You Save Me from My Silent World – Part 11

You Save Me from My Silent World-part 11

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Kim Kibum, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Go-Hara, Eunhyuk, Eung Jung T-ara

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Rating : General

At least I know what love is.

Like clouds love the sky, ocean loves sand, winter loves snow, snow loves breeze, it’s all connected.

It’s called unconditional love.

It’s in our heart.

—Niki Yan—

Taemin POV

Omo, bagaimana ini? Jinki-hyung, apa yang harus kulakukan di saat seperti ini?

Entah bagaimana ceritanya aku sudah berada di tengah kerumunan pelajar yang sedang beradu kekuatan dengan senjata tumpul. Awalnya aku sedang berjalan setelah selesai mendaftarkan diri di tempat kursus dance yang letaknya di sekitar sini. Tiba-tiba aku mendengar keributan mendekatiku, mataku terbelak melihat sumber keributan itu yang ternyata merupakan segerombolah pelajar yang sedang saling mengejar, sayangnya aku tidak sempat lari dan akhirnya terjebak seperti ini.

Aku bingung dan panik. Terlalu kacau suasananya, semua orang saling menyerang, darah segar sang lawanlah yang mampu memuaskan hati mereka.

Tubuhku menjadi bergetar hebat saat tiba-tiba ada salah seorang dari mereka yang tumbang tepat di depanku dengan tubuh berlumur darah. Ottokhae? Aku takut terkena sasaran hajar mereka. Andwae!  Aku belum mau mati sekarang, apalagi dengan cara seperti ini.

“Ya! bocah cantik, ayo lari!” Seseorang menarik tanganku untuk lari di sela-sela kerumunan, sesekali tangan dan kakinya beraksi untuk menyingkirkan orang yang mencoba menghalangi jalan kami. Aku tak punya cukup keberanian untuk meniru apa yang ia lakukan, aku seakan memasrahkan nasibku pada penolongku ini.

Aku menuruti saja apa yang dia bilang, berlari kencang di belakang penolongku ini sampai akhirnya tidak terlihat lagi kejadian mengerikan itu. Dia membawaku masuk ke dalam sebuah ruangan pengap dan gelap, di tempat ini banyak peti-peti kayu pengemas barang dan beberapa tumpukan karung, sepertinya tempat ini bekas gudang. Rasanya kakiku lemas, bukan karena berlari, tapi karena shock melihat perkelahian antar-pelajar seperti tadi. Terutama karena darah, aku gemetar melihat orang yang jatuh di depan mataku tadi. Aku memerosotkan tubuhku ke tembok, menutupi wajahku yang dibasahi campuran keringat dan air mata ketakutan.

“Dasar pabo, bukannya lari malah bengong! Kau sudah bosan hidup, hah?”

Kulepaskan telapak tangan yang menutupi wajahku, memberanikan diri melihat wajah penolongku. Dia…yeoja? Di hadapanku kini ada seorang yeoja dengan style yang mirip anak punk. Rambut hitam dengan diselingi warna merah-ungu, kelopak mata hitam, sebuah tindikan di hidung dan tiga tindikan di telinga kanannya. Seragamnya yang urakan membuatku yakin kalau ia juga sama seperti mereka, pelajar yang suka berkelahi.

“A-aku…”Aku tidak dapat berkata-kata, rasa gemetar masih menguasaiku saat ini.

“Kalau kau masih ingin hidup, jangan keluar dari tempat ini sampai aku kembali. Kalau kau nekad keluar, aku jamin kau tidak akan pulang dalam keadaan mulus.” Dia menyentakku, dan itu membuatku bertambah gemetar. Sejujurnya aku memang sensitif mendengar sentakan, aku benci disentak ataupun dimarahi.

Tapi benar apa yang ia bilang, aku masih ingin selamat. Akhirnya aku mengangguk sebagai jawaban atas perintahnya. Setelah itu, ia berlari meninggalkanku yang masih ketakutan.

+++++++

Author POV

“Permisi, kau temannya Hana yang waktu itu kan?” Minho menahan langkah Yoona yang keluar dari restoran ayam tempat Hana bekerja dulu.

“Ne, aku Yoona temannya hana. Oh, kau namja yang waktu malam itu menunggu Hana kan? Wah, kau kurang beruntung, Hana tidak bekerja disini lagi.” Yoona menjawab dengan ramah pertanyaan Minho.

“Aku tahu dia sudah tidak disini lagi. Bukan itu yang ingin kutanyakan sekarang.” Minho menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Lalu?” Yoona menatap Minho dengan tatapan penuh selidik.

“Maaf bertanya yang tidak penting. benarkah Jinki itu namjachingunya Hana, dan Taemin itu adalah adiknya Jinki?”

“Bukan namjachingu, tapi Hana dekat dengannya dan mengenai Taemin, dia memang adiknya jinki. Kenapa kau menanyakan ini?”

“Ah, tidak, bukan hal yang penting. Lalu, kenapa Taemin sering sekali bersama Hana?” Minho menanyakan hal utama yang ingin diketahuinya sejak lama.

“Kalau itu tanyakan saja pada Hana atau Taemin, aku tidak berhak menjawab pertanyaan ini pada  orang asing sepertimu. Mianhae, aku mau istirahat siang.” Yoona pun membungkuk sopan untuk berpamitan pada Minho.

“Aigoo, bocah cantik ini ada hubungan apa sih dengan Hana!” Minho mendengus kesal setelah Yoona pergi jauh darinya.

+++++++

Taemin POV

Kemana yeoja tadi, mengapa ia tidak juga datang? Apa sesuatu terjadi padanya? Aku benar-benar ingin pergi dari sini, tapi aku teringat perintah untuk menunggunya sampai datang. Sampai kapan? Aku sudah dua jam menunggunya dan selama itu pula aku makin digelayuti rasa takutku.

Drap drap drap

Kudengar suara langkah kaki seseorang berlari mendekatiku. Aku bertambah cemas. Suara langkah siapa itu? Bagaimana jika itu bukan yeoja tadi dan justru orang yang ingin menghabisiku?

Tak lama yeoja itu muncul, omo, lengan dan wajahnya dipenuhi darah segar.

BrukKK

Ia menghempaskan tubuhnya di sebelahku, mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Dan memegangi lengannya yang masih mengalirkan darah segar.

A-aku harus bagaimana? Yeoja ini dalam bahaya karena darahnya terus keluar.

“Aku tidak apa-apa, sudah biasa seperti ini, kau tidak perlu khawatir. Aku lari karena tadi ada polisi datang, jadi kami semua langsung sembunyi. Jangan keluar dari sini sebelum dipastikan polisi-polisi itu telah pergi. Arachi?” ucapnya sambil membenahi posisi sandarannya di tembok.

Aku mengangguk lemas. “Ne, arasso.”

“Ayo sembunyi, palli !” ia tiba-tiba menarik paksa tubuhku yang masih tidak bertenaga. Aku pun terseok-seok karenanya.

Aku tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia menarikku seperti ini. Ia memasukkan paksa tubuhku ke dalam peti kayu berukuran sedang bekas tempat barang, lalu ia pun ikut masuk dan menutup petinya dengan pelan.

Di dalam peti ini cukup gelap, hanya ada sebuah lubang kecil di bagian belakang peti ini sebagai celah masuknya cahaya dan udara. Gigiku saling beradu, aku seram melihatnya berlumur darah seperti ini, di tambah lagi bau darah segar yang menyeruak memenuhi peti kayu tempat kami bersembunyi ini.

“Tahan gigimu, pejamkan matamu dan tutup hidungmu.” Ia berbisik padaku, namun nadanya tetap diwarnai sentakan.

Aku mau protes padanya karena dia menyentakku semena-mena. Tapi kuurungkan karena aku mendengar suara ribut dari beberapa orang di luar sana.

“Di sini tidak ada siapa-siapa.” Teriak salah satunya.

“Ais, kemana larinya bocah-bocah berandalan itu.” Temannya yang lain mendengus kesal.

“Kita telusuri tempat lain.”

“Generasi perusak Negara seperti mereka tidak boleh dibiarkan begitu saja.”

Begitulah suara-suara yang kudengar. Aku menahan mati-matian suara benturan gigiku, mengikuti saran yeoja tadi, dan ini cukup berhasil.

Sepertinya mereka polisi yang dibilang yeoja penolongku tadi. Jadi ini alasannya memaksaku bersembunyi di peti yang sesak untuk dihuni dua makhluk ini. Aku berusaha keras menahan suara-suara yang tidak diinginkan keluar dari anggota tubuhku sampai akhirnya tidak terdengar lagi tanda-tanda keberadaan polisi-polisi tadi.

Dia membuka tutup petinya, membuatku bisa menghirup udara lagi. Tapi baik aku maupun dia, sama-sama tidak beranjak dari peti ini. Sepertinya kami sama-sama sudah lemas.

Aku mengambil ponselku untuk meminta bantuan pada Hana nuna.

+++++++

Hana POV

Aku panik setelah mendengar suara Taemin di telepon tadi. Suaranya terdengar sangat gemetar sekali, tadi ia bilang terjebak di dalam tawuran pelajar dan seseorang menyelamatkannya namun orang itu kini terluka juga, bagaimana jika Taemin juga terluka? Andwae, jangan sampai terjadi hal yang gawat pada baby-Taeminku.

Aku berlari diam-diam meninggalkan kelas di saat Dosenku lengah. Aku tidak peduli urusan kabur  dari perkuliahan, yang ada di otakku kini hanya pergi secepatnya ke tempat yang tadi di sebutkan Taemin.

“Hana sshi, kau mau kemana?” langkahku tertahan karena tanganku ditahan juga.

Minho? Sepertinya ia membuntutiku. Ah iya, kali ini aku harus minta bantuan Minho.

“Minho sshi, tolong aku untuk kali ini saja!” Aku menarik tangan Minho ke parkiran motor tanpa memberinya kesempatan membuka mulut.

“Wegure?” Minho menatapku bingung.

“Aku butuh tumpangan motormu untuk menyelamatkan Taemin!” Aku menjawabnya dengan nada sedikit dinaikkan, aku benar-benar panik saat ini.

“Tapi aku hari ini menumpang mobil Key hyung, jadi tidak bawa motor.”

“=——=”

“Aigoo, apa yang kalian lakukan di parkiran ini?” ah ini dia, Key Oppa datang di saat yang tepat.

“Hyung, kami butuh tumpangan mobilmu.” Minho mendahuluiku bicara pada key oppa.

“Darurat.”timpalku panik.

++++++++

Minho POV

Sebenarnya aku agak malas mendengarnya berkata ‘untuk menyelamatkan Taemin’, tapi aku memang tidak bawa motor hari ini karena bensinnya lupa kuiisi kemarin.

Untung Key hyung datang dan mau membantu, akhirnya aku pun ikut di mobil Key. Ya, walaupun untuk menyelamatkan seorang namja yang membuatku cemburu setengah mati, tapi kalau itu masalah Hana, berarti masalahku juga. Ya, aku bertekad untuk menjadi penolong Hana yang baik, menjadi orang yang berarti baginya, dan inilah kesempatan pertamaku.

Hana langsung menghambur keluar begitu sampai ditempat yang susah payah kami temukan setelah bertanya ke beberapa orang. Aku dan Key Hyung menyusulnya segera

“Taemin-ah, gwenchana?” Hana terlihat panik melihat Taemin yang tangan dan seragamnya dinodai darah.

“Gwenchana, nuna, ini bukan darahku. Aku hanya takut…”

Aku menangkap sedikit getaran pada suara Taemin.

GREP, Hana langsung memeluk Taemin dan menepuk-nepuk bahunya. “Sudah tidak ada apa-apa Tae-ah, kau tenang ya.”

Rasanya api cemburu makin membakarku melihannya memeluk Taemin. Tapi aku tidak punya hak, lagipula memang wajar Hana memeluk Taemin dalam kondisi seperti ini.

“Ya! kita harus cepat membawa yeoja ini ke rumah sakit.” Key hyung menyadarkanku akan keberadaan satu makhluk lagi-dan itu adalah yeoja dengan wajah dan tangannya penuh dengan darah,

Yeoja ini terluka parah. Tapi ia sama sekali tidak meraung atau mengeluh sakit, ia hanya membekap lengannya dengan sebuah jaket. Aku langsung tahu kalau itulah yang menjadi sumber darah utamanya-selain dari pipi, hidung, dan ujung bibirnya.

Aku mengangkat tubuh yeoja yang ditunjuk Key hyung tadi, sementara Key hyung memapah Taemin menuju mobilnya yang diikuti dengan Hana di belakangnya.

“Tidak, jangan bawa aku ke rumah sakit.” Pinta Yeoja itu setelah kami di dalam mobil Key.

“Aigoo, kau terluka parah, kurasa rumah sakit adalah solusi terbaik. Oya, mian, bisakah kau pakai ini? Aku tidak mau mobilku kena darah.” Seperti bisaa, Key hyung dengan style sok memerintahnya keluar lagi, dan kali ini ia menyerahkan sebuah jaket pada yeoja itu.

Dasar pecinta kebersihan, masih sempat ya meminta yeoja yang terluka untuk melapisi tangannya dengan jaket hanya demi kebersihan jok mobilnya.

Tapi sepertinya yeoja itu tidak tersinggung, untunglah…

“Aku tidak mau ke rumah sakit, nanti ketahuan kalau aku habis berkelahi, aku malas ditanyai macam-macam, apalagi aku pernah dilaporkan oleh perawat rumah sakit ke polisi dengan laporan terlibat dalam perkelahian pelajar.” Yeoja itu tetap pada pendiriannya.

Masuk akal sih alasannya. Tapi kalau aku di posisi Key, aku akan tetap memaksanya ke rumah sakit.

“Tenang saja, aku akan membawamu ke tempat praktek kakakku.”

Hana POV

“Tenang saja, aku akan membawamu ke tempat praktek kakakku.” Key tersenyum sambil tetap fokus mengemudi.

Hyung-nya Key? Entah kenapa jantungku berdebar kencang lagi saat mendengar Key oppa mengatakannya barusan, sama seperti ketika aku bertemu dengan Hyung-nya di pusat perbelanjaan beberapa hari yang lalu. Apa karena akan bertemu dengan hyung-nya Key itu lagi?

++++++++

Author POV

“Yeoja ini lukanya cukup serius, tapi untunglah tidak ada luka dalam.”

Taemin menghembuskan nafas penuh kelegaaannya begitu Jonghyun-hyung dari key-menjelaskan kondisi yeoja penolongnya itu.

“Syukurlah…Khamsahamnida…” Ucap Taemin sesaat kemudian.

“Kan sudah kubilang aku tidak apa-apa, terluka seperti ini bukan hal aneh bagiku.” Yeoja itu mendengus sinis sambil bangkit dari ranjang.

“Kau sangat kuat Agassi. Oya siapa namamu?” Jonghyun berusaha bersikap ramah pada yeoja yang terkesan arogan ini.

“Ham Eun Jung.” Jawab yeoja itu singkat tanpa menoleh sedikitpun pada yang bertanya.

“Eun jung sshi, gomawoyo, kau menyelamatkan hidupku.” Taemin dari tadi tidak bosan-bosan mengucapkan hal yang sama.

“Ini sudah kedelapan belas kalinya kau bilang seperti itu. Aku bosan mendengarnya.” Eun jung berkata dengan ekspresi wajah yang terlihat cuek.

“Tapi kau belum membalas kalimat Taemin tadi, wajar kalau dia mengulangnya.” Key jengah mendengar perkataan Eun jung.

“Lalu apa yang perlu kubalas?” Eun jung menatap Key dengan tajam seraya menyunggingkan senyuman sinisnya.

“Kau kan bisa bilang sesuatu.” Kali ini Minho yang bisaanya diam, ikut menimpali.

“Kau tidak perlu berterima kasih padaku, Taemin sshi. Lain kali jangan pengecut. Nai kabseul jom haera (bertindaklah sesuai umurmu!).” Eun jung menghampiri Taemin dan menepuk bahu Taemin sekali.

Setelah itu Eun jung keluar ruangan tanpa berpamitan. Semua yang ada di ruangan itu menggelengkan kepala, heran melihat kelakuan Eun jung.

“Ternyata ada yang lebih tidak sopan darimu ya.” Hana melirik Minho, jelas betul ia sedang menyindir namja tersebut.

Sementara yang disindir hanya menelan ludah, dia tidak marah karena memang apa yang baru saja didengarnya.

“Nuna, ayo kita pulang, aku lelah sekali.” Taemin mulai merengek, dan saat itu minho langsung tersenyum sinis.

“Sebentar Tae-ah, aku ada urusan. Jonghyun sunbae, bolehkah aku bicara empat mata denganmu?”

Jonghyun terbengong mendengar permintaan Hana. Tapi akhirnya ia mengangguk.

“Kalau begitu aku akan pulang bersama Taemin, kau maukan, Taemin?.” Minho melirik pada Taemin dan disambut dengan anggukan malas dari Taemin.

“Aku akan pulang bersama Hana nanti.” Timpal Key sambil tersenyum penuh arti pada minho.

Minho menyipitkan matanya, ia paham ada yang aneh pada senyuman Key. Tapi namja ini tidak mau mempermasalahkannya.

“Mari kita semua tinggalkan ruangan ini, biarkan dua makhluk ini bicara privat.” Key mendorong tubuh Minho dan Taemin keluar dari ruangan.

Akhirnya tinggal Hana dan Jonghyun yang tersisa. Jonghyun mempersilahkan Hana duduk di sofa yang ada di ruangan itu, tapi orang yang dimaksud tidak bergeming, ia tetap berdiri di depan Jonghyun dengan diiringi hembusan nafas panjangnya. Hana tertunduk, menenangkan dirinya agar tidak terlalu dikuasai oleh kondisi hatinya.

“Jonghyun sunbae, ani, Kiyun-ah, apa kabarmu?” Setelah tenang, Hana menatap Jonghyun dengan dihiasi senyuman tipis dari bibirnya, tapi matanya mulai memerah.

+++++++++

Minho POV

Ini kesempatanku, aku akan menanyakannya langsung pada Taemin saat pulang bersamanya nanti.

“Aku akan pulang bersama Hana nanti.” Key hyung mengucapkan kalimat yang cukup membuatku ingin membatalkan tawaranku mengajak Taemin pulang bersama.

 Dan lagi, apa maksud dibalik senyuman anehnya itu? Dia sengaja membuatku cemburu? Aigoo, tidak usah dipikirkan tentang Key hyung, yang terpenting adalah menuntaskan rasa penasaranku tentang hubungan Taemin-Jinki-Hana. Ya, hari ini aku harus mendapatkan jawabannya.

“Mari kita semua tinggalkan ruangan ini, biarkan dua makhluk ini bicara privat.” Key mendorongku dan Taemin keluar dari ruangan. Yeah, keluar lagi style khas Key hyung.

Akhirnya aku pulang bersama Taemin, kami berjalan menuju halte bis terdekat. Aku belum membuka mulutku selama kami jalan kaki menuju Halte karena melihat wajah Taemin yang masih terlihat kacau.

“Minho hyung, kenapa bisa kau dan key hyung yang menemani Hana nuna?” tiba-tiba Taemin menghentikan langkahnya, memutar arah pandangnya kepadaku dan menatapku dingin

“Dia tadi kabur saat kuliah dengan wajah cemas, maka aku mengikutinya. Dia minta tolong diantar ke tempatmu, sayangnya aku tidak bawa motor hari ini, dan akhirnya ada Key hyung yang menawarkan tumpangan.” Aku menjawab apa adanya.

“Kau-mencintai Nunaku?” kali ini tatapannya berubah menjadi mengerikan.

Dia marah padaku? Marah karena aku bersama Hana? Atau marah karena Hana memang yeojachingunya?

“Sebelum aku menjawabmu, aku akan bertanya satu hal dulu. Kau, apa hubunganmu dengan Hana?” aku balik bertanya dan membalasnya dengan tatapan yang tidak kalah tajam.

“Ne, aku namjachingunya.” Ia tersenyum, semua sorot mata tajamnya telah hilang.

“Sejujurnya aku tidak percaya, aku yakin bukan seperti itu hubungan kalian.” Aku berkata dengan penuh keyakinan.

“Haha, itu terserah padamu, hyung. Sekarang giliranmu menjawab pertanyaanku tadi.”

“Aku memang mencintai nunamu itu, mungkin jalanku untuk berada di sampingnya akan sulit karena kau, bukan, karena Jinki Hyung-mu lebih tepatnya.”

++++++++

Hana POV

“Jonghyun sunbae, ani, Kiyun-ah, apa kabarmu?” aku menyapanya dengan senyuman, senyuman yang berhasil kulukis setelah mengalahkan perasaanku.

Tapi rasanya aku kalah lagi dengan perasaanku kini, mataku terasa memanas lagi. Andwae, pasti mataku merah saat ini. Ingin rasanya bicara tanpa menatapnya, tapi kalau begitu caranya, aku tidak dapat memastikan ekspresi wajahnya.

“Kiyun? Nugu ya?” ia tidak menunjukkan ekspresi kaget, justru senyum kecil menghiasi wajahnya.

Kiyun-ah, apa kau sedang bersandiwara? Harusnya kau kaget karena aku memanggil nama kecilmu dan aku menemukanmu kembali kini. Tapi kenapa ekspresimu seperti itu?

“Kau tidak ingat padaku?” aku berusaha memancingnya, berharap ia memunculkan sebuah ekspresi yang meyakinkanku bahwa dia memang malaikat kecilku.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ia memiringkan kepalanya, memutar bola matanya, seolah dia sedang mengingat sesuatu.

“Kiyun-ah, Aku Hana teman kecilmu yang sering berangkat dan pulang sekolah bersamamu. Dulu dan selamanya, kita adalah sahabat, kau pernah berkata seperti itu padaku. Kau…tidakkah ingat sesuatu tentangku?”

“Aniyo. Aku ingat semua temanku dari kecil, tapi kita memang belum pernah bertemu di masa lalu.”

Apa ia mengatakan yang sejujurnya? Matanya memang menunjukkan demikian. Apa aku memang salah mengingat? Aniyo, aku nyaris yakin. Senyumannya memang senyuman malaikat kecilku.

Key POV

“Kiyun-ah, Aku Hana teman kecilmu yang sering berangkat dan pulang sekolah bersamamu. Kau…tidakkah ingat sesuatu tentangku?”

“Aniyo. Aku ingat semua temanku dari kecil, tapi kita memang belum pernah bertemu di masa lalu.”

Aku diam-diam mendengarkan percakapan mereka, entah sejak kapan aku jadi penguntit yang ingin tahu urusan orang seperti ini. Dan hatiku cukup teriris mendengar percakapan ini. Hana? Pantas aku seperti pernah mendengar namanya. Ternyata…

+++++++

Hana POV

Flashback

Dunia ini sepi ya…

Keramaian di sekitar hanyalah halusinasi, karena nyatanya

Dunia ini menyudutkanku seorang diri.

Perlahan orang yang kusayangi menghilang

Nenekku, Oppaku, dan sekarang Appaku…

Hanya tersisa aku dan ummaku

Apa aku harus tetap berdiri di muka bumi ini?

Aku benar-benar tidak tahan dengan rasa sepi ini

Benarkah teman sejati itu ada dalam hidup ini?

Tidak, mereka palsu!

Mendekat mencari bahagia, tak kala duka mereka menghilang

Dan aku, sendiri lagi melewati jalan yang menyakitkan ini.

Jalan terindah mungkin hanya satu :    

Segera pergi dari semua ini, siapa tahu dikehidupanku berikutnya ada hal yang lebih baik, bukankah reinkarnasi itu ada? Benarkan?

Aku berlari, menuju harapan akan sebuah kebahagiaan di kehidupan berikutnya. Mungkin besok aku akan menjadi terkenal dengan adanya namaku dalam Koran Harian : “Seorang gadis kecil mengakhiri hidupnya di jalur kereta listrik.”

Sebentar lagi, ya, hampir dekat. Aku menambahkan percepatan dalam gerakku agar waktu yang diperlukan untuk mencapai jarak yang sama, makin singkat.

Umma, maafkan aku, aku tidak cukup kuat untuk melaluinya. Jaga dirimu baik-baik, bebanmu akan berkurang satu sesaat lagi.

Aku berdiri  di tepi rel-nya, menunggu kereta yang dijadwalkan datang menjemputku beberapa menit lagi.

“Chingu-ya, kau sendirian? Kemana umma dan appa-mu?” sebuah suara menghentikan gerakku yang berniat mendekatkan tubuhku pada targetku.

Aku menoleh pada pemilik suara tadi. Ia tersenyum penuh ketulusan, memberiku sebuah perasaan tenang.

“Aish, sepertinya kau memang sendirian ya? Kemana tujuanmu? Kalau satu arah kita pergi bersama saja.”

“Mwo? Aku tidak mau pergi bersama orang yang tidak kukenal, umma mengajarkanku seperti itu.” Aku berbohong, tentu saja aku tidak akan bilang tujuanku yang sebenarnya.

“Ah, kalau begitu kita kenalan dulu. Kau bisa panggil aku Kiyun, siapa namamu?”

“Tidak, aku tidak akan memberitahu namaku pada orang asing sepertimu!”

“Mwo? Kau mengira aku orang jahat. Hey, mana ada orang jahat memiliki wajah malaikat nan tampan sepertiku, kau terlalu cepat berpikiran buruk terhadap orang, chingu-ya!”

Flashback End

“Nuna, kenapa kau terlihat sedih?”

“Tae-ah, kau belum tidur? Aku menoleh pada Taemin yang sudah siap dengan piyama tidurnya dan tiba-tiba ikut duduk bersamaku di teras belakang.

“Temani aku sampai tidur ya, aku tidak bisa tidur kalau tidak ngobrol dulu.” Bocah ini tetap sama, kebisaaannya merajuk dengan memasang puppy eyes tidak hilang.

“Baiklah, nuna temani.”

Ya, selain memang tingkah Taemin selalu membuatku luluh, ini memang tugasku sebagai pengasuh Taemin, aku tidak mau makan gaji buta. Aku harus mengutamakan pekerjaanku sebelum memikirkan perasaanku.

“Nuna, kau merindukan Jinki hyung tidak?” Tanya Taemin setelah ia berbaring di kasurnya.

“Tentu saja, siapa pun pasti merindukan orang baik seperti Jinki. Tae-ah, ceritakan aku tentang hyung-mu.”

“Mwo? Wah, kau memang tergila-gila pada Jinki hyung sampai-sampai ingin mencari tahu tentang hyung. Geurae, kau ingin kuceritakan kisah yang seperti apa?” Taemin menggodaku, ya, kuakui, aku ingin tahu lebih banyak tentang Jinki.

“Hyung itu sangat pintar, waktu SMA ia selalu mendapat peringkat pertama. Tapi yang menarik darinya, dia terlihat seperti jarang belajar, ia selalu menemaniku setiap malam. Tapi suatu hari aku terbangun di malam hari dan masuk ke kamarnya, kulihat ia sedang belajar dengan serius, ia selalu melakukannya sampai pukul dua malam sepertinya, karena setelah jam dua, seringkali aku mendapatinya sudah tertidur pulas.”

Uwaaaa…aku bertambah kagum pada Jinki, selain baik hati, dia sangat pintar, ani, bukan pintar, tapi cerdas. Coba saja hitung jam belajarnya, kurasa tidak lebih dari tiga jam setiap malamnya, tapi ia selalu mendapat peringkat pertama. Aku? Jungkir balik pun aku tidak bisa meraih yang secemerlang itu.

++++++++

Author POV

“Hana-ya! Bisa kita bicara sebentar?” Key masih terengah-engah setelah berlari mengejar Hana yang jaraknya terpaut cukup jauh dengannya.

“Wegure?” Hana mengamati mimik wajah Key yang tampak diliputi ketidaktenangan.

“Yang kemarin itu, aku mendengar pembicaraan kalian, mianhae…” Key memainkan poninya dengan lambat. Kakinya tampak digoyang-goyangkan agak cepat, menunjukkah bahwa ia sedang tidak tenang.

“Mwo? Kau mendengarnya oppa? Hais…ya sudahlah, tidak ada gunanya juga aku marah, lain kali jangan diulang lagi.”Hana mendengus kesal, membuang muka dari key agar namja itu tidak melihat kekesalannya. “ Jadi kau susah-susah berlari hanya untuk mengatakan ini?” Lanjutnya.

“Bukan hanya ini sebernarnya. Aku cuma berpikir, tidak baik terlalu terpaut pada masa lalu. Lupakanlah masa lalu, hadapi hari ini saja dengan berani, dan persiapkan langkah menuju masa depanmu.”

Hana POV

Aku tercenung, meresapi apa yang baru saja dikatakan, ada betulnya juga apa yang dikatakan Key. Tapi aku benar-benar tidak ingin melupakan masa laluku yang satu ini, malaikatku adalah kenangan indah yang sampai kapan pun akan selalu kusimpan. Dan entah kenapa saat bertemu Jonghyun gairahku untuk menemukan malaikatku semakin besar.

“Kau ada benarnya Key oppa, tapi untuk yang satu ini aku tidak akan pernah melupakannya. Oppa.”

“Lupakan atau kau akan kecewa pada kenyataannya.”

“Oppa, kau…” aku terkesiap mendengar ucapan Key barusan. Malaikatku pernah mangucapkannya di saat aku bersedih karena mengingat Appaku. Aku yakin Key oppa mengetahui sesuatu. Tunggu, kalimat yang sebelumnya diucapkan Key juga sama persis dengan yang diucapkan malaikat kecilku. Butuh sedikit waktu bagiku untuk meyakinkan daya ingatku tentang ini.

“Oppa, kau tahu sesuatu kan?”

TBC……

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 11

    1. uwahhhh…seneng deh dikomen ama nona main author…
      salam kenal yah, aku scheduler baru sejak januari…

      jawaban pertanyaannya bisa diraba-raba(?) di part selanjutnya, hehe
      thx y udh mau baca n komen ^^

  1. kiyun itu key? Tapi key gak suka sama hana kan? Kan ada krystal….
    Kalo key suka juga sama hana, ruwet…
    Jonghyun juga gak ada perasaan apa2 kan?
    Terus ngapain eunjung muncul? Cuma biar hana bisa ketemu jonghyun?
    Minho, nanya aja lu kerjaannya…..*ups, mian baby :3

    1. eun jung aku munculin ada maksudnya kok…ntar di part2 depan deh ^^

      gapapa dong minho tanya2 mulu…kan malu bertanya sesat di jalan cinta, ~kkeke…

      thx y udh mau baca n komen ^^

  2. Ohhh,, Jangan katakan Kiyun itu Key,, waahhhh,,, Benarkah malaikat kecil Hana itu Key???

    Minho makin gencar aja deketin Hana,, aku gx bisa milih suruh Hana sama Minho atau Jinki,, atau sama Key aja?? #tau ahh,, terserah yang punya cerita aja dehh,,hehehe

    Jinkiiiii,, ayo cepet balikkk,,, terus saingan dehh sama Minho juga Key,,, kan jadinya serrruuuuu,,,wkwkw

    Taem – Eun jung?? Sepertinya bakal ada “sesuatu” dehhh,,hahahaha

    fighting authornya,,😛

  3. yah jinki nya kmn ya??

    trus malaikat kecilny hana tuh key ato jonghyun??

    huaaaaa,, penasaran…

    nice story chingu… klanjutanny dtunggu y,, jgn lama2…😀

  4. apakah itu ?
    *pensaran tingkat tinggi*
    ayo taemin jaga hana untuk jinki, supaya gak direbut minho,
    minhonya buat aku aja. *narsis tingkat tinggi*

    thor next part nya jangn lama2 yah ! penasarn tingkat akut nieh

  5. eunjung… keren x_x
    key malaikatnya hana??iyakan iyakan??hahaha *tertawa penuh arti(?)*,mnrtq itu key,krn kiyun yg di atas PD bgt,kayak key,#duaaaaaagh
    oh yah eon,..kalo hana ma jinki…minho ma sapa??aku ajj yah?? :3 #plak
    hahahaaa…aq jadi inget metode belajarnya jinki yg kayak gitu..jong mo ngikutin tp gg bisa xDD
    aq tgu part 12.a :3

  6. Omo, itu gantung bgt.
    Ah, Kiyun? Key kah?
    Tapi.. Knpa Key ngomong “lupakan atau Kau akan kecewa pada kenyataannya”. Ada apa?
    Ahh… Gak sabar!
    Lanjut eon!😀

  7. Pengalaman Taemin pernah terjebak dalam tawuran, terlibat pertolongan dengan anak punk pula. Jadi penasaran tentang siapa Eunjung.

    Taemin kurang menyakinkan sih (baca: terlalu imut) kalau ngaku namjachingu-nya Hana, makanya Minho tidak percaya.

    Ow, Jonghyun nggak kenal Hana. Lalu Kiyun siapa? Bau-baunya kok mengarah ke Key. Kiyun-Key. Tapi masih nggak ngerti kenapa Key minta Hana melupakan masa lalunya.

    Nice story. Lanjut!

  8. malaikatnya bukan jonghyun tapi key !!!!
    aisssh ….
    cerita cinta ini bener2 membingungkan .. ahahah taemin ngak suka hana sma minho yaa??? tetep kekeh hana sama jinki, sama dong …
    authooor key sama akuuu !!! >,< #plaak!! *dirajam author*

    makin hari makinnn seru ceritanyaaa… ayo lanjutkaaan ^^

  9. Wuidih…nah thor..udh ku komenin tuh smw part nya…
    Critanya nyambung jdi slalu dpet feel nya..ku dukng
    jinki-hana thor..bicara soal malaikat si hana kyaknya kiyun itu antara jjong sma key deh..
    Spetinya mino cuma bperan sebgai nyamuk di antara hubungan onew n hana…trus key bperan sbgai orng patah hati deh…trus eunjung itu apa yach?entahlah…ku ttap menunggu*cailahh* nunggu klanjutannya mksudnya..hehe

  10. uwwo…key mencurigakan,jgn2 emg dy malaikat kecilx hana,tp hana kq ngira jonghyun…???
    ad ap ni sbenerx…?
    mencurigakan…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s