My Life And This Feeling

Title : My life and this feeling
Author : raynafishy
Main Cast : Lee Taemin, Ji Hyeorin, Choi Minho
Support Cast : Seohyun, Han Hyera, Lee Jinki
Length : One Shot
Genre : Life, tragedy, sad(?)
Rating : PG-13, Teen
A.N: .__.  Maaf kalo pusing bacanya dan maaf kalo gak suka ceritanya, tapi semoga suka sama ff ini, makasih yang udah mau baca^^

My life and this feeling

“Hyungnim, ppalli! Kita akan terlambat ke sekolah, ck” kataku. Untuk yang kesekian kalinya aku berdecak kesal karena Hyungku-Lee Jinki sangat lama kalau sedang mandi. Maklum, Hyung-ku itu salah satu idola para yeoja disekolahan, jadi ia harus tampil keren. Tapi Hyung bilang aku juga katanya termasuk namja yang paling populer disekolah karena ketampanan dan sikap cool-ku?. Aish, mereka itu selalu berlebihan. “Ah, iya! kajja!” Teriak hyung yang berlari dari dalam kamarnya menuju ambang pintu rumah tepat dimana aku berdiri sekarang.
Kami menyebrang jalan raya besar lalu berjalan menuju halte bis. “Sebentar lagi ujian, bukankah kamu juga ada ujian kenaikan kelas?” Hyung bertanya padaku pada saat kami sudah sampai di dalam bis. Aku pun menjawab dengan anggukan. “Kalau begitu aku akan menginap di rumah Jjong, kami akan belajar bersama. Kamu jaga baik-baik rumah ya” Jelas Hyung padaku. “Mm, arra” kujawab singkat karena aku jadi tidak fokus dengan pembicaraan antara aku dengan hyung. Ini semua karena para siswi yang berada di dalam bis yang kami tumpangi ini terus melihat ke arah kami berdua. “Lihat betapa populernya kita” Ucap hyung setelah aku melihat ke arah siswi-siswi itu lalu ke arah hyung bergantian. “Apa? Populer apa?” Aku bertanya pada hyung. “Ya! Kamu mau pilih yang mana? Kalau aku yang memakai tas berwarna hitam itu” Kata salah satu siswi dalam bis ini kepada teman sebelahnya sambil menunjuk ke arahku. “Andwae! Dia milikku!” kata teman dari siswi yang menunjukku tadi itu, kemudian mereka tertawa cekikikan. “Lihat namja disebelahnya. Dia juga tampan dan wajahnya sangat mirip dengan pacarku itu” Dan sekarang siswi itu malah menyebut aku sebagai pacarnya. Siswi itu menunjuk Hyung-ku. “Ah! Aku pikir mereka adalah kakak-beradik” jawab temannya. “Lihat? Kita populer, ah, maksudku kamu yang sekarang menjadi populer” Hyung berbisik padaku. Apa? Itu bukan populer namanya. Bagiku disukai oleh orang yang tidak kita kenal itu menakutkan.
Kami pun turun dari bis dan berjalan menuju sekolah.
oOo
Hyeorin’s POV
Hari ini aku telah resmi memutuskan hubunganku dengan namja-chinguku. Ini semua aku lakukan hanya karena satu alasan. Karena aku menyukai orang lain selain mantan namja-chinguku. Aku tahu Choi Minho itu sangat baik padaku. Ia tampan, pintar dan juga namja yang menjadi incaran para yeoja di sekolahku. Tapi aku menyukai orang lain. Bahkan aku mencintainya. Orang itu adalah Lee Taemin. Disini, di gerbang pintu sekolahku, aku menunggu Lee Taemin datang. Dia biasanya sudah datang sekarang, tapi kemana dia?
“Hyung, aku ke kelasku ok?” Ah, itu dia. Lee Taemin dan hyung-nya, Lee Jinki. “Mm, aku akan mulai menginap di rumah Jjong hari ini, bye!… Ya! Jonghyun-ah!” Kata Jinki Oppa, lalu berlari mendekati Jonghyun Oppa, teman sekelasnya. Aku memberanikan diri berjalan mendekati Taemin. “Mmm, Taemin-ssi?” Aku memanggilnya. Ia menoleh kebelakang sebentar, “Jangan memanggilku dengan panggilan seperti itu” ucapnya lalu kembali menatap lurus ke depan. Saat itu juga aku baru menyadari Minho sedaritadi membuntutiku. “Oh, mian. Taemin-ah, bagaimana dengan persiapan Ujian-mu?” babo! Dia kan teman sekelasku, dan kami sering berada dalam satu kelompok yang sama jika ada kerja kelompok. “Begitulah” Ia menjawab singkat lalu pergi meninggalkan aku dengan mempercepat langkah kakinya. Ini pasti karena ada Minho, jadi Taemin pasti canggung. Mungkin. “Ya! Choi Minho!” Aku berteriak ke belakang tepat di depan Minho berada setelah Taemin pergi. “Chagiya, kenapa dia mendekatimu?” kata Minho dengan matanya yang masih tidak lepas menatap Taemin yang sedang berjalan menuju kelasnya. “Memangnya kenapa? Bukan urusanmu. Aku kan tidak ada hubungan lagi denganmu” Jelasku pada Minho kemudian pergi meninggalkannya, tetapi ia menahanku dengan menggenggam lenganku keras. “Minho-ah, cukup. Aku bilang kan…” kataku lalu terputus oleh ucapan Minho, “Kenapa? Apa karena dia?” Minho menunjuk Taemin. “Bukan urusanmu” kataku sambil berusaha melepaskan genggaman Minho, tetapi sulit karena ia namja yang kuat serta ia tidak mau melepaskan lenganku. “Andwae, aku tidak akan membiarkanmu mendekati siapa pun” Ucap Minho ngotot. “Kamu itu tampan Minho-ah, cari saja yeoja yang lain, dan aku… Tolonglah Minho-ah, aku sudah tidak menyukaimu” kataku pada Minho. “Kamu itu berbeda Hyeorin-ah. Apa karena Namja itu ya? Lee Taemin? Kamu…, ah sudahlah, lupakan. Aku tidak akan memaksamu lagi sekarang. Maaf telah mengganggumu selama ini, annyeong” Ucapnya lalu tersenyum sedih padaku kemudian berlalu begitu saja
oOo
Taemin’s POV
Aku berlalu dan pergi menuju kelasku. Tahu tidak?! Aku sangat tegang! Aku dapat merasakan aura tubuhnya berada didekatku. Dia sangat dekat denganku! Dia… Oh Tuhan, aku sangat bersyukur dapat sedekat itu dengannya. Terimakasih ya Tuhan, kamu anugrahkan manusia yang sangat mempesona itu, meski aku hanya dapat melihatnya sebentar, bahkan hanya sepersekian detik!, karena aku tidak berani menatapnya. Aku tetap saja bahagia! Tapi yang aku sebal adalah, dimana ada dia disitu pasti ada mantan pacarnya tersebut. Ah, aku benci padanya karena dulu ketika mereka masih berhubungan, mereka sangat mesra sekali. Aku iri. “Taeminie!” Hyung memanggilku dari lantai dua. Tempat dimana kelasnya berada. “Oh, hyung, ada apa?” tanyaku. “Aish… Iya iya sabar” Hyung berbicara kepada beberapa yeoja-teman sekelasnya yang menarik-narik lengan baju Hyung-ku. “Ayolah Jinki-ah, kamu kan baik” rayu salah satu yeoja disebelah Hyung-ku. “Ini… Mmm… Aku berhutang pada mereka. Tapi aku tidak bawa uang, dan mereka bilang jika aku tidak punya uang aku boleh membayarnya dengan yang lain” Jelas Hyung-ku. “Lalu?” tanyaku seolah tidak tahu apa-apa padahal sebenarnya aku tahu apa yang Hyung mau katakan padaku “Mmm, temanku bilang ia ingin meminta nomor telfonmu, atau kalau tidak berfoto denganmu. Boleh ya? Nanti Hyung-mu ini akan mereka pintai PS3-ku jika tidak membayar hutang” Pinta Hyung. “Ah, aku tidak suka difoto. Lagipula, kamu bisa membelinya lagi Hyung. Akan kubelikan nanti” jawabku lalu pergi meninggalkan Hyung-ku dengan wajahnya yang kecewa. Aku tahu bahwa PS3 Hyung-ku itu pemberian mantan pacarnya yang ia cintai sampai sekarang, dan itulah alasan mengapa Hyung-ku itu masih tetap saja lajang.
oOo
Minho’s POV
Lee Taemin tidak boleh memiliki Ji Hyeorin-ku.
“Ya! Ji Hyeorin” Ku sebut lengkap namanya dan menarik lengannya agar ia tidak dekat-dekat dengan Taemin. “Wae?!” tanya Hyeorin yang tadinya sudah menepuk pelan pundak Taemin dan hendak berbicara pada Taemin jadi batal karena panggilan dariku. “Kamu, Hyeorin-ah, tolong… Untuk yang terakhir kalinya katakan bahwa kamu mencintaiku” pintaku sambil menggenggam lengannya keras, sehingga membuat Hyeorin mengerang kesakitan. “Lepaskan” ucap Taemin padaku sambil  melepaskan cengkramanku pada Hyeorin kemudian membawa Hyeorin pergi. Ya ampun, ternyata anak itu bisa juga melakukan sesuatu. Ku kira Taemin anak yang dingin dan… Camkkaman! Dia sekarang berani memegang tangan Hyeorin-ku?
oOo
Hyeorin’s POV
“Ah, gomawoyo” Aku berterimakasih pada Taemin yang telah menghindarkan aku dari Minho. Ya Tuhan, aku semakin menyukainya. Tolong aku ya Tuhan, buat dia menyukaiku juga. Kemudian Taemin pun mengangguk dan melepaskan genggaman tanganya dariku. Tapi sebenarnya aku ingin dia terus memegangku, melindungiku dari Minho. “Mmm, Taemin-ah, bagaimana kalau aku… Bisakah aku datang ke rumahmu? Aku ingin belajar bersama” kataku memberanikan diri yang otomatis percakapan kami langsung terdengar oleh yeoja-yeoja pecinta Taeminie ini, tapi aku yakin Taemin akan menolak tawaranku itu. “Mm, Arraseo. Sehabis pulang sekolah kamu boleh ambil bajumu dulu di rumah dan itu pun kalau mau menginap dirumahku” Katanya yang sontak membuat aku dan yeoja-yeoja disekitarku dan Taemin menganga mendengar perkataannya barusan.
oOo
Taemin’s POV
Rasanya aku ingin berteriak! A-k-u. Lee Taemin menyentuh tangannya! Aku takkan pernah mau menyia-nyiakan kesempatan tadi. Aku dapat menyentuhnya, meskipun aku sering bertemu dengannya, tapi aku tidak pernah benar-benar menyentuhnya dan tadi aku… Ah! Terlalu bahagia. Ya Tuhan, salahkah aku jika aku seperti ini? Aku senang karena aku menyukainya! Hanya saja aku tetap benci pada mantan pacarnya itu. Dia itu sungguh… Dia… Aku benci padanya. Bagaimana jika aku ceritakan ini pada Hyung? Apa Hyung akan marah? Atau malah senang akhirnya aku mendapatkan orang yang aku sukai?
oOo
Apa aku ungkapkan saja sekarang ya? Aku sudah tidak tahan ingin melihat responnya ketika aku mengatakan ini. Tapi apakah boleh? Apakah ini tidak berdampak sesuatu yang buruk? Aku takut untuk mengatakannya, tapi juga sudah tidak sabar untuk melihat responnya ketika aku menyatakannya. Tuhan, apa kamu memperbolehkannya? Memperbolehkan aku menyatakannya. Aku pikir ini adalah sesuatu yang aneh bila aku menyatakannya, tapi lebih baik aku… Ah! Dia datang! Datang mendekati aku! Dia sekarang sedang berjalan ke arahku.
“Taemin-ah, aku akan ke rumahmu pukul lima sore” ucap Hyeorin sambil berjalan mendekatiku. “Mm” jawabku lalu mengangguk. “Ya! Hyeorin-ah, apa kata eomma-mu jika ia tahu kamu menginap di rumah namja?!” Minho membentak Hyeorin dari belakang. “Minho-ah! Cukup untuk selalu mengurusi urusanku. Kamu bilang bahwa kamu tidak akan menggangguku lagi” kata Hyeorin lalu menarik tanganku dan membawaku pergi. Baru saja kami berjalan beberapa langkah, Minho menahan aku dan Hyeorin. “Ji Hyeorin! Kenapa kamu jadi seperti ini?” ucap Minho lalu menarik lengan Hyeorin dan lenganku untuk melepaskan genggaman kami. “Kamu ini yang kenapa? Bukankah kita sudah tidak ada apa-apa lagi?! Aku lelah…” Hyeorin meninggikan nada bicaranya dengan mata yang berkaca-kaca. “Mmm, …” Minho bergumam lalu tersenyum sedih karena kekecewaannya pada Hyeorin. “Kajja” kataku sambil menarik lengan Hyeorin dan membawanya keluar dari sekolah untuk pergi menuju rumahku.
oOo
Hyeorin’s POV
. “Mmm, …” gumamnya lalu tersenyum sedih padaku, menatapku, lalu menunduk dan pergi. Ia sedang menangis. Jujur saja, aku tidak pernah melihat ia menangis. “Kajja” ucap Taemin sambil menarik lenganku, dan membawaku pergi. Aku pun tidak menolak ditarik pergi oleh Taemin, karena aku memang tidak mau melihat orang menangis karena aku. Apalagi namja. Mianhae Minho-ah.
oOo
“Mian, kamu harus selalu melihatnya” Kataku pada Taemin yang sedari tadi hanya melamun didalam bis ini. “Mm, kamu tidak mau membawa pakaianmu?” ucap Taemin lalu menoleh padaku sebentar dan melanjutkan lamunannya. “Ah, aku tidak akan menginap sepertinya” Jawabku lalu memaksakan tersenyum pada Taemin. “Oh… Arraseo” Katanya. Kemudian aku dan Taemin sibuk dengan pikiran kami masing-masing.
oOo
Taemin’s POV
“Masuklah. Tidak dikunci” Kataku dari dalam kamarku pada Hyeorin yang sedang berada diluar menungguiku. “Oh, tidak apa-apa kalau aku masuk?” Suara Hyeorin mendekat. Dia berada didekat ambang pintu kamarku. Aku diam saja, jadi Hyeorin mulai membuka pintu kamarku pelan-pelan dan memunculkan kepalanya. “Taemin-ah, haruskah aku membawa tasku?” tanya Hyeorin. “Kita mau belajar bukan? Kamu sendiri yang bilang begitu” Jawabku. Tapi jujur saja aku sedang tidak mau belajar. Aku sedang memikirkan bagaimana perasaannya tadi? Ia pasti sangat sedih sampai-sampai tadi ia seperti itu. Apakah sekarang ia masih sedih? Haruskah aku menghiburnya? Bagaimana? Aku pasti tidak bisa. Harusnya aku tidak disini, harusnya aku menghiburnya. Dan aku benci mantannya itu. Aku benci dia. Aku… Aku ingin membuat orang itu sakit. Orang yang telah menyakiti seseorang yang aku sukai, ah, tidak. Yang aku cintai.
oOo
“Hyeorin-ah, aku mau pergi dulu” Kataku pada Hyeorin yang sedang mengerjakan beberapa soal latihan matematika. “Mm, jam berapa akan kembali? Nanti aku buatkan makanan untukmu” Ucap Hyeorin. “Ah, jangan menungguku. Kalau kamu mau pulang, pulang saja” jawabku. “Wae? Mau kemana? Sepenting itukah?” tanya Hyeorin sambil mengerutkan alisnya. “Mm, sangat penting” Kataku, lalu membuka pintu rumah dan menutupnya kembali dengan keras. Aku berjalan keluar rumah dengan lunglai. Aku akan melakukan sesuatu untuknya. Karena aku harus melakukan sesuatu untuk seseorang yang aku cintai. Aku pun menyusuri jalan perumahan mewah ini dengan perasaan yang bercampur aduk. Aku akan pergi mendatangi Choi Minho.
oOo
Hyeorin’s POV
“Hoaaam” aku menguap panjang kemudian melirik jam dinding yang tertempel pada dinding kamar Taemin. Jam 1 pagi?! Kemana saja dia selama… Omo! Enam jam?! Bagaimana dengan sup yang kubuat untuknya ini? Ah, pasti sudah dingin.
Ini sup yang kubuat untukmu. Mungkin ketika kamu sudah datang, sup ini sudah dingin
–Ji Hyeorin
Aku meninggalkan sebuah note kecil didekat makanan yang aku buat di meja makan. Kemudian aku pergi menuju lantai dua dimana kamar Taemin berada. Tapi kemana semua orang? Kemana orangtua Taemin dan Jinki Oppa?. Aku membuka pintu kamar Taemin dan mengambil tas sekolahku. Lalu aku melihat sebuah album foto besar didalam rak buku. Apa itu? Aku ingin melihatnya, tapi ini sangat tidak sopan jika aku membukanya. Tapi Taemin kan tidak ada, dan sepertinya hanya aku satu-satunya orang yang ada di rumah ini. Lembaran demi lembaran aku buka. Taemin ternyata sangat lucu diwaktu kecil. Tapi kenapa hanya ada foto Taemin, dan Jinki Oppa?.  Setengah jam berlalu, dan Taemin masih belum datang juga. Kemana ya dia? Apa memang ada sesuatu yang penting? Atau bahkan ada sesuatu yang terjadi padanya? Ottokhae?. Tapi aku terlalu lelah untuk mencari Taemin malam ini. Mungkin istirahat dikamar ini, pada ranjang yang empuk milik Taemin untuk lima menit tidak apa-apa dan cukup untuk mengumpulkan energiku.
oOo
Sinar matahari yang menyilaukan mata membuat aku terbangun dari tidurku. Camkkaman! Sinar matahari? Yang berarti ini sudah siang?. Aku buru-buru bangkit dari ranjang empuk itu dan merasakan sesuatu yang aneh… Ketika aku melihat ke sampingku, aku menemukan Taemin sedang tertidur lelap pada ranjang sama yang aku tiduri. Taemin terlihat sangat lelah. Aku tidur pada ranjang yang sama dengan Taemin?! Oh senangnya tidur bersama dengan namja yang kita sukai, meski ini terdengar seperti aku adalah yeoja gampangan, tapi entah kenapa aku senang bisa tidur dengannya dan melihatnya masih terlelap seperti ini. Aku pun terseyum ceria melihat wajah Taemin yang imut ketika ia sedang tidur. Tapi senyumku lenyap dalam sekejap ketika aku menyadari bahwa Taemin tidur tanpa pakaiannya. Lalu ketika aku melihat ke dalam selimut yang aku pakai pun, aku mendapati tubuhku dalam keadaan telanjang bulat, bodohnya aku tidak menyadarinya daritadi.
oOo
Taemin’s POV
“Hyung, kamu sudah pulang?” Aku melihat hyung-ku ada di dapur, sedang menghangatkan sup. Aku berjalan dengan sedikit terhuyung sambil memegangi kepalaku. Aish, kenapa sakit sekali? Aku bahkan tidak bisa mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam. “Mm, ini. Makanlah”  jawab Hyung sambil memberiku semangkuk sup yang ia hangatkan tadi. “Tumben Hyung bisa membuat makanan seenak ini” komentarku setelah aku menyuapkan satu sendok sup yang diberikan Hyung. “Bukan aku yang memasaknya, temanmu yang memasakkannya” kata Hyung. “Hah? Teman? Teman yang mana?” tanyaku, aku berusaha mengingat-ingat sesuatu, tapi sulit aku ingat. “Entahlah, aku kan menginap dirumah orang lain… Kamu… habis mabuk ya?! Apa yang kamu lakukan semalam?” tanya Hyung yang melebarkan matanya dan mendekatiku. “Mabuk? Entahlah, aku lupa” Aku mengerenyit dan memegangi kepalaku kembali. Ya Tuhan, aku tidak bisa mengingat apa-apa.
oOo
Bulan demi bulan aku lalui. Bahkan beberapa hari sebelum Ujian pun aku tidak melihatnya di sekolahan. Ada apa dengannya? Aku lupa. Ah! Sialan! Kenapa hal sepele seperti ini saja aku tidak bisa mengingatnya? Hanya harus mengingat apa yang terjadi waktu itu. Tapi aku tidak memikirkannya lagi, jadi aku hanya berusaha fokus pada belajar dan sekolahku. Sekarang sudah bulan Desember. Aku harus belajar lebih giat lagi sebelum Ujian dimulai. “Taemin-ah” seseorang menyebut namaku dan menepuk pundakku. Aku berbalik dan menghadap pada arah suara itu berasal. “Oh, Hyeorin-ah” Kataku. Hyeorin tampak berantakan, matanya sembab, dan wajahnya merah. Pasti habis menangis. “A-aku ingin berb-bicara mengenai sesuatu yang penting” Kata Hyeorin sambil sesenggukan. Aku tidak menjawab apa-apa, hanya menunggu apa yang akan Hyeorin bicarakan padaku. “YA! LEE TAEMIN!” Minho berteriak memanggil namaku dengan sangat keras dan penuh dengan emosi. Aku melihatnya berjalan mendekatiku, kemudian ia memukulku bertubi-tubi. Aku pun terjatuh kemudian menjilat sedikit darah yang keluar dari sudut bibirku. “Astaga! Ada apa ini?” Hyung-ku berteriak, ia datang membelah kerumunan orang yang tadinya mengerumuni aku, Minho, dan Hyeorin. “Jinki Hyung, Lihatlah apa yang selama ini dongsaeng banci-mu lakukan” Ucap Minho seenaknya dan terlihat emosi. “Ya! Apa maksudmu! Jangan bicara hal-hal seperti itu. Kau ini bagian dari keluarga terpandang, jangan bicara kasar” Ucap hyung-ku dengan nada tinggi pada Minho. “Ya! Lee Taemin, apa kamu yakin mau aku ceritakan? Mengenai apa yang kamu lakukan di rumahku, atau bahkan apa yang kamu katakan padaku waktu itu” ucap Minho lalu tersenyum sinis. “Ah? Aku memangnya mengucap…” deg. Sekarang aku bisa mengingat semuanya. Berkat ancaman Minho, aku bisa mengingat apa yang terjadi. Kejadian itu ternyata sangat…
oOo
flashback | three months ago.
Aku… Aku ingin membuat orang itu sakit. Orang yang telah menyakiti seseorang yang aku sukai, ah, tidak. Yang aku cintai.
“Permisi, Ada Choi Minho dirumah?” Aku bertanya kepada salah satu penjaga di rumahnya. “Masuklah, akan aku panggil Tuan muda dulu” ucap Orang itu, kemudian membukakan pintu rumah Minho dan mempersilahkan aku duduk di salah satu kursi di ruang tamu rumah Minho. Lalu beberapa menit kemudian datanglah Minho dengan piyama sutranya. “Mm? apa yang membawamu kemari? Mau menjodohkan aku dengan Hyeorin?” tanya Minho memasang ekspresi datar. “Ah, aniyo” Aku menggigit bibir bawahku. Kenapa aku jadi takut? “Mm, Minho-ah, apa kau terluka? Kau tahu, tadi saat Hyeorin berbicara padamu…” kataku. “Wae? Urusanmu kah?” Pertanyaan Minho memotong pembicaraanku. “Mm aku tidak suka” kataku jujur. “Tidak suka apa?” Minho memiringkan kepalanya. “Dia, menyakitimu” kataku pada Minho. “Dia siapa? Hyeorin maksudmu?” Minho menaikkan alisnya. “Iya, aku tidak suka padanya. Aku tidak suka melihat penolakannya terhadapmu yang membuatmu selalu kecewa dan bersedih. Jujur saja aku benci melihatmu dan Hyeorin bermesraan seperti dulu ketika kalian masih ada hubungan” Kataku memberanikan diri “Ah? Apa maksudmu? Haha, kau menyukaiku ya? Hah? Jangan-jangan pangeran sekolah kita ini Gay?! Haha, dan bila sekolah…” Kata Minho meledekku dengan nada candaan. “Aku memang gay. Dan aku menyukaimu” kataku memotong pembicaraan Minho. Ah, itu membuatku lega. Akhirnya aku mengatakannya. Akhirnya aku mengungkapkannya. Ya, orang yang aku sukai dan aku cintai ini adalah Choi Minho, seorang namja.  Dan aku juga adalah seorang namja. “Uhuk uhuk! Kau gila ya?!” Minho tiba-tiba tersedak cola minum yang baru saja ia minum. “Aku memang gila. Bisa mencintai seorang namja” Kataku jujur. Dan aku juga memang berpikir seperti itu, gilakah aku?. “PERGI! AH JIJIK AKU MELIHATMU! DAN AKU ITU NORMAL!” Minho membentakku kemudian menyeretku keluar. Karena bingung, aku pun pergi ke sebuah café. Disana aku duduk dan melamun. Kemudian aku memesan dua botol Soju dan meminumnya sampai habis. Aku menghabiskan malamku di café. Aku tidak mau kemana-mana. Aku sakit hati. Mencintai seseorang yang seharusnya tidak aku cintai, dan orang yang menjadi target dari perasaan anehku ini menolakku mentah-mentah. Bahkan orang itu pun bilang bahwa aku itu menjijikan. Aku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk berat meski aku masih bisa berjalan dan mengingat letak rumahku. Aku masuk ke kamarku kemudian ketika aku hendak berbaring aku melihat seorang yeoja kecil yang imut dalam ukuran yeoja. Tapi entahlah, aku kan tidak menyukainya. Apakah aku harus melakukan sesuatu terhadap yeoja yang sedang tertidur lelap ini agar aku normal kembali dan tidak dipandang jijik?. Aku mengambil obat tidur dari dalam kotak obat di lantai bawah, kemudian aku masukan paksa ke dalam mulut yeoja tersebut. Beberapa menit kemudian kubuka semua pakaianku dan pakaian yeoja itu. Aku gila, sangat gila! Aku benar-benar melakukan sesuatu pada yeoja ini. Meski aku sedang tidak karuan tapi aku dapat melakukan sesuatu pada yeoja yang seharusnya dilakukan namja yang sudah dewasa. Tapi aku tidak menikmatinya sama sekali. Aku tidak menyukainya sama sekali.
flashbackend
oOo
“A-aku…” Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Banyak orang disekitarku, dan Minho menatapku sangat tajam. Aku takut. “Dan kau tahu?! Hyeorin sekarang…” Minho menghentikan pembicaraannya sesaat. “Ia sekarang mengandung anakmu! Hasil perbuatanmu! Ternyata, pangeran sekolah kita yang Gay, dan yatim piatu ini sungguh namja yang tidak baik… Aish, apa tadi aku bilang? Namja?! Aku ragu akan itu!” kata Minho yang membuatku beku seketika. Dia bilang… Hyeorin hamil? Banyak hal-hal yang membuatku berpikir. Kenapa aku tidak bisa mengingat kejadian itu? Kenapa aku seperti ini Tuhan? Kenapa aku merasakan hal itu? Kenapa harus namja? Eomma, apakah aku memang harus terus hidup seperti ini? Hidup dengan diliputi rasa ketakutan dan selalu melakukan kesalahan. Bukankah sekarang Eomma dan Appa sekarang berada di atas sana karena aku? Aku yang membuat Eomma dan Appa meninggalkan aku dan Hyungnim di dunia ini ketika kami masih berada di sekolah menengah pertama. Aku membuat Eomma dan Appa pergi membelikan aku sebuah mainan mobil-mobilan dari Jepang yang terbaru pada saat itu. Aku membuat Eomma dan Appa di tusuk perampok itu. Kenapa perampok itu tega sekali, Eomma? Kenapa Eomma tidak memberikan uang untuk membeli mainanku itu pada si perampok? Polisi bilang perampok itu yeoja, yang membuat aku jadi membenci yeoja pada saat itu, dan mulai menyukai namja. Eomma, apakah itu alasan yang logis? Aku sendiri berpikir aku itu sudah gila dan aneh. Hyung menarikku dan membantuku keluar dari kerumunan anak-anak di sekolahanku dan membawaku pulang. Banyak yeoja yang menangis. “Kau mengecewakanku, keluargamu sendiri, dan sekolah” Hanya itu yang Hyungnim katakan sebelum akhirnya aku mengunci diriku dikamar untuk waktu yang lama.
oOo
Five years later
Hyeorin’s POV
“Chagiya, ini makanlah. Aaa~” Minho menyuapiku sesendok bubur. “Kau juga Yoogeun-ah, buka mulutmu, Aaa~” Minho menyuapkan satu sendok kecil pada anakku. “Hehe, gomawo chagi” Kataku kemudian menggendong yoogeun-anakku. Meski sebenarnya Yoogeun hadir karena Taemin, tapi kini aku mau melupakan Taemin. Melupakan masa-masa itu. Meski aku marah dan kesal padanya tapi aku juga berterimakasih padanya, berkatnya aku bisa menjadi seseorang yang harus tegar. Berkatnya juga aku jadi kembali lagi pada Minho, serta telah menganugrahi aku seorang anak laki-laki yang lucu. Gomawo, Taemin-ah. Hajiman, Mianhae, aku harus dan akan melupakanmu. Takkan bertemu denganmu dan memulai hidup baru. Mian telah membuat hidupmu waktu itu berantakan, dan aku harap sekarang kamu baik-baik saja.
oOo
Taemin’s POV
Sekarang aku, disini. Di tempat yang sama untuk setiap harinya, hanya dapat menatap langit dari jendela kamarku dan tidak percaya semua itu terjadi begitu cepat. Aku benar-benar bingung, aku ingin bertemu orang-orang yang waktu itu aku buatkan mereka kesalahan. Eomma, Appa, Hyungnim, Minho, dan Hyeorin. Tapi aku kini membenci yeoja itu! Hyeorin. Aku benci dia. “Taemin-ssi, ayo kita makan” seseorang yang sama dengan pakaian yang sama setiap harinya, menepuk pelan pundakku kemudian menarik kursi rodaku dan membawaku ke lantai paling atas dari gedung ini, lantai 14. Karena aku sangat menyukai pemandangan disana. Balkon yang besar itu membuatku nyaman, tapi kali ini sedang hujan. “Seohyun-ssi, kamu percayakan aku ini baik-baik saja?” tanyaku untuk yang kesekian kalinya sambil menjilat bibir pucat pasiku yang kering.“Mm, aku percaya” kata suster itu lalu tersenyum padaku.“ kamu bohong” kataku. “Aku tidak bohong” Katanya berusaha meyakinkanku. “Sudahlah! Aku tahu kamu bohong! Hyung-ku bilang aku ini tidak baik-baik saja! Aku gay, aku menghamili anak orang lain dan tidak bertanggung jawab! Aku tidak menyelesaikan ujian sekolah yang membuat aku dikeluarkan dari sekolah! Orang yang aku cintai saja jijik melihatku. Bahkan keluargaku saja membuangku?! Orang yang aku sayangi saja-hyung membuangku ke rumah sakit jiwa ini! Aku penyuka sesama jenis! Hahahaha aku gay, Seohyun-ssi. Tapi aku tidak gila! Hahaha!!” Teriakku mengamuk lalu mencengkram kuat lengan Seohyun kemudian ku dorong dia hingga terjatuh. “Aa! Taemin-ssi, kau butuh obat penenang lagi” Suster bernama Seohyun itu bersiap-siap membawakanku benda kecil yang tajam yang dapat membuat aku tidak bisa berbuat apa-apa. “Kalau berani, kerjar aku dan susul aku, hahahaha” Aku berlari menuju penghujung balkon dan berdiri diatas dinding pembatas balkon tersebut. Whoa, aku dapat melihat orang-orang di lantai bawah. Mereka jadi terlihat sangat kecil, dan untuk apa mereka meneriakki aku untuk turun?. “Taemin-ssi!! Turun sekarang juga! Sini, aku tidak akan memberimu obat itu lagi. Dan kamu itu waras. Aku percaya” Suster itu terlihat panik, kemudian ia menelfon hyung-ku yang sedang berada di kamarku untuk datang ke lantai atas. “Ya! Taemin-ah, apa yang kamu lakukan?!” ucap Hyung-ku yang sudah datang kelelahan karena berlari ke lantai 14 ini. “Aku? Aku sedang melihat namja-namja yang sakit itu dari sini. Kasihan mereka” Kataku kemudian menyeringai. “Hyung, mari kita main kejar-kejaran” ajakku pada Hyung. “Mm, arraseo. Ayo main kejar-kejaran. Tapi sekarang turunlah dulu” Pinta Hyung. “Okay, okay. Aku akan turun… Tapi kenapa tidak kita main kejar-kejaran sekarang saja?” kataku. “Ya! Taem-…” Hyung tidak menyelesaikan ucapannya karena terpotong ucapanku, “Ayo hyung! Kejar aku!” seruku antusias. Aku melihat ke lantai dasar, melihat ke tanah dasar dari rumah sakit ini. “Whoa, Hyung, mari ubah sedikit permainannya. Aku akan menjadi burung dan kau harus menangkapku” Kataku sambil tersenyum jahil. “Mm? Maksudmu bagai… YA! TAEMIN-AH!” Teriak Hyung. “Annyeong!” kataku, lalu melambaikan tanganku pada Hyung kemudian melompat dari dinding pembatas balkon. “AAA! LEE TAEMIN!” teriak Hyung disusul teriakkan dari seohyun yang selalu menjagaku itu. Hanya itu yang dapat aku dengar ketika aku sudah melompat. Aku dapat merasakan angin yang berhembus cepat melewati tubuhku, serta air hujan yang terus membasahi tubuhku. Aku sukses mendarat ditanah dengan baik. Merasakan tulang-tulangku yang retak. Aku merasakan nyeri dimana-mana, sangat sakit. Dan aku rasa darah segar terus mengalir dari tubuhku. Tubuhku tidak hancur berkeping-keping. Tapi ini tidak sebanding dengan apa yang aku lalui selama ini, selama hidupku. Rasa sakit ini tidak akan pernah menandingi rasa sakitku pada hidupku yang lalu.
Rest In peace : Lee Taemin. July 18 , 1993 – December 27 , 2013
flashback | six years ago
Hari ini hari dimana tepat enam bulan aku dan Hyera jadian. Aku sangat menyukainya. Bahkan aku sudah memperkenalkan yeoja ini pada Eomma dan Appa. Aku sudah mempersiapkan hal yang paling istimewa untuknya. Aku juga telah menyewa sebuah restoran untuknya, untuk yeoja yang sangat aku cintai ini. Dia adalah cinta pertamaku. Drrrt~ Ada sms.
Taemin-ah, mian. Aku tidak bisa menepati janji kita. Aku sebenarnya tidak menyukaimu dan tadinya aku ingin mengatakannya kemarin padamu untuk mengakhiri hubungan kita. Aku sebenarnya mencintai orang lain, karena dia tidak membosankan sepertimu. –Han Hyera  Hanya ‘Mian’? Nappeun yeoja.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

18 thoughts on “My Life And This Feeling”

  1. AAAAAA…GA SUDI TAEMKU JADI GAYYY#triak”pketoa.
    Ku ga bisa byangin taem brperan speti cerita itu…
    Minooo…ku ga bisa byangin oppa nangis ky gimana T__T
    thooor…jhat bnget ciih taeminnie ku di jdiin kyk gitu
    YAAAAAAAAAAAAAA#triak frustasi breng taemm…
    Taemin:thor..,crita mu prlu di ganggu gugat nih.,ku kan ngga ky bgituuu..ku tuh normal tauuu.,buktinya ku cinta ama author..,kau mau kita putus yaaa..T^T..kekeke~~
    nice ff thor…d^_^

  2. Setuju sama comment-comment di atas, saya udah pernah baca FF ini disini=.=” bedanya cuma ukuran fotonya aja kali ya, yang lebih besar? .__. nggak tahu deh lupa XD #plak yang jelas saya udah pernah baca FF ini :3

  3. Ini ff kerenbangetbangetbangetan!! Benerbener waw banget buat yg buatnyaaaa! Ganyangka aja gitu, nanti taemin gay dan jadi begitu-_-

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s