disini.
“ apa kau takut Oppa?” Tanya Neva ke Minho
“Anio…” katanya gelagapan
“syukurlah, bukankah kau pernah berkata ingin melihat hantu” kata Neva pelan dan terdengar jelas oleh semua. Minho hanya membalasnya dengan senyuman, dia sedikit malu.
“ Baiklah aku setuju.” Kata Onew dan dilanjutkan anggukan oleh lainnya. Aku hanya mengikuti apa yang terbaik bagi semunya. Tengah malam kami bersama pasangan masing – masing berpencar ke segala penjuru vila yang sangat luas ini. Neva dan Minho sebelumnya membagikan denah seluruh penjuru vila ini, dan benar sangat luas. Minho saja mengakui dia tidak tahu banyak tentang vila nya sendiri. Banyak ruang tersembunyi.
Setelah berkeliling sekitar 2 jam aku bertemu dengan Minho juga Neva. Tiba – tiba Key berteriak. “ Heyyy…. Siapa disana? Berhenti!!!” seru Key yang langsung berlari diikuti kami semua.
“diam… jangan bergerak” kata Namja yang terlihat oleh Key tadi, nafasnya masih teratur dia diam tenang, sedang jantung kami memburu cepat. Dia memegang senjata, pistol tepatnya 2 pistol yang mengarah ke kami.
“Hyung,,…” Minho sepertinya mengenali suara itu, dari kegelapan kami tak dapat melihat wajahnya. Lorong – lorong ini begitu pangjang dan gelap. Tidak semuanya harus mendapatkan cahaya bukan, itu pemborosan.
“Oppa,..” Neva memeluk lengan Minho yang kekar itu. Minho terlihat seperti atlit. Mereka terlihat serasi, tapi kenapa aku memfikirkan hal yang tidak – tidak dalam keadaan tertekan ini, darurat.
“heh… kalian memang pabo!hahahahaaaa” gelak tawa Jonghyun menggema memantul dari tembok – tembok yang dingin terdengar keras ke seluruh lorong.
“kenapa kau lakukan ini Hyung, aku kira kau itu beruntung selalu disayang oleh Appa dan Umma.” Kata Minho yang tak lancar mengucapkannya.
“ne, tapi mereka tak memberitahuku atau memeberiku harta mereka, dan sekarang ancaman terbesar adalah dirimu! Aku takkan bisa membiarkanmu! Appa dan Umma juga berniat menurunkan hartnya kepadamu karna mereka sangat menyayangi Neva. Tapi aku juga” Jonghyun berkata dengan yakin. Ia ingin membunuh adiknya sendiri. Suasana ini sangat menegangkan.
“kenapa?” Tanya Minho lagi berusaha menyusun apa yang selama ini ia temui, bukti – bukti.
“ Oppa, kenapa kau lakukan itu?” Neva menitikkan air mata membasahi pipinya yang manis.
“ kau sangat manis Neva, seandainya saja kau jadi milikku. Dan sebentar lagi iya. Setelah aku membunuh Minho!” kata Jonghyun disela – sela tawanya dia benar – benar yakin akan melakukan hal itu. Aku terpaku diam dibelakang Key yang melindungiku.
“dorr… “ satu tembakan telah melayang mengenai pundak kanan Minho, hampir saja. Key menyelinap dari belakang ia memegangi lengan Jonghyun. Jonghyun memberontak sikunya digerakan kebelakang dan mengenai tepat pada perut Key. Key meringis menahan sakitnya.
Minho bergerak mengambil kedua pistol yang jatuh. Minho bergetar, dia masih ragu dan perlu beberapa bukti lagi, tapi ini mendesak ia harus memutuskannya sekarang juga. Tepat pada detik ini. Tapi tuas pistol itu tak dapat ditarik. Minho gemetar. Neva berteriak menyadarkan namjachingunya.
Jonghyun menendang Key hingga terjungkal. Ia merebut pistol yang dipegang oleh Minho. Keduanya bersikeras mempertahankan posisi terbaik mereka masing – masing.
“dorr….” Tuas pistol ditarik, peluru langsung menembus dada Jonghyun. Ia seketika jatuh terkapar, namun masih sadar. Minho juga diam kaku, dia pasti sangat menyesal dengan apa yang dilakukannya. Tapi ini harus dilakukan.
“kau tak apa Oppa?” aku menghampiri Key, membantunya berdiri. Minho menjatuhkan dirinya sendiri. Duduk disamping Jonghyun yang bersimbah darah. Ia belum mati. Di detik – detik kehidupan terakhirnya,..
“ Mianhae Minho, aku begitu menuruti hawa nafsuku sendiri. Akan harta juga cinta yang bukan seharusnya untukku. Aku juga nomu pabo. Aku menyesal dan memang benar pada akhir…uhukkk” Jonghyun berkata itu dengan nafas – nafas terakhrinya. Dia batuk mengeluarkan darah.
“saranghae Neva…ahh” Jonghyun menghembuskan nafas terakhirnya dengan tubuh berguncang hebat, sangat sakit.
“Hyunggggg……………..!!!!!!!!!! Arrghhh…” Minho berteriak sekuat tenaga. Ini sangat sulit baginya melepas semua orang yang dia sayangi. Minho mamang baik hati, dia sangat pemaaf.
“ Oppa….” Neva menangis disamping Minho yang juga meneteskan air mata tubuhnya penuh darah karna memeluk Hyungnya itu. Dia benar hampir kehilangan segalanya. Harta itu bisa dicara namun nyawa? Sebuah hembusan kehidupan yang hanya merambah satu kali.
AUTHOR POV
Detik kehidupan itu hanya berjalan sekali. Dengan hembusan yang luar biasa berbeda diberikan olelhNya kepada kita semua. Mengharukan. Harta dapat dicari tapi bukan dengan cara itu, menjijikkan. Contoh nyata dari sebuah kehidupan akan kerasnya zaman. Tak usah difikirkan. Hempas nafas angin semilir mengalir layaknya angin ke lorong – lorong berjarak 1 meter yang gelap gulita dan sekarang hanya ditemani oleh satu potong cahaya lilin lindap. Dingin menyelinap ke dalam pakaian kami yang robek – robek karena terserok – serok. Goresan perih dalam gulita malam. sayang sekali bulan dan bintang juga langit malam berawan menjadi saksi kejadian pahit ini. Kebisuan malam kini terungkap oleh suara desis yang tak lagi dipertanyakan namun dicari. Dengan cara yang telah ada. Dalam selingan yang telah terukir, terjadi, kenyataan. Ini semua telah menjadi jelas pada akhir.
## end ##

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

15 thoughts on “Red Scratch On The Wall”

  1. ANDEWAEEE….JJONG OPPA JANGAN MATEEEE….author maah…msa jjong oppa jdi pmeran bgituan…hrusnya mino aja ato authornya cendiri kek#PLONTRANGNG…dilempar panci ama author
    ngemeng ngemeng ni epep serem amat ampe pori2 tnganku nonjol cemua….tpi ku suka ama epep bginian…cozz jrang bnged yg bikin epep kyk gini…kpan2 bkin yg kaya gini lgi ya thor…#berharap

  2. Waduh, kata-katanya-_- asoy(?) keren banget, saya yang baca sampai nggak mudeng .__. #ditendangAuthor .
    nice FF^^, menurutku alurnya agak kecepetan dan mudah ketebak aja #soktahutingkatdewamode:ON.

  3. wah.. tegang thor, waktu adegan tragedinya.. tapi ketawa jg, masak key mau ngelawan tubuh dinox jong hahahaha.. XD
    nice.. 🙂

  4. Bagus ceritanya, bkin sebel sm jjong =.= #digamparblingers
    wkwkwk tp si key lucu ya pas nahan jonghyun XD

    sayangnya alurnya kecepatan nih. Lain kali kata2nya diperbanyak ya, biar makin menghayati. 😀

  5. Haha.. Author Aita, akhirnya bisa kepublish juga ff ini yaa.. Chukkae!! ^^ Saya sebagai chingu ikut seneng. Komentar2 dari readers yang lain juga semuanya mendukung. Buat pemilihan kata aku akui kau yang terbaik. Wkwkwk.. Di pendahuluan juga bagus. Cuma memang endingnya kecepeten. Berapa halaman si bikinnya??
    *mianh sok kenal, tapi emang udah kenal sama authornya, hehe

  6. @my baby : jeongmal gomawoyo 🙂 bagian mana yang bikin tegang? hehe
    @Kim Eunri : udah kok. tapi belum dikirim ke sini. hehe.. judulnya Radiant Shadow. kapan-kapan yaa tunggu aja :). Authornya yang mati? o.O ff ini ntar ga jadi dong. wkwkk.
    @Tazkia Astrina : Mianhaeyo.. author itu keseringen baca novel luar jadi nulisnya ya kek gitu. mianh.. mungkin lain kali, dan author usahain ga gitu lagi..
    @Narita Key Lockets : gomawo.. hehe author bikinnya lagi ngasal. ff lama juga..
    @Van Flakets91: hehe.. lucu ya?^^ author ini bikin udah lama banget pas baru awal bikin ff juga. jadi masih amburadul.haha.. ga jelas banget. kata-kata setting ya yang dibanyakin? atau buat tokohnya?
    @Nabila Hijri : ne~ gomawo komennya.. iya dari awal emang sengaja di buat oneshot jadi gini.hehe
    @Anonymous: Annyeong ^^ nda sok kenal kok. 🙂 santai aja..hehe. weiz.. pemilihan kata yang terbaik. ada yang lebih baik kok. sebenernya aku lebih suka nulis puisi. lebih simple..hehe. jadi pembawaan ceritanya juga agak..:) alur kecepeten. author akui deh..hehe. udah lama banget bikinnya.. ini bikin juga sebenernya ga pake khayalan dulu. ini langsung ngetik ga jelas malah jadinya kek gitu. hehe..:)
    All: gomawo for reading :):):)

    1. walaupun alurnya gampang ketebak sama dialogx agak sulit nie.. tapi adegan actionx bikin ane tegang thor. takut keyppa yg mati #plak XD
      JEMPOL BWT AUTHOR!

  7. Nggak nyangka Jonghyun sampai tega berbuat demikian. Ambisi harta dan cinta.

    Aaaa… Kucingnya kasihan *cat lover. Tapi waktu perkenalan kok Mr. Choi bilang Minho putra semata wayangnya, sementara Jonghyun juga berstatus kakak Minho?

    Kata-kata terakhirnya ngena. Bagus banget.
    Nice story.

  8. wuah, nggak nyangka ternyata jjong yg melakukan semuanya -_-”

    tapi menurutku ada yg janggal. Kenapa minho bisa ngubur orangtuanya dg santai pdhl mereka baru aja kebunuh? alurnya kecepetan *author: bawel!

    tapi ceritanya keren, bahasanya juga! Selalu suka cerita kayak gini 😀

  9. @Narita KeyLockets : hehe.. author suka novel luar. jadi cara nulisnya gitu..mianhaeyo~
    @Starlit: hehe.. autrhor juga ga nyangka jjong oppa buat gitu. berarti author salah ketik. mianhae.. 2 bersaudara 🙂

  10. ngak nafaaassss… tegang bgt !!!
    ahh bahasanyaaa !! bahasanyaaa!! nusuk bgt …. nyeseeek…
    ini ff singkat padat dan jelas!!!
    ahh untung key ngak matii !!
    hah ?? sup ulat ???
    apa yang ada di pikiranmu authhooorrrR???
    kereen ceuuu … >,<

  11. Kata-katanya agak sulit dicerna(?) dan alurnya kecepetan.

    Tapi FF ini tetep keren. Aku sampe ikutan tegang. Takut tiba-tiba muncul sesuatu. #sotoy

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s