My Longing For You Is Great – Part 3

My Longing For You Is Great 3 : “A Smile”

Author                  : arsvio

Main cast             : Key Kim Kibum, Choi Minho, Bening Embun Pagi (Park Eun Bin)

Genre                   : Romance, family, friendship

Length                  : sequel

Rating                   : PG-13

Support cast       : Shinee member, Ny. Park, Lee Joon MBLAQ, Eun So, Cho Hae Rin, Jung Hye Jin

Weekend ini, Embun tidak mempunyai jadwal kuliah ataupun jadwal dengan Shinee. Dia berdiri di belakang meja kasir untuk membantu neneknya di toko. “Ini kembaliannya agashi, gomawo telah berbelanja di sini,” Embun menundukkan kepalanya untuk beramah tamah dengan pelanggan.

Gadis tersebut menggembungkan pipinya lalu mendesah pelan. Dia mendudukan dirinya kemudian menelungkupkan tangannya dan menaruh dagunya di meja dekat mesin kasir.

“So, why are you looking so terrible?” Joon menyentuh puncak kepala Embun. Embun menggerakkan kepalanya untuk menatap Joon tanpa merubah posisinya. “Oppa, may I ask for your advise?”. Joon malah tertawa kecil, “Someone like you ask me for advise, is it true?”. “Yaa, oppa, I’m not in joke,” marah Embun.

“Ok…Ok…” Joon mengangguk-anggukan kepalanya. “Oppa, what’ll you do when someone treat you so badly? but you don’t even know the reason why he hates you,” Embun menatap Joon lekat dari posisinya. “Is there person who’s treat you so badly?” Joon balas menatap Embun.

Embun mengangguk kecil. “Whoa, bring him to me, I’ll give him my punch,” Joon masih saja menggoda gadis di dekatnya. “Yaa, oppaaa…”.

“Asking him why he do that, make sure that he give you his reasons. Tanyakan alasan dia memperlakukanmu dengan buruk,” jawab Joon mantab. “Hehh, he don’t even want to talk to me, how can I speak with him?” tanya Embun lagi. “It’s depend on your attempt to make him wanna speak with you, Embun,” Joon meyakinkan.

“Eerrr…I guess someone you meant isn’t him,” ujar Joon sambil mengedikkan dagunya. Embun mengikuti arah yang ditunjuk Joon. Dia langsung terbangun dari posisinya, “Key?”.

“Hi,” sapa Key yang sudah berdiri di depan kasir dengan senyumnya. “Joon-ssi, bolehkah ku pinjam pegawai barumu ini?” tanya Key pada Joon. “Tentu, jangan lupa kembalikan dia sebelum waktu makan malam,” Joon membalas. “Gomapta,” Key menarik tangan Embun agar keluar dari belakang meja kasir.

#####

“Hua, it’s really amazing, Key,” Embun merentangkan kedua tangannya ke udara. Bernapas dalam untuk menghirup segarnya udara dataran tinggi.

Key memperhatikan Embun lekat, seakan tak rela melepas pandangannya sejenak pada yeoja di sampingnya. Dia yakin pasti, bahwa hatinya telah tercuri. Degub kencang dari jantungnya kini adalah sebuah bukti tak terbantah.

“Thanks a bunch, Key,” Embun menurunkan tangannya. “Had you prepare to go to this place?” Embun berkata heran karena Key mengajaknya ke tempat yang lumayan jauh dari pusat kota Seoul. Ke sebuah dataran tinggi di pinggir Seoul.

Key tersenyum saat mendapati mimik penasaran Embun. Kemudian menggeleng untuk menjawab pertanyaan yeoja tersebut. “Hope you enjoy this place, to take over your problems,”.

Embun mengerutkan alisnya menanggapi ucapan Key. “Err…how could you know that I have a problems?”. Yeoja ini memiringkan kepalanya karena benar-benar heran bagaimana bisa Key menebak demikian.

“Your expression tell me everything,” Key tersenyum tulus. Senyum menawan miliknya yang mampu membuat gadis manapun terpesona. “Wish, someday I know what your problems are,”.

“Just wanna know, why someone hates me a lot,” sahut Embun. Entah mengapa, dia merasa nyaman untuk bercerita dengan namja di sampingnya tersebut. Padahal, mereka belum lama mengenal.

“Minho, isn’t he?” tebak Key yang benar untuk kedua kalinya. Embun hanya mengangguk malas untuk menjawabnya. “Don’t be thought a lot of him,” Key mengusap pelan poni Embun yang jatuh berantakan diterpa angin.

#####

Embun telah mempersiapkan kostum yang akan dikenakan Shinee. Dia duduk di ruang tunggu kemudian membuka lid netbooknya.

“Hi,” sapa Key yang berlalu di depan Embun kemudian duduk di sofa depan Embun. Embun tersenyum dan membalas sapaan Key. “I have prepared your costum, the rehearsal will start in 1 hour,” Embun mengingatkan. “Hmmm…I know,” angguk Key.

Key menopang dagu dengan kedua tangannya. Dia memandangi gadis yang sibuk mengetik di depannya. Kaca mata yang membingkai indah mata sang gadis menambah kesan intelek pada pemakai. Mata tajamnya menyorot pada layar lcd di depannya.

Tiba-tiba seseorang menghempaskan tubuhnya di dekat Embun. Helaan nafasnya menandakan kejengkelannya pada sesuatu. “Apa yang trejadi?” tanya Key. Minho hanya menggertakkan giginya menahan amarah yang menguasai dirinya. Pandangan Minho teralih pada gadis yang disampingnya yang terlihat tak acuh pada keberadaannya.

“Jadi kau sudah mendapatkan netbook baru?” perkataan Minho yang bernada menyindir. Embun menghentikan aktifitas mengetiknya. Embun mulai bisa mengerti bahasa korea. “Key bought it,” ujar Embun singkat.

Minho menatap tak percaya ke arah Key. Key menananggapinya dengan malas. “Arrrgghhh…” erang Minho sambil mengacak rambutnya kesal dan menghentakkan kakinya. “Ada apa? Kenapa kau kesal?” ulang Key.

Minho mendengus, “Bagaimana tidak kesal, file skripsi yang sudah kuselesaikan sampai bab 3 sekarang raib gara-gara flashdisk sialan ini terkena virus,” rutuk Minho sambil menunjukkan flasdisk miliknya dan membantingnya di meja.

“Aku tak tahu menahu urusan seperti itu, cobalah ke counter service,” saran Key. “Sudah kucoba. Virusnya hilang, sekaligus dengan semua file di dalamnya,” sungut Minho. “Bagaimana ini, minggu depan adalah ulang tahun Jjong hyung, mana mungkin aku melewatkannya hanya untuk mengerjakan ulang skripsi ini,” erang Minho untuk kesekian kalinya.

“Why didn’t you back it up first?” tanya Embun dengan tetap menatap netbooknya. Minho mengalihkan tatapannya ke Embun. “Aku tak sempat. Itu adalah revisi terbaruku,” ujarnya.

Minho menyandarkan punggungnya ke sofa, memelorotkan badannya dan memejamkan matanya. Terlihat dia sangat ingin meredam emosinya.

Embun mengambil flasdisk di depannya, menancapkan pada USB di netbooknya. Dia mengecek properties untuk flashdisk tersebut, dan benar dugaannya spacenya terisi artinya datanya tidak hilang hanya ter-hidden. Explorer tentu tidak akan bisa mengembalikan data yang terhidden tersebut. Embun membuka ACDsee dan mengutak atiknya.

“Take this,” ucap Embun kemudian. Minho membuka matanya karena merasa seseorang menyenggolnya. “Apa?” jawab ketus Minho. “Your files Mr. Choi,” terang Embun. “Aishh, jinjja. Key tolong beri tahu yeoja ini kalau fileku sudah hilang,”.

Key hanya melongo menatap Embun. Embun mendengus lalu menancapkan kembali flashdisk Minho ke USB netbooknya. “Check it out,” ujar Embun sambil memutar layar netbooknya ke arah Minho.

Mata Minho membulat, “Is this my data? Really, it isn’t disappear,”. “Of course not. It was just hidden,” terang Embun malas. “Ow, mana flashku,” kata-kata dingin Minho mulai meluncur lagi.

#####

“Jadi kau membelikannya netbook baru? Baik sekali kau,” cibir Minho. Key menghela nafas mendengarnya, “Memangnya ada masalah dengan itu?”.

“Kau ini terlalu baik padanya, apa kau menyukai yeoja rendahan itu?” ucap Minho. “Hentikan bicara seperti itu Choi Minho. Aku memberikan netbook baru untuk Embun karena aku sudah  menganggapmu sebagai dongsaeng sehingga aku merasa harus bertanggung jawab untukmu,”.

Minho menyeringai kecil. “Bukannya kau harusnya berterima kasih pada yoeja yang kau sebut ‘murahan’ itu?” tanya Key dengan nada menyindir. “Untuk apa?” alis Minho bertaut. “Karnanya kau tidak perlu mengerjakan ulang skripsimu dan bisa berlibur di akhir pekan ini,” Key mengucapkannya dengan lambat agar Minho mendengarkan setiap katanya.

Key keluar dari ruangan ganti dengan agak kesal atas pembicaraannya dengan Minho. “Key,” panggil seseorang. “Waeyo hyung?” Key menghampiri namja yang memanggilnya. “Berikan ini pada Embun,” ucap Jjong sambil menyodorkan sesuatu. “Oh, hyung mengundangnya? Jangan katakan kalau kau sudah berpindah hati kepadanya,” tanya Key.

“Hey hatiku masih sedikit terluka karena putusnya hubunganku, dan jangan memasang wajah terkejutmu. Tidakkah kau senang jika aku mengundangnya?” sangkal Jjong sambil mengangkat telunjuknya ke depan wajah Key. Key hanya memberikan senyum lebarnya, “Gomawo hyung,”.

#####

“How? Will you attend it?” tanya Key pada Embun. Embun menimang-nimang undangan berlibur dari Jjong untuk merayakan ulang tahunnya. “Uumm, I have so many assignment, I’m afraid I can’t,” tolak Embun.

“Oh, come on. You can do it later, the holiday is just for two days,” Key membujuk. Sebenarnya Embun enggan untuk pergi karena Minho alasannya, tapi Key yang mendesaknya meluruhkan niatnya. “heehh…OK, I will,” sahut Embun. Key tersenyum lebar, “Akan kujemput minggu depan. Jjong hyung pasti akan senang jika kau datang,”.

Seseorang dibalik tembok menguping pembicaraan Key dan Embun. Agak sulit menangkap pembicaraan mereka, bukan karena volume yang lemah tapi karena bahasa yang digunakan. Namun, perkataan terakhir Key menjelaskan semua. Kedua tangannya sudah mengepal sempurna. “Bagaimana gadis murahan itu bisa mendekati Key semudah itu, bahkan Jjong mengundangnya,” gumamnya.

“Hye Jin-ssi, apa yang kau lakukan di sini?” seseorang mengembalikan dunianya. “Ugh, aku? Tak apa-apa,” wajahnya menunjukkan keterkejutan. “Ayo makan bersama,” ajak gadis itu. “Aku tidak lapar. Makanlah dulu, Hae Rin,” ucap Hye Jin. Hae Rin kemudian meninggalkan Hye Jin yang masih bergeming dari tempatnya berdiri tadi.

#####

“So, you have to go again?” tanya seorang halmeoni. “Umm,” Embun mengangguk mantap. “I will have a boring weekend,” ucap halmeoni. “Just for two days, grandma,” jawab Embun meyakinkan. Halmeoni hanya menatap cucunya yang bersiap-siap.

Memang benar sekarang Embun tinggal bersamanya, namun tetap saja beliau merasa kesepian. Embun dengan seabrek jadwal kuliah dan pekerjaannya tidak memiliki banyak waktu untuk halmeoni. Ny.Park, yang adalah nenek Embun, merasa sedih dengan keadaan ini, tapi beliau juga tidak bisa membatasi aktifitas Embun dan secara egois meminta Embun menghabiskan waktu bersamanya. Beliau menyadari bahwa Embun sudah berkorban besar untuk mau pindah ke Korea.

“I’ve to go now grandma, see u,” pamit Embun sambil mengecup kilas pipi halmeoninya. Dia mengangkat tas jinjingnya dan berjalan ke depan. Seseorang dengan senyum menawannya memberikan salam padanya.

#####

Tok…tok…tok…

Terdengar seseorang mengetuk kamar Embun. Gadis itu segera menghampiri pintu kamar penginapannya dan membukanya. Dia tersenyum menatap namja di depannya. Setelan hem warna blue sapphire dengan motif garis, jas semi-formal dengan hiasan bulu di dada kirinya, menambah pesona darinya.

Key menatap gadis di depannya dengan intens pula. Gaun putih selutut dengan aksen renda di ujungnya, rambut yang digelung sederhana dengan jepit putih dihias berlian-berlian imitasi kecil membuat sang pemakai terlihat lebih cantik.

“You look so beautiful this night, kajja,” Key mengangkat tangannya sedikit dan menaruhnya di depan pinggannya sebagai undangan pada Embun untuk menautkan tangannya pada lengan Key. “Gomawoyo,” ucap Embun seraya melingkarkan tangannya.

#####

Taemin menatap Key dengan agak kesal. “Ya, Taeminnie waeyo?” tanya Key saat menyadari tatapan Key. “Huh, harusnya aku mengajak salah satu teman wanitaku,” ucap Taemin sambil menedikkan dagunya.

Key mengikuti arah dagu Taemin dan melihat pasangan Minho-Eun So yang berjalan mendekat. “Aishhh, kau ini. Kau masih kecil tau,” tangan Key melayang dan mencubit pipi Taemin. “Apo, hyung, hentikan kebiasaan mencubit pipiku, aku ini sudah dewasa,” ringis Taemin.

Embun hanya tertawa tertahan melihat tingkah laku dua member Shinee ini. “Taeminnie, how about come with us?” tawar Embun sambil menarik lengan Taemin sedang tangannya yang sebelah masih melingkar di lengan Key.

“MWO??” teriak Key. “Oh come on Key. Bertiga lebih menyenangkan kan?” ucap Embun. Key hanya menunjukkan wajah pasrahnya, sedangkan Taemin tersenyum lebar. “Gomawo noona,” teriaknya. Mereka bertiga akhirnya berjalan beriringan.

Pesta ulang tahun Jjong dirayakan hanya oleh teman dekatnya saja, member Shinee, dan dua tamu special –Embun dan Eun So-. Prosesi perayaan klasik yaitu menyanyi, make a wish, meniup lilin, dan memotong kue sudah dilakukan.

“Karena hari ini ulang tahunku, jadi bolehkan aku minta sesuatu pada kalian?” Jjong tersenyum membujuk pada kami semua. “Apa yang kau inginkan, hyung?” Minho melipat kedua tangannya di depan dada. “Aaa, bagaimana kalau pertunjukkan spontanitas dari kalian?”. Terlihat wajah-wajah yang serius berpikir setelah mendengar permintaan Jjong.

“OK, aku dulu,” ucap Onew sang leader. Sang leader membawakan sebuah lagu plus dengan gaya sangtae nya. Yang lain hanya terbahak melihatnya.  Tiba-tiba Key menyentakkan tangan Embun dan tersenyum. Embun bingung dengan tatapan Key. “Giliranku,” ucap Key sambil menggenggam tangan mungil Embun. Gadis disampingnya memandang dengan pandangan apa-yang-harus-ku-lakukan pada Key.

“I can show you the world, shining, shimmering, splendid. Tell me princess, now when did you last let your heart decide…,” Key menyanyikan bait pertama dari lagu whole new world dengan sempurna. Embun tersenyum menatap Key, sekarang dia tahu apa yang harus dilakukan, “A whole new world a dazzling place I never knew…,”. Embun memang bukan penyanyi, namun suaranya tetap mengalun indah mengimbangi Key. Semua pasang mata menatap takjub pada duet ini.

Kecuali, yah sepasang mata besar nan indah, seharusnya, dia menatap Embun dengan pandangan yang sulit diartikan. Sebagian dirinya membenci kemesraan yang ditampilkan oleh Key dan Embun, namun sebagian dirinya lagi mengagumi keindahan atas makhluk ciptaan Tuhan yang bergaun putih itu. Keindahan suaranya juga keindahan wajahnya.

Nyanyian dari Key-Embun, diakhiri dengan tepuk tangan meriah. Minho tak mau kalah dengan duet itu, menarik Eun So dan mulai menyanyi untuk menandinginya. Dan jelas saja, tidak sebanding, Eun So walaupun bisa bernyanyi namun kategori suaranya termasuk rata-rata ke bawah (*coba lihat di Oh my school ep. Perdana. Maaf karena mengatakan ini. Ini hanya murni penilaian author). “Yeah,” sahut Jjong agak malas.

Taemin kemudian sibuk mengutak-atik HPnya. Lagu ‘Just Dance’ milik Lady Gaga mengalun sesaat setelah Minho menyelesaikan konser mininya. Tubuh Taemin meliuk dengan gerakan yang luwes, sungguh kelas seorang lead dancer. Sampai akhirnya dia menarik tangan seorang yoeja dan mengajaknya menari bersama.

Embun terus menolak ajakan Taemin, namun sang magnae sedang tidak menerima penolakan. Dia malah meraih tangan Embun dan mengangkatnya ke udara, mengayunkan sesuai irama lagu. Taemin memegang kedua bahu Embun dan mengguncangkan mengikuti beat lagu. Pada akhirya, Embun hanya pasrah dan mulai menggerakkan tubuhnya. Jjong, Onew, Key, Eun So nampak menikmatinya. Hanya Minho yang kembali menatap tajam pada keduanya. Ada perasaan sedikit tak rela, tapi tak rela atas apa, Minho pun tak bisa menjawabnya.

Namun tiba-tiba Minho maju ke arah Embun, melingkarkan tangannya pada pinggul Embun, sedang tangan yang lain terayun di udara. Embun menoleh dan membeku sejenak. Minho hanya tersenyum melihat tatapan aneh milik Embun, senyum yang terulas tulus. Melihat ekspresi wajah Minho, mau tak mau menyunggingkan senyum di bibir Embun. Ini pertama kali sejak bertemu, Minho menyunggingkan senyumnya untuk Embun. Embun hanya menikmati lengkungan senyum milik Minho.

Key yang tadinya terlihat agak shock dengan perlakuaan Minho, agak menghela napas lega saat melihat Embun menari lagi. Satu per satu dari yang tersisa akhirnya maju ikut menari mengikuti irama lagu. Dan jadilah pertunjukkan terakhir dari sang magnae menjadi penutup pesta Jjong.

#####

“Oppaaa….” Embun meraih tangan Joon dan mengayunkan di udara. “na…na…na…” senandung Embun. Joon tersenyum geli melihat gadis di depannya. “So?” tanya Joon. “He was smiling at me oppa. Dia mengacuhkanku kan?” ucap Embun girang. “Kau mengancam apa agar dia tersenyum padamu?” ejek Joon. “Anni…lalala…lululu…” Embun benar-benar sedang dalam kegembiraan.

Ny. Park hanya memandang kedua cucunya bercengkrama. Beliau tersenyum, “Semoga kau menemukan kebahagiaanmu di sini, Embun-na,”. Walaupun sering merasa kesepian ditinggalkan oleh Embun, tapi melihat senyum Embun seperti yang sekarang dilihatnya, sungguh melegakan hati nenek itu.

Gyut…Ny. Park tiba-tiba merasakan ngilu yang sangat pada dadanya. Dengan agak membungkuk beliau memegangi dadanya. Tangan kanannya mencengkeram dada, sedangkan tangan kirinya bertumpu pada meja kecil di sebelahnya.

“Grandma? GRANDMAA…” Embun berteriak sambil berlari ke arah Ny. Park disusul oleh Joon. “Gwencanayo? Grandma?” panik Embun dengan memegang bahu neneknya. Joon segera merogoh HP di sakunya dan menelpon seseorang. “Bantu aku membawa halmeoni ke kamarnya Embun,” ucap Joon yang siap memapah Ny. Park.

Embun terus meremas tangannya melihat dokter yang tengah memeriksa neneknya. Joon yang berdiri di sampingnya, merangkul pundak Embun untuk menenangkan. “Bisakah saya berbicara dengan kalian?” dokter melepas stetoskop dari telinganya. “Anda bisa berbicara dengan saya, dok,” Joon menurunkan tangannya dari pundak Embun. Gadis itu menatap Joon untuk turut. “Temanilah halmeoni, Embun,” ucap Joon sembari mengelus puncak kepala Embun. “Mari ikut saya dok,” Joon mendahului melangkah. Embun hanya menuruti perintah Joon walaupun sebenarnya dia ingin mengetahui kondisi nenek dari dokter itu.

Joon hanya mengangguk-angguk mengerti ucapan sang dokter. “…Turuti anjuran saya, semoga Ny. Park lekas membaik,” ucap dokter sambil menyelesaikan pembicaraan. “Jeongmal gamsahamnida. Mari saya antarkan agashi ke depan,” Joon berdiri sembari mempersilakan dokter.

“Jadi?” Embun langsung menegakkan kepalanya ketika melihat Joon masuk kamar nenek. Joon mencoba tersenyum, tidak memperlihatkan gurat kesedihannya. Joon kemudian duduk di tepi ranjang Ny. Park, “Halmeoni hanya kelelahan sehingga jantung beliau tidak kuat,” ujar Joon mencoba menyembunyikan kenyataan. “Begitukah Oppa? apakah grandma bekerja sangat keras akhir-akhir ini?”. “Ya seperti biasa, halmeoni seorang pekerja ulet. Dan sepertinya sifat itu menurun pada cucu tercantik ini,” Joon mencoba mencairkan kekhawatiran Embun. Dan Embun hanya tersenyum tipis.

#####

Embun selesai mematut dirinya di depan cermin. Masih tersisa gurat kekhawatiran di wajahnya. Dia melangkah menuju kamar neneknya.

Tok…tok…tok…Ceklek…

Dibukanya pintu kamar Ny. Park, “Grandma, have you awaken?”. Ny. Park melihat Embun yang telah berada di depannya dengan senyumnya. Beliau masih terlalu lemah untuk sekedar duduk. Embun mengambil tangan Ny. Park dan duduk di tepi ranjang. “How’re you feeling today?” sembari menggenggam tangan neneknya. “Never better,” ucap Ny. Park dengan lemah.

Seseorang telah berdiri di belakang Embun dan mengelus puncak kepala gadis tersebut. Embun menoleh dan mendapati Joon yang berdiri menjulang. “Pergilah,” ucap Joon. “Tapi oppa…” belum selesai Embun menyahut Joon sudah memotongnya, “Aku akan menjaga nenek,”. Embun mengangguk, “Gomawo Oppa. Grandma, aku pergi dulu. Istirahatlah,”.

#####

Key duduk disamping seorang gadis yang masih sibuk mengutak-atik rumus di buku statistic matematis-nya. Tanpa sadar, seulas senyum tersungging di bibir tipis Key sedari tadi. Gadis yang ditatapnya hanya sibuk berkutat dengan estimator dan unbiased parameter untuk weilbull  distribution.

Sesekali Embun mendengus karena tak menemukan jawaban, sambil melahap donat di tangan kirinya. Embun memainkan pensilnya sembari berpikir sampai dirasakannya sebuah jemari menyapu lembut bibirnya. Dia tertegun sebentar, diarahkan pandangannya ke samping dan didapatinya Key yang sibuk mengelap bibirnya.

“There’re chocolate in your mouth,” terang Key sambil terus membersihkan bibir Embun dengan jarinya. Embun membeku menatap Key, tak tahu harus berbuat apa. Senyum bibir tipis itu, mata sipit nan sendu itu seakan sangat mempesonanya. Key mengambil tissue di meja depannya untuk mengelap tangannya sendiri. Seketika Embun tersadar, “Ugh, gomawo,”. Dia kemudian menunduk malu, menyembunyikan wajahnya.

Tanpa mereka sadari seseorang dari balik jendela kaca memperhatikan keduanya. Jemari tangan orang itu mencengkeram kuat handle pintu yang tadi akan dibukanya. Namun, ia segera berbalik dan membatalkan niatnya untuk masuk ke ruang studio.

Hye Jin melihat Minho melewatinya. Dia melihat amarah di wajah Minho. “Ada apa gerangan?” batinnya. Dia tidak terlalu mengacuhkan dan berjalan menuju studio. Reaksi yang sama ditunjukkan gadis itu juga ketika melihat Key dan Embun berbincang. Hye Jin juga berbalik dengan membawa amarahnya. “Lihat saja nanti, siapa yang menang PARK EUN BIN,” geram Hye Jin.

TBC*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

15 thoughts on “My Longing For You Is Great – Part 3”

  1. Weeehhhhh,,,, semakin menarik ceritanyaaa,,, Minoooonggg,, udah akui aja kalo dirimu cemburu,,,, ehh,, Hyejin benci juga sama Embun, apa neh yg bakal dilakuin??

    Ahhh,,, Melting tiap scene Embun sama Key,, terutama yg Key bersihin coklat dibibir Embun,,, OMG,,,, Key lembut banget trs so sweet lagiii,,,, Envy ih,,,hehehe

    Neneknya embun sakit apa?? Joon disini gx jadi member MBLAQ kah ceritanyaaa,,,,,

    Nunngu Part selanjutnya,, rasanya gx sabar,,, 😛

  2. Nah lho ada musuh tuh si embun (hyejin) hyejin suka key kali ya? Aihhh minho so sweeeet! Peluk2 tiba2, omona aku mau ;_; seneng deh ini udah update. Hadehhh

    dannnn MinKey kembali bersaing cewek =.= heran dua org itu terlalu cocok dijadiin musuh rebutan cewek #dzigh

    hayolohhh Minho cemburu ecieeee (?)

    lanjutan ditunggu 🙂

  3. Aaaakhirnya muncul juga *ikut nari bareng taemin
    hyejin tu sapa sih??pernah muncul di part” sebelum.a gg??mian thor,aq lupa x_x,aq takut nnti hyejin ngapa”in embun….kyk.a hyejin suka ma key..
    Kkyaaa!!!!minho tersenyum!!!!#heboh,pasti kiyut(?) bgt,hahaha…kayak.a minho juga mulai suka ma embun tu :3,,cinta segi4 nih,wkwk..
    Thor,aq iri BERAT sama embun,aq juga mau bibirq dipegang” ma key T.T,,so sweet!!aq pasti senyam senyum sendiri pas di part.a key-embun..
    Aq tgu part 4.a thor..jangan lama” yaaa…

  4. hyaaa hyejin sma minho itu ?? sma2 suka sama seseoragng ya ??
    ,inho nih aneeh
    embun cocok sma key !! :p
    hyejin kayaknya jahat …
    hati2 embun…
    ayo..ayo lanjutannya jgn lama2 .. aku hampir lupa sama cerita ini ..
    nice ff thor ..>,<

  5. yeah, i love this ff. Aq nunggu2 loh thor,serius.
    Aq suka ceritanya,bahasany jg enak. Mantep.
    Btw author org statistika yah? Aq org statistika jg, senyum2 wkt embun buka buku statistika matematika,matkul sakral bgd tuh,haha…udh gt ada estimator dan unbiased
    parameter untuk weilbull
    distribution.

    Salam kenal yah,aq tunggu ff ini lanjutanny

  6. Td liat judulnya,,,hmpir lupa…
    ne crt ny yg mn ya??stlh bc,baru ngeh n akhrny ingt ama crt part sblmnya..
    lanjut ya…jgn klmaan…
    Nanti aku amnesia lg ama crt ny…
    Joon sweet bgt si d sini…
    Hye jin perannya jahat ya??klo boleh saran jgn jht2 bgt ya trus d tampilkan jg sisi baik or lmhny hye jin…biar seimbang…
    »readersoktau…plak..

  7. Senengnya Embun dapat senyum dari Minho. Di luar, Minho nggak pernah menampakkan diri suka pada Embun. Tapi melihat kedekatan Key – Embun, amarahnya malah menyeruak. Ada apakah dengan Minho? Terus Eun So itu pacar Minho bukan, ya? Sepertinya Hye Jin punya maksud buruk sama Embun.
    Nice story. Lanjut!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s