You Save Me from My Silent World – Part 12

You Save Me from My Silent World-part 12

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Lee Taemin, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Kwon Ajusshi (imaginary), seorang Ajusshi dan Anaknya (still mysterious)

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Tragedy, Sad

Rating : PG-15, Parental guidance

 Author POV

“Key, kemarin Hana ada perlu apa dengan Jonghyung hyung? Memangnya mereka  saling kenal ya?”  Minho langsung menanyai Key begitu yang bersangkutan pulang kuliah.

“Molla, kau pikir aku tukang menguping! Urusan kenal, mereka memang pernah bertemu sebelumnya. Sudah, aku mau mandi, tidak tahan rasanya badan lengket seperti ini.”

“Ne. Ngg…habis ini aku mau kerja kelompok dengan Hana dan Eunhyuk di kampus, pulangnya kau mau nitip sesuatu tidak?”

“Titip saja Hana-ku.” Ucap Key sekenanya. Jelas saja mata Minho yang bulat menjadi menyipit.

“Hyung, kau mencurigakan akhir-akhir ini. Apa maksudnya dengan Hana-ku? Kau menyukai Hana?” Minho mendekati wajah Key agar bisa melihat ekspresi wajah Key dengan jelas.

“Aniyo, aku hanya asal bicara. Ya! Lagipula, apa salah kalau aku menyukai Hana? Makanya kubilang kau harus cepat sebelum ada yang mendahuluimu.”

“Wuah…aku kaget hyung, kukira Hana bukan tipe yang kau cari.” Minho sengaja setengah berteriak, ia sedikit kaget mendengar jawaban Key yang bagi Minho-secara tidak langsung mengakui bahwa hyung-nya ini menyukai Hana.

“Wuah…aku juga kaget padamu Minho, kukira Hana juga bukan tipemu.” Key berteriak tidak kalah kerasnya. “Apa yang membuatmu menyukainya, hah?”

“Cinta tidak butuh alasan.” Jawab Minho dengan cepat, namun nadanya diturunkan.

“Aku selalu punya alasan kenapa mencintai seseorang. Sudah, aku mau mandi!” Key kembali memasang wajah sinisnya yang menyebalkan itu tepat di hadapan wajah Minho.

Minho POV

“Cinta tidak butuh alasan.”

“Aku selalu punya alasan kenapa mencintai seseorang. Sudah, aku mau mandi!”

Apa betul harus ada alasan ketika mencintai seseorang? Bukankah cinta itu adalah perasaan dimana kita sudah tidak bisa membedakan hal-hal apa saja yang kita kagumi darinya, semua faktor bercampur menjadi sesuatu yang abstrak dan fraksi yang tak dapat dipisahkan lagi.

Entahlah, aku tidak berani terlalu banyak mendefinisikan apa itu cinta, aku bukan orang yang pandai dalam hal ini. Yang aku mengerti hanyalah, aku mencintai seorang Park Hana.

Tapi kalau benar Key hyung mempunyai perasaan yang sama denganku, bagaimana dengan Krystal? Aku cerita tidak ya pada Krystal?

++++++

Hana POV

Kerja kelompoknya cukup mulus, syntax SQL-nya sudah selesai, tinggal urusan menginput datanya, kami memutuskan untuk bagi tugas saja untuk urusan datanya. Lalu pada kerja kelompok berikutnya kami gabungkan dan mulai menyusun syntax PHP untuk mengakses database-nya.

Aku meregangkan otot-otot yang kaku setelah berjam-jam duduk menghadap layar laptop. Kali ini aku meminjam laptop Taemin supaya aku bisa ikut mengetik juga, untung saja Taemin mengizinkan laptopnya kubawa ke kampus.

“Hana-ah, kau hati-hati di jalan ya, jangan tertidur di bus.” Eunhyuk berpesan padaku.

“Bus?” Minho terlihat kaget. Mungkin dia heran kenapa aku naik bus, padahal tempat kost-ku yang lama kan dekat dari kampus.

“Iya, aku sekarang menumpang tinggal di rumah orang.” Aku berkilah cepat sebelum Minho curiga lebih jauh.

“Ooo” hanya itu yang keluar dari mulut Minho. “ Kalau begitu kuantar saja, ini sudah jam setengah sebelas, rawan kalau naik bus.”

“Tidak usah, aku sudah biasa kok.” Tentu saja aku tidak mau di antar Minho, kalau dia sampai tahu aku adalah pengasuh Taemin bagaimana?

“Jangan khawatir, aku akan mengantarmu dan tidak akan menilai macam-macam tentangmu.”

“Maksudmu?”

“Aku waktu itu sudah bertanya pada Taemin, tapi bukan dari Taemin aku menemukan jawabannya.”

+++++++

Hana POV

Entah kenapa aku selalu terpikirkan kata-kata Key oppa beberapa saat yang lalu, sayang sekali aku tidak bisa memaksanya untuk menjelaskan maksud kata-katanya. Tapi satu hal yang pasti, malaikat kecilku pernah mengatakan hal yang sama persis dengan apa yang Key oppa katakan. Mungkin di dunia ini banyak orang yang punya pemikiran yang sama tentang suatu hal, tapi sangat jarang ada dua orang yang tidak saling mengenal mengatakan hal yang sama persis dengan nada pengucapan yang sama. Apa benar Key malaikatku? Tapi kenapa yang mengingatkanku pada malaikat kecilku adalah senyuman Jonghyun Sunbae?

Kenapa pula aku harus terobsesi menemukan malaikat kecilku? Bukankah telah ada Jinki, malaikatku kini? Apa betul aku harus melupakan masa laluku, termasuk malaikat kecilku? Andwae! Tidak akan pernah.

Setiap kali mengingat malaikat kecilku, aku meragukan perasaanku pada Jinki, seberapa kuatkah perasaaanku untuk Jinki? Apa betul aku mencintainya? Lalu bagaimana dengan Jinki sendiri? Apa Jinki mengingatku di Paris sana? Masihkah namaku tersimpan di hati Jinki?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus memenuhi kepalaku, membuatnya terasa sangat sakit. Ditambah lagi aku terlalu lama berkutat dengan laptop dan tubuhku juga sangat lelah hari ini. Ya, pikiran dan tubuhku sedang memberontak pada detik ini.

“Hana sshi, Gwenchana?” Minho menghampiriku dengan motornya. Ya, aku menyetujui ajakannya untuk diantar pulang. Selain tubuhku terasa kacau, ia juga mengatakan bahwa ia sudah mengetahui hubunganku dengan Taemin, jadi tidak ada yang perlu kutakutkan.

“Ne, gwenchana.” Aku menyahut cepat, tapi di sisi lain tanganku masih menarik keras rambutku, yang demikian itu aku lakukan agar rasa sakit di kepalaku berkurang.

“Keningmu hangat.” Selorohnya sesaat setelah tangannya mendarat di keningku secara tiba-tiba.

“Aku baik-baik saja.”Aku menekankan. Aku tidak mau lagi sakit di depan Minho.

“Baiklah, terserah kau saja. Ayo cepat naik, ini sudah malam.”

Minho POV

Dasar yeoja ini, sudah jelas keningnya hangat tapi ia masih mengatakan kalau ia baik-baik saja. Sepertinya ia gengsi mengaku kalau ia sedang sakit. Ya sudahlah, terserah ia saja.

Hana naik ke jok belakang motorku, tapi tangannnya tidak mau berpegangan pada pinggangku, hhh… ia masih saja seperti ini, menjaga jarak denganku.

Kami melalui perjalanan dengan hening. Aku bukan tipe orang yang bisa membuka pembicaraan, dan Hana juga bukan Krystal yang pandai memancing mulutku berceloteh lebar. Alhasil kami hanya saling diam selama perjalanan.

Untung saja dia menerima tawaranku untuk mengantarnya pulang, aku yakin ia sangat lelah karena aku pun merasa lelah setelah lama berkutat dengan laptop. Mungkin apa yang dibilang Eunhyuk tadi bisa jadi kenyataan, tertidur di bus. Haha, aku sering tertidur di bus soalnya, itu terjadi karena aku sudah sangat lelah setelah berlatih basket sampai malam hari. Dan kalau aku sudah tidur, mmm…entah setan apa yang menggelayuti mataku sehingga aku tidak menyadari kalau ada orang yang membangunkanku. Alhasil, bus ang kutumpangi terus melaju sampai pemberhentian terakhir.

“Minho sshi, bisa berhenti sebentar?” pintanya di tengah jalan.

Aku menghentikan motorku di tempat yang aman. “Hana sshi, kau sakit?” Aku bertanya demikian karena menyadari nada bicaranya yang lemah.

Ia tidak menjawab, kulihat ia menundukkan kepalanya, apa mungkin ia pusing? Sepertinya begitu.

“Hana sshi, pakai ini.”Aku melepaskan jaketku dan memberikan padanya.

“Gomawo. Ngg… Aku pusing sekali, istirahat sebentar boleh kan?”

“Ne, istirahatlah. Tapi kalau boleh saran, lebih baik cepat sampai di rumah dan beristirahat di sana saja. Kalau kau takut oleng, bersandarlah di tubuhku, jangan berpikir macam-macam tentang itu, aku tidak bermaksud aneh-aneh.”

Ia mengangguk, dan aku pun menyalakan kembali mesin motorku. “Bersandarlah…dan kusarankan kau pegangan pada pinggangku.”

Ia menuruti apa yang kukatakan, tangannya kini melingkar di pinggangku, walaupun tidak penuh. Kepalanya juga bersandar di bahuku. Biarlah ia seperti ini, menjadi yeoja pertama yang kuizinkan merapatkan tubuhnya ke tubuhku. Sepertinya rasa sayangku pada yeoja ini mengalahkan rasa risihku ketika ada yeoja yang bersandar di tubuhku.

++++++++

Taemin POV

Aku masih terjaga di ruang tamu, menunggu Hana nuna pulang. Ia memang minta izin dariku untuk pulang malam dan memintaku untuk tidur duluan kali ini saja. Tapi nyatanya aku tetap tidak bisa tidur sendirian. Lagipula aku khawatir dengan Hana nuna, mengapa ia belum muncul juga?

Tidak lama aku mendengar suara pintu gerbang di buka oleh Kwon Ajusshi, itu pasti Hana Nuna.

“Ahjusshi, Hana demam.” Aku mendengar samar-samar suara seseorang sedang bicara dengan tukang kebunku itu.

Aku penasaran siapa pemilik suara itu, apalagi barusan ia bilang Hana nuna demam. Aku pun bergegas keluar rumah. Sebuah motor sedang melaju dari arah gerbang menuju tempatku berdiri kini. Semakin dekat semakin bisa kulihat siapa pengemudi motor tersebut. Minho hyung?

“Kenapa dengan Hana nuna? Tadi kau bilang ia sakit?” aku menyambarnya dengan pertanyaaan penuh kecemasan.

Kulihat Hana nuna turun dari motor dengan lunglai. Aku bergegas menyangga tubuhnya agar tidak jatuh. Omo, tubuhnya panas, pantas saja ia kehilangan tenaganya.

Minho hyung segera turun dari motornya, ia meraih tangan Hana nuna dan kemudian menggendongnya ala bridal.

“Langsung dibawa ke kamar saja. Hyung.” Kataku panik. Jelas saja aku panik mendapati keadaan nunaku seperti ini, sama paniknya dengan Jinki hyung ketika aku sakit. Seperti inikah perasaan Jinki hyung kala itu?

Hana POV

Apa yang terjadi? Kenapa aku bisa digendong Minho tadi? Aku berusaha mengingat kronologisnya. Aish…aku tumbang lagi di hadapan Minho…

Aku merasa saat tubuhku diangkat tadi, tapi mataku terlalu berat untuk kubuka, rasanya sangat sakit. Akhirnya aku hanya pasrah sampai Minho membaringkanku di ranjang. Sekarang aku mendapati minho sedang mengompres keningku dengan air es. Hal ini kembali mengingatkanku pada Key oppa, dia juga pernah mengompresku waktu itu. Arghhhh…Key oppa lagi, aku tidak boleh memikirkannya dulu sekarang.

“Minho sshi, Gomawo karena telah menolongku sekali lagi.”

“Cheonmaneyo, lain kali kau tidak usah gengsi mengakui kalau kau sakit.”

Dasar pabo, aku tidak mau mengaku sakit di depanmu adalah karena aku tidak ingin di cap sebagai yeoja lemah olehmu. Aku tidak bisa tahu apa yang kau pikirkan tentangku karena kau tipikal orang yang jarang bicara.

“Hana ya, bisakah kita menghilangkan embel-embel sshi ketika menyebut nama satu sama lain?” ia menatapku kikuk kali ini.

“Ne, kita terlalu formal selama ini.” Aku setuju dengan ucapannya ini, memang menggelikan, sudah lama berteman tapi masih menggunakan bahasa formal.

Kami saling melemparkan senyuman, dan itu membuat kekakuan yang ada di antara kami sedikit mencair.

“Hana ya, kau pasti belum makan sejak pulang kuliah. Kau mau aku belikan apa?”

“Hana nuna, kau makan serealku saja untuk sementara.” Taemin muncul tiba-tiba dan langsung menyambar pertanyaan Minho.

“Ne, aku makan sereal saja, ini sudah malam untuk mencari makanan. Kau pulang saja Minho-ya…” Aku setuju dengan saran Taemin, dengan begitu aku tidak merepotkan Minho lagi.

“Mmm, bolehkah aku menginap di sini? Aku tidak bilang kalau akan pulang malam, jadi mereka pasti sudah tidur dan mengunci gerbangnya.”

Aku melirik Taemin untuk menanyakan persetujuannya. Kulihat ia tampak seperti ingin menolak. Aku tahu Taemin tidak menyukai Minho. Tapi untuk kali ini aku berhutang budi pada Minho.

“Tae-ah, izinkan dia menginap ya?” Aku angkat bicara, tepatnya seperti setengah memohon .

“Baiklah. Tidur di kamarku saja.” Akhirnya Taemin menjawab setelah berpikir beberapa saat. Tapi tetap saja kulihat ia menggembungkan pipinya tidak lama kemudian. Mianhae Taem-ah, hanya untuk kali ini.

+++++++

Gaseum gadeuk.han geudae heunjeok (Your traces that my heart is filled with)

Nareul soomshwigae haeyo (Makes me able to breathe)

Dal.bit.chae gin bami modu mooldeulmyeon (When the long night is colored by the moonlight)

Hye.eonal su eopneun gidarin da kkeutchi nalkkayo (Will the inescapable wait all end?)

Gijeokeul bileo mootgo dap.haeyo (I wish for a miracle and ask and answer myself)

Oh, geudae mamae datgo shipeun nal malhaji (Oh, I can’t tell you about me, who wants to reach your heart)

Mot.hae shirin gooreum dwi.ae garin byeolbitdeul.cheoreom (Like the starlight hidden behind the cold clouds)

Saranghae ipsool kkeutae maemdoldeon apeum gobaek modu (I love you, in the end, this painful confession That lingers at the edge of my lips)

Kkeutnae noonmulae heulleo (Slides down in tears)

Shimjangae datneun ee hwasaleun (This arrow that’s reached my heart)

Eejen nae mom gatgaetjyo (Feels like a part of my body now)

Jukeul mankeum neomu apado (Even though it hurts to death)

Nae mamae bak.hin geudaereul kkeonael su eopnaeyo (I can’t remove you, who’s stuck in my heart)

Sarangeeraseo nan sarangeeraseo (Because it’s love, because for me, it’s love)

Na geudael gatji mot.haedo nae mami (Even if I can’t have you, even when my heart)

Kkeutnae seulpeun inyeonae byeok apaegaromak.hyeodo (Is blocked in the end by the wall of sad connection)

Saranghae barabol suman itneun gosiramyeon (I love you, if it’s a place, where I can just watch you)

Geudaen nae jeonbunikka (Because you’re my everything)

Su maneun bam jisae.ooda (I stay up for so many nights)

Nae noonmul gateun byeol.bit.chi (When the starlight becomes rain)

Meotji anneun biga dwaemyeon (That doesn’t stop like my tears)

 

 

=*Shinee- Quasimodo*=

Key POV

Tebakanmu betul Hana, aku memang mengetahui sesuatu tentang malaikat kecilmu. Tapi aku tidak bisa mengatakannya karena alasan yang sangat fatal. Hana-ya, kumohon, lupakanlah ia, buang namanya dari masa lalumu, ia tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi, senyum khas malaikatmu itu tidak akan lagi ada di hadapanmu meski sebesar apapun ia mencintaimu.Cintanya telah ia kubur dalam-dalam agar aromanya tidak tersentuh oleh siapa pun, termasuk kau-yeoja yang dicintainya. Kau hanya akan tersakiti jika kau menunggunya. Mengharapkan kau akan menemukannya suatu saat? tidak akan pernah terjadi. Aku akan menyimpan rahasia ini sampai aku mati. Mianhae Hana-ya…

Tidak terasa mataku sudah basah lagi. Aku menangis lagi karena hal ini, aku sangat sensitive jika ada yang mengungkit tentang Kiyun. Kenyataannya, Kiyun tidak akan pernah ada lagi…

“Kibum-ah, sudah tidak usah diingat-ingat lagi, jebal…jangan menangis karena hal itu lagi.” Jonghyun hyung meremas-remas bahuku.

 Ya, aku membutuhkan kehadirannya di saat seperti ini, disaat ada seseorang yang mengusik lagi tentang Kiyun, aku akan menjadi sangat lemah. Untuk itu aku memutuskan ke tempat Jonghyun hyung, hanya dia yang mengetahui tentang kerapuhanku dalam hai ini.

“Aku sedikit merasa bersalah tapi aku juga tidak mungkin menceritakan rahasia tentang kiyun, kau tahu itu kan?”

“Aku tahu. Kibum-ah, apa perlu aku mengaku sebagai kiyun? Aku rasa Hana cukup yakin dengan pemikirannya bahwa aku ini memang Kiyun. Aku rasa cara ini lebih baik.”

Aku memikirkan usul jonghyun hyung barusan. Benar juga, Hana pasti ingat wajah Kiyun yang memang mirip Jonghyun hyung. Apa usul barusan dijalankan saja? Tapi itu sama saja dengan membohongi Hana.

“Hyung, tapi itu namanya membohongi Hana. Aku tidak mau.” Akhirnya aku menolak usulnya.

“Tapi kau menyembunyikan tentang Kiyun dari Hana juga sama saja membohongi Hana kan?”

Aku terhenyak memdengar ucapan Jonghyun barusan. Pendapatnya tidak salah sama sekali, memang intinya sama-sama membohongi Hana.

“Terserah kau saja Hyung.”

+++++++++

Hana POV

Taemin benar-benar membuatku merasa dilema. Di satu sisi aku senang karena baru saja ia mengatakan bahwa sebentar lagi ia akan berkomunikasi dengan Jinki lewat Skype, dan aku diajak nimbrung. Tapi di sisi lain aku jadi merasa terombang-ambing dengan perasaanku pada Jinki karena kembali terikat oleh masa laluku.

Ada bagusnya juga hari ini aku absen kuliah, mungkin ini waktuku melihat Jinki, meski hanya sebatas lewat webcam. Mungkin melihat Jinki bisa membuatku agak baikan.

“Taemin-ah, bagaimana kabarmu disana?” Yang pertama kali Jinki lakukan adalah menyapa adik kesayangannya.

“Aku sangat baik Hyung, Hana nuna menemaniku dengan baik.” Taemin tersenyum pada Jinki.

“Baguslah. Hana-ya, kudengar kau sakit semalam, bagaimana keadaanmu sekarang?”

“Aku sudah membaik, panas tubuhku sudah turun yang jelas.” Hana meraba keningnya, memastikan kembali bahwa yang ia katakan memang benar.

“Syukurlah, lain kali kau harus menjaga kesehatanmu, kendalikan juga pikiranmu dan jangan selalu terbebani. Kalau kau mau bercerita sesuatu tentang masalahmu, lain kali kita bisa berkomunikasi dengan cara seperti ini.”

“Ne. kau juga jaga dirimu di sana.”

“Hyung, kau tidak adil, masa Hana nuna saja yang disuruh menjada kesehatan, aku juga dong~” si Baby Taemin sepertinya cemburu karena Jinki bicara lebih banyak padaku.

“Ahaha, tentu saja Taem, hyung kan sedang bicara dengan nunamu dulu, baru nanti denganmu.”Jinki terkekeh menanggapi rengekan dongsaengnya.

“Ya ya~, baiklah, aku tahu kalian berdua sedang dibuai cinta.”

“Ya! Maksudmu apa?” tanyaku dan Jinki secara bersamaan.

“Sudahlah, aku memang tidak tahu rasanya jatuh cinta, tapi aku tahu pasti kalian menyimpan cinta satu sama lain, bagaimana kalau kalian pacaran saja?” Taemin menutup kalimatnya dengan cengiran kuda.

Aku langsung salah tingkah, kurasa Jinki juga demikian.

“Ya ya ya, aku akan mengabulkan permintaanmu, tinggalkan kami berdua, Tae-ah.”

Mwoya?! Apa maksud Jinki barusan? Wajahku rasanya memanas dan aku mulai berkeringat tak kala Taemin melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tempat kami berada sekarang.

“Hana-ah, kau mungkin sudah menyadari perasaanku, dan kalau yang dibilang Taemin barusan itu benar, maukah kau menjadi yeojachinguku?”

Hana menggigit bibirnya, ia bimbang menjawab pertanyaan Jinki. Rasanya jahat kalau ia dan Jinki pacaran sementara pikirannya masih di bayangi dengan malaikat kecilnya. Hana melirik layar laptop Taemin sesaat, terlihat Jinki sedang menantinya dengan wajah harap-harap cemas.

“Jinki-ya, sebelumnya aku mau bilang sesuatu dulu, kau mau mendengarkanku?”

“Tentu saja, katakanlah.”Jinki tersenyum, dan itu membuatku ingin mengiyakan pertanyaan Jinki. Ya, dari awal aku menyukai ketulusannya, dan hal itu terpancar dari senyumannya.

“Dulu waktu aku sedang berada dalam masa-masa tersulitku, tepatnya pasca kematian Appaku, ada seseorang yang menyelamatkanku dari keterpurukan, sampai saat ini aku belum bisa melepaskan kenangan tentangnya. Jujur, aku mencintaimu, tapi aku takut cintaku tidak cukup kuat untuk Long-distance karena saat ini aku mulai mencium jejak keberadaannya. Jadi…”

“Ya, aku sudah tahu jawabanmu, tidak apa Hana-ya, aku akan menunggumu.” Jinki memotong ucapanku, dan itu membuatku menangis mendadak.

“Hana-ya, mianhae…uljima.”

“Jinki-ah, kau tidak perlu menunggu, aku tentu saja mau jadi yeojachingumu, tapi aku tidak bisa menjamin kesetiaanku…”

“Aku percaya padamu Hana, dan kalaupun kelak cintamu berpaling pada malaikatmu, aku akan mengizinkanmu lepas dariku. Dia orang yang sangat berharga untukmu, aku bisa mengerti alasanmu terikat padanya, dan aku tidak bisa mencegahmu jika hal yang kau takutkan itu terjadi. Hana-ya, mari kita mencoba dulu sekarang.”

Aku terkesiap mendengar penuturan Jinki barusan. Sungguh, orang ini sangat baik dan juga bijak. Ya, dia memang tipe orang yang kuidamkan sejak dulu. Baiklah, aku akan mencobanya, aku juga akan berusaha mempertahankan cintaku pada namja luar biasa ini sekuat yang aku bisa.

“Ne, Ayo kita coba jalani.”

+++++++

Author POV

Malam makin menggeliat, gelapnya kian pekat, malam ini begitu menyeramkan, bintang pun tampak malu-malu menampakkan pesonanya, ia hanya bersembunyi di sarangnya. Suara burung malam terdengar menggema di beberapa sudut kota Seoul.

Kau tahu tidak, setan senang berkeliaran di malam hari, menggoda manusia untuk berbuat kenistaan, terkadang merasuki pikiran seseorang hingga tubuh orang itu benar-benar diambil kendali oleh setan. Salah satu yang menunjukkan betapa mengerikannya pengaruh setan tengah terjadi.

“Haha, rasakan akibatnya karena kau telah menghancurkan harapanku! Enyahlah kau dari dunia ini!” Seorang lelaki berwajah sangar dengan beberapa tattoo di lengannya tampak kesetanan begitu ia selesai menelanjangi tubuh anak gadis semata wayangnya.

Sementara sang korban terus menangis tanpa suara, air matanya telah kering, sejak sang ayah menguliti pakaiannya. Ia merasa hina tak kala tangan sang ayah menggerayangi beberapa tubuhnya, meskipun keperawanannya belum tercabut. Setelah meraih sehelai kain yang ada di dekatnya, tangannya menutupi bra yang masih berhasil ia pertahankan agar tetap melekat di tubuhnya, sementara kain tersebut ia gunakan untuk menutupi bagian bawah tubuhnya.

“Haha, percuma kau tutupi tubuhmu, sebentar lagi kau akan pergi dari dunia ini.” Sang ayah menyeringai tajam.

Sesaat kemudian tubuh sang anak sudah terikat dengan tali, sang ayah keluar dari ruangan itu sebentar. Dan di saat itulah anak tersebut menyeret tubuhnya sekuat mungkin agar mendekati sebuah meja yang di atasnya ada sebuag pisau lipat. Ia menendang meja yang rapuh itu dengan kakinya dengan maksud membuat pisau cukur yang ada di atasnya jatuh kebawah.

Trekk

Usahanya berhasil, pisau itu tergeletak di hadapannya, ia memutar tubuh agar tangannya yang terikat di belakang tubuhnya dapat mengambil pisau itu. Berhasil, pisau itu kini ada di tangannya, dan tepat saat itu juga sang setan masuk kembali.

Setan itu melepaskan ikatan kaki di tubuh anaknya, menarik tubuh anak tersebut keluar dari rumah dengan kasar. Bertambah deraslah air mata di pipi anak itu, ia malu harus keluar dengan hanya berbalut bra dan kain yang terikat kuat yang menutupi tubuhnya. Beberapa orang yang mereka lewati hanya memandangi keduanya dengan tatapan belas kasihan, tidak ada satu pun yang berani menyelamatkan sang anak, mereka masih ingin hidup mereka tenang, tanpa ancaman sang ayah yang memang terkenal garang dan tidak segan-segan menghabisi nyawa orang.

Sang anak tidak berdaya, tapi setidaknya ia berhasil menembunyikan pisau lipat dari perhatian ayahnya.

Tibalah mereka di sebuah tempat kecil yang sepi, seperti gudang kecil yang sudah tidak terpakai. Sang ayah mendorong tubuh anaknya hingga terjerembab. Setelah itu ia menyiram darah dagingnya itu dengan bensin setelah terlebih dahulu mengikat kaki anaknya kembali. Tidak lupa juga ia menyiramkan minyak tanah ke lantai di sekeliling anak itu.

Anak itu menjerit kali ini. “Appa, kumohon, jangan lakukan ini, ampuni aku!”

“Tidak ada kata ampun, kau telah membuat ayah dipecat karena prinsip sok sucimu itu! Kau anak yang tidak berguna sama sekali.”

Srek, sebatang korek api digesekkan hingga muncul apinya, lalu di lemparkan ke tubuh anaknya.

Seketika api menjalar. Sang pemilik tubuh menjerit, sementara tangannya masih berusaha keras melepaskan ikatan tangan dan kakinya.

Sang ayah terbahak puas, dan sesaat kemudian lari dari tempat itu meninggalkan putrinya bersama kobaran api yang terus menjilat.

Sang anak tidak menyerah, ia terus berusaha agar ikatannya lepas. Ia tengah bermain waktu dengan api. Beberapa centimeter lagi api menyentuh tubuhnya.

Terlambat, api menyambar tubuhnya tepat di bagian wajah, membakar sadis wajahnya yang cantik. Ia mengerang kesakitan, suaranya begitu memekakkan telinga siapa pun yang mendengarnya. Sayangnya orang di sekitarnya berusaha untuk tidak peduli karena masih ingin nyawa mereka selamat.

Srekk, lepas ikatan yang di tangan. Ia melepaskan ikatan di kakinya dengan pisau itu juga. Ia berlari keluar gudang yang untungnya tidak di kunci, ia harus menyelamatkan tubuhnya yang sudah melepuh dimakan api.

Kain yang tadi menutupi bagian tubuhnya terbakar. Beruntunglah di dekat pintu gudang tersebut ada kain bekas spanduk yang bisa digunakan untuk menutupi tubuh.

Anak gadis itu berlari menuju jalanan, tangannnya bersiap melambai pada mobil yang lewat. Mulutnya terus meringis menahan luka bakar yang dialaminya, entah sudah berapa banyak air mata dan teriakan yang keluar. Ia hanya berharap sebuah mobil lewat dan pengemudinya berhati malaikat sehingga bisa menolongnya.

Sebuah mobil melintas, yeoja itu berdiri di tengah jalanan, berharap mobil itu berhenti, atau nyawanya melayang–jika memang pengemudinya berhati setan juga.

Ckittt, mobil itu berhenti, pengemudinya keluar, berniat marah-marah pada orang gila yang menurutnya sudah bosan hidup. Tapi niat marah-marahnya tidak terlaksana karena melihat luka bakar di sekujur tubuh yeoja yang ada di hadapannya.

“Kau…Kibum sshi, tolong aku…” yeoja itu mendesah lemas, seluruh kekuatannya mulai habis Karena menahan rasa perih yang menggerogoti kulitnya.

“Omo, kau…”

TBC…

+++++++

Kyaaa…sadis banget ya part ini. Bikinnya ampe bergidik sendiri. Yasudahlah, lupakan.

Kira-kira siapakah yeoja korban luka bakar itu? Kenapa ia mengenal Key? Dan bagaimana nasib yeoja itu? Jangan bosen-bosen baca terus lanjutan ff ini ya…don’t be silent reader.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 12

  1. Wohoooo..
    Ada tmbahan pemerannya yaaak??
    Sapaa itu??
    Huwaa…
    Aku pnasraaaaaan!!!
    Lanjuut thor!!
    Crita nya makin kereeen!!

  2. Mencoba? Artinya Hana dan Jinki sudah resmi pacaran-kah? Dalam arti yang bersamaan, Minho kehilangan kesempatannya mendapatkan Hana.

    Ah, Kiyun bukan Key. Lantas siapa, ya? Misterius deh, ah. Di akhirnya suadis. Beneran itu ayah kandung? Ih, kejam amat yah sama anak sendiri. Mungkin nggak, anak itu Eunjung? Dia sudah kenal Key waktu insiden tawuran itu.

    Nice story. Lanjut!

  3. Ehhhh,,, itu yang dibakar siapa?? Haisshhh,, sadis niannn,,, berusaha nebak,,, Krystalkah??? Atau Eunjeung???

    Jinki beraksi,,, hahay,, akhirnya mereka jadian,,, biarpun aku gx terlalu yakin,,, bisakah Hana-Jinki bertahan,,, dan Minhoo… Ohh,,, Poor Minhooo,,,, Udd jadian sama kau aja,, *plakkk,, plakkk,, ditarik Key,,,

    Serru,,, next part ya!!😛

  4. ahhh kiyun bukan key, kiyun udah meninggal ya??
    yeyy akhirnya hana sma jinki pacaraaan … udah lah jgn ngebohongin hana dengan cara itu jjong, biarkan hana di bohongi dengan yang sebenarnya terjadi…
    hana udah sama jinkiii !! huwaaa bagus deh, kasian deh minho…
    aduhh taemin kau ini polooss bgt…. >,<

    ishhh kejamnya !! itu siapa??? ahhh kibum .. itu siapaa?? cwe itu siapa? appnya minta di rajam rame-rame !!!

    ayoo thor lanjutannyaaaa….
    ini makin kereeen

  5. huwaaaa thor…. Onewnya ditolak -,- tapi gak apa apa , aku lebih suka key hana wakaka , thor… Yg di bakar itu siapa? Gasabar part selanjutnya.

  6. Hadeh…si minho masa ngompres.a pake air es??bagusan pake air anget >.<
    aaa~si taem unyu" sekaliii :3
    eaa…ada new couple nih,jinki-hana sama minho-aku😀 #bugh
    appanya tu yeoja nyebelin!!tidak berprikemanusiaan!!huh!masa anaknya sampe dibakar" getoh??-,-… Yang pasti tu yeoja kenal ma key,..berarti kalo bukan krys, si eunjung,hihihihiii
    Kiyun… Masih misteri*tersenyum penuh misteri,wkwkwk
    ayo eon!!lanjutkan!!hahahahahahahahahahahahahahaaa

  7. yeeyy.. Hana-Jinki jadian.. Mudah2an langgeng.. Poor minho.. Udah minho sama aku aja..#dijewer jjong
    key-kiyun kembar kah?
    Aigoo.. Itu ahjussi2 sadis bener.. Anak’a siapa tuh? Kq knal key..? Eunjung kah?#bawel mode: on
    Next.. Ditunggu..
    Gompta..

  8. jangan2 gadis itu eunjung lagi…
    kan eunjung dah pernah ketemu sama key..
    chukkae buat jinki sama hana akhirnya jadian juga…
    jadi kiyn itu sebenarnya siapa???
    apa jangan2 kiyun itu sudah tiada…

  9. PENGANIAYAAAANN!*langsung cek ke dokter THT*
    poor yeojaaa..eunjung yaa…
    Finaly..onew-hana jdian yaa..chukkae..
    Btw..jdi kiyun itu bkn key ato jjong yaa..tpi kyaknya key deh..
    Aaakhkh,minho kasiaan..mino ama aku aja deh*dirajam flamers* mkin heboh aja ni crita,lanjut thor

  10. Kyaaa!! Penasaran siapa yeoja yang kebakarnyaaa! Terus yang kiyun itu gimana nasibnya? Siapa kiyun? Apa jjong oppa bakal beneran pura2 jadi kiyun? Ayo thoor lanjuuuut!!😀

  11. Yi haaaa….akhrny jinki-hana jdian…
    Sadis amat tu bpk2 sm anakny smp d bkr,,,dmana hatimu pak???mrinding aku bc nya d bag.itu…

  12. Apa itu si anak gankster yg nyelamatin taemin?:o
    Ini kenapa jd makin rumit dan bikin bingung… Huaaaa aku frustasi jd hana bisa tenang sm siapa😦 huhuhu

  13. kibum…??
    it key kan,trz yg d bkar cp…???
    kykx bkn hana deh,tp cp…atw mgkn eun jung…???

    kyaaa…akhrx hana-jinki pacaran jg,tp gmn klo hana ktmu malaikat kecilx…???

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s